P. 1
Satuan Acara Penyuluhan Napza Kenjeran

Satuan Acara Penyuluhan Napza Kenjeran

|Views: 18|Likes:
Published by Arif Cak

More info:

Published by: Arif Cak on Dec 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

SATtAN ACAHA P£NYtLtHAN (SAP

)

H£NAHALAN H£MA1A

NAPZA
( 1sr|a||| , |s||a|raj||s , 1sa ls| Æ1||||| )
















0|saj|kan o|eh




PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROGRAM B5
FAKULAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SURABAYA
2011
%|m Komun|tas Ke|ompok ||
PR0CRAH ß PR0FE8| NER8
FAKUL%A8 |LHU KE8EhA%AN
UN|VER8|%A8 HUhAHA0|YAh 8URAßAYA
ßekerja 8ama 0engan
%|m Pokjakes Rw |V
Ke|urahan Kenjeran , Kec. ßu|ak , 8urabaya


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Kenakalan Remaja
Pokok Bahasan : NAPZA ( Narkotik , Psikotropic dan Zat Adiktif )
$:- Pokok Bahasan : a. DeIinisi NAPZA
-. Jenis NAPZA.
c. Dampak NAPZA -agi pengg:na
d. Tanda, gejala klinis pengg:na NAPZA
e. Penye-a- penyalahg:naan NAPZA
I. Pencegahan dari NAPZA
g. Penanganan ketergant:ngan NAPZA
Hari/tanggal : J:m`at / 18 11 - 2011
Wakt: : Pkl, 19.00
Tempat : Masjid RW IV
$asaran : Remaja dan Warga ( orang t:a ) RW IV,Kel:rahan
Kenjeran , Kecamatan B:lak.


A. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Instruksional Umum
$etelah mendapat peny:l:han tentang NAPZA ¨Dampak dan Penangg:lan
gannya Pada Remaja. Para Remaja dan Orang T:a mengetah:i dan memahami
dampak NAPZA, deIinisi NAPZA, jenia-jenis NAPZA, Penya-a- penyalah
g:naan NAPZA, dan Pencegahan dari NAPZA.
2. Tujuan Instruksional Khusus
$etelah mendapatkan peny:l:han, diharapkan remaja karang tar:na dan
orang t:a mamp: :
1) Menjelaskan tentang deIinisi NAPZA.
2) Menye-:tkan jenis NAPZA.
3) Menye-:tkan dampak NAPZA -agi pengg:na.
4) Menye-:tkan tanda, gejala klinis pengg:na NAPZA
5) Menye-:tkan penye-a- penyalahg:naan NAPZA .
6) Menye-:tkan pencegahan dari NAPZA
7) Menye-:tkan penanganan ketergant:ngan NAPZA.
B. Metode belajar
1. eramah
2. Tanya jawa-
C. Alat dan Media
1. eaIlet
2. D / Power Point
3. Pem:taran Film



00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

D. Pengorganisasian dan 1ob Discription
1. Pem-im-ing : Pipiet Festy , $KM, MKes
2. Moderator : $iti $oIIiyah. $kep
3. Penyaji : AriI $oeprijono. $kep
4. O-server : AriI Rohman. $kep
5. Fasilitator :
1. Handika Hangga. $kep
2. Max M:xmin N:r Adzim. $kep

6. PJMK NAPZA : 1. AriI $oeprijono. $kep
2. Winarti. $kep

7. Pem-awa Acara : Ita Winingsih. $kep

E. SETTING


























00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

F. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Topik Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Oleh
1 5 menit Perkenalan 1. Menyampaikan salam
pem-:ka
2. Memperkenalkan diri
3. Menyampaikan t:j:an
peny:l:han
4. Mengingatkan kontrak
wakt: dan mekanisme
pelaksanaan peny:l:han
1) Menyam-:t
salam
2) Mendengarkan
3) Mendengarkan
4) Menyet:j:i pene
tapan -ersama
kontrak wakt:
Moderator

Penyaji

2 15 menit Pengem-angan 1. Meminta kel:arga :nt:k
menjelaskan sedikit ten
tang NAPZA
2. Menyampaikan materi
tentang deIinisi napza
3. Menye-:tkan jenis
NAPZA
4. Menye-:tkan dampak
NAPZA -agi pengg:na.
5. Menye-:tkan tanda,
gejala klinis pengg:na
NAPZA
6. Menye-:tkan penye-a-
penyalahg:naan
NAPZA
7. Menye-:tkan pence
gahan dari NAPZA
8. Menye-:tkan penan
ganan ketergant:ngan
NAPZA

9. Mem-erikan kesempat
an kepada pem-im-ing
:nt:k mem-erikan
mas:kan dan arg:ment
1) Mendengarkan




2) Mendengarkan
dan memperhati
kan








Moderator




Penyaji
















Moderator
3 15 menit Pem:taran Film
Tentang Narko-a
Rehat menonton -areng
Menyimak makna
dari Iilm
Penyaji
4 10 menit Pen:t:p 1. Mem-:ka kesempatan
:nt:k disk:si.
2. Melak:kan eval:asi :
Menanyakan pada kel:
arga tentang kejelasan
materi yang di-erikan
dan mem-erikan peng:a
tan positiI -ila kel:arga
pasien dapat menjawa-
dan menjelaskan kem-ali
materi dan menjawa-
pertanyaan.
3. Menyimp:lkan kegiatan
peny:l:han,Menyampaik
an salam pen:t:p.
Mem-agikan leaIlet
1.Berpartisipasi aktiI
dalam kegiatan dis
k:si dan tanya -
jawa-

2.Menjelaskan kem
-ali materi dan
menjawa- pertan
yaan.



3.Mendengarkan dan
mem-alas salam
Moderator



Penyaji
Moderator





Fasilitator



00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

G. Kritera Evaluasi
1. Evaluasi struktur
1) Remaja ( karang tar:na ) dan warga RW IV.
2) Penyelenggaraan peny:l:han di Balai RW IV kel:rahan Kenjeran .
3) Pengorganisasian penyelenggaraan peny:l:han dilak:kan oleh mahasiswa
program B yang sedang melak:kan praktek kom:nitas di RW IV, kel :
Kenjeran.
4) Kontrak wakt: dilak:kan 1 hari se-el:m peny:l:han dan 15 menit se-el:m
pelaksanaan peny:l:han .

2. Evaluasi proses
1) Remaja Karang Tar:na dan warga RW IV ant:sias terhadap materi
peny:l:han.
2) Remaja ( karang tar:na ) dan warga RW IV mengik:ti peny:l:han sampai
selesai.
3) Remaja Karang Tar:na dan warga RW IV mengaj:kan pertanyaan dan
menjawa- pertanyaan secara -enar.

. Evaluasi hasil :
1) Kel:arga mamp: menye-:tkan deIinisi NAPZA.
2) Kel:arga mamp: menye-:tkan jenis NAPZA
3) Kel:arga mamp: menye-:tkan dampak NAPZA -agi Penggg:na .
4) Kel:arga mamp: menye-:tkan tanda, gejala klinis pengg:na NAPZA.
5) Kel:arga mamp: menye-:tkan penye-a- penyalahg:naa NAPZA.
6) Kel:arga mamp: menye-:tkan pencegahan dari NAPZA
7) Menye-:tkan penanganan ketergant:ngan NAPZA.













00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

PENGORGANISASIAN PENYULUHAN PROGRAM
STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
DI BALAI RW 1V
KELURAHAN KEN1ERAN, KECAMATAN BULAK
SURABAYA

No NAMA TUGAS

1

Ita Winingsih. Skep

1. Mem-:ka Acara
2. Memperkenalkan diri dan anggota team peny:l:han
3. Menyampaikan J:d:l Materi / tema yang di sajikan
4. Menyampaikan t:j:an dari peny:l:han
5. Mem-erikan kontrak wakt:
6. Meng:capkan terima kasih kel:arga pasien
7. $alam pen:t:p

2

Arif Soeprifono. Skep
1. Menjelaskan tentang diIinisi NAPZA
2. Menjelaskan tentang jenis NAPZA
3. Menjelaskan tentang dampak NAPZA -agi pengg:na
4. Menjelaskan tentang tanda, gejala klinis pengg:na
NAPZA
5. Menjelaskan tentang penye-a- penyalahg:naa
NAPZA
6. Menjelaskan tentang pencegahan dari NAPZA
7. Menjelaskan tentang penanganan ketergant:ngan
NAPZA.

3

Siti Soffiyah. Skep
1. Mem-erikan kesempatan i-: :nt:k -ertanya
2. Meyimp:lkan dari hasil pertanyaan dan paparan
penyaji

4

Arif Rohman. Skep
1. Mencatat ant:sias remaja karang ter:na dan warga
dalam mengik:ti peny:l:han
2. Mencatat sem:a pertanyaan remaja karang tar:na
dan warga , dan menyerahkan pada moderator
:nt:k disampaikan pada pem-icara
3. Menyimp:lkan hasil dari kegiatan peny:l:han
4. Eval:asi

5

Handika Hangga. Skep
Max Muxmin Nur Ad:im. Skep




Mendorong remaja dan warga :nt:k -ertanya apa
yang -el:m jelas



MAT£Ht NAPZA



00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

A. Sejarah Narkoba
$e-el:m m:nc:l istilah narko-a, s:dah dikenal d:l: dengan istilah
'ANDU¨. Dalam catatan sejarah k:rang le-ih tah:n 2000 $M di $amaria
ditem:kan sari -:nga opi:m ata: kem:dian le-ih dekenal dengan nama OPIUM
(andu ÷ Papavor Somniveferitum). B:nga ini t:m-:h s:-:r di daerah dataran
tinggi diatas ketinggian 500 meter diatas perm:kaan la:t. Penye-aran selanj:tnya
adalah daerah ina dan wilayah asia lainnya.
Tah:n 1806 seorang dokter dari Westphalia -ernama Fredrich Welhelim
menem:kan modiIikasi cand: yang dicamp:r dengan amoniak yang dikenal
dengan nama 'Morphin` ( diambil dari dewi mimpi Yunani yang bernama
Morphius). Pada tah:n 1856 saat pecah perang sa:dara di Amerika $erikat,
morphin ini dig:nakan :nt:k penghilang rasa sakit aki-at dari l:ka-l:ka perang.
Tah:n 1874 seorang ahli kimia yang -ernama Alder Wright dari ondon
mere-:s cairan morphin dengan asam anhidrat ( cairan asam yang ada pada
sejenis jam:r). amp:ran ini mem-awa eIek ketika di:ji co-a pada anjing. Anjing
terse-:t mem-erikan reaksi yait: : tiarap, mengant:k, ketak:tan, dan m:ntah
m:ntah. Tah:n 1898 pa-rik o-at 'BAYER` memprod:ksi o-at terse-:t dengan
mem-erikan nama o-at terse-:t 'HEROIN`, se-agai o-at resmi penghilang rasa
sakit. Perkem-angan tehnologi tidak dapat di -end:ng, sehingga cand: terse-:t di
olah dengan -er-agai camp:ran kh:s:s dan jenisnyap:n -ertam-ah -anyak seperti
: Putau, Extacy dan se-againya.
B. Pengertian NAPZA
NAPZA (Narkotika , psikotropika , dan zat aditiI )/ Narko-a Merupakan .
Suatu obat yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran , kehilangan
rasa sakit dan dapat menimbulkan suatu ketergantungan .
$e-enarnya ked:a istilah terse-:t sama saja dan tidak ada -edanya. Kala:
dalam istilah Narko-a, Psikotropika dan Zat AdiktiI it: mas:k dalam -ahan ata:
oa-at -er-ahaya. $edangkan dalam istilah NAPZA, psikotropika dan zat adiktiI
it: sendiri sendiri. Istilah NAPZA -iasanya di g:nakan dalam d:nia kedokteran
sedangkan istilah Narko-a le-ih :m:m di g:nakan khalayak / Masyarakat dan
d:nia kepolisian / h:k:m.


C. 1enis NAPZA


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

,rkotik, . men:r:t UU RI No. 22 / 1997, adalah zat ata: o-at yang
-erasal dari tanaman ata: -:kan tanaman, -aik sintetis ma:p:n semi sintetis yang
dapat menye-a-kan pen:r:nan ata: per:-ahan kesadaran, hilangnya rasa, meng:
rangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menim-:lkan ketergant:ngan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan, yait: :
1. Narkotika yang hanya dapat dig:nakan :nt:k t:j:an pengem-angan ilm:
pengetah:andan tidak di g:nakan dalam terapi, serta memp:nyai potensi
sangat tinggi menim-:lkan ketegant:ngan, contohnya :
h Heroin
h Kokain
h Ganfa
2. Narkotika yang -erkhasiat :nt:k pengo-atan, dig:nakan se-agai pilihan
terakhir dan dapat dig:nakan dalam terapi dan ata: :nt:k t:j:an
penem-anagan ilm: pengetah:an serta memp:nyai potensi tinggi
mengaki-atkan ketegant:ngan, contohnya :
h Morfin
h Petidin
3. Narkotika yang -erkhasiat pengo-atan dan -anyak di g:nakan dalam
terapi dan ata: ata: t:j:an pengem-angan ilm: pengetah:an serta
memp:nyai potensi ringan mengaki-atkan ketergant:ngan, contonya :
odein.
!sikotropik,, men:r:t UU. RI , No 5 / 1997, adalah zat ata: o-at -aik
alamiah ma:p:n sintetis -:kan narkotika, yang -erkhasiat psikoaktiI melal:i
pengar:h selektiI pada s:s:nan saraI p:sat yang menye-a-kan per:-ahan khas
pada aktivitas mental dan perilak:. Psikotropika di-edakan dalam 4 golongan s--:
Psikotropika golongan I
Psikotropika yang hanya dapat dig:nakan :nt:k t:j:an ilm:
pengetah:an dan tidak dig:nakan dalam terapi, serta memp:nyai
potensi amat ki:at mengaki-atkan sindroma ketergant:ngan.
ontohnya : Extacy
Psikotropika golongan II
Psikotropika yang -erkhasiat pengo-atan dan dapat dig:nakan dalam
terapi dan/ata: :nt:k t:j:an ilm: pengetah:an serta memp:nyai potensi
k:at mengaki-atkan sindroma ketergant:ngan.
ontoh : Ampetamin, Fensiklidin, Sekobarbital,Metakualon.
Psikotropika golongan III


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

Psikotropika yang -erkhasiat se-agai pengo-atan dan -anyak dig:nakan
dalam terapi dan ata: :nt:k t:j:an ilm: pengath:an serta memp:nyai
potensi sedang mengaki-atkan sindroma ketergant:ngan.
ontoh : Fenobarbital, Flunitra:epam
Psikotropika golongan IV
Psikotropika yang -erkhasiat pengo-atan dan sangat l:as dig:nakan
dalam terapi dan ata: :nt:k t:k:an ilm: pengetah:an serta memp:nyai
potensi ringan mengaki-atkan sindroma ketergant:ngan.
ontoh : Dia:epam, Kloba:am, Broma:epam, Khlordia:epoxie,
Nitra:epam.
Zat Adiktif lainnya adalah -ahan / zat yang -erpengar:h psikoaktiI di l:ar
Narkotika dan Psikotropika, seperti : Alkohol, Inhalasi, Tembakau.
1. koho, min:man alkohol : mengand:ng etanol etil alkohol yang -erpengar:h
menekan s:s:nan saraI p:sat dan sering menjadi -agian dari kehid:pan
man:sia sehari hari dalam ke-:dayaan tertent:. Jika di g:nakan -ersamaan
dengan narkotika ata: psikotropika akan memperk:at pengar:h o-at / zat it:
dalam t:-:h man:sia.
Ada 3 golongan min:man -eralkohol yait: :
a. Golongan A adalah : min:man yang -erkadar etanol 1 5 ° seperti Bir.
-. Golongan B adalah : min:man yang -erkadar etanol 5 20° , seperti
-er-agai min:man angg:r.
c. Golongan C adalah : min:man yang -erkadar etanol 20 45°, seperti
Whisky, Vodca, Mandson Ho:se, Johny Walker.
2. nh,,si, (gas yang di hir:p) dan solven ( zat pelar:t ) m:dah meng:ap -er:pa
senyawa organik, yang terdapat pada -er-agai -arang keperl:an r:mah tangga,
kantor, dan se-agai pel:mas mesin. Yang sering di salah g:nakan adalah :
em, Tiner, Penghap:s at k:k:, Bensin.
3. 1emb,k,: yang mengand:ng Nikotin, dan ini sangat l:as di kalangan
masyarakat.

D. Dampak NAPZA bagi Pengguna
Dampak dari penyalah g:naan NAPZA antara lain :
1. 1erh,/,p !rib,/i
Dampak NAPZA secara pri-adi yang mamp: mer:-ah kepri-adian
pemakaiannya secara drastis, misalnya :

a. Fisik


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

O Kematian ( OD / withdrawl )
O Keradangan pada organ t:-:h
O Kel:mp:han / stroke
O Ker:sakan organ t:-:h
O Impotensi
O Tidak segan-segan menyiksa diri sendiri karena menghilangkan rasa
nyeri ata: menghilangkan siIat ketergant:ngan.
-. Psikis
Pem:r:ng
Pemarah -ahkan melawan terhadap apa ata: siapap:n
Menim-:lkan siIat masa -odoh sekalip:n terhdap dirinya sendiri, seperti
Tidak lagi memperhatikan sekolah, r:mah, pakaian dll.
$emangat -elajar men:r:n dan s:at: ketika -isa saja si kor-an -ersikap
seperti orang gila karena reaksi dari NAPZA.
Menjadi pemalas
Gangg:an tingkah lak:
Hal:sinasi / waham
1erh,/,p Ke:,rg,
h Tidak lagi segan menc:ri :ang ata: menj:al -arang--arang yang ada di
r:mah yang -isa di :angkan :nt:k mem-eli NAPZA.
h Tidak lagi menjaga sopan sant:n di r:mah -ahkan ddengan orang t:a
h K:rang menghargai harta milik yang ada di r:mah, seperti mengendarai
kendaraan tanpa perhit:ngan r:sak ata: menjadi hanc:r.
h Mencemarkan nama -aik kel:arga.
Ŧ 1erh,/,p kehi/:p,n sosi,
h Ber-:at tidak senonoh terhadap orang lain.
h Melanggar at:ran / normayang ada di masyarakat.
h Menggangg: keerti-an :m:m / mengangg: lingk:ngan
h Perkelahian
h Kriminalitas dll
. 1erh,/,p neg,r, /,n b,ngs,
Mer:sak generasi m:da pewaris -angsa yang seyogyanya siap menerima
tongkat estaIet generasi. Hilangnya rasa patriotisme cinta dan -angga terha
dap -angsa da- negara indonesia yang pada gilirannya akan mem:dah kan
pihak pihak lain mempengar:hinya :nt:k menghanc:rkan negara.

E. Tanda dan Gejala Klinis Pengguna NAPZA


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

1. Tanda tanda Um:m penyalah g:naan ZAT / O-at.
.. Perubahan Fisik
O Badan K:r:s
O Tampak mengant:k
O Mata cek:ng, merah
O Bekas s:ntikan / goresan / sayatan di lengan dan kaki.
1.2. Per:-ahan Prilak:
Emosi la-il
Tak:t sinar / air
Menyendiri
Bohong / menc:ri
Menj:al -arang -arang
Pergi tanpa pamit
Hal:sianasi
Paranoid
2. tanda tanda Klinis yang di tim-:lkan pengg:na NAPZA
.. Yang berfek depresan menghambat fungsi syaraf
a. Ber-icara kaca:
-. Tidak dapat mengendalikan diri
c. Tingkah lak: seperti ma-:k
d. Aki-at kele-ihan pemakaian akan menye-a-kan :
Napas tersengal sengal
K:lit lem-a- dan dingin
P:pil mata mata mengecil
Deny:t nadi cepat
Kesadaran men:r:n dan -isa -eraki-at le-ih parah sampai meninggal.
e. Gejala p:t:s o-at
O Gelisah
O $:kar tid:r
O Mengiga:
O Tertawa tidak wajar
O Bisa menim-:lkan kematian



F. Penyebab Penyalahgunaan NAPZA


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

Penyalah g:naan narkotika, psikotropika dan min:man keras, memp:nyai
latar -elakang yang -er-eda--eda. Be-erapa orang memp:nyai resiko yang le-ih
tinggi ata: Iaktor kontri-:ktiI yang dapat di -agi menjadi 2 kelompok, yait: :
F,ktor n/ivi/:
Faktor Individ: melip:ti :
h Rasa ingin tah: yang k:at dan ingin menco-a.
h Tidak -ersikap tegas terhadap tawaran / pengar:h teman se-aya
h Penilaian diri yang negatiI, seperti k:rang mamp: dalam pelajara,
perga:lan, penampilan ata: tingkat stat:s sosial ekonomi yang rendah.
h K:rang rasa percaya diri dalam mengahdapi t:gas
h Meng:rangi rasa tidak enak, ingin manam-ah prestasi
h Tidak tek:n dan cepat jen:h
h Pernyataan diri s:dah dewasa
h Depresi, cemas, hiperaktiI
h K:rang memahami ajaran agama
F,ktor Lingk:ng,n
Faktor lingk:ngan melip:ti :
V M:dah di perolehnya Zat Napza
V Kom:nikasi anak dan orang t:a yang k:rang eIektiI
V ingk:ngan kel:arga yang terlal: permisiI ata: -ahkan terlal: ketat dalam
disiplin
V Orang t:a yang otoriter ata: dominan
V Berteman dengan pengg:na zat Napza
V Tekanan teman se-aya yg sangat k:at
V Ancaman Iisik dari teman ata: pengedar
V ingk:ngan sekolah yang tidak terti-
V ingk:ngan sekolah yang tidak ada tempat :nt:k menyal:rkan -akat dan
minat siswa
G. Pencegahan NAPZA
Unt:k penangg:langan pengg:na napza di kalangan remaja ada -e-erapa Tips
yang perl: di perhatikan :
1. Orang t:a menc:k:pi ke-:t:han dasar dari remaja -aik ke-:t:han Iisik ata:
mental
2. Tokoh masyarakat, :lama, $M har:s -ekerja sama dalam mensosiali
sasikan -ahaya NAPZA
3. Masyarakat har:s responsiI terhadap -ahaya NAPZA
H. Penaganan ketergantungan NAPZA


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

Banyak orang t:a ter:tama yang awam tentang pengo-atan ketergant:ngan
napza. Mereka -erangapan -ahwa setelah masa detoksi-Iikasi maka sehar:snya
anak / pasien s:dah sem-:h seperti se-el:m mereka tergant:ng pada napza ata:
-ahkan ada yang -erharap -ahwa anaknya dapat -aik seperti apa yang mereka
harapkan.
Detoksi-Iikasi adalah langkah awal dari s:at: proses penyem-:han pasien
dengan ketergant:ngan napza. Terapi selanj:tnya adalah kerja sama yang -aik
dari pasien terse-:t, kel:arga, lingk:ngan, dan masyarakat sekitar.
$ikap ter-aik dalam menghadapi penyalah g:naan zat, yait: :
w Mem-erikan d:k:ngan secara realistis, tidak mendikte.
w Terimalah se-agai individ: yang dewasa
w Berikan kesempatan dalam memecahkan masalah
w Beri ' reward¨ yang positiI
w Proses kesem-:han pasang s:r:t sehingga memerl:kan wakt:
w Ber:saha menerima lem-aran hitam
$etelah dilak:kan proses perawatan detoksiIikasi perawatn selanj:tnya adalah
Habitasi dan Rehabilitasi.
, H,bit,si
Ha-itasi di t:j:kan ter:tama :nt:k sta-iliasi keadaan mental dan emosi
pasien sehingga gangg:an jiwa yang sering mendasari ketergant:ngan napza
dapat dihilangkan ata: di atasi.
Pada tahap ini kadang masih ditem:kan keadaan yang dise-:t Slip yang
artinya episode pengg:naan kem-ali napza setelah -erhenti mengg:nakan
napza selama k:r:n wakt: tertent:.
Ata: dapat j:ga mereka terjat:h kem-ali mengg:nakan napza secara tidak
terkontrol, setelah -erhenti mengg:nakan napza selama k:r:n wakt: tertent:
yang dikenal dengan istilah relaps. Oleh se-a- it: pada tahap ini perl:
dilak:kan -er-agai -ent:k terapi ata: kegiatan yang ses:ai dengan individ: /
keadaan pasien. Jadi penaganan pasien tidak -isa di samaratakan, sangat
personal.
$elain meng:nakan terapi mengg:nakan Psikofarmaka ( obat-obatan),
ha-itasi j:ga meng:nakan terapi, misanya :
Psikoterapi Individual : :nt:k mengatsi konIlik intrapsikis dan
gangg:an mental yang terdapat pada pasie, termas:k gangg:an
kepri-adian.
Konseling . dapat mem-ant: pasien :nt:k mengerti dan memecahkan
masalah penyes:aian dirinya dengan lingk:ngan.


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

Terapi keluarga . $angat di perl:kan karena pada :m:mnya kel:arga
memp:nyai andil dalam terjadinya ketergant:ngan napza pada pasien.
Terapi ini j:ga mempersiapkan kel:arga -eradaptasi dengan pasien
setelah yang -ersangk:tan tidak mengg:nakan napza.
Psikoterapi Kelompok . -anyak dilak:kan dalam program ha-ilitasi,
karena dirasakan -anya manIaatnya. Pasien le-ih dapat menerima
kritik, konIrontasi, dan saran yang di -erikan pasien lain dari pada
remaja.
Psikodrama . s:at: drama yang di rancang -erkisar pada krisis
kehid:pan ata: masalah kh:s:s.
b Reh,biit,si
Reha-ilitasi pada hakikatnya -ert:j:an agar penderita -isa melak:kan
per-:atan secara normal. $at: hal lagi yang -anyak diharapkan setelah
mengik:ti raha-ilitasi, pasien dapat menghayati agamanya dengan -aik.
Terapi reha-ilitasi ini melip:ti a.l :
6 Rehabilitasi Sosial : melip:ti segala :saha yang -ert:j:an mem:p:k,
memim-ing, dan meningkatkan rasa kesadaran dan tangg:ng jawa-
sosial -agi kel:arga dan masyarakat.
6 Reha-iltasi Ed:kasi : -ert:j:an :nt:k memelihara dan meningkatkan
pengetah:an dan meng:sahakan agar pasien dapat mengik:ti
pendidikan lagi.
6 Reha-ilitasi Vokasional : -ert:j:an menent:kan kemamp:an kerja
pasien serta cara mengatasi penghalang ata: rintangan :nt:k
penempatan dalam pekerjaan yang ses:ai.
6 Reha-ilatasi Kehid:pan Beragama : -ert:j:an mem-angkitkan kesa
daran pasien akan ked:d:kan man:sia di tengah tengah makhl:k
hhid:p ciptaan T:han.









JENIS JENIS NAPZA


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

/,3
TUMBUHANNYA






HER0IN
CANDU






Eryrbroxy eoea BUBUK K0KAIN
( kokaIn)














GANJA
GANJA / HASIS SIAP EDAR


DAFTAR PUSTAKA


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

Ardyansah, AriIin. 2003. Narko-a menjadi s:m-er -encana ka:la m:da. Jakarta:
Prestasi P:staka
Depkes RI. (2000). Pedoman Terapi Pasien Ketergantngan Narkotika dan Zat
Adiktif Lainnya. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Depkes RI. Jakarta.
Depkes RI.(1981) Yang perlu diketahui Generasi Muda Tentang Penyalah Gunaan
Obat. Jilid I (Um:m dan Ganja). Depkes RI. Jakarta
Depkes RI.(1982) Yang perlu diketahui Generasi Muda Tentang Penyalah Gunaan
Obat. Jilid II (Opiat). Depkes RI. Jakarta.
Depkes RI.(1984) Yang perlu diketahui Generasi Muda Tentang Penyalah Gunaan
Obat. Jilid I (Psikotropika dan min:man keras). Depkes RI. Jakarta
Hadiman. (1996). Perlakukanlah Barang Haram Ectasy, Narkotika, dll Seperti
Barang Haram Lainnya, Yayasan Al Washilah. Jakarta.
Margono, Hendy (2002). Gangguan Mental Prilaku Akibat Penggunaan Zat
Psikoaktif. K:mp:lan atatan K:liah Ilm: Keperawatan Jiwa Program
$t:di $1 Ilm: Keperawatan Fak:ltas Kedokteran Universitas Airlangga
$:ra-aya.
Visimedia, (2006). Mencegah Terjer:m:s Narko-a. Jakarta: Visimedia.
Yosep, I., (2007). Keperawatan Jiwa. Band:ng: PT. ReIika Aditama



















%|m Komun|tas Ke|ompok ||
PR0CRAH ß PR0FE8| NER8
FAKUL%A8 |LHU KE8EhA%AN
UN|VER8|%A8 HUhAHA0|YAh 8URAßAYA
ßekerja 8ama 0engan
%|m Pokjakes Rw |V
Ke|urahan Kenjeran , Kec. ßu|ak , 8urabaya
FlN\âlâ0bINââN
NAPZA







NâFlâ INälk0Ilkä, FIlk0Il0þlkä, 0äß läI ä0lkIll
IälßI ä0äIäh 0ähäß/IäI/00äI )äßj 0lIä NäI0k k0 0äIäN
I000h Näß0Ilä äkäß N0Nþ0ßjäl0hl I000h I0l0IäNä
0Iäk/I0I0ßäß Iäläl þ0IäI, I0hlßjjä N0ß)00ä0käß
jäßjj0äß k0I0häIäß llIlk, þIlklI, 0äß l0ßjIl I0IläIß)ä
käl0ßä I0l[ä0l k00läIääß, k0Iäjlhäß I0lIä
k0I0ljäßI0ßjäß I0lhä0äþ NâFlâ
__@¿@ @@_@@
h HEROIN /PUTAU
h kOkAIN / kAkA
h MORVIN / PETIDIN
@_@@ @@_@@
keIumpuhon
erusokon orgon fubuh
menyikso diri koreno menghiIong kon
sifof kefergonfungon
!emurung
!emoroh
$emongof beIojor menurun
enjodi pemoIos
!erkeIohion
riminoIifos
iIo over dosis menimbuIkon kemofion
GEJALA PENYALAHGUNAAN
NAPZA / NARKOBA
Berbicara kacau
Tidak dapat mengendalikan
diri
Tingkah laku seperti orang
mabuk
Kulit lembab dan dingin
Pupil mata menyempit
Gelisah
Sukar tidur
Nafsu makan hilang
F0ß)00ä0
þ0ß)äIähj0ßääß NâFlâ..II
AKTOR INDIVIDU
#ÆaÆ |1C|1 !ÆB| / |0KÆ·|ÆKÆ
K|#Æ1C #ÆaÆ ||#|Æ\Æ ||#|
||#1\Æ!ÆÆ1 ||#| a||ÆB
||*ÆaÆ
|||#|a|, ||MÆa
K|#Æ1C M|MÆBÆM| ÆJÆ#Æ1
ÆCÆMÆ
!||ÆK K|#a|KÆ| !|CÆa !B|
!Æ*Æ#Æ1
âk108 llNkINbâN
k0hINlkâîl âNâk 0âN 081I \b
kI8âNb llk1l
08âNb 1Iâ \âNb 0108l1l8 / 00hlNâN
hI0â0N\â 0l Fl80ll0 NâFlâ
âþäkäh NâFlâ lI0 I


00t. îâF k0N0ßlIäI / NäþIä / N0lI·INhI0 20II

l81lhâN 0lNbâN 1lhâN \b hlNbbINâkâN
NâFlâ
llNbkINbâN îlk0lâ0 \âNb 1l0âk 1l81l
îlk0lâ0 \b 10k â0â 1lhFâ1 / F80b8âh
IN1Ik hlN\âlI8kâN âkâ1 0âN hlNâ1









FlNtlbâ0âN NâFlâ
V kâ1âkâN 1l0âk Fâ0â Nâ8k0â
V 10k00 hâî\â8âkâ1, lîh,Ilâhâ lkl8)â
îâhâ hlNî0îlâllîâîlkâN â0â\â NâFlâ
V hâî\â8âkâ1 0â8Iî 8lîF0Nîl
îlkâF 1l8âlk 0âlâh
hlNb0â0âFl FlN\âlâ0bINââN
NâFlâ / Nâ8k01lkâ
W h0N00llkäß 00k0ßjäß I0tälä l0äIlIIlI, " t0l
häI "
W 0ll " l0ßäl0 " )äßj 0älk
W 0ll k0I0NþäIäß N0N0tähkäß NäIäIäh
W 0ll k0þ0ltä)ääß
W 10llNä I00äjäl lß0l\l00 00ßäIä
W 0l0Iähä N0ß0llNä I0N0äläß hlIäN
FlNâNbâNâN kl1l8bâN1INbâN
NâFlâ
I. 0âl1âîl
h FIlk0I0läþl lß0l\l00äI : N0ßjäIäIl
k0ßlIlk
h k0ßI0Ilßj : N0N0äßI0 þ0N0tähäß
NäIäIäh
h 10läþl k0I0äljä
h FIlk0I0lþl k0I0Nþ0k : I00lh N0ß0llNä
kllIlk è Iäläß
h Ilk00läNä : 0läNä 00lklIäl kllIl
k0hl00þäß
2. 8l0âlll1âîl
h 80hä0 î0IläI : N0 läIä k0Iä0äläß
è 1j )ß0 kIj è NäI)ä
h 80hä0 l00käIl : N0ßj0Iähäkäß
äjäl kI 0þI N0ßjlk0Il þ0ß0l0lkäß
Iäjl
h 80hä0 V0käIl0ßäI : 00Iä[äl
N0ßjäIIl llßIäßjäß 0IN h0þ
h 80hä0 âjäNä : t0läNäh äjäNä,
N0ßäßäNkäß k0N0äIl läIä
00lIäqßä k0þä0ä 10häß \hl





You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->