BAB I SEKILAS TENTANG ILMU PENGETAHUAN

1. Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan. Kalau kita menginginkan sebuah rumusan atau sebuah definisi tentang Ilmu Pengetahuan, tentunya akan susah sekali sebab banyak sekali definisi-definisi tentang ilmu pengetahuan yang diberikan oleh para sarjana sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitiannya masingmasing, sekalipun banyak definisi-definisi namun tidak akan diperoleh sebuah definisi yang lengkap atau sempurna dalam arti kata dapat mencakup semua arti yang terkandung, karena kompleksnya obyek yang bersangkutan dan adanya unsur-unsur subyektif dari sipemberi definisi. Oleh karenanya akan lebih effisiensi dan lebih mudah kalau kita mengetahui dan memahami ciri-ciri pokok dari sebuah Ilmu Pengetahuan. Ada yang mengemukakan bahwa Ilmu Pengetahuan merupakan rangkaian akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan, ada yang menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan adalah suatu pengetahuan yang berdasarkan kenyataan yang sungguh-sungguh terjadi. Dan saya anggap bahwa terbentuk dan tumbuhnya suatu ilmu pengetahuan adalah hasil karya-karya manusia, sehingga saya rangkaikan dalam suatu batasan yang sempit bahwa Ilmu Pengetahuan adalah karya manusia yang berusaha mencari kebenaran tentang pengertian-pengertian yang didasarkan pada obyektivitas, dengan susunan yang sistematis, logis (rational) dan metodis (umum). 2. Kelompok Ilmu Pengetahuan. Banyak sekali ilmu-ilmu yang telah dipelajari dan berkembang di masyarakat, sehingga terkadang kita dibuat bingung mengenai suatu ilmu tertentu termasuk dalam bagian atau kelompok apa. Para ilmuwan 1 (menggunakan metode-metode) serta bersifat universal

mengklasifikasikan Ilmu-ilmu Pengetahuan dalam beberapa kelompok, pengelompokan yang umum adalah mengklasifikasikan Ilmu-ilmu pengetahuan (sciences) sebagai berikut : 1) Natural sciences (Ilmu-ilmu Pengetahuan Alam) Yaitu Ilmu Pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam baik yang hayati mapun yang tidak hayati. Termasuk dalam kelompok ilmu pengetahuan alam antara lain adalah : Biologi, Botani, Kimia, Fisika dan lain-lain. 2) Social science (Ilmu-ilmu Pengetahuan Sosial) Ilmu Pengetahuan yang mempelajari kehidupan bersama manusia dengan sesamanya yaitu kehidupan sosial, termasuk dalam kelompok Ilmu Pengetahuan Sosial antara lain : Budaya, Sosiologi, Sejarah, Politik, Hukum, Ekonomi, dan lain-lain. 3) Humaniora (Ilmu-ilmu Pengetahuan Sosial) Ilmu Pengetahuan yang mempelajari manifestasi-manifestasi sepiritual dari kehidupan bersama manusia, termasuk dalam kelompok Humaniora antara lain : Kesusasteraan, Bahasa, Agama, Filsafat, Kesenian dan lain-lain Di samping pengelompokkan yang didasarkan pada sasaran ilmu penelitian seperti tersebut di atas terdapat pula pengelompokan Ilmu Pengetahuan berikut : 1) Pure Science atau Ilmu Pengetahuan Teoritis, yaitu suatu usaha untuk mengadakan penelitian dalam ilmu pengetahuan dimana penelitian dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi keinginan dan untuk mengetahui lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi. 2) Applied Science atau ilmu pengetahuan praktis, yaitu suatu usaha di mana penelitian dilakukan dengan sadar untuk yang meningkatkan telah diketahui kebahagiaan sebelumnya. 2 manusia dengan dasar-dasar berdasarkan pengalamannya. Pengelompokkan pengetahuan berdasarkan pengalamannya dapat dibagi dua lagi sebagai

3. Sikap Ilmiah Sikap ilmiah adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap ilmuan dalam melakukan tugasnya untuk mempelajari, meneruskan, menolak atau menerima serta mengubah atau menambah ilmu. Dalam karya mengembangkan ilmu, seorang ilmuan harus mengambil sikap batin tertentu, sebagaimana seseorang yang hendak mempelajari dan menghayati suatu ajaran agama, haruslah pula mengambil sikap yang sesuai dengan niatnya. Adapun sikap ilmiah antara lain dapat dicirikan dalam beberapa sifat dibawah ini : a) Obyektif. Yang dimaksud dengan obyektivitas adalah dalam suatu peninjauan yang dipentingkan adalah obyeknya. Pengaruh subyek dalam deskripsi dan analisis sebenarnya diusahakan dilepaskan jauh-jauh, sekalipun disadari tidak mungkin untuk mendapatkan obyektivitas yang absolut, oleh karena ilmu merupakan hasil budaya manusia yang merupakan subyek yang akan memberi pengaruh. Dapat pula dikemukakan, bahwa sifat obyektif dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu adalah bahwa kesimpulan yang diambil dari suatu penelitian tidak tergantung dari faktor-faktor yang subyektif sifatnya seperti faktor kepercayaan, faktor ras, nilai-nilai moral dan presdiposisi politik. Dalam mengadakan penilaian ilmiah secara obyektif, maka sikap suka atau tidak suka, tidak boleh mempengaruhi kesimpulan-kesimpulan. Sikap obyektif dalam bekerja di dunia ilmu adalah sikap yang paling sulit untuk diambil, oleh karena dalam mengambil sikap seperti itu faktor-faktor yang mempengaruhi bukanlah semata-mata faktor-faktor keberanian moril, kejujuran ilmiah seseorang, melainkan faktor-faktor yang terdapat dalam masyarakat ikut pula memberikan pengaruhnya terhadap sikap obyektif seseorang ilmuwan. b) Sikap serba Relatif. 3

Sikap ilmiah yang kedua yang dikembangkan adalah sikap serba relatif. Di atas telah dikemukakan bahwa ilmu tidak mempunyai tujuan untuk mencari dasar-dasar, azas atau prinsip-prinsip kenyataan. Ilmu tidak mempunyai maksud untuk mencari kebenaran yang mutlak. Ilmu mendasarkan kebenaran-kebenaran ilmiahnya atas beberapa postulat, yang harus apriori telah diterima sebagai suatu kebenaran. Malah teoriteori dalam ilmu sering digugurkan oleh teori-teori yang lain. Dan boleh dikatakan bahwa tujuan penelitian ilmu terutama adalah menggugurkan teori-teori yang sebelumnya telah diterima untuk mendapatkan kebenaran yang paling menjurus kearah pencapaian kebenaran. Salah satu kelemahan teori ilmu-ilmu sosial adalah teori ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu, tetapi sebaliknya juga tidak dapat begitu saja disalahkan. Berbeda dengan ilmu pengetahuan alam yang masih dapat menguasai obyek penyelidikannya dalam labolatorium, ilmu-ilmu sosial tidak mempunyai labolatorium bagi penelitian yang dapat dikuasai sepenuhnya. Oleh karena itu teori-teori dalam ilmu sosial lebih mudah untuk mendapatkan koreksi yang kritis. Dan seharusnyalah apabila seseorang ilmuwan itu harus selalu bersifat kritis, malah harus bersifat skeptis yaitu sikap yang dapat disebut sebagai sikap ilmiah yang ketiga yang akan dijelaskan dibawah ini. c) Sikap skeptis atau sikap ragu-ragu. Yang dimaksud dengan sikap skeptis adalah sikap untuk selalu ragu-ragu terhadap pernyataan-pernyataan yang belum cukup kuat dasardasar pembuktiannya. Ini tidak berarti bahwa setiap ilmuwan harus meragukan segala-galanya. Dan secara filsafat orang meragukan segalanya. Yang dimaksud dengan sikap skeptis disini adalah, bahwa setiap ilmuwan harus selalu hati-hati, harus teliti dalam memberikan penilaian dan pernyataan ilmiah. Sikap untuk selalu bersifat skeptif inilah yang biasanya menyebabkan seorang ilmuwan bersikap kritis terhadap 4

Bekerja dalam bidang ilmu adalah bekerja secara sistematis yang dimulai sejak awal serta mengikuti jalan yang tidak dapat dilakukan dengan loncat-loncat. tetapi bahasa yang jernih. tidak menggambarkan perasaan peneliti yang mengaburkan pengertian.segala sesuatunya dan orang-orang ilmiah besar biasanya hidup tersendiri secara intelektual. Sering puluhan bahkan ratusan kali percobaan harus dilakukan. adalah sikap utama seorang ilmuwan. tidak dapat dilakukan secara diagonal. sampai pada halaman yang terakhir. Membuat percobaan-percobaan dalam laboratorium tidak selalu sekali jadi. d) Kesabaran Intelektual Mampu menahan diri dan kuat untuk tidak menyerah kepada tekanan agar dinyatakan mempunyai pendirian ilmiah karena belum selesai dan belum cukup lengkap hasil penelitiannya. Sekiranya tidak dihubungkan dengan sikap ilmiah. mengklasifikasikannya dan mengana-lisanya merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan kecermatan. f) Sikap yang tidak memihak pada etnik. e) Kesederhanaan berbahasa. terang dan jelas. bahasa yang vulgar. sikap sederhana adalah sikap yang baik untuk dimiliki setiap orang. Bahasa sederhana bukan berarti bahasa yang kacau. Bekerja dalam bidang keilmuwan harus disertai dengan jiwa yang penuh dengan kesabaran. Mengumpulkan data yang relevan. sehingga mencapai hasil yang dikehendaki. Bahasa ilmiah adalah bahasa yang sederhana. maka penjelasan lain tidak diperlukan lagi. Jika suatu fenomena bisa diterangkan secara rinci oleh suatu penjelasan. Membaca sebuah buku harus dimulai dari permulaan halaman demi halaman. yang disebabkan simpang siurnya kalimat. 5 .

Seorang ilmuan dalam menjalankan pekerjaan dalam bidang kailmuan sebagaimana adanya tidak mempunyai preferensi politik. Dalam mengambil sikap yang berhubungan dengan issue-issue tersebut tentunya seorang ilmuwan terdiri atas dasardasar etnik tertentu. Seorang ilmuan tidak dibenarkan untuk mengadakan diskriminasi terhadap fakta-fakta dan memilih dalam penyusunan teori-teorinya tentang faktafakta yang disenangi saja. BAB II PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA 6 . Baginya semua fakta boleh dikatakan suci. religius dan moral. Dalam pada itu sebagai seorang warga negara dia mempunyai tanggung jawab dan sering harus mengambil sikap terhadap beberapa issue yang bersifat nasional. para filsuf dan ilmuwan.Masalah hubungan antara ilmu dan etnik adalah masalah yang telah banyak perhatian para cendikiawan. Sikap tidak memihak pada etnik dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan adalah pernyataan bahwa ilmu tidak memiliki tujuan dan tugas untuk membuat penilaian tentang apa yang baik dan apa yang buruk. artinya dia tidak dibenarkan memutar balikan fakta. melainkan ilmu mempunyai tugas untuk mengemukakan apa yang salah dan apa yang benar secara relatif.

Manusia sebagai makhluk yang berpikir dibekali hasrat ingin tahu terhadap benda dan semua peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Berbeda dengan hewan. Pada hakikatnya. kemauan yang lebih baik dan lain-lain. bahkan juga ingin tahu terhadap dirinya sendiri. perkembangan pikiran manusia didasari dari dorongan rasa ingin tahu dan rasa ingin memahami serta ingin memecahkam masalah yang dihadapi. Hewan hanya mempunyai instink untuk mempertahankan dan melangsungkan hidupnya dan bersifat tetap. Makhluk yang bernama manusia memiliki ciri yang khusus yang tidak dimiliki oleh makhluk lain (hewan dan tumbuhan). dan kemauan) jauh lebih kuat. Berawal dari hal ilmiah. Hal ini terbukti.1. rasa ingin tahu. Bila dibanding dengan makhluk lain. akhirnya manusia dapat mengumpulkan pengetahuan. Walaupun manusia tidak dapat berenang seperti buaya atau terbang seperti burung atau tidak mampu mengangkat benda yang berat seperti gajah. tetapi manusia mampu menjadi makhluk yang paling maju dan paling kuat dibanding dengan makhluk lain. tubuh manusia lebih lemah. budi. Tetapi rohaninya (akal. 7 . mereka tidak memiliki rasa ingin tahu seperti manusia. Ciri-ciri tersebut adalah bahwa manusia memiliki: akal budi. Dengan pertolongan akal budinya manusia menemukan berbagai cara untuk melindungi dirinya terhadap pengaruh lingkungan yang merugikan. Manusia ingin memahami dan mencari jawaban tentang alam besar (makrokosmos) maupun alam kecil (mikrokosmos). saat ini manusia telah mampu menguasai dunia dan hewan. Ciri Manusia. Itu semua dapat terjadi karena hanya manusia yang memiliki akal budi dan kemauan yang keras.

Penalaran dan Cara-cara Memperoleh Pengetahuan. 2. Come (1798-1857). Menurut A.A. melanjutkan penyelidikan yang pernah dilakukan orang lain. Kegagalan yang dialami manusia tidak akan membuat putus asa. Rasa ingin tahu pada manusia terus berkembang seakan tidak ada batasnya. manusia Hal ini mengakibatkan perbendaharaan pengetahuan semakin bertambah. kehidupan atau kematian. Van Peursen. Tahap filsafat atau tahap abstrak c.Rasa ingin tahu pada manusia tidak sama. yaitu: a. b. Kebutuhan praktis dalam hidupnya sehari-hari seperti bercocok tanam atau membuat peralatan untuk berburu. Mitos Menurut C. tidak saja meliputi kebutuhan. nirwana atau akhirat. Tahap positif atau tahap ilmu. dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: menyelidiki sendiri pada suatu kejadian. tetapi pengetahuan manusia juga berkembang sampai kepada hal-hal yang menyangkut keindahan. tahap perkembangan manusia ada tiga. yang isinya menggambarkan lambang kebaikan atau kejahatan. Manusia melakukan kegiatankegiatan yang dianggap dapat memecahkan persoalan yang dihadapi. bahkan akan membangkitkan semangat yang lebih besar untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Cerita tersebut disebarkan lewat pertunjukan wayang atau taritarian. mitos adalah suatu cerita yang memberikan pedoman atau arahan tertentu kepada sekelompok orang. bekerja sama dengan orang lain yang juga memecahkan masalah serupa. Tahap teologi atau tahap metafisika atau tahap fiktif. 8 . A. dan lain sebagainya. Mitos. dosa atau penyucian.

orang-orang dulu menganggap bahwa ular penunggu gunung api sedang marah serta memukul-mukulkan ekornya sehingga terjadi getaran yang hebat. Contoh : . disebut berpikir secara irasional. Pada tahap ini manusia masih tetap mencari sebab utama dan tujuan terakhir dari suatu kejadian seperti pada tahap teologi. 9 . . manusia menyusun pengetahuan untuk memuaskan rasa ingin tahunya dengan jalan membuat cerita yang selalu dihubungkan dengan kekuatan-kekuatan gaib.Pada saat rumah-rumah bergetar dengan mendadak (orang awam mengatakan ada lindu). Mereka menganggap setiap kejadian adalah kehendak para dewa. Tahap Filsafat atau Tahap Abstrak.Gerhana bulan di sangka terjadi karena bulan dimakan raksasa. tetapi lebih percaya pada akal pikirannya sendiri dalam mencari jawaban atas suatu kejadian. Mencari jawab atas masalah dengan cara menghubungkan dengan makhluk-makhluk gaib seperti di atas. Tahap Teologi atau tahap Metafisika atau tahap Fiktif. lewat cerita itu mereka merasa aman dan yakin akan terhindar dari kemarahan para dewa. maka jika terjadi gerhana bulan. .a.Pada saat ada kilat dan petir. agar raksasa itu takut dan memuntahkan bulan itu lagi. mereka memukul benda-benda apa saja yang dapat berbunyi. c. Tahap Positip atau Tahap Ilmu. Bedanya hanya manusia tidak lagi menyandarkan diri pada kepercayaan kekuatan gaib. b. Pada tahap ini. Sehingga pengetahuan yang diperolehnya belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Menurut keyakinannya raksasa akan takut mendengar bunyi-bunyian. dianggap terjadi karena ada dewa yang menunggang ular naga sedang bertempur di angkasa raya.

dan premis minor. Jika salah satu dari ketiga hal itu salah. Penalaran deduktif adalah cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penalaran deduktif dipelopori oleh kaum rasionalis. Proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan yang benar ini disebut penalaran. Namun dalam kenyataan sering terjadi. B. Kedua pernyataan itu disebut premis mayor. untuk membuat penalaran deduktif harus dimulai dengan pernyataan yang sudah pasti kebenarannya. Penarikan kesimpulan secara deduktif ini menggunakan pola berpikir yang disebut silogisme. Jadi jelas. Kesimpulan penalaran deduktif diperoleh dari kedua premis tersebut. Masalah utama dalam membuat penalaran deduktif yaitu kesulitan untuk memastikan 10 . Ani juga bernafas (kesimpulan) Kebenaran kesimpulan yang diambil tergantung dari kebenaran premis yang dipakai dan kebenaran penarikan kesimpulan. gagasan yang menurut seseorang cukup jelas dan dapat dipercaya tetapi tidak dapat diterima oleh orang lain. berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya yang dikembangkan secara positif melalui pengamatan. a. Silogisme terdiri atas dua buah pernyataan yang disebut kesimpulan. Penalaran Deduktif (rasionalisme). Contoh: Semua makhluk hidup bernafas (premis mayor) Ani adalah makhluk hidup (premis minor) Jadi.Pada tahap ini manusia telah mampu berpikir positif dan nyata. percobaan dan membandingkan. maka kesimpulan yang dihasilkan juga akan salah. Penalaran Berpikir adalah suatu kegiatan untuk menemukan suatu pengetahuan yang benar.

Harus dibuat garis pemisah yang jelas antara dugaan dan fakta. Dengan demikian akan dapat dibuat kesimpulan dari berbagai kasus yang terjadi. tembaga. Dapat dibuat kesimpulan secara umum bahwa semua logam jika dipanaskan akan bertambah panjang.Gajah bernafas. Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan gejala-gejala yang bersifat khusus. adanya kesamaan. kancil bernafas.kebenaran premis-premis yang digunakan. karena penalaran deduktif adalah tidak adanya kesepakatan dari semua pihak terhadap pengetahuan yang diperoleh. akan diperoleh pengetahuan tentang gejala itu. Kelemahan penalaran induktif adalah tidak dapat diandalkan karena kelemahan panca indera. Dalam membuat penalaran induktif ini. Dapat dibuat kesimpulan bahwa semua hewan bernafas.Logam. Penalaran induktif dipelopori oleh kaum empirisme. gejala alam bersifat nyata dan dapat ditangkap panca indera manusia. Menurutnya pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang diperoleh langsung dari pengalaman nyata. 11 . . Menurut paham empirisme. Mungkin akan ditemui sifat-sifat tertentu. burung bernafas. Penalaran Induktif (Empirisme). adanya ulangan ataupun adanya keteraturan dalam pola-pola tertentu. jika dipanaskan akan bertambah panjang. Mereka mengembangkankan pengetahuan berdasarkan pengalaman yang nyata. fakta yang didasarkan pada pengamatan tidak boleh dicampur-adukkan dengan dugaan atau pendapat orang yang melakukan penalaran. alumunium. dan harimau bernafas. Contoh: . besi. Dari pengamatan secara sistematis dan kritis atas gejala-gejala yang dimaksud. b.

Wahyu Wahyu adalah pengetahuan yang berasal dari Tuhan yang diberikan kepada manusia melalui utusan Tuhan (Nabi). b. Contoh: Seseorang yang sedang memusatkan pikirannya untuk memecahkan masalah tetapi. c. Intuisi Intuisi adalah kegiatan berpikir yang tidak wajar. tidak menemukan jawabannya. tiba-tiba timbul jawaban yang tepat pada saat ia tidak memikirkannya lagi. bukanlah hasil kegiatan berpikir. Cara-cara tersebut 12 . memperoleh pengetahuan. artinya bahwa seseorang terkadang tidak terfokus untuk memikirkan sesuatu tetapi tibatiba muncul pemikiran yang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Cara Memperoleh Pengetahuan Dalam adalah: a. Dengan wahyu manusia memperoleh pengetahuan dengan keimanan (keyakinan/kepercayaan) bahwa yang di wahyukan tersebut benar adanya. Tetapi ia tidak bisa menjelaskan bagaimana sampai pada pemecahan masalah tersebut. 3.Contoh: Tongkat lurus yang sebagian terendam dalam air dan akan terlihat bengkok. dengan tujuan agar manusia dapat selamat di dunia sampai di akhirat. manusia selain memakai penalaran juga memakai cara-cara yang tidak sehat. Perasaan Pengetahuann yang dihasilkan dengan jalan merasa. yang berisi perintah dan larangan untuk manusia. Tentu saja pengetahuan yang diperoleh dengan merasakan belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

pada zaman kuno. karena membutuhkan waktu yang lama dan hasilnyapun belum dapat dipertanggungjawabkan. Cara ini tidak efisien.d. Trial and Error Trial and Error adalah cara mendapatkan pengetahuan dengan jalan coba-coba yang bersifat untung-untungan. BAB III MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL 1. cara ini banyak dipakai orang untuk mendapatkan pengetahuan. Manusia dan Perlengkapannya. 13 .

J. tingkah laku yang teratur dan sebagainya. barang-barang konsumsi yang menyenangkan dan sebagainya 14 . Soediman Kartodiprodjo. Telah ada kesepakatan pendapat dari sosiolog seantero jagad bahwa “manusia adalah mahluk sosial” mahluk yang selalu hidup bersama dengan sesamanya. yang halus. Dr. Itulah sebabnya manusia mampu membuat ige/gagasan. Aspek ekonomis bahwa manusia dengan menurunkan tangannya kedalam alam jasmani dapat merubah barang-barang sehingga berguna untuk kehidupan manusia. kultural. manusia menghidup dalam alam jasmanidan rohani. Aspek kultural bahwa manusia merokhanikan diri dengan dan dalam menjasmanikan diri. peralatan yang sempurna. berkarya dan dan mewujudkan ide tersebut dalam bentuk benda-benda yang diperlukan dalam kehidupan manusia.Telah disinggung bahwa sasaran penelitian sosial adalah masyarakat. Pengertian manusia luas sekali (dapat diartikan dan sebagainya) dan sebagai pedoman dalam membicarakan manusia dalam pengertian sosiologi akan dikemukakan unsur-unsur yang terdapat pada istilah manusia menurut Prof. peradaban dan aspek teknik. Drijarkara. b. jadi masyarakat adalah pergaulan hidup manusia secara umum. Menurut Prof. artinya ”lingkungan sosial” atau “pergaulan hidup manusia”. Adapun penggabungan alam jasmani dan rohani kepada manusia itu akan mewujud dalam empat aspek. pakaian yang baik. N.dan menurut Prof. Bentuk-bentuk peradaban manusia diluar tingkah lakunya tercermin pada bangunan-bangunan yang indah. Drijarkara S. Aspek peradaban maksudnya bahwa keadaan dan peradaban diwujudkan pada diri manusia dalam tingkah lakunya dan dunia luar yang dibentuk oleh peradaban yang melekat pada diri manusia sendiri seperti cara-cara pergaulan yang sopan. c. yaitu : Aspek ekonomis. a.

pada perkembangan-perkembangan selanjutnya sekalipun ada kemajuan tetapi masih tetap terbelakang dibanding anak-anak lainnya yang sejak kecil bergaul dengan keluarga dan lingkungannya. Realitas ini mula-mula dicetuskan oleh salah satu filosuf besar Aritoteles pada tahun 300 SM mengucapkan bahwa manusia adalah suatu “zoon politikon” yang diartikan sebagai manusia itu suatu makhluk sosial artinya bahwa manusia itu mempunyai sifat untuk mencari kumpulannya dengan sesamanya manusia. juga tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Setelah dirawat 9 bulan dalam rumah sakit. pada bukunya yang berjudul “Extreme Isolation of child. 15 . tidak pernah ada yang menyangkal. sehingga sosiolog manapun sependapat bahwa manusia adalah makhluk sosial. Bahwa manusia selalu hidup dalam suatu pergaulan hidup. 2. karena dilahirkan tidak sah. bahkan beberapa ilustrasi menunjukkan bukti-bukti bahwa manusia tidak dapat hidup terlepas dari kelompok pergaulannya. Dia baru ditemukan setelah berusia 5 tahun dalam keadaan yang apatis sekali. American Journal Sosiology” yang menggambarkan riwayat seorang anak yang bernama Anna yang disembunyikan oleh ibunya diatas loteng sebuah rumah orang tani yang letaknya terpencil. mampu menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan bermasyarakat. sebagai kehendak “Sang Pencipta” yang telah memberikan perlengkapan “rukun” yang merupakan fakta. tidak bersuara dan tidak memperlihatkan emosi apapun. mulailah bisa ketawa dan memperhatikan pengasuh-pengasuhnya tetapi belum dapat berdiri tanpa bantuan.d. Dengan demikian manusia mampu memilih dan memilah kegiatan dan karya seperti apa yang harus dilakukan dan diciptakan. Manusia adalah makhluk sosial. Fakta bahwa manusia adalah makhluk sosial. Seperti gambaran laporan Davis mengenai The Faralman (Manusia Terpencil). Aspek teknik artinya bahwamanusia dengan kegiatannya.

Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness dan karena itu manusia juga disebut social animal (= hewan sosial .Juga penemuan-penemuan anak-anak yang dicuri dan kemudian dipelihara Serigala didesa-desa pedalaman India. gajah dan sebagainya. menunjukkan ketidak normalannya sebagai akibat tidak bergaul dengan sesama manusia. manusia harus hidup berkawan dengan manusia lain dan pergaulan tadi mendatangkan kepuasan bagi jiwanya. dia tak akan dapat hidup sendiri. yaitu akal pikiran. walaupu tanpa induknya. berjalan. hujan dan udara dingin. Akan tetapi manusia diberi alat-alat untuk bertahan yang sangat ampuh dan istimewa. jadi sejak lahir manusia berhubungan dengan manusia lainnya. mampu utnuk mencari makan sendiri. keledai dan kuda sanggup diudara dingin tanpa pakaian. maka terjadi gangguan dalam perkembangan jiwanya. Apabila manusia hidup sendirian. harus diajar makan. Akal pikiran tersebut tak dapat langsung digunakan sebagai alat hidup. Seekor anak ayam misalnya. Manusia tak mungkin tahan sehingga dengan menggunakan daya pikirannya dia menciptakan pakaian untuk melindungi diri terhadap terik matahari. Hewan-hewan seperti sapi. Bayi misalnya. hewan yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama) 16 . Manusia tanpa manusia lain pasti akan mati. akan tetapi dapat digunakan untuk mencari alat-alat materiil yang diperlukan untuk kehidupan. Memang apabila manusia dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. seperti hewan. Lagi pula manusia tidak dikaruniai Tuhan alat-alat fisik yang kuat untuk hidup sendiri sebagaimana binatang. bermain-main dan lain sebagainya. misalnya dalam keadaan terkurung didalam sebuah ruangan tertutup sehingga dia tak dapat mendengarkan suara orang lain atau tak dapat melihat orang lain. Dalam menghadapi alam sekeliling. demikian pula hewan-hewan lain seperti kucing anjing harimau.

perasaan dan kehendaknya. Reaksi tersebutlah yang menyebabkan tindakan seseorang menjadi bertambah luas. alam akan kejam dan sebagainya. Mengapa ? Oleh karena ssejak dilahirkan. 17 . Di laut manusia akan menjadi nelayan untuk menangkap ikan. pakaian dan lain-lain. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekitarnya yaitu masyarakat 2. maka harus memenuhi beberapa syarat tertentu yaitu : a. dengan menggunakan akalnya. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam disekelilingnya Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut diatas. manusia menggunakan pikiran. agar badanya tetap sehat. Didalam menghadapi alam sekelilingnya seperti udara yang dingin. maka manusia menciptakan rumah. manusia sudah mempunyai dua keinginan pokok yaitu : 1. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong menolong.Didalam hubungan antara manusia dengan manusia lain yang paling penting adalah reaksi yang timbul akibat hubungan-hubungan tadi. apabila alam sekitarnya hutan maka manusia akan berburu untuk mencari makanannya. Untuk dapat dikatakan kelompok sosial. Kesemuanya itu akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial atau social-group didalam kehidupan manusia ini karena manusia tidak mungkin hidup sendiri. Didalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kencenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakan-tindakan orang lain. Manusia juga harus makan. untuk itu ia dapat mengambil makanan sebagai hasil dari alam sekitarnya. Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan. Misalnya berwujud pujian atau celaan yang kemudian merupakan dorongan bagi tindakan-tindakan berikutnya.

kelompok pemilik kendaraan bermotor dan lain-lain. Sebagai contoh untuk menetapkan pertahanan wilayah ditentukan kelompok anak-anak. kelompok sosial dan kelompok asosionil. organisasi maka kelompok statistik tidak dikenal oleh kriteria ini. interaksi sosial. c. Sekalipun banyak sosiolog tidak menganggap bahwa kelompok statistik itu sociologically significant karena tidak memenuhi kriteria tersebut. ideologi politik yang sama dan lain-lain. Macam-macam Kelompok Sosial Dalam tulisan-tulisan. sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. wanita kelompok pemuda. yang terpenting ada 4 kelompok yaitu kelompok statistik. Kalau sekiranya kelompok statistik ini diukur dengan kriteria yang diberikan oleh sosiologi. Contoh lain untuk pelaksanaan serta penyebaran klinik-klinik Keluarga berencana perlu mengetahui 18 . Berstruktur. kepentingan yang sama. berkaidah dan mempunyai pola perilaku. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan lainnya dalam kelompok itu. tujuan yang sama. Biasanya tidak sadar bahwa mereka termasuk kelompok statistik. a. kerapkali kita jumpai adanya penggunaan kata kelompok dirangkaikan dengan kata lain. sehingga sebenarnya bukan sebuah kelompok. 3.b. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu. namun pengelompokan ini akan besar manfaatnya dalam memperoleh data dalam suatu penelitian ilmiah yang berdasarkan statistik. Kelompok statistik (Statistica Group) Kelompok ini dibentuk oleh ahli statistik dan ahli sosiologi untuk kepentingan penelitian anggota-anggota masyarakat yang dikelompokkan. Faktor tersebut dapat merupakan nasib yang sama. bahwa kelompok harus mencerminkan adanya kesadaran kelompok. d. kelompok sosieta. orang tua.

Kelompok Societa (Societal Group) Kelompok mencerminkan adanya kesadaran berkelompok yang mungkin dikarenakan adanya kesadaran bahwa mereka sejenis. Lembaga-lembaga pendidikan dan lain-lain. kulit. Kelompok Asosiasional (Assosiation Group) Kelompok ini adalah suatu kelompok yang terorganisasikan dan memiliki struktur yang formal dimana terdapat kesadaran dan persamaan interes atau keinginan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu sehingga dalam kelompok ini nampak adanya persamaan jenis interes tertentu. Sebagai contoh misalnya perkumpulan-perkumpulan olah raga. d. seperti tanda-tanda persamaan warna. Dalam kelompok sosial ini terdapat adanya persamaan-persamaan jenis dan interaksi sosial. 19 . umur. c. kelompok wanita yang telah bersuami. interaksi sosial dan berorganisasi. seks dan lain-lain. kenalan. Yang dimaksudkan sosial disini adalah sosial. kelompok perawat. kelompok agama yang fanatik. Contoh : tetangga. Adapun tanda-tanda persamaan biasanya tampak secara visual dan mudah diketahui.kelompok dokter. Demikian seterusnya. teman-teman sepermainan dan lain-lain. b. Kelompok ini sadar akan adanya persamaan jenis atau identitas unsur-unsur yang sama yang dimiliki oleh semua anggota kelompok. Angkatan Perang. komunikasi dan interaksi sosial. tidak perlu diketahui motivasi yang mendorong terbentuknya kelompok tersebut. Kadang-kadang tidak jelas batas-batas antara kelompok-kelompok asosionil ini. Kelompok Sosial (Social Group) Kelompok yang anggotanya mengadakan relasi dan interaksi sosial.

Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggotaanggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Bentuk Gesselschaft ini terutama terdapat didalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik. Di Indonesia oleh Prof. Sebaliknya Gesellschaft. Gemeinschaft dan Gesellschaft Pada tahun 1987 terbitlah sebuah karya ilmiah yang akan menempatkan sosiolog Jerman Ferdinand Tonnies pada kedudukan yang penting sekali dalam sejarah pertumbuhan sosiologi. Djojodiguno disebut dengan istilah “paguyuban” untuk gemeinschaft dan “patembayan” untuk gesselschaft. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan.Dari klasifikasi kelompok-kelompok tersebut diatas yang akan dianalisa selanjutnya adalah kelompok-kelompok sosial dan kelompok asosionil. misalnya ikatan antara pedagang. manusia sebagaimana atau hewan. merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek. 4. bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka (imaginary) serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin. bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek . rukun tetangga dan lain sebagainya. kelompok kekerabatan. organisasi dalam suatu pabrik atau industri dan lain sebagainya. Karya tersebut berjudul “Gemeinschaft und Gesselschaft” yang diterjemahkan dengan istilah Belanda “Gemeinschaft dan Maatschappij” (persekutuan hidup dan organisasi kemasyarakatan). 20 . dapat Bentuk diumpamakan dengan organ tubuh Gemeinschaft terutama akan dapat dijumpai didalam keluarga. kehidupan tersebut dinamakan juga bersifat nyata dan organis.

sedangkan menjelamakan Tonnies tidak hanya memandang kedua bentuk tersebut sebagai suatu bentuk yang statis. Keadaan atau struktur demikian oleh Durkheim disebut struktur yang mekanis. Kurwille tertentu dan yang rasional sifatnya. maka kepentingan-kepentingan individual berada diatas kepentingan hidup bersama. Wesenwille adalah bentuk kemauan yang dikodratkan. dapat diperbandingkan dengan pandangan-pandangan seorang sosiolog Perancis Emile Durkheim yang mengambil sebagai dasar pembagian kerja dalam masyarakat. unsur-unsur kehidupan lainnya hanyalah gemeinschaft. Dengan demikian. akan tetapi dia juga menganggapnya sebagai bentukbentuk perkembangan yang dalam garis besarnya menentukan pokokpokok perkembangannya (Kurwille). Masyarakat secara keseluruhannya mempunyai kedudukan yang lebih penting daripada individu. terhadap tujuan-tujuan mana. dengan bentuk kemauan asasi dari manusia. Didalam Wesenwille perasaan dan akal merupakan kesatuan dan kedua-duanya terikat pada kesatuan hidup yang alamiah dan organis. apabila ada seseorang anggota yang dikeluarkan. Kurwille adalah bentuk kemauan yang dipimpin oleh cara berpikir yang didasarkan pada akal. Sebaliknya. yaitu yang dinamakan Wesenwille dan Kurwille. Wesenwille selalu selalu menimbulkan geselschaft.Tonnies menyesuaikan kedua bentuk kehidupan bersama manusia yang pokok tersebut diatas. Kurwille tersebut adalah kemauan yang ditujukan pada tujuan-tujuan berfungsi sebagai alat belaka. Sebaliknya adalah keadaan dalam masyarakat-masyarakat 21 . Pada masyarkat-masyarakat kurang menonjol. desa perbedaan kedudukan kepandaian pada umumnya secara sehingga anggota-anggotanya individual tak begitu penting. maka hal itu tak begitu terasakan. yang timbul dari keseluruhan kehidupan alami. Ajaran Tonnies mengenai Gemeinschaft dan Gesellschaft. Orang menjadi anggota suatu gesellschaft karena dia mempunyai kepentingan-kepentingan secara rasional. Dari sudut pembagian kerja.

Didalam sebuah Gemeinschaft terdapat suatu “Common will”. c. didalam setiap masyarakat selalu dapat dijumpai salah satu diantara tiga tipe Gemeinschaft. maka pertentangan tersebut tidak akan dapat dibatasi dalam suatu hal saja.yang komplek dimana telah diadakan spesialisasi bagi anggotanya masingmasing. artinya hubungan menyeluruh yang mesra sekali. oleh karena pertentangan tersebut akan menjalar kebidang-bidang yang lain. sehingga suatu persoalan dapat dilokalisir.struktur tadi oleh Durkheim disebut suatu struktur yang organis. Pertentangan-pertentangan yang terjadi antara anggotaanggotanya dapat dibatasi pada bidang-bidang tertentu. Hal itu disebabkan karena hubungan yang menyeluruh antara anggota-anggotanya. yaitu khusus untuk beberapa orang saja. Private. Apabila terjadi pertentangan antara anggota-anggota suatu Gemeinschaft. Menurut Tonnies. Tak mungkin suatu pertentangan yang kecil dibatasi. sehingga setiap golongan tak akan dapat hidup secara tersendiri. Intimate. Oleh Tonnies dikatakan bahwa suatu Gemeinschaft mempunyai ciri pokok : a. b. karena apabila salah satu bagian rusak. ada suatu pengertian (understanding) serta kaidah-kaidah yang timbul dengan sendirinya dari kelompok tersebut. Timbullah keahlian masing-masing. Exclusive. artinya bahwa hubungan tersebut hanyalah untuk “kita” saja dan tidak untuk orang-orang diluar “kita”. Keadaan yang agak berbeda akan dijumpai pada Gesellschaft dimana terdapat “public life” yang artinya adalah bahwa hubungannya bersifat untuk semua orang. yaitu : 22 . artinya hubungan bersifat pribadi. maka organisme tersebut akan macet. batas-batas antara “kami” dengan “bukan kami” kabur. Keadaan demikian dapat disamakan dengan bagian-bagian suatu organisme yang merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Sebagai analisa selanjutnya. karena ideologi yang sama. dengan Gemienschaft dan Gesellschaft dilain pihak. contoh Rukun Tetangga. Rukun Warga. Gemeinschaft by blood. yang merupaka suatu gemeinschaft yang terdiri dari orang-orang yang walaupun tidak mempunyai hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdekatan akan tetapi mereka mempunyai jiwa dan pikiran yang sama. lebih besar manfaatnya Gemeinschaft of blood. Gemeinschaft of place seperti RT dan RW tak begitu banyak kegunaannya. Gemeinschaft yang semacam ini biasanya ikatannya tidaklah sekuat Gemeinschaft by Blood. tergantung dari bentuk masyarakat itu sendiri. b. merupakan bentuk yang dicita-citakan oleh manusia yang oleh Max Weber dinamakan Ideal-Typus oleh karena dalam kenyataan seharihari. dapatlah dibandingkan anatar primary group dan secondary group di satu pihak. Di Jakarta misalnya terutama didaerah elit. masyarakat selalu memperlihatkan bentuk campuran antara Gemeinschaft dan Gesellschaft.a. Arisan. orang akan lebih mempunyai kecenderungan untuk tolong-menolong dengan keluarganya (walaupun tempat tinggalnya berjauhan) daripada mengadakan hubungan dengan tetangganya. contoh keluarga. Mereka prihatin melihat masyarakat modern yang 23 . yaitu suatu gemeinshatf yang terdiri dari orangorang yang berdekatan tempat tinggalnya sehingga dapat saling tolongmenolong. c. Buah pikiran Tonnies mengenai bentuk-bentuk kehidupan bersama tersebut. Baik Tonnies maupun Cooley terpengaruh oleh aliran romantik yang mendambakan kehidupan bersama yang rukun dan damai sebagaimana yang dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat yang masih sederhana. kelompok kekerabatan. Gemeinshaft of place. yaitu gemeinschaft yang merupakan ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan. Mana yang paling menonjol diantara bentuk diatas. Gemeinschaft of mind.

Tonnies lebih mementingkan kaidah-kaidah dan kebiasaan-kebiasaan dalam kelompok sosial. persatuan sarjana dan sebagainya. sehingga dalam suatu Gemeinschaft misalnya dapat timbul primary group maupun secondary group secara berdampingan 5. Formal Group disebut juga Assosiation. hal mana sekaligus berarti suatu pembatasan tugas dan wewenang baginya. Anggota-anggotanya mempunyai tertentu sebagaimana telah diatur. sehingga mereka menggambarkan masyarakat sederhana sebagai bentuk ideal yang terlalu dibesar-besarkan. perhimpunan wanita. 24 . Kelompok Sosial yang Tidak Teratur. Formal Group adalah untuk kelompok-kelompok mengatur hubungan yang mempunyai misalnya kedudukan peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya iuran dan antara. Formal Group dan Informal Group. Clique tersebut ditandai dengan adanya pertemuan-pertemuan timbal balik antara anggota-anggotanya. misalnya perkumpulan pelajar. Informal Group tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti.telah goyah dan pudar norma-normanya. biasanya hanya bersifat “antara kita” saja. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuanpertemuan yang berulang kali menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama. Cooley lebih mementingkan azas kerukunan dan saling kenal-mengenal antara perseorangan. pemungutan uang sebagainya. Suatu contoh lain adalah clique yang merupakan suatu kelompok kecil tanpa struktur formal yang sering timbul dalam kelompok-kelompok besar. 6. peraturan-peraturan untuk memilih seorang ketua.

Setiap kenyataan adanya manusia berkumpul. interaksi didalamnya bersifat spontan dan tidak terduga. misalnya di terminal bus kesadaran akan adanya orang lain telah membuktikan bahwa ada semacam ikatan sosial. Tidaklah mudah untuk menerima suatu pendapat yang mengatakan bahwa sekumpulan manusia semata-mata merupakan suatu koleksi dari manusia-manusia secara fisik belaka. Kesadaran tersebut menimbulkan peluang-peluang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain yang berada ditempat yang sama. Identitas sosial seseorang akan tenggelam 25 . adalah kehadiran orangorang secara fisik. ia dapat mempunyai pimpinan tetapi tidak mempunyai sistem pembagian kerja maupun sistem pelapisan sosial. kedua. publik dan sebagainya. Kerumunan. orang-orang yang hadir dan terkumpul mempunyai kedudukan sosial yang sama. setelah orang-orang bubuar. maka akan dibicarakan mengenai kelompok sosial yang tidak teratur serta bentuk-bentuknya. Suatu ukuran utama adanya kerumunan. Kerumunan tersebut segera mati. akan tetapi juga karena adanya pusat perhatian yang sama. a. Artinya bahwa pertama.Setelah membicarakan kelompok-kelompok sosial yang teratur. Suatu kelompok manusia tidak hanya tergantung pada adanya interaksiinteraksi. Oleh karena itu kerumunan merupakan suatu kelompok sosial yang bersifat sementara (temporer) Kerumunan jelas tidak terorganisir. sampai batas-batas tertentu juga menunjuk pada adanya suatu ikatan sosial tertentu. Walaupun mereka saling berjumpa dan berada di satu tempat secara kebetulan. Secara garis besar kelompok sosial yang tidak teratur dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu kerumunan dan publik. Sedikit banyaknya batas kerumunan adalah selama mata dapat melihatnya dan selama telinga dapat mendengarkannya. Kelompok sosial yang tidak teratur ini misalnya kerumunan.

2. Kerumunan yang bersifat sementara (Casual Crowds) i) Kumpulan yang kurang menyenangkan (Inconvenient aggregations).apabila orang yang bersangkutan ikut serta dalam suatu kerumunan. oleh karena individu yang berkumpul mempunyai satu pusat perhatian dan keinginan mereka akan tersalurkan dengan mengadakan suatu aksi. pedagang. adalah orang-orang yang antre karcis. akan tetapi sifatnya pasif. Suatu kerumunan akan mudah sekali beraksi. penonton film. Misalnya orang yang berpesta. Bentuk-bentuk umum kerumunan. adalah kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan. orang-orang yang menunggu bus dan sebagainya. Misalnya. kiai dan sebagainya yang samasama menunggu bus mempunyai kedudukan yang sama. Dalam kerumunan itu kehadiran orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang ii) Kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (Panic Crowds) yaitu orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamat-kan diri dari suatu bahaya. orang mendengarkan khotbah dan sebagainya. mahasiswa. 1. Dorongan-dorongan dalam 26 . ii) Kelompok ekspresif yang telah direncanakan (planned expressive group) adalah kerumunan yang pusat perhatiannya tak begitu penting akan tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya. Seorang guru. Orang-orang yang berada dalam kerumunan mudah sekali meniru tingkah laku orang lain yang sekerumunan. berdansa dan sebagainya. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial : i) Khalayak penonton atau pendengar formal (formal audiences).

iii) Kerumunan penonton (Spectator Crowds) yang terjadi karena orangorang ingin melihat suatu kejadian tertentu. 27 . Publik Berbeda dengan kerumunan. radio. oleh karena itu kesatuan juga tidak ada. Biasanya kumpulan orang-orang tersebut bergerak karena merasakan bahwa hak-hak mereka diinjak-injak atau karena tidak adanya keadilan. publik merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. melalui surat kabar.diri individu-individu dalam kerumunan tersebut mempunyai kecenderungan untuk mempertinggi rasa panik. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan khalayak penonton akan tetapi kerumunan penonton tidak direncanakan serta kegiatan-kegiatannya pada umumnya tak terkendalikan. televisi. Kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum (Lawless Crowds) i) Kerumunan yang bertindak emosional (Acting mobs). Akan tetapi karena jumlahnya sangat besar. film dan sebagainya. maka tak ada pusat perhatian yang tajam. Akan tetapi perbedaannya bahwa yang pertama bertentangan dengan normanorma masyarakat. 3. Hampir sama dengan kelompok-kelompok ekspresi. Kerumunan semacam ini betujuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya orang-orang yang dalam keadaan mabuk. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alatalat komunikasi seperti pembicaraan-pembicaraan pribadi yang berantai. melalui desas-desus. ii) Kerumunan yang bersifat immoral (immoral crowds). b. Alat-alat penghubung tersebut lebih memungkinkan suatu publik untuk mempunyai pengikut-pengikut yang lebih luas dan lebih besar jumlahnya.

Manusia Sebagai Makhluk Individu. Tetapi individu-individu dalam suatu publik masih mempunyai dan juga kesadaran masih lebih akan kedudukan sosial yang sesungguhnya mementingkan kepentingan- kepentingan pribadi daripada mereka yang tergabung dalam kerumunan. Adalah sulit disangkal bahwa 28 . Jacob adalah makhluk biokultural. Misalnya pemungutan suara dalam pemilu. Manusia hendaknya dipahami dalam kontek diatas. Manusia menurut Prof. ia adalah produk interaksi antara faktor-faktor biologis dan budaya. Dengan demikian tingkah laku publik dipengaruhi tingkahlaku individu.Setiap aksi daripada publik diprakarsai oleh keinginan individual. BAB IV INDIVIDU DAN MASYARAKAT 1.

orang lain. Ia akan berkelompok dengan cara memilih individuindividu dengan pertimbangan pikiran dan perasaan yang dimilikinya baik yang bersifat instingtif maupun secara canggih. bisa kita lihat bahwa manusia sebagai individu. tempat dan dalam mengambil alternatif untuk hari esoknya. Individu (Bahasa Perancis) artinya orang seorang. Ia akan mengambil jarak dalam batas-batas tertentu atau bahkan mencoba secara existentialistis melepaskan diri secara sadar dari lingkungannya. apakah dia akan mencoba kompromistis dengan sistem nilai yang ada atau ia mempunyai suatu naluri individual lainnya yaitu mengambil jarak. In-devidere berarti makhluk individual yang 29 . sesuatu yang berkesinambungan dan terus berulang yang dapat kita jadikan sebagai ciri-ciri manusia.setiap perbuatan manusia yang kalau ditelusuri dengan hati-hati. Masing-masing individu mempunyai leitmotif dalam memilih tindakan. Kata ini selau mengacu pada manusia dan tidak pada yang bukan manusia. dipandang perlu sekali menelusuri posisisnya yang diambil dalam usaha memahami dirinya. yaitu deari olah pikir atau olah rasa. Selama seorang individu masih mempunyai hari esok. merupakan sisi yang amat penting untuk diamati dan dipelajari. yakni masyarakat. maka untuk dapat mengantisipasikan sikap dan pilihan tindakannya. waktu. Dalam hal ini kita dapat melihat manusia sebagai individu yang menyadari dirinya berada dalam keluarga yang sekaligus merupakan jembatan timbang untuk mampu tampil dalam lingkungan yang lebih besar dan lebih kompleks. Jadi individu disini harus kita lihat sebagai manusia yang tampil dan memilih tindakan secara individual dengan pertimbangan faktor biologis yang harus dijaga dan diperjuangkan pertumbuhannya dan faktor kultural yang menawarkan aturan main yang bisa bersifat statis atau dinamis. akan segera terlihat ada sesuatu yang menghubungkan satu fenomena dengan fenomena yang lainnya. dalam hal ini adalah satu orang manusia. Dilihat dari cara menampilkan dirinya.

Kata sifatnya adalah individuel (Bahasa Perancis) menunjuk pada satu orang yang sekaligus untuk juga membedakannya dengan masyarakat (individu and society) dan dimaksudkan ciri-ciri khas yang telah built-in dalam dirinya. Ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten. Tetapi manusia tidak bisa melakukan hal yang serupa itu. Manusia tentu saja tidak sama dengan mesin. ini yang disebut dengan fantasi. Proses pemahaman lingkungan dengan cara yang analogis dengan hal itu. individu berusaha dengan mengkonsentrasikan pengamatan. Perasaan selalu bersifat subjektif dan tidak pernah objektif. Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mencari referensinya. Unsur kepribadian selanjutnya adalah perasaan. tape-recorder yang dipakai merekam satu cerita. yang benar-benar berbeda dengan semua fenomena itu. artinya manusia tidak mekanis. Ia akan menangkap bagian-bagian yang terpenting saja dari cerita itu. perasaan bersalah yang ada pada informasi diterimanya pancainderanya itu. individu akan mencoba membanding-kan satu fenomena dengan fenomena yang lain yang pernah ia persepsikan dan akan sampai pada penyusunan suatu penggambaran baru yang abstrak. Namun apabila karena sesuatu dan yang lain dapat hal. Misalnya. Ia akan merekam cerita itu dalam bentuk sinopsis. maka ia akan sampai pada apa yang disebut sebagai 30 . yakni dengan menghasilkan suatu gambaran dengan informasi yang diserap secara demikian dikenal dengan apersepsi. Misalnya. Dengan pengalaman yang ada. Kemampuan individu dalam tahap ini dikenal sebagai konsep.tidak dapat dibagi-bagikan. Untuk menjadikan konsep itu lebih hidup. individu akan berusaha menggabungkannya dengan penggambaran yang sering kita jumpai dalam kenyataannya mayapada ini. yang memberikan kepadanya identitas yang khusus disebut sebagai kepribadian. maka semua bagian cerita itu akan terekam dalam pita kaset.

Dorongan untuk mencari makan. Kepribadian dan unsur-unsurnya ini menyebabkan satu individu berbeda dengan individu yang lainnya. ia tidak akan kehilangan unsur-unsur kepribadian ini. Ambil sebagai contoh. Ia adalah seorang yang seharusnya telah dapat mengendalikan drive atau 31 . 5. perasaan dan dorongan naluri. Lumpuh sekalipun seorang individu. ia harus bersaing dengan peminat lainnya. Dorongan akan keindahan. atau dengan kata lain merupakan unsur bawaan dengan tanpa memperoleh pengetahuan apapun sebelumnya. ia adalah seorang yang karena usianya disebut kakek. Kepribadian atau keunikan individu ini akan dapat dipahami dengan mempelajari unsur-unsur yang menyebabkan keunikan tersebut. Dorongan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Contoh: Si Arya yang terlanjur kagum pada Novi. 3. ia pun kemudian mengkonstruksikan masa depan yang indah bersama Novi. Tidak terpikirkan olehnya pada tahap persiapan. Dorongan seks. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya. 4. Menurut Koentjaraningrat. Keinginan Arya untuk menjadi semakin besar untuk mendapatkannya. Tidak pernah terpikirkan olehnya persiapan. 6.seseorang akan melahirkan suatu kehendak untuk menebus atau minimal untuk memperkecil kesalahan itu. Dorongan naluri adalah sesuatu yang selalu ada pada setiap manusia. Ada beberapa macam dorongan naluri yang perlu diketahui. Dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena Novi cantik dan menarik. Ia dengan perasaannya langsung saja ingin menjadikan Novi miliknya. Unsur dorongan naluri tidak kalah pentingnya untuk dipahami. 2. seperti memiliki barang. maka banyak orang juga kagum padanya dan sekaligus bertindak tanduk seperti Arya. yaitu: 1. Dorongan untuk berbakti. masa bersama dan ketika tetap menjadi miliknya. unsur-unsur kepribadian meliputi pengetahuan. 7.

Kita sering tidak pernah tahu mengapa bayi yang baru saja lahir beberapa hari sudah tahu bahwa apa yang diisapnya itu adalah sesuatu yang berhubungan langsung dengan kelangsungan hidupnya. to die is to crease to be among men. Namun. Kalau pada orang yang sensitif. Kita selalu mencoba mengidentifikasikan diri dengan cara berinteraksi dengan orang lain. selama kita hidup di dunia ini. Atau sebaliknya seorang nenek tua dengan berulang kali berbuat mesum dengan seorang pemuda yang kebetulan menjadi tetangganya. Orang Yunani bilang dalam rumusannya To live is to be among men. Misalnya. kita selalu saja tidak bisa melepaskan diri akan sifat ketergantungan pada manusia lain dalam rangka pengenalan diri. Pengolahan perasaan secara logis yang bisa menghasilkan seni halus (Fine 32 . bukanlah suatu hal yang semata-mata sensasional. Dengan kata lain. Dan pengalaman mengenai kejadian tersebut akibat luapan drive tersebut selalu bersifat individual. ia hanya bisa menikmati dan kemudian menangis. Banyak yang sering beranggapan bahwa jiwa seni biasanya hanya ada pada individu-individu yang sentimental. tetapi semua itu telah berstruktur dalam diri kita.dorongan naluriah yang ada pada dirinya mengingat ia telah banyak pengalaman yang berhubungan dengan pahit getirnya kehidupan yang diatur oleh norma-norma yang dianut saat itu. Ada dorongan keindahan yang nampaknya tidak merata kadarnya dalam diri individu. Anggapan ini tidak semuanya benar. Tetapi jiwa seni yang bagaimanakah? Jiwa seni untuk menerima fenomena seni dengan lebih cepat. Hal-hal semacam ini tidak pernah kita dapati melalui proses belajar. Unsur bawaan lain ialah tidak biasanya kita hidup sendiri. jiwa seni yang ada padanya lebih sering bersifat statis. Maksudnya. Jadi seni dalam hal ini umumnya dikaitkan dengan perasaan dan bagaimana mengolah perasaan ini. kalau kita mendengar ada seorang kakek tua memperkosa anak perempuan kecil secara berulang kali. akan mudah kelihatan jiwa seni ada padanya. yang kebetulan tinggal di sekitar tempat bermukimnya.

Perkembangan individu Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir dan batin. Ini merupakan proses hubungan timbal balik antara kesungguhan mencari dengan mempergunakan pengolahan perasaan. Namun ia bisa juga mengalami maladjustment. Perilaku yang telah ada pada dirinya bisa adjustable. menurut corak kepribadiannya termasuk kecakapannya sendiri. 33 . artinya ia bisa menyesuaikan diri. Manusia merupakan makhluk individual tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga. Kehadiran individu dalam suatu masyarakat biasanya ditandai oleh perilaku individu yang berusaha menempatkan dirinya di hadapan individu-individu lainnya yang telah mempunyai pola-pola perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan kebudayaan di tempat ia merupakan bagiannya. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. tetapi juga didukung dan dihambat oleh kelompok sekitarnya. tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya.Art). yaitu gagal menyesuaikan diri. Manusia sebagai inidividu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi. melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap itu merupakan pribadi yang khas. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri. Di sini individu akan berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk prilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang ada. Dengan uraian-uraian ini diharapkan adanya suatu pemahaman mengenai manusia sebagai individu. Proses dari individu untuk menjadi pribadi. Mengapa terjadi kegagalan? Kita bisa menelusuri kembali bentukan perilaku itu.

Ia telah mampu membaurkan diri dengan kelompoknya dengan menerima norma-norma yang sudah terbentuk di dalam kelompoknya. Norma-norma sosial yang harus dipatuhi dengan sukarela. Lebih dari itu. Tanpa interaksi. Pada saat itu ia belajar mengembangkan daya mampu serta kecakapan-kecapan yang dimiliki. sebagai sumbangsih terhadap perkembangkan kelompoknya. manusia sedikit sekali akan mendapatkan rangsangan ke arah pola hidup sebagai makhluk sosial. Secara individu ia pun dapat berperan dan membentuk norma-norma pergaulan tertentu yang sesuai dengan interaksi kelompok sebagai tindak lanjut dari hubungan timbal balik. melainkan ia juga dapat berperan dan memberikan kontak sosial kepada anak-anak lain. Pada saat itu ia tidak lagi menerima saja kontak sosial. Sejak dilahirkan manusia membutuhkan kasih sayang seorang ibu. perkembangannya akan terhambat. Ia mulai bergaul. Manakala telah mampu bermain di luar rumah. berdialog dengan teman-teman sebayanya. manusia sebagai individu tak dapat dan tak akan sanggup hidup seorang diri tanpa kontak 34 . tanpa adanya hubungan timbal balik yang berlangsung dalam interaksi sosial itu secara nyata. Mulai saat itu secara riil ia praktis membutuhkan kasih sayang dan pergaulan dengan lingkungan keluarganya. Lebih lanjut para penyelidik psikologi anak telah membuktikan bahwa apabila tidak ada hubungan psikis antara ibu dan bayi. Pada hakikatnya. Ia juga mulai mengertii dan menyadari bahwa dalam kelompok sepermainannya terdapat peraturan-peraturan tertentu. Justru dalam interaksi sosial itu manusia sebagai makhluk sosial dapat merealisasi pola hidupnya secara individu. bahwa pada usia dua bulan anak manusia telah mempunyai ikatan psikis dengan ibu kandungnya.Para ahli ilmu jiwa modern sependapat. ia akan mengenal lingkungan masyarakat di luar rumahnya. sebagai seorang anak ia telah mampu mengadaptasi dirinya dengan kondisi-kondisi kelompok sosialnya. untuk selalu menjaga hubungan baik dengan kelompok tersebut.

Sebagai hasi tempaan proses adaptasi. Tandaslah sudah bahwa pada saat interaksi sosial berlangsung sebagai individu dapat mengadaptasi dan sekaligus mendapat rangsangan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki. upaya untuk mendidik generasi khususnya generasi muda Indonesia. ketajaman panca indera. besar pengaruhnya terhadap pengembangan potensi-potensi seorang individu. Denga lingkungan sosial tertentu individu ditantang. membuat seseorang menjadi lebih matap dalam menumbuhkembangkan potensi dan kemampuan-kemampuan dirinya. tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya sendiri. melainkan juga didukung dan dihambat oleh kelompok di sekitarnya. Rangsangan dan tantangan-tantangan yang berkembang dalam kelompoknya. (Mursid Sumaatmadja. Kelengkapan dan keserasian anggota tubuh. secara individu dapat hidup tegar berdampingan dan saling membutuhkan dengan individu-individu lainnya. manusia Indonesia mempunyai karakter yang khas menurut corak kepribadian bangsa Indonesia sehingga dapat dengan jelas berbeda dengan individu dari bangsa yang lain.dengan lingkungan keluarga dan lingkungan sekitarnya. manusia Indonesia harus mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya dan harus disadari bahwa ia 35 . Sebagai makhluk sosial. susunan jaringan urat syaraf dan proses kerja hayat lainnya. hendaknya harus berpatokan pada ketiga aspek tersebut di atas. maka makhluk daya sosial sekaligus sebagai makhluk muda berketuhanan. Sebagai makhluk individu. Oleh karena manusia selain sebagai makhluk individu. 1980: 19). Sebagai individu memerlukan hubungan akrab dengan lingkungannnya. Pengembangan individu menjadi seorang pribadi. sekaligus dirangsang untuk mencapai perkembangan yang diharapkan. Kondisi fisik di sekitarnya juga besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi seseorang.

pada umumnya diketahui terdiri dari seorang individu (suami). Tidak boleh berkembang sendiri-sendiri. bahasa. Oleh karena itu. Keluarga. Perkembangan intelektual akan kesadaran lingkungan seorang individu seringkali dilepaskan dan bahkan dipisahkan dengan masalah keluarga. langit dan bumi serta semua yang ada di dunia ini. Hal-hal semacam inilah yang sering menimbulkan masalah-masalah sosial. dalam hubungannya dengan perkembangan individu.adalah bagian dari kelompok sosial bangsa Indonesia yang memiliki keBhineka-an dalam hal : ras. Sebagai makhluk berketuhanan. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadian dalam masyarakat. ketiganya harus berjalan seiring. Tidaklah dapat dipungkiri bahwa sebenarnya keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas selaku penerus keturunan saja. serasi dan seimbang. setiap inidividu bangsa Indonesia harus benar-benar menyadari tentang kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan. yang pada saat-saat sekarang ini sering dilupakan orang. Keluarga sudah seringkali terlihat kehilangan peranannya. Keluarga Keluarga adalah unit/satuan masyarakat yang terkecil dan sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. agama dan kebudayaan. Banyak hal-hal mengenai kepribadian yang dapat ditelusuri dari keluarga. Kelompok ini. individu lainnya (isteri). yang selalu berusaha menjaga rasa aman 36 . Usaha untuk menumbuhkembangkan individu generasi muda sebagai makhluk individu. makhluk sosial dan makhluk berketuhanan. suku bangsa. karena kehilangan pijakan. sering dikenal dengan sebutan primary group. adalah bijaksana kalau dilihat dan dikembalikan peranan keluarga dalam proporsi yang sebenarnya dengan skala prioritas yang pas. Tuhan adalah pencipta alam semesta. 2.

dan ketentraman ketika menghadapi segala suka duka hidup dalam eratnya arti ikatan luhur hidup bersama. Keluarga biasanya terdiri dari suami, isteri dan anak-anaknya. Anakanak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat dan mengenal arti diri sendiri dan kemudian belajar melalui pengenalan itu. Apa yang dilihatnya, pada akhirnya akan memberinya suatu pengalaman individual. Dari sinilah ia mulai dikenal sebagai individu. Individu ini pada tahap selanjutnya mulai merasakan bahwa telah ada individu-individu lain yang berhubungan dengannya secara fungsional. Individu-individu tersebut adalah keluarganya yang memelihara cara pandang dan cara menghadapi masalah-masalahnya, membinanya dengan cara menelusuri dan meramalkan hari esoknya, mempersiapkan pendidikan, keterampilan dan budi pekertinya. Akhirnya keluarga menjadi semacam model untuk mengidentifikasikan sebagai keluarga yang broken home, moderate dan keluarga sukses. Keluarga sebagai kelompok pertama yang dikenal individu sangat berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan individu sebelum maupun sesudah terjun langsung secara individual di masyarakat. a. Keluarga hendaknya selalu menjaga dan memperhatikan cara pandang individu terhadap kebutuhan-kebutuhan pokoknya, baik itu yang bersifat organik maupun yang bersifat psikologis. Sehingga cara pemenuhan kebutuhan itu bisa berjalan dengan batas-batas yang sesuai dengan porsinya. Pertumbuhan biologis dan pertumbuhan psikologisnya tidak menimbulkan kesan yang kurang wajar. Misalnya, kualitas maupun kuantitas makanan yang diperlukan, pakaian yang terlampau menyolok yang biasanya diikuti oleh pemilihan teman yang semata-mata berdasarkan kepentingan sepihak saja. Individu tersebut memilih orang yang dapat menerima diri dan segala perintahnya tanpa pernah orang lain boleh mempertanyakannya. Inilah yang akhirnya mengarah pada sifat individualistis. 37

b. Mempersiapkan segala sesuatu yang ada hubungan langsung maupun tidak langsung dengan pendidikannya. jawab moral Artinya keluargalah yang mempunyai c. Membina tanggung pada usaha mengupayakan kecenderungan

pendidikan dan menjadikan individu menjadi orang terdidik. individu dengan cara mengamati garis individu (trait). Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat dijadikan bahan pengembangan potensi yang ada. Pada tahap inilah keluarga membina ke arah cita-cita dan menanamkan kebiasaan yang baik dan benar untuk mencapai cita-cita tersebut. d. Keluarga adalah model dalam masyarakat yang menjadi acuan yang baik untuk ditiru yang juga menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Melalui tahap inilah individu benar-benar mulai dilepas di masyarakat secara penuh dan mengalami segala sesuatunya secara individual. Kepada sangat berkepentingan dan sangat berpengaruh pada individu yang akan diterjunkan di lingkungan masyarakat, baik atau tidak baik kepribadiannya, bisa atau gagal menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat ia berada. Karena kepribadian dasar terbentuk dalam keluarga. Kepentingan keluarga pada individu adalah pada kelangsungan generasi dan yang paling ideal adalah keluarga mempunyai andil besar dalam menentukan hari esok lingkungan, baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan psikis. Coba bayangkan setiap keluarga berhasil menciptakan masa depan yang baik dari individu-individu yang diasuhnya kebetulan menjadi dokter, insinyur dan orang-orang pandai yang tentu saja berbudi pekerti luhur. Jadi idealnya keluarga adalah tidak hanya sekedar penerus keturunan tetapi lebih jauh adalah sebagai sumber pendidikan utama yang sekaligus menjadi produsen dan konsumen. Artinya keluargalah yang bertanggung jawab atas tersedianya kebutuhan organik maupun kebutuhan masyarakat.

38

Dalam bentuknya yang paling dasar, sebuah keluarga terdiri dari seorang suami dan seorang isteri ditambah denga anak-anak mereka yang belum kawin, adakalanya anak tiri atau anak angkat yang secara resmi mempunyai hak dan kewajiban yang kurang lebih sama dengan anak kandung dan yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama. Satuan atau kelompok sosial semacam ini dalam antropologi disebut keluarga batih atau keluarga inti atau amolear family.(Koentjaraningrat, 1977: 105). Dari hasil pengamatan yang dilakukan di beberapa desa di Jawa Tengah dan ditambah denga hasil penelitian Hildred Geertz di Mojokerto (Jawa Timur) pada umumnya keluarga batih masyarakat Jawa adalah keluarga batih yang monogami. Ada pula keluarga batin yang poligami, tetapi jumlahnya tidak banyak (Geertz, 1976: 131). Monogami adalah suatu bentuk perkawinan yang pasangannya terdiri dari seorang suami dan seorang isteri, poligami ialah suatu bentuk perkawinan yang pasangannya terdiri dari seorang isteri dan banyak suami, sedangkan yang disebut poliandri adalah bentuk perkawinan yang terdiri dari seorang isteri dengan banyak suami yang juga disebut. Keluarga batih dalam masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah dimilikinya dapur sendiri artinya memasak sendiri, bebas mengatur rumah tangga sendiri, kebutuhan sendiri, ekonomi rumah tangga sendiri, tanpa memperhatikan apakah pasangan itu telah mendiami rumahnya sendiri atau diam bersama satu rumah dengan keluarga lain. Keluarga yang belum memiliki dapur sendiri belum dianggap sebagai satu kesatuan sosial yang berdiri sendiri (Koentjaraningrat, 1977: 105). Pengakuan masyarakat terhadap kedudukan keluarga batih sebagai satu kesatuan sosial yang berdiri sendiri itu penting karena selama mereka belum diakui sebagai satuan sosial yang berdiri sendiri, belum diakui untuk mengadakan perjanjian ekonomi sendiri, belum diundang selamatan,

39

belum dimasukkan dalam hitungan. Keadaan yang serupa juga dijumpai di Jawa Timur (Geertz, 1961: 41). Seperti halnya keluarga inti masyarkat di dunia pada umumnya keluarga batih masyarakat Jawa pada umumnya mengurus segala kebutuhan dan hal-hal lain yang menyangkut para anggotanya. Untuk dapat melaksanakan kesemuanya itu sudah dengan sendirinya, walaupun tidak dipacak secara tertulis dan tidak ada perjanjian antara suami isteri, atau semacam adat tata cara pengaturan pembagian kerja dalam keluarga. Suami biasanya menjadi kepala keluarga. Walaupun suami memikul peranan sebagai kepala keluarga tidak berarti isteri memiliki peran yang kurang penting. Orang Jawa berpendapat bahwa suami isteri harus bekerjasama untuk keselamatan keluarga (Koentjaranignrat, 1964: 151). Suami isteri bersama-sama mengelola harta benda, baik harta benda bawaan maupun harta dapatan bersama. Status sebagai kepala keluarga tidak selalu diduduki oleh suami. Apabila suami, walaupun masih hidup tetapi karena pekerjaannya tidak memungkinkan ia secara terus menerus hadir di tengah-tengah anggota keluarga yang lain; misalnya sebagai pedagang perantauan, si isteri yang langsung mengambil alih sebagai kepala keluarga. Keluarga semacam ini dalam antropologi disebut keluarga matrifokal. Di samping keluarga inti kita juga mengenal keluarga luas (extended family). Keluarga luas terwujud apabila di dalam keluarga inti itu ada tambahan sejumlah orang lain baik yang sekerabat maupun yang tidak sekerabat dengan salah satu pasangan suami isteri keluarga inti yang bersangkutan, yang bersama-sama tinggal dalam satu rumah dan menjadi anggota keluarga inti (Suparlan, 1982: 175). Dalam hal semacam ini orang-orang yang sekerabat biasanya berasal dari salah satu pasangan suami isteri, sedang orang luar yang menjadi anggota keluarga inti ini biasanya adalah pembantu rumah tangga atau buruh atau pesuruh yang hidup bersama dengan keluarga inti yang menjadi majikannya. 40

norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka. sekolah. sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas. ialah fungsi yang dapat dilaksanakan lembaga sosial lain. adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya serta menempati suatu wilayah secara tetap Tatanan kehidupan. Jumlah fungsi tipe fungsi keluarga yang kedua rupanya jauh lebih banyak daripada fungsi yang pertama. larut dalam suatu kehidupan yang teratur dan terpadu dalam suatu kelompok. antara sesama kaum laki-laki dan kaum wanita. pada hakikatnya berakar dan bernenek moyang dari berbagai suku. norma-norma dan adat istiadat yang memberi warna kepribadian orang Banjar. suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. kelompok pertemanan dan sebagainya. 3. Masyarakat Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan. Dalam lingkungan tersebut. Contoh fungsi keluarga tipe fungsi keluarga yang pertama adalah reproduksi. norma-norma. antara kakek dan cucu. Contoh: yang disebut masyarakat Banjar. Bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku. Fungsi keluarga dapat digolongkan dalam dua tipe.Keluarga sebagai unit terkecil satuan sosial mempunyai fungsi tertentu. Erat kaitannya dengan itu tatanan kehidupan. antara orang tua dan anak. salah satu di 41 oleh keluarga sendiri dan fungsi yang dapat dilakukan baik oleh keluarga itu sendiri maupun yang dapat dilakukan oleh . Kegiatan ini kecuali dilakukan oleh keluarga dapat pula dilaksanakan oleh lembaga keagamaan. Menilik kenyataan di lapangan. Contoh tipe fungsi keluarga yang kedua adalah sosialisasi dan enkulturasi. antara ibu dan ayah. yang disebut masyarakat. fungsi efektif antara suami isteri. Salah satu di antaranya adalah suku Banjar.

Demikian maka kaum wanita tidak saja mengurus anak-anak tetapi juga membuat barang-barang anyaman. mempersiapkan serta membersihkan lahan pertanian untuk berladang dan memelihara ternak besar. kedua bidang pekerjaan ini tercatat sebagai monopoli pekerjaan kaum lelaki. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin. Oleh karena itu. Dalam pertumbuhan digolongkan menjadi (masyarakat modern). buah-buahan dan binatang-binatang kerang (M. Masyarakat Sederhana Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. keterampilan serta kemampuan daya tahan fisik yang kuat. Amir Sutaarga. Kalaulah pada saat mengolah tanah perhatian (ladang atau kebun) dikerjakan bersama-sama. menyusui dan mengasuh anak-anak. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian masyarakat primitif tidak atau belum sedemikian rumit seperti pada masyarakat maju. membuat pakaian dan bercocok tanam adalah pekerjaan orang perempuan. 1960: 41-42). nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas pada saat itu. a. maka pekerjaan yang berat-berat seperti membuka lahan. Mengurus rumah tangga. merajut. merupakan pekerjaan berat yang menuntut keberanian. dapat sederhana dan masyarakat maju masyarakat . menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang dikerjakan 42 dan perkembangan suatu masyarakat. misalnya menebang pohon.antaranya berakar dan berasal dari kebudayaan dan kepribadian suku Banjar. Berburu atau menangkap ikan di laut misalnya. seperti keranjang dan mengumpulkan sayuran liar. di samping pekerjaan-pekerjaan lain.

Organisasi kemasyarakatan itu dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional. Kaum wanita mengerjakan yang ringan-ringan. 1961: 120). seorang isteri meminta kepada suaminya supaya mengambil seorang isteri lain untuk meringankan pekerjaan rumah tangganya (Raymond Firth. dia terhindar dari pekerjaan pertanian yang sangat berat. BAB V KEBUDAYAAN 1. atau lebih akrab denga sebutan kelompok-kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Masyarakat Maju Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial. Pengertian Kebudayaan. terjadi pembagian kerja dengan kesepakatan yang dapat diterima satu sama lain.et al. bahwa antara sang suami dengan sang isteri dan antara sesama isteri. Pada suku Nehe. Karena dirasakan perlu menambahkan tenaga kerja. sampai saat ia mati. Dengan latar belakang seperti itu. Namun demikian. berbagai macam sistem tindakan tadi harus dibiasakan olehnya dengan belajar sejak ia lahir selama seluruh jangka waktu hidupnya. b. Hal itu karena kemampuan untuk 43 .. telah mengembangkan berbagai macam sistem tindakan demi keperluan hidupnya. misalnya menyebar benih menyiangi rumput (Raymond Firth. 1961: 107).oleh orang laki-laki. sehingga ia menjadi makhluk yang paling berkuasa di muka bumi ini. jika seorang laki-laki mempunyai lebih banyak isteri. adakalanya pada beberapa masyarakat primitif. regional maupun internasional. Manusia dengan kemampuan akal atau budinya.

tak dapat mengesampingkan kebudayaan dengan begitu saja. Akan tetapi walaupun demikian. sebenarnya secara khusus dan lebih teliti dipelajari oleh antropologi budaya. Taylor memberikan definisi mengenai kebudayaan keseluruhan mencakup pengetahuan. Culture berasal dari kata latin yaitu colere yang diartikan sebagai adalah segala daya dan yang kegiatan kompleks manusia yang untuk mengolah dan mengubah alam. adat istiadat dan kemampuankemampuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian. Dalam kehidupan sehari-hari. orang begitu sering membicarakan soal kebudayaan. Setiap hari orang melihat. tak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaiknya tak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. keilmuan sosial. E. hukum. Namun apakah yang disebut kebudayaan itu ? Masalah kebudayaan. keduanya tak dapat dipisahkan dan selamanya merupakan dwitunggal. 44 . jadi tidak dibawa olehnya bersama lahirnya. seseorang yang memperdalam perhatiannya terhadap sosiologi dan karena itu memusatkan perhatiannya terhadap masyarakat. orang berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan. Di samping kebudayaan ada kata kultur yang berasal dari bahasa Inggris culture. Kebudayaan berasal dari kata Sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti akal budi. kedua persoalan tersebut dapat dibedakan dan dipelajari secara terpisah. juga dalam kehidupan sehari-hari. mempergunakan dan bahkan kadang-kadang merusak hasil kebudayaan. kepercayaan. B. oleh karena di dalam kehidupan yang nyata. walaupun secara teoritis dan untuk kepentingan analitis.melaksanakan semua sistem tindakan itu tidak terkandung dalam gen-nya.

Selain kebudayaan ada kata peradaban (civilization). kesenian dan semua unsur hasil ekspresi dari jiwa manusia sebagai anggota masyarakat. kebatinan. Kebudayaan yang terdapat pada suatu golongan dalam masyarakat. robot. Peradaban dipakai untuk technical skill (keterampilan teknik) seperti kemampuan membangun bendungan. Cipta merupakan kemampuan mental. Rasa dan immaterial. rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya agar sesuai dengan kepentingan masyarakat. pembuatan gedung-gedung bertingkat.Selo Soemarjan dan Soelaiman Sumardi memberikan batasan kebudayaan sebagai semua hasil karya rasa dan cipta masyarakat. Berhubungan dengan masalah kebudayaan maka kita membedakan seorang yang berbudaya dan seorang yang beradab. komputer dan sebagainya. Karya menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekelilingnya untuk keperluan masyarakat. idiologi. kemampuan berpikir dari orang-orang yang hidup sebagai anggota masyarakat yang antara lain menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan baik murni maupun terapan. sehingga dapat membangun gedung-gedung bertingkat. Orang yang beradab ialah orang yang dapat mengembangkan tekniknya. mesin raksasa. Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai-nilai kemasyarakatan dalam arti luas misalnya agama. Para ahli sosiologi membedakan antara kebudayaan dan peradaban. kapalkapal laut dan pesawat-pesawat terbang. yang berbeda dengan kebudayaan golongan masyarakat lain maupun kebudayaan seluruh masyarakat mengenai bagian yang tidak pokok 45 cipta menghasilkan kebudayaan rohaniah atau spiritual/ . Semua karya.

Kluck Hohn menguraikan ulasan-ulasan para sarjana mengenai pokok-pokok unsur dari kebudayaan dan menyimpulkan pendapat-pendapat para sarjana bahwa menunjukkan adanya tujuh unsur kebudayaan yang dianggap culture universal. Sosiologi mengklasifikasikan tiap kebudayaan menjadi beberapa macam unsur. Misalnya kenakalan remaja. kekuasaan ekonomi Sarjana lain yaitu C. Oleh karena mengandung ciri-ciri pokok dari kebudayaan. umpamanya kebudayaan Aceh. Mengenai unsur-unsur pokok dari kebudayaan tersebut ada beberapa pandangan dari beberapa sarjana. Jawa dan sebagainya. suku bangsa. pelacuran dan sebagainya. keluarga d. kejahatan. profesi dan sebagainya. Melvil Le Y. 2. hal ini menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut bersifat universal artinya dijumpai pada setiap kebudayaan yang ada di permukaan bumi ini. Sub culture ini timbul antara lain karena perbedaan lingkungan.dinamakan kebudayaan khusus (sub culture). alat-alat teknologi b. Walaupun berlawanan namun gejala tersebut tetap merupakan kebudayan. agama. Unsur-Unsur Kebudayaan Kebudayaan dari tiap-tiap bangsa atau masyarakat dapat dibagi ke dalam suatu jumlah unsur yang tak terbatas jumlahnya. latar belakang pendidikan. Batak. yaitu: 46 . Counter culture ini tidak serasi atau bahkan berlawanan dengan kebudayaan induk. Unsur-unsur pokok atau disebut culture universals. Herskovit mengajukan ada empat unsur pokok dari kebudayaan yaitu: a. Selain adanya sub culture sering timbul Counter Culture. Minangkabau. Sunda. sistem ekonomi c.

Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan. organisasi politik. perumahan. 5. Kesenian (seni rupa. Misalnya kegiatan-kegiatan pertanian dibagi lebih lanjut menjadi unsurunsur irigasi. pencaharian hidup sistem-sistem ekonomi (pertanian. seni suara. Culture Universal tersebut dapat dibagi lebih lanjut ke dalam unsurunsur yang lebih kecil. sistem distribusi dan lain-lain. dengan traktor dan sebagainya. Selanjutnya Ralph Linton memperinci cultural activity menjadi unsur-unsur yang lebih kecil lagi yang disebut trait complex. Karena pengertian kebudayaan diatas luas sekali. Mata rumah tangga. seni gerak dan sebagainya).1. 6. gagasan. Sistem pengetahuan. sistem produksi. senjata. peternakan. (kegiatan-kegiatan kebudayaan). peternakan. sistem mengolah tanah. norma. sistem distribusi dan sebagainya). yaitu : b) Wujud ide. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian. 4. nilai-nilai. sistem perkawinan). pengairan. 7. Contoh cultural universal mata pencaharian hidup dan ekonomi mencakup kegiatan-kegiatan pertanian. Oleh Ralph Linton unsur-unsur tersebut dinamakan Cultural Activity. maka selanjutnya Koentjaraningrat merumuskan sedikitnya ada tiga wujud kebudayaan. peraturan c) Wujud kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat d) Wujud benda-benda hasil karya manusia 47 . transport dan sebagainya). Bahasa (lisan maupun tertulis). sistem produksi. Religi (sistem kepercayaan). sistem hukum. dan alat-alat produksi. 3. alatalat 2. Selanjutnya trait complex ini dibagi ke dalam unsur yang lebih kecil lagi misalnya sistem mengolah tanah dengan bajak yang ditarik hewan.

Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi. Sistem pengetahuan 7. misalnya kekuatan alam. Sistem kemasyarakatan (Kekerabatan. Kegiatan tersebut senantiasa berpola menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat istiadat. (pakaian. Kesenian (seni rupa. tak dapat diraba dan tempatnya ada didalam kepala kita masing-masing. Wujud ide ini baru nampak bila dibuat dalam karangan atau buku-buku hasil karya. perkawinan. dapat diraba dan dilihat. Sistem religi Wujud kebudayaan diatas mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusai dan masyarakat. gerak/tari. suara. karena setiap orang bisa melihat. maka kebudayaan itu ada 7 unsur. Bahasa (lisan maupun tulisan) 5. apabila dirinci secara khusus kedalam unsur-unsurnya. hukum. perumahan.) 3. kekuatan didalam masyarakat itu sendiri yang tidak selalu baik bagi masyarakat. (peternakan. politik. Di jaman canggih seperti sekarang ini kebudayaan ide banyak banyak tersimpan dalam disk. Wujud ketiga adalah hasil karya manusia.Wujud pertama adalah wujud ide yang sifatnya abstrak. arsip. konkrit. tape. Wujud ini sifatnya paling nyata. sistem produksi. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia. kedua adalah kelakuan berpola dari manusia dalam misalnya manusia melakukan kegiatan berinteraksi. sistem distribusi. alat produksi. 48 . yaitu : 1. dan sebagainya) 2. berhubungan dan bergaul satu sama lain. meraba dan merasakannya. Ketiga wujud kebudayaan diatas. dsb. dsb) 4. pertanian. Wujud masyarakat. Wujud ketiga ini tidak perlu banyak keterangan lagi. Bermacam-macam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotanya. komputer dan lain-lain. dsb) 6.

Kenudian tanpa kebudayaan manusia tidak bisa membentuk peradaban seperti sekarang ini. Taraf ini banyak dijumpai pada masyarakat yang masih rendah taraf kebudayaannya. Fungsi Kebudayaan. Disamping itu kebudayaan dapat digunakan untuk mengatur hubungan dan sebagai wadah segenap kegiatan anggota masyarakat. cipta dan rasa masyarakat itu dapat digunakan untuk melindungi manusia dari ancaman atau bencana alam. Fungsi kebudayaan bagi masyarakat sangat besar. maka hasil karyanya atau teknologi-teknologi memberikan kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan sumber-sumber alam bahkan mungkin menguasai alam.Kebudayaan yang merupakan hasil karya. 3. 2) Manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik dibidang spiritual maupun material. Kebudayaan yang merupakan hasil karya. yaitu : 1) Bermacam-macam hakekat yang harus dihadapi oleh masyarakat dan anggota-anggota masyarakat. seperti suka Asmat dan suku-suku didaerah pedalaman. Hal ini disebabkan karena dua aspek. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat sebagian besar harus dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. 49 . rasa dan cipta masyarakat sendiri. yang tidak selalu baik bagi masyarakat. Pada masyarakat yang sudah komplek dimana taraf kebudayaannya sudah tinggi. Tindakan-tindakan dalam melindungi diri terhadap lingkungan alam pada taraf permulaan bersikap menyerah atau didalam batas-batas untuk melindungi dirinya. misalnya kekuatan alam sekitar dan kekuatan dalam masyarakat itu sendiri.

ia akan selalu mencipkan kebiasaan bagi dirinya. Perkembangan Kebudayaan. Setiap orang bagaimanapun hidupnya. mulai dari cara menanam kepada cara bercocok tanam 50 . Kebutuhan pokok manusia yang tidak dapat ditinggalkan adalah kebutuhan ekonomi in dari cara manusia memenuhi kebutuhan atau perkembangan. apabila dalam suatu waktu kebiasaan tersebut tidak bisa dilakukan maka orang tersebut secara psikologis akan resah. Artinya seseorang bisa melakukan perbuatan-perbuatan tadi masuk dalam tatacara hidupnya. Dalam memanfaatkan sumber daya atau lingkungan manusia tidak melakukan perubahan cara. Dalam hal ini maka orang yang bersangkutanlah yang menciptakan suatu perilaku bagi dirinya sendiri. berbuat dan menentukan sikapnya kalau berhubungan dengan orang lain. Kelompok manusia yang sangat berkembang dari waktu ke waktu cepat maupun lambat akan mengalami perubahan. 4. 2) Dalam arti bahwa kebiasaan tersebut dijadikan norma bagi seseorang.Kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak. Jadi seseorang akan membentuk kebiasaan yang khusus bagi dirinya. norma-norma diciptakannya untuk dirinya sendiri. Artinya kebiasaan seorang individu berbeda dengan kebiasaan individu lain walaupun berada dalam satu rumah. kebiasaan tidur siang dan sebagainya. Kebiasaan atau habit ini merupakan sebuah perilaku pribadi. Misalnya kebiasaan bangun pagi. Menurut Ferdinand Tonnies kebiasaan mempunyai 3 (tiga) arti yaitu : 1) Dalam arti yang menunjukkan pada suatu kenyataan yang bersifat obyektif. Misalnya ada orang yang mempunyai kebiasaan bangun pagi lalu minum kopi. 3) Sebagai perwujudan kemauan atau keinginan seseorang untuk berbuat sesuatu.

kalau telah menjadi pembaharuan. aktif dan kematangan masyarakat yang bersangkutan. Faktor Dari Dalam Perkembangan akal budi dan daya kreasi anggota masyarakat dapat membawa perubahan dalam masyarakat itu. Perubahan cara mememnuhi kebutuhan tadi atau secara lebih sempit lagi perubahan proses produksi sudah pasti diikuti oleh perubahanperubahan lainnya. Jadi pembaharuan hubungan kebudayaan tidak lain adalah rekaan dan penemuan yang telah diakui dan diterapkan dalam masyarakat. maka pada masyarakat itu telah terjadi perubahan atau perkembangan kebudayaan. yang konservatif. Kedalam perubahan-perubahan tadi termasuk perubahan struktur. lembaga-lembaga atau industri dan telah didukung oleh sebagian besar anggota masyarakat. baru dapat diakui dan diterapkan dalam masyarakat. nilai dan norma atau kaidah. Rekaan (invention) dan penemuan (deiscovery) sebagai faktor perubahan/pengembangan. Cepat lambatnya pengembangan dipengaruhi sebagai oleh faktor sifat-sifat tradisional. Terjadinya pembaharuan pengembangan berasal dari dalam masyarakat didukung oleh hal-hal sebagai berikut: 51 . a. reaktif. perubahan nilai dan norma atau kaidah-kaidah. Kalau perubahan dalam masyarakat telah meliputi aspek-aspek struktur. dapat membawa perubahan pandangan dan penilaian terhadap segala yang ada pada masyarakat itu perubahan tadi sebelum dapat diterima oleh anggota-anggota masyarakat harus melalui proses yang panjang dan lama. Rekaan (invention) dan penemuan (discovery) yang terjadi dalam masyarakat baik yang berupa kebudayaan spiritual. Perubahan atau perkembangan kebudayaan itu terjadi karena adanya faktor dari dalam dan dari luar.sampai pada pertanian dan peternakan dan akhirnya sampai mencapai tingkat industri modern.

2) Adanya kualitas anggota-anggota masyarakat yang kreatif. 4) Adanya suasana untuk persaingan mencapai sehat di antara tinggi anggota-anggota demi kemajuan masyarakat prestasi masyarakatnya. Jika keempat gejala ini banyak terdapat dalam suatu masyarakat.1) Adanya kesadaran anggota-anggota masyarakat terhadap ketinggalan oleh kemajua yang dialami masyarakat lain. Oleh para ahli psikologi orang yang memiliki akal dan daya kreasi tinggi. Clelland dikatakan memiliki NACH (Need for achievement) yaitu suatu dorongan kebutuhan untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Jika suatu masyarakat terdapat anggota yang mempunyai mental seperti ini akan mudah menjalar dan mempengaruhi kemajuan/perkembangan kebudayaan masyarkat yang bersangkutan. Faktor Dari Luar 1. Individu-individu yang memiliki rasa tidak puas terhadap apa yang telah dicapainya oleh David c. b. maka masyarakat tersebut akan mengalami kemajuan atau perkembangan kebudayaan yang cepat. Anggota yang kreatif ini merupakan pembaharuan dan modernisator kebudayaan masyarakatnya. 3) Adanya suatu kebiasaan yang memberikan penghargaan atau insentif dari masyarakat kepada anggota-anggota yang mencapai prestasi atau mendapatkan inovasi untuk kemajuan masyarakatnya. Mc. Penghargaan ini dapat berupa penghargaan kebendaan (material) yang bersangkutan atau anggota lain yang berprestasi dan berinovasi demi kemajuan masyarakatnya. Akulturasi 52 . suatu masyarakat yang memiliki anggota-anggota dengan NACH tinggi akan mengalami perkembangan kebudayaan yang pesat. disebut virus mental.

Akibat percampuran manusia dari berbagai kebudayaan. Dari proses pencampuran unsur-unsur kebudayaan ini. merupakan proses pengambilan dan pemberian unsur-unsur kebudayaan tertentu dari dua jenis kebudayaan sebagai akibat adanya pertemuan dua kelompok masyarakat yang bersangkutan dalam jangka waktu lama. Asimilasi Dengan adanya mobilitas penduduk maka manusia baik secara individual maupun kelompok akan bercampur satu sama lain.Akulturasi ialah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsurunsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri yang menyebabkan hilangnya kebudayaan sendiri. Menurut Koentjaraningrat proses asimilasi terjadi bila: 53 . maka tersebut unsur kebudayaan baru yang tidak dirasakan asing dan canggung oleh masyarakat pendukungnya. Berdasarkan batasan tadi. maka unsur-unsur kebudayaan yang terbawa oleh mereka akan bercampur pula. maka terbentuk unsur kebudayaan baru yang tidak dirasakan asing dan canggung oleh masyarakat pendukungnya. 2. Misalnya sistem persekolahan sebagai hasil akulturasi ini telah membawa perubahan sosial yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. akulturasi disebut pula kontak kebudayaan. menyebabkan terjadinya perubahan sosial pada masyarakat yang bersangkutan. Dari proses pencampuran unsur-unsur kebudayaan ini. Adanya proses sampingan dan perpaduan unsur-unsur kebudayaan tersebut.

tingkah laku dan sikap dapat membawa perkembangan dan perubahan berbagai aspek kejiwaan manusia. Akibat dari keadaan 1 dan 2 kebudayaan atau setidak-tidaknya unsurunsur kebudayaan tadi masing-masing tumbuh saling menyesuaikan diri sebagai satu. Difusi Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu daerah ke daerah lain atau dari negara ke negara lain. 54 .a. film dan elektronika lain yang makin meningkat menyebarkan peristiwa-peristiwa di suatu daerah atau negara dapat disatukan ke daerah atau negara lain. bahasa dan sebagainya. majalah. Akibat dari keterbukaan kehidupan dewasa ini pengaruh difusi unsurunsur kebudayaan melalui berbagai media komunikasi sukar dibendung. radio. penilaian dan pikiran manusia penduduknya. adanya telah kemajuan di bidang difusi. Akibat transportasi. Kelompok-kelompok manusia yang berasal dari lingkungan kebudayaan yang berbeda bercampur satu sama lain. teknologi kounikasi dan mempercepat Penyebaran unsur-unsur kebudayaan melalui surat kabar. sehingga menyebabkan perubahan sosial. 2. adat istiadat. c. Perubahan atau perkembangan unsur-unsur kebudayaan akibat proses asimilasi misalnya pada bentuk bangunan. Unsur kebudayaan yang baik dapat berupa unsur kebendaan maupun gerak. dapat menyebar ke daerah lain. b. Individu-individu dari berbagai kelompok tadi bergerak secara langsung dan intensif dalam waktu yang cukup lama. Melalui pengamatan perhatian dan penghayatan unsur-unsur kebudayaan yang berasal dari daerah yang jauh. akan membawa perubahan pandangan. corak pakaian. Asimilasi unsur kebudayaan ini. TV. Penyebaran unsur kebudayaan melalui TV dan film memberikan kesan yang cepat karena hampir seluruh indera kita ikut bekerja.

Sistem nilai budaya meliputi konsepsi hakekat hidup. Besarnya jiwa gotong royong dan menghambat kemajuan individu. c. Sistem Nilai Budaya Sistem nilai budaya adalah konsep abstrak tentang apa yang dianggap baik dan buruk. 2) Ciri mental tradisional pada pegawai negeri : a. waktu. Mereka memandang hidup pada hakekatnya buruk sehingga sering lari pada alam kebatinan dan menyerah pada nasib. b. 5. Sulit menerima perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sifat menyerah terhadap keadaan pada dirinya. Pola hidup banyak tergantung pada alam. Koentjaraningrat sebagai pakar budaya berusaha mencari tahu dan mengidentifikasi permasalahan yang berhubungan dengan sikap mental bangsa Indonesia. e. lingkungan alam dan lingkungan sosial. c. Banyak memandang hidup ini buruk dan lari pada alam kebatinan. d. 55 . baik pada petani dan mental pegawai negeri. perlu mendapat perhatian. karya. Dalam kesimpulannya Koentjaraningrat menyebutkan bahwa mental bangsa Indonesia sangat didominasi dengan mental tradisional. 1) Ciri mental tradisional petani : a. Bekerja banyak berorientasi pada kedudukan dan kurang memperhatikan kualitas kerjanya.Pengaruh positif tentu saja kita manfaatkan sedang pengaruh negatif yang dapat menimbulkan ketimpangan sosial. b. Orientasi hidup hanya sesat/sekarang sedikit sekali yang berorientasi masa depan.

Tingkat solidaritas masyarakat semakin menurun.d. Masalah korupsi yang meraja lela. menurut Koentjaraningrat juga terdapat kelompok sikap mental yang juga disebut tradisional yang muncul setelah revolusi Indonesia 17 Agustus 1945. Masalah keadilan yang timpang. d. b. Reformasi yang tak terkendali tidak dibarengi semangat kerja dan mental kesempatan bagi yang punya kekuasaan semakin gila. Nilai pendidikan yang semakin merosot. 56 . d. c. Sifat tidak berdisiplin murni. Mampukah kita? Ini suatu tuntutan. dimana kondisi Indonesia sekarang yang sekilas tampak maju ternyata rapuh. Pengrusakan lingkungan yang kurang bertanggung jawab. Apa yang dikemukakan Koentjaraningrat dilengkapi oleh kritik dari Muchtar Lubis. Ciri tersebut adalah: a. Sikap yang meremehkan mutu b. Dengan melihat kondisi di atas tampaknya kita harus berusaha mengurangi keadaan tersebut lewat pribadi kita masing-masing. Kemunafikan yang semakin menggila. Sifat kurang bertanggung jawab. e. Semakin banyak orang pendidikan sarjana tetapi Indonesia masih saja terpuruk. Disamping ciri mental tradisional. Sikap dan tindakan yang suka menerabas c. Sifat kurang percaya pada diri sendiri. Terlalu berorientasi pada atasan sehingga kreativitasnya tidak berkembang. e. e. Selalu menaruh perhatian pada kejayaan nenek moyang dan kurang memperhatikan masalah akan datang. Tanpa ada usaha tersebut bukan tidak mungkin bangsa ini akan chaos. f. yang semuanya lebih bersifat kritik pada kehidupan negara dengan masalah seperti berikut: a.

yaitu: a. Mudah menerima perubahan rasional yang dapat dipertanggung jawabkan. Memiliki keahlian dan keterampilan yang siap dikembangkan. e. d. karena hanya pendidikan yang baik percepatan mentalitas pembangunan dapat dilakukan. c. Pendekatan persuasif dan penerangan. d. Memiliki dorongan kuat untuk maju. tampaknya perubahan ke arah mentalitas pembangunan belum terlihat perubahan yang cukup berarti. karena kondisi ini tidak mungkin dihindari dalam proses pembangunan yang harus terus berjalan.3) Mentalitas Pembangunan Meski masalah mentalis bangsa Indonesia dalam hubungannya dengan pembangunan telah lama diperbincangkan. Memberi hadiah yang wajar bagi yang berhasil. c. Berwawasan jauh ke depan. Semua ini dapat terlaksana dengan baik bila pendidikan dalam masyarakat berjalan dengan baik. 57 . Bersifat demokratis dalam mengambil keputusan. Koentjaraningrat memberi 4 cara membina mental bangsa menuju mentalitas pembangunan. Semua itu tetap merupakan tantangan dalam pembangunan. b. Pendidikan dapat mempercepat mentalitas pembangunan karena masyarakat terdidik akan : a. b. Setiap pemimpin dapat memberi contoh yang baik. Pembinaan sejak dari kehidupan keluarga.

kiranya perlu diketahui dahulu arti desa. Langkah ataupun kebijaksanaan yang akan diambil oleh pemerintah dalam melaksanakan pembangunan perlu diletakkan dalam satu kesatuan dengan daerah kota dalam rangka pengembangan wilayah yang terpadu.2% rakyat di wilayah Indonesia bertempat tinggal di desa. Partisipasi masyarakat pedesaan amat diperlukan bagi berhasilnya pembangunan dan sekaligus akan dapat meningkatkan penghidupan masyarakat di pedesaan. terutama apabila ditinjau dari segi geografi. Setiap program pembangunan desa dimaksudkan untuk membantu dan memacu masyarakat desa membangun berbagai sarana dan prasarana desa yang diperlukan. Pengertian Desa Kurang lebih 81. Sebelum kita berbincang mengenai fungsi dan peranan desa.BAB VI MASYARAKAT PERDESAAN DAN PERKOTAAN 1. Sebenarnya desa itu adalah suatu hasil perpaduan antara 58 .

Wilayah ini pada umumnya terdiri dari pemukiman penduduk. sehingga wujud desa sudah pula menunjukkan banyak perubahan. Mendasarkan diri pada tingkat pendidikan dan tingkat teknologi penduduknya yang masih tergolong belum berkembang maka kenampakannya adalah sebagai suatu wilayah yang tidak luas. Kemajuan negara dan kehidupan modern telah banyak pula menyentuh daerah atau wilayah pedesaan. Melihat pada data ini dapat dikatakan bahwa desa-desa di Indonesia pada umumnya berfungsi sebagai desa agraris.kegiatan sekelompok manusia dengan lingkungannya. 59 . dengan corak kehidupan yang sifatnya agraris dengan kehidupan yang sederhana. Baiklah sekarang kita tinjau citra daerah pedesaan situasi dan kondisi yang masih belum berkembang lanjut. agak sukar memberikan definisi yang tepat. Menurut Sutardjo Kartohadikusumo (1953: 2). pekarangan dan persawahan. Untuk ini maka perlu diperhatikan beberapa batasan mengenai desa. ekonomi. Keadaan ini dimungkinkan karena kesuburan tanah dan iklim yang mendukung berkembangnya tanaman pertanian.” Dari contoh definisi tersebut di atas. Jumlah penduduknya tidak besar dan letak wilayah ini relatif jauh dari kota. dinyatakan bahwa “Desa ialah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. Hasil dari perpaduan itu ialah suatu wujud atau kenampakan di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografi. Kurang lebih 65% penduduk Indonesia bekerja di bidang pertanian. Jaringan jalan belum begitu padat dan sarana trasportasi masih sangat langka. karena materinya sendiri tidak merupakan sesuatu yang statis dan tidak mudah diamati secara tepat. politik dan kultural yang saling berinteraksi antar unsur tersebut dan juga dalam hubungannya dengan daerah-daerah lain. sosial.

sehingga tingkat keadaan kemakmuran dan tingkat kemajuan penduduk tidak sama. dalam artian yang baik memberikan jaminan akan ketenteraman dan keserasian hidup bersama di desa. Unsur-unsur desa adalah : 1) Daerah. kepadatan. 3) Tata kehidupan. Tata kehidupan. Apakah yang menjadi unsur-unsur dari desa ? Menurut Bintarto dalam bukunya Suatu Pengantar Geografi Desa. luas dan batas yang merupakan lingkungan geogragi setempat. Unsur daerah. 1977:15). Ketiga unsur desa ini tidak lepas satu sama lain. pertambahan. penduduk dan tata kehidupan merupakan suatu kesatuan hidup. Letak suatu desa pada umumnya selalu jauh dari kota atau dari pusat-pusat keramaian. adalah hal yang meliputi jumlah. Unsur lain yang termasuk unsur desa yaitu unsur letak. termasuk juga unsur lokasi. penduduk menggunakan kemungkinan yang disediakan oleh daerah itu guna mempertahankan hidup. persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat. dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak beserta penggunaannya. 2) Penduduk. ialah unsurunsur desa. Desa-desa yang letaknya pada perbatasan kota 60 . dalam hal ini pola tata pergaulan warga desa. Maju mundurnya desa tergantung pada tiga unsur ini yang dalam kenyataan ditentukan oleh faktor usaha manusia dan tata geografi.Selain dari itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. melainkan merupakan satu kesatuan. Jadi menyangkut seluk-beluk kehidupan masyarakat desa (rural society). Peninjauan ke desa-desa atau perjalanan ke desa sama artinya dengan menjauhi kehidupan di kota dan lebih mendekati daerah-daerah yang menoton dan sunyi. Tiap-tiap desa mempunyai tata geografi dan usaha manusia yang berbeda-beda. Suatu daerah dapat berarti bagi penduduk apabila ada “human efforts” (usaha manusia) untuk memanfaatkan daerahnya. artinya tidak berdiri sendiri. (Bintarto. Daerah menyediakan kemungkinan hidup. 1977 dijelaskan sebagai berikut.

“Potential man power” terdapat di desa yang masih terikat hidupnya dalam bidang pertanian. Kadang-kadang di beberapa desa terdapat tenaga-tenaga yang berlebihan di bidang pertanian. Marilah kita melihat lebih dalam mengenai fungsi. peranan dan potensi desa yang saling berkaitan. Jadi persamaan nasib dan pengalaman menimbulkan hubungan sosial yang akrab. Ini disebabkan karena penggunaan lahannya lebih banyak dititikberatkan pada tanaman pokok dan beberapa tanaman perdagangan daripada untuk gedung-gedung atau perumahan. misalnya dengan menciptakan lapangan kerja dengan mendirikan “rural industries” atau migrasi yang efisien. banjir dan sebagainya yang harus dihadapi dan dialami bersama. Hal ini dapat dimengerti. Faktor lingkungan geografis memberi pengaruh juga terhadap kegotong royongan ini. 2) Faktor iklim yang dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap penduduk terutama petani-petaninya. Desa yang terletak jauh dari perbatasan kota merupakan lahan pertanian yang luas. Dalam hal ini perlu diperhatikan penyaluran yang sebaikbaiknya. 61 . gempa bumi. Unsur letak menentukan besar kecilnya isolasi suatu daerah terhadap daerah-daerah lainnya. Penduduk merupakan unsur yang penting bagi desa.mempunyai kemungkinan berkembang yang lebih banyak daripada desadesa di pedalaman. Masyarakat yang merupakan suatu “gemeinschaft” yang memiliki unsur gotong royong yang kuat. misalnya saja : 1) Faktor topografi setempat yang memberikan suatu ajang hidup dan suatu bentuk adaptasi kepada penduduk. sehingga timbul apa yang disebut dengan istilah pengangguran tak kentara atau “disguished unemployment”. karena penduduk desa merupakan “face to face group” di mana mereka saling mengenal betul seolah-olah mengenal dirinya sendiri. 3) Faktor bencana alam seperti letusan gunung. Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat.

desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak kecil artinya. peranan masyarakat pedesaan dalam mencapai sasaran swasembada pangan adalah penting sekali. yaitu dengan timbulnya industri-industri kecil di daerah pedesaan dan merupakan “rural industries”. ketela. Fungsi dan Potensi Desa Apakah fungsi desa itu? Pertama. Peranan yang vital menyangkut produksi pangan yang akan menentukan tingkat kerawanan dalam rangka pembinaan ketahanan nasional. Ketiga. buah-buahan dan bahan makanan lain yang berasal dari hewan. Beberapa desa di Jawa sudah pula menunjukkan perkembangan-perkembangan yang baru. disamping bahan makanan lain seperti kacang.2. desa nelayan dan sebagainya. Menurut Sutopo Yuwono: “Salah satu peranan pokok desa terletak di bidang ekonomi. dari segi kegiatan kerja (accupation) desa dapat merupakan desa agraris. kedelai. 62 . Kedua. desa industri. Daerah pedesaan merupakan tempat produksi pangan dan produksi komoditi ekspor. desa manufaktur. jagung. Oleh karena itu. Desa-desa di Jawa banyak berfungsi sebagai desa agraris. bahkan bersifat vital. dalam hubungannya dengan kota maka desa yang merupakan “hiterland” atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberi bahan makanan pokok seperti padi.

sehingga hasil usaha mereka berupa ikan dan udang tidak hanya melayani kebutuhan konsumsi dalam negeri. 1977:19-20). (3) Aparatur atau pamong desa yang kreatif dan berdisiplin sumber kelancaran dan tertibnya pemerintahan desa. Sumber air dan tata air yang berlainan menyebabkan cara penyesuaian atau corak kehidupannya berbeda. 63 . Tenaga kerja di desa-desa merupakan suatu unsur penting. kopi. karet dan sebagainya tidak kalah pentingnya dilihat dari segi usaha untuk meningkatkan ekspor dan memperoleh devisa yang diperlukan sebagai dana guna mempercepat proses pembangunan. Demikian pula sama pentingnya peranan dari masyarakat desa pantai sebagai produsen bahan pangan protein tinggi. teh. Potensial non fisik meliputi antara lain : (1)Masyarakat desa yang hidup berdasarkan gotong royong dan dapat merupakan suatu kekuatan berproduksi dan kekuatan membangun atas dasar kerja sama dan saling pengertian. (2)Lembaga-lembaga sosial. Peranan mereka perlu ditingkatkan dan dibina sedemikian rupa. luas tanah. tetapi juga untuk ekspor. karena lingkungan geografis dan keadaan penduduknya berbeda. lada.Masyarakat desa perkebunan adalah produsen komoditi untuk ekspor. (Bintarto. pendidikan dan organisasi-organisasi sosial desa yang dapat memberikan bantuan sosial serta bimbingan dalam arti positif. macam tanah dan tingkat kesuburan tanah yang tidak sama. yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan ekonomi dalam rangka pembinaan ketahanan nasional. Peranan mereka untuk meningkatkan volume dan kualitas komoditi seperti kelapa sawit. Potensi desa tidak sama. Peningkatan hasil dari ekspor komoditi non minyak berarti mengurangi ketergantungan kita dari hasil ekspor minyak.

(3)Desa berkembang atau desa maju. (b)Interaksi antara desa dengan kota. Ketiga. yaitu: (1)Desa yang kurang berkembang atau terbelakang. Modernisasi Desa dan Permasalahannya Usaha pemerintah ke arah mengembangkan atau membangun desa ialah: pertama. antara lain dapat disebutkan di sini : (a) Potensi desa yang mencakup potensi sumber daya alam dan potensi penduduk warga desa beserta pamongnya. Dalam hal ini maka desa akan mengalami modernisasi.Keadaan penduduk dan dasar hidup masyarakat desa yang berbeda mengakibatkan adanya berbagai karakteristik dan berbagai tingkat kemajuan desa. fragmatis dan rasional. mengusahakan agar warga desa dapat lebih bersifat kreatif dinamis dan fleksibel dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dijumpai. 64 . mengusahakan agar corak kehidupan dan penghidupan warga desa dapat ditingkatkan atas dasar alam pikiran yang logis. Maju mundurnya desa dapat tergantung pada beberapa faktor. artinya tidak ada perbedaan status antara penduduk desa dengan penduduk kota seperti pada zaman kolonial. Apa yang menjadi tujuan modernisasi di daerah pedesaan ? Pewarisan nilai-nilai luhur tersebut kepada generasi satu ke generasi yang berikutnya tentu akan memperhatikan proses-proses penyesuaian dalam rangka menuju masyarakat modern. menempatkan warga desa dalam kedudukannya yang sebenarnya sebagai warga desa dalam wadah Indonesia. (2)Desa yang sedang berkembang. sehingga dapat lebih meningkatkan semangat pembangunannya. 3. antara desa dengan desa tercakup di dalamnya perkembangan komunikasi dan transportasi. (c) Lokasi desa terhadap daerah-daerah di sekitarnya yang lebih maju. Kedua.

seperti alat-alat keperluan sehari-hari yang serba mesin dan mewah. mesin cuci listrik dan menyelesaikan pekerjaan di rumah. sebab kadang-kadang bahkan sering ditanyakan.Barangkali ada perlunya dalam hal ini sedikit diuraikan mengenai arti atau pengertian modern. Telepon. Yang dimaksud dengan dunia di luarnya ialah pengaruh negara-negara maju dengan teknologinya yang sudah modern. Cara hidup atau gaya hidup yang meniru kehidupan modern ala Barat tidaklah sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. 65 . Dengan demikian terjadi perubahan dalam bentuk dan cara hidup masyarakat desa. Kompor gas. yaitu ikut sertanya cara-cara hidup dari pengalihan teknologi tersebut atau dengan lain perkataan meniru cara hidup modern kebarat-baratan. Ada beberapa kenyataan bahwa hasil barang-barang dari produksi modern sebagai akibat dari pengalihan teknologi maju telah menimbulkan efek sampingan. komunikasi sebagainya radio dan televisi telah pula dapat meningkatkan dengan untuk antara telah masyarakat memudahkan yang para sedang ibu berkembang rumah tangga masyarakat yang sudah maju. terhadap pengaruh dunia di luarnya. Kendaraan bermotor yang sudah banyak dan beraneka ragam sudah menjangkau daerah pedesaan telah dapat meningkatkan frekuensi kontak maupun ekonomi antara masyarakat pedesaan dan masyarakat kota. apakah modern atau modernisasi sama dengan Westernisasi? Apa pula yang dimaksud atau diartikan dengan manusia modern? Apakah modernisasi ini juga akan mempunyai pengaruh bagi pembangunan bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila ini? Apa pula pengaruhnya terhadap pembangunan desa? Dalam studi literatur telah dibincangkan mengenai masalah melunturnya gotong royong sehubungan dengan terbukanya masyarakat pedesaan terutama.

Memperhatikan uraian tersebut di atas maka kita tidak perlu khawatir akan hilangnya gotong royong dari bumi Indonesia sebagai akibat adanya laju modernisasi yang pada saat ini banyak melanda negaranegara yang sedang berkembang. sehingga warga desa tidak akan merasa jemu dengan lingkungan hidupnya. industri dan ilmu pengetahuan maka pastilah bahwa bangsa kita. sehingga akan mengurangi arus pelajar ke kota dan tenaga terdidik akan tetap tinggal di desa membimbing warga desa yang lain yang belum maju. (3)Modernisasi yang berarti suatu usaha meningkatkan bidang pendidikan secara merata. tujuannya adalah: 66 . Bahkan kalau kita dapat membawa diri dan memanfaatkan kemajuan-kemajuan zaman di bidang teknologi. negara kita akan lebih kokoh dan lebih disegani oleh negara-negara di luar Indonesia. Selanjutnya menyangkut pembangunan desa yang erat juga kaitannya dengan modernisasi.Sebagai tujuan dari modernisasi desa dapat dikemukakan beberapa hal antara lain: (1)Modernisasi dapat memberi gairah dan semangat hidup baru serta menghilangkan monotonisasi dari kehidupan di desa. (2)Modernisasi desa dapat meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi warga desa. merupakan dalam pengembangan dan pengembangannya warga diikutsertakan. (4)Modernisasi (5)Mordernisasi pedesaan di bidang pengangkutan tumpuan proses bagi akan secara berangsur teknologi desa menghilangkan sifat isolasi desa. sehingga dapat menahan arus urbanisasi.

prasarana. ditambah belum mantapnya koordinasi pelayanan pemerintah yang dilaksanakan oleh berbagai unsur aparatur vertikal dan daerah dan sebagainya. Keempat. masih ada beberapa daerah yang kekurangan pangan dan gizi. diferensiasi sosial. terutama pada anak-anak balita penduduk jarang dan terpencar-pencar. Ketiga. bahwa di samping usaha pemerintah yang dilaksanakan secara kontroversial dalam rangka membangun masyarakatnya yang masih perlu instansi pembangunan desa yang secara khusus ditugaskan untuk lebih langsung atau untuk menangani mengatasi masalah-masalah secara tepat pedesaan yang mendesak masalah-masalah. gaya dan pandangan hidup. tingkat kesehatan yang rendah. kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan seperti: lingkungan. dengan pembangunan desa dimaksudkan untuk bisa menjangkau kelompok masyarakat yang olhe para ilmuwan disebut masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan (poverty line). Dari segi pemerintahan desanya. untuk menjamin kesinambungan pembangunan yaitu dengan kesadaran bernegara dan berpemerintah yang menjamin stabilitas yang menunjang pembangunan. teknologi dan kelembagaan. ketimpangan.Pertama. para pemuda putus sekolah dan sebagainya. struktur dan aparatur masih selalu perlu ditingkatkan dan demikian pula pemantapan di bidang koordinasi sebagaimana mestinya. Dari segi keadaan masyarakatnya. Kelima. antara lain: a. b. Secara umum permasalahan-permasalahan yang erat kaitannya dengan pembangunan desa dapat ditinjau dari beberapa segi. untuk mengatasi masalah lapangan kerja yang begitu mendesak. stratifikasi sosial. Kedua. untuk lebih mengakarkan mission pemerintah di dalam masyarakat secara keseluruhan dan secara mendasar. 67 . mobilitas. kepadatan penduduk.

c. Kita tahu pula bahwa pada umumnya kota itu selalu dipandang sebagai pusat pendidikan. aspek budaya. kota itu memiliki tingkat dan ranking yang tertinggi. fungsi dan peranannya atau sumber pengaruh atau sumber stimulasinya banyak berasal dari kota. Dari segi geografisnya. Ternyata masih ada beberapa pandangan definisi yang belum dapat disatukan. 68 . Oleh karena itu. Warga kota yang menjadi penghuni kota memerlukan tempat berteduh. tempat bekerja. Dari segi kelembagaan perlu ada peningkatan organisasi yang selalu dipantau secara teratur demi ketertiban dan kelancaran fungsinya. aspek ekonomi. Ditinjau dari hirarki tempat. Pengertian Kota Dalam kehidupan sehari-hari kota itu selalu nampak sibuk. 4. Demikian pula kehidupan yang timpang antara desa dan kota sebagai akibat adanya urbanisasi telah menimbulkan berbagai permasalahan sanitasi pemukiman di bawah standar. Untuk membuat sebuah batasan atau definisi mengenai kota tidaklah demikian mudah. walaupun demikian menurut sejarah perkembangannya kota itu berasal dari tempattempat pemukiman yang sangat sederhana. kita dapat melihat beberapa aspek kehidupan di kota antara lain aspek sosial. pusat kegiatan ekonomi. seperti belum seimbangnya keadaan desa-desa di Jawa dan Bali dengan desa-desa lainnya di luar Jawa dan Bali. pusat pemerintahan dan sebagainya. d. Keadaan lingkungan beberapa daerah pedesaan yang masih kurang memenuhi persyaratan sebagai lingkungan yang sehat dengan lingkungan hidup yang tidak sehat sedangkan teknologi yang dimiliki justru dapat membahayakan lingkungan hidup sekelilingnya. tempat bergaul dan tempat menghibur diri. aspek pemerintahan dan sebagainya. Jadi.

jumlah penduduknya. yaitu kota-kota penghasil bahan mentah dan kota-kota yang mengubah bahan mentah tersebut menjadi barang-barang jadi. Di daerahdaerah ini dapat timbul daerah-daerah dengan kota-kota industri. sehingga dapat terjadi dua macam kota. struktur mata pencaharian.” Dari berbagai kepustakaan masih dijumpai beberapa pandangan yang berbeda-beda. pusat kebudayaan. tipe masyarakat. Penggolongan yang sifatnya nonnumerik adalah penggolongan menurut fungsi. atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya. pusat kesehatan dan pusat rekreasi. Jadi penggolongan kota ini dapat dilihat dari segi ekonomi. segi sosiologi. kota dapat diartikan sebagai suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis. Penggolongan kota dapat didasarkan pada fungsi. segi demografi dan segi geografis yang abstrak. di mana pusat-pusat tersebut dihubungkan dengan jalur transportasi antara kota dengan kota dan antara kota dengan daerah belakangnya atau “hinterland-nya”. antara lain: kota-kota sebagai pusat produksi perdagangan. biasanya terletak dikelilingi oleh daerah-daerah penghasil bumi atau hasil tambang. besar kecilnya daerah pemukiman dan sebagainya.Menurut Bintarto:” Dari segi geografi. karena yang satu mendasarkan penggolongannya pada penggolongan numerik dan yang lain pada penggolongan non numerik. 69 . Kota pusat produksi. pusat pemerintahan.

Kota pusat pemerintahan. Bagdad.Kota pusat perdagangan. biasanya terdapat di daerah pegunungan yang memiliki udara bersih dan suhu yang sejuk. 70 . Berlin. Kota-kota pusat kesehatan. Kairo dan Istambul. Jenis kelamin atau seks dalam hal ini mempunyai arti yang penting. di Eropa antara lain London. Paris. Sulawesi. Ada yang hanya merupakan penyalur kebutuhan sehari-hari warga kota. Surakarta dan beberapa kota di Bali. Kota pusat kebudayaan yang terkenal di Indonesia antara lain adalah Yogyakarta. 5. Struktur Kota Dari segi geografi studi tentang kota dan desa adalah penting dan menarik. Banyak kota-kota pada waktu itu berfungsi sebagai pusat-pusat politik atau pusat-pusat pemerintahan. hubungan kota dengan daerah sekitarnya (location. sebenarnya menjadi sifat umum dari kotakota tetapi tidak semua kota didominasi oleh kegiatan perdagangan. karena semua kehidupan sosial dipengaruhi oleh propinsi atau perbandingan jenis kelamin. Kalimantan dan sebagainya. Saigon dan Rangoon. di Timur Tengah Teheran. kedudukan kota. Sumatera. Selain sebagai daerah-daerah yang memiliki seni dan budaya. banyak kota-kota di Indonesia yang menjadi tempat rekreasi atau pusat-pusat wisata. ini pada umunya banyak dijumpai pada zaman sebelum revolusi industri. karena dalam disiplin ini diperhatikan mengenai hal ihwal lokasi kota. ada yang merupakan perantara bagi perdagangan nasional ataupun internasional yang sering disebut dengan “entrepot”. misalnya saja di Asia seperti Bangkok. site and situation).

mencangkul dan pekerjaan lain yang sejenis itu pada umumnya dikerjakan oleh kaum pria. Di kota wanita dapat bekerja di bidang jasa yang tidak banyak memeras tenaganya. Kemungkinan besar adalah bahwa mereka yang berumur lebih dari 65 tahun atau mereka yang sudah pensiun lebih menyukai kehidupan dan suasana yang lebih tenang.Nampak bahwa keadaan imbangan jenis kelamin di sebagian kotakota besar di Jawa. Keadaan ini dapat diterangkan dengan melihat sifat yang berbeda-beda antara kota satu dengan kota lainnya yang berada di luar kota atau daerah pedesaan. pusat perbelanjaan dan sebagainya sangat menguntungkan dan menarik kaum wanita. menunjukkan gejala bahwa kaum wanita lebih banyak berdomisili do kota dibanding dengan laki-laki. Membajak. Selain daripada itu perkembangan yang terjadi di dalam kota terutama dalam inti kotanya menyebabkan daerah tersebut menjadi pusat kerja penduduk yang masih berumur produktif baik di bidang perdagangan maupun pendidikan dan sebagainya. kemudahan-kemudahan dan fasilitas-fasilitia yang lebih baik daripada desa. Suasana itu terdapat di daerah-daerah pedesaan atau “suburban”. Di daerah pedesaan yang memiliki sifat agraris lebih banyak menggambarkan pekerjaan keras daripada pekerjaan-pekerjaan yang diperlukan dan dijalankan oleh penduduk kota. Di desadesa tidak demikian halnya. Struktur penduduk kota dari segi umur menunjukkan bahwa mereka lebih banyak tergolong dalam umur produktif. Sepintas kilas dapat digambarkan bahwa kota-kota itu memiliki. Suasana kota yang diliputi dengan serba terang pada malam hari dan diisi dengan gedung-gedung hiburan. 71 .

Biasanya ada fungsi-fungsi lainnya juga seperti kota dagang. kompleks pecinan dan seterusnya. kepegawaian. Sudah jelas bahwa jenis mata pencaharian penduduk kota di bidang nonagraris seperti pekerjaan-pekerjaan di bidang perdagangan.Struktur kota dapat dilihat dari jenis-jenis mata pencaharian penduduk atau warga kota. Dengan demikian struktur dari segi jenis-jenis mata pencaharian akan mengikuti fungsi dari sesuatu kota. Segregasi dapat dianalogkan dengan pemisahan yang dapat menimbulkan berbagai kompleks atau kelompok (clusters). Identitas Kota Bagaimana sekarang mengenal kota-kota? Tanda pengenal kota terutama di kota-kota yang tergolong kota-kota besar dapat dilihat paa beberapa kenampakan antara lain adalah ciri fisis dan ciri sosial. sehingga kita sering mendengar adanya kompleks perumahan. pengangkutan dan di bidang jasa serta lainlainnya. maka dapat dikatakan bahwa struktur penduduk kota tersebut dari segi ini akan mengarah atau cenderung ke jenis-jenis kegiatan industri. 6. maka beberapa ciri fisis dapat ditunjukkan sebagai berikut: 72 . tetapi meskipun demikian jarang sekali sesuatu kota mempunyai fungsi tunggal. kota pemerintahan. Dalam keadaan tersebut struktur penduduk kota dari segi mata pencaharian akan mengalami berbagai variasi. kota kebudayaan dan sebagainya. misalnya saja: kota yang dibangun adalah kota industri. Menurut Bintarto dalam bukunya Pengantar Geografi Kota.

“(1) Tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan. Perkembangan selanjutnya di bidang industri telah membawa perubahan yang besar untuk pasar ini. Tempat-tempat penyimpanan dagangan dan barang klontong harus disimpan di gudang-gudang atau di toko-toko besar. Daerah-daerah pusat kegiatan di kota ini dapat hidup karena adanya jalur jalan. Kendaraan-kendaraan pengangkut barang maupun pengangkut orang tidak selalu dalam keadaan bergerak terus. maka sistem barter ini menjadi sistem jual-beli. Kemajuan di bidang transportasi dan digunakannya sistem uang. Kota-kota menjadi pusat perdagangan. Di dalam cara pembayaran pembelian secara besar-besaran. yang memjualbelikan hasil bumi dan hasil-hasil industri. terjadilah pusat-pusat pertokoan yang sibuk dikunjungi oleh para pembeli. Pusat-pusat ini kemudian dikenal dengan “shopping centers”. transaksi pengiriman barang melalui perusahaan-perusahaan barang-barang pengangkutan. Dengan demikian. Pasar selalu merupakan titik api atau fokus point dari sesuatu kota. di mana para petani dan para pengrajin membawa barang-barangnya dan melaksanakan perdagangan secara barter atau tukar barang dengan barang. Sifat pasar berubah dari daerah terbuka menjadi gedung-gedung pusat perdagangan yang sedikit banyak tertutup. tetapi berhenti di tempat-tempat tertentu. maka transaksi keuangan dilakukan melalui bank. lebih-lebih dengan adanya pertambahan penduduk. Pada waktu dulu pasar merupakan daerah yang terbuka. (2) Tempat-tempat untuk parkir. alat pengangkutan sebagai wadah arus penyalur barang dan manusia. 73 .

negara-negara maju tempat-tempat parkir ini tidak hanya dibuat dalam dua dimensi tetapi juga sudah pula tempat parkir di bawah tanah atau di atas toko-toko maupun pasar-pasar. Perbedaan status sosial ekonomi maupun kultural dapat menumbuhkan sifat “individualisme”. di toko. Kesibukan masing-masing warga kota dalam tempo yang cukup tinggi dapat mengurangi perhatiannya kepada sesamanya. karena komunikasi lewat telepon sudah menjadi alat penghubung yang bukan lagi merupakan suatu kemewahan. Masalah parkir ini telah banyak pula menimbulkan kesulitan bagi lancarnya lalu lintas di kota. (5) Toleransi sosial. Selain dari itu karena tingkat pendidikan warga kota sudah cukup tinggi maka segala persoalan diusahakan diselesaikan secara perorangan atau pribadi tanpa meminta pertimbangan keluarga lain. Di kota masalah ini dapat diatasi dengan adanya lembaga atau yayasan yang berkecimpung dalam hal ikhwal kemasyarakatan. di bioskop dan di tempat yang lain warga kota berdekatan tetapi dari segi sosial berjauhan. Jadi secara fisik. Kepadatan penduduk di kota-kota memang pada umumnya dapat dikatakan cukup tinggi. di pasar. karena perbedaan kebutuhan dan kepentingan. Apabila ini berlebihan maka mereka mampu akan mempunyai sifat tak acuh atau kurang mempunyai toleransi sosial. (3) Tempat-tempat rekreasi dan olah raga. (6) Jarak sosial.Dengan keadaan ini maka di kota timbullah daerah-daerah atau tempat-tempat parkir sebagai stasiun pemberhentian. Dalam hubungan ini pergaulan tatap muka secara langsung dan dalam ukuran waktu yang lama sudah mulai jarang terjadi. (4) Individualisme. Sifat kegotongroyongan yang murni sudah jarang dapat dijumpai di kota.000 orang/km persegi. di jalan. Oleh karena itu. 74 . Andaikata ada sudah ada dalam bentuk lain. Tempat rekreasi dan olahraga di kota ini atau di desa adalah penting bagi manusia. Biasanya sudah melebihi 10.

(7) Penilaian sosial. masalah kekurangan gedung sekolah. kota tidak hanya meluas secara mendatar tetapi juga menegak. Perkembangan Kota Di kota-kota yang sudah maju. sampai sampah. dan situasi kondisi kehidupan kota mempunyai pengaruh terhadap sistem penilaian yang berbeda mengenai gejala-gejala yang timbul di kota. Dengan demikian nampak bahwa gejala-gejala fisik sosial ekonomi yang negatif ini ditimbulkan karena makin berkurangnya daya tampung kota dan kurangnya kesadaran terhadap etik lingkungan. perbedaan kepentingan. Masalah yang bersifat fisis ini ternyata juga bersangkut paut dengan masalah sosial ekonomi. Kemudian timbul dari keadaan tersebut di atas berbagai bentuk kriminalitas dan polusi yang sangat mengganggu ketenangan kota. Gedung-gedung bertingkat merupakan ciri-ciri khas untuk kota yang modern. Penilaian dapat didasarkan pada latar belakang ekonomi. 75 . Masalah-masalah yang ditimbulkan sebagai akibat pemekaran kota adalah masalah-masalah perumahan. dapat pula pada latar belakang pendidikan dan pada latar belakang filsafat. Perbedaan status. masalah terdesaknya daerah persawahan di perbatasan kota dan masalah administratif pemerintahan. 7. Masalah-masalah yang banyak ini kemudian mendesak para perencana dan pengatur kota untuk segera dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Untuk mengatasi berbagai masalah yang diakibatkan pemekaran kota peranan aparatur kota sangat menentukan keberhasilan programprogram pembangunannnya. masalah di bidang kelalulintasan. Kurangnya daya tampung perumahan bagi penduduk berpenghasilan kecil atau minim dan bagi para penganggur dari luar kota dapat memperluas daerah-daerah alam dan menambah jumlah orang-orang yang disebut para “pemulung”.

Untuk ini. (4)Meningkatnya sifat individualistis. telepon. Segala kemajuan/fasilitas untuk hidup di kota dapat dipenuhi. Para usahawan dan mereka yang bergerak di bidang jasa transportasi. Selain itu. bermotor yang telah memperlancar kehidupan sosial 76 . Banyak kota telah berkembang. kreatif dan penuh rasa tanggung jawab. (2) Meningkatnya daerah hunian liar (slums). ia harus mempunyai sumber keuangan atau modal yang besar. Semua ini dapat dikatakan sebagai hasil kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu. di pihak lain nampak juga beberapa kemunduran atau kemerosotan di berbagai bidang kehidupan di antara lain : (1)Meningkatnya kejahatan dan kenakalan di kota. para pedagang harus dapat meningkatkan pelayanannya kepada para konsumennya. Statifikasi sosial ekonomi penduduk di kota yang kategori mengharuskan warga kota hidup bersaing dengan penuh perjuangan. (3)Menurunnya kesadaran akan alam lingkungannya. penghuni atau warga kota banyak yang ditarik berbagai jenis pajak. misalnya saja: (1)Perumahan yang memenuhi persyaratan kesehatan. baik secara segi fisisnya. Namun. ia harus memiliki penghuni yang aktif.Kota menjadi daya tarik bagi daerah sekitarnya dan ia selalu berusaha memperhankan kelangsungan hidupnya. televisi telah banyak dimanfaatkan penduduk kota. (3)Jalur-jalur komunikasi berupa surat kabar. radio. (2)Kendaraan ekonomi. segi ekonomi maupun sosial budayanya.

rasa “jijik” untuk tinggal di suatu tempat. semakin banyaknya jumlah penduduk dan bertambahnya perumahan yang tidak disesuaikan dengan “daya dukung” kota. Degradasi lingkungan atau pencemaran lingkungan yang terjadi di kota maupun di desa tidak hanya bersifat fisis. Oleh karena itu. tetapi dapat juga berpengaruh sebaliknya dan untuk itu tentunya diharapkan modernisasi dapat melenyapkan pencemaran lingkungan kota dan desa. bertambahnya kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.Modernisasi ternyata juga tidak selalu memberi manfaat terhadap kehidupan. Bertambahnya pabrik. BAB VII PENYAKIT MASYARAKAT 77 . seperti rasa jenuh. karena menurunnya kualitas lingkungan hidup kota. rasa kesal. telah menimbulkan masalah yang semakin gawat bagi ketenangan hidup penduduk kota. penyelesaiannya sebaiknya didekati dengan pendekatan secara manusiawi atau “human approach”. tetapi juga bersifat sosial.

perjudian dan lain-lain. Dibidang ekonomi : kemiskinan dan pengangguran b. Dibidang kesehatan : terjadinya mabuk-mabukan. Dalam sebuah bacaan kriminologi yang ditulis oleh Barnes & Teers dengan judul “New Horizon In Criminology” menyebutkan bahwa yang termasuk dalam penyakit masyarakat adalah : 78 .(PATHOLOGI SOCIAL) 1. 1970 : 4) Faktor-faktor yang menyebabkan “maladjustment” antara lain : a. sehingga dapat membahayakan kelanjutan kehidupan kelompok atau dapat menghambat pemuasan keinginan dan kebutuhan masyarakat yang fundamental dari anggota-anggotanya dengan akibat putusnya ikatan sosial yang harmonis”. banyak orang yang hidup dikota-kota mengalami ketegangan dan kesukaran sehingga menjelma sebagai gejala penyakit masyarakat yang dapat membawa akibat-akibat sosial lainnya. Karena faktor tersebut. akibat urbanisasi dan lain-lain bisa menimbulkan ketegangan sosial dan apabila ketegangan sosial ini tidak mendapat pemecahan dan penanggulangan maka akan berkembang menjadi “penyakit masyarakat” terutama di kota-kota besar. penyakit jiwa. Dalam Sosiologi gejala penyakit masyarakat semacam ini disebut dengan istilah “Pathologi Social” yang diartikan sebagai berikut : “Social Pathologi merupakan suatu gejala dimana tidak ada persesuaian (maladjustment) antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan. pertambahan penduduk yang tidak dapat diikuti oleh perkembangan bahan makanan. agama. Adanya berbagai gejala sosial. seperti persaingan-persaingan dan konflik dalam proses sosial. d. Pengertian. moral : prostitusi (pelacuran). Dibidang pemerintahan : kekacauan politik c. kenakalan anak-anak. (Soedjono D. Dibidang pendidikan.

pelacur. lapangan. pasar-pasar dan tempattempat lain. Dalam publikasi pers “gelandangan” di Indonesia sering diistilahkan dengan “Tuna Wisma” – “ Tuna Karya” yang berarti orang-orang yang hidupnya tidak memiliki perumahan dan pekerjaan tetap. Prostitusi dan Kenakalan Remaja. 2. kolong-kolong jembatan. secara nyata agaknya persoalan ini mencerminkan problema sosial yang besar yang dapat ditemui dalam pergaulan hidup manusia dimana-mana termasuk di kota-kota besar di Indonesia. Gelandangan Gelandangan adalah masalah sosial serius bagi setiap kota. Dalam usaha penanggulangan penyakit-penyakit masyarakat berbagai negara mengambil tindakan dan kebijaksanaan yang berbeda-beda sesuai dengan filsafat dan hukum yang berlaku di negara yang bersangkutan. Mereka yang menjalani kehidupan gelandangan di kota-kota besar dapat dijumpai di trotoar. 79 . mengganggu harmonisasi dalam kehidupan masyarakat. yaitu : gelandangan. namun tidak semua negara memperlakukan hal yang sama. Dalam pengantar Sosiologi ini hanya akan dikemukakan penyakitpenyakit masyarakat tertentu yang di negara kita sangat dirasakan sebagai problema sosial yang cukup serius. penjudi dan lain-lain) yang langsung atau tidak. Di beberapa negara tertentu sering diperlakukan sebagai penjahat diadili dan dihukum.a) b) c) d) e) f) Gelandangan Pemabukan / pemadatan Prostitusi (pelacuran) Pelanggaran-pelanggaran sex Penyakit jiwa Kejahatan Anggota masyarakat yang dianggap sebagai penyakit masyarakat (gelandangan.

Sebab-sebab sosial / Kemasyarakatan seperti : 1) Pengaruh-pengaruh buruk dalam masyarakat (judi. lebih-lebih yang yang anggota keluarganya banyak (keluarga besar). madat dan lainlain) 2) Gangguan keamanan dan bencana alam yang memaksa penduduk desa mengungsi atau berurbanisasi ke kota-kota. c.Sebab-sebab seseorang menjalani kehidupan gelandangan. Sebab-sebab ekonomi seperti : 1) 2) 3) 4) Kesulitan menanggung hidup. Kecilnya pendapatan perkapita sehingga lambat laun tak dapat bekerja secara kontinyu. dapatlah disimpulkan bahwa mereka hidup sebagai gelandangan dikarenakan berbagai faktor yang antara lain sebagai berikut : a. Kegagalan dibidang pertanian (areal tanah tidak dapat diperluas lagi untuk pertanian) Belum berkembangnya industri sehingga tidak dapat menampung tenaga kerja 80 . Menurut ahli-ahli penelitian mengenai gelandangan di berbagai kota besar di Indonesia. 3) Pengaruh konflik sosial dimana terdapat ketidakserasian hidup antara penduduk desa yang melakukan urbanisasi ke kota-kota dimana lapangan kerja telah tertutup dan keahlian yang biasa digunakan di desa tidak dapat digunakan di kota. Sebab-sebab yang berhubungan dengan jasmani dan rohani : 1) Frustasi / tekanan jiwa 2) Cacad mental 3) Cacad fisik 4) Malas bekerja b.

atau menyerahkan diri secara terang-terangan kepada umum untuk melakukan perbuatan seksual dengan mendapat upah. Sedangkan yang tidak berkelompok melakukan sesuatu bebas menurut kehendaknya. Tuna wisma dan tuna karya di kota-kota dapat dijumpai dalam bentuk perorangan dan berkelompok. Menurut Paul Moedik Moeliono.Karena sebab-sebab diatas biasanya seseorang baik yang telah berada di kota. Di Indonesia dikenal dengan istilah “pelacuran”. pemungut puntung rokok dan lain-lain. Prostitusi (Pelacuran) Prostitusi berasal dari kata “prostituere” dari bahasa latin yang mengandung arti menonjolkan diri (dalam hal-hal yang buruk). Penghidupan dan Kehidupan gelandangan. Sekalipun para gelandangan itu hidup tanpa adanya pekerjaan tetap (nganggur) tetapi menurut hasil penelitian mereka mempunyai mata pencaharian juga untuk membiayai hidupnya yaitu dengan usaha-usaha : 1) Membecak 2) Menjadi kuli bangunan 3) Mencari puntung rokok 4) Melacurkan diri 5) Mengemis 6) Dan lain-lain 3. daerah pinggiran maupun yang berada di desa yang tidak mendapatkan pekerjaan tetap dan tidak memiliki perumahan lalu hidup sebagai gelandangan di kota-kota. pelacuran dapat diartikan sebagai penyerahan badan wanita dengan pembayaran oleh orang laki-laki guna 81 . Gelandangan yang terikat pada suatu kelompok akan taat terhadap kepala kelompok yang mengorganisir untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu seperti pemulung.

Faktor-faktor penyebab terjadinya pelacuran sangatlah kompleks. pelacuran merupakan penyakit sosial tertua yang terus ada dari masa ke masa dan tidak akan pernah hilang. karena tidak mendapat kebahagiaan dalam rumah tangganya dan masalah lain yang bersifat pribadi. Usaha-usaha untuk menanggulangi masalah prostitusi 82 . Malas bekerja tapi ingin hidup mewah Dari pihak laki-lakinya banyak pula hal yang mendorong untuk berbuat iseng datang ke tempat pelacuran. Menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya pelacuran adalah : a. antara lain bagi mereka yang takut menikah. Dengan adanya faktor-faktor penyebab baik yang terdapat pada wanita maupun laki-laki ditambah lagi dengan faktor lingkungan sosial ekonomi. Frustasi (kekecewaan) c. Menurut Barners & Teeters. Faktor ekonomi (kemiskinan) b. Gejala penyerahan tubuh wanita dengan bayaran oleh laki-laki secara umum tanpa pilihan dilakukan dengan beberapa jenis dengan kategori sebagai berikut : a) Pelacuran di bordil-bordil (di tempat-tempat) b) Pelacuran panggilan (call girl) c) Pelacuran yang nampak di jalan Sebab-sebab terjadinya pelacuran. Pendapat ini lebih banyak dianut karena sesuai dengan keadaan di negara kita.pemuasan nafsu seksual orang-orang itu. maka seakan-akan ada hukum permintaan dan penawaran yang didorong oleh faktor-faktor lingkungan sehingga terbentuklah “pasar” dimana terjadi drama prostitusi yang akan berlangsung dari masa ke masa. Urbanisasi d.

Dengan lokalisasi. Dengan pencatatan dan pengawasan kesehatannya c. dididik dengan ketrampilan. juga diadakan pelarangan bagi anak-anak muda yang ingin berkunjung kesitu. ditampung ditempat yang jauh diluar kota dengan pengawasan dan perawatan serta diberikan ceramah-ceramah agama atau pendidikan.Sekalipun disadari bahwa pelacuran sulit diberantas. Kenakalan Remaja Pengertian tentang kenakalan anak-anak yang lebih dikenal dengan istilah umum “Juvenile deliquency” kalimat. brandalan/ brutal. Melarang dengan Undang-undang dan diikuti oleh razia dan penangkapan. dan sifat kenakalannya berkaitan dengan aspek yuridis. d. psikologis dan sebagainya. Cara-cara yang harus dilakukan untuk menanggulangi pelacuran antara lain : a. Rehabilitasi tertangkap dalam setelah asrama-asrama diseleksi maka dimana yang para pelacur masih yang dapat dianggap diperbaiki ditampung dalam asrama. Hal ini disebabkan sebetulnya belum ada keseragaman kompleksnya masalah yang pendapat untuk memberi batasan yang bisa dicakup dalam satu rangkaian karena menyangkut kehidupan anak-anak. cross boy/cross girl. dan kenakalan anak-anak. namun usaha penanggulangan dalam arti sekurang-kurangnya menekan atau mengurangi meningkatnya jumlah pelacur dan pelacuran tetap harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. b. 4. 83 . agama dan lain-lain dipersiapkan untuk dapat kembali ke masyarakat sebagai warga yang baik kembali. Di Indonesia istilah yang banyak dipergunakan untuk menterjemahkan “Juvenile deliquency” seperti : kejahatan anak-anak. sosiologis.

anak-anak yang mengganggu ketertiban umum (walupun tidak melanggar hukum pidana) dan anak-anak terlantar yang butuh bantuan. 84 . Yayasan Kanisius. pada umumnya seperti : a. Kemerosotan moral dikalangan anak-anak muda tingkat “The Have” seperti dansa-dansa yang berlebihan dengan sembunyi-sembunyi. 1961. buku-buku bacaan porno. terjemahan Sugito-Sujitno. c. Sosiologi Pengertian dan Masalah. alat kontrasepsi dan minuman keras. Prof. d.Kenakalan anak-anak meliputi : anak-anak yang melakukan tindak pidana. semua itu dapat mendorong anak-anak untuk berbuat asusila. nonton film porno. e. Dr. DAFTAR PUSTAKA Bouman P. perkelahian kelompok yang semua tiu dapat mengganggu lalu lintas jalan dan ketertiban umum. Peredaran gambar-gambar porno.. Gejala timbulnya kenakalan anak. Jakarta.J. Sering membolos dari sekolah dan berkeliaran tanpa tujuan serta kadang-kadang melakukan perbuatan kurang ajar terhadap orang tua dan guru. b. Penggunaan obat-obat perangsang . Kebut-kebutan.

KATA PENGANTAR Diktat ini disusun sebagai bahan kuliah bagi mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah Ilmu Budaya Dasar pada FKIP Universitas Achmad Yani Banjarmasin 85 . Paulus Wirutomo Drs. 1961. Prof.. Jakarta. Rajawali Press. (Pengantar untuk masyarakat Soerjono Soekanto. Alumni. (Penyunting).M.. 1988. Soedjono D. 1982. Rajawali Press. CV. Asas-asas Sosiologi. MA. Dr. SH. Manusia dan Kebudayaan Indonesia.. Sosiologi Suatu Pengantar. Yogyakarta. Sosiologi Indonesia). Jakarta. Jakarta... Aksara Baru. Mr. 1971. Selo Soemardjan – Soelaiman Soemardi. Harsojo Prof. 1971. Koentjaraningrat. Jakarta.. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada. Penerbit Jembatan. . Pokok-pokok Pikiran dalam Sosiologi. 1964.. 1983.SH. Djojodiguno M. CV. Pengantar Ilmu Antropologi... Bandung. Setangkai Bunga Sosiologi. 1985. MSc. Struktur Masyarakat Indonesia. Dr. Prof..David Berry. Koentjaraningrat. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.

...... Sekalipun diktat ini masih jauh dari sempurna... Dengan demikian setelah memahami materi diktat ini cakrawala akademik mahasiswa semakin luas....Tujuan mempelajari diktat ini adalah untuk mengenalkan lebih dekat mengenai pemahaman konsep ilmu dan budaya dasar yang perkembangannya sangat cepat dalam era modernisasi teknologi masa kini ... Januari 2011 Penulis...... i Daftar Isi ..... namun penulis berharap bahwa diktat ini dapat memberikan manfaat terutama bagi mahasiswa yang mengikuti kuliah Ilmu Budaya Dasar......................... ii BAB I: SEKILAS TENTANG 86 ILMU PENGETAHUAN 1 .......................... sehingga dengan memahami isi diktat ini diharapkan mampu menambah wawasan pengetahuan berdasarkan keilmuan secara ilmiah dan komprehensif.. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepribadiannya agar peka dan cepat tanggap serta mampu mengambil tindakan yang tepat dan bertanggung jawab terhadap masalah sosial dan budaya............... Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu sampai terbitnya diktat ini................ Banjarmasin.................................................. Jumarianto 1- DAFTAR ISI Kata Pengantar . Realitas sosial menunjukkan bahwa pemahaman budaya mahasiswa terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi cukup kewalahan bahkan bisa dikatakan tertinggal................. Dan demi kesempurnaan buku ini penulis menanti kritik dan saran dari semua pihak.......................

..... BAB III : MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL 14 14 15 18 20 25 25 29 29 36 41 ....... 2... 1............................ Mitos................. Kelompok Ilmu Pengetahuan ....... Formal Group dan Informal Group ........ 3............................ 3......................... 2....................... Gemeinschaft dan Gesellschaft .............. 4............... Cara Memperoleh Pengetahuan ....................... 2......... 2.............. ............. Macam-macam Kelompok Sosial ........... Manusia dan Perlengkapannya ................................ 1..................................................... Fakta bahwa Manusia adalah Makhluk Sosial ............. Sikap Ilmiah ............................................................ Penalaran dan Cara Memperoleh Pengetahuan..... Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan .......................... Masyarakat .. BAB IV : INDIVIDU DAN MASYARAKAT 1..... 3.....ii - 87 ........... BAB II : PERKEMBANGAN PIKIRAN MANUSIA 1 1 3 7 7 8 12 .. Manusia Sebagai Makhluk Individu.... Kelompok Sosial yang Tidak Teratur .... Ciri Manusia ..................... 7... 5.......... Keluarga 3. 1...

................................... Sistem Nilai Budaya ...................... Prostitusi (Pelacuran) ............. Identitas Kota .......................... Kenakalan Remaja .............................. 5.......................... 3..........BAB VI : KEBUDAYAAN ........................... Struktur Kota ................................................................ 5...................... 4.................... Pengertian Kota ............................................. Unsur-unsur Kebudayaan ..... Perkembangan Kebudayaan ................................. Modernisasi Desa dan Permasalahannya .......... Perkembangan Kota ..... Pengertian Kebudayaan ........................ Daftar Pustaka 76 76 77 79 81 ........ 6...... 4................................ 57 57 61 63 67 69 70 73 BAB VIII : PENYAKIT MASYARAKAT (PATHOLOGI SOCIAL) 1. Pengertian . Pengertian Desa ......................... 2..... 3......................................................................... 4................................................................................................................. Fungsi Kebudayaan ........... 44 44 47 50 51 54 BAB VI : MASYARAKAT PERDESAAN DAN PERKOTAAN 1............ 3................................................. 1............................... Gelandangan .... Fungsi dan Potensi Desa ... 2..........iii - 88 .................. 7...................... 2........................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful