P. 1
ASAL USUL PUISI

ASAL USUL PUISI

|Views: 16|Likes:
Published by Novri Sitompul

More info:

Published by: Novri Sitompul on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

ASAL USUL PUISI

Puisi(dari : ÜÓâÜ(poieo/poio) ÷ I create) adalah tertulis di mana digunakan untuk
kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima
adalah yang membedakan puisi dari . Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli
modern memiliki pendekatan dengan mendeIinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi
sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag, dll). Hal tersebut merupakan
salah satu cara untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu
kata/suku yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut
menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang
diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada
beberapa perbedaan antara dan
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin
memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'.
kebanyakan penyair aktiI sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa
dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Didalam puisi juga biasa di sisipkan yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga
ada bemacam, salah satunya adalah ya itu sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa daerah di puisi juga sering di nyanyikan dalam bentuk . mereka enggan atau tak mau
untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.
. Pengertian
Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati
penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan poet dan -
poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari
Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang
mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada
dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan IilsuI,
negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan deIinisi puisi yang pada umumnya
dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.
(1) Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan
terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya
seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
(2) Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersiIat musikal. Penyair menciptakan
puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu
rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan
mempergunakan orkestra bunyi.


(3) Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatiI, yaitu
perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih
merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
(4) Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan
artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan
disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan
bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut
secara teratur).
(5) Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup.
Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat
seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian
orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.
Dari deIinisi-deIinisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat
benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas
terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas,
pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang
bercampur-baur.

&$ P&$
sumber: http://Iorum.wgaul.com
Matthew Arnold
Puisi merupakan keistimewaan tersendiri, ia memberikan sumbangan kepada perbendaharaan pengalaman
atau pengetahuan manusia.
Aristotle
Puisi yang bersiIat tragis berupaya membersihkan kerohanian manusia melalui rasa simpati atau belas
kasihan
Maliere
Puisi mampu membawa manusia ke arah jalan yang lurus disamping menggelikan hati.
Shelley
Puisi memperkuat organ moral manusia sama seperti pendidikan jasmani yang memperkuat urat-urat
dalam badan, dan puisi juga bisa membawa kita untuk melihat apa yang kita tidak pernah kita lihat, untuk
mendengar apa yang tak pernah kita dengar.
Waldo Emerson
Puisi mengajar sebanyak mungkin dengan kata-kata sedikit mungkin.
Shahnon Ahmad
Puisi adalah untuk menyemarakkan kesadaran. Umtuk memanusiakan kembali manusia itu, meninggikan
budi pekerti, membentuk perwatakan dan juga membangkitkan semangat untuk bertindak.
Usman Awang
Puisi adalah untuk menimbulkan kesedaran atau keinsaIan dalam diri dan hati.
http://duniapuisi.110mb.com/deIinisi°20dan°20Iungsi°20puisi.htm
esimpulan
Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama. Secara
etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk,
membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta
melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-
dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan IilsuI,
negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Struktur batin puisi, atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi, meliputi hal-hal sebagai
berikut.
(1) Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan
makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
(2) Rasa (Ieeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya.
Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya
latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia,
pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan
dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya
bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman,
dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
(3) Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan
rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan
pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada
sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
(4) Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair
menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui
dalam puisinya.

Sedangkan struktur Iisik puisi, atau terkadang disebut pula metode puisi, adalah sarana-sarana yang
digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Struktur Iisik puisi meliputi hal-hal sebagai
berikut.
(1) Perwajahan puisi (tipograIi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi
kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruI kapital dan
diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
(2) Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah
bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus
dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan
bunyi, dan urutan kata.
(3) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti
penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditiI), imaji
penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca
seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
(4) Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya
imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret 'salju: melambangkan
kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan kata kongkret 'rawa-rawa¨ dapat melambangkan
tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5) Bahasa IiguratiI, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan eIek dan
menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa IiguratiI menyebabkan puisi menjadi
prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa
IiguratiI disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metaIora, simile, personiIikasi,
litotes, ironi, sinekdoke, euIemisme, repetisi, anaIora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks,
satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6) VersiIikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi,
baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal
/ng/ yang memberikan eIek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi,
asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi
|kata|, dan sebagainya |Waluyo, 187:92|), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma adalah tinggi
rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
hLLpť//abdurrosyldŦwordpressŦcom/2009/07/27/pulslŴpengerLlanŴdanŴunsurŴunsurnya/

Ü 54F4.

/.35:8/..2-.5 80-.35.82.507::/.9:-.332.54O .7.9..8/507/0-..3 :./:3..503:.  !030. 24/073 202 503/0.5.3 20907/./.333.79802.8  .9:7 9.32..... .3 ..35027.5././.2:3507-0/.9:.90 .8.3.3 0-07.3 5:8 9/.3803.:39:203:3:.3 8.78 -..-078 8. / .3.7 .5.3 ./.70.3.:80.9. 80-.:39:9.3:8.9079:8/2./.3:39: :.9.3.3503:3...80089098:. .9-07-039:.785.70.372.3.3 203/0138.393.3 /03.9.7 .3203. 203.8..9.3202-0/. .9....8089093. !:8.9.9: ./8:2-0780..5:8/.90780-:9207:5.8..3./. 038 907.

8..3.3.2-.7. .. .3907802-:3  $./ /.3 /8:8:3 80. :2:23. /9 /./.7./.3.9.257 . !03.59. 0..890780-:9:. 7.3.3 5409 /.7 54088 ./.9.5:8 /.95:890780-:9 203.3 9073/.3 .25:8:.9.3  .2 -.793.3.03. :3. .3  .3 -. 5:8 24/073 .3 .-07 -0..-.2.9-07:-:3.9.7 :3...3 .7..79202-:.9.3 ./885.2  47.3 -07..3 3 2. /0./454    203:25:.70203.5:890780-:9   !03079. /.7 544 /.5.9.3 /0138 5:8 .  0-.3 202507:3.8.8. /.  !03.8.3.9.30-2020393..7.38.  28. 47...3 20257.8073/3..3 -:33. /..3.9: 502.343 2.3.05.  . 5409 -07..3 80.507-0/. /203079  %...7742.3 :39: 80.9:83/7.9::38:7/03.3 :7: 47.9.9.3:38:7..:5:3-:...92:8.3.3 .3 207/: 805079 2:8  . 378  5.3 5402  0303.59..93.33/.59.3.-07:9   $.7.2 %.3.8.7.8.2 !7.8033.93. ..3207/:8050792:8/../.7.8.5 503:8 80.9: /03./..59.3..0-03... . ..5.: 202 ..5:8207:5. 5:8 9: 803/7 ./..7./.90780-:92:33202-:.9:3..2.:...502-./.3803/7 .5..3.35.9. 5:8 /.9.3 07.. 54097 .3 $0.20.3 18:1  30.7.8.3 /. -07./.. /02:. 47.:8 207:5.3-07. 80-...3503:8/.3    2030.3 203434 .7203.9.502:.9.: :39:20.9. /. /0.3...3 .3-:.35:8 9:.3937880-.3 -07503.3.8:8 20303..:3. 3. .3 :.9.3 5.3./. 092448  .8.33.59.. /..9..-:3    .3 .25720307:5.9.-..59... ./ 9/..5409-07.39.-02. -.3 820978 . .9.47407/0 20302:.2:0%.2 8./.3/..   .3-0781.39073/.38:3/03..5.8.3907:8/:..9180.:9..30.3 5:89:2027. -0-07.3 203.3470897. .2-039: 2070.95:89:802. .907.5445:890780-:9  /.3 ./0.3202-:.9.3.9 503./5:8:.2203.380-..  . 5409  4:907 /.39. . 5:8 3 .3./.:2.3405.3-..2:3 -0-07.3 9.3.35027./.92030-. .3.9.3-.: 5:8 ./.9 /03.503.3.3 8:.3 80905.7947.. 802-.98:.9.07.7  -0-07.2 -.3503..33.9.. /.25:83.83.:203.8::. . %.380-:.28:8:3.3202-./../8:8:3-09: 7:5..3..9.7.3/.3-:3 -:3./. .3.8.8.7 202 ..3.

/.9.3 05..9507-0/.3 /8:8:380.9/.3 2. 7.43709/.80.9.-077.. 024843..905. $02:.35027..3. /.3.3 -...3..78 -08.2  ..2!7.3 .80.  /03.3.8.7 9039. 08.7/0138 /0138/.9 805079 0-. .3 507. 02. 50789.3 3/.8.3..3207.3. 8...3.3 5:8 9: 80-03.5.3-07.3 8.3 .3  002-7.. 5073.5:89:207:5.2.5:3 :/03 20302:.503:507.3.3  /03.9.3 080/.8 820978 502.907/.3 :.:7   :3943-07503/...8.78 .3507.35.  8../ /.7. $.3-...3 /70../..8. 70.80-03.2 /:5  8.3432.9: 507.3 -.207:5. 0248  2.  47/8479 2025:3./.3.9 20308.3 -..7.2..3 .  507.3.2. /.3 .:39:/70.73. .3 0.703.35073.3.35.9.3 /.39.:7   &$!&$ 8:2-07995.3 3.8202..3  -..3-:3.3. .. 50789.5.9.8.9../.9 .32. 5:8 9: 0- 207:5.-079:7: 9:7:9 80.503079...91  .7989 28.3...3 .3 8079.2 -..3 .3 .7.3 -.  /.5907/..8.9.7:.33/.3.39.  &38:7 :38:7 9: -07:5..3..35027.3.3 -07.3/09 /09.9 /. .9.3..3.. 5:8 .8.97.3 /0 3. .3 47.25:7 -.3/07.8...7.3.3:8.8.35:8/..9./454  20325:. -077.3.2:3909.9.3 .3 /.9.38..39.3  /.3 202:3.7989 /.9..3.3 /09 /09 .8 907/.8.380-.3507.3 5.9.5. 8079.3804.25:7 -.9 -03.3 2032-:.5.8050792:8 507.. 8:8:3. 5:8 .907.8  5027.73...: /.9-.97.2. .3 ..9:7    $00 20302:.

.

8 ..42 .308.. 20.  789490 !:8 .9.-8.3.3.8 -07:5. 8.9: 2033.82.3.:39:20302.5./ !:8.9.3:8..5.2-.38:2-.3 .:39:2032-:./..39.: .39.2.9 /.3:.39.7.3:8..3:8...3/.:.8. 202-078..343 2.3.202-.9.9 47.7.3:8.3.9  .9.3 &29:202..7.9 :7./.3 !:8.9.1.3 -0781./.2/7/./. 805079 503//.507-03/.9 :7...3 .3907803/7 .7.147:2 .2.: 7.:39:20.5073.7.9:39:-0793/.: -0.2532030.9.308920.3 -:/50079 202-039:507.202-.9 .305.9..3 2.3802..3 .2:33/03.070 !:82.3 074. ..  &82.:038./.3 247.3/.3:8.80/92:33  207843 $.202-07.3:7:8/8.3 .35:8:.7.990 734/ !:8207:5.9.3:8.3.3.9 :39: 203/03.3080/.5073.32.9 97./03.3503.:50309.9/.9.2. 2..780-...9  $00 !:8 202507:..3 .3.9..7  ./4 !:8203.25:202-. 825.302-...0.3.3 /.3 202507:.8.2.

995.

.

42./:3.5:8  2- .

.83.7. -07:9    %02.3 . .7.9 5:8  205:9 .257 . :2:2 -8. :3.7 .0-03.:8 207:5.3 -07503.2  47..3907802-:3  $97:9:7 -. 80-.. /..7./ 9.9./.3.2.: 8073 5:.3:3  202-039:  202-:.  /... 5:8 -07. -.3 .79 202-.3 . 5:8  5748.8.3.93 5:8  .8..  $0.3 .  .257 20307:5.: .2..7.3 .3 1:38 5:8 92 0825:./.9.9. .3.3 203.3 :34 -07. 092448 89. /80-:9 80-.3 /7.3 -07. /0.9. 20.3 . 80.3 54088  . 05.7.3 9.5.  47.59.3  $0/.3.3/.. .59.  .2 97.9. /-0/./8 :3.3 18:1  30.3 :7: 47.79 47.. ..3 80.: 2.3 . /0..9 8:./0138 /.92030-.9  203.3 8:.897.. 5409 /. /0. 8. 47.3 203.

5.3...8.3 2.07. /.8.3 /.  503.5-4/4/.3.9.502-.7-0.9..3.2 5:83.7-0.3 2.3503:3...8.  .8.3057-.2.3/.  20307.35844503./.05.3./.3 3.... /    2..3503.8 848.. /.080:7:.9  :8..7 -0.50--.3 /.  !03:3.9: 8. -.:39: 2020.23  0.3 503.5.3 2.2. 203:7:  203/90  -007.3 902.3703/..7 28. 8./.358448  /.  0/:/:.  !03./.8. 9430  ..33....9. ..9.5.7..9 /./.3.8.    .9 2.3848448 /..2 2.2.3 .-09:8.5:8.  038 0.9/..3    #.3.3.3 3.3.39:35.. 909.9.9..  %. /03. /03. . -.3 -.5 502-.3  /./.2.3-039:5:88.3 9.37.3. . /.5..:5:32. -07:-:3.25./.2203. :.02.. 5:8 . -..9./.3 /03.2..7 907.:.3 902.. 80380  20/.9. .8.3848..3  .25:./. /03.3 0905.3.3.9 203./.3 50309.3907-039:40..8.9..8..3.7202.58:./.2./. 1003  .78 -..39:35.9.8.3 0/. 842-43 203.3848448/.7:8-072.. 72.350309.3 502-.5 503./03. :-:3.3 907/.8.502-.-07..3902.3902.:.3584483./...-07..5 503.9: 8.3 7.8.9:2.5./.5 544 5072.3 503//.9.2.. -.7 /. 2.9. /03..7 907.7.

9::.3.

:.9/902: /.3/.25:83.5.3./.9. 8..7.. /..3. /03.3502. 2094/0 5:8  . 80.9 .3..9.072.3..9:-039:5:8805079.9.9 2:33  !02. .9.8:/ 903943  8.3.5. .9. ..39/. ..3 7  503..9:7./. /.3:7:9./.897. -07:9   !07. .9.9 203:3. .80-.  .9.3.3907./.. .: /2:.7/03.7.7:8 /5 80.25:83.: 907.9:502.78 5:8 .:5:3 9/. -039: .1 .3 /:3.59.7.3 .99 .59.2.3 .7.780-0:2503.5.7:39:203:3.2 5:8 07.3 -:3 /. 8.9.3 /.2. /. ./503:.3 40503. .7203.3 9/.5:8.  3.3.390780-:9-8.3 80/9 .9. -.39.3 .55:8   8  ./.7/.  080.59..:5:3/.3 -.9203039:.3 -.703.3.3 /. /03./. .9.3. .. 905 ./..3.  .3.3 2.3 :7:1 .3..783..35:8 %::.340503.9. .35:8 2.33.8.  2.3 /80-:9 5:.5.35:8 9547. 9::.9..7 2... 8.3 897:9:7 18 5:8  .9.90780-:98. .   $0/.3 203/4743 503.7 203.95:8 $97:9:7185:8205:9.

9 203.3 8.3 503/03. .2.3.5. 80. 9.9: .3 2.3.9 /9. -07.9.. 43709  .9/:5 -:2 0/:5.9.-.7    .2-.3207.5..3 /    ..3 /.2-.5.3 503./9.3 .3 /.5. ..8:. . 503.9: .3 2.3 0-0:..8.9 203/:5.:.  /.: 8039: 2.39.7..9.3507.8 .3805079..3 .5.3 3/7.9 203/03.3 502-.3 .9. .3/03.9.2503. 43709 7.2-.  805079 503.9.5.  2.3.3 2:3.9.3 /.9.-.:/91 2.  /.  .3 ./.25.9.9/-.3 /.94947 9025. .3.3 /:5  /  80/.8..43709 8.3/.9.7.3. . 7.5 /03.203. .3.  0.:3. 1:7.. 2.3 3/07.3 9025.9 203:3.5.7 /. .9.3 .8.9:2.9..91  .9..: 8:8:3.3 202:33.320.9  2..3. .9.8:...9.5.8.8.9 20.9: -. 7. /. ..:20.3-07:-:3.

790 3..98  .:84 2.5-:3 28.3./ 5782.793./..9450 97:..3:972..2 2.8  8..8  94908 743 830/40 0:102820 705098 .3 2097:2 #2.8  /. 2.. .. 1:7.2 . .147.8  . 7920  /.3 010 /.:3 2.2.392.:4    .3.39.3 209..-.2033.91 /80-:9 :.7-.8.5. 2. 5043..  820  5078431..3.9. . . 903.3 5:8 203.7.3 -.8 .3.7.3.399088 .2..3-:35.5:8  -.5.9: 203.8.9.3. 202.. .3 4349.8 . 1:7.785749494 949025745.:5  4342.820 .147.3907.91 2030-.3 2032-:./.8 9079039: $40/94    .3 2./..5078.785:8 #2../.970 5. /..203./48   '0781.: .7.

3.

38 5078.2.-0780..3   503:./      -039: 39073 54.3.8  .-075.3 8... .:4  (  /.(  /.843.2.3 010 2.7: 8..7 5078.8 5. 8. 5:8 $:9./..9.3 80-.503: 705098-:3 .3.3 202-07.3.3 . -:3 .. ..9.907.3.

 .35:8  ½ $$f ¾  ½ ¾¾ n¯$$$$½¾ ½ °– f° f° °¾ °¾°f$   .2502-.5.3503/0 07.9203434/.802..3.3  #92.:3..8...3. 5./.-:3 #92. 93 703/.3..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->