Pembahasan

Pada percobaan terhadap asetaldehid ditambahkan dengan pereaksi tollens, lalu
larutan ini dipanaskan, dan terjadi perubahan yaitu warna larutan agak keruh abu-abu dan
timbal cermin perak pada dinding tabung. Warna larutan berubah menjadi gelap. Dengan
munculnya cermin perak pada dinding tabung reaksi pada percobaan kali ini maka dapat
dinyatakan bahwa asetaldehid merupakan salah satu contoh dari senyawa aldehid.
Aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Karena larutan bersiIat
basa, maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat
yang sesuai. Persamaan setengah reaksi untuk reduksi ion diamminperak(I) menjadi perak
adalah sebagai berikut:

Ag(NH
3
)
2
¹
¹ e
-
Ag ¹ 2NH
3


Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi dari oksidasi sebuah
aldehid pada kondisi basa, yakni

RCHO ¹ 3OH
-
RCOO
-
¹ 2H
2
O ¹ 2e
-



akan menghasilkan persamaan reaksi lengkap:

2Ag(NH
3
)
2
¹
¹ RCHO ¹ 3OH
-
2Ag ¹ RCOO
-
¹ 4NH
3
¹ 2H
2
O

Pada percobaan Asetaldehid yang direksikan dengan Iehling, kemudian dipanaskan
dalam penangas selama 2 menit pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang
berlangsung . setelah dilakukan pemanasan didapatkan larutan dengan warna hijau dan
endapan coklat. Hal tersebut menunjukan teroksidasinya asetaldehid oleh pereaksi Iehling,
karena asetaldehid termasuk ke dalam asam kuat yang mampu mereduksi larutan Iehling.
Aldehid mereduksi ion tembaga(II) menjadi tembaga(I) oksida. Karena larutan bersiIat basa,
maka aldehid dengan sendirinya teroksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat
yang sesuai. Persamaan untuk reaksi-reaksi ini selalu disederhanakan untuk menghindari
keharusan menuliskan ion tartrat atau sitrat pada kompleks tembaga dalam rumus struktur.
Persamaan setengah-reaksi untuk larutan Fehling dan larutan Benedict bisa dituliskan
sebagai:

2Cu

(dalam kompleks)
¹ 2OH
-
¹ 2e
-
Cu
2
O ¹ H
2
O

Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi untuk oksidasi
aldehid pada kondisi basa yakni :

RCHO ¹ 3OH
-
RCOO
-
¹ 2H
2
O ¹ 2e
-


akan menghasilkan persamaan lengkap:

RCHO ¹ 2Cu


(dalam kompleks)
¹ 5OH
-
RCOO
-
¹ Cu
2
O ¹ 3H
2
O

Percobaan menggunakan acetaldehyde yang direaksikan dengan NaOH lalu dilakukan
pemanasan menghasilkan warna larutan kuning keruh, hal ini dipengaruhi oleh larutan NaOH
yang bersiIat elektrolit bereaksi dengan larutan asetaldehid yaitu Senyawa yang dibuat
melalui oksidasi etilena dengan bantuan katalis paladium-tembaga, dan setengah dari
asetaldehid yang diproduksi dapat dioksidasi menjadi asam asetat.
Pada percobaan aseton yang direaksikan dengan NaHSO
4
serta dilakukanya
pemanasan, hal ini dilakukan untuk mempercepat reaksi. Di dapatkan warna larutan bening
serta terciumnya bau karet. Hal ini menunjukan adanya pembentukan ester dari aseton.

esimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat berdasarkan data hasil pengamatan dan
pembahasan, diantaranya yaitu :
1. Aldehid dan keton adalah atom karbon yang dihubungkan dengan atom oksigen oleh ikatan
ganda (dua gugus karbonil)
2. Aldehid adalah senyawa organik yang karbon-karbonilnya (karbon yang terikat pada
oksigen) selalu berikatan dengan paling sedikit satu hidrogen.
Rumus umum aldehid adalah C
n
H
2n
O. Keton adalah senyawa organik yang karbon
karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon lain.
3. Suatu sampel dapat dikatakan sebagai aldehid apabila direaksikan dengan pereaksi tollens
kemudian dipanaskan akan terbentuk cermin perak pada dinding tabung reaksinya.


aftarPustaka
Hart, Harold. 1990. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.
Willbraham, and Michael S. Matta. 1992. Kimia Organik dan Hayati. Bandung : ITB
Staley, Dennis. 1992. Penuntun Belafar Untuk Kimia Organik dan Hayati. Bandung : ITB
Fessenden, Ralph J, dan Fessenden, Joan S. 1997. Dasar-dasatr Kimia Organik. Bina Aksara.
Jakarta.
AnnisaIushie. (2009). Aldehi dan Keton. |Online|. Tersedia :
http://annisanIushie.wordpress.com/2009/01/02/aldehid-dan-keton/|29 Mei 2011|
Riskaarybuana. (2011). Laporan Kimia. |Online|. Tersedia :
http://riskaarybuana.wordpress.com/tag/laporan-kimia/ |29 Mei 2011|.
http://www.chem-is-
try.org/materi¸kimia/siIat¸senyawa¸organik/aldehid¸dan¸keton/oksidasi¸aldehid¸dan¸keton
/ |29 Mei 2011|.

Aldehid dioksidasi menjadi anion karboksilat, ion Ag¹ dalam reagensia Tollens
direduksi menjadi logam Ag. Uji positI ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada
dinding dalam tabung reaksi.Reaksi dengan pereaksi Tollens mampu mengubah ikatan C-H
pada aldehid menjadi ikatan C-O. Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton
selanjutnya keton tidak dapat dioksidasi lagi dengan menggunakan pereaksi Tollens. Hal ini
disebabkan karena keton tidak mempunyai atom hidrogen yang menempel pada atom karbon
karbonil. Keton hanya dapat dioksidasi dengan keadaan reaksi yang lebih keras dibandingkan
dengan aldehid. Ikatan antara karbon karbonil dan salah satu karbonnya putus, memberikan
hasil-hasil oksidasidengan jumlah atom karbon yang lebih sedikit daripada bahan keton
asalnya. Kekecualian adalah dalam oksidasi keton siklik, karena jumlah atom karbonnya
tetap sama. Misalnya, sikloheksanon dioksidasi secar besar-besaran menjadi asam dipat,
bahan kimia pentinh dalam pembuatan Nylon.

/.5:3 0825:.2.3 /.9: /7403  #:2:8 :2:2 .3 / .242508     0 :       0   :    8079.4-.3 ././0/0.7:9./:2 902-.2.8./0/ ..3/503.942480340.3    $:.3 . /.3/03.9.3 80/9 8.7:9.3 :39: 202507..9.2.3 ..:.-..8 94038 02:/.7./0/5..8.39..3.7-43 . /70..8   /.8 503.3.7.3 .3 /-:.8.3/574/:8/./0/ .242508    #  !07.3/03.3 .7-43  .3 5070.3 80-.-:370.9 5.9:   /0//.  33  0943 .8 ... /:.3/70.3 /.3 -0781.9.3 . :  03.8.8 /03./3/39.8.3.8203.3203.3/:.3.73.05.7-433.3 /03.4-.3 /70.809.: 48/..7-43 .3.3.5  #  :  /.3 .9.9 -07/.3. .:.3.5.8.3 907.942.30943..970.3 ..9 009749 -070.8 0903.809./:-:3.9 /.5.9  !.    .3.-:3.7:9.83.8.. /03.3/5.3.3 /. ..8.9. 507.09.7:9.8 5.3.8 /03.303../.9/48/.3 5.2.8 :39: 48/..3 .3 502.. .3 80903.8.250 /.3 .3 5078.3203..9: 8.3203:3:.$  /.43/8-..7-43.. .3..3 /03.5.9.73.3 -.  ../0/.2./.5.9.3 /03. 47..709 .809.3 /./. 803.3/.502-039:. /.3 .: -07.907.:.0723507.3 502-. 803. ./0/ ..5.9././.8.  /./.3 /.3203:3..:/.308907/.7 .5.3907-039:.3 5078. 4803  80.3. 47.8. .-. 70.9 20.80943    0825:.::8. 502.:.7-43    /0/ .:23...3 80903.3 .7-43.3/03.8.9: $03.7:40.3/:-:3./.7./..35078.3 //.39:.3  .7-433.3 -033 8079.3:3307: .3  #    #  .80943 .

3/:3% 08803/03  #.  .74/  2. 7... 995.99.  2.3 $    .3 .3 08803/03  4..3/..3.79 . 8.79.  338.0 0338  !03:39:30.7..1:80    /0/.3/.. 7.9 .8.7..3.79.5   /.0$ .8.7&39:2.7 /. 7.  -7.9 .7!:89.19.97 2.3/.3/:3% $9. .3.3  3.30943  330( %0780/.2 .. 7..

.

.42.338.31:80 47/57088 .

 .

.

.

.3 0943./0/ /.

547.    .3.0 ( #8. 995.32.  330( %0780/.7-:..

.

3. 47/57088 .78..42.7-:.

9..

3 2.547..

0 (  995.

.

02 8 97 47. .

907*2.2.

81..3.9*803.*47.

3*0943./0/*/..

8*.3*0943 .48/./0/*/.

3 /03.8/-.9.370.7.8 .. %4038 /70/:8 203.  8408.2 48/.5. .7-48.942 ./0/  .. /3/3 /.3 .3:93.9 /48/./.8 #0./.8..343 /48/.2   & 54891 /9.8 48/.3 0- 80/9 /.9/48/.30.  00. . 5:9:8  202-07./ .9: .942.50393/.09439/.3 0943 ./ 4.703.29.2 /5.9.2 70. .8.7-43 .8.8/03.30-07.9.703.320302505. 5.7-433..9  43   /.75.3.7-433.343 . -.8%4038 2.8 203. /. :2.8.3 ./ 0943 80.09439/.7-43 .3/3.5./0/ 203./..3 /80-.3 203.25: 203:-.35070.3..942/7403.7 -08.-.2502-:..0723 507. 909.8 203.3 :2.7..8%4038 .5.7-43 /./.2025:3.7 -08. . . /03.9./.9/48/.3 907-039:3.3.8../ .3/.942 .2.343   .3 .38..  8..-:370.9  -.8 /03.8/03.3.32./.3 203:3.3   5.39./ .8 80.3   44 80:3/07 /.7-43 ./.:.3 5070..3./..7-43 0943.0 (   /0/ /48/.8 0943 8  ..038./03.5 8. .