MAGANG PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

I. PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang

Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai sebuah Perguruan Tinggi memiliki misi untuk menciptakan lulusan yang berkompetensi, memiliki keunggulan kompetitif, lembaga pendidikan yang berperan dalam pembinaan kepribadian dan mental manusia yang mengarah pada peningkatan daya pikir manusia dan penguasaan ilmu dan teknologi. Untuk menghadapi hal tersebut maka diadakan kegiatan magang mahasiswa yang bersifat intrakurikuler.

Kegiatan magang mahasiswa ini merupakan sarana bagi mahasiswa pertanian untuk dapat menerapkan teori-teori yang didapatkan selama di bangku perkuliahan dan juga sebagai pengalaman kerja yang dapat melatih mahasiswa untuk menemukan masalah-masalah yang dihadapai di lapang dan mencari jalan pemecahannya. Selama berlangsungnya kegiatan magang ini, peserta magang tidak membatasi aktivitasnya berdasarkan latar belakang disiplin ilmunya. Ini dimaksudkan untuk membiasakan mahasiswa untuk bekerjasama dalam sebuah tim, baik antar sesama peserta maupun dengan staf di institusi mitra dengan latar belakang ilmu yang berbeda.

Dengan diciptakan pola seperti ini diharapkan mahasiswa akan terbiasa untuk mampu beradaptasi di lingkungan baru, dan mengurangi egoisme bahkan organisasi yang dilatar belakangi disiplin ilmu berbeda. Kegiatan magang ini juga dirancang agar mahasiswa bisa mempraktikkan dan mendalami setiap aktivitas di unit-unit kegiatan usaha di institusi mitra.

Perkebunan kelapa sawit saat ini merupakan salah satu bidang usaha yang sangat berprospek tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di berbagai lokasi di tanah air, khususnya daerah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Kelapa sawit merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produksi seperti, minyak goreng, margarine, bahan industri tekstil, farmasi, kosmetika, sabun, gliserin, sepatu boot, dan sebagainya.

Perkebunan Sinar Mas sebagai perusahaan hulu hilir kelapa sawit termasuk salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidangnya. Perusahaan ini telah memiliki cukup banyak anak perusahaan, sehingga menyebabkan perusahaan ini maju dan berkembang menjadi perusahaan multi agrobisnis. Dengan prospek perusahaan yang demikian, diharapkan dalam kegiatan magang ini dapat memperoleh ilmu dari dunia perkebunan kelapa sawit.

PT. Sumber Indah Perkasa (SIP) merupakan salah satu anak perusahaan dari Sinar Mas Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Bidang kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan budidaya dan pengolahan bahan mentah menjadi setengah jadi. Perusahaan ini terbagi menjadi lima Estate yaitu Sungai Buaya Estate (SBYE), Sungai Merah Estate (SMRE), Mesuji Estate (MSJA), Gedung Aji Baru Estate (GABA), dan Gedung Aji Lama Estate (GALA).

B. Tujuan Magang

Tujuan umum kegiatan magang mahasiswa ini antara lain :

1. Merupakan upaya penyelarasan antara status pencapaian pembelajaran di kampus dengan dinamika perkembangan kegiatan usaha di sektor pertanian.

2. Strategi peningkatan kompetensi lulusan, kegiatan magang mahasiswa sebagai usaha mendapatkan lulusan yang mempunyai kesiapan mental dan memiliki bekal pengetahuan yang cukup. 3. Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat setelah lulus. 4. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan sikap yang berharga dengan mengenali kegiatan-kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang pertanian secara luas. 5. Mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yaitu secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidang pertanian. 6. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi swasta, perusahaan dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tujuan khusus kegiatan magang ini adalah untuk meningkatkan pemahaman antara teori dan aplikasi lapangan mengenai budidaya, pengelolaan pasca panen dan pemasaran produkproduk hasil olahan kelapa sawit. Selain itu, melalui kegiatan magang ini mahasiswa akan memperoleh ketrampilan dan pengalaman kerja dalam merumuskan dan memecahkan permasalahan yang ada di institusi mitra.

Melalui kegiatan ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan aspek-aspek yang berkaitan dengan pengembangan sikap dan dapat melatih kepekaan mengidentifikasi permasalahan dan mencari alternatif solusi melalui pendekatan lintas disiplin ilmu guna meningkatkan kemampuan intelektualnya.

3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan magang mahasiswa ini dilaksanakan di Mesuji Estate, PT Sumber Indah Perkasa, Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dari tanggal 20 Januari – 29 Februari 2008.

II. ISI
A. Profil Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa, Lampung

Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa terletak di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Wilayah kebun Mesuji Estate terletak di Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Simpang Pematang. Mesuji Estate memiliki wilayah 9 desa dengan luas areal sebesar 5.205,875 Ha areal perkebunan. Yang terdiri dari 2 rayon dan 6 divisi. Luas areal rayon 1 Mesuji Estate adalah 2257,7 Ha dan rayon 2 Mesuji Estate memilik luas 2948,2 Ha sedangkan luas masing-masing divisi adalah :

Rayon I (Askep Erickson Bernard Simarmata)

-

Divisi 1

: Brabasan

(565,5 Ha)

-

Divisi 2

: Mekar Sari

(737,5 Ha)

-

Divisi 5

: Margo Rahayu

(313,3 Ha)

-

Divisi 6

: Wiro Bangun (277,5 Ha)

-

Divisi 6

: Harapan Jaya

(384,4 Ha)

Rayon II (Askep Arief Tri Handoko)

-

Divisi 1

: Gedung Ram (600,75 Ha)

4. Fungsi EM : 1.5 Ha) Estate Manager Struktur Organisasi Mesuji Estate Jabatan dan Pekerjaan Estate Manager (EM) Merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah estate. Bertanggung jawab penuh terhadap estate yang dipimpinnya. Memeriksa dan menyetujui anggaran yang dibuat oleh asisten kepala dan asisten divisi. 2. Asisten Kepala (ASKEP) . EM membawahi satu kebun yang terdiri dari beberapa rayon dan divisi. 5. Mengawasi dan memeriksa kegiatan administrasi dan operasional kebun yang telah diinstruksikan.5 Ha) - Divisi 4 : Harapan Mukti (574 Ha) - Divisi 4 : Tanjung Sari (925. Melakukan kebijakan dari RC. EM bertanggung jawab penuh terhadap RC (Regional Controller) mengenai kondisi kebunnya.- Divisi 3 : Bujung Buring (827. EM merupakan pimpinan tertinggi di kebun tersebut. 3. Memberikan petunjuk teknis dan non teknis terhadap asisten kepala dan asisten divisi.

membuat . Kepala Tata Usaha / Kasie Membantu estate manager dalam hal pengelolaan administrasi estate. Memeriksa rencana dan aktualisasi rencana kerja tahunan/rencana kerja bulanan yang dibuat oleh asisten divisi.Jabatan dibawah estate manager. Memeriksa dan menyetujui reservasi yang dibuat oleh asisten. Memberikan petunjuk kepada asisten baik dalam kegiatan teknis maupun kegiatan non teknis. keuangan dan kepersonaliaan estate. 2. Tugas askep adalah : 1. 1. kehadiran karyawan baik SKU maupun BHL. 3. 2. dimana Askep membawahi satu rayon. 7. Di Mesuji Estate terdiri dari 2 rayon yaitu rayon barat dan rayon timur. Melakukan pengawasan administrasi pada masing-masing divisi yang dipimpinnya dan melakukan pengawasan langsung di lapangan. 1. 6. Mengelola SDM serta fasilitas divisi secara efektif dan efisien. 4. Bertanggung jawab terhadap rayon yang dipimpinnya. Asisten Divisi Bertanggung jawab terhadap EM dan Askep terhadap divisinya. Memimpin lingkaran pagi. Memeriksa dan menandatangani lembur karyawan. Memeriksa BKM. 4. Mengatur pemakaian budget/anggaran biaya divisi secara efisien dan efektif. Membantu dan memeriksa rencana anggaran kerja bulanan. triwulan dan tahunan. 5. Melaksanakan tugas administrasi dan operasional di divisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tugas asisten divisi adalah : 1. 3. Membuat reservasi/bon permintaan barang sesuai kebutuhan di lapangan.

dongkel anak kayu.permintaan pembelian berdasarkan permintaan dari asisten. Krani Panen . dan memeriksa untuk pembayaran upah SKU dan BHL. 2. Buku Kegiatan Mandor (BKM). 2. Input data berdasarkan Buku Kegiatan Mandor (BKM). Krani Divisi Tugas Krani Divisi adalah : 1. 3. membuat PO atau STO untuk permintaan barang ke unit lain. Mandor Pekerjaan utama mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab atas terlaksananya pekerjaan yang menjadi pengawasannya. mengkoordinir anggota regunya untuk melakukan kegiatan panen kelapa sawit dan pengendalian aspek lingkungan di lapangan. Bertugas membantu asisten divisi dalam administrasi divisi. merekap PDO yag dibuat asisten. 1. 3. Mandor 1. Stock barang divisi. Mandor perawatan. membantu asisten dalam hal supervisi dan pengkoordinasian pekerjaan rutin. posting data jurnal atau voucher. Membuat laporan monitoring produksi dan perawatan. bertanggung jawab dalam supervisi kegiatan di luar kegiatan produksi seperti semprot pasar pikul dan piringan. merupakan koordinator mandor lapangan. Input payroll. Mengarsipkan Rencana Kegiatan Harian (RKH). Mandor tersebut terdiri dari : 1. Mandor panen. 1. tunas pokok dan rawat jalan. pemupukan. daftar upah BHL/SKU dan kegiatan administrasi lainya. Buku Potong Buah (BPB) dan Buku Kutib Brondol (BKB). 4. 5. 1.

jumlah hasil panen dan denda. mengisi surat pengantar buah (SPB) ke PKS dan membuat laporan pengiriman TBS sesuai hasil SPB dan kartu timbang dari PKS. Krani Transport Melakukan koordinasi dan pengawasan transport TBS di TPH guna terangkut ke PKS. Karyawan Merupakan semua orang yang terlibat dan terikat secara resmi dalam suatu hubungan kerja dengan perusahaan. Pengisian data secara detail tahun tanam. Tugas yang dilaksanakan mengisi buku potong buah sesuai hasil panen masing-masing pekerja. Karyawan non staf terikat dalam perjanjian kerja atau SKU. Menandatangani buku potong buah dan membuat SPB.Merupakan pembantu asisten divisi dalam kegiatan produksi. yang dibagi atas staff dan non staf. Krani Transport berkewajiban dan memastikan TBS yang terpanen hari itu terangkut semua dan sesegera mungkin dikirim ke PKS. 1. Keadaan Sumber Daya Manusia Keadaan sumber daya manusia di kebun MSJA ESTATE pada umumnya terdiri dari: 1. TPH. 1. blok. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan. Buruh Harian Lepas (BHL) .

75 Ha. blok D3 seluas 18 Ha.Yaitu karyawan tidak tetap dan tidak memiliki ikatan kontrak dengan perusahaan yang umumnya berasal dari perkampungan di sekitar kebun dan karyawan yang ada didalam kebun. Tahun tanam tersebut terbagi atas beberapa blok.75 Ha. Staff Yaitu orang yang memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan perkebunan. blok B1 seluas 21 Ha. 1. Tahun tanam 96 ada 13 blok terdiri dari blok C2 seluas 30 Ha. Profil Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan Divisi 1 Desa Brabasan terbagi atas tiga tahun tanam kelapa sawit yaitu tahun tanam 95.25 Ha. Mereka umumnya berasal dari daerah sekitar kebun dan pendidikan mereka rata-rata tamatan SMP dan SMU. blok D5 . tahun tanam 99. Luas keseluruhan tahun tanam 95 adalah 149. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan. blok D4 seluas 18 Ha. 1. blok A2 seluas 13. blok D2 seluas 18 Ha. blok B2 seluas 32 Ha. Sistem pengupahan disesuaikan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi). tahun tanam 96.50 Ha. Karyawan SKU Yaitu karyawan yang mempunyai ikatan hubungan kerja dengan perusahaan. Tahun tanam 95 ada 6 blok terdiri dari blok A1 seluas 17. blok C3 seluas 30 Ha. Pendidikan pada umumnya adalah sarjana (strata 1). blok B3 seluas 32 Ha dan blok C1 seluas 34 Ha. juga sudah dibekali dengan berbagai pelatihan dan training dari perusahaan. blok D1 seluas 24.

Estate Manajer 2.seluas 18 Ha.2 seluas 30 Ha dan blok F3 seluas 48 Ha. Mandor Panen : Tasnim. Guntoro : Haryono.5 Ha. Krani Divisi : Bandi. blok F2. blok F1. Marsahid : Riyadi. Krani Transport 8.1 seluas 28 Ha.75 Ha. Krani Panen 9. Luas keseluruhan tahun tanam 99 adalah 159 Ha. Burhanudin. blok D7 seluas 18 Ha.1 seluas 25 Ha. blok E2 seluas 20 Ha. Luas tanaman kelapa sawit Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan. Panuju. blok F2. Tahun tanam 99 ada 5 blok terdiri dari blok F1. blok E1 seluas 24 Ha. Luas keseluruhan tahun tanam 96 adalah 256. Timan 6. blok D6 seluas 18 Ha. Kecamatan Tanjung Raya. Mandor 1 : Herman Teguh Wibowo : Erickson Bernard Simarmata : Hardin Hamdan Daulay : Karsun 5. blok E3 seluas 10 Ha dan blok E4 seluas 10 Ha. Mandor Perawatan 7. Asisten Kepala 3.2 seluas 28 Ha. Kabupaten Tulang Bawang adalah 565. Asisten Divisi 4. Jabatan dan pekerja yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan : 1. Puji Haryanto : Rohmadin Batas-batas Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan :    Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur : Desa Gedung Ram : Desa Simpang Pematang : Desa Talang Gunung .

Memimpin check roll pagi (Lingkaran pagi) Lingkaran pagi merupakan kegiatan yang pertama kali harus dilakukan seorang asisten divisi dan mandor I untuk memimpin jalannya evaluasi hasil kerja hari kemarin dan mengkoordinasikan pekerjaan yang akan dikerjakan hari itu kepada mandor panen. Jenis Kegiatan yang Dilakukan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama magang di Mesuji Estate PT. Sebelah Barat : Desa Mekarsari Inventarisasi yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Brabasan :         Almari Meja Kalkulator Kursi White Board : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 3 buah : 1 buah Radio Panggil (HT) Trisula : 5 buah Tangki semprot (Kap) : 4 buah B. sehingga jalannya suatu kegiatan dapat terkontrol dengan baik dan pekerjaan berjalan lancar. 1. mandor . Managerial Merupakan kegiatan untuk mengkoordinasi setiap jenis kegiatan atau pekerjaan kepada seluruh komponen yang terlibat dalam setiap kegiatan tersebut. Sumber Indah Perkasa dari tanggal 20 Januari 2008 – 29 Februari 2008 adalah sebagai berikut : 1.

dan krani transport.15 WIB selama hari kerja pada kantor divisi. Apabila di luar lingkungan kerja kita harus menjaga rasa kekeluargaan dan kebersamaan sehingga tercipta suasana yang harmonis. Apabila terjadi suatu kesalahan dalam pekerjaan maka mereka wajib memberi teguran dan menjelaskan cara yang benar dalam melakukan pekerjaan itu. prestasi kerja yang dicapai. Hubungan sosial ke masyarakat sekitar kebun Dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan asisten dan semua mandor dan krani panen harus selalu bersikap tegas dengan semua pekerja walaupun yang ditemui itu adalah tetangga sendiri atau saudara sendiri. semua mandor dan krani. 1. melaksanakan instruksi kerja hari ini terlaksana dengan baik. Estate Manager maupun oleh pimpinan tertinggi lainnya. dan mengetahui dan menyelesaikan berbagai kendala di lapangan. Pada kegiatan ini asisten divisi menyampaikan instruksi yang diberikan oleh atasan baik oleh Asisten Kepala. Pengawasan pekerjaan lapangan Pengawasan pekerjaan di lapangan dilakukan oleh semua asisten. kemudian dilanjutkan dengan absensi karyawan serta pembagian tenaga dan penjelasan kegiatan yang akan dilakukan. maka dalam lingkungan kerja pun akan selalu terjaga keharmonisan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari mulai pukul 05.perawatan. karani panen. Pada lingkaran pagi juga dilakukan evaluasi hasil kerja hari sebelumnya. . mendengar masalah-masalah yang mandor hadapi di lapangan dan memberikan masukan serta penjelasan tentang pekerjaan yang akan dilakukan. 1. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kerja dan jumlah tenaga yang dibutuhkan. Dengan terciptanya suasana demikian. memastikan jam kerja efektif. Pengawasan meliputi. kendala yang ditemui di lapangan.

Atasan. 1. Program kerja divisi (PKD) Program kerja divisi ini dibuat oleh asisten divisi setiap tahunnya setelah ada budget yang ditetapkan. EM. meliputi : 1. 1. koordinasi yang baik melaluin proses interaksi dan komunikasi yang efektif sehingga tidak menimbulkan suatu ambigu atau kerancuan. Laporan ini berisi mengenai semua jenis kegiatan yang direncanakan selama 1 tahun anggaran yang dibuat pada akhir tahun dan harus mendapatkan persetujuan Askep. 2. yaitu jumlah HK.sehingga akan menimbulkan semangat kerja yang berujung pada prestasi kerja yang memuaskan dan minimalnya konflik yang terjadi. Permintaan dana operasional (PDO) Dibuat oleh asisten divisi yang didasarkan atas rencana kerja bulanan (RKB). Dengan adanya koordinasi ini maka akan meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan penyampaian informasi. . Administrasi Divisi Administrasi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan surat-surat yang mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan. penggunaan barang. produksi dan perawatan tanaman. Beberapa laporan yang ada dan dikerjakan di kantor divisi. dan RC. Koordinasi dengan Rekan Sejawat. Laporan ini terbagi atas 4 bagian. dan Bawahan Koordinasi sangat perlu dilakukan sebab akan mendukung kesesuaian komunikasi yang berasal dari atasan hingga bawahan.

Didalamnya juga berisi tentang: nama karyawan. jenis kegiatan. upah (satuan dan total). prestasi kerja. RKH berisi tentang no perkiraan. bahan (nama. hasil kerja (jumlah dan unit). blok (luas dan nomor).1. tahun tanam. blok (no dan luas). dan mandor perawatan). mandor brondol. jumlah dan unit). Dengan adanya buku kegiatan mandor ini maka kita dapat mengontrol adanya pekerjaan tertentu (perawatan tanaman) dan jumlah tenaga kerjanya. Rencana kerja bulanan (RKB) Merupakan pleksanaan atau penterjemahan berbagai jenis kegiatan yang berdasarkan PKD. 1. buku ini berisi mengenai jenis pekerjaan. volume kerja (jumlah dan unit). Rencana kerja harian (RKH) Merupakan rencana kegiatan yang akan dikerjakan keesokkan harinya. pemakaian bahan (nama bahan. Buku kegiatan mandor (BKM) Buku kegiatan mandor ini harus dibuat oleh masing-masing mandor (mandor 1. satuan. 1. absensi. jenis pekerjaan. dan ketersediaan bahan atau barang. waktu pelaksanaan. Buku ini harus diperiksa oleh mandor 1. jumlah. Laporan ini juga harus mendapatkan persetujuan dari Askep dan EM. dan satuan) dan nama pengawasnya. jumlah HK. unit. mandor panen. Dari PKD yang telah disetujui. maka semua jenis kegiatan tersebut dibagi berdasarkan kepentingan kegiatan. RKH ini dibuat oleh asissten divisi yang secara berisi tentang rencana kegiatan untuk keesokkan harinya. . prestasi dan pemakaian bahan 1. HK. Memorial Merupakan laporan yang dibuat kerani divisi yang berasal dari rekapan atau kumpulan LPT selama satu bulan (dibuat akhir bulan) yang berisi tentang tahun tanam. HK (no dan luas).

Data dari BKM yang dipindahkan ke LPT hanya data mengenai kegiatan yang dibayar secara harian maupun borongan. jumlah panen hari ini (janjang. misalnya pembuatan pungguhan. Inspeksi panen ini dapat digunakan untuk mengetahui jumlah buah yang rusak atau tandan kosong. Laporan ini harus dibuat oleh asisten. Buku inspeksi panen Buku inspeksi panen ini berisi tentang tahun tanam. jumlah janjang yang layak . Laporan pemeliharaan tanaman (LPT) Laporan ini merupakan pemindahan data yang diperoleh dari BKM. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep (asisten kepala). jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. janjang. hasil kerja.Of. jumlah Kg. Laporan ini berisi mengenai: tahun tanam. jumlah sensus. dan luas). dan pemakaian bahan (nama bahan. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep. blok. panen sampai dengan hari ini (HK. Laporan pemungutan buah kelapa sawit (LPBKS) Laporan pemungutan buah kelapa sawit merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari buku ancak panen dan buku potong buah. hari kerja (HK). jumlah pohon inspeksi. Dalam laporan ini juga ada rekapitulasi panenan per tahun tanam. 1. Buku ini juga berisi mengenai kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam panen kelapa sawit. wiping lalang. Beberapa kesalahan yang catat antara lain. BJR). LPBKS didalamnya berisi informasi mengenai tahun tanam. 1. jenis pekerjaan. pusingan. perhitungan sensus. dongkel anak kayu. Kg.1. dan pemeliharaan tanaman lainnya yang khusus dibayar harian pekerjanya. jam.dan Hi). Rumus untuk inspeksi panen ini adalah janjang rusak dibagi jumlah janjang yang dipanen dikali 100%. BJR. perawatan jalan. Laporan ini dibuat oleh asisten divisi. blok (nomor dan luas). blok yang di panen (nomor dan luas). satuan.

Laporan ini harus dibuat oleh asisten divisi. T = tangkai panjang. sampah. dan L = tidak beralas). hasil (kg). L = buah tidak disusun di TPH. bunga matahari. jumlah brondolan di TPH. Apabila laporan untuk hari ini sudah dibuat. tahun tanam. dan pokok over prunning. Rekapitulasi ini berisi mengenai pemilik kendaraan yang mengangkut buah (SKU/mobil kebun atau kontraktor). Buku kutip brondolan Buku ini dibuat oleh mandor brondol. dimana kolom tabelnya jadi satu dengan LPB. tahuntanam.panen tapi tidak dipanen. nomor SPB. dan timbangan off netto(kg). Buku potong buah Buku potong buah ini dibuat oleh krani panen yang didalamnya berisi mengenai nama pemanen. dan P = pelepah sengkleh). yang berisi tentang nama pengutip. yang di dalamnya berisi: nomor urut. . pelepah sengkleh. Dalam rekapitulasi ini juga berisi total pengiriman yang dilakukan oleh truck pengangkut hari ini dan total trip sampai dengan hari ini. jumlah buah mentah yang dipanen. janjang di TPH. 10. nomor polisi truck (pengangkut buah). premi lebih. Buku kutib brondolan ini kemudian digunakan untuk menghitung upah pengutip yang dimasukkan dalam daftar upah pembrondol. jumlah buah dengan tangkai panjang. 12. jumlah janjang. 11. premi rajin dan sisa premi atau pengawas. denda kesalahan (T = tinggal. buah normal. K = kotor. G = buah matahari. maka harus dibuat rekapitulasi pengiriman buah. pokok under prunning. dan basis. blok. salah panen (M = buah mentah. Laporan pengiriman buah (LPB) Merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari SPB (surat pengiriman buah). pendapatan netto. nomor blok yang dipanen. blok.

14.dan mandor perawatan. Berikut adalah jenis dari jalan dan jembatan : . 3. Data dari masing-masing mandor itu kemudian direkap oleh karani divisi. Dengan diketahuinya jumlah pekerja yang hadir. mandor brondol. Daftar absensi karyawan BHL/SKU Daftar absensi ini dibuat oleh masing-masing mandor. sehingga akan diketahui jangkauan luasan (blok) panen setiap kali panen dan mengetahui rata-rata rotasi serta pusingan setiap bulan. Surat ini harus dibuat setiap akan melakukan pengiriman buah. Surat pengantar buah (SPB) Surat pengantar buah ini dibuat oleh krani panen yang di dalamya berisi mengenai identitas kendaraan pengangkut (no polisi kendaraan). dimana setiap 1 truk pengangkut harus disertai surat ini.13. meliputi mandor 1. berat brondolan. Daftar ini berisi mengenai absensi atau kehadiran dari pekerja setiap hari adanya pekerjaan. nama penegendara. Pemeliharaan (Up Keep) A. Jalan dan Jembatan Jalan dan jembatan merupakan akses utama yang menunjang kelancaran seluruh aktifitas perkebunan terutama dalam hal trasportasi pengankutan TBS. Pusingan normal 6-7 hari/rotasi. 15. jumlah janjang (berat seluruh buah). PKS yang dituju. Setelah dibuat oleh mandor maka daftar ini disetujui oleh asisten divisi bila telah sesuai. Rotasi (pusingan) panen Buku ini berisi mengenai data pelaksanaan panen yang harus diisi setiap ada kegiatan panen. maka dapat ditentukan jumlah HK dari masing-masing pekerja.

Jalan ini merupakan jalan yang di gunakan pemanen untuk mengeluarkan TBS dari dalam kebun ke TPH. 1. Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Main Drain (MD) 1.1. Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Collection Drain (CD). Pada daerah plasma jalan ini merupakan jalan utama desa yang biasa digunakan masyarakat untuk mobilitas seharihari. . 1. Main Road (MR) Jalan yang memiliki arah Timur-Barat jalan ini memiliki panjang kurang lebih 300 meter dengan lebar 9 meter. Key Road Key Road atau di sebut jalan kunci karena jalan ini adalah jalan yang mudah atau sering dilalui untuk evakuasi TBS menuju PKS. Jalan ini juga berfungsi sebagai pemisah antar blok karena jalan CR terletak diantara blok. Jalan pikul Jalan pikul atau juga disebut pasar pikul merupakan jalan yang berbentuk lorong tiap blok biasanya terletak setiap dua baris pokok sawit. Collection Road (CR) Jalan yang memiliki arah Utara-Selatan jalan ini memiliki panjang kurang lebih 1000 meter dengan lebar 7 meter. 1. Accses Road Jalan yang menghubungkan kebun menuju jalan negara/ jalan raya.

Pemasangan titi panen pada parit di tengah blok dibuat setiap jalan rintis. 1 : 8. 3. Dasar penentuan jumlah dan ukuran titi panen : 1. Panjang titi panen disesuaikan dengan lebar parit dengan menambah 30 cm pada masing-masing tepi parit. pikulan (kayu bambu) ukuran 2 – 2. B. Field drain atau parit rajangan. Pemasangan titi panen di pinggir CR yang ada paritnya diberikan setiap TPH. 8. Alat-alat yang digunakan untuk kegiatan pemasangan titi panen yaitu tali tambang.75 m. Titi panen Tujuan pemasangan pembuatan dan pemasangan titi panen adalah unutk menunjang aktivitas panen dan pekerjaan lain (perawatan tanaman). Beberapa ukuran titi panen : 2. 1 : 4 dan 1:2 dari jalur tanam. Field drain ini dibuat dengan perbandingan 1 : 16. Gorong-gorong berbentuk silinder beton dengandiameter bevariasi antara 30-100 cm dan panjang 1 meter. dan 12 m. 1. Budget pasang titi panen adalah 10 m/HK. . Arah Timur-Barat parit ini pada umumnya berada di dalam blok untuk mengalirkan keluar air yang mengenangi blok.5 m. parit yang mengalirkan air dari dalam blok ke collection drain dengan ukuran 1 x 1 x 0. 6.1. Gorong-gorong Gorong-gorong merupakan saluran air yang berguna untuk mengalirkan air dari dalam ke luar atau sebaliknya. dengan asumsi 3 jalan rintis 1 TPH. 4. 2. Drainase 1.

Dengan arah Utara-Selatan. Tujuan perawatan parit adalah untuk memperlancar aliran air dan untuk membersihkan parit dari gulma anak kayu dan pelepah-pelepah. 3. Collection drain.5 x 2. kegiatan ini juga untuk memindahkan pelepah-pelepah kelapa sawit yang jatuh ke dalam parit. Konservasi Tanah Tujuan pembuatan adalah untuk mengantisipasi terendamnya pokok kelapa sawit bila terjadi luapan air saat musim hujan dan untuk memudahkan panen dan perawatan tanaman kelapa sawit.5 meter. b. parit yang mengumpulkan air dari collection drain dengan ukuran 4 x 4 x 3 m dan letaknya sejajar dengan main road (MR). parit yang mengumpulkan air dari field drain dengan ukuran 3 x 3 x 2. Buang rumput ini diartikan sebagai kegiatan mencaabut dan membabat daerah dinding parit dan pinggir parit (jalan kontrol di tepi parit) selebar 1 meter dari gulma anak kayu maupun anak sawit.2. 1. Pengenalan dan Pembuatan Berbagai Jenis Parit Perawatan Parit Perawatan parit yang dilakukan adalah pekerjaan buang rumput. 4. Main drain.5 m letaknya sejajar dengan CR. c. merupakan parit yang mengumpulkan air dari main drain dan mengalirkannya ke sungai dengan ukuran 6 x 3. Peninggian jalan pikul (pematang) . Selain itu. a. Outlet drain. Alat yang digunakan adalah parang dan cangkul.

5 m. Antara jalan pikul dan pungguhan ini dihubungkan dengan jalan kecil untuk memudahkan akses menuju pokok tanaman kelapa sawit. Apabila musim hujan tiba maka permukaan air harus diatur pada level 60 –70 cm dibawah permukaan tanah. Pembuatan atau penebalan stop blok Bahan yang digunakan antara lain tanah. Biasanya untuk CD (collection drain) membutuhkan sekitar 40-50 sak tanah. pelepah atau kayu. ketinggian 1m dan jari-jari bawah 2. Ini dapat dilakukan dengan cara flushing. Pembuatan pungguhan dan tapak kuda Untuk pembuatan pungguhan budgetnya 3 pungguhan/HK. sehingga akan memudahkan jalannya panen dan perawatan tanaman selama musim hujan. dengan ukuran jari-jari atas 2m. sebab areal rendahan ini setiap datangnya musim hujan akan terendam oleh air luapan dari parit sekitarnya. Dalam pembuatannya. Pembuatan ini dilakukan pada awal musim kemarau. Untuk mengerjakan penebalan stop block ini biasanya dikerjakan oleh 2-3 tenaga kerja. yaitu membuka sebagian tumpukan karung .3 m. ditengah-tengah stop block diberi alur atau saluran air (over flow) untuk aliran air apabila terjadi luapan air akibat hujan. Sedangkan pada daerah dengan kemiringan 130-300 yang tidak memungkinkan dibuat teras kontur dengan lebar 3 m harus dibuat tapak kuda dengan lebar 2. dan karung bekas pupuk. 1. Stop block ini dibuat dengan ketinggian yang sama dengan jalan disekitarnya. 1.Pembuatan pematang atau peninggian jalan pikul ini hanya diterapkan di areal rendahan. dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehilangan air akibat adanya rembesan atau kebocoran stok air dalam parit (CD/MD) dan mempertahankan persediaan air untuk tanaman sawit. sedangkan untuk MD (Main Drain) membutuhkan kurang lebih 1000 sak tanah.

air keluar dan dipertahankan sampai ketinggian 60 – 70 cm. Pueraria javanica dan Calopogonium caeruleum yang ditambah pospat dengan perbandingan 6 kg/ha : 3 kg/ha : 0.5 kg/ha : 0. Tanaman yang sering ditanam untuk konservasi lahan adalah kacangan atau LCC (Leguminoceae Cover Crops). Pembuatan Rorak Tujuan pembuatan rorak adalah untuk menampung air hujan saat musim hujan tiba. Pembuatan rorak ini dilakukan pada musim kemarau untuk mengantisipasi datangnya musim hujan dimana kondisi air di lapangan berlebih. Campuran kacangan adalah Calopogonium mucuinoides. Pada areal replanting ditanami MC (Mokuna coticinensis). Jumlah Pelepah yang Harus Dipertahankan . dengan jarak dari CR 6 – 8 meter dan dibuat alur yang menghubungkan rorak dengan parit di CR. MB (Mokuna bracteata) dengan ketentuan 100 gr/ha. Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah untuk mengurangi penguapan air tanah atau menjaga kelembaban tanah. C. Maintenance prunning Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan panen.5 kg/ha. 1. Selain dilakukan secara mekanis. menghambat pertumbuhan gulma.berisi tanah yang ada di over flow. konservasi lahan juga bisa dilakukan dengan menanam tanaman konservasi. pengikat unsur nitrogen tanah. Ukuran rorak adalah 1 x 1 x 1m yang terletak pada gawangan mati dan dibuat setiap ± 50 m. sedangkan pada musim kemarau hanya pelepah kering saja yang boleh dipotong dan pemanen berkewajiban mempertahankan pelepah sesuai standar. Pada musim penghujan pelepah harus timbang air dengan songgo 2 (dua).

Umur Tanaman Lingkaran Pelepah Jumlah pelepah/pohon Rotasi/tahun (tahun) 3–4 5–8 9 – 12 8 56 1. dan jalan kontrol dilakukan sebanyak 3 rotasi dalam setahun. Jalan Kontrol dan TPH Tujuan dari semprot piringan.3 > 12 5 1.0 7 48 40 – 44 32 –36 1. Semprot piringan. Hal ini bertujuan untuk mencegah erosi tanah. menekan pertumbuhan gulma. pasar pikul. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah kap Solo Sprayer 15. pasar pikul. merangsang pertumbuhan akar. Semprot TPH bertujuan agar TPH bersih sehingga pengutipan brondolan oleh pemuat (loader) lebih optimal.3 Sumber : Data Sekunder Penyusunan pelepah dilakukan secara L-shape yakni dengan meletakkan pelepah diantara pokok dan gawangan mati. dan jalan kontrol agar mempermudah dalam kegiatan panen dan pengutipan brondolan. . dan memperlancar kegiatan operasional. pasar pikul dan jalan kontrol adalah untuk memberantas gulma disekitar piringan. Pasar Pikul. sedangkan untuk semprot TPH sebanyak 6 rotasi yaitu pada tanggal 1-8 di setiap bulan genap. serta memperlancar akses masuk ke dalam blok. D. Semprot Piringan.0 6 1. pangkal pelepah harus menghadap ke gawangan mati dan ujungnya menghadap jalan pikul. pemupukan. menjaga kelembaban tanah.

2. dan adapula pelepah yang tinggal lidinya. E. 33. Pengendalian UPDKS (ulat pemakan daun kelapa sawit) UPDKS merupakan hama yang berasal dari Ordo Lepidoptera. Tanda-tanda serangannya berupa daun-daun berlubang. Mata lima atau dengan melihat 5 pokok tanaman kelapa sawit yang mengelilingi titik sensus tersebut dan pengamatan pada 3 pokok yang terserang paling berat . yang terdiri dari ulat api (Limacodidae) dan ulat kantong (Psychidae). Herbisida Gramoxone (Paraquat dichlorida). Baris sensus Sensus dimulai dari ujung utara-barat blok menuju ke selatan pada baris ke-3 dan selanjutnya setiap selang 10 baris (13. Sensus dalam baris tanaman 1. sedangkan penyemprotan rotasi kedua dilakukan dengan campuran Round Up dan Ally dengan dosis yang sama. dan nozzle. Namun. yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah ulat api jenis Thosea asigna dan Setora nitens. Hal ini bertujuan untuk menghindari resistensi gulma. Pada setiap posisi pelepah diamati 1 contoh pelepah yang terserang paling berat. Sensus UPDKS 2. 1. dimana setiap titik sensus dipilih serangan yang paling berat. 23. handle.5 gr Ally. Menentukan 2 titik sensus dalam 1 baris tanaman yang dipisahkan oleh jalan kontrol.jerigen. Penyemprotan rotasi pertama dan ketiga dilakukan dengan Gramoxone dosis 250 cc + 12. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan alat adalah kebocoran pada alat sprayer. 1 pokok diambil pelepah atas (pelepah 1-9). Ally 20 WDG (Methyl metsulfuron) dan Round Up (Glyphosate). 1. adanya daun yang hampir berlubang (terlihat transparan).dst). 1 .

Laporan sensus Sensus dilakukan mulai tanggal 1 setiap bulannya dan laporan sensus diterima di kantor Region tanggal 15 bulan yang sama. sehingga kita mengetahui kapan waktu yang tepat untuk dilakukan light trap. Tindakan pengendalian 1. dan jumlah larva sehingga dapat diketahui persentase serangan UPDKS. 4. Pupa yang ditemukan kemudian dikumpulkan dalam ember plastik dan kemudian diletakkan di kantor divisi untuk dilihat waktu menetasnya. 2. dan kecil). dan 1 pokok diambil pelepah bawah (>25). dan bawah). Cara pelaksanaannya : 1. 1. Mencari pupa (berbentuk bulat berwarna coklat) di bagian pangkal pokok (piringan) dengan menggunakan garukan. 3. Mencatat pokok tanaman kelapa sawit yang digunakan sebagai titik sample pada form sensus UPDKS. Kutip Pupa Dilaksanakan setiap sebulan sekali pada awal bulan dan harus sudah selesai 2 minggu berikutnya (2 minggu pertama) pada blok-blok yang terserang. Hand picking . letak larva (pelepah bagian atas. Setiap pelepah dilihat ukuran larva (besar. walaupun hanya sebagian saja yang terserang. sedang. 3.pokok diambil pelepah tengah (10-25). 5. tengah. Setiap pekerja harus melakukan kutip pupa dengan alat berupa garukan dan ember plastik.

6. Cantheconidea javana. Blok-blok yang terserang harus dilakukan light trap total. bauahbuahan (coklat. Apabila sampai tanggal 25 masih terdapat lebih dari 5 ekor per lampu. Chaetexorista javana. Bakteri : Bacillus thuringiensis . Cara melakukannya : 1. Light Trap Merupakan tindakan pemerangkapan UPDKS yang berada pada stadia imago (kupu-kupu) dengan perangkap cahaya lampu.  Entomopatogen : 1. Chlorocrypsus purpuratus. 7. belimbing) yang digantung seperti pancing dan ember plastik yang diisi air deterjen. Apanteles sp. Jumlah lampu untuk areal gambut per 30 Ha adalah 10 buah. Light trap harus diselesaikan dalam waktu 6 hari untuk semua blok yang terserang dan satu blok harus dikendalikan minimal 2 rotasi. pisang. 1. 4. 2. Melindungi dan melestarikan musuh alami(biologis) Beberapa jenis musuh alami yang banyak ditemukan antara lain:  Predator : Sycanus Sp. 3. Eocanthecona furcellata. Jumlah lampu untuk areal mineral per 30 Ha adalah 10 buah (1 lampu = 3 Ha). maka light trap dilanjutkan sampai populasi kupu-kupu 5 ekor per lampu. Light trap dihentikan apabila perolehan kupu-kupu rata-rata lebih kecil atau sama dengan 5 ekor per lampu.Merupakan tindakan pengendalian UPDKS yaitu melalui pengambilan secara langsung hama ulat api yang menyerang pada pelepah sawit. Alat-alat yang digunakan berupa lampu petromak. 5. parasitoid Spinaria spinator.

Virus : Nudaurelia. bunga betina. brondolan. 4. Perhitungan tingkat serangan : jumlah pokok terserang : jumlah pokok sample x 100 %. Cara melakukan campaign : . apabila menyerang TM akan mengakibatkan rusaknya bunga jantan. 1. Lamrat ini diaplikasikan secara campaign. pada satu pokok. Pengendalian Tikus di Tanaman Menghasilkan (TM) Merupakan hama dari kelompok binatang pengerat. start dari baris ke-3. Beauveria bassiana 3. Sensus dilakukan 10 % dari total pokok atau 1 baris per 10 baris tanaman yang dimulai dari ujung utara-barat blok menuju ke selatan. tandan buah segar (TBS). dan brondolan yang akan mengakibatkan hilangnya atau menurunnya produksi. Spesies tikus yang menyerang antara lain adalah Rattus tiomanicus dan Rattus argentiventer. F. 3. 4. Sistem Sensus Tikus 1. buah. Granulosis virus. Pengendalian dengan rodentisida (Lamrat) Kandungan bahan aktifnya adalah Coumarin. Jamur : Cordiceps militaris. Kriteria serangan : serangan yang merusak bunga jantan. 1. 2. Sistem pengendalian Pengendalian dilakukan apabila tingkat serangan tikus berada sama dengan dan diatas ambang ekonomi (≥ 5 %). maka satuan penghitungan serangannya adalah 1 serangan pada 1 pokok.2. 5. Sensus tikus dilaksanakan setiap bulannya yang dimulai dari tanggal 1.

2. sedangkan betina warna bulu dadanya putih dengan bintik-bintik hitam 2. . 3. 5. 4. mengganti dan menghitung jumlah lamrat yang hilang atau dimakan tikus. Aplikasi II : pada hari ke-3 setelah aplikasi pertama. Pekerja yang melakukan aplikasi harus menggunakan sarung tangan karet. Aplikasi di daerah banjir maka pemasangan lamrat dilakukan di atas tandan mengarah kebagian dalam agar tidak jatuh sewaktu dikerat tikus.1. Aplikasi I : jumlah lamrat 100 % pada blok yang terserang. apabila pada aplikasi kedua jumlah lamrat yang dimakan tikus dibawah 20 %. Aplikasi dilakukan 3 hari setelah aplikasi ke-2. Pengendalian dengan musuh alami (burung hantu / Tyto alba) Tata cara penangkaran dan pelepasan Tyto alba di lapangan : 1. Burung jantan ditandai dari bulu dada berwarna kuning dengan bintik-bintik hitam. 6. Telur akan menetas setelah 28 hari dierami. Identifikasi Tyto alba jantan dan betina 1.5 meter dari pokok tegak lurus dengan gawangan mati dan diberi tanda bendera. sebanyak 6-7 telur sekali dan dua kali setahun pada pertengahan dan akhir bulan. Burung akan bertelur pada umur 8 bulan dan biasanya burung bertelur setiap 2 hari. 2. Campaign dilakukan minimal 3 kali aplikasi. 3. maka aplikasi dihentikan. Ukuran panjang ± 35 cm berat 500-600 gram. 8. betina lebih berat. Pengaplikasian harus urut barisan tanaman dengan Lamrat diletakkan pada tanah dengan jarak 0. Bertelur dan mengeram 1. yang dilakukan adalah. 7. Aplikasi III : dilakukan apabila jumlah lamrat yang hilang pada aplikasi I lebih dari 20 %.

karena sudah dianggap dewasa dan dapat dipasangkan untuk dipindahkan ke gupon di kebun. Pemberian makanan saat sore hari yaitu jam 4-5. 5.3. Apabila makanan kurang maka anaknya akan dikanibal. Anak burung tersebut diberi makan tikus yang telah dipotong menjadi 4 bagian yang telah dilumatkan tulangnya. 4. Penangkaran dan pemberian makan burung 1. Anak burung yang ada di lapangan setelah umur 35 – 40 hari dapat diambil dan ditangkarkan. tikus tidak perlu dipotong lagi tetapi sudah mati (tidak dalam keadaan busuk). Biasanya ± 5 anak burung seklai menetas dan ± 9 anak burung per tahun. Jumlah makanan minimal 1 ekor tikus per hari sesuai dengan kebutuhan. Pada waktu ini burung diberi makan minimal 2 ekor tikus setiap hari. Jika belum dapat makan sendiri maka anak burung perlu disuapi. 4. 6. 3. Setelah burung dapat makan sendiri maka tikus cukup dibagi 2 potong. Sesudah burung berumur 3 sampai 4 bulan. 2. Pemindahan burung dari penangkaran ke gupon di lapangan 1. 2. Pada awal pemindahan gupon tidak dibuka selama 15 hari. Burung dapat dipindahkan jika telah berumur 3 sampai 4 bulan. Burung diberi minuman dengan air bersih yang berukuran besar karena biasanya burung minum sambil memasukkan tubuhnya. .

Setelah 15 hari gupon dibuka tetapi tetap diberi makan sampai 3 hari untuk antisipasi jika burung hantu belum mampu untuk mencari tikus sendiri.500 s/d 1. Setiap bulan dicek tiang dan kandang serta semua pelepah yang bersandar dipotong untuk menghalangi hewan pengganggu mendapatkan telur atau anak burung. 4. Kandang gupon di lapangan dan pemeliharaannya 1. Atau dapat pula dipasang setiap 15 ha. 2. 1. semua kotoran yang berupa tulang tikus maupun kotoran lainnya dikeluarkan. lokasinya satu arah selatan dan satu ke arah utara tetapi 3-4 baris ke dalam dari MR. Setahun sekali sebelum masa bertelur.3. Gupon dipasang setiap 30 ha di pertengahan blok dan diberi tanda lokasinya di CR.800 ekor tikus pertahun. Sepasang Tyto alba dapat memakan 1. 4. 5. 3. Setiap minggu yaitu dilakukan sensus untuk mengetahui gupon aktif dan gupon yang ada telur atau anak burung. Mengembangkan dan melestarikan tanaman berguna atau inang secara . Pengendalian Gulma 1. G.

Euphorbia heterophylla. Beberapa gulma berguna antara lain : Turnera subulata. Gulma anak kayu yang sering ditemui adalah Clidemia hirta dan Melastoma malabathricum. Casia tora. 2. malabathricum. Selama kegiatan dongkel anak kayu ini juga dilakukan kegiatan cabutan anak sawit yang ada di areal perkebunan.terkendali. Mikania Melastoma micrantha. Urena lobata. Dicranopteris linearis. Hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan dongkel di lapangan adalah tidak diperbolehkan membabat anak kayu karena akar yang tertinggal pada tanah akan sangat mempercepat pertumbuhan vegetatif anak kayu yang baru. Clidemia hirta. Dongkel Anak Kayu (DAK) Merupakan kegiatan untuk membersihkan atau mematikan anak-anak kayu (tumbuhan mengandung kayu) yang tidak dikehendaki di dalam perkebunan kelapa sawit sekaligus mencabut anak sawit dengan menggunakan trisula. Untuk anak sawit. sehingga setiap pekerja wajib . Ageratum conyzoides. Erechtites sp. Stenochlaena palustris. apabila sudah dicabut maka dikumpulkan dalam karung yang dibawa oleh setiap pekerja untuk di keluaarkan dari blok perkebunan di jalan CR. 2. Memusnahkan gulma berbahaya (noxious weed). Beberapa gulma yang berbahaya dan harus dimusnahkan adalah Imperata cylindrica. 3. Nephrolepis bisserata dan Diplazium asperum.

Dalam kegiatannya.mendongkel hingga tuntas ke akarnya. 1. setelah itu ujung dari tanaman ini diputus untuk menandai bahwa ilalang itu telah di wiping. Pekerja harus mengunakan sarung tangan atau biasanya jari-jari tangan yang digunakan untuk wipping dibalut kain. Pekerjaan ini akan menampakkan hasilnya kira-kira 7 hari setelah aplikasi yang ditandai dengan mengeringnya daun ilalang. Dilakukan dengan 3 kali rotasi. Pemupukan . sedangkan Anti gonon dengan bijinya tanaman ini merupakan tanaman inang dari predator/musuh alami dari ulat api. Pengembangan tanaman berguna Selama ini pengembangan tanaman berguna yang dilakukan adalah tanaman Turnera subulata dan Anti gonon. H. Tujuan dilakukannya pekerjaan ini adalah untuk menghindari tumbuhnya kelapa sawit baru yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kelapa sawit pokok. Turnera subulata diperbanyak dengan cara stek nachtar bunga dari tanaman apabila di hisap oleh kupu-kupu akan mangakibatkan kupu-kupu tesebut fertil sehingga tidak dapat bereproduksi sehingga akan mengendalikan hama ulat api. 1.03 lt/Ha dan konsentrasi 1 %. Caranya dengan menyentuhkan atau membasuhkan cairan herbisida tersebut dari pangkal hingga ujung ilalang. Tanaman ini ditanam di pinggir blok sepanjang jalan kebun. Wipping Ilalang (Imperata cylindrica) Wipping Ilalang adalah kegiatan untuk mematikan gulma Ilalang (Imperata cylindrica) dengan menggunakan herbisida Roundup dengan dosis 0. wipping ilalang ini dilakukan bersama-sama dengan dongkel anak kayu.

2.00 – 12.00. meteran. 5. dan dimulai dari 10 baris ke arah selatan. Daun yang diambil sebanyak 4 lembar. . Pengambilan sample dimulai dari ujung utara – barat blok. Mengambil pelepah yang akan digunakan sebagai sample yaitu pelepah ke-17 dari pelepah paling muda yang membuka sempurna. Daun dari pelepah tersebut yang diambil hanya daun yang berasal dari pertemuan antara bagian runcing dan tumpul dari pelepah yang biasanya berada agak di ujung pelepah. 3. Kegiatan ini biasa dilakukan 2 – 3 bulan setelah dilakukannya pemupukan semester I. Tujuan dilakukannya LSU adalah untuk mengidenfikasi tanaman kelapa sawit mengalami suatu defisiensi unsur hara. Bila pokok yang akan ditetapkan sebagai sample ternyata pokok yang tidak normal. aquades. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah egrek. Cara pelaksanaan LSU adalah : 1. Pengambilan sample daun dilakukan mulai pukul 07. yang berasal dari sisi kanan 2 dan sisi kiri 2.Kegiatan yang dikerjakan sebelum dilakukannya pemupukan adalah kegiatan LSU (leaf sampling unit). Pokok sample ke -2 adalah selang 10 pokok berikutnya dalam 1 baris. tentukan pokok ke-5 dari barisan tersebut sebagai pokok sample 1 dan diberi nomor dengan cat warna biru (ditulis angka 1) pada pokok sawit. parang. sehingga dapat dilakukan rekomendasi pemupukan pada tahun berikutnya. kemudian masuk barisan tersebut. dan kapas. 4. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1 tenaga pencatat dan 2 tenaga pengambil sample daun. maka dapat dilakukan penggantian sample yaitu dengan maju atau mundur 3 pokok dari pokok yang diganti. plastik.

yaitu untuk : -N : Daun pucat atau kaku -K : Daun tua orange spot tembus pandang (ujung anak daun kering) . 8. CuSO4. 2. Selain itu juga perlu diamati defisiensi unsur pada tanaman sampel. Sedangkan aplikasi pupuk dengan pesawat terbang diutamakan untuk TM remaja dan tua di areal berbukit dan gambut. . lebar petiole (mm). Untuk sampel ganjil diukur tinggi tanaman (cm). Urea. Sedangkan untuk sampel genap yang diukur hanya lebar petiole (mm) dan tebal petiole (mm). Penggunaan fertilizer spreader (FS) sesuai pada areal TM yang datar sampai landai (kemiringan lereng 0-50) dengan umur tanaman > 6 tahun. 10.6. dan sebelum di kirim ke riset terlebih dahulu dicuci dengan aquadest yang dibasuhkan dengan kapas. RP. Setelah dicuci sample daun harus segera dikirim ke riset pada hari tersebut. Urea. 9.Mg : Daun tua orange merata -B : Daun berkerut. pelepah muda memendek . Tsp. Sedangkan urutan pemupukannya adalah HgFB. KCL/MOP. Cara aplikasi pupuk pada TM dapat dilakukan secara manual maupun mekanis dengan spreader dan pesawat. MOP/KCL. Kaptan. Daun yang telah diambil kemudian dipotong yang bagian tengahnya kira-kira 25 cm.00 siang. HgFB. daun pancing.Cu : Daun muda memendek. 7. Kiserid. Khusus untuk defisiensi Mg dan B. Jenis pupuk yang digunakan adalah : Kaptan. Dolomit. panjang pelepah (cm). dan tebal petiole (mm). anak daun rapat dan ujung daun kering 1. Pengambilan sample daun harus selesai sebelum jam 12. diamati pula 6 pohon di sekelilingnya.

herbisida dan dosis. Kegiatan perawatan yang saat itu dilaksanakan adalah dengan alat MHS dengan jenis nozel polijet warna biru. Alat yang digunakan bervariasi untuk setiap rotasi. I.25 lt dan Allynya 0.25 lt campuran herbisida (air + Round up +Ally). Sedangkan pupuk K dengan Mg adalah 3 minggu. yaitu CP-16 – MHS – CP-16. Jarak pemupukan antara pupuk yang mengandung unsur N dengan P adalah 4 minggu. penunasan dan pengawasan serta mengurangi persaingan dengan gulma dalam penyerapan hara.Kiserid/Dolomit. dan efisiensi hasil kerja yang dicapai. kebutuhan larutan (air). Tujuan kegiatan ini adalah memelihara akses ke dalam blok dan ke pohon untuk mempermudah aktivitas panen.0125 Kg. Perawatan yang dilakukan adalah dengan cara penyemprotan herbisida yang dilakukan dengan 3 kali rotasi dalam setahun. air dan cahaya matahari. Panen (Harvesting) . Adanya jarak aplikasi pupuk tersebut disebabkan karena adanya antagonisme dari masing-masing. Sistem penyemprotan unutk mengendalikan gulam ini perlu pemilihan jenis alat semprot dan nozel yang sesuai untuk setiap jenis pekerjaan. sehingga dosis round up-nya 0.25 lt/Ha untuk kedua jenis alat. yang didalamnya ditambahkan 0. gulma sasaran. 4. Perbandingan pencampuran untuk Gramoxone/Round up : Ally adalah 20:1. Untuk alat CP-16 herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dan Ally. Tsp/RP. piringan dan pasar kontrol. Setiap MHS ini berkapasitas 5 lt. pemupukan. sedangkan untuk MHS adalah Round up dan Ally. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemeliharaan tanaman menghasilkan adalah perawatan pasar pikul. Dosis yang digunakan yaitu 0.

Pengembangan serangga penyerbuk (Elaeidobius camerunicus) Elaeidobius camerunicus merupakan serangga yang berguna untuk membantu terjadinya pernyerbukan pada tanaman kelapa sawit. maka dilakukan introduksi bunga jantan dari blok lain yang memiliki bunga jantan lebih. Standar populasinya dalam 1 Ha sekitar 25. Alat-alat yang diperlukan dalam sensus antara lain. Kegiatan Menjelang Panen 1. Sensus AKP Sensus AKP (Angka Kerapatan Panen) merupakan penghitungan jumlah buah atau TBS yang masak atau matang sempurna dan siap di petik. Langkah-langkah dalam kegiatan sensus: 1.000 ekor atau 3–4 tandan bunga jantan anthesis.A. plastik. 2. yaitu tanggal 10 dan tanggal 25. Sensus Elaeidobius camerunicus Sensus ini dilakukan setiap sebulan dua kali. Sensus dimulai dari ujung utara-barat mengarah ke selatan masuk mulai baris ke-5 . dan mengetahui jumlah Elaeidobius camerunicus per spiklet. Tujuan sensus adalah untuk mengetahui jumlah bunga jantan anthesis per Ha. Apabila dalam 1 Ha jumlahnya kurang dari standar. dengan jumlah ini diharapkan penyerbukan dapat berjalan sempurna.00. Sensus sebaiknya dilakukan pada pagi hari dari pukul 07.000 – 30. per bunga jantan dan per Ha. pisau (golok). Kegiatan ini seharusnya dilakukan sore hari dengan tujuan menentukan prediksi atau estimasi jumlah buah atau TBS yang siap di panen besok 1. gergaji.. mengetahui spiklet rata-rata per janjang. kertas label dan pulpen.00 – 09.

25. Menandai spiklet yang telah dikondomi sesuai posisinya.3. 5. diteruskan mencari kebarisan seterusnya (kelipatan 10). Dihitung rata-rata spiklet per bunga jantan dan bunga jantan anthesis per Ha. 8. 6. . Bila ternyata dalam 1 baris sama sekali tidak ada bunga jantan anthesis. Setiap baris tersebut diamati pokok sawit yang memiliki bunga jantan anthesis (baru mekar. 2. kemudian dihitung jumlah spikletnya yang digunakan sebagai sample untuk menghitung rata-rata jumlah spiklet per tandan. 3. Data serangga yang diperoleh dibuat rata-rata serangga per posisi spiklet dan rata-rata serangga per spiklet. Bunga jantan yang telah diambil contoh spikletnya. maka kita tetap meneruskan penghitungan dan pengamatn bunga jantan anthesis namun hanya dihitung jumlahnya dalam satu barisan sample. Jarak antar baris sensus adalah 10 baris (baris 15. serangga per Ha. dst). 9. rata-rata spiklet per bunga jantan. 5. Selain mengambil bunga jantan kita juga perlu menghitung jumlah pokok sawit dalam satu barisan yang digunakan sebagai sample dan dalam pokok ke berapa bunga jantan itu diambil sample. serangga per bunga jantan anthesis. 6. Menyungkup 3 spiklet atas (5 lingkaran spiklet teratas) dengan plastik. 4. berwarna kuning dan ada bau khas) dan dihitung. 7. Menyungkup 3 spiklet bawah (5 lingkaran spiklet terbawah) dengan plastik. Menyungkup 3 spiklet tengah (antara spiklet atas dan bawah). Apabila dalam pengambilan sample kita telah mendapatkan bunga jantan 4 buah janjang sample tetapi jumlah sample barisan belum selesai. Cara pengambilan spiklet : 1. 35. 4. dan bunga jantan anthesis per Ha.

3. maka jumlah brondolan minimal per janjang di piringan sebelum di panen adalah 10 brondolan. dimana seorang pembrondol ini selalu mengikuti seorang pemanen secara tetap. Sedangkan. Kedua tugas ini dilaksanakan secara bersamaan pada hari yang sama. Standar Kematangan Buah Standar kematangan buah untuk tandan yang layak panen adalah 2:1 yang artinya 2 butir brondolan per Kg berat tandan. 2. Misalnya BJR tahun lalu 23 Kg (> 20 Kg). Grading Grading buah merupakan kegiatan menggolongkan buah berdasarkan tingkat kematangan buah sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Panen dan Pengangkutan 1. Perlu diketahui bahwa ada peraturan yang melarang pasangan suami-istri bekerja sebagai pemanen dan pembrondol.B. Grding dilakukan dua kalipada saat TBS diangkut dan sesampainya TBS di PKS sebelum diolah . Pemanen bertugas memotong TBS dari pohon dan mengumpulkannya ke TPH sekaligus menyusun pelepah yang dipotong pada gawangan mati secara L shape. Untuk aplikasi di lapangan tandan layak panen dilihat dari jumlah brondolan yang jatuh di piringan. Ketika melaksanakan tugasnya kedua pekerja ini diawasi oleh mandor panen dan mandor brondol. Organisasi Panen Panen kelapa sawit dilakukan oleh tenaga kerja pemanen dan pembrondol. dimana jumlahnya berdasarkan BJR (berat janjang rata-rata) tahun lalu. sebab dapat menimbulkan tindakan-tindakan kecurangan dalam proses panen. pembrondol bertugas mengutip semua brondolan dari dalam blok dan mengumpulkannya di TPH.

3. 2. memiliki brondolan lepas > 50% dari total brondolan per tandan. Buah Mentah (BM).Penggolongan kematangan grading TBS : 1. memiliki brondolan lepas antara standar minimum buah matang sampai 50% brondolan lepas dari total brondol per tandan. Tandan dengan buah retak ini harus tetap dipanen. 4. Buah Kurang Matang (BKM). Buah berwarna hitam dan tidak mempunyai kandungan minyak. 2. kematangan buah memperlihatkan adanya keretakan atau pecah-pecah dan tampah hitam. memiliki labih dari 75 % total brondolan di permukaan merupakan buah cengkeh yang tidak terbentuk secara sempurna (parthenocarpi). Parthenocarpi. Buah Matang Memuaskan. memiliki beberapa brondolan yang tersebar sampai total brondolan lepas habis sama sekali. Buah matang yang retak atau buah keras (hard bunch). 1. memiliki brondolan yang tidak mau lepas. 5. buah yang memiliki brondolan lepas < 3 butir per tandan. Buah Normal : 1. Buah Abnormal : 1. Buah Lewat Matang. 4. Janjang Kosong. buah yang memiliki brondolan lepas lebih dari atau sama dengan 3 butir per tandan dan kurang dari standar minimum buah matang (2 butir/Kg). Inspeksi Panen .

mandor panen dan tenaga pemanen dengan tujuan untuk mengetahui kualitas atau prestasi kerja dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemanen pada hari sebelumnya pada ancak panen hari sebelumnya juga. mandor I. yaitu : 1. . jumlah buah mentah yang dipanen. jumlah buah dengan tangkai panjang. Berat Janjang Rata-rata (BJR) Buah Rotasi panen adalah berapa kali panen masuk ke blok yang sama atau berapa kali dapat menyelesaikan panen untuk semua blok dalam divisi. dengan pusingan 6 – 7 hari. Rotasi. Pusingan. dan pokok over pruning. Apabila ada jenis kesalahan yang tidak dapat diamati pada saat inspeksi maka dapat ditanyakan pada kerani panen untuk mengetahui beberapa kesalahan yang ada. Sistem panen merupakan suatu ketentun atau aturan yang membagi daerah atau wilayah dari masing-masing pemanen. 5. Untuk rotasi panen dalam satu bulan tidak boleh kurang dari 4 kali. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen oada areal yang sama. Sistem panen dibagi menjadi 2. jumlah buah dengan tangkai panjang. Sistem Panen. Beberapa kesalahan yang perlu diketahui saat inspeksi panen antara lain. Basis panen. dikerjakan rutin dan pemanen bertanggung jawab menyelesaikan sesuai dengan luas yang telah ditentukan setiap hari tanpa ada yang tertinggal.Inspeksi panen merupakan kegiatan yang dilakukan oleh asisten divisi. sedangkan pusingan merupakan jarak waktu atau interval antara rotasi panen yang satu dengan rotasi panen berikutnya. pelepah sengkleh. Apabila pemanen tidak bekerja maka mandor harus mencari pengantinya. jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. Ancak tetap. pokok under pruning. Kesalahan-kesalahan yang terjadi itu kemudian ditulis dalam laporan inspeksi panen kelapa sawit. Misalnya. bunga matahari. jumlah janjang yang layak panen tapi tidak dipanen.

2. 201. Ancak giring. Basis panen ini ditentukan oleh keadaan areal perkebunan yang bersangkutan (topografi) dan tinggi tanaman kelapa sawit. yaitu : 1. 284. Bagi pembrondol tidak ada ketentuan untuk mendapatkan basis brondolan. melainkan setiap 1 Kg brondolan dihargai Rp 130. Mandor panen : Mengatur dan mengarahkan pemanen serta memastikan bahwa panen berjakan sesuai dengan standar penen mulai dari dalam blok sampai ke TPH. Tahun tanam 1996 : 81 janjang. 3.-/janjang. Tugas pengawasannya : 1. Harga : Rp.- BJR Buah tiap tahun tanam : 1. Pengawasan Panen Penaggung jawab sebagai pengawas dalam kegiatan panen yaitu mandor panen dan krani panen. Basis panen pada beberapa tahun tanam. Pembagian areal panen selalu berubah disesuaikan dengan kerapatan panen kehadiran pemanen. Tahun tanam 1995 : 78 janjang. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen pada ancak yang telah ditetapkan setiap harinya oleh mandor panen. Tahun tanam 1999 : 110 janjang.2. Tahun tanam 1996 3.-/janjang. Tahun tanam 1999 20 kg 19 kg 15 kg 6. .-/janjang. 274. Tahun tanam 1995 2. Harga : Rp. Harga : Rp.

5.5 cm. untuk tanaman dengan tinggi < 6 m dan galah alumunium untuk tinggi tanaman lebih dari atau sama dengan 6 m. 2. . Gancu. 2. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut/mulut kodok. Gancu.Mengatur dan mengarahkan pembrondol serta memastikan bahwa semua brondolan dikutip bersih mulai dari dalam blok sampai TPH. Kampak sakti. Galah bambu. Batu asah. untuk langsir TBS menuju TPH. sedangkan tanaman >5 – 8 tahun adalah ± 14 cm. Egrek. 2. untuk menaikkan TBS ke angkong. 6. Krani panen : Mencatat dan mengangkut hasil panen baik janjang maupun brondolan dan menggrading buah. 3. 3. 1. 1. 4. lebar mata dodos untuk tanaman umur 4 – 5 tahun adalah 8 – 12. 2. yaitu : 1. Dodos. Batu asah. Kampak sakti. Peralatan Panen Peralatan yang harus dibawa oleh pemanen dibedakan atas umur tanaman. Peralatan panen tanaman umur kurang dari atau sama dengan 8 tahun : 1. Peralatan panen tanaman umur > 8 tahun : 7. Angkong. untuk mempertajam dodos. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut. 1. untuk menaikkan atau mengangkat buah ke angkong. untuk membawa TBS dari dalam areal menuju TPH. Angkong. 7. untuk mempertajam egrek.

2. Garukan. 3. 2. 5. untuk alat lapis brondolan di TPH. Pelepah yang dipotong karena aktivitas panen harus mepet dengan batang kelapa sawit dan disusun L shape pada gawangan mati. 4.1. untuk memberikan nomor dan hasil kutip brondolan yang telah ditakar di TPH. . 6. Pemototngan harus mengikuti prinsip songgo 2 dan tidak boleh over pruning. Kartu brondol. 8. untuk menakar brondolan yang telah dikutip. Ember. Cara Pelaksanaan Panen (potong TBS dan kutip brondolan) Cara panen : 1. Cokeran. Buah matahari yang tersisa di pokok harus dipotong. Semua TBS yang dipanen diangkut dan disusun di TPH dengan aturan 1 baris ada 5 janjang TBS. 4. Semua tandan yang matang harus dipanen dan tidak ada yang tertinggal. Tandan dipotong dengan menggunakan dodos atau egrek. untuk membersihkan sampah-sampah di piringan kelapa sawit setelah selesai panen. 3. Tangkai tandan yang panjang dipotong mepet dengan menggunakan kampak sakti. Peralatan yang harus dibawa dan digunakan oleh seorang pembrondol : 1. untuk mengutip brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah. 5. Alas brondolan (karung bekas pupuk).

Untuk brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah diambil dengan menggunakan cokeran. Semua brondol dikutip bersih dan tidak boleh ada yang tertinggal. Krani panen dalam hal ini bertanggung jawab untuk memastikan semua TBS yang telah diperiksa. 6. 9. Dalam buku potong buah identifikasi yang harus diisi meliputi : nama pemanen. 2. buah normal. Cara pengutipan brondolan : 1. dicatat. kesalahan . 4. apabila buah restan maka kadar minyak dalam buah akan terus meningkat. 5.7. Semua brondolan yang dikutip diangkut ke TPH. dan siap untuk dimuat dan telah memiliki identifikasi yang cukup sesuai dengan buku potong buah dan pengangkutan ke PKS harus dilengkapi dengan SPB (surat pengriman buah) dan alat trasport pengangkut harus disegel untuk menjaga ke amanan trasportasi buah sampai pada PKS kegitan ini dilakukan oleh krani panen. pasir. 3. Mengambil brondolan yang masih masih menempel di sisa potongan tangkai tandan dan buah matahari dengan mengunakan parang. batu. Pada salah atu tangkai tanadan ditulis nomor pemanen dan jumlah tandan yang terpanen. kemudian di takar dengan ember dan dialasi dengan karung. 2. Pemuatan dan Pengangkutan TBS TBS yang sudah dipanen harus diusahakan diangkut ke PKS pada hari yang sama dan jangan sampai ada buah restan yaitu buah yang tinggal dengan alasan apapun. guna mendapatkan mutu minyak yang baik yaitu minyak dengan kadar lemak atau kolestrol yang kecil. dan tanah (brondolan diambil dengan cara dikutip bukan digaruk). Memasang kartu brondol sesuai dengan jumlah tumpukan brondolan. janjang di TPH. Pengutipan brondolan tidak boleh tercampur dengan sampah. tahun tanam. blok.

dan basis Pemuatan TBS yang selama ini dilakukan adalah secara manual. dimana minimal dibutuhkan 2 orang per kendaran angkut. L = buah tidak disusun di TPH. maka akan mempengaruhi kegiatan yang lainnya sehingga secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi kebun. pendapatan netto.205. TBS dan brondolan harus diangkut secara bersamaan dan tidak boleh tercampur dengan kotoran. Pelaksanaan pengangkutan yang dilakukan oleh MSJA Estate selama ini dilakukan oleh kontraktor (pengangkutan oleh pemborong). khususnya di lapangan merupakan kegiatan yang saling mendukung dan saling melengkapi. Apabila suatu jenis pekerjaan atau kegiatan dalam perkebunan terganggu. sampah. dan P = pelepah sengkleh). Alat yang digunakan untuk pemuatan TBS ke kendaraan adalah tojok. Kegiatan yang ada di perkebuanan kelapa sawit terdiri dari pemanenan. Biaya angkut ini dihitung berdasarkan harga per kilogram TBS yang jumlahnya sesuai dengan hasil penimbangan PKS.panen (M = buah mentah. Kegiatan magang mahasiswa yang dilakukan di lingkungan MSJA merupakan kegiatan untuk membekali dan mengenalkan kepada setiap mahasiswa fakultas pertanian tentang pengetahuan dan semua kegiatan yang dilakukan di lapangan oleh seorang mandor I. T = tangkai panjang. MSJA merupakan kebun plasma yang terdiri dari 6 divisi dengan luas areal 5. G = buah matahari.Sumber Indah Perkasa .875 Ha. 1. PENUTUP 1. Semua kegiatan yang dilakukan di perkebunan. III. administrasi dan manajerial.yang berada di Perkebunan Sinar Mas II Region Lampung. Kesimpulan Mesuji Estate (MSJA) merupakan salah satu unit kebun PT. perawatan. .

. Perlu adanya penambahan waktu magang karena banyak kegiatan yang tidak dapat diikuti karena sempitnya waktu. Perlu adanya rolling peserta magang antar estate agar peserta magang dapat mengetahui berbagai kondisi di setiap estate (Kebun KKPA dan Kebun Inti). 2. Perlu ditingkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan tentang dunia perkebunan dengan institusi perguruan tinggi.2. 3. sehingga banyak menarik minat mahasiswa. Perlu adanya perancangan dan penjadwalan kegiatan magang mahasiswa dengan baik. 4. Saran 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful