P. 1
Fetus in Fetu

Fetus in Fetu

|Views: 28|Likes:
Published by Ochan Rosani Amir

More info:

Published by: Ochan Rosani Amir on Dec 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2012

pdf

text

original

FETUS IN FETU

I.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur : Salsabila : 1 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan No. RM Tgl MRS Ruangan Diagnosis : 482487 : 18/10/2011 : L2 Atas B. Digestif, kmr 12 : Fetus in fetu

II.

ANAMNESIS Keluhan Utama Anamnesis Terpimpin : Perut membesar : Dialami sejak lahir, awalnya teraba benjolan

sebesar bola takraw lalu semakin hari semakin membesar hingga sampai seperti sekarang, teraba keras namun tidak nyeri. Lalu waktu osi 2 bulan dan dilakukan pemeriksaan foto perut dan didapatkan adanya gambaran rangka tubuh bayi. Namun osi belum berobat karena informasi dari dokter yang merawat di RS Ternate (dr. Teguh) bahwa osi masih kecil dan harus tunggu sehingga agak dewasa. Setelah umur 8 bulan osi disuruh kembali, diperiksa ulang, lalu dokter di RS Ternate merujuk ke Makassar karena tidak ada CT-Scan dan dokter bedah anak di sana. Riwayat muntah (-), demam (-), batuk (-), sesak (-), gangguan pola defekasi (-). Riwayat kehamilan (cukup bulan), riwayat sakit malaria saat hamil dan diterapi dengan kina (umur kehamilan 3 bulan). Riwayat kontrol kehamilan teratur pada dokter. Riwayat persalinan secara caesar karena pembukaan lambat.

III.

PEMERIKSAAN FISIK Status Lokalis

tidak tampak massa tumor. teraba massa tumor 15 x 10 cm. Laboratorium (13/10/2011) WBC RBC HGB HCT PLT LED jam I LED jam II Natrium Kaliun Klorida : 8.42 x 10^6/uL : 11.4 kontrol 12.9 : 24.5 kontrol 26.2 mg/dl : 38 mg/dl : 28 u/l : 1. batas tidak tegas.48 x 10^3/uL : 6. darm steifung (-). Foto Klinis Pasien Regio Abdomen IV. venektasi (-) A P : peristaltik (+) kesan normal : hepar dan lien tidak teraba.4 mmol/l : 113 mmol/l Laboratorium (11/10/2011) GDS Ureum Kreatinin GOT GPT INR PT APTT CT BT : 84 mg/dl : 14 mg/l : 0.Abdomen I : tampak perut distended (-).08 : 12. permukaan berbenjol-benjol. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. tidak mobile. P : timpani (+). pekak pada massa tumor. darm countur (-).2 : 8’ : 4’ .9 g/dL : 35.5% : 383 x 10^3 /uL : 20 : 41 : 138 mmol/l : 4.

pelvis. tidak tampak tanda-tanda obstruksi. Radiologi FOTO BNO (11/10/2011) - Tampak gambaran tulang vetebra. - Preperitoneal fat line knn dan kiri intak Psoas line kanan dan kiri intak Tulang-tulang lainnya intak Kesan : Fetus in fetu . kepala dan ekstremitas pada rongga abdomen yang mendesak loop-loop usus ke arah lateral.b. - Distribusi udara sampai ke distal colon.

- CT SCAN POTONGAN AXIAL TANPA KONTRAS (12/10/2011) .

densitas homogen. Tidak tampak dilatasi vaskular maupun bile duct. tidak tampak dilatasi PCS. tdk tampak densitas baru/massa maupun lesi kista .- Tampak beberapa densitas tulang dengan gambaran vertebra. tidak tampak massa - Lien massa : ukuran dalam bts normal. pelvis. Tidak tampak mass/cyst/lesi patologik lainnya GB : tidak tervisualisasi Pankreas : ukuran dan densitas dalam batas normal. tdk tampak - Kedua ginjal : ukuran dan densitas DBN.cranium dalam cavum peritoneum dalam satu kantong yang terpisah - Hepar : ukuran dan densitas dlm bts normal.

000 kelahiran. Gambar Fetus in fetu . Menurut data.- Vesika urinaria : dinding tidak menebal. cranium dalam cavum peritoneum dalam satu kantong yang terpisah yang menunjukkan kesan fetus in fetu. DIAGNOSIS Fetus in fetu VI. DISKUSI Case Report Dilaporkan satu kasus fetus in fetu pada anak perempuan usia 1 tahun yang datang dengan manifestasi ukuran perut makin hari bertambah besar. Organ-organ yang dapat ditemukan antara lain berupa columna vertebra. anggota gerak. traktus gastrointestinal. Fetus in fetu merupakan kembar monozigot parasitik yang menagalami malformasi yang terdapat dalam rongga perut seorang anak. pelvis. traktus urinarius. kasus ini ditemukan 1 dari 500. tidak tampak densitas batu didalamnya - Loop-loop usus : terdesak Kesan : Fetus in fetu V. Pada pemeriksaan penunjang tampak beberapa densitas tulang dengan gambaran vertebra. Kasus ini sangat jarang ditemukan.

sesak. dan nyeri pada bagian abdomen. perdarahan. infeksi. Teratoma kadang agak susah dibedakan dengan fetus in fetu karena massa pada teratoma juga berbentuk padat hanya massa pada fetus in fetu dapat diidentifikasi sebagai organ dalam tubuh makhluk hidup (vertebra. Pada pemeriksaan CT-Scan harus didapatkan visualisasi dari vertebra dan organ-organ lainnya untuk menegakkan diagnosis dari foetus in fetu. dsb) Teratoma merupakan proliferasi berlebihan dari sel-sel pluripotential yang di dalamnya tidak terjadi organogenesis dan tidak terdapat pula segmen-segmen dari vertebra. Prognosis buruk apabila terjadi penekanan organ. anggota gerak. Prognosis dari fetu in fetu tergantung dari perjalanan penyakit.Teori dari terbentuknya fetus in fetu ini masih tidak jelas tetapi beberapa peneliti mengungkapkan dua teori yaitu teori teratoma dan teori kembar parasit. . Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh fetus in fetu adalah indentasi organ intraabdomen. pemeriksaan penunjang dengan MRI juga dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis fetus in fetu. konstipasi. Pemeriksaan penunjang dengan foto polos abdomen dengan menemukan adanya organ-organ dalam rongga abdomen dan paling sering ditemukan retroperitoneal. tulang. Pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk menegakkan diagnosis adalah CT-Scan. Diagnosis banding dari fetus in fetu adalah teratoma. Manifestasi klinis dari fetus in fetu adalah si anak merasa kesulitan makan. Penatalaksanaan dari fetus in fetu adalah complete removal dari massa tersebut. mual. muntah. Selain itu. berat badan menurun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->