You are on page 1of 3

BERITA PERS GERAKAN SEJUTA DATA BUDAYA

Jakarta, 12 Desember 2011 – Indonesia adalah negara dengan diversitas kultural terbesar di dunia. Tersedianya referensi yang memadai mengenai budaya Indonesia yang sangat kaya tersebut akan memiliki banyak fungsi diantaranya: 1. Perlindungan Hukum Adanya database budaya akan mencegah terjadinya sengketa HAKI budaya atau klaim pihak asing terhadap artefak budaya Indonesia. 2. Penelitian Kebudayaan Penelitian budaya membutuhkan data empiris yang kuat. Database budaya akan mendorong terjadinya penelitian kebudayaan secara masif dan empiris 3. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Kesejahteraan Sosial Database budaya akan mendorong terjadinya inovasi kebudayaan secara lebih cepat sehingga dapat memperkaya diversitas produk dan diversitas pasar produk kebudayaan, sehingga menghasilkan manfaat sosial ekonomi secara luas. Latar belakang ini mendorong didirikannya IACI (Indonesia Archipelago Cultural Initiative) yang dimotori oleh Bandung Fe Institute dengan dukungan penuh dari Surya Institute. IACI didirikan dengan tujuan untuk melakukan inventarisasi data kebudayaan nusantara. Kegiatan yang mulai dilakukan dari tahun 2007 telah berhasil: 1. Mendata lebih dari 15 ribu data artefak kebudayaan Indonesia 2. Sedikitnya telah menghasilkan 24 karya penelitian, dengan memanfaatkan perkembangan terbaru dari ilmu Fisika, Matematika, Biologi Evolusioner, Kimia dan Ilmu Komputer. Topik-topik penelitian kebudayaan tersebut antara lain: a. Evolusi Bahasa. b. Kompleksitas Musik Indonesia. c. Batik Fraktal. d. Studi Kekerabatan Keluarga Batak. e. Filomemetika Bangunan Tradisional. f. Evolusi Sistem Ekonomi. g. Hipotesis Alat Musik Megalitikum. h. Evolusi Motif Kain di Indonesia. i. Generator Batik. j. Dekonstruksi Komputasional Motif Batik. k. Generator Musik Tradisional. l. Studi Birokrasi Kerajaan Nusantara. m. Rekonstruksi Komputasional Candi.

3. Sedikitnya telah menghasilkan puluhan software untuk inovasi kebudayaan, seperti a. Generator Batik. b. Evolusi Batik. c. Generator Music. d. Virtual Tour. e. Generator Candi. Kami menyadari bahwa jumlah data yang telah berhasil dikumpulkan (15.000 data) masih relatif sedikit. Ada jutaan data artefak budaya Indonesia yang belum berhasil dikumpulkan. Kondisi dan peluang tersebutlah yang mendorong kami untuk menginisiasi kegiatan dalam skala yang lebih luas, yaitu Gerakan “Sejuta Data Budaya”. Gerakan ini bersifat terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia, sehingga siapa saja dapat berkontribusi dalam mengumpulkan data budaya Indonesia. Hanya dengan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat seperti itulah data budaya Indonesia yang jumlahnya sangat banyak tersebut dapat terkumpul dengan baik. Sebelumnya, Kami telah berhasil mengidentifikasi 3000 motif batik se-Indonesia serta menemukan hubungan kekerabatan dari motif–motif tersebut dan menghasilkan suatu “pohon” pola batik Indonesia. Gerakan Sejuta Data Budaya diharapkan mendapatkan hasil serupa yang dapat diterapkan pada 15 kategori budaya nusantara.

Rangkaian Gerakan Sejuta Data Budaya tidak hanya berupa pengumpulan data budaya saja, kami berencana dengan gerakan beberapa rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan, mengedukasi, mempublikasikan dan meningkatkan manfaat keekonomian dari produk budaya nusantara.

Adapun waktu rencana kegiatan Gerakan Sejuta Data Budaya tersebut adalah sebagai berikut : 1. 12 Desember 2011 Release Gerakan Sejuta Data Budaya 2. Januari 2012 Launching Gerakan Sejuta Data Budaya, pembukaan dan penggalangan dana dari pihak sponsor 3. Februari - Desember 2012 Rangkain kegiatan Gerakan Sejuta Data Budaya 4. 13 Desember 2012 Hasil Gerakan Sejuta Data Budaya Kami menyadari bahwa Gerakan yang kami inisiasi tersebut membutuhkan daya dan upaya yang jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan kami sebelumnya. Untuk itulah kami berharap peran serta seluruh stakeholder untuk bersinergi dan berpartisipasi terhadap Gerakan Sejuta Data Budaya ini.

Kesekretariatan Indonesian Archipelago Cultural Initiatives Jl.Sarimadu No. 175 Blok 24 Sarijadi Bandung, Jawa Barat, 40164 telp. 022-82025586 www.budaya-indonesia.org office@budaya-indonesia.org PIC: Rolan M. Dahlan (081573178989), Dadan Suhandana (085222231446), Ardian Maulana (081573761743)