P. 1
Macam Dan Fungsi Organela Dalam Sel Tumbuhan

Macam Dan Fungsi Organela Dalam Sel Tumbuhan

|Views: 157|Likes:
Published by Tina Manroe

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Tina Manroe on Dec 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2015

pdf

text

original

MACAM DAN FUNGSI ORGANELA DALAM SEL TUMBUHAN

Sel tumbuhan dibagi menjadi (1) protoplas, yakni seluruh bagian dalam sel, dan (2) dinding
sel yang mengelilinginya. Protoplasma dapat dibagi menjadi sitoplasma dan nukleus. Sitoplasma
meliputi beberapa organel yaitu retikulum endoplasma, diktiosom, mitokondria, plastida,
mikrobodi, ribosom, sferosom, mikrotubul, mikrofilamen, vakuola, dan :at ergastik. Berikut akan
dijelaskan mengenai protoplasma beserta organel-organel yang terdapat di dalamnya (terkecuali
plastida dan vakuola) dan nukleus.
Gambar 1. Struktur Sel Tumbuhan tiga dimensi
Sumber: http://en.wikipedia.org
















Gambar 2. Struktur Sel Tumbuhan melintang
Protoplas
Protoplas setiap sel berisi komponen protoplasmik dan nonprotoplasmik. Komponen
protoplasmik atau komponen hidup meliputi antara lain nukleus, plastida dan
mitokondria.sedangkan komponen nonprotoplasmik atau komponen tak hidup yang utama ialah
vakuola, produk makanan, produk sekresi dan produk sisa. Protoplasma setiap sel mengandung
zat organic, dan yang paling penting diantaranya adalah karbohidrat, lemak dan protein.
omponen Protoplasmik
a $itoplasma
Kolliker (1862) memberi nama sitoplasma untuk substansi yang terdapat di sekitar nukleus.
Menurut Guilliermond (1941) dan Sharp (1934) kata sitoplasma telah digunakan untuk
menunjuk semua bagian di dalam sel kecuali nukleus. Sitoplasma adalah bagian
protoplasma berupa cairan kental atau yang lebih pekat seperti agar-agar. Sebagian besar
(85°-90°) sitoplasma terdiri dari air, disamping senyawa yang berada dalam larutan
sebagai koloid atau terlarut. Secara umum sitoplasma terdiri dari oksigen, karbon,
hidrogen, dan nitrogen. Bahan dasar sitoplasma adalah ialoplasma. Dalam sitosol terdapat
sitoskeleton yang mendukung bentuk sel dan mampu menempatkan organel serta
menggerakannya. Membran permukaan yang membatasi sitoplasma dari dinding sel disebut
membran plasma atau plasmalema atau disebut juga dengan istilah ektoplas. Sedangkan
yang membatasi sitoplasma dari vakuola disebut membran vakuola atau tonoplas; lapisan-
lapisan protoplasmik ini bersiIat semipermeabel. Pada umumnya dianggap bahwa satuan
membran terdiri atas lapisan lipida yang disusun oleh dua lapisan molekul dan dibatasi di
setiap sisinya oleh selapis protein.









Gambar 3. Membran sel model mosaik cair
Sumber: http://wrghr.blogspot.com

Sitoplasma mencakup organela berbagai ukuran. rganela merupakan suatu badan atau
unit protoplasmik di dalam sitoplasma sel yang mempunyai Iungsi khusus.
Berikut macam-macam organela yang terdapat di dalam sitoplasma:

ukleus
Inti sel adalah tubuh protoplasma yang biasanya berbentuk bulat, meskipun bentuk
lain telah ditemukan pula. Pusat kontrol suatu sel adalah nucleus. Kromosom dan gen
terdapat di nucleus menentukan karakter, kegiatan dan 'takdir¨ secara individual. Setiap
nucleus di sisi luarnya dikelilingi oleh membran nukleus. Membran ini cukup mirip dengan
membran sel (ektoplas). Membran nukleus berupa lapis rangkap yang tersusun dari protein
dan lemak. Bagian utama nukleus terdiri atas kromatin yang selama pembelahan sel menjadi
tampak jelas sebagai sejumlah sel tertentu kromosom. Setiap nucleus terdiri atas membran
nukleus, cairan nukleus (nukleoplasma), nukleus dan kromatin. Permukaan luar membran
nukleus yang masih berhubungan dengan sitoplasma mempunyai granula berisi RNA yang
melekat pada membran nukleus tadi, granula ini adalah ribosom. Membran nukleus
tersusun dari lipoprotein. Di sebelah dalam membrane nukleus ditemukan cairan nukleus
atau karyolimI atau disebut juga sebagai nukleoplasma. Nukleolus tersusun dari granula-
granula kecil yang mengandung protein dan RNA yang mempunyai beberapa peran dalam
kegiatan nukleus. Tidak ada membrane yang membungkus nukleolus.







Gambar 4. Nukleus (inti sel)
#etikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma (RE) merupakan organel yang dibangun oleh lipid dan
protein sehingga terlihat seperti suatu pipa halus yang beranastomosis atau menjalar. RE
dianggap sebagai penyediaan pada sel permukaan membrane internal yang luas yang
melalui membrane ini enzim-enzim disebarkan, juga berperan dalam pengangkutan
metabolit dari bagian yang satu ke bagian yang lain dalam sel. RE dapat berbentuk sisterna
(wadah, tempat) yang melebar, tubul (bentuk pipa) atau lapisan berlubang. Selain terdapat
dalam sitoplasma, RE juga berada dalam plasmodesmata, yaitu benang sitoplasma yang
menembus dinding bersama dari dua sel yang berlainan. Jika ribosom melekat pada RE,
maka RE disebut RE kasar atau RE berbutir. Bila tidak ada ribosom, maka disebut RE halus
atau RE licin. Ribosom yang melekat pada RE menunjukkan adanya keterlibatan dalam
sintesis protein. Pada, jaringan sekresi RE halus atau RE licin diduga turut dalam
memproduksi senyawa lipoIil.

















Gambar 4. RE dan Pembentukan Vesikel

Diktiosom merupakan onggokan kantung pipih atau sisterna, berbangun kira-kira
bulat, masing-masing dikelilingi gelembung-gelembung. Gelembung-gelembung ini
tampaknya berasal dari tepi sisterna dan melintas ke dalam sitoplasma. Sisterna RE dapat
melebar dan menghimpun protein dan senyawa lain. Diduga bahwan dengan cara
melebarkan diri, sisterna atau vesikula (kantung kecil) pada RE membentuk vakuola. Fungsi
utama vesikula yang diproses dalam diktiosom adalah dalam sekresi karbohidrat, misalnya
nectar, bahan dinding sel, lendir, atau ikatan antara gula dan protein, yakni glikoprotein
dalam beberapa macam lendir dan dinding.
#ibosom
Ribosom merupakan organel yang berperan penting dalam sintesis protein, granula
ini terdapat bebas dalam sitoplasma atau juga berhubungan dengan retikulum endoplasma.
Ribosom terdiri dari dua bagian yang masing-masing tersusun oleh ARN ribosom (rRNA)
dan protein. Kedua bagian tersebut disintesis nucleolus, bergerak ke luar inti ke sitoplasma,
kemudian berikatan sesamanya dan dengan ARN duta (mRNA) untuk mentranslasikannya
ke dalam protein. Karena ARN duta cukup besar dan panjang dan dapat dibaca sekaligus
oleh beberapa ribosom berikut translasinya, maka ribosom sering ditemukan dalam
berkelompok. Kelompok itu dinamakan polisom atau poliribosom. Polisom ditemukan
bebas dalam hialoplasma atau melekat pada RE sehingga disebut RE kasar. ARN TransIer
(tARN) terdapat dalam semua sel, namun paling banyak ditemukan dalam sel dengan
kecepatan sintesis protein tinggi , seperti sel penyimpanan protein dalam beberapa macam
biji.












Gambar 5. Proses sintesis protein dari ribosom










Gambar 6.Ribosom model komputer

itokondria
Mitokondria adalah organel dalam sitoplasma yang pada preparat mikroskop
elektron tampak dalam berbagai bentuk, yaitu ada yang bundar, lonjong, memanjang, bentuk
tongkat dan kadang-kadang ada yang bercuping. Satuan membran sebelah dalam
membentuk tonjolan seperti lipatan (krista) kea rah stroma (bahan dasar dalam
mitokondria). Stroma terdiri terutama dari protein. Dalam mitokondria ditemukan ribosom
yang lebih kecil ukurannya daripada yang terdapat dalam sitoplasma. Mitokondria
mengandung DNA dan banyak enzim oksidatiI.











Gambar 7.Organel Mitokondria dimensi tiga

Mitokondria mengemban dua Iungsi penting, yaitu penghasilan energi melalui reaksi
oksidasi dan pensekresian secara aktiI energi biologis. Dalam Iungsi yang pertama,
karbohidrat, protein dan lemak dibongkar secara bertahap menjadi molekul-molekul yang
lebih kecil; selama proses ini terjadilah transIer energi. Setiap tahap dikontrol oleh suatu
enzim. Dalam Iungsi yang kedua, energi tidak dikeluarkan dalam bentuk panas melainkan
energy meniti molekul-molekul lain yang mengandung IosIat (PO
4
), dalam hal ini energi
tersebut disimpan melalui proses IosIorilasi dalam bentuk ikatan IosIat tenaga tinggi
sehingga molekul yang menyimpan energy utama itu disebut ATP. Molekul ini disekresikan
oleh mitokondria dan digunakan di dalam sel di tempat-tempat energy dibutuhkan.
isosom
Lisosom berbeda terdapat pada beberapa sel meristematik tumbuhan. Lisosom
berbeda dari mitokondria karena tidak memiliki Krista dan enzim khas yang dikandungnya.
Enzim yang dikandung adalah enzim hidrolitik, produk pembongkaran menyebar keluar dari
lisosom dan masuk ke mitokondria yang kemudian mengalami pembongkaran lebih lanjut
dalam proses respirasi. Lisosom juga terkait dengan pencernaan protein.







Gambar 8. Organel Lisosom
$1erosom
SIerosom biasanya berbentuk bundar diselubungi membran, berisi lemak dan
berbagai enzim seperti lisosom. Badan ini berkaitan dengan sintesis lemak dan substansi
jenis lainnya. disamping terkait dengan penyimpanan dan transpor lemak sIerosom juga
diperkirakan sebagai perantara dalam biosintesis malam (lilin), kutin dan senyawa jenis
lainnya.

ikrobodi
Nama ini diberikan kepada tubuh-tubuh kecil yang semula tidak diketahui Iungsinya.
Namun, kini diketahui bahwa sedikitnya terdapat dua kelompok mikrobodi : (1) peroksisom
yang berhubungan dengan kloroplas dan merupakan tempat Iotorespirasi asam glikolat, dan










Gambar 9. Anatomi organel peroksisom

(2) glioksisom yang terlibat dalam penggunaan asetil-CoA pada waktu pengarahan
cadangan lipid, terutama sewaktu perkecambahan biji yang mengandung minyak.

ikrotubulus dan ikro1ilamen
Sitoskeleton tersusun atas tiga elemen, yaitu mikrotubulus, mikroIilamen, dan Iilamen.
Ketiganya saling terkordinasi. Mikrotubul terdiri dari tubul protein yang lurus dan ramping.
Mikrotubul biasanya terdapat berlekatan dengan dinding sel. Mikrotubul amat penting
karena terlibat dalam membentuk serta mempertahankan bentuk sel serta diIerensiasi
kimiawi. Susunan mikrotubul dapat menangkap dan memandu vesikula ke tempat sintesis
atau dapat memisahkannya dari tempat seperti itu.










Gambar 10. Sitoskeleton eukariota. Aktin digambarkan dengan warna merah dan
mikrotubulus dengan warna hijau. Struktur berwarna biru ialah inti sel.

MikroIilamen merupakan struktur protein yang amat ramping. Kini telah diketahui
bahwa mikroIilamen pada hewan dan tumbuhan adalah sama, yakni terdiri dari aktin dan
terlibat dalam gerakan di dalam sel.

parratus Golgi
Camillo Golgi (1989) ahli syaraI Italia menemukan pertama kali organel ini pada sel
hewan. Organel ini dapat dibandingkan dengan retikulum endoplasma namun bersiIat tak
kontinu, lebih kecil dan lebih padat. Aparat Golgi terdapat pada sel hewan dan tumbuhan,
terbenam di dalam sitoplasma. Mikroskop elektron menggambarkan bahwa Aparat Golgi
terdiri atas kantung pipih atau sisterna, vakuola besar dan berkas vasikula yang rapat. Aparat
Golgi mempunyai Iungsi dalam hal pengolahan produk-produk selular. Karena membrannya
mempunyai RNA sedikit diperkirakan organel ini tidak terkait dengan sintesis protein,
umumnya organel ini dianggap terlibat dalam penyimpanan serta mungkin modiIikasi
substansi berlemak. Aparat Golgi juga mengaktiIkan mitokondria untuk menghasilkan ATP
yang digunakan dalam siklus respirasi, transmisi syaraI, dan sintesis protein serta asam
nukleat.











Gambar 11. Organel Aparratus Golgi

omponen onprotoplasmik
a 'akuola
Vakuola (Latin vacuuc berarti kosong) adalah rongga di dalam sitoplasma yang
berisi cairan, cairan ini disebut cairan sel, yang komposisinya dapat beragam dalam sel
yang berbeda bahkan dalam vakuola yang berbeda dalam satu sel yang sama. Vakuola
hampir selalu merupakan organel yang paling besar volumenya pada sel tumbuhan dewasa.
Vakuola sering menempati lebih dari 90° volume protoplas, serta membiarkan sisa
protoplas, yakni sitoplasma, melekat pada dinding sebagai lapisan amat tipis.










Gambar 12. Organel Vakuola
Tonoplas membatasi vakuola dan dalam vakuola terdapat cairan vakuola yang
merupakan bagian terbesar dari protoplas. Beberapa vakuola berupa tetes-tetes kecil dalam
sitoplasma sel-sel meristematik. Setiap tetes tersebut adalah vakuola yang penuh dengan
cairan sel. Vakuola-vakuola kecil ini meluas dan akhirnya menyatu sehingga terbentuklah
suatu vakuola besar. Peluasan vakuola-vakuola itu diiringi oleh pemasukkan air ke dalam
sel. Cairan sel yang mengisi vakuola terdiri atas larutan cair berbagai senyawa organik dan
anorganik. Ion anorganik selalu ada, khususnya yang merupakan hasil disosiasi nitrat,
sulIat, dan IosIat alkalin tertentu dan logam tanah-alkanin, dan karbon dioksida dalam
larutan juga dapat ditemukan.

b at Ergastik
Semula dianggap bahwa zat ergastik merupakan hasil metabolism yang tak terpakai
atau cadangan makanan. Zat ergastik berikut mencakup pati, zat ergastik yang mengandung
protein seperti aleuron, badan lipid dan macam-macam kristal.
Pati
Pati merupakan zat ergastik yang paling umum. Butir pati yang terbentuk dalam
kloroplas diurai dan diangkut dalam bentuk gula ke jaringan penyimpanan makanan
cadangan untuk kemudian tersintesis kembali dalam amiloplas.
Protein
Protein adalah kelompok senyawa terpenting yang terdapat pada tumbuhan karena
protein membangun bahan protoplasma yang aktiI. Protein ditemukan dalam berbagai
bentuk, terutama pada biji.
ipid (minyak, lemak dan malam)
Minyak dan lemak keduanya gliserida asam lemak merupakan bahan cadangan penting
dalam tumbuhan. Keduanya paling banyak ditemukan dalam biji dan buah, dan
dihasilkan oleh elaioplas atau sIerosom. Malam terutama terdiri dari ester asam lemak
berantai panjang dan alcohol monohidrida berantai panjang. Pada tumbuhan, malam
ditemukan sebagai lapisan pelindung pada epidermis, batang, daun, dan buah.
ristal
Berbagai bentuk Kristal ditemukan dalam sel tumbuhan. Pada tumbuhan tinggi, Kristal
kalsium oksalat paling umum ditemukan. Kalsium karbonat dan kalsium malat agak
langka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->