P. 1
Rematik

Rematik

|Views: 15|Likes:
Published by Basten

More info:

Published by: Basten on Dec 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

"penyebab,pencegahan,dan pengobatan

"

Rematik adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. Rematik bisa menyerang bagian
kepala sampai kaki. Rematik biasa disebut juga dengan nama arthritis Secara umum penyakit ini ditandai dengan
sejumlah gejala, seperti pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun di bagian sendi-sendi
lain, gangguan di otot dan tendon. gejala rematik memang cukup luas.
Rematik terdiri dari 150-an jenis. Tetapi ada empat jenis rematik yang paling sering dijumpai di masyarakat kita
yaitu osteoarthritis yang disebabkan oleh pengapuran, rematik luar sendi yang menyerang jaringan di luar tulang
rawan, rematik peradangan, dan rematik yang disebabkan oleh pengeroposan.



Sekitar 50 persen keluhan nyeri sendi disebabkan oleh pengapuran. Pengapuran berarti menipisnya jaringan tulang
rawan yang berIungsi sebagai bantalan persendian,¨
Bantalan dalam persendian yang aus itu menyebabkan terjadinya gesekan tulang sehingga menyebabkan nyeri.
Pengapuran ini merupakan proses degenerasi yang dimulai pada usia 40 tahun. Kecepatan proses degenerasi berbeda
pada tiap-tiap orang.

Sendi seseorang bisa mulai bermasalah di usia 40-an. Namun ada orang yang sampai usia 70-an sendinya baik-baik
saja. Cepat lambatnya proses tadi ditentukan oleh beberapa Iaktor risiko,¨, antara lain : mutu tulang rawan dan
kelebihan berat badan. Tulang rawan yang bagus akan lebih tahan terhadap kondisi aus. Ibarat ban mobil kalau
kualitasnya bagus maka persendian tidak mudah aus walau dipakai lama.

Jenis rematik yang paling banyak diderita penduduk dunia adalah arthritis reumatoid (AR) yaitu rematik radang
sendi, gout (asam urat) yang disebabkan oleh kadar asam urat yang berlebihan dalam darah, dan osteoarthritis (OR),
yaitu pengapuran sendi. enurut dr.Riardi Pramudiyo, SpPD-KR dari RS.Hasan Sadikin, Bandung, OR adalah
penyakit sendi yang paling banyak dijumpai. Penyakit ini bersiIat degenaratiI, yang angka kejadiannya meningkat
seiring dengan bertambahnya usia. Gejala yang menyertainya antara lain, nyeri pada persendian setelah penderita
melakukan aktivitas, atau saat perubahan cuaca dari panas ke dingin. Seperti diungkapkan Riadi, Iaktor pencetus OR
biasanya karena ada penyakit lain atau keadaan tertentu. 'Belum diketahui apa penyebab primer, namun penyebab
sekundernya bisa karena orang kegemukan, sehingga beban yang harus disangga oleh lutut terlalu besar, atau karena
berlebihan memakai lutut, misalnya pemain bola proIesional,¨ katanya.

Jenis penyakit rematik lain yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah arthritis reumatoid (AR). Penyakit ini
paling sering menyerang kelompok usia 20-50 tahun. Gejala yang umum ditemukan adalah sendi kaku saat bangun
tidur dan penderita sulit bergerak.

Rematik pada orang berusia produktiI umumnya disebabkan peradangan. Peradangan ini bisa karena asam urat atau
sebab-sebab lain. Rematik karena asam urat ini banyak dijumpai pada pria berusia 30-an dan 40-an tahun.
Jenis ini, menurut Dr Harry Isbagio, terjadi karena kelebihan hasil metabolisme purin yang tertimbun di persendian.
Timbunan ini yang menimbulkan rasa sakit di persendian.

Dokter Harry sering menemui kesalahpahaman masyarakat mengenai asam urat. Pasien sering datang berkonsultasi
sambil membawa hasil tes asam urat. 'Mereka bertanya mengapa asam uratnya normal tetapi dokter mendiagnosis
terkena rematik. Mereka salah mengerti soal rematik. Tidak semua rematik disebabkan asam urat,¨ jelasnya.

Gangguan autoimun seperti pada penyakit Lupus termasuk jenis rematik yang disebabkan peradangan. Pada
gangguan ini kekebalan tubuh tidak berIungsi sebagai pembasmi bakteri, virus atau benda asing yang memasuki
tubuh. Kekebalan tubuh justru merusak jaringan tubuh yang sehat, termasuk jaringan yang ada di persendian.

Begitupun dengan RA (Rheumatoid Arthritis). Penyakit itu termasuk peradangan persendian yang penyebabnya
masih belum diketahui. Menurut Encyclopedia oI Public Health, telah ada indikasi bahwa pola-pola genetik
bertanggungjawab terhadap timbulnya penyakit ini.
RA bisa menyerang orang pada umur berapa pun, termasuk balita. Peradangan penyakit ini terjadi pada jaringan
synovial yang terdapat dalam persendian. Jaringan ini berIungsi untuk menghasilkan cairan pelumas sendi. Pada
pasien RA, jaringan ini membengkak dan menunjukkan banyak sel yang meradang.
pertanyaanya adalah, "bagaimana cara mencegah,pantangan dan mengobatinya??



obat-obatan yang sekarang ada di pasaran belum ada yang bisa menyembuhkan penyakit rematik. Obat-obat itu
hanya untuk mengurangi rasa nyeri dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. 'Pengobatan rematik biasanya
jangka panjang,¨ ujarnya. Jika rematik yang menyerang pasien sudah sampai tahap deIormitas sendi (perubahan
bentuk sendi) maka biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan termasuk mahal, bahkan ada obat yang harganya
mencapai puluhan juta rupiah sekali suntik.
Obat yang biasa diberikan dokter pada pasien penyakit rematik antara lain golongan analgesik (penghilang rasa
nyeri), yang bisa menekan prostaglandin, penyebab timbulnya peradangan. Obat ini memiliki eIek samping
gangguan lambung. Karena itu, hadirnya obat rematik yang lebih spesiIik seperti celecoxib, disambut gembira
karena memiliki eIek samping yang kecil pada lambung dan ginjal. Golongan obat lain adalah kortikosteroid, untuk
mengatasi inIlamasi (peradangan) dan menekan sistem kekebalan tubuh sehingga reaksi radang pada rematik
berkurang. Bentuk obat ini bisa berupa krim yang dioles pada kulit atau suntikan. Sayangnya, obat ini memiliki eIek
samping seperti pembengkakan, naIsu makan bertambah, berat badan naik, serta emosi yang labil.

itu tadi adalah tnaman yang bernama brotowali,yang dipercaya dapat mengobati rematik

Selain dengan obat-obatan, untuk mengurangi rasa nyeri juga bisa dilakukan tanpa obat, misalnya dengan kompres
es. 'Kompres es bisa menurunkan ambang nyeri dan mengurangi Iungsi enzim,¨. Kemudian, banyak jenis sayuran
yang bisa dikonsumsi penderita rematik, misalnya jus seledri, kubis atau wortel yang bisa mengurangi gejala
rematik. Beberapa jenis herbal juga bisa membantu melawan nyeri rematik, misalnya jahe dan kunyit, biji seledri,
daun lidah buaya, rosemary, aroma terapi, atau minyak juniper yang bisa menghilangkan bengkak pada sendi.

Menjaga berat badan ideal adalah salah satu langkah bijaksana untuk mengurangi nyeri di sendi lutut. Setiap
kelebihan berat badan membebani sendi lutut serta panggul, dan menambah rasa nyeri karena rematik. Selain itu
bobot tubuh berlebih memperbesar risiko asam urat.
Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanIaat untuk penderita rematik karena asam urat. Ini karena jalan kaki
membakar kalori, memperkuat otot dan membangun tulang yang kuat tanpa mengganggu persendian yang sakit.

&ntuk melakukan olahraga sebaiknya meminta pendapat dokter atau terapis, supaya mengetahui gerakan-gerakan
yang terbaik. Disarankan untuk menghindari olahraga yang terlalu membebani lutut. 'Bulutangkis, voli, tenis,
joging, bela diri sebaiknya tidak dilakukan. Apalagi ketika rematik jenis asam urat itu sedang kumat. Berdiri terlalu
lama akan menimbulkan sakit yang luar biasa,¨ katanya.

Selain mengobati, kita juga bisa mencegah datangnya penyakit ini, seperti tidak melakukan olahraga secara
berlebihan, menjaga berat badan tetap stabil, serta menjaga agar asupan makanan selalu seimbang sesuai dengan
kebutuhan tubuh, terutama banyak memakan ikan dari laut dalam. Jika Anda merasa tidak cukup mengkonsumsi
ikan laut, mengkonsumsi suplemen bisa menjadi pilihan, terutama yang mengandung omega 3. Dalam omega 3
terdapat zat yang sangat eIektiI untuk memelihara persendian agar tetap lentur.
Jangan anggap enteng gejala-gejala rematik yang timbul. Begitu rasa nyeri mulai muncul, segeralah periksakan diri
ke dokter untuk mendeteksi mana yang sekedar pegal linu biasa atau yang merupakan gejala rematik.
!antangan dan Anjuran bagi !enderita Asam Urat
26 December 2007 Kategori: Makanan sehat, Tulang & Sendi 364 Komentar
Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang
disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi
yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri,
penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.
Sekitar 90° penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari
tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit
asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penderita asam urat
biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis.
Separuh dari penderita asam urat adalah orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa
berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.
!antangan Asam Urat
Daftar
Makanan Tinggi !urine
Makanan Asam &rat
(mg/100g)
Teobromin (kaIein cokelat) 2300
Limpa domba/kambing 773
Hati sapi 554
Ikan sarden 480
Jamur kuping 448
Limpa sapi 444
Daun melinjo 366
Paru-paru sapi 339
Kangkung, bayam 290
Ginjal sapi 269
Jantung sapi 256
Hati ayam 243
Jantung domba/kambing 241
Ikan teri 239
&dang 234
Biji melinjo 222
Daging kuda 200
Kedelai & kacang-kacangan 190
Dada ayam dg kulit 175
Daging ayam 169
Daging angsa 165
Lidah sapi 160
Ikan Kakap 160
Tempe 141
Daging bebek 138
Kerang 136
&dang Lobster 118
Tahu 108
Perubahan gaya hidup, konsumsi obat tertentu dan menghindari makanan yang berkadar purin tinggi dapat
mengendalikan asam urat. Berikut adalah makanan tinggi purin yang menjadi pantangan bagi penderita asam urat.
(Ingat bahwa masing-masing orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap makanan. Makanan yang sangat
cepat menimbulkan serangan asam urat pada satu orang belum tentu menimbulkan eIek yang sama pada yang
lainnya).
O Alkohol dan soft drink
O Melinjo dan emping
O Kacang-kacangan
O Jamur, bayam matang, dan sawi
O Daging kambing
O Jeroan dan gajih (lemak)
O Kerang-kerangan
O Bebek dan kalkun
O Salmon, mackerel, sarden, kepiting, udang, dan beberapa ikan lainnya
O Krim dan Es krim
Anjuran
Beberapa hal berikut dianjurkan untuk mengurangi asam urat:
O angan minum aspirin (bila membutuhkan obat pengurang sakit, pilih jenis ibuproIen dan lainnya)
O Perbanyak minum air putih terutama bagi penderita yang mengidap batu ginjal untuk mengeluarkan
kristal asam urat di tubuh.
O Makan makanan yang mengandung potasium tinggiseperti:
4 Sayuran dan buah-buahan
4 Kentang
4 Alpukat
4 Susu dan yogurt
4 Pisang
O Makan buah-buahan kaya ;itamin C, terutama jeruk dan strawberry
O Aktif secara seksual(Berita bagus! Seks ternyata memperlancar produksi urin sehingga menurunkan kadar
asam urat).
O Konsumsi salah satu produk alami yang dapat menyembuhkan asam urat seperti sidaguri, habbatussauda,
brotowali, teh hijau, dll.
O Artritis, Diet, dan Nutrisi
O PENDAH&L&AN
Apakah makanan yang harus dipantang untuk mengurangi atau adakah makanan yang dapat
menyembuhkan gejala reumatik ?
Pertanyaan ini tidak hanya muncul di tempat praktek, tetapi sering pula muncul pada setiap kali simposium
tentang penya¬kit reumatik. Hal ini menunjukkan bahwa baik pasien maupun dokter memerlukan inIormasi
tambahan tentang hubungan antara makanan, diet dan nutrisi dengan penyakit reumatik.
Jutaan orang didunia menderita penyakit reumatik, yang biasanya kronik disertai gangguan Iungsi,
disabilitas dan handaya. Sering sekali penyakit reumatik ini sukar disembuh¬kan dan sebagian besar
penyebab dari berbagai jenis penyakit reumatik ini tidak diketahui. Pasien dan keluarga bahkan sang dokter
menjadi Irustasi karena kadang-kadang sangat sukar untuk mengurangi gejala reumatik seperti nyeri dan
bengkak sendi. Hal ini yang sering menyebabkan pasien mencari sendiri pengobatan alternatiI, seperti
gelang reumatik, akar tumbu¬han, rumput-rumputan dan berbagai jenis makanan. Apa yang disebut diatas
dalam berbagai buku-ajar tentang penyakit reumatik disebut sebagai unproven remedies. Sebagai contoh di
Amerika maka jutaan do0llar telah dibelanjakan oleh 90° penderita reumatik dari berbagai tingkat sosio
ekonomi dan berbagai latar belakang pendidikan1. Di Indonesia angka ini tidak diketahui dengan pasti,
tetapi diyakini jumlahnya cukup besar.
Sejumlah pasien yakin bahwa apa yang diderita hari ini, mungkin sekali disebabkan oleh apa yang
dimakannya kemarin. Secara logika maka pasien tersebut berpendapat dengan pantang makanan
penyakitnya akan berkurang. Walaupun hal ini dirasakan oleh banyak penderita tetapi penelitian yang
mendalam belum dilakukan.


KEM&NGKINAN H&B&NGAN ANTARA N&TRISI DAN PENYAKIT RE&MATIK
Sebagaimana telah dikemukakan pada setiap kesempatan maka penyakit reumatik merupakan kumpulan
dari kurang lebih 100 jenis penyakit yang sebenarnya berbeda tetapi sering memberikan gejala yang mirip
dengan keluhan berupa nyeri dan bengkak sendi serta gangguan Iungsi sendi. Karena kemiripan berbagai
penyakit reumatik maka sering pasien dan bahkan para dokter menganggapnya sama. Di pihak lain perlu
pula disadari bahwa spektrum dari makanan ataupun nutrien (zat gizi) yang dihubungkan dengan penyakit
reumatik juga sangat luas. Hal ini sangat penting karena bila kita mencari hubungan antara makanan dan
penyakit reumatik, sebaiknya ditentukan dahulu untuk jenis yang mana dan jangan disamaratakan untuk
semua penyakit reumatik .
Dari berbagai literatur yang ada maka kemungkinan hubungan antara nutrisi dan penyakit reumatik dapat
dibagi dalam 2 bagian besar2:
1. Antigen makanan mungkin mencetuskan respons hipersen¬sitiIitas sehingga mengakibatkan timbulnya
berbagai gejala penyakit reumatik (alergi makanan)
2. Faktor-Iaktor nutrisi (nutrien) mungkin 0mempengaruhi respons imun atau respons inIlamasi atau kedua-
duanya, se-hingga dapat mengubah gejala penyakit reumatik.

Dugaan bahwa makanan dapat mencetuskan gejala penyakit reumatik didasarkan atas2:
1. Makanan dapat membangkitkan respons imun
2. Makanan dapat menyebabkan gejala terkait imunologik tak langsung.
3. Mekanisme imunologik termasuk hipersensitivitas cepat sangat penting dalam patogenesis penyakit
reumatik
4. Antigen pencetus terjadinya penyakit reumatik tidak diketahui
5. Berbagai laporan tentang hubungan antara makanan dengan penyakit reumatik

ALERGI MAKANAN DAN PENYAKIT RE&MATIK
1. Peranan Traktus Gastrointestinal
Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa antigen makanan dapat menembus barrier (sekat)
gastrointestinal dan beredar bebas dalam sirkulasi sebagai komples imun. Pada beberapa keadaan dengan
mukosa traktus GI yang abnormal maka berbagai jenis bahan antigen makanan dalam jumlah besar akan
menembus mukosa3. DeIisiensi IgA selektiI banyak dihubung¬kan dengan gangguan traktus GI dan
penyakit imun. Antibodi terhadap susu sapi ditemukan pada penderita deIisiensi IgA dan erat hubungannya
dengan adanya kompleks imun yang beredar serta penyakit autoimun.
Traktus GI pada penderita artritis reumatoid diduga lebih mudah ditembus oleh antigen makanan, tetapi
penelitian tentang hal ini tidak konsisten. Pada penderita Spondilitis Ankilosis didapatkan bahwa antigen
intraluminal dapat merangsang transIormasi leukosit dan produksi Iaktor penghambat leukosit. Pada
penderita obesitas yang dilakukan operasi pintas jejunoileal akan terjadi artritis inIlamasi disertai kompleks
imun yang beredar yang mengandung antigen intraluminal.

2. Peranan Puasa
Didasarkan dugaan adanya pengaruh makanan pada artritis reumatoid, maka sebuah penelitian dilakukan
pada 15 pasien RA yang berpuasa antara 7 sampai 10 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan pada 5 pasien
inIlamasi sendi berkurang, sebalik¬nya hanya pada 1 dari 10 kontrol yang merasa ada perbaikan.
Pasien yang berpuasa menunjukkan nyeri dan kaku sendi berku¬rang, kebutuhan obat berkurang, demikian
pula ukuran bengkak sendi dan index Ritchie berkurang. Selanjutnya pasien diberi¬kan diet lakto-
vegetarian, ternyata hasilnya tidak memuaskan4. Penelitian lain menunjukkan adanya eIek antireumatik
transient pada penderita RA yang berpuasa. Perbaikan yang didapatkan mungkin disebabkan oleh
menurunnya permebialitas traktus GI, penurunan Iungsi neutroIil, tertekannya respons mitogen limIosit dan
meningkatnya kadar kortisol serum5.

2. Hubungan Alergi Makanan Dengan Beberapa
Jenis Reumatik
a. Rheumatism palindromik.
Gejala penyakit ini berupa serangan poliartritis akut yang diantara dua interval serangan penderita bebas
gejala. Periode bebas gejala tersebut bervariasi diantara berhari-hari dan berbulan-bulan. Menyerang baik
wanita maupun pria, terutama pada usia antara dekade 3 dan 6, diduga mempunyai hubungan Iamilier.
Gejala berupa bengkak, panas dan kemerahan pada sendi yang terserang, biasanya menyerang 2 sampai
banyak sendi. Gejala ini akan menghilang dengan cepat antara 1 sampai 3 hari. Sendi yang paling sering
terserang ialah lutut, pergelangan tangan dan bahu, jari tangan dan tumit6. Makanan yang berhubungan
dengan keadaan ini sangat berva¬riasi, antara lain jagung, gandum, susu, daging babi, telur, daging sapi,
kopi, keju, tomat, anggur, kacang, daging kambing, mentega dan sebagainya. Semuanya berupa laporan
dan belum dilakukan penelitian yang lebih mendalam7.

b. Lupus eritematosus sistemik
Makanan yang dilaporkan ialah biji alIalIa dan taoge, baik pada manusia maupun primata. Pada primata
ditemukan adanya anemia hemolitik autoimum, kadar komplemen rendah, ANA positiI, anti-DNA, sel LE
positiI, deposit imunoglobulin dan komplemen di kulit. Gejala yang timbul dihubungkan dengan L-
canavanine, komponen alIalIa yang berupa asam amino non pro¬tein. Antibodi terhadap biji alIalIa
bereaksi-silang dengan DNA dan mungkin mengaktiIkan limIosit B8.

c. Artritis reumatoid
Makanan yang dilaporkan memperberat ialah olahan susu, jagung, daging sapi, gandum. Penelitian lain
melaporkan pula bahwa debu rumah, merokok dan bahan petrokimia dapat memperberat gejala artritis
reumatoid. Pada penderita tersebut ditemukan pula kompleks imun yang beredar yang mengandung IgE,
IgG anti IgE. Sayang sekali semua laporan tersebut tidak menggunakan kontrol lengkap sehingga tidak
dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa makanan tertentu akan menyebabkan eksaserbasi artritis2.
Penelitian oleh Panush dkk, menunjukkan bahwa kelompok penderita artritis reumatoid aktiI, kronik,
progresiI yang diberi diet tertentu (tanpa daging segar, buah, olahan susu, jamu, bumbu, aditiI dan alkohol)
ternyata hasilnya tidak berbe¬da dengan plasebo, walaupun ada beberapa pasien yang menun¬jukkan
adanya perbaikan bila menggunakan diet tersebut9.
Pada seorang penderita yang diketahui gejala artritis kambuh bila menggunakan olahan susu, setelah
dilakukan penelitian ternyata menderita hipersensitiI imunologik terha¬dap susu yang co-existed dengan
artritis reumatoid. Hal ini menunjukkan sukarnya melakukan penelitian dengan sempurna karena luasnya
spektrum dari makanan maupun dari penyakit reumatiknya sendiri.

d. Vaskulitis2
Vaskulitis alergik hanya merupakan sebagian kecil saja dari semua penderita sindroma vaskulitis. Laporan
dalam majalah utama sangat sedikit. Oslser (1914) yang pertama kali melaporkan adanya hipersensitivitas
protein pada pasien dengan purpura. Pada tahun 1929 dilaporkan bahwa pencegahan terhadap sejumlah
makanan akan memperbaiki gejala dari He¬noch-Schonlein purpura dan pemberian kembali akan
memperberat penyakit tersebut. Ackroyd (1953) melaporkan 23 pasien dengan purpura alergik yang
disebabkan oleh telur, susu, coklat, gan¬dum, buncis dan ikan. Vaskulitis alergik oleh makanan sangat
jarang dijumpai. Mekanisme imunologik yang mendasarinya ialah kompleks imun pada reaksi seperti
Ienomena Arthus, reaksi berperantara IgE mungkin menyebabkan peningkatan permeabilitis vaskuler dan
meningkatkan deposit kompleks imun.

FAKTOR N&TRISI YANG BERPERAN PADA RESPONS IM&N/INFLAMASI
1. Vitamin dan Mineral
Asam ascorbat (vitamin-C) mempunyai eIek meningkatkan imunitas (immunoenhancing). Pada pasien RA
ditemukan kadar vitamin-C yang rendah dalam darah dan cairan sendi, tetapi belum ada bukti klinis eIek
terapeutik dari Vitamin-C pada RA10.
Gelang tembaga telah digunakan sejak zaman Yunani kuno sebagai penghilang rasa pegal dan nyeri. Garam
tembaga digu¬nakan sebagai obat pada belakangan ini seiring dengan berkem¬bangnya terapi garam emas
pada RA. Suatu uji klinik terbuka pada penderita RA yang menggunakan garam tembaga menunjukkan
hasil yang cukup baik tetapi eIek sampingnya sangat besar. Tembaga pada gelang diserap melalui kulit,
penderita artritis yang menggunakan gelang ini secara subjektiI merasakan per¬baikan dibandingkan
dengan mengunakan gelang alumunium sebagai placebo) dengan bentuk yang sama. Walupun secara
teoritis hal in menarik tetapi garam tembaga belum mempunyai tempat dalam pengobatan penyakit
reumatik10. Seng (Zinc) diberikan per-oral pada penderita RA dengan alasan :
1. Pada penelitian ditemukan kadar seng serum yang rendah pada penderita RA
2. D-penisilamin meningkatkan ab¬sorpsi seng dalam usus
3. Seng meningkatkan penyembuhan luka dan ulkus
4. Secara in-vitro maka seng mempunyai eIek anti inIlamasi
5. Seng dibutuhkan untuk memelihara sejumlah respons imun seluler
6. Mencit atau sapi dengan deIisiensi seng mengalami gangguan pada respons imun seluler
7. Sejumlah anak yang mengalami deIisiensi imun ternyata juga mengalami deIisiensi seng dan repons
imun membaik dengan pemberian seng
8. Perbaikan dalam respons imun seluler ditemukan pada usia lanjut yang diberikan seng sulIat. Tetapi
berbagai penelitian yang menggunakan seng dalam pengobatan RA hanya mendapatkan hasil perbaikan
yang minimal10.

L-histidin yang banyak ditemukan di toko makanan keseha¬tan telah dicoba untuk mengobati penderita
RA, yang hasilnya ternyata sangat minimal. Alasan penggunaan histidin ini karena kadar histidin serum
yang rendah pada pasien RA, sedangkan asam amino lainnya normal. Histidine-sistin-tembaga secara in-
vitro menginduksi agregrasi dari IgG manusia. Suatu penelitian uji klinik randomized, plasebo-kontrol
mendapatkan sedikit perbaikan pada penderita RA yang berusia lebih dari 45 tahun yang penyakitnya
kronik dan aktiI10.

2. Respons InIlamasi dan Penyakit Reumatik
Eicosanoid yang merupakan asal dari asam arakhidonat yang kemudian membentuk prostaglandin dan
leukotrien merupa¬kan mediator inIlamasi yang penting. Mengubah diet secara kuantitatiI dan kualitatiI
dengan menggunakan asam lemak tidak jenuh (polyunsaturated Iatty acids) dapat mempengaruhi sintesis
endogen dari eicosanoid. Hal ini yang mendorong munculnya hipotesis yang menyatakan bahwa modulasi
dengan diet yang mengandung asam lemak tidak jenuh dapat mempenga¬ruhi respons pejamu penderita
penyakit reumatik. Ikan air dingin mengandung asam lemak tidak jenuh omega-3 seperti asam
eicosapentaenoik dihidrat (EPA, 20:5) dan asam dacosahexaenoik (DHA, 22:6). Asam lemak ini di dalam
sel dapat menekan produksi leukotrien, prostaglandin dan platelet activating Iactor yang disintesis dari
asam arakhidonat. Lebih lanjut lagi EPA dan DHA dimetabolisir menjadi analog eicosanoid yang
mempunyai ekstra ikatan ganda, yang mempunyai aktiIitas biologik lebih rendah dari yang diproduksi
asam arakhidonat11.
Penelitian terbaru menunjukkan pula bahwa asam lemak tidak jenuh nabati (dari tumbuhan) mempunyai
eIek yang sama dalam mempengaruhi metabolisme asam arakhidonat. Asam lemak tidak jenuh tersebut
ialah omega-6, 18:2 dari asam linoleat dan omega-3, 18:3 dari asam linolenat. Asam lemak tersebut di-
temukan dalam biji tumbuhan seperti evening primrose oil12.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa restriksi semua lemak dan hanya menggunakan lemak yang
berasal dari binatang air yang kaya akan EPA (Fish Oil) akan menghasilkan hal sebagai berikut13:
1. Menekan maniIestasi lupus eritematosus dan memperpanjang kehidupan lupus mouse strain
2. Memperbaiki Iungsi ginjal tetapi meningkatkan vaskulitis pada strain mencit lainnya
3. Mengurangi Irekuensi amiloidosis sekunder pada murine
4. Mengurangi Irekuensi, beratnya penyakit dan menghambat onset dari collagen-induced arthritis pada
mencit .
5. Meningkatkan Irekuensi dari artritis terinduksi kolagen pada tikus.
6. Asam lemak tidak jenuh nabati (diet kaya akan asam linolenat) pada hewan percobaan juga mempunyai
eIek antiin¬Ilamasi .

Pada manusia diet kaya akan EPA dan DHA selama beberapa minggu atau bulan akan mengurangi respons
seluler dan mengham¬bat produksi metabolit asam lemak dalam sel.
Apakah Fish Oil atau asam lemak nabati dapat digunakan dalam terapi penyakit reumatik belumlah jelas.
Hal ini dise¬babkan belum jelasnya komponen mana dari Iish oil yang paling eIektiI, berapa dosis yang
harus diberikan, kualitas asam lemak yang bagaimana, berapa lama jangka waktu terapi, pada penyakit
reumatik yang mana, dan eIek apalagi yang dapat ditimbulkan selain eIek antireumatik.
Beberapa uji klinik terkontrol penggunaan Iish oil pada artritis reumatoid menghasilkan hal sebagai
berikut2
1. 1,8 gram EPA dan 0,9 gram DHA perhari dapat mengurangi kaku sendi dan jumlah sendi yang nyeri
pada 17 penderita RA
2. 2,8 gram EPA dan 1,8 gram DHA perhari dapat mengurangi keletihan dan jumlah sendi yang nyeri pada
33 penderita RA
3. Perbaikan yang nyata pada 21 dari 45 pengukuran pada 49 pasien RA yang diberikan EPA (2,7 sampai
5,4 gram perhari), didapatkan pula adanya keterkaitan dosis
4. 3,2 gram EPA dan 2,0 gram DHA perhari dapat mengurangi jumlah sendi yang nyeri dan memperbaiki
kuat genggam tangan pada 44 pasien RA.
5. EPA ternyata tidak memberikan perbaikan pada pasien SLE.

KESIMP&LAN
Artritis reumatoid dan penyakit reumatik sistemik lainnya masih merupakan penyakit yang tidak diketahui
penyebab, sehingga sering pengobatan tidak adekuat, hal ini yang sering menyebabkan penderita mencari
terapi alternatiI. Bukti yang ada menujukkan bahwa reaksi alergi makanan terjadi pada sejumlah kecil
pasien penyakit reumatik, untuk hal ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut 4 °. Diet yang
mengandung beberapa nutrien tertentu mungkin dapat mengurangi inIlamasi tetapi masih diperlukan
penelitian lagi untuk menentukan pasien jenis apa, berapa dosis dan berapa lama karena penelitian yang ada
belum memuaskan. Terapi nutrisi pada penyakit reumatik masih bersiIat eksperimental. Sambil menunggu
tersedianya data yang benar penderita dianjurkan untuk makan diet yang sehat dan seim¬bang. Berhati-
hatilah apa bila ada klaim tentang makanan ajaib (miracle) dan cegahlah mengikuti mode diet yang aneh14.
DAFTAR P&STAKA
1. Panush, RS. PreIace. Rheum.Dis.Clin.North Am., 17: xiixiv, 1991
2. Panush, RS: Arthritis, Food Allergy, Diets and Nutrition. In: McCarthy DJ and Koopman WJ ed.
Arthritis and Allied Condi¬tion. Lea & Febiger. Philladelphia. London. 1993. pp.1139-1144
3. Cunningham-Bundles C. Dietary Antigen and Immunologic Disease in Humans. Rheum.Dis.Clin. North
Am., 17:287-308,1991
4. Skoldstam L, Magnusson KE. Fasting, Intestinal Permeability and Rheumatoid Arthritis, Rheum.Dis.
Clin. North Am.,17:373-372, 1991
5. Palmbald J, HaIstrom I, Ringertz B. Antirheumatic EIIects oI Fasting. Rheum.Dis.Clin.North Am.,
17:351-362, 1991
6. Pinals RS. Periodic Syndromes. In : Schumacher HR, Klippel JH, Koopman WJ. Primer on the
Rheumatic Diseases. Tenth edition. Atrhritis Ioundation. Atlanta. 1993.pp.209-209
7. Darlington LG. Dietary therapy Ior Arthritis. Rheum.Dis. Clin. North Am., 17:273-285,1991
8. Montanaro A, Bardana EJ Jr. Dietary Amino Acid-Induced Systemic Lupus Erythematosus. Rheum. Dis.
Clin. North Am., 17:323-332,1991
9. Panush RS, Carter RI, Katz P, et al. Diet therapy Ior rheuma¬toid arthritis.Arthritis Rheuma, 26:462-
471,1983
10. Panush, RS : Arthritis, Food Allergy, Diets and Nutrition. In: McCarthy DJ ed. Arthritis and Allied
Condition. Lea & Febiger. Philladelphia. London. 1988. pp.1010-1015
11. Sperling RI: Dietary Omega-3 Fatty Acids: EIIects on Lipid Mediators oI InIlammation and
Rheumatoid Arthritis. Rheum.Dis.Clin.North Am.,17:373-389, 1991
12. Callegari PE, Zurier RB. Botanical Lipids : Role in Modula¬tion oI Immunologic Responses and
InIlammatory Reactions. Rheum.Dis. Clin. North Am.,17:415-426,1991
13. Kremer JM. Clinical Studies oI Omega-3 Fatty Acid Supple¬mentation in Patients who have
Rheumatoid Arthritis. Rheum.Dis. Clin. North Am.,17:391-402,1991
14. Panush, RS: American College oI Rheumatology position statement on diet and arthritis.
Rheum.Dis.Cli. North Am., 17:443-444,1991















ABSTRAK
Artritis reumatoid dan penyakit reumatik sistemik lain¬nya masih merupakan penyakit yang tidak diketahui
penyebab-nya, sehingga sering pengobatan tidak adekuat, hal ini yang sering menyebabkan penderita
mencari terapi alternatiI antara lain dengan menggunakan makanan tertentu. Kemungkinan hubungan
antara nutrisi dan penyakit reuma¬tik diduga melalui dua cara .
Pertama, antigen makanan mungkin mencetuskan respons hipersensitiIitas sehingga mengakibatkan
timbulnya berbagai gejala penyakit reumatik (alergi makanan). Kedua, nutrien mungkin mempengaruhi
respons imun atau respons inIlamasi atau kedua-duanya, sehingga dapat mengubah gejala penyakit
reumatik.
Penyakit reumatik yang sering dihubungkan dengan alergi makanan antara lain reumatisme palindromik,
lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid dan vaskulitis. Hubungan alergi makanan dengan keadaan
tersebut diduga atas dasar 1.traktus GI pada penderita artritis reumatoid lebih mudah ditembus oleh antigen
makanan,dan 2.pada pasien artritis reumatoid yang berpuasa keluhan nyeri dan kaku sendi berkurang,
kebutuhan obat berkurang, demikian pula ukuran bengkak sendi dan index Ritchie berkurang. Nutrien yang
berperan pada respons imun/inIlamasi antara lain vitamin C, tembaga, seng, l-histidin, asam lemak tidak
jenuh omega-3 seperti asam eicosapentaenoik dihidrat (EPA,20:5) dan asam dacosahexaenoik (DHA,22:6)
yang berasal dari ikan air dingin dan omega-6,18:2 dari asam linoleat dan omega-3,18:3 dari asam linolenat
yang berasal dari biji tumbuhan seperti evening primrose oil. Diet yang mengandung beberapa nutrien
tertentu mungkin dapat mengurangi inIlamasi tetapi masih diperlukan penelitian lagi untuk menentukan
pasien jenis apa, berapa dosis dan berapa lama penggunaannya, karena penelitian yang ada belum
memuaskan.
Sambil menunggu tersedianya data yang benar, penderita dianjurkan untuk makan diet yang sehat dan
seimbang. Berhati-hatilah apa bila ada klaim tentang makanan ajaib (miracle) dan cegahlah mengikuti
mode diet yang aneh.

KATA K&NCI: Artritis, Makanan, Alergi, Diet, Nutrisi

ABSTRACT
The etiology oI rheumatoid arthritis and most other Iorm oI inIlammatory joint disease remains unknown.
The treatment oI this diseases oIten are not adequate and the patients look Ior another alternative therapy
include diet and Iood.
A relationship between nutrition and rheumatic disease could occur through two possible mechanism. First,
Iood antigen might provoke hypersensitivity responses leading to such symptoms. Second, nutritional
Iactors might alter immune or inIlammatory response or both, thus modiIying rheumatic symptomps.
Rheumatic diseases which might have relationship with Iood allergy were palindromic rheumatism,
rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus and vasculitis. The possible mechanism are: 1.The
gastrointestinal tract in patients who have rheumatoid arthritis may be more penetrable to Iood antigen than
in normal person, and, 2.Rheumatoid Arthritis patients who were Iasting showed lessened pain and
stiIIness, lower medication requirement, a lower Ritchie index and smaller Iinger size. Nutritional Iactors
which might alter immune or inIlamma¬tory response are vitamin C, copper, Zinc, l-histidine,
Polyunsa¬trated Iatty acids omega-3 such as eicosapentaenoic dihydrateacid (EPA, 20:5) and
dacosahexaenoic acid (DHA,22:6) Irom cold-water-Iish, omega-6, 18:2 linoleic acid and omega-3,18:3
linolenicacid Irom botanical lipids such as evening primrose. Diet oI certain nutrional contents may alter
inIlammation. Studies are still needed to better deIine which patients, iI any, beneIit, and by how much.
&ntil more data are available, patients should continue to Iollow balanced and healthy diets, be skeptical oI
miraculous claims, and avoid elimination diets and Iad nutrional prac¬tices.


Diet !enderita !enyakit Asam Urat
!enyakit Asam Urat atau Atritis Gout sangat erat kaitanya dengan !ola Makan. Salah satu Cara
!enyembuhan !enyakit Asam Urat (Gout Arthritis) tentu dengan mengontrol asupan Makanan Tinggi
!urin. Apa dan
bagaimana cara atau tata laksana Diet Rendah !urin?
Makanan diperlukan Tubuh untuk Berakti;itas, Tumbuh, Berkembang
serta Memelihara Kesehatan Tubuh. Namun tidak semua makanan diperlukan tubuh. Seperti !urin yang
ada di dalam bahan pangan. Bagi penderita Asam Urat, !urin harus dihindari atau dibatasi asupannya. ika
tidak, tubuh akan kelebihan Asam Urat. Akibatnya timbul Gejala Rasa
Nyeri pada Sendi yang disebabkan terbentuknya Kristal !utih dari Asam Urat di !ersendian.
!enyakit Asam Urat
!rof DR Dr Harry Isbagio Sp!d-KR Kger, Guru Besar Reumatologi FKUI-RSCM menjelaskan bahwa
!enyakit Asam Urat termasuk dalam golongan !enyakit Rematik (Artritis Gout). !enyakit ini disebabkan
oleh !enumpukan Asam Urat (Monosodium Urat) yang masuk ke dalam Rongga Sendi. Asam Urat
terbentuk jika tubuh mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung !urin.
Diet !enderita !enyakit Asam Urat

ika pola makan tidak dirubah, Kadar Asam Urat dalam darah yang berlebihan akan menimbulkan
menumpuknya Kristal Asam Urat. Apabila kristal terbentuk dalam Cairan Sendi, maka akan terjadi
!enyakit Gout (Asam Urat). Lebih parah lagi jika penimbunan ini terjadi dalam Ginjal, tidak menutup
kemungkinan akan menumpuk dan menjadi Batu
Asam Urat (Batu Ginjal).
Batasi Asupan !urin

Agar terhindar dari !enyakit Gout, salah satu caranya adalah menjaga
Kadar Asam Urat dalam darah di posisi normal, yaitu 5-7 mgº. Batasan tertinggi untuk pria adalah 6,5
mgº sedangkan untuk wanita 5,5 mgº.
Di atas batas ini, biasanya akan terjadi !engkristalan. Diet Normal biasanya mengandung 600-1.000 mg
!urin per hari. Namun bagi !enderita Gout, asupan !urin harus dibatasi sekitar 100-150 mg purin per hari.
Kita susah menghilangkan sama sekali asupan purin ke dalam tubuh karena hampir semua bahan pangan
terutama Sumber !rotein mengandung !urin. Namun kita bisa mengontrol asupan !urin dengan cara
memilih bahan pangan
yang rendah kandungan purinnya.
Batasi dan Hindari Makanan Tinggi !urin

Bagi !enderita Asam Urat, !ola Diet yang harus diikuti adalah memberikan Kalori sesuai kebutuhan Tubuh.
Sedangkan Karbohidrat sebaiknya dari Kabohidrat komplek seperti Nasi, Singkong, Ubi dan Roti. Hindari
Karbohidrat sederhana seperti Gula, Sirup atau !ermen. Fruktosa dalam Karbohidrat sederhana dapat
meningkatkan Kadar Asam Urat Serum. !enderita Asam Urat harus menjalani Diet Rendah !rotein karena
!rotein dapat meningkatkan Asam Urat, terutama !rotein Hewani. !rotein
diberikan 50-70 g per hari. Sedangkan sumber !rotein yang dianjurkan adalah Sumber !rotein Nabati dan
!rotein yang berasal dari Susu, Keju dan Telur. Lebih lanjut, Dr. Luciana juga menyarankan untuk
Membatasi Konsumsi Lemak. Lemak dapat menghambat ekskresi Asam Urat melalui Urin. Batasi makanan
yang digoreng, penggunaan margarin, mentega dan santan. Ambang batas lemak yang boleh dikonsumsi
adalah 15 º dari
total kalori/hari.
Dr. Luciana juga menyarankan untuk banyak minum air putih, minimal
2.5 liter/hari. Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu mengeluarkan Asam Urat melalui urin.
Sedangkan alkohol, tape dan brem harus dijauhi. Bahan pangan mengandung alkohol ini dapat
meningkatkan Asam Laktat !lasma, Asam yang dapat menghambat pengeluaran Asam Urat dari dalam
tubuh melalui urin.Makanan untuk diet Asam Urat menjadi tiga jenis, yaitu bahan makanan yang Tinggi
!urin, Kandungan !urin Sedang dan Rendah.
Tinggi !urin (150-1000 mg/ 100 g bahan pangan) :
Ikan Teri, Otak, erohan, Daging Angsa, Burung Dara, Telur Ikan, Kaldu,
Sarden, Alkohol, Ragi dan Makanan yang diawetkan.
Sedang Purin ( 50-100 mg/100 g bahan pangan) :
Bahan !angan ini sebaiknya dibatasi 50 g/hari seperti : Ikan Tongkol, Tenggiri, Bawal, Bandeng, Daging
Sapi, Daging Ayam, Kerang, Asparagus, Kacang-kacangan, amur, Bayam, Kembang Kol, Buncis, Kapri,
Tahu, Tempe.
Rendah !urin (0-100 mg/100 g bahan pangan) :

Nasi, Roti, Makaroni, Mie, Crackers, Susu, Keju, Telur, Sayuran dan Buah-buahan kecuali Durian dan
Alpukat.
Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter &mum
Serba salah. Begitu perasaan seorang ibu pengidap asam urat. Makan sembarangan, jempol kaki dan tumit jadi nyeri
seperti tertusuk. Pantang macam-macam makanan, takut kekurangan gizi. Apa pula beda penyakit asam urat dan
rematik?
Kasus:
'Dokter, saya sudah beberapa tahun dinyatakan asam urat tinggi (lebih dari 9). Kadang-kadang ada rasa nyeri
tertusuk dijempol kaki dan atas tumit sehabis makan hati dan ampela ayam. Bukan itu saja yang menimbulkan
penyakit asam urat saya kumat. Habis makan sayur dan kacang, jadi kumat juga. Saya sekarang jadi takut makan
apa-apa, dan mulai `mutih` saja. Lama-kelamaan, karena pantang macam-macam makanan, saya takut malah
kekurangan gizi. 1) Dokter, apa saja yang harus saya pantang supaya asam urat tidak kumat dan saya tak sampai
kekurangan gizi? 2.) Apa bedanya penyakit asam urat dengan penyakit rematik? Terima kasih.¨
(Ny.HIs., Bekasi)
Jawaban:
Saya prihatin dengan yang Anda alami selama ini. Seharusnya tidak perlu sampai 'mutih¨ begitu. Karena tentu jauh
lebih banyak bahan makanan, termasuk sayur-mayur dan bebuahan, yang boleh dikonsumsi pengidap asam urat
tinggi dibanding yang perlu dipantang.
Normal, dalam tubuh ada asam urat juga, tetapi kadarnya terbatas saja. Baru apabila asam urat melebihi normal
(lebih dari 7), orang dikategorikan mengidap asam urat tinggi. Artinya, metabolisme purin dalam tubuhnya
terganggu.
Metabolisme purin terganggu bisa karena asupan bahan makanan dengan purin tinggi yang sangat berlebihan, atau
bisa juga karena pengeluaran asam urat terhambat. Pada orang jenis yang begini, kendati asupan purin tidak
berlebih, asam urat darah tetap saja tinggi.
Bisa juga sebab keduanya. Asupan purin berlebihan, dan pengeluaran asam uratnya terhambat.
Apa pun penyebabnya, asam urat dalam darah yang dibiarkan tinggi, bisa buruk akibatnya. Selain menimbulkan
keluhan nyeri pada sendi dan otot, asam urat berlebihan juga membentuk kristal urat batu kemih. Adakalanya, meski
asam urat darah tinggi, belum tentu muncul keluhan. Oleh karena itu, asam urat yang tidak begitu tinggi pun harus
diturunkan.
Obatnya Berbeda
Keluhan asam urat menyerupai rematik atau encok. Nama penyakitnya pirai atau gout. Bedanya dengan encok
lainnya, pada encok urat biasanya mengenai bagian sendi yang dekat dengan permukaan kulit, sering-sering di sendi
jempol kaki. Bagian sendi ini mudah terpapar hawa dingin atau gesekan mekanik. Sepatu kelewat sempit, besoknya
jempol bengkak, biasanya encok urat penyebabnya.
Encok lainnya menyerang sendi mana saja. Ada yang simetris kiri dan kanan, ada yang hanya mengenai sendi-sendi
besar saja, atau ada juga yang hanya pada sendi-sendi kecil saja.
Beda nyerinya, pada encok urat, nyerinya seperti ditusuk jarum, sampai tidak berani jalan. Encok umumnya seperti
nyeri tekan biasa. Sama-sama bengkak, merah meradang, dan bisa disertai demam.
Pada rematik tidak ditemukan asam urat tinggi. Pemeriksaan darah kasus rematik mungkin hanya zat 'Iaktor
rematik¨ saja yang tinggi dalam darah, selain ada unsur darah lainnya, tergantung jenis rematiknya.
Obat untuk encok urat berbeda dengan encok rematik umumnya. Pada encok urat, selain memberi obat pereda nyeri,
kadar asam urat dalam darah juga harus diobati agar turun sampai di bawah normal.
Selain itu secara berkala kadar asam urat perlu diperiksa ulang. Mengapa? Sebab pada mereka yang berbakat asam
urat, serangan penyakit pirai akan secara periodik berulang.
Obat antiurat hanya menurunkan kadar asam urat yang telanjur berlebihan. Namun, tidak untuk seterusnya kadar
asam urat akan terus stabil normal bila tidak pantang makanan.
Sekali sudah kena asam urat, seterusnya wajib pantang semua jenis menu dengan kandungan purin tinggi. Apa
sajakah itu?
Jenis makanan yang mutlak harus dipantang pengidap asam urat: &dang, ginjal, hati, jantung, ikan sardin, ikan
hering, kaldu daging, dan daging angsa.
Konsumsi dibatasi: Jenis ikan-ikan lain, daging sapi, daging unggas, jamur, asparagus, bayam, kembang kol, buncis,
kacang-kacangan.
Bebas dikonsumsi: susu, telur, tempe, oncom, buah dan sayur-mayur lain
Yang menghambat pengeluaran asam urat: alkohol, menu berlemak, benda keton (kencing manis), kelaparan (diet
ketat).
Yang perlu diperbanyak: menu karbohidat, air minum.
Jangan Dipijat
Kapan obat antiurat boleh distop? Setelah kadar asam urat dalam darah mencapai nilai di bawah normal. Mungkin
seminggu, mungkin sebulan, mungkin juga perlu waktu lebih lama. Tergantung seberapa tinggi asam urat dalam
darah, dan seberapa ketat pantang jenis makanan dengan purin tinggi dilakukan.
Pada waktu penyakit asam urat atau piral atau gout menyerang, sebaiknya tidak memijatnya. Pijatan pada sendi yang
ada kristal urat bukannya meredakan keluhan nyeri, malah nyeri akan semakin menjadi-jadi. Mengapa? Karena
kristal urat yang tersangkut di sendi menyerupai jarum-jarum halus. Bila sendi yang ada kristal uratnya dipijat,
berarti secara mekanis jarum-jarum kristal urat tersebut akan lebih keras menusuk-nusuk permukaan sendi.
Yang berbakat asam urat tinggi juga perlu memperhatikan pola berkemih. Selain banyak minum, tidak menahan
kencing, amati pula kemungkinan terbentuknya batu urat di saluran kemih. Oleh karena itu, berkemih harus
senantiasa lancar.
Serangan batu urat diawali dengan nyeri atau tidak enak di pinggang. Mungkin disertai demam dan kencing terasa
nyeri, selain serangan kolik di perut dan kencing berdarah.
Sama seperti batu kemih lainnya, tergantung lokasi batunya, ada yang bisa keluar spontan dengan sendirinya, ada
yang tersangkut di dalam ginjal, dan hanya pembedahan (atau tembak¨ dengan gelombang ke &SWL) yang dapat
menyelesaikannya. ***
sumber:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->