DAFTAR ISI

Kata pengantar .......................... i
DaItar isi ........................... ii
Bab I Pendahuluan ....................... 1
1.1. Latar belakang masalah .................... 2
1.2.Batasan masalah ....................... 2
1.3.Rumusan masalah ....................... 2
1.4.Tujuan ........................... 2
1.5.ManIaat ............................ 2
Bab II Pembahasan ....................... 3
2.1. Pengertian Iactor belajar ................... 3
2.2. Faktor internal dalam belajar .................. 4
2.3. Faktor eksternal dalam belajar ................. 8
Bab III Penutup .......................... 17
3.1. Kesimpulan .......................... 17
3.2. Saran ........................... 17
DaItar pustaka ......................... 18

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat allah swt.yang telah me
mberi nikmat dan hidayah kepada kita semua sehingga kita dapat menyelesaikan
tugas ma kalah ini.shalawat dan salam tidak lupa kami hanturkan kepada nabi
Muhammad saw yang telah memba wa kita dari aman kegelapan menuju zaman
yang terang benderang.
Dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya
kepada bapak Husama h, S.Pd yang telah me mbimbing kami dalam mata kuliah
belajar dan pembelajaran sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Iaktor Iaktor yang berpengaruh dalam belajar, makalah ini dibuat agar
dapat mengetahui tentang Iaktor yang dapat mempengaruhi siswa dalam belajar.
Demi kesempuraan makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Semoga makalah ini bermanIaat bagi para pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik
menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dengan demikian akan
menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkan untuk berIungsi
dalam kehidupan masyarakat. Sehingga permasalahan pendidikan tidak hanya
terletak pada siswa dan guru tetapi masyarakat dan pemerintah juga turut andil
dalam masalah pendidikan. Pendidikan yang dimaksud disini adalah proses
belajar mengajar secara Iormal di lembaga pendidikan khususnya sekolah.
Adapun pengertian belajar itu sendiri, salah satunya menurut Dalyono (1994:49)
belajar adalah suatu usaha atau kegiatan, yang bertujuan mengadakan perubahan
di dalam diri seseorang, me ncakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan,
ilmu pengetahuan serta keterampilan dan sebagainya. Belajar adalah kegiatan
manusia yang sangat penting dan harus dilakuka n selama hidup, karena melalui
belajar dapat melakukan perbaikan dalam berbagai hal yang me yangkut
kepentingan hidup, dengan kata lain melalui belajar dapat memperbaiki nasib,
menggapai cita-cita yang didambakan.
Untuk me nghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
semakin canggih dan arus globalisasi yang semakin hebat sehingga banyak
persaingan dalam berbagai hal yang menuntut peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM ) terutama untuk menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas dan berprestasi. Ada banyak Iaktor yang dapat mempengaruhi siswa
dalam belajar. Faktor Iakor itu berasal dari internal dan juga eksternal. Kita bisa
mengetahui dan membedakan Iaktor mana saja yang bisa meningkatkan belajar
siswa. Banyak kasus penyebab kegagalan studi disebabkan karena kurangnya
ketidaktahuan apa saja Iaktor yang dapat menggangu belajar siswa. Keberhasilan
untuk meningkatkan mutu lulusan dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang
merupakan hasil dari proses belajar siswa yang dipengaruhi oleh banyak Iaktor.
Salah satu diantaranya Iaktor yang paling pokok yaitu minat belajar. Sedangkan
minat belajar dipengaruhi oleh Iaktor intern dan Iaktor ekstern.


2.2 BATASAN MASALAH
Adapun batasan masalah yang akan di jelaskan nanti akan dibatasi pada
masalah Iaktor Iaktor yang bisa mempengaruhi minat belajar siswa yang terdiri
dari Iaktor internal dan juga Iaktor eksternal serta menjelaskan hasil observasi
untuk mengetahui masalah Iaktor yang mengganggu belajar siswa.

2.3 RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang akan di jelaskan nanti yaitu :
1. Apa pengertian Iaktor belajar ?
2. Apa saja Iaktor internal dalam belaja r ?
3. Apa saja Iaktor eksternal dalam belajar ?
4. Bagaimana Iaktor strategi belajar dari hasil observasi ?
2.4 TUJUAN
Adapun tujuan dari penyusun m a kalah ini :
1. Menjelaskan pengertian Iaktor belajar
2. Mengetahui Iaktor internal dalam belajar
3. Mengetahui Iaktor eksternal dalam belajar
4. Menjelaskan Iaktor strategi belajar dari hasil observasi
2.5 MANFAAT
ManIaat dari pembuatan makalah ini agar kita bisa memahami Iaktor
Iaktor yang dapat mempengaruhi belajar siswa, baik itu Iaktor internal dan Iaktor
eksternal sehingga dengan itu kita bisa belajar untuk menerapkan apa saja yang
dapat meningkatkan dan me ngganggu belajar untuk mendapatkan nilai yang baik.
Selain itu kita mendapatkan gambaran minat siswa dalam belajar dari hasil
observasi ke salah satu sekolah.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN FAKTOR BELAJAR
Belajar adalah perubahan yang relatiI permanen dalam perilaku atau
potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.Belajar
merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang
dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.
Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus
dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru
kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap
stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stim ulus
dan respon tidak pentin g untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak
dapat diukur, yang dapat diamati adalah stim ulus dan respon, oleh karena itu apa
yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon)
harus dapat diamati dan diukur. Faktor Iaktor belajar adalah peristiwa belajar
yang terjadi pada diri pembelajar, yang dapat diamati dari perbedaan perilaku
sebelum dan sesudah berada didalam proses belajar, sebab dalam makna belajar
ad alah adanya perubahan perilaku seseorang kearah yang lebih baik dalam
melaksanakan pembelajaran.
Faktor yang mempengaruhi seseorang dalam belajar itu banyak jenisnya.
Faktor Iaktor belajar itupun dibagi menjadi dua bagian yaitu Iaktor intern yang
berasal dari dalam dan Iaktor ekstern atau berasal dari luar.Iaktor luar banyak
dipengaruhi da ri dalam diri siswa itu sendiri dan Iaktor eksternal dipengaruhi
oleh lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan
lingkungan ma syarakat. Antar kedua Iaktor itu masing masing bisa
mempengaruhi seseorang untuk meningkatkan prestasinya yang diperoleh dengan
cara belajar.

2.2 FAKTOR INTERNAL DALAM BELAJ AR
Faktor internal yaitu Iaktor Iaktor yang berasal dari seseorang sendiri dan
dapat mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor internal dibedakan menjadi tiga
yaitu Iaktor jasmaniah, Iaktor kelelahan dan Iaktor psikologi.
1) Faktor Jasmaniah
Faktor jasmaniah ini terdiri atas dua Iaktor yang mempengaruhinya antara
lain: Iaktor kesehatan dan cacat tubuh.
1.1 Faktor Kesehatan
Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian
bagiannya/bebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal sehat.
Kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya karena proses
belajar seseorang ak an terganggu jika kesehatan seseorang terganggu,
selain itu juga akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing,
ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan
gangguan/ kelainan kelainan alat inderanya serta tubuhnya.
Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan
kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan
ketentuan ketentuan tentang bekerja,belajar, istirahat, tidur, makan olah
raga, rekreasi dan ibadah.
1.2 Cacat T ubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang
sempurna mengenai tubuh/badan. Keadaan cacat tubuh juga
mempengaruhi belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu, jika
hal ini terjadi maka hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan
khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau me
ngurangi pengaruh kecacatan itu.

2) Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.
Kelelahan jas mani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul
kecenderungan untuk membaringkan tubuh karena terjadi kekacauan
substansi sisa pembakaran di dalam tubuh, sehingga darah tidak/kurang
lancar pada bagian bagian tertentu. Sedangkan kelelahan rohani dapat
dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga mi nat dan dorongan
unt uk me nghasilkan sesuatu hilang, kelelahan ini sangat terasa pada bagian
kepala dengan pusing pusing sehingga sulit untuk konsentrasi seolah olah
otak kehabisan daya untuk bekerja.
Kelelahan baik secara jasmani maupun rohani dapat dihilangkan dengan cara
cara sebagai berikut:
a) Tidur,
b) Istirahat,
c) Mengusahakan variasi dalam belajar, juga dalam bekerja,
d) Menggunakan obat-obatan yang bersiIat me la ncarkan peredaran darah,
misalnya obat gosok,
e) Reaksi dan ibadah yang teratur,
I) Olahraga secara teratur, dan
g) Mengimbangi makan dengan makanan yang memenuhi syarat syarat
kesehatan (memenuhi empat sehat lima sempurna),
h) Jika kelelahan sangat serius cepat cepat menghubungi se orang ahli,
misalnya dokter, psikiater dan lain lain.

3) Faktor psikologis
Faktor psikologis ini terdiri dari delapan Iaktor yang mem pengaruhinya
antara lain: Iaktor intelegensi, perhatian, minat, bakat, motiI, kematangan,
kesiapan dan cara belajar.
3.1 Intelegensi/kecerdasan
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan
untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan
cepat dan eIektiI, mengetahui atau menggunakan konsep konsep yang
abstrak secara eIektiI, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan
cepat.
Kecerdasan merupakan salah satu aspek penting, dan sangat menentukan
berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai
tingkat kecerdasan norm a l atau diatas norma l m akan secara potensial
dapat me ncapai prestasi yang tinggi. Namun dalam kenyataan kadang-
kadang kita menjumpai murid yang mempunyai tingkat kecerdasan
diatas normal tetapi prestasi belajarnya rendah sekali bahkan ada yang
gagal sama sekali.

3.2 Perhatian
Perhatian menurut Gazali dalam buku Slameto (2003: 57) adalah
keaktiIan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata mata tertuju
kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk dapat me
njamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus me mpunyai perhatian
terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi
perhatian siswa atau menarik, maka tim bulah kebosanan, sehingga ia
tidak lagi suka belajar.
3.3 Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap
belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan
minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik baiknya, karena
tidak ada daya tarik baginya. Siswa segan segan untuk belajar, dan
tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang
menarik mi nat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan, karena minat
menambah kegiatan siswa.
3.4 Bakat
Bakat adalah potensi atau kema mp uan kala u diberi kesempatan untuk
dikembangkan melalui belajar, akan menjadi kecakapan yang nyata.
Seseorang yang tidak berbakat akan sukar untuk mempelajari sesuatu
secara mendalam. Menurut Hilgard dalam buku Sl ameto (2003:
58)'bakat¨ adalah kemam puan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan
terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih.
Jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka
hasil belajarnya akan lebih baik karena ia senang belajar dan pastilah
selanjut nya ia lebih giat lagi dalam belajarnya itu. Menge tahui bakat
yang dimiliki siswa itu sangat penting karena dengan mengetahuinya,
maka akan dapat menempatkan siswa tersebut belajar di sekolah sesuai
dengan bakatnya.
3.5 MotiI
MotiI merupakan dorongan yang mendasari dan mempunyai setiap usaha
serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Seseorang yang mem unyai motiI belajar yang kuat. Hal ini akan
memperbesar kegiatan dan usahanya untuk me ncapai prestasi yang
tinggi. MotiI erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai.
Di dalam menentukan tujuan itu dapat di sadari atau tidak, akan tetapi
untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi
penyebab berbuat adalah motiI itu sendiri sebagai daya
penggerak/pendorongnya. MotiI yang sangat kuatlah perlu di dalam
belajar, di dalam me mbentuk motiI yang kuat itu dapat dilaksanakan
dengan adanya latihan latihan/kebiasaan kebiasaan dan pengaruh
lingkungan yang memperkuat, jadi latihan/kebiasaan itu sangat perlu
dalam belajar.
3.6 Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat/Iase dalam pertumbuhan seseorang, di
mana alat alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan
baru. Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan
secara terus menerus, untuk itu diperlukan latihan latihan dan
pelajaran. Dengan kata lain anak yang sudah siap (matang) belum dapat
me laksanakan kecakapann ya sebelum belajar. Belajarnya akan lebih
berhasil jika anak sudah siap (matang). Jadi ke ajuan baru untuk memiliki
kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar.
3.7 Kesiapan
Kesiapan atau readiness menurut Jamies Drever adalah: Preparedness to
respon or react. Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau
reaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga
berhubungan dengan kem atangan, karena kema tangan berarti kesiapan
untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam
proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan,
maka hasil belajarnya akan lebih baik.
3.8 Cara belajar
Cara belajar seseorang m e mpunyai pencapaian hasil belajarnya. Belajar
tanpa memperhatikan teknik, Iaktor Iisiologis, psikologis, dan ilmu
kesehatan akan mempengaruhi hasil yang kurang memuaskan. Ada
seseorang yang sangat rajin belajar, siang dan malam tanpa istirahat
yang cukup, cara belajar seperti ini tidak baik. Belajar harus ada istirahat
untuk memberi kesem patan kepada mata, otak serta organ tubuh yang
lainnya untuk memperoleh tenaga kem bali. Selain itu teknik-teknik
belajar perlu diperhatikan baga imana caranya membaca, mencatat,
menggaris bawahi, membuat ringkasan dan sebagainya. Selain itu perlu
diperhatikan waktu belajar, tempat, Iasilitas, penggunaan media dan
penyesuaian bahan pelajaran. Karena semua itu dapat mempengaruhi
minat belajar siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

2.3 FAKTOR EKSTERNAL DALAM BELAJAR
Faktor eksternal yaitu Iaktor Iaktor yang berasal dari lingkungan luar
dan dapat mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor eksternal dibedakan menjadi
tiga yaitu Iaktor keluarga, Iaktor sekolah dan Iaktor masyarakat.
1) Faktor Keluarga
Faktor keluarga yang me mpengaruhi belajar ini mencakup cara orang tua
mendidik, relasi antara angota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi
keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan.
1.1 Cara Orang Tua Mendidik
Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Orang
tua yang kurang/tidak me mperhatikan pendidikan anaknya, misalnya
mereka acuh tak acuh terhadap belajar anaknya, tidak memperhatikan
sama sekali akan kepentingan kepentingan dan kebutuhan kebutuhan
anaknya dalam belajar, tidak mengatur waktu belajarnya, tidak
menyediakan/melengkapi alat belajarnya, tidak memperhatikan apakah
anak belajar atau tidak, tidak mau tahu bagaimanakah kemajuan belajar
anaknya, kesulitan kesulitan yang dialami dalam belajar dan lain
lain, dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya.
1.2 Relasi Antara anggota Keluarga
Relasi antara anggota keluarga yang terpenting adalah relasi orang tua
dengan anaknya. Selain itu relasi anak dengan saudaranya atau anggota
keluarga yang lain pun turut mempengaruhi belajar anak. Wujud relasi
itu apakah hubungan itu penuh kasih sayang dan pengertian, ataukah
diliputi oleh kebencian, sebetulnya relasi antaranggota keluarga ini erat
hubungannya dengan cara orang tua mendidik. Demi kelancaran belajar
serta keberhasilan anak, perlu diusahakan relasi yang baik didalam
keluarga anak tersebut. Hubungan yang baik adalah hubungan yang
penuh pengertian dan kasih sayang, di sertai dengan bimbingan dan bila
perlu hukuman hukuman untuk mensukseskan belajar anak sendiri.
1.3 Suasana Rumah
Suasana rumah di maksudkan sebagai situasi atau kejadian kejadian
yang sering terjadi di dalam keluarga di mana anak berada dan belajar.
Suasana rumah juga merupakan Iactor yang penting yang tidak disengaja,
suasana rumah yang gaduh/ramai dan semrawut tidak akan memberi
ketenangan kepada anak yang belajar. Agar anak dapat belajar dengan
baik perlulah diciptakan suasana rumah yang tenang dan tentram, di
dalam suasana rumah yang tenang dan tentram selain anak kerasan/betah
tinggal dirumah, anak juga dapat belajar dengan baik.
1.4 Keadaan Ekonomi Keluarga
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak.
Anak yang sedang belajar selain harus terpenuh kebutuhan pokoknya,
missal makan, pakaian, perlindungan kesehatan dan lain lain, juga
membutuhkan Iasilitas belajar seperti ruang belajar, meja,
kursi,penerangan, alat tulis menulis, buku buku dan lain lain.
Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai
cukup uang.
1.5 Pengertian Orang Tua
Anak belajar perlu dorongan dan perhatian orang tua. Bila anak seda ng
belajar jan gan diganggu dengan tugas tugas di rumah, kadang
kadang anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib me mberi
pengertian dan mendorongnya dan me mbantu sedapat m ungkin
kesulitan yang dialami anak di sekolah, kalau perlu menghubungi guru
anaknya untuk mengetahui perkembangannya.
1.6 Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi
sikap anak dalam belajar. Perlu kepada anak ditanamkan kebiasaan
kebiasaan yang baik, agar mendorong semangat anak untuk belajar.

2) Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode mengajar,
kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin
sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung,
metode belajar dan tugas rumah.
2.1 Metode Mengajar
Metode me ngajar adalah suatu cara/jalan yang ha rus dila lui di dalam
mengajar. Mengajar itu sendiri menurut Ign. S. Ulih Bukit Karo Karo
adalah menyajikan bahan pelajaran oleh orang kepada orang lain agar
orang lain itu menerima , menguasai dan mengembangkannya. Metode
mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang
tidak baik pula. Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka metode
belajar ha rus diusahakan yang setepat, seeIisien dan seeIektiI mungkin,
karena guru yang progresiI berani mencoba metode metode yang baru,
yang dapat me ningkatkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan
motivasi siswa untuk belajar.
2.2 Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada
siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran
agar siswa menerima , menguasai dan me ngembangkan bahan pelajaran
itu. Jelaslah bahan pelajaran itu me mp enga ruhi belajar siswa.
Kurikulum yang kurang baik berpengaruh tidak baik terhadap belajar.
Perlu diingat bahwa sistem instruksional sekarang me nghendaki proses
belajar me ngajar yang mementingkan kebutuhan siswa, guru perlu
mendalami siswa dengan baik, harus mempunyai perencanaan yang
mendetail, agar dapat melayani siswa belajar secara individual.
2.3 Relasi G uru dengan Siswa
Di dalam relasi (guru dengan siswa) yang baik, siswa akan menyukai
gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikan sehingga
siswa berusaha mempelajarinya sebaik baiknya. Hal tersebut juga
terjadi sebaliknya , jika siswa membenci gurunya, maka ia segan
mempelajari mata pelajaran yang diberikannya, akibatnya pelajarannya
tidak maju.
2.4 Relasi Siswa dengan Siswa
Siswa yang mempunyai siIat siIat atau tingkah laku yang kurang
menyenangkan teman lain, mempunyai rasa rendah diri atau sedang
mengalami tekanan tekanan batin, akan diasingkan dari kelompok.
Akibat makin parah masalahnya dan akan mengganggu belajarnya. Lebih
lebih lagi ia menjadi malas untuk masuk sekolah dengan alasan
alasan yang tidak tidak karena di sekolah mengalami perlakuan yang
kurang me nyenangkan dari teman temannya. Menciptakan relasi yang
baik antar siswa adalah perlu, agar dapat me mberikan pengaruh yang
positiI terhadap belajar siswa.
2.5 Disiplin Sekolah
Kedisiplinan sekolah erat hubungannya dengan kerajinan siswa dalam
sekolah dan juga dalam belajar. Kedisiplinan sekolah mencakup
kedisiplinan guru dalam me ngaj a r dengan melaksanakan tata tertib,
kedisiplinan pegawai/karyawan dalam pekerjaan administrasi dan
kebersihan/keteraturan kelas, gedung sekolah dan lain lain. Dengan
demikian agar siswa belajar lebih maju, siswa harus disiplin di dalam
belajar baik di se kolah, di rumah dan di perpustakaan, agar siswa
disiplin haruslah guru beserta staI yang lain disiplin pula.
2.6 Alat Pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena alat
pelajaran yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh
siswa untuk menerima bahan yang diajarkan itu. Alat pelajaran yang
lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang
diberikan kepada siswa. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan
menguasainya maka belajarnya akan menjadi lebih giat dan lebih maju.
2.7 Waktu Sekolah
Waktu sekolah adalah waktu terjadinya proses belajar mengajar di
sekolah, waktu itu dapat pagi, siang, sore/malam hari. Waktu sekolah
juga mempengaruhi belajar siswa, jika terjadi siswa terpaksa masuk
sekolah sore hari, sebenarnya kurang dapat dipertanggungjawabkan,
dimana siswa harus istirahat tetapi terpaksa harus masuk sekolah
sehingga mereka masuk sekolah dengan keadan mengantuk dan
sebagainya. Jadi memilih waktu sekolah yang tepat akan memberi
pengaruh yang positiI terhadap belajar.
2.8 Standar Pelajaran di Atas Ukuran
Guru berpendirian untuk mempertahankan wibawanya, perlu memberi
pelajaran di atas ukuran standar. Bila banyak siswa yang tidak berhasil
dalam mempelajari mata pelajarannya, guru semacam itu merasa
senang. Tetapi berdasarkan teori be ajar yang mengingat perkembangan
psikis dan kepribadian siswa yang berbeda beda, hal tersebut tidak
boleh terjadi. Guru dalam menuntut penguasaan materi harus sesuai
dengan kemampuan siswa masing masing. Yang penting tujuan yang
telah dirumuskan dapat tercapai.
2.9 Keadaan Gedung
Dengan jumlah siswa yang banyak serta variasi karakteristik mereka
masing masing menuntut keadaan gedung dewasa ini harus memadai di
dalam setiap kelas. Bagaimana mungkin mereka dapat belajar dengan
enak, kalau kelas itu tidak memadai bagi setiap siswa.
2.10 Metode Belajar
Banyak siswa melaksanakan cara belajar yang salah. Dalam hal ini
perlu pem binaan dari guru. Dengan cara belajar yang tepat dan eIektiI
pula hasil belajar siswa itu. Juga dalam pembagian waktu belajar,
kadang kadang siswa belajar tidak teratur, atau terus menerus, karena
besok akan tes.
2.11 Tugas Rum a h
Waktu belajar terutama adalah di sekolah, di samping untuk belajar
waktu di rumah biarlah digunakan untuk kegiatan kegiatan lain. Maka
diharapkan guru jangan terlalu banyak memberi tugas yang harus
dikerjakan di rumah, sehingga anak tidak mempunyai waktu lagi untuk
kegiatan yang lain.
3) Faktor Masyarakat
Masyarakat merupakan Iaktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar
siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaannya siswa dalam masyarakat.
Faktor masyarakat ini membahas tentang kegiatan siswa dalam masyarakat,
dibahas tentang kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul
dan bentuk kehidupan masyarakat, yang semuanya mempengaruhi belajar.
3.1 Kegiatan Siswa Dalam Masyarakat
Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan terhadap
perkembangan pribadinya. Tetapi jika siswa ambil bagian dalam
kegiatan masyarakat yang terlalu banyak, misalnya berorganisasi,
kegiatan kegiatan sosial, keagamaan dan lain lain, belajarnya akan
terganggu, lebih lebih jika tidak bijaksana dalam mengatur waktunya.
3.2 Mass Media
Yang termasuk mass media adalah bioskop, radio, TV, surat kabar,
majalah, buku buku, komik komik dan lain lain. Mass media yang
baik memberi pengaruh yang baik terhadap siswa dan juga terhadap
belajarnya, akan tetapi sebaliknya mass media yang jelek juga
berpengaruh jelek terhadap siswa. Maka dari itulah perlu kiranya siswa
mendapatkan bimbingan dan kontrol yang cukup bijaksana dari pihak
orang tua dan pendidik, baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat
agar tidak terjadi salah langkah.
3.3 Teman Bergaul
Pengaruh pengaruh dari teman bergaul siswa lebih dapat masuk dalam
jiwanya daripada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan
berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya, teman
bergaul yang jelek pasti mempengaruhi yang bersiIat buruk juga.
3.4 Bentuk Kehidupan Masyarakat
Kehidupan masyarakat di sekitar siswa juga berpengaruh terhadap
belajar siswa. Masyarakat yang terdiri dari orang orang yang tidak
terpelajar, penjudi, suka mencuri dan mempunyai kebiasaan yang tidak
baik, akan berpengaruh jelek kepada anak (siswa) yang berada di situ.
Anak/siswa tertarik untuk ikut berbuat seperti yang dilakukan oaring
orang di sekitarnya.
3.5 Lingkungan sekitar
Keadaan lingkungan, bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu
lintas dan sebagainya. Misalnya bangunan rumah penduduk yang sangat
sempit, lalu lintas yang membisingkan, suasana hiruk pikuk orang
disekitar, suara pabrik, polusi udara, iklim yang terlalu panas, semuanya
akan mempengaruhi gairah dan minat belajar. Sebaliknya tempat yang
sepi dengan iklim yang sejuk, ini akan menunjang proses belajar.
Keadaan alam yang tenang dengan udara yang sejuk ikut mempengaruhi
kesegaran jiwa murid sehingga memungkinkan hasil belajarnya akan
lebih tinggi daripada lingkungan yang gaduh dengan udara yang panas
dan kotor.

2.4 FAKTOR STRATEGI BELAJ AR HASIL OBSERVASI
Prestasi bisa diraih m e lalui usaha yang dise but belajar. Belajar bagi
seseorang bukanlah proses yang mudah apa bila kita tidak melakukannya pada
saat yang tepat dan didukung oleh situasi yang baik pula. Namun pada
kenyataannya banyak Iaktor baik itu Iaktor internal maupun
Iaktor eksternal yang banyak mempengaruhi dari kualitas belajar seseorang. Uta
manya pada usia sekolah yang menuntut para siswa untuk belajar lebih giat.
Untuk mengetahui Iaktor Iaktor yang berpengaruh dalam belajar siswa.
Banyak yang menjadi Iaktor penentu belajar siswa baik Iaktor yang meningkatkan
belajar siswa maupun yang mengganggu belajar siswa., ada Iaktor dari dalam
(internal) dan Iaktor dari luar (eksternal). Faktor Iaktor yang mempengaruhi
belajar siswa :
1. Faktor apa saja yang mempengaruhi belajar siswa ?
2. Apa saja Iaktor yang berasal dari dalam ?
3. Faktor apa yang berasal dari luar ?
4. Apa saja contoh Iaktor internal dan eksternal?
5. Faktor apa yang paling berpengaruh dalam belajar ?
Dengan banyaknya Iaktor yang berpengaruh dalam belajar siswa maka
diperlukan dukungan dari berbagai pihak menjelaskan pentingnya peranan
keluarga dalam kegiatan belajar, karena didalam keluargalah sesorang pertama
kali belajar dan juga wa ktu banyak dihabiskan dalam keluarga. Jadi apabila bila
m inat dan dukungan sudah baik dari keluarga ma ka Iaktor internal akan
mengikutinya dan berkembang pada masing masing siswa untuk meningkatkan
belajarnya.
Beberapa Iaktor internal yang berpengaruh dala m belajar siswa yaitu
kesehatan, perilaku siswa itu sendiri yang berupa minat, bakat, kemauan,
kesiapan. Sedangkan Iaktor eksternal yang berpengaruh dalam belajar siswa
adalah Iaktor dari keluarga seperti masalah dari keluarga yang mempengaruhi
belajar, lalu Iaktor dari lingkungan masyarakat seperti siswa lebih memilih
melihat pertandingan sepakbola daripada belajar karena pengaruhdari teman
temannya. Dari Iaktor sekolah lebih banyak dipenga ruhi oleh gurunya.
Faktor strategi lain yang tidak kalah penting pengaruhnya dalam usaha
belajar siswa yaitu dari Iaktor sekolah. peran gurulah yang lebih penting dari
Iaktor sekolah lainya. Karena guru tidak hanya sekedar memberi ilmunya tetapi
juga secara tidak langsung memberikan watak kepada siswa. Jadi dukungan dari
guru sangat dibutuhkan agar siswa semangat untuk belajar. Selain itu ketika peran
dari keluarga tidak bisa lagi berperan maka dari Iaktor sekolahlah yang harus
memicu belajar siswa. Karena dari beberapa contoh yang ada, siswa yang
mempunyai masalah keluarga rentan terhadap prestasi nya yang dikarenakan
kurangnya belajar. Dan disinalah peran dari sekolah yang harus memicu tingkat
belajar siswa. Sedangkan Iaktor pendukung lainnya yaitu Iaktor dari lingkungan
masyarakat. Jadi hasil observasi untuk mengetahui Iaktor Iaktor yang
berpengaruh didalam belajar siswa lebih dipengaruhi dari Iaktor keluarga karena
dari ke luarga akan terbentuk jati diri siswa yang akan menciptakan semangat
belajar. Tetapi bila dari Iaktor keluarga sudah tidak baik maka peranan Iaktor
sekolahlah yang harus menganganinya. Selain itu Iaktor lingkungan juga berperan
dan mempengaruhi semangat belajar.


BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Belajar adalah perubahan yang relatiI permanen dalam perilaku atau
potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.Belajar
merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.Seseorang
dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan
perilakunya. Faktor Iaktor belajar adalah peristiwa belajar yang terjadi pada diri
pembelajar, yang dapat diamati dari perbedaan perilaku sebelum dan sesudah
berada didalam proses belajar, sebab dalam makna belajar ad alah adanya
perubahan perilaku seseorang kearah yang lebih baik dalam melaksanakan
pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi seseorang dalam belajar itu banyak
jenisnya. Faktor Iaktor belajar itupun dibagi menjadi dua bagian yaitu Iaktor
intern yang berasal dari dalam dan Iaktor ekstern atau berasal dari luar.Iaktor
luar banyak dipengaruhi da ri dalam diri siswa itu sendiri dan Iaktor eksternal
dipengaruhi oleh lingkungan luar. Faktor internal yaitu Iaktor Iaktor yang berasal
dari seseorang sendiri dan dapat mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor in
ternal dibedakan menjadi tiga yaitu Iaktor jasmaniah, Iaktor kelelaha n dan Iaktor
psikologi. Faktor eksternal yaitu Iaktor Iactor yang berasal dari lingkungan luar
dan dapat mempengaruhi terhadap belajarnya. Faktor eksternal dibedakan menjadi
tiga yaitu Iaktor keluarga, Iaktor sekolah dan Iaktor masyarakat.

3.2 SARAN
Dalam karya ilmiah ini sudah dikaji dan di terangkan tentang Iaktor Iaktor
yang mempengaruhi belajar. Sehingga berangkat dari itu semua ada hal yang
harus diperhatikan agar lebih memahami dan memperhatikan Iaktor apa saja
yang perlu didukung untuk meningkatkan prestasi belajar me lalui belajar dan
Iaktor negative yang dapat mengganggu belajar seseorang

DAFTAR PUSTAKA
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda
Karya Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belafar Mengafar
(Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belafar Mengafar. Jakarta: Pusat
Penerbitan Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelafaran, Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful