P. 1
politik nurul

politik nurul

|Views: 1,159|Likes:
Published by jelita_sianturi

More info:

Published by: jelita_sianturi on Dec 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2012

pdf

text

original

Sections

  • APAKAH SOSIALISME ANTI AGAMA
  • SOSIALISME: Sama Rata Sama Rasa
  • Jumat, 25 Desember 2009
  • Demokrasi Adalah Liberalisasi
  • ARTIKEL TENTANG DEMOKRASI
  • Demokrasi ala Indonesia
  • SISTEM POLITIK/DEMOKRASI DI INDONESIA; DARI MASA KE MASA
  • [Outsider] Artikel "Fanatisme" yang ditulis jerinx SID

http://solindo.wordpress.

com/ Sosialisme Indonesia (Soekarno – Manifesto Politik RI)

“Hari depan revolusi Indonesia bukanlah menuju ke kapitalisme, dan sama sekali bukan menuju ke feudalisme… Hari depan Revolusi Indonesia adalah masyarakat adil dan makmur atau… Sosialisme Indonesia” Di tengah kekacauan situasi politik, ekonomi, sosial, hukum, keamanan di Indonesia, segalanya menjadi tidak pasti kecuali satu hal; bahwa sebagai kaum Sosialis sudah seharusnya berdiri secara pasti di atas keyakinan dan kekuatan diri sendiri bersama kelaskelas tertindas yang berjejalan di negeri ini. Sudah terlampau pekat mistik dan perjudian nasib dalam kehidupan massa rakyat kita. Sudah ratusan ribu mimpi-mimpi kosong tak bertemu kenyataan. Dan segala macam mistik tak perlu ditambah lagi. Biarpun wabah ini merambah ke dunia pergerakan politik, namun tidak bagi kaum Sosialis, tentunya. Memang, beberapa elemen kiri di Indonesia banyak yang bergerak dengan kaki gemetaran karena takut sebab tidak percaya pada kekuatan diri sendiri. selanjutnya mereka perlu menghiba dan meminta suaka perlindungan kepada elite berkuasa atau kekuatan-kekuatan besar yang bisa diminta. namun segala jaminan perlindungan akan keselamatan pergerakan yang bertopang pada kekuatan bukan dirinya sendiri tentu saja bersifat gambling alias berjudi. Ketergantungan inilah yang berbahaya bila sudah mempertautkan massa rakyat kelas tertindas. Ada banyak pelajaran dari sejarah yang meletakkan pilihan yang salah dari sesama kaum kiri yang tanpa banyak perhitungan berkoalisi dengan kekuatan reaksioner. Untuk menerangi jalan kepastian Sosialisme itulah blog kecil SOLINDO (Sosialisme Indonesia) hadir dengan optimisme bahwa kami akan berseru dari dan untuk kaum marhaen, proletar dan kaum muda revolusioner di negeri ini yang mencita-citakan dan memperjuangkan Kemerdekaan Sejati Menuju Sosialisme Indonesia.

Posted in sosialisme on Januari 8, 2008 by solindo

http://solindo.wordpress.com/2008/01/08/apakah-sosialisme-anti-agama/#more-6

APAKAH SOSIALISME ANTI AGAMA
APAKAH SOSIALISME ANTI AGAMA? Tidak !!!. Sosialisme tidak anti agama. Agama adalah urusan setiap pribadi dan setiap orang bebas untuk menentukan kepercayaannya, termasuk untuk tidak percaya pada suatu kepercayaan sekalipun. Sejak kecil kita sudah diajarkan di sekolah, bahwa „agama‟ adalah hubungan paling personal antara seorang individu dengan Tuhannya, karena itu tidak ada orang yang dapat mengatur, menentukan, dan mengendalikan hubungan itu. Yang tidak diinginkan adalah, keadaan di mana manusia menjadi diperbudak oleh agamanya. Manusia menjadi lupa tentang hidupnya sebagai manusia di bumi, lupa akan permasalahan sosial yang melanda kehidupannya dan kehidupan sesamanya, dan hanya ingat untuk mengejar surga. Akibatnya seseorang menjadi pasifis, seseorang tidak peduli pada keadaan sosialnya, masyarakat menjadi semakin mudah dieksploitasi oleh orang-orang yang berkuasa secara politik dan ekonomi. Karl Marx mengatakan bahwa agama adalah candu masyarakat, Marx juga mengatakan agama adalah keluhan para mahluk tertindas. Di sinilah hal ini berlaku. Agama menjadi semacam penghiburan bagi masyarakat yang tertindas oleh sistem, menjadi pelarian dan pelampiasan segala beban kehidupan yang dihasilkan dari penindasan secara ekonomi dan politik. Tetapi candu ini menjadi berbahaya ketika manusia semakin larut berputar-putar di dalamnya, manusia melupakan permasalahan sebenarnya bahwa masyarakat tertindas oleh sistem, dan cenderung terus menerus berkutat di permasalahan surga-neraka. Dalam beberapa kasus, masyarakat bukan hanya larut dalam urusan surga-neraka, melainkan menjadi fanatik terhadap agamanya. Muncul kebencian terhadap kepercayaan lain, bahkan mewujudkan kebencian itu dalam tindakan nyata. Hal ini semakin menguntungkan pihak penguasa politik dan ekonomi. Fanatisme bahkan dapat digunakan dengan sengaja oleh penguasa untuk menciptakan konflik antar kepercayaan. Masyarakat tertindas semakin larut dalam urusan agama dan tidak lagi peduli pada kehidupan nyata dan permasalahan-permasalahan sosialnya, dan kemudian mereka menjadi terpecah belah berdasarkan agama. Semakin jauh dari usaha untuk memperbaiki kehidupan sosial, apalagi usaha untuk merombak sistem penindas.

Karena itu masyarakat harus dibangunkan dari tidur panjangnya. Setiap orang bebas beragama, tetapi setiap orang juga harus memperjuangkan kehidupan nyatanya yang benar-benar ada di depan mata saat ini: Memperjuangkan kehidupan yang lebih baik, membongkar sistem penindasan yang sekarang berkuasa. Apakah Sosialisme Mempunyai Moralitas? Tentu saja. Agama adalah sumber standar moralitas yang utama, alat penentu kebaikan dan kebenaran pada masyarakat kita. Baik, benar, atau salah ditentukan dengan membandingkannya dengan apa yang dikatakan oleh agama, apa yang dikatakan oleh tokoh-tokoh agama, apa yang tertulis dalam buku-buku agama. Tetapi moralitas agama tidak akan mungkin berlaku benar-benar universal pada kehidupan manusia karena ada berbagai macam agama dan tiap agama memiliki standar-standar moralitasnya masing-masing, yang walaupun masih ada titik temunya tetap akan terdapat perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Tidak mungkin dan tidak adil untuk menilai benar atau salah perbuatan seorang beragama A dengan standar moralitas agama B. Lebih lagi, di masa sekarang, seringkali agama telah digunakan oleh pihak yang berkuasa sebagai tameng, sebagai alat pengekang, dan sebagai alat pemecah-belah untuk melemahkan perjuangan sosial kelas tertindas, membuat mereka terbuai mimpi indah surgawi setelah mati nanti. Orang yang melawan dan memberontak terhadap penguasa dikatakan tidak bermoral dan dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama yang mengajarkan manusia harus selalu bisa menerima keadaan, menerima takdir, dan menganggap kesulitan hidup sebagai cobaan dari Tuhan. Moral dan tolak ukur kebaikan dan kebenaran telah ditentukan oleh penguasa. Apaapa yang dapat membahayakan penguasa adalah tidak bermoral, jahat, dan salah; sementara apa yang mendukung dan memperkuat posisi penguasa adalah bermoral, baik, dan benar. Standar moral yang „gila‟ seperti ini tidak dapat terus menerus digunakan jika manusia memang ingin melepaskan diri dari lingkaran setan penindasan dan eksploitasi. Karena itu sosialisme-komunisme meletakkan standar moralnya bukan kepada agama, tetapi kepada kemanusiaan itu sendiri. Adalah tidak bermoral untuk merampas hasil pekerjaan orang lain. Adalah tidak bermoral untuk mengeksploitasi nafsu konsumerisme orang lain, menindas pemikiran dan perjuangan, menggusur tempat hidup dan tempat mencari nafkah, membunuh orang lain. Adalah tidak bermoral untuk mendiskriminasi orang lain berdasarkan jenis kelamin, ras, dan agama. Adalah tidak bermoral untuk mempekerjakan buruh di bawah umur. Adalah tidak bermoral untuk menekan upah buruh seminim mungkin

Dan lain-lain. “yang kuat yang menang”. penindasan. “hidup itu keras”. ide untuk merombak dan memberontak dari keadaan hidup yang sulit dan melarat mereka anggap sebagai salah. Kita mempunyai moral. Tetapi sementara itu mereka akan menggunakan standar moral lain lagi ketika segala perbuatan-perbuatan tidak bermoral mereka mulai disinggung (penghisapan. eksploitasi. Karena itu perbuatan menentang penguasa. Tetapi kita – kaum sosialis – menjawab: “Bukankah akan lebih baik kalau manusia dapat hidup bersama-sama dalam kesetaraan? Mengolah alam ini bukan untuk profit segelintir orang. melainkan untuk kemanusiaan?? .dan memecat mereka demi mencapai profit tertinggi. Adalah tidak bermoral untuk menempatkan PROFIT di atas KEMANUSIAAN. Dalam membela tindakan tidak bermoral yang dilakukannya. tidak baik. dan berbagai macam dalih dan alasan lainnya. “hukum alam”. yang tampaknya jauh lebih bermoral (bahkan bertolak belakang) dari standar moral para kapitalis. kapitalis menggunakan dalih-dalih semacam “merampok atau dirampok”. “makan atau dimakan”. Kaum kapitalis adalah pengguna standar ganda. dan berbagai macam hal yang dilakukan oleh kaum kapitalis terhadap kelas pekerja dan masyarakat melarat). melainkan untuk pemenuhan keperluan dan kebutuhan bersamasama? Mengambil dari tiap orang sesuai kemampuannya dan memberikan kepada setiap orang sesuai keperluannya?” Bukankah lebih baik kalau tidak perlu ada yang merampok dan dirampok? Bukankah lebih baik kalau dunia ini diabdikan bukan untuk profit. Mereka menggunakan standar moral yang tinggi sekali – bahkan menggunakan standar moral agama – ketika menilai perbuatan manusia pada umumnya. Itu adalah contoh-contoh moralitas dalam sosialisme. dan tidak bermoral.

ingin membuat manusia menjadi sama adalah mengingkari kodratnya. Sementara buruh hanya memiliki kewajiban untuk bekerja menghasilkan profit bagi majikan – sementara yang ia sendiri dapatkan hanya upah untuk dapat terus menyambung hidup. hak untuk menutup perusahaan. Dari hubungan yang “wajar” antara buruh dan majikan kita sudah dapat melihat. pada dasarnya manusia memiliki derajat yang sama. hak untuk memecat. Siapa yang unggul dalam ekonomi atau politik. Kita dapat saja mengatakan – menurut ini dan menurut itu – walaupun tingkat ekonomi dan politik berbeda-beda. bahwa manusia melakukan usaha yang berbeda-beda dalam hidupnya – sehingga hasil yang didapatkannya pun berbeda-beda. Pemecatan sewenang-wenang. pemotongan upah. mencoba untuk meninjau kembali. dihormati. dan segala macam alasan lainnya yang dilontarkan. maka ia akan mendapatkan status sosial yang baik. tidak ada manusia yang benar-benar serupa. hal ini ditentukan oleh keadaan ekonomi dan politik seseorang. Lebih terlihat lagi ketika terjadi pelecehan seksual yang dilakukan terhadap kaum buruh perempuan yang sering terjadi di pabrik-pabrik hingga hari ini. Tetapi cobalah lihat dan sadari kenyataannya. Walaupun sering kali dikatakan bahwa hubungan yang terjadi antara buruh dan majikan adalah setara. apa yang salah dengan sebuah cita-cita „sama rata sama rasa‟?? Manusia sejak dilahirkan. “sama rata sama rasa”. hak menentukan tingkat keuntungan. dan derajat yang tinggi. Kehidupan telah semakin memecah-mecahnya menjadi manusia-manusia dengan derajat kemanusiaan yang berbeda. Dan pengertian itu dikutuk serendah-rendahnya hingga hari ini. Pada kenyataannya saat ini. Tingkat ekonomi manusia telah sama sekali mengubah manusia yang seharusnya sederajat menjadi manusia yang memiliki berbagai tingkatan. menentang Tuhan. manusia berbeda bukan hanya dari apa yang ia dapatkan ketika terlahir di dunia sebagai manusia. pada dasarnya memang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Yang menjadi alasan utama kutukan tersebut adalah. pada kenyataannya bagaimanapun majikan tetap mempunyai hak untuk menentukan upah.SOSIALISME: Sama Rata Sama Rasa Umumnya pengertian orang tentang sosialisme adalah seperti judul dari tulisan ini. Kemudian dilanjutkan pula dengan alasan. dan lain- . tidak mungkin terdapat kesetaraan di dalam hubungan tersebut. Tetapi hal ini sama sekali tidak menjadi alasan bagi manusia untuk semakin membeda-bedakannya. dan sejuta hak lainnya. manusia pada dasarnya memang berbeda-beda. hak untuk menentukan jam kerja. penolakan kenaikan upah. hak untuk menentukan produksi. Tujuan dari tulisan ini adalah.

Petani upahan hanya bisa bekerja sebagai buruh tani atau buruh perkebunan yang mendapatkan upahnya dari hasil memeras keringat. Semakin banyak pula fasilitas yang akan ia dapatkan dalam hidup. Manusia yang memecah-mecah diri sendiri menjadi tingkatan-tingkatan yang berbeda-beda. Kita dapat melihat. Keadaan ekonomi telah membuat manusia-manusia tertentu harus dengan terpaksa menjual anaknya menjadi buruh pabrik. ekonomi dan politiklah yang menjadi akar masalah. maka ia akan memiliki lebih banyak hak-hak yang juga menentukan kehidupan orang lain. Bahkan sering kali terjadi manusia tidak lagi berharga dan bermartabat karena bahkan untuk bertahan tetap hidup pun sulit. dan semua itu pada akhirnya menentukan derajat seseorang. manusia telah melakukan usaha yang berbedabeda dalam hidup sehingga mencapai hasil yang berbeda-beda pula. makan. tukang loak. Contoh lain. kesehatan. Karena keadaan ekonomi juga ada orang-orang yang menggadaikan moralnya untuk menjadi maling kampung. dan anak pekerja jermal adalah lebih mudah dan enteng . petani. tempat tinggal. Demikian pula sebaliknya. akan semakin terbuka lebar aksesnya pada perekonomian. pendidikan. status sosial. Dan sesungguhnya ada hubungan erat antara tingkat ekonomi dan status politik seseorang. Tentang politik. sekali lagi. Kita dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tinggi keadaan ekonominya. semakin kuat status politik seseorang. Banyak kita temukan orang-orang yang harus merendahkan derajat mereka sedemikian rupa dengan cara mengemis agar dapat bertahan hidup.lain. Padahal keadaan ekonomi dan politik adalah ciptaan manusia. terjadi hubungan saling mendukung di antara keduanya. pekerja seksual. keadaan ekonomi menentukan kehidupan seperti apa yang dinikmati seseorang. keamanan. Semakin tinggi tingkat perekonomian seseorang. semakin berpengaruh ia dalam politik (walaupun tidak secara resmi). *** Kemudian dikatakan kembali. pelacur. Intinya. bagaimanapun tidak akan terjadi hubungan yang sederajat antara petani upahan dengan pemilik tanah. Karena kedua hal itu perkataan bahwa manusia sederajat tinggal menjadi omong kosong belaka. Bagaimanapun kita tidak dapat mengatakan bahwa pekerjaan seorang buruh. hal ini bukan menjadi alasan baginya untuk semakin membeda-bedakan manusia berdasarkan tingkat ekonomi dan politik. atau pekerja di atas jermal – yang kemudian menerima kekerasan fisik dan seksual. tidak perlu kita katakan lagi bagaimana status politik seseorang membuatnya memiliki derajat yang lebih tinggi. Walaupun pada dasarnya manusia berbeda-beda. bayi manusia yang baru lahir ke dunia tidak membawa keadaan ekonomi dan politik di tubuhnya. tidak ada hak-hak apapun pada mereka.

dan pekerja jermal pun bekerja sejak masa kanak-kanak mereka. dan anak pekerja jermal?? Pendidikan. dan bahkan mengorbankan kehidupan masa kanak-kanak. pelacur di bawah umur. Juga dikatakan. semua itu menjadi monopoli kaum yang memang sudah memiliki modal sejak awalnya. Mereka yang pertama disebut. Tetapi mereka tetap melarat hingga mati! Dan. yaitu tingkat perekonomian dan politik yang sama rata: SAMA RATA SAMA RASA! http://solindo. dari keadaan melarat hingga mencapai tingkat perekonomian yang baik. tetapi juga cara usaha itu sendiri. mengapa kita tidak mengusahakan sebuah kehidupan di mana derajat manusia benar-benar setara. mengorbankan kehormatan dan moralnya hanya untuk tetap hidup. tukang loak. *** Lalu pertanyaannya. Di mana ketamakan manusia bertumbuh dengan suburnya. maka kita katakan. pada kenyataannya tidak semua dari mereka pada akhirnya akan memperoleh tingkat perekonomian yang layak. sehingga wajar saja kalau ia mendapatkan hasil kerjanya sekarang ini. pelacur. dan kesempatan tidak berada di tangan mereka. Bahwa ada orang-orang yang sejak masa kanak-kanak telah bekerja mati-matian. bukankah justru hal itu yang harus dicegah oleh manusia yang beradab – keharusan untuk bekerja demi menyambung hidup sejak anak-anak? Hal ini semakin menunjukkan bahwa kita hidup di dalam sebuah sistem yang sakit. Buruh anak-anak. dan segala keinginan manusia yang tak terbatas. keinginan untuk memperoleh segala-galanya. pelecehan seksual. keinginan untuk melebihi yang lain. tetapi yang mereka dapatkan hanya kesempatan untuk tetap bertahan hidup dan tidak lebih dari itu. dan segala hal lain-nya. bahkan tidak jarang harus menerima perlakuan kekerasan secara fisik.wordpress. Semua itu dihalalkan dan dimaklumkan dengan seonggok omong kosong berbunyi “manusia pada dasarnya berbeda-beda”.daripada pekerjaan seorang direktur atau pemilik modal. petani. di mana manusia tidak terpecah-pecah menjadi yang tinggi dan yang rendah? Hal itu cuma bisa terjadi jika salah satu syarat telah terpenuhi. di mana seseorang harus bekerja sedemikian kerasnya. banyak orang yang telah melakukan usaha yang amat keras sejak masa mudanya – bahkan sejak kanak-kanak. cara usaha seperti apakah yang dapat diharapkan dari seorang buruh. bekerja sepanjang hari dan sepanjang hidupnya menggunakan seluruh tenaga mereka bahkan juga kehormatan mereka. dijual oleh keluarga sendiri. Kalau dikatakan bukan hanya tingkat kekerasan bekerja yang menentukan.com/2008/01/08/sosialisme-sama-rata-sama-rasa/#more-4 . keinginan untuk berkuasa. fasilitas. di mana manusia tidak saling meninggikan diri di antara yang lain.

. Kuasa dari atas ditolak. Disatu pihak ia ditarik kecenderungan keterbukaan dengan moralitas bebasnya. Liberalisme berkaitan dengan kata Libertas (bhs. yang kurang mengindahkan hak-hak azasi manusia. tetapi dalam pengertian umum. ekonomi dan keagamaan. melainkan juga membebaskan diri dari kuasa rohani yang tidak mendapat mandat dari umat. . Libertinisme juga berkaitan dengan Libertas. ada beberapa istilah yang perlu dikenal lebih jauh terutama Liberalisme.Liberalisme Oleh: Herlianto http://sabda. Liberalisme dapat dimengerti sebagai (1) tradisi politik (2) filsafat politik dan (3) teori filsafat umum. Mirip dengan liberalisme. Seorang tokohnya. Di Perancis. dan dalam banyak sajaknya sama halnya dengan sesama libertin Marc Antoine de Gerard Saint Amant. . 2003). dan Liberalisme mencakup banyak aliran yang berbeda artinya di bidang politik. dalam sajak yang ditulisnya di The Satirical Parnassus ia tidak menghiraukan nilai moral dan seksual..6:9). konsepsi mengenai orang dan teori moral sama halnya dengan filsafat politik. dan moral (Wikipedia). tepat seperti yang dikatakan oleh Verkuyl bahwa manusia berada di antara libertinisme dan farisiisme (lihat artikel Adat Istiadat). latin) yang artinya kebebasan. mencakup teori nilai. libertin adalah orang yang membebaskan diri dari kekangan. mereka menentang ajaran agama dan konvensi moral masyarakat. yang berpangkal tolak pada kebebasan orang-perorangan terhadap kekuasaan apapun (A. bahwa manusia tidak hanya berhak mengusahakan masyarakat yang bebas dari kekuasaan negara. Libertin menyiapkan jalan bagi abad berikutnya yang menularkan roh kritik yang dilandaskan pada logika (Encyclopedia Encarta. 2006). Dalam Alkitab ada disebut orang libertini yang berarti orang Yahudi yang telah bebas dari penjara Romawi dan memiliki sinagoga sendiri di Yerusalem (Kis. Heuken lebih lanjut menyebut liberalisme dasarnya adalah pendangan ZamanPencerahan. Heuken SJ: Ensiklopedi Gereja). terutama norma sosial dan agama.org/artikel/liberalisme Melengkapi artikel Liberalisme di Belanda dan Adat Istiadat. Theophile de Viau diusir duakali dari kota Paris karena pandangannya yang atheistik dan hidup berfoya-foya. liberalisme lebih dekat dikaitkan dengan sekularisme dan demokrasi (Stanford Encyclopedia of Philosophy. libertinisme atau faham yang dianut orang libertin. Dari pengertian demikian. dipihak lain ia ditarik kecenderungan ketertutupan dengan moralitas kakunya.

liberalisme dapat dibagi dalam tiga masa. Liberalisme teologi adalah salah satu pemikiran agama yang menekankan penyelidikan agama yang berlandaskan norma diluar otoritas tradisi gereja. Liberalisme adalah keinginan untuk dibebaskan dari paksaan kontrol dari luar dan secara konsekwen bersangkutan dengan motivasi dari dalam diri manusia. . Descartes menekankan cara berfikir yang berpengaruh sampai abad-19 dan meletakkan dasar perkiraan kesadaran modern. liberalisme teologi biasa dikaitkan dengan filsuf dan matematikawan Rene Descartes. atau Tuhan. dan mereka mengacu pada tehnik kritik historis atas Alkitab dalam usaha untuk membedakan Yesus Sejarah dan ajarannya dari dari apa yang mereka anggap sebagai mitologi dan dihasilkan oleh dogma. Jean-Jacques Rousseau dan Immanuel Kant adalah arsitek dibelakang liberalisme romantis ini. dan (3) keyakinan bahwa sifat alami manusia bisa dan selalu diperbaiki. Masa Pertama. ini memberi nilai lebih pada kepribadian dan kreativitas individu melebihi semua nilai lain. Bila semula liberalisme teologi masih memberi tempat pada yang supranatural. liberalisme teologi dikenal sebagai masa Romantisme yang diawali dengan disadarinya keunikan individu dan konsekwensinya mengenai pentingnya pengalaman individu sebagai sumber khusus mengenai arti yang tidak terbatas. Teolog liberal berusaha untuk mendamaikan agama dengan ilmu pengetahuan dan masyarakat modern. Masa Kedua. yaitu: (1) keyakinan akan pikiran manusia. dapat disebut sebagai bapak teologi protestan modern. Kedudukannya sebagai pengajar di Berlin sempat dipersoalkan oleh gereja Jerman karena pandangannya yang liberal mengenai mujizat Alkitab termasuk soal sifat sejarah kebangkitan Yesus. Dalam teologi. Albrecht Ritchl menolak aspek supranatural dari hidup Yesus dan menafsirkan mujizat Yesus dalam kerangka ajaran idealisme Hegel. Dalam Encyclopaedia Britannica. Schleiermacher mengerti agama sebagai perasaan yang intuisif kebergantungan kepada yang kekal. sekalipun bisa diartikan macam-macam dalam berbagai bidang yang berbeda. Masa ini juga disebut sebagai masa Rasionalisme dan Pencerahan. Friedrich Schliermacher. yang dipercayainya sebagai pengalaman universal dari kemanusiaan.Liberalisme. masa kedua dari pertengahan abad-18 sampai akhir abad-19. yaitu: masa pertama dari abad-17 sampai pertengahan abad-18. Pengikut Ritchl Adolf von Harnack menyebut Yesus adalah tokoh manusia yang memiliki damai dan kerendahan hati yang dapat menguatkan dan membawa damai pada orang lain. dan menjadikan etika sebagai jantung agama. memiliki pengertian sendiri dalam teologi. lamakelamaan perkembangan liberalisme mengarah pada penekanan Yesus sebagai sekedar manusia biasa. (3) imanensi Tuhan. (2) mengutamakan manusia sebagai pribadi. Ini menekankan pengalaman beragama daripada dogma agama. dan masa ketiga dari pertengahan abad19 sampai abad-20.

perkembangan liberalisme sekalipun sempat direm sejenak oleh Karl Barth dengan Neo-Orthodoxinya. Renan (Life of Jesus) juga senada dengan Strauss dan lebih jauh menyebut Yesus terobsesi semangat revolusi. dalam mana seluruh perhatian dituntut untuk dunia ini dan untuk zaman ini dengan mengucilkan Allah serta Kerajaan-Nya. Libertinisme dan Sekularisme. Dari ketiga istilah Liberalisme. karena itu Manusia harus menentukan jalan hidupnya sendiri. yaitu membebaskan diri dari yang Aeternum dan hanya berurusan dengan yang Saeculum. Hal-hal yang bersifat transendental dipandang sebagai mitologi dan harus dimengerti secara .F. kita menjumpai nafas yang sama yang mendasari. Dalam hubungan dengan Liberalisme. D. Kecenderungan menafikan yang supranatural disebut juga sebagai (Gereja dan Aliran Modern).C. makin menjauhkan agama dari aspek transendennya. Teologi Liberal masa ketiga ini juga sering disebut sebagai Pada masa ketiga ini berkembang studi Yesus Sejarah yang menafikan sifat supranatural Yesus. Semangat sekularisme sudah terlihat dalam pemikiran Friedrich Nietzsche yang dikenal sebagai pelopor Teologi Kematian Tuhan (Death of God Theology). yang menanggalkan yang profan dari yang sakral. penganiayaan dan mati syahid.. Dalam Rudolf Bultman kita melihat skeptikisme rasional dibentuk oleh existensialisme berusaha mendikotomikan Yesus Sejarah dari Yesus Iman dan menolak konsep the three deckers universe (bumi surga neraka) yang disebutnya mitos. Arend Theodoor van Leeuwen (Christianity in World History) menyebut Liberalisme adalah produk yang disekularisasikan dari peradaban Kristen. Arthur Drews (The Christ Myth) bahkan lebih jauh memperlakukan seluruh Injil sebagai cerita fiksi. Saeculum adalah pandangan serta sikap hidup yang menanggalkan yang waktuwi itu dari yang abadi. Baur memperkenalkan pendekatan yang anti-theistic dan yang supranatural dalam hubungan dengan sejarah kekristenan. Sedang Sekularisme ialah aliran dalam kultur. . Strauss (Life of Jesus) menolak sama sekali dasar sejarah elemen supranatural dalam Injil.E. Britannica menyebut Sekularisme sebagai gerakan dalam masyarakat yang ditujukan untuk menjauhkan diri dari yang diluar dunia dan kembali ke bumi. dan tidak memberikan hak khusus atau subsidi kepada agama. J. dan Sekularisme yang terkait masa Pencerahan menegaskan tentang kebebasan agama dan bebas dari agama. F. Ia bertitik tolak menafikan Tuhan yaitu pada Tuhan yang tidak ada. Albert Schweitzer (The Quest of the Historical Jesus) disatu sisi menyalahkan Strauss dan Renan karena mengabaikan aspek eschatologis tentang kerajaan Allah dan akhir zaman. tetapi disisi lain ia meneruskan pandangan mereka karena Yesus ditampilkan sebagai politikus agama yang pemarah yang membuat kesalahan besar dalam cara hidupnya. Encyclopedia Wikipedia menyebut Sekularitas adalah keberadaan yang bebas dari kwalitas keagamaan dan spiritualitas.. Seluruh etos dan pemikiran Perjanjian Baru adalah mitos. Faham Yesus Sejarah ini diteruskan oleh Jesus Seminar sejak 1985. dalam negara yang netral dalam hal menyangkut kepercayaan.Masa ketiga.

Baginya. Robinson (Honest to God) mulai dengan keyakinan bahwa gagasan Allah di atas sana telah kuno.J. dan dari judul bukunya kita dapat mengetahui kemana arah radikalisme Gabriel Vahanian (The Death of God: The Culture of Our Post-Christian Era). namun pandangannya berubah radikal ketika ia dipenjara karena konspirasi membunuh Hitler. Di kalangan Roma Katolik. Lebih jauh John A. Altizer (The Gospel of Christian Atheism). Bila semula Liberalisme mempunyai andil memperbaiki beberapa kekeliruan Konservativisme ekstrim. tidak bermakna lagi dan salah. Harvey Cox (The Secular City) menyinggung tema yang sama. malah nafas kebebasan itu berangsur-angsur membawa manusia kepada peninggian diri dan akhirnya makin menafikan yang kekal dan Tuhan dalam bentuk Liberalisme yang makin ekstrim. yaitu pada masa tahun 1960-an dibalik gencarnya Liberalisme Radikal yang bukan saja menafikan Allah tetapi menganggap Allah telah mati dan sudah dikubur. Yang lebih radikal lagi kita temukan dalam tulisan Thomas J. Robert Adolfs (The Grave of God) sampai menerima kutukan dari masyarakat disekitarnya. Kelihatannya ada gejala menarik untuk diamati sebagai Masa Ke-empat yang bisa ditambahkan dalam tiga pembagian yang disebut Britannica. Pada tahun 1960-an konsep Nietzche mengenai Kematian Allah bangkit kembali di kalangan beberapa teolog radikal. Tugas manusia adalah mendemitologisasikan ajaran PB itu. Paul van Buren (The Secular Meaning of the Gospel) mengungkapkan gagasan radikalnya. Tuhan adalah The Ground of all Being. . Manusia sudah dewasa sehingga tidak lagi perlu bergantung kepada yang disebut Allah.existensial yang subyektip. Dalam Letters from Prison ia menekankan kekristenan tanpa agama dan bahwa dunia sudah dewasa (world come of age) dan kekristenan telah kehilangan sifat keagamaannya. Di kalangan teolog Liberal ada juga usaha untuk kembali membuka diri kepada hal-hal yang dulu dinafikan. Teolog sekular selanjutnya lebih radikal menafikan yang supranatural. Dietrich Bonhoeffer dalam tulisan awalnya cukup konservatif dan kristosentris. Manusia dewasa harus meninggalkan konsep proyeksi figur ayah ke angkasa yang dipercaya itu. hanya sayangnya mereka tidak kembali kepada supranaturalisme Alkitab tetapi lari kepada mistikisme/gnostikisme yang dahulu dikritik oleh Bultman sebagai yang harus didemitologisasikan.T. Paul Tillich mengemukakan bahwa Injil harus ditelanjangi dari sifat nonexistensialnya dan terbuka bagi istilah-istilah yang bermakna bagi manusia modern. ia tidak memberi jalan keluar yang lebih baik. dunia mengalami kekosongan batin/rohani yang luar biasa yang dikenal dengan Era Posmo (Postmodernism) dimana ketika Modernisme tidak lagi memadai terjadi pencarian manusia kembali akan nilai-nilai transendental yang mereka cari dalam agama-agama mistik Timur (New Age).

Soalnya. sekarang tinggal 10% saja yang dibaptis dan ke gereja.Liberalisme di Belanda Oleh: Herlianto Di Eropa. Ruud Lubbers. Kenyataan ini memperngaruhi banyak pendeta dan teolog yang termasuk Nederlandze Hervormde Kerk (NHK) yang sudah lebih dahulu terpengaruh Liberalisme maupun Sebenarnya GKN sangat ketat menganut faham pengakuan iman reformasi yang teguh dan melepaskan diri dari NHK tetapi sejak tahun 1960-an NHK mengikuti keterbukaan dimana beberapa teolognya mulai menganggap tradisi gereja sebagai tradisi manusia belaka dan Alkitab sekedar buku dongeng. sex bebas dan perilaku homoseksual sudah merangsang peningkatan kejahatan dan mengganggu kebebasan penduduk lainnya. September 1995). yang 200 tahun yang lalu hampir seluruhnya beragama Kristen (99%). (Sekularisasi Ancaman Bagi Semua Agama. dalam dua dasawarsa terakhir masyarakat umum mulai mempertanyakan: tidakkah kebebasan di Belanda sudah terlalu jauh? (Backlash and Debate. kebanyakan mereka tidak terikat lagi dalam agama atau sudah menjadi sekuler. ini berarti bahwa sifat itu membawa negeri Belanda pada situasi dimana semua faham baru dan perilaku bisa ditoleransikan. Berita Oikumene. kebebasan penggunaan narkoba. liberalisme masuk jauh termasuk kedunia gereja. Time Magazine. Menurut Prof Jongeneel . August 1987. Keterbukaan akan kesimpulan kritik historis mulai menghinggapi pemikiran para teolog muda setelah para teolog konservatif satu-persatu memasuki masa pensiun mereka.. mengeluhkan bahwa Belanda sudah menghadapi Demokrasi yang kelewat batas. Di Belanda. . Eropa kini menjadi makin sekuler. negeri yang paling sekuler dan liberal adalah Belanda. . sejalan dengan sekularisme... hlm. Kebebasan bukannya tidak terbatas. dan negara yang paling sekuler adalah Belanda. Akibat kebebasan sekuler dan liberal telah menjadikan Amsterdam sebagai pusat peredaran obat bius bahkan ada anggota dewan kota yang pecandu narkoba. ini dimungkinkan karena bangsa Belanda termasuk yang paling bebas. penduduk Amsterdam. terbuka.. Permissiveness: the Dutch are wondering if things have gone too far. Belanda adalah negara pertama yang melegalkan Euthanasia. dan juga menjadi surga perilaku homoseksual.20-25). dan sangat toleran. pornografi. ketika menjabat perdana menteri.

1993. . Memang NHK dan GKN cenderung lebih berurusan dengan pertanyaan modern mengenai Apa arti iman bagi manusia sekuler. Perplexing Ciousins: Where Are The Dutch Churches Headed?.13) Yang menarik untuk diamati bahwa akhir abad-20 peradaban dunia diwarnai dengan semangat kembali kepada transendentalisme.Dalam hubungan perubahan arah digereja arus utama di Belanda. karena pendekatan yang dilakukan adalah lebih bersifat sekuler dan liberal. (Klaas Runia. organisasi gereja-gereja Reformed Sedunia) ditujukan kepada GKN. tetapi ia juga mengatakan bahwa kemungkinan ke-3 tidak hanya membutuhkan kreativitas saja tetapi juga spritualitas yang dalam. khususnya juga para teolog dan para pemimpin gereja. diubah peruntukannya menjadi kelab malam atau bar. bahkan liberalisme yang makin jauh dipraktekkan pendeta-pendeta GKN. atau 2. karena itu sebaiknya kita memilih kemungkinan ke-3. dalam beberapa Sidang Raya REC kemudian. bagaimana mencegah para pemuda keluar dari gereja. atau 3. Gereja mencoba secara kreatif mencari terobosan baru dalam menjawab kebutuhan dunia modern. maka bilamana gereja membuang yang transendental. GKN diusulkan untuk dikeluarkan. Jonkers mengatakan bahwa kemungkinan 1 dan 2 menjurus pada jalan buntu. maka sebagian umat mendapat jalan keluar dalam persekutuan-persekutuan injili dan kharismatik yang kembali menekankan spiritualitas Kristen yang membuka diri pada pekerjaan Roh Kudus. bahkan ada gereja yang dibeli konglomerat Indonesia dan dijadikan mesjid! Menarik mendengarkan komentar ahli sosiologi agama Jan Jonkers berkenaan dengan kecenderungan gereja-gereja mapan di Belanda sekarang. maka hasilnya banyak gereja ditinggalkan jemaatnya terutama kaum muda. Gereja kembali kepada tradisionalisme kuno dan konservatisme kaku. June 7 1993. Dan seperti biasanya usaha para teolog muda untuk menyesuaikan berita mimbarnya dengan tuntutan sekularisme. Perplexing Cousins: The Dutch Churches. sehingga sejak tahun 1972 banyak kritik justru datang dari kalangan Reformed Ecumenical Council (REC. The Banner Magazine. ini diaminkan oleh Klaas Runia yang yakin bahwa hal itu membutuhkan: dengar-dengaran dengan taat akan firman Tuhan.8). disertai doa yang terus menerus agar gereja diurapi dengan kaya oleh Roh Kudus. May 31. Gereja terus menerus membuka diri terhadap sekularisme. Banyak gereja menjadi kosong. teolog Klaas Runia mengemukakan bahwa penyebab utamanya adalah sekularisme yang kuat melanda negeri Belanda. hlm. hlm. yaitu adanya tiga kemungkinan: 1. dan bagaimana mengembalikan hubungan transendental dengan yang ilahi yang makin menghilang? Namun. apa berita yang bisa disampaikan pada orang di luar gereja. suatu usaha yang akhirnya tidak bisa direm. dan liberalisme cenderung mengerlingkan mata kepada spiritualitas mistik pantheisme (new age). The Banner Magazine. (Klaas Runia.

GKJ). Masyarakat Indonesia sebagai bagian masyarakat Timur masih konservatif dan jauh dibandingkan liberalisme Belanda. 5.) berasal dari pekerjaan misi Hervorm. kita bisa melihat bahwa liberalisme cenderung membuat gereja kosong. Sebagian besar gereja-gereja mapan (GPIB.Bagaimana dengan di Indonesia? Gereja-gereja mapan di Indonesia memang umumnya berdiri karena pekerjaan misi NHK (NZG dan NZV) dan juga GKN (NGZV). Sumber: www. tetapi pada saat yang sama puluhan STT injili dan kharismatik berdiri). Andrew Gih juga melayani ke Indonesia dan mendirikan Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT). keduanya kemudian berjalan sendiri-sendiri. ada pengaruh pelayanan penginjil John Sung yang berbekas pada jemaat Tionghoa baik yang baba dan terutama yang totok (Di Tiongkok John Sung melayani bersama Andrew Gih. Adanya kebangunan gerakan Injili dan Kharismatik dalam kekristenan di Indonesia merupakan nafas segar bagi konservatisme Kristen (fakta menunjukkan bahwa dalam beberapa dasawarsa terakhir. nyaris tidak ada pembukaan STT ekumenis yang baru.yabina. GMIM dll. Sekularisme belum menjadi masalah. tetapi konservtisme membuat gereja tetap bertahan mengarungi ombak jaman. Ini disebabkan beberapa kondisi yang berbeda: 1. 2. GKI. Dari pengalaman di Belanda itu. 4. 3. karena berbeda orientasi dimana Sung menekankan penginjilan massal sedangkan Gih menekankan pelayanan gereja dan sekolah Teologi. Para utusan misi NHK dan GKN perintis gereja-gereja itu adalah pendeta/utusan misi yang beriman konservatif. dan ada juga yang berasal dari pekerjaan misi Gereformeerd (GKI Jateng. pengaruhnya kecil ditengah mayoritas jemaat Indonesia yang konservatif. GKJW. Dikalangan jemaat Tionghoa. tetapi pengaruh mereka baru sebatas pengaruh terhadap pribadi-pribadi pendeta dan kaum elit tertentu. namun gereja-gereja mapan di Indonesia ini tidak mengalami nasib malang seperti saudara-saudara mereka gereja di Nederland. GKP.org . Sekalipun pengaruh liberalisme masuk juga melalui beberapa utusan misi Belanda/Barat terutama melalui pendidikan di STT tertentu. Orang-orang Indonesia yang konservatif masih sangat terbuka akan hal-hal transendental berbeda dengan orang-orang Belanda yang sekuler dan liberal.

Diungkapkan dengan cara lain. yang dalam praktiknya selalu menaklukkan yang lain. Dan kelas borjuasi adalah aktor utama di balik imperialisme Eropa karena imperialisme. bisakah cita-cita liberalisme (kebebasan dan self government) dicapai melalui imperialisme? Untuk memperjelas duduk perkaranya. Inti dari imperialisme demokratik adalah kombinasi antara kekuatan militer dan ide demokrasi. Amerika harus menggunakan kekuatan militernya yang tak tertandingi untuk secara agresif menyebarkan demokrasi. sebagai strategi perang melawan terorisme. ada baiknya kita menengok debat yang sudah berlangsung lama tentang hubungan antara liberalisme dan imperialisme. di sinilah letak soalnya: mungkinkah ide demokrasi yang bertumpu pada kebebasan dan otonomi dikawinkan dengan kekuatan militer yang bersandar pada jalan perang dan penaklukan. 25 Desember 2009 Liberalisme dan Anti-imperialisme Bulan ini invasi Amerika terhadap Irak genap berumur tiga tahun. Yang tak kalah meresahkan adalah doktrin yang mendasari invasi. liberalisme akan selalu berujung pada sokongan terhadap imperialisme. Kaum kiri barangkali akan menganggap tidak ada yang aneh dengan imperialisme demokratik tersebut sebab dalam pandangan mereka. Invasi ini merisaukan bukan saja lantaran pelbagai alasan pembenarnya. Barat membentuk identitas dirinya dengan cara mengeksklusi dan menguasai non-Barat. Liberalisme tidak lain adalah ideologi pembenar atas naiknya kelas borjuis di pentas politik Eropa. Amerika tidak perlu segan tampil sebagai kekuatan imperial yang mempromosikan demokrasi ke seluruh jagat. adalah tahap tertinggi dari kapitalisme. Culture and Imperialism. Edward Said dalam bukunya. mendaku bahwa ekspresi artistik dan kultur Barat modern tidak mungkin berkembang tanpa . imperialisme adalah konsekuensi logis dari modus pembentukan identitas Barat yang selalu disertai dengan eksklusi dan penaklukan terhadap the Other. kata Lenin. Liberalisme adalah anak kandung dari narasi besar Pencerahan yang mendaku berlaku universal. terbukti palsu belaka. dari senjata pemusnah massal sampai kaitan Saddam Hussein dengan Osama bin Laden. yang lain menargetkan dominasi. Doktrin ini lazim disebut ”imperialisme demokratik”. Yang satu mendambakan situasi dialogis. Dalam pandangan neokons. Namun. Bahkan. Sementara itu.Jumat. Invasi ini menyesakkan bukan saja karena dampaknya yang membikin Irak karut-marut dan membawa dunia ke dalam situasi yang semakin tidak aman dari terorisme. yang dijajakan oleh kaum neokonservatisme dan dianut oleh pemerintahan George W Bush. bagi para penganut posmodernisme dan kritik poskolonial.

pada hemat saya. kenapa Tocqueville mendukung imperialisme? Saya kira ini terkait dengan sosok pribadinya yang menghuni dua dunia: dunia liberal dan aristokrasi. antipati yang kental terhadap imperialisme semacam itu tentu memikat. Buat kita yang hidup di suatu negeri dengan ingatan kolektif yang perih tentang penjajahan. Akan tetapi. Komitmennya pada liberalisme membuat ia resah demi menyaksikan situasi Perancis pada masanya.petualangan imperial. Nada serangannya yang tajam terhadap liberalisme bisa jadi mengandung mystique tersendiri dan mengundang simpati yang luas. John Stuart Mill adalah pembela kebebasan individu dari ancaman tirani mayoritas. Tocqueville sendiri pernah mengaku sebagai ”liberal by mind. Sebaliknya. dan poskolonial. Tocqueville adalah pemikir liberal Perancis yang lahir dari keluarga aristokratik. Padahal. menunjukkan betapa kaitan antara liberalisme dan imperialisme bukanlah suatu hal yang monokromatik. Tocqueville sebenarnya meratapi gejala hilangnya keagungan makna . mencatat bahwa liberalisme abad ke-18 dari pemikir Pencerahan macam Denis Diderot dan Immanuel Kant justru secara tajam mengkritik imperialisme. Studi yang dilakukan oleh pasangan istri suami Jennifer Pitts dan Sankar Muthu. Meskipun menegaskan pentingnya demokrasi. Muthu dalam bukunya. Keresahan inilah yang yang mendorong Tocqueville menulis Democracy in America. kata Tocqueville. Wajah ganda liberalisme inilah yang tampaknya diabaikan oleh kritik Marxis. Namun. Enlightenment Against Empire (2003). obat yang paling mujarab adalah ”tambah demokrasi” (more democracy). Dalam bukunya. demokrasi sosial di Perancis penuh pergolakan karena tidak dibarengi dengan kesadaran mengembangkan demokrasi politik. Di mata Tocqueville. orang yang sama juga terlibat aktif dalam kolonialisme Inggris di India. Untuk menyembuhkan pelbagai penyakit demokrasi. kritik-kritik semacam itu mengabaikan dinamika-dakhil liberalisme dalam merespons imperialisme. posmodernis. Lantas. Pitts melacak pemikiran liberal abad ke-19 dari Tocqueville dan Mill yang memang mendukung imperialisme. sosok yang sama juga menjadi arsitek kolonialisme Perancis di Aljazair. Wajah ganda liberalisme Selama ini Alexis de Tocqueville lebih banyak dikenal melalui karya briliannya tentang demokrasi di Amerika. yang mengalami demokrasi sosial yang radikal karena berhasil menghancurkan relasi feodal ancient regime melalui Revolusi Perancis. Namun. Perancis perlu belajar dari demokrasi di Amerika karena Amerika berhasil mengelola demokrasi sosial dengan mengembangkan demokrasi politik. aristocrat by heart”. A Turn to Empire: The Rise of Liberal Imperialism in Britain and France(2005). keduanya profesor teori politik pada Universitas Princeton.

imperialisme perlu karena itulah sarana yang secara bertahap akan membawa tahap ”kultur kanak-kanak” India ke tahap ”kultur dewasa”. ini ditegaskan Stanley Kurtz. salah seorang pemikir neokons. Di sisi lain. John Stuart Mill adalah pemikir liberal Inggris yang mendukung dan terlibat dalam imperialisme negerinya atas India karena dia percaya tatanan imperial merupakan instrumen yang diperlukan untuk membawa bangsa terbelakang mencapai kemajuan. Dalam pandangan Mill. Akan tetapi. Dalam pandangan Mill. Tocqueville dengan pedas mencela kaum kulit putih yang merebut tanah Indian dan membawa mereka menuju kepunahan. Di sini saya ingin menyebut dua nama penting: Edmund Burke dan Denis Diderot Edmund Burke (1729-1797) adalah negarawan dan pemikir politik Inggris yang dikenal sebagai bapak konservatisme. argumen Mill ini punya kemiripan dengan doktrin imperialisme demokratik ala neokons. 2003). Di sini liberalisme Tocqueville kalah oleh sentimen nasionalismenya. Mereka menjadi semakin apolitis dan hanyut dalam kultur kapitalisme. Bahwa Tocqueville dan Mill begitu antusiasnya mendukung proyek imperial negaranya masing-masing jelas merupakan suatu skandal yang menampar muka liberalisme. Dalam buku tersebut. kepekaannya terhadap kebebasan dan kesetaraan tampak kuat mewarnai penggambaran Tocqueville tentang Amerika. Ini ditandai dengan merosotnya patriotisme warga Perancis. hal semacam ini tak terjadi ketika ia berbicara tentang Aljazair. Dengan kata lain. Pada tingkat tertentu. melainkan pada kecenderungan untuk . Paling tidak. Argumen Mill bertolak dari klaim superioritas Inggris yang membawa misi pemberadaban. Di mata Tocqueville. untuk mencapai kemajuannya. kesewenang-wenangan terhadap Indian dan perbudakan terhadap orang hitam adalah titik di mana spirit demokrasi absen di Amerika. Perlu dicatat. Ironisnya. Sebenarnya sikap Tocqueville ini bertentangan dengan pendiriannya sendiri dalam Democracy in America. Tocqueville lantas melihat kolonialisme Perancis sebagai pertualangan baru yang bisa menaikkan patriotisme dan mendongkrak kembali kebesaran Perancis. India tidak mungkin dibiarkan berdemokrasi sendiri karena pasti akan kacau. yang menyarankan rezim Bush mengacu desain yang ditawarkan Mill tentang imperialisme Inggris di India sebagai model bagi pengelolaan Irak (Policy Review. Demokrasi dan kebebasan hanya bisa berjalan baik dalam masyarakat dengan kultur dewasa seperti Inggris. Karena itulah reputasi Perancis sebagai bangsa yang besar sangat bergantung pada kelanjutan kolonisasinya atas Afrika Utara.politik sebagai konsekuensi dari demokrasi massa. liberalisme imperial mereka bertentangan secara diametral dengan arus utama pemikiran liberal abad ke-18 yang sangat keras menghujat imperialisme. konservatisme di sini tidak mengacu pada makna kolot dan sikap serba tertutup.

Lepas dari bias pemihakan Burke pada tatatan aristokrasi dalam konservatismenya. hujatan yang lebih pedas terhadap imperialisme sebenarnya datang dari Denis Diderot (1713-1784). ekspansi imperial Inggris atas India dan Irlandia membisukan rasa keadilan masyarakat Inggris. Filsuf dan sastrawan Perancis ini merupakan salah satu eksponen utama Pencerahan yang percaya pada universalisme kemanusiaan. tidak seperti yang disangkakan oleh kritik posmodernis. Karena menurut Diderot. yang ia sebut sebagai the general will of humanity. Ini memicu munculnya apa yang oleh Burke disebut sebagai geographical morality dalam imperialisme. dengan mengecualikan geografi koloninya. Yaitu situasi di mana bangsa Inggris merasa bahwa nilai-nilai kebebasan dan keadilan yang mereka junjung tinggi hanya berlaku dalam cakupan geografi mereka sendiri. Akan tetapi. Ekspansi imperial adalah suatu jarak yang menyebabkan rasa keadilan masyarakat Inggris tidak terusik dengan penderitaan koloninya. Diderot melihat imperialisme modern terkait erat dengan perdagangan. Diderot dengan demikian menampik klaim superioritas Eropa yang merasa berhak melakukan ekspansi imperial atas nama pemberadaban. mengandaikan adanya kemampuan untuk bersimpati terhadap penderitaan orang lain yang menjadi korban. Kritik Diderot terhadap imperialisme sesungguhnya bertolak dari universalisme semacam ini. Yang menarik. atau dalam bahasa NU ”muhafadzoh ala al qadim al-shalih”. Karena itulah Burke mengkritik keras radikalisme Revolusi Perancis yang menurutnya kebablasan dalam meruntuhkan tatanan lama dan mendewakan rasionalitas. pertautannya dengan universalime tidak membawanya jatuh pada penaklukan terhadap yang lain. Kemampuan ini akan melemah manakala antara kita dan sang korban terbentang suatu jarak. Diderot bahkan menyebut tatanan imperial sebagai evils of empire. ekspresi dari kehendak umum kemanusiaan tersebut dalam kenyataannya tidak pernah seragam dan tak pernah bisa diperbandingkan. menurut Burke. Ini jelas tecermin dalam keragaman budaya di dunia. Namun. Pada titik ini Diderot menyebal dari kecenderungan utama pemikir Pencerahan yang umumnya . menjadikannya skeptis terhadap imperialisme Inggris. Inilah yang menjelaskan kenapa The East India Company yang menjadi agen resmi Kerajaan Inggris di India bisa bertindak sewenangwenang. Rasa keadilan. Menurut Burke. Ketidakadilan semacam ini secara inheren tertanam dalam relasi kolonial. tendensinya mempertahankan dan merawat (to conserve). yakni sambil tetap menjaga tradisi dan institusi sosial politik yang ada. seperti dianut Mill di kemudian hari. Burke mengkritik imperialisme karena gairah penaklukan akan membawa efek destruktif bagi manusia Eropa.memperjuangkan ide-ide liberalisme tanpa melalui revolusi.

Bagi Marx. imperialisme Inggris di India justru diperlukan untuk mengubah moda produksi di India yang stagnan dan terbelakang menjadi moda produksi kapitalis modern. sebuah buku yang banyak mengilhami gerakan antikolonialisme Dunia Ketiga. dengan menengok sejarah liberalisme. Yang disesalkan Diderot. untuk kemudian bergerak menuju sosialisme. politik. Melalui kolonialisme. Kata Sartre. India bisa masuk dalam arah sejarah yang progresif.” Pertanyaannya kemudian. ”dalam revolusi melawan kolonialisme. Karena yang dia lihat. Kita bisa menemukan sosok Tocqueville yang pro . menembak mati seorang penjajah Eropa sama artinya dengan membunuh dua burung dengan satu batu sekaligus. Selain itu. Demikianlah. kombinasi semacam ini pada gilirannya melemahkan spirit republikanisme di tanah Eropa. mengapa corak anti-imperialisme yang begitu dominan dalam diskursus liberalisme abad ke-18 tiba-tiba bergeser menjadi pro-imperialisme di abad ke-19? Jennifer Pitts menawarkan argumen menarik: naiknya pamor liberalisme imperial sesungguhnya lebih banyak berkaitan dengan konteks Eropa abad ke-19 yang memang sedang dalam puncak kejayaannya secara ekonomi. Sedangkan bagi Engels. yakni membunuh sang penjajah dan sang terjajah. Wretched of the Earth. kombinasi antara ambisi penaklukan dan ketamakan para pedagang justru semakin mendorong negara-negara Eropa memperluas imperium mereka. Karl Marx dan Frederich Engels juga menerima kolonialisme sebagai suatu keniscayaan historis. Betapa dekatnya pernyataan Diderot tersebut dengan ungkapan Jean Paul Sartre dalam pengantarnya untuk buku Franz Fanon.menyambut perdagangan sebagai aktivitas yang akan mengakhiri perang dan membawa pada perdamaian. liberalisme menampilkan wajah ganda. dan sang terjajah menjelma menjadi orang bebas. Sang penjajah mati. Eropa tampil sebagai sang hegemon. kita tahu dalam soal imperialisme. dan militer. Diderot kemudian menyerukan agar kaum pribumi yang terjajah bangkit melawan imperialisme: ”Jangan bicara dengan bahasa keadilan karena mereka pasti tidak mau mendengarkan. penerimaan imperialisme bukanlah menjadi monopoli kaum liberal. menarik untuk dicatat bahwa di abad ke-19.” Resistansi antikolonial yang keras dari Diderot ini bisa dibilang mengejutkan karena sikap semacam inilah yang kemudian dominan dalam gerakan melawan penjajahan di Dunia Ketiga di awal abad ke-20. Diderot tidak percaya dengan optimisme semacam ini. Dengan kekuasaan imperiumnya. Situasi semacam ini pada gilirannya menyebabkan para intelektual Eropa saat itu cenderung melihat imperialisme sebagai taken for granted. penaklukan Perancis di Afrika adalah fakta yang mesti diterima sebagai jalan sejarah Afrika menuju kemajuan. Bicaralah kepada mereka dengan anak panah dan kapakmu. Meskipun dasar argumennya berbeda dengan kaum liberal.

peradaban kosmopolitan yang menjalin perdagangan dengan bangsa lain. pemikir liberal anti-imperialisme yang hidup satu generasi sebelum Tocqueville suatu kali pernah berkata. ”Ide-ide liberal tidak bisa dipaksakan dari luar melalui penaklukan. Benjamin Constant. imperialisme bukanlah merupakan konsekuensi logis dari liberalisme. Setelah tiga tahun invasi Amerika.blogspot. Atavisme hasrat imperial Joseph Schumpeter dalam satu esainya tentang imperialisme menyatakan bahwa hasrat penaklukan dan imperialisme di zaman modern sesungguhnya adalah suatu gejala atavisme: ia merupakan pemunculan kembali dari gairah kuno yang berakar pada dunia lama. Diposkan oleh samsul di 11:52 http://marskrip. imperialisme demokratik Athena akhirnya kalah oleh republik isolasionis Sparta. melukiskan bagaimana Pericles mengingatkan kebesaran Athena untuk membangkitkan patriotisme bangsanya. Para pendukung imperialisme demokratik memang hendak membangkitkan kembali imperialisme demokratik Athena.tapi juga Diderot yang anti. saya kira Schumpeter benar. demokrasi yang disebarkan melalui perang dan penaklukan akan sulit menang. sejarawan Athena yang merekam perang itu dalam bukunya. Irak bukannya memanen demokrasi. Athena dalam versi Pericles adalah negara bebas yang demokratis dan menjunjung supremasi hukum. Kaum neokons menggemari pidato Pericles karena di mata mereka. Thucydides. A History of Peloponnesian War. melainkan bom bunuh diri dan ancaman perang saudara. kaum neokons lupa bahwa dalam perang Peloponnesian.com/2009/12/liberalisme-dan-anti-imperialisme. Salah satu rujukan favorit mereka adalah pidato Pericles saat pemakaman tentara Athena yang gugur dalam perang Peloponnesian antara Athena dan Sparta (431-404 SM). imperialisme demokratik Amerika adalah versi modern dari imperialisme demokratik Athena.” Saya kira pernyataan Constant ini masih berlaku sampai sekarang. Tapi. Hanya saja. Amerika mungkin tetap digdaya secara militer dalam perang Irak. Hubungan keduanya tidak bersifat niscaya. Artinya.html . Dalam kasus imperialisme demokratik yang menjadi doktrin neokons. dunia praliberal yang masih bersemayam dalam diri para penguasa Barat modern. Athena adalah peradaban yang menjadi model bagi dunia dan karena itu punya wewenang moral untuk membangun imperium. Barangkali Amerika tidak akan bernasib seperti Athena yang kalah.

melainkan dengan . Gagasan. sedangkan ideologi secara struktural diartikan sebagai sistem pembenaran. Peningkatan pertumbuhan pertanian berarti peningkatan produksi pupuk dan bahan kimia yang lain. Sistem pembenaran ini disebut ideologi. diindoktrinasikan kepada warga masyarakat. yaitu ideologi secara fungsional dan secara struktural. Ideologi secara fungsional diartikan sebagai seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama. tetapi disosialisasikan secara fungsional melalui kehidupan keluarga. di Malaysia disebut “rukun negara”. ideologi itu tidak diindoktrinasikan. budaya dan hukum. pihak oposisi atau pihak reformasi) guna menyalahkan pemerintahan. 2007. Tetapi ideologi juga bisa digunakan oleh pihak lainnya (pihak pemberontak. Dalam bahasa Indonesia. Sekalipun pemerintah bisa menindas warga negaranya dengan menggunakan dalih ”hak ketuhanan raja” atau ”kehendak sejarah”. menjamin keamanan nasional berarti peningkatan produksi persenjataan yang bermakna pula menguntungkan industri-industri senjata. seperti gagasan. Ideologi dalam arti fungsional dapat digambarkan secara singkat dengan contoh berikut. ideologi sering disebut sebagai “dasar negara” atau “falsafah negara”. 08:08:00 PM Dalam ilmu-ilmu sosial dikenal dua pengertian mengenai ideologi. melainkan dirumuskan secara umum (prinsip-prinsipnya saja) maka ideologi tersebut digolongkan sebagai ideologi pragmatis. Gagasan kelas yang berkuasa di manapun dan kapanpun merupakan gagasan yang dominan. dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh aparat partai atau aparat pemerintah. Biasanya sistem nilai atau ideologi yang diperkenankan hidup dalam masyarakat seperti ini hanyalah ideologi yang doktriner tersebut. seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa. Ideologi dalam arti fungsional digolongkan secara tipologi dengan dua tipe. pelaksanaannya tidak diawasi oleh aparat partai atau pemerintah. tetapi pihak lainnya bisa membenarkan tindakan kekerasan mereka dengan bersandar pada prinsip ”hak-hak dasar” atau ”kehendak yang kuasa”. hukum dan sebagainya sadar atau tidak merupakan pembenaran atas kepentingan materiil pihak yang memiliki gagasan yang dominan. kehidupan agama dan sistem politik. selain juga untuk mensahkan kekuasaan diktator terhadap kelas pekerja. ideologi membenarkan adanya status quo. budaya. atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik. apabila ajaran-ajaran yang terkandung dalam ideologi tersebut tidak dirumuskan secara sistematis dan terinci. kelas yang memiliki sarana produksi materiil dengan sendirinya memiliki sarana produksi mental. Dalam hal ini.29 Okt 2007 . Di Amerika Serikat. Akan tetapi. menyerang kebijakan pemerintah sampai kepada mengubah status quo. yang berarti menguntungkan industri-industri pupuk dan bahan kimia. Menurut pendekatan struktural konflik. Demi stabilitas nasional di negara-negara berkembang acap kali berarti mengurangi kebebasan politik warga negara. Karena memberikan pengesahan kepada pemerintah. yakni ideologi yang doktriner dan ideologi yang pragmatis. Suatu ideologi dapat digolongkan doktriner apabila ajaran-ajaran yang terkandung dalam ideologi itu dirumuskan secara sistematis dan terinci dengan jelas. Ideologi yang dianggap sarat dengan kepentingan kelas pekerja bukan tidak bisa digunakan untuk menentang kekuasaan negara borjuis.Liberalisme sebagai Ideologi Pragmatis Ditulis oleh N E R R O Oktober 29. sistem pendidikan. Atas dasar itu. sistem ekonomi.

Hal ini hanya dapat terjadi manakalah mereka ikut serta dalam pembuatan keputusan yang menyangkut hidup mereka. tetapi juga mencari keuntungan yang sebesarbesarnya. Masyarakat yang terbaik (rezim terbaik). dan kekuasaan gilde-gilde dalam ekonomi merupakan bentuk-bentuk dominasi yang melembaga atas individu. tetapi ada satu yang dominan. mungkin dapat membuat putusan yang lebih baik atas nama rakyat dari pada rakyat itu sendiri. John Stuart Mill mengajukan argumen yang lebih mendukung pemerintahan berdasarkan demokrasi liberal. Menurut asumsi liberalisme inilah. sedangkan para petani berkedudukan sebagai penggarap tanah yang dimiliki oleh patronnya. berapa jumlah dan distribusinya. pemilikan tanah oleh kaum bangsawan. Sebaliknya. bagaimana pun juga demokrasi jauh lebih baik karena dalam . siapa saja yang tidak menyesuaikan diri dengan nilainilai yang terkandung dalam ideologi tidak akan hidup secara wajar. Kegiatan itu dimonopoli oleh kaum aristokrat. yang harus membayar pajak dan menyumbangkan tenaga bagi sang patron. Dalam masyarakat yang baik. Seseorang yang bertindak atas tanggung jawab sendiri dapat mengembangkan kemampuan bertindak. Industri dikelola dalam bentuk gilde-gilde yang mengatur secara ketat. hak-hak istimewa gereja. para petani tidak diperkenankan pindah ke tempat lain yang dikehendaki tanpa persetujuan sang patron (bangsawan). semua individu harus dapat mengembangkan pikiran dan bakat-bakatnya. Oleh karena itu. walaupun seorang raja yang bijaksana dan baik hati. melainkan diciptakan oleh golongan intelektual yang digerakkan oleh keresahan ilmiah dan artistik umum pada zaman itu. peranan politik raja dan kaum bangsawan. Mereka tidak bertujuan semata-mata untuk dapat menjalankan kegiatan ekonomi secara bebas. kesejahteraan para penggarap itu seharusnya ditanggung oleh sang patron. Maksudnya. yakni kaum aristokrat dan para petani. setelah ditemukan beberapa teknologi baru. bahkan hal itu digunakan untuk membenarkan tuntutan politik yang membatasi kekuasaan bangsawan. Kaum aristokrat diperkenankan untuk memiliki tanah. Liberalisme tidak diciptakan oleh golongan pedagang dan industri. Hal ini mengharuskan para individu untuk bertanggung jawab pada segala tindakannya baik itu merupakan sesuatu untuknya atau seseorang. Yang membantu golongan ekonomi baru terlepas dari kesukaran itu ialah munculnya paham liberal. Maksudnya. mobilitas yang tinggi dan kebebasan berkreasi. gereja dan gilde-gilde. bagaimana suatu barang diproduksi. Biasanya tidak satu ideologi saja yang diperkenankan berkembang dalam masyarakat ini. ruang gerak yang leluasa. Liberalisme merupakan salah satu contoh ideologi pragmatis. mereka tidak lebih sebagai milik pribadi sang patron. Untuk mengelola industri dan perdagangan dalam skala besar-besaran ini jelas diperlukan buruh yang bebas dan dalam jumlah yang banyak. Bahkan di beberapa tempat di Eropa. Keresahan intelektual tersebut disambut oleh golongan pedagang dan industri.pengaturan kelembagaan. Masyarakat Eropa pada saat itu secara garis besar terbagi atas dua. Liberalisme sebagai suatu ideologi pragmatis muncul pada abad pertengahan di kalangan masyarakat Eropa. Kebutuhankebutuhan baru itu terbentur pada aturan-aturan yang diberlakukan secara melembaga oleh golongan feodal. menurut paham liberal adalah yang memungkinkan individu mengembangkan kemampuan-kemampuan individu sepenuhnya. Dia mengemukakan tujuan utama politik ialah mendorong setiap anggota masyarakat untuk bertanggung jawab dan menjadi dewasa. golongan feodal ini pula yang menguasai proses politik dan ekonomi. Akibatnya. Dalam konteks perkembangan masyarakat itu muncul industri dan perdagangan dalam skala besar.

termasuk kebebasan berbicara. R. Walau masyarakat secara keseluruhan berbahagia. 1992. Memahami Ilmu Politik. Pendek kata. kebahagian sebagian besar individu belum tentu maksimal. Jadi. terlepas dari baik buruknya keputusan tersebut. kekuasaan dicurigai sebagai hal yang cenderung disalahgunakan. Ideologi liberalisme ini dianut di Inggris dan koloni-koloninya termasuk Amerika Serikat. suatu masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian besar individu berbahagia.com/artikel/liberalisme-sebagai-ideologi-pragmatis/ . Pengantar Ilmu Politik Surbakti.demokrasi rakyat membuat sendiri keputusan bagi diri mereka. http://www. Ketiga. Keempat. Kelima. demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik. anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh. Referensi :   Rudi. pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah. kebebasan beragama dan kebebasan pers. sejauh mungkin dibatasi. ciri-ciri ideologi liberal sebagai berikut :      Pertama. Dengan demikian. Kedua. 2003. M. dan karena itu.forumsains. Oleh karena itu. kebaikan suatu masyarakat atau rezim diukur dari seberapa tinggi indivivu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan dan bakat-bakatnya. kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri.

Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. khususnya dari pemerintah dan agama. dan suatu sistem pemerintahan yang transparan. oleh sebab itu. adalah sebuah kerangka di mana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain. ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas. karena ini merupakan ide sesat dan merusak umat Islam. Pluralisme dan Liberalisme Diposting Senin. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan. pandangan filsafat. MUI sudah pernah memfatwakan keharaman sekularisme. Pluralisme juga menunjukkan hak-hak individu dalam memutuskan kebenaran universalnya masing-masing. maka agama tidak boleh ikut campur. Dalam Fatwa ini. Sementara untuk urusan kehidupan. Jadi Sekularisme adalah pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan. Liberalisme menghendaki adanya. setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. PLURALISME DAN LIBERALISME Sekularisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan atau negara harus berdiri terpisah dari agama. yang dimaksud dengan: 1. pertukaran gagasan yang bebas. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme. dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu.Ide Sesat Sekularisme. dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi. Pluralisme dalam ilmu sosial. terkait dengan bagaimana beribadah kepada sang Pencipta. Secara umum. 25-01-2010 | 10:49:32 WIB samsul IDE SESAT SEKULARISME. Agama itu hanya urusan ibadah saja. liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas. pluralisme dan liberalisme pada Munas ke VII tahun 2005 . Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. . Secara umum liberalisme menganggap agama adalah pengekangan terhadap potensi akal manusia.

dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS. kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat. Sekularisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan. 4. kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min. (QS. Islam memerintahkan setiap muslim untuk berpegang teguh kepada hukum syara. sesat yang nyata. 3. yaitu Al Qur'an dan Sunnah (Al Maidah: 48-49) Ide Sekularisme. sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial. Al-Najasyi Raja Abesenia yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang beragama Majusi. Raja Romawi yang beragama Nasrani. Rasulullah Saw telah menegaskan: 1. Ali Imran [3]: 19) Untukmu agamamu. tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. sesungguhnya adalah bentuk fitnah yang besar terhadap Islam. al-Azhab [33:36). akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. maka sekali-kali tidaklah akan terima (agama itu) daripadanya. meriwayatkan sabda Rasulullah saw : ”Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad. dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata. Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas. 2. (QS. dan untukkulah. Allah SWT berfirman : Barang siapa mencari agama selain agama Islam.” (HR Muslim). 262 H) dalam Kitabnya Shahih Muslim. dimana Nabi mengajak . Ali Imran [3]: 85) Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan. al-Kafirun [109] : 6). Imam Muslim (w. Al Qur'an memerintahkan agar manusia berpegang teguh kepada hukum-hukum Allah SWT dan hukum-hukum Allah SWT di akhir jaman adalah risalah yang dibawa Rasulullah Saw.2. Pluralisme dan Liberalisme yang diusung oleh kalangan yang mengatasnamakan Islam. Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non-Muslim. antara lain Kaisar Heraklius. agamaku.

dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.net/artikel/ringan/4930/ide-sesat-sekularismepluralisme-danliberalisme . Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama). 3. (riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al-Kubra dan Imam AlBukhari dalam Shahih al-Bukhari). bahkan salah seorang mertua Nabi yang bernama Huyay bin Aththab adalah tokoh Yahudi Bani Quradzah (Sayyid Bani Quraizah). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain. Dalam masalah aqidah dan ibadah. 4. umat Islam bersikap inklusif. Sekularisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.muslimdaily. Pluralisme. Dengan demikian sikap kita terhadap ketiga ide sesat ini adalah sebagai berikut: 1. umat islam wajib bersikap eksklusif. Nabi saw melakukan pergaulan sosial secara baik dengan komunitas-komunitas non-Muslim seperti Komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar dan Nasrani yang tinggal di Najran. http://www. dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama. 2.mereka untuk masuk Islam. 3.

Karena kapitalisme telah dan masih mempengaruhi masyarakat Indonesia.com/2009/12/kapitalisme-golongan-menengah-dan. perspektif “satu dimensi” yang telah mendominasi studi politik Indonesia hendaknya melengkapi satu sama lain demi terbentuknya perspektif baru dan komprehensif sifatnya. tesis kesinambungan. Lebih-lebih analisa dan perspektif yang terlalu kuat menekankan bahwa realitas politik Indonesia adalah spesifik Indonesia. 25 Desember 2009 Kapitalisme. tulisan ini berpendirian. namun perspektif satu dimensi itu telah gagal menangkap realitas Indonesia yang multi-dimensional.blogspot. Golongan Menengah dan Negara : Sebuah Catatan Penelitian Farchan Bulkin Perkembangan perspektif dan pendekatan pada masalah politik Indonesia tidak hanya dibatasi oleh ketidakmampuan ilmu politik tradisional dan dirumitkan oleh peran epistemologi. pendekatan kultural atau analisa kesejarahan yang mendetail– menyadari sepenuhnya kekuatan masing-masing pendekatan. tetapi juga oleh kompleksitas kenyataan Indonesia. ideologi dan sikap para pengamat itu sendiri. Sedangkan pernyataan kedua menyarankan asumsi. hanya akan membawa ke arah provinsionalisme intelektual dan justru menumpulkan analisa. Pertama. bahwa walaupun mereka yang menggunakan perspektif satu dimensi– seperti analisa struktur masyarakat. Sebab itu tentunya sangat sulit menunjukkan secara pasti dan menganalisa struktur: apakah sebenarnya yang salah dalam studi politik Indonesia. bahwa ada beberapa kategori umum dalam masyarakat mana pun pada suatu .Samsul http://marskrip. maka analisa yang gagal memasukkan kenyataan ini berarti menolak realitas sejarah. bahwa pemecahan sementara–dengan semangat untuk membuka dan menghindari stagnasi intelektual–haruslah dikejar. pendekatan pada masalah politik Indonesia seharusnya tidak gagal untuk mengakui suatu kekuatan sejarah besar yang masih mempengaruhi dunia–yaitu perkembangan kapitalisme.html Jumat. dan memang memberikan sumbangan yang berarti dalam memahami politik Indonesia. Kedua. Pencarian Jalan Beberapa pendirian teoritis untuk mencari pemecahan sementara itu perlu terlebih dahulu dikemukakan. Perkembangan studi politik Indonesia menunjukkan. Pernyataan pertama menyarankan pentingnya struktur sosial dan ekonomi dalam menganalisa politik Indonesia. Menyadari bahwa sangatlah sederhana dan secara intelektual berbahaya untuk menyatakan segala kesulitan dalam studi politik Indonesia bersumber pada keterbatasan ilmu sosial dan kompleksitas Indonesia.

Seperti yang ditunjukkan oleh studi Schmitt mengenai perpecahan elit akibat konflik kepentingan ekonomi. Kesibukan para pengamat mencari model politik Indonesia itu sebagian besar merupakan rifieksi dari perkembangan tersebut. Sebagian besar studi menyinggung masalah itu hanya secara sambil lalu saja. daripada usaha yang secara sengaja hendak menyusun suatu skema. studi politik Indonesia belum secara memadai menangani masalah sulit di sekitar watak dan kecenderungan pelaku politik penting di Indonesia. khususnya yang menekankan pembentukan kelompok dalam hubungannya dengan penetrasi ekonomi ke dalam ekonomi Indonesia. birokrasi dan rezim hendaknya secara koheren bisa menggabungkan fenomena ideologis dan kondisi struktural dalam masyarakat.1 Sekalipun sebenarnya analisa struktur sosial dan ekonomi relevan untuk menganalisa masalah kultural dan konflik ideologis. struktur ekonomi. belum bcrkembang. yang mampu menjelaskan akibat perubahan struktur sosial dan ekonomi terhadap banyak kejadian dalam sejarah politik Indonesia. pemaksaan sosial kontrol dan pengaturan konflik-konflik. Pendekatan politik ekonomi. Dengan singkat. dengan masing-masing proyek politik. seperti munculnya negara. pendekatan politik ekonomi perlu menggabungkan masalah-masalah tersebut. studi politik Indonesia dihadapkan kepada tantangan untuk mencermikan suatu peta penjelas dari saling hubungan yang rumit antara . Analisa politik Indonesia yang sengaja mementingkan struktur sosial dan ekonomi.periode sejarah tertentu. penjelas–yang mampu menerangkan kepada kita– sifat hubungan rumit antara politik. Akhirnya. namun pendekatan politik ekonomi belum berhasil secara memadai menangani masalah itu. kelas dan kelompok sosial dan ekonomi. kepentingan ekonomi dan pandangan ideologi. ciri dan kecenderungan ideologis yang kuat dalam masyarakat tidak secara memadai ditangani. model mengenai negara. dan mencari pandangan alternatif. yang hanya mengurusi keselamatan masyarakat dan sistem politik melalui integrasi individuindividu. telah diterjemahkan ke dalam grupgrup politik yang relevan sebagai pelaku-pelaku dalam perubahan politik. yaitu negara dan birokrasi. memaksa para pengamat untuk merevisi asumsi tersebut. dan studi Lev mengenai peranan golongan menengah. Untuk melandaskan diri pada pijakan yang kuat. Untuk bisa komprehensif. dan struktur sosial dan ekonomi yang menghalangi atau memajukan perkembangan mereka. Proses yang menuju politisasi negara dan birokrasi. negara dan masyarakat.3 Kondisi struktural. tetapi belum satu pun berhasil memberikan kerangka analisa yang solid. nampaknya memiliki harapan sebagai suatu pendekatan pada masalah yang saling berhubungan antara struktur sosial dan ekonomi pada perubahan dan konflik politik. malahan sering merefleksikan asumsi-asumsi pluralis-liberal mengenai negara. kesadaran akan pentingnya kondisi-kondisi struktural memang secara sporadic nampak. Dalam banyak studi. Negara dipandang sebagai entitas otonom. Tetapi model-model yang ditawarkan sejauh ini temyata lebih banyak merupakan hasil reaksi cepat terhadap gejala yang mehonjol dari rezim yang ada. yang menuntut perhatian serius.

Pikiran pertama mengarahkan analisanya pada konsekuensi dan implikasi adanya cara produksi kapitalisme pinggiran untuk memahami watak dan ciri negara. Akhirnya pada tingkat ketiga. menangani masalah hubungan antara negara dan masyarakat dalam hubungannya dengan ideologi yang muncul sebagai penolakan dua sistem yang ada. Sintesis dari ketiganya diharapkan bisa memperoleh gambaran yang lebih baik dari negara dan politik dalam masyarakat pinggiran tersebut. model negara birokratik dan otoriter menangani masalah-masalah di sekitar saling hubungan antara kelompok. yang bisa diantisipasikan sebagai akibat dari keruntuhan yang tidak bisa dielakkan dalam mediasi antara negara dan masyarakat. Rasionalisasi ini merupakan suatu keharusan bagi kelompok-kelompok untuk mempertahankan diri dan juga untuk . politik dan ideologi. dan 3. Pada tingkat kedua. tiga isyu di atas secara terpisahpisah telah mulai ditangani. yang akhirnya menuju kepada krisis legitimasi suatu negara. Tiga aliran pikiran itu menghasilkan tiga perspektif teoritis: 1.struktur sosial dan ekonomi. kelas dan negara sendiri dalam menghadapi lingkungan ekonomi dan politik mereka. model statisme-organik akan bisa menjelaskan tumbuhnya ideologi yang bukan kapitalis dan sosialis. Pada tingkat pertama. Fenomena ini bisa kita pandang sebagai rasionalisasi ideologis bagi kelompok politik. Karena analisa struktur sosial dan ekonomi memiliki kemampuan memperjelas keadaan sosial dan ekonomi yang mendorong atau membatasi peranan ekonomi dan politik dari bermacam-macam kelompok politik dan negara. ia juga mampu menjelaskan peranan yang menonjol dan otonom dari negara dan kesulitan yang dihadapi kelompok-kelompok bukan negara–terutama kaum pedagang dan pengusaha–dalam mencari peranan politik dan ekonomi mereka. statisme organic sebagai suatu model pemerintahan. analisa struktur sosial dan ekonomi memberikan suatu kerangka untuk mendeteksi watak dan ciri dari bermacam-macam kelompok. konsep dan model rezim yang birokratik dan otoriter. model ini bisa membantu kita untuk memusatkan perhatian pada masalah legitimasi negara. dan pluralisme dalam masyarakat. Tiga proyek teoritis tersebut telah menangani tiga aspek penting hubungan antara negara dan masyarakat dalam struktur masyarakat pinggiran. Model seperti yang ditawarkan oleh O’Donnell akan mampu membantu kita memahami timbulnya ketegangan antara negara dan masyarakat. ideologi dan negara. terutama untuk mencari pendekatan penjelas terhadap saling hubungan yang dinamik antara negara dan masyarakat sipil dalam struktur masyarakat post-kolonial. kelas dan negara serta bermacammacam koalisi yang mungkin. 2. teori mengenai negara dalam masyarakat pinggiran. Sedangkan yang ketiga. kapitalisme dan sosialisme. Pikiran kedua memusatkan perhatian pada transformasi politik akibat adanya ketegangan sosial dan politik yang disebabkan oleh proses industrialisasi pada tingkat elit maupun masyarakat luas. Dalam dekade tujuhpuluhan. kelas dan negara dalam konteks tingkatan proses industrialisasi. terutama dalam hubungannya dengan pengintegrasian ekonomi nasional ke dalam ekonomi internasional. Lebih spesifik lagi.

Ketiga. tetapi kelompok sosial dalam masyarakat yang terdiri dari kaum intelektual. golongan menengah adalah kelompok yang secara cepat dan kelihatan segera. ideologi dan negara. pemimpin suratkabar. kelompok golongan menengah memiliki wawasan dan kesadaran pada kondisi yang diperlukan untuk mengejar kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi mereka. kelompok ini baik di zaman kolonial maupun pasca-kolonial telah menjadi pusat-pusat masyarakat untuk berperanan dalam kegiatan negara dan dalam mengartikulasikan serta merumuskan ideologi untuk masyarakat secara keseluruhan. Pertama. Di sinilah letak pentingnya kita mempelajari kapitalisme. mahasiswa. yang mendominasi Indonesia baik di zaman kolonial maupun pasca-kolonial. ahli hukum dan kelompok-kelompok profesional yang lain.mengejar kepentingan politik dan ekonom mereka. Jenis kapitalisme ini sebenarnya juga suatu ekonomi yang kapitalistis. Salah satu caranya adalah menganalisa masalah-masalah strategis dalam perkembangan politik Indonesia. Di zaman kolonial maupun pasca-kolonial golongan ini terus menerus telah memperjuangkan orde politik dan ideologi yang cocok tersebut. pengetahuan dan buruh memegang peranan penting dalam mengeksploitasi sumber-sumber alam untuk menghasilkan barang-barang yang diperlukan oleh pasaran . negara dan ideologi. dan di pihak lain bisa secara sintesis dianalisa dengan tiga proyek teoritis tersebut. betapa mereka dipengaruhi oleh kondisikondisi struktur sosial dan ekonomi. negara dan ideologi. Sejarah hidup mereka mencerminkan perkembangan dan perubahan dalam struktur sosial dan ekonomi Indonesia. Golongan Menengah. kaum pengusaha dan pedagang pribumi.5 Pentingnya kelompok ini dalam sejarah politik-ekonomi Indonesia ditunjukkan oleh beberapa hal. mereka mampu menerjemahkan kepentingan ekonomi ke dalam sistem politik dan ideologi yang cocok dengan kepentingan itu. apabila tiga proyek teoritis tersebut dikembangkan. Kapitalisme dan Negara Golongan menengah yang dimaksudkan di sini bukanlah golongan yang menjadi penggerak utama dalam tahap permulaan kapitalisme di Eropa Barat atau negara-negara industri pada saat ini. yang di satu pihak memang kelihatan sangkutpautnya dengan masalah-masalah struktur sosial dan ekonomi. Dengan demikian. Kedua. golongan menengah dan negara. Di bawah ini akan kita lihat secara garis besar bagaimana analisa terhadap ketiga tema tersebut bisa membawa kita kepada masalah struktur sosial dan ekonomi. diharapkan bisa memecahkan tantangan yang dihadapi studi politik Indonesia. Berkat pendidikan dan ekspose pada pikiran dan pemikiran politik Barat. Dengan demikian golongan menengah memiliki posisi strategis dalam usaha kita menganalisa struktur sosial dan ekonomi. di mana modal. keahlian. Kapitalisme yang dimaksud di sini juga bukan seperti yang berkembang di Eropa Barat. tetapi kapitalisme pinggiran. Dengan begitu mereka menjadi semacam penghubung antara negara dan masyarakat.

maka kita bisa memandangnya sebagai suatu institusi umum yang imperatif sifatnya. Struktu pendapatannya tergantung pada struktur ekonomi dan juga merefleksikan struktur ekonomi yang dominan. Istilah pinggiran menunjukkan suatu keadaan di mana keuntungan dan modal yang ditarik dari sistem ini tidak dikumpulkan dan dipusatkan di dalam sistem ini. melainkan di luar. Tetapi dalam kegiatan ekonominya. Kedua. Sebagai suatu struktur sosial dan ekonomi. Masyarakat sebagai keseluruhan menuntut penjelasan yang bisa diterima. Dengan demikian negara memiliki relevansi ekonomi. tetapi di pihak lain secara terus menerus harus memberikan pembenaran ideologis demi legitimasi politiknya.H. Kegiatan-kegiatan golongan menengah memperkuat kedudukan ekonominya. yang secara potensial memiliki akibat pada seluruh perekonomian. kapitalisme pinggiran merupakan kondisi penentu bagi negara dan golongan menengah untuk mempertahankan survival ekonominya. Untuk melihat negara sebagai suatu yang bersangkutpaut dengan struktur sosial dan ekonomi serta ideologi. sehingga tidak mendorong terciptanya industrialisasi.dengan tujuan pokok mengumpulkan keuntungan dan juga modal. Seperti kita ketahui. Pembelanjaan negara. Perkembangan Kapitalisme Pinggiran (Peripheral Capitalism) Pertumbuhan tahap permulaan kapitalisme pinggiran ditandai oleh didirikannya perusahaan negara N. juga sebagian besar ditentukan oleh cara negara mengumpulkan pendapatannya. yaitu dalam kapitalisme tengah.M (Nederlandsche Handel Maatschappij) pada tahun 1825 dan Javasche Bank . yang demi keselamatan ekonominya harus menguasa sebagian sumber ekonomi nasional melalui sistem perpajakan dan membelanjakannya sesuai dengan kebijaksanaan umum ekonomi. dan juga negara–dalam memperoleh pendapatannya–ditentukan oleh kondisi-kondisi kapitalisme pinggiran. Dipandang secara demikian sebenarnya negara berdiri di antara dua kutub yang mestinya selalu seimbang: di satu pihak harus memenuhi kebutuhannya untuk menguasai sebagian dari sumber-sumber ekonomi dan mengontrol pembelanjaannya. di mana kegiatan-kegiatannya terpusat pada bidangbidang ekstraktif dan ekspor. Dengan begitu negara nampak sebagai lembaga yang erat hubungannya dengan struktur sosial dan ekonomi serta ideologi. Karena kapitalisme pinggiran merupakan suatu struktur ekonomi. penguasaan atau pemilikan dari kekuatan-kekuatan ekonomi. negara tidak bergerak dalam ruangan yang secara politik bebas. secara struktural kapitalisme pinggiran selalu aka menciptakan ekonomi yang berat sebelah dan berorientasi ke luar. struktur ekonomi merupakan suatu alokasi dari faktor-faktor produksi. Pada analisa selanjutnya bisa dilihat bahwa negara dan golongan menengah akan terlibat dalam argumentasi dan pembenaran ideologis dan kultural untuk mempertahankan eksistensi serta keselamatan ekonomi mereka dalam kondisi kapitalisme pinggiran. maka ia juga menjadi faktor pendorong atau penghambat bagi pesertapeserta dalam proses ekonomi. sehingga negara terpaksa mempertahankan suatu tingkat legitimasi.

Dalam skala yang lebih kecil. NHM yang bertindak sebagai agen impor-ekspor untuk pemerintah Belanda di seluruh dunia. Luas dan intensitas sistem ini telah membikin periode itu sebaga babakan penting dalam pertumbuhan kapitalisme di Jawa. mak peranan mereka masih terbatas dalam bidang pengolahan hasil produksi. pemerintah memperkirakan kesulitan yang dihadapinya untuk memperoleh kembali dominasinya di laut. periode ini hampir menyamai situasi pada abad ke-15 dan 16. yang dilaksanakan sampai tahun 1879-an. maka pulau Jawa telah berubah menjadi perkebunan perusahaan negara yang sangat besar. Lebih-lebih. Yang paling penting adalah semakin luasnya industri gula. yang disertai dengan intervensi langsung oleh negara dalam kegiatan-kegiatan ekonomi. resiko-resiko yang timbul. Modal tidak dimasukkan secara besar-besaran. Maka diusahakanlah suatu metode baru dalam manajemen ekonomi. Kapitalisme merkantilis yang berkembang di negeri Belanda dimanifestasikan di Hindia Belanda dalam suatu kerjasama yang harmonis antara modal dan negara.tahun 1828. dari perkembangan kapitalisme di Eropa. kaum pengusaha swasta bebas hanya merupakan sisa dari zaman Raffles. Di pihak lain pemerintah juga menghadapi masalah pelik yang telah lama ada: lemahnya golongan swasta dalam menyediakan modal yang cukup untuk mengeksploitasi Jawa secara efisien. Negara memberikan aparatur yang luas untuk mengamankan monopoli produksi. adalah penggerak utama dalam proses ini. Sistem ini telah menghancurkan elemen-elemen tua nonkapitalis di masa lalu dan menjadi tanda lahirnya suatu jenis kapitalisme. dan Javasche Bank untuk mengurus masalah-masalah finansialnya.7 Setelah menguasai kembali Hindia Belanda dari kekuasaan Raffles. negara telah memberikan aparat organisasi demi menjamin mengalirnya produksi pertanian dari kaum tani Jawa. Dengan bantuan dari para bupati dan kepala desa. Dalam sistem liberal. Untuk menghadapi situasi ini. Dengan dibentuknya NHM. perdagangan dan keuangan. mengingat posisi Inggeris yang telah menguasai perdagangan dan bisnis perkapalan di daerah itu. maka suatu tradisi tua dari pernerintah Belanda dalam menangani daerah-daerah koloni–yaitu staatsbedrijf atau perusahaan negara–dibangkitkan lagi. tetapi kebutuhan akan modal yang tidak begitu besar– yang berasal dari keuntungan sistem itu–diberikan oleh negara. adalah manifestasi dari dibangkitkannya sistem itu. Sekalipun demikian sistem ini telah melahirkan akibat yang tidak disengaja. pemerintah Belanda menyadari bahwa sangatlah kecil penghasilan yang akan diperolehnya dari sistem liberal yang diperkenalkan Raffles. Dasar-dasar institutional dan organisasi dari kebijaksanaan ekonomi adalah diperkenalkannya sistem tanam paksa (cultuurstelsel). negara mencapai monopoli penuh dalam perdagangan. yang kemudian merupakan faktor penting dalam pertumbuhan kapitalisme selanjutnya. sedangkan Javasche Bank menangani masalah keuangan negara dan NHM. Demikianlah. besarnya modal yang diperlukan. khususnya di Hindia Belanda. Dalam sistem ini bidang usaha perusahaan-perusahaan swasta masih terbatas pada pengolahan. sistem organisasi yang belum pernah dicoba serta . Dalam tahun permulaan sistem tanam paksa. Karena negara ragu-ragu memberi izin kaum swasta masuk dalam proses produksi.

Pemerintah mempertahankan cara-cara produksi nonkapitalis. Kemudian. Peranan birokrasi Belanda–Binnenlands Bestuur–berkembang. Pencampuradukan ini di satu pihak mencerminkan suatu ciri transisional dari periode ini. Ketidak seimbangan dan distorsi dalam susunan masyarakat yang muncul sejak zaman kekuasaan VOC bukan hanya tetap ada. Dimensi penting dalam perubahan sosial dan politik ini adalah semakin tergantungnya kaum bangsawan pada kekuasaan politik Belanda. karena posisi bupati diperkuat lagi. yang dikongkritkan dalam NHM sebagai kapitalisme negara. tetapi di pihak lain membantu tumbuhnya usaha-usaha bebas kaum swasta. Karena pemerintah Belanda mengejar kepentingan ekonominya melalui maksimalisasi produksi. dan keengganan untuk memasuki industri pun lenyap. manajemen ekonomi moderen. maka watak-watak dispotik dari kaum bupati dan kepala desa juga bertambah. Jelasnya. tetapi juga memberikan efek yang lebih dalam memperkuat ciri “pluralistik”–seperti istilah Furnivall– dalam masyarakat dengan mendorong pertumbuhan golongan Eropa dan Cina. pemerintah di satu pihak membangkitkan kembali aparatur kekuasaan tradisional untuk menggerakkan petani dalam proses produksi. Inilah permulaan dari usaha bebas di luar sistem tanam paksa yang lambat laun membawa produksi pertanian. setelah industri gula terbukti mempunyai prospek yang baik maka bantuan finansial dan organisasi diberikan secara berlimpah-limpah oleh pemerintah. Tanam paksa bukan hanya membuyarkan susunan masyarakat lama. golongan Cina telah menikmati pengaruh besar yang menyaingi kekuasaan para bupati. Sebagai golongan perantara dan peminjam uang di bawah sistem liberal Raffles. karena pelaksanaan tanam paksa menuntut banyak peraturan. dan di pihak lain pembagian kerja yang efektif antara modal dan negara. tetapi malah bertambah buruk. Titik kritis periode ini–dalam pertumbuhan kapitalisme di Hindia Belanda–terletak pada kebersaman antara sistem tanam paksa dan perkembangan yang stabil dari industri gula swasta. pajak hasil bumi dan uang. Kemajuan yang telah dicapai dalam industri gula dan perusahaan pertanian lain menciptakan golongan borjuis Eropa yang tersain dan tertutup. serta teknik-teknik dan organisasi moderen dan tradisional dalam penggarapan tanah. Di bawah tanam paksa. golongan ini menjadi lemah. tetapi di pihak lain memberi kebebasan bagi tumbuhnya elemen-elemen kapitalisme. Namun karena sistern ini terus menerus . Inilah sebabnya pada periode ini di tanah Jawa terjadi pencampuradukan yang membingungkan antara buruh paksa.usaha pemerintah memonopoli perdagangan gula. dan untuk tingkat tertentu. tanah dan buruh ke dalam usaha-usaha kapitalistis. telah menghalangi kaum pedagang untuk menjadi kontraktorkontraktor gula. Hal ini menciptakan kondisi di mana kaum kontraktor bisa memperoleh kcuntungan tinggi. pemilikan tanah individual dan kolektif. dan buruh upahan. Kaum bangsawan mulai berantakan dan peranan mereka direndahkan menjadi kepalakepala produksi. Mereka lebih mewakili kepentingan Belanda daripada kepentingan desa.

membutuhkan kontraktor. Pelaksanaan tanam paksa telah membawa perekonomian Hindia Belanda lebih dekat pada ekonomi pertukaran dan lebih terintegrasikan pada pasaran dunia. dan organisasi dari sistem kapitalis yang sudah berkembang di negeri Belanda. yang sebelumnya secara ekonomi masih fungsional. Gula. bukan hanya telah membawa kemajuan golongan Cina dalam jumlah. Pada akhir dekade 1860-an. adalah unitunit pertanian tingkat subsisten atau rumahtangga. mempengaruhi sektor domestik. keahlian. Yang terakhir ini terjadi melalui suatu pelemahan dan akhirnya penghancuran hubungan-hubungan ekonomi nonkapitalis. Dalam sektor enklafe atau ekspor. Dalam perkebunan yan relatif tidak besar seperti kopi. ketergantungan pada tanah dan buruh. Dengan demikian kapitalisme negara meletakkan dasar terciptanya struktur dualistis dalam perekonomian Hindia Belanda. Hubungan politik langsung antara kaum bangsawan dan petani. jumlah pekerja upahan bebas dan semakin bebasnya modal masuk ke desa. Implikasi dalam negeri dari pengintegrasian ekonomi Hindia Belanda ini adalah terciptanya struktur yang tidak seimbang dan dualistis. mengontrol produksi dan menentukan proses produksi. kopi. fluktuasi harga hasil bumi di pasar dunia melancarkan pengaruhnya ke dalam perekonomian Hindia Belanda. tembakau dan beberapa hasil bumi lainnya membutuhkan tanah dan buruh– dua faktor produksi yang ditarik dari sektor domestik. menciptakan struktur masyarakat yang tidak seimbang dan pluralistis dan memaksakan suatu sistem perekonomian. Boeke menamakannya . kapitalisme negara mengatur harga dan tingkat upah. karena pemerintah dan industri swasta menggantikannya dengan bermacam-macam hubungan ekonomi kontraktual. terciptalah sektor enklafe. melainkan akibat dorongan luar melalui pemasukan modal. nila (indigo). van den Bosch terpaksa memberikan kesempatan kepada golongan Cina untuk memperkuat ekonominya kembali. telah meruntuhkan struktur politik pribumi dan memperkuat tendensitendensi otoriter. tetapi juga kekayaan dan pengaruh. Dengan demikian perluasan atau penciutan sektor ekspor secara cepat dan menyolok. Kapitalisme merkantilis. Ini bisa dilihat pada pertambahan uang yang beredar di Jawa. malahan fungsional. Ditambah lagi dengan kemajuan kegiatan impor dan perdagangan eceran. Dalam sektor domestik. Melalui sektor ekspor. Perkembangan kapitalisme di Jawa bukanlah akibat adanya gerakan dari dalam seperti di Eropa. di mana sektor ekspor dan enklafe telah menjadi cabang perekonomian Belanda. Dalam perkebunan produksi ekspor. Hindia Belanda– khususnya Jawa–telah menyelesaikan suatu babak pengalamannya yang membinasakan. sedikit industri rumah-tangga dan perdagangan kecil-kecilan. pembangunan prasarana-prasarana seperti jalan dan sistem irigasi. dalam bentuk tanam paksa. pada masa akhir sistem tanam paksa mulai menjadi tidak begitu relevan. di mana sektor ekspor dan domestik berdiri bersama dalam hubungan mutualistis–seperti dalam perkebunan gula– pemerintah dan pemilik pabrik gula memiliki suatu kepentingan untuk mempertahankan laju aliran buruh-buruh murah dan perolehan tanah.

pengembangan perusahaanperusahaan swasta dan penyesuaian tariff. Undang-undang ini melembagakan institusi Eerfpacht di mana pengusaha swasta bisa menyewa tanah dari pemerintah dan bisa diwariskan sampai waktu paling lama 75 tahun. Menteri Urusan Kolonial yang konservatif.“kapitalisme kolonial”. Akibatnya–-dan ini adalah alasan kedua–lembaga dan organisasi ekonomi kapitalis yang dipasan dari luar hanya akan berfungsi secara efektif kalau diintegrasikan ke dalam perekonomian kapitalisme pusat sebagai sumber modal. tapi di pihak lain menjamin hak-hak tradisional kaum pribumi atas tanah dan kemungkinan untuk memperoleh hak-hak individual atas tanah.8 Namun pelaksanaan sistem tanarn paksa di Jawa hanya secara embrionis meletakkan dasar-dasar kapitalisme pinggiran yang pada masa selanjutnya– periode ekonomi liberal–akan berkembang mencapai puncaknya. kini mendukung perusahaan-perusahaan swasta. bukan untuk perdagangan. telah dihapuskan. dengan ciri utamanya. teh. kayu manis dan tembakau. cengkih. Besarnya kenaikan surplus dalam neraca perdagangan. adalah bukti-bukti pengaliran modal ke luar selama sistem tanam paksa. Pertama. melainkan dalam “kapitalisme pusat” di negeri Belanda. terutama untuk modal permulaan dari suatu usaha dan kemudian berkembang sebagai pinjaman kepada pemerintah. Inilah asal mula timbulnya fenomena kekurangan modal untuk akumulasi modal selanjutnya. Pembagian kerja antara negara dan pengusaha swasta yang lebih tegas mulai nampak selama periode liberal. Pada tahun 1866. yang juga didukung oleh kepentingan bank yang kuat. Perusahaan negara NHM yang dulu dominan. yang menghapus perbedaanperbedaa pajak. Perdagangan luar negeri tidak dibebaskan sampai tahun 1872 ketika Undang-undang Tarif disahkan. tetapi hanya untuk pendapatan negara. Kalau–karena satu dan lain hal–keterikatan dengan pusat terputus. Untuk kepentingan analisa dan alasan di bawah ini. nila. Kemenangan kaum liberal di negeri Belanda telah membawa perubahan yang mendasar di Hindia Belanda pada dekade 1860-an. Undang-undang Gula tahun 1870 mengizinkan negara mengontrol perkebunan gula hanya sampai tahun 1878. tanah dan buruh tidak ditanam dalam ekonomi tuan-rumah. dari permulaan tahun 1860-an sampai pertengahan tahun 1880-an. yang memperkenalkan Undang-undang Agraria 1870 yang memberikan kebebasan dan keamanan pada perusahaan-perusahaan swasta tanpa merepotkan sewa tanah kaum pribumi. Tiga soal dihadapi kaum liberal: penghapusan perkebunan negara. pala. besarnya uang yang diterima dari lembaga batig-slot dan besarnya keuntungan yang masuk ke negeri Belanda. tulisan ini menyebutnya sebagai “kapitalisme pinggiran” (peripheral capitalism). Suatu pemecaban jitu ditemukan oleh de Wall. adalah: modal datang dari luar dan mencari penggunaan yang menguntungkan di negeri jajahan. keuntungan yang ditarik dari penggabungan modal. Kopi masih dipertahankan di bawah perkebunan negara. Di bawah . maka kapitalisme pinggiran akan menghadapi stagnasi dan dislokasi. Dengan demikian kapitalisme pinggiran akan selalu menjadi kapitalisme yang tergantung (dependent capitalism). praktis sernua perkebunan negara hasil bumi seperti lada.

tetapi juga untuk kaum pribumi di tingkat desa. Pengambil keuntungan yang cepat dari penemuan hukum ini adalah perusahaan-perusahaan individual yang telah berkembang sejak periode tanam paksa. betapa sektor-sektor ekspor dan enklafe bukan hanya telah terintegrasi secara baik pada pasaran dunia. Di bawah pengaruh liberalisme yang menekankan hukum dan orde. negara kolonial telah mengeluarkan banyak hukum dan perundang-undangan. persamaan di depan hukum. Dalam periode ini negara kolonial mengalami suatu modifikasi yang ekstensif secara vertikal maupun horizontal dalam aparat birokrasinya. bahwa transformasi ini ternyata sangat pokok dalam pertumbuhan yang terus menerus dari kapitalisme pinggiran dalam tiga dekade . Pengesahan Undang-undang Agraria 1870 dan Peraturan Persewaan 1871 telah mencanangkan kelahiran korporasi-korporasi perkebunan dan keuangan. Kebebasan memperoleh tanah dan modal memungkinkan perusahaan mengimpor mesin. administrasi kolonial mengambil pula langkah hukum untuk menghapuskan kerja paksa dan mendorong hubungan kerja kontraktual. peranan negara cenderung menjadi terbatas. Pada waktu selanjutnya nampaklah. yang sehagian disebabkan oleh depresi dan sebagian lagi karena munculnya gula bit. bukan hanya untuk memberi perlindungan kepada pegawai-pegawai Eropa dan pribumi. Pada awal dekade 1880-an hama penyakit menyerang perkebunan gula dan kopi. Perkembangan ini juga ditopang oleh dua gelombang kemajuan dalam dunia perbankan di Hindia Belanda: yaitu pada tahun 1850-an dan pada awal dekade 1880-an. tetapi juga harus menerima akibatakibat buruk dari krisis yang terjadi di dalamnya. bencana alam dan krisis dari luar ini memaksa suatu revisi dari politik liberal bebas sepenuh-penuhnya. Akhirnya “revolusi birokrasi” ini pelan-pelan mengganti birokrasi tradisional pribumi dengan birokrasi moderen Eropa yang akan memimpin ekonomi dan masyarakat ke arah hubungan kapitalistis. Sehubungan dengan modifikasi birokrasi. Sementara itu NHM dan Javasche Bank tetap dalam posisi kuat untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Negara kemudian mengalihkan konsentrasi kegiatannya ke bidang lain yaitu masalah-masalah birokrasi dan administrasi hukum. Perkembangan Puncak Kapitalisme Pinggiran Krisis yang mencapai puncaknya pada pertengahan dekade 1880-an menunjukkan untuk pertama kali dalam sejarah Hindia Belanda. Secara kebetulan.serangan kuat dari golongan menengah Belanda.mesin dan secara substansial menambah produksi. Bencana ini telah mengancam suatu kebangkrutan total dari sistem ekonomi dan usaha-usaha untuk mengatasinya telah membawa suatu perubahan struktural dalam organisasi dan manajemen keuangan usaha perkebunan dan modifikasi lebih lanjut dari eranan negara. pendidikan dan kesejahteraan umum. Lebih berbahaya lagi adalah jatuhnya harga-harga kopi dan gula secara mendadak di pasaran Eropa. segan dan tidak rapi organisasinya. serta pemilikan swasta atas tanah.

mengubah dirinya menjadi perusahaan penanaman modal “setengah bank dan setengah pengusaha perkebunan. dan pengikutsertaan pribumi dalam birokrasi dan pengambilan keputusan. bahwa tugas pokok negara sifatnya konstruktif. maka ideologi baru politik etis berpendirian. Dengan demikian suatu kapitalisme campuran berkembang di Hindia Belanda. Semua ini juga disertai dengan perubahan ideology kolonial. Yang terakhir ini terdiri dari partisipasi langsung dalam usaha perkebunan melalui perusahaan negara. Demikianlah pada awal abad ke-20. maka kapitalisme korporasi yang berkembang juga masih menampakkan ciri-ciri merkantilis. membangun institusi-institusi politik. Ciri dan watak modal juga berubah. kehutanan dan pembangunan prasarana seperti pengangkutan kereta api yang menggunakan tenaga uap. Kalau ideologi liberal berpendirian bahwa tugas pokok negara adalah memberi kebebasan sepenuhnya kepada motifmotif ekonomi dan menghilangkan segala hambatan pada kemajuan-kemajuan ekonomi melalui usaha menegakkan hukum dan keteraturan. Karena konsentrasi kekuatan ekonomi bergeser dari perusahaan negara ke perusahaan swasta dalam suatu proses yang telah dimulai sejak pertengahan abad ke-19. Kekuatan-kekuatan keuangan itu memiliki keterlibatan langsung dalam manajemen usahausaha perkebunan. Krisis yang bersifat ekonomi di pertengahan dasawarsa 1880-an bukan hanya telah mendorong negara untuk melakukan partisipasi langsung dalam ekonomi. jalan dan sistem irigasi. maka kapitalisme korporasi telah mengganti kapitalisme negara. pembaruan itu meliputi masalahmasalah desentralisasi. perusahaan negara. NHM. kesejahteraan dan otonomi. administrasi departemen dan teritorial. Modal kini di bawah komando lembaga-lembaga keuangan Belanda yang kuat dan besar. Sekarang negara bertanggung jawab bukanhanya pada masalah-masalah administratif–mempertahankan hukum dan keteraturan. tetapi juga telah membawanya ke arah konsepsi yang lebih luas akan fungsinya. Usahausaha perkebunan individual diganti dengan usaha multinasional yang didukung bukan saja oleh kekuatan-kekuatan keuangan Belanda tetapi juga dari negeri Eropa lain.pertama abad ke-20. Di bawah tema-tema umum efisiensi. dan dengan begitu keputusan penting berada di tangan mereka. eksplorasi dan penanaman modal dalam usaha-usaha yang prospek keuntungannya tidak cukup untuk menarik modal swasta seperti pertambangan. Tetapi karena ekspansi peranan negara yang sangat diperlukan dan keharusan perusahaan swasta untuk mempertahankan hubungan yang erat dengan negara. Bersamaan dengan ini. Dalam menghadapi krisis itu peranan negara diperbesar dan diperkuat kembali. suatu mesin yang lengkap– terdiri dari modal besar dan aparatur negara kolonial–telah sia untuk membawa kapitalisme pinggiran ke puncak kejayaannya. dan administrasi mengenai cara-cara pemerintahan mulai diperkenalkan.” dengan . bukan lagi di tangan usaha-usaha perkebunan individual. NHM. memajukan kesejahteraan material dan kesejahteraan umum. memberikan fasilitas dan kesejahteraan umum–tetapi juga mengambil kembali peranannya yang penting dalam ekonomi. Pembaruan politik.

yaitu pertumbuban pesat dari bank-bankasing. Modal yang ditanam di Hindia Belanda juga memilikiciri baru: monopolistis dan internasional. perikanan dan produksi barang-barang tambang. Ini terutama disebabkan karena kebutuhan produksi besar-besaran untuk mendapatkan pasar di negara-negara tropis dan kebutuhan akan barang-barang mentah di pasaran Eropa. khususnya yang berkembang di Hindia Belanda Pertama. yang diikuti oleh empat asosiasiuntuk produsen teh cinchona. menghadapi halangan serius. Transformasi struktural dan pemasukan modal besar-besaran akhirnya membawa kapitalisme pinggiran ke puncak perkembangannya. kepentingan industri Belanda. Modal yang ditanam oleh perusahaanperusahaanBelanda dan bukan Belanda melalui jaringan-jaringan luas darilembaga-lembaga keuangan ini telah mendiversifikasikan dirinyadi luar perkebunan gula dan kopi.kekayaan ekonomi yang cukup besar dalam bentuk pabrik dan perkebunan.Tiong Ham. karena masih banyaknya kesempatan bagi penanaman modal di bidang-bidang yang sangat menguntungkan seperti pertanian dan pertambangan. juga meluas ke perusahaanpertambangan. the Chung Wah Bank dan N. Ketiga. maka mereka menghalangi usaha industrialisasi pengganti impor. Usaha negara untuk memajukan industri pengganti impor. dan juga menghalangi usaha industrialisasi pengganti impor. Pada tahun 1900 negara mulai mendirikan perkebunan karet dan dalam tahuntahun berikutnya. Pada saat ini kelompok Cina mulai berusaha masuk ke dalamperusahaan keuangan dengan membentuk bank-bank N.V. karena perusahaanperusahaan perkebunan yang kuat merasa bahwa industrialisasi akan meningkatkan upah buruh dan ekspor akan turun akibat mengecilnya impor barang-barang jadi. minyak palem dan kapuk. sehingga tidak ada dorongan kuat untuk menanam modal di bidang industri. negara terlibat dalam produksi kelapa. jalan dan komunikasi tenaga uap. yang mengembangkan usahanyadi luar Jawa. Bank-bank pertanian menambah skala kegiatannya. Padawaktu yang sama. terutama minyak. Pertumbuhan cepat dari modal dan semakin luasnyadivisi dari fungsi-fungsinya memulai proses konsentrasi kepentingandan kekuatannya. Sejajar dengan itu jugadilakukan oleh perusahaan pertambangan dan perusahaan daribermacam-macam jenis. the Deli Bank. walaupun tertarik pada peningkatan hidup kaum pribumi. lembaga-lembaga perbankan lain membatasidiri pada kegiatan perbankan biasa. Pola keterlibatan yang sama juga terjadi dalam pembangunan jalan kereta api. Negara juga memegang peranan luas dalam kehutanan.V. cocoa dan tembakau.Bataviasche Bank. Kedua. yangmewakili kekuatan modal Belanda. tetapi sangat khawatir akan munculnya persaingan dari Hindia Belanda.Pertumbuhan modal juga menuntut suatu divisi darifungsifungsinya. kopi. khususnya dalam menghadapi kemungkinan terputusnya dengan pasaran dunia akibat perang dunia pertama. ang kemudian ditunjang dengan ekspansi birokrasi dari negara klonial. Ini dimulai dengan dibentuknya “PersatuanProdusen Gula” pada tahun 1918.dan mengubah dirinya menjadi perusahaan pertanian biasa. Lembaga-lembaga permodalan ini. Padatahun 1920-an konsentrasi . Halangan ini di satu pihak juga mencerminkan watak kapitalisme pinggiran. juga ditambah oleh kekuatanmodal bukan Belanda.

kekuatan ini mencapai suatu proporsisehingga–seperti dikemukakan Wertheim–”seluruh perkebunanberada di bawah superstruktur dari sindikat-sindikat dan kartelkartelyang kuat.” Melalui sindikat dan kartel ini, kepentinganmodal kolonial mempertahankan hubungan yang erat dengannegara, di antaranya, untuk meningkatkan produksi melalui kontrolekonomi bersama dan mengorganisasi riset-riset ilmiah.Modal telah memasuki ekonomi Hindia Belanda semakin dalam.Namun pola penanamannya masih tetap, terbatas secara eksklusifpada industri pertanian dan pertambangan besar, dan strukturekonomi dualistis yang tidak seimbang, yang telah berkembangsejak zaman tanam paksa, tidak berubah. Perubahan-perubahandalam struktur organisasi dan lembaga keuangan hanyamempengaruhi sektor ekspor dan enklafe saja: sisi Belanda dalamstruktur ekonomi dualistis.Ekonomi kaum pribumi tidak berubah, kecuali di Jawa di manaperkebunan gula berdampingan secara simbiotis dengan pertanianpadi basah, sehingga terjadi suatu proses yang oleh Geertz disebut“involusi pertanian”. Dalam periode ini perubahan strukturalsektor ekspor mulai mempengaruhi daerah luar Jawa–Sumateradan Kalimantan–tetapi tidak seperti yang terjadi di Jawa: yaituterkonsentrasi dalam sektor enklafe dan terbatas pada daerahpadat modal di sekitar produksi barang-barang mentah sepertikaret, timah dan minyak. Perbedaan efek ini menciptakan suatudikotomi struktural dengan implikasi politik dan ekonomi yangdalam sampai pada masa pasca-kolonial.Setelah jatuhnya harga gula dalam depresi tahun 1929, pusatkegiatan ekspor beralih dari Jawa ke Sumatera dan Kalimantan,yang telah mengintegrasikan pulau-pulau tersebut lebih jauh kedalam pasaran internasional. Dengan demikian, struktur ekonomidualistis menampilkan dimensi baru– ketidakseimbangan daerah–yang bertahan semakin dalam sampai perang dunia kedua menyapupulau-pulau Hindia Belanda. Dampak Sosial dan Politik Ketika kapitalisme pinggiran berkembang sampai ke puncaknya,ia bukan hanya memperkuat ketidakseimbangan dan distorsi dalamstruktur sosial, tetapi juga menciptakan ketegangan di antarastrata-strata sosial. Pada gilirannya ini juga menimbulkanketegangan antara negara kolonial dan masyarakat pribumi, yangakhirnya memuncak dalam gerakan politik kaum pribumi yangmempertanyakan legitimasi dari negara kolonial. Politik Etispemerintah kolonial yang menekankan pendidikan dan pencerahanintelektual itu telah mendorong gerakan-gerakan ini.Kapitalisme pinggiran dengan jaringan korporasi keuangan danusahausaha yang berkait-berkelindan telah mengubah watak dankecenderungan lapisan atas piramida sosial. Pengusaha Eropa dankelompok komersial, yang mendominasi lapangan kegiatan sepertiperkebunan, perdagangan luar negeri, pertambangan danperbankan, mengimpor kebudayaan Eropa, mendirikan serikatserikatburuh mereka sendiri, dan hidup berdampingan, tapiterisolasi dari dunia pribumi. Mereka memapankan diri sebagaipengemban kebudayaan metropolitan kolonial, mengelompoksendiri di daerah urban seperti Jakarta (dulu Batavia), Bandung,Semarang dan Surabaya, menikmati lingkaran-lingkaran kebudayaanmereka sendiri dalam bentuk konser, pameran kesenian,

tari,teater dan bioskop.Golongan Cina sebagai lapisan perantara yang mengontrol sebagian besar dari perdagangan eceran, industri kecil dan pengumpulbarang dagangan, juga kena pengaruh. Pembebasan perkampunganmereka, penghapusan surat jalan, pengakuan pada sekolah-sekolahCina dan perbaikan status hukum pada dasawarsa pertama abadke-20, yang diikuti oleh kejadian-kejadian politik di Cina daratandan terbuka lebarnya kesempatan kapitalisme pinggiran, telahmenambah kekuatan ekonomi serta mempertegas identitaskebudayaan dan sosial golongan Cina. Golongan Eropa dan Cina menambah kekuatan ekonomi,mempertinggi prestise sosial dan mengembangkan kepentingankepentingankebudayaan, tetapi kaum pribumi–yang merupakanmayoritas dan lapisan paling bawah dalam piramide sosial–hanyamenambah jumlah saja. Ini ditunjukkan oleh hasil-hasilmenyedihkan dari berbagai survai mengenai kesejahteraan yangdilakukan oleh pemerintah dan nonpemerintah seperti yangdiringkaskan oleh Furnivall. Usaha-usaha perbaikan nasib pribumiseperti sistem irigasi, penasehat ahli untuk industri kecil danpertanian, perlindungan buruh, pemberian kredit dan pendidikannampaknya hanya terbatas sejauh kaum pribumi mensuplai tanahdan buruh untuk perkebunan Eropa dan pegawai untuk birokrasi.Dengan kata lain, negara kolonial merasa wajib hanya untukmengadakan usaha-usaha yang menghilangkan halangan danmengurangi efek negatif demi berjalannya modal. Pemerintahkolonial malah percaya bahwa perkebunan besar dan industripertambangan akan menjadi dasar bagi kemakmuran pribumi. Dengan demikian, walaupun ada perbaikan, kaum pribumi tidakmembuat kemajuan yang berarti dalam industri, perdagangan atauperkapalan, apalagi menciptakan suatu kelompok golonganmenengah yang bergerak dalam usaha perdagangan dan komersial,walaupun tentunya ada kekecualian di sana-sini. Di Jawa Baratdan Tengah misalnya, kaum pribumi terlibat dalam kegiatan industritekstil, batik dan kretek sejak permulaari abad ke-20. Di Sumatera,kelompok koniersial pribumi juga muncul pada pertengahan tahun1920-an ketika perkebunan ekspor rakyat melampaui eksporperkebunan besar.Tetapi dua halangan struktural telah memacetkan pertumbuhankaum pribumi untuk menjadi golongan menengah yang mandiri Pertama, konsentrasi dan kartelisasi dari korporasi multinasionalmenyebabkan pemasukan secara individual ke dalam bisnis kaumpribumi, malahan untuk golongan Cina pun, sangat sulit. Padawaktu komersialisasi ekonomi demikian tinggi bagi terciptanyakelompok usaha dan komersial pribumi, maka korporasi-korporasiinternasional memantapkan posisi monopolinya. Lebih-lebihnegara dan juga perekonomian semakin bergeser ke bawahpengaruh beberapa kekuatan ekonomi yang monopolistik danterkonsentrasi, dan sangat susah untuk mengejar kebijaksanaanyang melawan kepentingan monopoli itu.Kedua, peranan perantara golongan Cina dalam perdaganganeceran, servis, industri kecil, telah menutup kemungkinan bagigolongan pribumi untuk memperkuat posisinya dalam

kegiatanbisnis tersebut. Inilah dasar struktur ekonomi yang membawa kaumpribumi untuk menyadari, bahwa politik adalah satu-satunya jalanyang terbuka guna melawan berbagai kekuatan yang telahmengkungkung mereka, dan secara efektif telah mempersiapkankaum pribumi untuk terlibat dalam suatu perjalanan perjuanganpolitik yang panjang. Penetrasi modal secara intensif yang telah menciptakan efekefek,berbeda terhadap masingmasing lapisan sosial, tergantungpada pemilikan modal, akses pada pasar, organisasi, keahlian danpengalaman. Sementara untuk golongan Eropa dan–untuk tingkatyang lebih rendah–golongan Cina, penetrasi modal yang intensifberarti penambahan kekayaan dan kekuatan ekonomi, pengukuhankeunggulan mereka dalam kebudayaan dan prestise sosial. Untukgolongan pribumi, seperti yang dinyatakan oleh golonganmenengahnya yang kecil itu, berarti stagnasi ekonomi danpenyadaran politik dan ideologi untuk keperluan perjuangan politikmereka. Politisasi golongan pribumi ini pad akhirnyamempertanyakan kekuasaan kolonial dan juga orde sosial kolonial.Sebagai reaksi, pemerintah kolonial juga harus menciptakan peralatan politik untuk mengontrol gerakan-gerakan politik yangditujukan pada eksistensinya, dan juga untuk mempertahankankeamanan dan keteraturan (rust en orde) dalam masyarakatkolonial. Lahirnya Kelompok Menengah Pribumi Di bawah pimpinan kaum intelektual, pemimpin agama danpedagang, organisasi nasionalis pertama yang didasarkan padadukungan massa adalah Sarekat Islam, yang dibentuk pada tahun1912. Organisasi ini berakar dari masyarakat dagang pribumi,Sarekat Dagang Islam, yang dibentuk pada tahun 1909 oleh RadenMas Tirto Adisoerjo, seorang aristokrat dan pedagang Jawa, jugamanajer suatu usaha dagang yang berada dalam proses likuidasi. Lahirnya Sarekat Islam menggambarkan beberapa elemen pentingdalam proses politisasi dari kaum pribumi dan munculnyakelompok kecil dari golongan menengah pribumi. Pertama, SarekatIslam adalah gerakan politik dari kelompok atas golongan pribumiyang merupakan campuran dari kaum bangsawan, intelektualpendidikan Barat, pemimpinpemimpin agama dan anggota darikelompok pedagang dan komersial. Kelompok ini mewakili embrioborjuis pribumi, pemimpin sosial dan politik dan juga metodebaru dalam mengorganisasikan pengetahuan dan pemikiran dalamhubungannya dengan dunia moderen. Mereka mulai mampumenangkap arti–dalam perspektif yang lebih luas–dari praktekpraktekdiskriminasi dan eksploitasi dalam pendidikan, kesempatanekonomi, profesi, administrasi hukum dan perundang-undangan.Ini juga berarti bahwa mereka bisa mulai melihat kemungkinankemungkinantindakan di luar orde kolonial, terutama wilayahlegitimasi yang sempit dan ekonomi kolonial.Karena tidak puas terjepit dan frustrasi akibat terbatasnyakesempatan bagi mobilitas ke atas mereka, dan pada saat yangsama dipaksa untuk menambah kekuatan politik mereka sebagai

sensor koran.pelarangan pada organisasi . Kelahiran mereka yang menampilkan diri dalam berbagaigerakan politik kaum pribumi bersama dengan perubahan yangterjadi pada kekuasaan kolonial. dan yang lebihpenting lagi. suatu asosiasi koperasi dari pedagang-pedagang batik Jawa. Kelompok ini merupakan produk nyata dariproses yang cepat. (Politieke Inlichtingen Dienst).serta prospek dari kemerdekaan politik dan ekonomi.I. wartawan dan jenis-jenis profesi lain. taktik dan metode perjuangan politik. tetapi pada waktu yangsama tercerabut akar-akarnya dari kehidupan tradisional.syarat pergerakan politik. dengan masuknya pedagang-pedagang Cina kedalam industri batik–benteng kaum saudagarbangsawan Solo–mengundang reaksi cepat dalam bentuk organisasi pelindung. Mereka menandailahirnya golongan menengah seperti yang didefinisikan tulisanini. pedagang.Proses ini juga dibarengi dengan proses ideologisasi: mereka mulaiterbuka pada ideologi dan pemikiran Islam moderen.D.Sarekat Dagang Islam. kaum elitpendidikan Barat.Pesatnya kemajuan Sarekat Islam dan dukungan luas yangdiperolehnya pada tingkat tertentu merupakan hasil daripelaksanaan politik etis yang memajukan pendidikan Barat bagielit pribumi. Posisi monopolistis darikorporasi-korporasi Eropa dan kedudukan perantara yang strategisdari golongan Cina dalam bisnis. kaum profesional dan pemimpinpemimpinagama mentransformasikan diri mereka menjadipemimpin-pemimpi politik dan ideologi. maka Sarekat Islam (S1). telah membentuk politik HindiaBelanda sampai datangnya pasukan Jepang.dibentuk dalam usaha untuk menghadapi persaingan dengangolongan Cina dan kemudian muncul kembali sebagai organisasipolitik berdasarkan massa. demokrasiliberal. Mereka mulai menimbang spektrum yangluas dari ideologi politik. sosialisme dan juga Marxisme-Leninisme. Pemerintahkolonial kini semakin mendasarkan diri pada mesin-mesin politikseperti P. Fakta bahwa Sarekat Dagang Islam(SDI). yang terpaksa mencari pekerjaan bebas seperti saudagar. di mana golongan bangsawan. dan dari ketidakmampuan birokrasi negara danperusahaan swasta untuk menampung mereka yang terdidik yangcocok dengan latihan dan pendidikan mereka. Inilah polaumum dari timbulmya bermacam-macam organisasi sosial danpolitik dalam dasawarsa kedua dan ketiga abad ke-20. maka kelompok ini menyusunbermacam-macam organisasi dengan hubungan-hubungan kedaerah urban dan rural. yang jugadidukung oleh banyak tokoh-tokoh dagang lahir dan menunjukkanborjuasi pribumi. pedagang.Ketidakseimbangan dan distorsi dalam struktur sosial sertaketegangan antara strata-strata sosial sebagai akibat dari majunyakapitalisme pinggiran–yang telah membangunkan kesadaran politikdan ideologi golongan menengah yang kecil itu pada saatnya jugatelah mempolitikkan (politicized) negara kolonial. nasionalisme. Karena merasainferior dan tidak memiliki pekerjaan. Inilahpula sebabnya. telah membuka politik sebagaisatu-satunya jalan bagi kaum borjuis pribumi untukmempertahankan posisinya dan juga dalam mengejar kepentingankepentingankomersial mereka. walaupun amat kecil. dengansendirinya mereka membentuk kelompok marginal (terbuang) yangselalu gelisah.

Pemerintah kolonial juga tidak mampu melihat efek disintegratifdari masuknya modal yang intensif. dalamusahanya untuk mempertahankan keamanan dan keteraturan negarakolonial telah mendasarkan diri pada kebijaksanaan individual.Tentu saja ini disebabkan oleh perubahan dalam keseimbanganpolitik dan kecenderungan ideologis di negeri Belanda. pendidikan yangsebenarnya dimaksudkan untuk mengintegrasikan elit pribumi. yang disebabkan oleh akibatyang berlainan terhadap kelompok-kelompok sosial.Kebijaksanaannya cenderung bersifat ad hoc dan kurang persiapan. Pada tahun 1918 Sneevlietdiasingkan. Untuk mencegahintegrasi Sarekat Islam sebagai suatu korporasi utuh dan memutuscabang-cabang dari pimpinan pusat. ini adalah suatu kebijaksanaanironis karena dengan kebijaksanaan ini. penangkapan danpembuangan politik untuk mempertahankan eksistensinya. tetapi Sarekat Islam yang sudah diradikalkan. rasial danekonomi yang berbedabeda. pemerntah kolonial menolakmemberikan status hukumnya dan melancarkan kontrol secara tidaklangsung pada cabang-cabang-nya dengan memberikan statushukum secara individual. yang pada pokoknya bersifatpelarangan dan represi.Karena ketiadaan kebijaksanaan yang komprehensif ini.ternyata malah menjadi sumber disintegrasi dan radikalisme. pemerintah justerumemperlemah kontrol pimpinan pusat yang relatif moderat padacabang-cabangnya. partisipasi kaum pribumidalam proses pengambilan keputusan dan birokrasi.ad hoc dan jangka pendek sifatnya. pemerintah kolonialmenghadapi bukan pada Sarekat Islam yang terkontrol danmoderat. pemerintah kolonial gagal untukmemiliki suatu wawasan jangka-panjang dalam masalah politikseperti status politik Hindia Belanda.dan pertemuan yang bersifat politik. dan jugaoleh akibat tak disengaja dan di luar kontrol dari penetrasi modalke dalam dinamika susunan sosial kolonial. Di bawah kebijaksanaan ini. Ini nampak jelas dalamkebijaksanaan politik etis yang‘telah gagal mempertimbanganakibat pendidikan pribumi kalau dilihat dari kemampuan dankemauan lembaga (establishment) kolonial untuk memberikanpekerjaan. Pada pertengahan tahun 1920-an hasil dari politiketis bukanlah suatu masyarakat pribumi yang kuat dan bersatu. Sekali lagi. Pada tahun 1913 Nationale Indische Partijditekan dan pemimpin-pemimpinnya diasingkan. Kebijaksanaan negara kolonial yang ditujukandemi kebutuhan lancarnya kapitalisme pinggiran berakibat fatal dan telah mengintensifkan ciri pluralisme dan ketidakseimbanganmasyarakat. sehingga dengan mudah diinfiltrasi olehkelompok radikal. Politisasi Negara Kolonial Sampai pada akhir kekuasaannya. kelompokSarekat Islam Merah dan Partai Komunis. Kependekan pandangan ini tercerminpada konsesi yang diberikan kepada golongan Cina dalamdasawarsa permulaan abad ke-20 yang telah mengundangterbentuknya SDI. . Sebagai hasilnya.kooptasi (merangkul menjadi anggota).tetapi suatu masyarakat di mana kaum elitnya secara sosial telahdiradikalkan dan secara politik teragitasi. dan sampai akhir kekuasaarmya pemerintah kolonialterus menerus melakukan penangkapan politik dan penekananlangsung sebagai instrumen untuk melemahkan gerakan politikpribumi.

Dengan demikian pernerintah terdesak ke posisi yang defensif. Gerakan kaum pribumi yang radikal denganbegitu mengkonsentrasikan kekuatan mereka di kalangan serikatserikatburuh.kepada siapa saja yang dianggap mengganggu kelancaran jalannyaperekonomian.Konflik terjadi antara pemerintah kolonial dan kelompok golonganmenengah pribumi. karena kedua pihak mengerahkan kekuatanpolitik masing-masing.menciptakan kekuasaan yang menekan. Munculnya golongan inimerupakan suatu konsekuensi yang tidak disengaja darikebijaksanaan negara dan penetrasi modal dalam ekonomi. mengendornyaekonomi yang disebabkan oleh Perang Dunia Pertama. Sernuaperkembangan itu terjadi pada saat kapitalisme pinggiranmengalami puncak kejayaannya dalam periode antara tahun 1910sampai 1930. Faktorfaktor struktural seperti: ketidakmampuan ekonomi dankemapanan birokrasi kolonial dalam menyerap golongan pribumiterdidik secara Barat. integrasi ekonomi kedalam pasar dunia dan ekspansi ekonomi tukar-menukar. Perkumpulan bebas dan pertemuan dikontrol secara ketat dengan ancaman penahanandan pemenjaraan. menangkap tanpa otorisasi daripengadilan dan melarang penerbitan berkala yang dipandangbertentangan dengan keamanan umum. . Sementara itu golonganmenengah memobilisir segmen-segmen dalam masyarakat terdidik. Kemajuanyang terus menerus dalam penetrasi modal. perekonomian yangdualistis dan susunan sosial yang tidak seimbang. dan menolak seluruh ordemasyarakat kolonial.tetapi juga pada watak struktur kekuasaan domestik.Sejajar dengan penekanan langsung. disintegratif danpluralistis. dan faktor-faktor nonstruktural seperti: pengaruh ideologi. Gubernur jenderal memiliki suatuotoritas untuk mengasingkan.pemerintah juga siap dengan peralatan “hukum” untuk menakutigerakan politik kaum pribumi. kejadian politik di luar negeri dan kemampuanuntuk menangkap makna dari ketidakadilan kondisi kolonial. yang akhimya menciptakan ketegangan dan alienasi. yaitu depresi dunia yang dimulaitahun 1929. Kapitalisme pinggiran–karena watak dan ciri-cirinya–terpukul oleh kekuatan luar.Pembahasan kita tentang perkembangan kapitalisme pinggiran inimenunjukkan betapa penetrasi modal Belanda dan Eropa dan caracarapengorganisasiannya–untuk mengeksploitasi surplus ekonomiserta pengintegrasian ekonomi Hindia Belanda ke pasaran dunia–memiliki dampak langsung.Suasana menjadi tegang secara politik ketika kelompok golonganmenengah muncul dalam masyarakat.menyebabkan munculnya banyak perselisihan dan pemogokan dikalangan buruh industri. Pemerintah kolonial menghadapinya denganpengeluaran perundang-undangan yang keras ancaman hukumnya. pengasingan dan penangkapan. bukan hanya pada struktur ekonomi. telahmembawa kelompok golongan menengah untuk mempertanyakanlegitimasi politik negara kolonial.sebagian buruh serta penduduk daerah urban dan rural. Pemerintah menggerakkan aparat penekanseperti kekuatan polisi dan PID serta alat hukum yang menekandan jenis penekanan politik lainnya. yang kemudian diikuti pendudukan Jepang dan perangkemerdekaan. Dalam awal dasawarsa 1920-an.

mereka berusahauntuk memasukkan pengusaha pribumi ke dalam suatu strukturyang tetap utuh melalui pribumisasi keputusan dan kredit. Ironisnya. alokasi faktor-faktor produksi dan sentralnya impordan ekspor dalam perekonomian pada dasawarsa pertama pascakolonialmenunjukkan betapa struktur kapitalisme pinggiran masihbertahan di Indonesia. dicampur dengan perasaan bahwa mereka tidak bisamenghapuskan kemapanan ekonomi asing– karena memiliki sedikitatau sama sekali tidak ada yang bisa ditawarkan untukmenggantikannya. tetapi suatu elit tanpa dasar kekuatan ekonomi yangkuat (solid).Karena struktur ekonomi masih mencerminkan struktur kolonial. Malahan.Periode Pasca-Kolonial Distribusi kekuatan ekonomi. dan juga bahwa pengusiran perusahaanperusahaanasing akan menyebabkan kesulitan yang serius–telahmembawa mereka memiliki kecenderungan untukmempertahankan status-quo ekonomi.maka watak dan susunan masyarakat yang tidak seimbang dan pluralistik warisan dari zaman kolonial. Kelompok golonganmenengah ini tiba-tiba menemukan dirinya sebagai golongan elitpolitik baru. Mereka secara politik tidak bisa mengidentifikasikan kepentingan mereka dengan kepentingan ekonomi kapitalis ataupembangunan ekonomi kapitalis pada umumnya. kekuatan politik golongan menengahyang tidak pernah digunakan untuk menyerang kapitalismepinggiran ini . Perubahan kualitatif ini menandailahirnya suatu pola baru dari konflik-konflik ekonomi. pola pemilikan dari aset-asetproduktif. Kekuatan ekonomi asing kini tidak didukung. –yang memberikan andil pentingdalam struktur kapitalisme pinggiran–mulai surut. kepentingan ekonomi mereka yang diwakili olehpedagang-pedagang dan eksportir pribumi.Namun demikian. terutama pada strata atas dan munculnyamassa yang terpolitikkan. Pada tingkat domestik.Perjuangan kemerdekaan memaksa kelompok menengah inimemobilisir massa yang terpolitikkan demi membuktikan kepadadunia dukungan populer kepada kemerdekaan. Namundemikian. merekatidak pernah mengejar suatu kebijaksanaan yang secara langsungmenyerang kapitalisme pinggiran.9 Tetapi sebenarnya struktur ini dalamkeadaan rusak. pandangan merekayang liberal. dandilindungi oleh partnernya yang vital negara kolonial–sehinggaberdiri di atas landasan yang rapuh dan rawan (vulnerable) secarapolitik. Dalam tingkat internasional. kekuatan kemampuan ekonomi asingyang telah demikian lamanya bertindak sebagai penghubungdengan pasaran internasional. Sampai tahun 1965.Walau pun demikian ciri dan kecenderungan kapitalisme pinggiranmasih tetap nampak. organisasi kapitalis dan kemapanankeuangan akibat gejolak politik dari tahun 1942 sampai 1949. Dan kenyataannya. Tetapi usaha-usaha tersebut gagal terutama dalam menghadapihalangan struktural yang menyebabkan kekurangan devisa dantekanan inflasi. hal itu disebabkanoleh dislokasi dan kerusakan yang diderita oleh pasaran duniaakibat perang dunia kedua. politik danideologi. disebabkanoleh kehancuran prasarana. revolusi politik secara kualitatif telah mengubah susunanmasyarakat tersebut. tetap bertahan.

. pentingnya menambah dan memulihkan produksi untukmerangsang pembangunan. kecuali di bidang perbankan dan impor. 2. Wilopo. Kebijaksanaan-kebijaksanaan kabinet-kabinet Hatta.menekankan pentingnya pemerintahan yang kuat. yang berkuasa secara berturut-turut dariDesember 1949 sampai Juni 1953. bersatu danefisien. umitro merumuskan kebijaksanaan itu berdasarkan asumsiasumsi: 1. Namun tidak berarti bahwa mereka tidak mencoba untukmengubah ekonomi. Sumitro mengusulkan skema industrialisasi yang akan bertindaksebagai penentu strategis dari pertumbuhan. dan kekuatan ekonomi Cina di bidang perdaganganeceran dan industri kecil. pertanian dan industri adalah salingmelengkapi sebagai suatu alternatif usaha. Kekuatan ekonomiBarat di bidang perkebunan. ProgramUrgensi Ekonomi yang dilancarkan oleh kabinet Natsir palingmenaruh perhatian pada tindakan-tindakan di bidang ekonomi. Malahan mereka membentuk beberapaperusahaan negara. Mereka menaruh perhatianbesar pada usaha untuk memulihkan keadaan “normal”.Golongan menengah menyalurkan aspirasi mereka melalui partaipartaipolitik yang sempat berkuasa selama sistem parlementerdalam periode tahun 1949 sampai 1957.Sikap “pragmatis-konservatif ” ini juga nampak dalam sikap merekamenghadapi struktur kapitalisme pinggiran. industrialisasi diperlukansebagian untuk mendinamisir daripada mengganti pertanian. dibiarkan utuh tanpa suatu tantanganyang serius. dengan memberikan pinjaman dan bantuan kepadapengusaha pribumi dan mencadangkan pasar-pasar tertentu bagipengusaha pribumi (Program Benteng). dan juga kabinet BurhanuddinHarahap dari Agustus 1955 sampai Maret 1956. maka mayoritas penduduk akan tetap miskin. yang akan mengurangisensitivitas perekonomian Indonesia pada pengaruh siklis pasaraninternasional. Sukiman. dan yang lebih penting lagi: melancarkan usahayang sangat nasionalistis untuk mengurangi ketergantunganekonomi nasional pada kepentingan ekonomi asing.dengan Menteri Perdagangan dan Industri SumitroDjojohadikusumo. kalau hubungan kekuasaan yang diwarisi dari zaman kolonialmasih bertahan. industri minyak. khususnya untukmemulai industri-pengganti-impor. Akhirnya mereka dikesampingkan oleh kekuatan-kekuatansosial dan politik yang menawarkan pemecahan yang lebih radikal. industrialisasi harus menggantikan kontrol ekonomi yang dilakukanoleh “kepentingan yang secara organis tidak berakar dalammasyarakat Indonesia” dan 3. mencerminkan ciricirigolongan menengah. pengapalan danperkapalan. serta mencapai dan mempertahankansuatu stabilitas keuangan. Kelima kabinet im menunjukkanpersamaan yang cukup menonjol dalam usaha memecahkanmasalah-masalah nasional dan ekonomi.Natsir. dan sebagian juga melaluibirokrasi.dilemahkan oleh kekukuhan dan ketegaran strukturitu. dan ini hanyatantangan kecil yang tidak berarti.

hakekat dari saling hubungan pemimpin-pemimpin kelompok itudan juga watak dari para pengikutnya. yang mengusulkan agar prasarana–khususnyatransportasi–diperbaiki. kita juga bisa melihat masalahnya dalam perspektifyang lebih luas. Malah sebenarnya kepentinganmereka sejajar dengan kepentingan lembaga (establishment)ekonomi Barat. Setidak-tidaknyamereka tidak akan merasa rugi besar kalau mempertahankan suatuperekonomian yang berorientasi pada status-quo. yaitu: stabilitas.organisasi dan keuangan. kelompok pedagang dan pengusaha pribumi juga masih bertahan: kaumpribumi bermilik memberikan dukungan kuat pada kelompokprofesional dan berpendidikan Barat yang berkecimpung dalampolitik. Tradisi tuakoalisi antara kaum bertahan kau profesional. pada khususnyaindustri pengganti impor.Bagaimana kita menjelaskan “pragmatisme-konservatif ” ini? Tulisan mi mempertahankan suatu pendirian. Cara hidup dan memperolehpendapatan membawa mereka untuk tertarik pada perubahanekonomi yang damai dan inkremental sifatnya. mengajukan usulyang menekankan . telah memberikan pengaruhbesar pada “pragmatisme-konservatif ” tersebut. Kaum intelektualdan profesional kota telah mendominasi kepemimpinan kabinetkabinet ini.Suatu rencana yang lebih konservatif ditawarkan oleh SjafrudinPrawiranegara. yaitu industri-industri besar. penegakan hukumdan pembangunan ekonomi “menetes ke bawah”.Partai-partai yang menonjol seperti Masjumi. Ini tidak mengherankan karenasebagian besar pemimpin-pemimpin partai itu berasal darigolongan berpendidikan Barat. yang dukungankuatnya dalam Masjumi datang dari kelompok pedagang dankomersialdi kota-kota kecil dan daerah rural. dengan memberikan bantuan teknis. PSI dan untuk tingkatyang lebih kurang juga PNI memperoleh dukungan yang substansialdari “kompleks profesional”. bahwa latar belakanggolongan menengah dan kepentingan-kepentingan ekonomi. Tradisi kaum profesional yang memiliki perananpenting dalam politik tetap kelihatan kuat dalam periode ini.Program Urgensi Ekonomi yang radikal dan nasionalistis dariSumitro pada dasarnya adalah suatu usaha membantu kelompokpedagang dan komersial untuk meloncat ke dalam sektor moderenekonomi Indonesia. danmenyarankan agar usaha dikonsentrasikan pada produksi beras.Dengan alasan-alasan ini dengan sendirinya mereka tidak tertarikpada pemecahan yang radikal. Sjafruddin Prawiranegara. keteraturan. yang pada gilirannya mengurangi kemampuanimpor. produktivitas pertanian dipertinggi. Dari kenyataan bahwa “pragmatisme konservatif” yang menguasaikabinet itu berasal dari asal-usul sosial ekonomi golonganmenengah. dan dengan demikian membahayakan pembangunan dan ekspansi produksi. Ini bisa ditunjukkan bahwakebijaksanaan itu pada analisa terakhir–setidak tidaknya secarateoritis–dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan kelompokpemupuk modal yaitu kelompok pedagang dan pengusaha. dengan menyarankan bahwa kebijaksanaan itumerupakan artikulasi tertinggi dari golongan menengah untuk mengejar kepentingan ekonominya.karena pada saat itu xenophobia hanya akan membahayakanindustri ekspor.

barang konsumsi dan kapitalimpor telah mengubah kekurangan devisa menjadi tekananinflatoir struktural yang terus menerus. rehabilitasi prasarana dan peningkatanproduksi pertanian. Begitu kemampuan produksi dalam negeri dan kemampuanmengimpor barang konsumsi turun. merkantilis. Ini dikombinasikan dengan defisit negarasehingga menciptakan tekanan inflatoir struktural yang terusmenerus. Begitu kegiatan impor dan ekspor menurun. yang pada akhirnyamengakibatkan kekalahan politik golongan menengah. dengan tujuan tetapmempertahankan bekerjanya pasar bebas.Tetapi kapitalisme pinggiran yang rusak itu telah menciptakanketegangan dan konflik tak terpecahkan. Sistem inijuga melayani tujuan ideologis dari kelompok golongan menengah. Sistem parlementer telahmelayani dengan baik kepentingan-kepentingan ini. Peristiwainilah yang sebenarnya terjadi pada permulaan periode postkolonial.dengan menjamin supremasi kelompok sipil.Kecenderungan ini mulai terjadi setelah boom perang Koreaselesai.yang dimulai pada tahun 1952 ketika pendapatan dariekspor–yang meningkat secara substansial selama boom perangKorea–merosot. sehingga kabinet Sukiman harus menghadapi kesulitankeuangan dan menempuh anggaran defisit. Kekurangan devisa juga menyerang kegiatan produksidomestik karena ketergantungan pada barang modal dan bahanimpor.Dari saat itu sampai tahun 1966. maka pendapatan negara juga menurun. Dengan begitu perekonomian berfungsi di bawahancaman kekurangan devisa. dan perwakilangolongan sipil dalam lembaga pengambilan keputusan sertamenegakkan prinsip liberalisme dan negara hukum. maka muncullah persoalankelangkaan barang. Uraianperkembangan kapitalisme pinggiran menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh dari ekspor bahan mentah dan produksipertanian sangat kritis untuk bekerjanya struktur kapitalismepinggiran. Karenamerupakan suatu keharusan bahwa negara mengklaim sebagiandari pendapatan nasional untuk menutupi pembelanjaannya.Dilihat dari segi anggaran. karenapendapatannya semakin turun–harus mendasarkan diri padaanggaran defisit: suatu tekanan inflatoir dari pihak pembelanjaan. dan mencapai suatukestabilan ekonomi dan keuangan. Negara ditujukan untuk menciptakan suatupemerintahan yang kuat. Gangguan pada sektor-sektor itu segera menimbulkanakibat yang dalam pada seluruh struktur perekonomian. perekonomian Indonesiamengalami kemerosotan yang terus menerus dalam pendapatanekspornya. dan dengan begitu kemampuanmengimpor yang terus menerus turun.pentingnya bantuan dan perlindungan kepadaindustri-industri kecil. dan yangmencampuri ekonomi secara. Ini tentu saja disebabkankarena pendapatan negara tergantung pada pajakpajak tidak langsung. Kepentingan-kepentingan ekonomi telah dikejar oleh kelompokmenengah melalui program politik yang diperjuangkan dalamkabinet dan parlemen. sampai pada tahun1965. makaketergantungan pada bahan mentah. bersatu dan efisien. . persoalannya adalah bahwa untukmengklaim sebagian dari produk nasional negara.

di bawah suatu keadaan di manakemapanan ekonomi asing masih mendominasi perekonomian.Keyakinan politik dan ideologi mereka–dan yang lebih pentinglagi kepentingan ekonomi dari kelompok yang mereka wakili–mengharuskan mereka untuk melawan kecenderungan yang kuatpada waktu itu. yang melawan aspirasi mereka sendiri.menentangnya secara terbuka. Di bawah ancamankekurangan devisa dan anggaran defisit. Sejakberkuasa mereka telah bekerja keras melawan inflasi. untuk keselamatan politiknya dan untuk melayanikepentingan ekonomi para pendukungnya. pada waktu boom perang Korea. karena inflasi akanmelemahkan pendukung-pendukung politik mereka.Dalam situasi yang tidak menguntungkan ini. Usaha melawan inflasi yang dilakukan olehgolongan menengah menemui halangan politik: kekuatan-kekuatanpolitik yang merasa kepentingan ekonominya terancam. Inilahpertentangan-pertentangan yang terkandung dalam diri golonganmenengah.kebijaksanaan semacam ini berarti menambah kekuatan ekonomidan dengan demikian kekuatan politik dari kekuatan ekonomiasing. Berakhirnya boomPerang Korea telah menimbulkan persoalan. komersial dan industri kecil. Dalam mengejar kepentingan ekonomi mereka sendiri. Pada waktu itu tidak ada tantangan yang serius pada temakebijaksanaan ekonomi golongan menengah ini. suatu tuntutan yang ditolakoleh presiden. yaitu: stabilitas ekonomi. Pada tanggal17 Oktober 1952. mereka secaraberani melancarkan pribumisasi perekonomian dengankebijaksanaan Urgensi Program Ekonomi dan Program Bentenguntuk menciptakan kelompok kapitalis pribumi. khususnya diantara kelompok pedagang. kabinet Wilopo dengancepat menawarkan kebijaksanaan penghematan.berhasil memblok pengesahannya dalam parlemen.tetapi juga masalah survival politik. Rencana rasionalisasi ini ditantang olehbermacammacam kelompok dalam angkatan darat. Malahan di bawahkabinet Natsir. Presiden Sukarno dan beberapa partai kecil oposisi. golongan menengahterpaksa mengejar suatu kebijaksanaan yang mendukung perluasanmodal.termasuk perwira-perwira tinggi angkatan darat. Lebih buruk lagi. Melawan inflasi bukan hanya keharusan ideologis. pengusaha-pengusaha pribumiyang kepentingannya akan diperjuangkan oleh kelompok golonganmenengah selalu akan berada dalam posisi yang inferior dan tidakmenguntungkan. termasuk untukmerasionalisasi angkatan bersenjata melalui modernisasi danpengurangan personil. Rencana kebijaksanaan penghematan dan rasionalisasi telahmengakibatkan kekalahan politik bagi para pendukungnya. angkatan darat mengorganisir suatu demonstrasi–yang dipimpin oleh perwiraperwira pronasionalisasi–menuntutagar presiden membubarkan parlemen. Sayangnya. pemimpin-pemimpinyang mewakili golongan menengah telah menghadapi suatu dilema. Seperti sudah dikemukakansebelumnya. penghematan keuangan dan peningkatan produksi. kabinet danpendukung lainnya. karena tingkat akumulasi yang lebih tinggidalam perusahaan-perusahaan asing.pada . yang melaluihubungan politik dan pribadi dengan kelompok PNI sayap SidikDjojosukarto. Peristiwa ini lebih merupakan suatu mikrokosmoskonflik politik yang akan terjadi selanjutnya.

ahistoris dan kurangmenangani struktur sosial dan ekonomi dan dengan begituberwawasan pendek dan tidak mendalam–juga bisa kita hindari .Sikap teoritis kita terhadap tuntutan-tuntutan yang mestinyadipenuhi untuk memahami politik Indonesia secara lebih baikseperti di atas. kitabisa melihat kesinambungan yang menarik dari kondisi-kondisistruktural ekonomi dan sosial serta peranan negara dan ideologi.Dengan demikian kiranya dapat dikatakan. Konsisten dengan kebijaksanaan ekonomi secarakeseluruhan. Tetapi situasi kritisdari cadangan devisa dan efek-efek yang sangat merugikanekonomi telah menciptakan halangan yang tak teratasi. campur tangan pemerintahdan ekspansi kredit yang berlebihan tidak menstabilkan ekonomi. Dengan menguraikan secara terpadu gejala-gejala strategis dalamperkembangan politik ekonomi Indonesia seperti di atas. tanpa sedikit punmengganggu struktur kapitalisme pinggiran. Masalahnyaberasal dari konflik tak terselesaikan antara kebutuhan untukmeningkat kan ekspor demi menghindari kekurangan devisa danakibat yang melawan kestabilan dari ekspansi kredit atau campurtangan dalam ekonomi usaha pribumisasi ekonomi. Inflasiyang serius dan dirasakan akibatnya secara luas–yang mulai terjadidi pertengahan tahun 1954-–terutama disebabkan olehkebijaksanaan pribumisasi melalui kredit. ketika kelompok bukan golongan-menengahmenstransformasikan kesulitan ekonomi ini menjadi masalahpolitik dan ideologi. Kelemahan-kelemahan dalamstudi politik Indonesia–-satu dimensi. Golongan menengah nampaknya berusaha mengkompensasikeadaan sulit ini dengan mengusulkan program pribumisasiekonomi. Tragedi yang bersifat ekonomi itu kemudian masuk ke lapanganpolitik dan ideologi.Usaha meningkatkan ekspor memerlukan stabilitas ekonomi dankeuangan. tetapi dengan pengaturan. dan akhirnya membahayakan ekspor dan cadangan devisa. pengeluaran lisensi danproteksi. Struktur kapitalisme pinggiran yang ternyatamengandung begitu banyak pertentangan yang sulit diatasi itu. yang mengakibatkan defisit anggaran belanja danpengurasan cadangan devisa. program ini didasarkan pada sistem pemasukanindividu secara bebas. bahwa nasib burukterus menerus yang menimpa golongan menengah dalam mengejarkepentingan ekonomi mereka dan melaksanakan kepemimpinandi bidang ekonomi. juga bisa dipenuhi. Campur tangan pemerintah dirancangkanuntuk menciptakan suatu kelompok komersial dan industrialpribumi sejajar dengan kelompok asing.kenyataannya mereka telah mengundang kekalahan politiknyasendiri.telah memaksa golongan menengah melakukan peran yang tragis. mungkin bukan disebabkan oleh kegagalankegagalanpribadi dan kecenderungan ideologis. tetapi nampaknyalebih disebabkan oleh situasi struktur sosial dan ekonomi yangtidak menguntungkan.

Sedangkan Voltaire memberikan kecaman terhadap pemerintah yang mengekang kebebasan rakyatnya. Jika pemerintah tak mampu menjaga hak-hak tersebut. telah membumikan pemahaman demokrasi pada masyarakatnya. maka model bentuk negara banyak yang merujuk ke pemikiran para filosof yang mengusung ide-ide demokrasi. sebagai pusat pemerintahan masyarakat Yunani Kuno. Wing Books. Masyarakat telah dilibatkan langsung dalam menentukan pemerintahnya melalui penggunaan hak dipilih dan memilih. Montesquieu membagi kekuasaan negara menjadi tiga. Meskipun hak politik ini masih tidak diberlakukan kepada kaum wanita. rakyat memiliki hak melakukan revolusi. 1996 .com) Setelah usai Perang Dunia I. yaitu Montesquieu. yaitu hak untuk hidup. dan legislatif. Tiga prinsip ini dijadikan kalangan Yahudi sebagai prinsip Freemasonry. Negaranegara jajahan banyak yang mendapatkan kemerdekaan. Tahun 1789. sejak tahun 1700 -an. Rousseau. yang salah satu prinsipnya adalah . hak memiliki. yudikatif. rakyat Perancis melakukan gerakan revolusi. dan equality (persamaan). Adapun Rousseau dalam buku The Social Contract (1762) mengungkapkan bahwa pemerintahan merupakan cermin dari kepercayaan rakyatnya. pemahaman demokrasi diusung oleh beberapa tokoh pemikir dan filosof. dan Voltaire juga melontarkan ide-ide kebebasan. organisasi bawah tanah Yahudi yang mengendalikan lobi Yahudi di Amerika Serikat.syariahpublications. Dari ide-ide dan pemikiran-pemikiran tiga filosof tersebut. Di Perancis. (A New Encyclopedia of Freemasonry.Syamsuddin Ramadhan. Yaitu kekuasaan eksekutif. Tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan yang telah mengenyam pendidikan barat. www. melansir ide-ide demokrasi tersebut. hak berbicara. 01-Feb-10 Penulis: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin Telah masyhur bahwa pemahaman demokrasi berasal dari masyarakat Yunani Kuno. atau yang dikenal dengan Trias Politika.Demokrasi Adalah Liberalisasi by Pemulung on 06:36 PM. New York. Dalam buku The Spirit of the Laws (174 . tapi merambah ke berbagai bidang lainnya. fraternity (persaudaraan). Demokrasi. Masyarakat yang warganya memiliki kebebasan untuk menentukan masa depan kehidupan bangsanya. Athena. Pemahaman demokrasi mulai menggeliat hebat setelah Perang Dunia II. Kemudian pemahaman demokrasi ini tak terbatas pada ranah (bidang) politik. beragama dan hak kebebasan membuat opini. atau yang berstatus warga asing. ide demokrasi laris dianut berbagai negara termasuk Indonesia. Athena menjadi benih masyarakat yang liberal (yang memiliki kebebasan) bagi rakyatnya untuk menentukan sendiri pemerintahannya. Dalam perkembangannya. Ide-ide tersebut dibungkus dengan bahasa nasionalisme. John Locke dalam bukunya Two Treatises of Government (1690) menyatakan bahwa pemerintah bertugas menjamin hak-hak dasar rakyat. tiga filosof terkenal. Inilah yang diistilahkan dewasa ini dengan masyarakat yang demokratis. Revolusi Perancis meletus dengan mengusung jargon: liberty (kebebasan). budak.

Meskipun dalam bahasa mereka digunakan slogan "demokratisasi". bibit-bibit gagasan tersebut disemai oleh Djohan Effendi dan Ahmad Wahib. sadar atau tidak telah pula mengusung gagasan liberalisme. di semua wilayah publik dan semua bidang kehidupan. sosial. dan sebagainya.com/post/95. kebebasan yang dilegalkan atas nama negara. Syafi'i Ma'arif. budaya. Kini. karena mereka memiliki kebebasan yang diatur undang-undang. maka wajah-wajah para pembela dan penjaja liberalisme secara nyata muncul ke permukaan. Maka. Tak mengherankan bila kemudian wanita beramai-ramai naik ke panggung politik. dan kewanitaan. lantas merambah pada bidang ekonomi. Ulil Abshar. tak terkecuali dalam bidang agama. Yang sebelumnya.mywapblog. Namun. Sumber : asy syariah http://artikel. inti ajarannya tetap sama. Wallahu a'lam. Tendensi mereka secara nyata menarik gagasan-gagasan demokratisasi diterapkan di Indonesia. yaitu Harun Nasution. Disusul kemudian Abdurrahman Wahid. Komarudin Hidayat. Dawam Rahardjo. partai-partai politik dari kalangan berbasis massa Islam. Demokratisasi adalah liberalisasi. Dalam ranah agama di Indonesia. dalam ranah politik. gagasan-gagasan liberalisasi (yang merupakan salah satu sendi demokrasi) diusung secara terbuka oleh Nurcholis Madjid pada periode tahun 1970-an. Bisa pula dimasukkan nama lain. Dengan bahasa lain.liberty (kebebasan).xhtml . berkembanglah tuntutan untuk memberikan kebebasan kepada kaum wanita dalam menentukan hak politiknya. Tak lagi terikat aturan agama. Saat terjadi polemik tentang Ahmadiyah.

kepercayaan. . Sosialisme dan Demokrasi dalam Pandangan Islam By HADZUKA On Selasa. Dalam kaitan ini agama bukanlah ideologi. 1999: 366) mengartikan ideologi sebagai. 1990: 616) mendefinisikan ideologi sebagai. “(set of) ideas that form the basis of an economic or political theory or that are held by a particular group or person”. sebaliknya ideologi bukanlah agama. rancangan. atau sebaliknya ideologi ‘menggunakan’ suatu agama dalam tataran praksis. Agama berdimensi multi baik material maupun spiritual. sedangkan ideologi berdimensi tunggal yang cenderung material. untuk mencapai tujuannya. sedangkan yang kedua lebih partikular dan empirik (berdasarkan realitas konkrit). pada pihak lain. isntruksi. Sedikit lebih rinci.Makalah tentang Kapitalisme. ide. A P. Definisi di atas menunjukkan bahwa ideologi berbeda dengan agama. 2011 ISLAM DAN IDEOLOGI-IDEOLOGI MODEREN: SEBUAH PERBANDINGAN AWAL Secara sederhana kamus Oxford Advanced Learner’s (Cowie. orang menolak antara keduanya saling berkorelasi. hanya saja yang pertama lebih bersifat universal dan spekulatif. Tetapi. terkadang agama mewujud atau dielaborasi sebagai suatu ideologi. Barangkali ideologi lebih dekat dengan filsafat. “sistem kepercayaan yang menerangkan dan membenarkan suatu tatanan politik yang ada atau yang dicita-citakan dan memberikan strategi berupa prosedur. dan keyakinan (weltanschauung) yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang yang menjadi dasar dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan problem politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politik”.. norma. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Depdikbud. Meskipun. Ia juga berbeda dengan ilmu pengetahuan (sains) yang membahas objek studi secara lebih detail dan berepistem (bermetodologi). Juli 05. dalam konteks politik.

dan paradigma kedua meniscayakan rasio dan ilmu dengan menolak keterlibatan agama di dalamnya (sekuler). dan paradigma baru Abad Modern yang didominasi sains. fasisme (Italia). setelah rezim-rezim sosialis-komunis di negara-negara Eropa Timur mengalami kebangkrutan. Sehubungan dengan sekularisasi. Konflik itu berkembang menjadi perang dingin yang. demokrasi (Amerika). Maka. yakni Islam sebagai agama sekaligus ideologi. maka dikembangkan menjadi sains dan teknologi. penulis menggunakan sudut pandang yang pertama. Pengaruh ideologi ini sangat kuat khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. maka perang itu dapat disudahi dengan rontknya Rusia menjadi beberapa negara. dll. Agama yang semula menjadi dasar dan sistem kepercayaan di mana semua kegiatan hidup termasuk politik dan ekonomi dibangun atasnya. Meskipun dikatakan bahwa ideologi sosialis gaya lama telah dikalahkan.Untuk pembahasan ini. liberalisme (Perancis). Asal Usul Ideologi Masa Renaisanse di Eropa pada abad ke-16 memisahkan dua paradigma kehidupan. Berbagai ediologi dunia ini mengalami dialektika dan persaingan hingga pada perkembangan akhir terseleksi menjadi dua ideologi yang paling populer. namun dalam kenyataan ide-idenya masih tetap banyak diminati oleh banyak kalangan khususnya . Abad Pertengahan yang didominasi oleh Gereja. Paradigma pertama meniscayakan kehidupan yang religius. kapitalisme dan sosialisme. nasionalisme (Perancis). dan kemudian menimbulkan konflik yang pada gilirannya membelah dunia menjadi dua blok: Barat dan Timur. sosialisme (Jerman-Rusia). kemudian dasar itu digantikan oleh ideologi. Sejak masa ini timbul sejarah sekularisasi di Eropa. Agar ideologi terialisir. pada dewasa ini dapat dikatakan kapitalisme yang menang dan mendominasi dunia dengan polisinya Amerika. masyarakat Eropa dari waktu ke waktu membangun ideologi-ideologi: kapitalisme (Inggris). Blok Barat diwakili oleh kapitalisme dan Blok Timur diwakili oleh sosialisme. Yakni.

Adapun fasisme secara legal tidak lagi berkembang. dan demokrasi. untuk mewujudkan cita-citanya ia harus memasuki dan menguasai politik. Lord Keynes yang terkenal dengan teori pengangguran dan lapangan kerja. keamanan.mereka yang menghendaki perubahan-perubahan sosial secara radikal dan revolusioner. Bentuk-bentuk kapitalisme adalah kapitalisme perdagangan di mana pengusaha mengangkut hasil produksi dari suatu tempat ke tempat lain sesuai dengan kebutuhan pasar. yakni ia memisahkan antara modal dan buruh dan manusia . dll. Robert Malthus (ekonom pesimistis) yang terkenal dengan teori kependudukan. materialisme dan pragmatisme. pada perkembangan terakhir ideologi ini memasuki segala wilayah kehidupan: budaya. Demikian juga. seni. Adam Smith (ekonomi klasik) yang terkenal dengan teori supply and demand. Namun. khususnya hal ini terjadi pada negara-negara miskin atau dalam keadaan suatu negara yang kacau. tetapi di beberapa rezim yang otoriterter paham ini seringkali masih dipergunakan. berkembangnya kapitalisme meniscayakan ideologi demokratisme dan nasionalisme berkembang dan membuntutinya. sosialisme. individualisme. 1. liberalisme. Karena keterbatasan. Dan. sebab pada dasarnya demokratisasi merupakan bagian dari kapitalisme itu sendiri. Ide-Ide dan Ciri-Ciri Untuk sedikit lebih jelas. Tokoh-tokohnya antara lain seperti John Locke (naturalis). maka muncullah paham nasionalisme dan demokrasi ala kapitalisme dalam politik. di sini hanya akan dibahas tiga ideologi yang dianggap paling populer di Indonesia: kapitalisme. ada baiknya berikut dibahas ide-ide serta ciri-ciri dari masing-masing ideologi. David Ricardo (ekonom moralis) yang terkenal dengan teori Hukum Pengurangan Penghasilan. dan David Hume penemu teori pragmatisme. kapitalisme industri. Kapitalisme Kapitalisme semula merupakan paham ekonomi yang disandarkan pada filsafat naturalisme.

atheisme. Jika kapitalisme lebih mementingkan kaum bermodal atau majikan. Sosialisme Sebagai mana kapitalisme. Friedrich Engels (1820-1895) sebagai patner Marx. (1) Tidak dapat tumbuh dan berkembang tanpa riba dan monopoli. sistem trust. dan sekularisme yang menolak agama. Untuk mewujudkan cita-citanya ia membangun manifesto dan memasuki wilayah politik yang kemudian mendirikan partai komunis (karenanya ideologi ini sering juga disebut komunisme). Ia lahir sebagai antithesis terhadap kapitalisme. sistem kartel. (6) sangat menekankan hak milik pribadi dan menolak prinsip “sama rata sama rasa”. (4) perokonomian harus dijalankan secara liberal dan tidak mengenal proteksi. (5) materialisme. sosialisme merupakan paham ekonomi yang didasarkan pada filsafat materialisme dan atheisme. (5) untuk kemajuan ekonomi harus ada kompetisi dan mengikuti logika pasar. Tokoh-tokohnya antara lain seperti Karl Marx (1818-1883) dengan karyanya yang terkenal Das Capital. dan. 2. maka sosialisme membela kaum buruh. Joseph Stalin (1879-1954) sebagai sekretaris Partai Komunis. yakni penggabungan antarperusahaan besar yang berkompetisi dengan tujuan mengontro dan menguasahi pasar. (1) pemilik modal lebih utama daripada kaum pekerja. Trotsky (1879-1940). (2) motivasi utama berproduksi adalah untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Adapun ciri-ciri pokok ideologi ini sebagai berikut. ketiganya dari Rusia. (4) keuntungan berlipat ganda dan tidak efisien sehingga melahirkan kesenjangan sosial sosial. di mana perusahaan-perusahaan besar bersepakat dalam pembagian pasar internasional. Ide-ide pokok yang dikembangkan oleh ideologi kapitalisme. (3) unsur material serta faktor-faktor produksi berada pada swasta. (2) penimbunan kekayaan di tangan pemilik modal dan penyusutan secara relatif pemilikan oleh kaum pekerja. dan. (3) menimbulkan kolonialisme dengan apapun bentuknya. keduanya dari Jerman. Lenin (1870-1924) pemimpin revolusi Bolsheviks. .dengan mesin.

yakni filsafat moral publik. Syiria. di masa pascakemerdekaan. 3. Rumania. ekskutif dan yudikatif. akar pemikiran dan filsafat paham demokrasi berasal dari Yunani Kuno. Perkembangan paham ini di negara-negara seperti Rusia. negara-negara Islam banyak menggandrunginya. (5) tumbuh secara kondusif pada keadaan tidak stabil atau kemiskinan. Cekoslovakia. babunya kapitalis. Namun.Ide-ide pokok sosialisme antara lain sebagai berikut. (4) perjuangan kelas buruh dan membasmi kelas majikan. maka ketiga lembaga ini harus berfungsi dan tegak. . Jerman Timur. Bulgaria. Dan. Albania dan Kuba. Tunisia. (3) sama rata sama rasa. (1) menolak agama. Adapun ciri-ciri utama ideologi ini adalah. lembaga legislatif. seperti Mesir. kedaulatan dan aturan. Agar rakyat benar-benar dapat berdaulat. dan kratos yang berarti rakyat kebanyakan. Polandia. Demokrasi Kata democracy berasal dari bahasa Yunani demos yang berarti kekuasaan. Yordania. Namun. Dengan demikian. atau mengalami modifikasi dengan kapitalisme atau yang lain. Hongaria. dan materialistik. maka sosialisme di negeri-negeri Islam kurang populer. (3) Agama merupakan candu masyarakat. Berbeda dengan kapitalisme dan sosialisme. (2) perubahan harus melalui revolusi dan kekerasan. Yugoslavia. Indonesia. demokrasi biasa diartikan “kedaulatan di tangan rakyat”. bentuk demokrasi yang kita temui sekarang berbeda dengan akarnya dan dibangun pada abad akhir abad ke-18 oleh Revolusi Amerika (1776) dan Revolusi Perancis (1789). (2) Sejarah manusia merupakan pertarungan (dialektika) antara kaum borjuis dengan proletar. imperalis dan eksploitasi. Irak. Dalam paham modern ini pelaksanaan demokrasi menggunakan pemikiran JJ. Palestina. dll. paham ini meniscayakan liberasi dalam berbagai hal: politik. dalam prakteknya. Rousseau tentang Triaspolitika. (1) Bahwa kemutlakan hak milik untuk kesejahteraan umum. tidak dimiliki atau demi kepentingan individu secara mutlak. Sementara itu. Cina. setelah runtuhnya di beberapa negara asal dan disusul dengan usainya Perang Dingin. (4) Segala perubahan ditentukan oleh materi.

Misalnya. Adapun ide-ide dan ciri-ciri pokok paham demokrasi adalah. Jeremy Bentham. (4) kontrol kepada kekuasaan secara ketat oleh rakyat yang direpresentasikan oleh lembaga politik maupun secara langsung seperti pers yang yang bebas. Adapun model-model demokrasi dimaksud adalah. Kuba. demokrasi liberal yang berkembang di negara-negara industri maju seperti Amerika. keempat. Ketiga. belum ada jaminan dalam prakteknya akan mampu memakmurkan suatu bangsa. salah seorang pendiri konstitusi Amerika Serikat.demokrasi di sini biasanya disesuaikan dengan budaya bangsanya. model demokrasi negara ketiga seperti Indonesia yang selalu mencari bentuk yang lebih tepat. dan Australia. Maka. JJ. paham ini sangat erat. Address (1863) yang mempopulerkan “pemerintah dari rakyat. paham demokrasi mengandaikan kedaulatan di tangan rakyat. oleh rakyat. Di Indonesia atau hampir di seluruh negara-negara ketiga dewasa ini dapat dikatakan berkiblat pada paham ini.ekonomi. seorang ekonom yang utilitarianis. (2) adanya kebebasan untuk apa saja yang diberikan kepada rakyat. bukan dikuasai negara. seperti kita lihat dewasa ini.G. John Stuart Mill (1806-1872). Tokoh-tokoh paham ini antara lain seperti: L. Perancis. meskipun sebagaimana kita ketahui. dan untuk rakyat. meskipun pada akhirnya cenderung terjebak ke dalam demokrasi liberal. (3) persamaan hak-hak dan kewajiban bagi semua rakyat. yang sebagai akibatnya dominasi militer ditolak. budaya. (6) penguatan pada apa yang disebut civil society. dan (7) agama di mata demokrasi menjadi urusan pribadi-pribadi atau rakyat. Kedua. demokrasi radikal yang berkembang di beberapa negara yang sparatis. Cina. model demokrasi kerakyatan yang berkembang di negara-negara komunis seperti Rusia. namun dalam pelaksanaan paham demokrasi mempunyai beberapa model yang berbeda-beda. . Dan. Meskipun ide dasarnya sama atau mirip. pelopor demokrasi modern yang bergaya moderat antara kapitalisme dan sosialisme. dengan kapitalisme-liberal. penggagas Triaspolitika. (1) kedaulatan sekaligus pemerintahan di tangan rakyat. (5) partisipasi politik oleh seluruh komponen masyarakat. Rousseau. James Madison. dll. Vietnam dan Eropa Timur. maka kapitalisme juga mengandaikan ekonomi diserahkan penuh kepada rakyat atau swasta. dari rakyat dan kembali kepada rakyat. dll.

sama rasa. Islam mengakui distribusi kekayaan (zakat). Islam mempunyai cita-cita dan visi tentang politik maupun ekonomi. dan di sisi lain Islam menghendaki keadilan sosial. dan yang lain memandang Islam identik dengan kapitalisme. dan atas dasar standar kebenaran mayoritas saja. bukan yang menyengsarakan pihak lain. Nah. atau minimal. Islam tidak phobi terhadap kehidupan politik dan termasuk ekonomi. dan yang lain lagi berpendapat Islam berada di antara dua jalan tersebut. menawarkan pandanganpandangan yang berbeda. yang jelas Islam menolak beberapa prinsip-prinsip dan ide sebagai berikut.Islam Ideologis: Sebuah Perbandingan Islam adalah agama universal. (3) Islam menolak segala kegiatan politik yang hanya disandarkan kepada keinginan rakyat saja. jika diperhadapkan dengan ideologi-ideologi sebagaimana dijelaskan di atas. sebagian orang mengatakan Islam mirip dengan kapitalis. komprehensif dan totalitas. Karenanya. dan mengakui hak milik pribadi. meletakkan agama di wilayah lain dari kehidupan politik maupun ekonomi. Sementara ideologi-ideologi yang ada berpandangan materialisme yang menolak intervensi tuhan. sehingga. dan membenci akumulasi modal dan barang kepada sekelompok manusia saja sehingga hal ini dipandang sebagai egoisme dan penyebab kesenjangan sosial. dan menawarkan ide yang khas. Tetapi. Ketiga ideologi di atas bersifat sekuler. ini sangat kontras dengan Islam yang melihat segala sesuatu dengan kacamata Ilahi. dan tujuan segala sesuatu mesti kepada Tuhan. Namun. (1) Islam menolak ide sama rata. Islam memberikan beberapa catatan kritis sekaligus. Memang di satu sisi Islam mengakui hak milik pribadi. Islam menghendaki adanya keadilan dalam berusaha dan produktivitas yang seimbang. Sebagai agama yang ajarannya meliputi berbagai aspek kehidupan. (2) Islam menolak konsep ekonomi riba dan praktek monopoli. jelas-jelas menolak agama. Islam menghendaki kebenaran itu tidak .

(4) Islam menolak politik yang menghalalkan segala cara seperti yang dilakukan oleh kebanyakan pengikut ideologi-ideologi dunia. Selanjutnya.html . sosialisme dan demokrasi dalam pandangan Islam. pokok-pokok ide di atas dapat dikembngkan bersama dalam bentuk diskusi-diskusi. http://hadzuka. Tentu ciri-ciri dan ide-ide yang lain masih sangat banyak yang belum dibahas dalam tulisan singkat ini. Islam mementingkan proses-proses politik yang beretika.com/2011/07/makalah-tentang-kapitalisme-sosialisme. tetapi kebenaran dari Tuhan.blogspot. dan pengelolaan politik juga berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah. Demikian uraian singkat tentang kapitalisme.terbatas pada lokus.

wikipedia. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum (Rechstaat). Demokrasi yang dianut di Indonesia. Hal ini menjadi wajar. Selain dari itu Undang-Undang Dasar kita menyebut secara eksplisit 2 prinsip yang menjiwai naskah itu dan yang dicantumkan dalam penjelasan mengenai Sistem Pemerintahan Negara. sebab demokrasi saat ini disebutsebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Negara Indonesia berdasarkan atas hukum (Rechstaat). Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern.org) Menurut Wikipedia Indonesia. http://www. dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. (Sejarah dan Perkembangan Demokrasi. 2010 @ 11:56 am } · { Uncategorized } Demokrasi Pancasila . oleh rakyat dan untuk rakyat. demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Tetapi yang tidak dapat disangkal ialah bahwa beberapa nilai pokok dari demokrasi konstitusionil cukup jelas tersirat di dalam Undang Undang Dasar 1945. yaitu demokrasi berdasarkan Pancasila. Namun. yaitu: 1. yaitu demos yang berarti rakyat. Berdasarkan 2 istilah Rechstaat dan . Sistem Konstitusionil Pemerintahan berdasarkan atas Sistem Konstitusi (Hukum Dasar).} I.ARTIKEL TENTANG DEMOKRASI { Maret 13. Kata “demokrasi” berasal dari dua kata. Pengertian Demokrasi Pancasila Istilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu. dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan. 2. masih dalam taraf perkembangan dan mengenai sifat-sifat dan ciri-cirinya terdapat berbagai tafsiran serta pandangan. tidak berdasarkan kekuasaan belaka (Machstaat). atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat. bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.fullpost{display:inline. sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat. tidak bersifat Absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas).

kecintaan dan budi pekerti luhur. (Idris Israil. II. tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam demokrasi Pancasila kebebasan individu tidak bersifat mutlak. berarti pula demokrasi adalah suatu bentuk kekuasaan dari – oleh untuk rakyat. Dalam demokrasi Pancasila. oleh rakyat dan untuk rakyat. usaha dan krida manusia dalam mengolah lingkungan hidup.sistem konstitusi. baik dari segi konsep maupun praktik. pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian demokrasi Indonesia mengandung arti di samping nilai umum. yang mengandung unsur-unsur berkesadaran religius. berdasarkan kebenaran. sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan sebagai warga negara. sehingga tidak ada dominasi mayoritas atau minoritas. 3. kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan. 2005:51) Secara ringkas. 4. Dalam demokrasi Pancasila. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. wakil terpilih juga tidak mampu mewakili aspirasi yang memilihnya. Pengertian tersebut pada dasarnya merujuk kepada ucapan Abraham Lincoln. yang menyatakan bahwa demokrasi suatu pemerintahan dari rakyat. Pengertian lain dari demokrasi Indonesia adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. keuniversalan cita-cita demokrasi dipadukan dengan cita-cita hidup bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat kekeluargaan. tetapi harus diselaraskan dengan tanggung jawab sosial. ialah demokrasi konstitusionil. tetapi populus tertentu. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotongroyong yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat. yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilana. yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Persatuan Indonesia dan bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (demokrasi pancasila). Menurut konsep demokrasi. demos menyiratkan makna diskriminatif. mantan presiden Amerika Serikat. maka jelaslah bahwa demokrasi yang menjadi dasar dari UndangUndang Dasar 1945. berkepribadian Indonesia dan berkesinambungan. sistem pengorganisasian negara dilakukan oleh rakyat sendiri atau dengan persetujuan rakyat. Prinsip Pokok Demokrasi Pancasila . demokrasi Pancasila memiliki beberapa pengertian sebagai berikut: 1. yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan formal memiliki hak preogratif forarytif dalam proses pengambilan/pembuatan keputusan menyangkut urusan publik atau menjadi wakil terpilih. dituntut nilai-nilai khusus seperti nilai-nilai yang memberikan pedoman tingkah laku manusia Indonesia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Kenyataannya. Demos bukan untuk rakyat keseluruhan. 2. Di samping itu corak khas demokrasi Indonesia. sesama manusia. dimuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar.

5.Prinsip merupakan kebenaran yang pokok/dasar orang berfikir. Pengambilan keputusan atas dasar musyawarah. yaitu: 1. terdapat 2 landasan pokok yang menjadi dasar yang merupakan syarat mutlak untuk harus diketahui oleh setiap orang yang menjadi pemimpin negara/rakyat/masyarakat/organisasi/partai/keluarga. yaitu tidak boleh/bisa bertindak zalim terhadap tuannyaa. Perlindungan terhadap hak asasi manusia. 7. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat). BPK. . DPR. Pelaksanaan Pemilihan Umum. artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lain contoh Presiden. Pemerintahan berdasarkan hukum: dalam penjelasan UUD 1945 dikatakan: a. bertindak dan lain sebagainya. Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman) merupakan badan yang merdeka. jadi bukan milik perorangan atau milik suatu keluarga/kelompok/golongan/partai. 2. 2. Keseimbangan antara hak dan kewajiban. b. yakni rakyat. Kekuasaan yang tertinggi berada di tangan MPR. adanya partai politik dan organisasi sosial politik karena berfungsi Untuk menyalurkan aspirasi rakyat. Dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi secara umum. 8. Siapapun yang menjadi pemegang kekuasaan negara. prinsipnya adalah selaku pengurusa rakyat. 4. Adapun prinsip pokok demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut: 1. Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (pasal 1 ayat 2 UUD 1945). 6. DPA atau lainnya. 3. dan sekaligus selaku pelayana rakyat. Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan tidak terbatas). yaitu harus bisa bersikap dan bertindak adil terhadap seluruh rakyatnya. Suatu negara itu adalah milik seluruh rakyatnya. dan bukan pula milik penguasa negara. c.

Selalu berdasarkan kekeluargaan dan gotong-royong. Kedaulatan ada di tangan rakyat. Tidak menganut sistem monopartai. diri sendiri. 6. 11. Idris Israil (2005:52-53) menyebutkan ciri-ciri demokrasi Indonesia sebagai berikut: 1. Cara pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Indonesia ialah negara yang berdasarkan hukum . 5. 10. 12. UUD 45 serta Ketetapan-ketetapan MPRS. Pemilu dilaksanakan secara luber. 9. Menghargai hak asasi manusia.9. masyarakat. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Nasional. yaitu sebagai berikut: 1. Sedangkan sistem pemerintahan demokrasi Pancasila menurut prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Batang Tubuh UUD 1945 berdasarkan tujuh sendi pokok. 8. Sistem Pemerintahan Demokrasi Pancasila Landasan formil dari periode Republik Indonesia III ialah Pancasila. Tidak kenal adanya partai pemerintahan dan partai oposisi. IV. 3. Diakui adanya keselarasan antara hak dan kewajiban. Ciri-ciri Demokrasi Pancasila Dalam bukunya. 7. dan negara ataupun orang lain. Ketidaksetujuan terhadap kebijaksanaan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-wakil rakyat. Tidak menghendaki adanya demonstrasi dan pemogokan karena merugikan semua pihak. Mengandung sistem mengambang. 4. 10. Pendidikan Pembelajaran dan Penyebaran Kewarganegaraan. III. Tidak kenal adanya diktator mayoritas dan tirani minoritas. 2. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME. Mendahulukan kepentingan rakyat atau kepentingan umum.

Menetapkan UUD. Hal ini mengandung arti bahwa baik pemerintah maupun lembaga-lembaga negara lainnya dalam melaksanakan tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum dan tindakannya bagi rakyat harus ada landasan hukumnya. 3. c. bahwa (kekuasaan negara tertinggi) ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden Wewenang MPR. b. Membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara lain. MPR adalah lembaga negara tertinggi sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. Sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi MPR mempunyai tugas pokok. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi Seperti telah disebutkan dalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945 pada halaman terdahulu. yaitu: a. seperti penetapan GBHN yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden. 2. Menetapkan GBHN. d.Negara Indonesia berdasarkan hukum (Rechsstaat). . Meminta pertanggungjawaban presiden/mandataris mengenai pelaksanaan GBHN. b. di samping oleh ketentuan-ketentuan hukum lainnya yang merupakan pokok konstitusional. Mencabut mandat dan memberhentikan presiden dalam masa jabatannya apabila presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar haluan negara dan UUD. Melaksanakan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. yaitu: a. tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka (Machsstaat). seperti TAP MPR dan Undangundang. Dengan demikian. Indonesia menganut sistem konstitusional Pemerintah berdasarkan sistem konstitusional (hukum dasar) dan tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang mutlak tidak terbatas). dan c. Sistem konstitusional ini lebih menegaskan bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dikendalikan atau dibatasi oleh ketentuan konstitusi. Persamaan kedudukan dalam hukum bagi semua warga negara harus tercermin di dalamnya.

b. 5. tetapi kepada presiden. Presiden adalah Mandataris MPR yang wajib menjalankan putusan-putusan MPR. Hak Petisi. Hak tanya/bertanya kepada pemerintah. menteri ini menjalankan kekuasaan pemerintah dalam prakteknya berada di bawah koordinasi presiden. 4. Hak Mosi (percaya/tidak percaya) kepada pemerintah. presiden harus mendapat persetujuan dari DPR. tetapi DPR mengawasi pelaksanaan mandat (kekuasaan pemerintah) yang dipegang oleh presiden dan DPR harus saling bekerja sama dalam pembentukan undang-undang termasuk APBN. hak amandemen. Untuk mengesahkan undang-undang. Hak DPR di bidang legislative ialah hak inisiatif. presiden ialah penyelenggara pemerintah negara tertinggi. berarti sistem kabinet kita adalah kabinet kepresidenan/presidensil. Menteri ini tidak bertanggung jawab kepada DPR. 6. tetapi mereka bukan pegawai tinggi biasa. Menteri Negara adalah pembantu presiden. Hak DPR di bidang pengawasan meliputi: a. Presiden selain diangkat oleh majelis juga harus tunduk dan bertanggung jawab kepada majelis. Mengubah undang-undang. yaitu hak mengajukan usul/saran kepada pemerintah. Presiden adalah penyelenggaraan pemerintah yang tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Di bawah MPR. e. Kedudukan Menteri Negara bertanggung jawab kepada presiden. d. dan hak budget. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas . Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. yaitu hak untuk menyelidiki sesuatu hal. c. Berdasarkan hal tersebut. 7.e. Hak Angket. Hak interpelasi. Menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR Presiden memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan menteri negara. yaitu meminta penjelasan atau keterangan kepada pemerintah.

Menjamin tetap tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila. Ikut duduk dalam badan perwakilan/permusyawaratan. Fungsi Demokrasi Pancasila Adapun fungsi demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut: 1. artinya kekuasaan tidak tak terbatas. Ia harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. 5. Ikut menyukseskan Pembangunan. 4. serasi dan seimbang antara lembaga negara. Menjamin adanya hubungan yang selaras. Presiden bertanggung jawab kepada MPR. Presiden adalah Mandataris MPR. yakni: 1. Miriam Budiardjo mengemukakan beberapa perumusan mengenai Demokrasi Pancasila yang diusahakan dalam beberapa seminar. Agustus 1966 . Ikut menyukseskan Pemilu. Kedudukan DPR kuat karena tidak dapat dibubarkan oleh presiden dan semua anggota DPR merangkap menjadi anggota MPR. V. Beberapa Perumusan Mengenai Demokrasi Pancasila Dalam bukunya Dasar-dasar Ilmu Politik. 2. VI. 3. Contohnya: a.Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. Menjamin tetap tegaknya negara kesatuan RI yang mempergunakan sistem konstitusional. Menjamin tetap tegaknya negara RI. Prof. c. tetapi ia bukan diktator. 6. b. Seminar Angkatan Darat II. Menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab. b. DPR sejajar dengan presiden. Menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara Contohnya: a.

hukum. Pengakuan dan perlindungan hak azasi yang mengandung persamaan dalam bidang politik. Jaminan kepastian hukum dalam semua persoalan. Musyawarah Nasional III Persahi : The Rule of Law. maupun dalam aspek perseorangan dijamin.yang berarti menegakkan kembali azas negara-negara hukum dimana kepastian hukum dirasakan oleh segenap warga negara. b. Bidang Politik dan Konstitusional 1) Demokrasi Pancasila seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar1945. kultural dan pendidikan. c. dapat dihindarkan secara institusionil. sosial. Peradilan yang bebas dan tidak memihak. Yang dimaksudkan kepastian hukum yaitu jaminan bahwa ketentuan hukumnya dapat dipahami. . institusionalization ) 2) Sosialisme Indonesia yang berarti masyarakat adil dan makmur. b. yang cukup kuat untuk mendorong Indonesia ke arah kemajuan sosial dan ekonomi sesuai dengan tuntutantuntutan abad ke-20. penunjuk jalan serta pelindung. Dalam rangka ini harus diupayakan supaya lembaga-lembaga negara dan tata kerja orde baru dilepaskan dari ikatan pribadi dan lebih diperlembagakan (depersonalization. berarti kehidupan yang layak bagi semua warga negara. dan dimana penyalahgunaan kekuasaan. tidak terpengaruh oleh sesuatu kekuasaan/kekuatan lain apapun. 3) Clan revolusioner untuk menyelesaikan revolusi . dapat dilaksanakan dan aman dalam melaksanakannya. 2. ekonomi. dimana hak-hak azasi manusia baik dalam aspek kolektif.a. Desember 1966 Azas negara hukum Pancasila mengandung prinsip: a. Bidang Ekonomi Demokrasi ekonomi sesuai dengan azas-azas yang menjiwai ketentuan-ketentuan mengenai ekonomi dalam Undang-undang Dasar 1945 yang pada hakekatnya. yang antara lain mencakup : 1) Pengawasan oleh rakyat terhadap penggunaan kekayaan dan keuangan negara dan 2) Koperasi 3) Pengakuan atas hak milik perorangan dan kepastian hukum dalam penggunaannya 4) Peranan pemerintah yang bersifat pembina.

maka diperlukan juga secara mutlak pembebasan dinamika yang terdapat dalam masyarakat dari kekuatan-kekuatan yang mendukung Pancasila. Juni 1967 Demokrasi Pancasila. Oleh karena itu diperlukan kebebasan berpolitik sebesar mungkin. Adanya kebebasan yang sebesar-besarnya. Berhubung dengan keharusan kita di tahun-tahun mendatang untuk mengembangkan a rapidly expanding economy. Symposium Hak-hak Azasi Manusia. setelah sebagai akibat rezim Nasakom sangat menderita dan menjadi kabur. c. Perlunya untuk membina suatu rapidly expanding economy.3. b.wordpress. http://jariqas. yaitu: a. lebih memerlukan pembinaan daripada pembatasan sehingga menjadi suatu political culturea yang penuh vitalitas. dalam arti demokrasi yang bentuk-bentuk penerapannya sesuai dengan kenyataan-kenyataan dan cita-cita yang terdapat dalam masyarakat kita.com/2010/03/13/artikel-tentang-demokrasi/ . Adanya pemerintah yang mempunyai cukup kekuasaan dan kewibawaan. Persoalan hak-hak azasi manusia dalam kehidupan kepartaian untuk tahun-tahun mendatang harus ditinjau dalam rangka keharusan kita untuk mencapai keseimbangan yang wajar di antara 3 hal.

keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi Negara – Negara di kawasan asia yang hingga saat ini beberapa diantaranya masih di perintah dengan “ tangan besi”. Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab di sapa SBY menerima anugerah medali demokrasi. demokrasi aka membawa situasi kacau dan perpecahan. bahwa keberahsilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. karena masyarakatnya belum siap. Selain itu. Beliau pun mecontohkan beberapa nada skeptic yang di tunjukkan kepada Indonesia. 2011 • Related • Filed Under Artikel Demokrasi Nama : Dian Puspitasari NPM : 30109294 Kelas : 2 DB 16 Tulisan softskill 4 : Pendidikan Kewarganegaraan Artikel Demokrasi Demokrasi di indonesia bisa dikatakan bahwa indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan asia. prisulisto. Sebagian orang pernah berpendapat bahwa demokrasi tidak akan berlangsung lama di Indonesia. Idonesia juga bisa menjadi contoh. Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di asia yang demokratis dan makmur. Dan terlepas dari goncangan hebat akibat pergantian 4 kali presiden selama periode 1998 sampai 2002. keberhasilan indoesia dalam bidang demokrasi yang tidak banyak di sadari itu. Meski pada awalnya banyak yang meragukan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Ia menilai. Beliau pu menambahkan bahwa demokrasi di Indonesia menunjukkan islam dan moderitas dapat berjalan bersama. Demokrasi di Indonesia han yalah peru bahan rezim. Keraguaan tersebut bahkan menyerupai . bahwa pembangunan system demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi. presiden Indonesia. Menurutnya. kenyataanya demokrasi di Indonesia saat ini telah berusia 10 tahun dan akan terus berkembang. Pertama. demokrasi Indonesia telah menciptakan stabilitas pilitik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. membuka mata bangsa Indonesia. SBY pun memaparkan panjang lebar perjalanan demokrasi indonesia.ARTIKEL DEMOKRASI February 13th. Indonesia juga telah berhasil menjadi sebuah Negara demokrasi terbesar di dunia dan melaksanakan pemilu kompleks dengan sangat sukses. Menurut ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik ( APAPC). Dalam kesempatan yang sama. berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan system demokrasi. membuat pihak luar termasuk Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC). Mereka juga pernah mengatakan bahwa Negara Indonesia terlalu besar dan memiliki persoalan yang kompleks. demokrasi Indonesia merupakan jawaban terhadap skeptisme Perjalanan demokrasi di negeri ini. dem okrasi akan memicu ekstrimisme dan radikalisme politik di Indonesia.

Hal tersebut tentunya bisa terjadi bila demokrasi dapat mencegah korupsi dan penumpukan kekayaan hanya pada elit tertentu. Anwar Ibrahim. Hal ini juga membuat Indonesia sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang telah berhasil menerapkan demokrasi. yang turut hadir menyebutkan bahwa demokrasi telah berjalan baik di Indonesia dan hal itu telah menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan populasi 4 besar dunia yang berhasil melaksanakan demokrasi.id/2011/02/artikel-demokrasi/ . Dia juga berharap agar perkembangan ekonomi juga makin meyakinkan sehingga demokrasi bisa disandingkan dengan kesuksesan pembangunan. Demokrasi.kekhawatiran yang dapat membuat Indonesia Chaos yang dapat mengakibatkan perpecahan. menurut Anwar Ibrahim. Sementara itu.gunadarma. sedangkan kegagalan atau keberhasilan ekonomi menyangkut system yang diterapkan http://wartawarga.ac. adalah pemberian kebebasan kepada warga Negara. mantan wakil perdana menteri Malaysia.

tetapi berbagai bentuk kebangkitan keagamaan muncul di masyarakat – masyarakat tersebut. Agar sebuah demokrasi dapat berfungsi sesuai namanya. seperti Amerika Serikat. tanpa memandang perbedaan konteks sejarah dan sosial. Kepercayaan berlebihan kepada dua anggapan ini telah mendorong Barat memeras keringat agar proses demokrasi dilaksanakan di masyarakat-masyarakat mayoritas Muslim dewasa ini. Hubungan antara sekularisme dan demokrasi oleh karena itu merupakan sebuah variabel. Seperti yang telah digambarkan dengan tepat oleh filsuf Iran Abdul Karim Soroush. sekularisme juga dianggap sebagai prasyarat bagi keberhasilan demokratisasi masyarakat. Apakah pesimisme seperti ini dapat dibenarkan? Di samping "pandangan" yang berkembang di tanah air. Hanya para "fundamentalis demokratis" yang mempertahankan bahwa hanya ada satu ukuran paradigma demokrasi yang cocok untuk semua orang. Masa depan demokrasi tampak suram di sana. Sekularisme seperti yang diterapkan di Perancis (laïcité) berarti penyingkiran agama dari ruang publik dan mengirimkannya hanya terbatas pada ruang prbadi. Indiana – Sudah menjadi anggapan umum bahwa hasil utama sekularisme dalam konteks Kristen-Barat adalah pemisahan gereja dan negara. Di lain pihak. sekularisme seperti yang dikembangkan di Amerika Serikat lebih mengakomodasi nilai-nilai dan ekspresi keagamaan dalam wahana publik. Hanya saja. yang memperkuat ramalam-ramalan muram seperti ini. baik dalam ruang pribadi maupun publik hilang. khususnya jika dilihat melalui kaca mata ini. mereka tidak ingin nilai-nilai keagamaan dihancurkan dan kebebasan untuk melaksanakan agama mereka.Mitos sekularisme dan politik Barat dalam Islam oleh Asma Afsaruddin 01 Juni 2007 Cetak Email South Bend. jika hal tersebut merupakan cermin keinginan rakyat. Selain itu. Apakah umat Muslim hendak berusaha untuk menyatukan dua hal yang sama sekali tidak dapat disatukan? Tanggapan yang bijak pada titik ini adalah: tergantung bagaimana Anda mendefinisikan sekularisme dan apa pengertian Anda tentang hubungan antara sekularisme dan demokrasi. Ia juga gagal memperhitungkan kebangkitan nilai-nilai keagamaan belakangan ini di masyarakat yang sangat demokratis. jajak pendapat terakhir yang dilakukan Pew Research Center and Gallup secara tegas menunjukkan bahwa mayoritas rakyat di negara-negara Muslim menginginkan pembaruan secara demokratis dan berharap agar pemerintahan demokratis ditegakkan di negara-negara mereka. dalam sebuah masyarakat beragama maka "pemerintah sekuler seperti apapun . ia harus mengakomodasi nilainilai dan sentimen keagamaan. dan proses negosiasi ini telah melibatkan nilai-nilai keagamaan dan sekuler. Hasilnya. Pandangan yang picik seperti itu gagal memperhitungkan berbagai ragam demokrasi di berbagai belahan dunia dengan berbagai tingkat sekularisme. bukan hanya sekularisme gagal menanamkan pengaruhnya. dan demokrasi sebagai sebuah fenomena universal masihlah sebuah pekerjaan yang belum selesai.

ulama Muslim Andalusia abad kedua belas. Tidak satupun dari mereka yang harus meyakini sudut pandang mendasar dalam melihat dunia atau tidak juga berhubungan (atau tidak berhubungan) dengan Sang Pencipta. mereka akan berbincang banyak satu sama lain tentang topik budaya politik yang bermoral dan demokratis. Dogma ini telah tumbuh dari sebuah pemahaman ahistoris terhadap pertumbuhan pemikiran politik Islam yang mengabaikan kurangnya bukti dalam sumber-sumber terdahulu tentang anggapan kesucian atau penyucian politik dalam perpolitikan Islam. yang dilaksanakan oleh kelompok-kelompok orang yang berbeda dan sering kali bertentangan (penguasa vs. Dewasa ini. juga seharusnya dibimbing oleh nilai-nilai moral dan khususnya oleh ajaran Al Qur'an tentang pembuatan keputusan secara musyawarah dan mufakat (shura). University of Notre Dame.. Politik. berpendapat bahwa seseorang yang tidak bermusyawarah dengan orang-orang yang berpengetahuan dan bermoral tinggi dapat dilengserkan dari jabatannya. Bukan berarti bahwa nilai-nilai keagamaan dan moral tidak memiliki peran untuk bermain dalam wahana publik– justru sebaliknya. biar bagaimanapun. Alexis de Tocqueville. merupakan sebuah perwujudan penting dari apa yang sekarang kita anggap sebagai proses demokrasi. ulama). menegaskan bahwa kemerdekaan "menganggap agama sebagai pengawal moralitas dan moralitas sebagai pemelihara keamanan hukum yang terbaik.merupakan sesuatu yang tidak demokratis". ### * Asma Afsaruddin merupakan guru besar pembantu Kajian Arab & Islam. agama dan politik selamanya seperti kembar siam di pinggul. sebuah komitmen bersama untuk mendorong tata pemerintahan yang baik dan masyarakat madani berarti bahwa baik orang yang beragama dan sekuler dapat bertemu dan berinteraksi dalam wahana publik berdasarkan nilai-nilai yang diyakini bersama tersebut. Karena itu. tetapi masing-masing harus menciptakan ruang bagi yang lain. namun dalam praktik sesungguhnya. dan ketua dewan direktur Center for the Study of Islam & Democracy. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena rasa takut akan pelanggaran sesuatu yang ditengarai sebagai perintah ilahiah. tata pemerintahan politik dianggap perlu sebagai tujuan pragmatis untuk mempertahankan keteraturan dalam masyarakat dan tanpa memberi mandat yang jelas terhadap suatu bentuk pemerintah tertentu." Orang hanya dapat berandai-andai bahwa jika Ibnu Atiyya dan de Tocqueville bertemu pada satu waktu dalam sejarah. secara de facto telah berkembang pemisahan antara wewenang politik dan agama. Artikel ini merupakan bagian dari seri tentang hubungan sekularisme dan Muslim-Barat . sejak dini. Sebuah dogma lain perlu dilucuti di sini – bahwa dalam Islam. Tujuh abad kemudian. ahli teori politik Perancis. Ibnu Atiyya.. Sebaliknya. Walaupun para ahli teori politik yang lebih modern biasanya menekankan keterkaitan agama dan negara. Hal ini. sebagai bagian dari wahana publik.

yang disebarluaskan oleh Common Ground News Service (CGNews) dan dapat dibaca di www. Sumber: Common Ground News Service (CGNews).org/article.org http://commongroundnews.commongroundnews. 29 Mei 2007.org.commongroundnews.php?id=21020&lan=ba&sp=0 . www.

dengan menggunakan ayat-ayat secara acak dan melepaskannya dari konteks . Mengapa? Di Amerika. sejumlah orang terdorong ke agama ekstrem untuk membantu mereka mengatasi keterasingan hidup di dalam sebuah masyarakat yang berubah dengan cepat. di dunia Muslim. Banyak dari gereja-gereja konservatif dapat melayani jemaat dengan kejujuran dan kesungguhan. gerakan-gerakan radikal keagamaan sering dibentuk untuk menggoyang orang secara politik. terlalu banyak gereja konservatif di AS yang mengeksploitasi kebutuhan jemaatnya yang semakin tinggi terhadap program-program yang akan memberikan penghiburan dengan cepat dan mudah bagi pikiran yang dilanda kesusahan serta jiwa yang gelisah. perceraian dan pernikahan sering terjadi. Mereka memberikan penilaian pribadi tentang mana yang benar dan yang salah. cara-cara pemujaan orisinal berkembang untuk menenangkan masyarakat yang berada dalam sebuah lingkungan yang terlalu cepat bergerak. Lembaga-lembaga keagamaan eksklusif ini memberikan resep-resep tentang caranya masuk ke dalam "Kerajaan Tuhan" dengan menerima doktrin-doktrin tertentu sebagai obat atau jaminan. Tidak ada cara mudah untuk menguraikan struktur gereja yang bermuatan politik dan xenofobia (ketakutan berlebihan terhadap orang asing) dari gereja-gereja umum yang berorientasi keadilan sosial. Orang sedang mati-matian mencoba menyesuaikan diri dengan langkah hidup yang semakin lama semakin cepat. Dalam masyarakat yang begitu menekankan keberhasilan ini. Di Amerika. Di Barat. Jutaan umat Kristen di AS dan di luar negeri menemukan kesembuhan spiritual dan keutuhan ibadah di gereja-gereja fundamentalis. kestabilan pekerjaan semakin jarang diperoleh. dan rumah diperjualbelikan seperti kacang goreng. Gereja-gereja garis utama yang moderat di AS sedang kehilangan jemaat mereka dan gereja-gereja besar konservatif berusaha menenangkan ketegangan umat. beberapa bangsa Arab dimobilisasi oleh agama ekstrem dengan tujuan untuk mengubah sebuah budaya politik yang jalan di tempat. Konteks kebudayaan memainkan sebuah peran dalam perkembangan fanatisme. masyarakat bertetangga sedang dalam perubahan. sebaliknya.Tantangan dari Fundamentalisme Amerika dan Arab oleh Ghassan Rubeiz 01 Juni 2007 Cetak Email Palm Beach Gardens. Sebagian gereja karismatis bahkan telah berlaku gila-gilaan dengan menawarkan para penganutnya produk-produk pengurangan dosa bagi kehidupan kini dan nanti. struktur keluarga semakin melemah dari generasi ke generasi. fanatisme keagamaan memainkan peran utama: para fanatis agama berada di garis depan militan baik di negara-negara Arab maupun di dewan pembuat kebijakan Amerika. Florida – Dalam ketegangan berkelanjutan antara Amerika Serikat dan dunia Arab. Tidak ada cara yang mudah untuk menyaring mana yang layanan pastoral palsu dengan yang asli atau untuk membedakan antara perantara spiritual dengan stasiun yang berorientasi bisnis dan televangelical.

dan orientasi seksual. Kemarahan rakyat yang terus tumbuh tidak dapat diabaikan selamanya. Mereka mengutuk Barat. Para pemimpin mereka membidik baik rezim berkuasa maupun kekuatan kolonial. tentang pajak dan kebijakan luar negeri. kelompok-kelompok ekstremis Arab kurang memiliki kematangan politik untuk berinovasi secara demokratis. tanpa kekuatan agama yang dapat menyatukan tersebut. Agama utama di Timur Tengah sedang mengalami penurunan. baik dalam masyarakat terbuka dan tertutup. Di Amerika. Bangsa-bangsa Arab menginginkan perubahan sebagai jawaban atas memburuknya banyak indikator sosio-ekonomi. dan menyalahkan berbagai perbuatan buruk mereka terhadap dunia luar. khususnya Islam. Sementara bagi para ekstremis Muslim. Sebagai tambahan. Tetapi jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Kelompok-kelompok fanatik Muslim menjadi populer karena mereka mengekspresikan rasa frustrasi rakyat. mayoritas 1. Timur Tengah akan berubah menjadi sebuah gunung api politik. harfiah. keluarga. bangsa-bangsa Arab kebanyakan menghadapi penindasan. sementara gerakangerakan radikal Muslim sedang bangkit. penghinaan politis (dalam perang yang terjadi berturut-turut) dan campur tangan kolonial Barat. peningkatan angka pengangguran. Para pemimpin lembaga agama utama sering tidak dapat bersikap jujur kepada para penguasa Arab yang penindas. urbanisasi. tentang campur tangan pemerintah. kelompok-kelompok Arab tersebut tidak peduli dengan pemberdayaan kaum perempuan dalam masyarakat. Mereka dengan agresif mengatur nilai-nilai keluarga. orang dapat belajar keahlian pemasaran yang cerdik dan menghargai seni perubahan perilaku para pemirsanya yang rapuh. seperti penurunan standar hidup. Yang lebih penting bagi dunia dewasa ini. Lebih khusus. kelompok-kelompok radikal keagamaan mampu bergerak di bawah tanah. kebaikan dan kejahatan hidup berdampingan dalam melaksanakan agama. Terlepas dari kepopuleran mereka. dan dengan paksaan. dan persahabatan. Mereka menawarkan bimbingan-bimbingan eksklusif bagi pernikahan. kepadatan penduduk. Mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti fatwa atau maklumat tentang aborsi.3 miliar dunia Muslim hidup dalam damai dan tetap beriman kepada Islam utama yang sejati. Orang-orang fanatik sering mengandalkan kekuatan brutal dan mengabaikan investasi . gereja-gereja fundamental cenderung membangkitkan rasa takut dan bersalah dalam masyarakat dan kemudian menyatakan bahwa mereka memiliki produkproduk yang dapat membebaskan mereka dari tekanan hidup. penelitian ilmu pengetahuan. mereka menolak kebenaran agama-agama lain. Para fanatik keagamaan dunia menjalankan apa yang mereka anggap sebagai tradisi secara obsesif. Dengan menyaksikan iklan-iklan gereja fundamentalis televangelical di televisi. walaupun bangsa-bangsa Arab umumnya hidup dalam masyarakat yang tertutup secara politis.asalnya. Di pihak lain. dan ketercerabutan dari kehidupan perdesaan. Memang. perceraian.

Ketika para ekstremis Arab menjadi semakin mampu mengkritik diri mereka sendiri. para ekstremis melintasi budaya dan perbatasan dengan mengobarkan peperangan yang bersifat etnosentris. bahkan beringas.org/article. Mereka berharap Islam menutup mata terhadap pembunuhan dengan cara bunuh diri. gereja fundamental akan terus tumbuh dalam jumlah dan pengaruh politiknya. Selama lembaga-lembaga keagamaan dikendalikan oleh negara-negara otokratis mereka sendiri. fundamentalisme berkembang dan sering menjadi ekstremis. Di Amerika. Sumber: Common Ground News Service (CGNews).php?id=21021&lan=ba&sid=1&sp=0&isNew= . selama gereja-gereja garis utama kehilangan ikatan mereka dengan masyarakat yang terus berubah dan penuh persaingan. di mana perekonomian semakin terpuruk dan politik semakin memburuk.sumber daya manusia.dan khususnya. mereka akhirnya mungkin menemukan jalan mereka menuju pembaruan sejati. Di dalam sebuah zaman saat kecemasan terhadap masa depan dunia semakin meningkat .org http://commongroundnews. ### * Ghassan Rubeiz adalah mantan Sekretaris untuk Timur Tengah. Para fundamentalis Arab mengutuk kemodernan Barat. Dewan Gereja Dunia. Ketika dunia berubah menjadi sebuah desa global. sementara para fundamentalis AS mengutuk ideologi Islam.commongroundnews. masa depan agama ekstremis terikat pada masa depan agama garis utama.org. Dalam setiap masyarakat. masa depan peradaban Barat – gereja-gereja fundamental kelihatannya dapat memberikan jawabanjawaban nyata. sedikit harapan untuk membatasi fundamentalisme. www. 29 Mei 2007. yang bermarkas di Jenewa. Islam sejati tidak akan pernah memberikan mereka ijin moral untuk mengabaikan aturan-aturan universal tentang pertempuran dan pemberontakan. Para fundamentalis Barat dan Arab terperangkap dalam sebuah lingkaran saling mengutuk. yang didambakan orang. Di dunia Arab. walaupun terlalu disederhanakan dan menenangkan. Artikel ini disebarluaskan oleh Common Ground News Service (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.

“pencapaian kebenaran mutlak adalah mustahil dan oleh karena itu. terutamanya yang politis. Dan jika kita perhatikan kondisi masyarakat dunia modern dewasa ini. hard secularism dan soft secularism. hanya saja menuntut keraguan setiap penganut agama terhadap seluruh agama. Berdasarkan ide-ide di atas. dalam pandangan soft secularism. kian hari kita temukan semakin banyaknya orang yang kian skeptis (ragu) terhadap keyakinan dan agamanya sebagai sumber kebenaran mutlak. Jika hal ini terjadi di kalangan selain . bahkan soft secularism saja berpandangan bahwa pencapaian kebenaran mutlak adalah mustahil. Menurut para pendukungnya. berarti ideologi sekularisme merupakan faham yang pada akhirnya menuntut setiap orang untuk menghilangkan keyakinannya akan adanya kebenaran mutlak. toleransi dan skeptisisme harus menjadi prinsip dan nilai yang dijunjung dalam diskusi antara ilmu pengetahuan dan agama." Namun. dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.Salah satu ajaran modern yang sudah jelas bukan berasal dari Islam ialah Sekulerisme.(Wikipedia) Sekularisme juga merujuk kepada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia. Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan.(Wikipedia) Barry Kosmin dari Institut Pengkajian sekularisme di dalam Masyarakat dan Budaya membagi sekularisme mutakhir menjadi dua jenis. harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta. hard secularism bermaksud menyingkirkan sama sekali kehadiran agama dalam kehidupan sedangkan soft secularism masih memberikan ruang bagi kehadiran agama. termasuk agamanya sendiri.” (Wikipedia) Dengan kata lain. Menurutnya. "hard secularism menganggap pernyataan keagamaan tidak mempunyai legitimasi secara epistemologi dan tidak dijamin baik oleh agama dan pengalaman. jangankan hard secularism. sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak meng-anak-emas-kan sebuah agama tertentu. Sebab.

”(QS Al-Maidah 13) Ayat di atas berbicara mengenai Bani Israil. tetapi juga dialami oleh penganut agama samawi (langit). kita tentu dapat memaklumi bilamana faham sekularisme dengan mudah dapat diterapkan di berbagai kalangan masyarakat non-muslim atau kaum kafir. dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat).telah diterima dan diterapkan. khususnya para pemuka agama mereka yang biasa merubah isi Al-Kitab (baik Taurat maupun Injil) alias “merubah perkataan Allah”. Dan jika demikian . Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempattempatnya. Mengapa? Karena tidak sedikit muslim yang termakan dengan gagasan bahwa sesungguhnya tidak ada kebenaran mutlak. dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya. Ini tidak saja menimpa berbagai ajaran agama-agama ardhi (bumi). Sebab sumber ajaran mereka atau kitab suci mereka telah mengalami banyak distorsi (penyimpangan) disebabkan perubahan isinya oleh para pemuka agama mereka sendiri seiring dengan berlalunya masa yang panjang sejak awal mula diajarkan oleh Nabi atau pembawa ajaran pertama agama mereka masing-masing. Sekali lagi. dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. baik diakui ataupun tidak. dalam hal ini agama yahudi dan nasrani.kaum muslimin sungguh kita dapat memakluminya. Namun yang mengherankan ialah ditemukannya kenyataan bahwa di kalangan masyarakat berpenduduk mayoritas muslimpun dewasa ini faham sekularisme –baik sadar ataupun tidak. Sebab mereka sendiri telah kehilangan kepercayaan terhadap kebenaran mutlak yang dikandung di dalam ajaran agama mereka yang realitasnya telah mengalami penyimpangan tersebut. Sehingga Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬berfirman: ً‫فَبِوا ًَقضهن هيثَاقَهُن لَؼٌَّاهُن وجؼ ْلٌَا قُلُىبَهُن قَاسيَة‬ َ َ َ ْ َ ْ ِ ْ ِ ِْ ِ ْ َ ِّ ُ َّ ِ َ ‫يُحزفُىىَ الكلِن ػَي هىاضؼه وًَسُىا حظًّا هوا ذكزُوا بِه‬ ِّ َ ِ َ ِ ِ ِ َ َ ْ َ َْ ‫وال تَزال تَطَّلِغ ػلًَ خائٌَِة هٌهُن إال قَلِيال هٌهُن‬ ُ َ َ ُ ْ ِْ َ ِ ْ ِْ ٍ َ “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya. Kami kutuk mereka. Yang ada hanyalah kebenaran relatif berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing. Kitab Taurat dan Injil yang ditemukan sekarang jelas telah mengalami perubahan atau lebih tepatnya penyimpangan disebabkan ulah tangan-tangan para Rabbi dan Rahib (pendeta/pastor) kaum yahudi dan nasrani.

(Wikipedia) . menggantikan hukum keagamaan dengan hukum sipil. Sehingga segera terbongkar ketidak-aslian berbagai Al-Qur‟an palsu tersebut. para pengusung faham sekularisme ingin memastikan jangan sampai Al-Islam menjadi unggul alias mendominasi di dunia. samasekali tidak ada perlunya ia mengembangkan skeptisisme (selalu meragukan) akan kebenaran mutlak agamanya sendiri. Kitab Suci Al-Qur‟an merupakan satu-satunya Kitabullah yang diwahyukan dengan jaminan keterpeliharaannya hingga hari Kiamat. dan menghilangkan pembedaan yang (menurut mereka-penulis) tidak adil dengan dasar agama. Hal ini dapat berupa hal seperti mengurangi keterikatan antara pemerintahan dan agama negara. Oleh karena itu.” (QS Al-Hijr 9) Sepanjang sejarah sudah berkali-kali musuh-musuh Islam berusaha memalsukan AlQur‟an. berarti mereka yang termakan faham ini sama saja mengakui bahwa sikap skeptisisme (selalu meragukan) perlu dikembangkan. Hal ini dikatakan menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas. namun berkali-kali pula Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬membuktikan kebenaran ayatNya di atas. َّ َ‫إًَِّا ًَحْ يُ ًَز ْلٌَا الذكز وإًَِّا لَهُ لَحافِظُىى‬ َ َ َ ْ ِّ “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. sekularisme adalah pergerakan menuju pemisahan antara agama dan pemerintahan. baik setuju secara terang-terangan maupun secara tersamar. Subhaanallah. Islam merupakan ajaran paripurna dan final. Dan satu-satunya cara untuk mencapai maksud jahat tersebut ialah memastikan agar kaum muslimin setuju dengan sekularisme. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. sesungguhnya hanya ingin memastikan jangan sampai satu-satunya agama yang masih terpelihara keasliannya ini dan masih tersambung dengan Sumber Kebenaran Mutlak satu-satunya ini. Ia datang dibawa oleh Nabi terakhir –Nabi Muhammad ‫. berperan dalam kehidupan modern.keadaannya. Karena Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬telah menjamin kalau ajaran agamaNya bakal dipelihara keasliannya. dalam konteks kenegaraan. Maka berbagai suara yang mengkampanyekan sekularisme dengan aneka alasannya.ص لى هللا ع ل يه و س لم‬alias Nabi Akhir Zaman dengan maksud agar menjadi Rahmatan lil „aalamiin (rahmat bagi semesta alam). Dengan kata lain. Padahal bagi seorang muslim. sekularisme berperan sebagai berikut: Dalam istilah politik.

Bahkan sangat mungkin seorang yang mengaku muslim menjadi terjangkiti virus MTS (murtad tanpa sadar) bilamana ia menerima ajaran sekularisme. Kedua. Sebab Allah ‫س بحان ه و‬ ‫ ت عال ى‬diyakini oleh seorang muslim-mukmin merupakan Dzat satu-satunya yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Sebab Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬Sang Pencipta sendiri yang menjelaskan sifat dasar manusia. َ ‫إًَِّهُ كاىَ ظَلُىها جهُىال‬ َ ً “Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. tidak mungkin bisa menjamin perlakuan adil se-adil-adilnya bagi aneka ragam manusia dengan aneka ragam agama dan keyakinannya.Berarti ada tiga hal yang ingin dicapai oleh sebuah negara sekuler: Pertama. maka sungguh berbahaya ideologi sekularisme ini bagi eksistensi iman di dalam dada kaum muslimin. Sebab Dialah Pencipta mereka semua.” (QS Al-Ahzab 72) . Pastilah ajaranNya menjamin perlakuan adil kepada semua manusia di bawah naungan hukum syariatNya. menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas. pemisahan antara agama dan pemerintahan. Bila demikian adanya. apalagi produk kalangan non-muslim alias kaum kafir. menggantikan hukum keagamaan (baca: hukum Allah ‫ ) س بحان ه و ت عال ى‬dengan hukum sipil (baca: hukum produk manusia). Pemberi rezeki dan Penguasa alam raya. Seorang mukmin malah sangat yakin bahwa apapun hasil produk manusia. yakni jahula (amat bodoh) dan dhzoluma (amat zalim). Dan ketiga. Sebab dia yakin bahwa justeru jaminan perlindungan hak-hak kalangan beragama minoritas (baca: kaum nonmuslim) adalah justeru ketika diberlakukannya dan dijunjung tingginya ajaran Yang Maha Mulia Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬yakni ajaran Al-Islam. Dan bagi seorang mukmin yang faham dan yakin sepenuhnya akan kebenaran agama Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬adalah suatu perkara yang tidak mungkin jika dirinya diharuskan meragukan kebenaran mutlak yang terkandung di dalam ajaran agama Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬tersebut.

. lebih baik bahkan lebih benar daripada produk Allah ‫ . Itu berarti bahwa para pengusung ideologi sekularisme ingin meyakinkan masyarakat dunia bahwa demokrasi –yang merupakan produk manusia. Masyarakat ingin diarahkan untuk percaya bahwa produk bikinan manusia lebih unggul. lebih baik .! ُْ ِ ِ َ ْ َْ ُ ْ َ َ َ‫أَفَحكن الجاهلِيَّة يَبغىىَ وهي أَحْ سيُ هيَ َّللاِ حكوا لِقَىْ م يُىقٌُِىى‬ ً ْ ُ َّ ِ َ ٍ “Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki.adalah jauh lebih unggul..! Selanjutnya. Apa pesan yang ingin disampaikan di sini? Para pengusung ideologi sekularisme ingin meyakinkan masyarakat modern bahwa hanya demokrasi-lah satu-satunya alat untuk menjamin dan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas (baca: kaum non-muslim). dikatakan bahwa sekularisme menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas. Hukum Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬merupakan hukum yang bersumber dari langit berupa wahyu Ilahi. Sedangkan hukum jahiliyah merupakan hukum produk manusia.Bagaimana mungkin makhluk yang bersifat amat bodoh dan amat zalim –kata Allah.. dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah 50) Sekularisme ingin memastikan penggantian hukum keagamaan (baca: hukum Allah ‫ ) س بحان ه و ت عال ى‬dengan hukum sipil (baca: hukum produk manusia). makhluk yang amat bodoh dan amat zalim. Berarti ideologi asing ini ingin memastikan bahwa masyarakat meninggalkan hukum yang bersumber dari langit –yakni hukum Allah ‫ .kemudian kita yakini sanggup memproduk ideologi atau aturan hidup yang menjamin perlindungan hak-hak manusia tersebut? Bagaimana mungkin makhluk yang amat bodoh dan amat zalim –menurut Allahkemudian diyakini sanggup merumuskan perangkat hukum dan per-undang-undangan yang menjamin rasa keadilan seluruh jenis manusia yang beraneka ragam tersebut? Sungguh benarlah Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬ketika menegaskan bahwa pilihan hanya dua dalam hal pemberlakuan hukum di tengah masyarakat: hukum Allah ‫س بحان ه و‬ ‫ ت عال ى‬atau hukum jahiliyah (hukum yang sarat kejahilan/kebodohan). س بحان ه و ت عال ى‬Wa na‟udzubillaahi min dzaalika. Hukum yang bersumber dari Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬Dzat Yang Maha Tahu lagi Maha Adil.س بحان ه و ت عال ى‬dan menerima hukum produk manusia alias hukum jahiliyah.

! Bahkan semenjak masa Nabi Muhammad ‫ ص لى هللا ع ل يه و س لم‬hingga runtuhnya Khilafah Islam yang terakhir di tahun 1924 (kurang lebih 14 abad.com/index.bolehjadikiamatsudahdekat. niscaya apa yang Nabi Muhammad ‫ ص لى هللا ع ل يه و س لم‬peringatkan lima belas abad yang lalu justeru semakin terbukti di zaman kita sekarang ini." Kami bertanya. Bahkan ia merupakan alat mereka untuk menjauhkan ummat Islam dari penghambaan secara total kepada Pencipta. Selama ini sudah berjalan.. Yaitu pasti memasuki lubang biawak.." (MUSLIM .huggnuS" :adbasreb ‫ص‬ ‫ص صص‬ -benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Dan banyak bukti sejarah menjadi saksi bagaimana kaum non-muslim alias kaum kafir dzimmi merasakan jaminan kebebasan beribadah dan beragama di tengah masyarakat muslim.. Pemelihara dan Penguasa alam raya. Sudah tiba masanya bagi ummat Islam untuk menyadari bahwa sekularisme dan segenap sistem pendukungnya merupakan alat fihak barat non-muslim alias kaum kuffar untuk menjauhkan ummat Islam dari penerapan keseluruhan agama mereka – yaitu Islam. tetapi jika dibiarkan maka perjalanannya akan kian pasti.dalam segenap aspek kehidupannya di dunia. apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka. س بحان ه و ت عال ى‬ Sungguh. "Wahai Rasulullah.php?option=com_content&view=a rticle&id=230:islam-versus-sekularisme&catid=1:latest-news&Itemid=55 . yaitu Allah ‫. sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun kalian pasti akan mengikuti mereka.. bila keadaan ini tidak disadari.!!! ‫قَال رسُىل َّللاِ صلًَّ َّللاُ ػلَيه وسلَّن لَتَتَّبِؼُي سٌَيَ الَّذييَ هي قَبلِكن‬ ُْ ْ ْ ِ ِ َ َّ َ َّ ُ َ َ َ َ َ ِ ْ َ َّ ‫شبْزً ا بِشبْز وذراػًا بِذراع حتًَّ لَىْ دخَ لُىا فِي جُحْ ز ضب‬ َ َ ِ َ ٍ َ ِ َ َِ ٍ ِ ِ ْ َ َ ‫التَّبؼتُوىهُن قُ ْلٌَا يَا رسُىل َّللاِ آليَهُىد والٌَّصاري قَال فَوي‬ َ َ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َّ َ َ Rasulullah ‫ص صص ص‬ ‫ ص صصص صصص‬raneb nailak ..bahkan lebih benar daripada ajaran Dzat Yang Maha Tahu dan Maha Adil-Bijaksana Allah ‫ س بحان ه و ت عال ى‬yakni Al-Islam.. Pemilik. Memangnya selama ribuan tahun semenjak berdirinya pranata sosial-politik pertama ummat Islam di Madinah di bawah pimpinan langsung Nabi Muhammad ‫ ص لى هللا ع ل يه و س لم‬hak-hak kaum nonmuslim tidak terjamin? Subhaanallah.4822) http://www.!) ummat Islam sudah sangat piawai di dalam menjamin hakhak kaum non-muslim yang hidup di bawah naungan pranata sosial-politik Islam. diubah dan dibenahi.

demokrasi Indonesia sebagaimana diklaim dalam aneka pidato memang relatif stabil. perubahan sudah tak terlampau diperlukan. kelemahan dalam ”politik demokrasi” dan pembiarannya terhadap menguatnya kecenderungan konservatif dalam legislatif maupun pemerintahan dianggap bisa membawa akibat buruk kepada demokrasi di masa depan. bos lokal. dan pers bebas. Dengan demikian. Pada artikel berjudul ”Indonesia: Irony of Success” dalam Journal of Democracy Vol 21. lembaga legislatif. tetapi menyerahkan semua fasilitasnya bagi segelintir elite penikmat. Dengan komposisi ini. diskriminasi. baik domestik maupun internasional. Di titik ini. realitas berdemokrasi di Indonesia dideterminasi secara unik oleh hal-hal di luar normativitasnya.Sarjana Australia. Normalisasi ini diposisikan sebagai ”arena” yang sah bagi pembahasan ideal demokrasi kepolitikan secara umum. Aspinall mengatakan. Standardisasi dan formalisasi ini pula yang kiranya bisa kita rujuk sebagai asal-muasal munculnya ”gaya politik” yang serba formal dan normatif yang diadopsi oleh kepemimpinan politik sekarang. April 2010. Pandangan ini didasarkan pada anggapan bahwa karena semua sudah diperbolehkan dan disediakan dalam demokrasi. Lalu. Sifat-sifat yang disebut Aspinall di atas secara kompleks juga berposisi paralel dengan modus konvensional yang ditempuh banyak kalangan. untuk demokrasi Indonesia: model demokrasi yang distandardisasi oleh pendekatan institusional. termasuk gaya kepemimpinannya. tindakan politik demokrasi ke dalam kelembagaan yang normal dalam demokrasi modern. itu mesti dilihat sebagai ”kekurangan” sewajarnya yang justru harus ditambal oleh mereka yang mengetahuinya. Indonesia memang sedikit beruntung karena memiliki pemimpin yang ingin dipandang oleh dunia internasional sebagai pemimpin dengan komitmen kepada demokrasi. Konsensus ortodoks menginginkan agar kritik tak boleh melebihi imbauan. komisi negara. Pandangan ini menganjurkan bahwa kalau ada kesalahan dari kerja sistem. seperti partai politik. Ed Aspinall. apa yang keliru atau kurang dari situasi ini? . Yang kedua adalah pemapanan institusi demokrasi melalui formalisasi seluruh praktik politik. reproduksi kekuasaan birokrasi lama. dari dua penjelasan ini kita menemukan bahwa demokrasi Indonesia dideterminasi oleh dua arus yang ganjil: yang pertama adalah dinamisasi demokrasi tapi oleh arus negativitasnya: kekerasan. substansinya. bos-bos lokal yang menyandera pilkada. Konsensus ortodoks Dengan citra stabilitas inilah kemudian muncul semacam konsensus ortodoks untuk memapankan situasi kini bahwa demokrasi mesti dipisahkan dengan ide dan kemungkinan perubahan. Meski demikian. Pendekatan ini mencoba meringkas dan menyederhanakan seluruh praktik. Di Indonesia demokrasi disebut sebagai demokrasi justru karena ia membolehkan merajalelanya kehadiran praktik yang memusuhi demokrasi sendiri: kekerasan berbasis agama. dan politik akomodasi terhadap kekuatan militer dengan ongkos penyingkiran persoalan hak asasi manusia. demokrasi membagi tanggung jawab keburukan kepada semua pihak. mengungkap secara jitu karakter negativitas dalam gembar-gembor dan optimisme demokrasi di Indonesia.

Karena yang terlemah di dalam masyarakat tak dimasukkan sebagai ”rakyat”: kaum minoritas yang mengalami gangguan dan kekerasan. Upaya pengungkapan dan penghadiran kembali mereka yang ”tidak dihitung” dalam demokrasi inilah yang disebut dengan ”yang politis”. kelompok gay dan lesbian yang mengalami diskriminasi. Meski demikian. dan hierarki sehingga oleh karenanya ia pasti menyembunyikan ketaksetaraan. buruh migran yang terlunta. suku terasing di pedalaman. reputasi demokrasi kita secara ironis berjalan seiring dengan ”pengusiran” mereka yang terlemah dalam masyarakat. muncul pertanyaan. Dengan demikian. Di titik ini. dalam kerangka ”yang politis” ini suatu upaya terus-menerus untuk memeriksa dan menguak topeng konsensus yang diproduksi secara nyaman oleh politik rutin menjadi sangat penting dilakukan. Yang bisa kita lakukan terhadap politik jenis ini adalah dengan terus-menerus mengungkapkan apa yang disembunyikannya dan berupaya sekuat mungkin menghadirkan mereka yang ditekuk dan disembunyikannya untuk muncul sebagai subyek politik. Kata rakyat dalam formalisasi demokrasi kita adalah rakyat sejauh yang diterima dalam konsensus ortodoks itu.Pemikir politik Perancis. Penataan agenda ini nyaris membuat ideal ”kebebasan berpendapat” menjadi absurd. partisi. pernah mengatakan bahwa demokrasi senantiasa ditandai dengan ”kesalahan hitung” dan politik yang rutin serta konvensional terus berupaya menyembunyikan kesalahan itu. apa yang masih bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan? Apakah masih mungkin sesuatu dilakukan melalui apa yang tersedia dalam matriks kepolitikan yang ada? Untuk menjawab pertanyaan ini. Disensus Dengan melihat situasi ironi dalam demokrasi. Di sini. kaum miskin di perkotaan. Pengusiran ini belum lagi menghitung mereka yang juga tersisihkan atau mengalami pemburukan akibat ketakmerataan dalam diskursus. Inilah yang disebut Ranciere sebagai disensus. Kesalahan hitung dalam demokrasi muncul ketika institusi dan formalisasi politik yang eksis mendefinisikan dirinya. . tetapi sambil mengusir mereka yang terlemah dalam masyarakat. dan sekaligus industrialis media. kita bisa kembali mengundang Ranciere. Jacques Ranciere. kaum kaya. Inilah politik yang ditandai dengan ”kesalahan hitung” itu tadi. politik rutin ini tak bisa dimusnahkan. Normativitas demokrasi kita secara formal mengagungkan ”kedaulatan rakyat”. Ia memang menjadi penampang harian dari eksistensi kepolitikan normal. Karena ”kebebasan berpendapat” tidak lebih menjadi sekadar etalase dari industri opini-opini yang dikendalikan oleh politisi pemilik media untuk memenangkan kepentingan mereka masing-masing. rakyat di situ sebenarnya adalah ”rakyat” yang sudah mengalami ”sterilisasi” . Ketakmerataan ini berkaitan dengan situasi di mana masalah dan agenda demokrasi dikendalikan oleh para elite. Namun. Politik yang rutin ini memang dimaksudkan untuk membangun klasifikasi. Mengenai politik. Ranciere menganjurkan agar kita membedakan ”yang politis” sebagai lawan dari ”politik”. Politik adalah segala aktivitas kekuasaan yang rutin. apa yang dinyatakan secara normatif oleh instalasi demokrasi resmi sering kali tak bersesuaian dengan kenyataan yang ada.

demokrasi yang hanya menghasilkan puja-puji. Ini fakta yang boleh saja kita terus banggakan dan tak dapat kita bantah. Filed under Kompas. Sekjen Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Opini Kompas 15 Desember 2010 Posted by admin on 15:31. Opini . demokrasi yang tanpa gedoran internal di dalamnya adalah demokrasi narsistik yang menyimpan kebusukan ketaksetaraan. Disensus inilah kiranya yang mesti kita jadikan agenda pokok politik demokrasi kontemporer untuk Indonesia. Dari situ upaya mematahkan hierarki dan partisi sosial yang memapankan ketakadilan juga menjadi mungkin.Dengan disensus. Di dalam disensus kita mendorong dan membuka selebar-lebarnya pintu serta peluang yang disediakan oleh demokrasi justru bagi mereka yang sebenarnya paling membutuhkan. sikap pasif yang reseptif. Demokrasi membutuhkan disensus dan di dalam disensus pula kita berkemungkinan mencapai apa yang selama ini dicita. Namun.citakan untuk Indonesia: kesetaraan untuk semua! Robertus Robet Pengajar Sosiologi Universitas Negeri Jakarta. Indonesia adalah negara demokrasi. kita diajak mengungkap apa yang disembunyikan oleh klaim-klaim demokrasi kontemporer dan menghadirkan kembali mereka yang terusir dan terlemah ke dalam arena.

Namun itulah hasil dari demokrasi berbiaya mahal yang berlangsung di negeri ini. maka muncullah persepsi bahwa koalisi partai adalah suatu keharusan dalam melahirkan kepemimpinan daerah. serta memiliki kewenangan bertindak atas nama kedinasan dari dalam penjara dengan melantik sejumlah pejabat. sebagai Wali Kota Tomohon. 03 Juni 2011 17:45 M. Hal demikian seperti terjadi dalam perjalanan kasus Century yang melilit lembaga kepresidenan dan para legislator Senayan. Hal ini setidaknya pernah diakui langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai keprihatinannya setelah prosesproses demokrasi di daerah justru diwarnai adanya pengumbaran dana besar untuk berkompetisi. Rakyat hanya diposisikan sebagai objek popularitas melalui cara-cara yang mahal. Bahkan bentuk terjadinya political corruption dapat menjelma menjadi ancaman kekerasan ketika kekritisan masyarakat dalam upaya membongkar “perselingkungan” dua kalangan elit masyarakat tersebut terjadi. Proses pelahiran budaya baru tersebut telah ditandai . Akibat yang ditimbulkan dari proses demokrasi tersebut adalah membudayanya kondisi-kondisi negatif dalam berdemokrasi sehingga melahirkan sejumlah lelucon demokrasi. Biaya mahal yang muncul jelas sangat erat terkait dengan proses pemolesan citra para calon kandidat pemimpin daerah. Hariman Siregar meragukan bahwa demokrasi di Indonesia bisa bertahan karena tidak memiliki signifikansi terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Sulawesi Utara menjadi penguat. Maka tidak heran jika salah seorang aktivis Malari 1974. Setidaknya gaya liberalisme demokrasi ini mengarahkan pada terbentuknya budaya semua dapat diraih serta diselesaikan dengan uang. Khamdan Ancaman besar yang mengancam perjalanan penegakan demokrasi di Indonesia saat ini adalah besarnya biaya yang dibutuhkan.Jer Demokrasi Mawa Bea Jumat. Dengan berbagai kendala dan kekurangan program dalam sistem kaderisasi partai politik. terdakwa kasus korupsi. Kasus pelemparan bom molotov di Kantor Redaksi Tempo (6/7) dan penganiayaan terhadap aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama Satrya Langkun (8/7) merupakan pertanda bahwa demokrasi mengalami teror setelah berhubungan dengan perkara hukum karena kasus tersebut sangat erat diduga terkait pemberitaan rekening bermasalah para perwira Polri. Tentu sebuah ironi jika rakyat memiliki seorang pemimpin di dalam penjara. Dilantiknya Jefferson Rumajar. Jelas semuanya kembali berkaitan dengan besarnya beban modal politik yang dibutuhkan dalam proses berdemokrasi sehingga melahirkan penyimpangan kekuasaan. sebagaimana dalam pemilihan kepala daerah secara langsung maupun menuju kursi perwakilan rakyat di semua jenjang.

masuk akal dan normal jika banyak masyarakat yang mulai apatis terhadap proses demokrasi di Indonesia karena demokrasi konstitusional yang berjalan justru terjauhkan dari enam cirri tersebut. partai politik menjadi sangat penting. terbukti gagal ketika dihadapkan pada isu keistimewaan Yogyakarta. Wacana desentralisasi yang pernah dijanjikan Anas Urbaningrum dalam pidatonya sebagai ketua umum Partai Demokrat. sehingga stok calon negarawan justru terisi oleh orang-orang yang berfikir pragmatis dengan politik uang. . Herbert Feith dalam buku monumenalnya The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia (1962) telah membagi dua tipe kepemimpinan di Indonesia sebagai jenis solidarity makers dan administratora/ problem solvers. dengan enam ciri khasnya. Artinya. Untuk itu penting kiranya memahami gugatan HJ Benda yang menjelaskan bahwa kegagalan ide demokrasi di Indonesia ini adalah karena ketidaksesuaian watak asing demokrasi yang bertolakbelakang dengan watak politik Indonesia sejak zaman prapenjajahan. yaitu peranan dominan kaum sipil. Hal demikian terlihat dari mundurnya Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo. dan penguasa tidak menggunakan daya paksa. Dan ini pulalah persoalan yang menarik sekaligus merisaukan bahwa partai politik belum sepenuhnya menjadi lahan pembibitan kader (learning center) untuk terciptanya sosok-sosok calon negarawan yang memiliki etika politik yang mapan berkonstitusi sekaligus membina terwujudnya masyarakat sipil yang cerdas dan berdaulat. Sehingga Herb menawarkan gagasan demokrasi konstitusional. rendahnya pendidikan. Sejarah politik Indonesia selalu diwarnai secara dominan oleh gaya-gaya pemerintahan yang patrimonial dan otoritarianisme. kebebasan sipil tidak dirampas. dari Ketua Partai Demokrat DIY karena berseberangan kepentingan dengan DPP Demokrat.dengan banyaknya hasil pemilu daerah yang digugat bahkan digagalkan melalui persengketaan di Mahkamah Konstitusi (MK). Sejarah patrimonial dan otorianisme itu selalu terjadi karena bangsa Indonesia masih bergelut dengan tingginya buta huruf. Melihat kenyataan itu. para elit politik punya komitmen atas demokrasi konstitusional. belum terwujudnya demokrasi yang baik dipengaruhi belum siapnya masyarakat untuk menggunakan ide politik yang berlandaskan pada partisipasi politik masyarakat yang tinggi. buruknya kondisi ekonomi. persaingan merebutkan kekuasaan dilakukan dengan penghormatan atas rules of the game sesuai konstitusi. adik Sri Sultan Hamengku Buwono X. serta lebarnya kesenjangan sosial. Sungguh mengerikan ketika sistem kaderisasi dan pemberian kuasa pemerintahan justru didasarkan oleh adanya kepentingan kekuasaan dan jaringan klan. sehingga wilayah politik masih menjadi hak milik sekelompok kecil elit politisi.

Muh. Waktunya setiap partai fokus pada peran transformasi masyarakat terutama menyangkut potensi pemberdayaan.Inilah yang harus segera dibenahi oleh semua elemen masyarakat terutama pemegang kuasa politik agar tidak membenarkan adagium Jer Demokrasi Mawa Bea. tetapi ada substansi masalah yang harus diperhatikan berupa kesadaran untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Khamdan.html . peneliti Paradigma Institute dan fungsional Widyaiswara BPSDM Kementerian Hukum dan HAM RI http://paradigmainstitute. Demokrasi bukanlah sekadar persoalan kemenangan suara mayoritas.com/home/artikel-terbaru/artikel/jer-demokrasi-mawa-bea.

Batasanbatasan inilah yang harus diberikan formula serta racikan yang pas sehingga sesuai dengan selera ketimuran kita.Demokrasi ala Indonesia In Tak terkategori on 13 April 2008 at 1:25 am Hakikat dasar demokrasi itu berlaku universal. Berputar-putar tanpa ada kejelasan. Bukan malah sebaliknnya memaknai demokrasi itu sendiri sesuai dengan selera dan kepentingan masing-masing. suku. Bukankah hak kebebasan mengeluarkan pendapat. Kalau saja nilai-nilai demokrasi ala barat dipaksakan untuk kita “telan” tentu bisa berakibat adanya gelombang ketidakpercayaan akan demokrasi itu sendiri. Hal inilah yang seringkali menjadi alasan sehingga muncul perbedaan dalam menafsirkan arti sesungguhnya dari demokrasi itu. Adapun dalam prakteknya masih banyak terjadi pelanggaran nilai-nilai tersebut yang juga berarti demokrasi tidak bisa berkembang secara sempurna. Artinya diseluruh dunia nilai-nilai tersebut pasti ada. Kebebasan dalam perspektif barat tentu berbeda dengan kebebasan ala timur. Selanjutnya. Proses rekruitmen kepemimpinan nasional maupun lokal justru menjadi ajang bagi-bagi kekuasaan. para elit-elit politik yang mempunyai tugas meramu dan meracik nilainilai dasar demokrasi dituntut untuk dapat memberikan hasil yang terbaik. Sebagai negara yang sedang membangun menuju negara demokrasi terbesar didunia. agama dan ras. Tidak ada batasan baik antar negara. Dan bahkan kita bisa lihat. money politik dan pelecehan terhadap aspirasi rakyat. Jadi atas dasar itulah dirumuskan hak asasi manusia yang oleh masing-masing negara meletakkannya dalam konstitusi negara. Disinilah kerap terjadi kebiasaan dalam berdemokrasi teruji. kebebasan tanpa batas tidak relevan dengan budaya timur yang kita anut. Untuk itu marilah kita kembangkan sendiri demokrasi ala nusantara yang memang sangat mudah diaplikasikan ditengah-tengah masyarakat tanpa harus takut efek . Multi tafsir yang tidak ada ujung pangkalnya. Bukan jamanlah lagi kita menghamba dengan demokrasi ala barat yang jelas-jelas tidak cocok. Apakah kita sanggup menjalankan nilainilai tersebut tanpa harus terjadi gesekan dalam masyarakat. Artinya nilainilai dasar tersebut telah dijamin eksistensinya. efek demokrasi ala barat itu yang sekarang kita alami. Pengejewantahan nilai-nilai demokrasi yang pas dengan nilai ketimuran kita adalah jalan keluar yang paling tepat. beragama dan hidup adalah hak setiap individu. Memang nila-nilai dasar tersebut tidaklah harus sama kadarnya dengan negara lain.

Toh hal itu tidak mempengaruhi tumbuhnya demokrasi yang sehat di tanah air tercinta.sampingnya. http://qflee.wordpress.com/2008/04/13/demokrasi-ala-indonesia/ .

Kedua. pertama bertaqwa kepada Allah. dengan ungkapan “ya ayyuhallaziina aamanuu”.maka sorotan/bahasan kita ini berkaitan dnegan politik/demokrasi di Indonesia. Dalam ayat ini. yang munkar akan mendapatkan malapetaka serta kesengsaraan di dunia dan akhirat. Introspeksi juga terhadap sejarah kejadian atau perilaku manusia masa lalu menyangkut berbagai sisi/aspek kehidupannya. AL-Hasyr ayat 18). yakni terhadap umur yang telah berlalu. Indonesia telah mempraktekkan beberapa sistem politik pemerintahan atas nama demokrasi. ucapan dan tindakannya sesuai dengan bunyi dan maksud dari panggilan Allah itu. dalam waktu yang bersamaan membuktikan pikiran. oleh dan untuk rakyat. ada 88 kali memanggil orangorang beriman. 17 April 2009 09:24 Administrator SISTEM POLITIK/DEMOKRASI DI INDONESIA. Sejak merdeka. sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. dengan tujuan politik/demokrasi yang ma‟ruf kita pertahankan sementara yang munkar kita tinggalkan. dan bertakwalah kepada Allah. . Dan inilah yang menjadi sorotan dan bahasan kita dalam halaqah ini. DARI MASA KE MASA 1 Ghazali Abbas Adan 2 Kalau tidak salah hitung. termasuk kehidupan berpolitik/demokrasi. Karena realitanya kita hidup dan tinggal dalam Negara Indonesia. Dengan konsekwensi pasti yang ma‟ruf mendapatkan kebahagiaan. DARI MASA KE MASA Jumat. apakah dihabiskan dengan perbuatan-perbuatan yang diridhai Allah (ma‟ruf) atau yang dimurkai-Nya (munkar). setiap diri diperintahkan untuk melakukan introspeksi. dari. Di antaranya adalah. perintah Allah kepada orang-orang beriman.SISTEM POLITIK/DEMOKRASI DI INDONESIA. ketenangan di dunia dan akhirat. dalamal-Qur-an Allah Swt. yakni melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhkan laranganNya. Karena ia panggilan penentu segalanya. mengetahui yang tersembunyi (sir) dan transparan (jahr) maka bagi orang-orang yang benar-benar beriman serta merta pasti meresponnya. “Hai orang-orang yang beriman bertkawalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan (intrspeksi) apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (dalam kehidupan di dunia dan akhirat).

3. juga diangkat presiden seumur hidup oleh anggota parlemen yang diangkat presiden itu. Dominasi partai politik di DPR Kabinet silih berganti dalamwaktu singkat Demokrasi Parlementer ini berakhir dengan Dekrit Presiden 1959. apalagi dipersalahkan. dengan fakta eksistensi nyawa. • Pemilu rutin lima tahuna. darah. Demokrasi Terpimpin. di mana tidak merasa dikontrol oleh Tuhan. 2. tetapi yang harus dimenagkan. ancaman danuanga. teror. . arogan dan brutal partai hegemonik dihidupkan sampai ke pelosok-pelosok desa. menggantikannya dnegan DPR-GR yang diangkat oleh Presiden. Agama. • Tidak ada keadilan hukum. harkat dan martabat manusia lebih rendah dari nilai-nilai kebendaan. yakni eksistensi dan kiprah partai politik hanya sampai di tingkat kabupaten/kota. yakni pemilu diikuti oleh beberapa partai politik. Dimana dalam prakteknya diberlakukan sistem Kepartaian Hegemonik. Para pemimpin. dengan ciri-ciri: Dominasi presiden. yang membubarkan DR hasil Pemilu 1955. Periode ini berakhir dengan tumbangnya rezim orde baru di bawah komando jenderal besar Soeharto.intimidasi. Tetapi dipihak lain dengan pongah. Terbatasnya peran partai politik Berkembangnya pengaruh komunis Munculnya ideologi Nasional. tetapi pada tataran praksis sebagaimana yang kita lihat dan rasakan: • Mengabaikan eksistensi dan peran Tuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. tidak adil dan tidak beradab. Ini bermakna menempatkan dirinya dalam posisi Tuhan yang selalu harus dimuliakan dan dilaksanakan segala titahnya serta memegang kekuasaan yang absolut • Tidak manusiawi. hanya satu partai politik. dengan ciri. Tahun 1945-1959. tetapi sekedar ritual demokrasi. dengan menempuh berbagai cara. Demokrasi Pancasila. ekonomi. Tahun 1965-1998. politik dan penegakan HAM.1. Demokrasi Parlementer. terutama presiden tabu untuk dikritik. Kala itu dikenal politik massa mengambang. Tahun 1959-1965. dengan ciri-ciri: Demokrasi berketuhanan Demokrasi yang berkemanusiaan yang adil dan beradab Demokrasi bagi persatuan Indonesia Demokrasi yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Demokrasi berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Kita tidak menafikan betapa indah susunan kata berkaitan dengan Demokrasi Pancasila. Komunis (NASAKOM) Meluasnya peranan militer sebagai unsur sosial politik Demokrasi terpimpin berakhir dengan pemberontakan PKI September 1965.

4. Tahun 1998- sekarang, orde reformasi dengan ciri-ciri enam agenda: • Amandemen UUD 1945 • Penghapusan peran ganda (multifungsi) TNI • Penegakan supremasi hukum dengan indikator mengadili mantan Presiden Soeharto atas kejahatan politik, ekonomi dan kejahatan atas kemanusiaan. • Melaksanakan otonomi daerah seluas-luasnya • Penegakan budaya demokrasi yang anti feodalisme dan kekerasan • Penolakan sisa-sisa Orde Lama dan Orde Baru dalam pemerintaha 5. Demokrasi Pasca MoU Heksinki Bagi rakyat Aceh sebagai salah satu pihak yang terikat dengan isi MoU Helsinki harus mewujudkan prilaku politik/berdemokrasi sesuai dengan isi MoU itu, yakni antara lain: Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan komitmen mereka untuk penyelesaian konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi semua. Para pihak bertekad untuk menciptakan kondisi sehingga pemerintahan rakyat Aceh dapat diwujudkan melalui suatu proses yang demokratis dan adil dalam negara kesatuan dan konstitusi Republik Indonesia (mukaddimah MoU Helsinki alinia 1 dan 2) Sesegera mungkin tapi tidak lebih dari satu tahun sejak penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Pemerintah RI menyepakati dan akan memfasilitasi pembentukan partai-partai politik yang berbasis di Aceh yang memenuhi persyaratan nasional. Memahami aspirasi rakyat Aceh untuk partai-partai politik lokal, Pemerintah RI, dalam tempo satu tahun atau paling lambat 18 bulan sejak penandatangan Nota Kesepahaman ini, akan menciptakan kondisi politik dan hukum untuk pendirian partai politik lokal di Aceh dengan berkonsultasi dengan DPR (1.2.1. MoU Helsinksi)

Partai politik lokal adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia yang berdomisili di Aceh secara sukarela atas dasar persamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara melalui pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)/ Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK), Gubernur dan Wakil Gubernur, serta bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota.( Pasal 1 ayat (2) PP Nomor 20 Tahun 2007) Pemilihan lokal yang bebas dan adil akan diselenggarakan di bawah Undang-Undang baru tentang penyelenggaraan pemerintahan di Aceh untuk memeilik kepala Pemerintah Aceh dan pejabat terpilih lainnya pada bulan April 2006 serta untuk memilih anggota legislative Aceh pada Tahun 2009 (1.2.3 MoU Helsinki)

Partisipasi penuh semua orang Aceh dalam pemilihan lokal dan nasional, akan dijamin sesuai dengan konstitusi Republik Indonesia

Semua aksi kekerasan antara pihak-pihak akan berakhir selambat-lambatnya pada saat penandatangan Nota Kesepahaman ini (4.1. MoU Helsinki)

1 Makalah disampaikan pada Acara Musyawarah Kerja Nanggroe (MUKERNANG) I Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 2Ketua Umum Dewan Pimpinan Nanggroe Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS)
http://ddii.acehprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=75:ghazaliabbas-adan&catid=51:artikel-politik&Itemid=62

[Outsider] Artikel "Fanatisme" yang ditulis jerinx SID
by Retjo on 03:35 PM, 14-Jun-11 Terkait dengan bunyi status FB SID yang berbunyi "Tolong hentikan cara2 berpikir model sinetron yg penuh drama dan konflik nan tak penting. SID bukan tim sepak bola. Fanatisme berlebihan akan membunuh kalian semua. Wake up!" Tak disangka SID mendapat beberapa respon menarik yang menganggap kami menyudutkan sepakbola Indonesia dan supporter-nya. Inilah yang terjadi jika imajinasi dan daya nalar tidak digunakan dalam mengartikan sebuah expresi. Kami mengerti sikap fanatik itu perlu dalam menunjukkan loyalitas. Dan SID akan menghargai sikap fanatik dlm bentuk apapun [bola, musik, agama dll] asal sikap fanatik tsb tidak sampai memakan korban jiwa dan menimbulkan permusuhan antar manusia di Indonesia. Namun apakah yg kerap terjadi di Indonesia? Semua merasa tim-nya, ras-nya, agamanya atau band idolanya paling hebat lalu dengan bangga memusuhi orang2 yang berbeda dengannya. Itu kenyataan di lapangan dan itulah yang ingin kami pertanyakan. Perlu diingat. Konteks SID ketika berkata 'fanatisme yg berlebihan akan membunuhmu' itu dalam kerangka yg luas, bukan cuma dalam konteks supporter bola namun lebih kepada semua unsur sikap fanatisme terhadap sesuatu. Kerusuhan2 dlm konser musik/pertandingan bola maupun kerusuhan2 yang berbau SARA semua berawal dari rasa kebersamaan/loyalitas sebuah kelompok yg berlebihan dan ujung2nya memakan korban jiwa. Bagi kami itu pola pikir yang sangat bodoh dan terbelakang. TIDAK ada manusia yang layak mati sia-sia hanya karena perbedaan selera musik/bola/agama. Kami berkata 'SID bukan tim sepak bola' sebagai kiasan karena akhir2 ini kami melihat sikap fanatik fans SID [Outsiders] hampir berlebihan dan mendekati fanatisme supporter bola. Terus terang kami tidak nyaman dgn situasi ini. Tujuan kami membuat band bukan untuk dipuja-puja dgn perasaan fanatik berlebihan. Kita percaya semua manusia itu sama dimata Tuhan, terlepas dari apa itu suku, agama, ras, musik atau tim sepakbola favoritnya. Mungkin bagi anda yang kurang bisa menangkap maksud kami, intinya adalah: cukup sudah warga Indonesia saling mangsa hanya karena perbedaan2 kecil yg seharusnya tidak menjadi masalah tsb. Bersatu. Boleh fanatik tapi saling menghargai dan berjiwa besar. Sportif. Cheers,
http://retjo.pun.bz/outsider-artikel-fanatisme-yang-ditulis.xhtml

id/index. Wake up!" Tak disangka SID mendapat beberapa respon menarik yang menganggap kami menyudutkan sepakbola Indonesia dan supporter-nya. 14-Jun-11 Terkait dengan bunyi status FB SID yang berbunyi "Tolong hentikan cara2 berpikir model sinetron yg penuh drama dan konflik nan tak penting. SID bukan tim sepak bola. Fanatisme berlebihan akan membunuh kalian semua.acehprov.go. .Aman Seujahtra (PAAS) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 2Ketua Umum Dewan Pimpinan Nanggroe Partai Aceh Aman Seujahtra (PAAS) http://ddii.php? option=com_content&view=article&id=75:ghazali-abbasadan&catid=51:artikel-politik&Itemid=62 [Outsider] Artikel "Fanatisme" yang ditulis jerinx SID by Retjo on 03:35 PM.

ras. TIDAK ada manusia yang layak mati sia-sia hanya karena perbedaan selera musik/bola/agama. Bagi kami itu pola pikir yang sangat bodoh dan terbelakang. Mungkin bagi anda yang kurang bisa menangkap maksud kami. Kita percaya semua manusia itu sama dimata Tuhan. agama dll] asal sikap fanatik tsb tidak sampai memakan korban jiwa dan menimbulkan permusuhan antar manusia di Indonesia. musik.pun.bz/outsider-artikel-fanatisme-yang-ditulis. http://retjo. Cheers. Perlu diingat. Terus terang kami tidak nyaman dgn situasi ini. agamanya atau band idolanya paling hebat lalu dengan bangga memusuhi orang2 yang berbeda dengannya. Itu kenyataan di lapangan dan itulah yang ingin kami pertanyakan. Namun apakah yg kerap terjadi di Indonesia? Semua merasa tim-nya. Dan SID akan menghargai sikap fanatik dlm bentuk apapun [bola. Boleh fanatik tapi saling menghargai dan berjiwa besar. Sportif. Kami berkata 'SID bukan tim sepak bola' sebagai kiasan karena akhir2 ini kami melihat sikap fanatik fans SID [Outsiders] hampir berlebihan dan mendekati fanatisme supporter bola.xhtml . Tujuan kami membuat band bukan untuk dipuja-puja dgn perasaan fanatik berlebihan. Konteks SID ketika berkata 'fanatisme yg berlebihan akan membunuhmu' itu dalam kerangka yg luas. Kami mengerti sikap fanatik itu perlu dalam menunjukkan loyalitas. bukan cuma dalam konteks supporter bola namun lebih kepada semua unsur sikap fanatisme terhadap sesuatu. terlepas dari apa itu suku. ras-nya.Inilah yang terjadi jika imajinasi dan daya nalar tidak digunakan dalam mengartikan sebuah expresi. musik atau tim sepakbola favoritnya. agama. intinya adalah: cukup sudah warga Indonesia saling mangsa hanya karena perbedaan2 kecil yg seharusnya tidak menjadi masalah tsb. Bersatu. Kerusuhan2 dlm konser musik/pertandingan bola maupun kerusuhan2 yang berbau SARA semua berawal dari rasa kebersamaan/loyalitas sebuah kelompok yg berlebihan dan ujung2nya memakan korban jiwa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->