P. 1
POLSTRANAS

POLSTRANAS

|Views: 35|Likes:
Published by Rama Nugraha

More info:

Published by: Rama Nugraha on Dec 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

POLSTRANAS

POLSTRANAS

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
PENGERTIAN

Politik (politics) - kepentingan umum suatu bangsa, yang merupakan suatu rangkaian azas,
prinsip, keadaan, jalan, cara dan alat untuk mencapai tujuan tertentu. Policy (kebijaksanaan) -
penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya
suatu usaha, tujuan yang dikehendaki. Pengambil kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang
pemimpin dalam usaha memilih cara-cara untuk mencapai tujuan antara politic dan policy
terdapat hubungan yang erat dan timbal balik. Strategi adalah cara untuk mencapai suatu tujuan
termasuk politik.

DASAR POLSTRANAS

Poltranas yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut
UUD 1945. Jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang ada disebut sebagai suprastruktur
politik,yaitu MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, dan MA. Badan-badan yang ada dalam
masyarakat disebut sebagai inIrastruktur politik, mencakup pranata-pranata politik yang ada
dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok
kepentingan (interest group), & kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur politik dan
inIrastruktur politik harus dapat bekerjasama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

STRATIFIKASI POLSTRANAS

StratiIikasi Polstranas : stratiIikasi kebijakan nasional dalam NKRI, meliputi : Tingkat Penentu
Kebijakan Pusat, Tingkat Kebijakan Umum, Tingkat Penentu Kebijakan Khusus, dan Tingkat
Penentu Kebijakan Teknis. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak meliputi kebijakan tertinggi yang
lingkupnya nasional mencakup penentuan Undang-undang Dasar, dan yang berkaitan dengan
masalah makro politik bangsa dan negara. Penentu kebijakan puncak adalah kewenangan
presiden sebagai kepala negara.

Bentuk hukum yang dikeluarkan berupa Dekrit, Peraturan atau piagam Kepala Negara. Tingkat
Penentu Kebijakan Umum merupakan tingkat kebijakan dibawah Tingkat Kebijakan Puncak
yang lingkupnya juga nasional dan ditekankan pada masalah makro strategis guna mencapai
situasi dan kondisi tertentu yang diharapkan. Bentuk hukum yang dihasilkan adalah UU, PP,
Keputusan atau Instruksi Presiden, dalam keadaan tertentu dapat dikeluarkan Maklumat
Presiden.

Tingkat penentuan kebijakan khusus merupakan kebijakan umum yang merumuskan strategi,
administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang utama pemerintahan. Wewenang kebijakan
khusus terletak pada menteri berdasarkan dan sesuai dengan kebijakan pada tingkat di atasnya.
Bentuk hukum yang dikeluarkan berupa Peraturan Menteri, Kepmen, Instruksi Menteri, Surat
Edaran Menteri.

Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis ditekankan pada suatu sektor bidang utama dalam bentuk
prosedur dan teknik implementasi rencana, program dan kegiatan. Wewenang pengeluaran
kebijakan teknis terletak pada pimpinan eselon pertama Departemen Pemerintahan dan Pimpinan
Lembaga-lembaga Non-Departemen. Hasil penentuan kebijakan berupa Peraturan, Keputusan,
Instruksi Pimpinan Lembaga Non-Departemen atau Direktur Jenderal.

KETIDAKSEIMBANGAN POLITIK DALAM NEGERI

Politik tidak menghendaki kehancuran Indonesia sebagai kekuatan yg dapat menopang politik
dan ekonomi negara maju, Tetapi negara maju juga khawatir Indonesia menjadi terlalu kuat
sehingga sulit dikendalikan dan berpotensi merugikan kepentingannya. Berusaha memasuki
kawasan politik dan ekonomi Indonesia agar dapat ikut posisikan Indonesia pada kapasitas yg
wajar untuk tetap mendukung politik & ekonomi.

Kepentingan Negara Negara Regional Terhadap I N D O N E S I A Tidak menghendaki
kehancuran Indonesia karena |exodus| bisa menimbulkan kerepotandan instabilitas regional.
Tetapi mereka juga kawatir Indonesia menjaditerlalu kuat sehingga mengancam eksistensi politik
dan ekonominya Berusaha memasuki kawasan politik dan ikut serta dalam kegiatan ekonomi dgn
penguasaan saham dan kegiatan perdagangan Constrains and Disadvantage

POLITIK LUAR NEGERI

Yang dilakukan politik luar negeri : Menggunakan advantage untuk rengkuh peluang dan
netralisir ancaman, Inovasi-inovasi baru untuk tingkatkan posisi tawar bagi kemenangan
diplomasi Tidak bertentangan secara Irontal dengan negara negara besar . Teruskan Kerjasama
cerdas dan proaktiI baik Bilateral maupun multilateralPolitik Politik Dalam Dalam Negeri
Negeri Tanggulangi Ancaman Global Trans National Crime, Terrorism Radicalism, Separatism
Perkuat Sistem Demokrasi Balance oI Power, Transparansi Perkuat yang lemah, kontrol yang
kuat Otonomi Daerah Secara Konsisten Langkah Sistematik& Berlanjut Perkuat hubungan2
antar Daerah.

STRATEGI POLITIK

Apakah perbedaan antara taktik dan sebuah strategi? Menurut jenderal Prusia yang terkenal, Carl
von Clausewitz: 'Taktik adalah seni menggunakan `kekuatan bersenjata` dalam pertemuan.
Strategi merupakan seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan peperangan dan
bertujuan mencapai perdamaian. Rencana jangka panjang tersebut kita sebut strategi. Dalam
Strategi ini, tujuan-tujuan jangka pendek dicapai melalui taktik. Namun, tanpa strategi, taktik
tidak ada gunanya.

Di banyak negara demokrasi, politik sebagian besar dikuasai oleh pertimbangan-pertimbangan
taktis, perilaku taktis serta tindakan yang bersiIat jangka pendek dan terlalu seringkali terlalu
dangkal. Hal ini juga terjadi dalam masyarakat di masa transisi seperti indonesia. Sejak pemilu
terakhir, para pengamat politik dan masyarakat menjadi saksi beberapa langkah taktis yang
brilian yang dilancarkan para politisi dan partai-partai politik Indonesia.

Tetapi, para politisi seringkali menolak adanya pola pikir yang militeristik dengan alasan `kita
tidak dalam keadaan perang, tapi dalam perundingan politik yang damai dan proses-proses lain`
dan `para lawan politik kami bukanlah musuh`. Padahal, setiap ide politik yang baru (seperti
menciptakan atau membubarkan sebuah departemen, pemberian subsidi, dan lain-lain) akan
membingungkan masyarakat karena akan mengubah status quo, dan tidak setiap anggota
masyarakat mendapat keuntungan dari adanya perubahan tersebut. Ada yang menang dan ada
yang kalah.

Perencanaan yang strategis dan cermat (seperti persiapan dan perumusan konsep-konsep dan ide
jangka panjang serta penerapan kebijakan dan kampanye pemilu) merupakan persyaratan bagi
keberhasilan politik dan pembangunan berkelanjutan setiap institusi atau lembaga demokratis.
Namun, yang seringkali dilupakan oleh para politisi, terutama adalah strategi politik untuk
pemilu. Tujuan dari setiap strategi bukanlah kemenangan yang dangkal tapi perdamaian yang
mendasar.

Dalam istilah politik, `perdamaian` ini berarti: penerangan program-program yang tepat dan
reIormasi. Jika tujuan jangka panjang strategi - ini tidak tampak, misi bagi kemenangan akan
tampak sebagai perjuangan bagi kekuasan dan kekayaan pribadi; sebagai sebuah perjuangan
untuk mencapai tujuan-tujuan selain tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui program-program utamanya dalam pendidikan politik, dialog politik dan konsultasi
politik berupaya melakukan peran dalam peralihan dan pengembangan pengetahuan politik yang
bersiIat strategis bermaksud memotivasi para praktisi politik di semua tingkatan legislatiI dan
eksekutiI serta partai-partai politik untuk menggunakan instrumen-instrumen strategis bagi
kebijakan-kebijakan yang dibuat. Agar tercapai pengorganisasian politik yang lebih berhasil-
guna. Kami ingin mendorong diciptakan dan dikembangkannya konsep-konsep politik yang
direncanakan secara strategis, yang meliputi pula unsur taktis dan unsur operasional.

Konsep abstrak seperti strategi politik, paling baik bila dijelaskan, dipahami dan diingat serta
diletakkan dalam konteks praktis. Untuk memberi kesempatan melihat bagaimana strategi dapat
diterapkan dalam praktik (baik berhasil maupun tidak), dan dalam rangka menyambut Pemilu
2004 di Indonesia, pada Maret 2003 memprakasai Program Kunjungan ke Jerman selama
seminggu bagi para politisi dan wartawan.

Tujuannya adalah untuk memperlihatkan kepada para politisi indonesia serta para juru pemenang
pemilu. Bagaimana cara merumuskan, mengorganisasikan dan menerapkan strategi politik pada
pemilu tahun 2002 di Jerman. Untuk mempersiapkan kunjungan, sebelumnya ntelah
mengumpulkan serangkaian materi yang dikompilasi menjadi tiga bagian, dan kini tersedia
bagi masyarakat yang tertarik dan memerlukannya.

Materi tersebut tidak saja meliputi strategi kampanye yang mutakhir yang memberikan
gambaran dari seluruh proses pemilu dan strategi kampanye partai-partai besar, tetapi juga
mengungkapkan banyak hal yang berhubungan dengannya misalnya tentang latar belakang
keikutsertaan mereka, alat yang dipakai untuk mengukur iklim politik dan perasaan rakyat
sebelum dan setelah pemilu, serta hasil pemilu dan evaluasi pasca-pemilu.

Penyediaan materi ini tidak dimaksudkan agar publik Indonesia mengikuti atau meniru strategi
yang dipaparkan, karena sudah barang tentu pemilu di Jerman berlangsung dalam sebuah
konteks yang sangat berbeda dengan Indonesia. Budaya pemilu Jerman, misalnya, cenderung
mengkonsentrasikan lebih pada masalah-masalah tematis dan jarang menggunakan cara-cara
pengumpulan massa. Sebaiknya di Indonesia, pengumpulan massa dan pengibaran bendera selalu
diutamakan dalam setiap kampanye pemilu.

Namun begitu, perbedaan tersebut sekilas mungkin tidak sebesar yang tampak di permukaan.
Bahan bacaan ini dimaksudkan untuk memberikan inspirasi bagi semua yang terlibat dalam
rencana politik strategis atau yang benar-benar mengikutinya serta untuk menjelaskan konsep
abstrak dari strategi politik melalui contoh-contoh praktis. Di samping itu, semua yang
dijabarkan di sini dapat diterapkan dalam sebuah konteks lokal di Indonesia pada pemilu
mendatang dan seterusnya. Keberhasilannya tentu dapat diketahui setelah melalui beberapa
pengujian.

Bacaan ini dibagi dalam tiga bagian mengikuti tahapan logis dari seluruh proses pemilu.
Bagian I mencakup bahan-bahan yang disiapkan sebelumnya atau menjelang pemilu; bagian II
meliputi bahan-bahan yang terbit selama kampanye pemilu seperti yang ditulis dalam artikel
surat kabar secara bertahap dan berkesinambungan. Bagian III atau bagian terakhir merupakan
kumpulan bahan yang diterbitkan setelah hari pencoblosan.

Bagian I merupakan sebuah pengantar, yakni `InIormasi umum tentang kampanye dan
strateginya`: bagaimana merencanakan sebuah kampanye, bagaimana kampanye pemilu di
Jerman mengalami perubahan, atau bagaimana ketika partai sebuah strategi yang benar-benar
baru (sekurangnya di Jerman), partai tersebut memberikan contoh unsur-unsur sebuah kampanye
pemilu yang berbeda dari kampanye pemilu pada umumnya, yakni unsur teknik, target,
kampanye negatiI, dan sebagainya.

Bagian I juga mencakup analisis pra-pemilu dari Pemilihan Umum Jerman oleh dua ilmuwan
politik, yang dapat memberikan pandangan yang menarik, dan akhirnya analisis tersebut
memberikan tinjauan kritis mengenai lembaga jajak pendapat atau lembaga polling. Lembaga-
lembaga jajak pendapat telah memainkan peran yang semakin penting di setiap kampanye
politik. Partai-partai peserta pemilu sendiri membutuhkan jasa mereka bahkan sebelum mereka
mulai merumuskan sebuah strategi.

Selama kampanye, lembaga-lembaga jajak pendapat berusaha menarik perhatian masyarakat.
InIormasi ini bukan saja merupakan respon penting bagi publik, tetapi juga bagi para juru
kampanye itu sendiri, karena saat ini lembaga-lembaga jajak pendapat telah memainkan peran
utama dalam pemilu. Adalah hal yang penting untuk menyimak secara kritis cara kerja atau
metode yang mereka gunakan, baik kekuatan maupun kelemahannya.

Perencanaan, Organisasi dan Penerapan Strategi`. Kampanye pemilu tahun 1998 dan juga
kampanye tahun 2000 akan menjadi contoh cara merencanakan, mengorganisasikan dan
merumuskan sebuah strategi. Kedua kampanye ini dipilih menjadi contoh karena merupakan
tonggak penting bagi pemikiran politik strategis di Jerman. Selain itu, kedua partai tersebut
menggunakan kampanye strategi yang berhasil ini sebagai landasan bagi strategi Pemilu 2002
mereka.

Adalah menarik untuk melihat bagaimana dua konsep ini bekerja untuk dua partai dengan
kondisi yang berbeda. Bagian II juga meliputi pengantar pendek kampanye tahun 2002. Bagian
utama dari bagian II ini adalah kumpulan artikel surat kabar tentang penerapan kampanye-
kampanye selama Pemilu 2002. Artikel-artikel tersebut dianggap berhasil atau tidak.

Terakhir, bagian ini mencakup pilihan poster-poster kampanye dari partai-partai yang berbeda,
yang menggambarkan bagaimana mereka berusaha menampakkan strategi yang berbeda.
Bagian III tentang `Hasil Pemilu dan Analisis`. Hari pencoblosan adalah hari yang penting bagi
partai-partai politik. Inilah saat dimana semua yang memanas pada akhirnya meredup. Saat itulah
partai-partai mengetahui apakah strategi yang mereka rencanakan, organisasikan dan terapkan
dalam waktu yang lama akan membawa keberhasilan atau tidak kepada mereka. Meskipun pada
akhirnya memenangkan pemilu, kebanyakan analis berpendapat, pemenang sesungguhnya dari
kampanye.

Koalisi Merah-Hijau hanya mendapat kursi mayoritas dari 306 (pada pemilu sebelumnya)
menjadi 295 pada pemilu 2002. Analisis pasca-pemilu memainkan peran utama dalam seluruh
proses pemilihan. Dengan menganalisa Iaktor-Iaktor: pada pemilih mana partai mendapatkan
suara terbanyak. Apakah ada pilihan gender yang berbeda pada setiap partai, apakah rakyat di
bekas Jerman Timur masih memberikan suara yang berbeda dengan rakyat di Jerman bagian
barat dan sebagainya, partai-partai mendapatkan inIormasi penting bagi rencana strategis mereka
di masa mendatang. Bagian III juga meliputi hasil-hasil pemilu bersama di dua negara bagian
sebelum pemilu serta hasil pemilu bersama di dua negara bagian setelah pemilu.

Membandingkan pemilu di tingkat nasional dan lokal juga dapat memberikan pandangan
strategis yang penting. Dalam hal pemilu 2002 pemilu bersama di negara bagian `Hessen` dan
`Niedersachsen` memberikan sinyal penting. Meskipun baru saja memenangkan pemilu di
tingkat nasional, partai tersebut kehilangan suara yang penting selama pemilu lokal di dua negara
bagian. Kedua negara bagian itu sekarang dipimpin oleh CDU. Analis pemilu membicarakan
keadaan para pemilih yang ingin `menghukum` koalisi pemerintah.

Mayoritas analis tersebut setuju bahwa meski Iaktor-Iaktor lokal juga memainkan peran dalam
hasil pemilu bersama, politik tingkat nasional juga memainkan Iaktor yang penting. Jadi, pemilu
di tingkat lokal memberikan indikator yang penting bagi politik di tingkat nasional. Seberapa
baik politik kita berlangsung? Diagram suasana politik di Jerman sebelum dan setelah pemilu
jelas menggambarkan kecenderungan yang menurun secara tiba-tiba.
STRATIFIKASI POLSTRANAS
STRATIFIKASI POLSTRANAS
1. 1. Kebijakan Puncak
2. 2. Kebijakan Umum

1. Kebijakan tertinggi yang lingkupnya nasional dan masalah-masalah makro politik nasional
untuk merumuskan idaman nasional (national goal). Kebijakan puncak nasional ini dilakukan
oleh MPR dan GBHN.
2. Menyangkut kekuasaan kepala negara diatur pasal 10 sampai 15 UUD 1945 dan bentuk
hukumnya adalah dekrit, peraturan/piagam kepala negara.

Menyangkut masalah-masalah makro strategis dan bentuknya :

1. a. UU dan Perpu
2. b. Peraturan Pemerintah
3. c. Kepres/Inpres
4. d. Maklumat Presiden
5. 3. Kebijakan Khusus

Penjabaran kebijakan umum untuk merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur
dalam kebijakan umum.

Wewenang kebijakan khusus terletak pada menteri dan bentuknya: Permen, Kepmen, Inmen, dan
SE Menteri.

1. 4. Kebijakan Teknis

Penjabaran suatu sektor (bidang) dari bidang utama dalam bentuk prosedur dan teknis untuk
mengimplementasikan rencana, program dan kegiatan. Wewenang kebijakan itu ditangan
pimpinan eselon pertama departemen dan lembaga-lembaga non departemen.

1. 5. Kekuasaan membuat aturan di daerah
1. a. Penentuan kebijakan mengenai pelaksanaan pemerintah pusat di daerah dipegang oleh
Gubernur, Bupati/Walikota. Bentuknya putusan atau Intruksi.
2. b. Penentuan kebijakan pemerintah daerah (otonom) dipegang oleh kepala daerah tingkat I/II
bentuknya Perda I/II.

Jabatan Gubernur, Bupati/Walikota dan Kepala Daerah tingkat I/II disatukan dalam satu jabatan
sehingga penyebutannya :

* Gubernur/Kepala Daerah tingkat I
* Bupati/Kepala Daerah tingkat II
* Walikota/Kepala Daerah tingkat II

Polstranas dalam aturan ketatanegaraan dituangkan dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh
MPR, selanjutnya pelaksanaannya dilaksanakan oleh Presiden/ Mandataris MPR.

Tujuan pembangunan nasional adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa dan dalam
pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga seluruh
rakyat. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan
berbagai cara dan mengikuti wajib belajar, membayar pajak, melestarikan lingkungan hidup,
mentaati peraturan yang berlaku, menjaga ketertiban dan keamanan, dsb.
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
A. Pengertian Politik Strategi dan Polstranas
Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat
yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi
kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda.
Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi
kepentingan penggunaan, yaitu :
1. Dalam arti kepentingan umum (politics) Politik dalam arti kepentingan umum atau segala
usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di
Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip,
keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu
keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk
mencapai keadaan yang kita inginkan.
2. Dalam arti kebijaksanaan (Policy) Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan
tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau
keadaan yang kita kehendaki.
Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya : proses pertimbangan menjamin
terlaksananya suatu usaha pencapaian cita-cita/keinginan Jadi politik adalah tindakan dari
suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara.Dengan demikian,
politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan : * Negara * Kekuasaan * Kebijakan umum
* Distribusi
B. Dasar Pemikiran Penyususan Politik dan Strategi Nasional Penyusunan politik dan strategi
nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen
nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan
Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka
acuan dalam penyususan politik strategi nasional, karena didalamnya terkandung dasar negara,
cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.
C. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Proses penyusunan politik strategi nasional pada
inIrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Sesuai dengan
kebijakan politik nasional, penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan
terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran masing-masing
sektor/bidang. Dalam era reIormasi saat ini masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam
mengawasi jalannya politik strategi nasional yang dibuat dan dilaksanakan oleh Presiden.
D . StratiIikasi Politik Nasional StratiIikasi politik nasional dalam negara Republik Indonesia
adalah sebagai berikut ;
1. Tingkat penentu kebijakan puncak
2. Tingkat kebijakan umum
3. Tingkat penentu kebijakan khusus
4. Tingkat penentu kebijakan teknis
5. Tingkat penentu kebijakan di Daerah
E. Politik Pembangunan Nasional dan Manajemen Nasional Politik dan Strategi Nasional dalam
aturan ketatanegaraan selama ini dituangkan dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh MPR.
Hal ini berlaku sebelum adanya penyelenggaraan pemilihan umum Presiden secara langsung
pada tahun 2004. Setelah pemilu 2004 Presiden menetapkan visi dan misi yang dijadikan rencana
pembangunan jangka menengah yang digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan
pemerintahan dan membangun bangsa. * Makna pembangunan nasional Pembangunan nasional
mencakup hal-hal yang bersiIat lahiriah maupun batiniah yang selaras, serasi dan seimbang.
Itulah sebabnya pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan manusia dan masyarakat
Indonesia yang seutuhnya, yakni sejahtera lahir dan batin. * Manajemen nasional Pada dasarnya
sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara tata nilai, struktur dan proses untuk
mencapai daya guna dan hasil guna sebesar mungkin dalam menggunakan sumber dana dan
sumber daya nasional demi mencapai tujuan nasional. Proses penyelenggaraan yang serasi dan
terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy Iormulation), pelaksanaan
kebijaksanaan, dan penilaian hasil kebijaksanaan terhadap berbagai kebijaksanaan nasional.
F. Otonomi Daerah Tujuan pemberian otonomi tetap seperti yang dirumuskan saat ini yaitu
memberdayakan daerah, termasuk masyarakatnya, mendorong prakarsa dan peran serta
masyarakat dalam proses pemerintahan dan pembangunan. Pemerintah juga tidak lupa untuk
lebih meningkatkan eIisiensi, eIektivitas dan akuntabilitas penyelenggaraan Iungsi-Iungsi seperti
pelayanan, pengembangan dan perlindungan terhadap masyarakat dalam ikatan NKRI. Asas-asas
penyelenggaraan pemerintahan seperti desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan,
diselenggarakan secara proporsional sehingga saling menunjang. H. Implementasi Politik dan
Strategi Nasional Implementasi politik dan strategi nasional di bidang hukum:
1. Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya kesadaran dan
kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum.
2. Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan
menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundangundangan warisan
kolonial dan hukum nasional yang diskriminatiI, termasuk ketidakadilan gender dan
ketidaksesuaianya dengan reIormasi melalui program legalisasi.
3. Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat, mudah, murah dan terbuka, serta bebas
korupsi dan nepotisme dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan dan kebenaran.
4. Meningkatkan pemahaman dan penyadaran, serta meningkatkan perlindungan. Penghormatan
dan penegakan hak asasi manusia dalam seluruh aspek kehidupan.
5. Menyelesaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan hak asasi manusia
yang belum ditangani secara tuntas. Implemetasi politk strategi nasional dibidang ekonomi.
6. Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang
berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai
nilai keadilan, kepentingan sosial, kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan dan
berkelanjutan sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja,
perlindungan hakhak konsumen, serta perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
7. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya struktur
pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distortiI, yang merugikan masyarakat.
Implementasi politik strategi nasional di bidang politik
8. Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
bertumpu pada kebhinekatunggalikaan. Untuk menyelesaikan masalahmasalah yang mendesak
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, perlu upaya rekonsiliasi nasional
yang diatur dengan undangundang.
9. Menyempurnakan UndangUndang Dasar 1945 sejalan dengan perkembangan kebutuhan
bangsa, dinamika dan tuntutan reIormasi, dengan tetap memelihara kesatuan dan persatuan
bengsa, serta sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan UndangUndang Dasar 1945.
10. Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan terbuka,
mengembangkan kehidupan kepartaian yang menghormati keberagaman aspirasi politik, serta
mengembangkan sistem dan penyelengaraan pemilu yang demokratis dengan menyempurnakan
berbagai peraturan perundangundangan dibidang politik.
a. Politik luar negeri
b. Penyelenggara negara
c. Komunikasi, inIormasi, dan media massa
d. Agama
e. Pendidikan Secara umum Pembangunan Daerah adalah sebagai berikut :
* Mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab dalam rangka
pemberdayaan masyarakat, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga hukum, lembaga
keagamaan, lembaga adat dan lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh masayrakat dalam
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
* Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi daerah propinsi, daerah
kabupaten, daerah kota dan desa.
* Mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang eIektiI dan kuat dengan memberdayakan
pelaku dan potensi ekonomi daerah serta memperhatikan penataan ruang, baik Iisik maupun
sosial sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pelaksanaan ekonomi
daerah. Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.
* Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanIaat bagi
peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi.
* Meningkatkan pemanIaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan
melakukan konservasi, rehabilitasi, dan penghematan penggunaan, dengan menerapkan
teknologi ramah lingkungan.
* Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam
pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektiI dan pemeliharaan lingkungan
sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur dengan undangundang. Implementasi di
bidang pertahanan dan keamanan.
* Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru secara konsisten melalui reposisi,
redeIinisi, dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara untuk
melindungi, memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan
memberikan darma baktinya dalam membantu menyelenggarakan pembangunan.
* Meningkatkan kualitas keproIesionalan Tentara Nasional Indonesia, meningkatkan rasio
kekuatan komponen utama serta mengembangkan kekuatan pertahanan keamanan negara ke
wilayah yang di dukung dengan sarana, prasarana, dan anggaran yang memadai.
* Memperluas dan meningkatkan kualitas kerja sama bilateral bidang pertahanan dan keamanan
dalam rangka memelihara stabilitas keamanan regional dan turut serta berpartisipasi dalam upaya
pemeliharaan perdamaian dunia.
PERBEDAAN POLA PENYUSUNAN POLITIK SRTATEGI NASIONAL INDONESIA
ANTARA ERA ORDE BARU DAN SETELAH REFORMASI
Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu
cita-cita dan tujuan nasional bangsa. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan
politik nasional dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.
Dapat dikatakan bahwa strategi nasional disusun untuk mendukung terwujudnya politik nasional.
Polstranas disusun dengan memahami pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam sistem
manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan
Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional dipergunakan sebagai
kerangka acuan dalam penyusunan politik strategi nasional, karena di dalamnya terkandung
dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.
Proses penyusunan politik strategi nasional merupakan sasaran yang akan dicapai oleh segenap
rakyat Indonesia. Penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap
seluruh lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran polstranas pada masing-masing
bidang. Dalam era ini masyarakat memiliki peranan yang sangat besar dalam pengawasan politik
strategi nasional yang dibuat dan dilaksanakan oleh segenap penyelenggara negara, guna
mewujudkan tujuan luhur negara yang telah ditetapkan sebelumnya pada pembukaan UUD 1945.
Sebelum tahun 2004 Presiden merupakan mandataris MPR. Dipilih dan diangkat oleh MPR,
serta menjadikan GBHN yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR sebagai acuan bagi politik dan
strategi nasional. Kebijakan ini kemudian ditiadakan setelah diadakanya pemilihan langsung oleh
rakyat terhadap Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2004. GBHN yang sebelumnya
dipergunakan sebagai acuan penyusunan Polstranas kemudian digantikan oleh pidato visi dan
misi Presiden dan Wakil Presiden yang disampaikan pada saat sidang MPR, pidato visi dan misi
ini diperdengarkan setelah Presiden dan Wakil Presiden secara resmi dilantik, diambil sumpah
dan janjinya.
Menjadi kewajiban mutlak bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk memenuhi janji yang
sebelumnya ia sampaikan kepada masyarakat. Janji-janji ini lah yang mereka gunakan sebagai
dasar penyusunan visi dan misi (politik dan strategi nasional) dalam tujuannya untuk
membangunan bangsa dan negara selama satu periode pemerintahan. Apabila dalam berjalannya
proses pemerintahan tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya mereka janjikan, masyarakat
dapat mempertanyakan hal ini kepada pemerintah dan wujud pertanggungjawaban terakhir
adalah mundurnya Presiden dan Wakil Presiden dari kursi Kepresidenan.
EksekutiI negara menjadikan visi dan misi Presiden sebagai acuan dalam proses penyusunan
polstranas. Strategi nasional dilaksanakan oleh para manteri dan pimpinan lembaga-lembaga
negara setingkat menteri dengan arahan langsung dari Presiden. Polstranas hasil penyusunan
Presiden harus memuat tujuan-tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupa
bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
Mulainya pemerintahan era orde baru diawali ketika presiden Soeharto diangkat menjadi
Presiden oleh MPRS pada tahun 1966 dan diakhiri ketika presiden soeharto dilengserkan pada
tahun 1998. Pada 32 tahun kekuasaannya, presiden Soeharto menggunakan Garis-garis besar
haluan negara(GBHN) sebagai acuan politik dan strategi nasional yang sebelumnya telah disusun
oleh MPR. GBHN ini menekankan pada program rencana pembangunan lima tahun yang terbagi
menjadi 4 tahap yaitu :
1.Repelita I (1969 1974) bertujuan memenuhi kebutuhan dasar dan inIrastruktur dengan
penekanan pada bidang pertanian.
2.Repelita II (1974 1979) bertujuan meningkatkan pembangunan di pulau-pulau selain Jawa,
Bali dan Madura, di antaranya melalui transmigrasi.
3.Repelita III (1979 1984) menekankan bidang industri padat karya untuk meningkatkan
ekspor.
4.Repelita IV (1984 1989) bertujuan menciptakan lapangan kerja baru dan industri.
5.Repelita V (1989 1994) menekankan bidang transportasi, komunikasi dan pendidikan.
Sebagian besar anggota MPR pada masa itu adalah orang-orang pilihan Soeharto sehingga dapat
dipastikan bahwa polstranas pada saat itu adalah polstranas pesanan Soeharto. Pemerintahan
yang dipimpinnya memang sukses dalam memajukan ekonomi makro, namun ekonomi mikro
sangat lemah. Pembangunan cenderung berpusat di pemerintahan pusat.
Pada tahun 1998-1999 Presiden B. J. Habibie merupakan tokoh yang membawa perubahan bagi
bangsa Indonesia menuju era reIormasi. Dalam pemerintahan yang dijalankannya, tonggak
reIormasi tertanam dengan baik sehingga tidak ada perubahan pun berlangsung lancar. Lalu
tahun 1999-2001 Abdurrahman Wahid, kemudian tahun 2001-2004 menjabat Megawati
Soekarno Putri sebagai Presiden Republik Indonesia. Masa-masa ini merupakan masa euphoria
reIormasi. Indonesia seperti dilahirkan kembali, menjadi sebuah bangsa yang terbebas dari
berbagai macam ketidakadilan pemerintah. ReIormasi didengungkan di segala bidang. Selama
kurang lebih enam tahun masa reIormasi ini polstranas Indonesia masih mengacu kepada GBHN
yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR. Pada kurun waktu ini bangsa Indonesia mengalami
perubahan hampir di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Merupakan masa-masa
transisi dari orde baru milik Soeharto menuju pemerintahan yang demokratis di seluruh aspek
kehidupan.
Terpilihnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan umum secara langsung tahun
2004 menandai pula perubahan dalam perumusan polstranas. Pada masa ini polstranas disusun
berdasarkan visi dan misi langsung Presiden dalam pidato kenegaraan di hadapan segenap
anggota MPR, DPR dan anggota lembaga tinggi negara lainnya. Visi dan misi inilah yang
dipergunakan sebagai politik strategi nasional dalam menjalankan pemerintahan dan
melaksanakan pembangunan selama lima tahun. Sampai pada akhirnya terpilih kembali pada
tahun 2009.
Meskipun pada saat ini polstranas tidak disusun langsung oleh MPR, lembaga ini tidak bisa lepas
tangan terhadap realisasi politik dan strategi nasional berdasarkan visi dan misi Presiden. MPR
dan DPR adalah pengawal segala kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat.
Mengaspirasikan kepentingan masyarakat. Membuat undang-undang yang bertujuan
mensejahterakan masyarakat luas, dan menjaga kestabilan pemerintahan. Antara eksekutiI,
legislatiI dan yudikatiI tidak dapat berdiri sendiri. Ketiga unsur ini diharapkan mampu
bekerjasama dalam kaitannya dengan mewujudkan tujuan negara Indonesia.

ÞollLlk naslonal adah suaLu kebl[akan umum dan pengambllan kebl[akan unLuk mencapal suaLu clLaŴclLa
dan Lu[uan naslonal bangsaŦ Sedangkan sLraLegl naslonal adalah cara melaksanakan pollLlk naslonal
dalam upaya mencapal sasaran dan Lu[uan yang dlLeLapkan oleh pollLlk naslonalŦ uapaL dlkaLakan bahwa
sLraLegl naslonal dlsusun unLuk mendukung Lerwu[udnya pollLlk naslonalŦ
Sebelum Lahun 2004 Þreslden merupakan mandaLarls MÞ8Ŧ ulplllh dan dlangkaL oleh MÞ8ţ serLa
men[adlkan C8Pn yang dlbuaL dan dlLeLapkan oleh MÞ8 sebagal acuan bagl pollLlk dan sLraLegl naslonalŦ
kebl[akan lnl kemudlan dlLladakan seLelah dladakanya pemlllhan langsung oleh rakyaL Lerhadap Þreslden
dan Wakll Þreslden pada Lahun 2004Ŧ C8Pn yang sebelumnya dlpergunakan sebagal acuan penyusunan
ÞolsLranas kemudlan dlganLlkan oleh pldaLo vlsl dan mlsl Þreslden dan Wakll Þreslden yang dlsampalkan
pada saaL sldang MÞ8ţ pldaLo vlsl dan mlsl lnl dlperdengarkan seLelah Þreslden dan Wakll Þreslden
secara resml dllanLlkţ dlambll sumpah dan [an[lnyaŦ
Þreslden dan Wakll Þreslden Lerplllhţ secara moral berLanggung [awab Lerhadap apa yang Lelah la
[an[lkan kepada masyarakaL dalam kalLannya dengan upaya mendapaL slmpaLl darl masyarakaL melalul
proses kampanyeŦ SeLlap calon Þreslden dan Wakll Þreslden men[an[lkan segala hal yang luar blasa bagl
kehldupan masyarakaL [lka pada pemlllhan umum mendapaL suara LerbanyakŦ 1ldak [arang para calon
mengumbar [an[lŴ[an[l berleblhan yang Lldak masuk akalţ sehlngga masyarakaL Lerpengaruh Lerhadap
bu[uk rayu sang calon dan kemudlan memlllhnya dalam pemlllhan umumŦ !an[l lnllah yang dlpergunakan
oleh masyarakaL dalam menllal calonŴcalon yang sallng berLarungţ walaupun pada kenyaLaannya
masyarakaL memang Lelah bosan dengan [an[l palsu para calon Þreslden dan Wakll ÞresldenŦ
Men[adl kewa[lban muLlak bagl Þreslden dan Wakll Þreslden Lerplllh unLuk memenuhl [an[l yang
sebelumnya la sampalkan kepada masyarakaLŦ !an[lŴ[an[l lnl lah yang mereka gunakan sebagal dasar
penyusunan vlsl dan mlsl (pollLlk dan sLraLegl naslonal) dalam Lu[uannya unLuk membangunan bangsa
dan negara selama saLu perlode pemerlnLahanŦ Apablla dalam ber[alannya proses pemerlnLahan Lldak
sesual dengan apa yang sebelumnya mereka [an[lkanţ masyarakaL dapaL memperLanyakan hal lnl kepada
pemerlnLah dan wu[ud perLanggung[awaban Lerakhlr adalah mundurnya Þreslden dan Wakll Þreslden
darl kursl kepresldenanŦ
ÞolsLranas dlsusun dengan memahaml pokokŴpokok plklran yang LerdapaL dalam slsLem mana[emen
naslonal yang berdasarkan ldeologl Þancasllaţ uuu 1943ţ Wawasan nusanLara dan keLahanan naslonalŦ
Landasan pemlklran dalam mana[emen naslonal dlpergunakan sebagal kerangka acuan dalam
penyusunan pollLlk sLraLegl naslonalţ karena dl dalamnya Lerkandung dasar negaraţ clLaŴclLa naslonal
dan konsep sLraLegl bangsa lndoneslaŦ
LksekuLlf negara men[adlkan vlsl dan mlsl Þreslden sebagal acuan dalam proses penyusunan ÞolsLranasŦ
SLraLegl naslonal dllaksanakan oleh para manLerl dan plmplnan lembagaŴlembaga negara seLlngkaL
menLerl dengan arahan langsung darl ÞresldenŦ ÞolsLranas hasll penyusunan Þreslden harus memuaL
Lu[uanŴLu[uan negara yalLu mellndungl segenap bangsa lndonesla dan seluruh Lumpah darah lndoneslaţ
mema[ukan kese[ahLeraan umumţ mencerdaskan kehldupa bangsa dan lkuL melaksanakan keLerLlban
dunla berdasarkan kemerdekaanţ perdamalan abadl dan keadllan soslalŦ
Þada awalŴawal 8epubllk lndonesla LerbenLukţ Lahun 1943Ŵ1963 adalah perlode kepemlmplnan
Soekarno dengan demokrasl LerplmplnŦ kedudukan Þreslden Soekarno menuruL uuu 1943 adalah
kepala negara sekallgus kepala ÞemerlnLahan (presldenslll/slngle execuLlve)ţ namun pada masa revolusl
kemerdekaan (november 1943) berubah men[adl semlŴpresldenslll/double execuLlve dengan SuLan
Syahrlr sebagal kepala ÞemerlnLahan/Þerdana MenLerlŦ ÞolsLranas pada masaŴmasa lnl sangaL kenLal
dengan unsurŴunsur kedlkLaLoranţ karena pollLlk dan sLraLegl naslonal hanya berpusaL pada saLu orangţ
Lanpa konLrol yang memadal darl plhak manapunŦ Lfek darl kedlkLaLoran lnl adalah perekonomlan
men[adl Lldak ma[uţ parLlslpasl masa sangaL dlbaLaslţ penghormaLan Lerhadap PAM rendah dan
masuknya mlllLer ke dalam Lubuh pemerlnLahanŦ Þroses pemerlnLahan men[adl Lldak sehaL dan pada
akhlrnya masyarakaL yang merasakan lmbas keLerpurukan darl slsLem lnlŦ
Þreslden SoeharLo dlangkaL men[adl Þreslden oleh MÞ8S pada Lahun 1966 dan lengser pada Lahun 1998Ŧ
Þada 32 Lahun kekuasaannyaţ SoeharLo menggunakan C8Pn sebagal acuan pollLlk dan sLraLegl naslonal
yang sebelumnya Lelah dlsusun oleh MÞ8Ŧ Sebaglan besar anggoLa MÞ8 pada masa lLu adalah orangŴ
orang plllhan SoeharLo sehlngga dapaL dlpasLlkan bahwa polsLranas pada saaL lLu adalah polsLranas
pesanan SoeharLoŦ ÞemerlnLahan yang dlplmplnnya memang sukses dalam mema[ukan ekonoml makroţ
namun ekonoml mlkro sangaL lemahŦ Þembangunan cenderung berpusaL dl pemerlnLahan pusaLŦ
Þada Lahun 1998Ŵ1999 Þreslden 8Ŧ !Ŧ Pablbleţ Lahun 1999Ŵ2001 Abdurrahman Wahldţ kemudlan Lahun
2001Ŵ2004 men[abaL MegawaLl Soekarno ÞuLrl sebagal Þreslden 8epubllk lndoneslaŦ MasaŴmasa lnl
merupakan masa euphorla reformaslŦ lndonesla seperLl dllahlrkan kemballţ men[adl sebuah bangsa yang
Lerbebas darl berbagal macam keLldakadllan pemerlnLahŦ 8eformasl dldengungkan dl segala bldangŦ
Selama kurang leblh enam Lahun masa reformasl lnl polsLranas lndonesla maslh mengacu kepada C8Pn
yang dlbuaL dan dlLeLapkan oleh MÞ8Ŧ Þada kurun wakLu lnl bangsa lndonesla mengalaml perubahan
hamplr dl seluruh aspek kehldupan berbangsa dan bernegaraŦ Merupakan masaŴmasa Lranslsl darl orde
baru mlllk SoeharLo menu[u pemerlnLahan yang demokraLls dl seluruh aspek kehldupanŦ
1erplllhnya Þreslden Susllo 8ambang ?udhoyono pada pemlllhan umum secara langsung Lahun 2004
menandal pula perubahan dalam perumusan polsLranasŦ Þada masa lnl polsLranas dlsusun berdasarkan
vlsl dan mlsl langsung Þreslden dalam pldaLo kenegaraan dl hadapan segenap anggoLa MÞ8ţ uÞ8 dan
anggoLa lembaga Llnggl negara lalnnyaŦ vlsl dan mlsl lnllah yang dlpergunakan sebagal pollLlk sLraLegl
naslonal dalam men[alankan pemerlnLahan dan melaksanakan pembangunan selama llma LahunŦ
Sampal pada akhlrnya Lerplllh kemball pada Lahun 2009Ŧ
Mesklpun pada saaL lnl polsLranas Lldak dlsusun langsung oleh MÞ8ţ lembaga lnl Lldak blsa lepas Langan
Lerhadap reallsasl pollLlk dan sLraLegl naslonal berdasarkan vlsl dan mlsl ÞresldenŦ MÞ8 dan uÞ8 adalah
pengawal segala kebl[akan yang berkalLan dengan ha[aL hldup masyarakaLŦ Mengasplraslkan
kepenLlngan masyarakaLŦ MembuaL undangŴundang yang berLu[uan mense[ahLerakan masyarakaL luasţ
dan men[aga kesLabllan pemerlnLanŦ AnLara eksekuLlfţ leglslaLlf dan yudlkaLlf Lldak dapaL berdlrl sendlrlŦ
keLlga unsur lnl dlharapkan mampu beker[asama dalam kalLannya dengan mewu[udkan Lu[uan negara
lndoneslaŦ


Secara etimologis kata politik berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang akar katanya adalah
polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri. Politik merupakan rangkaian asas,
prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang
mencakup kepentingan seluruh warga negara. Sisi lain, politik dapat juga disebut proses
pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat antara lain berwujud proses
pembuatan keputusan dalam negara. Adapun menurut teori klasik Aristoteles pengertian Politik
adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Politik mengandung aspek-aspek sebagai berikut negara (state), kekuasaan (power), pengambilan
keputusan (decision making),kebijaksanaaan (pollicy)dan pembagian (distribution) atau alokasi
(allocation).
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani Strategos yang dapat diterjemahkan sebagai komandan
militer. Dalam bahasa Indonesia strategi diartikan sebagai rencana jangka panjang dan disertai
tindakan-tindakan konkret untuk mewujudkan sesuatu yang telah direncanakan sebelumnya.
Politik nasional adah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu
cita-cita dan tujuan nasional bangsa. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan
politik nasional dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.
Dapat dikatakan bahwa strategi nasional disusun untuk mendukung terwujudnya politik nasional.
Sebelum tahun 2004 Presiden merupakan mandataris MPR. Dipilih dan diangkat oleh MPR,
serta menjadikan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR
sebagai acuan bagi politik dan strategi nasional (polstranas). Kebijakan ini kemudian ditiadakan
setelah diadakanya pemilihan langsung oleh rakyat terhadap Presiden dan Wakil Presiden pada
tahun 2004. GBHN yang sebelumnya dipergunakan sebagai acuan penyusunan Polstranas
kemudian digantikan oleh pidato visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden yang disampaikan
pada saat sidang MPR, pidato visi dan misi ini diperdengarkan setelah Presiden dan Wakil
Presiden secara resmi dilantik, diambil sumpah dan janjinya.
Presiden dan Wakil Presiden terpilih, secara moral bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia
janjikan kepada masyarakat dalam kaitannya dengan upaya mendapat simpati dari masyarakat
melalui proses kampanye. Setiap calon Presiden dan Wakil Presiden menjanjikan segala hal yang
luar biasa bagi kehidupan masyarakat jika pada pemilihan umum mendapat suara terbanyak.
Tidak jarang para calon mengumbar janji-janji berlebihan yang tidak masuk akal, sehingga
masyarakat terpengaruh terhadap bujuk rayu sang calon dan kemudian memilihnya dalam
pemilihan umum. Janji inilah yang dipergunakan oleh masyarakat dalam menilai calon-calon
yang saling bertarung, walaupun pada kenyataannya masyarakat memang telah bosan dengan
janji palsu para calon Presiden dan Wakil Presiden.
Menjadi kewajiban mutlak bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk memenuhi janji yang
sebelumnya ia sampaikan kepada masyarakat. Janji-janji ini lah yang mereka gunakan sebagai
dasar penyusunan visi dan misi (politik dan strategi nasional) dalam tujuannya untuk
membangunan bangsa dan negara selama satu periode pemerintahan. Apabila dalam berjalannya
proses pemerintahan tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya mereka janjikan, masyarakat
dapat mempertanyakan hal ini kepada pemerintah dan wujud pertanggungjawaban terakhir
adalah mundurnya Presiden dan Wakil Presiden dari kursi Kepresidenan.
Polstranas disusun dengan memahami pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam sistem
manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan
Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional dipergunakan sebagai
kerangka acuan dalam penyusunan politik strategi nasional, karena di dalamnya terkandung
dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.
EksekutiI negara menjadikan visi dan misi Presiden sebagai acuan dalam proses penyusunan
Polstranas. Strategi nasional dilaksanakan oleh para manteri dan pimpinan lembaga-lembaga
negara setingkat menteri dengan arahan langsung dari Presiden. Polstranas hasil penyusunan
Presiden harus memuat tujuan-tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupa
bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
Masa Orde baru ditandai dengan diangkatnya Presiden Soeharto menjadi Presiden oleh MPRS
pada tahun 1966 dan lengser pada tahun 1998. Pada 32 tahun kekuasaannya, Soeharto
menggunakan GBHN sebagai acuan politik dan strategi nasional yang sebelumnya telah disusun
oleh MPR. Sebagian besar anggota MPR pada masa itu adalah orang-orang pilihan Soeharto
sehingga dapat dipastikan bahwa polstranas pada saat itu adalah polstranas pesanan Soeharto.
Pemerintahan yang dipimpinnya memang sukses dalam memajukan ekonomi makro, namun
ekonomi mikro sangat lemah. Pembangunan cenderung berpusat di pemerintahan pusat.
Selama periode ini Polstranas disusun dan ditetapkan oleh MPR yang dijabarkan dalam bentuk
GBHN yang berisi program pembangunan jangka panjang (PJP) 25 tahun dan program
pembangunan jangka sedang (PJS) 5 tahun.
Pada tahun 1998-1999 Presiden B. J. Habibie, tahun 1999-2001 Abdurrahman Wahid, kemudian
tahun 2001-2004 menjabat Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden Republik Indonesia.
Masa-masa ini merupakan masa euphoria reIormasi. Indonesia seperti dilahirkan kembali,
menjadi sebuah bangsa yang terbebas dari berbagai macam ketidakadilan pemerintah. ReIormasi
didengungkan di segala bidang. Selama kurang lebih enam tahun masa reIormasi ini polstranas
Indonesia masih mengacu kepada GBHN yang dibuat dan ditetapkan oleh MPR.
Periode ini ditandai pemberlakuan Ketetapan MPR Nomor X/MPR/1998 tentang Pokokpokok
ReIormasi Pembangunan Dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional
Sebagai Haluan Negara sebagai dokumen rujukan penyelenggaraan negara dan pembangunan
bangsa, dan reIormasi pembangunan.
Pada masa reIormasi ini menghasilkan Program Pembangunan Nasional (Propenas) sebagai
rencana pembangunan lima tahuan yang dirumuskan dengan mengikutsertakan berbagai
komponen bangsa. Propenas ini merupakan acuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra)
lembaga negara dan Program Pembangunan Daerah (Propeda) bagi pemerintah daerah.
Pada kurun waktu ini bangsa Indonesia mengalami perubahan hampir di seluruh aspek
kehidupan berbangsa dan bernegara. Merupakan masa-masa transisi dari orde baru milik
Soeharto menuju pemerintahan yang demokratis di seluruh aspek kehidupan.
Terpilihnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) pada pemilihan umum secara langsung
tahun 2004 menandai pula perubahan dalam perumusan polstranas. Pada masa ini polstranas
disusun berdasarkan visi dan misi langsung Presiden dalam pidato kenegaraan di hadapan
segenap anggota MPR, DPR dan anggota lembaga tinggi negara lainnya. Visi dan misi inilah
yang dipergunakan sebagai politik strategi nasional dalam menjalankan pemerintahan dan
melaksanakan pembangunan selama lima tahun. Sampai pada akhirnya terpilih kembali pada
tahun 2009.
Periode ini ditandai oleh tiga poin penting, yaitu:
1. Penguatan kedudukan lembaga legislatiI dalam penyusunan APBN.
2. Ditiadakannya GBHN sebagai pedoman penyusunan rencana pembangunan nasional.
3. Diperkuatnya otonomi daerah dan desentralisasi pemerintah dalam NKRI.
Sebagai akibat dari ditiadakannya GBHN setelah masa reIormasi, pada periode ini dirumuskan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) sebagai acuan penerapan Polstranas
yang mirip dengan GBHN.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa perbedaan paling mencolok dari pola penyusunan polstranas
antara periode orde baru dan periode reIormasi adalah dari asal pembuatannya. Pada masa orde
baru polstranas ditentukan dari GBHN yang telah dibuat oleh MPR. Sedangkan pada periode
reIormasi, tepatnya pada saat pemerintahan SBY, polstranas disusun berdasarkan visi dan misi
langsung Presiden.

7.3.9.3.: /.43 05.3907.907.9.943.3:.9:80947-/.7.-08.7.7/:.2.790203 .503.35.354889.:5:32:9.507/.3/.3203..07.3 -079::.3043423.%7.8 .2.2.$8902.30.0:39:703:50:. .5493/4308.3/..8.5.5..:3.80-..343897.9.:.30..2.3549/.3050393.3.3 #03.2.3.43.#043.5..8/..20.2507902:./.30-.33.7300703:3..91-.39.38.5498/.7.3.7/.39032502039...903 9::.3.3.!07.3.9.9203.3./0247..897. 07:8.: %09.8%/.3/8..9:95488../8.907..3-07549038207:..17439.920345.$0.::.2 $97..35.390780-:99.39.30434230.3:39:20203.3-07:5.39.3 34.   %$! %#  !499/.982 !07:.3 003.98 507.35079025:7..202.3.530.203.988079..350507.897..35.8.:709:703/07.30.503/0/.3.87.9803.3.203.9003:7:903/07.3.7.907..3.8703.  %09.-9.9.:7.97.3043423/4308.3 3097.8503039:.30-..3:.8 54980-.3.302-.3. %3.2/.90207:5.07:8.-079039.::./03.3-08.8-.7. 0.8:..9..9.7.9549/.302..3.2/.35030:..9/.:.8-0-07.3 /542.7.3888050793/4308.9.907. /.3/.5203/::3549 04342   050393.8.502: 907.2.33/4308./.3.380-:.. 5747.3/.790203!020739.. $0./..3.98.3.3070549.89.93/.041!407 %7.90 ./.3%038/90.4050792-.703.3 9.3.2..9..2007 007%.3-0781.04/:8(-8.3:98079.3-07803.8./907.3 :.5.!7:8.20889038549 /.7..7.35.9 9/.3/.2:3 9.  ./.3 0:..8...7 5.7.3  $97... 5.7.:9.9/2.20.2.:7.385.33.7.8.7.7.52070.3..3574..20303/.3 9::.7.4388903.8.8:9/03/.3!253.9 07.9!03039:.3. 43974.87043.90 9..3.9:7./.9 94342.   -.32.:809 %.30.3.2.7.07/.3 05:9:8..5..3/.... .3/.380..3..7:39:909.3  3897:8!253.3 .3 50792-..5.0  ! %&##  .3:9..720 %0774782#.34-.307.2032-:.80-:9897. 02-.8: .33/4308.9.39.38!07:../907.//..330..0.38.304342/3 503:.9.7-. .22.3 0-.5 $%/.9.30.7 %07:8..:9.05..0.79.9.79.5..3507/.9$89020247.202./.3.7./.20303/.7..3.9 803.2.0:.2-039: 57480/:7/..3389.3 -7.973/4308.3.3549:..3/.2.!49!49.3080435079.5253...33/4308.43 05./.   $%#%! %  5.5.:8073.8.7::39:93.3..82 $05..9 .%07.8.790203..390703..8 34.8:.3803203:3.3 02-.9:-:3..3549/.203.::./.7 .973/4308.3549 /../.3:9!07:.3903890709.07..0203.38.803203:3.503/0/.507-0/.5.

3.3 /. 0-.80-.9:86:4 /. 9/.5.3549. 2.357-.3 .5./.9..3905.98 &39:202-0708025.0:.32070.3290789/03. 502:9.33.38.9::.3202-07.7 .3 0-.5.3.3549.3 80.7.809.897.3 5.780:7:574808502:/..90.9..98549/802:.2:3 .85./0247..54.3.908/.8 .3/.30502: 207:5.85.3 3-07.350302-.7: 805079 203.3549.549  507/.289.205:9897.30.54988073.90.3 .57. 502:  .5.9.7.2-.5.2507:3/3.3 /5.39/.38079.3/425./.5.5.507:..3-070...9 -.3507.3/.072.3.5..3807.9039.2.8.25..7 909. -.9.7   .3   %::.79.7.897.   43805.3897.3/..8:/20249.3.25.2..3/..90-:.43805 43805549.90:39:3.9.3...:39:202507./.3-.3-.7.3.   ..3/.349.38.57.33897:203 3897:203897.8.7.805079897.3.3/3.4549/.3-.9-.5507/. .90790780-:99/.3/.   !0703.380.7..3.93.3.790203 502-07.9 /907./. 0-07.3 /703.2:8: !.3/03.8.897.3.9 .3.3-07:-:3.308..3 0:98079.3. 203:3.89.5.2-:.98079..25.320307.305.7950307.3203:-..25.79.5.30072.3/0 .7809.3./.35078..5897.2.5.5:./..3..3/-:.3..30.-07.2.8079.2 5747..2...257.. 5.:./.3.2-:9!02:  /3/4308..3 502: .80-:.203.:202-:-..5/.3.3..59.8 :3.8.7.3 20347..3 .30-.3.59.507:.3/5.38:-8/ /..7.82.7.3.207:2:8.3507.3/.8..3  /.-.3-.3390780/.3:38:74507.3.7.8.91/.:7:50203.5498 907:9.907 .709 20257.35747.3..54983/4308. 809..8..3809. 5..0203.3.549:39:203:3.90/.7.38073.390.390.7.3897.3.8203.343805 43805/.3.:5747.3 203/.320207:.380-:.8.3/02-.3./909.0203.9..3574808 574808.3.2507.33.8..32.53899:8.3 80-0:23.9203/.20.79.3549/.8.3.3. 9.3   0.905495.. /09.-08.:39:203::72549/.390780-:9 /..5.305./.3:3.27.3/..7.2:9.3. 28-...2..90549 5.3/.3. 5.2 5747.25.3549..3507:2:8.3.5498/. %09..98/. /.2.3 701472.39::..7.:3 /072..908-072../...320.79.3 9.9.3 9.3.7907.-.8.9.9/.908-.507:-..-897..90 39/.9::./9.2503//.5.5.3 897.9.9897..3203.8.703.3 &39:2025078././0.50307.3.5..24390857.32:9.502: 8079.:..79.2/..908 .30./..3.2..3/.350309.7.3/.3:9.9.3502-./:5.8502:/.38090.3-.3/.2.5/0549...9.:02-./80-.7..3/. .37.33.9  80-0:2/..3 9.3. 28....50347.3205:95:.33.90549:39: 502: %::..3405.:.2034.98  ..8 549-07:5.3 080:918079.233203/4743/.3.3/.8.2..3 9::.5. .!747.7-0..8..:5:39/.3../.3.380.3897..39079. 8023:-.3/.3:3:3.5 5.20. 203:25:.30--07.3438:9./.3 :39:203./05.5.3.7/.3549 /.3 -0781.843.2:3:3...3 202-3:3.3/.5.:38:79.3507.32.9 8050795078.

3.80.8:/.2.7 -...3.33/2.7./.8:/. 502:/.3-07-0/.38.30502: 805079.207:5..3-03.88.3.309.897.73. 503:25:.79.39.25.3 ..3./.7.7.2.. .3.3502:-.4394:38:7 :38:780-:..33/-. $0-.3/.90 ..-.90 0/:.: 2094/0.25..897.98 8.280-:.9202-07.7 -03.7897.8/.5.3 $0.....202.3 203:99.32.380-:..9..30 02-./.3 205:9-. 2.90780-:9 .9.: /:9.3.3   .:..9.3.33. :/.3.903.09.:3 ..7.207:2:8.7203:93./.20703.5/.83-:.348/.-.3/8.25..79.5...3..7507... 503:.33.370854350393-. .3 5.202.3  .5..25...350393:39:2032.2 703...3.5.379820303.82:339/.3030.....439457.3507.5..9.7.503/.3!0307..4-48.3.790 8:7.38090.33.7.3:39:202-07.2.-.8:/.5..79.3907-980..9302-...88.3 207:2:8.:2:23.5.30502:/ 072.:39:2030.3907-.3 28.5027.3:..9  31472..380-0:23.3203.38.4394 ..25. !030/.3 -.2:.8079..38:3/.502:803/7202-:9:.8.2..:3.303/5203.7!02..9.3..8..30 549 !.380-0:22070.:.25.990.7.3.9/..7 /.25.3203.380-..5.7503...508079.2070.07.39: 0/:.5.30-5.393..2.:-0-07.-.503./.90 .:02-.75:-3/4308.7 -03.3 549 .3.2:3-09: 507-0/..3 20347.38..9.380-:.:-.703.20703.5.3-03..502: 203/.3/5.7: 80:7.7.8.5.20.4394.4394.-.3:38:7903 9.3 31472.50393-..3   .3.25.3802.3/.3-03/07.8890780-:9 202-07. 2:./3/4308.439084.3/83/.9.5.:7: .03/07:3 2034380397..32.9.3-.. 503:25:. 43908..90780-:9202-07.3.990.798.502:072.90739/.02-.2.703.340/:./..503/.9054920.3203.3207:5.3907.9/907.7. 02-.802:.-.503/.30/.2-:3.35.:5-.3..780:7:574808502:  .3 -.   .8857.897. 02-.25../.3/./..38.80-:./2..380-:. 02-.3.3203:3.98/.:2037:897.90   $0.3.:8090.9/09.25.5...25...25.25. -.3/.908..3/.3549897.3..5.2.5.5. 0-07.80.-079.380907:83.280-:..3..2809.7./5072:.703.90.9.3..3/9:8/.8..25.3.8.3.3503-.9-07:8..2502: /.-897.39.32.30502:   .:.3 ../.9.203./072...380-:.:5.3  7.3:.3 :9.543 02-.3$97.5:- 909.9-07-0/.5.9.390780-:980.343805 .780.80-08..7.203.32070.32.3 897.350393/809..7..9..908/072.33857.39039:502:/072.79.30 502:.5.30 -. .8...309:803/7 .549897..5.2507:-.7 . 5..3..30502:9.8...9039:/...7.33/4308.3 943.2539: 802:.3 :25:..3-.3-07083.3.30502:5.8.3.8:2:29039..3..5:.:3/.3 .7.0:....:-.79.25.:2030.3&2:2072.3203../.3/907-9. .3/.3 /.3507../3/4308.3.   !0703.203:9.8.8-.3-07.7207:5.709  .3 -.503/./03.:5:3002.2.29...207:5.32.7.902..2..91 /.

.30897.8.8..2-..3-07-0/.-.843.30.79.   0-.947 1.85020739.8..280:7: 574808502..93.7./.-07:8.5022../.:9/.8!02:/../.:.703.7.8202-07...843. 5..38:..350393 .7.3.7.3:9.35.3!:3...9.3./30.5.383.8502:202-.2.3.7  5.31. /2.803 202-07.703.203.3:.502: 502:-078.25.20203.:..79.8. .50393 085:3-./.3.3.8.947 1.-./.843.25.7. 5.890780-:9809::-./.7.390793.5.90..30. 5.8502:-078.8 .3 47.885.350393-.33.3.3.549 3.:9/.2.4-48.303/07.3.380-..203/.2.807.30..2.5.9202-07.3203:7:380.73./.7-./03.502:4.7.8502:-078.3-.//:.90780-:90.5499.3548907 548907.93.3.8203.350393 .35039380.7908:7.2./.:3  .3-07-0/.39039.7.9. 5.3507.3&2:2   0-.8/.3.745493.79090780-:9/.   /..9.3.20203.7503.5.94.90!02:  2070.2. 5. -.5.202. 5.3080.:.203/.32070.  ..0-07.37./.:55.-./.7.  $%#%$! $%#$ $%#%$! $%#$   0-.:.2 ...3.3 -.5.202-07.502:  3.8.-.33203..38090.3 0/078.25.-07.3.3-07..3 8:.25./../.2. 5.3.79.3 08803 /.2070.2070.3 .3 /.7.2-.947.79./03.3.7.9..3.5..3808:3:3.30.5. .//:. 5.3..3-07-0/.3-..897.7.8380-..3203.3/.3:.2070/:5 $.!02:  790 ..3.79.802:.30/..3 :9.25.9082070.32.3.3502:/93.2.:25:.947.   ..9475.34.3/.3502: 0-.88 .//:. 5.93.79.7.3.33/.2.2. .7.502: 0.203/.3 0/:.3-07-0/. 2.33:53..3-.5.7. -..502:80-0:23.. $0-07. 9-.  203.3/3.28:.85.8502:-078./ 502: /93.79.331472.843.3 897.549/93.5.2.3..3897.9:.3 .3/.479.  .3.3.3-07-0/..8-07503/.908.3.9:782.-.79039.897.3 43/8.380-0:2/.7.90.73...3 0..9/.309./..05. 54993.205:9503..79.3203.9/072.99:.9 50203.30.39...8.3202.8..3.3507.9-.:../5. 502:202.7./..25.549/072../.30   4.350307./.20309.93.3.38:3.   %07.7503/0.7.3.9/ -0.203/.8.2.3./.843.9-.3%2:72.333 203::2 4. 085:35.2081.30 .9474.202.502:   02-.350393-.25.3 03.1.5-07.9/2.2.809..03/07:3..5.8..205:9.3.90.7 .38.3907..55..203:3.5.3.3/525340& 3. .2...79.3.3.8072.79.7:8.:39:/:.850393-.5.502..38090.907-. .897...479.79.843.7 -.203.3/..5.38:./:..9.33.438053-007.39:80..79.75..3502:/ 93.8.7:39:20.35..9.3 80-0:2502:8079.8..3202-.

3-039: ::23..3/.9:7.:.3.3 40!#/.843.3:90:.9:75./.3   03. 8. 0-.8.3/../..30.943.305. 3.&&/.:39:207:2:8..7..35:3.8.3.33.843.25..4./079 507.2.

9:7.  .5. 2.8..   03.30.2.3-039:3. 05708..908/. &&/.205.7.8..74897.   .3!075:  - !07..3:92.3!020739.

340 :-073:7 :5.3 $03907     0-.30..38:.7.3.3:8:890709.07. !03039:.3202-:.7..8 88902/.2..8.39:/9.3-039:3.3080435079.  .30-.!07203 05203 3203 /...2-039:57480/:7/.5:8.9:80947 -/.3:8:8  !03..9.3 5253./05.35020739. 02-.3%038  !03..8.357480/:7 /..3:9..3897.39038:39: 2032502039.3//.3:2:2   003.3 003.3.9.790203/.-.203907/.-./.9//.2. 5747./50.3703..20-.3 /.8.07.30-.9:7.30-.3.302-.9./..790203     0:.343/05.7-/.35708  / .320303.:2.3:2:2:39:207:2:8./23897..5.90 .30-..2/.50..9!708/03   0-.

30-./.07.35020739./.34005..3.49.:397:8   - !03039:. 494342 /50.. 039:3.93..9.9.07.5:9:8.

. -039:3.!07/.

9.-.3:-073:7 :5.9.   .

93.9.305.07..49.../.

.  :-073:7./8.9.28.-.5030-:9.3 803.3/.9:.9:.33.

07.93.05..9 :5.9..

05.49.9 .07...93.

...9.9  !4897.50./.3/..7.3.340 !# 80.3/9:.3.8.8.07...309.8/.05.340!708/03.9:7..5.3/909.2-039:.33.3:93.3.2.93.30.3.

.5.9.33.3.3:3./9.30....7.7 202-.33..3:3../.2502-..3203:9.5.380:7:-.907.9507.30./.09079-.3.7.--0.9:7.: 203.843.9.3 -07-..38./.3/03.33:3..203.2 50.843.-:.9/. 20089.3/.2033..3/:5  2039.. 909.5:..9 0:98079.3/.3/..:.-5020739.8.80:7: 7.7..2..8..7.78!#   %::.3-07.3.3.3..3 /8-  .3502-./.75..3:3./..3080.3809.33.

3549-07./.9 .8. !48-07.! %$%#%$   !03079.7908.8.9:..:3.7-..9:!489.8 !07.3203:7:8/7803/7.7.8.90/..32.9..3.3!49$97.3.3!4897.

2.780 050393.3-0-07..-07.8 !49/.3503:3.79..79549/..3503079.5492025:3.8 .8.92.  &39:0-202-07.25.3.3.8:.3-07.. .2.780 050393.3503:3. 80/..3:2:2.3 ./!:8... :8..2/80-:9!49 !49.3-07-0/....3 .:39:050393.9:  .9..79050393.7.330.9./.3 .0:. -0/.9:7.79:7:8.79050393.:80.793.39..3..-07/7803/7 30.3:2:2 -.07.8.3:2:2 549.:5:3/ .3..7.5.../.3./-.79549/8.

/.3.5.3.9...57385  0.50-203.39.3..3 9079039:.9.3..39..0./.39079039:.23907.38079.3:39:203.3.9::.7.503:3..3./.7. !49.3.3.5..../8079.3:39: 203..3.3 .:8:.3.. ..3/..3 50792-.3   .790-.3.9: 0.3/:3.3 !4.3 ./.2.3.8..9.350792-..:3.3..9./.9::8..39./.9. ./03.8..8:..003/.3...33.

8.3.9::8./.9.003/.3.93..5..2./...8.033.: 0.3.790-.. 503.. 57480850792-.8:..3.9.9.3.3 99-07.3.. .  .3./..3.3 203.39.23 907.

..2-.3!49/.3.843./..903.. .7.3.3-07..3/:3/.507:202. $08:.5..38..72.7.8..   !03:8:3.7.8..9:042543/..3549897.7.9.8.  .3./.7 8:./.5.7.843.38.35027.3.7.343805897.033.8.90-.3..730.5802:.9:2.897:9:7549207:5.8.3.:30.83 2.3/03.!03:8:3. 503003.8:..39.7.3-07/.843..7.58.3/...8..7!027..309.7. .02033.843.3.3 .95039380-.2889022.3/./.3897.3/02.3  549202-.3:2:2 897-:8  .843.3.3 0-.:.843.32.3..3:8.843.3907./.83 80947.32.3 0-.3.3 907.3549/.903. .3/:3/. && .9/03.7.3./03. .8.907.90.3.2503:8:8..3203.23.3$97.22.07.3$97..843. ./.9./:20303.93/.0203 3.843..3..3549897.3/044!.90 3. 03.7..8./549.843.39:2.90.8.3...2544 54457.38.9.3!49/.3/.502-3.3/.3!03:8:8..407.30..93/4308. 317.7.703. .8..9.3 0.//..!74808503:8:3.7:8203.3/.8.9.3/4308.. 0:.8.35493.8.

 .3 .903.8.843.7.843.932.91.#05:-3/4308..207.230.../.8!49.3/.8...$97.80-.-/..701472.9-08..7/.7.3..88.8. .843.9/.340!708/03   $97.38.3.3/-:.2 203.35:3.85493.549897..91.9503039:0-..9202507.-07:9  %3..3.33./...

20303.3:3.3. 897:9:7/. 203...8 /..7.3:8.39075.9::2./-/.3502./..30-03.3.:.3 5020739.88902::23.8/.3574808507.3 203472.9:39:907.:5:3-.:5747.3/9:.9.3502-.9503039:0-.3:3-./:205:98:80.903..-079::./.50/42./.72:33/.3 09/.3/7:2:8.2-039:.502-.9: 202-07/.8 807.3$97.90./. ././.3.280:7:.3.3807.3/.39:.7.3.7:507:3/.9.3 54.8.820.31:38 1:38805079 50.3 8079.907...33./.8.-3.9.  .3..3.....3.8.8549/.9 2:/.7././02203./.9.9503039:0-.:5.3 443.7.8..3..3907.943 50..2203.3.5..9.02033.3  9:.3/.!..::2/802:.80-..7/.:39: 0-2033.3 0-.7.502: !708/0320309.8:3.3   033.35073/:3... 9072./.39.3 $97.93..73..8:09/.52.5./.9:7.8::2/./:/03...0203.3:3..3.80-.3907.90..3:3. 2..3.7.3.3-.3.3:8..7.843.390.7.3 /.08.8/. 203/474357.7..3 50302-..843.380...9.3:3.7...7.340!#  .3:39:20::/.3507./03.202507-.7.30.07.843.8.3..3./.-0-./.98079..9:.93.7.3.2. 8079.39038  %3.07.:5.8!49/.8 503003.1472:.90-.9/.330549820/03.3/.3:3..:3  $090.843.8/.3502-07..3  .843.32.3.380-.78.7.35020739.7..3802-./.8 /04380397.3../.:/.9/.843.502-.3574808:39: 203.8 ..32. %3.8.0-.3203:3.33..25748085020739.2033.9/.80-08..9.843.3 :3/.  !49!02-.7.8.    94342. 502-.8.3::23.207.38.3.3/.3805079/080397..%::.3/..380.. 889022.38.380././.3.35073/:3.05.380:9:3.8.8502-.2203:3..5-07-.9503039:0-.3 !03472.8503003.5.9.3.3  /8003././.3  2502039.9.8.::2   03.3/909.2.9.78.309.3.8/.9.3:3.843.503003.3503.2./.3.:39.82.7.7.35075..3.3/..3 05.7..3-07.3/8723..3:8:8  %3..20.!02-.-9.33.!49/./.843.5805079..91 9072.2502039..7.2.843...38:3 5.38:2-07/.3..3.8.3.207:5.3.3018038 0109.3 !020739.574547843. 2:7.3/.93  .3:2:2!708/0380.3503.32..3::2  0302-.07..8500/:5.8 47:58/.3897.3# 8.8.843.3::2.3507:2:8.30-.33.39:.9::.32030:7:/.59.5203:3:393.7.2 .808:.843.58.3494342909.3502.3..02033.3907-:.3703.3 9075.8   03003../. ../:.3.380..3 8:2-07/.7..843../.843.303/07/.:80-0:2..38079.3.33.3.3.3/.8:5702.3.3/:3..9.3 /.803.8.30.8./..3.843.3/.35030.:3.5.9.380.3/.8..3909.3202-.80.3-0781.3:2:2  %3.93..3-:/.328.2.8. !74808503003.3203.9 3/4308..8.3::2/.3/.3701472.8:2.

3..3573855078.3.7. /.8.:...3-07.79.8 /03.3:3/.3#05:-3/4308.07./8079.3.8.98/.3.9:7..3848.8.9  2502039.3::2/.7.3./.. :.38205.3:3. .7.2.3.9..8.9 02-.3 :3/.9:3..3./.380.35078.3.  .38.8.73007 - !03003.3 050393.2. 0.3/.2.3-007.30.90-07..9.843./.7. 3. 03008.7.3:3./03...  20302-..8.8.3-070/:/:.90-07.3.83.3.3#05:-3/4308.9/.-07:9 0302-.38./-/..507..8 /.7.7.3 -070.8/:5 502-.32.3/.80:7:7.7.7.  0.843.20.780..38.3.3:3.. .3-07-.2.3-07-.3203025:73.3203472.:.35078.3 :3/..0.3.80-.3 &3/.  5073/:3.9 8079.70438./.8549 8079.903...3503003./-/.380.3 -..3/03.3503. .. 502-07/.3/08.302-.9:39.3907..32. 20302-./.897:9:7 5.3549  02507:.:3.3 -038.98/03.3802./.903.07.3&3/.907../.38:3. / .07.550.3803.3   03025:73.:.3.3.494342/...7.3.3-079.9   0302-.3/-/./.30-:9:. 2.3 02-.07.903 /.3207:.08..843...350702-. .8 31472.3/03.304342   0302-..3-079:25:5.507./.9!02-:.3494342/..3 -070.3-0730.08.07./3../.3/.30./.3.8549897.::2 02-.574808507. 8079.9:.3 -07-.8.843.549 02-.3/.80:7:2.857.07.30.3202507. 0 !03//.8.7.35079:2-:.3.9/.3549  .3$0.304342 3.2033/.3&3/.724345489/.52020..2..3.3:9.305. 507::5.3502:.320/.3-072.574538 /.8.7   0302-.88.3-07.3701472.7./..9/.808:.3.7./.9.0.9 -07-.. !49:.3889020434207.3.8.08.82..9:.3/0247...438:203 8079.8.7.3907-:.8 3.../.9:7/03..3..7..7.3 &39:203008.8.3-0:2/9.388902/.9/0247..27.20/:5..8.0-30.39:39:9.33:3.2308025.3 -079:25:5...3..380.3.3.9.9:.2.2.3 &3/.8 250209.2 ./.04342 02-.-/.80. .-.9./.39039.30/:5.37.7..:2:2!02-..3909.49.9/.8./-.-:5. /3...3907.3203/08.3:8.7.9:.3507:3/..8549897..2-07:8.3889025493./.3././..3.897:9:75.3..32.3.7/894791 .. 42:3.

-..9: .903.7.39:203003.80.8.-9.3/.:39: 203/:3 2020.3/.343807.5907..320307.2/.:.5:8.903.05.3.  !74808503:8:3.3/..3.8/ -/.807.33:3.02033./.2..8.35079:2-:.2020.3:8.3.3-07/..35020739.907./8:8:3:39:203/::3907::/3.843.8.8.9:7/03.02033.80-...8079. 5033.7.8 /..9.3/:5/03.3/:3 /.5.38./.3/..30-.3/:3.280.84 0:..-.438890320.-/.301091/.350304.7..3:8.9..3-..5.843. .:.08.83 2...3..3:2:2/.3502-.843..70307.9.7:80.3549897..905.:5:3 848.9..2.3.9.23007 /03.3 09...8.3507/.58...39::.2-.38.-075.2-.5.502-3.8  033.33.843.3.907.8.../.9..83 ..32.3.9..30:9:.9.90-.203.5 7.304342 /.3/044!...3/.7.3 50..288902 2.3 5493.7.3.:/.72.3/.7/..30:.5.  02507:.%039./2.5.8:2-07/.3%039.9.85.0 .3.3.7:8203.843. .9-./.3/909.3.7...30434280.8. 57.35490388:2-07/.800307.-.730./.5.8/.30./.35079.5020739.3203:3:393.8:.30.380-.3 20.//..3#05:-3/4308...9:.2..3/..37.38.33:3.31.3 803.3:.7.7.343805897.843.20302-.5 80:7:.8.843.07.3.3:.3..38.20..3/:5  0304..7.3.8.843.2 50.8..2.3..8057410843.7.:.3:3.7:.9.3080.7.9502-..:705488  70/0138 /.7.907.897.35079.5.37.3:3.3907.354903804342/.93/4308.3.23.32033...3  03/00.7.182.82.703.31..7.903.9.8.3503.3%039.80091/.3.903.3..80488902909.  .7.330.7985.2/./. 907.9/03.3. !03003.22.7-072.9/.7.5.30.3 /.408003.8.-.350./50207.2/.843..39:2.5493.3202.7..3/4308..34254303:9.2. .8../.3:..843. $:2-07.39:7:98079.3 2502039.7.07.02507....8. .380.3.3503:3.2.7.3.  !4897.3897.3/.3.3.843.3/4308.3..8.2202-.9.  !#! !&$&! %$#%%$  $ %## ##&$%# #$ !493.9. 2033..803..7.9.370./..3/4308..-079.9:.8 70.37043. .7.89.3 -.../::33.30.2.3:39:203.3503.843.9..3 /03..8..32025079.5.. .3.930..35027.7.3.3.3/.32020../..2:5.350302.3.3.93.3405493.3502.3/..8..2544 54457.8.3202./.-9..8/./.9..39::.2:5.3 :3/.8:.3  033.3 202-07.30..2.354897.202507. $0/./.3203.37:.7.3/.7.. ./507:3.207:5. && .3/03.2.8507.3/4308.9:0-.38..9./.843.9/03.35079.7.7.3.9/..9.7.3.2503:8:3.8/8:8:3/03..2.....7.3:3.9/..9.9.7..3  03..27.3:3/.808:..3 903447.3.304342/.843.843..5003.39.907.07.3.38:2-07/...3.. /./.8079.07.3202-07/.3.35020.3549897.33:3.3//::3/03.../. 07./.9./..843. 5020.3907/.

2703.9.7...549/./.3$40.3/. /.3/..:..3/4308.3../.:.9203.09.3./03.54897..3..:39:2033.38.3408003.3 28!708/03/.5..8. 0-.7.03/07:3-075:8.8.7/.:3/..35:8.5708/03$40..:..94.380-0:23..794 !020739.3:3.307. 20::/.9:5074/05020739.8.3./..8503:8:3.7.47.330..-.3.3/.8/.2:3/:73.!708/035.32070.9:  #0509.328!708/0380-.38:340 7.33/:8975.3.3-.!708/03/./.35253.07/.7./:7. 203.3202-.5. :3.5.38:3/.3.9 .3.  80-..203::07.3 5030./.9/5020739.2.3./..309079-.8 $97.3...9-08.7.32.3. 701472.89079...903.:3 !708/03  ..8 .:97.3.3 80:7:9:25.3:920../..7:7805708/03./.-.3.9.:.3/:3.7082/.802:/.3827...380-0:23.3.7.5.8. 5708/03$40.3043422.9..3-.3848./.3897.33..3/-:.!708/0380.3.5747.3.29::.78!# 5/.!708/03/.-..7.3/.843.3549/.843..:.9 /./..3203.:3../.  ./.-.328 549/././.3...7./.35:3-07.!708/03.3/9.3/5:.3 897..8508.:39: 202-.:.794803.9 /5.330.9/.38.2/03.3.'   -079::.  :.3..3/.3/-:.2.380-0:23./.307.8/.202.9...3!# 5/.3549 897..//.!708/03/.3/52533..3 ./8:8:3 40!# 32030.94.99:.8..3..3::/5079.794/03807./.3.3. 9.3..3:2:2 203.35.3.7.8./.3...30207/0.3   #0509. /.7.794203:3.3.897:9:7/03.32..903.3 .3:3..328 3/507/03.33/:897   #0509.3.3302:/.7.:3 !.9907.2.2574808503:8:3.39/.3-. -.9.7:8202:...803./.39::.7.2-07.7 .8..3.-/.3.33.940!#  8079.380-0:23.3502-..390.3.!708/039075:39:20203:.98/.3897..38:3.2202..35079.9/.8/. -.30/:5...9  !.3080.7.507:-.-.   -079::.33.3.380-.38090.7:/.38.3 08547   #0509.3 2../.3/4308. /.3.3:3.3-/.3::730..8.5708/03840.: 5:..35.3/8.3:3.9:203/:38003.3.2503.9202507.305.'   2030.8 42:3.:3 !708/03207:5./.2..89.794/.38..3 !708/03.3.33./.305.3-./.3944.7!708/03 !4897.3-08.9.203.-07/.3 9::.:30:.3405/.203./.3  80:9130.32:9./.33.9203907/03..3.8..3503//.843.47/0-.38.33.3/.3.59.207.35.8./909.3.39.5.3.78 .99::.3.843..397.320203:0-:9:.9.7503:8:3.2:304342274 8.!#5.3405.9/.8093.-.5020739./.3/909.!708/03/. /.9.7.3:3.302-.2070./ !708/0340!#$5./.808:.74 3.30.380-.35.7.3907/.32.3.502-.5.78-08..8.8   #0509.7.5.340!#80-.3.3 5. 30.5020739./..3 0.8.   2030.3 .3  $0-.3907./9.3.502-:.:80..3&&  $0-0:29. /507:3./.. 943.: .3 47.3/.903. 202.:3  ..8./.8.90.2. 02-.701472.8/.39.349.85..330.385479.92025079.3.39 /.:.7.9...902./..3.3 80-0:23.5503003.3.7:/.3317..3.903.507:-.3..3!4897.35..7/..3/.907./.7 .20.3.80.3/4308.3$40./.32033..502..9:.8.7.3.7..3907-.8.8.3-./..5-.25.  03.8/.903.709.--0207:5.38090.7 .54897.5.3.3503:8:3.-/.3 54897.5!708/03/...25.7.2-8:25. 5748085020739.   -079::.3.8.3 507/.3-/./0.25020739.3.:3.38:808/. !02-.843..

/03.701472..8 3/4308.9354897.8.7.39.:3   085:35.:3  -/:77.9/.3.7.7.3-07. 2.2507:2:8..8.8/.2203.3/0247..9:3-.73.209/.7.3.9.3/./..9 02-:.330. .3907.549897. 203.25...3/-:.39::..2. °©f  f© f°¯f f–9 ¾ ° f°Jf9 ¾ ° ½°¯ ¯ °©f°©f°– ¾ ¯°ff¾f¯½ff° ½f f¯f¾fff f°© ©f°©°ff°–¯  f–°ff°¾ f–f f¾f .:05.:3  203.3.:32.3283..2./.3.7.340!# !.8/.8.747/0-.98/80:7:.7.502.7.3 :3/.3 $0.:3   203./.8 9.9/:52.7.0-.8..!# !#/.29..302-./../.!708/03#05:-3/4308. 701472...380.:38:73/..5:.7 -07-.8.3/.3:2:280.7./.-..32.9.2.90./.2 507:-..8 !./.3.89/.907.7.349. :7.3 /507:3..3/.3:/.9:3/..3-0730./.8//03:3.32.7:2$40.38.203.8.30-03.32.8/8:8:3 -07/.25/.8...9.0:547.2.9-07/7803/7 09.3.5..3/909...:7:3.5.5.8 /.9330.8500/:5.8.   9°f¾°ff f¾f ©ff°¯¯ f°½ °–f¯ f° ©ff°°¯ °nf½f¾fnf nf f°©f°°f¾°f f°–¾f  f°–f°¾f –°f¾°ff ffnff¯ f¾f°ff°½°f¾°f ff¯½ff¯ °nf½f¾f¾ff° f°©f°f°–  f½f° ½°f¾°f f½f fff° ff ¾f –°f¾°f ¾¾°°¯ ° °– © °f½°f¾°f   ¯f°9 ¾ °¯ ½ff°¯f° ff¾.5 .3:/44345.05.903.35020739.38003.2.-8.38:39.9:.3050393.9 $40.9 ½ f° f°–f .3!#.805079/..3.328.8.3907-0-.-.349.2.320::/.8.32.3207:5.3 20.38:340!# 02-.91/.089.3.8354897.5..3/4308.33..-.25: -007.9 ½ f¾ f°¯¾° ½  °–ff°¾  f9 ¾ ° f°Jf9 ¾ ° ¾ nff ¾¯ f°  f¯ ¾¯½f f°©f°©°f  9 ¾ ° f°Jf9 ¾ ° ½ ¾ nff¯f f°––°–©ff  f f½f½ff°– ff ©f°©f° ½f f¯f¾fff ff¯ff°°f °–f°½ff¯ ° f½f¾¯½f f¯f¾fff¯ f ½¾ ¾f¯½f°  f½nf°9 ¾ ° f°Jf9 ¾ °¯ °©f°©f°¾ –ffff°–f f¾f f–   ½f°¯f¾fff©f½f f½ ¯f°¯¯¯ ° f½f¾ff  f°f @ f©ff°–½ffnf° ¯ °–¯ f©f°© ©f°©  f°f°– f¯f¾ff ¾ °––f¯f¾fff ½ °–f f f½ ©f¾f°–nf° f° ¯ f°¯ ¯°f ff¯½ ¯f°¯¯ f°©°ff°– ½ –°ff°  ¯f¾fff ff¯¯ °fnf° nf°f°–¾f°– f°– ff½°½f f °fff°°f ¯f¾fff¯ ¯f°– f ¾f° °–f°©f°©½f¾½ffnf°9 ¾ ° f°Jf9 ¾ °  .328!708/03 !# /.3/80.507:-.354897.3/03.8203.9.3502-.38.94030.-07/.8.3/4308..7./8:8:3./.857.38:3!708/03/.8/.32.3.850 0/:5.3. .734!:9780-.907502-..2.8...9  03.903...7.3-07-.3.503..388/./.35020739.257/80:7:./.80.9¾ f–ffnf° f–½ f°¾f –°f¾°f   ©ff°° ¯ f° f ff°¾  f f ff°f½ ¯f°f°–¾°– ff f f½9 ¾ ° f°Jf9 ¾ °½f ff°  -f°–¾ ¯°f ½ –°ff°¾ f–ffnf°½ °¾°f° 9¾f°f¾ ¯ f° –f°f° ½ f¾ f°¯¾9 ¾ ° f°Jf9 ¾ °f°– ¾f¯½ff° ½f f¾ff¾ f°–.8.39/. 2.35020739./.3 20380.3-079::.843.3 39.8.794203::5020739.919/.3..!708/03$:84.8.380-.8549/.2.3:3..3203.. '8/..570..080:91  08.:3 $. 9.8.8.2./.02-.3/.3.5..3  %0753..33..354897..2-.5.38././ 02:/.3.9 ¾ f ¯ °©f f° -f°–  f f°  f½f° .83/4308. 97..843.-/./80-:..7.3. #01472.3.3897. 07:5.

½ °¾°f°¾ f°¯¾%½ f°¾f –°f¾°f% ff¯©f°°f°¯ ¯ f°–°f° f°–¾f f°° –ff¾ f¯f¾f½  ½ ¯ °ff° ½f f ff¯ ©ff°°f½¾ ¾½ ¯ °ff° f ¾ ¾f °–f°f½ff°–¾ ¯°f¯  f©f°©f° ¯f¾fff f½f¯ ¯½ f°ff°f° ½f f ½ ¯ °f f°© ½ f°––°–©ff f° ff ff¯° °f9 ¾ ° f°Jf9 ¾ ° f¾ ½ ¾ °f°  9¾f°f¾ ¾¾° °–f°¯ ¯ff¯½ ½½f°f°–  f½f ff¯¾¾ ¯¯f°f© ¯ ° °f¾°ff°–  f¾ff° –9f°nf¾f DD Jff¾f°-¾f°ff f° ff°f°-f¾°f  f° f¾f°½ ¯f° ff¯¯f°f© ¯ °°f¾°f ½ –°ff°¾ f–f f°–ffnf° ff¯ ½ °¾°f°½¾f –°f¾°f f °f  ff¯°f f° °– f¾f° –ff nf nf°f¾°f f°°¾ ½¾f – f°–¾f° ° ¾f  ¾ €° –ff¯ °©f f°¾ f°¯¾9 ¾ °¾ f–ffnf° ff¯½¾ ¾½ °¾°f°9¾f°f¾  f –°f¾°f f¾f°ff° ½ff¯f°  f°½¯½°f° ¯ f–f  ¯ f–f° –ff¾ °–f ¯ °  °–f°fff°f°–¾°– f9 ¾ ° 9¾f°f¾f¾½ °¾°f°9 ¾ °f¾¯ ¯f ©f° ©f°° –fff¯ ° °–¾ – °f½ f°–¾f° ° ¾f f°¾ ¯½f ff° ° ¾f  ¯ ¯f©f° ¾ ©f ff°¯¯ ¯ °n  f¾f°  ½f f°–¾f f°¯ f¾f°ff°   f° °f  f¾ff° ¯  ff° ½  f¯ff°f f  f° f f°¾¾f  9f fff ff ½ ° ° ¾f  ° f° f ff½   ½ ¯¯½°f°  f° °–f° ¯f¾ ½¯½°   f°9 ¾ ° f°¯ °DDf ff  ½ff- –ff¾ f–¾ ½ff9 ¯ °ff°%½ ¾ °¾$¾°–   n % °f¯°½f f¯f¾f ¾  ¯  ff°%- ¯ %  f¯ °©f ¾ ¯ ½ ¾ °¾$     n  °–f°f° f¾ f–f ½ff9 ¯ °ff°$9  f°f.9 9f f°f° f°–¾f° ° ¾f¯ °–ff¯½  ff° f¯½ ¾ f¾½   ½f°  f°–¾f f° ° –ff .9½f ff° f° °–¾ ½f ff°  9f ff° f¾ff°°f  f¯ °––°ff° -¾ f–ffnf°½ f°¾f –°f¾°f f°–¾ ¯°f f ¾¾° . ¾½°½f f¾ff°½¾f°f¾ f ¾¾°f°–¾°– . °  9¾f°f¾½f f¯f¾f ¯f¾f°¾f°–f °f °–f°°¾ °¾ ff° f °f½ f°¾f –°f¾°ff°f ½¾f½f f¾ff°–  f°½f°f°–¯ ¯f f f½f¯f°f½° €  f ff°°f ff½  °¯f° ¯ °©f  f¯f© ½f¾½f¾¯f¾f¾f°–f  ff¾ ½ °–¯ff° f f½. ½ff°¯f¾f ¯f¾ff°¾¾ f  f¯ f¯ °©½ ¯ °ff°f°– ¯f¾ ¾ f¾½   ½f°  @ ½°f9 ¾ °¾ f¯ f°– °½f f½ ¯f°¯¯¾ nfff°–¾°–f° ¯ °f° f½f½  ff° ff¯½ ¯¾f°½¾f°f¾ 9f f¯f¾f°½¾f°f¾ ¾¾°  f¾ff° ¾ f°¯¾f°–¾°–9 ¾ ° ff¯½ f ° –fff° f f½f°¾ – °f½f°––f. –ff f°9¾ f–f9 ¾ ° ½ ° ° ¾f .9  f–f° ¾ff°––f.f¾f ¯f¾f° ¯ ½ff°¯f¾f ½f €¯f¾ ° ° ¾f¾ ½  ff° ¯ f ¯ °©f ¾ f f°–¾ff°–   f¾ f  f–f¯fnf¯  ff f°½ ¯ °f  €¯f¾  °–°–f° ¾ –ff  f°–   f¯ff°–  °f¯f°¯f¾f €¯f¾°½¾f°f¾° ° ¾f¯f¾¯ °–fn ½f f - f°–  f f°  f½f° .9 9 f° f°––f ¯ f–f°––° –fff°°f I¾ f°¯¾°ff°– ½ –°ff°¾ f–f½¾f – °f¾°f ff¯¯ °©ff°f°½ ¯ °ff° f°¯ f¾f°ff°½ ¯ f°–°f°¾ f¯f¯ff°  f¯½f½f ff°f ½ ¯ f½f ff°  . ° f f° ¯f¾°f¯   ff¯ ½ ¯ °ff° 9¾ ¾½ ¯ °ff°¯ °©f  f¾ f f°½f f f°f¯f¾ffff°–¯ f¾ff°¯ f¾  ½f° f¾¾ ¯°  9 ¾ ° f f°–f¯ °©f 9 ¾ ° .9 f°9f ff .9½f f¯f¾ff fff°– f°–½f° f¾ °––f f½f ½f¾f° ff½¾f°f¾½f f¾fff ff½¾f°f¾ ½ ¾f°f° f 9 ¯ °ff°f°– ½¯½°°f¯ ¯f°–¾¾ ¾ ff¯¯ ¯f©f° °¯¯f  °f¯° °¯¯¾f°–f ¯f 9 ¯ f°–°f°n ° °– ½¾f ½ ¯ °ff°½¾f  9f ff° 9 ¾ °  f   f°  f¯f°Jf  ¯ f°f°  ¯ °©f f.9  ¯ f–f° f ¾f ½f¾f°–f°  f f½ f¾f¾½ f°¾f –°f¾°f  f¾ff°¾ f°¯¾9 ¾ ° .

305:9:8...33.9..7.3:5.3/.3302:/.3405/.3:3.843.8./.3 5407 503.3$97.7.  !708/03/.9:.8. 54897..380-0:23.7./.43!708/03/.3 ..3.380-.305...30.703...7.305.3-070-..549-07..380..03.:.3.380-..72.5.9./03.3 5.3-.203/.3.:.8:.3/.3503:8:3.3 .35.7./.7..7.3!49 ...!708/03/..8/.3/909.39/...-..78!# 5/...3.328 549/.8./. 89..3-07/7803/7 !49207:5.8.!708/035.8..9:0-.-48.3.3/.3/9025:..3 :./0.3/507:3.33.2.843.3..3/:3./.203..903..7503:8:3. 548 -07.../03.35.29::..3.3./.7./.30.3-.39..3897.-.9 .8.3.897..3502-.32:9.3/4308.3.3-.3:2:2 ..380-0:23.2-8:25.328!708/03/.3.2..7..25.:5050393.7.38..39.:8.7:907.5....7./.7.8..3:2:2/....3 0-.98:.  %/.-079.7..380-0:23. /.9:. /.9/.3 5493.43!708/03/.9: .7-.502.25...943  .90-07.39/.7-...8.-..7.7.7.380-.808:.8.94.85080-.7.9/90702.32.8 02:/.9/.5493.9 20..3.8.3-078./8:8:3:39:203/::3907::/3.:3..7.  ..3/.907-.5..203. /./.  ..4.5.!708/03203.9..9.20..25..2 502..3.502.9.9048.3502-./.9.3/.5.33.380:7:.7..5.3/8079.330.½ °–ff¾ –ff ©ff°f°– ff° °–f°f©f ½¯f¾fff ./.8. 5748085020739.5.7808.3 5....3:3.4.80.3.8.79.7..9:...!708/03/.3.8.8:.9825.8.3 80-0:23.30:.3.8.-.38:3407.5!708/03/.380-..9 .9.9/.3.9907.39::.2.38.9/.390.3 .90 0:.3...9.39 /.3.7082/.90/./.3!4897./...8432.9:5074/05020739. .843.3!# 5/.247..3 /897-:943 .230.!708/03  03.../.3 93/..38090.3.850 ./.3897.3.7.33.9/.3/:3.3 05:9:8.  !49203.7.9::.8.7.2:5..3.8.2-.3.3 /0.0/:5./.3.903.5..2203.38.. .2-07.33.9..3.7..  !493.5:3203:7:99047.8.:.3./80-:9574808 502-039:.903.5.94.22.7.33...2.:39:20::/.3!490.3/.9.98/.7.8 0-.42.33.3.-07:930.2070... ¯ f° f°– ° f°–f°– ©f°¯ °¾ ©f ff°¯f¾ffff¾  f°¯ °©f–f ¾f f°½ ¯ °f° °ff ¾ €  –¾f€ f° f€ f f½f  ¾ °    –f°¾° ff½f°¯f¯½  ©f¾f¯f ff¯ff°°f °–f°¯ © f°©f°° –ff ° ° ¾f    $0.:8./.8.9907503.30-..3/-:.7.30 $09.8:5...3/.340!# 80-./.30.5..:5:35.390.8/.32023..32070..9./. /.8  57385 0./.390.:3  .549/./.:574808..8.8.30-.:.3-079.7.897.843.5.3/8.2-.:39: 202-.32.37.:3.092448.9.8..2./507:3.3/909..897.3:39:203.3.3 8090.8:. °–f¾½f¾f°  ½ °°–f°¯f¾fff .3-07::/574808 502-:.2-.-907.43203:2-.:3 !708/03207:5.5.3.903..3.5.3/03.9.3 2. 2./703.3:39:203.843..8./.843.  $0-0:29.3.!708/039075 80.843. .7908.8.3/..343709:39:20::/.2.8./.5-::7.3.7.5.33.3/..843.3503....39079039:.3:2:2203/...3. 93/.8/./...3/..7-.3 54.5./.7.3.3.:3.3 . 9..7..8.3 549/.9..3283/507/03.32. $8. $0/..2.302:/.3 203.../.3.!708/03....9.3808:..9202.8 .3402.843. !708/0380.3 2907 ..3/9.43 ..43 .-.3 .7.43/.7..3405493.!708/039075:39:20203:.3897./.. 803.8.878949008503079.39::.5.940!#  8079.7:3 .

3!#4247.2-039: .3/909.309079-.7-07-..3.3897./!708/0340!#$ 5.907.3549/.2.8.3/.3::/5079.8./80-:.-07/.33.3.3.07/.5./.38.3.9.35../.9/..8/8:8:3/03..8508.23.3/:3 /.!708/03#05:-3/4308.3405.3.9203907/03..35253.734!:9780-.3./.3$40./.3/80./..703.38:3/.-..8093.2..3.3:2:2 203..38.35020739.9/5020739..203. 30./.8.2202.35747.340!#.8.99::.8 3/4308..38:808/./..8203.3.502-07.39.3/044!.2./.3/909...5020739.:3 !.3:920.3/4308.305.3 09..3.8.:.5.8.9:203/:38003..!708/03/.8 $97.8.92025079.3907-0-.74 3.340!#  !074/03/9./.3 !708/03.:3/.2502-.!708/03/.3.8354897.2.:.5-..38.843.8.90-.730.8/.:3  -/:77.843.32./. $40.3:3.3.//.3.:3  !.-.02033.2.2544 54457.8/8:8:3/.903. 07.. 02-.3/.7./.3 !! 9.3/:3.5074/03!4897.3.9:.3..5.903.9/.35:8./..3/4308.843. #01472.3.35027.7. ....30/:5. .3/.8 3/4308.3/.8.3  !4897..38. 202..30909.3.//.8.7.3:3.8..349./ 02:/.2:3/:73.:7..2.3/52533.7!708/03 !4897.-./.288902 2.54897.3907/.03/07:3-075:8.89.701472.805079/.!#5.7./8:8:3 40!# $0-.54897.843.3907/.8.:...3$40..3.3.3 !$ 9.8..:.3.7:7805708/03.30207/0.302-.3 80:7:9:25.302-./.30-03.--0 9.99:.90...3 47..2.3/4308.9.380-..:3 !708/03  ...3848.3:3.7...794203..3 9::.3..9. ././..5..9/5.843.3038075.3/.3207:5.3:3. 2.7:8202:.3/.22.7.:30:.3/.9.3.843.7.3080.  80:9130.-/.794 803.3.907.7.3-07/.343805897..5. && .7 .8/.  203.3..9  $0.8 //03:3..:32.3 507/.7..3 0.8.3/.3.8.3.3 9.3549897. -.903.7.7.3.3.3.2./.8.2503:8:3.3./.9$40.3.3-0785747.3/-:.209/.3.2:3 043422748.90.328!708/0380-.:3/..85.701472.3-.3/.8503:8:3.7.3 $0.3907.380-.2 502-.-.-..2574808503:8:3..843...5.:.3043422.3:8.80/.3.202.3../.  .:3   203. 7/0-..3 !4897. !02-../.794 203:3.330.3202.02033.3.3-08.7.93.!708/03$40.8.:05.47.8./03.380-0:23.9. ./.29./507:3.5.9.0:547.7:/9.794  !020739.:.  ./.3./.902.

!#.

97.2507:2:8.:.07.3:3.38. !74503.388/./.2.../..3.3.8 80-.8!02-.3/.354897.!030.3503:8:3..3-07-.3..3472. !74503..3203:98079. $0-.7:2 $40.$97.843.2#.7.7.3503003..3:3./.2.908 #03897..3:2:280.9.328.3!747. /.3.3 -.3:3.3.30.3:3.2507:-.8500/:5. !7450/.8.8.8 /8:8:3-07/.8.3.3.3/4308.3/.3:/4434 $ 5.32.. -. 703./.8 !.7.7./.98/80:7:.38.257/80:7:.8.3  !.3./4:2037::.2!02-.38:3 9.8.701472.9.83203.2-./.502-./.3!747./.203.3..3 .3502-..8..:7:3....747/0-.3701472.3/.7.3/0247.../.507:-.7.5:.3/.330. 2.:3 203.  02-.:.2.. 4254303-.3-07-.5020739.3:3.5.38:3!708/03/...3.3..3#03.3/03.25/.7.83207:5.850 0/:5.794203::5020739.354897.3.8/.94030.7.80-.3!44 544 #01472.3.80/:5.3-0730.07.8.  !..2!02-.32.:.38. 07:5.9:3-.502.3  %0753.8502-.30.3:3..!708/03$:84.9039.3/7:2:8.3.843.38.

3. !.8..2.3 20. #!! 80-.7:54897.3  .3.5.8/8:8:3-07/.5.8 .9.9/825:.8/9039:.3..380-.8 905.3./.940!# $0/.33.33....843. 9.44/.35.7.80-.3.3/507:3.8090.7:/.843...38:3!708/03   .350307.3 #03.903.3503:8:3..507-0/.39./.8./.02-.54350393 ..3/..843.9330..3:3.:.93.5.9././..8 .3.502-.3.33.30/:/:.701472.33./.2.302-..8/.3.5.503:8:3.3703.8..2.2#  $0-../-:./..7/9.35020739.3-.3203.3283.7.25.!.3$ 54897..7.502-:.3/.8 5.3/080397.8.33.3275/03.3.:3 $..:3   !074/03/9.8.91/..3.5074/0 701472..7..3!4897.93. ..07.35.8.2.85020739.50/42./.907502-.349.3:3..5074/047/0-.9/.3.3.7.73.3!   9./..9.328 . '8/./.5074/03/7:2:8./.2203.35074/0701472.3/.354897.3.!02-.5.8.3.3:3.-.08.390.8003.349.47/0 -.549897.380.   507:.././.2503:8:3.!# !#/.95020739.8..3502-.5.9:  !03:.494342/./ /.3.754..409.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->