Jurnal Kimia Mulawarman KimiaFMIPA Unmul

Volume 6 Nomor 2, Mel 2009

ISSN 1993-5616

CHA TECHIN ANALYSIS FROM SEVERAL WATER EXTRACT OF TEA PLANT PARASITICS ANALISIS KANDUNGAN KATEKIN DALAM BEBERAPA EKSTRAK AIR BENALU TANAMAN TEH
Bustanussalamu,
1) Pusat

Partamuan Sim~juntakl,2)

dan Retna MuwamPl

Penelitian Bioteknologi-LIPL [alan Raya Bogor Km 46 Cibinong 16911, e-mail : boest77@yahoo.com 2) Fakultas Fannasi, Universitas Pancasila, [alan Srengseh Sawah, [agakarsa, Jakarta 12640 3) Laboratorium Biokimia Nutrisi, Fakultas Peternakan, Universitas Dipenogoro, Semarang 50249

ABSTRACT

Katechin is one of major compound in the tea plant and parasitic plant of tea (benalu teh) which have cancer inhibitor activities. In continuing of chemical studies for benalu teh (Scurrula spp.) and tea plant (Camellia sinensis), we have analysed catechin composition in the water extract of some parasitic plant of tea (benalu teh) and tea plant. The result of the research showed that the tea plant have highest of catechin composition than all tea parasitic plants (benalu teh) is 3,17 %, and for the parasitic plants is the leaves of S. oortiana is 1,37 %. Keywords: the tea parasitic plant; Surrula spp.; catechin; Camellia sinensis

PENDAHULUAN

Teh merupakan tumbuhan yang sangat bennanfaat bagi kehidupan manusia karena selain dapat dibuat minuman, juga dapat digunakan sebagai pengobatan. Minuman teh yang disajikan umumnya dibuat dari daun muda atau pucuk daun teh (Camellia sinensis L.) yang sudah dikeringkan dan diseduh dengan air hangat atau mendidih. Berdasarkan penelitian, kebiasaan minum teh ternyata dapat mencegah nafas bau dan gigi kropos. Kandungan bahan kimia dalam teh dapat membunuh bakteri dan virus yang dapat menyebabkan infeksi tenggorokan, gigi kropos dan gangguan gigi serta rongga mulut lainnya. Hasil isolasi senyawa kimia dari daun teh yang dikenal sebagai keluarga polifenol terutama katehin dan teaflavin dapat membunuh bakteri penyebab gangguan mulut [Hidayat, 2003]. Benalu merupakan kelompok tumhuhan yang bersifat hemiparasit atau setengah parasit yaitu tumbuhan yang menumpang pada organisme lain (tanaman inang), tetapi dapat membentuk makanannya sendiri dengan cara asimilasi karena masih mempunyai zat hljau daun (klorofil).

Benalu pada umumnya dianggap merugikan karena hidup dengan cara menghisap sari makanan tumbuhan inangnya tetapi bagi masyarakat, benalu dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit [Chairul, 1998]. Secara tradisional benalu dapat digunakan untuk mengobati penyakit cacar sapi, cacar air, diare, cacing tambang, dan kanker. Bagian tanaman yang digunakan adalah dengan meminum air seduhan atau rebusan benalu pada malam dan pagi hari", Pada benalu teh, Scurrula atropurpurea (Lorantahceae) telah dilakukan penelitian bahwa dari hasil isolasi dan elusidasi struktur kimia dari tumbuhan tersebut diperoleh senyawa asam lemak berikatan rangkap tiga asam oktadeka 8,1O,12-triynoat (1) yang telah diuji terhadap sel kanker dan mempunyai inhibisi sebesar 94,9 % pada 51lglml. Sementara itu kandungan senyawa flavonoid, katehin (2) pada daun teh yang terlebih dahulu dikenal sebagai pencegah serangan sel kanker mempunyai daya inhibisi sebesar 34 % pada 10 ug/ml [Ohashi et
al.,2001J.

Kimia FMIP A Unmul

37

5. Pentandra (ranting) Tch inang Teh produksi 9.00 19.00 60. Dendropthoe (teh yang " petandrai. natrium hidroksida. 4. baku pembanding katekin dan baku pembanding epi-katekin. kecepatan alir 1.20 19.88 6. S.50 Berat Hasil Ekstrak (g) % 2.03 12. Partomuan Kimia FMIPA Unmul Slmanjuntak. [Tambunan.67 7. junghunii.65 5.73 18. disaring dan diuapkan. teh inang dan teh produksi tidak ditumbuhi benalu).00 38 Kimia FMIPA Unmul .10 15. dalam penelitian ini dilaporkan hasil anallsis kadar senyawa katehin dari beberapa benalu teh dan teh. 7.51 46.00 4. 2001] 1. ' HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Scurrula spp.00 88. labu alas bulat dan kondensor: sonikator penguap berpusing (vacuum evaporators.lm 0. R. kalium dihidrogen posfat.00 6. Alat Perangkat ekstraksi me1iputi heating mantle.93 18. metanol. P. Ekstraksi Masing-masing simplisia yang bagian daun dan ranting dipisahkan. Timbang masing-mastng ekstrak dengan jumlah tertentu (lebih kurang 50 mg). 2003.et aI. 9.57 8. asam posfat. 8.47 2.00 100. Sirnanjuntak.25 2.M. 6.00 40. Analisis dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Analisis seeara kuantitatif dilakukan dengan membandingkan luas puncak kromatograf sample dengan luas puncak kromatogram kaketin standar dengan alat HPLC lASCO. 10. kemudian dilarutkan dalam akuabidest sebanyak 5 ml. S oortiana (daun) S oortiana (ranting) L.5 mUmenit. 1. gemmiflorus (daun) 1.85 15.6. Adanya kadar katehin yang lebih besar dapat memberikan keterangan tentangkeefektifan suatu tanaman yang dapat digunakan sebagai pengobatan karena manfaat dari katehin sangat banyak sckali. (8. Cara Kerja I.00 43. temperatur kamar.Bustanussalam. asetonitril. simplisia dari daun dan ranting Simplisia Simplisia (g) 46. oortiana. kolom ODS-S 5 j. Larutan ini siap untuk diinjeksi pada kromatografi eair kinerja tinggi.junghuhnil (ranting) D. Hasil penimbangan No.28 6. 2004]. Hasil penimbangan simplisia Tabel I. (10:90) pH 4.45x25 em. Lepeos gemmiflorus.pentandra(daun) D.. junghuhnii (daun) S.20 19. panjang gelombang (A)280 nm. kemudian diekstraksi dalam pelarut air pad a suhu 100°C sebanyak 3 kali. 2. 3. fasa gerak Asetonltril-Kllsl'O. gemmiflorus (ranting) S.. Bahan kimia dan pereaksi Pelarut-pelarut yang _digunakan adalah air suling.65 100.00 84.68 16. et ai.90 11. Struktur kimia hasil isolasi dari Scurrula atropurpurea Sebagai lanjutan penelitian terdahulu dalam studi kimia benalu teh. METODOLOGI Bahan ekstrak Bahan penelitian yang digunakan adalah air dari Scurrula spp. Retno Muwarni Analisis Kandungan (1) eaOH HOW" " (X OH 0H OH OH Gambar (2) [Ohashi et al.30 75.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya senyawaan kimia seperti klorofil.Jurnal Kimia Mulawarman Volume 6 Nomor 2.8 26565.4862 %. 5230823. metode dan sistem KCKT dapat dipergunakan untuk penetapan kadar katekin selama penelitian berlangsung.684 1.0 % berdasarkan persyaratan USP XXV. Data kurva hubungan antara konsentrasi baku katekin dengan luas puncak Konsentrasi Waktu Retensi Luas Puncak (ppm) (rnenit) 521876 100 13.7 B: 30371 R2 : 0.9 dan berwarna hijau dan kuning). asam lemak dan karotenoid 2.734 4902882 1000 13.684 14.683 14. Hasil uji kesesuaian Waktu Retensi (menit 2 3 13. pada konsentrasi sistem larutan baku katekin Luas Puncak Rata-rata Simpangan Baku (SB) Simpangan Baku Relatif (SBR) 4921337 4935255 4871541 4881603 4902417.2969 0.733 968320 200 13. 2.735 13.733 tersari dari daun oleh air panas.5418 %.6 25431. Penetapan kurva kalibrasi berdasarkan data kromatogram yang menggambarkan Berdasarkan data pada Tabel 4.9995 Sehingga persamaan garis untuk analisis katekin adalah Y = 4895. hubungan antara konsentrasi baku katekin dengan luas area dapat dilihat pada Tabel 4 dan 5.5418% 4 5 Epi-katckin Tabel 3. maka diperoleh A: 4895. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai simpangan baku relatif katekin adalah 0.773 13. 2.733 3.683 14. epikatekin adalah 0.734 13. Uji kesesuaian sistem Hasil ujl kesesuaian sistem berdasarkan penyuntikan lima kall larutan baku katekin dan Katekin Tabe12. Mei 2009 Kimia FMJP A Unmul ISSN 1993-5616 Hasil penyarian senyawa kimia dari simplisia benalu teh dan teh diperoleh bahwa semua ekstrak bagian daun mempunyai berat (persentase) yang lebih besar daripada ekstrak bagian rantingnya.4862 % Sebelum dilakukan penetapan kadar. baku epi-katekin sebanyak 1000 ppm yaitu : 20 ul. Dengan demikian rnetode KCKT dapat dlgunakan untuk penetapan. Uji Linearitas Dilakukan untuk mengetahui koefisien korelasi antara konsentrasi larutan standar yang disuntikkan dengan luas puncak yang teranalisa olehKCKT. Hasil uji kesesuaian No sistem larutan baku epikatekin LuasPuncak 5255433 5241503 5202718 5250162 5204302 Rata-rata Simpangan Baku (SB) Simpangan Baku Relatif (SBR} Waktu Retensi (menit) 14.684 14.7x + 3037] dengan R2 '"' 0. 4.0342 0. terlebih dahulu dilakukan uji kesesuaian sistem hal ini dilakukan untuk memastikan apakah suatu alat. 3. Katekin Tabel 4. Nilai yang diperoleh memenuhi syarat nilai simpangan baku relatif ::. 5.734 2540618 500 13. asam lemak dan karotenoid (Rf 0. kadar katekin dalam ekstrak air pada benalu teh dan teh.9995 Kimia FMIP A Unmul 39 . Analisis kromatografi lapis tipis (KL T. n-heksan-etilasetat) menunjukkan bahwa semua ekstrak daun memberikan spot yang spesifik untuk klorofil.9-0.

7x + 30371 F. Data kurva hubungan antara konsentrasi baku epikatekin dengan luas puncak Konsentrasi Waktu Retensi Luas Puncak (ppm) (menit) ] ~ 3000000 2000000 100000: j .9995.3692%.1104-0.683 521876 1132631 2738788 5465612 Ko.7768%.9999 = 5463.683 14.060 79 Katekin 243587 n Kembali 97.1365 98. Retno Muwarni Analisis Kandungan Berdasarkan 6000000 5000000 ] y . sedangkan kadar katekin dalam Hasil dalam ekstrak ekstrak ranting pada benalu teh (Scurulla spp) antara 0.9505 98. hal ini dikarenakan senyawa tersebut kemungkinan sudah terdekornposisi. Hasil 5. Uji pcrolchan kembali Hasil uji perolehan kembali pada penambahan bahan baku 50 JlL 1000 ppm adalah 98.ll 4902353 5255433 penarnbahan uji perolehan kembali pada bahan baku 40 mL pada 200 ppm adalah 98.f ~ 0. 4. Dengan demikian metode KCKT yang digunakan merupakan metode yang akurat dan teliti.7x .7 =6063 =0. sehingga kadar katekin pada 40 Kimia FMIP A Unmul . Dalam kromatogram terlihat munculnya dua puncak pada larutan standar katekin demikian juga pada larutan uji. 0 200 400 600 BOO (ppm) 1000 1200 100 200 500 1000 14.. Kandungan kadar kate kin pada tanaman inang adalah 0.0095 A 4 400 600 800 1000 1200 Konsentrasi (ppm) B R2 Sehingga persamaan garis untuk analisa katekin Y = 5463.6054%.9999 epi- o ~~-~-~~~~o 200 Garnbar 3. Dengan demikian metode KCKT yang digunakan merupakan metode yang akurat dan teliti. dengan demikian terdapat hubungan linier yang baik antara konsentrasi katekin standar dengan luas puncak..:I data pada Tabel S.0951 228265 IOOOppm. jumlah ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan benalu teh (Scurulla spp).". 6063 z:: 0. penyuntikan digunakan dalam analisa penetapan kadar. gemmiflonls) Standar Katekin (ppm) Luas Puncak Standar Katekin Epikatekin Luas Puncak Penernuan Katekin 431309 431708 431615 Eplkatekin 462434 462835 462750 Peroleha Ratarata (%) 98. maka diperoleh tl ~ ] 4000000 3000000 2000000 1000000 i i ~ j 4895. Nilai yang ideal untuk R2 adalah satu. persyaratan Tabel 7. hal ini dikarenakan benalu teh yang tumbuh pada tanaman inang menyerap sebagian senyawa yang seharusnya berada pada tanaman inang.9999 Epikatekin Tabel 5. Kurva hubungan antara konsentrasi dengan luas puncak standar epkatekin Pada Gambar 3 dan 4 terlihat pengujian bahwa hasil sehingga dinyatakan kondisi KCKT sangat baik kalibrasi metode KCKT dengan 4 kali larutan katekin dan epi-katekin standar dengan konsentrasi berbeda dlperoleh nilai koeflslen korelasi (R2) untuk katekin sebesar 0.683 14.9999..06079%.senlrnsi Gambar 4. Partomuan Kimia FMIP A Unmul Simanjuntak... epi-katekin sebesar 0.Bustanussalam. 200 J.7x + 6063 dan R2 = 0.7437-1.682 14. Kurva hubungan antara konsentarasi dengan luas puncak standar katekin 8000000 5000000 4000000 y '=' R2 5463. dimana dapat ditunjukkan dengan hasil pero!ehan kembali yang memenuhi USP XXV yaitu 80-120%. Hasil penetapan kadar katekin dalam benaln teh dan teh secara KCKT penetapan kadar senyawa katekin daun pada benalu teh yaitu antara 0. Hasil uji perolehan Luas Puncak Blanke Epiatekin kembali salah satu contoh (Ranting dari L. dirnana dapat ditunjukkan dengan hasil perolehan kembali yang memenuhi persyaratan USP XXV yaitu 80-120%.0607%.

rolO I Qnm I I Diagram 1.0 0. junghuhnii. gemmiflorus Ill.3665 10. Sedangkan dari ekstrak ranting benalu teh L. pentandrdy. junghuhnii D.5531 0.6034 0. Uji student t Karidungan senyawa katekin dalain ekstrak air pada daun dan ekstrak air pada ranting dari tanaman benalu teh dan teh menggunakan metode analisis uji student t pada derajat bebas 8 dan pada p = 0. pentandra Teh inang Teh produksi Daun Xl XII Assl Sioortiana Lgemmiflorus D. 1.5 1. S.0 3.7768 0. T a b e 18 H as)'1" stu dent t UJI tidak ada perbedaan yang berarti antara ekstrak air dari daun dan ekstrak air dari ranting.1417 0. Lgemmiflorus.2009 Kimia FMIP A Unmul ISSN 1993-5616 benalu teh lebih besar dibandingkan pada tanaman inang.0122 0.05 ternyata diperoleh t hitung "" 0. 41 .7437 0.7449 1.~ I I a!XICD I 0. D. pentandra Ranting Xl X2~ 1: N 1.Jurnal Kimia Mulawarman Volume 6 Nomor 2. pentandra V. Tanaman mengandung kadar katekin terbesar yaitu sekitar 3.oor/iana. 2.8747 0. Hal ini disebabkan karena teh produksi dalam pertumbuhannya tidak mengalami gangguan (benalu teh) yang dapat menyerap zat-zat organik yang dikandungnya.4496 0.5668 4 1.7163 0.5683 Kandungan katekin dari ekstrak benalu teh dan teh dalam daun dan ranting menggunakan metode analisis uji student t pad a derajat bebas 8 dan pada p = 0.306. Kandungan katekin pada benalu teh dalam ekstrak daun Keterangan diagram :1.5031 0. KESIMPULAN Dari hasil penelitian rm dapat disimpulkan bahwa kadar katekin dan epi-katekin Kimia FMIPA Unmul ·yang berasal dari ekstrak daun teh produksi lebih tinggi dibandingkan teh inang dan 4 jenis benalu teh lainnya (S.untuk melihat apakah ada perbedaan atau tidak an tara kandungan katekln dalam ekstrak air pacta daun dan ekstrak air pada ranting yang selanjutnya dihitung secara statistik adalah : No. S.74'57 aEe1e I 19I:J~ 1111~llVlvl~1 ~ ~ ~ ~ 25423 3. oortiana II. junghuhnii lebih tinggi dibandingkan dengan benalu teh yang lain. Teh inang VI Teh produksi Diagram 2.eeoo I cccoo t_l70a3 I o.3174 7.0711 14.31413 7 < t tabel 2. tidak ada perbedaan yang berarti antara kadar katekin dalam ekstrak daun dan ranting.1104 Q67al o.314137 < t tabel 2. 5. pentandra 6. S oortiana II.0 25 20 1.8631 1. Mei .1735 %.6705 0. 4.1104 0. 3. X Asal S. ini berarti Ho diterima. Hasil pengujian penetapan kadar katekin . D.1497 0. S.13 I 1~ aaml 1. L gemmiflorus III.05I!8 I =3 I aa:m I 03).9046 6 1. SJunghuhnii IV.5 c Jj]~JJJidi ao:x:o I 1. junghuhnii N.9321 0. gemmiflorus kadar katekin lebih tinggi dibandingkan dengan benalu teh yang lain.oortiana Lgemmiflorus S. sehingga senyawa katekin yang ada lebih banyak dibandingkan dengan benalu teh (Scurulla spp) dan teh inang 4.3692 0.6054 3. Teh produksi tanamana teh yang tidak ditumbuhi oleh benalu teh.7093 0. 6. akan tetapi kadar epi-katekin S.3218 0.5 3. D. junghuhnii D. L.306 ini berati Ho diterima. Kandungan katekin pada benalu teh dan teh dalam ekstrak daun Keterangan diagram :1.1735 1.05 temyata diperoleh t hitung = 0.

S. Indonesian medicinal plants XXV. hat 5-8 2. M. R. 343 . Isolasi dan identifikasi senyawa antioksidan dari ekstrak benalu teh.Bustanussalam. and Shihuya. 2004. Simanjuntak. dan Retno Muwarni. 6~9 5. M. hal. Bull. Isolasi dan identifikasi kafein dalam ekstrak air daun benalu teh. Pharm. S. Simanjuntak. P. Lisya Evy Leny. no 2.. kolom B-8. Ohashi. hal. Partomuan Simanjuntak. P.345. Warta Tumbuhan Obat Indonesia.M. Titi Parwati. Inoue. no 1.. Pasta Gigi Rasa Teh.M... 28 Mei 2003. P. 4. Loranthaceae. Hidayat. Muwarni. D. Prana. 1. 16-19 42 Kimia FMIPA Unmul . H. vol. dan ChairuI. Chairul. Jurnal lImu Kefarmasian Indonesia. Tambunan. Handoyo. Scurrula junghunii. 2. M. Chern. Retno Muwarni Kimia FMlPA Unmul Analisis Kandungan DAFTAR PUST AKA 1.. 3. Scurrula atropurpurea. vol. Scurrula oortiana (Loranthaceae). 4. Koran Tempo tgl.... 2003. S. Winarno. Swasono Tammat dan R. K. 51 (3). Bustanussalam. Simanjuntak. Jumal IImu Kefarmasian Indonesia... R.. Erlinda M. Skrining Fitokimia dan analisis komponen kimia ekstrak batang benalu the. Mukai.. Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta 1998. Cancer cell inversion inhibitory effects of chemical constituents in the parasitic plant Scurrula atropurpurea (Loranthaceae).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful