P. 1
Perubahan UUD 1945 Sebelum Dan Sesudah Amandemen

Perubahan UUD 1945 Sebelum Dan Sesudah Amandemen

|Views: 368|Likes:
Published by Annisa Fardhani

More info:

Published by: Annisa Fardhani on Dec 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2015

pdf

text

original

Perubahan UUD 1945 Sebelum dan Sesudah Amandemen

Sebelum dilakukan Perubahan, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16
bab, 37 pasal, 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat
berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih), 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat
Aturan Tambahan), serta Penjelasan.Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 20
bab, 37 pasal, 194 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2 pasal Aturan Tambahan.
Terdapat tiga periodisasi sejarah politik dan ketatanegaraan di Indonesia yaitu, periode
1945-1949,1959-1966, dan 1966-1998. Pada periode 1945-1949,demokrasi dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik dibawah sistem parlementer.Hal ini didasarkan dari ukuran-ukuran
umum tentang bekerjanya demokrasi (misalnya diukur dari peran parlemen,kebebasan pers,peran
serta partai politik,dan netralitas pemerintahan).Pada periode ini sempat berlaku tiga konstitusi
atau UUD yaitu UUD 1945 (1945-1949),Konstitusi RIS 1949,UUDS 1950.
Pada masa konstitusi RIS 1949 sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer.
Bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya Iederasi yaitu negara yang didalamnya terdiri dari
negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk
mengurus urusan dalam negerinya.
Pada periode UUDS 50 diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering disebut
Demokrasi Liberal. Pada periode ini pula kabinet selalu silih berganti, akibatnya pembangunan
tidak berjalan lancar, masing-masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau
golongannya. Setelah negara RI dengan UUDS 1950 dan sistem Demokrasi Liberal yang dialami
rakyat Indonesia selama hampir 9 tahun, maka rakyat Indonesia sadar bahwa UUDS 1950
dengan sistem Demokrasi Liberal tidak cocok, karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila dan
UUD 1945. Akhirnya Presiden menganggap bahwa keadaan ketatanegaraan Indonesia
membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta merintangi pembangunan
semesta berencana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur; sehingga pada tanggal 5 Juli
1959 mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD
1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950
Periode 1959-1966 demokrasi dapat dikatakan mati,sebab dengan demokrasi terpimpin
pemerintah tampil sangat otoriter ditandai dengan pembuatan PENPRES dibidang
hukum,pembubaran lembaga perwakilan rakyat,dikekangnya pemberitaan umum secara besar-
baesaran,pengangkapan tokoh politik tanpa prosedur hukum dan sebagainya.Pada periode ini
berlaku UUD 1945 berdasarkan dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pada masa ini, terdapat berbagai
penyimpangan UUD 1945, di antaranya:
O Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua
DPA menjadi Menteri Negara
O MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup
O Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai
Komunis Indonesia
Mengenai alasan mengapa pemberlakuan UUD 1945 selalu terjadi otoriterisme karena
UUD 1945 itu sendiri mengandung kelemahan seperti seolah-olah mejadikan presiden sebagai
penentu seluruh agenda politik nasional,memuat pasal-pasal yang multitaIsir sehingga
pemerintah pada saat itu menaIsirkannya secara sepihak,undang undang dalam UUD 1945 juga
memberikan kewenangan yang terlalu besar pada lembaga legislativ tanpa pembatasan yang
jelas.
Periode 1966-1998 juga hampir sama dengan periode sebelumnya.Demokrasi tidak dapat
benar-benar hidup karena demokrasi yang dikembangkan merupakan demokrasi
prosedural.Demokrasi prosedural adalah demokrasi yang dibatasi dan diatur dengan UU tetapi isi
UU tersebut melanggar substansi demokrasi.Contohnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985
tentang ReIerendum, yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983 yang berisi
tentang bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat
rakyat melalui reIerendum. Akibatnya tidak ada kontrol kuat terhadap pemerintahan.Pemeran
utama politik adalah militer,KKN menjadi sesuatu yang biasa hingga membuat Indonesia masuk
kedalam krisis multidimensi yang sulit diatasi.
Setelah UUD 1945 mengalami beberapa amandemen,perbedaanya tampak jelas pada
kehidupan demokrasi di Indonesia. Checks and balance lebih proporsional dalam system
ketatanegaraan,Hal ini dibuktikan dengan empat kali amandemen undang-undang oleh
mahkamah agung di jaman reIormasi ini. YAitu pada
O Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999 ÷ Perubahan Pertama UUD
1945
O Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000 ÷ Perubahan Kedua UUD
1945
O Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001 ÷ Perubahan Ketiga UUD
1945
O Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 2002 ÷ Perubahan Keempat UUD
1945
Pengujian peraturan perundang-undangan sesuai dengan penjenjangannya,dulu
membentuk uu merupakan kekuasaan dari presiden tapi kini berpindah ke DPR,sehingga
lembaga perwakilan masrakat lebih berdaya.
Tak kalah penting dari semua itu UUD 1945 hasil mandemen juga sudah mmeuat
masalah-masalah HAM yang dulu seperti terabaikan.Itulah sebabnya baik dijaman orla (masa
kepemimpinan Soekarno) maupun orba (masa kepemimpinan Soeharto) selalu terjadi
pelanggaran HAM dan kekerasan politik yang diberi wadah UU. Masalah HAM yang serius dan
menjadi isu penting hanyalah masalah HAM peninggalan masa lalu dan bukan kasus era
reIormasi.Memang beberapa kasus pelanggaran HAM masih muncul belakangan ini tapi
skalanya tidak masiI seperti dulu dan biasanya juga antar individu bukan Negara.

. 42:38 3/4308.3 !. 42:383/4308.38079.3   $05902-07 !.73480-.5708/0380:2:7/:5 O !02-07439.!#/./039070.09:.79.79.3$40.. !203.. 20.5..7. O .: 07. O !#$20309.

843.8/.805. 9. 02-...3 &&  80.3 /02-.3%!!#4247'.187.33.7 /:5 ./0247. 502-. .3#010703/:2 .: 907../. 202-07.3.3 207:5. :3/..3 907./ 4947907820 . 0247.8. 20.3207:5.8 .187 803.3 5708/03 80-.9 5.8 43943.: -08. 503039: 80:7: .9 -03.:.8.3/.9.3 /0247.703. 0247. 5./.3 &3/.. 08.3.857480/:7.9.3/./.3/-. 4.3.8. 502-07..2578.3 .3 805079 804.8.3 .7.3:3/.35.78:-89.89/.5.7 5.5../.58 &&90780-:9 20.0303. 549 3.03/.3 203.. /0247.8..7 -03.350.9..:3 9039./03.3 0. ./.80.34247%.3 003.3 2:99.3.5.8  !074/0 :.3/:3 002.9:7/03.3&&909.8.2&&:.&3/... 5020739. 202:.38 /0247.8..8 57480/:7.703.2.99:203. &&  9: 803/7 203.35074/080-0:23.

!#.

90--07/.3.3 .8.3 203... 8:/.9.3%.32. .309.8:8 50.7 802:.3/0203 :3/.202-:.3.3/0203 507-0/.&& .&&  O $/.9&&  !03:.30025.3.:5:3 47-.27882:9/2038./.-..3!079.3 50303...8.7.507.:. 2.3 /0247.3&2:2!# 9.   :89:8  !07:-.3../ 50.83 9:5.  94-07 !07:-.. 220:.3/0203 :. 2.38:9/.:3.3 $40./..73/.8.2.-3.5 3 -0753/.3 2.: /..... 0.3.9 2.2.3 0:. !# -07003/. &&  O $/. .3 808:.:3. .. 9..  .2.3.3 !# 9.3701472.3.:3.8.39.3 :3/.8.2.9 907.3 !0207..3.9 .3 025.7:8 239.8. /03...3-.: 907.9 20.93/4308. -.8: 0/.2.30.8 2.3 /.  .3 .3/-07. 50393 /.8  $090.: 7010703/:2  -.3. 0 !# 803.8:8 07..8.5. O $/.3 0/:.3-.02-07  !07:-.3.  %.549. 4.3 47.794  80. &&  203..: -0. &&   9070- /. 701472.2. .9:7.3%... :89:8  !07:-.2 -0-07.87.3/..3%.7.8 5.3 -.:3/.3 40 2. 2.0 0- 574547843.8.81805079/::/.2.3 507.2 88902 09.. 203:-...3 $40.2907 203.3007.734  2.3807:8/.3 :9./808:.. 503/.5.8 2:3.9:. 02-. 0502253.3!#  9. 43974 :.8.3 9:..9.7 5708/03 9./:-:.8 / 3/4308...5 5020739..8 .5.  0.3 /:: 805079 907..3. 9/.25.3 -:.3  2.7. /.2. .3. 0/:5../ 8: 50393 . 0502253.3.3 3 9.3549.3 -0-07.33.3 /03.8 02.3-078 9039.:: .8./. /.3.3/ -.5 8..3 :3/.2.  5033.3 507:3/.&&  O $/. 3 /-:9.8.3./.9/. .. /:: 202-039: :: 207:5.9 7./.93. 9: &&  . 80-.3!#  9./.7. 2.30.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->