TUGAS KELOMPOK KIMIA ANORGANIK I

KRISTAL MgO

Disusun oleh: Arimbi Wahyu Ningdyah Candra Wijaya Obed

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK 2011

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami dengan selesaikan dengan tepat waktu. Dalam makalah ini kami membahas tentang “Kristal Magnesium Oksida MgO”, Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang kristal secara umum dan kristal MgO secara khususnya.Dalam proses pembuatan makalah ini mungkin terdapat kekurangan serta kehilafan.Kami mohon maaf sebesar-besarnya.Tiada gading yang retak,kesempurnaan hanya milik Tuhan,maka kritik dan saran yang membangun kami harapkan. .

Pontianak, 16 November 2011

Penulis

.

kebanyakan kristal terbentuk secara simultan sehingga menghasilkan padatan polikristalin. Bentuk geometri terkecil dari krsital disebut sel satuan. Terkadang bahan seperti ini juga disebut sebagai padatan amorf. (2) ikatan kovalen yang diskrit dan terarah terpenuhi. Secara umum. Zat padat terbentuk dari kristal yang mempunyai jarak antara atom satu dan antara lainnya tertentu sehingga akan membentuk bangun geometri tertentu pula.1. Pengertian Kristal Kristal berasal dari bahasa Yunani yaitu krustallos yang berarti es atau sesuatu yang menyerupai es. Keadaan tersebut dicapai jika: (1) kenetralan listrik terpenuhi. molekul. Proses terbentuknya struktur kristalin dikenal sebagai kristalisasi. secara umum. Kristal adalah suatu padatan yang atom. Secara ideal. Suatu bahan non-kristalin biasa disebut bahan amorf atau seperti gelas. dalam keadaan tertentu cairannya bisa membeku dalam bentuk non-kristalin. Misalnya. atau ion penyusunnya terkemas secara teratur dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi. 2. kebanyakan logam yang kita temui sehari-hari merupakan polikristal. Bentuk-bentuk geometri inilah yang merupakan dasar bentuk kristal suatu zat. meskipun ada perbedaan jelas antara padatan dan gelas. kondisi ketika terjadi pemadatan. hasilnya bisa berupa kristal tunggal. Walaupun tidak mudah untuk menyatakan bagaimana atom tersusun dalam padatan. Proses pembentukan gelas tidak melepaskan kalor lebur jenis . Dalam banyak kasus. namun ada hal-hal yang diharapkan menjadi faktor penting yang menentukan terbentuknya polihedra koordinasi susunan atom-atom. Struktur Kristal Struktur kristal yang akan terbentuk dari suatu cairan tergantung pada kimia cairannya sendiri. Meski proses pendinginan sering menghasilkan bahan kristalin. (4) susunan atom serapat mungkin. susunan polihedra koordinasi paling stabil adalah yang memungkinkan terjadinya energi per satuan volume yang minimum. Pada kondisi ideal. yang semua atom-atom dalam padatannya "terpasang" pada kisi atau struktur kristal yang sama. kristal terjadi karena pendinginan yang terlalu cepat sehingga atom-atomnya tidak dapat mencapai lokasi kisinya. tapi. dan tekanan ambien. zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan. (3) gaya tolak ion-ion menjadi minimal.

baik dari lelehan cairan maupun kondensasi larutan. Perlu dicatat bahwa setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom. Bentuk-bentuk kristal ini bergantung pada jenis ikatan molekuler antara atom-atom untuk menentukan strukturnya. Kebanyakan material kristalin memiliki berbagai jenis cacat kristalografis. Contohnya. Karena alasan ini banyak ilmuwan yang menganggap bahan gelas sebagai cairan. Kristal ikatan ion dapat terbentuk saat pemadatan garam. 3. yang disebut kisi-kisi Bravais. Simpul kisi dapat disusun hanya dalam 14 susunan yang berbeda. intan. Beberapa material kristalin mungkin menunjukkan sifat-sifat elektrik khas. namun panjang molekul-molekulnya biasanya mencegah pengkristalan menyeluruh.(Bahasa Inggris: latent heat of fusion). silika dan grafit. Hampir semua ikatan logam ada pada keadaan polikristalin. dalam kehidupan sehari-hari "kristal" merujuk pada benda padat yang menunjukkan bentuk geometri tertentu. Berbagai bentuk kristal tersebut dapat ditemukan di alam. Dalam struktur dielektrik periodik serangkaian sifat-sifat optis unik dapat ditemukan seperti yang dijelaskan dalam kristal fotonik. logam amorf atau kristal tunggal harus diproduksi secara sintetis. Titik dengan lingkungan yang serupa itu disebut simpul kisi (lattice points). Gaya Van der Waals lemah juga dapat berperan dalam struktur kristal. Bunga salju. Material polimer umumnya akan membentuk bagian-bagian kristalin. seperti efek feroelektrik atau efek piezoelektrik. Kisi Ruang Bravais Dan Susunan Atom Pada Kristal Kisi ruang (space lattice) adalah susunan titik-titik dalam ruang tiga dimensi di mana setiap titik memiliki lingkungan yang serupa. Jenis dan struktur cacat-cacat tersebut dapat berefek besar pada sifat-sifat material tersebut. dan juga keadaan terciptanya kristal tersebut. Kristal ikatan kovalen juga sangat umum. dengan semua jenis ikatan kimia. dan atom atau kelompok atom yang menempati tiap-tiap simpul kisi haruslah . dengan kesulitan besar. Contohnya adalah intan. bukan padatan. dan garam dapur adalah contoh-contoh kristal. Jika atom-atom dalam kristal membentuk susunan teratur yang berulang maka atomatom dalam kristal haruslah tersusun dalam salah satu dari 14 bentuk kisi-kisi tersebut. Kelakuan cahaya dalam kristal dijelaskan dalam optika kristal. Istilah "kristal" memiliki makna yang sudah ditentukan dalam ilmu material dan fisika zat padat. Struktur kristal terjadi pada semua kelas material. dan kerap kali sedap di mata. jenis ikatan inilah yang menyatukan lapisanlapisan berpola heksagonal pada grafit.

Contoh: NaCl. polihedra anion (polihedra koordinasi) tersusun sedemikian rupa sehingga tercapai kenetralan listrik dan energi ikat per satuan volume menjadi minimum. SiO2. Jika bilangan koordinasi besar dan muatan kation kecil. Pada kristal yang tidak murni ionik. Kesatuan yang berulang di dalam kisi ruang itu disebut sel unit (unit cell).identik dan memiliki orientasi sama sesuai dengan pengertian simpul kisi. akan tetapi yang disebut sel unit dipilih yang memiliki geometri sederhana dan mengandung hanya sejumlah kecil simpul kisi. Sel unit dari 14 kisi Bravais. Dalam kristal ionik. Kation membentuk polihedra koordinasi kation berbentuk oktahedron. tetrahedron tegak. Rusuk dari suatu sel unit dalam struktur kristal haruslah merupakan translasi kisi. Kristal yang sempurna merupakan susunan atom secara teratur dalam kisi ruang. oleh karena itu polihedra koordinasi harus tersusun sedemikian rupa sehingga kation saling berjauhan. LiF. Gaya tolak yang terbesar terjadi antar kation karena muatan listriknya terkonsentrasi dalam volume yang kecil. 4. Jenis-Jenis Kristal 4. namun beberapa kristal memiliki ikatan ionik yang sangat dominan sehingga dapat disebut sebagai kristal ionik.1 Kristal Ionik Walau sangat jarang ditemui kristal yang 100% ionik.2 Kristal Molekul . MgO. Jika polihedra koordinasi berdimensi kecil. ataupun tetrahedron terbalik. tanpa menyebabkan jarak antar kation terlalu dekat. maka sel unit itu merupakan sel unit struktur kristal. atom-atom bisa tersusun lebih rapat yang berarti hubungan sisi ke sisi bahkan bidang ke bidang antar polihedron koordinasi bisa terjadi. seimbang dengan terjadinya gaya tolak antar muatan yang sejenis. Jika posisi atom dalam padatan dapat dinyatakan dalam sel unit ini. mereka akan mengisi ruangan tanpa meninggalkan ruang kosong dan membentuk kisi ruang. hubungan sisi ke sisi sulit diharapkan apalagi hubungan bidang ke bidang. Satu kisi ruang yang sama mungkin bisa dibangun dari sel unit yang berbeda. 4. di mana anion mengelilingi kation bermuatan besar. yaitu vektor yang menghubungkan dua simpul kisi. sehingga susunan atom tersebut dapat dinyatakan secara lengkap dengan menyatakan posisi atom dalam suatu kesatuan yang berulang. Jika sel unit disusun bersentuhan antar bidang sisi. maka polihedra haruslah terhubung sudut ke sudut agar kation saling berjauhan. Pada kristal dengan karakter ionik yang sangat dominan. ikatan kovalen atau metal menentukan juga posisi-posisi ion. posisi kation yang menempati sebagian dari ruang sela yang tersedia adalah sedemikian rupa sehingga terjadi jarak antar kation rata-rata menjadi maksimal.

Jika dua atau lebih atom terikat dengan ikatan primer. Atom O [He] 2s2 2p4 memiliki enam elektron di kulit terluar dan akan mengikat dua atom H 1s1 . kristal tidaklah selalu merupakan susunan atom-atom identik yang tersusun secara berulang di seluruh volumenya. Karena kisi-kisi kristal merupakan suatu konsep geometris. ketidak-sempurnaan berdimensi dua (ketidaksempurnaan bidang). ikatan primernya adalah ikatan kovalen dan ikatan sekunder antar sub-unit adalah ikatan dipole yang lemah. Magnesium . Selain itu terjadi pula ketidak-sempurnaan volume dan juga ketidak-sempurnaan pada struktur elektronik. atau atom matriks yang berada pada posisi yang tidak semestinya. Oleh karena itu molekul air terdiri dari satu atom oksigen dengan dua ikatan kovalen yang dipenuhi oleh dua atom hidrogen dengan sudut antara dua atom hidrogen adalah 104o. memiliki keti-dak-teraturan yang membuat ia tidak mengkristal. Ketidak-Sempurnaan Kristal Dalam kenyataan. yang kebanyakan terjadi pada kisi-kisi kristalnya. Interstisial: atom dari unsur yang sama (unsur sendiri) berada di antara atom matriks yang seharusnya tidak terisi atom. Kristal biasanya mengandung ketidaksempurnaan. maka ketidak-sempurnaan kristal juga diklasifikasikan secara geometris. Dalam membentuk padatan kristal. ikatan yang terjadi antar molekul sub-unit ini berupa ikatan yang kurang kuat. Kita mengenal ketidak-sempurnaan berdimensi nol (ketidak-sempurnaan titik). Walaupun demikian ada polimer yang berpenampang simetris dan mudah mengkristal. mereka membentuk molekul yang diskrit. Ketidak-sempurnaan yang umum terjadi pada kristal unsur murni Kekosongan: tidak ada atom pada tempat yang seharusnya terisi. atom-atom hidrogen mengikat molekul-molekul air dengan ikatan ionik atau ikatan dipole hidrogen. Kristal yang terbentuk pada situasi ini adalah kristal molekul. ketidak-sempurnaan berdimensi satu (ketidak-sempurnaan garis). seperti polytetrafluoroethylene (Teflon). 5. Ketidak sempurnaan titik. atau atom asing yang menempati tempat tersebut (pengotoran).3. Pada es (H2O). 4. hadirnya atom asing. Dalam bentuk kristal. baik berupa ikatan ion ataupun ikatan kovalen. Kebanyakan polimer (yang akan kita lihat lebih lanjut) yang terbentuk oleh lebih dari dua macam atom. seperti ketiadaan atom matriks (yaitu atom yang seharusnya ada pada suatu posisi dalam kristal yang sempurna). yang sangat berbeda dari kristal unsur dan kristal ionik. Ketidak-sempurnaan titik terjadi karena beberapa sebab.

Magnesium menghasilkan cahaya putih yang terang apabila dibakar dalam udara. nomor atom 12 dan jisim atom 24. Al2O3. Magnesium sukar terbakar jika dalam bentuk pukal.Magnesium ialah unsur kimia di dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Mg. Dalam bentuk serbuk. dan karbon dioksida. Cl2O7.31. Logam alkali bumi ini banyak digunakan dalam pengaloian logam. Oksida terbentuk ketika unsur-unsur dioksidasi oleh oksigen di udara. Oksida-oksida ini adalah saat di mana unsur-unsur periode 3 berada pada keadaan oksidasi tertinggi. contohnya dalam pembuatan aloi aluminiummagnesium. tetapi berlainan dengan logam-logam alkali. Magnesium agak kuat. SO2. penyimpanan dalam persekitaran yang bebas oksigen tidaklah diperlukan kerana ia akan membentuk satu lapisan pelindung oksida yang sukar ditembus atau diasingkan. Oksida Oksida adalah senyawa kimia yang sedikitnya mengandung sebuah atom oksigen serta sedikitnya sebuah unsur lain. Cl2O. Bahkan materi yang dianggap sebagai unsur murni pun seringkali mengandung selubung oksida. SO3. Misalnya aluminium foil memiliki kulit tipis Al2O3 yang melindungi foil dari korosi. yang biasanya dinamakan "magnalium" atau "magnelium". MgO. Magnesium berubah kusam apabila terdedah kepada udara. Oksida-oksida pada barisan pertama dikenal sebagai oksida-oksida tertinggi dari tiap unsur. P4O10. karbon monoksida. P4O6. Magnesium merupakan unsur yang kelapan paling berlimpah di bumi dan merangkumi 2% daripada kandungan kerak Bumi dari segi berat. logam ini terbakar dengan nyalaan putih apabila terdedah kepada keadaan lembap. Serbuk magnesium masih digunakan dalam pembuatan mercun dan nyala marin apabila cahaya putih terang diperlukan. Kemudiannya. Oksidaoksida dari unsur-unsur periode III : Na2O. Sebagian besar kerak bumi terdiri atas oksida. semua elektron terluarnya terlibat dalam . Ini digunakan pada zaman awal fotografi di mana serbuk magnesium digunakan sebagai sumber pencahayaan (serbuk kilat). 6. berwarna putih keperakan dan ringan (satu pertiga lebih ringan daripada aluminium). pita magnesium digunakan dalam mentol denyar yang dinyala secara elektrik. manakala adalah unsur ketiga terbanyak yang terlarut dalam air laut. Pada oksida-oksida ini. Pembakaran hidrokarbon menghasilkan dua oksida utama karbon. SiO2. dan adalah lebih mudah untuk dibakar jika dipotong dalam bentuk jalur nipis.

10 pembungkus makanan. Dalam magnesium oksida. electrical insulation. sifat basanya tidak sekuat natrium oksida karena ion oksidanya tidak terlalu bebas. karena mengandung ion oksida. Magnesium oksida adalah suatu mineral padat putih yang dapat terbentuk secara alami dari magnesium dan oksida. padatan dipengaruhi bersama oleh daya tarik antara ion 1+ dan 2-. Namun demikian. dibentuk oleh suatu ikatan ionik antara satu atom magnesium dan satu atom oksida yang membentuk struktur kristal FCC . Magnesium Oksida Magnesium oksida merupakan oksida basa sederhana. Meskipun dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (seperti pelepasan energi ketika ion positif menarik air pada bentuk larutannya). kosmetik dan hal-hal yang berkenaan dengan bidang farmasi. 7. daya tarik yang ada adalah antara 2+ dan 2-. Dalam contoh natrium oksida. Ini memerlukan energi yang lebih untuk memecahnya.pembentukkan ikatan mulai dari natrium yang hanya memiliki satu elektron terluar hingga klor dengan 7 elektron terluar. digunakan pada temperatur refractory yang tinggi. Magnesium oksida (MgO) atau magnesia merupakan salah satu jenis bahan keramik yang mempunyai titik lebur yang tinggi yaitu sekitar 3073 K. pengaruh dari hal ini adalah reaksi yang melibatkan magnesium oksida akan selalu kurang eksotermik daripada natrium oksida.

2 fisis No Sifat-sifat Nilai 1 2 3 4 5 6 Struktur kristal Warna Bentuk Densitas Titik didih Titik leleh FCC Putih Kristal padat 3600 Kg. 2008) 2.m-3 3600 oC 2830 oC .Tabel Karakteristik MgO (Web element.

58g/cm3 9.Crystal (Kristal Tunggal Magnesium Oksida) Magnesium Oksida Kristal Tunggal atau MgO adalah substrat kristal tunggal yang sangat baik untuk film tipis Ferro magnetik. Ini memerlukan energi yang lebih untuk memecahnya. karena mengandung ion oksida juga. A1 ≤ 15.95% <100> 3. sifat basanya tidak sekuat natrium oksida karena ion oksidanya tidak terlalu bebas. B ≤ 5. daya tarik yang ada adalah antara 2+ dan 2-.216 Angstrom (1 Angstrom = 10-10m) <100> Khusus Arc Melting > 99. Dalam contoh natrium oksida. Dalam magnesium oksida.95% Ca ≤ 40. C ≤ 10 2852 ° C > 99. . Si ≤ 10. padatan dipengaruhi bersama oleh daya tarik antara ion 1+ dan 2-. Fe ≤ 50.8 × 10 -6 / ° C > 90% @ 200-400nm> 98% 500-1000nm Magnesium oksida juga merupakan oksida basa sederhana. Namun demikian. Merah Optronics menggunakan metode busur mencair khusus untuk tumbuh kemurnian kristal MgO tinggi dalam ukuran sampai dengan 2 "x2" x1 "dan mempekerjakan metode CMP untuk mempersiapkan substrat berkualitas tinggi dengan kehalusan tingkat atom. Foto-elektronik dan bahan Tc superkonduktor tinggi.8. Fisik Properti Struktur kristal Pembelahan kristal pesawat Pertumbuhan metode Khas Kemurnian Khas Pengotor (ppm) Titik lebur Kristal Kemurnian Pembelahan kristal pesawat Kepadatan Membusuk konstan Ekspansi termal Transmisi optik kubus = 4.8 12. Cr ≤ 10.

anda akan menemukan bahwa nilai pH-nya sekitar 9 – menunjukkan bahwa ia sedikit basa. Beberapa magnesium hidroksida dibentuk pada reaksi itu. Namun demikian. pengaruh dari hal ini adalah reaksi yang melibatkan magnesium oksida akan selalu kurang eksotermik daripada natrium oksida. 8. tetapi hampir tidak larut – dan juga tidak ada ion hidroksida pada larutan. ia bereaksi dengan asam klorida encer yang hangat untuk menghasilkan larutan magnesium klorida. 8.1 Reaksi dengan air Jika anda mengocok beberapa serbuk putih magnesium oksida dengan air.2 Reaksi dengan asam Magnesium oksida berreaksi dengan asam seperti yang anda harapkan pada oksida logam sederhana. tak ada sesuatu yang dapat diamati – tidak terlihat terjadinya reaksi. Harus ada sedikit reaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksida dalam larutan.Meskipun dipengaruhi oleh faktor-faktor lain (seperti pelepasan energi ketika ion positif menarik air pada bentuk larutannya). jika anda menguji pH cairan tersebut. Sebagai contoh. .

CaO).sehingga mwnghasilkan tipe koordinasi 6:6. Salah satunya adalah dari batuan dolomite & air laut.kisi secara keseluruhan dapat dibentuk kubik dengan atom oksigen dan magnesium disetiap sudutnya.6H2O) digunakan dlm pembuatan kain katun. & keramik.tiap atom Mg dikelilingi oleh enam buah atom oksigen dan sebalinknya 1 atom oksigen dikelilingi enam atom maggnesiun. Magnesium sulfat (MgSO4. vacuum cleaner.Kristal MgO memiliki srtuktue mirip dengan NaCl.MgO + FeSi => Mg + silikat Ca dan Fe Dan Mg didistilasi. magnesium klorida (MgCl2. yg mengandung 0. semen. Sedangkan campuran Magnesium (Mg).13% Mg. elektrrolisis leburan campuran halida (misalnya MgCl2 + CaCl2 + NaCl) dari logam yg paling kurang elektropositif. aluminium & baja digunakan pd bahan pembuatan bagian-bagian pesawat. Pertama-tama dolomite dikalsinasi m’jadi campuran CaO/MgO dr mana kalsium akn dihilangkan dgn penukar ion menggunakan air laut. Mg. kertas. Kesetimbangannnya disukai krn kelarutan Mg(OH)2 lebih rendah daripada Ca(OH)2 : Ca(OH)2. Magnesium (Mg) diperoleh dgn beberapa cara.Beberapa kegunaan Magnesium (Mg) seperti pada Mg(OH)2 yaitu utk mengobati penyakit maag & menetralisir asam lambung. mgO dpt dipanaskan dgn batu bara pada 20000 & logamnya ditampung dgn pencucian cepat dari kesetimbangan bersuhu tinggi yg berjalan ke kanan . kaki atau tangan buatan. digunakan pd pembuatan kosmetik & obat pencuci perut. alat-alat optic & furniture. kemudian reduksi MgO atau dolomite yang dikalsinasi (MgO. .Mg(OH)2 + Mg2+ 2 Mg(OH)2 + Ca2+ Proses yg paling penting utk m’dapatkan logam adalah pertama.7H2O) yg dikenal dgn garam Inggris (Epsom salt) dan magnesium oksida (MgO). ditampung. yang terakhir dipanaskan dgn ferosilikon : CaO.

Formulasi semen ini dikembangkan dan dipatenkan beberapa tahun yang lalu oleh ilmuwan Australia John Harrison. Mereka telah dikembangkan dengan penekanan kuat pada berbagai keuntungan keberlanjutan atas PC dan telah menerima publisitas signifikan termasuk liputan di New Scientist dan The Guardian. yang memadukan PC dan MgO reaktif dalam proporsi yang berbeda tergantung pada aplikasi yang dimaksud.9. di blok berpori di bawah kondisi yang sesuai menyembuhkan. Potensi penyerapan CO2 yang signifikan dalam unit batu berpori yang mengandung MgO reaktif sebagai komponen semen dan peningkatan signifikan yang terkait dalam kekuatan adalah subyek makalah ini " . Reaktif MgO adalah manfactured pada suhu jauh lebih rendah (600-750 deg C) dari PC dan. sebagai hasilnya. reaktif MgO akan karbonat dengan menyerap CO2 dan. mulai dari beton struktural untuk unit batu berpori. memperoleh kekuatan yang signifikan .1 Energi Kisi Kristal MgO Para peneliti di Cambridge University baru-baru mengatakan ini "Salah satu bidang untuk penelitian pengganti parsial semen adalah keluarga yang baru muncul dari reaktif magnesium (MgO) semen..

Proses ini disebut kalsinasi: MgCO3 .9. . MgCO3 terurai menjadi magnesium oksida dan karbon dioksida dengan entalpi reaksi 118.{250-800 ° C} => MgO + CO2 Di atas sekitar 500 ° C proses akan mencapai mencapai penyelesaian dengan konversi 100% untuk MgO.28 kJ / mol seperti ditunjukkan dalam diagram di sebelah kiri.800 ° C + +).2 Suhu Rendah MgO dikalsinasi lebih Reaktif Pada rentang temperatur antara (250 ° C .

mengkoordinasikan kejenuhan dan energi kisi semua terkait. SSA atau Blaine. di dll sudut dan atom terikat secara ionik substansial beberapa magnesium dan oksigen lebih sedikit energi kisi (karena ada permukaan yang lebih. mereka lebih teratur dengan jumlah yang lebih tinggi situs koordinat tak jenuh. Meskipun telah di masa lalu mendefinisikan reaktivitas dengan mengacu pada energi kisi bisa seperti didefinisikan dengan benar dalam hubungannya dengan proporsi situs jenuh koordinat dibandingkan dengan situs jenuh. Hal ini didasarkan pada tahi lalat dan berlaku untuk atom dalam kisi-kisi dan merupakan ukuran hasil stabilisasi betapa banyak dari mengatur ion malah dibebankan dalam padatan ionik. tidak hanya terdapat permukaan yang lebih. Semakin setiap atom magnesium dan oksigen dikelilingi oleh atom lain dari magnesium dan oksigen dalam cara yang tertib. Pada suhu yang lebih tinggi kelebihan energi tersedia dan atom lebih bersemangat untuk mengisi mengkoordinasikan posisi jenuh dalam kisi kristal sehingga mengurangi entropi dari kristal. Proton memilukan dianggap mekanisme pembubaran oleh Stumm dan Marini. Jika suhu kalsinasi tinggi maka seperti mungkin diharapkan beberapa kelebihan energi lebih dari apa yang dibutuhkan untuk reaksi dekomposisi ditunjukkan pada diagram masuk ke menciptakan kristalit lebih teratur lebih besar dan dengan demikian diubah menjadi energi kisi. Dengan kalsinasi suhu yang lebih rendah. semakin kristal dan memerintahkan struktur dan semakin tinggi energi kisi.Energi kisi dari kristal padat adalah energi yang dibutuhkan untuk memisahkan sepenuhnya satu mol senyawa ionik padat menjadi gas ion nya. al. namun menurut Fruwirth et. ada mekanisme lain pada pH yang lebih tinggi. Tinggi suhu kalsinasi hasil dalam produk kristal yang jauh lebih teratur dari kalsinasi suhu rendah. (Lihat pembahasan mengenai entropi bawah) Kekuatan ikatan coulomb kurang di permukaan. Dibutuhkan energi untuk menempatkan mereka bersama-sama dan energi untuk menarik mereka terpisah. Semakin tinggi luas permukaan spesifik permukaan lebih ada seperti di sudut atau celah dan ketidaksempurnaan lain dan lebih banyak atom yang dekat ke permukaan yang tidak terkoordinasi jenuh dan karena itu dapat dilepaskan dengan mudah oleh molekul air sangat polar. sudut dll) dari sejumlah besar atom terikat secara ionik magnesium dan oksigen . Karena keduanya tidak mungkin untuk langsung mengukur ilmuwan dengan minat dalam pembicaraan MgO tentang luas permukaan spesifik (SSA atau Blaine) menjadi faktor yang relevan untuk reaktivitas. Energi yang digunakan untuk mengurangi entropi dari kristal Namun entropi lebih yang hilang ke sistem melalui panas yang terbuang. Energi kisi MgO-olah itu adalah kristal tunggal periklas .

TecEco menjelaskan reaktivitas dalam hal energi kisi total magnesia seperti penghalang kinetik utama yang harus diatasi dan itu tentu saja pengaruh dan energi solvasi aktivasi. Sayangnya tidak energi kisi atau proporsi situs koordinasi tak jenuh dapat diukur secara langsung dan tidak dengan mudah dapat dihitung yang mungkin mengapa tidak istilah umumnya digunakan untuk menggambarkan reaktivitas magnesium dan luas permukaan spesifik (SSA atau Blaine) atau kadang hasilnya dari tes reaktivitas seperti dengan asam sitrat yang digunakan. 9. memiliki energi kisi dihitung dari 3795 Kj mol-1 yang harus diatasi untuk itu untuk pergi ke solusi atau untuk reaksi terjadi. Termodinamika suhu tinggi menghasilkan entropi rendah dan kristal lebih teratur. Sebaliknya temperatur yang lebih rendah meningkatkan entropi (J / K mengurangi) dan kristal kurang memerintahkan dan lebih reaktif. entropi harus mengurangi dan atom dalam kisi kristal yang lebih teratur. Pertama saya akan mempertimbangkan perubahan entalpi dengan memecah proses ke dalam tahap teoretis dan menganalisis mereka sesuai dengan hukum Hess. . Ketika mempertimbangkan mengapa magnesium hidrat dan seberapa cepat. Jika K suhu kalsinasi lebih tinggi maka untuk jumlah energi yang sama. dan sebuah unit dari joule per kelvin (J / K) dalam Sistem Satuan Internasional. Semakin tinggi suhu kalsinasi semakin besar pengurangan entropi dari kristal karena urutan atom. tapi tidak pada langkah-langkah perantara. Kristal yang lebih teratur memiliki situs koordinasi yang kurang jenuh dan energi kisi yang lebih rendah. atau periklas. Entropi termodinamika (S) memiliki dimensi energi dibagi oleh suhu. Mereka karena itu kurang reaktif.adalah 3795 Kj mol-1 dan merupakan penghalang energi utama yang harus diatasi untuk hidrasi terjadi. Magnesium oksida kristalin. baik perubahan entalpi dan entropi harus dipertimbangkan.3 Termodinamika Pembubaran Reaktif MgO Hukum Hess atau hukum penjumlahan konstanta panas membuat jelas bahwa jumlah energi yang hanya bergantung pada negara-negara dari reaktan dan keadaan produk.

.4 Perubahan yang Terjadi dalam Proses Pembubaran. semakin rendah energi kisi keseluruhan dan pembubaran lebih mudah dalam air (hidrasi) terjadi. Mana pernah ada cacat permukaan energi kisi kurang karena kekuatan coulomb yang bekerja antara partikel kurang. Terlepas dari daya tarik yang kuat antara ion positif (kation) dan ion negatif (anion) MgO akan larut dalam air tergantung pada jumlah cacat permukaan. Dalam kasus air sebagai pelarut. Ketika garam larut dalam air proses solvasi terjadi di mana ion-ion menjadi terlarut oleh asosiasi dengan molekul pelarut air. Lihat situs web Kimia Doc Brown . Semakin rendah suhu kalsinasi semakin besar jumlah cacat. Pada suhu yang lebih tinggi atom dapat menyesuaikan diri dalam koordinasi jenuh dan kristal tumbuh lebih mudah. Air terdiri dari sangat molekul polar karena perbedaan elektronegativitas yang besar antara hidrogen dan oksigen (O> H maka polaritas ikatan δ δ-OH +).9. Jumlah koordinasi ion permukaan atau sudut menurun membuat mereka terkoordinasi tak jenuh dan tersedia untuk pembubaran dalam air yang sangat polar. Cacat terjadi pada suhu rendah karena ada energi cukup untuk membangun kisi tertata dengan baik. proses ini disebut hidrasi dan eksoterm karena melibatkan partikel datang bersama-sama melalui gaya antarmolekul. Sebuah sampel MgO yang telah kristalit sangat kecil dengan banyak cacat statistik akan memiliki jumlah yang lebih besar dari atom terkoordinasi tak jenuh dan dengan demikian berada pada keadaan energi yang lebih rendah daripada sampel sesuai dengan kristalit terbentuk dengan baik MgO. Lihat pembahasan tentang entropi bawah Termodinamika judul 'dari Pembubaran Reaktif MgO "di atas. MgO memiliki energi kisi yang sangat tinggi menunjukkan kekuatan yang kuat ikatan ionik.

yaitu mereka memiliki keseimbangan yang menarik dan menjijikkan. Cacat diminimalkan dan saturasi mengkoordinasikan dimaksimalkan. adatoms. 9.5 aktor-faktor yang Mempengaruhi kinetik Pembubaran MgO Terlepas dari pentingnya proses pembubaran MgO. dan oleh hukum-hukum elektrostatika. Proses solvasi melibatkan peningkatan entropi . Lihat juga pembahasan tentang entropi bawah Termodinamika judul 'dari Pembubaran Reaktif MgO "di atas. masih ada beberapa perdebatan mengenai mekanisme yang tepat. teras dan langkah-langkah dalam diagram di bawah dari permukaan kristal MgO memiliki struktur kubik. gaya tarik menarik yang lemah. jika zat adalah "larut" Oleh karena itu selalu eksoterm.solusi yang lebih teratur (pengaturan lebih mungkin) dari cairan murni pelarut dan lebih teratur kisi MgO dengan susunan yang mungkin sangat terbatas. Kisi kristal yang kuat MgO dipecah oleh proses solvasi. Seperti melarutkan ion menjadi bebas untuk bergerak di dalam pelarut air. Dengan atom kalsinasi suhu tinggi memiliki lebih banyak energi dan lebih mampu mengambil posisi dalam kristal dimana pasukan sekitarnya coulomb adalah dinetralkan. Proses hidrasi. Nilai tergantung pada struktur dan kekuatan ionik dan entalpi kisi hidrasi dari ion konstituen. Hasilnya adalah dominan atom permukaan dengan koordinat tak jenuh yang mudah merenggut keluar seperti di daerah lembah. Entalpi ΔHsolution solusi (senyawa) didefinisikan sebagai panas yang diserap atau dilepaskan ketika 1 mol senyawa (zat terlarut) larut dalam suatu pelarut untuk membentuk sebuah 'jauh' larutan encer di mana tidak ada perubahan panas terjadi lebih lanjut. Proses cenderung untuk pergi jika ada peningkatan entropi. Dengan suhu kalsinasi rendah pada kristalit sisi lain dengan cacat banyak terbentuk dan ada energi cukup untuk meminimalkan kekuatan coulomb. Entropi juga . Kinks. Ion terlarut yang lebih besar daripada ion unsolvated yang membuat jarak antara ion positif dan negatif pusat yang lebih besar. Kami menduga bahwa ini adalah karena dominasi dari berbagai mekanisme tergantung pada pH dan mungkin juga reaktivitas.Ion magnesium berpikir untuk menghasilkan Mg + + ion baik dan Mg berikatan secara kovalen (H2O) 6] + + ion dalam larutan dan banyak spesies lainnya kadang-kadang fana juga.

"Para kinetika disolusi dan hidrasi kristal MgO tunggal dan sampel bubuk diteliti berkenaan dengan H+ dan Mg2+ konsentrasi dan suhu.6 Blok Diagram menunjukkan Cacat Magnesium Oksida Permukaan dari Berbagai Jenis dan Associated jenuh Koordinat Menurut Fruwirth et.lihat juga pembahasan tentang entropi bawah Termodinamika judul 'dari Pembubaran Reaktif MgO "di atas..meningkat . 9. Proses ini merupakan bagian dari reaksi netralisasi secara keseluruhan. al. Tingkat pembubaran berputar cakram MgO dalam solusi buffer ditentukan dari pengukuran [Mg2+ ] dan orangorang dari kristal dan pecahan bubuk ditentukan oleh pH dan analisis konduktivitas Derajat hidrasi dianalisis dengan cara metode termogravimetri. Beberapa pengendali-laju proses tergantung pada pH hadir pada suhu kamar. MgO + 2H + → Mg2 + + H2O . Tingkat sebanding dengan baik pH atau pH-PMG. (1) Pada pH <5 langkah pengendalian-laju proton adalah serangan diikuti oleh desorpsi Mg2 + OH-tergantung pada nilai [Mg2+].

Semua proses menjalani akselerasi Arrhenius dengan meningkatnya suhu (aktivasi energi. (3) Pada pH> 7 langkah pengendalian-laju adsorpsi adalah OH-diikuti dengan Mg2+ dan OHdesorpsi yang mengarah ke tingkat maksimum. semakin lambat laju hidrasi. Hal ini disimpulkan dari pengukuran konduktivitas dan pemindaian mikroskop elektron selama dan setelah percobaan hidrasi bahwa tingkat hidrasi dikendalikan oleh laju disolusi dalam kondisi tertentu. MgO + H2O → Mg2+ + 2OH-. sehingga reaksi kisi MgO dapat dikecualikan. Setelah periode jenuh Mg(OH)2 mengendap istimewa pada permukaan MgO. 70 kJ mol-1) dan reaksi keseluruhan tersebut kemudian dibatasi oleh proton dan OH-difusi. " Penting untuk dicatat bahwa pada pH tinggi seperti dalam semen hidrolik ini penulis menemukan "tingkat hidrasi dikendalikan oleh laju disolusi dalam kondisi tertentu" dan dari atas laju disolusi jelas sebanding dengan jumlah relatif tak jenuh koordinasi situs yang menentukan energi kisi keseluruhan.The tinggi suhu kalsinasi. . Dari analisis teoritis atas kalsinasi tersebut.(2) Pada pH ≈ 5 langkah pengendalian-laju adalah proses difusi-pembatasan karena proton. Proses ini merupakan bagian dari reaksi pembubaran keseluruhan.Proses-proses netralisasi diinterpretasikan dalam hal termodinamika ireversibel menghasilkan ketergantungan linier dari tingkat pada pH atau pH-PMG. Angka tersebut merupakan sebanding dengan konsentrasi proton. termodinamika dan kinetika jelas bahwa tingkat hidrasi tergantung pada tingkat pelarutan yang merupakan fungsi dari suhu calcination.