MENAKSIR KERAPATAN POPULASI HEWAN DENGAN METODA CUPLIKAN KUADRAT

Disusun Oleh : Nama : Ariyo Ade Saputra.W Slamet Hanifuddin Suprastini Yogi Prayogi Indah Wahyuningsih Adinda Rachim N.P :8 : Sulis B1J008122 B1J008125 B1J008129 B1J008140 B1J008141 B1J008151

Kelompok Asisten

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2011

Bubuk (Trachelipus). laba-laba dan cacing tanah. Jenis umum cacing tanah yang ditemukan adalah jenis-jenis Lumbricus terrstris yang berwarna kemerahan dan jenis Allobophora ciliginosa yang berwarna merah muda pucat. Dari semua hewan tersebut cacing tanah merupakan hewan makro tanah yang penting. Penyediaan unsur hara tanah banyak ditentukan oleh hasil penguraian bahan organik menjadi senyawa anorganik oleh decomposer.). Mirriapoda (kaki seribu). yaitu dibagi dalam dua golongan besar hewan makro tanah dan mikro tanah. serangga dan seluruh invertebrate lain mempunyai sedikit atau tidak mempunyai pusat pengatur suhu tubuh. PENDAHULUAN A. Dasar dari proses kimia dalam metabolism organisme tersebut. 1982). cacing tanah muda paling sedikit jumlahnya pada musim semi dan mencapai puncaknya pada musim gugur.I. sedang cacing tanah dewasa adalah sebaliknya (Buckman. Kehidupan Hewan tanah sangat tergantung pada habitatnya. Hewan makro tanah yang penting adalah preparat dan pemakan serangga. Tungau (Oribata sp. hal ini penting dalam perkembangan tanah. cacing tanah memegang peranan penting. Dengan perkataan lain keberadaan dan kepadatan suatu populasi suatu jenis hewan tanah di suatu daerah sangat tergantung dari faktor . Cacing tanah selain berperan dalam penyediaan unsur hara tanah juga berperan dalam proses aerasi dan drainase dari tanah. Faktor lingkungan mempengaruhi populasi suatu organism. karenanya pertumbuhan dan aktivitasnya dipengaruhi oleh temperature lingkungan secara langsung. Di tanah yang berumput. Sentipoda (kaki seratus). Menurut Buckman (1982) hewan tanah diklasifikasikan menurut ukuran tubuhnya. dengan demikian variasi dari populasi sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana cacing itu hidup. siput darat. Latar belakang Tanah merupakan habitat bagi jenis-jenis hewan. Reptile. ikan. ampibia. karena keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis hewan tanah di suatu daerah sangat ditentukan keadaan daerah itu. Populasi cacing tanah pada keadaan yang berbeda akan berbeda pula.

pH. Jelaslah bahwa hewan tanah merupakan bagian dari ekosistem tanah. misalnya. kehidupan hewan tanah sangatdi tentukan oleh faktor fisika-kimia tanah. baik yang hidup di permukaan tanah maupun yang hidup di dalam tanah. tumbuhtumbuhan dan golongan hewan lainya. Faktor lingkungan abiotik sangat menentukan struktur komunitas hewan-hewan yang terdapat di suatu habitat. Faktor lingkungan abiotik secara besarnya dapat dibagi atas faktor fisika dan faktor kimia. Seseorang yang mempelajari ekologi hewan tanah minimal dapat mengenal kelompok (genera atau famili. Dengan dilakukannya pengukuran faktor lingkungan abiotik. karena itu dalam mempelajari ekologi hewan tanah faktor fisika-kimia tanah selalu diukur. Pada studi tentang cacing tanah. misalnya pengukuran pH tanah dapat memberikan gambaran penyebaran suatu jenis cacing tanah. kompetisi dan penyakit. parasitisme. Salah satu yang cukup sulit dalam mempelajari ekologi hewan tanah adalah masalah pengenalan jenis. Dengan denikian. Faktor fisika antara lain ialah suhu. Dalam studi ekologi hewan tanah. kadar air. maka akan dapat diketahui faktor yang besar pengaruhnya terhadap keberadaan dan kepadatan populasi hewan yang di teliti. tidak akan ditemui atau sangat rendah kepadatan populasinya pada tanah yang asam.lingkungan. pengukuran factor lingkungan abiotik penting dilakukan karena besarnya pengaruh faktor abiotik itu terhadap keberadaan dan kepadatan populasi kelompok hewan ini. minimal ordo) dari hewan tanah yang dipelajari. Faktor kimia antara lain adalah salinitas. . Cacing tanah yang tidak toleran terhadap asam. Interaksi itu bisa berupa predasi. Pada tanah hidup hampir semua golongan hewan mulai dari protozoa sampai mamalia.yaitu lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. Pada komunitas itu jenis-jenis organisme itu saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. porositas dan tekstur tanah. Untuk studi tetentu haruslah dapat diidentifikasi sampai tingkat jenis (spesies) dari hewan tanah yang diteliti. Tanah itu sendiri adalah suatatu bentangan alam yang tersusun dari bahan-bahan mineral yang merupakan hasil proses pelapukan batu-batuan dan bahan organic yang terdiri dari organisme tanah dan hasil pelapukan sisa tumbuhan dan hewan lainnya. kadar organik tanah dan unsur-unsur mineral tanah. Faktor lingkungan biotik bagi hewan tanah adalah organisme lain yang juga terdapat di habitatnya seperti mikroflora. Hewan tanah adalah hewan yang hidup di tanah.

dan makrofauna > 1 cm ukurannya. mesofauna. dan makrofauna. Berdasarkan kegiatan makannya hewan tanah itu ada yang bersifat herbivora. dan permanen. Berdasarkan kehadirannya. lokasi ini terletak di ketinggian ±90 dpl dengan pH 6. Hewan epigon hidup pada lapisan tumbuh-tumbuhan di permukaan tanah. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui kerapatan populasi dari cacing tanah. dan eudafon hidup pada tanah lapisan mineral. III. Berdasarkan habitatnya hewan tanah ada yang digolongkan sebagai epigon. penodik. sehingga tanah di lokasi pengambilan sampel berasa asam. Berdasarkan ukuran tubuhnya hewan-hewan tersebut dikelompokkan atas mikrofauna. II. dan eudafon. hewan tanah dibagi atas kelompok transien. Hewan tanah dapat pula di kelompokkan atas dasar ukuran tubuhnya. hemiedafon hidup pada lapisan organik tanah. hemiedafon. Ukuran mikrofauna berkisar antara 20 mikron sampai dengan 200 mikron. B. kehadirannya di tanah. dan kegiatan makannya. temporer. Untuk pengukuran faktor fisikakimia tanah di laboraturium maka di lakukan pengambilan contoh tanah dan dibawa ke laboraturium. TINJAUAN PUSTAKA . fungivora dan predator.Pengukuran faktor fisika-kimia tanah dapat di lakukan langsung di lapangan dan ada pula yang hanya dapat diukur di laboraturium. DESKRIPSI LOKASI Lokasi pengambilan sampel dilakukan daerah sekitar green house. mesofauna antara 200 mikron sampai dengan 1 cm. dapravora. habitat yang dipilihnya.

Semuanya mempunyai peranan sangat nyata dalam proses biologis yang berlangsung dalam tanah (Soepardi. siput darat. bubuk. dan yang berperan dalam hal ini adalah jasad hidup yang menghuni tanah. sedangkan kelompok-kelompok penting hewan tanah adalah Protozoa. 1983). laba-laba dan cacing tanah (Brady. 1971) IV. Mayoritas hewan-hewan tanah berukuran mikroskopis. Sejumlah jasad hidup dalam dan dari tanah sebagian dari mereka termasuk dalam golongan tumbuhan. sentripoda (kaki seratus). Dengan cara inilah siklus nutrient dimulai.Humus seperti halnya dengan liat merupakan hasil proses penghancur dan pembangun. Hewan-hewan tanah yang paling penting adalah pengurai. Menurut Wallwork (1976). sebagian besar terdiri dari kehidupan tumbuhan dan setelah itu jenis hewan. Kebanyakan jasad-jasad tanah baik tumbuhan maupun binatang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Peranan utama organism tanah adalah untuk mengubah bahan organic baik segar.1 Bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalahsilinder sampling dengan diameter 4 cm dari bahan plastik (pralon). serangga. Jasad berukuran besar seperti Rodentia berjumlah sedikit. 1982). cawan petri. tungau. pelalap. setengah segar ataupun sedang melapuk sehingga terbentuk senyawa lain yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Nematoda. Dalam tanah terdapat kehidupan organism. Mekanisme penghancuran serasah tanaman hingga terbentuknya hasil dekomposisi dilakukan oleh mikroba dan hewan-hewan tanah (Odum. . kertas. miriapoda (kaki seribu). hewan-hewan tanah membentuk suatu komunitas tanah yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lain. Annelida. Mollusca dan Arthropoda. Diversitas hewan tanah benar-benar luar biasa. kompetisi untuk membentuk suatu system yang berfungsi pada suatu cara yang mempengaruhi penghancuran bahan-bahan organic. kertas pH. terutama pada saat permulaan pelapukan. setiap phylum hewan kecuali Coelenterata dan Echinodermata terdapat di berbagai macam tanah. dan kantong plastik. Walaupun demikian kita tidak boleh mengesampingkan peranan binatang. BAHAN DAN CARA KERJA IV.

g. tanah x ulangan Volume tanah = πr2t Keterangan : r = Jari-jari paralon . Dalam praktikum ini dilakukan pengamatan terhadap kerapatan populasi dari cacing tanah dan pengukuran terhadap faktor lingkungan : suhu udara dan Ph tanah. jenis tanaman dll) c.2 Cara Kerja a. buatlah taksiran kasar mengenai vegetasi penutupnya. kumpulkan dan hitung jumlahnya. Cacing tanah yang terdapat dalam silinder sampling dikumpulkan dalam kantung plastik lalu dihitung jumlahnya. e. Buatlah catatan singkat mengenai area studi Anda (jenis habitat : lapangan rumput). lunak dan bentuknya agak membulat dengan kedua ujungnya agak lancip.Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah cacing tanah yang terdapat pada lokasi tanah dimana cacing tersebut ada. Kumpulkan juga hewan-hewan lainnya yang dijumpai dalam cuplikan Anda dan hitung kepadatannya. Letakkan kuadrat (30 x 30 cm) pada cuplikan/kuadran sebelum menggali tanah. Apabila dalam cuplikan terdapat telur-telur tanah (yang berwarna keputihan-putihan. Pengukuran pH ttanah Pengukuran pH tanah dilakukan dengan cara melarutkan tanah yang diambil dengan silinder sampling dalam aquades pada cawan petri. kemudian diatur menggunakan kertas pH dan juga dengan menggunakan alat soiltester. b. akuades untuk melarutkan pada pengukuran pH tanah. lapangan rumput yang dikenal dampak pijakan jenis rumput . Dari masingmasing cuplikan/kuadran diambil masing-masing 3 kali ulangan. Kemudian Kerapatan = dihitung kerapatan populasi dari cacing tanah dengan menggunakan rumus : Jumlah individu Vol. f. Pengambilan sampel dengan cara menusukkan silinder sampling ke dalam tanah sedalam 20 cm dari permukaan tanah. IV. d.

t = Tinggi dalam tanah yang terambil h. V. Pengukuran temperatur udara Pengukuran temperatur udara dilakukan dengan menggunakan thermometer celcius. Pengukuran dilakukan 2 kali yaitu sebelum dan sesudah praktikum. Pengukuran dilakukan dengan cara meletakkan (menggantung thermometer selama 5 menit agar stabil. kemudian dibaca angka yang ditunjukkan dalam thermometer tersebut). Hasil Tabel Menaksir Kerapatan Populasi Hewan Dengan Metoda Cuplikan Kuadrat Kuadran Ulangan pH Jenis Jumlah I I 6 Tungau 5 II . HASIL DAN PEMBAHASAN A.

terutama dari genus Pheretima. Di Indonesia. Unsur hara tanah ditentukan oleh hasil penguraian bahan organik menjadi senyawa anorganik oleh dekomposer. tanah x ulangan 5 6280 x 4 Kerapatan = 0. belukar dan lapangan yang ditumbuhi rumput-rumputan. Pembahasan Cacing tanah sangat banyak jenisnya. Cacing tanah ini tersebar luas di tanah pertanian.III I II II III I III II III I IV II III Perhitungan Volume tanah = πr2t Volume tanah =3. cacing tanah sebagian besar tergolong dalam famili Megascolecidae.14 x 102 x 20 Volume tanah =6280 cm3 Kerapatan = Kerapatan = Jumlah individu Vol. Tetapi dari hasil penelitian terungkap pula bahwa cacing tanah yang luas penyebarannya di Indonesia adalah dari jenis Pontiscolex corethrurus.00019 6 6 6 Cacing tanah Tungau 1 4 Tungau 4 7 1 Tungau Cacing tanah B. Ini disebabkan karena tanah didaerah tersebut tidak berhumus sehingga unsur hara sedikit. Kerapatan populasi yang tinggi menunjukkan bahwa habitat tersebut yang . Hasil pengamatan kerapatan populasi cacing tanah di depan Green House dominan dengan tungau dibandingkan cacing. Beberapa peneliti menyatakan bahwa cacing tanah ini berasal dari India dan dari anak benua inilah jenis cacing tanah itu tersebar ke seluruh daerah tropika Asia.

b. serta ciri-ciri statistik.ciri biologi. disebabkan karena penyebaran bahan-bahan organik dalam tanah yang tidak merata antara kuadaran satu dengan yang lainnya. ketegaran reproduktif dan persistensi. migrasi.ciri individu itu sendiri. struktur) umur utama yang mempengaruhi seperti natalitas.parameter Sebaran (agihan. . yang merupakan ciri-ciri yang dipunyai oleh individu-individu pembangun populasi itu.ciri.faktor hereditaa oleh faktor.ciri statistik merupakan ciri. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh hasil kerapatan populasi cacing pada tungau kuadran satu adalah 0. Dengan kerapatan yang berbeda-beda ini kemungkinan. dan mati) lingkungan dan ekologi (termasuk dalam hal ini adalah kemampuan beradaptasi. pada tungau kuadran dua adalah 0. c. melainkan merupakan hasil perjumpaan dari ciri. yang merupakan ciri uniknya sebagai himpunan atau kelompok individu-individu yang berinteraksi satu dengan lainnya 1. ciri.000199 ind/cm2 sedangkan pada cacing adalah 0. d. Cacing tanah yang didapat hanya sedikit dan lebih didominasi oleh tungau. antara lain: a.000279 ind/cm2 sedangkan pada cacing adalah 0.menimbulkan sedikitnya bahan organik maupun anorganik. Mempunyai struktur dan organisasi tertentu.ciri kelompok yang tidak dapat di terapkan pada individu. b.ciri statistik Ciri. yaitu :ciri biologis.00004 ind/ cm2. Kerapatan (kepadatan) atau ukuran besar populasi berikut parameter.000159 ind/cm2. emigrasi.00004 ind/ cm2. mortalitas. antara lain : a. 2.ciri biologi Seperti halnya suatu individu. tumbuh. Persistensi dalam hal ini adalah adanya kemungkinan untuk meninggalkan keturunanuntuk waktu yang lama. Dapat dikenai dampak lingkungan dan memberikan respons terhadap perubahan Mempunyai hereditas Terintegrasi oleh faktor. imigrasi. yang si fatnya ada yang konstan dan Ontogenetik. pada tungau kuadran tiga adalah 0. suatu populasi pun mempunyai ciri.000159 ind/cm2.fektor herediter (genetik) ada pula yang berfluktuasi dengan berjalannya waktu (umur) menjadi tua = senessens. mempunyai sejarah kehidupan (lahir. e. pada tungau kuadran empat adalah 0. Ada dua ciri dasar populasi. berdiferensiasi.

yaitu suatu proporsi kecil dari populasi dan menggunakan hasil cuplikan tersebut untuk membuat taksiran kerapatan (kelimpahan) populasi. lingkaran dan sebagainya. Pengukuran kerapatan populasi kebanyakan dilakukan dengan sensus atau metode menggunakan sample (sampling). Komposisi genetik (“gene pool” = ganangan gen) Dispersi(sebaran individu intra populasi Kerapatan populasi adalah ukuran besar populasi yang berhubungan dengan satuan ruang (area). 50 individu tikus sawah per hektar. Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya tergantung kepada jenis apa dari organisme yang terlibat tetapi tergantung kepada jumlahnya atau kerapatan populasinya kadang kala penting untuk membedakn kerapatan kasar dari kerapatan ekologi( kerapatanspesifik. atau 50 individu afik( kutu daun) per daun. kerapatan populasi suatu hewan dapat dinyatakan dalam bentuk kerapatan mutlak(absolut) dan kerapatan nisbi( relatif). sedangkan kerapatan ekologi adalah kerapatan yang didasarkan atas ruang yang benar. Parameter Utama Populasi yaitu : . d.benar (sesungguhnya) ditempati (mikrohabitat). persegi enam. 300 individu keratela sp (zooplankton) per meter kubik air. Prosedur yang umum dipakai disini adalah menghitung semua individu dari beberapa kuadrat yang diketahui ukurannya dan mengekstrapolasikan harga rata. Contoh : kerapatan afik (kutu daun) per pohon dibandingkan dengan kerapatan afik per daun. melainkan hanya akan menghasilkan suatu indeks kelimpahan (lebih banyak atau sedikit. persatuan isi( volume) atau persatuan berat medium lingkungan yang ditempati.metode statistik.c.beberapa metode pencuplikan yang digunakan antara lain: Ada juga metode kuadrat merupakan pencuplikan dilakukan pada suatu luasan yang dapat berbentuk bujur sangkar. Misalnya.ratanya untuk seluruh area yang diselidiki. sedangkan pada penafsiran kerapatan nisbi nisbi hal itu tidak diperoleh. Kerapatan kasar adalah kerapatan yang didasarkan atas kesatuan ruang total. yang umumnya diteliti dan dinyatakan sebagai jumlah (cacah) individu dan biomasa persatuan luas. oleh karena itu bersangkut paut pula dengan metode. Lebih lanjut. Metode Sampling (cuplikan) ini merupakan pencacahan dilakukan pada suatu cuplikan (sample). 3 ton udang per hektar luas permukaan tambak. Pemakaian metode ini bersangkut paut dengan masalah penentuan ukurann dan jumlah cuplikan. Pada penafsiran kerapatan mutlak diperoleh jumlah hewan per satuan area. lebih berlimpah atau kurang berlimpah).

B. 3. yakni matinya individu dalam kondisi lingkungan yang ideal. Natalitas Merupakan kemampuan populasi untuk bertambah atau ntukmeningkatkan jumlahnya. · · · Emigrasi : perpindahan keluar dari area suatu populasi.1. yang memberikan indikasi bahwa kondisi lingkungan bersifat seragam.matinya individu dibawah kondisi lingkungan tertentu. . Dalam ekologi dikenal dua macam natalitas yaitu: 1. fertilitas tingkat kinerja perkembangbiakan yang direalisasikan dalm populasi. mutlak (absolut)=n. dan tinggi rendahnya aspek ini diukur dari jumlah telur yang di ovovivarkan atau jumlah anak yang dilahirkan. Acak (Random) Pada pola sebaran ini peluang suatu individu untuk menempati sesuatu situs dalam area yang di tempati adalah sama. Juga dapat dibedakan dalam dua jenis yakni: A. 2.mata karena usia tua. fekunditas tingkat kinerja potensial populasi itu untuk menghasilkan individu baru. Ada dua aspek yang berkaitan dengan natalitas ini antara lain : A. 2. mortalitas ekologik = mortalitas yang direalisasikan yakni. mortalitas minimum(teoritis).natalitas maksimum= n. sering kali disebut sebagai dispersi atau pola penjarakan (pola penyebaran) secara umum dapat di bedakan atas 3 pola utama yaitu: 1.Emigrasi. melalui produsi individu baru yang dilahirkan atau ditetaskan dari teliu melalui aktifitas perkembangan.Mortalitas Merupakan menunjukkan kematian individu dalam populasi. Laju natalitas: jumlah individu baru per individu atau per betina per satuan waktu. imigrasi dan migrasi. Keacakan berarti pula bahwa kehadiran individu meningkatkan kerapatan dari populasi. natalitas ekologi= pertambahan populasi dibawah kondisi lingkungan yang spesifik atau sesungguhnya. Imigrasi : perpindahan masuk ke dalam suatu area populasi dan mengakibatkan Migrasi : menyangkut perpindahan (gerakan) periodik berangkat dan kembali Distribusi individu dalam populasi. optimum dan mati semata. B.

Dalam hal ini jumlah individu atau persentase jumlah individu dari tiap kelas usia di gambarkan sebagai balok-balok horizontal dengan panjang relatif tertentu. 2. pola sebaran menelompok ini varians (s2) yang lebih besar dari rata-rata (x) Struktur umur populasi untuk menggambarkan sebaran umur dalam populasi. yakni : 1. Ada 3 jenis piramida ekologi. Mengelompok (Teragregasi. seperti kita Organisme di tingkat trofik pertama biasanya paling melimpah. dan piramida energi. sebaran acak ini ditunjukkan oleh varians (s2) yang sama dengan rata-rata (x). yaitu piramida jumlah. 2. Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal. sedangkan organisme di tingkat trofik kedua. Dalam sebaran statistik. Lewat pendekatan statistik. jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. populasi yang sedang berkembang populasi yang stabil populasi yang senesens (tua) Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Lewat pendekatan statistik.lainnya. Pola sebaran teratur ini relatif jarang terdapat di alam.masing dapat disajikan dalam piramida jumlah. Piramida jumlah ini di dasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik. Kamivora tingkat 1 juga selalu lebih banyak daripada karnivora tingkat 2. piramida biomassa. ketiga. pola sebaran teratur ini di tunjukkan oleh varians (s2) yang lebih kecil dari rata-rata (x) 3. Piramida jumlah Organisme dengan tingkat trofik masing . 3. Clumped) Merupakan pola sebaran yang relatif paling umum terdapat di alam pengelompokan itu sendiri dapat terjadi oleh karena perkembangbiakan. unity): Pola sebaran ini terjadi apabila diantara individu-individu dalam populasi terjadi persaingan yang keras atau ada antagonisme positif oleh adanya teritori-teritori terjadi penjarakan yang kurang lebih merata. a. Piramida Ekologi . ada tiga bentuk piramida umur populasi. dan selanjutnya makin berkurang. Secara hipotesis. adanya atraksi sosial dan lain-lain. Demikian pula jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada jumlah karnivora tingkat 1. dapat di lakukan dengan mengatur data kelompok usia dalam bentuk suatu poligon atau piramida umur. Teratur (Seragam.

Penggambaran yang lebih realistik dapat disajikan dengan piramida biomassa. Dengan pengukuran seperti ini akan didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi pada ekosistem. dll) Kepadatan dan pola penyebaran populasi merupakan faktor penting untuk analisis dinamika populasim. sampah. Piramida energi Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi informasi yang kita butuhkan tentang ekosistem tertentu.oksigen terlarut. Faktor-faktoryang mempengaruhi penyebaran populasi: • Distribusi sumberdaya • Perilaku sosial (pada hewan) • Faktorlain (interaksiorganisme. Dikenal dua macam bentuk pertumbuhan . Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu. tempatberlindung. Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan. Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu tertentu. Piramida biomassa Seringkali piramida jumlah yang sederhana kurang membantu dalam memperagakan aliran energi dalam ekosistem.b. Suatu populasi akan mengalami pertumbuhan. Untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur. trofik selanjutnya. kemudian total seluruh biomassa dihitung. c. 1. 2. dan diukur dalam gram. Lain dengan Piramida energi yang dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang lama. Piramida energi mampu memberikan gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam ekosistem. apabila laju kelahiran di dalam populasi itu lebih besar dar laju kematian. 3. Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap dan dimakan oleh tingkat Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa dicemakan dan dikeluarkan sebagai Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi bagian dari tubuh organisme. Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut yang tersedia di tiap tingkat trofik. Berkurang-nya energi yang terjadi di setiap trofik terjadi karena hal-hal berikut. dengan mengasumsikan bahwa laju emigrasi.

misalnya yang berupa persaingan intra spesies (fase akselerasi negatif) sehingga akhirnya mencapai suatu tingkat yang kurang lebih seimbang (fase keseimbangan). Dinamika Populasi merupakan ilmu yang mempelajari pertumbuhan serta pengaturan populasi. tanpa da persaingan dan lain sebagainya. Hal ini tentu berkaitan dengan parameter populasi. Khusus di dalam pengaturan kerapatan populasi dikenal adanya mekanisme “density dependent” (mekanisme yang bergantung kepada kerapatan) dan mekanisme “density independent” (mekanisme yang tak bergantung pada kerapatan). yaitu ketersediaan makanan. 2. yang menandakan bahwa populasi tidak dapat meningkat lagi di sebut daya dukung (K= suatu konstanta). Perubahan jumlah individu dalam populasi. Pertumbuhan Sigmoid Pada pertumbuhan populasi yang berbentuk sigmoid ini. Jadi daya dukung suatu habitat adalah tingkat kelimpahan populasi maksimal (kerapatan jumlah atau biomasa) yang kelulus hidupannya dapat di dukung oleh habitat tersebut. peningkatan. populasi mula-mula meningkat sangat lambat (fase akselerasi positif). namun segera menurun lagi secara perlahan dengan makin meningkatnya pertahanan lingkungan.populasi. Kemudian makin capet sehingga mencapai laju peningkatan secara logaritmik (fase logaritmik). yakni bentuk pertumbuhan eksponensial ( dengan bentuk kurva J) dan bentuk pertumbuhan sigmoid (dengan bentuk kurva S) 1. Populasi sebagai komponen dari sistem lingkungan. Pada pertumbuhan populasi yang demikian kerapatan bertambah dengan cepat secara eksponensial dan kemudian berhenti mendadak saat berbagai faktor pembatas mulai berlaku mendadak. ruang dan kondisi lingkungan lainnya tidak beroperasi membatasi. 2. 3. Secara umum. Pertumbuhan Eksponensial Pertumbuhan populasi bentuk eksponensial ini terjadi bilamana populasi ada dalam sesuatu lingkungan ideal baik. Tingkat penurunan. penggantian individu dan proses yang menjaga kestabilan jumlah individu dalam populasi. Tingkat populasi yang merupakan asimptot atas dari kurva sigmod. Faktor pembatas pertumbuhan populasi : • Tergantung kepadatan : makanan dan ruangan • Tidak tergantung kepadatan :iklim dan bencana alam Faktor pembatas menyebabkan spesies menerapkan strategi untuk bertahan hidup. aspek-aspek yang dipelajari dalam dinamika populasi adalah: 1. .

PENUTUP Dinamika populasi adalah pengetahuan yang mempelajari pertumbuhan populasi organisme. sampling atau pengukuran nisbi. KESIMPULAN DAN SARAN A. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan jumlah individu dalam populasi. yang merupakan ciri-ciri yang dipunyai oleh individu-individu pembangun populasi itu. Populasi dapat tumbuh cepat atau lambat. Populasi adalah individu-individu yang hidup disuatu tempat tertentu dan antara sesamanya dapat melakukan perkawinan sehingga dapat mengadakan pertukaran informasi genetik dinyatakan sebagai satu kelompok. serta ciri-ciri statistik. yang menyatakan individu persatuan luas tertentu. yang merupakan ciri uniknya sebagai himpunan atau kelompok individu-individu yang berinteraksi satu dengan lainnya Ukuran populasi menyatakan banyaknya individu anggota populasi di suatu daerah tertentu. dan ketahanan hidup pada umur tertentu. Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan: 1.4. besarnya ukuran populasi yang di gunakan adalah kepadatan populasi. Jika daerah penyebaran populasi luas sehingga pengukuran populasi secara menyeluruh sulit di lakukan. Luas B. Ukuran dan kepadatan populasi dapat di ukur dengan metode sensus. Ada dua ciri dasar populasi. yaitu :ciri biologis. Kecepatan pertumbuhan populasi di tentukan dengan perbedaan angka kelahiran dan angka kematian. VI. Saran . Kecepatan pertumbuhan populasi itu di pengaruhi oleh jumlah kematian sebelum mencapai umur reproduktif.

Koellner T. Jurusan Kehutanan. Polita. Malang Suripin. Analisis Vegetasi-Lias Minimum. Jakarta Heddy. 2005.wordpress. S. Fadhlans. 2002 Grădina Botanică “Alexandru Borza” Cluj-Napoca. M. 1989. 2010.com/category/ekologi-tumbuhan/ Odum. Yogyakarta : Andi. UMM Press. Universitas Sumatera Utara: Medan Fakultas Muchlas. Pengantar Ekologi TumbuhanTropis. XXXVII. ECOGRAPHY 27: 532_/544. Pertanian. Analisis Vegetasi Hutan Alam. Ekologi Tumbuhan. 1998. The Influence Of Forest Site Fertility And Sampling Scale On Species-Area Curves. 2004 ISSN 0906-7590 Latifah. R. T. Guritno. Rajawali Press. Ewusi. 2009.com/2009/03/analisis-vegetasiluas-minimum. 2002. wholghemut. E. Rajawali Pers. Contribuţii Botanice. Bandung . Anna M.DAFTAR PUSTAKA Chea. (2001). Rarefaction method for assessing plant species diversity on a regional scale. 1995. Luas Minimum.html Gafta D. http://cheabiofkip. Pengantar Ekologi. http://crocodilusdaratensis. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Jakarta. P.blogspot.. Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. 2001. ITB. Suwasono dkk. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Incze. 2004. Abdulkhadir. Rahardjanto. 1990. Dasar-Dasar Ekologi.

Biologi Pertanian. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Ekologi Hewan Tanah. Generalized Additive Models in Plant Ecology.id//ekologi hewan//populasi hewan/d/?// . Pustaka Buawa : Jakarta. N. Departemen Biologi ITB. Dasar-Dasar Ekologi Hewan.1988. 1996. www. PT Rajawali. Opulus Press Uppsala. Ekologi Umum. Balai Taman Nasional Baluran. Biologi Lingkungan. 1989. Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Jakarta :Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. R.Suwena. 1994. Bumi Aksara : Jakarta. 2010. Journal of Vegetation Science 2: 587-602. Teknik Lapangan Ekologi Tumbuhan. 1983. Ilmu Tanah Pertanian. Made. Alumni Bandung : Bandung. Mataram Press Santoso. Muhammad.. Ekologi Hewan. Remadja Karya. 1986.google. Bandung Taman Nasional Baluran. 1991. Baluran Weaver and Clements (1938) dalam Santoso. Printed in the United States of America Adianto. Tim Dosen. Analisa Vegetasi di Savana Bekol. pudyo. 2008. 1994. 2007. W. S. 2000. Syarif. dan Neil D. Pengantar Ekologi. 1991 © IAVS.co. Medan : FMIPA UNIMED Zulkifli. hilda. Keanekaragaman Tumbuhan Liar Edible pada Ekosistem Sawah Di Sekitar Kawasan Hutan Gunung Salak. Mitchell. Bandung Yee T. Susanto. Jakarta Soedjiran.E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful