KELOMPOK 4 : 1. ABRARSYAH ALGAMAR 2. ANHAR RAIARDI 3. EVELYN PRATAMI S 4.

TAMY ANISA PUTRI

.

Eksperimen Faraday Rotation ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1. Pengaruh eksperimen Faraday Rotation terhadap material ujicoba . menentukan konstanta Verdet menggunakan medan magnet dengan arus bolak-balik 4. Mengetahui hubungan antara sudut polarisasi cahaya dengan medan maget 2. Mengetahui hubungan antara panjang gelombang dengan sudut polarisasi 3.

.

Peristiwa polarisasi melingkar dari suatu elektromagnetik yang dipengaruhi oleh medan magnet.Pada tahun 1845. • Polarisasi positif Polarisasi melingkar searah jarum jam gelombang • Polarisasi negatif Polarisasi melingkar berlawanan arah jarum jam . Michael Faraday telah mengamati adanya rotasi bidang polarisasi cahaya terpolariasi linear setelah cahaya tersebut melewati kaca timbal dalam arah yang sejajar dengan medan magnet yang mempengaruhinya. Jadi suatu cahaya terpolarisasi linear dapat diperoleh dengan melewatkan cahaya tak terpolarisasi melalui suatu polarisator.

Beberapa penelitian untuk mengukur tetapan Verdet beragam bahan telah dilakukan diantaranya oleh Villarverde dan Donatti yang menggunakan medan magnet pulsa. dan Jain dkk yang menggunakan medan magnet ac.Dan didalam percobaan ini konstanta verdet sangat berpengaruh karena Tetapan Verdet ini merupakan karakteristik bahan dan bergantung pada panjang gelombang cahaya yang melewatinya. serta Turvey yang menggunakan kombinasi medan magnet ac dan dc. Penelitian-penelitian tersebut. Pedrotti dan Bandettini yang menggunakan medan magnet dc. kecuali Jain dkk. menggunakan sistem peralatan yang cukup kompleks .

 Beberapa penerapan dari efek rotasi Faraday adalah : 1. 2. 3. Pembuatan modulator optik Detektor gelombang gravitasi Sensor arus listrik Sebagai pengindera (probe) dispersi atomik Dari beberapa aplikasi diatas efek faraday ini banyak lahi kegunaannya. . Kegunaan yang lai adalah Perubahan Permeabilitas material ketika terjadi polarisasi melingkar negatif lebih besar dibandingkan polarisasi melingkar positif . 4.

Hubungan Medan Magnet dan Sudut Polarisasi adalah dengan persamaan dibawah: θ = VBL = πΔnL/λ θ V B L Δn λ = Sudut Polarisasi = Konstanta Vervet = Medan Magnet = Panjang Lintasan yang dilalui = Besarnya Circular Birefringence = Panjang gelombang Cahaya dalam Ruang Hampa .

cahaya terpolarisasi linear yang memasuki bahan diasumsikan merambat dalam arah sumbu z dan terpolarisasi sepanjang sumbu x.Di sini. bidang polarisasi cahaya ini terotasi dengan sudut θ yang kecil. Jadi persamaan Medan listrik berkas cahaya ini dapat diungkapkan dalam bentuk matrik Jones sebagai Setelah melewati bahan. dan medan listrik cahaya sekarang dapat diungkapkan sebagai .

Dengan mengambil derivatif pertama dari I terhadap θ. maka analisator perlu dipasang pada sudut optimum. maka diperoleh . maka medan listrik berkas cahaya ini diungkapkan sebagai dengan intensitas cahaya yang terukur oleh detektor diberikan oleh Untuk memperoleh modulasi intensitas cahaya (∆I) yang maksimum.Jika kemudian cahaya dilewatkan melalui sebuah analisator yang dipasang sedemikian sehingga membentuk sudut φ terhadap polarisator.

Dengan analisator yang dipasang pada sudut 45°.Karena sudut θ sangat kecil (θ << 1°). yang telah diungkapkan pada persamaan intensitas cahaya yang terukur oleh detektor. dan ∆I adalah perubahan intensitas cahaya akibat adanya medan magnet B . intensitas cahaya yang detektor dapat juga diungkapkan sebagai terukur oleh dengan I0 adalah intensitas cahaya saat medan magnet B=0. dapat disederhanakan menjadi Sementara itu. intensitas yang terukur oleh detektor. maka ∆I maksimum dapat diperoleh bila φ = 45°.

B.dari persamaan di atas dapat diperoleh besar sudut rotasi Faraday yang diungkapkan dalam perubahan intensitas cahaya relatif ΔI/I0 . tetapan Verdet bahan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan yaitu θ = VBL. dengan θ. yaitu Dengan demikian. dan L diukur dalam eksperimen. .

sampel di lepaskan dari selenoirda  Untuk percobaan ini praktikan mengusahakan agar tidar men-saturasikan detektor dioda . Untuk mengukur intensitas cahaya yang tertransmisi antara dua polarisator sebagai fungsi sudut relatif antara mereka.

 Calibrasi  Mengukur medan magnet didalam selenoida  Tempatkan Gelas 10cm dalam selenoida dengan alas karet  Dengan sebuah kartu putih luruskan sinar agar cahaya keluar dan masuk segaris dengan axe selenoida  Metode Praktikum 1  Menasang polarisator analisis pada 90o terhadap polarisator masukan  Menyambungkan arus teregulasi kepada selenoida  Mengukur sudut rotasi analisator yang dibutuhkan untuk kembali ke “maximum extiction” ketika magnet selenoida ada  Mencari sudut rotasi untuk berbagai jenis medan magnet .

 Metode Praktikum 2  MeMasang polarisator analisis pada 45o terhadap polarisator masukan  Mengulang metoda pertama namun kali ini hanya sudut dimana nilai yang ditemukan detetktor sama ketika sebelum adanya medan magnet selenoida .

O ST^S_ O WZYaa^ WVSZ SYZW`VVSS _WWZ[VS O W\S`SZ WS_ ##UVSS _WWZ[VS VWZYSZ SS_S^W` O WZYSZ _WTaS S^`a \a` a^a_SZ _ZS^ SYS^USS S WaS^ VSZ S_a _WYS^_ VWZYSZ S W_WWZ[VS O W`[VW ^S`a # O WZS_SZY \[S^_S`[^ SZS__ \SVS #[ `W^SVS\ \[S^_S`[^ S_aSZ O WZ STaZYSZ S^a_ `W^WYaS_ W\SVS _WWZ[VS O WZYaa^ _aVa` ^[`S_ SZS_S`[^ SZYVTa`aSZ aZ`a WTS W S aW `U`[ZW`S SYZW`_WWZ[VS SVS O WZUS^ _aVa` ^[`S_ aZ`a TW^TSYS WZ_ WVSZ SYZW` .

O W`[VW ^S`a # O W S_SZY \[S^_S`[^ SZS__ \SVS [ `W^SVS\ \[S^_S`[^ S_aSZ O WZYaSZY W`[VS \W^`SS ZSaZ SZ SZ S _aVa` VSZS ZS SZYV`WaSZ VW`W``[^ _SS W`S _WTWa SVSZ S WVSZ SYZW`_WWZ[VS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful