P. 1
Inovasi Dalam Kurikulum dan Pembelajaran

Inovasi Dalam Kurikulum dan Pembelajaran

|Views: 361|Likes:

More info:

Published by: Indra Julian Kusmayana on Dec 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2015

pdf

text

original

[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ..

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
berkat kesehatan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas laporan observasi ini tepat
pada waktu yang telah ditentukan. Di dalam penyusunan laporan makalah ini, kami
membahas mengenai inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran yang ada di MTs Asih
Putera, Cimahi. Laporan makalah ini bertujuan agar mahasiswa memiliki pemahaman tentang
bagaimana inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran secara umum dan mengapa perlu
adanya inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran yang sangat penting untuk bisa dikaji dan
dipahami lebih lanjut.
Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada dosen dari mata kuliah Inovasi
pendidikan yang telah membantu dan membimbing kami, serta tim kerja kelompok tiga yang
telah berupaya dalam menyusun tugas laporan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih
terdapat banyak kekurangan pada laporan makalah ini, oleh karena itu kami mohon maaI dan
meminta kritik dan sarannya guna pembuatan laporan makalah kami selanjutnya yang lebih
baik. Terimakasih






Bandung, Oktober 2011

Kelompok 3 Inovasi Pendidikan

[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ...

AFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii
BAB I Pendahuluan
1.1.Latar Belakang ................................................................................................... 1
1.2.Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
1.3.Tujuan Penulisan................................................................................................ 3
BAB II Landasan Teori
2.1.DeIinisis Inovasi Pendidikan, Kurikulum dan Pembelajaran ............................... 4
2.2.Faktor-Iaktor yang mempengaruhi inovasi pendidikan ....................................... 5
2.3.Substansi dalam inovasi kurikulum .................................................................... 8
2.4.Landasan Pengembangan Kurikulum ................................................................. 9
2.5.Inovasi dalam pembelajaran ............................................................................... 10
BAB III Temuan Lapangan
3.1.Sejarah dan ProIil MTs Asih Putera Cimahi ....................................................... 12
3.2.Analisa dan Strategi penerapan inovasi dalam kurikulumdan pembelajaran
di MTs Asih Putera ............................................................................................ 13
BAB IV Penutup
4.1.Kesimpulan ....................................................................................................... 19
4.2.Saran .................................................................................................................. 19

[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +

A I
PENAHULUAN

1.1 Latar 0akang
Dewasa ini arus inIormasi berkembang begitu pesat sehingga menuntut
semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan, dan strateginya
agar sesuai dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman. Penyesuaian tersebut
secara langsung mengubah tatanan dalam sistem makro, mikro maupun meso,
demikian halnya dengan pendidikan. System pendidikan nasional senantiasa harus
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di
tingkat local, nasional, atau global.
Salah satu komponen dari sistem pendidikan adalah kurikulum, karena
kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh
penyelenggara, khususnya oleh guru dan kepala sekolah karena kurikulum sebagai
acuan harus mampu berkembang mengimbangi perubahan zaman. Beberapa tahun
ke belakang, telah terjadi beberapa kali pergantian kurikulum pendidikan, semata
mata bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan masa. Pergantian
tersebut sebagai wujud inovasi dalam kurikulum, agar substansi substansi yang
terkait mengalami peningkatan mutu yang lebih baik dari sebelumnya.
Kurikulum dan pembelajaran dimaksudkan sebagai suatu idea, gagasan
atau tindakan tertentu dalam bidang kurikulum dan pembelajaran yang diangap
baru untuk memecahkan masalah pendidikan. Masalah-masalah inovasi
kurikulum berkaitan dengan azas relevansi antara bahan pembelajaran dengan
kebutuhan siswa, antara kualitas pembelajaran di sekolah dengan pengguna
lulusan di lapangan pekerjaan dll. Berkaitan dengan mutu secara kognitiI, aIektiI,
dan psikomotorik, sedangkan pemerataan yang berhubungan dengan kesempatan
dan peluang, kemudian eIisiensi dari segi internal dan eksternal.
Munculnya suatu inovasi mempunyai alasan yang beragam, Hamalik
(l992) menjelaskan bahwa: 1) ada inovasi yang dikembangkan untuk menjawab
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | z

permasalahan relevansi seperti program muatan lokal dalam kurikulum sekolah
dasar dan sekolah lanjutan, 2) ada inovasi yang diarahkan untuk menjawab
tantangan pemerataan pendidikan seperti Universitas terbuka, SMP Terbuka dan
Program Paket B pada pendidikan luar sekolah., 3) Inovasi yang lebih
dititikberatkan pada upaya menanggulangi permasalahan kurang memadainya
mutu lulusan, seperti KBK, sistem Modul, dan 4) Inovasi yang berkaitan pada
misi utamanya adalah menjawab permasalahan eIesiensi pendidikan seperti sistem
maju berkelanjutan dan sistem sekolah kecil.
Selain itu, Adapun masalah pendidikan yang menjadi latar belakang
inovasi, yaitu:
1. Masalah relevansi pendidikan
Yaitu bagaimana menyesuaikan pendidikan dengan tuntutan, baik itu
tuntutan masyarakat maupun dunia kerja. Misalnya, pendidikan yang didpatakan
siswa harus sesuai dengan keadaan masyrakatnya, kalau masyarakatnya berada
dipsesisir, maka siswa dibekali dengan ilmu yang berkaitan dengan ilmu yang
menunjang didaerah pesisir, maka kurikulum memasukkan mata pelajaran muatan
local. Pendidikan juga harus sesuai dengan tuntutan pada masa yang akan datang
yaitu mengenai dunia kerja, dalam hal in, diperlukan inovasi dengan memberikan
keahlian tertentu kepda siswa yang menunjang dalam dunia kerja

2. Masalah kualitas pendidikan
Rendahnya kualitas pendidikan merupakan masalah yang harus
dipecahkan. Rendahnya kualitas pendidikan dapat dilihat dari dua segi, yaitu segi
proses dan segi hasil. Dalam segi proses yang menjadi masalah adalah, guru
menjadikan murid sebagai objek. Artinya guru memberikan beberapa materi
pelajaran yang harus dihaIal oleh murid, tidak ada kreatiIitas murid dalam
mengembangkan kualitas dirinya, maka diperlukan inovasi untuk memecahkan
masalh ini dengan melakukan sisitem pembelajaran, bukan belajar mengajar,
karena dalam belajar mengajar, seorang murid hanya sebatas mendengar saja,
beda halnya dengan pembelajaran yang lebih mengedepankan keaktiIan murid
dalam proses pembelajaran, sementara guru hanya sebagai Iasilitator saja.
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ¯

3. Masalah eIektiIitas dan eIesiensi
EIektiIitas berhubungan dengan tingkat keberhasilan mencapai tujuan
pembelajaran. Dalam konteks kurikulum dikatakan memiliki tingkat eIektiIitas
apabila program dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Jadi permasalahan dan
usaha untuk mencapai tujuan pendidikan dapat menjadi sumber inovasi seseorang.
EIesiensi berhubungan dengan waktu dan biaya yang digunakan untuk
mencapai tujuan, dikatan eIesien bila dengan biaya minimal dapat mencapai
tujuan maksimal. Dan sebaliknya.
1.2 Rumusan Masaah
Adapun rumusan malasah untuk memperjelas kajian dalam penulisan
makalah ini, yaitu sebagai berikut:
a) Pentingnya inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran
b) Memahami dalam melaksanakan Pembelajaran aktiI
c) Strategi implementasi inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran
d) Temuan hasil observasi tentang inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran di
MTs Asih Putera, Cimahi.

1.3 Tujuan P0nusan
Penulisan Makalah ini bertujuan untuk :
a) Memberikan penjelesan terkait inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran
b) Dapat menjelaskan pengertian kurikulum dan implikasinya terhadap proses
pendidikan
c) Memberikan gambaran terkait penerapan pembelajaran aktiI di sekolah
d) Memberikan penjelsan terkait strategi implementasi inovasi dalam kurikulum
dan pembelajaran
e) Laporan temuan lapangan mengenai inovasi dalam kurikulum dan
pembelajaran di MTs Asih Putera,Cimahi.

1.4 M0tod0 P0nusan
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | -

Makalah ini di buat dengan metode observasi/ survei kelapangan dan
wawancara di MTS Asih Putera ,Jln. Cihanjuang No.199, Cimahi.

[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ;

A II
KA1IAN TEORI

2.1 01ns Inovas P0nddkan, Kurkuum dan P0mb0ajaran.

Pendidikan adalah suatu sistem, maka inovasi pendidikan mencakup hal-
hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik sistem dalam
arti sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang lain, maupun system
dalam arti yang luas misalnya sistem pendidikan nasional, antara lain: pembinaan
personalia, banyaknya personal dan wilayah kerja, Iasilitas Iisik, penggunaan
waktu, perumusan tujuan, prosedur, peran yang diperlukan, wawasan dan
perasaan, bentuk hubungan antar bagian, hubungan dengan sistem yang lain, serta
strategi.
Inovasi (innovation) ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang
dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau
sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun
diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk
memecahkan suatu masalah tertentu.
Sedangkan, inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan
atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Atau inovasi pendidikan
ialah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru
bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil invensi atau
diskaveri, yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk
memecahkan masalah pendidikan.
Secara Etimologis kurikulum berasal dari bahasa latin (Yunani) yaitu asal
dari kata currir yang artinya pelari, dancurere artinya tempat berpacu. Pengertian
tersebut jelas merupakan pengertian dalam bidang olahraga, karena sejak zaman
dahulu bangsa Yunani menyenangi olahraga.
Mengambil makna dari pengertian tersebut di atas, maka kurikulum dalam
bidang pendidikan diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ¬

atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah, rumusan inilah yang
menjadi pengertian kurikulZ um pertama digunakan dalam bidang pendidikan.
Kemudian banyak para ahli yang mengemukakan deIenisi kurikulum, antara lain:
a) Galen Saylor dan William Alexander yang mengemukakan bahwa
kurikulum meliputi segala pengalaman yang disajikan oleh sekolah agar
anak mencapai tujuan yang diinginkan.
b) Harold Alberty cs. Mengemukakan bahwa kurikulum dimaksudkan
segala kegiatan yang disajikan oleh sekolah bagi siswa.
c) William B Regan mengemukakan bahwa kurikulum dapat dipandang
sebagai dari kehidupan anak di bawah bimbingan sekolah yang diatur
secara khusus untuk tujuan tertentu.
Menurut Undang-undang No.11 tahun 1989 tentang sistem pendidikan
nasional, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan
bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan, yang dimaksud dengan pembelajaran yang merupakan
serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses
belajar pada siswa. Implikasinya bahwa pembelajaran sebagai suatu proses harus
dirancang, dikembangkan dan dikelola secara kreatiI, dinamis, dengan
menerapkan pendekatan multi untuk menciptakan suasana dan proses
pembelajaran yang kondusiI bagi siswa.

2.2 Faktor-Faktor Yang M0mp0ngaruh Inovas P0nddkan
Inovasi yang berbentuk metode dapat berdampak pada perbaikan,
meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam
memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. Dengan
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ,

demikian metode baru atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada
seperti dalam proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan
eIektivitas pembelajaran.Sementara itu inovasi dalam teknologi juga perlu
diperhatikan mengingat banyak hasil-hasil teknologi yang dapat dipergunakan
untuk meningkatkan kualitas pendidikan, seperti penggunaannya untuk teknologi
pembelajaran, prosedur supervise serta pengelolaan inIormasi pendidikan yang
dapat meningkatkan eIisiensi pelaksanaan pendidikan. Adapun Iaktor-Iaktor yang
mempengaruhi inovasi pendidikan, yaitu :
1. Guru
Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan
pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kepiawaian dan
kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di
kelas maupun eIeknya di luar kelas. Guru harus pandai membawa siswanya
kepada tujuan yang hendak dicapai. Ada beberapa hal yang dapat membentuk
kewibawaan guru antara lain adalah penguasaan materi yang diajarkan, metode
mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, hubungan antar individu,
baik dengan siswa maupun antar sesama guru dan unsur lain yang terlibat dalam
proses pendidikan seperti adminstrator, misalnya kepala sekolah dan tata usaha
serta masyarakat sekitarnya, pengalaman dan keterampilan guru itu sendiri.
Dengan demikian, dalam pembaharuan pendidikan, keterlibatan guru
mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan
evaluasinya memainkan peran yang sangat besar bagi keberhasilan suatu inovasi
pendidikan. Tanpa melibatkan mereka, maka sangat mungkin mereka akan
menolak inovasi yang diperkenalkan kepada mereka. Hal ini seperti diuraikan
sebelumnya, karena mereka menganggap inovasi yang tidak melibatkan mereka
adalah bukan miliknya yang harus dilaksanakan, tetapi sebaliknya mereka
menganggap akan mengganggu ketenangan dan kelancaran tugas mereka. Oleh
karena itu, dalam suatu inovasi pendidikan, gurulah yang utama dan pertama
terlibat karena guru mempunyai peran yang luas sebagai pendidik, sebagai orang
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | s

tua, sebagai teman, sebagai dokter, sebagi motivator dan lain sebagainya. (Wright
1987)
2. Siswa
Sebagai obyek utama dalam pendidikan terutama dalam proses belajar
mengajar, siswa memegang peran yang sangat dominan. Dalam proses belajar
mengajar, siswa dapat menentukan keberhasilan belajar melalui penggunaan
intelegensia, daya motorik, pengalaman, kemauan dan komitmen yang timbul
dalam diri mereka tanpa ada paksaan. Hal ini bias terjadi apabila siswa juga
dilibatkan dalam proses inovasi pendidikan, walaupun hanya dengan mengenalkan
kepada mereka tujuan dari pada perubahan itu mulai dari perencanaan sampai
dengan pelaksanaan, sehingga apa yang mereka lakukan merupakan tanggung
jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan konsekwen.
Peran siswa dalam inovasi pendidikan tidak kalah pentingnya dengan
peran unsur-unsur lainnya, karena siswa bisa sebagai penerima pelajaran, pemberi
materi pelajaran pada sesama temannya, petunjuk, dan bahkan sebagai guru. Oleh
karena itu, dalam memperkenalkan inovasi pendidikan sampai dengan
penerapannya, siswa perlu diajak atau dilibatkan sehingga mereka tidak saja
menerima dan melaksanakan inovasi tersebut, tetapi juga mengurangi resistensi
seperti yang diuraikan sebelumnya.
3. Kurikulum
Kurikulum pendidikan, lebih sempit lagi kurikulum sekolah meliputi
program pengajaran dan perangkatnya merupakan pedoman dalam pelaksanaan
pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu kurikulum sekolah
dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses belajar
mengajar di sekolah, sehingga dalam pelaksanaan inovasi pendidikan, kurikulum
memegang peranan yang sama dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Tanpa
adanya kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamya,
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ;

maka inovasi pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan inovasi itu
sendiri.
Oleh karena itu, dalam pembahruan pendidikan, perubahan itu hendaknya
sesuai dengan perubahan kurikulum atau perubahan kurikulum diikuti dengan
pembaharuan pendidikan dan tidak mustahil perubahan dari kedua-duanya akan
berjalan searah.unsur-unsur lain dalampendidikan. Tanpa adanya kurikulum dan
tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamya, maka inovasi
pendidikantidak akan berjalan sesuai dengan tujuan inovasi itu sendiri.
Olehkarena itu, dalam pembahruan pendidikan, perubahan itu hendaknya sesuai
dengan perubahan kurikulum atau perubahan kurikulum diikuti dengan
pembaharuan pendidikan dan tidak mustahil perubahan darikedua-duanya akan
berjalan searah.
4. Fasilitas
Fasilitas, termasuk sarana dan prasarana pendidikan, tidak bisadiabaikan
dalam dalam proses pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. Dalam
pembahruan pendidikan, tentu saja Iasilitas merupakanhal yang ikut
mempengaruhi kelangsungan inovasi yang akan diterapkan.Tanpa adanya
Iasilitas, maka pelaksanaan inovasi pendidikan akan bias dipastikan tidak akan
berjalan dengan baik. Fasilitas, terutama Iasilitas belajar mengajar merupakan hal
yang esensial dalam mengadakan perubahan dan pembahruan pendidikan. Oleh
karena itu, jika dalam menerapkan suatu inovasi pendidikan, Iasilitas perlu
diperhatikan. Misalnya ketersediaan gedung sekolah, bangku, meja dan
sebagainya.
5. Lingkup Sosial Masyarakat.
Dalam menerapakan inovasi pendidikan, ada hal yang tidak secara
langsung terlibat dalam perubahan tersebut tapi bisa membawa dampak,baik
positiI maupun negatiI, dalam pelaklsanaanpembahruan pendidikan.Masyarakat
secara tidak langsung atau tidak langsung, sengaja maupun tidak, terlibat dalam
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +o

pendidikan. Sebab, apa yang ingin dilakukandalam pendidikan sebenarnya
mengubah masyarakat menjadi lebih baik terutama masyarakat di mana peserta
didik itu berasal. Tanpa melibatkan masyarakat sekitarnya, inovasi pendidikan
tentu akan terganggu, bahkan bias merusak apabila mereka tidak diberitahu
ataudilibatkan. Keterlibatan masyarakat dalam inovasi pendidikan sebaliknya
akan membantu inovator dan pelaksana inovasi dalam melaksanakan inovasi
pendidikan.
2.3 Substans aam Inovas Kurkuum
M. Francis Klein dalam bukunya urriculum Reform in the Elementary
School menyatakan ada lima substansi suatu inovasi kurikulum, yaitu:
1. Menetapkan perencanaan. Perencanaan harus menekankan perubahan
yang diinginkan dan harus didasarkan pada sekumpulan data sekolah dan
visi yang akan dilakukan sehubungan dengan pembaharuan tersebut.
2. Menguji kurikulum secara komprehensiI. Kurikulum hendaknya
dideIinisikan dan diuji secara komprehensiI dari berbagai sudut, antara
lain: lembaga persekolahan, Iungsi sekolah, dan tujuan kurikulum.
3. Menganalisis kesenjangan antara teori dan praktek. Walaupun sekolah
tampaknya merupakan tempat yang menyenangkan bagi siswa unruk
belajar, namun masih banyak hal yang memerlukan penyempumaan.
Seperti apa yang diharapkan sekolah berbeda dengan apa yang terjadi di
lapangan.
4. Perhatian terhadap kurikulum implisit. Dalam mengembangkan substansi
kurikulum implisit perlu diperhatian hal-hal yang tidak tersurat yang ada
dipersekolahan, seperti budi pekerti, kesantunan berbahasa, dan berprilaku
baik.
5. Mengembangkan pendekatan yang sistematis. Suatu pendekatan yang
sistematis terhadap perbaikan kurikulum harus menggunakan pendekatan
yang sistematis. Hal ini disebabkan suatu aspek perubahan yang kecil
akan membawa dampak terhadap aspek persekolahan yang lain.
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | ++

2.4 Landasan P0ng0mbangan Kurkuum
Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh
terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam
pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat
dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-
landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian
yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan
yang kuat dapat berakibat Iatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan
sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan
memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan
lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan
dan tekhnologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing
satuan pendidikan. (Bab IX, Ps.37). Pengembangan kurikulum berlandaskan
Iaktor-Iaktor sebagai berikut:
1. Tujuan IilsaIat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar
untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi
landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan.
2. Sosial budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat kita.
3. Perkembangan peserta didik, yang menunjuk pada karekteristik
perkembangan peserta didik.
4. Keadaan lingkungan, yang dalam arti luas meliputi lingkungan manusiawi
(interpersonal), lingkungan kebudayaan termasuk iptek (kultural), dan
lingkungan hidup (bioekologi), serta lingkungan alam (geoekologis).
5. Kebutuhan pembangunan, yang mencakup kebutuhan pembangunan di
bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, hukum, hankam, dan sebagainya.
6. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang sesuai dengan
sistem nilai dan kemanusiawian serta budaya bangsa.
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +z

2.5 Inovas daam P0mb0ajaran
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah rendahnya
kualitas pendidikan baik dilihat dari proses pendidikan yang sedang berjalan
maupun produk hasil pendidikan itu sendiri. Dari segi proses pendidikan
khususnya pembelajaran, sebagian besar guru di kita lebih cenderung
pembelajaran dalam arti menanamkan materi pelajaran yang bertumpu pada aspek
kognitiI tingkat rendah seperti mengingat, menghaIal, dan menumpuk inIormasi.
Oleh karena itu, beragam tudingan yang disampaikan ke pihak pemerintah yang
kurang peduli terhadap pendidikan bangsanya termasuk urusan pendidikan
Pembelajaran sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan siswa yang
direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar pembelajar
dapat mencapai tujuan pembelajaran secara aktiI, eIektiI, dan inovatiI.
Pembelajaran merupakan swsuatu yang kompleks, artinya segala sesuatu yang
terjadi pada proses pembelajaran harus merupakan sesuatu yang sangat berarti
baik ucapan, pikiran maupun tindakan.

2.5.1 P0mb0ajaran Akt1 (Active Learning s0baga s0buah Inovas
daam kurkuum dan p0mb0ajaran.
Pembelajaran aktiI (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan
penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak
didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik
pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktiI (active learning)
juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju
pada proses pembelajaran.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa perhatian anak didik berkurang
bersamaan dengan berlalunya waktu. Penelitian Pollio (1984) menunjukkan
bahwa siswa dalam ruang kelas hanya memperhatikan pelajaran sekitar 40° dari
waktu pembelajaran yang tersedia. Sementara penelitian McKeachie (1986)
menyebutkan bahwa dalam sepuluh menit pertama perthatian siswa dapat
mencapai 70°, dan berkurang sampai menjadi 20° pada waktu 20 menit terakhir.
Kondisi tersebut di atas merupakan kondisi umum yang sering terjadi di
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +¯

lingkungan sekolah. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi kegagalan dalam
dunia pendidikan kita, terutama disebabkan anak didik di ruang kelas lebih
banyak menggunakan indera pendengarannya dibandingkan visual, sehingga apa
yang dipelajari di kelas tersebut cenderung untuk dilupakan.
Pada pembelajaran dengan Active learning (belajar aktiI) pemberdayaan
otak kiri dan kanan sangat dipentingkan. Thorndike (Bimo Wagito, 1997)
mengemukakan 3 hukum belajar, yaitu :
1. law of readiness, yaitu kesiapan seseorang untuk berbuat dapat
memperlancar hubungan antara stimulus dan respons.
2. law of exercise, yaitu dengan adanya ulangan-ulangan yang selalu
dikerjakan maka hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi
lancer
3. law of effect, yaitu hubungan antara stimulus dan respons akan menjadi
lebih baik jika dapat menimbulkan hal-hal yang menyenangkan, dan hal
ini cenderung akan selalu diulang.
Active learning (belajar aktiI) pada dasarnya berusaha untuk memperkuat
dan memperlancar stimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran, sehingga
proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan, tidak menjadi hal yang
membosankan bagi mereka. Dengan memberikan strategi active learning (belajar
aktiI) pada anak didik dapat membantu ingatan (memory) mereka, sehingga
mereka dapat dihantarkan kepada tujuan pembelajaran dengan sukses. Hal ini
kurang diperhatikan pada pembelajaran konvensional.
Dalam metode active learning (belajar aktiI) setiap materi pelajaran yang
baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang ada
sebelumnya. Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktiI dengan
pengetahuan yang sudah ada. Agar murid dapat belajar secara aktiI guru perlu
menciptakan strategi yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didik
mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar. (Mulyasa, 2004.241)



[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +-

A III
PEMAHASAN

3.1 T0muan Lapangan d MTs Ash Put0ra - Cmah

3.1.1 S0jarah MTs Ash Put0ra - Cmah
Pada awal pendirian Yayasan Asih Putera berkonsentrasi pada Lembaga
Pendidikan. Pada tahun 1985, Ibu Hj. Suniangsih mendirikan TK Asih Putera di
Jalan Raya Cibabat Gg. H. MustoIa 205 Cimahi. Kemudian pada tahun 1990
mendirikan TK Asih Putera di Jalan Kebon Cau no 13 Pojok Cimahi. Pada tahun
1995, atas restu Ibu H. Suniangsih Ahmad dan kegigihan putra bungsunya, Ir. H.
Edi Sudrajat sebagai konseptornya beserta dukungan putra-putri yang lain
berdirilah SD Islam Terpadu Asih Putera. Seiring dengan perkembangan lembaga
pendidikan yang ada, kebutuhan akan unsur-unsur penunjang pun tak dapat
dilepaskan. Untuk menunjang kegiatan yang ada di lembaga pendidikan Asih
Putera, kemudian bermunculanlah unsur-unsur penunjang seperti klinik kesehatan,
koperasi, pusat pengkajian dan inovasi pendidikan (puspanova), KAZIS, dan
binekas.
Yayasan Asih Putera berdiri pada Februari 1985. Didirikan atas prakarsa
seorang ibu dan juga guru yaitu Hj. Suniangsih Ahmad (alm). Beliau memiliki
perhatian besar dan cita-cita luhur untuk bisa mengabdikan hidupnya pada dunia
pendidikan. Sepeninggalan beliau, putra-putrinya tetap konsisten melanjutkan
cita-citanya. Adapun dewan Pendiri Yayasan Asih Putera:
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +;

1. Aan Suparman,
2. Uun Sanusi,
3. Drs. Asep Mamat,
4. Dra. Hj. Euis Siti A K (Alm),
5. Ir. H. Adang Kosasih, A. MM,
6. Dr. H. E. Kusdinar, M. Ph,
7. Hj. Neneng Lesmana Dewi,
8. Dra. Cucu Setiasih,
9. Tuti Kurniasih, B. A.,
10.Ir. Hj. Eti Suryati,
11.Ir. H. Edi Sudrajat.

3.1.2 Pro1 MTs Ash Put0ra - Cmah

Biodata singkat sekolah :
Nama yayasan : Asih Putera
Nama sekolah : MTs Asih Putera
Alamat : Jl. Cihanjuang No. 199, Cimahi
No. Telp : Telp. (022) 6640165 Fax. (022)6630118
Website : www.asihputera.sch.id

Visi MTs Asih Putera
'Menjadi Madrasah Tsanawiyah Nasional yang modern, kompetitiI dan
islami¨.
Misi MTs Asih Putera
'MTs Asih Putera sebagai lembaga pendidikan menengah yang islami,
berbudaya, mempunyai komotmen mendidik calon pemikir dan pemimpin dengan
sepenuh hati untuk memiliki karakter beserta kecerdasaan yang utuh dan
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +¬

menyeluruh sebagai solusi serta sumbangsih dalam mewujudkan masyarakat dan
bangsa yang sejahtera lahir batin¨.
Motto Asih Putera:
' Mendidik Dengan Sepenuh Hati¨.

3.2 Anass dan Strat0g p0n0rapan novas kurkuum dan
p0mb0ajaran d Mts Ash Put0ra Cmah

Kurkuum
Kurikulum di MTs Asih Putera mengacu pada dua kurikulum, yaitu : 1)
kurikulum dari departemen agama dan 2) kurikulum dari dinas pendidikan,
sehingga inilah yang menjadi cirri khas dari MTs Asih Putera dengan sekolah
yang lainnya. Dalam kurikulum dan pembelajaran perlu adanya perubahan
(inovasi), karena di dalam sekolah setiap guru dituntut untuk melakukan suatu
inovasi dalam kegitan belajar mengajar maupun dalam kurikulum khasnya,
sehingga perlu adanya penguasaan dan pengembangan keterampilan dan
penguasaan bahan ajar yang akan diajarkan. Misalnya, setelah siswa
melaksanakan ulangan setiap guru mengadakan games agar siswa/i merasa tidak
jenuh dalam proses pembelajaran.
Keragaman latar belakang, tujuan, dan interest setiap insan berbeda-beda
inilah yang menjadikan dunia menjadi indah. Dalam merancang kurikulum, MTs
Asih Putera mencoba mempertimbangkan keragaman ini. Kurikulum yang
diaplikasikan di MTs Asih Putera adalah:
1. !ersonal development curriculum
Personal development curriculum atau kurikulum pengembangan pribadi
bertujuan untuk membantu anak didik memiliki kepribadian (syakhsyiah)
islami.
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +,

2. Lifeskills curriculum
ifeskills curriculum atau kurikulum keterampilan hidup bertujuan untuk
membantu anak didik agar lebih siap dan berkualitas menghadapi tantangan
hidup.
3. urriculum of learning to learn and learning to think
urriculum of learning to learn and learning to think atau kurikulum untuk
belajar dan berpikir yaitu belajar yang diIasilitasi oleh guru, bukanpengajaran
langsung yang dikendalikan oleh guru. Penghargaan terhadap kemampuan
dalam menerapkan pengetahuan dan berpikir kritis lebih diutamakan daripada
melisankan jawaban yang telah ditentukan sebelumnya.
$ubject matter curriculum
Subfect matter curriculum atau kurikulum isi yaitu muatan mata pelajaran
yang ada dan kompetensi yang diharapkan, semuanya mengacu pada
kurikulum nasional dengan ciri khas agama Islam. Adapun isi dari kurikulum
yang disajikan di MTs Asih Putera adalah sebagai berikut:
Ŵ TaIaqquh Fiddin : Terdiri dari Aqidah Akhlak, Fiqh, Al-Quran Hadits,
dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Ŵ Wawasan Dunia : (paduan dari mata pelajaran sosial dan
kewarganegaraan)
Ŵ Matematika.
Ŵ Sain : Meliputi Iisika, Biologi, dan Kimia.
Ŵ Apresiasi Bahasa (Indonesia, Arab, Inggris)
Ŵ Teknologi Dasar dan Komputer
Ŵ KreatiIitas : Meliputi pelajaran seni dan keterampilan.
Ŵ Pendidikan Jasmani.
Ŵ Martikulasi : salah satu program untuk siswa untuk penyamaan
membaca Al-Qur`an,, berhitung, dll.Biasanya diberikan untuk anak kelas
7 dalam jangka 1-2 bulan dalam semester pertama.
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +s

M0tod0 P0mb0ajaran
Dalam pembelajaran, MTs Asih Putera menggunakan metode active
learning, yang mana setiap aspek penghayatan terhadap sebuah ilmu menjadi
Iokus utamanya, ilmu bukan hanya sekedar hapal tetapi sesuatu yang harus
dihayati dan diamalkan. Dengan prinsip ulama SalaI, bahwa ilmu didatangi dan
bukan mendatangi. Maka untuk itu, pembelajaran di MTs Asih Putera siswa-siswi
lah yang mendatangi kelas/guru (Moving lass).
Dengan metode pembelajaran seperti ini, diharapkan tumbuh pribadi-
pribadi yang mandiri dalam belajar dan pribadi-pribadi da'i (senantiasa mencari
ilmu pengetahuan, mengamalkannya dan mau berbagi serta menyampaikan ilmu
yang dapat ia kuasai dengan kawan-kawannya). Adapun program-program
kegiatan yang ada di MTs Asih Putera, yaitu :
Ŵ Hom0 Vst
Program ini merupakan kunjungan wali mentor ke rumah siswa mentornya
dengan tujuan menyamakan visi pembelajaran antara Madrasah dengan rumah
dan mengkomunikasikan perkembangan siswa.
Ŵ M0ntorng
Dilaksanakan dua kali dalam sepekan. Berawal dari halaqoh yang diadakn
Darul Arqam, Rasullullah berhasil membangun sebuah generasi selama 13
abad memgang peradaban dunia. Dari tauladan ini, maka mentoring dapat
menjadi embun penyejuk untuk membangun pribadi-pribadi agung.
Ŵ Ekstrakuku0r
Ekstrakulikuler wajib adalah program takliI, sebuah program yang
berisikan latihan-latihan dasar kepemimpinan, liIe skill, kepanduan dan
kreatiIitas. Dengan ini semua, diharapkan anak lebih mengemban sebuah
tanggung jawab kemuslimannya. Ekstrakulikuler pilihan adalah program
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | +;

jurnalistik, olahraga antara lain taekwondo, sepakbola, bola basket, bola voli,
dll. Olah rasa antara lain : nasyid, teater, comic club, science club, english
conversation club, kaligraIi, dll. Bahasa : English, Arabic, Sundanese daily
language. Kultum : Setiap peserta didik akan mendapatkan giliran untuk
menyampaikan kultumnya kepada yang lain di pagi hari. Kegiatan ini menjadi
sarana untuk saling menasehati dan mengingatkan, serta menjadi sarana
berlatih pidato.
Ŵ Tah1dz
Dengan menggunakan sistem setor hapalan dapat memotivasi peserta didik
mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki dalam tahIidz.
Ŵ Kunjungan P0nddkan
Program pembelajaran dengan mengunjungi tempat-tempat edukatiI,
industri, dll. Melalui kunjungan pendidikan ini peserta didik dapat mengamati
secara langsung objek-objek yang dipelajari
Ŵ Aks00ras
Adalah program yang bertujuan memIasilitasi siswa agar dapat
berkembang sesuai dengan kemampuannya, mampu mengoptimalkan potensi,
baik akademik maupun emosinya.
Ŵ Taq1
Adalah yang mengajarkan siswa dalam kemandirian. Biasanya dilakukan
pada hari jum`at. Contoh Kegiatan:
O Kelas 7 belajar mengupas buah mangga
O Kelas 8 belajar mengupas nanas
O Kelas 9 belajar mengupas kelapa
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah membangun haracter Building baik itu
dalam akhlak , dan life skill

[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | zo

Ŵ Program Apkas Syarat Isam
Gelar Pemilihan Ketua Siswa Sekolah adalah perwakilan anak didik akan
diperkenalkan bagaimana cara memilih salah seorang ketua yang mereka
percayai dapat memimpin mereka, sesuai contoh bagaiman sistem
pemerintahan Islam memilih seorang khaliIah.
Gelar Persidangan adalah persidangan terhadap pelanggar kedisiplinan
dilakukan berdasarkan syaria'at Islam dan diadakan seminggu sekali yaitu
pada hari jum'at. Ini semua diharapkan dapat menjadi wahana dalam
memperkenalkan anak pada sistem pemerintahan Islam dalam menggelar
sebuah persidangan. Yang disidang adalah berbagai hal yang melanggar
peraturan sekolah, peraturan kesepakatan bersama, dan peraturan menurut Al-
Quran (seperrti kelalaian shalat, shaum, zakat, dan memukul teman).
Tadabur Alam merupakan sebuah kegiatan yang menekankan pada
keceriaan dan rasa syukur pada Ilahi yang digelar dengan cara berkunjung ke
suatu tempat atau mengundang narasumber, tujuannya agar anak lebih
memahami kandungan tentang makna/isi ayat-ayat kauniyah. Kemah
Alam adalah kegiatan tahunan yang memadukan unsur ilmiah, kepemimpinan,
dan life skill serta keceriaan.
Adapun perbedaan khusus dari sekolah ini adalah Full day dari jam 07.00 - 16.00
WIB.
Ŵ 07.00 07.40 : siswa berkumpul di mushola dengan kegiatan : sholat dhuha,
tilawah, kultum dan inIormasi yang disampaikan oleh guru.
Ŵ 07.40 08.40 : dari senin kamis TaIis
Ŵ Jumat : senan / pecak silat.
Ŵ 08.40 09.40 : belajar sperti biasa
Ŵ 09.40 10.00: istraht pertama
Ŵ 10.00 12.00 : belajar biasa
Ŵ 12.00- 13.00 : ISOMA
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | z+

Ŵ 13.00- 15.30 : belajar biasa
Ŵ 15.30 16.00 : kumpul di mushola (hri senin, selasa,rabu)
Pada hari kamis belajar sperti biasa sampe jam 14.00 , dan dilanjutkan dengan
ekstrakulikuler, wajib diikuti oleh siswa. Hari jumat belajar sampai jam 11.30,
untuk Ikhwan solat jumat, sedangkan Akhwat keputrian.
Namun, mengenai pembelajaran sekolah online yang sudah 5 tahun yang
lalu telah direncanakan pihak sekolah, belum berjalan dengan baik walaupun
sekolah ini sudah menyediakan hotspot. Siswa diperbolehkan membawa laptop
setiap hari senin dan jumat. Dan MTs Asih Putera juga telah menerapkan sitem
online pada administrasi yayasan (dalam PSB).
Sarana P0nunjang
MTs Asih Putera memiliki lingkungan yang alami, sejuk dan nyaman,
sangat mendukung terhadap proses pembelajaran, juga dilengkapi dengan sarana:
Ŵ Lab. Komputer
Ŵ Lab. Bahasa
Ŵ Lapangan basket
Ŵ Back Sound, setiap ruangan dilengkapi dengan back sound
Ŵ Setiap kelas diIasilitasi dengan toilet yang representative
Ŵ Area parkir yang luas
Ŵ Perpustakaan
Ŵ Lapangan sepak bola,
Ŵ Multimedia
Selain itu, di sekolah ini ada 3 bangunan yang biasanya dilakukan untuk
kegitan belajar mengajar yaitu:
1. Ruang kelas yang di bangunan 4 tingkat.
2. Ada 5 gazebo yang biasa nya dilakukan untuk kegiatan belajar
mengajar.
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | zz

3. Ada gedung kayu untuk kegiatan belajar mengajar

ANALISIS SWOT
Ŵ Kekuatan
Disekolah MTs Asih Putera, mengacu kepada kurikulum pendidikan dan
kurikulum agama. Dalam kurikulum dan pembelajarannya setiap guru dituntut
untuk melakukan suatu inovasi dalam kegitan belajar mengajar maupun dalam
kurikulum khasnya, sehingga perlu adanya penguasaan dan pengembangan
keterampilan dan penguasaan bahan ajar yang akan diajarkan. Misalnya, setelah
siswa melaksanakan ulangan setiap guru mengadakan games agar siswa/i merasa
tidak jenuh dalam proses pembelajaran.
Selain itu, dalam kurikulumnya terdapat beberapa macam yang
menjadikan sekolah MTs Asih Putera unggul dari sekolah pada umumnya, yaitu :
Ŵ Personal development curriculum atau kurikulum pengembangan
pribadi
Ŵ ifeskills curriculum atau kurikulum keterampilan hidup
Ŵ urriculum of learning to learn and learning to think atau kurikulum
untuk belajar dan berpikir yaitu belajar yang diIasilitasi oleh guru,
Ŵ Subfect matter curriculum atau kurikulum isi yaitu muatan mata
pelajaran yang ada dan kompetensi yang diharapkan, semuanya
mengacu pada kurikulum nasional dengan ciri khas agama Islam
Dalam pembelajaran, MTs Asih Putera menggunakan metode active
learning, yang mana setiap aspek penghayatan terhadap sebuah ilmu menjadi
Iokus utamanya, ilmu bukan hanya sekedar hapal tetapi sesuatu yang harus
dihayati dan diamalkan. Dengan prinsip ulama SalaI, bahwa ilmu didatangi dan
bukan mendatangi. Maka untuk itu, pembelajaran di MTs Asih Putera siswa-siswi
lah yang mendatangi kelas/guru (Moving lass).
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | z¯

Ŵ KELEMAHAN
Di MTs Asih Putera kurikulumnya masih belum terintergrasi dengan ICT.
ALWICT belum dapat berjalan dikarenakan Iasilitas dan kompetensi
sumber daya masih belum optimal.

Ŵ PELUANG
Mts Asih Putera merupakan sekolah yang memiliki kurikulum yang
mengedepankan keterampilan hidup. Sehingga output dari sekolah tersebut
telah memiliki kemampuan yang siap saing dengan pasar, dengan prospek
yang baik.
Ŵ ANCAMAN
Banyak nya sekolah pesaing yang kini sudah menawarkan kurikulum
pembelajaran berbasis teknologi. Mts Asih Putera harus lebih
meningkatkan segala Iasilitas pembelajaran agar masyarakat dapat
membangun kepercayaan pada sekolah untuk menitipkan putera puteri
nya.






[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | z-

A IV
PENUTUP

4.1 K0smpuan
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Kurikulum harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, maka dari
itu diperlukan inovasi. Inovasi dalam bidang kurikulum adalah wujud dari
peningkatan mutu pendidikan.
Pemahaman mengenai inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran
sangatlah penting, karena hal ini tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan dalam
pendidikan. Inovasi kurikulum dan pembelajaran dimaksudkan sebagai suatu
idea, gagasan atau tindakan tertentu dalam bidang kurikulum dan pembelajaran
yang diangap baru untuk memecahkan masalah pendidikan. Salah satu Iactor
penunjang keberhasilan kurikulum adalah guru. Guru merupakan salah satu Iaktor
penting dalam implementasi suatu kurikulum, suatu kurikulum tanpa ditunjang
oleh kemampuan guru untuk mengimplementasikannya, maka kurikulum itu tidak
akan bermakna sebagai suatu alat pendidikan dan sebaliknya pembelajaran tanpa
kurikulum sebagai pedoman tidak akan eIektiI.
Inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran di MTs Asih Putera sudah
bagus dan mempunyai ciri khas tersendiri dengan menggabungkan acuan dari 2
departemen, yaitu departemen pendidikan dan departemen agama. Selain itu,
programnya lebih berIokus pada mengasah lifeskill, keterampilan hidup siswa
dengan menerapkan metode aktif leraning yang mengikuti perkembangan zaman
tanpa melupakan unsure agama dalam program dan proses pembelajarannya.

4.2 Saran
Kurikulum adalah acuan untuk belajar, sehingga inovasi yang dilakukan
dalam kurikulum harus benar-benar optimal. Salah satunya adalah menyelaraskan
[:c.~-. J~|~¬ [u·.|u|u¬ J~: |e¬¦e|~¡~·~: | z;

dengan era inIormasi seperti sekarang ini. Kurikulum berbasis teknologi sudah
semestinya di terapkan di setiap satuan pendidikan demi menunjang terjadinya
pembelajaran yang eIektiI. Maka, setelah kami melakukan observasi dan
wawancara di MTs Asih Putera Cimahi, dalam segi penerapan ICT dalam
pembelajaran di sekolah tersebut masih belum diterapkan secara maksimal, karena
masih terdapat hambatan baik dalam segi Iasilitas dan sumber daya manusianya.
Misalnya saja dalam segi Iasilitas pendukungnya seperti ruang kelas yang kurang
nyaman, laboratorium yang kurang lengkap, struktur bangunan perlu yang harus
diperhatikan segi eIektiIitas dan eIisiensinya. Salah satu solusi dalam inovasi
kurikulum dan pembelajaran di MTs Asih Putera adalah dengan menerapkan kelas
online sebagai salah satu alternative pembelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->