Demokrasi Dan Pemerintahan Indonesia

Istilah demokrasi diperkenalkan kali pertama oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk
pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan
banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima
dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia.
Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut
:

1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik
langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
2. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
3. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
4. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan
rakyat.
Demokrasi DI INDONESIA :
Demokrasi adalah suatu pemikiran manusia yang mempunyai kebebasan berbicara, megeluarkan
pendapat. Negara Indonesia menunjukan sebuah Negara yang sukses menuju demokrasi sebagai
bukti yang nyata, dalam peemilihan langsung presiden dan wakil presiden. Selain itu bebas
menyelenggarakan kebebasan pers. Semua warga negar bebas berbicara, mengeluarkan
pendapat, mengkritik bahkan mengawasi jalannya pemerintahan. Demokrasi memberikan
kebebasan untuk mengeluarkan pendapat bahkan dalam memilih salah satu keyakinan pun
dibebaskan.
Untuk membangun suatu system demokrasi disuatu Negara bukanlah hal yang mudah karena
tidak menutup kemungkinan pembangunan system demokrasi di suatu Negara akan mengalami
kegagalan. Tetapi yang harus kita banggakan dmokrasi dinegara Indonesia sudah mengalami
kemajuan yang sangat pesat contahnya dari segi kebebasan, berkeyakinan, berpendapat atau pun
berkumpul mereka bebas bergaul tanpa ada batasan-batasan yang membatasi mereka. Tapi bukan
berarti demokrasi di Indonesia saat ini sudah berjalan sempurna masih banyak kritik-kritik yang
muncul terhadap pemerintah yang belum sepenuhnya bisa menjamin kebebasan warga
negaranya. Dalam hal berkeyakian juga pemerintah belum sepenuhnya. Berdasarkan survei
tingkat kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi smakin besar bahkan demokrasi adalah
system yang terbaik meskipun system demokrasi itu tidak sempurna.
Dengan begitu banyaknya persoalan yang telah melanda bangsa Indonesia ini. Keberhasilan
Indonesia dalam menetapkan demokrasi tentu harus dibanggaan karena banyak Negara yang
sama dengan Negara Indonesia tetapi Negara tersebut tidak bisa menegakan system demokrasi
dengan baik dalam artian gagal. Akibat demokrasi jika dilihat diberbagai persoalan dilapangan
adalah meningkatnya angka pengangguran, bertambahnya kemacetan dijalan, semakin parahnya
banjir masalah korupsi, penyelewengan dan itu adalah contoh penomena dalam suatu Negara
system demokrasi, demokrasi adalah system yang buruk diantara alternatiI-alternatiI yang lebih
buruk tetapi demokrasi memberikan harapan untuk kebebasan, keadilan dan kesejahtraan oleh
karena itu banyak Negara-negara yang berlomba-lomba menerapkan system demokrasi ini.
Demokrasi dalam Pemerintaban

uemokrasl adalah pemerlnLahan darl rakyaLţ oleh rakyaLţ dan unLuk rakyaLŦ 8eglLulah
pemahaman yang pallng sederhana LenLang demokraslţ yang dlkeLahul oleh hamplr semua orangŦ

uemokrasl merupakan benLuk pemerlnLahan pollLlk yang kekuasaan pemerlnLahannya berasal
darl rakyaLţ balk secara langsung (demokrasl langsung) aLau melalul perwakllan (demokrasl perwakllan)Ŧ
lsLllah lnl berasal darl bahasa ?unanl ĕqĝġěpĐìĘĐ Ŷ (demokraLla) ºkekuasaan rakyaL"ţ yang dlbenLuk darl
kaLa ĕĝġç (dômos) ºrakyaL" dan ěpđìġç (kraLos) ºkekuasaan"ţ meru[uk pada slsLem pollLlk yang
muncul pada perLengahan abad keŴ3 dan keŴ4 SM dl negara koLa ?unanl kunoţ khususnya ALhenaţ
menyusul revolusl rakyaL pada Lahun 308 SMŦ

8erblcara mengenal demokrasl adalah memburaskan (memperblncangkan) LenLang kekuasaanţ
aLau leblh LepaLnya pengelolaan kekuasaan secara beradabŦ la adalah slsLem mana[emen kekuasaan
yang dllandasl oleh nllalŴnllal dan eLlka serLa peradaban yang menghargal marLabaL manuslaŦ Þelaku
uLama demokrasl adalah klLa semuaţ seLlap orang yang selama lnl selalu dlaLasnamakan namun Lak
pernah lkuL menenLukanŦ Men[aga proses demokraLlsasl adalah memahaml secara benar hakŴhak yang
klLa mlllklţ men[aga hakŴhak lLu agar slapapun menghormaLlnyaţ melawan slapapun yang berusaha
melanggar hakŴhak lLuŦ uemokrasl pada dasarnya adalah aLuran orang (people rule)ţ dan dl dalam slsLem
pollLlk yang demokraLls warga mempunyal hakţ kesempaLan dan suara yang sama dl dalam mengaLur
pemerlnLahan dl dunla publlkŦ Sedang demokrasl adalah kepuLusan berdasarkan suara LerbanyakŦ

ul lndoneslaţ pergerakan naslonal [uga menclLaŴclLakan pembenLukan negara demokrasl yang
berwaLak anLlŴfeodallsme dan anLlŴlmperlallsmeţ dengan Lu[uan membenLuk masyarakaL soslallsŦ 8agl
Cus uurţ landasan demokrasl adalah keadllanţ dalam arLl Lerbukanya peluang kepada semua orangţ dan
berarLl [uga oLonoml aLau kemandlrlan darl orang yang bersangkuLan unLuk mengaLur hldupnyaţ sesual
dengan apa yang dla lnglnlŦ !adl masalah keadllan men[adl penLlngţ dalam arLl dla mempunyal hak unLuk
menenLukan sendlrl [alan hldupnyaţ LeLapl harus dlhormaLl haknya dan harus dlberl peluang dan
kemudahan serLa perLolongan unLuk mencapal lLuŦ




pemerintahan demokratis

Istilah demokrasi diperkenalkan kali pertama oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk
pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan
banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima
dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia.

Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut.
1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung
maupun tidak langsung (perwakilan).
2. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
3. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
4. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan
rakyat.
Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan
hakikat manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam
hubungan sosial.

Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat 2 (dua) asas pokok demokrasi, yaitu:
(1) Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk
lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jurdil; dan
(2) Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk
melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.
Pemilihan umum secara langsung mencerminkan sebuah demokrasi yang baik












SISTEM PEMERINTAHAN DAN DEMUKRASI

Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur
pemerintahannya.

Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu.
Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang
dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai
Iondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan
mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-
lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.
Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah
laku kaum mayoritas maupun minoritas, menjaga Iondasi pemerintahan, menjaga kekuatan
politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontinu
dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem
pemerintahan tersebut.Hingga saat ini hanya sedikit negara yang bisa mempraktikkan sistem
pemerintahan itu secara menyeluruh.
Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda
pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatiI lama dan mencegah adanya
perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri.


Demokrasi adalah sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah
pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang.
Berbicara mengenai demokrasi adalah memburaskan (memperbincangkan) tentang kekuasaan,
atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Ia adalah sistem manajemen
kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat
manusia. Pelaku utama demokrasi adalah kita semua, setiap orang yang selama ini selalu
diatasnamakan namun tak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah
memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun
menghormatinya, melawan siapapun yang berusaha melanggar hak-hak itu. Demokrasi pada
dasarnya adalah aturan orang (people rule), dan di dalam sistem politik yang demokratis warga
mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur pemerintahan di dunia
publik. Sedang demokrasi adalah keputusan berdasarkan suara terbanyak. Di Indonesia,
pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-
Ieodalisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis. Bagi Gus Dur,
landasan demokrasi adalah keadilan, dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang, dan
berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya,
sesuai dengan apa yang dia ingini. Jadi masalah keadilan menjadi penting, dalam arti dia
mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, tetapi harus dihormati haknya dan
harus diberi peluang dan kemudahan serta pertolongan untuk mencapai itu.


SISTEM PEMERINTAHAN DEMOKRASI
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya
mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh
pemerintah negara tersebut.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik
negara (eksekutiI, yudikatiI dan legislatiI) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara
yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran
dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa
saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang
memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutiI, lembaga-
lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatiI dan lembaga-
lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan
kekuasaan legislatiI. Di bawah sistem ini, keputusan legislatiI dibuat oleh masyarakat atau oleh
wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen)
dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatiI, selain sesuai hukum dan
peraturan.
Selain pemilihan umum legislatiI, banyak keputusan atau hasil-hasil penting, misalnya pemilihan
presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan umum tidak wajib atau
tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun oleh sebagian warga yang berhak dan
secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Sebagai tambahan, tidak semua warga negara
berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih).
Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden
atau anggota-anggota parlemen secara langsung, tetapi dalam arti yang lebih luas. Suatu
pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara
tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung
presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Walapun perannya dalam sistem
demokrasi tidak besar, suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. Ini adalah akibat
cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola,
bukan sistem pemerintahan yang bagus, sebagai tokoh impian ratu adil. Padahal sebaik apa pun
seorang pemimpin negara, masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu
sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. Banyak negara demokrasi hanya
memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu, misalnya umur 18 tahun,
dan yang tak memliki catatan kriminal (misal, narapidana atau bekas narapidana).




oediono: Tanpa Pemerintahan Efektif,
Demokrasi Sulit Dicapai

Wakil Presiden (Wapres) Boediono memberikan kuliah umum di Universitas Gajah Mada
(UGM), Senin (3/5). Dalam kuliahnya, Boediono Menyampaikan bagaimana membangÜn
demÔkrasi di Indonesia.

Boediono mengatakan, keadilan dan kemerdekaan adalah cita-cita yang tidak dapat dipisahkan
dari agenda politik masa depan, yang berupa sebuah masyarakat yang demokratis. Dia
mengatakan, dalam demokrasi ada dua hal yang penting. Pertama bahwa sistem demokrasi
bUkanlah sistem yang dapat menjamin terciptanya masyarakat yang sempurna.

"Demokrasi justru sebuah sIstem yang mengasumsikan bahwa masyarakat selamanya tidak
sempurna, karena itulah kodrat kehidupan manusia, tetapi masyarakatnya bisa diperbaIki," papar
Wapres dalam kuliah bertema 'Membangun Demokrasi di Indonesia'.

Kedua, hubungan keadilan dan kemerdekaan adalah hubungan yang kompleks. "Kadang-kadang
bertentangan, kadang saling mendukung. Tapi keduanya tak dapat ditinggalkan dari proses
perjuangan sebuah masyarakat untuk tingkatkan martabat hidupnya,"jelas Boediono.

Lebih lanjut Boediono mengatakan, tidak sedikit demokrasi yang gagal karena tidak dapat
memberi manIaat pada masyarakat. "Yang paling nyata dan mendasar adalah manIaat ekonomi
berupa peningkatan kesejahteraan," katanya.

Oleh karenanya, sambung Boediono, diperlukan pemerintahan yanG eIektiI. "Tanpa
pemerîntahan yang eIekII, demokrasi sulit memberikan hasIl yang nyata yang didamba rakyat.
Tanpa hasil nyata, demokrasi akan kehilangan legitimasinya,'' jelasnya.







SISTEM PEMERINTAHAN DAN DEMUKRASI
S|stem pemer|ntahanŦ

ÞengerLlan slsLem pemerlnLahan adalah slsLem yang dlmlllkl suaLu negara dalam mengaLur
pemerlnLahannyaŦ Sesual dengan kondlsl negara maslngŴmaslngţ slsLem lnl dlbedakan men[adl ť
1Ŧ ÞresldenslalŦ
2Ŧ ÞarlemenLerŦ
3Ŧ komunlsŦ
4Ŧ uemokrasl llberalŦ
3Ŧ LlberalŦ
6Ŧ kaplLalŦ

SlsLem pemerlnLahan mempunyal slsLem dan Lu[uan unLuk men[aga kesLabllan suaLu negaraŦ SlsLem
pemerlnLahan pun mempunyal fondasl yang kuaLţ dlmana slsLem pemerlnLahan lLu Lldak dapaL dlubah
dan men[adl sLaLlsŦ

ÞengerLlan slsLem pemerlnLahan secara luas berarLl men[aga kesLabllan masyarakaLţ men[aga fondasl
pemerlnLahanţ men[aga kekuaLan pollLlkţ perLahananţ ekonomlţ keamanan sehlngga men[adl slsLem
pemerlnLahan yang konLlnu dan demokraslŦ sedangkan pengerLlan slsLem pemerlnLahan secara semplL
adalah slsLem pemerlnLahan hanya sebagal sarana kelompok unLuk men[alankan roda pemerlnLahan
guna men[aga kesLabllan negara dalam wakLu yang relaLlf lamaŦ


emokras| dan pr|ns|p demokras|Ŧ

ÞengerLlan demokrasl adalah sebuah pemerlnLahan darl rakyaLţ oleh rakyaLţ dan unLuk rakyaLŦ
ÞengerLlan laln demokrasl adalah memperblncangkan LenLang kekuasaanŦ Þelaku uLama demokrasl
adalah klLa semuaŦ uemokrasl pada dasarnya adalah aLuran orangţ dan dl dalam slsLem pollLlk yang
demokraLls seluruh warga aLau seluruh masyarakaL mempunyal hakţ kesempaLan dan suara yang sama
dl dalam mengaLur pemerlnLahan dl dunlaŦ


Þr|ns|pŴpr|ns|p demokras|Ŧ

SeLlap prlnslp demokrasl darl berdlrlnya negara demokrasl Lelah Lerakomodasl dalam suaLu konsLlLusl
nk8l (negara kesaLuan 8epubllk lndonesla)Ŧ 8erlkuL lnl adalah prlnslpŴprlnslp demokraslţ dlanLaranya
sebagal berlkuL ť
1Ŧ kedaulaLan rakyaLŦ
2Ŧ ÞemerlnLahan berdasarkan perseLu[uan darl yang dlperlnLahŦ
3Ŧ kekuasaan mayorlLasŦ
4Ŧ PakŴhak mlnorlLasŦ
3Ŧ !amlnan hak asasl manuslaŦ






Demokrasi Dalam Pemerintaban

1Ŧuemokrasl adalah keadaan negara dlmana dalam slsLem pemerlnLahannya kedaulaLan berada dl
Langan rakyaLţ kekuasaan LerLlnggl berada dalam kepuLusan bersama rakyaLŦ

2ŦSecara umum prlnslpŴprlnslp demokrasl mellpuLl adanya pembaglan kekuasaanţ pemlllhan umum yang
bebasţ mana[emen yang Lerbukaţkebebasan lndlvlduţ peradllan yang bebasţ pengakuan hak
mlnorlLasţpemerlnLahan yang berdasarkan hukumţ pers yang bebasţ adanya beberapa parLal pollLlkţ
adanya konsensusţ adanya perseLu[uanţpemerlnLahan yang konsLlLuslonalţ keLenLuan LenLang
pendemokraslanţpengawasan LenLang admlnlsLrasl negaraţ perllndungan hak asaslţpemerlnLahan yang
mayorlLasţ persalngan keahllanţ mekanlsme pollLlkţkebebasan kebl[aksanaan negara dan pemerlnLah
yang menguLamakan musyawarahŦ

3Ŧuemokrasl langsung Ler[adl bllamana unLuk mewu[udkan kedaulaLan dl Langan rakyaL pada suaLu
negaraţ seLlap warga negara darl negara LersebuL boleh langsung menyampalkan hal lkhwal
persoalannya dan pendapaLnya kepada plhak eksekuLlfŦ

4Ŧuemokrasl perwakllan Ler[adl bllamana unLuk mewu[udkan kedaulaLan dl Langan rakyaL pada suaLu
negaraţ dlperlukan adanya semacam lembaga leglslaLlf (parlemen) karena masyarakaL yang beglLu
banyak dl saLu negara Lak mungkln seluruhnya duduk dl lembaga LersebuLŦ

3ŦClrl khas darl demokrasl konsLlLuslonll lalah gagasan bahwa pemerlnLah yang demokraLls adalah yang
LerbaLas kekuasaannya dan Lldak dlbenarkan berLlndak sewenangŴwenang Lerhadap warga negaranyaŦ

6ŦÞarLlslpasl pollLlk merupakan keglaLan warga negara preman ( prlvaLe clLlzen) yang berLu[uan
mempengaruhl pengambllan kepuLusan oleh pemerlnLahŦ Sedangkan komunlkasl pollLlk merupakan
penyampalan pesan yang berkenaan dengan fungsl suaLu slsLem pollLlkŦ

Þada haklkaLnya Leorl konLrak soslal merupakan usaha unLuk mendobrak dasar darl pemerlnLahan
absoluL dan meneLapkan hakŴhak pollLlk rakyaLŦlllsufŴfllsuf yang menceLuskan gagasan lnl anLara laln
!ohn Locke darl lnggrls dan MonLesquleu darl ÞeranclsŦ

1ŦMenuruL lrledrlch SLahl ada 4 unsurŴunsur rechssLaaLţ mellpuLlť
1ŦPakŴhak manuslaŤ
2ŦÞemlsahan anLara pembaglan kekuasaan unLuk men[amln hakŴhak lLuŤ
3ŦÞemerlnLah berdasarkan peraLuranŴperaLuranŤ
4ŦÞeradllan admlnlsLrasl dalam persellslhanŦ

Sedangkan menuruL AnŦ ulcey ada 3 unsur rule of lawţ yalLu
1ŦSupremasl aLuranŴaLuran hukumţ Lldak adanya kekuasaan sewenangwenang dalam arLl seseorang
hanya boleh dl hukum kalau melanggar hukumŤ
2Ŧkedudukan yang sama dalam menghadapl hukum
3Ŧ1er[amlnnya hakŴhak manusla oleh uu serLa kepuLusanŴkepuLusan pengadllanŦ

2ŦMenuruL Penry 8Ŧ Mayoţ slsLem pollLlk yang demokraLls lalah dl mana kebl[aksanaan umum
dlLenLukan aLas dasar mayorlLas oleh wakllŴwakll yang dlawasl secara efekLlf oleh rakyaL dalam
pemlllhanŴpemlllhan berkala yang dldasarkan aLas prlnslp kesamaan pollLlk dan dlselenggarakan

Terpasungnya Demokrasi dalam
Pemerintahan yang Demokratis

Pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat tak akan pernah menghilang dari muka
bumi, demikian kata Abraham Lincoln pada suatu pidato peresmian makam nasional di
Gettysburg, tahun 1863. Dengan ungkapan ini, ia telah menjabarkan unsur paling hakiki dari
suatu pemerintahan yang berkeadilan, yang bisa diterapkan oleh bangsa-bangsa yang
mengharapkan kehidupan yang demokratis.
Demokrasi adalah sesuatu yang berat, bahkan mungkin merupakan bentuk pemerintahan yang
paling rumit. Banyak ketegangan dan pertentangan yang mensyaratkan ketekunan para
penyelenggaranya agar bisa berhasil. Satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa demokrasi tidak
dirancang demi eIisiensi, tapi demi pertanggungjawaban. Sebuah pemerintahan demokratis,
mungkin tidak bisa bertindak secepat pemerintahan diktator. Namun sekali mengambil tindakan,
bisa dipastikan adanya dukungan atau anti (kontra) dari publik terhadap kebijakan itu.
Karena kerumitan itulah, berbagai sistem demokrasi telah coba diterapkan di Indonesia. Mulai
dari tahun 1950an sampai 1990an, sistem demokrasi Indonesia telah mengalami proses evolusi
yang sangat panjang dan lama. Apakah rentang waktu itu sudah mematangkan demokrasi?
Jawabannya belum! Bangsa ini masih terus bergulat untuk mematangkan demokrasi yang ada.
Pernah pada zaman Soeharto, bangsa kita boleh dikatakan 'damai¨. Presiden Soeharto banyak
melayani masyarakat, memberi subsidi ini dan itu, bahkan yang paling lucu, pasarpun dibuat
oleh negarayang kita kenal sekarang dengan nama pasar inpres. Apakah ini demokrasi? Tidak!
Bagaimana mungkin ini disebut demokrasi jika partisipasi masyarakat dalam pengambilan
keputusan, sama sekali tidak ada; reaksi pihak yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah
dibungkam secara masiI; mediapun tidak memiliki kredibilitas sebagai sarana untuk
menyampaikan kebenaran berdasarkan realita. Media dibungkam, oposisi dilibas dan masyarakat
'diperdaya¨ dengan ekonomi. Itukah demokrasi? Slogan yang sangat kental pada masa Soeharto
ialah 'POLITIK NO, EKONOMI YES¨.
Kedamaian ada bukan ketika tidak ada ketegangan, tetapi ketika keadilan meraja. Keadilan
adalah syarat mutlak suatu negara demokrasi. Ketika keadilan menjadi pilar utama, maka dapat
dipastikan demokrasi akan tumbuh subur dan dinamis. Namun demokrasi tidak selalu berarti
sebuah keadilan. Keadilan adalah nilai primer (primer value) dari demokrasi, tetapi demokrasi
bisa saja melahirkan ketidakadilan. Sehingga demokrasi tanpa keadilan ialah otoritarian atau
diktator dan demokrasi yang didorong oleh keadilan dalam arti memberikan kebebasan dan
perlakuan yang sama atas nama hukum, konstitusi dan Undang-Undang adalah demokrasi murni
(pure domocration).
Dari paparan di atas, maka saya kurang setuju dengan pernyataan SaiIul Mujani yang
menyatakan ...¨Iaktor utama yang membuat demokrasi bisa berkembang ataupun runtuh, cuma
satu, yaitu sejauh mana ekonomi sebuah negara bisa berkembang¨. Pernyataan ini mengandung
arti bahwa demokrasi akan berkembang, jika kesejahteraan rakyat itu merata. Ini merupakan
pahan demokrasi yang utilitarian, yang lebih menekankan asas manIaat dan 'meniadakan¨
otonomi serta kemampuan individu dalam masyarakat. Demokrasi tidak mensyaratkan
perkembangan ekonomi (kesejahteraan yang merata) tetapi tersedianya ruang yang bebas bagi
inidividu untuk mengekspresikan kemampuan serta perlakuan yang sama di depan hukum dan
Undang-Undang.

demokrasi dalam system pemerintahan Negara
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah
pemahaman yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang.
Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal
dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi
perwakilan). Istilah ini berasal dari bahasa Yunani oqµokputiu (demokratia) 'kekuasaan
rakyat¨, yang dibentuk dari kata oµoç (dêmos) 'rakyat¨ dan kputoç (Kratos) 'kekuasaan¨,
merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara
kota Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM.
Tujuan Demokrasi Pancasila adalah untuk menetapkan bagaimana bangsa Indonesia mengatur
hidup dan sikap berdemokrasi seharusnya.
Bagi bangsa Indonesia dalam berdemokrasi harus sesuai dengan Pancasila karena:
1. sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia;
2. meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME;
3. lebih menghargai hak asasi manusia;
4. menjamin kelangsungan hidup bangsa;
5. mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokrasi dan keadilan sosial.
Negara Kesatuan, negara yang merdeka , negara yang merdeka dan berdaulat dimana di seluruh
wilayah dan berdaulat dimana di seluruh wilayah negara, yang berkuasa hanyalah satu negara,
yang berkuasa hanyalah satu pemerintahan pusat yang mengatur pemerintahan pusat yang
mengatur seluruh daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful