P. 1
DEFINISI EVALUASI

DEFINISI EVALUASI

|Views: 9|Likes:

More info:

Published by: Ñhèvztä Whìéjåyà on Dec 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

DEFINISI EVALUASI

(Dalam Konteks Program dan Pendidikan)Oleh
Wakhinuddin S
Kata evaluasi berasal dari Bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran,
edangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk
mengetahui keadaan sesuatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan
dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan.
Evaluasi mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari
sesuatu. Tujuan evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan,
sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya. Dalam proses penilaian, dilakukan
perbandingan antara inIormasi-inIormasi yang telah berhasil dihimpun dengan kriteria tertentu,
untuk kemudian diambil keputusan atau dirumuskan kebijakan tertentu. Kriteria atau tolak ukur
yang dipegang tidak lain adalah tujuan yang sudah ditentukan terlebih dahulu sebelum kegiatan
pendidikan itu dilaksanakan.
Dari aspek pelaksanaan, Evaluasi adalah keseluruhan kegiatan pengumpulan data dan inIormasi,
pengolahan, penaIsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan. Evaluasi adalah kegiatan
atau proses untuk mengukur dan selanjutnya menilai sampai dimanakah tujuan yang telah
dirumuskan sudah dapat dilaksanakan. Evaluasi adalah proses memahami atau memberi arti,
mendapatkan dan mengkomunikasikan suatu inIormasi bagi petunjuk pihak-pihak pengambil
keputusan. Secara rinci dapat disampaikan.
1) Evaluasi ialah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya yang
bersangkutan dengan kababilitas siswa, guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar.
2) Dalam rangka pengembangan sistem instruksional, evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk
menilai seberapa jauh program telah telah berjalan seperti yang telah direncanakan.
3) Evaluasi sebagai suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses
dalam pengembangan ilmu telah berada dijalan yang diharapkan.
Evaluasi adalah suatu kegiatan yang direncanakan dengan cermat dan merupakan bagian yang
integral dari kegiatan program/pendidikan. Evaluasi merupakan proses yang sistematis mulai
dari menentukan tujuan (objektiI) sampai menentukan keputusan, dimana prosesnya diawali
dengan menentukan sasaran (objek) yang akan dievaluasi, menentukan instrumen (alat ukur),
cara mengukur, mencatat data, menganalisis, menginterpretasi hasil analisis, mengambil
kesimpulan dan menetapkan keputusan.
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian evaluasi adalah:
1) Merupakan suatu kegiatan yang direncanakan dengan cermat.
2) Kegiatan yang dimaksud merupakan bagian yang integral dari pendidikan, sehingga arah dan
tujuan evaluasi harus sejalan dengan tujuan pendidikan.
3) Evaluasi harus memiliki dan berdasarkan kriteria keberhasilan yaitu keberhasilan dari: a)
Belajar murid, b) Mengajar guru, dan c) Program pengajaran.
4) Evaluasi merupakan suatu tes maka evaluasi dilaksanakan sepanjang kegiatan program
pendidikan dan pengajaran.
5) Evaluasi bernilai positiI, yaitu mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar siswa,
kemampuan mengajar guru serta menyempurnakan program pengajaran.
6) Evaluasi merupakan alat (the means) bukan tujuan (the end) yang digunakan untuk menilai
apakah proses perkembangan telah berjalan semestinya?
) Evaluasi adalah bagian yang sangat penting dalam suatu sistem yaitu sistem pengajaran untuk
mengetahui apakah sistem itu baik / tidak.
Berdasarkan beberapa rumusan di atas dapat dideIinisikan bahwa evaluasi merupakan
serangkaian kegiatan yang sistematis yang dilakukan dalam rangka untuk mengetahui apakah
suatu kegiatm pendidikan telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan atau belum.
Teknis pelaksanaan evaluasi meliputi penetapan objek yang akan dievaluasi, menentukan
instrumen yang cocok dengan apa yang akan dievaluasi, melakukakn pengukuran terhadap objek
evaluasi, mengumpulkan data hasil pengukuran data mengolah data yang didapatkan dari basil
pengukuran. Berdasarkakn data pengukuran dapat dijadikan babagai rekomendasi yang dapat
dijadikan sebagai dasar dalam menentukan keputusan.
Analisis Kualitatif Soal Tes
Analisis secara kualitatiI dilakukan dengan melakukan penelaahan terhadap setiap butir soal dari
aspek materi, konstruksi dan bahasa. Aspek materi yang ditelaah berkaitan dengan substansi
keilmuan yang ditanyakan dalam butir tes serta tingkat kemampuan yang sesuai dengan tes.
Analisis konstruksi dimaksudkan untuk melihat hal-hal yang berkaitan dengan kaidah penulisan
tes. Analisis bahasa dimaksudkan untuk menelaah tes berkaitan dengan penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Telaah secara kualitatiI dilakukan oleh tiga orang yang memiliki kompetensi sesuai dengan
aspek materi konstruksi dan bahasa. Setiap penelaah melakukan analisis terhadap setiap butir
soal berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dengan menuliskan huruI 'Y¨ jika
butir sesuai dengan kriteria dan huruI 'T¨ jika butir tidak sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan.
Hasil telaah kemudian dirangkum untuk selanjutnya ditentukan kualitas butir secara teoretis
dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
a. Butir tes yang baik yaitu butir yang memenuhi semua kriteria yang telah ditentukan.
b. Butir tes yang kurang baik yaitu butir yang hanya memenuhi sebanyak-banyaknya 3 kriteria
aspek konstruksi serta 1 kriteria aspek materi dan bahasa.
c. Butir tes yang tidak baik yaitu butir yang tidak memenuhi semua kriteria yang telah ditetapkan
pada aspek materi 1 dan 3, atau lebih dari 3 untuk aspek konstruksi serta lebih dari 1 kriteria
pada aspek bahasa.
Dari rangkuman hasil telaah kualitatiI selanjutnya dapat ditentukan butir mana yang sudah atau
belum memenuhi kriteria pada aspek materi, konstruksi dan bahasa. Dengan demikian dapat
diambil kesimpulan tentang butir yang baik dan tidak baik.
Berikut contoh list analisis kualitatiI:

A. Materi
1. Tes sesuai indikator
2. Pilihan jawab homogen dan logis
3. Hanya ada satu kunci jawaban yang tepat
B. Konstruksi
4. Pokok tes dirumuskun secara singkat dan jelas
5. Rumusan pokok tes dan pilihan jawaban
. Pokok tes tidak memberi petunjuk ke kunci jawaban
8. Pokok tes bebas dari pernyataan yang bersiIat negatiI ganda
9. Gambar/graIik/table diagram dan sejenisnya jelas berIungsi
10.Panjang rumusan jawaban relatiI
11.Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua jawaban di atas salah" atau
"semua jawaban di atas benar".
12.Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun berdasarkan urutan besar
kecilnya angka atau kronologis
13.Butir tes tidak tergantung pada jawaban sebelumnya

C. Bahasa
14.tes menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
15.tes menggunakan bahasa yang komunikatiI
16.tes tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat
1.pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama yang bukan merupakan satu
kesatuan


Analisis Butir Soal
May 21, '08 9:26 AM
untuk semuanya
Analisis soal dilakukan untuk mengetahui beríungsi tidaknya sebuah soal. Analisis pada umumnya
dilakukan melalui dua cara, yaitu analisis kualitatií ,qvatitatire covtrot, dan analisis kuantitatií
,qvavtitatire covtrot,. Analisis kualitatií sering pula dinamakan sebagai ·aliditas logis ,togicat ratiait,, yang
dilakukan sebelum soal digunakan. Gunanya untuk melihat beríungsi tidaknya sebuah soal. Analisis
soal secara kuantitatií sering pula dinamakan sebagai ·aliditas empiris ,ev¡iricat ratiait,, yang
dilakukan untuk melihat lebih beríungsi tidaknya sebuah soal setelah soal itu diujicobakan kepada
sampel yang representatií.
$alah satu tujuan dilakukannya analisis adalah untuk meningkatkan kualitas soal, yaitu apakah suatu
soal ,1, dapat diterima karena telah didukung oleh data statistic yang memadai, ,2, diperbaiki, karena
terbukti terdapat beberapa kelemahan, atau bahkan ,3, tidak digunakan sama sekali karena terbukti
secara empiris tidak beríungsi sama sekali.
Analisis Kualitatif. \aitu berupa penelaahan yang dimaksudkan untuk menganalisis soal ditinjau
dari segi teknis, isi, dan editorial. Analisis secara teknis dimaksudkan sebagai penelaahan soal
berdasarkan prinsip-prinsip pengukuran dan íormat penulisan soal. Analisis secara isi dimaksudkan
sebagai penelaahan khusus yang berkaitan dengan kelayakan pengetahuan yang ditanyakan. Analisis
secara editorial dimaksudkan sebagai penelaahan yang khususnya berkaitan dengan keseluruhan
íormat dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang lainnya.
Analisis kualitatií lainnya dapat juga dikategorikan dari segi materi, konstruksi, dan bahasa. Analisis
materi dimaksudkan sebagai penelaahan yang berkaitan dengan substansi keilmuan yang ditanyakan
dalam soal serta tingkat kemampuan yang sesuai dengan soal. Analisis konstruksi dimaksudkan
sebagai penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penulisan soal. Analisis bahasa
dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang
baik dan benar menurut L\D.
Analisis Kuantitatif. Digunakan untuk mengetahui sejauh mana soal dapat membedakan antara
peserta tes yang kemampuannya tinggi dalam hal yang dideíinisikan oleh kriteria dengan peserta tes
yang kemampuannya rendah ,melalui analisis statistik,.
Analisis soal secara kuantitatií menekankan pada analisis karakteristik internal tes melalui data yang
diperoleh secara empiris. Karakteristik internal secara kuantitatií dimaksudkan meliputi parameter
soal tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Khusus soal-soal pilihan ganda, dua tambahan
parameter yaitu dilihat dari peluang untuk menebak atau menjawab soal dengan benar dan beríungsi
tidaknya pilihan jawaban, yaitu penyebaran semua alternatií jawaban dari subyek-subyek yang dites.
%ingkat Kesukaran. Ada beberapa alasan untuk menyatakan tingkat kesukaran soal. Bisa saja
tingkat kesukaran soal ditentukan oleh kedalaman soal, kompleksitas, atau hal-hal lain yang berkaitan
dengan kemampuan yang diukur oleh soal. Namun demikian, ketika kita mengkaji lebih mendalam
terhadap tingkat kesukaran soal, akan sulit menentukan mengapa sebuah soal lebih sukar
dibandingkan dengan soal yang lain.
$ecara umum, menurut teori klasik, tingkat kesukaran dapat dinyatakan melalui beberapa cara
diantaranya ,1, proporsi menjawab benar, ,2, skala kesukaran linear, ,3, indeks Da·is, dan ,4, skala
bi·ariat. Proporsi jawaban benar ,p,, yaitu jumlah peserta tes yang menjawab benar pada butir soal
yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya merupakan tingkat kesukaran
yang paling umum digunakan.
Intinya, bermutu atau tidaknya butir-butir itev tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari
derajat kesukaran atau taraí kesukaran yang dimiliki oleh masing-masing butir itev tersebut. Butir-
butir itev tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai butir-butir itev yang baik, apabila butir-butir itev
tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran itev itu
adalah sedang atau cukup. Angka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan itev
itu dikenal dengan istilah aifficvtt, ivae· ,angka indeks kesukaran itev,, yang dalam dunia e·aluasi hasil
belajar umumnya dilambangkan dengan huruí P, yaitu singkatan dari kata ¡ro¡ortiov ,proporsi ~
proporsa,.
Kategori %ingkat Kesukaran
Nilai p Kategori
P · 0.3 $ukar
0.3 ¸ p ¸ 0.¯ $edang
P · 0.¯ Mudah
%indak Lanjut Hasil Analisis
Interpretasi tev %indak Lanjut
$ukar
1. butir itev dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan
lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang
2. diteliti ulang, dilacak, dan ditelusuri sehingga dapat
diketahui íaktor yang menyebabkan butir itev yang
bersangkutan sulit dijawab oleh te.tee, apakah kalimat
soalnya kurang jelas, apakah petunjuk cara
mengerjakan soalnya sulit dipahami, ataukah dalam
soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas,
dsb. $etelah dilakukan perbaikan, butir-butir itev
tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang
akan datang.
3. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan kembali
dalam tes ,terutama tes seleksi, yang siíatnya sangat
ketat.
$edang
Butir itev ini dapat dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil
belajar pada waktu-waktu yang akan datang
Mudah
1. butir itev dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan
lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang
2. diteliti ulang, dilacak, dan ditelusuri sehingga dapat
diketahui íaktor yang menyebabkan butir itev yang
bersangkutan sulit dijawab oleh te.tee, apakah kalimat
soalnya kurang jelas, apakah petunjuk cara
mengerjakan solnya sulit dipahami, ataukah dalam soal
tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas, dsb.
$etelah dilakukan perbaikan, butir-butir itev tersebut
dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan
datang.
3. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan kembali
dalam tes ,terutama tes seleksi, yang siíatnya longgar.
aya Pembeda. $alah satu tujuan analisis kuantitatií soal adalah untuk menentukan dapat tidaknya
suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada
dalam kelompok itu. Indeks yang digunakan dalam membedakan antara peserta tes yang
berkemampuan rendah adalah indeks daya pembeda ,itev ai.crivivatiov,. Indeks daya
pembeda soal-soal yang ditetapkan dari selisih proporsi yang menjawab dari masing-masing
kelompok. Indeks ini menunjukkan kesesuaian antara íungsi soal dengan íungsi tes secara
keseluruhan. Dengan demikian ·aliditas soal ini sama dengan daya pembeda soal yaitu daya dalam
membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan
rendah.
Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda berkisar antara -1 sampai dengan -1.
1anda negatií menunjukkan bahwa peserta tes yang kemampuannya rendah dapat menjawab benar
sedangkan peserta tes yang kemampuannya tinggi menjawab salah. Dengan demikian soal indeks
daya pembedanya negatií menunjukkan terbaliknya kualitas peserta.
Indeks diskriminasi itev umumnya diberi lambang dengan huruí D ,singkatan dari ai.crivivator,
¡orer,.
Indeks sikriminasi
tev (
Klasifikasi Interpretasi
· 0,20 !oor
Butir itev yang bersangkutan daya
pembedanya lemah sekali ,jelek,,
dianggap tidak memiliki daya pembeda
yang baik
0,20 - 0,40 $ati.factor,
Butir itev yang bersangkutan telah
memiliki daya pembeda yang cukup
,sedang,
0,40 - 0,¯0 ooa
Butir itev yang bersangkutan telah
memiliki daya pembeda yang baik
0,¯0 - 1,00 ·cettevt
Butir itev yang bersangkutan telah
memiliki daya pembeda yang baik sekali
Bertanda negatií ,-, -
Butir itev yang bersangkutan daya
pembedanya negati·e sekali ,jelek sekali,
ungsi istraktor. Pada saat membicarakan tes objektií bentuk multiple choice itev tersebut untuk
setiap butir itev yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar telah dilengkapi dengan beberapa
kemungkinan jawab, atau yang sering dikenal dengan istilah option atau alternatií.
ption atau alternatií itu jumlahnya berkisar antara 3 sampai dengan 5 buah, dan dari kemungkinan-
kemungkinan jawaban yang terpasang pada setiap butir itev itu, salah satu diantaranya adalah
merupakan jawaban betul ,kunci jawaban,, sedangkan sisanya adalah merupakan jawaban salah.
Jawaban-jawaban salah itulah yang biasa dikenal dengan istilah ai.tractor ,pengecoh,.
Menganalisis íungsi distraktor sering dikenal dengan istilah lain, yaitu : menganalisis pola penyebaran
jawaban itev. Adapun yang dimaksud dengan pola penyebaran jawaban itev adalah suatu pola yang
dapat menggambarkan bagaimana te.tee menentukan pilihan jawabnya terhadap kemungkinan-
kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir itev.
$uatu kemungkinan dapat terjadi, yaitu bahwa dari keseluruhan alternatií yang dipasang pada butir
itev tertentu, sama sekali tidak dipilih oleh te.tee. Dengan kata lain, te.tee menyatakan blangko`.
Pernyataan blangko ini sering dikenal dengan istilah omiet dan biasa diberi lambang dengan huruí .
Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan íungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut
sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5 ° dari seluruh peserta tes.
$ebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap íungsi distraktor tersebut maka distraktor
yang sudah dapat menjalankan íungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tes-tes yang akan
datang, sedangkan distraktor yang belum dapat beríungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau
diganti dengan distraktor yang lain.
#eliabilitas. Keajegan dan ketidakajegan skor tes merupakan íokus dari pengkajian tentang
reliabilitas. Berikut adalah íaktor yang mempengaruhi perolehan skor peserta didik ,1horndike, yang
berakibat pada ketidakajegan terhadap skor.
aktor yang Mempengaruhi #eliabilitas Skor
1 Karakteristik umum yang permanen peserta tes
a. kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menghadapi tes
b. kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes
c. kemampuan umum untuk memahami petunjuk tes
2
Karakteristik khusus yang permanent peserta tes
a. kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan atribut yang diukur
dalam sebuah tes
b. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal
c. keajegan respon peserta didik terhadap pilihan jawaban ,misalnya
mereka cenderung memberi jawaban A dari 4 alternatií yang disediakan
atau cenderung memilih B dari soal benar salah yang disajikan,
Khusus yang berkaitan dengan soal
a. pengetahuan khusus yang berkaitan dengan íakta atau konsep khusus
b. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal
3
Karakteristik umum yang temporer seperti :
a. kesehatan
b. kelelahan
c. moti·asi
d. gangguan emosi
e. kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes
í. pemahaman mekanisme tes
g. íaktor panas, cahaya, ·entilasi, dan lain sebagainya
4
Karakteristik khusus yang temporer seperti :
Khusus yang berkaitan dengan tes secara keseluruhan
a. pemahaman terhadap petunjuk tes
b. trik atau teknik-teknik mengatasi tes
c. pengalaman,latihan menghadapi tes terlebih lagi dalam tes psikomotor
d. kebiasaan menghadapi sebuah tes
Khusus yang berkaitan dengan soal
a. íluktuasi ingatan yang dimiliki peserta didik
b. hal-hal yang berkaitan dengan perhatian dan keakuratan
5 laktor penyelenggaraan
a. waktu, bebas dari gangguan, dan petunjuk yang jelas
b. pengawasan
c. penskoran
6
laktor yang tidak pernah diperhitungkan
a. keberuntungan karena íaktor menebak
b. mengingat soal yang telah dilihatnya

Salah satu instrumen perangkat pembelajan (selain Silabus dan RPP) adalah soal. Soal-soal
tersebut digunakan untuk melakukan uji kompetensi terhadap suatu mata pelajaran dan atau
Kompetensi Dasar (KD). Sedangkan analisis soal dimaksudkan untuk mengetahui tingkat
kelayakan soal untuk diujikan; apakah soal tersebut dapat diterima, perlu direvisi, atau bahkan
tidak dapat digunakan sama sekali.
Pada umumnya analisis soal dilakukan melalui 2 (dua) cara, yaitu:
Analisis Kualitatif
Yaitu berupa penelaahan yang dimaksudkan untuk menganalisis soal ditinjau dari segi teknis, isi,
dan editorial.
O Analisis secara teknis dimaksudkan sebagai penelaahan soal berdasarkan prinsip-prinsip
pengukuran dan Iormat penulisan soal.
O Analisis secara isi dimaksudkan sebagai penelaahan khusus yang berkaitan dengan
kelayakan pengetahuan yang ditanyakan.
O Analisis secara editorial dimaksudkan sebagai penelaahan yang khususnya berkaitan
dengan keseluruhan Iormat dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang
lainnya.
Analisis kualitatiI lainnya dapat juga dikategorikan dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.
Analisis materi dimaksudkan sebagai penelaahan yang berkaitan dengan substansi keilmuan
yang ditanyakan dalam soal serta tingkat kemampuan yang sesuai dengan soal. Analisis
konstruksi dimaksudkan sebagai penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penulisan
soal. Analisis bahasa dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD. Analisis kualitatiI sering pula dinamakan
sebagai validitas logis (4ica vaidity) yang dilakukan sebelum soal digunakan.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatiI berIungsi untuk mengetahui sejauh mana soal yang dibuat dapat
membedakan antara peserta ujian yang kemampuannya tinggi dengan peserta tes dengan
kemampuannya rendah. Analisis soal secara kuantitatiI sering pula dinamakan sebagai validitas
empiris (025irica vaidity) yang dilakukan untuk melihat lebih berIungsi tidaknya sebuah soal
setelah soal itu diujicobakan kepada sampel yang representatiI.
AL-AL YANG ARUS DIPERATIKAN DALAM MEMBUAT SOAL
1. Membuat kartu soal
Kartu soal merepresentasikan SK/KD maupun indikator yang akan diujikan; termasuk akan
dimasukkan kenomor berapa dan dalam bentuk apa (uraian atau pilihan ganda).
DOWNLOAD CONTOH KARTU SOAL
2. Membuat kisi-kisi soal
Kisi-kisi soal adalah gambaran soal yang akan diujikan. Dalam kisi-kisi biasanya terdapat nama
SK/KD, jumlah soal, bentuk soal (pilihan ganda dan atau uraian), tingkat kesulitan (mudah,
sukar, sedang) dan aspek kognitiI (ingatan, pemahaman, analisis) dengan prosentase tertentu.
DOWNLOAD CONTOH KISI-KISI
3. Butir soal
Yang terdapat dalam butir soal, selain uraian pertanyaan adalah keterangan berupa tingkat
kesulitan dan aspek kognitiI soal.
DOWNLOAD CONTOH BUTIR SOAL
4. Kunci jawaban
Kunci jawaban harus dibuat, terutama jika yang mengoreksi soal bukan orang yang membuat
soal.
DOWNLOAD KUNCI JAWABAN
5. Norma penilaian
Norma penilaian digunakan untuk menentukan poin atau nilai tiap butir soal.
Pada prinsipnya analisis butir soal secara kualitatiI dilaksanakan berdasarkan kaidah penulisan
soal (tes tertulis, perbuatan, dan sikap). Penelaahan ini biasanya dilakukan sebelum soal
digunakan/diujikan. Aspek yang diperhatikan di dalam penelaahan secara kualitatiI ini adalah
setiap soal ditelaah dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman
penskorannya. Dalam melakukan penelaahan setiap butir soal, penelaah perlu mempersiapkan
bahan-bahan penunjang seperti: (1) kisi-kisi tes, (2) kurikulum yang digunakan, (3) buku
sumber, dan (4) kamus bahasa Indonesia.
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis butir soal secara kualitatiI,
diantaranya adalah teknik moderator dan teknik panel. Teknik moderator merupakan teknik
berdiskusi yang di dalamnya terdapat satu orang sebagai penengah. Berdasarkan teknik ini,
setiap butir soal didiskusikan secara bersama-sama dengan beberapa ahli seperti guru yang
mengajarkan materi, ahli materi, penyusun/pengembang kurikulum, ahli penilaian, ahli bahasa,
berlatar belakang psikologi. Teknik ini sangat baik karena setiap butir soal dilihat secara
bersama-sama berdasarkan kaidah penulisannya. Di samping itu, para penelaah dipersilakan
mengomentari/ memperbaiki berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Setiap komentar/masukan dari
peserta diskusi dicatat oleh notulis. Setiap butir soal dapat dituntaskan secara bersama-sama,
perbaikannya seperti apa. Namun, kelemahan teknik ini adalah memerlukan waktu lama untuk
rnendiskusikan setiap satu butir soal.
Teknik panel merupakan suatu teknik menelaah butir soal yang setiap butir soalnya ditelaah
berdasarkan kaidah penulisan butir soal, yaitu ditelaah dari segi materi, konstruksi,
bahasa/budaya, kebenaran kunci jawaban/pedoman penskorannya yang dilakukan oleh beberapa
penelaah. Caranya adalah beberapa penelaah diberikan: butir-butir soal yang akan ditelaah,
Iormat penelaahan, dan pedoman penilaian/ penelaahannya. Pada tahap awal para penelaah
diberikan pengarahan, kemudian tahap berikutnya para penelaah berkerja sendiri-sendiri di
tempat yang tidak sama. Para penelaah dipersilakan memperbaiki langsung pada teks soal dan
memberikan komentarnya serta memberikan nilai pada setiap butir soalnya yang kriterianya
adalah: baik, diperbaiki, atau diganti.
Secara ideal penelaah butir soal di samping memiliki latar belakang materi yang diujikan,
beberapa penelaah yang diminta untuk menelaah butir soal memiliki keterampilan, seperti guru
yang mengajarkan materi itu, ahli materi, ahli pengembang kurikulum, ahli penilaian, psikolog,
ahli bahasa, ahli kebijakan pendidikan, atau lainnya.

Prosedur Analisis Secara Kualitatif
Dalam menganalisis butir soal secara kualitatiI, penggunaan Iormat penelaahan soal akan sangat
membantu dan mempermudah prosedur pelaksanaannya. Format penelaahan soal digunakan
sebagai dasar untuk menganalisis setiap butir soal. Format penelaahan soal yang dimaksud
adalah Iormat penelaahan butir soal: uraian, pilihan ganda, tes perbuatan dan instrumen non-tes.
Agar penelaah dapat dengan mudah menggunakan Iormat penelaahan soal, maka para penelaah
perlu memperhatikan petunjuk pengisian Iormatnya. Petunjuknya adalah seperti berikut:
1. Analisislah setiap butir soal berdasarkan semua kriteria yang tertera di dalam Iormat!
2. Berilah tanda cek (V) pada kolom "Ya" bila soal yang ditelaah sudah sesuai dengan
kriteria!
3. Berilah tanda cek (V) pada kolom "Tidak" bila soal yang ditelaah tidak sesuai dengan
kriteria, kemudian tuliskan alasan pada ruang catatan atau pada teks soal dan
perbaikannya.http://www.desainwebsite.net/pendidikan/analisis-butir-soal-secara-
kualitatiI
Pada tulisan sebelumnya tentang validitas sudah diposting, postingan yang membahas secara
teori mengenai validitas sebuah alat evaluasi termasuk jika alat evaluasi tersebut adalah hasil tes
atau soal.

Pada postingan kita kali akan membahas tentang cara menganalisis (menghitung) tingkat
validitas tiap butir soal yang sebelumnya soal tersebut diperoleh data-datanya melalui proses uji
coba, teknik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan MicrosoIt Excel 200.
Validitas butir soal diartikan soal tersebut diujicoba untuk menentukan apakah butir-butir soal
tersebut sahih digunakan atau tidak pada evaluasi yang sebenarnya
Langkah-langkah Validitas
Rumus yang digunakan dalam menentukan tingkat validitas butir soal tes objektiI dapat
menggunakan Korelasi Product Moment dengan Simpangan, secara matematis dituliskan:

Misalkan:
Anda memiliki 4 butir soal (variabel X: X1, X2, X3, dan X4), selanjutnya soal terebut diuji oleh
9 0rang atau responden. Hasil uji coba seperti di masukkan pada halaman kerja MicrosoIt Excel
(lihat gambar)


Dengan menggunakan persamaan Korelasi Product Moment dengan Simpangan, kita
menghitung validitas butir soal nomor 1 (X1), dengan langkah-langkah berikut ini:
1. Hitung skor total jawaban benar tiap responden (variabel Y)
2. Hitung skor rata-rata butir soal nomor 1 (variabel X1)
3. Hitung skor rata-rata semua responden (Skor rata-rata variabel Y)
4. Hitung x1 untuk responden pertama dengan rumus ÷skor responden 1 - skor rata-rata
butir soal nomor, selanjutnya dengan responden ke-2 sampai ke-9
5. Hitung y dengan untuk responden pertama dengan rumus ÷skor responden 1 - skor rata-
rata semua responden, selanjutnya dengan responden ke-2 sampai ke-9
6. Hitung x1`2 (`÷pangkat) untuk responden ke-1 sampai responden ke-9, kemudian
jumlahkan hasilnya
. Hitung x1*y (*÷kali) untuk responde ke-1 sampai responden ke-9, kemudian jumlahkan
hasilnya
8. Hitung y`2 (`÷pangkat) untuk responden ke-1 sampai responden ke-9, kemudian
jumlahkan hasilnya
9. Kali hasil jumlah langkah 6 dan8
10.Cari nilai akar dari langkah 9
11.Terakhir, bagi langkah ke- dengan langkah 10
12.Jika benar Anda memperoleh jawaban 0,8111
Lanjutkan mencari validitas untuk butir soal nomor 2 (X2), dan seterusnya. Dengan variabel Y
tetap sebagai pembanding.

Di atas dijelaskan tentang cara uji validitas dengan menggunakan Korelasi Product Moment
dengan Simpangan, dengan cara mencari variabel-variabel tertentu. Dengan rumus yang sama
kita akan mencari nilai validitas atau bisa dikatakan membuktikan nilai validitas di atas dengan
menggunakan Iungsi PEARSON pada MicrosoIt Excel.

Bentuk umum Fungsi PEARSON
PEARSON(ArrayArray)

Keterangan:
Array1 disebut sebagai variabel X (sesuai butir soal: X1, X2, X3, dan X4)
Array2 disebut sebagai variabel Y (Skor total yang diperoleh responden)

Berikut langkah-langkah uji validitas dengan Iungsi PEARSON pada soal butir 1 (X1), yaitu:
1. AktiIkan cell dibagian bawah nilai rata-rata X1 atau sesudah jawaban validitas dengan
menggunakan rumus Korelasi Product Moment dengan Simpangan (Untuk menempatkan
jawaban nilai validitas dengan Iungsi Pearson)
2. Ketikkan rumus PEARSON: ÷PEARSON(B3:B11;F3:F11)
3. Tekan Enter
4. Muncul jawaban 0,8111 (Jawaban yang sama jika menggunakan rumus Korelasi Product
Moment dengan Simpangan)
5. Untuk butir 2, 3, dan 4 cukup mendrag nilai validitas butir soal nomor 1 dengan
sebelumnya mengunci variabel Y (F3:F11) dengan menekan F4 sehingga hasilnya
(÷PEARSON(B3:B11;$F$3:$F$11)
6. Selesai
Selanjutnya, jika nilai validitas diperoleh dengan 2 cara dan hasil yang sama (hanya sebagai
pembuktian bahwa rumus Korelasi Product Moment dengan Simpangan sama dengan Iungsi
PEARSON pada Excel) maka perlu dilakukan konsultasi dengan kriteria-kriteria validitas
|baca di sini|.

Berdasarkan konsultasi nilai validitas yang diperoleh dengan kriteria-kriteria validitas, Anda
bisa membuat kesimpulan terhadap butir-butir soal yang dianalisis, apakah soal tersebut
valid atau tidak valid? atau valid tanpa perlu mengkoreksi butir soal tersebut, atau bisa jadi
kriterianya rendah misalnya valid sedang sehingga perlu dikoreksi soalnya dan setelah itu
baru diatakan valid.


Ű lnsLrumenL 1esL (1)
lnsLrumenL non 1es (1) ű
Instrument Test {Ŷ]
July 16, 2011 by p4mriunismuh
Langkah-langkah Penyusunan Alat Penilaian Teknik Tes
Dalam mengembangkan atau menyusun sebuah tes hasil belajar supaya tes tersebut memiliki
karakteristik tes yang baik, harus ditempuh sejumlah langkah-langkah sebagai berikut:
O ,eneLapkan Lu[uan penllalan aLau Lu[uan Les
Setiap orang yang mau melakukan kegiatan penilaian, harus sadar apa tujuan dia melakukan
penilaian tersebut. Artinya keputusan apa yang akan dia ambil dari dari hasil penilaian tersebut.
Secara umum tujuan kegiatan evaluasi atau keputusan yang dapat di ambil oleh guru di sekolah
dapat dikelompokkan kedalam tes IormatiI, tes sumatiI, tes diagnostik, tes penempatan atau
seleksi. Untuk jenis-jenis tes ini telah dijelaskan pada uraian sebelumnya.
O ,enganallsls dokumenŴdokumen
Setelah seorang guru menetapkan tujuan apa yang ingin dicapai dengan melakukan penilaian
tersebut adalah menelaah dokumen-dokemen. Dokumen yang di maksud adalah:
1) GBPP atau silabus
Tujuan kegiatan ini adalah untuk menelaah materi apa yang seharusnya sudah disampaikan
dalam kurun waktu tertentu (ruang lingkup pelajaran).
2) Percana Pelajaran (RP) atau satuan pelajaran
Dengan menganalisi rencana pembelajaran (renpel) atau satuan pelajaran (satpel) guru akan atau
tujuan pelajaran apa saja yang sudah dirumuskan dalam setiap kegiatan belajar.
3) Program pembelajaran (program mingguan atau bulanan atau semesteran)
Dengan menganalisis dokumen ini, akan teridentiIikasi ruang lingkup materi pelajaran sampai
kurun waktu tertentu. Jadi dokumen ini akan saling melengkapi dengan silabus atau GBPP yang
ada.
4) Buku sumber
Dengan menganalisi buku sumber yang digunakan, baik buku sumber yang dijadikan acuan oleh
guru maupun buku pegangan siswa, guru akan mengetahui kedalaman atau keluasan materi yang
menjadi pokok bahan penyusunan soal.
5) Agenda mengajar guru
Guru harus memiliki agenda mengajar. Buku agaenda guru merupakan dokumen otentik yang
dapat dijadikan dasar dalam penyusunan soal. Dengan menganalisis agenda mengajar yang
dibuat guru, guru sendiri akan tahu materi pelajaran mana yang nyata-nyata telah diajarkan
disuatu kelas.
O ,engembangkan klslŴklsl
Kisi-kisi adalah Iormat atau matrik yang memuat inIormasi yang dapat dijadikan pedoman oleh
penulis soal untuk menulis soal atau merakit soal menjadi tes. Dengan berpedom kepada kisi-kisi
ini penulis soal akan dapat mengahasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes dan perakit tes
dapat menyusun perangkat tes dengan mudah. Dengan kisi-kisi yang baik walaupun penulis soal
berbeda akan dapat menghasilkan soal-soal yang relatiI sama, baik tingkat kedalaman maupun
cakupan materi yang harus diungkap.
Dalam kisi-kisi terdapat dua komponen utama, yaitu komponen identitas dan komponen
komponen matrik.
O omponen ldenLlLas mencakup aspek ť
1) Jenis sekolah atau jenjang sekolah
2) Mata pelajaran
3) Kurikulum yang diacu
4) Tingkat kelas
5) Alokasi waktu
6) Jumlah soal
O omponen maLrlk pallng Lldak mencakup halŴhal ť
1) Komponen yang ingin di ungkap
2) Indikator hasil belajar
3) Tema/konsep/pokok bahasan/sub pokok bahasan
4) Pokok materi soal
5) Bentuk soal
6) Nomor soal
Dalam memilih materi ada beberapa kriteria yang dapat digunakan adalah:
1) Urgensi yaitu pokok bahasan atau materi yang secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh
siswa.
2) Kontinuitas yaitu merupakan pokok bahasan lanjutan yang merupakan pendalaman dari satu
atau lebih pokok bahasan yang sudah dipelajari sebelumnya, baik dalam jenjang yang sama
maupun antar jenjang.
3) Relevansi maksudnya pokok bahasan atau materi pelajaran terpilih harus merupakan pokok
bahasan yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang studi lain.
4) Keterpakaian maksudnya pokok bahasan atau materi itu harus merupakan materi yang
memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari
Dalam pembuatan kisi-kisi pencantuman komponen-komponen diatas bukan merupakan suatu
yang baku, yang harus seperi itu. Penyusun kisi-kisi dapat mengurangi atau menambah
komponen tersebut sesuai keperluan atau tujuan tes. Bahkan dalam ulangan yang siIatnya
IormatiI kisi-kisi tidak perlu dirumuskan. Yang penting soal-soal yang dibuat harus memiliki
keterkaitan kuat dengan indikator hasil belajar yang telah dirumuskan atau yang dipilih dari
silabus yang diacu.
O ,enulls soal
Setelah kisi-kisi dibuat, langkah berikutnya adalah menulis soal. Dalam menulis soal ada dua hal
yang harus diperhatikan, yaitu kisi-kisi dan aturan atau kaidah penulisan soal. Dari kisi-kisi yang
harus diperhatiksn betul adalah mengenai indikator hasil belajar. Dalam setiap indikator akan
terdapat ranah atau tingkatan kognitiI yang ingin diungkap (misalnya menyebutkan,
menjelaskan, memberi contoh, menghitung, menguraikan dan menyimpulkan)
Hal kedua yang harus diperhatikan adalah kaidah atau aturan penulisan soal. Kaidah-kaidah
penulisan soal merupakan petunjuk atau pedoman yang perlu diikuti, agar soal yang dihasilkan
memiliki mutu yang baik. Aturan penulisan soal tersebut ada yang berlaku untuk semua jenis
soal (aturan umum), ada juga aturan khusus yang berlaku untuk jenis soal tertentu. Berikut ini
akan diuraikan aturan-aturan penulisan soal bentuk soal pilihan ganda dan bentuk uraian.
Aturan umum penulisan soal:
1) Gunakan bahasa yang mudah dipahami, jangan berbelit-belit. Jangan menggunakan bahasa
yang hanya berlaku setempat (kecuali dalam pelajaran bahasa daerah).
2) Jangan mengutip langsung kalimat dari buku. Jika hal ini terjadi akan mendorong siswa
untuk menyontek atau membuka buku.
3) Bila merupakan pandangan seseorang, sebutkan pendapat siapakah itu.
4) Soal tidak memberi isyarat jawaban bagi soal lain.
5) Hindarkan soal yang menanyakan hal-hal yang sepele.
6) Hindarkan kebergantungan suatu soal pada soal lain.
) Pokok soal harus dirumuskan secara tegas dan jelas
Selain kaidah atau aturan berlaku untuk semua jenis soal seperti diatas, setiap jenis soal memiliki
kaidah. Untuk soal pilihan ganda kaidah tersebut adalah :
1) Materi
1Ŧ umusan soal harus sesual dengan lndlkaLor
2Ŧ Þengecoh harus berfungslţ [angan Lerlalu kellhaLan salahnya
3Ŧ SeLlap soal harus mempunyal saLu [awaban yang benar aLau pallng benar
2) Kontruksi
1Ŧ Þokok soal harus dlrumuskan secara Legas dan [elasŦ
2Ŧ umusan pokok soal dan plllhan [awaban harus merupakan perLanyaan yang dlperlukan sa[aŦ
3Ŧ Þokok soal [angan memberl peLun[uk ke arah [awaban yang benarŦ
4Ŧ Þokok soal [angan mengandung pernyaLaan yang berslfaL negaLlf gandaŦ
3Ŧ Þlllhan [awaban harus homogen dan logls dlLln[au darl segl maLerlŦ
6Ŧ Þan[ang rumusan plllhan [awaban harus relaLlf samaŦ
7Ŧ Þlllhan [awaban [angan mengandung perLanyaanŦ
8Ŧ Þlllhan [awaban yang berbenLuk angka aLau wakLu harus dlsusun berdasarkan uruLan besar
kecllnya nllal angka LersebuL aLau kronologls wakLunyaŦ
9Ŧ Cambarţ graflkţ Labelţ dlagram dan se[enlsnya yang LerdapaL pada soal harus [elas dan berfungslŦ
10Ŧ 8uLlr soal [angan berganLung pada [awaban soal sebelumnya
3) Bahasa
1Ŧ SeLlap soal harus menggunakan bahasa yang sesual dengan kaldah bahasa lndoneslaŦ
2Ŧ 8ahasa yang dlgunakan harus komunlkaLlfţ sehlngga mudah dlmengerLl slswaŦ
3Ŧ !angan menggunakan bahasa yang berlaku seLempaLţ [lka soal akan dlgunakan unLuk daerah laln
aLau naslonalŦ
4Ŧ Þlllhan [awaban [angan mengulang kaLa aLau frase yang bukan merupakan saLu kesaLuan
pengerLlanŦ
Kaidah penulis soal uraian, antara lain:
1) Rumusan butir soal harus mengacu pada indikator yang telah dirumuskan
2) Batasan jawaban atau ruang lingkup yang hendak diukur harus jelas dan terukur.
3) Harus mengunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
4) Hindari pertanyaan : siapa, apa, bila
5) Menggunakan bahasa yang baku
6) Menghindari menggunakan kata-kata yang dapat ditaIsirkan ganda
) Buat petunjuk yang jelas bagaimana soal itu dikerjakan
8) Buat kunci jawaban berbarengan dengan membuat soal
9) Buat pedoman penskorannya
O nallsls raslonal
Maksudnya adalah soal yang telah dirumuskan dianalisis kembali, ditimbang (di judge) baik oleh
sendiri maupun oleh orang lain dengan berpedoman kepada kisi-kisi dan aturan penulisan soal
seperti yang yang telah diuraikan diatas.
O evlsl soal
Bila dalam satu rumusan soal terdapat tanda cek (V) pada kolom TIDAK, maka soal tersebut
harus diperbaiki sesuai dengan aspek tersebut.
O ,eraklL soal
Setelah soal diperbaiki sesuai dengan aspek diatas, maka seluruh soal diorganisasikan kedalam
jenis atau kelompoknya.
O D[l coba lapangan
Setelah soal dianalisis kemudian ditarik berdasarkan kelompoknya, langkah berikutnya adalah
uji coba kepada sekelompok siswa. Uji coba ini dilakukan bila soal akan dibakukan dan
diguanakan pada kelompok yang lebih luas.
O nallsls hasll u[l coba (anallsl emplrls)
Bila soal akan dibakukan, setelah uji coba lapangan soal dianalisis secara empiris. Hal yang di
analisis mencakup analisis butir soal dan analisis tes secara keseluruhan.
O evlsl dan peraklLan ulang soal
Dari hasil analisis empiris memungkinkan masih adanya beberapa soal yang tidak valid. Soal-
soal tersebut direvisi dan di rakit kembali menjadi perangkat tes yang baku.
O Þerbanyakan lnLrumen
Setelah direvisi dan dirakit ulang, akhirnya soal siap untuk diperbanyak dan digunakan. Agar
soal benar-benar terjaga kerahasiannya, keamanan saat penggandaan harus diperhatikan.
O Þelaksanaan Les
Setelah digandakan intrumen siap untuk digunakan. Dalam pelaksanaan tes perlu memperhatikan
beberapa hal antara lain:
1Ŧ !umlah peserLa dalam saLu ruangan
2Ŧ Þengawasan
3Ŧ ondlsl ruangan
4Ŧ Skorlng
Langkah berikutnya setelah tes dilaksanakan adalah pengolahan atau skoring. Dalam skoring,
bisa dilakukan secara manual atau dengan menggunakan program komputer (scenner).
O ÞemanfaaLan hasll
Langkah terakhir adalah pemanIaatan hasil tes. Dalam pemanIaatan hasil tes hal yang perlu
diperhatikan adalah tujuan awal tes itu sendiri, untuk apa tes itu dilakukan. Teknik pengolahan
skor akan tergantung juga pada tujuan tersebut.
Secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai, karena
aktiIitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Pengukuran, penilaian dan evaluasi merupakan
kegiatan yang bersiIat hierarki. Artinya ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya dengan proses
belajar mengajar tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalam pelaksanaannya harus
dilaksanakan secara berurutan.
Konxep Fvuluuxl
Menurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris 0vauati4n yang berarti
penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983). Menurut StuIIlebeam, dkk
(191) mendeIinisikan evaluasi sebagai 'Th0 5r4c088 41 d0in0atin 4-tainin and 5r4vidin
u801u in14r2ati4n 14r fudin d0ci8i4n at0rnativ08¨. Artinya evaluasi merupakan proses
menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan inIormasi yang berguna untuk merumuskan
suatu alternatiI keputusan.
Evaluasi adalah kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih besiIat kuantitatiI, sedangkan
menilai lebih bersiIat kualitatiI.
Viviane dan Gilbert de Lansheere (1984) menyatakan bahwa evaluasi adalah proses penentuan
apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar.
Terlihat disana bahwa acuan tes adalah tujuan pembelajaran.
Konsep Penilaian
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian
untuk memperoleh inIormasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian
kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang
sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa nilai
kualitatiI (pernyataan naratiI dalam kata-kata) dan nilai kuantitatiI (berupa angka). Pengukuran
berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatiI tersebut.
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru)
dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh
mana pebelajar (0arn0r) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana
tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian
kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu
dapat dinyatakan dengan nilai.

503//,3 ;,:,8207:5,,3574808,388902,982:, /,7203039:,39::,3 4-091 8,25,203039:,305:9:8,3 /2,3,5748083,/,, /03,3203039:,38,8,7,3 4-0 ,3,,3/0;,:,8 203039:,33897:203 ,,9::7  .,7,203::7 203.,9,9/,9, 203,3,88 20339075709,8,8,3,88 203,2- 0825:,3/,320309,5,305:9:8,3  ,7502-,,8,3/,9,8/,5,9/9,70825:,3-,,503079,30;,:,8,/,,  07:5,,38:,9:0,9,3,3/703.,3,,3/03,3.072,9   0,9,3,3/2,8:/207:5,,3-,,3,33907,/,7503//,3 803,,7,/,3 9::,30;,:,8,7:880,,3/03,39::,3503//,3   ;,:,8,7:8202/,3-07/,8,7,37907,0-07,8,3,9:0-07,8,3/,7,  0,,72:7/ - 03,,7:7: /,3. !747,2503,,7,3   ;,:,8207:5,,38:,9:9082,,0;,:,8/,8,3,,3805,3,30,9,35747,2 503//,3/,3503,,7,3   ;,:,8-073,54891 ,9:203/4743/,320302-,3,302,25:,3-0,,788,  02,25:,3203,,7:7:8079,203025:73,,35747,2503,,7,3   ;,:,8207:5,,3,,9 9020,38 -:,39::,3 9003/ ,3/:3,,3:39:203, ,5,,57480850702-,3,390,-07,,38020893,

9:88902..7.:.28:..:.../.889029:-.3.3.5...3:39: 20309. ..950393/.38.-.8.9:88902503.

85043897:88079.3 07/..80..5.7.3/9.39/.3.3.38025:73.88907.907/.3.3503:3.37907.3-:972.5809.02:/.9//0138.34-0.9.8.3-./.3/03.3908  3..3./...  07:9. 5.9.47..0.9047098 /03.3 908 3.88:.:.3-. $09.907...3:93.907 43897:8/.88:.8:/...93...8.37907.8502./..9:0. -:97808:.:.0-/.3-07./.3 .3. 03.8502.3907./03././03.38 02:.390.4.7907..38:-89..3-.3/0..:.8.3409.30.3:7:1  .9.3/.7..503:8.3  3.5.54-0 0.-07:9 .5.9/.  07/.3/..9/9039:.5809.907  %08808:..3/.890.-./909.390././.-:979/.:.3:93.:-0:2  %03850.8 203:25:.9:-:97.8 503::7.20203:80-. .2-:979088079.3503::7.:39:20309.8207:5.3907.39/.3/909.91$4.-.3 5.:0-/.5.2034.3/03./909.3.91/.:.8502.7..439489.7:2:8.5.3..9.907 43897:8/.3:...8 203039:.5. .:.3:39:2030.3.5-:97 84.3.3.3:7:1 % .3-.3  .8.902.3-.3.907/.2203039:.390. 3/4308.3  - :97908.3-.:.3.5.7203:7:9.8./.9.5.3/..35030..7/./03.3/.3.8.55030.704203/.38:/.3//.8..8880. /909.20. :97908.3.88-.3-.3808:.3-:97.: -0:220203:7907.9.7.37907.3203:8.305:9:8.39039.5.3.3.9.5.9.3:39:20..7 .3.9:-:97.5.890.:.20203:802:../.3-.7-.3 807.9.8843897:8/2.  .85043897:88079.3:2:39:80.8.91/.27.8 20..30.3/.320203:802:./.8502.5.77.3.:./.8:/.39::.3.8./.380-.3/03..320.5-:9784./...3.380-0:23.9.3.-07.3/02.98.3/03.503::7.9.-42403/./03.9...3-03.9.3:2.3/7./.947  !..9180..%08 3.-07.3-.:./9039:..390.5.908-07..80-.3/0.25:..348 .9..850-.:..3/.390..3/.5.3 3897:203..3 ././03.3   %0.3/90.9/.8.3/.3-0-07.3-..:.3.92503//.7.8/.5.7907.7:39:.9:-:97.320242509038808:..808:.9./03.8503::7...3.9.90743897:8/.3.  .9.8.7.3-.-.:.8./9039:.2-0825:.9.3:7../...3..91   .8-:9780.8502..4/03..-07/.7907..8205:950309.3808:.. 8:.3.9.9 /.3/.3/.8...:.9..7907...388902. :97908.3203:3.:.3/.9 /. 8502.3.39/.77907.37907.. -./2.

  .35.3  !44908-0-.9  43897:8  !44908/7:2:8:380.7.3.8  #:2:8.3  !449089/.75073.3.. ..-.3.3544908/.3-0781.83.9.8.3905.9::3...-..9/./.-..3/.202-07509:3:0:3.8/.3...30.930.91.7.2-.

1.7.

.3.9:/8:8:3-07/.91  9089/.9.3800383.7.2/.3.37:2:8..9.39/.-.:809025.  908203:3.3.-.-..3...203:3.7 0.8-03..9  5.3./.7   !.39/...91  !..8.3-08.3802:.9.0..3/4308.3.3-07.39:35.-.-0/.3.7.8..3/./.3:7:9.9....8-071:38  !.907.3-.3/.-.8.: 802:.9.8.370.203:3.342:3.:743448  :979089/.:..203:..-.3-.3.3..9.380-0:23.   .8.35073..9.-...3808:.  908203:3../03...3-...9..3-07-039:.8...88.3.-.3.

..9: 84..3/. 3.2.   /507-.3 05./:3.9. 8.: /:..3 80-..90...8880. . ..88:97$4...3/9.8:/.:.7. 907-:9907/.88 :.3. .399.84.88 :.9.:39:2033.0 .9: .3.91 6:. .384.9.025789/.3  .703.2.3 .3.  3.3/.8.884... :2:23. 80-:..9..88 80../3.3.9180735:.9:.. 80-:.3 :39: 203..9 0- -071:38 9/.31472.3 80-.3 84../9.0.9:. -07/.88 84.3 /2.9: -07:5..8:.3 .  3.2.907-:9 80.399.7.3..5.703.  3.3 80-.5.9.2.3:.91  $. 8090. .:.: -071:38 9/.3 . 5030./9.3./.:-. /93..3-:. 3./9  .3 0/947.3 :39: 20...80-:.:.3  9/.7..380-.9.8:/.9503:8./9 ..350309.250.:39:20.2.703.: /.3/03.88 :.//::340/.9..8 02578 0257..43974  /. :.9.5030..:.88. 84.3.9-0-07.3 :39: 20309.9..88 .38../:3./.38.8/2.80.. 80.3.3207:5.38.5.399..8. 84.80.7 80 9038  8  /.848 4.88 84...9.002.3 3.91 8073 5:.43974 3.  .88:.7. 5030.3. /3.9:9::..  :39:802:.380-0:284.91  .357385 57385503::7.9.3202... 84..989.:.  /../.91 6:.9/9072...8:/. 9038 /2. 9: /:.   3.3.3 :3.3. 3.4-.3-07.5.3:8:8.9-071:389/.3 /.89..3 20.:.7.30.88 84.33.9.88 5.7.9: 08.  /.3705708039.-071:388.. /.3 /./.04254.

7.5 93..2-./03.35.88.3 :2.5. .908:9.3 /.1 08:. -:97 -:97 902 908 . .3 -07.--03.90820.80.908.3400/.3.3 .5..9..384.2.5.  5745478203..7.88 /-.3 1472.39/..2 84.3  $0.7/.3.908 .7. 5030.5..3 93. 5030..88 2.399.20907 84.8-0.83 2..3 .907.3 /..3.-9.3.5.384..9:5030-.7.3.35.-.912030.3/. 0- 8:./9039:.3/07...2.3 09.3-.:8:.3 /03.: 80.2.7.88 43897:8 /2.0. .8 .90789 39073.908:..9.7203:7:9  3.9.3 /.3 /50740 80./.8:/.7.78:-0 8:-0.9 08:.750:.7.3 84.8  93.9.380-.9 !745478.7. :.7.9..8.3 203.907...9.3 :39: 203.2/:3.91 /2.703/.3..-.7   8. 207:5.3802:./.330.7802.908:.3.3/3....3 -.38:-89..8.7.7.: 9.80.9 08:.3902 9:/03..9..784.. 93.3 93.:93/0 .3203.3 ....7.8 -0..3/9.-.9 08:.9/.9047.3 .83 -:97 902 90780-:9  :97 -:97902908.  3.88 :.2 907.9 02.908:.3 /03.3902 .. -07.3/03.8884.3  8./03.3 84.  8.: 9/.907/2.5:.8..3.--03.9/3. 84.5..91.3/..3407907.3 /2 40 2.7.25:.9:084. /.9 08:./.3 903 503:8. 3.302.20907.33./.3 5.3/03. 02578  ..9.7.9.33.7.9073.9 /3.3/.9 08:..08:.::5 3. /. 508079.3//0138.3. .3-071:38 9/..7 5079.7.39029: .3 .3/908  %3.93.7 /07./.25:.88:.389.7.8:/. ..  -072:9: .3. 508079..3 :2:23.9 08:.9..25:.: -0-07.0.9.7.8889. /./.-:9784.3 205:9 5..3 .  .75.3 808:. 908 80:7:3..2.9. 80.3 20..5. 9...7.502-0/..3 .91.7   3/08./03.9:/. 93.33..3. 8.3 -.. 80-:. /2.399.3.9202-07.3509:3:20303. 8079.8:/.-:97 -:97902 90780-:99/.3:2:2/:3.989  3. 84.384.3.:203.203.3 84.9. 84. -07.3/.3.3508079.3 /03.5.9.5...3 80-.-.8:/...-:97 -:97902.7 /-.3.: /. 20.399.3. 5030.  3..3/0808:.3 8:9 203039:.:.33.7.908.9 /09.88 -.:2:/.7/.3 84. 425089.9 202-0/.3-.91  :3..3:39:2030-.-84.5030.38.  3.7 5 . . .3. /.3/3.302.8 .. /03./03. .3 /03.39.8:/. /2./11.30.2:3/02..7.3 /03..9.9.3/...380-..907 43897:8 /.3-03.7.25:.302.9. 3/4308. -.: 2.3 503:3.80/.7.3 .8 :8:884.9078939073.5.././.3-03..3-03.:.3.3802:..3  /.9/.3  393.3.39.93/.:/.3 80-.30/947.:.508079.8 /.7.93.7.9:.3 80-.7.3 :39: 20309. -0-07.9::2.5.3 /.0-203/.3 080:7:.3/::74084.8.7.:..3-07.7/.3-07.5.... :2:2  203:7:9 9047 .8..3.. /:.9.. 0/947.370.3 84.:.3 :8:83.

3 :/.9.947 .3/.7.2-.   /909 :.3  /.5.9.3 .5.3. ./.9.3 8:9 /..3 8:9 /..9047%3.3 -:97 902 .3.8-0.3 02-.3/. .9047 . /.9  $0/..947 .3 .-0.3 9/....3 /03.7.3 9/.3 907.75.3 -078.93./. 8..- 40 908900  .5.8  /8-  $090.9.2.3  /.8 -0..9.9. /. 0.3 /90:8:7 803. 89.3 84.-.3.7. 20307...2. /.3 507-.2908 908.3 -:97 902 .7 .3   /909 :.3 0.: 1.  /.9 /:3..3 9/.7. /.  /.3 .5.:.2  . $:.3:9.8  .9 /09.7.7 $0/.3 ..3 /90:8:7 803.3/.3  -:97 -:97 902 90780-:9 /0:..- 40 908900  .. 908 8008  .9.. /.: 8:9 /...9 /0:.: //745 /..3 2030-.5..3 :97 902 3 /. . 509:3: . /.88 39075709.3 :/.908:.  .7.9 09.3.9.3.9 /09. 8:9 /5.3/.2908 908.8 -0. $:.3 ..9 84.3 /.3 2030-.7..7 :2:23.2 84.9: ..3 0.2 908 907:9.3:9   -:97 902 /-:.3   -:97 902 /-:.5.5.8-0...8902 %3/...3.83.3.3 :7:1 !  .5 !  ^5^  !  %3/.9: 83.7.3 .9:..3. :7. 574547943 5745478  5745478.. /.2 908 908 .3:9.-. 90780-:9 907/. /0:. /.3:9..9..:..3 81.7 .3 . .3 .9 84..9 89.: //745 /.5. /0:.5.2.. 509:3: .8  .3    -:97 -:97 ../.3 -078.7.2 908 .: 1.7 :7.

..3 -078..3 508079. /-07 .81.9: 84.. 908 .3 .3 /909.- /..7.9203. /03. 502-0/. 908 .3 . 93 203.3 /.723.3.2 . /.39.9.3 /.3 .3/.. 1:38 84./..:.8 902   .3-.3843.508079./.908. :97 902 .25.3.908.850 .3 .3703/... 202-0/. /.5.39. 502-0/..3/08/.3    -:97 -:97 .7 808 5745478 .5.3-0702.8 39075709. 8:.3 .5 9/.3 .8 :97 902 .43.3 907. 3 8.3. /03.2-.      $.302..            8..7 . 502-0/. 902/8.8 902 :2:23..2 04254 9:  3/08 ..30.:39:203039:.8 84.3 -08.25:.. 080:7:.2908 907:9.88:.9 89..7.3 :7:1  83.33.908../9.!02-0/.25:.284.25:.3 /02.3907-.3.8.3 203.502-0/.3/. /. .:...3  02..9.947 5407  3/088723. /.3 -078.723..3.: 8:9 /.9.    !447 502-0/..3. 0.. .99/.3 9/.393/03. /03.981. 80.2.8508079.3:9.93.../.3 /.9184..3 507-0/.33.  3.7 . 3/08 /.3  -:97 -:97 902 90780-:9 /0:. /./.  03. .:.. 508079.3-0702.381.3 /::7 808:. /.3/.3 /02.8:9/5..502-0/.9:9::.947 202 /. .3-.3508079.3 90.3 04254 /.3 /.3 02-.3 84.7 /8..3 /:3. .20307.3 703/.3 0808:. 00  /. 90780-:9 907/..8 -0../.7.. -078. 202 /..25:.3 1:38 908 80.9.3.7 80/.30.3.399. 502-0/.- 8.--03.39.2 202-0/.83 2.3 -0702.83 04254  3/08 3 203:3:.91203:3:. /03.25:.3 /03.7.9: /.7.3:9. 502-0/.9 /:3.3  03. ..3   %.7. 84..3 .3 203:3:.3 02.::5 80/.5.5.73. 89.7 2.  3/08 /8723.91203:3:.7  ....39.3 .2 908 ....703/. 84.3 /.943 3/08/. 84.2 202-0/..5.8  /8-  $090.9088008 . . $.3 507-.2.3.508079.2 .

 :97 902 .5..3902.5.3-:.// %473/0 .3 -0-07.0.3:9..2 908 .. 809.3202503.3-.3 /.9.3 9075.7 90.7.:.5030-.9.2-./.8$47  .3 /.39.8.9:-..3907./897.....3 90.702:33. /03. 207:5.3 -078.7:#0.3438073/03.          079.3/03./.947.3  908900 203.3902 /.35.-:97 902 9079039:  8.3 8:/. 80-.  .3 -0:2 /.947 90780-:9 80:7.8:/.3  80/. .8.3.3 1:383.8.3./.3.3 .35.3 -.3 -09: :3.3 02:33..947 90780-:9 2.947 ./ . 907..8  0..3.908  $0-...3:9 . /03. . 207:5.-.5. 80.9 203.-3..7 503.8.3.3 :7.09/.947 5030./.8 07:9.3/897.7.389.0039  :38897.3-.5.8://03.3 14:8  /.3 /.9.3-. /.95.3/. /.3  #0.3 ...8 -0.0.389./..3.4.2. /.3 /.4  03.91  44/ :97 902 ....1.3 -078.9. 93/./.3..3 9039..3 /0:.. /..3 5.7 080:7:..7. 202/.502-0/.25.-078.3 -..0./.91  5943./03.3 /./.9 -071:38 /03.502-0/. /507-./-07.45943. ..3.90789:2:2.3 09/.3  90.3:7:1  897.3. 908900 203039:.947 !.8.-9.3 .3.9.5847  .-.3 ..5-:97902  $:...9. 9/.2-.303508079.9:.-9.3.947.3 1:383.3 -07..39/03.8854.389.9: /.91./..090290780-:9:39: 809.8.5:3..3 -078.7.3.:.8 503..7.3/.39084-091-039:2:950..3 -.780:7:508079.-. /897...4209/.947 .8:.2..9073.3  80/.7.3 /897../03.3 .3:9.8.5 /03.3-..3 847 908 207:5..  .3/2.3.3 -.908 .7. .8.9478073/03.3.39././5.9202-.3 90.30.947 /3.33.-.9 203.5 -:97 902 .9.38073/03.9.3 .-./03.3.. /897.9.5.-. .080.3 02:33.3 -.3/5.5.3.9.881:38/897./. .389. :97 902 .. .302503.9: 02:33.5030-.3..30..919::2. 5.9907..3847508079.947.5.: /.38.:.-./.3 70.3 5./03.3.3 ..3 .8 .-9.9 /5.390.-.9:203.9073. 202/..9 203. .3/. /03./03.34  !073.9:54. 8.3 .9.35072.3 8. 502-0/.3 .-..9073../03.3:9.3-.809./540/.3 907.7.7:50740.3.-. 02:33.80.7.354.5 -:97 902 9:  8.5.5 02:33..-. 908 908 .5 1:38 /897.. 0080.3 88. /5 40 908900  03././.

3/.3/03.25:.7.3.3.8 / .320.35072.9.3.03/07:3202-07.309.9475.3/03.55..3 - 00.3.78.7.5908 - 02.3.90789:8:8.. 02..:.3/03.3/.97-:9. .25:..3/:3.3-07. 02.280-:.3:8:8.7.9.. 0.3508079.9.384.0.2.3708543508079.390254707805079 .9.:903 903203. 249.384..3/..3-07../.9.3/2508079..2.080:7:..9073.3/::7 /.3 . 080.-.3907.:.3-07...9.25:.5509:3:908 - 97.2. 50309. .3:8:8.8 .-..:43805:8:8 - 50309.3-07.9.3 .3:8:8.390254707805079 :8:8.3/03.30248 0 02..380-.3  .390880.91.3/:3.2509:3:908 .203.2-908 .9..908 . 502.:.3. .25:.302.3:2:2:39:202.90789:8:8. 2070.03/07:3202/..3820908  1.3:2:2/.3:2:2/.9.039.3903./.. ..-03.//.25:.3/03.9.3-07.908 - 50309.3.//907. 503.31.3/8..3:.25:.///.9.3/03.309.203.3903.8908  .  .3039508079. 02.3 28.784.9./.2-908 1 502...25:..3.8 /.3-07.7.384.90789:2:2..3/80/.:.302.7.2203..3  :8:8.

3203.3-07.3507./.8.7..9. .3/03./.59089070-.:7.9.// - .3/03.384.83.9.30.9.9.3203..3/.908 :8:8.290858424947 / 0-..3  .947503003.3.. .3-07./.3 .580-:. 1:9:.9..3/2508079.

3-07..3 .380-.8:/.9:2.3/03.93.3.31472..9.84..30.80.5.3/.7.5030.:-.9./2.3508079.7. 503847...:93.902./:3.-:8/./3.3-.3/9..  3.3-.3-03.5030.:..399..3 ..9.9503:8.3.:80.384. 84.9:  3.508079.0/947.3:8:83..:..3080:7:.947...1.9047.88:.9.9 202-0/.3/.9.3/./..38:-89.7..8.-07. $4..5./.399.:/. 0-07:39:3.3 /03.3..91 3.8:/.3503:3.  $.8880.93..3-07.9 0.5030.25:...380-0:284..3...3.357385 57385 503::7.3.3/.7809038 8  /.3.380-../..8:/..2..8././9.88:..7802.5030.33./03.5030.91-071:38:39:20309.848 4.3.3.3:2:23.3.3.9:.380-.907/2.9472030-.7.384.3:39:20309.5..8.88:.8:/.50.3/.3 9/.9180735:.-07.380-.3   3.7.784.88 43897:8/2.3:8:8..90780-:9/..380-.7.9180735:. 507:/70.9/...8/..3 ./..882.8880..3:42509038907...:2:23.3  O 3.3#!! ..380-.  O 3./2.8884.39/..7.3:39:203.8884..7  $0/..703..3...9502-0.8.././.3/03..3802:.3509:3:..908/03.8:/.3 .30/947./...3.3$. - 2033.8 - 503.8880. 3.:.703/. .3 0.8884.33../9 .-07/.0.80..33.  O 3.5030.31472..3 80.8884..3 -..9.384.384.39..8:/.9:-07:5.907 43897:8 /./2.:39:/:.3903503:8. .3/03. 90780-:9/:3.9. 3.5030.320.3 84.380-.38.9:3897:203507.3:.93/03.88-.3 /.3.8./9.25:.3.9/9072.3/03.3.350309. 3.3 80-.3.88:.30.8 .25:.:.3:39:20.399.9038/2.9/:3.8.:.  3.91 .384..84.7.3/4308..:.5../..3.  !.2.7203:7:9 3.3/-:./3..3.2.8/2.: /:.3.88:.33.:2.7.9..58:.9.302./.5.: 42509038.91.984.9.9.3-07...84..8.3  .3/9.3808:.8 .8079. ./93./5079:3.3/2.38.9: -0-.8:/.5073.30/947.3 02.9:084..9/.284.8:/.390.

.79:84..4-.80-:.250.3:39:20.3/..91   #&$!#%&%$   02-:.3.90--071:389/. .20705708039.79:84.3705708039.8.3$.305./9 .84.8.9:/:..:.84.9. 8090./.02578 0257.

:5.     % #%&$   02-:. $. :7.8:.3034247-07.3/.5..3 /2.907/.5.:5:33/./. 8 884..3 .3.98 884...3.3/:.8.3/:..93.2-.2.384..3/.7.28 8-..39072.5.2-039:.2...3.947.8:.9./..3.3.

809079039:     % $ $  :9784.38.9..8.3 .9 907:9.9 84.503.3/.3.3.573853.:.3.::7.  8:.3203470884./. 80.3:7.908:9.35748039.3.3543.503..-.2-:9784.3/.2.9.7 80/.347..91/.3202-:.0907.9.9/.3:39:203039:.3..3 93.88-:9784.3-07/. /:3./.5.9.3.. 5.3.3-07:5....380-0:284.3.3907/.:3.3 84..33-.3.  !.. :2.3/:3.850439184. -039:84.     % &%#$   :3.3 /.3...8504391 3.-..3.-:./.3 472...9./.7.5-:9784./..93.88 /03.:.3..3 /.    &  472.3 :3..3 2:/..3.7:8/-:.8.9 08:9.80.3.5 !030.84.503:8.7.3 502.9..2.3.. . 9089079:8 507-:.8.35079.

 809../90.913.9.8.3/507.584.:../..380...9./:.25030.3 850..7.907 43897:8 -.7802./.3//..

-:/...3..3:3. /.-.

33.50/42.  . 5030..3  .5-:9784..35030.8.220.3809.3805079  8 8908   :7::2. .3/:3.507:2025078.2:8-.3 -.3503:3.3 -......3 503847.5..:.3   -:: 8:2-07 /.3/4308.

5-:9784.3/. 8..2.30 %0324/07.3-0-07..7.947/.98.907 503:8:3.3...8.-078..91  /.-0-07.80.380.907/.5.39.3.7..23.39035.5.3//..3:39:203.903.50303.907 .//8:8.9.32.805079:7:.7. 07/.7.3 203..2.:.947207:5.9:47..380-.5../03./.7.5.88-:9784.3903 -07/8:8.9/:3.39033  809.2.90324/07./.

50302-.2.8. 8.-07/.9...3 .703.7-0.3.7.3..-. 8.9-.503.3 20342039.5-:9784./...7.3:7::2 .5030.503:8..33..2.7.2539: 5.  -07.8.7././5078.35844 %0338.980. -078.809.

202507-.3/23.8.542039.7.7.32:.-07/. $09.

..380.20207:.3.  %035. ..9:/90./.8:..30207:5. -07/..3-:9784..8.-:9784.2./..2.7..9.5.38:.8.:39: 7303/8:8./.9:9032030.2.33./8:8/./90.3.3809.39033.907 43897:8  -..7802..7./.5-:9784.3.9/9:39.940349:8 $09.  507-.8..-078.2:3 002.7 508079.2.58.3/.3809.9:. .805079.9:-:9784.503:8.5-:9784.5. 8.

3:3.7.-:/..-.3.. 0-03..

3/90..-0-07.. ...3.7...50/42.340-0-07../-07.33..95030..3 /.350/42./.3/.:.3503.3..3503847.. 5030.  1472.3-:97 -:9784.5030.5.3.5.

95030.0 ' 5..:/.3202507-.3802:.3 507-.31472.88809. .3 80-.-:9784..39  $0.9.3/:.3/239./03.3.442... !.0-.442%/./.33.5..805079-07:9   3.5-07:93.9 202-.809..3  -0-07.88$0...907 .-.91 ..95030.:.3509:3:5038..3/2.39./:3./.32..9... 02:/..50302-../8..35.8.5030./.9/03.5030.8:/.3.5030.5.7.342039.:5. 2.7.38:35.3 805079:7: .3.5-:9784.5.84.9.5../.84.32025072:/.3:7::2 .57480/:750.31472.384.5-:9784..37907.3 7907.. .-..7-0./.25.3/..202-07..3/. 908507-:../. /507-.39:8.808:.8.3/.9. 472./.2.203:3. /-07..3.-.3503.9..7.8079.3..-07/.9.3/90.   07.9.3 5844  . !.8.90884...../..3503//.7.7.9.2020907.32.808:../.:..:39:2030.39:/.3.31472.5030..5030.75030..33.38. 472.5030./5078.33. 507:202507.3/90.8:/ ../.3...8..7:.7.. 995...8. !09:3:3.384.8.95030.5.88.3 02:/.7.503...7..5.5-:9784.7:39:203.3.33897:203343 908  .. .//.95030.1472.9.33.32:/.    !7480/:73..3/./.-0707..5...9/..3907907.:..3 7907./03.3.39/..907.384.803/7 803/7/ 9025.9.3.73..384.3 .5030.9079: .3 5.3203..2.21472.-:9784.7..:7.80..93.7.3 202-07.91 503:3.7907./../.809.95030..9.3-:9784./..88-:9784.9.33./0.9.90884.9   07.9..0 ' 5.2203.-.253202..

.

30-890 309. /08.

3.503//.

9.88 -:97 84.91 .7.3. :. 80...

73/.7.35.9.:.3..3  8.9.8-:9784.8!74/:.25.3.4-..5./.7.25.880-:.2-..   .3.9 203:3.3. /.708543/030  02:/..-:97 -:9784.3.20250740.3.3 80.3$25..3..9..8:2.384.8-:9784.9.54893.:708543/03 .3/:3.380-0:23.3/:3.3  .393.98/9:8../.9084-091/./03.90780-:9/50740/..8:.7    03... 904720303.25.942039/03.3203:3.9.73.3..3:93./03..890780-:9.9...3. 903.3.708543/03 $477./.3.3 :2..!.5.90780-:9/:...9..88.748419.4-.8 #:2:8...3202-.-03..37:2:8847708543/03 8477.3./03.3470.307.0    9:3/03.84./.3.3708543/030 8.3.83.380-03.8..9.0    9:3) )5.9.3/.3.-07:93 9:3847949..3..-0  9:38477.. .203.7..802:. 7..902.. 7.8:.   !.39.9.7 -.3./9.9.25. .5708543/03 .37:2:8847708543/03 8477.802:.3 3/.4-.0.0 ./9.880.3.9.3.9./03.3. .3-03.708543/030  02:/.748419.-:9784./.3.34247 .79./9.:84../:3.7.7.805079/2.8-:9784.3 80.88:/.3470.'...2.20.3:39:708543/035079.380-0:23.2.-0  9:3:39:708543/035079./.5.35078. 2039:3..34247 80..3 9.   9:3  . -:9784.7.8:.3          ..2.9./9.2. 7./.202-:9784. 90780-:98.-.-0  9:38477.0   '.89039. 7..89072.3 .  %07../9..25./03.9.3.:./9.9.8!74/:..2203039:.7.34247  /03. 7.90.3.83.708543/030  02:/.   ..0 /03../9.. ./.3$25.5-:9784.9039.-0   /.:39:203039:.8908 .708543/03 80.:.942039/03...   9:3) )5..9 :39:708543/030 8../54893 54893..3:93.89.3.9 .7/.73.90.83.84...-.7.3..:574808: .3.3:2.79.3 :2..3708543/030 8.3:93.3.3202-.3203:3..2..88 2039:3 93.:9/.9:8. :39:708543/00 8.9..9070-:9/:40  7.9 :39:708543/030 8.

203.8 -.3 77.9.3$25../    °¾¯ °@ ¾%% .3203.9.9...8/03.3.3$25.7:/..39039.33907   :3. 9.3.8 3/.3803.7.:9/.3./../80-:980-..-:9784.942039/03../03.3.3:9.37:2:8!#$ !#$      %0..-0 909..38.203:3.90780-:9 ..3203..38.5-:97 -:9784..88 . 7.8/03..34247/03.703/.507:/./. -8..32030.7.3:93.   0907. 502-:9.9.9.8/03.:-8./..3  .3.9.3438:9.. !#$      $008..9.3 203:3.8!74/:.7.-0 $47949.380907:83.. 03.3.2.7.7.:.202-:..73./9../9.38.8.-0 808:.5.....-.9....3 80-0:23..507:2034708-:9784. 7907.3.2..7:2:8470.3$25.-.8.0 2.3.-.3/50740/03.83.8:39:-:9784.3 &39:203025...3-.37907.:.3..942039/03.7...8!74/:.7..8/0...7.9:   91.. .8/03. 7907../83(   07/.3907.8!74/:.:.:../9.3 .28../9..31:38 !#$ 5.3./.203:3.31:38!#$ 5.84.942039 /03./80-:980-.7843    09.3  77.3..:-8.31:38!#$ 5.8..3..7..3./.3.37:2:8470.7.33....8-:9784.. .9..502-.0   039::2:2:38!#$  !#$  77../9..3.77.7..3438:9.3.33./9.80-./9...9: -.9.3470.9.8/03.3803..3    &39:-:97  /..3/50740708543/03   07:9. .3203:3.0/-.580-.:..38.3.507:/470884.-09079039: 03../9../9.8/. $0.3 203:3...3 /03.3202-:9.:808:/./80/./9.84..3.3.::5203/7.3./ 7907.3././.   /.8.37:2:8.-.35.8.90780-:9 .3.-0  /03..37907./9.748419.3.3$25.3-..8/03.37:2:8470....7././..3.2.3...31:38!0./9.83.34247  /.-:97  .8/50740/03.8!74/:.-0 ..9.90825:.2.38090..9 42039/03./9.3/..3/3   .7.

5.:.8.7/.3.8703.   ::8:2-07 03.3 /..9.7:83.3 3 .9.3/2..9..3 9::..:8.3 /.3 0/.390780-:9 793.320309..3 203.9..8:/.3 3:5 2.3.9..3 907/0391./544-.3  .3-.3 20.. . 9::...9..502-0.3203.33:550. :39: 2030.2-/./.38:/.90789908.3 :7: 20309..340 :7:2.: 20.8. /.7.: 9::..380-0:23.7.9.80-.3 5747.5./0..  .3 90780-:9..!03:8:3.223:..3.9.°¾¯ °-°@ ¾%%  Z_`^aWZ`W_`  :  -527:382: . .5.9.7   !747.:8.3 2..:!!.5 47.3 503.38.3.  O .8-::8:2-07.3 503.88 /4:203 3  .7 8:5... :7:.-:8.9.3 0.. ° f½f°©f°½ °ff°ff©f° ¾ $09..50.3/. /8.:05:9:8.5..3.2 908 1472./7:2:8.7.2809.907 .3.3.: 203:8:3 80-:.390780-:9  $0.7:8/9025:80:2.7:8 8..350..9.3.3 ..3 80.2:7:3././.3 33 /. 8:/.3. :7:3..3 70350 .3.384.3 8.950 :7:.3 03.2 20302-.3.25.3.3503:8:3.7./.3 .9 /04254.30.3  03... .91  908 /.3.9.:. 20.7 .3   !07.:0/.:8.3/:3.38.9!03.3 0.3.350.:-:.350.9:9079039: .3203..8 7:.25.: 8008 &39:038 038908390.9....7.3. 908 .30..3 #! .3 -.:.:0:.3 8.3/.9:9079039: 7:.3%03%08 .5..!0.3.2-40:7:/804. .2.3.:7. 908 90780-:9 202 ..3 .3 503.3/.:.2502-0.7.3 .91  908 8:2. .3 203.8 -0.8.3.05:9:8.907.3-0. 8047.7.8..5.:5:3-::50.907 50.9/. 2.9:.3 . °–f°f¾¾ ¯ ° ¯ ° $090.5/03.7.388.3/.-07:9 O .3./.3.2030.:80208907.-::8:2-07.5.:.32.9.-:8 %::..3489  908 503025.9.9.3..//4:2033.32003.../.8503.7. /03../.7.9:.:2:29::.7.35.5../4:203 /40203 4:203..  !!..3..5...

: 2.9203..03/.7 /.9 :7:  :7: 803/7 .3507. :7: 207:5.8.9/.3.50./.. 93..8.9:0. .3/.  -./.2 8 8 907/.7  %02.907..931472.9:  :2.8 /.5.5.384.  03....5.9./.03/.7:8 202 .2.7. /.. 90.5.3 84..91 8.39::.5.  ..3 9.9.8.3 /4:203 49039 .3 2.9908/03.:03.97.88 .:39:203:884..7  :: .9.333/:3.3808:.8./.8  O .5  3/.9 /:.3..3  :7::2.3 203. ..:2..203.3804. -07-0/.9908 /.8  4.3 /.9..03/.7:7: :7: .3-.3202:.1472.947.350/42.9 203.3 3.3908/.84.3 4254303 42543032.7.7.3-0750/4205. 84.2./908 03.3 84.32.8..38 8..97  O ¯½° ° °f¾¯ °nf½f¾½    038804.2 503:8:3.. 203./03.340 503:884.7 .. 3.5  .9: 4254303 /0399. °– ¯ f°–f°¾ ¾ 8 8.9.203.9 /. 84. 4254303 :9.8 8 3503:884.:5:3 ..:5:3503:884.8-0.3 2.:  %3. ..3 /-:.2.5.9. 203.9.3/.3 70.90.984.3 /.. 03/.3 /8:..:207.9203:8:3507.3..3. O ¯½° °¯f½f°– f¯ °nf½f f   4254303..:5.32:/.  .907 50.3 /.9 0/. 03.3/.7:8/:3.

43805.

3..544-.8.

  424784.8.90784.3  !442. .8:-544-.  039:84..

.7 .. 9079039:  07:9 3 . 0/:.7:8 /:.9:7.5.3.-:8.3 -07.9:7..: .3507:/:9 .9.3    09075....3.8. 20303.3 8:/.384.907 9: ./.9 7.3 2.503:8./.3 203:3.9.3/.3 203:95 ...3 -.7  .. 3 907.9.3. 40 88. .5.5.320325:.-039:84.3.9 .78 8....947 .3 :8:8 .35.  ..   &7038 ..3 ..: 203.2 809. . :39:2034390. 507: /7:2:8.7.3./ .9 /. .:202.3.5 28.8.. 2030-:9.91 8 8 9/...380.3.2. 207:5.7 .: :39: 802:.2.3 50393 84.3 8 8 503.90750. 1472.3.9. 904798 2:9.3.: 93.5..2-/.07.9..8:/3.3.9:7..9. 2..3 2023.3 .3 -.. .38:3 .  9:7.3 ./.8.8 -0. 84.3/. .8.4394 2039:3 203:7. .8 8/-:.3 /5 /.78.3 207:5. 0507:./:.7907.9.2 03.3:9..9. °¾¾f $090.3 90.:  O .: 2.9: 544 -.9. 544 -.:  .8 -:.3509:3:.7 -::  .3..3  . .703.39075.5.3 84..9.3 503:8.9.947 ..3/.8:/3.784.3 202-07.3 .9:7.7..9:207:5.20/:5./.3544-.7.947 .3 :.8.3544 -.    .7 8.3503/.: :39: 038 84.8.3 -07-09 -09  ..7:8 /507.3   #00...7:8/507..8./.2  .-07.39:2.3/.3.9 .5 3/.7:8 /507.907 .2-.9 203:7./.9.9 0.207:5.907.3 8.2203:884.5.2..3 . 503:8.3-.384.3:2:2503:8.3 -07..   :3..3 .3/..7 .8./.9.3 3/.9: . .:809025.907.3 80.3 -....384..3 /-:.98.3  2030.3 .3 ..9..9 /03.3 4391 .:2.:. .  -.7:8 207:5.:./.3:39:20250.3. .3 203/4743 88.907 .3..-::   ..382.   4393:9.3/507:.9. 3/.9.3.3 .-07:93..:50/42.: 0- 544 -..983 -09: .8 -0.9.:5:3. /50.3 .7:8 202 0907.250.3/:7.7:8 80507 9:  !03:8:3 8 8 /.. /5.3  9:7./... /7:2:8.3. . :.3 907/.3-039::7.3 .9. .2 502-:.3 908  . 038 84.3207:5.7 80-0:23.3.3 2:/.3 .7..3 -.3.: 9::./.3 :2:2  .3 4254303 4254303 /.9:8 8/.8.. .:202-:.203:884.3/. .. .3503:8.3808047.8.7:8207:5..9:  .3././.3 81..3 2. /./.544-.: 2..9:7.9.9/:3.384..5..3 /.-0-07.8. 4254303 90780-:9 808:.93.9: .. .39./.3 503:8.8.3 8:.2 :.3503/..3 80-:9.8.393/.3/.3 .22022.: .9:7.5../.3 84.3  .3 202 2:9: .3 .3 .3.389:/. 90780-:9 . .3 33 /:3.

5.::39:802:..-.7:8203.3907::7   ././..380500   3/.../7:2:8.9/.9.303/.90780-:9.  .:7.3-./.8.3.8/..7:8203:3./. &39:84.    f½¾ff¾¯ °––°ff° ff¾ff°–¾ ¾f °–f°f f ff¾f° ° ¾f    ff¾ff°– –°ff°f¾¯°f€ ¾ °––f¯ f ¯ °– ¾¾f    f°–f°¯ °––°ff° ff¾ff°– f¾  ¯½f ©f¾fff° –°ff°° f ff° ff°f¾°f    9f° ©ff f° ©f°–f° ¯ °–f°– ff ff €f¾  f°– f° ¯ ½ff° ¾f  ¾ff° ½ °– f°  .8/.9..805079/..03884.390.3 .7:80. .907   ¯¾f°¾ff¾¾ ¾f °–f°° f   9 °– nf¾ €°–¾ ©f°–f° f ff°¾ff°f    f½¾ff¾¯ ¯½°f¾f©ff f°f°– °fff½f°– °f  4397:8         9¾ff¾ ¯¾f°¾ nff –f¾ f°© f¾  ¯¾f°½¾f f°½f°©ff f°f¾¯ ½ff°½ f°ff°f°– ½ f°¾f©f  9¾f©f°–f°¯ ¯ ½ °© ff©ff f°f°– °f  9¾f©f°–f°¯ °–f° °–½ °fff°f°– ¾€f° –f€–f° f  9f°©ff f°f¾¯– ° f°–¾ °©f f¾ –¯f   9f°©f°–¯¾f°½f°©ff f°f¾ f€¾f¯f  9f°©ff f°©f°–f°¯ °–f° °–½ f°ff°  9f° ©ff f° f°–  ° f°–f ff f f¾ ¾¾°  f¾ff° f° ¾f  n°f°ff°–f ¾ ff°–¾f°f    f¯ f –f€ f   f–f¯ f°¾ © °¾°ff°–  f½f½f f¾ff¾© f¾ f° €°–¾    ¾f©f°–f° –f°°–½f f©ff f°¾f¾ ¯°f  .39:3.3.30-07....3203.39.3..3   !4484..947.3/.9:84.7.3.7.3.3/.33:5.3-07.3.3.-../.7./..3  #:2:8.3.:.3 .503884.9..:50739..380.9.-.3-:9784.503:884./.9.9.8.84.. $4.9:7..7:8/7:2:8.90.7.8 809.3:7.202 .3  .:7:.9.3203:39:9.7.:5.84..5./::7..3   3/.9.38:.30.8 $0.384...202-078.

9908.3.3/.5.3 9/.38.5.850/.3/03..8./507-.3 /:/0 -./.  O D©n ff½f°–f° $090.9./.5.3/7.3/ . 8 8 /.40 803/7 2.7 .3  :.3 2. .2 8. .3.3/..3.3 042543.02578 .:042543.7:8/507-.3.3 /.7..7.85090780-:9  O ...3-.88-:9784.8  2./  $4. -07:93..203./.950/42.  .75079./..3/.7.  :./507. 05. -.9/9.3.3/.33. 907/./7:2:8.3. : .0 '  5.88203.3 /03..9: 7:2:8.3-.9.9:7.3 -0750/42.3.9.902-.2 038.3 -.3 84.5. /.:.3.8 . f¾f $090.5.4-.84.3. /92-.3 /:.:5:3 40 47.3 05.8:/3.703. -0-07.3 .30/.2..8890880.3/-.3.8  O °f¾¾f¾©n f%f°f¾ ¯½¾% .88 02578 202:33.3.080:7:.3  O  ¾ f°½ ff°f°–¾f .3 .90780-:9/70.80:7: 84..  03:3.. .9 9.8802-.8880..984.3-07-. 84.35.9:3.3.3503847.187. 3/. 84./47.  :./. 8004254 88.3.9.:  O 9  f°ff°°¯ ° ./03..... 805079.808:.3 /-.38. 84.:  033/.-. 84. ..3 84./03.8.3202-:.  & .30-:.04254.4-.:.30.:5. .3.9:/07.8 ../:7. O °f¾¾f¾°f . /.88 02:/.9509:3:.390...3.3/.3. .9.3 503:8..5. ./.3 /9.390.3 84.3 8090.:. 84.3./.3.8./..84.7 -07/. 90780-:9 .8  O  ¾¾f .8/. 84. 442 %  2.8-.3.. .4-. 3 /. 808:../. .3...:.3-.7203:3. 84..

3.:./3 :801:31472. 907.9072.2 502.:.3  .3-...8.380070  203..3 /7./.3203. 0..3908507:202507.38./.3 .:..0.5.-..2-.3/.7.32094/0502-0.9:.30/..3.3780.3 /:3.03307  O 9 ¯f°€fff°f¾ ..3 .5:39:/:3. .8.8.3 847.8-07.9::..30.380.7 793.:503.3 .8.2./03..9.3:.3/.9:..399.09.9503....33...203/039.8.7 .7.-07:7:9...3-.3 8:.8 908 .$090.:.9.07.3574808 203.3.30.5..8203::78:/.:/03.9:3.3 503.39.48/.502-0.9. 502.08 793.9.390780-:9  $0.88.30.3/.7 84.35747. %0574..880-.73.3 .7...23..3 20250740 /.3 507: /507./...3.7.....919.7.3 %035034.8.808:..3203.3.3     ¯f½ ¾ f ff¯¾ff°–f° 9 °–ff¾f° ° ¾f°–f° °– . /70..3 .08841/030.3.7.9.:..703.9.3 -0-07.3.3..843...574808503039:..9::.3$. /..908 9:803/7 :39:..2.3.250.2.9../.33..93 4-9.7.0.3  .9.3  43805!03.3/574.31.0.9105:9:8.9/58.3.:.0--0781../.33.38.5.2 /  203/0138.7203././03..3907.7 -03.9089:/./..9.8://.3.9.9:8.39:3:..8.9::.3  !03039:.8 /.5.3203.87.3...7-./ 03:7:9$9:110-0.3 203.30..8207:5.-03..3574808 -0.250../.390780-:9/...3  .0..:.8 908  .8. 03::70--081. 8..9..91  '.8./.3 0.5 :39: /507-. -07:93. 84.91 80/.3/.3.3203:3..9:.7.2.9.79 503.3-07..9..:.5./..3-0781.0.9073.33 .:.8..5.3.:.8207:5./03.:2:247.9./..7:8 /.: 8473  .31.7  %07.:.33.3 .-8.8.7. ...3.3 .3203::7/./.2425:907 8.3908.. 908 /.2..2 8473  -8.3  [Z_W\bSaS_ 03:7:9503079.. !03::7.8.390805.331472. 8090..9.2. .:.3502-0..3397:2038.3/..9/8.943.39::.7:8/507.380.9073.3.3/..9 :.502-07.3.3  O 9 f¾f°ff° ¾ $090.9.3-079/0. 5034.3.907.3..907/./.9.8./03.38.390.:39:207:2:8..3..3-07:3.3 43 .79/.943147:/3/0.7907.

7307 90.399..3.8-0.3.. :.:2.2..// !03.73.:2.7:820309.8.-5079.3 -.9.3 80-.50-0..33.8-0.9./.3 508079...3-07.2.3.3.3.8502-0.:80.3508079.380.3 42509038 7. /.7.91 5073.3.7.//.3.:0907..9190780-:9  !03.3574808503.7508079.:503039:..7.3..920309.:57089...9.:.: 2.39039.8..9.. !03::7.3-07-.9.2.7.3 ..:.:80.399./.7 :7:  /..5.:....5.9..9-07:5.8.!03.8503.91/.3....880882039 .3503:3..3 !03.3.302..33..8-0.89039.33.78047. .3 -07:-:3.3.5.3/..3203./..:..7.3.203079-./.3/03.75.5..3 :39:2025074031472.25:.2025072.// ..9..9.390.50307..390..3./.5..91 -07:5../.503.7.9503...3./..7 0. 9::.

3.8.7.33897:843.5.3.33.. %3.9..   .9.3.:9::..9503../.3 42509038.5./..9/./.3/03.70.70.42509038/..7.3502-0.9.39: /.9/3.3/04..3502-0.5.5.390.9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->