BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Ruang atau space berasal dari bahasa Latin spatium yang berarti ruangan atau luas (extent).Dalam pemikiran Barat, Aristoteles mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah. Sedangkan dalam pemikiran timur, menurut Lao Tzu, "yang tidak nyata justru menjadi hakekatnya, dan dinyatakan dalam bentuk materi". Sebuah ruang tidak memerlukan pembatas yang jelas / tegas, tetapi lebih mengandalkan perasaan. Ruang bisa terbentuk lewat berbagai macam cara seperti perbedaan ketinggian, perbedaan warna dan bahan, lighting, dll.Sementara ruang adalah suatu batasan yang dibatasi/dikelilingi oleh sebuah atau berupa bidang horizontal maupun bidang vertical. Sumber:Wikipedia.com.Susunanan adalah tata letak suatu benda pada suatu area.jadi susunan ruang adalah suatu batasan-batasan pada sutau area berbentuk tiga dimensi yang mempunyai tata letak yang benar. Eksistensi topic susunan ruang pada dunia arsitektur adalah hal yang sangat disadari bagi para arsitek dan pekerja ilmu dunia arsitektur. Tugas pokok dan mendasar dari sebuah bangunan adalah tugas sebagai wadah aktivitas. Dalam hal ini bangunan harus memberikan perlindungan terhadap tekanan luar dan dapat memberikan kenyamanan agar aktivitas dalam bangunan berjalan dengan maksimal. Kenyamanan minimal yang harus dipenuhi oleh bangunan adalah kenyamanan fisiologis. Kenyamanan fisiologis thermal adalah kenyamanan yang sangat berperan bagi untuk kerja orang di dalam bangunan. Fanger, 1982, mengatakan bahwa intelektual dan performansi persepsual orang dalam ruang akan mencapai kondisi maksimal bila dalam kondisi nyaman thermal. Dengan demikian studi kenyamanan thermal dalam dunia arsitektur adalah penting. Perkembangan suatu perancangan arsitektur dalam pengolahan susunanan ruang, mengalami berbagai perubahan, dari zaman ke zaman. Hal ini dikarenakan pola aktivitas ataupun kegiatan yang kompleks yang mengalami perkembangan.Kita bergerak dalam waktu, melalui suatu tahapan, dan didalam ruang kita merasakan suatu ruang dalam hubungan dimana kita berada dan kemana kita menetapkankan tujuan.untuk penghubung antara suatu ruang yang satu dengan yang lainnya, hal inilah yang disebut dengan sirkulasi.sementara secara tidak langsung penentuan sebuah susunan ruang dan sirkulasi tersebut akan mempengaruhi kenyaman thermal.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 1

Akhir-akhir ini seorang perancang bangunan dalam mendesain suatu tempat hampir melupakan yang namanaya efisiensi dan kefektifan suatu susunan ruang. Seorang perancang kebanyakan terpaku pada suatu konsep bangunan tanpa melihat akibat-akibat apa yang akan timbul dari pola susunan ruang yang dibuatnya. Sebagai contoh yaitu penerapan konsep minimalis, sorang perancang maupun klaien hanya terpaku pada sutau konsep tersebut sehingga dibentuklah sebuah susunan ruang yang menyesuaikan dengan konsep minamalis berupa susunan ruang berentuk kotak-kotak atau grid tanpa melihat sirkulasi dan kenyaman thermal yang di timbulkan dari susunan ruang tersebut.dan sebagai akibatnya banyaknya ruangruang negatif yang tidak berfungsi secara efektif. Maka dalam perancangan desain arsitektur lima ini, terutama dalam desain bangunan mix use building yang merupakan perpaduan atara 2 fungsi bangunan yaitu rental office dan hotel.Dalam hal bentuk kegiatan dan aktivitas dari kedua fungsi bangunan ini sangatlah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga untuk mewadahi sebuah pola kegiatan ataupun aktivitas yang berbeda tersebut dibutuhkan sebuah susunan ruang yang baik agar kedua fungsi bangunan tersebut dapat berjalan dengan efektif. Selain itu dengan adanya susunan ruang yang baik, yang telah mengatur tata letak sirkulasi sehingga dapat menghidari ruang-ruang negative pada peancangan ini, dan dapat memeberikan efisensi waktu yang baik bagi user dalam melakukan sebuah aktivitas atau kegaitan di dalam bangunan. Dengan demikian hubungan antara susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi sangatlah harus dipikirkan dengan baik dan benar, agar menciptakan sebuah bangunan yang efektif, efisien dan memberikan kenyamnan kepada usernya.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN 1.2.1 MAKSUD KEGIATAN
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui dan memahami hubungan antara susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi pada high rise building. Selian itu juga untuk mencari, mengungkapkan dan merumuskan masalah yang berkaitan dengan susunan ruang. Sehingga diharapakan dapat membantu dalam proses perancangan desain arsitektur lima dan dapat menghasilkan susunan ruang yang efektif dan efisien.

1.2.2 TUJUAN KEGIATAN
Dengan adanya kegiatan penelitan ini, bertujuan untuk membantu mengarahkan perancang dalam menangani berbagai kasus pada high risebuilding dalam hal hubungan susunan ruang yang memepengaruhi kenyamanan thermal dan sirkulasi bagi usernya. Selain itu juga untuk membantu
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 2

dalam proses deain asitektur lima dalam hal mengolah denah yang berhubungan dengan susunan ruang yang diharapkan akan menghasilkan susnan ruang yang efektif dan efisien bagi user.

1.3 RUANG LINGKUP 1.3.1 RUANG LINGKUP WILAYAH KEGIATAN
Ruang lingkup wilayah kegiatan ini, yaitu di kota pekanbaru, tepatnya dijalan soekarno hatta di depan tabletop kedaung kecamatan tampan kelurahan sidomulyo timur. Daerah ini termasuk beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34.1 °C hingga 35.6 °C, dan suhu minimum antara 20.2 °C hingga 23.0 °C. Gambar 1.1 foto udara lokasi

Sumber : google earth.com Keadaan suhu yang cukup panas mengakibatkan perlunya suatu solusi untuk mengatasi hal ini. jalan soekarno hatta ini adalah jalan raya yang tingkat kemacetan cukup besar, dengan begitu tingkat potensi site ini sangatah strategis. Selain itu terdapat juga bangunan-bangunan komersil seperti mal ska, hotel ibis, showroom furniture dan juga pertokoan-pertokoan di samping site. Sehingga bangunan-banguan di sekitarnya menjadi penunjang site atau lokasi. Berdasarakan keadaan iklim tropis pekanbaru seperti yang di jelaskan diatas, maka hal ini berhubungan dengan themal bangunan yang memepengaruhi susunan ruang pada perancangan kali ini.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 3

1.3.2 RUANG LINGKUP KEGIATAN
Dalam proses pencapaian dari latar belakang tersebut maka ada beberapa langkah yang dilakukan antara lain : a) Memilih masalah. Dalam hal ini, berupa menentukan judul permasalahan yang akan diangkat sebagai topic pembahasan b) Studi pendahuluan. c) Merumuskan masalah d) Merumuskan hipotesis e) Menentukan variable dan sumber tertentu. Dalam hal ini memilih sumber-sumber yang akan digunakan untuk ketahapan pengumpulan data. f) Pengumpulan data.dalam hal ini mencari data sebanyak mungkin mengenai hal terkait dengan hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi bangunan. Pencarian data ini dapat dilakukan dengan searching di internet, survey secara langsung ke lapangan, atau membaca literatur-literatur terkait misalnya model dari hasil studi numeric. g) Kemudian setelah data terkumpul dibuatlah berupa diagram-diagram dan table dengan batasan- batasan tertentu. Data terkait yang merupakan batasan pengamatan berupa pola kegiatan dan aktifitas yang dilakukan oleh pegawai kantor dan juga pengunjung maupun pengelola hotel.dengan tujuan untuk mengetaui pergerakan-pergerakan dan jangkauan user dari suatu tempat ke tempat lain. Dari data mengenai pola kegiatan dan aktifitas tersebut lalu dikelompokkan berdasarkan tiap fungsi bangunan h) Analisis data. Pada tahapan ini, data yang telah terkumpul sesuai dengan batasan-batasan, kemudian di analisis satu persatu.penganalisisan ini berujuan untuk pencermatan, penguraian dan penelaahan data yang telah teridentifikasi sesuai dengan tahapan sebelumnya. Dalam hal ini penganalisisan ini juga berupa analisis kebutuhan ruang dan susunan ruang sesuai dengan data yang dihasilkan.Data mengenai pola kegiatan dan aktifitas akan tersedia dalam bentuk tabel dengan tujuan untuk memudahkan dalam penentuan analisis kebutuhan ruang dan susunan ruang pada bangunan mix use building ini yang kemudian berpengaruh kepada sirkulasi dari user.analisis pergerakan matahari yang berpengaruh kepada kenyamanan thermal. i) Menarik kesimpulan.pada tahapan ini, berdasarakan hasil analalisis yang dibuat akan didapat beberapa kesimpulan dan garis besar dari susunan hubungan ruang.yang

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 4

kemudian dari kesimpulan tersebut barulah menjadi sebuah pandauan bagi perancang dalam menyelesaikan desain arsitektur lima ini.

1.4 KELUARAN KEGIATAN 1.4.1 KELUARAN KUALITATIF
Keluaran kualittaif pada pembahasan permasalahan ini yaitu adanya isi pembahasan yang menyangkut permasalahn terkait.dalam isi pembahasan ini terdapat bebrapa penjelasan mengenai unsur-unsur pembentuk ruang,sirkulasi, dan kenyamanan thermal pada suatu bangunan. Selain itu terdapat analisis dari data-data terkait, yang dapat dijadikan panduan dalam proses perancangan dan rekomendasi. Selain analisis dari permasalahan, adanya juga dasar-dasar hukum atau peraturan-peraturan mengenai bangunan tingkat tinggi di kota pekanbaru dan studi literature terkait yang menjadi panduan dalam proses perancangan.

1.4.2 KELUARAN KUANTATIF
Untuk keluaran kuantatif pada penelitian ini yaitu berupa adanya hasil analisis site, keadaan site, Susunan pola hubungan antar ruang, penyelesaian permasalahan dalam perancangan, dalam hal ini penyelesian susunan sirkulasi dan juga kenyamanan thermal baik itu berupa bukaan, dan lainlain..Selain itu terdapat juga hasil rancangan berupa denah, tampak, potongan.

1.5 DASAR-DASAR ePENYUSUNAN KEGIATAN
Sebagai dasar penyusunan kegiatan, dalam hal ini berisi mengenai peraturan-peraturan pemerintah mengenai bangunan tinggi. PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 14 Tahun 2000 Persyaratan Arsitektur Bangunan Persyaratan Tata Bentuk, Tata ruang, Garis Sempadan Bangunan dan Pagar-pagar Bangunan. -Pasal 54 -Pasal 55 Unsur dan Perlengkapan Bangunan -Pasal 62 -Pasal 63 -Pasal 64 Koefisien Dasar Bangunan atau disingkat KDB adalah angka perbandingan (prosentase) luas lantai dasar bangunan terhadap luas lahan dimana bangunan tersebut direncanakan. Dalam pengertian yang lebih

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 5

mudah adalah batasan luas lahan yang diperbolehkan untuk dibangun Secara matematis, untuk menentukan angka KDB bangunan rumah dapat dirumuskan sebagai berikut: Angka KDB: Luas bangunan lantai dasar x 100% Luas tanah atau blok Sedangkan Koefisian Lantai Bangunan (KLB) adalah prosentase jumlah luas lantai bertingkat terhadap luas lantai dasar. Angka angka KDB dan KLB berbeda-beda tergantung wilayah dan peruntukan lahannya. Gambar 1.2 Tabel rencana pengaturan KDB

Sumber : google mengenai PERDA tahun 2000

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 6

Gambar 1.3 Tabel Rencana Pengaturan KDB

Sumber : google mengenai PERDA tahun 2000 Gambar: table KLB dan ketinggian lantai

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 7

Sumber :google mengenai PERDA tahun 2000

1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Penulisan penelitian mengenai hubungan antara susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi pada high rise building menggunakan sistematika pembahasan sebagai berikut:

BAB I

PENDAHULUAN
Berisi mengenai pokok-pokok pikiran yang melatarbelakangi pemilihan judul, maksud dan tujuan kegiatan, ruang lingkup kegiatan, keluaran kegiatan berupa keluran kualitatif dan keluaran kuantitatif, dasar-dasar penyusunan kegiatan berupa peraturan pemerintah mengenai higrisebuilding yang menyangkut tema penelitian ini, dan sistematika pembahasan

BAB II

STUDI LITERATUR
Berisi tentang data-data terkait yang berhubungan dengan susunan ruang, sirkulasi dan kenyamanan thermal baik itu berupa kajian terdahulu, atau sekarang.selain itu juga berisi literatur terkait

BAB III

GAMBARAN UMUM KAWASAN
Berisi mengenai gambaran umum kawasan secara keseluruhan atau keadaan eksisting site, dan juga analisis site. Selain itu membahas mengeneai aspek-aspek penunjang site.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 8

BAB IV

ANALISA PERENCANGAAN
Berisi uraian rancangan sesuai dengan analisa site yang telah diuraikan. Pada bab ini juga menjelaskan analisa hubungan antar ruang, kenyamanan thermal dan sirkulasi pada bangunan rental office dan hotel sesuai dengan keadaan site

BAB V

KONSEP
Berisi penjelasan proses pembentukan ide, dan juga konsep rancangan sesuai dengan data terkait sesuai dengan hasil pendekatan analisa terutama pada konsep susunan ruang dan sirkulasi.

BAB VI

LAMPIRAN GAMBAR
Pada bab ini, berisi hasil desain rental office dan hotel sesuai dengan kejaian teori dan juga analisa site, pada lampiran gambar ini berisi denah, tampak, potongan, detail dll.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 9

BAB II STUDI LITERATUR
2.1 PENGERTIAN HIGH RISEBUILDING
Sebuah bangunan tinggi adalah bangunan atau struktur tinggi. Biasanya, fungsi bangunan ditambahkan, contohnya bangunan bank tinggi atau perkantoran tinggi. Bangunan tinggi menjadi mungkin dengan penemuan elevator (lift) dan bahan bangunan yang lebih murah dan kuat. Bangunan antara 49 kaki dan 491 kaki (15 m hingga 150 m), berdasarkan beberapa standar, dianggap bangunan tinggi. Bangunan yang lebih dari 492 kaki (150 m) disebut sebagai pencakar langit. Tinggi rata-rata satu tingkat adalah 13 kaki (4 m), sehingga bangunan setinggi 79 kaki (24 m) memiliki 6 tingkat. Bahan yang digunakan untuk sistem struktural bangunan tinggi adalah beton kuat dan besi. Banyak pencakar langit bergaya Amerika memiliki bingkai besi, sementara blok menara penghunian dibangun tanpa beton. Meskipun definisi tetapnya tidak jelas, banyak badan mencoba mengartikan arti bangunan tinggi: 1. International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings mengartikan bangunan tinggi sebagai "struktur apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap evakuasi" 2. New Shorter Oxford English Dictionary mengartikan bangunan tinggi sebagai "bangunan yang memiliki banyak tingkat" 3. Massachusetts General Laws mengartikan bangunan tinggi lebih tinggi dari 70 kaki (21 m) 4. Banyak insinyur, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya mengartikan bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi setidaknya 75 kaki (23 m).

2.2 PENGERTIAN MIX USE BUILDING
Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana,prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya. Bangunan multifungsi merupakan pendekatan perancangan yang berusaha menyatukan berbagai aktivitas dan fungsi yang berada di bagian area suatu kota yang disebabkan karenaluas area terbatas, harga tanah mahal, letak strategis, nilai ekonomi tinggi, sehingga terjadi satu struktur yang kompleks di mana semua kegunaan dan fasilitas saling berkaitan dalam kerangka integrasi yang kuat (Meyer, 1983). Upaya tersebut dimaksudkan untuk mengeliminasi ruang mati sehingga penggunaan lahan Page 10

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

lebih efektif dan efisien, pelayanan kebutuhan lebih mudah, dan lingkungan menjadi lebih nyaman. Penyatuan berbagai fungsi dan aktivitas dalam suatu bangunan inilah yang disebut bangunan multifungsi atau mixed use building. Lokasi : North Bridge Road, DowntownCore, Singapura Fungsi bangunan : hotel, kantor, shopping mall, convention center Jumlah lantai : Swissôtel The Stamford (73 lantai) Fairmont Singapore (26 lantai) Raffles City Tower (42 lantai) Mall (4 lantai dan 3 basement) Dibangun : 1980-1986 Luas site : Kantor 35.321 m2

Sumber : internet

2.3 RUANG 2.3.1 PENGERTIAN RUANG
Ruang mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia. Ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara psikologis emosional maupun dimensional. Ruang adalah suatu wadah yang tidak nyata akan tetapi dapat dirasakan oleh manusia. Perasaan persepsi masingmasing individu melalui penglihatan, penciuman, pendengaran dan penafsirannya. Untuk menyatakan bentuk dunianya, manusia menciptakan ruang tersendiri dengan dasar fungsi dan keindahan yang disebut Ruang Arsitektur. Ruang Arsitektur Menyangkut : - Ruang Dalam - Ruang Luar Pada umumnya dikatakan bahwa Ruang Dalam (Interior) dibatasi oleh tiga bidang yaitu alas/lantai, dinding dan langit-langit/atap. Hanya perlu diingat bahwa dalam beberapa hal, ruang dalam sukar untuk dibedakan tiga bidang pembatas yang terjadi, misalnya pada konstruksi shell karena dinding dan atap menjadi satu. Sedangkan ruang luar adalah :
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 11

- Ruang yang terjadi dengan membatasi alam hanya pada bidang alas dan dindingnya, sedangkan atapnya dapat dikatakan tidak terbatas - Sebagai lingkungan luar buatan manusia, yang mempunyai arti dan maksud tertentu dan sebagian bagian dari alam

2.3.2 ORGANISASI RUANG
A. Pengelompokan jenis ruang : privat, semi privat,publik dan zoning B. Hirarki pengelompokan : urutan ruang dari segi sirkulasi (entrance- exit) Gunanya yaitu: Tatanan ruang dalam bangunan menjadi harmonis Menentukan alur sirklasi, etika menggunakan ruang Manfaat ruang tercapai oleh semua pengguna Gambar 2.2 contoh organisasi ruang

Sumber : internet

2.3.3 HUBUNGAN ANTAR RUANG
Pola hubungan ruang secara mendasar dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu: 1. Ruang dalam Ruang, Adalah dimana suatu ruang 3 dimensi yang besar, memiliki lagi massa atau dimensi lain didalamnya yang bisa disebut juga sebagai ruang. Agar konsep ini mudah dicerna, penting adanya suatu pembeda yang jelas dalam ukurandi antara kedua ruang,. Jika ruang yang di dalam berkembang ukurannya, ruang yang lebih besar akan mulai kehilangan artinya sebagai rbentuk ruang penutup. Jika ruang yang di dalam tadi terus diperluas, ruang sisa disekitarnya akan menjadi semakin tertekan untuk berfungsi sebagai ruang penutup. Ruang tersebut akan menjadi selaput tipis atau kulit di sekitar ruang yang dikandungnya, sehingga gagasan aslinya akan hilang.Untuk dapat lebih menarik perhatian, ruang yang di dalam dapat memanfaatkan wujud luarnya, tetapi diorientasikan dalam bentuk lain. Hal ini akan meniptakan suatu grid sekunder dan satu set ruang sisa yang dinamis di dalam ruang yang lebih besar. Ruang yang didalm dapat juga berbeda bentuk dengan ruang pelingkupnya
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 12

untuk memperkuat kesan sebagai volume yang mandiri. Perlawanan bentuk ini dapat menunjukkan suatu perbedaan fungsional antara kedua ruang atau melambangkan kepentingan ruang yang berada di dalam. Gambar 2.3 : contoh ruang dalam ruang

Sumber: internet Ruang di dalam ruang juga dapat tercipta,tidak hanya dengan dinding berbentuk statis.. tetapi juga dapat memanfaatkan bentuk-bentuk yang lain,seperti misalnya bentuk tabung, oval, dll seperti gambar di atas, dengan pemanfaatan bentuk seperti tabung dan di letakkan di dalam suatu ruang yang lebih besar, maka tercipta suatu ruang di dalam ruang..sehingga tampak perbedaab fungsi antara kedua ruang tersebut. 2. Ruang-Ruang yang Saling Berkaitan .Suatu hubungan ruang yang saling berkaitan dihasilkan dari overlapping dua daerah ruang dan membentuk suatu daerah ruang bersama. Jika dua buah ruang membentuk volume berkaitan, masing-masing ruang mempertahankan
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 13

identitasnya dan definisinya sebagai suatu ruang. Tetapi hasil konfigurasi kedua ruang yang saling berkaitan akan tergantung kepada sejumlah penafsiran. Bagian yang saling berkaitan dari dua buah volume dapat digunakan bersam secara seimbang dan merata oleh masingmasing ruang. Bagian yang saling berkaitan dapat melebur dengan salah satu ruang dan menjadi bagian yang menyatu dari ruang tersebut. Bagian yang saling berkaitan dapat mengembangkan integritasnya sebagai sebuah ruang yang berfungsi untuk menghubungkan kedua ruang aslinya. Gambar 2.4 : contoh ruang-ruang yang saling berkaitan

Sumber : internet Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa keterkaitan suatu ruang dengan ruang yang lain akan menciptakan suatu ruang baru di dalam kedua ruangan tersebut.. dan bangunan tersebutpun dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi yang berbeda.. dari suatu ruang ketika akan terkait dengan ruangan yang lain dengan bentuk yang berbeda, maka akan ada ruangan yang melebur dan bersatu dengan ruangan yang lebih mendominasi, sehingga tercipta suatu desain baru yang bisa menampakan bentuk awal dari bangunan yang saling terkait itu. 3. Ruang-Ruang yang Bersebelahan.Bersebelahan adalah jenis pola hubungan ruang yang paling umum. Hal tersebut memungkinkan definisi yang jelas dan untuk fungsi masing-masing ruang menjadi jelas terhadap fungsi dan persyaratan simbolisnya. Tingkat kontinuitas visual maupun ruang yang terjadi antara dua ruang yang berdekatan akan tergantung pada sifat alami bidang yang memisahkan sekaligus menghubungkan keduanya. Bidang pemisah dapat: a. Membatasi pencapaian visual maupun fisik diantara dua ruang yang bersebelahan, memperkuat individualitas masing-masing ruang dan menampung perbedaan-perbedaan yang ada. b. Muncul sebagai suatu bidang yang berdiri sendiri dalam volume ruang tunggal
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 14

c. Menjadi pembatas berupa baris kolom-kolom yang memberikan tingkat kontinuitas visual serta kontinuitas ruang yang tinggi di antara dua buah ruang d. Seolah terbentuk dengan sendirinya dengan adanya perubahan ketinggian lantai atau material permukaan atau teksturnya di antara kedua ruang. Contoh ini dapat diartikan sebagai suatu volume ruang tunggal yang terbagi menjadi dua daerah yang berhubungan. Gambar 2.5 : contoh ruang yang bersebelahan

Sumber : internet suatu ruang dapat dikatakan bersebelahan jika ruang tersebut memiliki bidang pembatas.Hal tersebut memungkinkan definisi yang jelas dan untuk masing-masing ruang baik terhadap fungsi maupun persyaratan simbolisnya.kedua ruang akan terlihat memiliki fungsinya masingmasingtergantung dari sifat bahan alami dari bidang atau sesuatu yang membatasi kedua ruang tersebut,seperti gambar di atas..suatu bidang pemisah dapat membatasi kemampuan visual atau jarak pandang dari si pengguna ruang tersebut..sehingga dapat terlihat fungsi yang jelas. 4. Ruang-Ruang Dihubungkan oleh Sebuah Ruang Bersama Dua buah ruang yang terpisah oleh jarak dapat dihubungkan atau dikaitkan satu sama lain oleh ruang ketiga yaitu ruang perantara. Hubungan visual dan hubungan keruangan antara kedua ruang tergantung pada sifat ruang ketiga digunakan bersama-sama. Ruang perantara dapat berbeda dalam bentuk dan orientasi dari kedua ruang lainnya untuk menunjukkan fungsinya sebagai penghubung. Kedua ruang, seperti juga ruang perantaranya dapat setara dalam wujud dan ukuran dan membentuk serangkaian ruang-ruang linier. Ruang perantara dapat berbentuk linier untuk menghubu8ngkan kedua ruang yang berjarak, atau menghubungkan seluruh rangkaian ruangHubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 15

ruang yang tidak mempunyai hubungan langsung satu sama lain. Ruang perantara yang cukup besar, dapat menjadi ruang yang dominan dalam hubungannya dengan ruang-ruang lain dan mampu mengorganisir sejumlah ruang yang terkait. Bentuk ruang perantara dapat terjadi dengan sendirinya atau ditentukan oleh bentuk dan orientasi dari kedua ruang yang terkait. Gambar 2.6 : contoh ruang yang dihubungkan oleh sebuah ruang

Sumber : internet

2.4 SIRKULASI RUANG
Kita bergerak dalam waktu, melalui suatu tahapan, dan di dalam ruang. Kita merasakan suatu ruang dalam hubungan di mana kita berada dan ke mana kita menetapkan tujuan.Sirkulasi menghubungkan ruang satu dengan ruang lainnya.sirkulasi dapat dilakukan dengan ruang yang sudah ada atau ruang sendiri. Ada 3 materi yang dibahas dalam sirkulasi antar ruang. 1. Hubungan jalan dengan ruang a. Jalan yang melalui ruang-ruang Jalan-jalan yang melewati ruang-ruang dihadapnya, yang dapat menjadi sirkulasi bagi ruang.     Contoh :
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Kesatuan tiap-tiap ruang dipertahankan. Konfigurasi jalan fleksibeI. Ruang-ruang perantara dapat diprgunakan untuk menghut’ungkan jalan dngan ruangruangnya

Page 16

Gambar 2.7: contoh hubungan jalan dengan ruang

Sumber : internet b. Jalan yang menembus ruang. Jalan-jalan menembus masuk ke dalam sebuah ruang, namun tetap memiliki sumbu perjalanannya.   Contoh : Gambar 2.8: jalan yang menembus ruang Jalan dapat menembus sebuah ruang menurut sumbunya, miring, atau sepanjang sisinya. Dalam memotong sebuah ruang, suatu jalan menimbulkan pola-pola istirahat dan gerak di dalamnya.

Sumber: internet c. Jalan yang berakhir di dalam ruang Jalan yang menembus masuk kedalam ruang, atau tidaki, dan memiliki ujung sumbu perjalanannya, dan berakhir pada sebuah ruang. Contoh : Gambar 2.9 : jalan yang berakhir dalam ruang

Sumber : internet
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 17

2. Bentuk Ruang sirkulasi. a. Tertutup Sirkulasi ruang hanya terbatas pada ruang beberapa sisi tertutup yang biasanya membent galeri umum atau koridor pribadi yang berkaitan dengan ruang-ruang yang dihubungan melalui pintu-pintu masuk pada bidang dinding. Contoh : Gambar 2.10: sirkkulasi tertutup

Sumber : internet b. Terbuka pada salah satunya. Sirkulasi ruang bisa didapatkan dari salah sati sisi ruang yang terbuka. Membentuk baIkon atau galeri yang memberikan kontinuitas visual dan kontinuitas ruang dengan ruangruang yang dihubungkannya. Contoh : Gambar 2.11 : sirkulasi terbuka

Sumber : internet

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 18

c. Terbuka pada kedua sisinya. Sirkulasi ruang banyak didapatkan dari berbagai tempat, karena kedua sisi terbuka luas. Membentuk deretan kolom untuk jalan lintas yang menjadi sebuah perluasan fisik dari ruang yang ditembusnya. Contoh : Gambar 2.12: Sirkulasi terbuka pada kedua sisi

Sumber : internet

2.4.1 POLA-POLA SIRKULASI RUANG
Pola – pola sirkulasi ruang ialah “ suatu bentuk – bentuk rancangan atau alur – alur ruang pergerakan dari suatu ruang ke ruang lainnya dengan maksud menambah estetika agar dapat memaksimalkan sirkulasi ruang utuk dipergunakan”.Pola sirkulasi ruang dibagi menjadi 5 : a. Pola Linier Suatu pola sirkulasi ruang melalui garis yang mempunyai arah sehingga dapat menjadi unsur pembentuk deretan ruang.Pola ini sangat mudah ditemui karena banyak dipergunakan.Contoh : jalan raya, jalan tol, sirkuit, lorong sekolah dan rumah sakit dll. Gambar 2.13 : pola linear

Sumber : internet b. Pola Radial Suatu pola sirkulasi ruang melalui penyebaran atau perkembangan dari titik pusat.Biasanya pola radial ini mempunyai sifat mempunyai banyak ruang pergerakan.Karena pola yang digunakan sama seperti pola tang digunakan pada jari – jari sepeda.Contoh : Gym, stadium dsb.
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 19

Gambar 2.14: pola radial

Sumber : internet c. Pola Spiral Suatu pola sirkulasi ruang dengan cara berputar menjauhi titik pusat.Pola sirkulasi ini sangat berguna pada lahan yang mempunyai luas terbatas dan pada lahan yang mempunyai kontur tanah yang curam.Contoh : ram parkiran di mal, jalan didaerah pegunungan dsb. Gambar 2.15 : pola spiral

Sumber : internet d. Pola Network Suatu pola sirkulasi ruang melalui jaringan ( penyatuan ) dari beberapa ruang gerak untuk menghubungkan titik – titik terpadu dalam suatu ruang.Umumnya pola ini dipergunakan pada ruang – ruang gedung perkantoran dimaksudkan agar setiap orang bisa dengan mudah beraktivitas.Contoh : Ruang perkantoran

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 20

Gambar 2.16 ; pola network

Sumber : internet e. Pola Campuran Suatu pola sirkulasi ruang yang terdiri dari gabungan 4 pola ( linier, Radial, Spiral dan Network ) untuk menciptakan suatu pola yang berbeda menimbulkan kesan harmonisasi dari perpaduan 4 pola.Akan tetapi untuk menciptakannya amat sulit.Apabila tidak sesuai akan menimbulkan kesan membingungkan. Gambar 2.17 : pola campuran

Sumber : internet Pada kenyataannya sebuah bangunan umumnya membuat konbinasl dari pola-po!a di atas. Hal terpenting dalam setiap pola adalah pusat kegiatan, jalan masuk ke ruangan, serta tempat untuk sirkulasi vertikal. Untuk menghindarl timbulnya orlentasi yang membingungkan, suatu susunan hirarkis di antara jalur-jalur dan titik bangunan dapat dibangun dengan membedakan skala, bentuk, panjang, serta penempatannya.

2.5 THERMAL 2.5.1 PENGERTIAN KENYAMANAN THERMAL
Ada tiga pemaknaan kenyamanan thermal menurut Peter Hoppe2 . Pertama, pendekatan thermophysiological ke dua pendekatan heat balance (keseimbangan panas) dan ke tiga adalah
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 21

pendekatan psikologis. Kenyamanan thermal sebagai proses thermophisiological menganggap bahwa nyaman dan tidaknya lingkungan thermal akan tergantung pada menyala dan matinya signal syarat reseptor thermal yang terdapat di kulit dan otak. Pada pendekatan heat balance (keseimbangan panas) nyaman thermal dicapai bila aliran panas ke dan dari badan manusia seimbang dan temperatur kulit serta tingkat berkeringat badan ada dalam range nyaman. Pada pendekatan psikologis kenyamanan thermal adalah kondisi pikiran yang mengekspresikan tingkat kepuasaan seseorang terhadap lingkungan thermalnya. Di antara tiga pemaknaan tersebut, pemaknaan berdasarkan pada pendekatan psikologis lebih banyak digunakan oleh para pakar pada bidang ini. ASHRAE (American Society of Heating Refrigating Air Conditioning Engineer) memberikan definisi kenyamanan thermal sebagai kondisi pikir yang mengekspresikan tingkat kepuasan seseorang terhadap lingkungan thermalnya. Dengan pemaknaan kenyamanan thermal sebagai kondisi pikir yang mengekspresikan tingkat kepuasan seseorang terhadap lingkungan thermalnya maka berarti kenyamanan thermal akan melibatkan tiga aspek yang meliputi fisik, fisiologis dan psikologis. Dengan demikian pemaknaan kenyamanan thermal berdasarkan pendekatan psikologis adalah pemaknaan yang paling lengkap.

2.5.2 VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KENYAMANAN THERMAL
Berdasarkan teori persamaan Fanger (Fanger, 1982) dan persaman Gagge (Markus, Morris, 1980) serta Koenigsberger dkk (1973) variabel yang menentukan kenyamanan thermal adalah sebagai berikut: 1) Variabel personal meliputi variabel: (1) Rate metabolisme yang diujudkan dalam variabel aktivitas; (2)Rate insulasi pakaian yang diujudkan dalam variabel cara berpakaian; 2) Variabel iklim ruang meliputi: (1)Suhu udara; (2)Suhu radiasi rata-rata; (3)Kelembaban; (4)Pergerakan udara atau kecepatan angin. Berdasarkan hal tersebut, maka pemaknaan tentang kualitas kenyamanan thermal akan berkaitan dengan empat variabel tersebut. Dengan demikian maka empat variabel iklim ini akan ditawarkan kepada responden untuk dipilih sebagai alternatif makna pada istilah-istilah kualitas kenyamanan thermal ruang.

2.5.3 ISTILAH-ISTILAH SENSASI KENYAMANAN THERMAL
Dalam penelitian-penelitian sebelumnya istilah derajad kenyamanan thermal telah disusun. Di antaranya adalah tujuh titik skala ASHRAE, dan tujuh skala Bedford. Dari istilah-istilah tersebut dalam tabel dapat dilihat bahwa kecenderungan pemaknaan sensasi kenyamanan thermal bersumbu pada dimensi suhu. Hal tersebut mulai dipertanyakan oleh para
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 22

peneliti. De Dear dan Brager (2002) mengingatkan bahwa selain suhu, pergerakan udara adalah hal yang juga direkam oleh sesorang dalam proses persepsi kualitas udara ruang dalam yang dihadapinya. Demikian juga deangan variabel-variabel lain seperti kelembaban dan kandungan kualitas udara ruang. Dengan demikian istilah-istilah yang tidak bersumbu pada dimensi suhu mestinya juga harus dicek di lapangan. Bagaimana variabel-variabel lain seperti kecepatan angin, kelembaban udara, polusi udara dikenali sebagai makna pada istilah-istilah kualitas thermal ruang seperti kesejukan, ‘udara mati’, freshness atau kesegaran, pengap, sumuk dan sebagainya harus dicek di lapangan. Isitilah-istilah kualitas kenyamanan thermal yang popular tentunya mempunyai kaitan makna dengan variabel iklim ruang suhu udara, suhu radiasi, kelembaban dan kecepatan angin serta polusi udara.

2.5.4 LANDASAN TEORI
Kenyamanan thermal, kenyamanan thermal adalah proses yang melibatkan proses fisik fisiologis dan psikologis. Sehingga kenyamanan thermal adalah kondisi pikir seseorang yang mengekspresikan kepuasan dirinya terhadap lingkungan thermalnya. Variabel fisik kenyamanan thermal dan pemaknaan istilah-istilah kenyamanan thermal ruang meliputi 1) suhu udara, 2) suhu radiasi rata-rata, 3) kelembaban, 4) pergerakan udara atau angin, dan 5) kualitas kandungan udara berupa polusi udara. Kelima variabel tersebut akan menjadi alternatif makna pada istilah-istilah kenyamanan thermal ruang. Istilah-istilah kenyamanan thermal ruang harus meliputi istilah-istilah yang mempunyai keragaman dimensi yang mencakup kelima variable iklim ruang dan kualitas kandungan udara. Tiga faktor yang akan membedakan pemaknaan seseorang terhadap istilahistilah kenyamanan thermal ruang adalah sebagai berikut: 1) Lingkungan tinggal terlama. 2) Level pengetahuan tentang kenyamanan thermal dan jenjang pendidikan 3) Status sosial berdasar jenis pekerjaan.

Lingkungan dalam ruangan sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Sebuah tempat kerja yang efektif harus dirancang sedemikian rupa untuk mendukung dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan penghuninya melalui prinsip-prinsip desain yang membantu mencapai tujuan ini.anatara lain:  Menyediakan akses maksimum untuk pencahayaan alami dan akses penglihatan ke luar bangunan

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 23

Gunakan alat analisa pencahayaan matahari untuk membantu memandu proses desain. Desain jendela untuk memungkinkan cahaya siang hari untuk menembus sejauh mungkin ke dalam ruangan. Pertimbangkan untuk menggunakan rak-rak buku/shelf yang transparan (elemen horizontal padat ditempatkan di atas ketinggian mata, tetapi di bawah bagian atas jendela.

Pertimbangkan elemen pembentuk interior (warna, tirai, atau tirai) dan eksterior (teritisan atap, warna dinding luar serta pohon) sebagai strategi untuk mensiasati pantulan sinar matahari yang berlebihan

 

Mengintegrasikan pencahayaan alami dengan sistem penerangan listrik. Memberikan sensor pengatur kontrol untuk mematikan lampu secara otomatis jika cahaya siang hari cukup. Desain sistem ventilasi sesuai dengan standar kode bangunan yang berlaku. pastikan bahwa ventilasi udara secara efektif dapat didistribusikan ke seluruh zona ruang tanpa ada halangan apapun demi mencegah adanya tingkat kelembaban yang tinggi dalam ruang sehingga mencegah timbulnya kualitas udara yang buruk didalam ruang.

Memberikan lubang akses keluar untuk mengeluarkan udara langsung dari ruangan toilet, dapur, pantry, ruang foto kopi dan ruang server guna menyalurkan panas yang dihasilkan peralatan tersebut langsung ke luar bangunan.

 

Pertimbangkan untuk menginstal sensor gas CO2 (karbondioksida) untuk menyediakan real time monitoring kualitas udara. Bila menggunakan pendingin ruangan, pertimbangkan penempatannya jauh dari lubang ventilasi untuk menghindari udara panas yang dihasilkan masuk kedalam ruangan

2.5.5 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI UDARA LUAR
1.Radiasi matahari -Daerah di sekitar garis khatulistiwa akan memperoleh radiasi matahari lebih besar dan sering sehingga suhu udara daerah tropis relatif lebih tinggi dibanding daerah lain. 2.Letak atau ketinggian daerah - Daerah pantai suhu udara relatif lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pegunungan. 3.Kepadatan kota -Jika sangat padat oleh gedung, jalan, sedikit tanaman atau taman kota g suhu udara lebih tinggi dibanding kebalikannya.

2.5.6 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI UDARA DALAM
1.Ketebalan dinding
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 24

-Makin tebal dinding makin kecil pengaruh suhu udara luar terhadap suhu udara di dalam ruangan. 2. Bahan bangunan -Berkaitan dengan konduktivitas thermis (k) -Jika ‘k’ kecil g menghasilkan kalor konduksi yang kecil pula. 3.Jendela kaca: Jenis kaca jendela (bahan, tebal),Luas jendela, dan Warna kaca 4.Atap bangunan: Pada daerah bangunan tropis pengaruh radiasi terbesar terletak pada atap bangunan.-Jenis-jenis atap: a.Atap dasar :Terdapat pada gedung-gedung bertingkat tinggi terbuat dari beton atau sejenis, dan tergolong pada atap berat. b. Atap miring :Terdapat pada rumah tinggal biasa dengan bahan dari kayu, seng, asbestos, genting atau aluminium.Antara atap dan langit-langit terdapat ruang kosong (udara), digolongkan pada atap ringan. Inti: atap datar menerima radiasi matahari lebih besar dibanding atap miring. 5.Warna -Mempengaruhi suhu dalam ruangan yang disebabkan oleh penyerapan radiasi matahari. -Koefisien penyerapan radiasi (L) makin besar (mendekati: 1) untuk warna hitam (gelap) dan sebaliknya.

2.5.7 STRATEGI PERENCANAAN THERMAL
Ventilasi :Lubang yang dibuat pada dinding ruang dapat digunakan untuk ventilasi. Fungsi ventilasi antara lain:     Menjaga kualitas udara di dalam ruangan Menghasilkan kenyamanan penghuninya Mempermudah/memperbesar gerakan udara dalam ruangan. Untuk memperlancar penyaluran kalor dari dalam ruangan ke luar bangunan.

Ventilasi pada hakekatnya dapat dibedakan: 1.Ventilasi alami -tergantung dari faktor alam: kecepatan angin, tekanan kecepatan karena gerakan udara atau aliran angin bergerak -penempatannya dapat diatur di bagian bawah dekat lantai atau di bagian atas dekat atau pada langit-langit. 2.Ventilasi buatan Thermal Insulation Tipe insulasi berbeda-beda, menurut karakter iklim dan beban panas pada bangunan. Tipe-tipe tersebut adalah :
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 25

1. Reflective : reflector solar radiation 2. Resistive : lapisan convective atau conductive 3.Capasitive : kesenjangan panas dan masa tunggu (waktu tunda) Letak lapisan insulasi sangat penting artinya dalam proses perambatan panas. Letak lapisan insulasi seharusnya sedekat mungkin dengan lingkungan luar. Pemakaian lapisan insulasi pada dinding dan atap perlu diperhatikan. Bila dinding dan atap sudah cukup mampu menahan, maka lapisan insulasi tidak diperlukan lagi. Jika tetap dipasang insulasi, maka apabila ada kelebihan panas di dalam, justru kelebihan panasnya terhambat dilepas keluar, sehingga mengakibatkan suhu naik.

2.6 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian teori dapat disimpulkan didalam perncangan bangunan high rise building yang memiliki beberapa permasalahan kompleks tertama sesuai dengan tema yang diangkat yaitu mengenai hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi udara. Didalam susunan ruang ada bebrapa teori-teori yang menjelaskan mengenai pola-pola susunan ruang dan juga dan hubungan antar ruang, hal ini sangatlah penting diperhatikan dalam proses perancangan. Pada pola susunan ruang terdapat beberapa pola antara lain: pola radial,linear,spiral, network dan campuran. Semntara itu dalambentuk sirkulasi ruang ada bebrapa tipe yaitu :sirkulasi ruang yang terbatas, terbuka pada salah satu sisi, dan juga terbuka kedua sisi. Pada tahap pengolahan susunan ruang yang juga berpengaruh dalam sirkulasi maka diperlukan beberapa pertimbangan yang menjadi landasan pada teoriteori yang telah dijabarkan diatas. Sementara itu mengenai thermal bangunan terdapat beberapa point penting yaitu:   Menyediakan akses maksimum untuk pencahayaan alami dan akses penglihatan ke luar bangunan Gunakan alat analisa pencahayaan matahari untuk membantu memandu proses desain. Desain jendela untuk memungkinkan cahaya siang hari untuk menembus sejauh mungkin ke dalam ruangan. Pertimbangkan untuk menggunakan rak-rak buku/shelf yang transparan (elemen horizontal padat ditempatkan di atas ketinggian mata, tetapi di bawah bagian atas jendela.  Pertimbangkan elemen pembentuk interior (warna, tirai, atau tirai) dan eksterior (teritisan atap, warna dinding luar serta pohon) sebagai strategi untuk mensiasati pantulan sinar matahari yang berlebihan  Mengintegrasikan pencahayaan alami dengan sistem penerangan listrik. Memberikan sensor pengatur kontrol untuk mematikan lampu secara otomatis jika cahaya siang hari cukup.
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 26

Desain sistem ventilasi sesuai dengan standar kode bangunan yang berlaku. pastikan bahwa ventilasi udara secara efektif dapat didistribusikan ke seluruh zona ruang tanpa ada halangan apapun demi mencegah adanya tingkat kelembaban yang tinggi dalam ruang sehingga mencegah timbulnya kualitas udara yang buruk didalam ruang.

Memberikan lubang akses keluar untuk mengeluarkan udara langsung dari ruangan toilet, dapur, pantry, ruang foto kopi dan ruang server guna menyalurkan panas yang dihasilkan peralatan tersebut langsung ke luar bangunan.

 

Pertimbangkan untuk menginstal sensor gas CO2 (karbondioksida) untuk menyediakan real time monitoring kualitas udara. Bila menggunakan pendingin ruangan, pertimbangkan penempatannya jauh dari lubang ventilasi untuk menghindari udara panas yang dihasilkan masuk kedalam ruangan.

Berdasarakan hasil refernasi maka dapat dikatakan adanya keterkaitan antara susunan ruang akan berpengaruh secara langsung pada sirkulasi dan juga kenyamanan thermal bangunan.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 27

BAB III GAMBARAN UMUM KAWASAN PERENCANAAN
3.1 KONDISI GEOGRAFIS
Berdasarkan data dar badan pertanahan nasional propinsi riau, propinsi raiu memilki luas area sebesar 867.267 hektar. Kota pekanbaru berada antara 0.4851 derjat Lintang Utara dan 101.468 derjat Bujur Timur Secara umum ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kinerja pembangunan kota, yaitu faktor geografis, demografis dan sosial ekonomi. Ketiga faktor tersebut biasanya terkait satu dengan lainnya, yang secara simultan mempengaruhi daya guna dan hasil guna pembangunan kota termasuk pilihan investasi. Secara geografis, Kota Pekanbaru memiliki kedudukan strategis sebab berada pada jalur lintas timur Sumatera, terhubung dengan beberapa kota seperti Medan, Padang dan Jambi. Selain itu juga relative dekat dengan kota-kota ataupun Negara yang lebih maju seperti, pulau Penang, Malaysia, Singapura, dll. Posisi geografis Kota Pekanbaru ini telah mendorong perkembangan kota dalam daerah pertumbuhan, yaitu pusat kota Medan. Secara demografis jumlah penduduk kota Pekanbaru diperkirakan akan semakin meningkat dan saat ini jumlah penduduk Pekanbaru berjumlah 903.902 jiwa.Penduduk kota Pekanbaru terdiri dari berbagai suku, agama, ras, budaya dan keragaman adat istiadat yang memperkaya kota dari berbagai segi. Secara ekonomi, struktur ekonomi kota Pekanbaru yang didominasi sektor tertier dan sekunder sangat potensial berkembang menjadi pusat perdagangan dan keuangan regional ataupun Nasional terutama dalam hal penghaisl minyak. Pembangunan ekonomi daerah dalam periode jangka panjang (mengikuti pertumbuhan PDRB), membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi, proses peningkatan pendapatan masyarakat per kapita akan semakin cepat, dan semakin cepat pula perubahan struktur ekonomi, dengan dukungan faktor-faktor penentu lain, seperti tenaga kerja, bahan baku, dan teknologi.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 28

Gambar 3.1 peta kota pekanbaru

Sumber ; google maps

3.2 IKLIM
Dareah Pekanbaru beriklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan berkisar antara 2000-3000 mm pertahun yang dipengaruhi oleh musim kemarau dan musim hujan.Ruang lingkup wilayah kegiatan ini, yaitu di kota pekanbaru, tepatnya dijalan soekarno hatta di depan tabletop kedaung kecamatan tampan kelurahan sidomulyo timur. Daerah ini termasuk beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34.1 °C hingga 35.6 °C, dan suhu minimum antara 20.2 °C hingga 23.0 °C.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 29

Gambar 3.2 : foto udara lokasi

Sumber : google earth Area jalan soekarno hatta ini adalah jalan raya yang tingkat kemacetan cukup besar, dengan begitu tingkat potensi site ini sangatah strategis. Selain itu terdapat juga bangunan-bangunan komersil seperti mal ska, hotel ibis,showroom furniture dan juga pertokoan-pertokoan di samping site.Sehingga bangunan-banguan di sekitarnya menjadi penunjang site atau lokasi. Berdasarakan keadaan iklim tropis pekanbaru seperti yang di jelaskan diatas.

3.3 KEADAAN EKSISTING SITE
Gambar 3.3 : keadaan site

Sumber : survey lapangan Kedaan site yang menjadi kawasan dalam proses perancangan mix use buiding merupakan kawasan dengan lahan kosong yang terletak di pinggir jalan soekarno hatta. Luasan site ± 2 hektar. Ditinjau dari berarpa perihal mengenai keadaan site antara lain:
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 30

-IKLIM mengenai kedaan iklim untuk site ini sama dengan penjelasan sebelumnya yaiu beriklim tropis dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34.1 °C hingga 35.6 °C, dan suhu minimum antara 20.2 °C hingga 23.0 °C. -KONTUR Mengenai kedaan kontur pada site ini, yaitu tida begitu memiliki garis kemiringan tanah yang besar, hamper sebgain besar kontur untuk kawasan ini rata. Gambar 3.4 : keadaan tanah dan kontur site

sumber : survey lapangan -VEGETASI

Mengenai kedaan vegetasi kawasan terdapat bebrapa Jenis pohon. Untuk di site sendiri pepohon mayoritas tanaman Perdu dan juga rumput-rumput liar, yang hampir keseluruhan Tidak dapat di manfaatkan secara keseluruhan .Sementara vegetasi disekitar site terutama yang terdapat diareaTrotoar jalan soekarno hatta yang merupakan pohon rindangSehingga memberikan view tersendiri dari arah site.

gambar 3.5 : vegetasi disekitar site

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 31

-ASPEK PENUNJANG SITE Di area kawasan site ini ada beberapa aspek- aspek penunjang site berupa bangunan-bangunan komersil yang terdapat diarea sekitar site antara lain: Gambar 3.6 : kawasan site

Sumber : survey lapangan Bangunan-bangunan komersil tersebut antara lain: hotel ibis , mal ska, dan ruko dan perkantoran. Dengan adanya bangunan-bangunan komersil tersebut menjadikan site ini menjadi lebih strategis selain itu site ini juga dekat dengan bandara Sultan Syarif Qasim. Sehingga memberikan kontribusi sebgai penunjang dari site ini.hal inilah yang menjadi prasarana di kawasan site ini.Sebagai sarana dari kawasan ini yaitu adanya transportasi yang dapat askes di sepanjang jalan soekarno hatta baik itu berupa angkutan umum, maupun ribadi.

3.4 KEPENDUDUKAN
Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 32

jumlah penduduk 903.902 jiwa, sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebesar 176.371 jiwa. Sejak tahun 2010, Pekanbaru telah menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera, setelah Medan dan Palembang. Laju pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang cukup pesat, menjadi pendorong laju pertumbuhan penduduknya. Etnis Minangkabau merupakan masyarakat terbesar dengan jumlah sekitar 37,96% dari total penduduk kota.Mereka umumnya bekerja sebagai profesional dan pedagang. Jumlah mereka yang cukup besar, telah mengantarkan Bahasa Minang sebagai salah satu bahasa pergaulan yang digunakan oleh penduduk kota Pekanbaru selain Bahasa Melayu. Suku Melayu merupakan etnis terbesar kedua di Pekanbaru, mereka umumnya bekerja sebagai birokrat pada pemerintahan. Selain itu, etnis yang memiliki proporsi cukup besar adalah Jawa, Batak, dan Tionghoa. Gambar : Etnis budaya melayu

Sumber :internet Masyarakat Jawa awalnya banyak didatangkan sebagai petani pada masa pendudukan tentara Jepang, sebagian mereka juga sekaligus sebagai pekerja romusha dalam proyek pembangunan rel kereta api. Sampai tahun 1950 kelompok etnik ini telah menjadi pemilik lahan yang signifikan di Kota Pekanbaru. Namun perkembangan kota yang mengubah fungsi lahan menjadi kawasan perkantoran dan bisnis, mendorong kelompok masyarakat ini mencari lahan penganti di luar kota namun banyak juga yang beralih okupasi. Berkembangnya industri terutama yang berkaitan dengan minyak, membuka banyak peluang pekerjaan, hal ini juga menjadi pendorong berdatangannya masyarakat Batak. Kelompok etnik ini umumnya bekerja sebagai karyawan. Sementara masyarakat Tionghoa dengan rata-rata bakat entrepreneur yang kuat menguasai perdagangan skala besar di Kota Pekanbaru.
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 33

3.5 PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN
Perkembangan perekonomian Pekanbaru, sangat dipengaruhi oleh kehadiran perusahaan minyak, pabrik pulp dan kertas, serta perkebunan kelapa sawit beserta pabrik pengolahannya.Kota Pekanbaru pada tahun 2010 mengalami mengalami peningkatan inflasi sebesar 0.79%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 0.30%. Berdasarkan kelompoknya, inflasi terjadi hampir pada semua kelompok barang dan jasa kecuali kelompok sandang dan kelompok kesehatan yang pada laporan tercatat mengalami deflasi masing-masing sebesar 0.88% dan 0.02%. Secara tahunan inflasi kota Pekanbaru pada bulan Maret 2010 tercatat sebesar 2.26%, terus mengalami peningkatan sejak awal tahun 2010 yaitu 2.07% pada bulan Januari 2010 dan 2.14% pada bulan Februari 2010. Posisi Sungai Siak sebagai jalur perdagangan bagi kota Pekanbaru, telah memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekomoni kota ini. Penemuan cadangan minyak bumi pada tahun 1939 memberi andil besar bagi perkembangan dan migrasi penduduk dari kawasan lain. Sektor perdagangan dan jasa saat ini menjadi andalan bagi kota Pekanbaru, yang terlihat dengan menjamurnya pembangunan ruko pada jalan-jalan utama kota ini. Selain itu, muncul beberapa pusat perbelanjaan modern, diantaranya: Plaza Senapelan, Plaza Citra, Plaza Sukaramai, Mal Pekanbaru, Mal SKA, Mal Ciputra Seraya, Lotte Mart, dan Metropolitan Trade Center & Giant. Walau ditengah perkembangan pusat perbelanjaan modern ini, pemerintah kota terus berusaha untuk tetap menjadikan pasar tradisional yang ada dapat bertahan, di antaranya dengan melakukan peremajaan, memperbaiki infrastruktur dan fasilitas pendukungnya.Beberapa pasar tradisional yang masih berdiri, antara lain Pasar Bawah, Pasar Raya Senapelan (Pasar Kodim), Pasar Andil, Pasar Rumbai, Pasar Limapuluh dan Pasar Cik Puan. .Selain itu lapangan usaha yang mendominan yaitu Hotel dan Restoran. Untuk saat tahun 2011 ini telah tercata sebanyak 13 hotel yang telah terbangun. Sementara darai segi transportasi, peerkembangannya sebesar 15 %. Sementara dalam pertumbuhan bidang industri di Kota Pekanbaru terus mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan pertahun sebesar 3,82 %, dengan kelompok industri terbesar pada sektor industri logam, mesin, elektronika dan aneka, kemudian disusul industri pertanian dan kehutanan. Selain itu beberapa investasi yang ditanamkan di kota ini sebagian besar digunakan untuk penambahan bahan baku, penambahan peralatan dan perluasan bangunan, sebagian kecil lainnya digunakan

3.6 SARANA DAN PRASARANA

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 34

Dalam hal sarana dan prasarana meliputi bagian kesehatan, pendidikan, pelayanan umum dan lain-lain.

3.6.1 KESEHATAN
Kota Pekanbaru memiliki beberapa rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pemerintah Pekanbaru mencoba melengkapi sarana dan prasarana yang ada saat ini diantaranya akan membangun gedung baru untuk Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad yang saat ini baru memiliki 264 kamar untuk rawat inap. Dengan selesainya bangunan tersebut, kapasitas rawat inap RSUD Arifin Achmad, akan bertambah menjadi 400 kamar. Sementara kehadiran rumah sakit yang dikelola oleh pihak swasta di kota ini cukup signifikan antara lain Rumah Sakit Santa Maria yang sebelumnya bernama Balai Pengobatan Santa Maria,Rumah Sakit Ibnu Sina yang didirikan oleh YARSI Riau kemudian dikelola oleh PT. Syifa Utama, Rumah Sakit Awal Bros, Rumah Sakit Bina Kasih, Pekanbaru Medical Centre (PMC) dan Eka Hospital. Sampai tahun 2006 penyebaran dan pelayanan puskesmas di kota Pekanbaru masih belum merata terhadap masyarakatnya yaitu dengan ratio 1,99. Sementara persentase kunjungan penduduk memanfaatkan puskesmas baru sekitar 19 %. Hal ini dimungkinkan telah banyaknya rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan yang lebih baik.

3.6.2 PENDIDIKAN
Beberapa perguruan tinggi juga terdapat di kota ini, di antaranya adalah Universitas Riau, UIN Suska, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lancang Kuning. Sampai tahun 2008, di Kota Pekanbaru baru sekitar 13,87 % masyarakatnya dengan pendidikan tamatan perguruan tinggi, dan masih didominasi oleh tamatan SLTA sekitar 37,32 %. Sedangkan tidak memiliki ijazah sama sekali sebanyak 12,94 % dari penduduk Kota Pekanbaru yang berumur 10 tahun ke atas. Perpustakaan Soeman Hs merupakan perpustakaan pemerintah provinsi Riau, didirikan untuk penunjang pendidikan masyarakat Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya. Perpustakaan ini terletak di jantung Kota Pekanbaru, termasuk salah satu perpustakaan "termegah di Indonesia", dengan arsitektur yang unik serta telah memiliki koleksi 300 ribu buku sampai tahun 2008. Nama perpustakaan ini diabadikan dari nama seorang guru dan sastrawan Riau, Soeman Hasibuan.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 35

Sementara itu jumlah sekolah dasar (SD) baik negeri maupun swasta ada 286 sekolah, SMP/ MTS berjumlah 119, SMA/SMK 50 sekolah.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 36

BAB IV ANALISA PERENCANGAAN
4.1 ANALISA TAPAK MAKRO 4.1.1 DISKRIPSI SITE
Jenis bangunan : mix use building (rental office dan hotel) Lokasi site Luas lahan Arah angin : Jl. Soekarno-hatta-Pekanbaru : 2,5 Ha :-

Letak ketinggian: Angin berhembus dari utara Suhu rata-rata pertahun Curah hujan yang tinggi :: Bulan oktober, November, Desember.

Peraturan derah : KDB (40%) KLB 2 Batas wilayah : : Area komersil dan ruko. : Ruko : Jl.Soekarno Hatta :Lahan kosong

Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat

POTENSI a. Tapak berada pada kawasan yang diperuntukan sebagai suatu pusat kawasan komersil. b. Memiliki aksebilitas (pencapaian) yang sangat baik. Bisa dijangkau dari sagala arah, mudah dan merupakan pusat jasa. c. berada di tengah-tengah kota antara pusat pekantoran dengan pusat pemukiman penduduk.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 37

KENDALA a. Lokasi tapak yang berada didekat jalan sehingga kebisingan menjadi topik yang harus dikaji dengan seksama. b. Dekat dengan bangunan komersil lainnya, sehingga memberikan persaingan dengan bangunan disekitarnya SOLUSI a. Desain bangunan harus dibuat semenarik mungkin. b. Sistem vegetasi bangunan ditata dengan baik untuk mengatasi kebisingan yang terjadi pada site. c. Penataan sistem sirkulasi yang baik sehingga mengurangi kepadatan pada kawasan tersebut. Gambar 4.1 foto udara site

sumber : google earth

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 38

Gambar 4.2: rencana site

Sumber : survey dan google maps

4.1.2 KRITERIA TAPAK
Beberapa kriteria tapak yang diperlukan dalam pembangunan rental office dan hotel antara lain: 1. Memiliki aksebilitas (pencapaian) yang sangat baik. Bisa dijangkau dari segala arah, mudah.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 39

2.Memiliki lahan yang cukup luas, sehingga dapat menampung aktivitas didalamnya, diantaranya penyediaan lahan parkir yang memungkinkan penataan tapak, ruang luar, pedestrian, dan ruang terbuka dalam site. 3.Terletak pada kawasan yang dapat memenuhi ataupun yang dapat mendukung kegiatan olahraga dan komersil. 4. Memiliki keterkaitan fungsi dengan fungsi lainnya yang berada disekitar tapak ini.

4.1.3

BATAS TAPAK
Wilayah jalan soekarno hatta ini berada di kota pekanbaru dengan batasan: Sebelah utara Sebelah selatan Sebelah timur Sebelah barat : Area komersil dan ruko. : Ruko : Jl.Soekarno Hatta : Lahan kosong Gambar 4.3 : batas tapak

U
Sumber : google maps

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 40

4.2 ANALISA MIKRO 4.2.1 KONDISI IKLIM LOKASI
Arah angin Letak ketinggian Suhu udara rata-rata tahunan Curah hujan rata-rata Curah hujan yang tertinng i Rata-rata curah hujan :: Angin berhembus dari arah utara :: 2.331 mm/th : bulan november, desember,maret dan april. : di atas 200 mm/bulan

Kelembaban udara relatif tahunan : 71,07% Kelembaban udara bulanan tertinggi : terjadi pada bulan januari (80,9%) rata-rata POTENSI a. Vegetasi yang rindang membuat kenyamanan thermal suatu kawasan. KENDALA a. Curah hujan yang cukup tinggi memungkinkan terjadinya genangan air pada tapak. b. Temperatur yang cukup tinggi dan tingkat polutan yang cukup tinggi menyebabkan ketidaknyaman thermal pada bangunan. SOLUSI a. Pembuatan drainase yang baik serta penanaman vegetasi serapan sehingga kenyamanan thermal tercipta dengan baik. b. Diperlukan perawatan ekstra untuk bangunan outdoor. c. pembuatan green roof untuk megurangi suhu dalam ruangan.

4.2.2 ORIENTASI MATAHARI

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 41

Gambar 4.4 : Orientasi matahari

Sumber : gambar sendiri POTENSI a. Sisi terpendek mendapatkan sinar matahari terbanyak. b. Pengolahan sinar matahari sebagai sumber pencahayaan. KENDALA a. Sisi barat merupakan sisi terpendek dan terkena sinar matahari sore yang cukup panas. b. Penghawaan sisi barat bangunan harus mendapatkan perhatian khusus. c. Pada bagian sisi utara perlu mendapatkan perhatian khusus ketika siang hari SOLUSI a. Sisi bangunan sebelah barat diolah sedemikian rupa agar dapat menetralisir panas matahari. b. Penggunaan material kaca sebagai pemasuk cahaya alami. c. Menggunakan solar panel untuk menangkap sinar matahri sebagai sumber pencahayaan

4.2.3 KEBISINGAN DAN SIRKULASI KENDARAAN
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 42

Gambar 4.4 Kebisingan dan sirkulasi kendaraan

Vegetasi sebagai buffer (penghalang kebisingan)

Jl: soekarnohatta sebagai sumber utama kebisingan, dikarenakn sebagai satusatunya jalan menuju site yang dilalui dua arah

Sumber : gambar sendiri POTENSI a. Dengan luas bangunan yang luas sehingga memberikan potensi untuk menjauhkan dari sumber kebisingan b. jalan yang dilalui oleh angkutan umum KENDALA a. Vegetasi yang ada disekeliling site saat ini dinilai belum mampu membuffer kebisingan yang ditimbulkan oleh sirkulasi kendaraan dari luar site. b. kemungkinan kemacetan yang diakibat oleh perberhentian angkot si sekitar jalan soekarno hatta c. pada saat ada acara di mal ska, maka tingkat kemacetan akan meningkat dispanjang jalan soekarno hatta SOLUSI a. Memberikan buffer berupa vegetasi dipinggir terluar tapak.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 43

b. Perletakan area public pada daerah yang mendapat tinggkat kebisingan tertinggi atau sebaliknya menjauhkan area privat dari sumber kebisingan c.menggunakan material kaca untuk memantulkan kebisingan sehingga tidak masuk kedalam bangunan.

4.2.4 ARAH ANGIn
Gambar 4.5 : Arah angin

Sumber : internet POTENSI a. Angin yang berhembus dari arah utara cukup lamban dikarenakan daerah disekitar area ruko dan bangunan komersil yang cukup padat. b. Pepohonan yang berada disekeliling tapak dapat membuffer debu dan asap kendaraan yang lewat. KENDALA Asap dan debu dari jalan berpotensi masuk kedalam tapak melalui hembusan angin. SOLUSI a. Memberikan buffer berupa vegetasi dipinggir terluar tapak. b. Mengolah massa bangunan yang dapat mengalirkan pergerakan angin (ventilasi silang).
Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 44

4.2.5. VEGETASI DAN DRAINASE
Gambar 4.6 : Vegetasi dan drainase

Drainase berada di depan site

Sumber : internet POTENSI Terdapat sisitem drainase yang cukup mewadai di sekitar site

KENDALA Vegetasi yang ada disekeliling tapak saat ini dinilai belum mampu berfungsi sebagai peneduh ataupun penunjuk arah. SOLUSI Memberikan buffer berupa vegetasi dipinggir terluar tapak yang baik tanaman peneduh maupun tanaman peredam kebisingan dan juga sebagai sumber resapan.

4.2.6 VIEW

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 45

Gambar 4.7 : view site

Sumber : internet dan survey POTENSI Lokasi yang strategis, sehingga hampir keseluruhan pemandangan dari manapun kedalam tapak dapat terlihat jelas.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 46

KENDALA a.Perlu perhatian khusus untuk meletakan peralatan utilitas karena area tapak cukup terbuka. b. adanya pemandangan yang kurang bagus kearah utara bangunan, karena tepat di samping bangunan ruko. SOLUSIi a. Menempatkan buffer / masif pada bagian penempatan utilitas. b. Bangunan diolah agar sesuai dengan tema.

4.2.7 SKEMATIK RANCANGAN TAPAK
Gambar 4.8 penzoningan

Area parkir

r. publik

r. privat

taman

Sumber : analisa sendiri Pada penzoningan diatas terlhat adanya pembagaian 2 masa bangunan, dalam hal ini bertujuan untuk memisahkan antara ruang public dengan ruangan privat. Terutama pada bangunan mix use building yang menghubungkan anatra ruang rental office dengan hotel. Pada penzoningan ini juga terlihat ada dua pintu akses sirkulasi, yaitu arah masuk dan arah keluar bangunan. Pada bagian depan bagunan sesuai dengan analisa site yang ada, maka dibuatlah taman yang terdiri atas beberapa vegetasi yang bertujuan untuk menghasilkan view yang bagus dan mengurangi kebisingan.

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 47

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 48

Hubungan susunan ruang terhadap kenyamanan thermal dan sirkulasi

Page 49

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful