TITRASI KONDUKTOMETRI

Lauditta Indahdewi 1006703976

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia 2011

Erzi Rizal Azwar. Semoga segala bantuan yang tidak ternilai harganya ini mendapat imbalan di sisi Allah SWT sebagai amal ibadah. Amin. atas rahmat dan hidayah-Nya. Drs. Teman-teman penulis yang telah mendukung baik mental maupun materi sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Penulis merasa makalah yang dibuat ini jauh dari kesempurnaan karena didalamnya masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan karena penulis masih dalam tahap pembelajaran. Makalah titrasi konduktometri ini disusun dari berbagai sumber. Makalah ini dibuat untuk memahami secara lebih mendalam pengertian dari titrasi konduktometri. Semoga makalah ini bermanfaat bagi yang semua pihak. baik dari buku maupun dari artikel–artikel guna memperjelas lagi materi yang bersangkutan. sehingga penulis dan juga pembaca dapat mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari – hari. November 2011 .Kata Pengantar Segala puji dan syukur kepada Allah SWT. selaku dosen yang telah memberikan berbagai informasi terkait pembuatan makalah. sehingga penulis masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menyusun makalah tentang titrasi konduktometri ini. Makalah ini berisi tentang uraian–uraian yang berhubungan dengan titrasi konduktometri baik kelemahan dan kekurangannya serta aplikasinya dalam kehidupan sehari– hari. Terwujudnya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis. maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran bagi pembaca demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini. baik ide-ide maupun pemikiran. Penulis. 2.

5 Metode Penelitian 1.2 Saran Daftar Pustaka 12 3 5 1 2 i ii .2 Perumusan Masalah 1.1 Kesimpulan 3.1 Konduktometri 2.1 Latar Belakang 1.3 Tujuan Penulisan 1.6 Sistematika Penulisan Bab II Isi 2.2 Titrasi Konduktometri Bab III Penutup 3.Daftar Isi Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan 1.4 Manfaat Penulisan 1.

dimana penentuannya menggunakan suatu larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya secara tepat. Titrasi sampai sekarang masih banyak dipakai di laboratorium industri disebabkan teknik ini cepat dan tidak membutuhkan banyak reagen. Tetapi banyak praktikan yang merasa kesulitan untuk menentukan dengan tepat titik ekuivalen dengan menggunakan titrasi volumetri ini. zat itu akan mengalami peruban warna bila zat itu dalam keadaan setimbang. Titik ekuivalen dapat kita ketahui dari daya hantar dari larutan .BAB I PENDAHULUAN 1. Tetapi selain itu juga dapat menggunakan alat yang disebut dengan konduktometer. Titrasi merupakan salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang dipergunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan tertentu. Didalam titrasi konduktometri ini tidak terlalu berbeda jauh dari titrasi–titrasi yang lainya. Titik ekuivalen dapat ditentukan dengan berbagai macam cara. cara yang umum adalah dengan menggunakan indikator. Kalau kita menggunakan titrasi volumetri yang biasa kita praktikan sebelumnya titik ekuivalen diketahui ketika terjadi perubahan warna.1 Latar Belakang Mempelajari titrasi amatlah penting bagi mahasiswa jurusan kimia dan bidang-bidang yang berhubungan dengannya. walaupun ada kelemahan tetapi juga ada kelebihanya. Mengenal berbagai macam peralatan yang dipergunakan dalam titrasipun sangat berguna agar kita mahir melakukan teknik titrasi Titrasi konduktometri merupakan salah satu dari sekian banyak macam–macam titrasi. dengan cara ini maka kita dapat langsung menghentikan proses titrasi. Tidak semua zat bisa ditentukan dengan cara titrasi akan tetapi kita harus memperhatikan syaratsyarat titrasi untuk mengetahui zat apa saja yang dapat ditentukan dengan metode titrasi untuk berbagai jenis titrasi yang ada. Maka penulis membuat makalah yang berjudul titrasi kondutometri ini. Indikator akan berubah warna dengan adanya penambahan sedikit mungkin titran. Pengukuran volume dalam titrasi memegang peranan yang amat penting sehingga ada kalanya sampai saat ini banyak orang yang menyebut titrasi dengan nama analisis volumetri. dengan tujuan untuk mengenalkan titrasi konduktometri kepada pembaca bahwa sebenarnya titrasi konduktometri lebih mudah jika dibandingkan dengan titrasi lainya. yang membedakan biasanya hanya terdapat bagaimana cara untuk mengetahui titik ekuivalen dari larutan itu. Untuk mempermudah kita untuk melihat zat itu sudah mencapai ekuivalen maka digunakan indikator.

Mempelajari faktor yang berperan penting dalam proses titrasi konduktometri. perumusan masalah. 1. Terakhir. 1. tujuan penulisan. Bab III adalah bagian kesimpulan.4 Manfaat Penulisan Laporan akhir ini adalah awal langkah penulis untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. . Untuk itu.5 Metode Penelitian Penelitian ini mengenai titrasi konduktometri membutuhkan suatu kajian yang mendalam mengenai informasi yang diperoleh. 2. Mencari berbagai data di internet dan beberapa sumber buku referensi. Melalui laporan akhir penulis mengharapkan adanya perkembangan ilmu agar masyarakat lebih memahami materi yang disampaikan. Bab II adalah bagian isi yang berisi pembahasan mengenai konduktometri dan titrasi konduktometri. untuk lebih jelasnya akan dijelaskan dalam bab selanjutnya. dan sistematika penulisan.3 Tujuan Penulisan 1. Mengapa titrasi konduktometri tidak menggunakan indikator? 3.6 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari tiga bab. penulis menggunakan metode yang diperoleh melalui studi pustaka.yang kita ukur. 1. Bab I adalah bab pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah yang akan dibahas. Mempelajari perbedaan antara titrasi konduktometri dengan titrasi lainya. Mengapa volume tidak berpengaruh terhadap daya hantar larutan? 1. metode penelitian yang digunakan. saran. manfaat. dan referensi. 3. Titrasi ini juga tidak perlu menggunakan indikator. Mempelajari kelebihan dan kelemahan dari titrasi konduktometri.2 Perumusan Masalah 1. Mengapa titrasi konduktometri lebih mudah dari titrai volumetri? 2. 1. jika daya hantar sudah konstan berarti titrasi sudah mencapai ekuivalen.

dengan adanya muatan listrik inilah yang menyebabkan larutan memiliki daya hantar listriknya. Dengan ukuran derajat ionisasi untuk larutan elektrolit memiliki jarak yang cukup besar. dimana zat terlarutnya terurai menjadi ion positif dan negatif. maka daya hantar listrik (G) berbanding lurus dengan luas permukaan elektroda (A) dan berbanding terbalik dengan jarak kedua elektroda (l). Untuk elektrolit kuat harga ɲ= 1. Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar listrik suatu larutan. Larutan elektrolit akanmengalami ionisasi. Daya hantar listrik (G) merupakan kebalikan dari tahanan (R). Demikian pula sebaliknya semakin sulit terionisasi semakin lemah daya hantar listriknya. Secara kuantitatif sifat hantaran ini dapat digunakan untuk analisis suatu zat yang dipelajari dalam konduktometri. sehingga diperlukan pembatasan larutan elektrolit dan dibuat istilah larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. Daya hantar listrik (G) suatu larutan bergantung pada jenis dan konsentrasi ion di dalam larutan.1 Konduktometri Salah satu sifat larutan elektrolit adalah kemampuannya untuk menghantarkan arus listrik. untuk larutan non-elektrolit maka nilai ɲ=0. Proses ionisasi memegang peranan untuk menunjukkan kemapuan daya hantarnya. Bila arus listrik dialirkan dalam suatu larutan mempunyai dua elektroda. Kemampuan suatu zat terlarut untuk menghantarkan arus listrik disebut daya hantar ekuivalen yang didefinisikan sebagai daya hantar satu gram ekuivalen zat terlarut di antara . sedangkan elektrolit lemah harga derajat ionisasinya. dimana k adalah daya hantar jenis dalam satuan Kuat lemahnya larutan elektrolit sangat ditentukan oleh partikel-partikel bermuatan di dalam larutan elektrolit. Daya hantar listrik berhubungan dengan pergerakan suatu ion di dalam larutan ion yang mudah bergerak mempunyai daya hantar listrik yang besar. Sifat hantaran ini sangat berguna di dalam pemecahan berbagai persoalan dalam bidang elektroanalisis. semakin banyak zat yang terionisasi semakin kuat daya hantarnya.BAB II ISI 2. 0 <ɲ< 1. Untuk larutan elektrolit besarnya harga 0 <ɲ< 1. sehingga daya hantar listrik mempunyai satuan ohm.

dua elektroda dengan jarak kedua elektroda 1cm. Daya hantar ekuivalen pada larutan encer diberi simbol yang harganya tertentu untuk setiap ion. . Volume dapat juga dinyatakan sebagai hasil kali luas (A) dan jarak kedua elektroda. maka pengukuran konduktometri didasarkan pada arus non faraday atau arus AC. Contoh berat ekuivalen BaCl2 adalah BM BaCl2 dibagi dua. 1. dengan C adalah konsentrasi (ekuivalen/cm ). yaitu oksidasi dan reduksi terjadi pada kedua elektroda. Daya hantar ekuivalen akan sama dengan daya hantar listrik (G) bila 1 gram ekuivalen larutan terdapat di antara dua elektroda dengan jarak 1 cm. Sedangkan arus AC tidak memerlukan reaksi elektro kimia pada elektroda. Yang dimaksud dengan berat ekuivalen adalah berat molekul dibagi jumlah muatan positif atau negatif.elektrodanya. Substitusi persamaan ini ke dalam persamaan G diperoleh. Volume larutan (cm3) yang mengandung satu gram ekuivalen zat terlarut diberikan oleh. Dengan l sama dengan 1 cm . 2. dalam hal ini aliran arus listrik bukan akibat proses faradai. bilangan 1000 menunjukkan 1 liter = 1000 cm3. Pengukuran daya hantar memerlukan sumber listrik. Tahanan Jembatan Jembatan Wheatstone merupakan jenis alat yang digunakan untuk pengukuran daya hantar. sel untuk menyimpan larutan dan jembatan (rangkaian elektronik) untuk mengukur tahanan larutan. Sumber listrik Hantaran arus DC (misal arus yang berasal dari batrei) melalui larutan merupakan proses faraday. Perubahan karena proses faraday dapat merubah sifat listrik sel.

Sehingga untuk mengetahui kemampuan tiap jenis ion. Jadi dalam titrasi konduktometri ini kita tidak perlu mencari titik ekuivalen dengan melihat adanya perubahan warna. Biasanya elektroda berupa logam yang dilapisi logam platina untuk menambah efektifitas permukaan elektroda.5 73. Konduktivitas ditentukan oleh jenis ion.4 76.3 55. Karena kita tahu bahwa dalam titrasi . o adalah konduktivitas molar ion pada larutan sangat encer (konsentrasi mendekati nol). Harga konduktovitas molar beberapa ion dengan konsentrasi mendekati nol di tabelkan sebgai berikut: Jenis Kation H+ Na K+ NH4+ Anion OHFClNO3+ Ion o 249. Sel Salah satu bagian konduktometer adalah sel yang terdiri dari sepasang elektroda yang terbuat dari bahan yang sama.1 73. Pada kondisi seperti ini.3.40. misal tidak menggunakan indikator. Walaupun demikian masih banyak kelemahan–kelamahan dalam titrasi konduktometri ini. karena dalam titrasi konduktometri ini kita hanya mengukur daya hantar larutan. Didalam titrasi konduktometri kita akan mendapatkan beberapa kemudahan yang mungkin tidak kita dapatkan jika kita menggunakan dengan titrasi lainya.9 2.3 71.5 1978.2 Titrasi Konduktometri Titrasi konduktometri digunakan untuk menentukan daya hantar larutan sampel setelah ditambahkan titran.5 CH3COO. sehingga tidak dipengaruhi oleh ion lain.8 50. maka konduktovitas larutan merupakan jumlah konduktovitas ion positif (kation) dan ion negative (anion). maka perlu dilakukan percobaan dengan larutan yang sangat encer.

Jumlah ion Cl.di dalam larutan tidak berubah. jadi juga akan berhubungan dengan adanya ion–ion dalam larutan yang berperan untuk menghantarkan arus listrik dalam larutan. Arus listrik ini tidak akan bisa melewati larutan yang tidak terdapat ion– ion. Hal-hal berikut harus selalu diingat-ingat ketika melakukan titrasi : . Titrasi konduktometri metode konduktometri dapat digunakan untuk menentukan titik ekuivalen suatu titrasi. Kedua larutan ini adalah penghantar listrik yang baik. sehingga kita dapat membedakan perbedaan dari daya hantar larutan hanya berdasarkan perbedaan konsentrasi saja. Sehingga ion–ion dalam larutan tidak dapat begerak dengan bebas. karena itu daya hantar konstan dengan penambahan NaOH. Kurva titrasi ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Dalam titrasi konduktometri ini juga sangat berhubungan dengan konsentrasi dan temperatur dari larutan yang akan ditentukan daya hantarnya. Jika temperatur berubah–ubah maka bisa saja konsentrasi yang besar seharusnya memilki daya hantar yang besar malah memiliki daya hantar yang kecil karena suhunya menurun. Daya hantar H+ turun sampai titik ekuivalen tercapai. sehingga larutan non elektrolit tidak bisa menghantarkan arus listrik.konduktometri hanya terbatas untuk larutan yang tergolong kedalam larutan elektrolit saja. berupa beberapa contoh titrasi konduktometri adalah titrasi asam kuabasa kuat sebagai contoh larutan HCl dititrasi oleh NaOH. Dalam hal ini jumlah H+ makin berkurang di dalam larutan. Daya hantar ion Na+ bertambah secara perlahan-lahan sesuai dengan jumlah ion Na+. Sedangkan untuk larutan non elektrolit tidak dapat menggunakan titrasi konduktometri. sedangkan daya hantar OH. Titrasi konduktometri ini sangat berhubungan dengan daya hantar listrik.di dalam larutan bertambah.berrtambah setelah titik ekuivalen (TE) tercapai karena jumlah OH. Sehingga kita harus menjaga temperatur larutan agar berada dalam keadaan konstan.

3.5 satuan pH harus dicapai. ini dapat merupakan tugas yang sulit. 2. dan labih jauh. dan bahkan untuk kasus di mana batas pH adalah sedemikian sehingga kertas uji pH boleh digunakan untuk mengontrol penyesuain pH. dsan bagi yang menderita buta warna. Kesulitan-kesulitan ini dapat diatasi dengan menggantikan mata dengan suatu fotosel yang jauh lebih . hanyalah kertas dari jenis dengan jangkau yang sempit boleh digunakan. titik akhir yang lebih tajam dapat dicapai jika larutan dipanaskan sampai sekitar kira-kira 40OC. Deteksi perubahan warna. 5.1. mungkin lambat. lalu diulangi titrasi itu. sebaiknya titran ditambahkan dengan hati-hati sambil larutan terus menerus diaduk. Pencapaian titik-akhir Dalam banyak titrasi EDTA. yaitu terjadi suatu perubahan warna peralihan pada satu dua tetes sebelum tiik akhir yang sebenarnya. agar suatu titrasi yang sukses dapat dilakukan. dan jika kita mengalami kesulitan dengan titik akhir. Dalam banyak kasus. Jika konsentrasi ion logam itu terlalu tinggi. bagi banyak pengamat. Titrasi dengan CDTA selalu lebih lambat dalam daerah titik akhir divbanding dengan titrasi EDTA padanan. dianjurkan untuk memakai pengaduk magnetic. 4. Penyesuaian PH Untuk banyak titrasi EDTA. bolehlah dikatakan mustahil. pH larutan sangat menentukan sekali. maka titik akhir mungkin akan sangat sulit untuk dibedakan. maka sebaiknya mulailah lagi dengan satu porsi larutan uji yang lebih sedikit. Banyaknya indikator Penambahan indikator yang terlalu banyak merupakan kesalahan yang harus kita hindarkan. deteksi titik akhir dan titrasi bergantung pada pengenalan suatu perubahan warna yang tertentu.25 milimol ion logam yang bersangkutan dalam volume 50-150 cm3 larutan. seringkali harus dicapai batas-batas dari 1 satuan pH dan sering batas-batas dari 0. Pemekatan ion logam yang akan dititrasi Kebanyakan titrasi berhasil dengan baik dengan 0. Dengan semua indikator ion logam yang digunakan pada titrasi kompleksometri. Untuk mencapai batas-batas kontrol yang begitu sempit. perlu digunakan sebuah pH-meter sewaktu menyesuaikan nilai pH larutan. perubahan warna disekitar titik akhir. dan encerkan ini sampai 100-150 cm3 sebelum menambahkan medium pembufer dan indikator. Sering. Dalam banyak hal-hal demikian. warna yang ditimbulaan oleh indikator sanagt sekali bertambah kuat selama jalannya titrasi. banayak indikator memperlihatkan dikroisme.

dan meniadakan unsurt manusiawi. dan sejumlah fototitrator tersedia secara komersial. tergantung padafrekuensi arus yang digunakan.peka. Titrasi konduktometri dapat dilakukan dengan dua cara. Disamping deteksi secara visualdan secara spektrofotometri dari titik akhir dalam titrasi EDTA denagn bantuan indikator ion logam. maka perubahan konduktivitas sedikit sekali atau hampir tidak ada. dengan kation lain . Jika tidak terjadi reaksi ionik. c. 6. seperti pada titrasi basa kuat oleh asam kuat. Untuk melakukan operasi yang dituntut. Titrasi konduktometri yang dilakukan dengan frekuensi arus rendah (maksimum 300Hz) Penambahan suatu elektolit ke elektrolit lain pada keadaan yang tidak ada perubahan volum yang begitu besar akan mempengaruhi konduktivitas larutan terjadi reaksi ionik atau tidak. Titrasi potensiometri dengan memekai sebuah sistem elektroda platinum mengkilat kalomel jenuh. Dengan titrasi entalpimetri Pengukuran konduktovitas (hantaran) dapat pula di gunakan untuk penentuan titik ahir titrasi. maka perubahan konduktivitas yang relatif cukup besar sehingga dapat diamati. metode berikut ini juga tersedia untuk deteksi titik akhir. Dengan titrasi konduktometri e. maka pengaruh kapasitan dan induktif akan makin besar. Metode lain untuk mendeteksi titik akhir. Dengan titrasi amperometri f. Titrasi potensiometer dengan memakai sebuah elektroda merkurium b. yaitu: a. Jika frekuensi arus bertambah cukup besar. Bila terjadi reaksi ionik. perlu tersedia sebuah kolorimeter atau spektrofotometer dalam mana kompartemen kuvetnya adalah cukup besar untuk memuat bejana titrasi (labu Erlenmeyer atau piala berbentuk tinggi) Spektrofotometer Unicam SP 500 merupakan contoh dari instrumen yang sesuai untuk tujuan ini. Adapun jenis titrasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dalam titrasi ini terjadi penurunan konduktivitas karena terjadi penggantian ion hidrogen. Titrasi potensiometer dengan memakai sebuah elektroda ion selektif yang berespons terhadap ion yang sedang dititrasi. yang mempunyai konduktivitas tinggi. ini dapat dipakai bila reaksi melibatkan dua keadaan oksidasi berlainan (dari) suatu logam tertentu d.

Hukum di atas berlaku bila difusi dan reaksi elektroda tidak terjadi. Ketepatan metode ini bergantung pada sudut perpotongan dan kerapatan titik pengukuran.yang mempunyai konduktivitas rendah. Konduktansi sendiri didefinisikan sebagai kebalikan dari tahanan sehingga I = EL. Bila konsentrasi dinyatakan dalam normalitas. titrasi konduktometri tidak perlu kontrol suhu. Satuan dari hantaran (konduktansi) adalah mho. pada hantaran ekuivalen ionik S1. Kerugiannya adalah respon tidak spesifik karena bergantung pada konduktovitas(hantaran) dan tetapan di elektrik dari sistem. Hantaran di ukur pada setian penambahan sejumlah pereaksi dan titik pengukuran tersebut bila di alurkan memberikan 2 garis lurus yang saling perpotongan dinamakan titik ekuivalen titrasi. nilai d/a = S . 2. baik untuk asam yang sangat lemah seperti asam borat dan fenol yang secara potensiometri tidak dapat di lakukan. tetapi berbanding terbalik dengan jarak elektroda d. Kelebihan titrasi ini. maka harus dikalikan faktor 1000. Keuntungan Keuntungan cara ini antara lain elektroda di tempatkan di luar sel dan tidak langsung kontak dengan larutan uji. Titrasi yang dilakukan dengan menggunakan frekuensi arus tinggi disebut titrasi frkuensi tinggi Metode ini sesuai untuk sel yang terdiri atas sistem kimia yang dibuat bagian dari atau di pasangkan dengan sirkuit osilator beresonasi pada frekuensi beberapa mega hertz. maka konsentrasi C tentunya dalam ml. Secara praktik konsentrasi penitran 20-100 kali lebih kali pekat dari larutan yang di titrasi. Selain itu. dan d dalam satuan cm. sehingga: Tanda S menyatakan bahwa sumbangan berbagai ion terhadap konduktansi bersifat aditif. konsentrasi ion persatuan volume larutan Ci. R = tahanan dalam ohm. Pada titrasi penetralan. pengendapan. Karena a. dan lainlain. E = tegangan dalam volt. Menurut hukum Ohm di mana: I = arus dalam ampere. Hantaran L suatu larutan berbanding lurus pada luas permukaan elektroda a. penentuan titik ahir titrasi titrasi di tentukan berdasarkan perubahan koduktivitas (hantaran) dari reaksi kimia yang terjadi.

Pengaliran arus melalui larutan suatu elektrolit dapat menghasilkan perubahan-perubahan dalam komposisi larutan di dekat sekali dengan lektrode-elektrode. sedangkan konduktansi bukanlah prosedur titrasi. pada setiap temperatur hanya bergantung pada ion-ion yang ada. Biasanya konduktometri merupakan prosedur titrasi. Untuk mengukur konduktivitas suatu larutan. Sel ditaruh dalam satu lengan dari rangkaian jembatan Wheatstone dan resistansnya diukur. Ini adalah prinsip yang mendasari titrasi-titrasi konduktometri yaitu. hantaran turun disebabkan oleh penggantian ion hidrogen yang konduktivitasnya tinggi oleh kation lain yang konduktivitasnya lebih rendah. suatu larutan kalium klorida standar. Bila larutan suatu elektrolit diencerkan. konduktans dapat naik atau turn. tergantung apakah ada tidaknya terjadi reaksi-reaksi ionik.merupakan faktor geometri selnya dan nilainya konstan untuk suatu sel tertentu sehingga disebut tetapan sel. seperti pada penambahan satu garam sederhana kepada garam sederhana lain (misal. begitulah potensialpotensial dapat timbul pada elektrode-elektrode. tetapi pengenceran akan menyebabkan hantarannya tidak berfungsi secara linear lagi dengan konsentrasi. dengan akibat terbawanya sesatan-sesatan serius dalam pengukuran-pengukuran konduktivitas. Metode konduktansi dapat digunakan untuk mengikuti reaksi titrasi jika perbedaan antara konduktansi cukup besar sebelum dan sesudah penambahan reagen. larutan ditaruh dalam sebuah sel. konduktivitas akan turun karena lebih sedikit ion berada per cm3 larutan untuk membawa arus. begitulah pada penambahan suatu basa kepada suatu asam kuat. Jika tak terjadi reaksi ionik. yang tetapan selnya telah ditetapkan dengan kalibrasi dengan suatu larutan yang konduktivitasnya diketahui dengan tepat. Ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya efek-efek antar-ionik untuk elektrolitelektrolit kuat dan oleh kenaikan derajat disosiasi untuk elektrolit-elektrolit lemah. Hendaknya diperhatikan pentingnya pengendalian temperatur dalam pengukuran-pengukuran . Berarti selama pengukuran yang berturut-turut jarak elektroda harus tetap. Jika terjadi reaksi ionik. konduktans akan naik selagi larutan diencerkan. kalium klorida kepada natrium nitrat). Hantaran sebanding dengan konsentrasi larutan pada temperatur tetap. kecuali kalau efek-efek polarisasi demikian dapat dikurangi sampai proporsi yang terabaikan. Tetapan sel harus diketahui. substitusi ion-ion dengan suatu konduktivitas oleh ion-ion dengan konduktivitas yang lain. Konduktivitas suatu larutan elektrolit. misal. Jika semua larutan itu ditaruh antara dua elektrode yang terpisah 1 cm satu sama lain dan cukup besar untuk mencakup seluruh larutan. konduktans hanya akan naik semata-mata. Penambahan suatu elektrolit kepada suatu larutan elektrolit lain pada kondisi-kondisi yang tak menghasilkan perubahan volume yang berarti akan mempengaruhi konduktans (hantaran) larutan. dan konsentrasi ion-ion tersebut.

Penambahan relatif (dari) konduktivitas larutan selama reaksi dan pada penambahan reagensia dengan berlebih.5 persen. sangat menentukan ketepatan titrasi. yang tak ambil bagian dalam reaksi. tak boleh ada.konduktans. . Sementara penggunaan termostat tidaklah sangat penting dalam titrasi konduktometri. potensiometri ataupun amperometri. Elektrolit asing dalam jumlah besar. Akibatnya. pada kondisi optimum kira-kira 0. metode konduktometri memiliki aplikasi yang jauh lebih terbatas ketimbang prosedur-prosedur visual. kekonstanan dalam temperatur dituntut. tetapi biasanya kita hanya perlu menaruh sel konduktivitas itu dalam bejana besar penuh air pada temperatur laboratorium. karena zat-zat ini mempunyai efek yang besar sekali pada ketepatan.

Pengukuran juga harus diusahakan agar elektroda tercelup secara sempurna. Selain itu praktikan juga harus menjaga agar suhu tetap konstan. Titrasi konduktometri hanya dapat digunakan untuk larutan elektrolit. Sebelum melakukan titrasi kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah larutan itu merupakan larutan elektrolit atau bukan.2 Saran Dalam melakukan titrasi konduktometri kita harus memperhatikan konsentrasi dari larutan yang kita tentukan daya hantarnya.1 Kesimpulan Daya hantar listrik dalam titrasi konduktometri sangat berhubungan dengan konsentrasi dan gerakan bebas dari ion. 3.BAB III PENUTUP 3. Titik ekuivalen dari titrasi konduktometri ditandai dengan konstannya nilai daya hantar yang tertera dalam konduktometri. .

Hiskia. Buku Teks Analisis Anorganuik Kualitatif Makro dan Semimikro. Apa itu titrasi_Kimia analisa. Jakarta : UI-Press. UNM. R. L. Makassar : Laboratorium Kimia.Dasar Analisis Tablet Aspirin dengan Metode Titrasi Konduktometri _ BLoG kiTa. http://www. 1989. 2001. 2008. Khopkar. Jakarta: Erlangga.htm. Kimia Larutan. Day.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Svehla. Konsep Dasar Kimia Analitik. Diakses pada 20 November 2011. 2010. FMIPA. Analisis Kimia Kuantitatif.M. Jr. Penuntun Praktikum Kimia Analisis Instrumen. Diakses pada 20 November 2011.Org _ Situs Kimia Indonesia _. Jakarta : PT Kalman Media Pustaka. . http://www. A.. Tim Dosen Kimia Analitik. http://www. Bandung : PT. Diakses pada 20 November 2011. A.htm. Underwood.htm.Beberapa Pertimbangan Praktis _ Chem-Is-Try. S. Cipta Aditya Bakti. 1990. G.