3-3 ELASTISITAS PERMINTAAN TEHADAP PENDAPATAN Tingkat pendapan konsumen juga merupakan determinan yang penting dalam permintaan.

Kita dapat mengukur kepekaan perubahan dari permintaan akan suatu komoditas tehadap perubahan pendapatan konsumen dengan menggunakan elastisitas permintaan terhadap pendapatan – EI (income elasticity of demand). Ini di berikan oleh persentase perubahan permintaan suatu komoditas dibagi dengan persentase pendapatan, dengan memegang variabel lain dalam persamaan permintaan konstan, termasuk harga. Sama seperti elastisitas terhadap harga, kita mempunyai elastisitas titik dan elstisitas busur terhadap pendapatan. Elastisitas permintaan titik terhadap pendapatan (poin income elasticity of demand) di tunjukan oleh

Dimana ΔQ dan ΔI mengacu kepada, secara berturut – turut, perubahan dalam kuantitas dan pendapatan. Catat bahwa elasititas permintaan dari pendapatan mengukur pergeseran dalam kurva permintaan pada setiap titik harga. Nilai dari ΔQ/ΔI diberikan oleh besaran a3, estimasi koefosien I dalam persamaan regresi 3-3 oleh karena itu, rumus untuk elastisitas titik dari elastisitas permintaan terhadap pendapatan dapat dituliskan sebagai

Dimana a3 merupakan estimasi dari koefisien untuk I dalam regresi linier antara Q terhadap I dan variavel penjelas lainnya. Sebagai contoh, dengan a3 = 974 dalam persamaan regresi 3-4, pada I= 1.76 dan QDs = 10.312 cwt (diperoleh dengan mensubsitusikan nilai Ps = $5.60; N= 150,73; I = 1,76: Pw = $ 2,94; dan t = 1 ke dalam Persamaan 3-4 untuk tahun 1949) kita mendapatkan

Sama seperti elastisitas permintaan titik terhadap harga, elastisitas permintaan titik dari pendapatan juga memberikan hasil yang berbeda-beda, tergantung kepada apakah pendapatan meningkat atau menurun. Utnuk menghindari hal tersebut, kita biasanya mengukur elastisitas permintaan busur terhadap pendapatan (arc incom elasticity of demand). Ini menggunakan rata – rata dari pendapatan awal dan baru, dan juga rata – rata dari kuantitas awal dan baru. Sehingga, rumusnya dpat dituliskan sebagai berikut:

maka permintaan akan kopi akan menurun (bergeser ke kiri sehingga jumlah kopi yang diminta berkurang untuk setiap tingkat harganya) karena harga secangkir kopi dengan gula sekarang menjadi lebih tinggi. dengan memegang konstan semua variabel lainnya dalam fungsi permintaan. kita juga mempunya elastisitas permintaan silang terhadap harga secara titik dan busur. Untuk menghindari ini. Ini diberikan oleh persentase perubahan dalam permintaan komoditas X dibagi dengan persentase perubahan dalam harga komoditas Y. Kita dapat mengukur kepekaan perubahan dari permintaan akan komoditas X terhadap perubahan harga dari komoditas Y dengan menggunakan elastisitas permintaan silang terhadap harga __ EXY (cros-price elasticity of demand). dan lebih banyak kopi yang dimintauntuk setiap tingkat harganya) karena konsumen menukar teh dengan kopi untuk di konsumsinya. Sebagai contoh. jika harga teh meningkat. Pada saat lain jika harga gula meningkat (barang komplementer dari kopi). elastisitas permintaan silang titik dari harga juga memberikan hasil yang berbeda tergantung dari apakah harga dari komoditas yang berhubungan (Py) naik atau turun.Elastistas permintaan terhadap pendapatan lebih rumit dari pada elastistas permintaan terhadap harga. 3-4 ELASTISITAS PERMINTAAN SILANG TERHADAP HARGA Permintaan akan suatu komoditas juga bergantung pada harga dari komoditas yang berhubungan (substusi atau komplementer). Sama seperti elastisitas terhadap pendapatan dan elestisitas terhadap harga. permintaan akan kopi meningkat (bergeser ke kanan. kita biasanya mengukur elstisitas permintaan silang busur terhadap harga (arc cross-price elasticity of demand) dengan rumus: . rumus untuk elastisitas permintaan silang titik terhadap harga dapat di tulis ulang sebagai : Sama halnya dengan elastisitas permintaan titik terhadap harga dan pendapatan. Elastisitas permintaan silang titik terhadap harga ( point cross-price elasticity og demand) di rumuskan: Oleh karena itu. termasuk variabel pendapatan dan harga komoditas X. Suatu kegunaan penting dari elastisitas permintaan pendapatan terhadap harga adalah melakukan peramalan terhadap perubahan permintaansuatu komoditas yang di jual perusahaan dalam keadaan ekonomi yang berbeda.

Perusahaan memerlukan estimasi terhadap berbagai elastisitas untuk menentukan bagi proses oprasionalnya dan jalan yang paling positif untuk merespon berbagai kebijakan perusahaan pesaing. Perusahaan sering menggunakan konsep ini untuk mengukur efek dari perubahan harga suatuproduk yang mereka jual terhadap permintaan dari produk lain yang berhubungan dan juga di jual oleh prusahaan tersebut. Perusahaan dapat memperkirakan elastisitas permintaan terhadap semua kekuatan yang mempengaruhi permintaan komoditas yang mereka jual. Elasitisitas dari penjualan perusahaan terhadap variabel – variabel yang berada diluar kontrol perusahaan juga sangat penting bagi perusahaan agar merespon kebijakan perusahaan pesaing secara efektif dan merencanakan strategi perkembangan yang terbaik. 3-5 PENGGUNAAN ELASTISITAS MANAJERIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Analisa dari kekuatan atau variabel – variabel yang memengaruhi permintaan dan estimasi yang dapat dipercaya terhadap dampaknya secara kuantitas terhadap penjualan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membuat keputusan produksi yang terbaik dan rencananya untuk pertumbuhan. .Elastisitas permintaan silang terhadap harga merupakan konsep yang sangat penting dalam pengambilan keputusan manajerial.