1

Aplikasi Ilmu Alamiah Dasar Dalam Pelaksanaan Ibadah
Pelaksanaan Arah Kiblat, Waktu Shalat, Hisab Awal Bulan

A. Pelaksanaan Arah Kiblat
Menghadap arah kiblat merupakan suatu ketentuan yang penting
dalam syariah Islam. Menurut hukum syariat, menghadap kiblat diartikan
sebagai seluruh tubuh atau badan seseorang menghadap ke arah ka`abah yang
terletak di Mekkah yang merupakan pusat tumpuan umat Islam bagi
menyempurnakan ibadah-ibadah tertentu. menghadap ke arah kiblat menjadi
syarat sah bagi umat Islam yang hendak menunaikan shalat, baik shalat Iardhu
lima waktu sehari semalam atau shalat-shalat lain. Kaidah dalam menentukan
arah kiblat memerlukan suatu ilmu khusus yang dipelajari atau sekurang-
kurangnya meyakini arah yang dibenarkan agar sesuai dengan syariat.
Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk menentukan arah kiblat
yang cukup teliti yaitu dengan menggunakan teknologi GPS Metodologi
penentuan arah kiblat dengan menggunakan pengamatan ke satelit GPS. Pada
prinsipnya adalah menentukan secara teliti koordinat dari dua titik
menggunakan metode survei GPS yang berada di kawasan mesjid Al Huda.
Koordinat titik ini ditentukan relatiI terhadap titik kontrol dengan pengamatan
GPS dilakukan kurang lebih 1,5 jam. Interval perekaman data pengamatan
GPS yang digunakan di ketiga station pengamat adalah 15 detik, dengan
menggunakan koordinat kedua titik tersebut yang diolah dari data.




B. Waktu Shalat
aktu shalat terdapat dalam surat An Nisa ayat 103 :
´´´f ¸×P_¸1´´ÒBb ´6´òCAH [¸V´´
´´´´1´ÿ´´ù´ÒBb BqÓ´´J´H BqV_´C´_´ÿ
´´´´´

Artinya : Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman.

Surat Al Isra ayat 78 :
´ó´C´0 ¸×P_¸1´´ÒBb ´q_´Ò´B´ã
´´´ù´´ÒBb P[¸L´f ´C@´A´ ´V´@´ÒBb
´´b,´´¶´C,´ ´¶´A´´ÒBb F ´´´f
´´b,´´¶´C ´¶´A´´ÒBb ´,CAH
bq@_´÷´´´ÿ ´´´´
Artinya: irikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam
dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu
disaksikan (oleh malaikat).

Dengan berkembangnya peradaban manusia, berbagai kemudahan-
kemudahan diciptakan untuk membuat manusia lebih praktis dalam segala hal
termasuk dalam beribadah khususnya shalat Iardhu.
Sebelum manusia menemukan hisab/perhitungan Falak/Astronomi,
pada zamann Rasulullah waktu shalat ditentukan berdasarkan observasi
terhadap gejala alam dengan melihat langsung matahari. Lalu berkembang
dengan dibuat jam surya atau jam matahari atau disebut dengan tongkat istiwa
dengan kaidah bayangan matahari.
3

Dari sudut pandang Iiqih waktu shalat Iardhu seperti dinyatakan di
dalam kitab-kitab Iiqih adalah sebagai berikut :
1. aktu Shubuh
Diawali saat Iajar shiddiq sampai matahari terbit (syuruk). Menjelang pagi
hari, Iajar ditandai dengan adanya cahaya sinar yang menjulang tinggi
(vertikal) di horizontal timur yang disebut Iajar kidzib atau Iajar semu
yang terjadi akibat pantulan cahaya matahari oleh debu partikel anatar
planet yang terletak antara bumi dan mars.

. aktu Dzuhur
aktu dzuhur adisebut juga waktu istiwal (zawaal) terjadi ketika
matahari berada di titik tertinggi. Istiwa juga dikenal dengan sebutan
tengah hari (midday/moon). aktu dzuhur tiba sesaat setelah istiwa, yakni
ketika matahari telah condong ke arah barat. aktu tengah hari dapat
dilihat pada almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan
algoritma tertentu.

3. aktu Ashar
Menurut mahzab syaIi`I, Maliki dan Hambali, waktu ashar diawali
jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri.
Sementara mahzab imam HanaIi mendeIinisikan wakktu shalat ashar jika
panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri.



. aktu Maghrib
Diawali saat matahari terbenam di uIuk sampaii hilangnya cahaya
merah di langit barat. Secara astronomis waktu maghrib dimulaii saat
aseluruh priringan matahari masuk ke horizon yang terlihat (uIuk
mar`i/visible horizon) sampai waktu isya yaitu saat kedudukan matahari
sebesar i
0
dibawah horizon barat.

5. aktu Isya
Diawali dengan hilangnya cahaya merah (shaIaq) di langit barat,
hingga rerbitnya Iajar shiddiq di langit timur. Secara astronomis waktu
Isya merupakan kebalikan dari waktu subuh yaitu dimul0ai dari saat
kedudukan matahari sebesar i
0
di bawah horizon barat sampai sebelum
posisi matahari sebesar S
0
di bawah horizon timur.

6. Hisab Awal Bulan
Secara harIiyah bermakna 'perhitungan¨. Jadi hisab adalah
perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi
bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriyah.
Metode penentuan kriteria awal bulan kalender Hijriyah yang berbeda
seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat
adanya perbedaan hari pelaksanaaan ibadah seperti puasa ramadhan atau
hari raya Idul Fitri.
5

Di Indonesia, perbedaan tersebut pernah terjadi beberapa kali.
Namun demikian, pemerintah mengkampanyekan bahwa perbedaan
tersebut hendaknya tidakk dijadikan persoalan, tergantung pada keyakinan
dan kemantapan masing-asing, serta mengedepankan toleransi terhadap
suatu perbedaan.

. Hisab Awal Bulan
&ntuk tiga bulan-bulan penting :
1. Awal Ramadhan 18 H.
. Awal Syawal 18 H.
3. Awal Dzulhijah 18 H.












6

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum r. b.
Puji syukur kehadirat Allah Swt yang senantiasa melimpahkan rahmat
dan kasih sayang dan karuniaNya kepada kita bersama yang dengan semua itu kita
hidup dan menikmati kehidupan penuh iman dan taqwa.
Shalawat dan salam semoga selalu kita sampaikan kepada suri tauladan
dan junjungan umat Islam sedunia, Nabi Besar Muhammad Saw. Berkat
perjuangan, keteguhan dan pengorbanan yang penuh ikhlas dalam menegakkan
syiar Islam sehingga mampu mengubah wajah dunia kejahiliyahan menuju cahaya
Islam yang mulia. &capan terima kasih kami (penyusun makalah ini) haturkan
kepada pihak-pihak yang telah berjasa membantu kami dalam penyusunan
makalah Perbandingan Agama ini.
Akhirnya kami sangat mengharapkan saran, kritikan dan masukan demi
memperbaiki ketidaksempurnaan makalah ini karena tidak ada satu hal pun yang
sempurna di dunia ini. Hanya Allah lah yang Maha sempurna.
assalam mualaikum r. b.






i
7

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
Aplikasi Ilmu Alamiah Dasar Dalam Pelaksanaan Ibadah Pelaksanaan Arah
Kiblat, aktu Shalat, Hisab Awal Bulan ..................................................... 1
A. Pelaksanaan Arah Kiblat ......................................................................... 1
B. aktu Shalat .........................................................................................
1. aktu Shubuh .................................................................................. 3
. aktu Dzuhur .................................................................................. 3
3. aktu Ashar .................................................................................... 3
. aktu Maghrib ................................................................................
5. aktu Isya .......................................................................................
6. Hisab Awal Bulan ............................................................................
C. Hisab Awal Bulan .................................................................................. 5








ii
8


MAKALAH
ILMU ALAMIAH DASAR

Tentang

Aplikasi Ilmu Alamiah Dasar Dalam Pelaksanaan Ibadah
Pelaksanaan Arah Kiblat, Waktu Shalat, Hisab Awal Bulan








Oleh:
KELOMPOK B
Lokal 13


O ROSI ANIDA Bp. 07.1465
O UBAIDAH Bp. 07.14






SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
SYEKH BURHANUDDIN
PARIAMAN
2008

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful