P. 1
Sejarah pg jatitujuh

Sejarah pg jatitujuh

|Views: 233|Likes:
Published by Ayu_Suastyka_A_8913

More info:

Published by: Ayu_Suastyka_A_8913 on Dec 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2015

pdf

text

original

Se[arah pg [aLlLu[uh

PNP XIV didirikan pada tahun 1968 dan dalam perkembangannya berdasarkan PP No 10
tahun 1981 dirubah statusnya menjadi PTP XIV (Persero) yang membawahi 8 Pabrik
Gula dan 1 Pabrik Spiritus dan Alkohol.
Dalam perjalanannya PTP XIV mengalami hambatan baik teknis maupun manajemen
sehingga menimbulkan masalah Iinansial yang sangat berat. Dalam rangka menyehatkan
usahanya, maka berdasarkan SK Menteri Keuangan No 1326 tanggal 31 Desember 1988,
PTP XIV diserahkan pengelolaannya kepada PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).
Dan perkembangan selanjutnya adalah perubahan nama PTP XIV menjadi PT PG Rajawali
II berdasarkan akta No 94 tahun 1996, yang mengelola 1 buah Pabrik Spiritus dan Alkohol
Palimanan serta 5 buah Pabrik Gula : Tersana Baru, Karang Suwung, Sindang Laut, Subang
dan Jatitujuh sedangkan 3 Pabrik Gula lainnya yaitu Gempol, Jatiwangi dan Kadipaten
terpaksa ditutup karena permasalahan sulitnya pemasukan areal.
Produksi Gula yang dihasilkan rata-rata 96.500 ton per tahun.
Pada tahun 1971, Pemerintah Indonesia mengadakan kerjasama dengan Bank Dunia
membentuk Indonesian Sugar Study (ISS) dalam rangka swasembada gula. Salah satu
programnya adalah mencari areal baru yang berorientasi pada lahan kering.
Hasil survey yang dilakukan pada tahun 1972-1975, menyatakan areal BKPH Jatitujuh,
Kerticala, Cibenda, dan Jatimunggul cocok untuk pertanaman tebu sehingga pada tanggal 9
Agustus 1975 dikeluarkan SK Mentan No. 795/VI/1975 tentang izin prinsip pendirian Pabrik
Gula di Jatitujuh yang dikenal dengan nama ¨PROYEK GULA JATITUJUH¨ dan diikuti SK
Mentan No. 654/Kpts/UM/76 untuk membebaskan lahan tersebut.
Pada tahun 1977-1978 dibangun pabrik gula yang ditangani oleh Kontraktor Perancis Fives
Cail Babcock (FCB) dan diresmikan oleh Presiden Repubik Indonesia H. M. Soeharto pada
tanggal 5 September 1980, sejak itu manajemen ditangani oleh PNP XIV.
Pada tahun 1989, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja produksi dan manajemen, PG
Jatitujuh diambil alih oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia.
!umlah produksl gula dan produkLlvlLas Lebu dl Þabrlk Cula !aLlLu[uhţ kabupaLen Ma[alengkaţ dua
Lahun Lerakhlr menurunŦ Mana[emen klnl menerapkan perbalkan produksl dl ladang dan pabrlk agar
produkLlvlLas menlngkaL laglŦ
ualam acara panen Lebu dllahan Lebu ÞC !aLlLu[uhţ Senln (24/3)ţ ulrekLur uLama ÞC 8a[awall ll
LesLl[ono mengaLakanţ angka rendemen Lebu dl pabrlk gula Lahun 2008 mencapal 8ţ2 polnţ LeLapl
pada 2009 LuLun men[adl 7ţ1Ŧ Þroduksl Lebu per hekLar pun Lurun darl 81 Lon/ha pada 2003 men[adl
77 Lon/ha Lahun lnlŦ
LesLl[ono mengaLakanţ unLuk mengemballkan produkLlvlLas gula dan Lebuţ plhaknya akan mulal
menerapkan perbalkan produksl dl ladang dan pabrlkŦ Þerbalkan dl ladangţ anLara lalnţ dlLempuh
dengan mendayagunakan baglan rlseL dan pengembanganţ yaknl mencoba menanam varleLas baru
yang leblh unggulŦ Adapun perbalkan dl pabrlkţ mlsalnyaţ berupa perbalkan lnfrasLukLur [alan dan
mana[emen Lebang angkuLŦ ƍ1ebang angkuL lnl penLlngţ wakLu Lebang dan angkuL blsa
mempengaruhl rendemenţƍkaLanyaŦ
ManuruL dlaţ selama lnl ÞC !aLlLu[uh men[adl pemasok gula Lerbesar dl !awa 8araLŦ uarl 24ţ92 Lon
kebuLuhan gulaţ 34Ʒ dlpasok darl pabrlk gula dl Ma[alengka lnlŦ
uepuLl Agro kemanLrlan 8uMn Agus Þakpahan yang menghadlrl panen Lebu perdana dl !aLlLu[uh
mengaLakanţ saaL lnl lndonesla sudah blsa menekan lmpor gulaŦ 1ahun 2008 lndonesla sama sekall
Lldak menglmpor gulaţ padahal delapan Lahun lalu men[adl lmporLlr Lerbesar kedua dengan
kuanLlLas 2 [uLa LonŦ
Þada 2009 produksl gula mencapal 2ţ7 Lon dan kebuLuhan maslh 3ţ2 [uLa LonŦ Agus berharap
produksl gula akan Lerdongkrak sehlngga Lak perlu menglmpor laglŦ
ƹƽ ulkotlp Jotl notloo kompos 5elosoţ 25 Mel 2010 (loo)



PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai bagian dari masyarakat intelektual, mahasiswa dituntut untuk berperan aktiI dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Wawasan yang luas dan juga pengalaman merupakan hal
yang mutlak dibutuhkan dalam peran tersebut. Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan telah banyak
memberikan bekal berupa wawasan kepada mahasiswa. Wawasan tersebut perlu diterapkan dalam
pengalaman nyata di lapangan. Berbagai teori yang dipelajari di bangku kuliah diharapkan mampu
diterapkan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang muncul di lapangan. Hal tersebut mendorong
perlunya dilakukan kegiatan praktek lapangan sebagai salah satu kesempatan melatih keterampilan
proIesional mahasiswa di lapangan. Kegiatan praktek lapangan juga merupakan salah satu wujud Tri
Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian
masyarakat. Melalui kegiatan praktek lapangan, perguruan tinggi juga dapat memperoleh umpan balik
berupa inIormasi kelayakan aplikasi ilmu dan kebutuhan masyarakat terhadap teknologi yang
dikembangkan.
PT PG Rajawali II, Unit PG Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat merupakan tempat representatiI
bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan praktek lapangan. PG Jatitujuh adalah perusahaan yang
bergerak dalam bidang industri gula di Indonesia. Sebagai komoditas hasil pertanian, gula telah ditetapkan
menjadi salah satu komoditas khusus. Hal tersebut ditetapkan dalam Iorum perundingan WTO (World
Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia). Di Indonesia, gula merupakan salah satu kebutuhan
pokok yang memiliki nilai strategis. Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia secara tidak langsung
menjadikan kebutuhan gula nasional menjadi meningkat. Semakin berkembangnya perindustrian di
Indonesia yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman juga menuntut akan peningkatan kebutuhan
gula sebagai salah satu bahan baku. Meningkatnya kebutuhan gula nasional perlu diimbangi dengan
pertambahan produksi gula di Indonesia. Indonesia yang pernah mengalami
Kejayaan gula pada tahun 1930-an, kini merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Semakin
mundurnya target tahun swasembada gula menunjukan hasil produksi gula di Indonesia tidak dapat
mengimbangi peningkatan kebutuhan gula nasional. Sebenarnya selama beberapa tahun terakhir, jumlah
produksi gula per tahun di Indonesia terus meningkat. Namun peningkatan kebutuhan gula di Indonesia per
tahun ternyata melebihi jumlah gula yang diproduksi. Pengembangan perkebunan tebu baik secara
ekstensiI maupun intensiI serta peningkatan kinerja produksi yaitu meningkatkan kapasitas terpasang di
pabrik gula guna meningkatkan rendemen merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.
Kegiatan praktek lapangan ini diIokuskan pada proses produksi gula yang ditinjau dari segi aspek
ergonomika dan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) yang merupakan aspek penting dalam
memperhitungkan Iaktor manusia dalam lingkungan kerja. Dalam proses produksi gula, pekerja tidak lepas
dari melakukan interaksi dengan berbagai Iasilitas produksi juga lingkungan kerja. Kajian aspek
ergonomika dan K3 dapat bermanIaat untuk mengevaluasi kenyamanan dan tingkat bahaya kerja dari
Iasilitas produksi dan membuat lingkungan kerja agar lebih eIektiI, nyaman, aman, sehat, dan eIisien.
Keluaran dari kegiatan praktek lapang ini juga diharapkan dapat menghasilkan usulan yang dapat
diterapkan pada perusahaan guna meningkatkan produktivitas kerja.
B. Tujuan
Tujuan pelaksanaan praktek lapangan mahasiswa Fakultas Teknologi
Pertanian IPB dibagi atas 2 hal yaitu :
1. Instruksional:
a. Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa melalui latihan kerja dan aplikasi ilmu
yang telah diperoleh sesuai dengan bidang keahliannya.
b. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentiIikasi, merumuskan, dan memecahkan
permasalahan sesuai dengan keahliannya di lapangan secara sistematis dan interdisiplin.
2. Institusional:
Memperkenalkan dan mendekatkan Institut Pertanian Bogor, khususnya Fakultas Teknologi
Pertanian dengan masyarakat dan memperoleh masukan atau pertimbangan bagi penyusunan kurikulum
sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kemajuan iptek dan kebutuhan
masyarakat sebagai pengguna.
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu untuk praktek lapangan dilaksanakan terhitung sejak tanggal 30 Juni sampai dengan 30
Agustus 2008 bertempat di PT PG Rajawali II, Unit PG Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Propinsi Jawa
Barat.
D. Aspek Kajian
Aspek yang dikaji dalam kegiatan praktek lapangan ini antara lain:
1. Aspek Kajian Umum
Pengkajian aspek umum mencakup sejarah dan perkembangan perusahaan, areal dan sarana
perusahaan, keadaan iklim dan tanah, struktur organisasi perusahaan, ketenagakerjaan, dan kegiatan
perusahaan.
2. Aspek Kajian Khusus
Aspek yang dikaji secara khusus adalah aspek ergonomika dan K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada proses produksi gula.
E. Metodologi
Metodologi pelaksanaan kegiatan praktek lapangan ini adalah sebagai
berikut :
1.
Perkenalan dengan pimpinan dan staI perusahaan.
Perkenalan ini dilakukan untuk saling mengenal antara mahasiswa pelaksana praktek lapangan
dengan staI-staI perusahaan sebagai pihak yang membantu pelaksanaan praktek lapangan.
2. Pengamatan secara langsung.
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lapangan secara langsung
sehingga dapat diketahui keadaan Iisik dari objek yang akan diamati.
3. Wawancara dengan pihak terkait.
Wawancara dilakukan untuk melakukan klariIikasi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi
di lapangan. Wawancara dilakukan dengan pihak- pihak yang terkait langsung dan berdasarkan bimbingan
dari pembimbing lapangan.
4. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan untuk keperluan akademik mahasiswa pelaksana praktek lapangan.
Data yang diperoleh digunakan sebagai pembanding dengan teori yang didapat selama kuliah.
5. Peran serta aktiI dalam program perusahaan.
Peran serta aktiI dalam program yang disusun oleh perusahaan akan memberikan pengalaman akan
dunia kerja yang ada di perusahaan. Peran serta aktiI ini akan dikonsultasikan dan di bawah izin dari
pembimbing lapangan.
6. Studi pustaka.
Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh pembuktian dan alasan-alasan ilmiah dalam melakukan
analisis terhadap berbagai macam permasalahan yang dihadapi di lapangan.

II. TINJAUAN PERUSAHAAN
A. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
Dalam rangka mewujudkan swasembada gula, Pemerintah Indonesia pernah mengadakan
kerjasama dengan Bank Dunia membentuk Indonesian Sugar Study (ISS). Kerjasama tersebut dibentuk
pada tahun 1971 dan salah satu programnya adalah mencari areal baru yang berorientasi pada lahan kering.
Hasil survey yang dilakukan pada tahun 1972-1975 menyatakan empat areal yang berada di dua kabupaten
(Majalengka dan Indramayu) yaitu Jatitujuh, Kerticala, Cibenda, dan Jatimunggul cocok untuk ditanami
tebu. Hasil survey tersebut ditindaklanjuti oleh dikeluarkannya SK Mentan No. 795/VI/1975 tentang izin
pendirian pabrik gula di Jatitujuh yang dikenal dengan nama 'Proyek Gula Jatitujuh¨. Sedangkan tentang
pembebasan lahan pada empat areal tersebut diatur dalam SK Mentan No. 654/Kpts/UM/76. Pembangunan
pabrik gula kemudian dilakukan pada tahun 1977 1978 yang ditangani oleh perusahaan kontraktor dari
Perancis yaitu Fives Cail Babcock. Setelah selesai dibangun, PG Jatitujuh diresmikan pada tanggal 5
September 1980 oleh Presiden Republik Indonesia pada saat itu yaitu H.M. Soeharto.
Setelah diresmikan, PG Jatitujuh kemudian berada di bawah manajemen PNP XIV yang sudah berdiri
sejak 1968. PNP XIV kemudian berubah status menjadi PTP XIV (Persero) berdasarkan PP No. 10 tahun
1981. Namun sangat disayangkan, hambatan teknis dan manajemen yang dialami selama perjalanan usaha
PTP XIV menimbulkan masalah Iinansial yang sangat berat. Selanjutnya, berdasarkan SK Menteri
Keuangan No. 1326 tanggal 31 Desember 1988, pengelolaan PTP XIV diambil alih oleh PT Rajawali
Nusantara Indonesia (Persero). Pengambilalihan tersebut bertujuan untuk menyehatkan usaha yang
sebelumnya dikelola oleh PTP XIV. Perkembangan selanjutnya adalah perubahan nama dari PTP XIV
menjadi PT PG Rajawali II berdasarkan Akta No. 94 tahun 1996. Dengan demikian PG Jatitujuh dan unit
usaha lain yang sebelumnya dikelola PTP XIV, hingga kini berada di bawah manajemen PT PG Rajawali
II dan merupakan bagian dari RNI Group. Unit usaha selain PG Jatitujuh yangberada di bawah PT PG
Rajawali II adalah PG Subang, PG Tersana Baru, PG Karangsuwung, PG Sindanglaut, dan PSA (Pabrik
Spirtus dan Alkohol) Palimanan. Sedangkan 3 pabrik gula lain yang sebelumnya dikelola juga oleh PTP
XIV yaitu Gempol, Jatiwangi, dan Kadipaten terpaksa ditutup akibat permasalahan sulitnya pemasukan
areal. Saat ini di antara PG lainnya yang berada di bawah PT PG Rajawali II, PG Jatitujuh merupakan
pabrik gula yang memiliki kapasitas giling dan produksi gula terbesar.
B. Areal dan Sarana Perusahaan
PG Jatitujuh memiliki letak administratiI di Desa Sumber, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten
Majalengka. Sedangkan arealnya berlokasi di dua kabupaten yaitu Majalengka dan Indramayu. Letak
geograIis areal tersebut adalah diantara 108°6`3¨-108°16`24¨ Bujur Timur dan 6°31`2¨-6°36`40¨ Lintang
Selatan. Areal berada pada ketinggian 3-50 meter di atas permukaan laut.
Areal yang dimiliki PG Jatitujuh merupakan areal Hak Guna Usaha (HGU) dengan luas total
11921.56 ha. Areal yang berada di Kabupaten Majalengka berdasarkan SK HGU No. 1 tahun 2005
memiliki luas 5673.04 ha, sedangkan areal yang terletak di Kabupaten Indramayu berdasarkan SK HGU
No. 2 tahun 2005 memiliki luas 6248.52 ha.
Dari luas total areal, yang dipergunakan untuk lahan tanaman tebu adalah sekitar 8200 ha. Selain
dari areal HGU, PG Jatitujuh juga menerima pasokan tebu giling dari kebun Tebu Rakyat yang sampai
tahun 2007 luasnya mencapai 1263 ha. Lahan tebu HGU dibagi menjadi dua divisi wilayah yaitu Divisi
Barat dan Divisi Timur. Masing-masing divisi memiliki dua rayon wilayah. Rayon yang berada di divisi
sebelah barat adalah Cibenda dan Jatimunggul, sedangkan Kerticala dan Jatitujuh merupakan rayon yang
berada di divisi sebelah timur.
Dari luas areal yang tidak digunakan untuk tanaman tebu, luas yang terpakai untuk sungai dan daerah
genangan penampung hujan (danau buatan) adalah 1794.76 ha. Sisanya digunakan untuk beberapa kantung
air (kolam air di petak lahan) seluas 479.5 ha, sarana jalan seluas 682.4 ha, kebun hortikultura seluas 253
ha, daerah pengeboran Pertamina seluas 66.5 ha, dan emplasemen bangunan seluas 135.4 ha. Bangunan
utama yang didirikan selain pabrik gula
adalah perkantoran, gudang, workshop mekanisasi, dan bangunan pengolahan limbah.
Bangunan lainnya yang merupakan sarana penunjang adalah perumahan karyawan, penginapan
tamu, koperasi, gedung pertemuan, rumah ibadah, poliklinik, sekolah taman kanak-kanak, dan
sarana olahraga.
C. Keadaan Tanah dan Iklim
Lahan di PG Jatitujuh memiliki topograIi yang tidak seragam. Pada beberapa daerah
terdapat lahan yang datar, sementara beberapa daerah lainnya memiliki permukaan tanah yang
bergelombang. Jenis tanah di lahan terdiri dari mediteran 47°, kambisol 22°, grumosol 6°,
podsolik 2°, aluvial 1°, dan jenis lain 22°. Iklim di areal PG Jatitujuh jika berdasarkan
pembagian menurut Schmidt dan Fergusson termasuk tipe C dan D. Curah hujan pertahun kurang
dari 1500 mm, sementara kelembaban udara relatiI (RH) sebesar 78-82°
D. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi di dalam PG Jatitujuh menganut sistem spesialisasi yang dimaksudkan
untuk meningkatkan keterampilan pelaksanaan kerja dan memudahkan dalam pengawasan.
Pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi PG Jatitujuh adalah 030ral Ma3ag0r yang
bertanggung jawab langsung kepada direksi PT PG Rajawali II. Saat ini yang menduduki jabatan
030ral Ma3ag0r PG Jatitujuh adalah Ir. Maman Sudiaman. Kedudukan di bawah 030ral
Ma3ag0r adalah lima kepala bagian yaitu: Kepala Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum
yang dijabat oleh Budiyono, SE; Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan (TUK) yang dijabat
oleh Imam Daiman A, SE; Kepala Bagian Pabrikasi yang dijabat oleh H. Edi Saedi, SE; Kepala
Bagian Instalasi yang dijabat oleh Suko Sukamto, BE; dan Kepala Bagian Tanaman yang dijabat
oleh Ir. M. Nurdin.
Setiap bagian dalam perusahaan mempunyai tugas masing-masing. Bagian SDM dan Umum
memiliki tanggung jawab tentang pengaturan personil dan urusan umum perusahaan seperti
hubungan eksternal. Untuk masalah keuangan perusahaan, penggudangan, pengadaan dan
pendataan aset usaha merupakan tugas Bagian TUK. Bagian Instalasi bertugas mengurus
pengelolaan sarana pabrik
seperti boil0r, pow0r hous0, peralatan giling, dan instrumentasi pabrik. Sementara proses
pengolahan mulai dari pemurnian nira hingga pengkristalan merupakan tanggung jawab Bagian
Pabrikasi. Sementara Bagian Tanaman mempunyai tanggung jawab mengurus kegiatan budidaya
tebu di lahan dan melakukan penelitian untuk mengembangkan tanaman tebu yang lebih baik.
Kepala Bagian Tanaman sendiri membawahi Kepala Tanaman Divisi Barat, Kepala
Tanaman Divisi Timur, Kepala Mekanisasi, Kepala Riset dan Pengembangan, Kepala
Tebang/Angkut, dan seorang kepala sinder yang bertugas di lahan tebu kemitraan (SKK
TRI/Sinder Kebun Kepala Tebu Rakyat Indonesia). Sedangkan SKK yang bertugas di lahan tebu
perusahaan memiliki jabatan di bawah kepala tanaman divisi wilayah masing-masing. Adapun
setiap SKK membawahi beberapa SKW (Sinder Kebun Wilayah). SKW memiliki tanggung
jawab secara langsung mengatur kegiatan budidaya tebu di wilayahnya. Setiap SKW dibantu oleh
beberapa mandor. Mandor tersebut bertugas mengatur dan mengawasi langsung tenaga kerja
harian/borongan di setiap petak lahan.
. Ketenagakerjaan
Jumlah total tenaga kerja PG Jatitujuh yang tercatat pada tahun 2007 adalah sebanyak
21964 orang. Jumlah tersebut terdiri dari tenaga kerja tetap dan tenaga kerja tidak tetap. Tenaga
kerja di PG Jatitujuh dan unit usaha lain di bawah PT PG Rajawali II memiliki serikat pekerja
yang tergabung dalam SP-BUN (Serikat Pekerja Perkebunan) PT PG Rajawali II. Serikat pekerja
tersebut terdaItar di Departemen Tenaga Kerja Daerah Tingkat II Kabupaten Cirebon. Segala hal
yang mengatur ketenagakerjaan untuk tenaga kerja tetap diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama.
Sedangkan untuk tenaga kerja tidak tetap diatur dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
F. Kegiatan Perusahaan
1. Budidaya Tebu dan Produksi Gula
Budidaya tebu dan produksi gula/giling tahunan merupakan kegiatan utama PG Jatitujuh.
Kegiatan budidaya tebu bertujuan untuk menghasilkan tebu siap giling dengan kualitas yang baik,
sementara kegiatan produksi gula bertujuan untuk menghasilkan sebanyak-banyaknya gula dari
tebu yang ada. Kegiatan budidaya tebu berlangsung sepanjang waktu. Berbeda dengan kegiatan
budidaya tebu, produksi gula/periode giling di PG Jatitujuh dilakukan selama sekitar 5 bulan
setiap tahunnya. Proses budidaya tebu dan produksi gula secara spesiIik akan dijelaskan pada bab
III dan IV laporan ini.
2. Penanganan Limbah (Konsep 0ro Wast0)
Dengan konsep 0ro Wast0, PG Jatitujuh memanIaatkan seoptimal mungkin sisa/limbah
industri yang dihasilkan sehingga tidak terdapat limbah yang mencemari lingkungan.
PemanIaatan limbah tersebut antara lain: ampas tebu selain untuk bahan bakar boil0r juga
digunakan untuk bahan baku pembuatan kampas rem serta dapat juga digunakan sebagai media
jamur dan bahan kertas;



bloto3g digunakan untuk bahan baku kompos; tetes tebu digunakan untuk bahan baku alkohol
dan MSG; pucuk dan daun tebu digunakan untuk makanan ternak. Sementara itu, limbah cair
yang tidak bisa dimanIaatkan akan diolah terlebih dahulu di Instalasi Penanganan Limbah Cair
(IPLC) sebelum dibuang ke saluran pembuangan air di lahan. Sehingga air buangan hasil
pengolahan limbah sudah termasuk kategori aman.
3. DiversiIikasi Usaha
Selain melakukan budidaya tebu dan produksi gula, PG Jatitujuh juga mengembangkan
usaha tanaman hortikulura dan agromed. Usaha tersebut dilakukan sebagai pemanIaatan lahan
marjinal yang tidak dapat ditanami tebu serta konservasi lahan dan lingkungan. Komoditas yang
dikembangkan berupa buah-buahan seperti mangga, jeruk, matoa, dan buah naga. Komoditas
lainnya adalah tanaman obat antara lain cabe jamu, kunyit putih, mahkota dewa, pace, dan kumis
kucing. Sedangkan usaha tanaman yang juga dikembangkan untuk penghijauan adalah jati dan
mahoni.
Usaha lain yang juga dikembangkan adalah Unit Pengolahan Minyak Jarak yang bertujuan
menghasilkan alternatiI bahan bakar. Penanaman jarak pagar juga sekaligus berguna untuk
penguat daerah pinggiran dari erosi tanah. Selain itu ada juga usaha Mitra Cane Top yang
memproduksi pakan ternak dengan bahan baku pucuk dan daun tebu yang masih hijau.
4. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
Selain melakukan kegiatan internal, PG Jatitujuh juga melakukan kegiatan eksternal
dengan masyarakat di sekitar PG melalui PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Hal
ini dilakukan dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sosial untuk ikut serta bertanggung
jawab dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang perekonomian, dengan
meningkatkan lapangan pekerjaan, kesempatan usaha dan menanggulangi kemiskinan melalui
peningkatan pendanaan usaha mikro, kecil dan koperasi yang sumber dananya berasal dari
penyisihan laba BUMN setelah pajak sebesar 1-3° setiap tahun. Kegiatan PKBL PG Jatitujuh
antara lain:
a. pemberian pinjaman lunak kepada masyarakat sekitar pabrik
b. pengaspalan jalan desa
c. pengaspalan dan pengecoran jembatan desa
d. pemberian buku wajib untuk Sekolah Dasar
e. perbaikan bangunan sekolah
I. pemberian bantuan perlengkapan sekolah
g. pemberian beasiswa pendidikan

III. BUDIDAYA TBU
Kegiatan budidaya tebu di PG Jatitujuh berlangsung sepanjang waktu. Kegiatan budidaya
tebu dimulai dari pengolahan tanah hingga penebangan tebu giling. Tebu yang dibudidayakan
berupa tebu untuk digiling dan tebu untuk bibit. Lahan yang digunakan untuk penanaman tebu
giling adalah seluas 7200 ha, sedangkan untuk tebu bibit adalah 1000 ha. Sistem penanaman tebu
bibit dilakukan berulang kali tanam. Penanaman bibit yang berasal dari tebangan Kebun Bibit
Pokok akan menghasilkan Kebun Bibit Nenek. Kemudian bibit yang berasal dari tebangan Kebun
Bibit Nenek jika ditanam akan menghasilkan Kebun Bibit Induk, dan selanjutnya akan
menghasilkan Kebun Bibit Datar. Tebu yang tumbuh di Kebun Bibit Pokok sendiri dihasilkan
dari tebu kultur jaringan.
Kategori tanaman tebu giling di PG Jatitujuh berupa !la3t Ca30 hingga Ratoo3 III. !la3t
Ca30 merupakan tebu yang tumbuh dari bibit asal Kebun Bibit Datar. Tebu bibit yang akan
ditanam memiliki umur sekitar 6 bulan ketika ditebang. Setelah pla3t ca30 masak kemudian
ditebang maka akan diikuti pertumbuhan tunas selanjutnya yaitu Ratoo3 I. Setelah Ratoo3 I
ditebang maka akan diikuti pertumbuhan Ratoo3 II, demikian seterusnya hingga Ratoo3 III.
Pengolahan tanah awal untuk pla3t ca30 merupakan pembajakan/pembongkaran tanah sisa
pertumbuhan Ratoo3 III. Sebelum dilakukan pengolahan tanah, sisa-sisa tebangan seperti daun
kering dibakar terlebih dahulu kemudian tunggak sisa tebangan diangkat menggunakan ripp0r
yang ditarik traktor berkekuatan 150 hp. Alat yang digunakan untuk membongkar tanah adalah
moldboard ukuran besar yang ditarik oleh traktor berkekuatan 250 hp. Pembajakan dapat
dilakukan sebanyak dua tahap tergantung kondisi lahan. Setelah tanah dibongkar, untuk memecah
bongkahan tanah menjadi lebih halus maka dilakukan penggaruan. Penggaruan dilakukan dengan
menggunakan garu piring yang ditarik oleh traktor berkekuatan 150-250 hp. Tenggang waktu
dilakukannya penggaruan adalah 2-4 hari setelah tanah selesai dibajak.
Pengolahan tanah selanjutnya adalah pembuatan alur tanam atau pengkairan. Alat yang
digunakan adalah kair mata dua. Kair mata dua ini
dilengkapi dengan 10rtili:0r aplicator yang berIungsi untuk pemberian pupuk awal.
Tenggang waktu pengkairan adalah 1-2 hari setelah penggaruan. Kair yang dibuat memiliki
kedalaman 20-25 cm dengan jarak dari pusat ke pusat sebesar 135 cm. Satu hari sebelum tanam,
dilakukan pembuatan got menggunakan kair mata satu/ditch0r. Got yang dibuat adalah got
malang dan got mujur. Got mujur memiliki arah yang sejajar dengan alur tanam/kair yaitu arah
melintang dari kemiringan lahan, sedangkan got malang memiliki arah yang tegak lurus arah kair
atau sejajar arah kemiringan lahan. Got mujur memiliki kedalaman 30-35 cm, sedangkan
kedalaman got malang adalah 20-30 cm. Sementara untuk got di sekeliling petak lahan dibuat
dengan kedalaman 30-40 cm, alat yang digunakan adalah motor grad0r.
Bibit tebu yang akan ditanam terlebih dahulu di-kl03t0k (dibuang daun/pelepahnya) lalu
dipotong menjadi 3-4 ruas. Selanjutnya bibit diletakan pada alur tanam secara ov0rlap/saling
ditempah ganda dengan bibit lainnya. Bibit yang telah diletakkan kemudian ditimbun tanah
setebal 5-10 cm. Kegiatan penanaman bibit dilakukan dengan memperhatikan kondisi penyediaan
air sehingga dapat langsung diikuti dengan penyiraman. Agar hasil siraman merata, cara
peyiraman dilakukan dengan sistem suling. Kebutuhan air untuk penyiraman pada tanaman pla3t
ca30 adalah sekitar 2700 m3/ha. Kegiatan penyiraman dapat dilakukan dua tahap sesuai kondisi
kelembaban tanah.
Proses pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi pengendalian hama dan penyakit,
pembuatan guludan (turun tanah), pengurasan got, dan pemupukan kedua. Proses pemupukan
kedua dilakukan setelah tanaman berumur dua bulan. Jenis dan dosis pupuk juga herbisida
ditentukan sesuai rekomendasi Risbang (Riset dan Pengembangan). Sampai tanaman siap untuk
ditebang perlu dilakukan kl03t0ka3 minimal 10 ruas dari bawah. Proses tersebut dilakukan untuk
meningkatkan mutu tebangan.
Setelah pla3t ca30 ditebang dan sisa tebangan pada lahan dibersihkan (keprasan),
pengolahan tanah untuk pertumbuhan ratoo3 dimulai dengan pembalikan tanah di antara barisan
tempat tebu tumbuh. Alat yang digunakan untuk membalik tanah adalah chis0l. Fungsi dari
pembalikan tanah ini adalah untuk mengembalikan kadar udara (aerasi) di dalam tanah. Hasil dari
pembalikan
tanah kemudian dirapikan dengan kair mata satu agar juring dapat terbentuk kembali. Disamping
itu, kair mata satu juga dilengkapi aplikator pupuk. Selanjutnya, kegiatan pemeliharaan pada
tanaman ratoo3 hampir sama dengan pemeliharaan pla3t ca30. Hanya saja kebutuhan air
penyiraman untuk ratoo3 lebih sedikit yaitu sekitar 1300 m3/ha.
Setelah tanaman tebu mencapai umur masak yaitu sekitar 11-13 bulan, maka dilakukan
penebangan. Jadwal tebang untuk tiap petak lahan disusun berdasarkan analisa kemasakan yang
disebut T-Scor0. Pengadaan tenaga penebang dan mandor tebang dilakukan dengan sistem
kontrak dengan upah berdasarkan tonase tebu. Sistem tebang dapat dilakukan secara manual yaitu
tebu ditebang dan diikat lalu dimuat dengan menggunakan tenaga manusia, ataupun dilakukan
secara mekanis dengan menggunakan ca30 harv0st0r. Selain itu dapat juga dilakukan secara
semi-mekanis yaitu tebu yang ditebang dengan menggunakan tenaga manusia, dibiarkan
terhampar (tidak diikat), kemudian dimuat oleh alat mekanis/load0r. Sejak terganjal kenaikan
harga bahan bakar, sistem tebang yang dilakukan PG Jatitujuh sebagian besar adalah secara
manual, sistem tebang semi-mekanis hanya dilakukan dibeberapa petak lahan saja. Sementara itu
alat angkut yang digunakan untuk membawa tebu dari lahan ke ca30 yard adalah truk. Tiap truk
dapat mengangkut 6-7 ton tebu. Upah pengangkutan dibayar berdasarkan pengelompokan jarak
angkut dari lahan ke pabrik.
IV. PROSS PRODUKSI GULA
Proses produksi gula berlangsung di enam stasiun utama yaitu stasiun: gilingan,
pemurnian, penguapan, masakan, put0ra3, dan pengeringan-pengemasan. Untuk mensuplai
jalannya kegiatan produksi maka diperlukan uap yang dihasilkan di stasiun boil0r/ketelan, listrik
yang dihasilkan di stasiun sentral listrik, dan air yang dipasok dari stasiun wat0r tr0atm03t.
Periode giling berlangsung sejak dimulainya kegiatan tebang/angkut sampai tanaman tebu giling
di lahan tertebang semua. Proses produksi gula dimulai dari penggilingan tebu untuk
menghasilkan nira, pemurnian nira, penguapan nira, pemasakan dan sentriIugasi hingga terbentuk
kristal gula, pengeringan gula, sampai tahap pengemasan. Selama periode giling, seluruh Iasilitas
pabrik beroperasi secara non-stop. Adapun jika pasokan tebu hasil tebangan terhenti atau terjadi
perbaikan pada gilingan, suplai uap dari boil0r dan listrik dari pow0r hous0 serta air tetap terus
berjalan. Demikian juga jika terjadi perbaikan pada bagian pabrikasi yaitu pada stasiun
pemurnian, penguapan, dan pemasakan. Yang dihentikan hanya pasokan tebu saja sampai
perbaikan selesai. Namun jika terjadi kerusakan pada boil0r, pow0r hous0, dan wat0r tratm03t,
maka seluruh kegiatan produksi akan berhenti.
A. Sistem Tenaga Penggerak dan Pembangkit Listrik
Sumber tenaga utama sebagai penggerak pada poses produksi di pabrik adalah uap. Tenaga
uap yang dihasilkan di PG Jatitujuh berasal dari tiga boil0r. Bahan bakar yang digunakan untuk
memanaskan air yang berada dalam pipa-pipa pada drum boil0r adalah ampas tebu sisa gilingan.
Setiap boil0r membutuhkan bahan bakar ampas tebu sekitar 24 ton per jam. Ampas tebu yang
digunakan sebagai bahan bakar memiliki nilai pembakaran 1850 kkal/kg dengan eIisiensi
pembakaran 80°.
Dua di antara tiga boil0r yang digunakan merupakan boil0r lama yang telah beroperasi
sejak pabrik diresmikan. Kedua boil0r tersebut dibangun oleh perusahaan Fiv0s Cail Babcock.
Kedua boil0r ini menggunakan bantuan I3duc0d Dra1t Fa3 (IDF) untuk menarik udara panas
secara paksa dari cerobong ke ruang bakar. Sementara boil0r ketiga baru dipasang pada tahun
1985, boil0r ini dibuat oleh perusahaan Hitachi Babcock. Berbeda dengan boil0r lama yang
menggunakan IDF, boil0r ketiga ini menggunakan Ov0r Fir0d Air Fa3 (OFAF) yang
memanIaatkan udara panas yang keluar dari ruang bakar untuk dimasukan kembali.
Boil0r-boil0r tersebut dapat menghasilkan uap dengan temperatur 350 °C. Tekanan operasi
normal yang dihasilkan masing-masing boil0r adalah 26 bar. Uap yang dihasilkan masing-masing
boil0r selama tiap jam adalah sekitar 55 ton. Uap yang dihasilkan dari seluruh boil0r digunakan
untuk menggerakan turbin gilingan, turbin unigrator, dan turbin alternator. Pada turbin gilingan
dan turbin unigrator, tenaga uap dimanIaatkan untuk menghasilkan putaran pada alat. Uap bekas
dari turbin gilingan juga dimanIaatkan untuk proses evaporasi, pemasakan nira dan kondensasi.
Sedangkan uap yang menggerakan turbin alternator dipakai untuk menghasilkan pasokan
listrik. Turbin tersebut memiliki kecepatan putar 9000 rpm. Setelah melewati r0duc0r, kecepatan
untuk memutar alternator menjadi 1500 rpm. PG Jatitujuh menggunakan dua alternator yang
masing-masing dapat menghasilkan listrik 4375 kW. Alternator tersebut hanya beroperasi ketika
periode giling. Sebagian besar kebutuhan listrik ketika periode giling dapat terpenuhi oleh
alternator, hanya sebagian kecil yang dibantu oleh pasokan listrik dari PLN. Kebutuhan listrik
ketika periode giling adalah sebesar 9 MW. Ketika periode giling usai, yang berIungsi sebagai
pemasok listrik untuk kegiatan perawatan di pabrik adalah generator diesel. PG Jatitujuh
memiliki empat generator diesel dengan daya 1000 hp satu unit, 500 hp satu unit, dan 250 hp dua
unit. Setelah periode giling tahun ini selesai, PG Jatitujuh berencana hanya menggunakan
pasokan listrik dari PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik ketika perawatan pabrik. Generator
diesel hanya akan digunakan dalam keadaan darurat. Hal tersebut disebabkan oleh kendala dari
kenaikan harga bahan bakar untuk diesel.
B. Persiapan Tebu
Yang dimaksud dengan tahap persiapan tebu adalah proses pendahuluan sejak tebu mulai
diangkut masuk lingkungan pabrik hingga diletakkan pada meja tebu, Tahap tersebut dimulai dari
penimbangan tebu hasil tebangan, pengendalian mutu tebu, pembongkaran tebu di ca30 yard,
hingga pemasukan tebu ke ca30 carri0r melalui meja tebu.
Tebu yang diangkut dengan truk terlebih dahulu ditimbang di jembatan timbang utara.
Penimbangan dilakukan secara bruto yaitu berat tebu sekaligus truk pengangkutnya. Sedangkan
penimbangan tarra akan dilakukan setelah tebu dibongkar dari truk. Hasil penimbangan bruto
kemudian dicetak pada lembaran bukti tebang/angkut yang dipegang oleh pengemudi truk
mewakili buruh tebangan. Sebelum memasuki ca30 yard, kualitas tebu dalam truk diperiksa
terlebih dahulu oleh Tim MSB (Manis-Segar-Bersih). Lembaran bukti yang dipegang pengemudi
truk selanjutnya akan diberi cap sesuai mutu tebu yang diangkut. Jika cap yang didapat
menunjukan mutu tebu tidak baik maka akan dikenakan potongan upah untuk buruh tebangan.
Tebu yang bersih memiliki kadar trash maksimum 5°. Berdasarkan keterangan
Laboratorium Analisa PG Jatitujuh, setiap kenaikan trash sebesar 1° akan menurunkan
rendemen sekitar 0.194°. Tebu hasil tebangan juga harus bersih dari pucuk tebu karena kadar
gulanya yang sangat sedikit sehingga hanya akan menambah ampas. Begitu pula dengan adanya
sogola3 atau mata tunas, sukrosa yang ada pada tebu akan terpecah untuk digunakan sebagai
tenaga pertumbuhan kembali. Tebu yang termasuk kategori segar adalah tebu dengan waktu
tunda giling sejak tebang kurang dari dua hari. Hasil pengujian laboratorium analisa juga
menunjukan pengurangan rendemen sebesar 0.4-0.5° untuk setiap penundaan giling selama
sehari. Sedangkan untuk tebu bakar, penundaan satu hari giling akan menurunkan rendemen 0.6-
0.7°.
Setelah melewati Tim MSB, tebu akan dibongkar dari truk menuju ca30 yard dengan
menggunakan ca30 li1t0r. Ca30 li1t0r yang digunakan dapat berupa menara, truk, ataupun rel.
Truk yang telah kosong kemudian menuju jembatan penimbangan tarra di sebelah selatan untuk
ditimbang berat truk saja sehingga berat bersih tebu dapat diketahui dari selisih hasil
penimbangan bruto dengan penimbangan tarra. PG Jatitujuh memiliki dua ca30 yard yaitu di
sebelah utara dan selatan yang dipisahkan oleh ca30 carri0r. Kapasitas maksimal kedua ca30
yard dapat menampung setengah dari kapasitas giling per hari. Untuk musim giling tahun ini, PG
Jatitujuh meningkatkan kapasitas giling menjadi 5000 TCD (to3 ca30 p0r day).
Pada tiap ca30 yard ditempatkan satu ca30 load0r/stack0r yang digunakan untuk
menggiring tebu menuju meja tebu utama di masing-masing ca30 yard. Meja tebu utama
memiliki panjang 12 meter dan lebar 8 meter. Tebu yang sudah diletakkan pada meja tebu utama
akan digerakkan oleh 10 jalur roda rantai yang terpasang pada meja tebu menuju ca30 carri0r.
Tiap roda memiliki 16 gerigi dengan ketebalan gigi 97 mm. Di masing-masing meja tebu utama
terdapat ca30 kick0r/perata tebu yang berIungsi untuk mencegah tumpukan tebu terlalu tinggi.
Perata tebu tersebut memiliki 15 pasang bilah lengkung dan porosnya digerakkan oleh motor
listrik. Selain dua meja tebu utama, terdapat juga satu meja tebu pembantu/sid0 carri0r yang
ukurannya lebih kecil. Berbeda dengan meja tebu utama, tebu yang diletakkan pada sid0 carri0r
akan digerakkan oleh sistem roda crawl0r. Selain oleh load0r, tebu dapat diletakkan pada sid0
carri0r dengan menggunakan truck tipp0r sehingga tebu tidak perlu dibongkar dari truk
menggunakan ca30 li1t0r.

C. Penggilingan Tebu
Sebelum tebu memasuki tahap penggilingan utama, terlebih dahulu tebu melalui tahap pra-
giling. Tahap pra-giling merupakan proses pemotongan dan penghalusan tebu yang bertujuan
untuk memudahkan proses penggilingan. Tebu yang telah diletakkan pada meja tebu akan
diarahkan menuju ca30 carri0r. Ca30 carri0r ini membawa tebu dari luar bangunan pabrik
menuju ke dalam. Total panjang jalur ca30 carri0r adalah sekitar 45 meter. Pada jalur ca30
carri0r terdapat dua unit pisau tebu rotari yang berIungsi memotong tebu menjadi bagian-bagian
kecil. Masing-masing unit memiliki jumlah mata pisau sebanyak 36 buah. Selanjutnya, tebu yang
telah terpotong menjadi bagian-bagian kecil akan diarahkan menuju unigrator. Jenis unigrator
yang digunakan adalah hamm0r mill yang berIungsi untuk menghancurkan tebu menjadi halus
dengan menggunakan mata palu berjumlah 70 buah dan sebuah plat penyerut (a3vil plat0). Tebu
yang telah halus kemudian diarahkan menuju gilingan dengan menggunakan b0lt (rubb0r ba3d)
co3v0yor. B0lt co3v0yor yang digunakan memiliki panjang jalur 19.25 m, lebar 2.2 m, dan sudut
kemiringan terhadap garis horisontal sebesar 10°. Pada jalur b0lt co3v0yor terdapat perata untuk
tebu halus yang berIungsi mencegah terlalu tingginya tumpukan tebu halus.
Tujuan utama dari proses penggilingan tebu adalah untuk menghasilkan nira sebanyak
mungkin dengan menggunakan sedikit mungkin tenaga dari peralatan giling. Dengan
pertimbangan tersebut, PG Jatitujuh menggunakan empat unit gilingan. Tiap unit gilingan
memiliki 3 buah roll. Roll atas dan depan memiliki diameter 98 cm, sedangkan roll belakang
berdiameter 102 cm. Panjang roll adalah sebesar 2.14 meter. Bahan yang digunakan sebagai
selimut roll adalah besi tuang, sementara porosnya terbuat dari baja.
Putaran gilingan berasal dari turbin uap berkecepatan putar 6000 rpm yang terlebih dahulu
melewati r0duc0r dan g0ar box untuk mengurangi kecepatan hingga menjadi 5 rpm. Pemerasan
nira oleh roll gilingan dibantu dengan sistem tekanan hidrolik. Tekanan yang diberikan pada roll
atas dapat mencapai 200 bar. Untuk membantu pemberian tekanan, sejak tahun 2006 PG Jatitujuh
memasang motor hidrolik bermerk Hägglunds pada masing-masing roll depan di unit gilingan I
dan IV. Alat tersebut dapat meningkatkan tekanan hingga mencapai 350 bar. Oleh karena
kinerjanya yang baik, maka pada tahun 2007 kembali dipasang motor hidrolik tersebut untuk
gilingan II dan III.
Ampas tebu yang keluar dari gilingan pertama akan diteruskan oleh i3t0rm0diat0 co3v0yor
menuju gilingan kedua. Begitu pula selanjutnya sampai gilingan keempat. Nira yang telah diperas
akan keluar melalui samping gilingan. Nira tersebut masih mengandung sedikit ampas, sehingga
sebelum masuk tangki penampungan perlu disaring terlebih dahulu dan ampas hasil saringan
dibawa oleh cush-cush 0l0vator menuju gilingan II. Nira yang akan digunakan untuk diolah di
stasiun pemurnian adalah nira yang dihasilkan dari gilingan I dan II. Sedangkan nira yang
diperoleh dari gilingan III akan digunakan sebagai imbibisi/pengencer ampas yang keluar dari
gilingan I untuk digiling di gilingan II. Begitupula nira yang dihasilkan gilingan IV akan
digunakan sebagai imbibisi ampas yang akan digiling pada gilingan III. Sedangkan ampas yang
akan digiling pada gilingan IV akan diberi imbibisi berupa air dengan temperatur 50-70°C.
Pemberian imbibisi bertujuan untuk memaksimalkan pemerasan sehingga ampas yang dihasilkan
dari gilingan IV memiliki kandungan gula yang rendah dan dapat mempermudah pembakaran
ketika digunakan sebagai bahan bakar pada boil0r.
D. Pemurnian Nira
Tujuan dari proses pemurnian adalah untuk menghilangkan kotoran dari nira mentah tanpa
merusak kandungan gula di dalamnya. Nira yang dihasilkan oleh stasiun gilingan masih
mengandung kotoran dan bersiIat asam (pH 6.0-6.4). Nira mentah yang telah tertampung dari
gilingan I dan II dipompakan terlebih dahulu menuju timbangan nira otomatis. Timbangan nira
ini memiliki kapasitas 300 ton/jam. Hasil dari penimbangan tersebut digunakan sebagai dasar
perhitungan dalam pengawasan proses. Pada periode giling tahun ini, nira mentah yang
dihasilkan tiap jam mencapai 1800-2400 kuintal jika proses giling berjalan lancar. Nira yang
telah ditimbang kemudian ditampung dan selanjutnya dipompa menuju h0at0r I. H0at0r yang
digunakan memiliki tabung-tabung pemanas nira sebanyak 464 batang. Di dalam h0at0r I nira
akan dipanaskan hingga mencapai temperatur 70-75°C. Pemanasan tersebut bertujuan untuk
mematikan bakteri dan memudahkan reaksi. Setelah melalui proses pemanasan, nira dialirkan
menuju deIekator I untuk dicampur dengan larutan kapur sehingga pH naik menjadi 7.0-7.2.
Selanjutnya pH nira kembali dinaikkan menjadi 8.5-9.0 pada deIekator II.
Untuk menetralkan kembali pH nira, maka nira dialirkan menuju sul1ur tow0r. Pada sul1ur
tow0r, nira dijatuhkan dari bagian atas tow0r sementara gas SO2 yang masuk dari bagian bawah
tow0r akan dihisap oleh blow0r yang berada di atas. Di dalam sul1ur tow0r terdapat beberapa plat
berlubang yang tersusun bertingkat untuk memperlambat proses jatuhnya nira. Nira yang telah
mengalir turun dari sul1ur tow0r akan memiliki pH 7.2. Nira yang telah memiliki pH netral
kemudian dialirkan menuju h0at0r II untuk dipanaskan hingga mencapai temperatur 90-105°C.
Pemanasan tersebut dilakukan agar proses pengikatan kotoran dapat berlangsung.
Nira kemudian dialirkan menuju pr01loc tow0r untuk dicampur dengan Ilokulan yang
berIungsi untuk mengikat kotoran. Nira kotor akan membentuk gumpalan yang kemudian akan
mengendap ketika nira dialirkan menuju dua unit tangki clari1i0r yang memiliki kapasitas
masing-masing 250 m3. Di dalam clari1i0r terdapat beberapa kompartemen berputar sebagai
lantai pengendap yang tersusun bertingkat. Endapan akan terdorong hingga jatuh oleh scrapp0r
yang terpasang di tiap kompartemen. Endapan nira kotor yang jatuh kemudian akan dipompa
menggunakan pompa membran menuju mix0r 100d0r untuk dicampur dengan ampas halus yang
berIungsi membantu penyerapan kembali nira tipis yang masih terdapat dalam nira kotor.
Penyerapan kembali tersebut dilakukan dengan menggunakan dua unit Rotary Jacuum Filt0r
(RVF). RVF berbentuk silinder horisontal yang dindingnya dilapisi saringan dari stai3l0ss st00l.
Prinsip kerja dari RVF adalah dengan menggunakan vakum tekanan rendah dan tekanan tinggi.
Vakum tekanan rendah (10-15 cmHg) digunakan untuk membuat kotoran yang terikat ampas
halus menjadi terpisah dan menempel pada dinding silinder. Sementara vakum tekanan tinggi
(40-45 cmHg) digunakan untuk menyerap nira yang masih tersisa. Nira tipis hasil penyerapan
dialirkan menuju tampungan nira mentah di bawah timbangan nira otomatis. Sedangkan kotoran
(bloto3g) yang menempel pada dinding RVF akan dilepaskan oleh scrapp0r dan kemudian
dibawa oleh b0lt co3v0yor menuju truk untuk diangkut ke pengolahan kompos.
Sementara itu, nira jernih yang keluar dari clari1i0r kemudian disaring kembali lalu
dialirkan menuju h0at0r III untuk dipanaskan hingga mencapai temperatur 110-115°C. Berbeda
dengan h0at0r I dan II, h0at0r III menggunakan sirip-sirip pemanas untuk memanaskan nira.
Setelah dipanaskan, nira kemudian dipompa menuju stasiun penguapan.
. Penguapan Nira
Tujuan dari proses penguapan adalah untuk menghasilkan nira kental dengan cara
menguapkan sebagian besar air yang terkandung di dalam nira. Proses penguapan berlangsung di
dalam tangki evaporator. PG Jatitujuh memiliki 6 unit tangki evaporator. Salah satu dari tangki
harus dibersihkan secara bergiliran tiap harinya sehingga hanya 5 unit yang bekerja untuk proses
penguapan. Prinsip kerja dari tangki evaporator II sampai VI adalah dengan menggunakan pipa-
pipa pemanas yang terdapat di bagian bawah tangki. Pipa-pipa tersebut memiliki diameter 35 mm
/ 38 mm. Untuk evaporator II, III, dan IV, jumlah pipa yang terdapat di dalam masing-masing
tangki adalah sebanyak 4647 batang dengan panjang tiap batang adalah 3.08 m. Sedangkan
evaporator V dan VI memiliki jumlah pipa masing-masing sebanyak 3854 batang dengan panjang
tiap batang adalah 2.32 m. Berbeda dengan tangki lainnya, evaporator I menggunakan pemanas
berupa kisi-kisi plat datar yang berongga. Luas bidang pemanasan untuk evaporator I adalah 1950
m2, sementara evaporator II, III, dan IV memiliki luas pemanasan 1600 m2. Sedangkan luas
pemanasan pada evaporator V dan VI adalah 1000 m2.
Proses penguapan di tangki evaporator I dan II memanIaatkan uap bekas dari stasiun
gilingan. Laju uap bekas dari stasiun gilingan adalah sekitar 470 m3/jam Selain memanIaatkan
uap bekas dari stasiun gilingan, evaporator II juga memanIaatkan uap hasil penguapan nira yang
berasal dari evaporator I. Begitupula dengan evaporator selanjutnya yang memanIaatkan uap
hasil penguapan di evaporator sebelumnya. Jika uap bekas dari stasiun gilingan tidak mencukupi
kebutuhan beban uap, maka uap baru dari boil0r akan digunakan sebagai suplesi pada evaporator
I dan II. Uap yang dihasilkan dari evaporator I dan II juga digunakan untuk membantu proses
pemanasan pada h0at0r juga untuk proses pemasakan.
Nira murni yang akan diuapkan di evaporator I akan dipompa masuk ke dalam tangki
melalui pipa input bagian bawah untuk disaring kemudian dialirkan menuju bagian atas tangki
lalu dijatuhkan ke kisi-kisi pemanas. Sementara uap pemanas masuk melalui pipa input bagian
samping atas dan melewati rongga antar kisi-kisi. Pada evaporator II sampai VI, nira yang masuk
melewati pipa bagian bawah tangki akan mengisi pipa-pipa pemanas sampai tingginya mencapai
1/3 tinggi pipa. Tekanan vakum yang diberikan di dalam tangki akan membuat nira menyembur
ke atas pipa pemanas sehingga penguapan dapat terjadi. Nira yang telah diuapkan kemudian
dialirkan melalui pipa bagian samping bawah tangki menuju evaporator berikutnya. Uap yang
berlebih akan terdorong oleh uap baru yang masuk sehingga keluar menuju kondensor untuk
diembunkan kembali menjadi air.
Hasil akhir dari keseluruhan proses penguapan adalah nira kental yang memiliki warna
coklat gelap. Nira tersebut kemudian dipompakan menuju sul1ur tow0r nira kental di stasiun
pemurnian untuk menghilangkan warna gelap. Kemudian nira dipompa menuju tangki Juic0
Syroop !uri1icatio3 (JSP) untuk menghilangkan kotoran akibat sulIitasi. Prinsip kerja dari JSP
adalah dengan cara menambahkan udara agar kotoran mengapung bersama buih sehingga dapat
disapu keluar oleh scrapp0r. Hasil nira dari JSP kemudian ditampung dalam bejana nira kental
untuk kemudian diproses di stasiun masakan.
F. Pemasakan dan Sentrifugasi
Proses pemasakan nira bertujuan untuk menghasilkan kristal sukrosa sebanyak mungkin
dari nira. Kristal sukrosa kemudian dipisahkan melalui proses sentriIugasi. Nira dimasak di dalam
tangki-tangki bervolume 55 m3 yang prinsip kerjanya mirip dengan evaporator yaitu
menggunakan pipa-pipa pemanas sebanyak 1300 batang di tiap tangki. Hanya saja uap hasil
pemasakan dari suatu tangki tidak digunakan kembali untuk tangki lainnya, melainkan langsung
dikondensasikan. Di dalam tangki juga terdapat pengaduk untuk menghasilkan sirkulasi masakan.
Luas bidang pemanasan di tiap tangki adalah sebesar 330 m2. PG Jatitujuh memiliki 6 unit tangki
pemasakan yaitu untuk masakan A sebanyak 3 unit, masakan C dan D masing-masing 1 unit, dan
masakan C/D 1 unit.
Bahan dasar dari masakan A adalah nira kental, klare SHS, dan leburan gula krikila3.
Bahan-bahan tersebut ditarik masuk ke dalam tangki vakum bertekanan 60 cmHg dan kemudian
diberikan uap dengan suhu 60-70ºC. Ketika masakan telah mencapai brik 70-80, maka magma C
hasil put0ra3 C dimasukan sebagai bibit untuk memperbesar ukuran kristal menjadi 0.8-1.1 mm.
Ketika telah masak, katup input uap ditutup sementara katup output masakan dibuka untuk
mengalirkan hasil masakan A menuju palung pendingin yang memiliki pengaduk tipe ulir. Ketika
masakan dikeluarkan, kristal gula yang tertinggal pada dinding tangki dibersihkan dengan air
panas. Setelah didinginkan, masakan A kemudian dialrkan menuju put0ra3 (sentriIuse) A untuk
memisahkan antara gula A dan stroop A. Selanjutnya gula A kembali mengalami proses
sentriIugasi di put0ra3 SHS untuk memisahkan klare SHS dan gula SHS basah. Klare SHS inilah
yang digunakan sebagai bahan dasar masakan A, sedangkan gula SHS basah akan dikeringkan di
stasiun selanjutnya dan diayak untuk mendapatkan ukuran kristal gula yang sesuai standar
pengemasan.
Stroop A yang dihasilkan put0ra3 A digunakan sebagai bahan dasar masakan C. Proses
pemasakan di dalam tangki untuk tiap masakan adalah sama, hanya saja bibit yang digunakan
untuk memperbesar ukuran kristal masakan C adalah gula D2. Hasil masakan C kemudian
dialirkan menuju put0ra3 C untuk memisahkan stroop C dan gula C. Gula C kemudian
ditambahkan air menjadi magma C yang kemudian dijadikan bibit untuk masakan A. Stroop C
yang dihasilkan put0ra3 C kemudian digunakan sebagai bahan dasar masakan D ditambah
dengan klare D. Hasil masakan D kemudian dialirkan menuju put0ra3 D1 untuk memisahkan
limbah tetes dan gula D1. Gula D1 kemudian ditambahkan air dan dialirkan menuju put0ra3 D2
untuk memisahkan klare D dan Gula D2. Klare D inilah yang digunakan sebagai salah satu bahan
dasar masakan D. Sedangkan gula D2 digunakan sebagai bibit untuk memperbesar ukuran kristal
masakan C.
Alat yang digunakan sebagai put0ra3 A dan SHS adalah Disco3ti3u0 High rad0
C03tri1ugal (DHGC). Disebut diskontinyu karena pengumpanan bahan tidak berlangsung setiap
saat, tetapi diselingi waktu penyiraman dan pengeluaran hasil sentriIugasi. PG Jatitujuh memiliki
2 unit alat untuk put0ra3 A. Sedangkan jumlah put0ra3 SHS adalah 4 unit. Sementara alat yang
digunakan sebagai put0ra3 C, D1 dan D2 adalah Co3ti3u0 Low rad0 C03tri1ugal (CLGC) yang
berjumlah 2 unit untuk C, 5 unit untuk D1, dan 2 unit untuk D2. Kapasitas tiap unit DHGC adalah
22 ton/jam sedangkan tiap unit CLGC memiliki kapasitas 4-8 ton/jam, kecuali put0ra3 C yang
baru dipasang tahun ini memiliki kapasitas 22 ton/jam. Prinsip kerja dari put0ra3 adalah dengan
memanIaatkan gaya sentriIugal sehingga bahan terlempar ke dinding saringan. Kristal dengan
ukuran tertentu sesuai m0sh saringan akan tertahan sementara larutan akan menembus saringan.
Gula yang akan diproses di stasiun selanjutnya adalah SHS basah hasil put0ra3 SHS yang
jatuh ke talang getar kemudian dibawa oleh b0lt co3v0yor. Jalur b0lt co3v0yor tersebut
menghubungkan antara bangunan pabrik dengan stasiun pengeringan di bangunan pengepakan.
Panjang jalur yang dilalui adalah 98 m dengan lebar 0.4 m. di atas b0lt co3v0yor terdapat kanopi
dari seng untuk melindungi gula.
G. Pengeringan dan Pengemasan Gula
SHS (Sup0rior H0ad Sugar) basah yang dihasilkan oleh put0ra3 SHS akan tertampung
pada talang goyang untuk digetarkan dan kemudian dibawa menggunakan b0lt co3v0yor menuju
stasiun pengeringan. SHS perlu dikeringkan agar dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan alat bernama Rotary Sugar Dry0r a3d
Cool0r (RSDC). Alat tersebut memiliki 6 silinder pengering yang dikelilingi 6 silinder pendingin.
Silinder-silinder tersebut tersusun secara horisontal. Kapasitas yang dimiliki oleh RSDC adalah
20 ton/jam.
Udara panas dengan temperatur 80-90ºC dihembuskan oleh blow0r ke silinder pengering.
Gula yang telah kering akan didinginkan di silinder pendingin. Silinder pendingin memperoleh
udara lingkungan yang dihisap dari luar oleh blow0r lainnya. Gerakan putar dari poros horisontal
mengakibatkan gula terjatuh dari silinder pengering ke silinder pendingin dan selanjutnya menuju
ayakan getar.
Ayakan ini berIungsi untuk memisahkan gula produk dari gula halus dan gula
kasar/krikila3 dengan menggunakan dua tingkatan saringan.
Gula produk adalah gula yang lolos dari saringan pertama/saringan gula kasar, namun
tertahan pada saringan gula halus. Gula kasar akan tertahan pada saringan pertama, sedangkan
gula halus dapat melewati semua saringan. Gula kasar dari ayakan getar akan dibawa
menggunakan scr0w 0l0vator menuju tangki peleburan, sedangkan gula halus akan dihisap oleh
blow0r menuju Cyclo3 s0parator berbentuk U untuk disemprot dengan air agar kotoran terpisah.
Selanjutnya gula halus dialirkan menuju tangki peleburan. Gula kasar dan halus yang telah
dilebur kemudian dijadikan sebagai salah satu bahan masakan A pada stasiun pemasakan.
Gula produk kemudian dibawa oleh b0lt co3v0yor menuju buck0t 0l0vator setinggi 14 m
yang kemudian membawa gula ke atas menuju hopp0r. Pada jalur b0lt co3v0yor terdapat silinder
magnet yang berIungsi untuk menarik logam yang tidak sengaja terdapat pada gula. Gula yang
tertampung di dalam hopp0r adalah gula yang siap untuk dikemas. Hopp0r memiliki kapasitas
total 180 ton. Di bawah hopp0r terdapat 3 unit mesin pengemas semi-otomatis. Operator hanya
perlu menekan tombol untuk menjatuhkan gula sebanyak 50 kg ke dalam karung yang telah
disiapkan secara manual. Karung yang telah terisi gula kemudian dibawa oleh co3v0yor berbahan
kayu menuju operator berikutnya yang bertugas melipat bagian atas karung dan menjahitnya
menggunakan mesin. Karung yang telah terjahit akan dijatuhkan alat pendorong pneumatik ke
b0lt conveyor menuju gudang. Karung-karung tersebut kemudian disusun di gudang
menggunakan movabl0 co3v0yor.
Selain dalam kemasan karung 50 kg, gula juga dikemas dalam kemasan plastik 1 kg.
Berbeda dengan pengemasan karung, pengemasan plastik dilakukan dengan menggunakan mesin
otomatis. Hanya saja pengumpanan gula masih secara manual yaitu dengan menumpahkan gula
dari kemasan karung ke b0lt co3v0yor yang akan membawa gula ke dalam hopp0r mesin
pengemas. Selanjutnya kemasan-kemasan plastik dimasukkan ke dalam kardus dan dibawa
menuju gudang. Tiap kardus diisi oleh 24 kemasan plastik. Untuk menghindari terjadinya
kerusakan gula akibat penumpukan di dalam gudang, maka sistem penggudangan menggunakan
manajemen FIFO (First I3 First Out). Gula yang masuk lebih dulu akan dikeluarkan lebih dulu.
. ,907%70,92039
Air yang digunakan untuk mensuplai kegiatan produksi berasal dari sungai Cimanuk. Air
dipompa untuk ditampung ke dalam wat0r basi3. Setelah ditampung air akan disalurkan menuju
bagian bawah kolam pengendapan (clari1i0r). Kotoran yang terdapat pada air akan mengendap di
dasar clari1i0r, sementara air yang bersih akan naik ke atas permukaan. Proses pengendapan
kotoran dibantu dengan penambahan larutan tawas dan Ilokulan anion agar kotoran dapat
menggumpal. Di dalam clari1i0r terdapat sekat silinder yag dapat berputar. Fungsi dari sekat
tersebut adalah untuk memisahkan antara air yang sudah jernih dengan air yang baru masuk.
Gumpalan kotoran akan dibuang melalui pipa kecil menuju saluran pembuangan.
Air jernih kemudian dipompa menuju tangki grav0l untuk disaring. Saringan yang
digunakan adalah campuran pasir, batu, dan kerikil. Kotoran yang tersangkut pada saringan
dibersihkan setiap 8 jam sekali. Air hasil saringan kemudian dipompa menuju tangki Iilter. Air
tersebut siap igunakan untuk proses produksi. Sedangkan air yang akan digunakan sebagai
pengisi boil0r perlu ditambahkan resin. Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan kesadahan
sehingga tidak menyebabkan kerak. Sementara air yang berasal dari kondensasi uap stasiun
penguapan dan masakan didinginkan terlebih dahulu. Proses pendinginan dilakukan dengan
menggunakan cooli3g tow0r. Air dijatuhkan dari atas kemudian diberi hembusan angin dari kipas
berukuran besar. Kemudian air yang telah didinginkan siap diolah kembali untuk menjadi air
bersih.
A. Kesimpulan
PT PG Rajawali II, Unit PG Jatitujuh adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
industri gula di Indonesia. Untuk menunjang kegiatan usahanya, PG Jatitujuh telah meningkatkan
penggunaan alat dan mesin pertanian pada kegiatan budidaya tebu serta meningkatkan kinerja
mesin-mesin produksi pada pabrik. Usaha yang dilakukan PG Jatitujuh untuk meningkatkan
produksi gula dalam periode giling tahun 2008 antara lain pemasangan 2 unit motor hidrolik
Hägglunds pada gilingan II dan III, pemasangan 2 unit Co3ti3u0 Low rad0 C03tri1ugal sebagai
put0ra3 C, pemasangan turbin alternator baru 1 unit, dan pemasangan transIormator 3000 kVA 1
unit. Dengan meningkatkan kapasitas terpasang pada peralatan/mesin produksi, diharapkan
rendemen akan meningkat dari tahun sebelumnya.
Dalam proses produksi gula, pekerja tidak lepas dari melakukan interaksi dengan berbagai
Iasilitas produksi juga lingkungan kerja. Lingkungan kerja dan peralatan/mesin produksi telah
diupayakan semaksimal mungkin agar pekerja merasa aman dan nyaman. Dengan begitu
diharapkan akan semakin menambah keeIektiIan dan keeIisienan pekerjaan juga
produktivitasnya. Perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja juga telah diusahakan
sebaik mungkin seperti pemasangan himbauan K3 agar pekerja selalu ingat, pemberian alat
pelindung diri, pemberian susu untuk mencegah keracunan, pemberian premi untuk kerja




'

 !# &%%&& /.3357385503/7.34 .-7 :.2.33.3!.99::.9039./03.3/03.3/:9$ 039./.

598.

&.

/.0203 ! .9.99::/.390780-:9  !.-.3..  /.:8.39.574/:8/.7945..3/4308.08 .3:35.  $40./.4.9..3.3.:3 /03.3307.2-.:3 /-.40!%#.3/9.3..340!!'  !.f©f °–f  f f° f¯ °° .39::.$05902-07 80.3404397.f°f© ¯ °°¯ ° f½f°½  ff°½ ¾ f f°– f°½f f–f ½ f¾¯ °°–ff–  ff¯fnff½f° °  ff° 9f©  °°%$%  Df¯f9f©ff  ¾©°¯ °–fff° f°–f ° ¯ °  ½f –ff°¯ °nf½f ½°  f½ ½f f°¯ °©f   9 ¾ ½  f½°° f°$f½f f¯ °©f  °$ff°°   ¾©°¯ °–fff° °¯ °– ¯ ff°½ f¾–f f°  ½f°fff°¯f ¯ ° f½f°½  ff°½ ¾ f f°– f°½f  9  ff° f f°– f°fff°   ¯½ °–f°¯ ° ff–°ff° f–f°¾  f°½ °– ¯ f°–f° f°¯ °n f¯ °f°f¯f f¾ f f°– °––  f½°½  ff° ½f  ¯¾f°f  ½f½  ff°°€f¾©ff° f° ¯f°f© ¯ ° f°–f°–  @ f°–f°–°½ °°– f f°– f°f°– ¾f .9:2.7.32.3:39:2033. 9..:39:202-0-.-7:.8.  ¯f½ ¾–f f°½ f¾  9f ff© f ½f °.3/7082.3.8.0203/9./.3.947!07.9.340!708/03#05:-3/4308.3.

.7.3.¯ ¯½ °–f ° ¯ ° ff°f  ...3.8./.5.5.91/. .32.3.3%  47/ %7.3/.305.5.5072.5.9../.7.8.390344 .72.:/..90780-:9/909.3.424/9.357.3 07-.3.9047.3/.207:5..32:9..!07:7:.3:..3.90.8.3./.390..3.9..2..393:.943.8/.30.5./0 7.9:::/%7 .. 2..99:: .590344..2507.25.-.2.2-/.88.8. 202-07.3.2 50702-.9.3 /..30.3 :...91 -.80.3 507:7:.30./3/4308./. $0-.9:08025.-...85079....8:8:8 .3 57410843.3-.f° f ¾ f¯f°9f©¯ °©f ½ ¯f¾–f  ¾f ff ff f °  f°–f   ½f¾ f½f –f .357.38.3.357.3.3-0.920250740:25.3 0.7.3 203.32033907.88.9.9705708039.:.357.320.380-...3.88.32:50309.3/.3 !.31472./.9907.5.3 50309..  %f°%    !&&  ./909..2.3503//..39025..3 2.-–¾9f½ff°f°–¯ °–f ½f° ° ½  f°f f© ¯ °–fff° ¾ff°° ° ¾f¾ f ¾f¯ ° f°¯½–f @f°° ° ¾f¾f¯f¾ f  f¯ °–¯½–f ½f ff f½f°f°f¯ °©f ¯½  ¾f f °–f° f°f¾©f°  9f f½ ¾–f¯ °nf½f ° f° f°¯f¾ ©f° –¾ ff½ ½ ¾–fff°  °–f¾ °––ff½ ¯ °–¯½f–  ½ fff°¯½f¾ f¾f .3.9:424/9.2 503.3./.8.5.03.2.2147:2507:3/3.. .99::.3:39:2020.72.90907.3../8.3/.88.5.3/.90.7.:.. -07:5..3 .3%3.70.5.507:8.390780-:9 !07:7:.9 0.33.5.7/-.3/50.90.3899:8503//.90780-:9203/4743 507:3.25: /907./.9.3.8..5.90.2.:39:20.3 $0-.9..3./.939009:.32:3..8.3:..3  !%!#..8.33/:897:.5.8./-:9:.3-07-.3503..8.503.3 -0707./. .7.8..90./9:39:9:39:-07507.8.39380-.5.30-:9:.-07:5...3 /02-...8.9..32.:0..3.-/.5.3..f©f °–f°   ½– ¯f°f° D..9.8.390780-:9507:/907..3::. &39!.82:/.9207:5.3207:5.3:.

.8!07/.897.9:0-:9:.. :. 7.3:2. 3/4308...38.3 544.908 !079.8.2-.3:3.32023.38:3 ..503/:/:/3/4308.7.3..207:5.9/.38.80.

3:.3/.8574/:8/.73.3203/0.33/14:8. .3207:5.9/./..5.803.9.8.3:.3:.843.503:8:3.-0-07..574/:8.32.3:3.9472.8574/:8:.5.30.3 .384:8:39:20203:0-:9:.5.3202507402.802-.35033.9.9.3/ 5.3 8.3. $0-03.3307.3.3..:..3-.32020.807.9-072.:/.507 9.9203.9:2033.90.720.843.393.5079.3 :. 08903812.5.8%0344 !079.:39073..5.357..9./..7099.203:3:.3 2:3/:73.3:.307.3.9.2.:..  0.8:.   %::. 574/:8:.33.5073/:897.3 80./50740808:.35.3/03./3/4308.7 1.2033.301803  0:.2:35033.3/03.9/.3/./..2.3.3202-:../.9..88.23:3.9:-..350309./..32.203.203.3:.25:.9.70.3574/:9.3.89.307.3..33:.35073.3.3.3-0702-....80.8/03..3/ 3/4308.9..843.5.3.3/.93:3.8.8574/:8:.32..89../.3703/0203207:5...3.9.30-:9:.8.35033.203:39:9./2033.:.307.9..302..70-01091 3.9.843..82: ./.:50792-.3:8:.2.3.98/..357.3.9 /907.33.31.30.3:3.9 2032-.780.3080.: 033.7.3-/.88902./.3..9 /.3.80-.33899:9!079.8.30-:9:.203.93.3.3 3207./.5.2033.5 /.5..90.380.3.89.8.3/..390.:5:33903818079.5.3:.30907...32.05..3574/:8:./.7.3 5072.574808574/:8:.323:2. .9 $02.3-. 3/4308.307.90.3/93.7.35./03.3.3808:.30-:9:.3. 5007.2 0.307./3/4308..:3.7.8..89075./3/4308.907:82033.2203/0391.5.35070-:3.3 080.507:/2-.:3 .7 :2./.:9.9.3.30-:9:.8.8%0344 !079.0-:9:.5033.:3907.33.../.:.3:.2574808574/:8:. ..9 .9/.9.850 074342. 0250703.3 /.. ./.850 074342.8.8.200-:2.3-07-.3-0707.3/.1.8:9:39:20203:0-:9:.:3/3/4308.25.3/./.3:7::2 .843. 033.:.9:39:2030.3:..9.3/574/:8 !0302-.9.33907/853   3899:843.5.:9.9.:...390-:-.31.80..3/.9.3 %::.9.9.  - 033..2.9:  3897:843.33907...20.350.2.8 207:2:8.88.85050393/.3/.2 2025079:3.5.8 /.357..2-/.-7:.9-.5.3.07.7./03..:38.3.9.3./.9.3 5079.3:8.32.2-.9.507:8.3!/-.5. $02.3447 :8:83.88.

5.3../..8.   094/44 094/4450./.2.3.8907.3..7.90. 507:8..3. 5.903.3//.5033.380.3  ..850:2:2203..3/03..3 0.357./.5.70.8503//.3507:8.9.5.1 89.380-.:.:.38.9::39:57.7.90./.9:/. &39!.20.30-:9:.3/.7.8.8.3 507:8..32/.302.3 /.3  :89:8 -079025.389.3&2:2 !03.57..3.980-./022.:.7.502-.3907...3.3/./..7.9.80..9  .9!0.3.38:3 803...3/50740/:3.88..3/.3.3:.503:3.39.389..5072.3 .7.357..3.38.9.. :38.3 .3.9/09.3.90..3-2-3..7.5.1507:8.90.03.3/.8..3 080.3.3.25.39.80-.3/.3:8:8 850./.:.9.2..9/!%!#./.350702-.357.3..3/03.3.3....3 850.50.3 /.5 /.9   ..74-0...3  !0703.3   !03:25:.7.3:39:20.907.318/.57..3590/.:0.35.5.9.3.80-.8.3-07/.3/.307.33/....35253./.8./.38:3  .3. -07:9   !0703..9.38:3/...:8:8.2.9.:580.3   !03./03..8..3808:.35.39.2..:.3.8.9..5../.3.380.71.07.  ..30.5..:43/8..33.90.9.3/./03.3 .. !74538.3 2.9.88./.3/.980.3202-.8507:8.:5.5-07-. 5..7...3/3/03.33.99:: .7.50.. 897:9:747.3..39079:380.30. !03:25:..2. .:.:.3:39:0507:..3./.3 0903.7...3.:./.5.3   850.3.3.7.3080.5.9.3..380-./.7502-2-3..39:50.5.5.3  850.3:39:20309.850074342.3..3%025.-:5./03.39047..3.574808574/:8:.9..   .3 /03..3.320303..3/.3:39:8.7.3/.5..9./.9   850.8.1507:8..90...

9./../.88:7.4:39:/9.:.203.3/8:8:340507:8.33.5.: .23.202-039:3/4308.3!0702-./.7.3..3/4308.5-07-.802-.. -03/.8.3:940/0:.  $9:/5:89..3202-07./.3 /:3.3/.../.88:7.33/7.3.090780-:9/93/.38079.3/438:9./03.85.3/.2..913.9. /.07.38.3..//:.8.4.3!07:8.92:3:.38079./.:3/.5073.3-0747039.5.2..25747.8./..7 502-2-3./.8.3    %&!#&$  $0.2 90-: .5/.3/.9:../.3   $9:/5:89./.7:...0.9:5747.3073  .70.3:39:20250740502-:9...35.7..3 !07.3503.20::/..7./..3/-.3.3 ..25747..3 07..9.99:: 079.203.3.2.2507:8..9./..38..90780-:9/-039: 5./...3..3.38079.2.3.220.34 .2.-:5...3.3..2.25072.3 .3..903 .3025.. !020739.:3 203.3  !07.8.3/..:..3:3..8.3...../.03..70.3 .:.3/.88907.8.91/.7$9:/ $$ 07.91/..27./507:8.32.3$:.$039.3-07.:. !07..3.-...

'.

99:: $0/. !740:./03.3 502-0-.35.3.34 .-7:..025./.3../.35.70.99::..9.2.33 503/7.3/03.8.9:7/.2$039.90780-:9/.39039.33.9039.

598.

&.

3/9.7!%!' ./7082.8.40!%#. $05902-07 40!708/03#05:-3/4308...3 5.7.3-07:-..3.3.9:..3:93.9-07.3 80-0:23.3.0203!!'.:3 .3/4308.9 $0.39038/.507.33.35.. !02-.34397.99::02:/. !!'02:/.7.7.4..2.2.9:  $40./.3:8.:.340507:8.7 !07./.99::/7082.3:39:2030..3:3 !.13.-7:.:3  .3:93.9:8203.40!%!' !0702-.3:8././.9.3. !078074 !03./.2-.794  $090.35.8.2-.3:3. $090.3!!4  9. :8.2.5.380.3. !%!'2032-:..34 9.9. -07/...3..9.9/8.3./-.390780-:9-079::.3-07.9./!%!' !078074 -07/.38.947/..3.3 ..38:/.38./04.3.2:38.8.3!%!'/.39../-.3/.0802-07 50304.507:-.3.8.99:..2-.3....3 !.8008.32..3.0203.3/./.02:/..08.89.8.3$03907 0:.-07/7 80.280.-.32.

..3..18.3:3. 9./.43./!%!#.-07.../04.38:93.3 70.!%!#.8//:.390-:&/-.3 .3.80. 0-:3479:9:7.7:.2.3.:39:8:3.3-07.3:39:.//.8./.390-: :..502.99::207:5.//:.203.3$.33..3.3079.:.344 !. 507:2. ...2..70. 80/./...3.99::/.2.380-0:23.. 503:3..38.!%!' 3..8 ../..8 . 047.40!%! '.3.3:3...3 /.03.&8.907-08.3..3  47845 20.880-0.-:5.//.903.3./-.390-:.3-07.3.7.3 5034.8.-7 $579:8/..8 80-0.!.903.3-.7.70.33/7.  .7.8.8.8949. !.25:3:.35. & /03.7..80:.$:2-07 0.3-07./.85072:.809./.3574/:8:.3.!$:-..7: !.203./.83/.3:39 :8.3..380-0:23.5.3.92:3: 80/.2..:3  202:./.9/.3:.!07:8.7.3/.3 /.3 .5030-47.3 -07.3 80:./..35.3 !.99::20209.83/.80203-..83.0203!%!#./5.3:39:9.8949./.9..39. #.3..8.9. .3 5. .8 .7#74:5 &39:8.-:5.-07/.3:3.33.8  /.3 /.39...7/509.80:..70-:3%0-:#.3 .093./.9./.-:5./.3 .-.7..8.43.:-:..:3 202:.84.3 -.3/.8 .3 :9.92:7  .7:.. .4 9..5..7.9:0254 .7..2. $.. 507.07.3.3:3.7.8 ..93/.39.7 ..39. ./.7./....8.99:: .3$&4 9..-074.903 . 70.3.-:5.8 .  .70.25.3  :/.380:.5.3 207:5.3.380.7.9.5.:3 03.3/2!.3./.3 $0.3207:5.8..3!.70.3/02./.83 2.3025.2.3.3..3//7.3 .99:::.3202.39/.203.-07/.. ..:3....5.3  20907/.9:.8%2:7 .3!079../04./.3947. $8..9./:3..39:3 .03.23.3.3..2.3-07. /.-7:./9:9:5./..3 .43.9.95072...7.70. 03.390-:3/./.38::3 !$3/.3S  S  39.70.03.: 09. $0. /.& !.7   70./23897./.-7:.39075.99::207:5.8202/:.3.3503.3 2-..3.5.7 4.-.3.91/08./..70.:9  70....99::.:3 :.70..99::207:5.9033/7./.9:.  S    S  ::7%2:7/.3.8:..3  5033.203072.  .9039075. 8..-7:.3!$ !./-.3..9..3/507:3.3 $0/.3-07. $0/.89.7.3!..:9 /./:3.3 !%078.90780-:9. /.37.!%! #..-03/.380:.3:39:-0-07../.7.3$& 4 9.07.2..2.:-07/.3.8 .3 8.3./-.38.390709.8 ..

.:3:7.3./.2-84   7:2484   54/84   . 202 5072:.-.2.7.3..3 90793 /.99::203. /.9.7 22 802039.07 ! . /.8203:7:8 50304.3:9889028508.320.3  !253.3 07.9.-7  $02039.  05.82.2.. 05. .3..3. 574808 5034.3/.8.8.8.. &39:2. /.3   2 / .7.3%.38.99:: . 3.32025:3.7.3 / ! .9:..3:/.2 897:9:7 47.3$/.3%...-. %0-.3..70.3:3 .5.-7  805079 -407  5407 4:80  507..3/2.5..3   ...3  038 9..3.3 -07042-.390-:. ! .5. 2.07.35079. 05.-..8//..9 .3.8 %2:7  05.9../.3  7:2.3 9. #809 /.3.3/.8 ! .2.39:.. -07/.0:.2.3 /.8.2:  4507. -0-07.3203:7:9$..:.2/9/..38.3 $:/.7   $97:9:7 7.99:: 202 94547.3:3.3...9: 05.../..3%.3 / -..3-://. 90-:/.. -...&8.3 0907...91 # 80-08.8 $02039...2.3:3.294 /.8 5.8  05.3.   /..-.3 -079.3 /.1 . $.2..002-. -0-07.8:/.2  !...9.3 2:.3 502-.. . .8.3 $:2-07 . /.3 :39: 2033. .07 .3.:.38.8 .07.32 . .3:39:20302-./708!%!#.3%& ..8:950/.3.2507:8.3/...7 20/907.305.2.350309..3.3 0307. -.3!.9:7..3 3  /.70.3 %&  .83 2. 807.2.3805079 :-:3.940 /$..3 /.38:305.307:88439072.3.3389. .3 $97:9:747.3:3.2!.   0. .3.33.3 0:.3 /. /.2.39../..  /.3:8...3503.3 !0302-.3 !.3&2:2 2029. 0.3 .3/.3..-....3 . ..-. /. ..3.9 402.8!07:8.7  802039.32025:3.3 202:/.  543  804.3.3  $05..3/. 0307.3 :7.9 40:/434 $ 05.3 ..-7..3.3089073.07 .3:7:8..9. / ./. 9.3 %.2. 0307.38.8.8..207:5.3 038 .3..30--..3/.3%.7.7.:.809:8.-.3 907/7 /..3  0/:/:.3.3 9. %. 503789.3 9/.3 &2:2 . .8-079:.3...7.25.0/ $05.8..99:: .38.3 50.9.5-.83 . 7  .7..-7.2.-.8  0/:3 507902:.-203:7:80.3507843/.3. 907/.3507:8..4.../.3 503:/./.7..3 8.3  05.3 207:5./.8.9.3 3897:2039..93.3 803/7 202-.3.9  05.9...3 37.. .-9039.2 503.3203/:/:.3 503.9.3.99:: ...7 502:73.3 /. %..3 503/.940$:4$:..3:2:2507:8.7.3 .3 ./...- .5.9 407  :7/3  $09.3389.7.

.3 90-: 0297.3 -079:.3 $ %#.3 05..3:9  /.3 8047.8 / .. 83/07 .

  $ 202 9.3/47  .3$.5.3 202 ...8 203. 9... 2..3:3 . 07..3-079:.3 / -.9.7.-.38:3 903.-80.. $ $3/07 0-:3 .390-: 507:8.38:3203.$3/070-:305.3.9:7 /.5$/-.3. 2.8/. $0/. -0-07.83  /.9:70.%0-:#. .3....2.3..5:3 809. $09..83 2.7.8 .8 .5.9...93/4308.90-:/..39:40 -0-07.5 $ 202-.3-://. 05.3 203.3 /..3/47 90780-:9 -079:..

3!07:8.3 :2.2!07.3   0903... 07. $07.3 203.3 :2.-:5.3  ://..2$! & $07.!070-:3.9:7/..19.9!007..07.9. . 47.307.3907....3 907..-4743.3 !%!#.5/. 07..%3. 9...:3   .9/.07. / ! .3 :39 :8.909.3903.790203%03. 949..90-: /.-:3/.2.7903.3.5 %03.9 5.3/809.99:: ... ://.07.9.909.%0-:/.07.3!74/:8:.078.909.3.7/05./.307. 903.07. ... .3..9:%079039: !%   0.9.  $0/.07.3.95007.2!07. !% ! #.  202 807.07. 90780-:9907/.5509./.3574/:8 :.3:39:903... 80-..9 5007...90370-43 $0..99:: /..07.5/.9:70903..3:39:903.9:7/.9/.909...... ! .5/..90780-:9907/7/.3 / -.

3-://.3 574/:8 :.8.!.9.3:.9. -.3.  802039.3.3-.  0./..:3..3 .9.7 90-: . /03.3 :9.3 80-. :.3 -://.3 9.90-:-079::.3 0.3.3 207:5.390-:8.2. 0.9.99::  0.3 .3:39:203.38:3805.3 0.3.9.90-:-07..8.7.3 .9: 07-0/.3 :39: 203.9. -079::. /.8.53/03.

 90-:  574/:8 :.-://..

5074/0 3 / ! .3..3574/:8:.3 43805 074 .890  ! .:33..9.33   !03.7.3 80.3 804592. 43805074.547.90-:/.3.2. 2:33 88..3'.85081./.7  -:.99:: 202.32-.31.80.3/0. 809.8.59..35.99:: /.3 809.:.-.890  03.- /. !74808-://.

3  !02.3 203. . 9/.3 2-.. 20/.39.7 -407 :..3 803.7 3:3.380-..9.9:.31.3 :39:-.7.:502-:.8. .25.3 ./.3 -..3 .9 2-.5..8    .5.9. /:3.3079.. /:3.3-... .3 /.3 :39: -.2-.02.8 90-: 80.25. 3/:897 . 907/.3-. 90780-:9 .87028079.2:7/.

 -07.290-:8079.3.3 2.3. 20302-.3 20.-. -8.3 203.43807.3 2.353.:/.3 0283.39...3 0 8...8:/...3-079::.9. $0. .8.3 9..3.3 .2.8 !03.7 -:.8...9. ..:.3 :8..31.9 /.3 $ 5:.2 502-07/.9  :8:83.3 .2 7.3 089073.9...3 424/9.3 ..3.3 50704342.3 9: .  ! .-7 - 503.3 -:.3 -.3 /4.8.3 39073. :8.3   .3 .  ! ..3 503/.9.5 9.3..32.3.20297..3 502-:.:.7.3 -.3:3 .3..85.9 /. /2.8. / -/./.7.  07:  2..7. -079.8 . 3.7  !03.3.3 :39: -./02-....3.3.:.9.3.3:3.3 0.:3  0.3  $03.3.3 . 5..99:: .9.3/08. .7.2..8.9.:8 -07:3..44 /.3 202574/:85. 80-08.7 !  80-0:2 /-:./..3 /.7 ..3:3 .32. :.  $02039.3/.3 0. /02-.3 805079 2.3:3./0...9047.:5:.. 537.3 20...-0.0781.3.:   !747..8.33.33:3..2.3 :8. :39: :9 8079..2: :395:9 2.  $0.3 .3/..3  /03. -:....31.7. /.:7.3 203.3 .3 :8.3:.3.: /.3 ! ! . 97.7420/  &8.3.3:3.39/.3 -://.3 /02-.&39!034.. /. 9. 5.- 848.3 20.3 2-.3 .  424/9.7 0748 9..33.91 -.9..3. 274  0.2. 9070- /... /03.8 5034.9073.3 .34-.3 2033.8..75.7. .3 9/.3 /..3 :39: 503.9./.:390-:. /.3-.7.9072.3:28 :.8.3.8.7 5038./.32-. ./.3 :39: -.3 9073.07.33.20297.: 5033.73.-4943 /:3..3 :.3 4507. . 90-: /..3.3 :8.3 8:2-07 /. 3 /.30 %45 .2.7. 20. 9:  2-..:.7 :. 5./03.3  08025.:3 90-: /:3...:./.: .3 .3 80-.3 .2...3:.8 .. 502-07.9809..3. 502.33.:.43  &8..3 $0..5.3 2.  /....3/.99:: :.5.:: / 389.8&8.3 574/:8 :.2.0 /.9/809.3.7 / . 80.3.3 :39: 2. 90780-:9 /..3  $0/.3.3-.3 -07:5.3 /. :39: 503:.3.05.99:: :. 20.3 479::7.3.3 .8:.7   809.39.3 5007. -:.:! !747. /.3 .3.9/9.9.49.3/.94.39073.3 -.- /.. & 8090.3.3.7!20..: 42548 90908 90-: /:3. 9.

35030.3804.3  .3-.3-::.3/.3804.9..39:.3-.. / 502-07. 503.3:3.503//..8.3/08.-:39:$04.350703.85.47.5.7 0 507-.  502-07.88. 1 502-07.3-0.302-..

3 2.:.3-://.7  -:.3 . 5.790-.3 9:2-: /..8.99::-07:5. 80/.3203.390-: --9 /.99::-07.2.3 9.9.7 90-.2..30 2.3 --9 ..9443  !..7  %0-: --9 .2 202 :2:7 809.. ./...3 -07:.2.7 5034.30 207:5.3 90-: 3  %0-: .3502-..3.8..9.. /.3.. &%& 0.39.3 /9..3 /:9 5079:2-:.9443  /90-.73. 90-: :39: /3 /.3 80.3 0-:3 -9 ...:39:5.8. 02:/.8.3 . 5030-..8.3 -07..3. 90-: /2:.7 --9 .9443  !034..3 203.3:93./. /.8.3.3.3.30207:5.3 0-:3 -9 3/:  /.3.3--9..39 .3. .3 . 0-:3 -9 ..3 0-:3 -9 !44.39.3.3:39:90-:--9.8 80.3.90479.9443   $090.3 9:2-: / 0-:3 -9 !44 803/7 /.3 90-: .. /90-.7  %0-: .#.2.3:93.3#..8.3 /:3.3 09.3.3 90-: :39: --9  .9443 /02.3..3 :39: 503.32.. #.9. 3.#.3.9.380907:83.3/:95079:2-:../.8.3.9:  0.790-::9:7.38:3805.303.3 -07:5.3 /90-.. .80:.3 90-: 3.3.3  .3-://.30-:3-9030 02:/.39 .3 /-://.8 . 9.2  !03. . /9..2 .39.3-07.30-:3 -9 030 .3.90-: /!.9: #.3 /.3  $090.3 203.3 9:3. $8902503.3 .390-: 3/!.. !.

3:93./:.7 :39:2020../:.3.3 .3503.:.7 97.7.:: 02:/.39.5907./-43.3 !03./:.:.3 9.3 :39: 202-43. 502-:.7 40 97.3 /:3..3   5  !02-.9443   $0-0:2 /./-.947 -070:.3 /9.7:...7 40 97.:3 073 /-.3  .3 75507 .9.8008.7:.3 /:3.  !034.7: 573 ..3   5  .3 /9..2 .7 9.:82.9.9. 5079:2-:. 80.3 5034.3/.5.72../0-.9 203:3..78090. 88.9 .39:343/8.3 #.. -43.3.3 .72. 90-.380-.. 88./.9.3 9.33.: 503... .9..3    5  %03..3.3 203:3.3.3 /.9.3.7.7/ ::7.3.9: /.:.9 /..503.:.3.947 -070:.  88.3 $090.9..9.3.7 ./.7:./.:./. .7 9070- /.9 ./.3.3/03.203.3 805079 /.9.3 9:3.9.3 /.. .3. ..3.3 -08.3.3. 24/-4.:7 9. 90-.39..947 -070:.502-43.3 .3.3 .3 /9..88.

   .9 202 0/. 8./.3..3 -071:38 :39: 502-07.3 .9:.3 49 203:3.9.3 5:5: .2.  %03.780-0:29..7 8090..75:8.2 $.980-08.3  ..5.5 /03.2  /.3 502-:.7 ..9.3 .9: 503.3 /-:./.3 .3 .7 2.905:8.7.7:.:.3 107907 .9:.3.7.2/03.7. 503.947 ./03.

.07  49 .2.9 ./9.:79. .3 /.3. 49 2.3 /-:.3.3 49 2::7 49 2::7 202 .../.380.7.7 /03.

3/:3..7 .    .:7:8.9 /03.3...2..70273. .9: ..3  49 2::7 202 0/.:: / 0390 /-:..3   .9.. :39: 49 / 8003 509.: 80..2  80/.3../07  -9 90-: .3/. 0273..3 ./.2 9070- /.7.3 .3 .9.390..2  $02039./...3 80/.30/.7 .3 0/..3 49 2.7..3.3.7.3  ..3 /9.2.2 .3492.3.3202.2..3 /-:.7 .3 /. 2039.7.:3.7.249477.

3:93. .5005.: /54943 203.3.5.3 5.07.3.7.:7 9.2 80./   7:.8  $0. 4.. --9 /09.  ../.

3202507. 8090-.2.39 .7 .3.3 90.35.9.. 809.3889028:3 0-:9:.7.3 /9025. ./.3 02:/.  .3 5037..3 --9 .:.8.9.3/..  ./.8 87..2.9.2.2.38:3 /:9 /03.35.3 /92-:3 9.2.3.3  .2 0.3 207. 507.3.343/85030/.3.7 803. /09.3503.30.33.7  2.2.3/.  -9 .:.7:39:5037.3 ..9.9 .3/03. /.5.3--9/. /03.3/03.

7 502-.9/. 9.:.3808:. /./.39 . 07-8/.3.2.3 5.39.3 .  0.8 //.3 9:7:3 9.3..3.78.:39:20302-.3 0/:.37.3.8.32:9:90-.30 /90-.9.3 205:9 50303/.2.2.9.3 8090.5 :39: /90-.7.2..9.3 /488 5:5: :... 5.3 :39: 202-.38. .3 503.3 /./.25.  503:7. .8#8-. 9.30390.7-.3.3.3 502:5:.29.3 /:3.3 $.3:39: 2033.3 88.8/.7.3.3  $090.9 . 90-.35037.704203/.5808:.3  038 /.39.:39:5079:2-:.7.. 7:.3.3 /.3.9.2.3232. .3.3. /..3 9025.9.9443/2:.39. 43/8 002-.3 . -:.3.9  502-:../.  !74808 502:5:.5.3 /-078.3.3507:/.3 #809 /. /9039:.:..8/.  !74808 5020. !7480890780-:9/.3 /.39.:.... .3.3 057.3 /:.8./.3502-.3 -07:2:7 /:...3 .:.-.07./03.80  :38 /..3 !0302-.9 90-: 9:2-:  ..:..7 502-.7:/.-.3.3 ::/.3 0/:.3 49  /.3 9./.3  5034. .39.

3/03.3. 8. 8. 0-:9:..3 .7 2.39 . 9.9. /03.5.3 5020.. 8.2.2.7.5.3.7.253 9:  .7 5037.3 5.257 8.9.2.9.947 5:5:  $0.8.3.7:73/.3:93.3 5.3 5020.9907-039:02-.30  ..9:809.3/7. /03.9:.3./.9..94430-80/9.5 .9: :.3 7.5.3:39:7.  0.7 2..02:/.9443 .72.

3 203:3.3:8.7.7 9/.9: 90-: /90-.3 .9 /03.3 /80-:9 % $.3. :2:7 2.3 2..9: 809..3.3/47 90-.25.7.:.5.2...3 203:3.3 /. 802 20.  .3 907./03.8.3 .3:8.. .5..7.9/.7.8.3 903.9 .:.3943...3 :39:9.08907  $0.7.  /-.7. /.3 903.5509.3/.3 /03.38 /03.8. 9.9.3  2.8.:.8090-: $890290-.3 88902 4397. 2..: /2:.3 /.380.3. 2.:..470  !03.3 9: /.. 02.3 .. 5030-./..38 ...3 /.7   -:.3 /03. 20.9 :.. /.:5:3 /.30 .3.3 903.3:5.7.5.3 90-: 203.9 40 .3/8:8:3-07/.-07/.3:.3 5030-./.9 20.9  02:/.3 /.38.3 /90-.  $090.2.90-.3 /2:.3 80.3 203:3.3 80.8. /.:...9: 90-: ..

3802 20...97: %. ...7.3:9.3 . 907.. 03.3.9: .7 -07/. 503..3 /-..509.7..90-:/.7.3:39:202-.3 .:.3:9/. -.38..3/-0-07.7.3 50304254./.7  88902 90-.3/:3.7/.3 -.. 2.3.305.7.30.7. 8890290-.5.99:: 80-.3:.3:9.597: /.:.9...5.7 .30..3 .7../07  $0.38.3 ! .3 /.3:9   943 90-:  &5.4.. $02039..3 -08.-7  .9 203.././. 80.8.

/507:.5. -07. .' !# $$!# &$& !74808 574/:8 :.38:3 / 03.3  2.33.9: 89.8:3 :9.8:3 3.3574/:82.8.0.2.3:.2 89.8:3-407.3  502:73..3  5:907.8.5 . .3/.9.3/89.3  /.8.3 503073.3  503:.3  &39: 2038:5.3 50302...

3 ./2:.0.090.84 /.9.92039  !074/03-07.38:380.3.3 /5.907 970.3 897 .390-.8. 897  /.3.8:3 80397.3 / 89.7 .7 89.8:3 .3 /.

8:3 502:73.80-.3 / !.25.3  .8.84.. 502-.3 90790-.. -407  5407 4:80  /.. ..3/.907-039: 789.880.9: 5..3 -.  !74808 574/:8 :.5..35. :..8..3 90-: 8./ 507-.25.89.7 ...3 ./.5.2. /2:.3 897 /.80:7:0.3 ..3 /:3.7  943 507 .7 5033.907 97.3574/:8. -.5:3.3.255.-7.99::-07.3 5.3 :.5 %03./.3 502..3-.3 /039. 503:.3:98.8.3 -.7 .8 .9.  ..5907:8 -07.3 /:3.:907.5074/03 80:7:1./.39897 $:2-07903. 89.337. 3.5.8 5.25.3/./.!0307./.5 -407 202-:9:.5 /.25./ 507-.8.84.8 90-: 809.3 8008.3 -.-7-074507..8 90-: ..3.7909..754074:808079.3 :39: 202....337.3.9..3..7 202 3.3  /.7.:.5 ..3907039.92039  2.5.:.3-07. /. /.:9.. -407 .3  02.9.3 80-. 907.3   .3  $09.2  25./.3./.890-.7..337.-7. 8.2.343 8945 /.3 802:.7-407/./ 07:8..25..50307.. 507-.390-:.79..2.5.3  503:.550302.8.3 8:5.3 5. -.3:... 503073... 55..8.9. 8./.3./7:2-407.3!02-.8./.3 90-: :39: 203.3-07039   $8902%03. 502:73. 5.83. :.3803971:.390-:3 / .3 $0..54808574/:8/5.3 5./. 502..890-:88./.7.2:3 . 907.

90-: 2:.3 897 /.79:7-33.34507.7. 5074/0 3 9.3 40 03/.200.2.3   :39: 203./.5.7  $02039./09.3/..7./   752  ! .:3   -407 3 /-:.83 2.7    09.20.3 018038 502-. /03.3 9:7-3 3.7 .3.337.05.7.9:7 S %0.302-.809.30:.8.39:.3 5.8 80.547.7 0-:9:..3 :. 9:7-3 3.970/:.3 897 09.35.3 .780:7:-407/:3.7..7:7.84.8  $0/.947 903.3 9:7-3 ..3 5. 0307.31.9::39  58.3 9:7-3 ./.32.8.9.8:/ /03.7 &.8.7 !  0-:9:.8 3472..3  9:7-3 :37. -407 90780-:9 /-.3 /:3.3:/.39:7-3:37.8.-7  0307..83/.::.7..9 907503: 40 ./.3 -08..84 897 :39: 0.19 .:3 3 8008.5/2.32.5 .3.3 /-. 9.7943 &.5..343/038.2 0.3   .3 -. 5.390-:.9 &....08 .8.8.3 -407 . 5074/0 3  $0-...9203.8. /03.947/080/03.  407 -40790780-:9/.5-0.-73.3 -071:38 80-..3 897 /.3 :39: 202:9..3:3 40 507:8..9203.3. 5.-.3./. 203:3.947  .-.-...5.7.3/.-.3/.9  .947 203. /.9 40 507:8.-. 90780-:9 /80-./. 5. ../.947  !.05.2. .84. 80-.3  0/:..  07-0/. /.380.-7 /7082.9.9073..3 90.3:39:5748080.947  /.3   -407 09.8.5.83 2./.3 /.4.7 03.3:92..7:39:/080   !078.3 /2.9.83-407.3%0-: ....35:9...3 897 09..3 20307.9.. 3 203:3./.8.83 -40780.8 502.3 203:3.. .947 /080  ! .83 2.-074507. .3 507.-7 ..9.3 /.590780-:9/2:.3. 9.5. -074507.2.9073..0/ 7.3 -407 .39./2.9.8:3:3.4.3:39:203.7. .3 /. /.7 :/./.947 .7 ! :39: 20203: 0-:9:.3 .3 9. -407 3 203:3.8 /.  .35:9. 502.  0/:.39: 40 5.9073.3 5. .3/.3 202.947 /080 .9.3-.55078./.3 /:3.3 5/:...3.9073.99:: 203:3.5. -.3   :. 507.5. 5074/0 3 /.3 207:5..39.9..3 :39: 20307.8:.074-43 0 7:./.90307.3 /:..8 80.31.8.3 897 %:7-390780-:92020.3 0..9073.809.9::39 /.3...90-: %.947 /5.3 3/:.84. -407 09.3:.7: /5. / .3 2. 5074/0 3 .9.3/..8.07 70/ 7 .3902507.7 .  ! .94790780-:9./. :39: 203....7 752 $090. 80-08.3897  9073.3:.5.3 / 5.3.7 . .99:: -0703.3 897 09.99:: 202025.:.3.7/. .5.35.3 5..2..3 -.574808503/.5/03.07 0...31..77:.7.3-.. :39  $090.7:39:/2. 5074/0 3 :8. -407 ..3. 58.35.

/.5032-.09. 90-: /-43.3.3..3 /. 02-.30 .3.3.:: /92-.3  50303/.3.3 /.3 :9.3 5032-.3 80.3 90-: / .:.7..3 -:9 90-.3 / 02-.:8 97: 503. -7:94 .:20.3 9.3.8 90-.. 5.3 -7:94 02:/..9.390-:0.3 2:9: 90-:  502-43.:.3..90-:  %0-: .3 97: 9070- /.8 5032-.  !032-.7.30.  $0/. .3:93.7 /.7.502.3 92-.3 90-: .7.7/  3.9 90-: 80.9: -07.770720.3 /.3 8090..77.7 97:  .3 /.3:9 /03.8:.

.35032-.89...7   :39: 809.3 .  !.9 /09..  97:  ./. :9.9 -078 90-: /.3..3  $0-0:2 202.7 &39:2:8239.3 80.8.3703/0203    $090.7 078 02-.8 09:5:. ! .73.38.7 97: 203:: . 5.7  . 203..3 -7:94 /03.5 03.7 :.. 90-: /03.9 203:3:.9. .3:93.5.8../07.82.30 1907  .7   %0-: .30 1907 .77.947:2 .7 .: 90-: .32:9:90-:9/.89.3 40 50302:/ 97: 20.3 /-07 .30507/.8 90-.7 /.7.3 80-.3. .7/  :.. 903...9.3. :39: /:3.30 .9203.. -:7: 90-.2 97: /5078.7.3 . 90-.8 90-: /..30 4.3. 5079:2-:.39.3... 9. 803.3.99::2033. .5.8: .9.3.89. .3:39:90-:-.3 0907.82:2   07/.3 . .3:9 .3 02-.8 2.3 3 80.3 //.: 2.3 703/0203 80-08..5.3 /.7/ /03.8./80-0.2-. 9:3.99:: 202 /:..3 /..38 $0.7 /:.8 503:.3 /50.7/ .9047 80...9: / 80-0.3 503:7.3../. 844.5 503:3/.7 97. /..30 .3 8.7..:5:3 70  %7:.25.-47.9.. . :.9.7707  .3 .3.83203..3 203:7:3.8: .25:380903.7.30 .3 :7.8  8:748.30 . /03.3 9./.. 203:3:.9:..: /./.3/03.. -07.  ! .5.3 /-43..3 :.7 5:.2./. .3 9072.  %0-: .7  .3 /:3.5.:39:-:7:90-..8 5032-.7.-.7 $0/.980/9803.3 40 .3 5032-. .9.7//.3 97.. 2:9: 90-: .7 808 . 200.9 -07:5. ..3:39: /92-.9.3.3  %0-: .9.3203.7:8 -078 /./.99::  809.3 -078 202 ./.7 503:3/.3...3203::02-.30 . 3 80.83507.3203:7:3...9: 9:3/./ % 943.8 2.5 ..3.9 97: 8.3 703/0203 809.5.80.484302:/.3 -07.947:2 3.-47.3..38. 0/:.9 %2 $  90-: . 90-: .5 808:.7/ /9025..3 .3 /.3 90750.8 80-08.3 ./.3.354943.3 203:3.9.3/50..2.77.3 /58.703.3:9  .30 .3-:9.9: .3. 9070-/.:33 ! . 80.5 .3 .3:5.5.::40%2$ .3.350302:/ 97: 80.390.

. 90-: :9.83 .320907/. 7.38:/.9 .3 9075.39.07 .3 /:3.20207/03.30 ..3 40   ../. ./.. / 2.322 2.83 2.83 2./09.90-::9.3 :39: 20373 90-: 203:: 20.2.3 5. 90-: :9.35.7/  0.3.2.89.:7 74/.07. ...574/.2.7707  %.720907 %0-:.30 . 90-: 203:: .30 ..90-::9.3090-.2.20.. 907/. 20.30-.5.8.. 2025.3 /07.8320..

5. 03:3 /. 9:25:.3 -071:38 :39: 203.  907/.3 40 24947 897  $0.3 -. 8.3 90-: 907.9: 20.9 :.9. 90-: 502-.507.2.3 547483. /07.8.3 /:. 90-: . 90-: 90780-:9 202  5.9.39:.. 90-: :9.0.: 93  !07. 20.

 90754943 203..../. 90-: .3 0. 90-: /./.3 203:3.07  $0.58.7707 3 202-.3 -...7707 /03.3 203:: ..7.3 /. 3 207:5. $0.3 40 88902 74/.:8.3 -079::.7 97: 203:3. 90-: 9/.::90-:20./ -.35.7 -./. 90-:.3 90.-:.3 /.3:3.2..3 574808 5024943.8/0 .3 /07./03.7707 .:7 ...2.. 809.3 5.7707 ..:3958./07  90-: /.83:39202:2.947  038 :37./.8/0. 95507 803. 90-:.3 90.7..9/:. 5. /09.3 /.:9..7 /.3 574808 5033.8:9.3  %0-: .3 5..:80-.:90-:749.90-::9..30 .5 57./.3 503....947 .7  20907  !..320. ... 9070-/....30 .30 .7707  . 507: /-43.3 5.5.:7 .3 :39: 202:/.2  %49.3.3.2...3 .55033. 8/0 ./-.30 . 20.301907    !033.3%0-: $0-0:290-:202.557.7707907/. .3-071:38202494390-:203..5.9.-7 203:: 0 /.3 0.0-0.3 40 4.7.3 ::7.. .7707 . .9 /09.3 203:: :37.3:9.3.3 97:..3 -.83 2. 3  %. 07-0/..3 90-: ..7...3/09.7 :..3:93.33.

3 . / 89.3 .20907   . .3 :39: /4.2  !.30/:.3 .3907.3 :9.:-07:2. ...35.7 &39:202-.3.43.7.9 2033.0./.7 752. .32.99:: 202.9.:7-09.2  80/.3 /-.3 /.:: /. 80-0:2 2.:3   02-..:3 !.9.703.3.7 574808 5033.3 202 /.3 37.20907  .43.. /.3  .3 /:3.8 /.907.3 -071:38 :39: 203. 09:5:..8: 9.5.33..9507.25.3.047 09. /.2.:8 .7/.39070-/.3 80-.7 507..3  %. 80-08.8.:8 00. 5.390.3.390.9.. -:.3  /..3 202  -:.3 / :393..3 90780-:9  ! .32025.3 80/9 2:33 903.:933.7  0 . 80-./. ..3/.8:3 502:73. 802:974.8.3.8374/05.3 -.9 7.90 %0-: .38890290.90780-:92.9:25:./. 37.7 3.7   20907  .38:/:9 0273. 203.3 0.3 74 -0.:7 2 0-.890-:.43.9203.047907/.047 203::3..7.380-:.2..3 -07/.74 .-089:.2207 2 .9.3.3 74 .30:.05.8 .3   $0/..5-070.8/.73./752 !0207.3 025./.:39: 90-:.:8 /03..3203:3.30.:8  %::..547483.3 24947 /74 90780-:9 :39: 3.79:7-3:.25.5.3.720.7..3 7.  2./.947 203:: 3.5.3 .5.25:3.5./507.5..3 80.3 /:3.950307:9 .3 /.05.   -.9.9..3./.43..3 3.3 90-: 203.80.:8 02:/..90.39:/03.3-071:38203.8203.:7. 40 .3 '  .5.99:: 203:3.9/.8 803.2.7-.3 37.:8.8.73 9070- /.8 8.3 /05.3/907:8.907-:..3 802039.30:.3  /.340390720/.3 /:3..73.3 203::3. .390-:.3 50792-.30025..5.35:9.9 :39 3.3/  .3/-07.8..047..3 /./.3 /50740 /.3 /03.3-09 7:--07-. 307.3/-. -.3 203:3..3  25.25.3 80-.3 24947 /74-07207 :3/85.7 S !.3.7 2 /.3 203:3.8.8.39:502-07.3.:: 200..8.3 503./.7-4 :39:203:7.3 3.3 90.3 507: /8.:8.3/:3./. 2--8.9.9.3.3 /:3..07 /.3 3  03./..3 90-: ..78478439. ...3/:380/9.40743./.35079.2533.5. 74  #4 .3   7.8 .3.3 90. :39: 203.9 70/:.3/74 %0. 203.3:93.5 :39 3.83 2.3-07.3.3.9 90780-:9 /.3./ . 9.9.3 37.3.  !:9.7 3. 2:33 /03. /5.80-08../..3 .

8 .5.3 /-07 2--8 -07:5.3/:3. 502-.3/.3  $0/.25. .3. /.89.25. .3 ./.8.3   09:5:.9.3 2.7574808502:73.82.3 /:3..3 .3 37.3/.3/:3.5. .:39:203.37. 4942.3..3 ' ..3-..380-. .8..3.8:3 3....3..3.7 3.3 /35.32--8-079::.3 /.3 703/.737.3 /.3 9070- /.3 0:.75.  7. .3 3.8.8   943. 3.3 37.3/:3 4947.350207. 207:8.3  /..3 /.3 :..-407   !02:73.2 5     7./. 3 202 .3 09.3 90.3/.07 .7 3. / /.9 .8 203.35.3.34947. 3.3 ' .. 2039.2--8.50303.2039.3  :39: /3 / 3.3 /..3 ' 202 .8 .9:7   S  !02-07.7./.3 902507./.25:3 /.3  /5425.7 3./:3.25..3 /.3:39:202.7 /.7 /03.8..8 .23.3 -0781.8.25. 9079. %::.:: 203:: 92-.3 :.-. .380-.98  %2-.8. 37.3 /3 5.3 40 89..3803.9 2025072:/.

.3 203:: /010. /.3.3 .8  $090.7  7./010. 574808 3 -07..3 2. 203.8$  .3 70.8.3..3-07.2 0.89407 802039.7../.3 3.5 .. 203..-:3 502.:3 3  37.3 90780-:9 -079::.. 902507.3   /. .3 .3 574808  !./.907 /.. 5074/0 3 9..540-407.5. 5 3.7.3 80-.302-.7-.3.3 -.8.5.9.537. .2  .5.8 /.9./.2 503.9.3 /.3 202 9.3 /:3. . /5425.3 90780-:9 /:3./   5.3. 20..7 5079:3.3 9.3 90./     $0.8.28:1:79407907/.3  37.3 /5. /.3203::8:1:79407 !.. 80-.8:1:7 9407 37..3-.3 /.25:3 /. 203:: 0.907 .7:9....907  37.3 /..3 80.9:7  S  !02./.3/8.3 02:/.907   0.537.8 37..9-0-07.02-. 2.3..3 .  -.8 /. 9407.25:7 /03.8..9.3.3203.9 . /./.-:3 9.7-. /92-.37.8.3:93. .2 203..5:7 803.3 :39: 202..: 574808 502.. 2039.3:93.3.947  :39: /..3.    :39.7.3 /9./.5.5./3.9:.3 202:/.8:/.8.947  &39:203097.7 5032-.

 02:/.3 .790203  3/.7.5.8.7107 02:/.89.3 /.3 37.3 /5425.3.5.5.3 0:.3 02-. /3/3 83/07  $02039.38:3  7.9:7  S  07-0/..5507 .3.9: /.:..9478.3 9078:8:3 -0793.3 2030250 5.8.3 203:: 0.3  7...337.3 90.390.3 .3203:3. 4947 ..4942.7 574808 503:..7 8:1:7 9407 ./.3 /3/33.3 37.9 -0-07.237.3 20303/..:8 203.7.3 .83   2   /.7.9 4947. /03.. 37..:39:574808 503:.39.-07:-.43.7 9:7:3 /.83 2.8.907 :39: /5. %::.25:7 /03.5. :39: 203.7.3 /.3/5425.7.7 /.947 !.73.907  :39: /5. 55. 425.9: 02:/.3 / 9. /.3 .3 .393  '..502.34947. 203./03.3 203:: 0..3.3 202 . . 902507.02:/. 073 .99:: 202 :399.3.90780-:9202/.3-07.7.3.5. /.  7.547.8:3503:.7 .8 .30888900  !7385 07.3 . . 90780-:9 /.7 80-.2  /:3.3 .5./.5. 202-7.. 02:/.9  3/..:.2-.3 :39: 202-:. .3 .3 0..5.380-. . 50303/.5.3 2.3 9078:8:3 -0793..8 907/..3 . 203:.3.5. :39 #49.8.3907...3 02:/.3 875 875 502.5.3 202-039: :25.3 .9.3 0.:2 90..3 203:3..5 37.:39.3907/...7 '..7 89.547..3 203:: /:.. .:290.3 .5./-.3/.. /..3 37. 55.3 3.8.-077. 37.5. 039.98 $0/.8 :39: 202.3.8 2.3 907.3 0. 203:3./ 90758. /03.73./.2090722 .3 /-.3-007.8.3.7.8 90788.3 !5.25:3. .3 /:. 9407 :39: /.   ..3 703/.73 02-.3 703/.9 .3.3 .  $090.3 3.3.3.92-. /03.3-.8.3 .3 !738507.2039./.9.3 /05.38:3/ /.3 /03.3 /8.7#'. 203.3 /.3 :39: 20307.3 .30.3203::9.::2 907 #' #'-07-039:83/07 478439.790203 -075:9.3.7.'.. 958 .3 5425. .203::89.8. 202 5 3097.3-08.39: 50307.907  /.3 2030250 5.:2 90.25.25.5.9:3. 9:  37. 203..5./..7107 907/.342548  $02039..547.9: 40 8.5.8 .3   !03:..9/-.2 .:8 ..907  203:3.29.37.9-07.3 14:.3/./5.9 :39: 202507.7.3:905034.3 37.5507 /.7.3 /.380.047203::97::39:/.2 37...5.3 907/4743 3.803.9:7   S  !02. 37.5 09.5 425. :39 9.5 .3 203:3.3.8.3 -071:38 :39: 203.79.34947.7:8/-078.  7.3..9 4947. /3/3 #' .40-09..: /.5..39.3.3 93   .. 902507.390780-:9/.2  /:3.7574808503..5. 958 .8.3 40 8.5.7./.3/:3//..7..588.3 -4943  . .9 /. 4947  !0307. !74808503:.7107 .8 50307.3 02-..9 574808 . /./.355.79.947 $.3 -071:38 202-.337.3 202 5    7.3 2.7.3 203:: 207100/07 :39: /.3 02:/..3 203:: 57014..25.3   0. 4947 .3 9075.25:7 /03.3 90.

947  203:3.3 / 9.7.8.9.3  202.8380-.3.33.3 :.8-/.3:39:0.: :. 2  !74808 503:.7 89..547.8:3 3..35..3502.547.3..2 2.3 :..947  /..5-..3'202:2.9.83 9./.39.3 0./.947'/.3 .3 9.5.8 /.3 ' 202 :. /03.3502.  2 07-0/.3 '  :2.8 85.31..3 5.3.0.3-0743.5 -0.947     /.3..3'..3. 55.9.5 -0./.9.8.7 89.547. 809. 80-..3./.3  .3 9./..3/03.7.5 -.8:3 3.3   2  $0/.8 502.9.3.2./...   2  $0/.8 -07:5.  2  802039.3 .35.3 /03.  0. :.  22  &39: 0..3.7   2.947. 0.83 2./.-.547.3.55. .3.547.  -.947'/.5.9.547.947     /.3 .3.3.9 / /.3 0.8 502.8..3 907/.8 /.83 2.9/.547.

337..3 203:: -. ..9478.3.3 -07.. /:3.253...547.9.9.0.9.5.3  :.3/0..5.5 502.78 8 !.31.547.8 9.. /.31. :.73 02:/. 202.3 /./.3:.8/.39/.3 0.8.8.907:..5 .7.39: 574808 502..3 .3:..8503:..3 8.3 :..8:33.3 -.8...547.8: 20.0.3 /.3-0-.3 /:.5.: 55.789.8/.3 .35.3  7.: /.31. 35:9 -.5 .7:/.547.3 202...3:93.. 2.2 $0..7.25.3./.3 .3200.547.3   &./.8/.947 80.547.7-407..3 20.5 2.547..: 55..:. :39: /8.5.3 / 0.380-.3/:3.5-.8503:.94780-0:23.9.8 2.8:33.789..8: 0 /. .947:. /03..3.947  /.32.947  .. 2:73 .9743.2 9.203.7 0.3 /5425.547.' 37. 35:9 -.:39:574808502..0.3 202.:..8:5085.3 /.::5 0-:9:.9.3 :.5-0..5-0.9:..947   09:5:.3 0.8  $02039.947  /.39.7 0.8: .3 0 8 8 502.3 :39: 202-.8.

933. 55.200.3-..25.9.502.955.-..3203855..203.5.88.3. ..3.

..8.7.7 4947..8. 80-.:39:9.9 8:19.387:. 8:748...3/. :.3 4947.3/574808/89. /.7 $! 02:/.59.8 . 789..3.8:32.38:3 /43/038.7: .3 .5.9::39:2.7 40 8.78:.3 /. .3.39/..8.7.3.:2.8.-.3 9.4.937.5 ...8.2 9. 039.29.8.73.32.80-08.5.5: 0:.3 :39: 203.8.. -079::. /. 275 /03.3.547. ./2..83 2.3.8-/.5 .7 $! .3:. 039.3./.83:39 /.8: 803.2.3 02:/.3/.8.20302-:7 0 .3202-:..3 :/.-:803.3 .3 20.203.3 203.9503.29..//.:39 2. /5425.9 /8.8 80-.73..7 /. 55.9: 203:3. 203:: 9..8.8  !7385 07.3  . 8. 203.. 2:33 /.3 37. / 89.3 55.5. /.3 2.3 / 9.320.3 789.3/.9:9..3.8 502.302-.7.8.8:3 502:73. 37.3  :. 0:.302-. 502.3   !02./::39:203.25:3 /.2-.02:/.3 /.8 7. 0. 90780-:9 02:/.3/9.3502.3 :39: 203.5 9.7  .5 -.7 080:7:.3.8.547./.380-.. 9.7 203:: 43/03847 :39: /02-:3..8 55.8 37.3 37.3.9355.3.5  02:/.3.3 8.7.3 . %0.3.3 -07.3/-07.3 .3.3 /9.947 ..3$03971:.3.8.3/58.3 57385 07.9..3 0. 503:.9 0.   -.. /:.3 2.3//.3 -070- . 039../:3./  7.943 $!  :39: 203. :39:02:/./..737.: 55. 37.3.99::202:399...0 $7445 !:71.8.8:748. 20.5  7.8.3. .947 -07:93.3 203:: 8:1:7 9407 37.9..3 203:: 0.:574808803971:.3 202 ..3.  &.5:3-078. 502.253 -.5..5507  ./.7 2 !.2 -0. -.3 907/4743 40 :. /03..3 /5425.5..3 /.8 803.3.3 502.5.3.4:20  2 .907/.3 :.8 !74808 502..3 90.33.82.9 907.3..3 574808 503:.

.99::202 :39.4393:0  7.3 5:907.7.  /.  .3 203:: 5:907.8 !..3 808:.72.8. 89.3/.3:. :39: 203.3  . 90.3 789..3:.7 2..3 /. 203.3 /.. -.38::   09.3 /.7.3 5:907..8:3 80./.9.7.8.3  $97445  .8.3.3 80/.302:/.8.5 2...3  /:3.-. .:2-0790.3 789.3 $$ .. -07. 37.703.8.3 /9./ 2.7::7.7.7.3 :39: 9.8..3:93./.7 ::7..:3503/33.3.3  /9..3  :39: 2028.9. . 5.  02:/.2-.8.3 897445   $0.8.3 /. //33.3 :39: 202507-08..3 /:3..7.8.   .3 203:: 5:907.8 2.3 /.3  02:/.380-.3 /:3.3 .3 203:: 5:907.9 .8. 2..8.:39  .  .8:.2.82.7.3 203::5:907.380-...3 9/.70   ..7.3$$:39:2028..3789. 2./   22  09.3  789. 8.7::7...3 .3/.3 /..3  .--9:39:202507-08..5.85:907.5/803..70 $$  /../.3 ../.7 2..3 /9.72.  .70$$/... .8/5:907.390.3 :.3 . ./:950:7 09.3 /. :.--9:39:202507-08.3.8.7 50302.3/ 89.3 803971:80  :39: 2028.$$-.3 /-078.8.3 80-.2/./.3 0-:7.3  02:/.9:-.3 897445  /. :39: 203/..3 /.390780-:9/9..8.8.5 /9:9:5 802039.. :..8. /03.2.380-.3 /.203.. 2.5.9 909.70$$3..9:5 35:9 :.2.3   !74808 502.8.3.3 02:/.8.3 -.3 /:3.  .3/:3. :.3 02:/.8..3  /.3  :39:2028. /:3.2. /.3 --9 :39: 2.3 /.3 90793.   80-:9 /84393: .3 -.3 . 90908 /.2.. 2.3 $0/...   :.3..8..3 /.8.2 9.35030:.38:3 809.8.3 /-:.3.3 :.3 ::7. :.   :..9:5037.3 /-07./0 03971:./.3.3/2.3/073.3 :.7 /.3.3..-7  2.3/..7 2. :.703.8..  02:/..2-..3. 8...7 /.. .3$$.3:..7...3  2.8803971:. 503:25.3 .9:5 4:95:9 2.8 2.8.. /3/3 9.3  .7 5.3 2-.3  .2 574808 803971:. 7.5/03.8.3:2. 8.72.3  :39: 2028.3 80-.8.3 /0:.3   $97445  .3  02:/.. -..3:93...3 80-. ..2-.3202503.  02-.3789.9:39:5:907.8.5:907.29.8.. --9 . 5:907.8.:39 $02039.8.70/.7 203.3 $0/..8 $090.7. .3 /03.5 8...380-.3/:3.2..3.3203::5.39.$$-.3 .3:. 039.8:0/..3:.203.3 / /../.3 /.3.3 ..

:39:39: :39:39:  /.3  /..89.3 .380-..3 -07:2./:3.4393:047.  .  943.3:39:39: ..5:907./.5:39.5./.89./003971:..

8   943.2 80/.89.5.3..5 :39  202 .3 9.

:..39.3 -.8943.8.7:/5.5.:33202.89.3  .2  0.5:907.

9.  .203:3.8:3 503073./.047 90780-:9 203:-:3.3 89.3  !.5.8.7/.9: 0 9.3:93.3 /-..3 907025.8./.3-09.5.8.8.31./.34.:.3:39:/09...9/825.9..3/-.30-.3.990780-:920283/07503073.73...047203:: 89.3 .3 $$507:/073.7 02:/.$$-. 803. 803971:.7  -.3  :.3!0302.3 ::7.75:907.39079039:808:...3 5./ $:.2/03. $$ $:50747 0..8-09..:7.3.8:380. .. 478439.3 / -..047907/.././.43.3/574808/89.3/.320302-:88.047  .3 50305.85:907.7 707 . #49.9 -073...3 /2 40 #$ ..7803:39:203/:3:.43.5.-7 /03.43. /03.25:3 5.3 .3 $$ ..3:.7..3:3./03...3/0383/07503/33  $3/07 83/07 90780-:9 9078:8:3 80.7 $:.  !74808 503073.:7 -09 ..2088../. 40 -09 .7 0 /3/3 8.3.3 09.7.7:9.3 .3 /.9.3.7 2 /.345 /.2.39.3.7.3.9..3 /.3 9079.3802039.3/ 4407 #$ ...3/.8:3503073. -.9:..73.3 203:3.2.3.3 202.2.3.43.8 .   !03073.3 /03.3/.2 !738507.7.302:/. -.89.3 40 5:907..:..3/.3:3.3$$.73.3.  943..39079.3 .3  789.

. 203..8 /03.7 :..33.7.7.3:93. 07.7:.35:9.3..3. . .309. 073 ..3 :.9:/.7.7/.3 :.380.3 3 -071:38 :39: 2028.7  .3:3...2  &/.3 90.8.9:7   /02-:8.-.907.740-407.3 //33. .203:: .3/8.3902507.5.754748478439.5/.:8 /.783/07503073083/07503/33/.3:. 574/: /.3 / 83/07 503/33  $3/07 503/33 20250740 :/.3 40-407 083/07503073  :.9.

 :.3  :. 574/: .73./.9.7 8.3 448 /.7.3 5079.3/03.73.38.93.2.3203:3... .3/:.

43... .3 :.98 .3203:3./.302:/. 203:3.3 ../..3202-.3 :.32083 4942.8 802 4942. 2.8 .3 80/.89  &39: 2033/.3 5079.43.43.7.3 :..7:3     :..3 5.5 :39: /02.9 802:.3  .3  :... 80-.8  45507 202 .43805.3  %.7.3/03.    0 /.2 45507 .324.:7-09.8  $0.8.5 .8:.:.3 /-.8.0..7 4. /0-:702:/.2 .047 203:: :/.7 .. 2.047 203:: -:. 8.8.7...9 5.:8 .7:3 /.5. 907/. .047907/. 8.32.9.5. 40 -09 .3 203:3.3.7 02.3 90. .9 0 -09 . /02.3 02. .3.7:3.2 45507 2083 50302.3.7:3 .390758.7:3 .2 . /8../.8.  80/.8 /.3  :.45507907/.3  :.3 203.7/:8 /8 40  02.7..3 .3 942-4 :39: 203...3.2 . :.8 205.3/.:8 /.047-07-.3 /-./.8.. .43.3:93. .70 00.89    07-0/...8. /.3 /.9: /03.09 00.3 :...3 9079.8.947-07-039:&:39:/8025749/03.3 5.7  3.803.983/07 2.3 90..3 /8.3:.947 -07:93.8:3502.74947.5.9:.9 :39 208350302.43.7.3 /8:8:3 / :/.5 40 -407203::.047 .. 907.35.047  $0..9 .3500-:7.7:3 .25:3 / /. :.73.93.35.73.9.380.3 202-.8 949./.3 9079.3 09..98  507.3 9/.8.3..02:/.503:25.3 500-:7.9:-.7:3 0 -09 .3 .: 203:: 4507.3 -079:.7:3 50302.9 200.8.:8  :.. ..380-.9 -. :.7 /.3 .3 203:25../03.3 .:.3 90.. 203:3.3 5. .7:3 90780-:9 02:/.8..  :.... .73.3 .880..89.5.7 . 574/: 02:/.2 02..40.309 .:8 /. .3 5.73.89.5.3..3 .3 0 /.3 2083  . 203:: :/. .3 /-.3.8. 0 /.2.3. .3 :.7 /.-0. 8. 02.350302.7 .8.7 907.8. 507: 2030..947 8093  2 . :.3 -071:38 :39: 203.:8.2./.3:..3 5.947 ..89 /2./3.2 02...3 203:: 9..390.8.3:93.43..3 8.38..947203::9.7/:8 /. 943 -.8203::45507 !.3/-.5.8.3 :.3 /.3 :.9078:.8. :./.9 503/4743 530:2.2:3 9079.8.  $0.89/.9:. . .8.

3.88902503:/.7.7.0.7 4947.9. 507:8.3 809.947-.25:3.5.3 /-.:39:/9. 5:907. 203:: 9.802:/.3 502.3  7 073 02:/.3 /:3. .8:  :25.5 /4. .7..7  :38 /.39.3.3 .9 -075:9. /.2 .3-.3 ..3/0:.3:394393:047.3 :39: 574808 574/:8  $0/.2 80.5.7107 4947.8 5072:..2 5074/0 3 9.3 -07. ..07:8.3 /03.2 :/.3 7..907-.9..947 ' :39  03.3 .8.99:: :39: 2033.7107  802039.3 07.3 /:3.   /.3 :.. 0 . 90-: 8079.3..3 4947.9.3 /5425. 90780-:9 -079::.5...3 -0707.33/..8 8..250303/.34947..7 .  7 .3/.8 9075..3 203:3.3 2.3 574/:8 :.3 /.3. /.3 .3 02:/./. 5038 -407 507: /9.3 307.5.3 -://. 2083 2083 574/:8 5.3 9078.3 ./.8.7 .3 9.3 07  4947.99::90.3  !74808 50303/.7 . //33.-..3/.320. .0.3 08.7 -078   0825:.3 ...3.3 /.8 /. 9/.:.2 -/.9 80.0 :39: /8.8:0-/::.3  2..4.39:7-3.:55. 203:: 9.3 502.7.3... 5.3 -.9.25:30/.3 /.3 7083  .39....39: /03. .2-.3 -078 .5 :3.73../.9 83/07 ..8.8 -07::7.73.:7.5.8.3 /5425.203::8.3.-.87  -.3..9.78:3..3502-:.3:39: 2038:5.7.3/-0702-:8. :39: 203.3.3/-:.3 2083 5079..3 .5 89.9 503:25:.3:8.3 90.3203:: -.3 /-078..3 5.3.   &39 ! .75.3 //33.73  $.3.3 .2033../.397.9 203:25. 073 /03..9 /.30.3 -08.4439407 7/..8./.:3   .89.3 :39: 203. 0.5.::  !74808 503/33.8.  $02039.25:7.7 ../.30-/::   .8.7: 2. 02-.3 2.3 3.95..3 /.3 803./.2-.3502.9.3./.. 2033.7 .3 5.3:9 5..3907/..7107 907/.3 203:3.3 ! .3 . 507.5..9./003971:.83 $090...3 5.9.73.7::39 /.3.7 .7 .2.3:  7 /5425.9073...3 14:.0203  7893789 :9 :.5/ /.3 / /.320303/.7 43/038.3 .9:  /.:7. 2030-.3 3/:897:.8.3.907%70.80-.32./.3574/:8-07.7..99:: .3 .3 2033. !..92039 7 .3 !% ! #.2.5.3/8..3.3 .7:9. .8.3 1907  7 90780-:9 8. &39:203:3.7...8 :.3 8./.3 502.381472.:.3. 8.3  :39 24947 /74 :3/85....3 /:3.9 90780-:9 .7  02:/.7 80.3 503./.. /.-7  &8./3/4308.5  .3 80-.343 .3 503:3./9..9:.3 8:/. /.3 9070- /.7../ .9.3.8:3 503:.9.3 . :39: 2028.3 .

 3:3.89..720.3 07. 1..32033.:.3-07-. 5007.9.:380-0:23.33907.9/.2574808574/:8:.3 703/0203.3 07.8/03.  .  3:3.2083 574/:8  /. /.05.8/.9/..3 507.79.7..5.8 574/:8 :.3.

90. 207.82...3 07.3 80-.3 /.3.:. ..9.7.3  03.3 :. 2:33 .3 3.5.: 3.3 802.2-.      .8.83. 2:33 805079 502.3 2-..3 .7 5007..3907./..3 802.2.3 5007.3 080..7 5007..9  502-07.2.35702:39:07.3  .8. 80.3 203.2083 574/:8 90.3 /.3 -09: /.:3.3 502-07. 001091.9.3 /.9. 574/:9. /:8.3 .:.07.3 001803. !073/:3.38:8::39:203.5 080.. /:5.9 503/:3/7 502-07..2.0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->