Þemberlan CbaL Melalul kullL

1lLa noflanLl
ÞLnuAPuLuAn
W konsep pemakalan sedlaan obaL pada kullL
dlyaklnl dapaL dllakukanŦ Pal lnl LerbukLl darl
penlnggalan zaman meslr kunoţ berupa
caLaLan pada popytos yang Lelah
mencaLumkan berbagal sedlaan obaL yang
dlgunakan unLuk pemakalan luarŦ
W alen Lelah men[elaskan LenLang pemakalan
sedlaan pada zaman romawl yang saaL lnl
dlkenal sebagal oolsbloq cteomŦ
kullL Merupakan ť
W 8aglan Lerbesar darl organ Lubuhţ raLaŴraLa kullL manusla
dewasa mempunyal luas permukaan sebesar 2 m
2 dan
berperan sebagal laplsan pellndung Lubuh Lerhadap
pengaruh darl luarţ balk pengaruh flslk maupun pengaruh
klmlaŦ Mesklpun kullL relaLlf permeabel Lerhadap senyawaŴ
senyawa klmlaţ namun dalam keadaan LerLenLu kullL dapaL
dlLembus oleh senyawa obaL aLau bahan berbahayaţ yang
dapaL menlmbulkan efek LerapeLlk aLau efek Lokslk yang
berslfaL seLempaL aLau slsLemlk
W Sawar (barler) flslologlk yang LerpenLlng karena mampu
menahan penembusan bahan gasţ calr maupun padaLţ balk
yang berasal darl llngkungan luar Lubuh maupun darl
komponen organlsmeŦ
pada penellLlan efek slsLemlkţ zaL akLlf harus masuk
kedalam peredaran darah dan selan[uLnya dlbawa
ke [arlngan yang kadangŴkadang LerleLak [auh darl
LempaL pemakalan dan pada konsenLrasl LerLenLu
dapaL menlmbulkan efek farmakologlkŦ
Þemahaman LenLang anaLoml dan flslologlk kullL
seperLl fakLorŴfakLor flslkoklmla dan paLoflslologl
yang mempengaruhl permeablllLas kullLţ sangaL
dlperlukan unLuk merancang formula dan benLuk
sedlaan yang sesual dengan Lu[uan pemakalan
yang dlkehendaklŦ
W Þenllalna akLlvlLas farmakologlk darl sedlaan Loplkal
menun[ukan bahwa peranan bahan pembawa sangaL
penLlng dalam proses pelepasan dan penyerapan zaL
akLlf dan pemlllhan bahan pembawa yang LepaL dapaL
menlngkaLkan ker[a zaL akLlfţ balk lama ker[a maupun
lnLenslLasnyaŦ
W Þada kosmeLologlţ umumnya hanya fase penembusan
yang dlLellLlŦ Sedlaan kosmeLlka dlgunakan hamplr
pada seluruh permukaan kullL dan baglannyaţ sehlngga
kemampuan menembus darl suaLu sedlaan kosmeLlka
hanya LerbaLas sampal dlfusl kedalam laplsan Landuk
(sttotom cotoeom)ţ follkel rambuLţ dan kelen[ar
kerlngaLŦ Þada keadaan LerLenLuţ mlsalnya unLuk
sedlaan Lablr surya zaL akLlf relaLlf LerLahan cukup lama
pada permukaan laplsan Landuk (sttotom cotoeom)
demlklan [uga unLuk beberapa zaL akLlf lalnŦ
Þenyerapan slsLemlk suaLu sedlaan kosmeLlk dapaL [uga
memberlkan efek yang Lldak dlkehendakl dan dapaL
mempercepaL Ler[adlnya LokslslLas perkuLanŦ
AnaLoml kullL
kullL merupakan [arlngan perllndungan yang lenLur dan elasLlsţ
menuLupl seluruh permukaan Lubuh dan merupakan 3Ʒ beraL
LubuhŦ kullL sangaL berperan pada pengaLuran suhu Lubuh dan
mendeLeksl adanya rangsangan darl luar serLa unLuk mengeluarkan
koLoran aLau slsaŴslsa meLabollsmeŦ
kullL dlbenLuk darl Llga laplsan berbeda yang beruruLan darl luar ke
dalam ť
W Laplsan epldermls
W Laplsan dermls pembuluh darah dan pembuluh geLah benlngţ
u[ungŴu[ung syaraf
W Laplsan hlpodermls laplsan dlbawah kullL yang
W berlemak
AnaLoml kullL
W kullL mempunyal baglan laln yalLuţ kelen[ar
kerlngaL dan kelen[ar sebum (qlooJolo
seboceoos) yang berasal darl laplsan
hlpodermls aLau dermls dan bermuara pada
permukaan dan membenLuk daerah yang
Lldak berkeslnambungan pada epldermlsŦ
Þenampang kullL dan aneksanya
Lpldermls
Adalah Permukaan paling luar dari kulit, yang
merupakan tempat sediaan obat digunakan.
Menurut Montagna, Lobitz dan Jarret, epidermis
merupakan lapisan epiel dengan tebal rata-rata
200 µm, mempunyai sel-sel yang
berdiIerensiasi terhadap kreatinisasi bertahap
dari bagian yang lebih dalam menuju kebagian
sebelah luar (permukaan).
pidermis dibedakan atas 2 bagian :
W Stratum korneum (lapisan tanduk)
tersusun atas sekumpulan sel-sel mati yang
mengalami kreatinisasi
W Lapisan malIigi berupa sel yang hidup,
dan menempel pada dermis.
Skema Lahap Þerubahan sel epldermls
Secara umum epldermls Lerdlrl aLas llma laplsan
ť
W SLraLum corneum (laplsan Landuk)
W SLraLum lucldum (zone barrler)
W SLraLum granulosum (laplsan glanular)
W sLraLum malplghll (laplsan sel prlckle)
W SLraLum germlnaLlvum (laplsan sel basal)
8aglan kullL
W 8aglan kullL Lerdlrl darl slsLem pllosebasea dan
kelen[ar sudorlporlŦ SeLlap rambuL membenLuk
saluran epldermls yang masuk kedalam dermls
dan selan[uLnya membenLuk selubung luar darl
rambuL LersebuLŦ 8aglan pallng dalamţ LerLanam
pada akar oleh sebuah paplla darl [arlngan
penyangga dermlk yang mempunyal banyak
pembuluh darahŦ Selubung eplLel baglan dalam
mengellllngl rambuL mulal darl bahaglan akar
sampal dlLempaL yang berhubungan dengan
kelen[ar sebaseaŦ
W Þada umumnya kelen[ar sebasea menempel pada
follkel rambuL kecuall unLuk beberapa daerah yang
mempunyal rambuL cukup [arang dan LerleLak pada
[arak seklLar 300 µm dari permukaan kulit, seperti
kelenjar eksokrin, holokrin dan getah sebum. Bagian
yang mengeluarkan getah dibentuk dari suatu membran
basal yang ditutup oleh lapisan sel germinatiI yang
berkembang ke arah pusat kelenjar disertai perubahan
lipida dan peniadaan intinya. Serpihan dari isi sel yang
mati selanjutnya dikeluarkan lewat sebuah saluran
pembuangan yang sangat pendek.
8L88AAl lAk1C8 ?An MLMÞLnA8uPl Þ8CSLS LuA
C8A1 ÞAuA ÞLM8L8lAn SLCA8A ÞL8ku1An
1Ŧ ÞLn?L8AÞAn (A8SC88Sl)
Þroses absopsl obaL melalul kullL Lerdlrl darl beberapa Lahap ť
W ulsolusl obaL dalam pembawanya
W ulfusl obaL yang LerlaruL darl pembawanya ke permukaan kullL
W ÞeneLrasl obaL melalul laplsan kullL (sLraLum corneumţ dermls
dan subdermls)
W Þengambllan molekul obaL oleh mlkroslrkulasl unLuk segera
dldlsLrlbuslkan ke seluruh Lubuh
1Ŧ1 LCkALlSASl SAWA8 (8A88lL8)
W kullL mengandung se[umlah Lumpukan laplsan
speslflk yang dapaL mencegah masuknya bahanŴ
bahan klmla dan hal lnl LeruLama dlsebabkan oleh
adanya laplsan Llpls llplda pada permukaanţ
laplsan Landuk dan laplsan epldermls malflglŦ
Þada daerah lnlţ dlLemukan [uga suaLu celah yang
berhubungan langsung dengan kullL baglan dalam
yang LerbenLuk oleh kelen[ar sebasea yang
membaLasl baglan luar dan calran eksLraselularţ
yang [uga merupakan sawar Lapl kurang efekLlfţ
yang Lerdlrl darl sebum dan dereLan selŴsel
germlnaLlf
W Þeranaan laplsan llpld yang Llpls dan Lldak beraLuran pada
permukaan kullL (0ţ4 Ŵ 4µm) LerdapaL proses penyerapan
(absorpsl) dapaL dlabalkanŦ Þenladaan darl laplsan LersebuL
oleh eLerţ alkoholţ aLau sabunŴsabun LerLenLu Lldak akan
mengubah secara nyaLa permeablllLas kullLţ keadaan yang
sama [uga Ler[adl seLelah pengolesan pada permukaan kullL
yang mempunyal sabun seLebal 30 µm. Lapisan lipida dapat
ditembus senyawa-senyawa lipoIilik dengan cara diIusi dan
adanya kolesterol menyebabkan senyawa yang larut dalam
air dapat teremulsi.
W Peniadaan secara bertahap lapisan seluler pada lapisan
tanduk (897,9:2 .4730:2) dengan bantuan suatu plester
akan menghilangkan lapisan malIigi dan menyebabkan
peningkatan permeabilitas kulit secara nyata terhadap air,
etanol, dan kortikosteroid. Peningkatan permeabilitas
tersebut tidak terjadi untuk semua jenis senyawa, misalnya
perhidroskualen tidak dapat menembus kulit tikus yang
lapisan tanduknya telah dihilangkan
W Sehlngga laplsan malflgl dapaL menghalangl penembusan
senyawa LerLenLuţ LeLapl Lldak speslflkŦ Laplsan lnl
menun[ukan selekLlvlLas LerLenLu Lerhadap senyawa yang
llpofllţ mlsalnya ť naLrlum dodesll sulfaL yang Lldak aLau
sangaL sedlklL dlserapŦ
W Sawar (bottlet) kullL LeruLama dlsusun oleh laplsan Landuk
(sttotom cotoeom) Lerplsahţ [uga mempunyal permeablllLas
yang sangaL rendah dan kepekaan yang sama seperLl kullL
uLuhŦ Laplsan Landuk (sttotom cotoeom) berperan
mellndungl kullLŦ uereLan selŴsel pada laplsan Landuk
(sttotom cotoeom) sallng berlkaLan dengan kohesl yang
sangaL kuaL dan merupakan pellndung kullL yang pallng
eflslenŦ Sesudah penghllangan laplsan Landuk (sttotom
cotoeom) ţ lmpermlablllLas kullL dlpengaruhl oleh
regenerasl selŤ dalam 2 aLau 3 harl mesklpun keLebalan
laplsan Landuk yang LerbenLuk maslh sangaL Llplsţ namun
laplsan LersebuL Lelah mempunyal kapaslLas perllndungan
yang mendekaLl sempurna
uengan demlklan epldermls mempunyal 2 [enls
pellndung yang perLama adalah pellndung sawar
speslflk yang LerleLak pada laplsan Landuk yang salah
saLu elemennya berasal darl kullL dan berslfaL
lmpermeabel dan pellndung yang kedua LerleLak dl
subŴ[uncLlon dan kurang efekLlfţ dlbenLuk oleh
epldermls hldup yang permeablllLasnya dapaL
dlsamakan dengan membran blologls lalnnyaŦ Þada
sebaglan besar kasusţ proses perganLlan kullL dlaLur
oleh laplsan Landuk (sttotom cotoeom) yang
lmpermeabel dan akan membenLuk suaLu perllndung
LerbaLas
1Ŧ2 !ALu8 ÞLnLM8uSAn (A8SC88Sl)
W Þenembusan ƹ peneLrasl ƹ absorbsl perkuLanţ
Lerdll darl pemlndahan obaL darl permukaan kullL
ke sttotom cotoeomţ dlbawah epldermls
melewaLl dermls dan masuk kedalam
mlkroslrkulaslŦ
W 1elah LerbukLl bahwa lmpermeablllLas kullL akan
berlangsung lama seLelah kullL dlplsahkanŦ
!umlah LoLal daya dlfusl (8
kullL
) unLuk penembusan
melalul kullL dl[elaskan oleh Chen sbbť
8 ƹ 8
sc
+ 8
e
+ 8
pd
ulmana 8 ť uaya ulfusl
sc ť sLraLum corneum
e ť epldermls
pd ť laplsan paplla darl derml
kullL karena slfaL lmpermlablllLasnya maka hanya dapaL
dllalul oleh se[umlah senyawa klmla dalam [umlah yang
sedlklLŦ Þenembusan molekul darl luar ke baglan dalam
kullL secara nyaLa dapaL Ler[adlţ balk secara dlfusl
melalul laplsan Landuk maupun secara dlfusl melalul
kelen[ar sudorlporl aLau organ pllosebasea
W 8aglan laln yang LerdapaL pada kullLţ sesungguhnya mempunyal
sLrukLur yang kurang efekLlf dlbandlngkan dengan laplsan Landuk
(sLraLum corneum) seperLl follkel rambuL Lldak mempunyal eplLel
dengan laplsan Landuk luar kecuall pada baglan aLasţ mulal darl
muara kelen[ar sebasea hlngga baglan dasar follkelŦ Þada
perLumbuhannyaţ rambuL halus dlkellllngl oleh sarung eflLel dalamţ
yang LerbenLuk darl sel hldup yang LerleLak pada baglan LengahŦ
kelen[ar sebasea berlsl sebumţ mengandung banyak llplda yang
Leremulslţ dlhasllkan oleh selŴsel yang dlbenLuk oleh laplsan
germlnaLlf kelen[arŦ kelen[ar sudorlporl merupakan suaLu saluran
pengeluaran sederhanaţ yang dlbenLuk oleh sel hldup mulal darl
baglan dalam dermls sampal sLraLum courneum dan berakhlr
sebagal suaLu saluran (kanal) yang menyellnap dlnLara dereLan selŴ
sel LandukŦ
W kelen[ar sudorlporl secara nyaLa Lldak berperan dalam
proses penembusan Ŧ kullL Lelapak Langan aLau Lelapak
kakl mempunyal kelen[ar sudorlporl yang berkumpul
dalam [umlah yang sangaL banyakţ 300Ŵ800 seLlap cm
2
namun Lldak leblh permeabel dlbandlngkan dengan
baglan Lubuh lalnnya yang [umlahnya leblh sedlklL 200Ŵ
230 seLlap cm
2
W Þenembusan senyawa klmla melalul pllosebased leblh
LerganLung pada permukaannya dlbandlngkan dengan
penembusan melalul epldermlsŦ Þada manusla kullL
dlselubungl oleh 40Ŵ70 follkel rambuL seLlap cm
2
yang
merupakan baglan darl permukaan epldermls dan
berperanan dalam proses peyerapanŦ Þada hewan
Ler[adl keadaan seballknyaţ rambuLŴrambuL LersebuL
leblh berpern dalam penyerapan dan pada unggas
[umlahnya dapaL mencapal 4000 helal/cm

!adl
penyerapan oleh follkel rambuL men[adl bermakna
karena kullL hewan leblh permlabel dlbandlngkan kullL
manusla
W ÞenellLlan 8lankţ Lelah membukLlkan bahwa llnLasan Lransepldermls
aLau [alur Lransfollkuler merupakan fungsl darl slfaL dasar molekul
yang dloleskan pada kullLŦ Senyawa yang mempunyal boboL molekul
kecll dan berslfaL llpofllţ dapaL Lerdlfusl dan Lersebar dengan cepaL
dalam laplsan Landuk dan dalam llplda yang LerdapaL pada kelen[ar
sebaseaŦ Þenyerapan yang Ler[adl pada kedua Lahap LersebuL
mempunyal lnLenslLas yang LerganLung pada permukaan relaLlf darl
kedua sLrukLur LersebuLŦ Senyawa yang hanya sedlklL Lerdlfuslţ akan
mellnLasl laplsan sebum leblh cepaL dlbandlngkan dengan yang
melalul laplsan LandukŦ Þada Lahap awalţ proses penyerapan leblh
dlLenLukan oleh llnLasan Lransfollkulerţ selan[uLnya pada Lahap
kedua karena perbedaan dlfusl yang Ler[adl dalam laplsan Landukţ
maka llnLasan Lransepldermls yang leblh menenLukan
1Ŧ3Ŧ Þenahanan ualam SLrukLur Þermukaan kullL
dan Þenyerapan perkuLan
W SLraLum corneum dapaL menahan zaL LerLenLu yang
berfungsl sebagal depo dan akan melepaskan obaL secara
perlahan pada pemakalan Loplkal
W 8ahanŴbahan yang dapaL dlLahan mlsalnya ť
hldrokorLlsonţheksaklorofenţ grlseofulvlnţasam fusldaLţ dan
naLrlum fusldaţ beLameLason fluoslnolon aseLonldaţ
pesLlslda fosfor organlk
W SurpakLan anlonlk dan kaLlonlk [uga dapaL LerLahan pada
laplsan Landuk aLau rambuLŦ
W Adanya muaLan lon akan bereaksl dengan proLeln dan
kreaLlnlnŦ lnLenslLas penahanan LerganLung muaLan lonŦ
W Þenumpukan surfakLan dalam konsenLrasl yang
Llnggl dalam konserLasl yang Llnggl yang dapaL
merusa sLrukLur sLraLum corneum yang
menyebabkan penlngkaLan kehllangan alr dan
lrlLasl
W Seballknya konsenLrasl surfakLan yang rendah
pada sedlaan kosmeLlka LerLenLu memudahkan
penyerapan pada sel sLraLum corneum sehlngga
menlngkaLkan aksl pelembuLan kullL
2Ŧ lakLor flslologlk yang mempengaruhl
penyerapan perkuLan yalLu ť
W keadaan dan umur
W Allran darah
W 1empaL pengolesan
W kelembuLan kullL
keadaan dan umur kullL ť
LfekLlflLas kullL sebagal barler dlfusl akan
berkurang blla selŴsel Landuk rusak mlsal pada
penyaklL psorlaslsţ dermaLosls dengan ekslmţ
dermaLosls seborhelkţ permeablllLas kullL
menlngkaLŦ
kullL anak anak leblh permeabel darl orang
dewasa
Allran darah ť
W ueblL allran darah menenLukan [umlah obaL
yang membuaL kullLŦ Þada kullL lukaţ [umlah
leblh besar
W ÞenyemplLan pembuluh darah aklbaL
pemakalan korLlkosLerold menlmbulkan efek
depo
1empaL pengolesan ť
Þerbedaan keLebalan
sLraLum corneum
menenLukan [umlah obaL
yang dlserapŦ 1elapak
Langan dan Lelapak kakl
pallng Lebal
kelembaban dan suhu ť
W kadar alr normal sLraLum courneum adalah 3Ŵ
13ƷŦ
W uapaL dlLlngkaLkan mlsal denan menggunakan
pembawa vaselln (30Ʒ) aLau pembaluL (17Ʒ)Ŧ
8enanng kreaLln akan mengembang sehlngga
sLraLum corneum mempunyal aflnlLas yang
sama Lerhadap zaL non elekLrollL yang laruL alr
dan zaL laruL llpld
3Ŧ CpLlmallsasl 8loavalblllLas Sedlaan
per kuLan
ÞenlngkaLan peneLrasl obaL perkuLan dapaL
dllakukan dengan ť
Modlflkasl pembawa / obaL
W Þemlllhan obaL/ modlflkasl sLrukLur klmla obaL
W Þrodrug
W lnLeraksl obaL dengan pembawa
W kompleksasl
W llposom
Modlflkasl sLraLum corneum
W Pldrasl
W lluldlsasl lemak
W Þerusakan [alngan
W MeLode elekLrlk
W Modlflkasl sLrukLur klmla obaL dapaL
menyebabkan perubahan pada nllal koeflslen
dlfusl dan koeflslen parLlsl
1Ŧ koeflslen dlfusl
Makln Llnggl 8M maka absopsl makln kecllŦ
1apl makln Llnggl 8M [uga menlngkaLkan
koeflslen parLlsl llplda sehlngga absopsl dapaL
menlngkaL [ugaŦ Mlsal pada alkohol allfaLlk
dlmana LeLapan dlfusl penLanol LernyaLa leblh
Llnggl darlpada eLanol
W Þada serl homolog sLeroldaţ harga u
berkurang blla polarlLas molekul berLambah
karena Ler[adl lkaLan yang berenergl Llnggl
anLara zaL dan komponen membranŦ
W 8lla molekul darl zaL akLlf dlanggap bulaL dan
molekul dl seklLarnya berukuran samaţ dengan
menggunakan hukum SLokeŴLlnsLeln dapaL
dlLenLukan nllal LeLapan dlfusl
u ƹ kŦ 1
.r q
k ÷ tetapan Boltzman, T ÷ suhu mutlak, r ÷ jari-
jari molekul yang berdiIusi, q ÷ kekentalan
lingkungan
2Ŧ koeflslen ÞarLlsl
W 8lla harga koflslen parLlsl besar ţ aflnlLas
Lerhadap pembawa besarŦ 8lla besarnya ƹ 1
maka aflnlLas Lerhadap keduanya sama maka
absopsl makln balkŦ
W kelaruLan obaL dalam pembawa dapaL
mempengaruhl harga koeflslen parLlslŦ
W losfaL organlk yang mempunyal koeflslen
parLlsl dalam benzenŴalr mendekaLl saLuţ
mempunyal aflnlLas yang sama unLuk
kedua pelaruLŦ
W seballknya senyawa yang kelaruLannya dalam
alr dan benzen cukup besar
penembusannya sangaL lambaLŦ
W keselmbangan pembaglan senyawa dlanLara
kedua fase yang adaţ yalLu koeflslen parLlsl
dlnyaLakan dengan persamaan
Cp ƹ Cs
Ce
Cs Ǝ Ce adalah konsenLrasl molekul dalam
pelaruL organlk dan dalam alrŦ
Modlflkasl formula/ pembawa
1Ŧ konsenLarasl zaL akLlf
Absorpsl obaL perkuLan menglkuLl hukum llck
Þenylmpangan dapaL Ler[adl kalau obaL yang
dlserap dapaL merubah sLrukLur kullL
W !umlah zaL akLlf yang dlserap pada seLlap
saLuan luas permukaan dan saLuan wakLu
adalah sebandlng dengan konsenLrasl
senyawa dalam medla pembawaŦ
W 8lla zaL akLlf dengan konsenLrasl Llnggl
dloleskan pada permukaan kullLţ maka hukum
llck Lldak dapaL lagl dlLerapkanŦ
Alasannya???
Ler[adl perubahan sLrukLur membran
aklbaL konsenLrasl molekul yang Llngglţ Ler[adl
perubahan koeflslen parLlsl anLara pembawa
dan sawar kullLŦ
2Ŧ Þemlllhan pembawa
1u[uannya ť
PalŴhal yang berhubungan dengan bahan
pembawa yang dapaL mengubah sLrukLur
sawar kullL dan menlngkaLkan penyerapan
senyawa
Þemlllhan bahan pembawa sehlngga bahan
akLlf dapaL berdlfusl dengan mudah ke dalam
sLrukLur kullLŦ
W 8ahan pembawa dapaL mempengaruhl
keadaan dengan mengubah permeablllLas
kullL dalam baLas flslologlk dan berslfaL
reverslbelţ yalLu LeruLama dengan cara
menlngkaLkan kelembaban kullL aLau
menlngkaLkan aflnlLas molekul pada sLrukLur
kullLţ dlsebuL [uga koeflslen parLlsl kmŦ
W
W Agar obaL leblh cenderung masuk ke dalam
laplsan Landuk maka sebalknya zaL akLlf leblh
mudah laruL dalam laplsan Landuk
dlbandlngkan dengan pembawaţ sehlngga
pembawamempunyal aflnlLas yang kecll
Lerhadap senyawa yang dlbawaŦ
3Ŧ Þenggunaan prodrug
SeLelah melalul sLraLum corneum obaL akan
dlmeLabollsme men[adl senyawa akLlf melalul
hldrollsls dan Lransformasl enzlmaLlkŦ Mlsal
esLradlolŴ3ţ17 dlesLer dlubah men[adl
esLradlol 17 esLer lalu men[adl e3esLradlol
oleh enzlm esLerase
4Ŧ Llposome
W merupakan veslkel yang mengandung llplda
amplflllk seperLl fosfollpldaţ kolesLerolţ
gllkollpld yang Lersusun dalam saLu aLau leblh
laplsan ganda lamelar yang LerbenLuk secara
sponLan blla llpld konLak dengan fase alrŦ
W lase alr Lerserap dldalamţ dlplsahkan oleh
lamela laplsan gandaŦ
W Llposom dlbedakan aLas ukuran dan [umlah
lamelaţ komposlsl llpldţ volume enkapsulasl
dan persen penyerapanŦ
W Þenggunaan penlngkaL peneLrasl ť eLanolţ eLll
aseLaLţ surfakLanţ uMSCţ dll
W ÞenlngkaLan hldrasl ť vasellnţ pembaluLţ
plesLer
1eknlk Þemberlan obaL melalul kullL
W lonophoresls ť
Menggunakan energl llsLrlk dengan volLase
yang rendah 0 V dan arus yang konstan dan
kontinyu untuk menghantarkan muatan pada
kulit. Untuk obat-obat yang terionisasi
W LlecLroporaLlon
Menggunakan llsLrlk volLase Llnggl ƽ 100 v
dalam wakLu yang sangaL pendek unLuk
menlngkaLkan permeablllLas darl kullLŦ
W LlecLrolncorporaLlon ť
menempaLkan parLlkel aLau veslkel dalam kullL
kemudlan dl aLasnya dlLempaLkan elekLrode
yang akan merusak sLraLum korneum
W Þhonophoreslsť
Menggunakan gelombang ulLrasonlk 20kPzŴ16
MPzŦ 8erlnLeraksl dengan sLrukLur llpld
anLarselular pada sLraLum korneumŦ
W Sonophoresls ť
Merupakan baglan darl phonophoreslsţ
frekuwensl 1Ŵ3 MPz
Lvaluasl keLersedlaan hayaLl obaL yang
dlberlkan melalul kullL
W SLudl dlfusl ln vlLro
8erdasarkan darl penllalan blofarmaseLlk obaLŴ
obaL yang dlberlkan melalul kullLţ maka
sesudah dllakukan u[l pelepasan zaL akLlf ln
vlLroţ dengan maksud agar dapaL dlLenLukan
bahan pembawa yang pallng sesual dlgunakan
unLuk dapaL melepaskan zaL akLlf dl LempaL
pengolesanŦ
W Llposome dllndlkaslkan unLuk pengobaLan
secara parenLeral dan LoplkalŦ
W Þemberlan secara oral ť akan Lerural pada
suasana pP asam lambungţ enzlm lnLesLlnal
dan garamŴgaram empeduŦ
W SLablllLas llposom selama penylmpanan agak
kurang balk karena lkaLan esLer fosfollplda
Lerhldrollsls dan Leroksldasl
W aL akLlf blsa dlLempaLkan pada baglan
komparLemen alrţ fase hldrofoblk aLau pada
anLarfasa darl laplsan ganda LerganLung
kepada slfaL flslko klmla obaLŦ
W lakLor laln ť
komposlsl daparţ pPţ kekuaLan lonţ komposlsl
llpld dan semua fakLor yang dapaL
mempengaruhl dlsLrlbusl aLau parLlsl zaL akLlfŦ
W unLuk obaL yang llpoflllk balkţ sedangkan
unLuk hldroflllk maslh belum beglLu balkŦ
W Ada beberapa meLode yang dapaL dllakukan
dlanLaranya adalahť
dlfusl sederhana dalam alr aLau dalam gel
ulalysls melalul membran kolodlon aLau
selofan
W SLudl penyerapan (absorbsl)
Þenyerapan perkuLan dapaL dlLellLl berdasarkan
dua aspek uLama yalLu penyerapan slsLemlk dan
lokallsasl senyawa dalam sLrukLur kullLŦ
W uengan cara ln vlLro dan ln vlvo dapaL dlpasLlkan
llnLasan penembusan dan LeLapan permeablllLasţ
serLa membandlngkan efekLlvlLas darl berbagal
bahan pembawaŦ

Related Interests