P. 1
3 rekayasa Zamroni-kloning

3 rekayasa Zamroni-kloning

|Views: 2|Likes:
Published by Yoery Sadewo

More info:

Published by: Yoery Sadewo on Dec 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

REKAYASA GENETIKA DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Kontroversi Kloning Terhadap Manusia) Oleh: Zamroni* Abstrak: Abstract: the development

of gene technology has created some problems insofar as ethical questions are concerned. One form of the advancement of gene technology is human cloning which leads to harsh polemic between the proponents and the opponents. Both parties claim that their arguments are sound because they have carefully considered many aspects. How Islam views this human cloning issue will be discussed by this article. It argues that Islam’s position on this issue will be contingent upon how far moral is taken into account in determining the legal status of human cloning. Kata Kunci: Rekayasa Genetika,Kloning manusia, perspektif Islam Pendahuluan Perkembangan IPTEK adalah sebuah fenomena dan fakta yang jelas dan pasti terjadi sebagai sebuah proses yang berlangsung secara terus-menerus bagi kehidupan global yang juga tidak mengenal istilah berhenti, hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Ibnu Khaldun dalam mukaddimahnya “Tidak ada masyarakat manusia yang tidak berubah” dengan demikian dalam merespon perkembangan IPTEK, menghentikan jalannya perubahan merupakan pekerjaan mustahil. Rekayasa genetika khususnya masalah kloning manusia akhirakhir ini mengalami perkembangan yang cukup drastis dan meminta perhatian yang cukup serius dikalangan umat terutama kaum muslim, sebab selain kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan dan memberi manfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungannya, juga memunculkan persoalan-persoaln mendasar yang perlu dicermati lebih serius guna mengawal perkembangan bioteknologi di masa mendatang. Melalui rekayasa genetika dan produk-produk yang dihasilkannya telah menantang gagasan-gagasan tradisional mengenai hakekat kehidupan dan memunculkan berbagai persoalan, pertanyaanpertanyaan etis, dan tingkat kekhawatiran manusia yang sangat mencemaskan terhadap seluruh perkembangan dan hasil yang dibawah oleh rekayasa genetika tersebut. Salah satu dari perkembangan IPTEK dewasa ini adalah Rekayasa genetika dalam berbagai proses dan produknya yang akhirakhir ini mengalami perkembangan yang cukup drastis dan meminta perhatian serius. Seiring dengan hal itu penelitian genetika kembali
*

Penulis adalah Dosen Tetap Jurusan Tarbiyah STAIN Samarinda.

ini semua menggambarkan betapa kloning akan memiliki dampak yang sangat besar bagi masa depan peradaban karena kemampuan manusia untuk melakukan rekayasa genetika yang radikal terhadap perjalanan hidup manusia. Dari sudut pandang biologi.A. hukum dan moral. sehingga dapat disebut revolusi dalam ilmu biologi modern. (baca Genetika). Berbagai sudut pandang digunakan untuk melihat permasalahan kloning. proses perkembangbiakan dengan memanfaatkan bahan-bahan baku yang telah ada untuk T. 4 1 . Pengantar Kloning Gena. transgenik dan lain-lainnya. Upaya penerapan kloning pada manusia telah menimbulkan reaksi pro dan kontra dari berbagai kalangan dan berbagai pandangan yang dikeluarkan sama-sama memiliki argumen yang cukup kuat.M. pertanyaan-pertanyaan etis. medis. bahwa yang dimaksud dengan rekayasa genetika adalah. Dalam hal ini suatu proses perkembangbiakan yang ditempuh dengan menggunakan peralatan serta prosedur tertentu untuk menghasilkan suatu produk (keturunan). Juni 2007 maju dengan pesatnya sekitar tahun 1971 sampai 1973. No.1 Kloning merupakan prestasi besar dan menjadi berita spektakuler sejak kemunculannya pada akhir abad yang lalu sehingga sampai sekarang menjadi topik yang sangat menarik untuk di bicarakan dalam tulisantulisan maupun pertemuan. atau gen yang terdapat pada suatu organisme tertentu dengan tujuan menghasilkan organisme jenis baru yang identik secara genetika. h. Nurchalis (1996). intinya. Suatu metode yang sama sekali baru di kembangkan. rekayasa genetika adalah sebuah kegiatan rekayasa yang dilakukan oleh manusia untuk membuktikan secara ilmiah terhadap hipotesa yang dibuat terhadap hasil obserfasi dan pengamatan atas fenomena yang ditemukan. H. Browen Van Nastrad Rainhold (vk). Istilah tersebut kemudian berkembang dan memunculkan beberapa istilah lain dalam ilmu ini seperti transplantsi. Dari pengertian tersebut dapat kita simpulkan. Sekilas tentang Rekayasa Genetika dan Kloning manusia Menurut Bakri. Rekayasa genetika adalah istilah dalam ilmu biologi yang artinya secara umum adalah usaha manusia dalam ilmu biologi dengan cara memanipulasi (rekayasa) sel. (Yogyakarta: Yayasan Essentia Medika) . Sehingga memungkinkan eksperimen yang sebelumya tidak mungkin dilakukan akhirnya dilaksanakan dan gena itu sendiri adalah suatu partikel yang berada dalam sel.26 . serta tingkat kekhawatiran manusia yang sangat mencemaskan terhadap seluruh perkembangannya. kloning. IV. Sehingga kloning pada manusia benar-benar dalam posisi yang sangat dilematis dan bagaimanakah Islam menjawab permasalahan ini. Melalui rekayasa genetika (kloning manusia) telah memunculkan berbagai problem. 1. Vol.

Masduki. Kloning Manusia Abad XXI Antara Harapan. h. tentu hal ini akan menimbulkan problem yang sangat besar ketika kloning diterapkan pada manusia. Ianwilmut dan rekanrekannya di Institut Roslin yang melakukan penelitian dengan teknik duplikasi domba dengan cara non seksual yang menghasilkan domba “dolly” itu merupakan terobosan besar dalam dunia biologi. 2001). induk ketiga akhirnya bayi kloning yang secara identik dengan induk yang menjadi donor DNA. 13-15 2 .Zamroni. produk (keturunan) baru melalui cara memanipulasi dengan menggunkan alat atau prosedur tertentu. Sel pertama dalam sel kedua yang telah kosong di dempetkan dengan pulsa listrik tersebut dikejutkan dan bergabung menjadi satu. 1997).3 Kloning Manusia Dalam Perspektif Islam Apabila kiat mencermati. Sementara itu. (Pasuruan: Garoeda. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. setelah masa kehamilan. h. 27 menghasilkan organisme. emberio dari pembelahan sel itu di tanam kedalam induk rahim ketiga. dan sel berada dalam keadaan tertidur. yang melalui proses sebagai berikut: Sel diambil dari organ susu. Kloning Menurut Pandangan Islam. Aziz Musthafa dan Imam Musbikin. Dalam kloning terhadap organisasi tingkat tinggi seperti hewan dan manusia di buat dari sebutir inti sel dewasa yaitu dari sel-sel kelenjar payudara (sel kambing) dewasa. Pulsa kedua diberikan yang bertindak sebagai hentakan energi yang terjadi dalam pembuahan alam yang memicu terjadinya pembelahan sel. Karena mengandung sedikit makanan. secara lebih khusus pengertian kloning adalah: kata kloning berasal dari bahasa inggris “Cloning” yaitu suatu usaha untuk menciptakan duplikat suatu organisme melalui aseksual (tanpa hubungan antara laki-laki dan perempuan) atau dengan kata lain membuat foto copi atau penggandaan dari suatu makhluk melalui cara non seksual.walaupun di sisi lain juga ada beberapa manfaat. 16 3 M. lalu di tempatkan kedalam cawan petri dengan konsentrasi rendah. Dr.2 Pada tahun 1997 seorang ilmuan. awal sampai akhir proses kloning. maka setelah beberapakali sel berhenti membelah. Seperti yang kita ketahui manusia sebagai makhluk biologis maka laki-laki memerlukan perempuan ataupun sebaliknya. Enam hari kemudian. mirip dengan keadaan sewaktu inti sel seperma bergabung dengan inti sel telur setelah pembuahan Sebuah sel yang belum di buahi di ambil dari jenis sel lain inti sel beserta DNA-nya disedot keluar sehingga yang tersisa hanyalah sebuah sel telur kosong tanpa nekleus namun tanpa memiliki segala pelengkapan sel telur yang di perlukan untuk menghasilkan sebuah janin. Tantangan dan pertentangan. Rekayasa Genetika……….

1990). Dalam Islam kloning dapat menimbulkan akibat yang fatal apabila hal ini dilakukan terhadap manusia yaitu mulai dari perkawinan.5 Dalam kehidupan ini seseorang dapat memperoleh keturunan dari hubungan laki-laki dan perempuan yang telah diatur oleh hukum Allah yaitu adanya akad perkawinan yang mana di harapkan dapat menghasilkan keturunan yang baik dan mempunyai nasab dan diterima secara baik di masyarakat. No. 1. Al-Qur’an dan Terjemahnya. pertama yaitu aspek biologis agar manusia berketurunan dan yang kedua aspek afeksional agar manusia merasa tenang mampu melayani adalah bagi mereka yang benar terang hatiya dan cemerlang fikirannya. IV. 207 5 Departemen Agama Republik Indonesia. Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah SWT . 1996).4 Dan bila seorang ingin mendapatkan keturunan. Psikiater. maka ia harus kawin dan menikah lebih dahulu.6 Misalnya seorang laki-laki yang menikah Dadang Hawari. Kita tidak akan lagi mengenal hubungan semacam itu karena seseorang dapat memiliki anak sesuai dengan keinginannya tanpa melakukan hubungan dengan seorang laki-laki. Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Namun akan berbeda ketika kloning manusia benar-benar di lakukan. Juni 2007 Disamping itu proses perkembangan manusia pertama-tama diatur perkawinan yang sah menurut Islam.cit. nasab dan pembagian warisan dan tentu hal ini akan keluar dari jalur Islam. h. op. Dan perkawinan adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri berdasarkan hukum (UU).28 . (Semarang: Toha putra. Dan kawinilah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayanya yang lelaki dan hamba sahayamu yang perempuan. h. (Yogyakarta: PT. Menikah mempunyai dua aspek. 30 4 .549 6 M. Dana Bakti Primayasa. Ilmu Kebudayaan Jiwa dan Kesehatan Jiwa. h. hukum agama atau adat istiadat yang berlaku seperti firman Allah dalam al-Qur’an. Dan mengenai perkawinan itu sendiri dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an. Masduki. Vol.

op-Cit.. h. dan lain-lainnya akan menunggu di depan. Demikian disyariatkan adanya kesanggupan dalam menjalankan perintah. namun disana juga terdapat kemafsadat-an (kerusakan) haruslah didahulukan menghilangkan mafsadah-nya. tentu hal ini akan dapat membuat bingung mereka semuanya. katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat yang sedikit bagi manusia. h. Kaidah ini menjelaskan bahwa suatu perkara yang terlihat adanya manfaat atau maslahah. 101 Imam Musbikin.9 Dalam hal penciptaan manusia adalah melalui beberapa tahapan.7 Seperti dalam bahasa kaidah fiqh dinyatakan :“Menghindari madhlarat (bahaya) harus di dahulukan atas mencari kebaikan atau maslahah”. dekadensi moral dan kehancuran dunia akan terwujud selain itu sederetan masalah kewarisan. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. perwalian. 29 dengan perempuan yang keduanya masing-masing mempunyai kekembaran identik. Sebab ke-mafsadahanya dapat meluas dan menjalar kemana-mana sehingga akan mengakibatkan kerusakan yang lebih besar. Rekayasa Genetika………. Qowa’id al-Fiqhiyah. Sedangkan dalam meninggalkan larangan itu adalah lebih kuat dari pada tuntutan menjalankan perintah. tetapi dosa keduanya lebih besar dari pada manfaatnya. dan bila hal ini sudah terjadi ditengah masyarakat.8 Kaidah fiqhiyah itu dapat kita kembalikan pada firman Allah SWT Mereka bertanya kepadamu tentang khamer dan judi. h.Zamroni. 75 8 7 . 74 9 Ibid. pasti orang akan mengalami kesulitan mengenali apakah orang itu bersama-sama dengan isterinya atau dengan kembaranya atau dengan sebaliknya tidaklah mustahil apabila semisal masalah ini benar-benar terjadi.. Sebagaimana firman Allah dalam Alqur’an Surah al-Hajj yang berbunyi: Aziz mustafa dan Imam Musbikin. 2001).

agar kami jelaskan kepda kamu dan kami tetapkan dalam rahim.Mulai dari awal kehidupan hingga saat kematian.kemudian dari setetes mani.. Oleh karenanya untuk menyikapi berbagai macam masalah mengenai kloning manusia.Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain.kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. Ayat ini mengisyaratkan unsur manusia ada tiga yaitu.Segala bentuk peniruan atas tindakanNya dianggap sebagai perbuatan melampaui batas. semuanya adalah tindakan dari Tuhan.apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan……. sebagai berikut: Pertimbangan Teologi Dalam hal ini al-Qur’an megisyaratkan adanya intervensi manusia didalam proses produksi manusia.oleh karenanya untuk mengetahui keafsahan kloning dalam Islam harus dikaitkan dengan dua pertimbangan selanjutnya. IV.30 . Juni 2007 …Kami telah menjadikan kamu dari tanah. Vol. lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging. unsur nyawa (nafs). Adapun dalam pertimbangan ini manusia mengetahui proses terjadinya manusia.Pencipta yang paling baik.kemudian dari segumpal darah. unsur jasad (jasadiyah). .S.Sebagaimana termaktub dalam firmanNya Q. Dari kutipan ayat diatas. yaitu pertimbangan moral dan hukum. No.lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. dan Unsur ruh (ruh).Maka maha sucilah Allah. tampak kiranya bahwa paradigma alQur’an mengenai penciptaan manusia dan terlihat pencegahan terhadap tindakan-tindakan manusia yang mengarah terhadap kloning.dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang. 1.al-Mukminun ayat 13-14 yang berbunyi: Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan)dalam tempat yang kokoh (rahim) Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah. bisa memakai pertimbangan.

h. (Jakarta: Rajawali Press. Rekayasa Genetika………. karena itu penggandaan manusia semata-mata tak di perlukan (suatu tindakan yang mubadzir). Pertimbangan Hukum Dari beragam pertimbangan mungkin pertimbangan hukum inilah yang secara tegas memberikan putusan. Sedang Abdul Aziz Sachedia. 1999). meskipun manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah. 31 Pertimbangan Moral Dari sudut pertimbangan moral bahwa berbagai macam riset atau penelitian hendaknya selalu dikaitkan dengan Tuhan. salah seorang tokoh agama Islam Amerika Serikat mengatakan bahwa “teknologi kloning hanya akan meruntuhkan institusi perkawinan” Analisis Kritis Proses kejadian manusia tanpa proses pembuahan sperma lakilaki adalah tanda dari kekuasaan Tuhan. 32 11 Tim Perumus Fakultas Teknik UMJ Jakarta. Muhammad Quraish Shihab mengatakan. Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan konskuensi logis dari konsep ilmu dalam alQur’an yang mengatakan hakekat ilmu adalah menemukan sesuatu Kompas. Larangan ini muncul karena alasan adanya kekhawatiran tingginya frekuensi mutasi pada gen produk kloning sehingga akan menimbulkan efek buruk pada kemudian hari dari segi pembiayaan yang sangat mahal dan juga dari sudut pandang ushul fiqh bahwa jika sesuatu itu lebih banyak madharat-nya dari pada manfaatnya maka sesuatu itu perlu ditolak. Minggu 21 April. Pandangan Islam Terhadap kloning Manusia. tidak pernah memisahkan ketetapan-ketetapan hukumnya dari moral sehingga dalam kasus kloning walaupun dalam segi aqidah tidak melanggar wilayah qodrat Illahi. namun karena dari moral teknologi kloning dapat mengantar kepada perpecahan manusia karena larangan lahir dari aspek ini.Zamroni. karena riset dengan tujuan apapun tanpa dikaitkan dengan Tuhan tentu akan menimbulkan resiko. al-Islam dan IPTEK. h.267 10 . 2002. adalah tindakan Illahiyah. jilid I. khususnya dari para ulama’ fiqh yang akan menolak mengenai praktek kloning manusia selain memakai dua landasan pertimbangan di atas. Manusia adalah agen yang diberi amanah oleh Tuhan.11 Munawar Ahmad Anas mengatakan bahwa paradigma al-Qur’an menolak kloning seluruh siklus kehidupan mulai dari kehidupan hingga kematian.10 Dalam masalah ini terdapat beberapa pendapat ulama tentang kloning manusia diantaranya. namun dalam mengekpresikan dan mengaktualisasikan kebesaran kreatifitasnya tersebut seyogyanya tetap mengacu pada pertimbangan moral dalam agama.

13 Kloning terhadap manusia banyak melahirkan persoalan bagi kehidupan manusia. Kedua. Beberapa diantara keuntungan terapeutik dari teknologi kloning adalah sebagai berikut: Munawar Ahmad Anees. (Bandung: Mizan. Etika Gender. 1995). terutama dari sisi etika dan persoalan keagamaan serta keyakinan. tidak mungikuti ajaran kedokteran Nabi. dengan hewan yang halal di makan. bagi kaum laki-laki yang tidak beristeri bisa menimbulkan gangguan yang tidak diharapkan seperti hal syahwatnya menjadi lemah. ada kecenderungan melakukan onani (masturbasi) atau berzina yang sangat dilarang oleh Islam. hewan dan manusia. 1. Ketiga. karena mereka tidak melakukan hubungan seksual. diantaranya. Islam dan Masa Depan Biologis Umat Manusia. Seluruh ilmu bisa diterima. No.32 . h.Teknologi. IV. Pertama. Gerak tubuhnya menjadi kaku dan bagi kaum wanita badannya menjadi dingin (frigiditis). tidak melakukan penyilangan antar hewan yang haram dengan yang halal Adapun kloning pada gen manusia menurut etika dan hukum agama tidak dibenarkan (haram) serta harus dicegah sedini mungkin.12 Hal ini karena akan menimbulkan masalah baru dan madharat yang lebih besar. h. khusus dalam bidang medis. namun harus dilihat manfaat dan madharatnya seperti halnya kloning yang menimbulkan pro dan kontra. tidak mengikuti sunah Rasul. Tim bahsul masa’il Nahdhatul Ulama’ menjawab seputar masalah kloning gen pada tanaman. 123-124 12 . Dan barang siapa tidak mengikuti sunah rasul berarti tidak termasuk golongan Rasulallah. karena hajat manusia untuk kemaslahatannya. Vol. Masduki. Pemanfaatan teknologi pada tanaman diperbolehkan. Kelima. namun di sisi lain adapula beberapa manfaatnya. 30 13 M. Berikut ini beberapa manfaat kloning. tidak bisa memanfaatkan kegembiraan dan kelezatan dalam hubungan seksual. Juni 2007 yang baru bagi masyarakat dari hal yang tidak tahu menjadi tahu seperti dalam firman Allah: Sebagaimana kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-kitab dan hikmah serta mengajarkan kepada kamu apaapa yang belum kamu ketahui. menimbulkan kesedihan dan kemuraman. Keempat. tidak menimbulkan takdzib (penyiksaan). Op-cit. Kloning gen pada hewan di perbolehkan dengan catatan. karena Rasul menganjurkan untuk menikah.

Kloning manusia memungkinkan banyak pasangan tidak subur untuk mendapatkan anak. dan tidak bersedia mengembalikannya pada ayah dan ibu biologisnya. 3. 4. (Serambi: 2004). Sehingga dalam kasus kloning.Zamroni. Setelah sekitar 36 minggu mengandung dan akhirnya melahirkan bayi titipan tersebut.14 Sedang menurut M. Sel-sel dapat dikloning dan diregenerasi untuk menggantikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak. Teknologi kloninng memungkinkan para ilmuan medis untuk menghidupkan dan mematikan sel-sel. atau paling tidak meminimalisir sikap coba-coba yang akan menyebabkan organisme dan gen atau bahan-bahan dasar lainnya terbuang sia-sia atau dimatika begitu saja dengan unsur kesengajaan yang lebih besar hanya demi tekologi. dan eksperimen pada hewan. maka dilarang lahir dari aspek ini. 5. contohnya urat saraf serta jaringan otot. adalah perebutan bayi.108 14 . Penutup Perkembangan teknologi merupakan salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang diberikan kepada manusia. bahwa Islam tidak pernah memisahkan ketetapan ketetapan hukumnya dari moral. Rekayasa Genetika………. Teknologi kloning memungkinkan dilakukannya pengujian dan penyembuhan penyakit-penyakit keturunan. dengan demikian teknologi dapat digunakan untuk mengatasi kanker. 33 1. Meskipun Abdul Fadl Mohsin Ebrahim.Telaah Fiqh dan Biotek Islam. 2. Tranfusi darah. perlu disadari bahwa hal ihwal tentang penciptaan (setiap yang hidup/bernyawa) adalah wilayah kekuasan tuhan yang sangat mustahil untuk dapat ditiru oleh ilmuan sejenius apapun. walaupun dalam segi akidah tidak melanggar ‘Wilayah kodrat Ilahi’. Organ manusia dapat dikloning secara selektif untuk dapat dimanfaatkan sebagai organ pengganti bagi pemilik sel organ itu sendiri. Transpalasi organ. namun karena dari moral teknologi kloning dapat mengantar kepada pelecehan manusia. Masalah lain yang ditimbulkan oleh teknologi kloning speriti produk bayi tabung. Cloning. sehingga dapat meminimalisir resiko penolakan. kesadaran ini perlu ada dalam jiwa manusia untuk lebih bijaksana dalam menjelajahi ilmu pengetahuan. h. Dengan demikian. si mother hoster mengklaim bayi tersebut miliknya. Eutanasia.Qurash Shihab seperti yang dikutip dalam alislam dan iptek. Seperti contoh kasus yang menimpa pasangan suami isteri yang menitipkan embrionya dalam rahim mother hoster.

Juni 2007 demikian manusia harus berupaya menjaga keseimbangan antara batasan kemajemukan IPTEK. Kloning terhadap manusia. . Penghormatan tehadap eksistensi dan keamanan perorangan baik diri maupun martabat sebagai manusia (hifzu al-Nafs). biologi dan doktrin agama.Mal) Lima acuan di atas merupakan pengawasan terhadap penerapan keilmuan manusia. kesadaran ini perlu ada dalam jiwa manusia agar lebih arif dan bijaksana dalam menjelajahi ilmu pengetahuan. Dengan kemajuan IPTEK harus tetap berpegang pada norma syari’at yaitu lima syari’at yang diistimbatkan dari ayat-ayat al-Qur’an dan as-Sunah yaitu: Penghormatan terhadap keyakinan yang berkembang dalam masyarakat (Hifzu al.34 . No.Untuk itu perlu disadari bahwa hal-ihwal penciptaan manusia adalah mutlak kekuasaan Tuhan yang mustahil kiranya untuk dapat ditiru oleh ilmuan sehebat atau sejenius apapun.Nash). Penghormatan terhadap sistem keluargaan yang membuahkan ketertiban silsilah keturunan yang berkembang dalam masyarakat (Hifzu al. Vol.walaupun merupakan suatu kegiatan ilmiah dan juga dapat dikatakan bisa membantu manusia namun dari sekian banyak pertentangan pendapat yang muncul atas persoalan tersebut dapat dipastikan lebih banyak ditekankan pada persoalan yang berhubungan dengan etika. moral. agar tidak menyimpang dari norma-norma atau etika yang ada dan moral agama yang memberikan keluasan untuk menetapkan suatu hukum yang belum di tetapkan secara terang dan jelas dalam agama. 1. hukum dan agama. Penghormatan terhadap kepemilikan kekayaan yang di dapat secara halal (Hifzu al. Penghormatan terhadp eksistensi dan kebebasan berfikir yang merupakan produk akal yang jujur.Din). IV.

Kloning manusia Abad XXI Antara Harapan. Tantangan dan pertentangan. Bandung: Mizan. Aziz dan Imam Musbikin. Teknologi. 2001. Transplantasi organ. jilid I. Browen Van Nastrad (vk) Pengantar kloning Gena. Musbikin. . M. Dadang. Musthafa. Tim Perumus Fakultas Teknik UMJ. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medika. Abdul Fadl Mohsin. 2001. Shihab. Hawari. Kloning Menurut Pandangan Islam. Ebrahim. Pasuruan: Garoeda. Rajawali Press. 1997 Munawar. Jakarta. Qowa’id al-Fiqhiyah..jakarta. Bandung: Mizan. M. Rekayasa Genetika………. 1999 . Ahmad Anees. 2002. Semarang: Toha putra. 1990. Kompas.org/)06/12/2004. 35 DAFTAR PUSTAKA Departemen Agama Republik Indonesia. (http ://www/greenpeace.A. Quraish. Dana Bakti Primayasa. Etika Gender. Yogyakarta: PT. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Masduki. Ilmu Kebudayaan Jiwa dan Kesehatan Jiwa. al-Islam dan IPTEK. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Cloning. Minggu 21 April.Trnfusi darah. Pandangan Islam Terhadap Kloning Manusia. Islam dan Masa Depan Biologis Umat Manusia. dan eksperimen pada hewan. Telaah dan Biotek Islam. 1994 Teknologi Reproduksi Menimbulkan Paradigma Baru dalam Masyarakat. T. Eutanasia. 2004. 1995 Rainhold. Membumikan Al-Qur’an. Al-Qur’an dan Terjemahnya.Zamroni.1996. Imam.

.daneprairie.com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.This document was created with Win2PDF available at http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->