P. 1
Pelanggaran Kode Etik Guru

Pelanggaran Kode Etik Guru

|Views: 54|Likes:
Published by Yevi Sylvia T

More info:

Published by: Yevi Sylvia T on Dec 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

PELANGGARAN KODE ETIK GURU

Disusun untuk memenuhi Tugas Akhir
Mata Kuliah : FilsaIat Pendidikan
Dosen Pengampu : Susilaningsih

Disusun oleh :

Nama : Yevi Sylvia Tantika
NIM : 1401409100
Rombel :


Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan YME sehingga saya dapat menyusun makalah
yang berjudul ~ Pelanggaran Kode Etik Guru ~ guna memenuhi Tugas Akhir Mata kuliah
FilsaIat Ilmu Pendidikan, disamping itu saya juga berterimakasih kepada
1. Ibu Susilaningsih selaku dosen pembimbing yang telah memberikan saran dan
masukan sehingga makalh ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
2. Teman-teman yang telah memberikan motivasi sehingga makalh ini dapat
terselesaikan.
Saya sadari makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan untuk itu
apabila ada kekeliruan saya mengucapkan minta maaI yang sebesar-besarnya. Semoga
makalah ini dapat berguna.




Penyusun


Yevi Sylvia T




A I
PENDAHULUAN

a. Latar elakang
uru merupakan sebuah proIesi terhormat dan mulia yang mengabdikan diri dan berbakti
untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia
Indonesia.Sebagai sebuah perkerjaan proIesional, maka guru dituntut untuk dapat bersikap
dan berperilaku sejalan dengan Kode Etik ProIesi dan kode etik.ProIesi adalah suatu hal yang
harus dibarengi dengan keahlian dan etika. Meskipun sudah ada aturan yang mengatur
tentang kode etik proIesi, namun seperti kita lihat saat ini masih sangat banyak terjadi
pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalah gunaan proIesi yang kerap kita lihat adalah
dengan adanya kekerasan yang dilakukan oleh guru kepada murid, sedangkan yang paling
memalukan dunia pendidikan adalah adanya guru yang bertindak asusila kepada muridnya
sendiri. Untuk itu penulis akan membahas pengertian dari kode etik proIesi dan sanksi atas
pelanggaran kode etik proIesi.
b. Rumusan Masalah
Makalah ini merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1. Apa pengertian etika, proIesi, dan kode etik proIesi?
2. Bagaimana penerapan kode etik proIesi dalam suatu bidang pekerjaan?
3. Apa Iungsi dan tujuan dari kode etik proIesi?
4. Bagaimana pelanggaran kode etik, penyebab pelanggaran, dan sanksinya?
.. Tujuan
Dengan makalah ini kita dapat mngetahui tentang :
1. Pengertian etika, proIesi, dan kode etik proIesi.
2. Penerapan kode etik proIesi dalam suatu bidang pekerjaan.
3. Fungsi dan tujuan dari kode etik proIesi.
4. Pelanggaran kode etik, penyebab pelanggaran, dan sanksinya.
A II
PEMAHASAN

A. Pengertian Etika, Profesi, dan Kode Etik Profesi
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau
adat. Etika merupakan ilmu atau konsep yang dimiliki oleh individu atau masyarakat untuk
menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar dan buruk
atau baik. Etika adalah reIleksi dari kontrol diri karena segala sesuatunya dibuat dan
diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (proIesi) itu sendiri.
Istilah profesi dapat diartikan sebagai suatu hal yang berkaitan dengan bidang pekerjaan
yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian yang dilakukan secara bertanggung
jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan.
Kode etik adalah suatu bentuk aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat
berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan dapat
diIungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-
rasional umum (.ommon sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Salah satu contoh tertua
adalah 'Sumpah Hipokrates¨ yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk proIesi dokter.
Hipokrates adalah doktren Yunani kuno yang digelari ¨Bapak Ilmu Kedokteran¨.
Dalam kaitannya dengan proIesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan
yang menjadi standart kegiatan anggota suatu proIesi. Suatu kode etik menggambarkan
nilai-nilai proIessional suatu proIesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku
anggotanya. Nilai proIessional paling utama adalah keinginan untuk memberikan
pengabdian kepada masyarakat.
Nilai proIessional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.(Chung, 1981
)mengemukakan empat asas etis, yaitu :
(1). Menghargai harkat dan martabat
(2). Peduli dan bertanggung jawab
(3). Integritas dalam hubungan
(4). Tanggung jawab terhadap masyarakat.
Kode etik dijadikan standart aktvitas anggota proIesi, kode etik tersebut sekaligus
sebagai pedoman (:/elnes). Masyarakat pun menjadikan sebagai perdoman dengan
tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota proIesi. Bias interaksi
merupakan monopoli proIesi., yaitu memanIaatkan kekuasan dan hak-hak istimewa yang
melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. Oteng/ Sutisna
(1986: 364) mendeIisikan bahwa kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis
anggota proIesi.
Konvensi nasional IPBI ke-1 mendeIinisikan kode etik sebagai pola ketentuan,
aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktiIitas maupun tugas suatu
proIesi. Bahsannya setiap orang harus menjalankan serta mejiwai akan Pola, Ketentuan,
aturan karena pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan
berhadapan dengan sanksi.
Contoh penerapan kode etik pada bidang proIesi guru :
'uru memiliki kewajiban untuk membimbing anak didik seutuhnya dengan tujuan
membentuk manusia pembangunan yang Pancasila¨. Inilah bunyi kode etik guru yang
pertama dengan istilah 'berbakti membimbing¨ yang artinya mengabdi tanpa pamrih dan
tidak pandang bulu dengan membantu (tanpa paksaan, manusiawi). Istilah seutuhnya lahir
batin, secara Iisik dan psikis. Jadi guru harus berupaya dalam membentuk manusia
pembangunan Pancasila harus seutuhnya tanpa pamrih.
. Fungsi dan Tujuan Kode Etik
Pada dasarnya, kode etik memiliki Iungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan
pengembangan bagi proIesi. Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode
etik, yaitu melindungi suatu proIesi dari campur tangan pemerintah, mencegah terjadinya
pertentangan internal dalam suatu proIesi, serta melindungi para praktisi dari kesalahan
praktik suatu proIesi.
Tujuan kode etik proIesi di antaranya adalah untuk menjunjung tinggi martabat proIesi,
menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota, meningkatkan pengabdian para anggota
proIesi, meningkatkan mutu proIesi, meningkatkan mutu organisasi proIesi, meningkatkan
layanan di atas keuntungan pribadi, mempunyai organisasi proIesional yang kuat dan terjalin
erat, serta menentukan standar bakunya sendiri.
. Pelanggaran Kode Etik
!elanaran ko/e etk a/alah terfa/nya penympanan yan /lak:kan oleh anota
kelompok profes /ar ko/e etk profes / mata masyarakat.
Beberapa penyebab pelanggaran kode etik proIesi adalah :
1. Idealisme dalam kode etik proIesi tidak sejalan dengan Iakta yang terjadi di sekitar
para proIesional sehingga harapan terkadang sangat jauh dari kenyataan.
2. Memungkinkan para proIesional untuk berpaling kepada kenyataan dan mengabaikan
idealisme kode etik proIesi. Kode etik proIesi bisa menjadi pajangan tulisan berbingkai.
3. Kode etik proIesi merupakan himpunan norma moral yang tidak dilengkapi dengan
sanksi keras karena keberlakuannya semata-mata berdasarkan kesadaran proIesional.
4. Memberi peluang kepada proIesional untuk berbuat menyimpang dari kode etik
proIesinya.
Sanksi pelanggaran kode etik yaitu sanksi moral dan sanksi dikeluarkan dari organisasi.
Kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau
komisi khusus. Seringkali, kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan proIesional, seperti
kewajiban melapor jika teman sejawat melanggar kode etik. Namun, dalam praktek sehari-
hari kontrol ini tidak berjalan mulus karena rasa solidaritas dalam anggota-anggota proIesi.
Seorang proIesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan
pelanggaran.
SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK
a. Sanksi moral
Sanksi moral dapat berbentuk hukuman dari masyarakat serta cemoohan dari
lingkungan, dan tidak adanya kepercayaan oleh masyarakat.


b. Sanksi dikeluarkan dari organisasi
Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan
kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. Karena tujuannya adalah
mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis, seringkali kode etik juga berisikan
ketentuan-ketentuan proIesional, seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat
melanggar kode etik.
Ketentuan itu merupakan akibat logis dari selI regulation yang terwujud dalam
kode etik; seperti kode itu berasal dari niat proIesi mengatur dirinya sendiri, demikian
juga diharapkan kesediaan proIesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Namun
demikian, dalam praktek sehari-hari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa
solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota proIesi, seorang proIesional mudah
merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. Tetapi dengan
perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik proIesi dan
dengan demikian maka kode etik proIesi itu tidak tercapai, karena tujuan yang sebenarnya
adalah menempatkan etika proIesi di atas pertimbanganpertimbangan lain. Lebih lanjut
masing-masing pelaksana proIesi harus memahami betul tujuan kode etik proIesi baru
kemudian dapat melaksanakannya.
Kode Etik ProIesi merupakan bagian dari etika proIesi. Kode etik proIesi
merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan
dirumuskan dalam etika proIesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan
merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma
tersebut sudah tersirat dalam etika proIesi. Dengan demikian kode etik proIesi adalah
sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa
yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang
dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang proIessional




A III
PENUTUP

a. Simpulan
Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan, sebab dihasilkan berkat
penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu, yaitu proIesi. Tetapi setelah kode
etik ada, pemikiran etis tidak berhenti. Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis, tapi
sebaliknya selalu didampingi reIleksi etis.
Supaya kode etik dapat berIungsi dengan semestinya, salah satu syarat mutlak adalah
bahwa kode etik itu dibuat oleh proIesi sendiri. Kode etik tidak akan eIektiI kalau di drop
begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain; karena tidak
akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan proIesi itu sendiri.
Instansi dari luar bisa menganjurkan membuat kode etik dan barang kali dapat juga
membantu dalam merumuskan, tetapi pembuatan kode etik itu sendiri harus dilakukan
oleh proIesi yang bersangkutan. Supaya dapat berIungsi dengan baik, kode etik itu sendiri
harus menjadi hasil SELF REULATION (pengaturan diri) dari proIesi.
Dengan membuat kode etik, proIesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya
untuk mewujudkan nilai nilai moral yang dianggapnya hakiki. Hal ini tidak akan pernah
bisa dipaksakan dari luar. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan cita-cita yang
diterima oleh proIesi itu sendiri yang bisa mendarah daging dengannya dan menjadi
tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan
konsekuen. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik
adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus.



b. Saran
Kode etik proIesi berIungsi sebagai pelindung dan pengembangan proIesi. Dengan telah
adanya kode etik proIesi, masih banyak kita temui pelanggaran-pelanggaran ataupun
penyalahgunaan proIesi. Apalagi jika kode etik proIesi tidak ada, maka akan semakin banyak
terjadi pelanggaran. Akan semakin banyak terjadi penyalah gunaan proIesi. Sebagai orang
yang berproIesi harus mematuhi kode etik yang telah disepakati sebelumnya, agar
penyalahgunaan kode etik tidak terjadi atau dapat dihindarkan. Pelanggaran yang dilakukan
juga karena belum mengetahuinya serta belum pahamnya isi dari kode etik itu sendiri, agar
hal itu dapat dihindarkan maka haruslah benar-benar dipahami dan dihayati dengan benar.














: /4803 502-2-3 ..73. 202-07.3  $./. %:. 8.3 :39: 9: .:. 8.5.3 90./.3.1 . ...338 80..7 -08. 3 /..3 2.5.92:!03//.3803.8:./.                       0.$.7 2.   -: $:8. 2.3/.805.9:3..  $024..3-07:/: !0.. 0:7..34/09:7: :3.3/.:. 2.. ..3 05.3 80-08. /.    %02.3 ./. 203:.3 8.5..: /.3905.3.3 /8.. 007:.5.3  803.-.3 249.5.7 8025:73.3 /..87.3.7. 202-07.%          !03:8:3 ..20203:%:.1.3 90....3 902.99078008.-079072.2539:8.7.3 8.8 803.3 2..9 203:8:3 2.2..9 9078008.3 239. /. %!%#  !: 8::7 8.9.9-07:3. 2. 8.8 -.5../.. :.95. 3 .5.

3-0-07./.3 03.8 8.9 -.3.38.74/009574108   .34/009574108    !0307. 05.3 57410843..34/009574108/. :7: /9:39:9 :39: /./.3./.9 8.9 .7. /.8 50.38.50307.5. 2:7/3.3 .  .28:.74/009574108    !0.7. :7: .2:3 805079 9.309.34/009 5030-.39.:80.8 2.3.:.3.70. 907.3 /..3   5. .3 .9:.28:.3   !03079.3203. .8503079.5.34/009574108   .3 . 2:7/  80/.9 -078.3 2033..9:7.309.9:-/.3 5.3.5 /.. :3.3.3.3 0/:5.-/..39::..3:8..3    :38/..3 /.38.8.8. 3/4308. 503//.5072.  %::..9:7 9039.5 9.  .9.380-:.9.9.3 -0793/..383..9/.3 .2.34/009 !74108./.3/03.5. 803/7  &39: 9:503:8.3 202.3 .3-07507.35007.3 :.. 574108 /. !&&  ./.7:8 /-.:.-50.3.574108907472.3 8.9:-/..3. .3 -. 50707. ./.8:.7.2....9.34/09!74108/.3 /:3.3.34/009 5030-.3/.8.3/7/..34/009574108/.  2.9 3 2.  085:3 8:/.3..34/009574108  -  #:2:8.3 /.3 :7:207:5.35007...3 203.8:8. 80-:..3 . 574108 /./. $0-..3 4/0 09 574108  3.3 /./.-07:9   5..3. .380-.:5:3 503.8.3 40 :7: 05...3 07.3207:2:8..3.. .3 0.3 .3./ 50.50..7.7..:9039.32.1:38/.503079.3 202-.5.-50.92309.3 50.7.07/.3 /..7 4/0 09 574108 /.7. .383.39::.3/.9.3 09.3 574108 . .32:.5.9 :39: 203.703 /03.38./. /03. 007..3-07-.3.

/..3:3.3/03.3 .9: 574108  $:. 93/..3/.74/009 $.3 80. $:25.703.4/009207:5.8.5.3 89.7. -079..:.7. 8..3/.8.-..39.32:.3-07.: . 2. /-:. .9.3/0..9 -07/.-07.5.9 :39: 203.9./. 8:.:3..4224380380 /3.3 90.9..9. . 3.7: 40 503//../.320250740503.3 8.3 80.8:.39::....907 .7 43974 /7 .3 80-.3 9079:8 .349.9:7.9.8098 .08:8.2 93/. . 9: 8./03.79 0.9..8.3 . 8:.574108/.3 0/..3 ..9./.380-.2.43949079:. .3.3:39:050393.7 /. /.  9.7.9 803. 207:5.2-.8.7-./.3 /90702.9  ./.9.2.9:./.3 .:39:574108/4907  547.3.3 /2 40 3/.843.3/.7.2:0/4907. /-:..79 507..3 /907.9/./..2.3 203. .33. !74108 /../. 4..3 /..9: 4/0 09 203.9:3.7.. 574108843.3 503..9:  03.2 89.9: 574108 .3/.9 .: -.: 2. /03.9 :39: 203.3 -:7: .79.5.908 .8..33.7/. /..7.9:948.3:34..5..3.3 /. .9 /503.: .3-/.8. .9 /.3 .39.3-07.79..5..3 5..35007.. 88902.3-079.349. /07.:./:.7 .:2:2 .2 80..8././ 89.8.7. 8:... 574108843.2.5.9 /80-:9 :. 80.9.3 . .3  4/0 09 . 7.9: -039: .-/03..547.3 ..3 .3 ./49703:3.9:.908.  .380-.9.3 93/.9  !0/:/.: 43805 ..7. 5.. !$    !03079.-  39079.3 57385 57385 247.3/..3025.2:-:3.3 :39: 202-07.8/.8.3 3.304254848.9  9.3 /-:9:...9/.7.3 0.9.4/0095079.3 /. 20325. 70108 /. 574108843.34/09!74108 9..3:3 .3/5.: -03.-/.305. 574108 9:803/7  89.3 80.9:7. 033.3 :9.9.9 /1:38..7.3574108 -.3  .32. 808:..79...7...3.8 098 :3   20302:.

349.3 80-..7.3.9./.3 9::.8 207:5. %./..79. 507/42.7.8.3. 50/42.3243454574108 .8 907.././3.9  4/0 09 /.-907.3 2..3/.3 :/0308  . 574108  4/0 0990780-:980.8.3 /03.3/.9  903. . -..3 57-.8 3907.9:202.52.3 203/:3 050393.9.9.8 3907..8.8.:8 80-.30:.8 .31.7.3985../ .3 /03. ..3 -09039.3 203.8.39. 574108  .349.389..7.9 5:3 203.3:3.8920.

349.3:3..2 202-039: 2..3 50302-. :39: 203:3:3 93 2.32020.... 18 /.7:880:9:3.3-../3. 5079039. 2033. .3. // 80:9:3.3.703.-. $:983.88:. 809.73..9. /.3 588  .3 9.3!4.3 .3 9::. 09039:.9:574108  %::.907. 5.3 .2.2203. -:3 4/0 09 :7: .38. 8:.3.34..98:.7.038 3. 502-.9 574108  203. 203:3.8.27 /.507.3 !./ :7: .50/42./.-/ 9..35..  3..080.3203./..:098 .3 57.9.9:7.82.3 .9: 203/:3 8:.7.35. /.7.7.-.3 9/.35.  4/0 09 202 1:38 .7:8 203.3..25:7 9.8. 80:9:3.9:7.7.3.3:8./.3 -:: /03.73.3 89.9: 574108  8079.  89.3..38..919. 203/:3 5. 203.27    :38/..7.5.7.. .:5:39:.8.3  .9.35..9.9: 93/.34/0095.7 08.3. -07-.35.9: 80-..349.3 39073.3 4/0 09 80-.07  20302:.3 .-/. 5.3 202-039: 2.3.3 2:9: 47..3:3.39.3 .0.1:384/0 09  .3 :39: 202-2-3 . 57. 574108  2033. /.3/03.  203.574108 8/.793.3574108:7: :7: 202 0.3 /.3:8.3/.-/.3 4/0 09 574108 / .8.7 -. 5073/:3.5 47..3.9: 574108 /.98 /.3 2:9: 574108  2033.3 5020739.3.349.3/.8 574108  2033.3%::.8. ! 0  203/0138. 5..3!.5..3 9/.3202.9 202-2-3  ./50/42..9. 907.4/00980-. 54. 20.39: 9.3 5079.8. . /03.7 ./.843.39.34/09 !.33....9.3:8.3-. /03. 5.3  .3503.3 4/0 09 .  203/018....5.3  2.8. 502-./.3 202-.3 8079.574108  43../.3..3/.7:8 -07:5.2 8:.38  439450307.9: 574108  .3 -07. 09039:.79.93  80.3 . /.

 80.3/.3 07.:.3 902.9.3.3 25:3. . $.3 . /03.-50. 2:/.3807. 902.820 /..3 /3.3.7.:39:-075.3 /.9 20.34/09 !0.3  $$!# % .5.38./.7.8204/009574108 4/009574108-8./ 2025:3.3402. ./ / 809...7.7 4/0 09  .9.79.9./3.9    .3 57410843.38 247.3 09039:.-07/.   /0.2 4/0 09 574108 9/.9 -07-039: ::2.3 8.5 /03.0244.8.-.8.0507.34/009574108.3 907.349.3 20.7 4/0 09 5741083..8:8 50..9 20325.3/.7 3:3.203039:.547 .7.305.803.3:..3 /0..7-. 2.7.3.803/7    !0.3 3472.3 9/..349..0-07.. 40 8:.3 /. .90 80./.. 7.2 .3.  805079 0.9.3 /03.9.38.3 80.:..9.703.7. :39: -07-:.3 20.203.703.57410843.38 50.8  .7.  4/0 09 :.:/.9/...7 5.3 203./5./.3 2::8 .703.8.38247..857410843.7.3.47.    02-07 50:.3.38/0:.:3.3 /.:. 247..3/.7 47.7 .9 8079..3 50.3.  $.3 57410843.8 /.9.802. /.3907.3-07-3. 04254574108/.35.80:39:3.    4/0 09 574108 207:5.3 20.2:3  /.3 /93/.357410843. /.389. . 57410843..03. 907. /..9 8079.8..3.8.2.7..7.547.3 .9 .349.3 05.9  0-07.3 /.7 43974 3 9/.39:8.3 4/0 09 .357-.3 /.39/.9.3 80../.7.33.74/009574108/2..-. 207.3.7.3.7./.5.7 2.3 4/009 . 84/.38 247.8.5./.3 4/0 09 ...9: 8.: 428 :8:8  $073. -07.7.3./.3 09039:.3 1..2 57.57410843.5030-.3 8.3 /.3   02:33.9.3 40 .9: /0.9.3 0472.3907.8. 50325.574108  $047.308.  $. -078.38.3. 80.7.

. . .9 20.3 907::/ /. /.73. .8  20250790.2:3 /02.3 /-039: :8:8 :39: 9:  . 803/7  /02.9. 88902 3472. /.3 -.9.7.3 4/0 09 574108 .3:9.3 /. 574108  8047.7 .3 . 574108 / .9039..38/0:.3 0- :2:2 . 574108 .2 09.3 /93/.703.8 .8.5.9 574108 203.7 3. 207.3 20.349.547. .3 09.380-03.3 2073. 574108  03.3 9: 207:5.3 90..0-039:.8 9079.43974 39/. .3 09039:.3 2::8 .3902. 3472.5.3.3 /7:2:8. 098  8073.     . 40 8:.3.3 .7 .:.7.3 /3.3 57410843.9.380.33. -.74/009  09039:.3.3.: .2 57.7 801 70:.3.7...5.3  /..703.3  %09.:5:380-03. ..3 ..3  0- .3. 0..9 .9075073.3 80.8 50792-.3 ..3408047.3 :.2 4/0 09 805079 4/0 9: -07.0.-40/.5..7 . /9025..3 / .2 :.32.349.3 20.3 9/.3/.8:8 .7: 02:/..3080/..3 -. 4/0 09 :.943 .8.9:7 /73. 2:/. -07. 203025.5.9 /.7.9..3 507-:.9.. /-. 507. 09.3/.3 9/.7 09.3 /02./.7 3472.79.3 0472.3 4/0 09 .9 48 /. 805079 0..8 .350792-.3 /03.39..3 /.3 . 3472.3574108843.9.8:8 50.547 ./.3.8.390.3. /.83 2.7:8 202.8..79.:.3472.3/.3.3 .3 507.8 /.357410843.3. 574108  4/0 09 574108 207:5.3 /9:8 80.-.  . .: 802. 84/.5 /03. .550.2 9: 84/.9.8. -078.8 /.39/.3 ..3/02.7 /.:.8 4/0 09 574108 /.3472. .3574108:39:203. 80..7 40.30-8025:73.3 . 574108  4/0 09 3 0- 2025070.3.3 20./3.3 /03./.3 50..7.5.3 -03.9 /. 90780-:9 8:/.9: /0...3 8.8/.90 80.3 /.73. /.9:7.-. 3472. 9::.: 428 ..3 /.  4/0 9 !74108 207:5.83 50.- $.907../.343974907.4/0095741089:9/.:.38. 907. 203..9::.3:9 2..33.3 09039:.88079./.747.. 90787.2 09.5.7.3 4/0 09 574108 -.2 -09: 9::.2 ..9.920.703.:.3 902.

 40 .3 -.3 /:5 /.8907:820307:8     .7:8 /503: .7  .35073.5.3 -8.5.3 .9.3. /..3:9.301091.8$#&%  503.5.3 4/0 09 9: 803/7 .-07039 4/0099/.3 $:5.7. 4/0 09 .38 389.203./. 203. /.3.3 .2 207:2:8. /./.39/. /5.38 /. /.703.8 /03.. /.  $25:.9 .3 . /03.8.. 4/0 09.3 /9072.9 50307.5.7 09./ 9:25:.320309. 247.7.3098 9. 574/: /..39: /.3. 907. ..9.9-071:38/03.39.3 /.9:7.39.35027.3 -..3:7. :39: 20::/. 3.93.3 5027..3 :39: /.3 /.3/7 /. .9: 574108  %09.. 5027.3-.33.7:8 /..4/009/..9: 389...7 :.... !&%&!  ..7 4/0 09 /.30989/.9: .9 -07..5 502-:.3 ./.3 3. 9079039:  .3 4380:03  $. -8.3 -078.94/009 574108803/7./.-.: 389./.3.7574108  03.5 80-.92:9..3 :.3.3 574108 9:803/7  389.8.3.3. 203/.- /. -.3 40574108.940574108803/7 4/0099/. 40 574108 9: 803/7 . .8 .3 3.3  80-.9 80-.7 -8.7.33.. .9 :. .3 203.5.8.9.://.9.7:8203.9-071:38/03.://745 -09: 8.3 098 . /.8.33..9 4/0 09 /.:.9.3 /03.3-078.2..5.53..80.7 :.. 202-.7 .2 .38 .3 -07.3202-:.. .3 /.4/0099:/-:./. .3..9.3. /. .3 :39: /.8 8:.3 .9.9.38 5020739.3 4/0 09 -8. 9/..9.7.3 90:3 /.8.5 8090.85:93.3  909.9:8.3 202-:.5.38020893.8.. 4/0099:803/7 . 8..5.7.25370108098  $:5.3 .50..

3.3 !0. 907..9: 4/0 09 .3 -07574108 . /805.3/.: /... 907.. -0:2 20309.2/.7:8.:3.3802..3-.3-03.7 503. .9:/.4/0095741089/...9/3/.7.  .3.:5:3 503.3 50302-./ ..3.23.7                .3..7 -03. 4/0 09 574108  2. -0:2 5.3 50.3 90.3.7.3.9/03./ 50.5.3 4/009 574108 -071:38 80-. 2..3 /.3 .7/5../ 503.9..3 -.-  $. 8/.7.. :3..9 80-0:23. 9.:3..7.:.7 .3  ./.. 902: 50.7.8 -... 503/:3 /.3 574108  03.7.9../.5.3.9 /3/.32.3 802.3.3 .3 574108  $0-.390.7:8 202.3.703.3 :.34/0 099/. . 907.7 4/0 09 9:803/7 .7.3 .8079...-03.3574108 5. 47.:3..

 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->