1UGAS 2

IUDULť

S|stem Þenanggu|angan 8encana

Mata ku||ahť 8encana A|am Ǝ kekayasa kegempaan

Dosenť ÞrofŦ IrŦ nŦ Sarw|d|ţ MSCLŦţ ÞhŦDţ IÞU
















M46l51£k 1£kNlk 5lPlL
MANAILMLN kLkA¥ASA kLGLMÞAAN

Namať Ar|n kuncahyan|
NIM ť 11914021
ulberlkanť 01 nopember 2011
uukumpulkanť 08 nopember 2011

kCNSLN1kASI MANAILMLN kLkA¥ASA kLGLMÞAAN
ÞkCGkAM ÞASCA SAkIANA MAGIS1Lk 1LkNIk SIÞIL
UNIVLkSI1AS ISLAM INDCNLSIA
¥CG¥AkAk1A 2011

S|stem Þenanggu|angan 8encana
ueflnlsl bencana menuruL undangŴundang 8epubllk lndonesla noŦ24 Lahun 2007
LenLang Þenanggulangan 8encana adalah perlsLlwa aLau rangkalan perlsLlwa yang
mengancam dan mengganggu kehldupan dan penghldupan masyarakaL yang dlsebabkanţ
balk oleh fakLor alam dan/aLau fakLor nonalam maupun fakLor manusla sehlngga
mengaklbaLkan Llmbulnya korban [lwa manuslaţ kerusakan llngkunganţ keruglan harLa
bendaţ dan dampak pslkologlsŦ ÞengerLlan laln bencana adalah suaLu gangguan serlus
Lerhadap keberfungslan suaLu masyarakaLţ sehlngga menyebabkan keruglan yang meluas
pada kehldupan manusla darl segl maLerlţ ekonoml aLau llngkungan dan yang melampaul
kemampuan yang bersangkuLan unLuk mengaLasl dengan menggunakan sumber daya
mereka sendlrl (lSu8ţ2004)Ŧ lndonesla berada dl [alur kaLullsLlwa dlmana mempunyal
karakLerlsLlk bencana yang berbeda dlbandlngkan dengan negaraŴnegara laln yang berada dl
wllayah llnLang uLara maupun llnLang selaLanŦ Selaln lLu pulauŴpulau dl lndonesla LerbenLuk
darl Lumbukan beberapa lempeng seglngga memenLuk [alurŴ[alur penun[aman lempeng aLau
[alur subduksl yang mengaklbaLkan dl lndonesla memlllkl [enls bencana alam yang sangaL
beragamţ seperLl gempa bumlţ Lsunamlţ gunung meleLusţ Lanah longsorţ angln puLlng
bellung hlngga bencana yang dlsebabkan oleh fakLor soslal seperLl konfllk anLar kelompok
masyarakaLŦ
Þada pasal 1 undangŴ undang 8l noŦ24 Lahun 2007 LenLang penanggulangan
bencana dl[elaskan bahwa bencana dl lndonesla dlkaLegorlkan men[adl Llga macam yalLu
yang perLama adalah bencana alam berupa gempa bumlţ Lsunamlţ gunung meleLusţ ban[lrţ
kekerlnganţ angln Lopanţ dan Lanah longsorŦ 8encana yang kedua adalah bencana nonalam
yang anLara laln adalah gagal Leknologlţ gagal modernlsaslţ epldemlţ dan wabah penyaklLŦ
8encana yang keLlga adalah bencana soslal yalLu bencana yang dlsebabkan oleh fakLor
manusla yang mellpuLl konfllk soslalţ anLarkelompok aLau anLar komunlLas masyarakaL dan
LerorŦ 8encana yang Ler[adl dl lndonesla blsa Ler[adl kapan sa[a dan darl saLu macam
bencana blsa Ler[adl lagl pada wakLu yang berbedaţ sehlngga dlperlukan penanggulangan
bencana guna mengurangl korban [lwaţ harLaţ benda maupun lnfrasLrukLur yang dlaklbaLkan
oleh bencanaŦ Þenyelengaraan penanggulangan bencana adalah serangkalan upaya yang
mellpuLl peneLapan kebl[akan pembangunan yang berlslko Llmbulnya bencanaţ keglaLan
pencegahan bencanaLanggap daruraLţ dan rehablllLasl (uu8l noŦ24ţLhŦ2007)Ŧ

O Ancaman atau bahaya (hotords%
ncaman aLau bahaya Lerdlrl darl bahaya alam (oototol bozotJs) dan bahaya karena
ulah manusla (mooŴmoJe bozotJs) yang menuruL uolteJ Notloos lotetootloool
5ttoteqy fot ulsostet keJoctloo (unŴlSu8) dapaL dlkelompokkan men[adl bahaya
geologl (qeoloqlcol bozotJs) seperLl gempa bumlţ Lsunamlţ longsorţ dan gerakan
Lanah (sesar)Ŧ 8ahaya hldromeLeorologl (byJtometeotoloqlcol bozotJs) seperLlŤ
ban[lrţ angln Lopanţ angln puLlng bellung dan kekerlnganţ bahaya blologl (bloloqlcol
bozotJs) seperLlŤ vlrus anLraxţ vlrus P3n1Ŧ
8ahaya Leknologl (tecbooloqlcol bozotJs) seperLl kecelakaan LransporLaslţ lndusLrl
dan penurunan kuallLas llngkungan (eovltoomeotol JeqtoJotloo) seperLlŤ kebakaran
huLan dan lalnŴlalnŦ 8ahaya berpoLensl menlmbulkan bencanaţ LeLapl Lldak semua
bahaya menlmbulkan bencana (Sarwldlţ dalam penganLar bencana)Ŧ
O kerentanan (°robiity%
erenLanan yang LerdapaL dl suaLu daerah rawan bencanaţ seperLl mlnlmnya
faslllLas Ŷ faslllLas lnfrasLrukLur serLa elemenŴelemen dl dalam koLa serLa Lldak
adanya faslllLas yang dlbangun unLuk mlLlgasl bencana blsa membuaL rlslko bencana
semakln Llnggl yalLu memungklnkan korban [lwa semakln banyak [lka bencana lLu
Ler[adlŦ
O k|s|ko 8encana
8lslko bencana adalah besarnya keruglan aLau kemungklnan adanya korban [lwaţ
kerusakanţ dan keruglan ekonoml yang dlsebabkan oleh bahaya LerLenLu dl suaLu
daerah pada suaLu wakLu LerLenLuŦ 8lslko blasanya dlhlLung secara maLemaLls
merupakan probablllLas darl dampak suaLu bencana(Sarwldlţ dalam penganLar
bencana)Ŧ
Sehlngga unLuk mengurangl rlslko bencana pada daerah rawan bencana maka perlu adanya
kapaslLas yang harus dlmlllkl oleh suaLu wllayah rawan bencanaŦ ulmana 8lslko bencana
adalah perpaduan darl bahaya rawan bencana dl suaLu daerah dengan kerenLanan yang ada
dl daerah LersebuL maka perlu adanya mana[emen rlslko bencana yang dapaL dlrumuskan
secara sederhana seperLl dl bawah lnlť

ulmana rlslko bencana pada suaLu daerah dapaL dlkurangl aLau bahkan mungkln dlhllangkan
[lka fakLor ancaman aLau bahaya dan kerenLanan dlLurunkanţ sedangkan fakLor kapaslLas
dlnalkkanŦ Semakln bahaya dan kerenLanan dl suaLu daerah semakln kecll aLau bahkan
bernllal nolţ dan kapaslLasnya semakln besarţ maka rlslko suaLu daerah Lerkena dampak
bencana adalah semakln kecllŦ
SlsLem penanggulangan bencana sangaL dlperlukan dl lndonesla yang
berguna unLuk memana[emen penanggulangan bencanaŦ lnsLansl pemerlnLah yang berLugas
dalam penanggulangan bencana adalah 8adan naslonal Þenanggulangan 8encana (8nÞ8)Ŧ
Sedangan yang berada dlLlngkaL pemerlnLah daerah adalah 8adan Þenanggulangan 8encana
uaerah (8Þ8u)Ŧ Þenanggulangan bencana dldeflnlslkan sebagal serangkalan upaya yang
mellpuLl peneLapan kebl[akan pembangunan yang berlslko Llmbulnya bencanaţ keglaLan
pencegahan bencanaţ Langgap daruraLţ rehablllLaaslţ dan rekonsLruksl ( uu 24ţ 2007)Ŧ
Dalam undang-undang penanggulangan bencana ini merupakan landasan bagi sistem nasional
penanggulangan bencana yang terdiri atas :
1. egislasi
Harus ada undang undang yang mengatur tentang penanggulangan bencana, dalam
hal ini adalah UURI no.24 tahun 2007.
2. Kelembagaan
Adanya lembaga atau instansi yang bertugas dalam hal penanggulangan bencana (
BNPB dan BPBD ).
3. Perencanaan
Adanya sistem penanggulangan bencana yang diatur dalam UURI no.24 tahun 2007
tentang penanggulangan bencana.
4. Pendanaan
Ada pihak yang mendanai dalam penanggulangan bencana, dalam hal ini adalah
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
5. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan kapasitas
dan kemampuan suatu negara guna mengurangi risiko bencana.
6. Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
Secara sederhana penanggulangan bencana dapat digambarkan dalam siklus
manajemen bencana seperti di bawah ini:


eglaLan Ŷ keglaLan mana[emen bencana yang dlaLur dalam undang Ŷ undang adalah Lerdlrl
darl
Ŧ Þencegahan (½teveotloo)
Serangkalan keglaLan yang dllakukan unLuk mengurangl aLau menghllangkan rlslko
bencanaţ balk melalul pengurangan ancaman bencana maupun kerenLanan plhak
yang mengancam bencanaŦ
8Ŧ ,lLlgasl (mltlqotloo)
Serangkalan upayaunLuk mengurangl rlslko bencanaţ balk melaul pembangunan flslk
maupun penyadaran dan penlngkaLan kemampuan menghadapl ancaman bencanaŦ

CŦ eslapan/keslapslagaan (½te½oteJoess)
Serangkalan keglaLan yang dllakukan unLuk menganLlslpasl bencana melalul
pengorganlsaslan serLa melalul langkah yang LepaL guna dan berdaya gunaŦ
uŦ ÞerlngaLan ulnl (eotly wotoloq)
Serangkalan keglaLan pemberlan perlngaLan sesegera mungkln kepada masyarakaL
LenLang kemungklnan Ler[adlnya bencana pada suaLu LempaL oleh lembaga yang
berwenangŦ
LŦ @anggap uaruraL (tes½oose)
Serangkalan keglaLan yang dllakukan dengan segera pada saaL ke[adlan bencana
unLuk menanganl dampak buruk yang dlLlmbulkanţ yang mellpuLl keglaLan
penyelamaLan dan evakuasl korbanţ harLa bendaţ pemenuhan kebuLuhan dasarţ
perllndunganţ pengurusan pengungslţ penyelamaLanţ serLa pemullhan sarana dan
prasaranaŦ
lŦ 8anLuan uaruraL (tellef)
upaya memeberlkan banLuan unLuk memenuhl kebuLuhan dasar pada saaL daruraLŦ
CŦ Þemullhan (tecovety)
Serangkalan keglaLan unLuk mengemballkan kondlsl masyarakaL dan llngkungan
hldup yang Lerkena bencana dengan memfungslkan kemball kelembagaanţ
prasarana dan sarana dengan melakukan upaya rehablllLaslŦ
PŦ 8ehablllLasl (tebobllltotloo)
Þerbalkan dan pemullhan semua aspek pelayanan publlk aLau masyarakaL samapl
LlngkaL yang memadal pada wllayah pascabencana dengan sasaran uLama unLuk
normallsasl aLau ber[alannya secara wa[ar semua aspek pemerlnLahan dan
kehldupan masyarakaL pada wllayah pascabencanaŦ
lŦ 8ekonsLruksl (tecoosttoctloo)
Þembangunan kemball semua prasarana dan sarana kelembagaan pada wllayah
pascabencanaţ balk pada LlngkaL pemerlnLah maupun masyarakaL dengan sasaran
uLama Lumbuh dan berkembangnya keglaLan perekonomlanţ soslal dan budayaţ
Legaknya hukum dan keLerLlban dan bangklLnya peran serLa masyarakaL dalam
segala aspek kehldupan bermasyarakaL pada wllayah pascabencanaŦ
Secara garls besar keglaLan penyelenggaraan penanggulangan bencana dapaL dlbagl
men[adl 3 (Llga) masa mellpuLl ť



Þrabencana

1anggap darurat pascabencana
S|tuas| saat t|dak ada
bencana
,ellpuLlť
Ŵ Þerencanaan
Ŵ Þencegahan
Ŵ Þengurangan rlslko
Ŵ Þendldlkan
Ŵ ÞelaLlhan
SaaL bencana Ler[adl maka
langkah Ŷ langkah yang harus
dllakukan adalahť
Ŵ ,elakukan ka[lan cepaL
Lerhadap bencana yang
Ler[adl (mlsalnyať
lnformasl parameLer
gempabuml sampal ke
kehab|||tas|
,ellpuLl ť
Ŵ Þembangunan
kemball prasarana
dan sarana
Ŵ Þemullhan kemball
kehldupan soslal
masyarakaL
Ŵ ÞenellLlan
Ŵ ÞenaLaan LaLa ruang

S|tuas| terdapat potens|
bencana
,ellpuLlť
Ŵ ,lLlgasl
Ŵ ÞerlngaLan dlnl
Ŵ keslapslagaan

medla kurang darl 3
menlL seLelah Ler[adlnya
gempa)
Ŵ ,englnformaslkan
sLaLus keadaan daruraL
(mlsalnya ť lnformasl
perlngaLan dlnl Lsunaml
seLelah adanya gempa
besar leblh darl 7 S8)
Ŵ ÞenyelamaLan dan
evakuasl
Ŵ Þemenuhan kebuLuhan
dasar
Ŵ Þerllndungan
Ŵ pemullhan

Ŵ Þemullhan ekonoml
Ŵ Þemullhan
kesehaLan

kekonstruks|
,ellpuLlť
Ŵ eamananţdan
keLerLlban
Ŵ Þembangunan
llngkungan yang
nyaman dan aman


Selaln pemerlnLah dan lembaga yang menanganl penanggulangan bencana maka sangaL
perlu [uga peran serLa darl masyarakaL dalam mendukung dan memakslmalkan keglaLan
penanggulangan bencana agar rlslko bencana dapaL dlperkecll dan pengeLahuan masyarakaL
semakln menlngkaL megenal kebencanaan sehlngga dapaL menlngkaLkan kapaslLas dl suaLu
negara dalam mengurangl rlslko bencanaŦ
8eferenslť
1. UURI No.24 th.2007 Tentang Penanggulangan Bencana, embaga Negara RI th.2007
no.66, Tambahan embaran Negara RI no.4723.
2Ŧ Wlklpedla
3Ŧ 8pbdŦ[aLengŦlnfoŦgoŦld
4Ŧ uppmŦullŦacŦld/documen/ŦŦŦ/l_arLkel_sarwldlŦpdfŦdppm
3Ŧ wwwŦbappenasŦgoŦld
6Ŧ wwwŦbnbpŦgoŦld
7Ŧ WlmkhanŦwordpressŦcom

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful