P. 1
MAGANG PERKEBUNAN KELAPA

MAGANG PERKEBUNAN KELAPA

|Views: 1,381|Likes:
Published by Muh Afiq

More info:

Published by: Muh Afiq on Dec 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. A. Latar Belakang
  • B. Tujuan Magang
  • A. Profil Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa, Lampung
  • Struktur Organisasi Mesuji Estate
  • Jabatan dan Pekerjaan
  • Keadaan Sumber Daya Manusia
  • Profil Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan
  • B. Jenis Kegiatan yang Dilakukan
  • 1. Managerial
  • 2. Administrasi Divisi
  • 3. Pemeliharaan (Up Keep)
  • A. Jalan dan Jembatan
  • B. Drainase
  • C. Maintenance prunning
  • Umur
  • Tanaman
  • Lingkaran
  • Jumlah
  • Rotasi/tahun
  • D. Semprot Piringan, Pasar Pikul, Jalan Kontrol dan TPH
  • E. Pengendalian UPDKS (ulat pemakan daun kelapa sawit)
  • 4. F. Pengendalian Tikus di Tanaman Menghasilkan (TM)
  • G. Pengendalian Gulma
  • H. Pemupukan
  • I. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan
  • A. Kegiatan Menjelang Panen
  • B. Panen dan Pengangkutan
  • 1. Organisasi Panen
  • 2. Standar Kematangan Buah
  • 3. Grading
  • 6. Pengawasan Panen
  • 8. Cara Pelaksanaan Panen (potong TBS dan kutip brondolan)
  • 9. Pemuatan dan Pengangkutan TBS
  • 2. Saran

MAGANG PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

I. PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang

Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai sebuah Perguruan Tinggi memiliki misi untuk menciptakan lulusan yang berkompetensi, memiliki keunggulan kompetitif, lembaga pendidikan yang berperan dalam pembinaan kepribadian dan mental manusia yang mengarah pada peningkatan daya pikir manusia dan penguasaan ilmu dan teknologi. Untuk menghadapi hal tersebut maka diadakan kegiatan magang mahasiswa yang bersifat intrakurikuler.

Kegiatan magang mahasiswa ini merupakan sarana bagi mahasiswa pertanian untuk dapat menerapkan teori-teori yang didapatkan selama di bangku perkuliahan dan juga sebagai pengalaman kerja yang dapat melatih mahasiswa untuk menemukan masalah-masalah yang dihadapai di lapang dan mencari jalan pemecahannya. Selama berlangsungnya kegiatan magang ini, peserta magang tidak membatasi aktivitasnya berdasarkan latar belakang disiplin ilmunya. Ini dimaksudkan untuk membiasakan mahasiswa untuk bekerjasama dalam sebuah tim, baik antar sesama peserta maupun dengan staf di institusi mitra dengan latar belakang ilmu yang berbeda.

Dengan diciptakan pola seperti ini diharapkan mahasiswa akan terbiasa untuk mampu beradaptasi di lingkungan baru, dan mengurangi egoisme bahkan organisasi yang dilatar belakangi disiplin ilmu berbeda. Kegiatan magang ini juga dirancang agar mahasiswa bisa mempraktikkan dan mendalami setiap aktivitas di unit-unit kegiatan usaha di institusi mitra.

Perkebunan kelapa sawit saat ini merupakan salah satu bidang usaha yang sangat berprospek tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di berbagai lokasi di tanah air, khususnya daerah Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Kelapa sawit merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produksi seperti, minyak goreng, margarine, bahan industri tekstil, farmasi, kosmetika, sabun, gliserin, sepatu boot, dan sebagainya.

Perkebunan Sinar Mas sebagai perusahaan hulu hilir kelapa sawit termasuk salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidangnya. Perusahaan ini telah memiliki cukup banyak anak perusahaan, sehingga menyebabkan perusahaan ini maju dan berkembang menjadi perusahaan multi agrobisnis. Dengan prospek perusahaan yang demikian, diharapkan dalam kegiatan magang ini dapat memperoleh ilmu dari dunia perkebunan kelapa sawit.

PT. Sumber Indah Perkasa (SIP) merupakan salah satu anak perusahaan dari Sinar Mas Group yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Bidang kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan budidaya dan pengolahan bahan mentah menjadi setengah jadi. Perusahaan ini terbagi menjadi lima Estate yaitu Sungai Buaya Estate (SBYE), Sungai Merah Estate (SMRE), Mesuji Estate (MSJA), Gedung Aji Baru Estate (GABA), dan Gedung Aji Lama Estate (GALA).

B. Tujuan Magang

Tujuan umum kegiatan magang mahasiswa ini antara lain :

1. Merupakan upaya penyelarasan antara status pencapaian pembelajaran di kampus dengan dinamika perkembangan kegiatan usaha di sektor pertanian.

2. Strategi peningkatan kompetensi lulusan, kegiatan magang mahasiswa sebagai usaha mendapatkan lulusan yang mempunyai kesiapan mental dan memiliki bekal pengetahuan yang cukup. 3. Meningkatkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara teori dan penerapannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam terjun ke masyarakat setelah lulus. 4. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan sikap yang berharga dengan mengenali kegiatan-kegiatan di lapangan kerja yang ada di bidang pertanian secara luas. 5. Mahasiswa memperoleh ketrampilan kerja dan pengalaman kerja yang praktis yaitu secara langsung dapat menjumpai, merumuskan serta memecahkan permasalahan yang ada dalam kegiatan di bidang pertanian. 6. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, instansi swasta, perusahaan dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tujuan khusus kegiatan magang ini adalah untuk meningkatkan pemahaman antara teori dan aplikasi lapangan mengenai budidaya, pengelolaan pasca panen dan pemasaran produkproduk hasil olahan kelapa sawit. Selain itu, melalui kegiatan magang ini mahasiswa akan memperoleh ketrampilan dan pengalaman kerja dalam merumuskan dan memecahkan permasalahan yang ada di institusi mitra.

Melalui kegiatan ini akan memberikan dampak terhadap peningkatan aspek-aspek yang berkaitan dengan pengembangan sikap dan dapat melatih kepekaan mengidentifikasi permasalahan dan mencari alternatif solusi melalui pendekatan lintas disiplin ilmu guna meningkatkan kemampuan intelektualnya.

3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan magang mahasiswa ini dilaksanakan di Mesuji Estate, PT Sumber Indah Perkasa, Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dari tanggal 20 Januari – 29 Februari 2008.

II. ISI
A. Profil Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa, Lampung

Mesuji Estate PT. Sumber Indah Perkasa terletak di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Wilayah kebun Mesuji Estate terletak di Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Simpang Pematang. Mesuji Estate memiliki wilayah 9 desa dengan luas areal sebesar 5.205,875 Ha areal perkebunan. Yang terdiri dari 2 rayon dan 6 divisi. Luas areal rayon 1 Mesuji Estate adalah 2257,7 Ha dan rayon 2 Mesuji Estate memilik luas 2948,2 Ha sedangkan luas masing-masing divisi adalah :

Rayon I (Askep Erickson Bernard Simarmata)

-

Divisi 1

: Brabasan

(565,5 Ha)

-

Divisi 2

: Mekar Sari

(737,5 Ha)

-

Divisi 5

: Margo Rahayu

(313,3 Ha)

-

Divisi 6

: Wiro Bangun (277,5 Ha)

-

Divisi 6

: Harapan Jaya

(384,4 Ha)

Rayon II (Askep Arief Tri Handoko)

-

Divisi 1

: Gedung Ram (600,75 Ha)

Bertanggung jawab penuh terhadap estate yang dipimpinnya.- Divisi 3 : Bujung Buring (827. EM merupakan pimpinan tertinggi di kebun tersebut. Melakukan kebijakan dari RC.5 Ha) Estate Manager Struktur Organisasi Mesuji Estate Jabatan dan Pekerjaan Estate Manager (EM) Merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah estate. Memberikan petunjuk teknis dan non teknis terhadap asisten kepala dan asisten divisi. Asisten Kepala (ASKEP) . 3. Memeriksa dan menyetujui anggaran yang dibuat oleh asisten kepala dan asisten divisi. 4. EM membawahi satu kebun yang terdiri dari beberapa rayon dan divisi. Fungsi EM : 1. 5. Mengawasi dan memeriksa kegiatan administrasi dan operasional kebun yang telah diinstruksikan. 2. EM bertanggung jawab penuh terhadap RC (Regional Controller) mengenai kondisi kebunnya.5 Ha) - Divisi 4 : Harapan Mukti (574 Ha) - Divisi 4 : Tanjung Sari (925.

1. 5. Memberikan petunjuk kepada asisten baik dalam kegiatan teknis maupun kegiatan non teknis. Memeriksa BKM. Membuat reservasi/bon permintaan barang sesuai kebutuhan di lapangan. 3. Tugas askep adalah : 1. Membantu dan memeriksa rencana anggaran kerja bulanan. Asisten Divisi Bertanggung jawab terhadap EM dan Askep terhadap divisinya. Kepala Tata Usaha / Kasie Membantu estate manager dalam hal pengelolaan administrasi estate. 3. 2. 1. Bertanggung jawab terhadap rayon yang dipimpinnya. 7.Jabatan dibawah estate manager. Tugas asisten divisi adalah : 1. triwulan dan tahunan. Di Mesuji Estate terdiri dari 2 rayon yaitu rayon barat dan rayon timur. Mengelola SDM serta fasilitas divisi secara efektif dan efisien. 2. keuangan dan kepersonaliaan estate. kehadiran karyawan baik SKU maupun BHL. Mengatur pemakaian budget/anggaran biaya divisi secara efisien dan efektif. Melaksanakan tugas administrasi dan operasional di divisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melakukan pengawasan administrasi pada masing-masing divisi yang dipimpinnya dan melakukan pengawasan langsung di lapangan. 4. membuat . 4. Memeriksa rencana dan aktualisasi rencana kerja tahunan/rencana kerja bulanan yang dibuat oleh asisten divisi. dimana Askep membawahi satu rayon. 6. Memeriksa dan menyetujui reservasi yang dibuat oleh asisten. Memimpin lingkaran pagi. Memeriksa dan menandatangani lembur karyawan.

tunas pokok dan rawat jalan. Mandor perawatan. Buku Potong Buah (BPB) dan Buku Kutib Brondol (BKB). membuat PO atau STO untuk permintaan barang ke unit lain. 2. Krani Divisi Tugas Krani Divisi adalah : 1. daftar upah BHL/SKU dan kegiatan administrasi lainya. 4. 2. pemupukan. 1. Stock barang divisi. bertanggung jawab dalam supervisi kegiatan di luar kegiatan produksi seperti semprot pasar pikul dan piringan. 3. Mandor tersebut terdiri dari : 1. Mandor panen. Buku Kegiatan Mandor (BKM). 1. dan memeriksa untuk pembayaran upah SKU dan BHL. mengkoordinir anggota regunya untuk melakukan kegiatan panen kelapa sawit dan pengendalian aspek lingkungan di lapangan. Mengarsipkan Rencana Kegiatan Harian (RKH). Krani Panen . 5. 1. membantu asisten dalam hal supervisi dan pengkoordinasian pekerjaan rutin. Input data berdasarkan Buku Kegiatan Mandor (BKM). Mandor 1. Membuat laporan monitoring produksi dan perawatan. Bertugas membantu asisten divisi dalam administrasi divisi. 3. posting data jurnal atau voucher. Mandor Pekerjaan utama mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab atas terlaksananya pekerjaan yang menjadi pengawasannya. dongkel anak kayu. merupakan koordinator mandor lapangan. Input payroll.permintaan pembelian berdasarkan permintaan dari asisten. merekap PDO yag dibuat asisten.

Pengisian data secara detail tahun tanam. Krani Transport berkewajiban dan memastikan TBS yang terpanen hari itu terangkut semua dan sesegera mungkin dikirim ke PKS. blok. 1. Karyawan non staf terikat dalam perjanjian kerja atau SKU. Buruh Harian Lepas (BHL) . Karyawan Merupakan semua orang yang terlibat dan terikat secara resmi dalam suatu hubungan kerja dengan perusahaan. yang dibagi atas staff dan non staf. jumlah hasil panen dan denda. Tugas yang dilaksanakan mengisi buku potong buah sesuai hasil panen masing-masing pekerja. Menandatangani buku potong buah dan membuat SPB. mengisi surat pengantar buah (SPB) ke PKS dan membuat laporan pengiriman TBS sesuai hasil SPB dan kartu timbang dari PKS. Keadaan Sumber Daya Manusia Keadaan sumber daya manusia di kebun MSJA ESTATE pada umumnya terdiri dari: 1. TPH. 1. Krani Transport Melakukan koordinasi dan pengawasan transport TBS di TPH guna terangkut ke PKS.Merupakan pembantu asisten divisi dalam kegiatan produksi. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan.

Yaitu karyawan tidak tetap dan tidak memiliki ikatan kontrak dengan perusahaan yang umumnya berasal dari perkampungan di sekitar kebun dan karyawan yang ada didalam kebun. Tahun tanam tersebut terbagi atas beberapa blok. Profil Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan Divisi 1 Desa Brabasan terbagi atas tiga tahun tanam kelapa sawit yaitu tahun tanam 95. Pendidikan pada umumnya adalah sarjana (strata 1). blok D2 seluas 18 Ha. Tahun tanam 95 ada 6 blok terdiri dari blok A1 seluas 17. blok D4 seluas 18 Ha. blok D1 seluas 24. juga sudah dibekali dengan berbagai pelatihan dan training dari perusahaan. Luas keseluruhan tahun tanam 95 adalah 149. blok C3 seluas 30 Ha. blok B3 seluas 32 Ha dan blok C1 seluas 34 Ha. blok A2 seluas 13. Karyawan SKU Yaitu karyawan yang mempunyai ikatan hubungan kerja dengan perusahaan. Sistem pengupahan disesuaikan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi). blok D3 seluas 18 Ha. Tahun tanam 96 ada 13 blok terdiri dari blok C2 seluas 30 Ha. Syarat Kerja Umum (SKU) adalah perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan dengan serikat pekerja perkebunan untuk karyawan harian tetap dan bulanan yang berdomisili di perkebunan milik perusahaan atau yang mempunyai perjanjian pengelolaan dengan perusahaan.75 Ha. blok B2 seluas 32 Ha.50 Ha. blok D5 . 1. 1.25 Ha. Mereka umumnya berasal dari daerah sekitar kebun dan pendidikan mereka rata-rata tamatan SMP dan SMU. Staff Yaitu orang yang memiliki tanggung jawab terhadap kelangsungan perkebunan.75 Ha. blok B1 seluas 21 Ha. tahun tanam 99. tahun tanam 96.

blok F2. Marsahid : Riyadi.seluas 18 Ha. Kecamatan Tanjung Raya.2 seluas 30 Ha dan blok F3 seluas 48 Ha.75 Ha.1 seluas 28 Ha. Puji Haryanto : Rohmadin Batas-batas Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan :    Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur : Desa Gedung Ram : Desa Simpang Pematang : Desa Talang Gunung . blok D7 seluas 18 Ha. Mandor Panen : Tasnim.2 seluas 28 Ha. Jabatan dan pekerja yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan : 1. Kabupaten Tulang Bawang adalah 565. blok F2. Mandor Perawatan 7. Timan 6. blok E1 seluas 24 Ha. Burhanudin. Luas tanaman kelapa sawit Rayon 1 Divisi 1 Desa Brabasan. Panuju. Guntoro : Haryono. Mandor 1 : Herman Teguh Wibowo : Erickson Bernard Simarmata : Hardin Hamdan Daulay : Karsun 5. Krani Transport 8. blok E2 seluas 20 Ha.5 Ha. Estate Manajer 2. blok F1. Luas keseluruhan tahun tanam 96 adalah 256. Asisten Divisi 4.1 seluas 25 Ha. blok D6 seluas 18 Ha. Luas keseluruhan tahun tanam 99 adalah 159 Ha. Krani Divisi : Bandi. blok E3 seluas 10 Ha dan blok E4 seluas 10 Ha. Tahun tanam 99 ada 5 blok terdiri dari blok F1. Asisten Kepala 3. Krani Panen 9.

Jenis Kegiatan yang Dilakukan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama magang di Mesuji Estate PT. Sebelah Barat : Desa Mekarsari Inventarisasi yang ada di Rayon 1 Divisi 1 Brabasan :         Almari Meja Kalkulator Kursi White Board : 1 buah : 2 buah : 2 buah : 2 buah : 3 buah : 1 buah Radio Panggil (HT) Trisula : 5 buah Tangki semprot (Kap) : 4 buah B. Memimpin check roll pagi (Lingkaran pagi) Lingkaran pagi merupakan kegiatan yang pertama kali harus dilakukan seorang asisten divisi dan mandor I untuk memimpin jalannya evaluasi hasil kerja hari kemarin dan mengkoordinasikan pekerjaan yang akan dikerjakan hari itu kepada mandor panen. Managerial Merupakan kegiatan untuk mengkoordinasi setiap jenis kegiatan atau pekerjaan kepada seluruh komponen yang terlibat dalam setiap kegiatan tersebut. mandor . sehingga jalannya suatu kegiatan dapat terkontrol dengan baik dan pekerjaan berjalan lancar. 1. Sumber Indah Perkasa dari tanggal 20 Januari 2008 – 29 Februari 2008 adalah sebagai berikut : 1.

Hubungan sosial ke masyarakat sekitar kebun Dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan asisten dan semua mandor dan krani panen harus selalu bersikap tegas dengan semua pekerja walaupun yang ditemui itu adalah tetangga sendiri atau saudara sendiri. Estate Manager maupun oleh pimpinan tertinggi lainnya. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kerja dan jumlah tenaga yang dibutuhkan. . karani panen. kemudian dilanjutkan dengan absensi karyawan serta pembagian tenaga dan penjelasan kegiatan yang akan dilakukan.15 WIB selama hari kerja pada kantor divisi. mendengar masalah-masalah yang mandor hadapi di lapangan dan memberikan masukan serta penjelasan tentang pekerjaan yang akan dilakukan.perawatan. melaksanakan instruksi kerja hari ini terlaksana dengan baik. semua mandor dan krani. Pada lingkaran pagi juga dilakukan evaluasi hasil kerja hari sebelumnya. dan mengetahui dan menyelesaikan berbagai kendala di lapangan. Apabila terjadi suatu kesalahan dalam pekerjaan maka mereka wajib memberi teguran dan menjelaskan cara yang benar dalam melakukan pekerjaan itu. Kegiatan ini dilakukan setiap hari mulai pukul 05. memastikan jam kerja efektif. maka dalam lingkungan kerja pun akan selalu terjaga keharmonisan. kendala yang ditemui di lapangan. 1. 1. prestasi kerja yang dicapai. Pengawasan pekerjaan lapangan Pengawasan pekerjaan di lapangan dilakukan oleh semua asisten. dan krani transport. Dengan terciptanya suasana demikian. Pengawasan meliputi. Apabila di luar lingkungan kerja kita harus menjaga rasa kekeluargaan dan kebersamaan sehingga tercipta suasana yang harmonis. Pada kegiatan ini asisten divisi menyampaikan instruksi yang diberikan oleh atasan baik oleh Asisten Kepala.

Laporan ini terbagi atas 4 bagian. EM. penggunaan barang. Laporan ini berisi mengenai semua jenis kegiatan yang direncanakan selama 1 tahun anggaran yang dibuat pada akhir tahun dan harus mendapatkan persetujuan Askep. meliputi : 1. Koordinasi dengan Rekan Sejawat. dan RC. dan Bawahan Koordinasi sangat perlu dilakukan sebab akan mendukung kesesuaian komunikasi yang berasal dari atasan hingga bawahan. Dengan adanya koordinasi ini maka akan meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan penyampaian informasi. Beberapa laporan yang ada dan dikerjakan di kantor divisi. 1. 1. Administrasi Divisi Administrasi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan surat-surat yang mendukung kelancaran tugas-tugas lapangan. Permintaan dana operasional (PDO) Dibuat oleh asisten divisi yang didasarkan atas rencana kerja bulanan (RKB). Atasan. 2.sehingga akan menimbulkan semangat kerja yang berujung pada prestasi kerja yang memuaskan dan minimalnya konflik yang terjadi. yaitu jumlah HK. Program kerja divisi (PKD) Program kerja divisi ini dibuat oleh asisten divisi setiap tahunnya setelah ada budget yang ditetapkan. produksi dan perawatan tanaman. . koordinasi yang baik melaluin proses interaksi dan komunikasi yang efektif sehingga tidak menimbulkan suatu ambigu atau kerancuan.

jumlah HK. unit. mandor brondol. Memorial Merupakan laporan yang dibuat kerani divisi yang berasal dari rekapan atau kumpulan LPT selama satu bulan (dibuat akhir bulan) yang berisi tentang tahun tanam. blok (luas dan nomor). buku ini berisi mengenai jenis pekerjaan. tahun tanam. Dari PKD yang telah disetujui. 1. RKH ini dibuat oleh asissten divisi yang secara berisi tentang rencana kegiatan untuk keesokkan harinya. hasil kerja (jumlah dan unit). upah (satuan dan total). mandor panen. pemakaian bahan (nama bahan. dan ketersediaan bahan atau barang. HK. absensi. dan mandor perawatan). RKH berisi tentang no perkiraan. prestasi dan pemakaian bahan 1. . Didalamnya juga berisi tentang: nama karyawan. prestasi kerja. satuan. dan satuan) dan nama pengawasnya. waktu pelaksanaan. Buku kegiatan mandor (BKM) Buku kegiatan mandor ini harus dibuat oleh masing-masing mandor (mandor 1. maka semua jenis kegiatan tersebut dibagi berdasarkan kepentingan kegiatan. Rencana kerja bulanan (RKB) Merupakan pleksanaan atau penterjemahan berbagai jenis kegiatan yang berdasarkan PKD. jumlah dan unit). HK (no dan luas). Laporan ini juga harus mendapatkan persetujuan dari Askep dan EM. Rencana kerja harian (RKH) Merupakan rencana kegiatan yang akan dikerjakan keesokkan harinya. Dengan adanya buku kegiatan mandor ini maka kita dapat mengontrol adanya pekerjaan tertentu (perawatan tanaman) dan jumlah tenaga kerjanya. Buku ini harus diperiksa oleh mandor 1. blok (no dan luas).1. volume kerja (jumlah dan unit). jenis pekerjaan. bahan (nama. jumlah. jenis kegiatan. 1.

jumlah panen hari ini (janjang. LPBKS didalamnya berisi informasi mengenai tahun tanam. pusingan. Laporan ini dibuat oleh asisten divisi.dan Hi). blok (nomor dan luas). blok yang di panen (nomor dan luas). jenis pekerjaan. jumlah Kg. dan pemakaian bahan (nama bahan. jam. perhitungan sensus. 1. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep. misalnya pembuatan pungguhan. Rumus untuk inspeksi panen ini adalah janjang rusak dibagi jumlah janjang yang dipanen dikali 100%. hari kerja (HK). wiping lalang. dongkel anak kayu. Buku ini juga berisi mengenai kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam panen kelapa sawit.1. jumlah janjang yang layak . panen sampai dengan hari ini (HK. janjang. Inspeksi panen ini dapat digunakan untuk mengetahui jumlah buah yang rusak atau tandan kosong. satuan. BJR). jumlah pohon inspeksi. jumlah sensus. Beberapa kesalahan yang catat antara lain. Laporan pemeliharaan tanaman (LPT) Laporan ini merupakan pemindahan data yang diperoleh dari BKM. Data dari BKM yang dipindahkan ke LPT hanya data mengenai kegiatan yang dibayar secara harian maupun borongan. dan pemeliharaan tanaman lainnya yang khusus dibayar harian pekerjanya. perawatan jalan. BJR. Buku inspeksi panen Buku inspeksi panen ini berisi tentang tahun tanam. Laporan ini harus dibuat oleh asisten. Dalam laporan ini juga ada rekapitulasi panenan per tahun tanam. Laporan pemungutan buah kelapa sawit (LPBKS) Laporan pemungutan buah kelapa sawit merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari buku ancak panen dan buku potong buah.Of. dan luas). jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. Kg. hasil kerja. blok. Laporan ini berisi mengenai: tahun tanam. melalui krani divisi dan disetujui oleh Askep (asisten kepala). 1.

jumlah janjang. dan L = tidak beralas). bunga matahari. Laporan pengiriman buah (LPB) Merupakan laporan yang berisi pemindahan data dari SPB (surat pengiriman buah). 10. premi rajin dan sisa premi atau pengawas. denda kesalahan (T = tinggal. dan timbangan off netto(kg). dan pokok over prunning. Rekapitulasi ini berisi mengenai pemilik kendaraan yang mengangkut buah (SKU/mobil kebun atau kontraktor). dan P = pelepah sengkleh). janjang di TPH. dan basis. pelepah sengkleh. sampah. jumlah brondolan di TPH. salah panen (M = buah mentah.panen tapi tidak dipanen. nomor polisi truck (pengangkut buah). . Buku kutip brondolan Buku ini dibuat oleh mandor brondol. jumlah buah mentah yang dipanen. Apabila laporan untuk hari ini sudah dibuat. 12. dimana kolom tabelnya jadi satu dengan LPB. L = buah tidak disusun di TPH. nomor SPB. jumlah buah dengan tangkai panjang. tahun tanam. premi lebih. blok. Dalam rekapitulasi ini juga berisi total pengiriman yang dilakukan oleh truck pengangkut hari ini dan total trip sampai dengan hari ini. hasil (kg). blok. yang berisi tentang nama pengutip. Buku kutib brondolan ini kemudian digunakan untuk menghitung upah pengutip yang dimasukkan dalam daftar upah pembrondol. T = tangkai panjang. tahuntanam. 11. Laporan ini harus dibuat oleh asisten divisi. pendapatan netto. G = buah matahari. K = kotor. yang di dalamnya berisi: nomor urut. pokok under prunning. maka harus dibuat rekapitulasi pengiriman buah. buah normal. nomor blok yang dipanen. Buku potong buah Buku potong buah ini dibuat oleh krani panen yang didalamnya berisi mengenai nama pemanen.

meliputi mandor 1. Berikut adalah jenis dari jalan dan jembatan : . maka dapat ditentukan jumlah HK dari masing-masing pekerja. sehingga akan diketahui jangkauan luasan (blok) panen setiap kali panen dan mengetahui rata-rata rotasi serta pusingan setiap bulan. Surat pengantar buah (SPB) Surat pengantar buah ini dibuat oleh krani panen yang di dalamya berisi mengenai identitas kendaraan pengangkut (no polisi kendaraan). dimana setiap 1 truk pengangkut harus disertai surat ini. berat brondolan. Data dari masing-masing mandor itu kemudian direkap oleh karani divisi. jumlah janjang (berat seluruh buah).13. Surat ini harus dibuat setiap akan melakukan pengiriman buah. 3.dan mandor perawatan. Setelah dibuat oleh mandor maka daftar ini disetujui oleh asisten divisi bila telah sesuai. Pemeliharaan (Up Keep) A. Daftar ini berisi mengenai absensi atau kehadiran dari pekerja setiap hari adanya pekerjaan. 15. nama penegendara. Pusingan normal 6-7 hari/rotasi. Daftar absensi karyawan BHL/SKU Daftar absensi ini dibuat oleh masing-masing mandor. mandor brondol. Rotasi (pusingan) panen Buku ini berisi mengenai data pelaksanaan panen yang harus diisi setiap ada kegiatan panen. 14. PKS yang dituju. Dengan diketahuinya jumlah pekerja yang hadir. Jalan dan Jembatan Jalan dan jembatan merupakan akses utama yang menunjang kelancaran seluruh aktifitas perkebunan terutama dalam hal trasportasi pengankutan TBS.

Pada daerah plasma jalan ini merupakan jalan utama desa yang biasa digunakan masyarakat untuk mobilitas seharihari.1. Key Road Key Road atau di sebut jalan kunci karena jalan ini adalah jalan yang mudah atau sering dilalui untuk evakuasi TBS menuju PKS. Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Collection Drain (CD). Main Road (MR) Jalan yang memiliki arah Timur-Barat jalan ini memiliki panjang kurang lebih 300 meter dengan lebar 9 meter. . 1. Collection Road (CR) Jalan yang memiliki arah Utara-Selatan jalan ini memiliki panjang kurang lebih 1000 meter dengan lebar 7 meter. Jalan ini merupakan jalan yang di gunakan pemanen untuk mengeluarkan TBS dari dalam kebun ke TPH. Biasanya di tepi jalan anatara perbatasan jalan dengan blok di pisahkan oleh parit Main Drain (MD) 1. 1. 1. Jalan pikul Jalan pikul atau juga disebut pasar pikul merupakan jalan yang berbentuk lorong tiap blok biasanya terletak setiap dua baris pokok sawit. Jalan ini juga berfungsi sebagai pemisah antar blok karena jalan CR terletak diantara blok. Accses Road Jalan yang menghubungkan kebun menuju jalan negara/ jalan raya.

Field drain atau parit rajangan. pikulan (kayu bambu) ukuran 2 – 2. Dasar penentuan jumlah dan ukuran titi panen : 1. Alat-alat yang digunakan untuk kegiatan pemasangan titi panen yaitu tali tambang. Beberapa ukuran titi panen : 2. dengan asumsi 3 jalan rintis 1 TPH. Budget pasang titi panen adalah 10 m/HK. 8. Titi panen Tujuan pemasangan pembuatan dan pemasangan titi panen adalah unutk menunjang aktivitas panen dan pekerjaan lain (perawatan tanaman). B. Field drain ini dibuat dengan perbandingan 1 : 16. 2. 1 : 4 dan 1:2 dari jalur tanam. Gorong-gorong Gorong-gorong merupakan saluran air yang berguna untuk mengalirkan air dari dalam ke luar atau sebaliknya. Arah Timur-Barat parit ini pada umumnya berada di dalam blok untuk mengalirkan keluar air yang mengenangi blok. Gorong-gorong berbentuk silinder beton dengandiameter bevariasi antara 30-100 cm dan panjang 1 meter. 1. 1 : 8. parit yang mengalirkan air dari dalam blok ke collection drain dengan ukuran 1 x 1 x 0. Pemasangan titi panen pada parit di tengah blok dibuat setiap jalan rintis. Pemasangan titi panen di pinggir CR yang ada paritnya diberikan setiap TPH. .1. 3. 6.5 m. 4.75 m. Drainase 1. Panjang titi panen disesuaikan dengan lebar parit dengan menambah 30 cm pada masing-masing tepi parit. dan 12 m.

5 meter. Pengenalan dan Pembuatan Berbagai Jenis Parit Perawatan Parit Perawatan parit yang dilakukan adalah pekerjaan buang rumput. Outlet drain. Selain itu. a. b.5 x 2. Alat yang digunakan adalah parang dan cangkul. parit yang mengumpulkan air dari field drain dengan ukuran 3 x 3 x 2. Konservasi Tanah Tujuan pembuatan adalah untuk mengantisipasi terendamnya pokok kelapa sawit bila terjadi luapan air saat musim hujan dan untuk memudahkan panen dan perawatan tanaman kelapa sawit.5 m letaknya sejajar dengan CR. Main drain. Dengan arah Utara-Selatan. kegiatan ini juga untuk memindahkan pelepah-pelepah kelapa sawit yang jatuh ke dalam parit.2. merupakan parit yang mengumpulkan air dari main drain dan mengalirkannya ke sungai dengan ukuran 6 x 3. Peninggian jalan pikul (pematang) . 3. Buang rumput ini diartikan sebagai kegiatan mencaabut dan membabat daerah dinding parit dan pinggir parit (jalan kontrol di tepi parit) selebar 1 meter dari gulma anak kayu maupun anak sawit. Tujuan perawatan parit adalah untuk memperlancar aliran air dan untuk membersihkan parit dari gulma anak kayu dan pelepah-pelepah. 1. 4. parit yang mengumpulkan air dari collection drain dengan ukuran 4 x 4 x 3 m dan letaknya sejajar dengan main road (MR). Collection drain. c.

Pembuatan atau penebalan stop blok Bahan yang digunakan antara lain tanah. dengan ukuran jari-jari atas 2m. Ini dapat dilakukan dengan cara flushing. yaitu membuka sebagian tumpukan karung . Dalam pembuatannya.5 m. Pembuatan pungguhan dan tapak kuda Untuk pembuatan pungguhan budgetnya 3 pungguhan/HK. Stop block ini dibuat dengan ketinggian yang sama dengan jalan disekitarnya.Pembuatan pematang atau peninggian jalan pikul ini hanya diterapkan di areal rendahan.3 m. Apabila musim hujan tiba maka permukaan air harus diatur pada level 60 –70 cm dibawah permukaan tanah. sedangkan untuk MD (Main Drain) membutuhkan kurang lebih 1000 sak tanah. Antara jalan pikul dan pungguhan ini dihubungkan dengan jalan kecil untuk memudahkan akses menuju pokok tanaman kelapa sawit. ditengah-tengah stop block diberi alur atau saluran air (over flow) untuk aliran air apabila terjadi luapan air akibat hujan. 1. dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehilangan air akibat adanya rembesan atau kebocoran stok air dalam parit (CD/MD) dan mempertahankan persediaan air untuk tanaman sawit. sehingga akan memudahkan jalannya panen dan perawatan tanaman selama musim hujan. Biasanya untuk CD (collection drain) membutuhkan sekitar 40-50 sak tanah. pelepah atau kayu. Pembuatan ini dilakukan pada awal musim kemarau. sebab areal rendahan ini setiap datangnya musim hujan akan terendam oleh air luapan dari parit sekitarnya. Sedangkan pada daerah dengan kemiringan 130-300 yang tidak memungkinkan dibuat teras kontur dengan lebar 3 m harus dibuat tapak kuda dengan lebar 2. Untuk mengerjakan penebalan stop block ini biasanya dikerjakan oleh 2-3 tenaga kerja. dan karung bekas pupuk. ketinggian 1m dan jari-jari bawah 2. 1.

5 kg/ha. Ukuran rorak adalah 1 x 1 x 1m yang terletak pada gawangan mati dan dibuat setiap ± 50 m. 1.5 kg/ha : 0. C. dengan jarak dari CR 6 – 8 meter dan dibuat alur yang menghubungkan rorak dengan parit di CR. Selain dilakukan secara mekanis.berisi tanah yang ada di over flow. Maintenance prunning Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan panen. Jumlah Pelepah yang Harus Dipertahankan . Pada musim penghujan pelepah harus timbang air dengan songgo 2 (dua). Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah untuk mengurangi penguapan air tanah atau menjaga kelembaban tanah. air keluar dan dipertahankan sampai ketinggian 60 – 70 cm. sedangkan pada musim kemarau hanya pelepah kering saja yang boleh dipotong dan pemanen berkewajiban mempertahankan pelepah sesuai standar. konservasi lahan juga bisa dilakukan dengan menanam tanaman konservasi. Tanaman yang sering ditanam untuk konservasi lahan adalah kacangan atau LCC (Leguminoceae Cover Crops). MB (Mokuna bracteata) dengan ketentuan 100 gr/ha. menghambat pertumbuhan gulma. Pueraria javanica dan Calopogonium caeruleum yang ditambah pospat dengan perbandingan 6 kg/ha : 3 kg/ha : 0. pengikat unsur nitrogen tanah. Pembuatan rorak ini dilakukan pada musim kemarau untuk mengantisipasi datangnya musim hujan dimana kondisi air di lapangan berlebih. Pada areal replanting ditanami MC (Mokuna coticinensis). Pembuatan Rorak Tujuan pembuatan rorak adalah untuk menampung air hujan saat musim hujan tiba. Campuran kacangan adalah Calopogonium mucuinoides.

pemupukan. Semprot TPH bertujuan agar TPH bersih sehingga pengutipan brondolan oleh pemuat (loader) lebih optimal. menekan pertumbuhan gulma. pasar pikul.0 6 1.3 Sumber : Data Sekunder Penyusunan pelepah dilakukan secara L-shape yakni dengan meletakkan pelepah diantara pokok dan gawangan mati.3 > 12 5 1. Pasar Pikul. Hal ini bertujuan untuk mencegah erosi tanah. menjaga kelembaban tanah. Jalan Kontrol dan TPH Tujuan dari semprot piringan.Umur Tanaman Lingkaran Pelepah Jumlah pelepah/pohon Rotasi/tahun (tahun) 3–4 5–8 9 – 12 8 56 1. . merangsang pertumbuhan akar. dan memperlancar kegiatan operasional. dan jalan kontrol dilakukan sebanyak 3 rotasi dalam setahun. pangkal pelepah harus menghadap ke gawangan mati dan ujungnya menghadap jalan pikul.0 7 48 40 – 44 32 –36 1. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah kap Solo Sprayer 15. dan jalan kontrol agar mempermudah dalam kegiatan panen dan pengutipan brondolan. Semprot Piringan. pasar pikul. Semprot piringan. pasar pikul dan jalan kontrol adalah untuk memberantas gulma disekitar piringan. sedangkan untuk semprot TPH sebanyak 6 rotasi yaitu pada tanggal 1-8 di setiap bulan genap. serta memperlancar akses masuk ke dalam blok. D.

E. adanya daun yang hampir berlubang (terlihat transparan). 1 pokok diambil pelepah atas (pelepah 1-9). Hal ini bertujuan untuk menghindari resistensi gulma. 23. Penyemprotan rotasi pertama dan ketiga dilakukan dengan Gramoxone dosis 250 cc + 12. Namun. dimana setiap titik sensus dipilih serangan yang paling berat. 33. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan alat adalah kebocoran pada alat sprayer.dst). dan adapula pelepah yang tinggal lidinya. 1. yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah ulat api jenis Thosea asigna dan Setora nitens. yang terdiri dari ulat api (Limacodidae) dan ulat kantong (Psychidae).jerigen. Tanda-tanda serangannya berupa daun-daun berlubang. handle. sedangkan penyemprotan rotasi kedua dilakukan dengan campuran Round Up dan Ally dengan dosis yang sama.5 gr Ally. Ally 20 WDG (Methyl metsulfuron) dan Round Up (Glyphosate). 2. Menentukan 2 titik sensus dalam 1 baris tanaman yang dipisahkan oleh jalan kontrol. Sensus dalam baris tanaman 1. Pada setiap posisi pelepah diamati 1 contoh pelepah yang terserang paling berat. 1. Herbisida Gramoxone (Paraquat dichlorida). Pengendalian UPDKS (ulat pemakan daun kelapa sawit) UPDKS merupakan hama yang berasal dari Ordo Lepidoptera. Baris sensus Sensus dimulai dari ujung utara-barat blok menuju ke selatan pada baris ke-3 dan selanjutnya setiap selang 10 baris (13. 1 . dan nozzle. Sensus UPDKS 2. Mata lima atau dengan melihat 5 pokok tanaman kelapa sawit yang mengelilingi titik sensus tersebut dan pengamatan pada 3 pokok yang terserang paling berat .

3. 5.pokok diambil pelepah tengah (10-25). letak larva (pelepah bagian atas. Kutip Pupa Dilaksanakan setiap sebulan sekali pada awal bulan dan harus sudah selesai 2 minggu berikutnya (2 minggu pertama) pada blok-blok yang terserang. Setiap pekerja harus melakukan kutip pupa dengan alat berupa garukan dan ember plastik. dan jumlah larva sehingga dapat diketahui persentase serangan UPDKS. 2. Laporan sensus Sensus dilakukan mulai tanggal 1 setiap bulannya dan laporan sensus diterima di kantor Region tanggal 15 bulan yang sama. dan bawah). dan kecil). sedang. 3. sehingga kita mengetahui kapan waktu yang tepat untuk dilakukan light trap. walaupun hanya sebagian saja yang terserang. Mencari pupa (berbentuk bulat berwarna coklat) di bagian pangkal pokok (piringan) dengan menggunakan garukan. Mencatat pokok tanaman kelapa sawit yang digunakan sebagai titik sample pada form sensus UPDKS. Cara pelaksanaannya : 1. Pupa yang ditemukan kemudian dikumpulkan dalam ember plastik dan kemudian diletakkan di kantor divisi untuk dilihat waktu menetasnya. 4. tengah. Setiap pelepah dilihat ukuran larva (besar. dan 1 pokok diambil pelepah bawah (>25). Hand picking . Tindakan pengendalian 1. 1.

Light Trap Merupakan tindakan pemerangkapan UPDKS yang berada pada stadia imago (kupu-kupu) dengan perangkap cahaya lampu. 6. 5. 3. maka light trap dilanjutkan sampai populasi kupu-kupu 5 ekor per lampu. 2. Alat-alat yang digunakan berupa lampu petromak. 1. Jumlah lampu untuk areal mineral per 30 Ha adalah 10 buah (1 lampu = 3 Ha).Merupakan tindakan pengendalian UPDKS yaitu melalui pengambilan secara langsung hama ulat api yang menyerang pada pelepah sawit. Melindungi dan melestarikan musuh alami(biologis) Beberapa jenis musuh alami yang banyak ditemukan antara lain:  Predator : Sycanus Sp. parasitoid Spinaria spinator. bauahbuahan (coklat. 4. Chaetexorista javana. Light trap dihentikan apabila perolehan kupu-kupu rata-rata lebih kecil atau sama dengan 5 ekor per lampu. Jumlah lampu untuk areal gambut per 30 Ha adalah 10 buah. Cantheconidea javana.  Entomopatogen : 1. 7. Bakteri : Bacillus thuringiensis . belimbing) yang digantung seperti pancing dan ember plastik yang diisi air deterjen. Apabila sampai tanggal 25 masih terdapat lebih dari 5 ekor per lampu. Apanteles sp. Chlorocrypsus purpuratus. Light trap harus diselesaikan dalam waktu 6 hari untuk semua blok yang terserang dan satu blok harus dikendalikan minimal 2 rotasi. Eocanthecona furcellata. Blok-blok yang terserang harus dilakukan light trap total. pisang. Cara melakukannya : 1.

3. 4. Spesies tikus yang menyerang antara lain adalah Rattus tiomanicus dan Rattus argentiventer. dan brondolan yang akan mengakibatkan hilangnya atau menurunnya produksi. start dari baris ke-3. Kriteria serangan : serangan yang merusak bunga jantan. Cara melakukan campaign : . Sensus dilakukan 10 % dari total pokok atau 1 baris per 10 baris tanaman yang dimulai dari ujung utara-barat blok menuju ke selatan. Granulosis virus. Lamrat ini diaplikasikan secara campaign. Sistem pengendalian Pengendalian dilakukan apabila tingkat serangan tikus berada sama dengan dan diatas ambang ekonomi (≥ 5 %). 1. F. 2. pada satu pokok. apabila menyerang TM akan mengakibatkan rusaknya bunga jantan. Virus : Nudaurelia. Pengendalian dengan rodentisida (Lamrat) Kandungan bahan aktifnya adalah Coumarin. Beauveria bassiana 3. 1.2. 5. brondolan. Jamur : Cordiceps militaris. tandan buah segar (TBS). maka satuan penghitungan serangannya adalah 1 serangan pada 1 pokok. Perhitungan tingkat serangan : jumlah pokok terserang : jumlah pokok sample x 100 %. bunga betina. Sensus tikus dilaksanakan setiap bulannya yang dimulai dari tanggal 1. 4. Pengendalian Tikus di Tanaman Menghasilkan (TM) Merupakan hama dari kelompok binatang pengerat. buah. Sistem Sensus Tikus 1.

Aplikasi I : jumlah lamrat 100 % pada blok yang terserang. Burung jantan ditandai dari bulu dada berwarna kuning dengan bintik-bintik hitam. Aplikasi III : dilakukan apabila jumlah lamrat yang hilang pada aplikasi I lebih dari 20 %. 6. 3. 3. 2. Pengaplikasian harus urut barisan tanaman dengan Lamrat diletakkan pada tanah dengan jarak 0. Pengendalian dengan musuh alami (burung hantu / Tyto alba) Tata cara penangkaran dan pelepasan Tyto alba di lapangan : 1. 5. betina lebih berat. 4. maka aplikasi dihentikan. mengganti dan menghitung jumlah lamrat yang hilang atau dimakan tikus. 7. Aplikasi di daerah banjir maka pemasangan lamrat dilakukan di atas tandan mengarah kebagian dalam agar tidak jatuh sewaktu dikerat tikus. yang dilakukan adalah. apabila pada aplikasi kedua jumlah lamrat yang dimakan tikus dibawah 20 %. sebanyak 6-7 telur sekali dan dua kali setahun pada pertengahan dan akhir bulan. . sedangkan betina warna bulu dadanya putih dengan bintik-bintik hitam 2.5 meter dari pokok tegak lurus dengan gawangan mati dan diberi tanda bendera. Aplikasi II : pada hari ke-3 setelah aplikasi pertama. Campaign dilakukan minimal 3 kali aplikasi. 8. Aplikasi dilakukan 3 hari setelah aplikasi ke-2. Ukuran panjang ± 35 cm berat 500-600 gram. Burung akan bertelur pada umur 8 bulan dan biasanya burung bertelur setiap 2 hari. Identifikasi Tyto alba jantan dan betina 1. Telur akan menetas setelah 28 hari dierami. 2. Pekerja yang melakukan aplikasi harus menggunakan sarung tangan karet.1. Bertelur dan mengeram 1.

4. Apabila makanan kurang maka anaknya akan dikanibal. . Sesudah burung berumur 3 sampai 4 bulan. Anak burung tersebut diberi makan tikus yang telah dipotong menjadi 4 bagian yang telah dilumatkan tulangnya. 6. Jika belum dapat makan sendiri maka anak burung perlu disuapi. Penangkaran dan pemberian makan burung 1. 2. Pada waktu ini burung diberi makan minimal 2 ekor tikus setiap hari. Biasanya ± 5 anak burung seklai menetas dan ± 9 anak burung per tahun. Pemindahan burung dari penangkaran ke gupon di lapangan 1. Anak burung yang ada di lapangan setelah umur 35 – 40 hari dapat diambil dan ditangkarkan. 4. Burung dapat dipindahkan jika telah berumur 3 sampai 4 bulan.3. Pada awal pemindahan gupon tidak dibuka selama 15 hari. Setelah burung dapat makan sendiri maka tikus cukup dibagi 2 potong. Burung diberi minuman dengan air bersih yang berukuran besar karena biasanya burung minum sambil memasukkan tubuhnya. Pemberian makanan saat sore hari yaitu jam 4-5. 3. 2. karena sudah dianggap dewasa dan dapat dipasangkan untuk dipindahkan ke gupon di kebun. Jumlah makanan minimal 1 ekor tikus per hari sesuai dengan kebutuhan. 5. tikus tidak perlu dipotong lagi tetapi sudah mati (tidak dalam keadaan busuk).

Atau dapat pula dipasang setiap 15 ha. 4. 4. G. 3. 2. Pengendalian Gulma 1. Setiap minggu yaitu dilakukan sensus untuk mengetahui gupon aktif dan gupon yang ada telur atau anak burung.800 ekor tikus pertahun. lokasinya satu arah selatan dan satu ke arah utara tetapi 3-4 baris ke dalam dari MR.3. Setiap bulan dicek tiang dan kandang serta semua pelepah yang bersandar dipotong untuk menghalangi hewan pengganggu mendapatkan telur atau anak burung. Sepasang Tyto alba dapat memakan 1. Setelah 15 hari gupon dibuka tetapi tetap diberi makan sampai 3 hari untuk antisipasi jika burung hantu belum mampu untuk mencari tikus sendiri. Gupon dipasang setiap 30 ha di pertengahan blok dan diberi tanda lokasinya di CR. Setahun sekali sebelum masa bertelur.500 s/d 1. semua kotoran yang berupa tulang tikus maupun kotoran lainnya dikeluarkan. 5. 1. Mengembangkan dan melestarikan tanaman berguna atau inang secara . Kandang gupon di lapangan dan pemeliharaannya 1.

Clidemia hirta. malabathricum. Gulma anak kayu yang sering ditemui adalah Clidemia hirta dan Melastoma malabathricum. Erechtites sp. Urena lobata. 2. Hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan dongkel di lapangan adalah tidak diperbolehkan membabat anak kayu karena akar yang tertinggal pada tanah akan sangat mempercepat pertumbuhan vegetatif anak kayu yang baru. Mikania Melastoma micrantha. Beberapa gulma yang berbahaya dan harus dimusnahkan adalah Imperata cylindrica. Nephrolepis bisserata dan Diplazium asperum. Ageratum conyzoides. 3. Beberapa gulma berguna antara lain : Turnera subulata. Stenochlaena palustris. apabila sudah dicabut maka dikumpulkan dalam karung yang dibawa oleh setiap pekerja untuk di keluaarkan dari blok perkebunan di jalan CR. Memusnahkan gulma berbahaya (noxious weed). Selama kegiatan dongkel anak kayu ini juga dilakukan kegiatan cabutan anak sawit yang ada di areal perkebunan. Dongkel Anak Kayu (DAK) Merupakan kegiatan untuk membersihkan atau mematikan anak-anak kayu (tumbuhan mengandung kayu) yang tidak dikehendaki di dalam perkebunan kelapa sawit sekaligus mencabut anak sawit dengan menggunakan trisula. sehingga setiap pekerja wajib . Untuk anak sawit. Dicranopteris linearis. Euphorbia heterophylla.terkendali. 2. Casia tora.

03 lt/Ha dan konsentrasi 1 %. Tanaman ini ditanam di pinggir blok sepanjang jalan kebun. 1. Dalam kegiatannya. Turnera subulata diperbanyak dengan cara stek nachtar bunga dari tanaman apabila di hisap oleh kupu-kupu akan mangakibatkan kupu-kupu tesebut fertil sehingga tidak dapat bereproduksi sehingga akan mengendalikan hama ulat api. H. Pemupukan . setelah itu ujung dari tanaman ini diputus untuk menandai bahwa ilalang itu telah di wiping. Pekerja harus mengunakan sarung tangan atau biasanya jari-jari tangan yang digunakan untuk wipping dibalut kain. Tujuan dilakukannya pekerjaan ini adalah untuk menghindari tumbuhnya kelapa sawit baru yang tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kelapa sawit pokok. Pekerjaan ini akan menampakkan hasilnya kira-kira 7 hari setelah aplikasi yang ditandai dengan mengeringnya daun ilalang. Wipping Ilalang (Imperata cylindrica) Wipping Ilalang adalah kegiatan untuk mematikan gulma Ilalang (Imperata cylindrica) dengan menggunakan herbisida Roundup dengan dosis 0. wipping ilalang ini dilakukan bersama-sama dengan dongkel anak kayu. Pengembangan tanaman berguna Selama ini pengembangan tanaman berguna yang dilakukan adalah tanaman Turnera subulata dan Anti gonon. Caranya dengan menyentuhkan atau membasuhkan cairan herbisida tersebut dari pangkal hingga ujung ilalang. sedangkan Anti gonon dengan bijinya tanaman ini merupakan tanaman inang dari predator/musuh alami dari ulat api.mendongkel hingga tuntas ke akarnya. 1. Dilakukan dengan 3 kali rotasi.

plastik.00 – 12. Mengambil pelepah yang akan digunakan sebagai sample yaitu pelepah ke-17 dari pelepah paling muda yang membuka sempurna. Daun yang diambil sebanyak 4 lembar. Tujuan dilakukannya LSU adalah untuk mengidenfikasi tanaman kelapa sawit mengalami suatu defisiensi unsur hara. meteran.Kegiatan yang dikerjakan sebelum dilakukannya pemupukan adalah kegiatan LSU (leaf sampling unit). Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1 tenaga pencatat dan 2 tenaga pengambil sample daun. kemudian masuk barisan tersebut.00. parang. 4. Kegiatan ini biasa dilakukan 2 – 3 bulan setelah dilakukannya pemupukan semester I. aquades. Pokok sample ke -2 adalah selang 10 pokok berikutnya dalam 1 baris. 3. dan kapas. 5. tentukan pokok ke-5 dari barisan tersebut sebagai pokok sample 1 dan diberi nomor dengan cat warna biru (ditulis angka 1) pada pokok sawit. yang berasal dari sisi kanan 2 dan sisi kiri 2. Pengambilan sample daun dilakukan mulai pukul 07. 2. Bila pokok yang akan ditetapkan sebagai sample ternyata pokok yang tidak normal. Daun dari pelepah tersebut yang diambil hanya daun yang berasal dari pertemuan antara bagian runcing dan tumpul dari pelepah yang biasanya berada agak di ujung pelepah. Pengambilan sample dimulai dari ujung utara – barat blok. maka dapat dilakukan penggantian sample yaitu dengan maju atau mundur 3 pokok dari pokok yang diganti. . dan dimulai dari 10 baris ke arah selatan. sehingga dapat dilakukan rekomendasi pemupukan pada tahun berikutnya. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah egrek. Cara pelaksanaan LSU adalah : 1.

daun pancing.Cu : Daun muda memendek. yaitu untuk : -N : Daun pucat atau kaku -K : Daun tua orange spot tembus pandang (ujung anak daun kering) . Pengambilan sample daun harus selesai sebelum jam 12. Cara aplikasi pupuk pada TM dapat dilakukan secara manual maupun mekanis dengan spreader dan pesawat. Untuk sampel ganjil diukur tinggi tanaman (cm). dan sebelum di kirim ke riset terlebih dahulu dicuci dengan aquadest yang dibasuhkan dengan kapas.Mg : Daun tua orange merata -B : Daun berkerut. 7. anak daun rapat dan ujung daun kering 1. panjang pelepah (cm). Kiserid. KCL/MOP. HgFB. 10. Daun yang telah diambil kemudian dipotong yang bagian tengahnya kira-kira 25 cm. 9. Jenis pupuk yang digunakan adalah : Kaptan. Penggunaan fertilizer spreader (FS) sesuai pada areal TM yang datar sampai landai (kemiringan lereng 0-50) dengan umur tanaman > 6 tahun. . CuSO4. Dolomit.6. Urea. diamati pula 6 pohon di sekelilingnya. Kaptan. 8. RP. Sedangkan aplikasi pupuk dengan pesawat terbang diutamakan untuk TM remaja dan tua di areal berbukit dan gambut. 2. Tsp. Khusus untuk defisiensi Mg dan B.00 siang. Setelah dicuci sample daun harus segera dikirim ke riset pada hari tersebut. dan tebal petiole (mm). MOP/KCL. Selain itu juga perlu diamati defisiensi unsur pada tanaman sampel. Sedangkan urutan pemupukannya adalah HgFB. pelepah muda memendek . lebar petiole (mm). Sedangkan untuk sampel genap yang diukur hanya lebar petiole (mm) dan tebal petiole (mm). Urea.

Alat yang digunakan bervariasi untuk setiap rotasi. Panen (Harvesting) . pemupukan. yaitu CP-16 – MHS – CP-16. Kegiatan perawatan yang saat itu dilaksanakan adalah dengan alat MHS dengan jenis nozel polijet warna biru.25 lt campuran herbisida (air + Round up +Ally). Perbandingan pencampuran untuk Gramoxone/Round up : Ally adalah 20:1.25 lt/Ha untuk kedua jenis alat. Dosis yang digunakan yaitu 0. Setiap MHS ini berkapasitas 5 lt. Sedangkan pupuk K dengan Mg adalah 3 minggu. Sistem penyemprotan unutk mengendalikan gulam ini perlu pemilihan jenis alat semprot dan nozel yang sesuai untuk setiap jenis pekerjaan.Kiserid/Dolomit. Adanya jarak aplikasi pupuk tersebut disebabkan karena adanya antagonisme dari masing-masing. Perawatan yang dilakukan adalah dengan cara penyemprotan herbisida yang dilakukan dengan 3 kali rotasi dalam setahun. I. Jarak pemupukan antara pupuk yang mengandung unsur N dengan P adalah 4 minggu. sedangkan untuk MHS adalah Round up dan Ally. dan efisiensi hasil kerja yang dicapai. kebutuhan larutan (air). Tsp/RP. air dan cahaya matahari. yang didalamnya ditambahkan 0. gulma sasaran.0125 Kg. piringan dan pasar kontrol. sehingga dosis round up-nya 0. penunasan dan pengawasan serta mengurangi persaingan dengan gulma dalam penyerapan hara. Untuk alat CP-16 herbisida yang digunakan adalah Gramoxone dan Ally. 4. Tujuan kegiatan ini adalah memelihara akses ke dalam blok dan ke pohon untuk mempermudah aktivitas panen. Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam pemeliharaan tanaman menghasilkan adalah perawatan pasar pikul.25 lt dan Allynya 0. herbisida dan dosis.

Sensus AKP Sensus AKP (Angka Kerapatan Panen) merupakan penghitungan jumlah buah atau TBS yang masak atau matang sempurna dan siap di petik. Langkah-langkah dalam kegiatan sensus: 1. gergaji.00. kertas label dan pulpen. Standar populasinya dalam 1 Ha sekitar 25. pisau (golok). Sensus sebaiknya dilakukan pada pagi hari dari pukul 07. Kegiatan ini seharusnya dilakukan sore hari dengan tujuan menentukan prediksi atau estimasi jumlah buah atau TBS yang siap di panen besok 1. per bunga jantan dan per Ha. mengetahui spiklet rata-rata per janjang. dengan jumlah ini diharapkan penyerbukan dapat berjalan sempurna. maka dilakukan introduksi bunga jantan dari blok lain yang memiliki bunga jantan lebih. Sensus dimulai dari ujung utara-barat mengarah ke selatan masuk mulai baris ke-5 . Tujuan sensus adalah untuk mengetahui jumlah bunga jantan anthesis per Ha. dan mengetahui jumlah Elaeidobius camerunicus per spiklet. plastik.00 – 09.. Alat-alat yang diperlukan dalam sensus antara lain. Pengembangan serangga penyerbuk (Elaeidobius camerunicus) Elaeidobius camerunicus merupakan serangga yang berguna untuk membantu terjadinya pernyerbukan pada tanaman kelapa sawit. yaitu tanggal 10 dan tanggal 25. Sensus Elaeidobius camerunicus Sensus ini dilakukan setiap sebulan dua kali. 2. Apabila dalam 1 Ha jumlahnya kurang dari standar. Kegiatan Menjelang Panen 1.000 – 30.000 ekor atau 3–4 tandan bunga jantan anthesis.A.

3. 2. maka kita tetap meneruskan penghitungan dan pengamatn bunga jantan anthesis namun hanya dihitung jumlahnya dalam satu barisan sample. 3. 9. . serangga per bunga jantan anthesis. Menandai spiklet yang telah dikondomi sesuai posisinya. Bunga jantan yang telah diambil contoh spikletnya. 4. serangga per Ha. Setiap baris tersebut diamati pokok sawit yang memiliki bunga jantan anthesis (baru mekar. 5. 6. 7. diteruskan mencari kebarisan seterusnya (kelipatan 10). dst). dan bunga jantan anthesis per Ha. Menyungkup 3 spiklet bawah (5 lingkaran spiklet terbawah) dengan plastik. Jarak antar baris sensus adalah 10 baris (baris 15. berwarna kuning dan ada bau khas) dan dihitung. 35. 6. 5. Dihitung rata-rata spiklet per bunga jantan dan bunga jantan anthesis per Ha. Apabila dalam pengambilan sample kita telah mendapatkan bunga jantan 4 buah janjang sample tetapi jumlah sample barisan belum selesai. kemudian dihitung jumlah spikletnya yang digunakan sebagai sample untuk menghitung rata-rata jumlah spiklet per tandan. 25. 4. Cara pengambilan spiklet : 1. 8. Data serangga yang diperoleh dibuat rata-rata serangga per posisi spiklet dan rata-rata serangga per spiklet. Menyungkup 3 spiklet tengah (antara spiklet atas dan bawah). rata-rata spiklet per bunga jantan. Menyungkup 3 spiklet atas (5 lingkaran spiklet teratas) dengan plastik. Bila ternyata dalam 1 baris sama sekali tidak ada bunga jantan anthesis. Selain mengambil bunga jantan kita juga perlu menghitung jumlah pokok sawit dalam satu barisan yang digunakan sebagai sample dan dalam pokok ke berapa bunga jantan itu diambil sample.

3. Grding dilakukan dua kalipada saat TBS diangkut dan sesampainya TBS di PKS sebelum diolah . Misalnya BJR tahun lalu 23 Kg (> 20 Kg). pembrondol bertugas mengutip semua brondolan dari dalam blok dan mengumpulkannya di TPH. dimana seorang pembrondol ini selalu mengikuti seorang pemanen secara tetap. Grading Grading buah merupakan kegiatan menggolongkan buah berdasarkan tingkat kematangan buah sesuai dengan standar yang telah ditentukan. sebab dapat menimbulkan tindakan-tindakan kecurangan dalam proses panen. Standar Kematangan Buah Standar kematangan buah untuk tandan yang layak panen adalah 2:1 yang artinya 2 butir brondolan per Kg berat tandan. Untuk aplikasi di lapangan tandan layak panen dilihat dari jumlah brondolan yang jatuh di piringan. 2. dimana jumlahnya berdasarkan BJR (berat janjang rata-rata) tahun lalu. Sedangkan. Kedua tugas ini dilaksanakan secara bersamaan pada hari yang sama. Pemanen bertugas memotong TBS dari pohon dan mengumpulkannya ke TPH sekaligus menyusun pelepah yang dipotong pada gawangan mati secara L shape. Perlu diketahui bahwa ada peraturan yang melarang pasangan suami-istri bekerja sebagai pemanen dan pembrondol.B. Panen dan Pengangkutan 1. Ketika melaksanakan tugasnya kedua pekerja ini diawasi oleh mandor panen dan mandor brondol. Organisasi Panen Panen kelapa sawit dilakukan oleh tenaga kerja pemanen dan pembrondol. maka jumlah brondolan minimal per janjang di piringan sebelum di panen adalah 10 brondolan.

2. Buah Lewat Matang. Buah Normal : 1. memiliki beberapa brondolan yang tersebar sampai total brondolan lepas habis sama sekali. Buah Abnormal : 1. memiliki brondolan yang tidak mau lepas. 5. Buah Matang Memuaskan. memiliki labih dari 75 % total brondolan di permukaan merupakan buah cengkeh yang tidak terbentuk secara sempurna (parthenocarpi). 4. 1. memiliki brondolan lepas antara standar minimum buah matang sampai 50% brondolan lepas dari total brondol per tandan. Inspeksi Panen . Janjang Kosong. buah yang memiliki brondolan lepas lebih dari atau sama dengan 3 butir per tandan dan kurang dari standar minimum buah matang (2 butir/Kg). 2. Buah Mentah (BM). buah yang memiliki brondolan lepas < 3 butir per tandan. Parthenocarpi.Penggolongan kematangan grading TBS : 1. Buah Kurang Matang (BKM). Buah matang yang retak atau buah keras (hard bunch). 4. memiliki brondolan lepas > 50% dari total brondolan per tandan. 3. Tandan dengan buah retak ini harus tetap dipanen. Buah berwarna hitam dan tidak mempunyai kandungan minyak. kematangan buah memperlihatkan adanya keretakan atau pecah-pecah dan tampah hitam.

Basis panen. dengan pusingan 6 – 7 hari. Pusingan. Rotasi. Beberapa kesalahan yang perlu diketahui saat inspeksi panen antara lain. jumlah pohon yang dipanen tidak dikutip brondolan. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen oada areal yang sama. Ancak tetap. . Apabila ada jenis kesalahan yang tidak dapat diamati pada saat inspeksi maka dapat ditanyakan pada kerani panen untuk mengetahui beberapa kesalahan yang ada. jumlah buah mentah yang dipanen. Sistem panen merupakan suatu ketentun atau aturan yang membagi daerah atau wilayah dari masing-masing pemanen. mandor I. Kesalahan-kesalahan yang terjadi itu kemudian ditulis dalam laporan inspeksi panen kelapa sawit. sedangkan pusingan merupakan jarak waktu atau interval antara rotasi panen yang satu dengan rotasi panen berikutnya. Apabila pemanen tidak bekerja maka mandor harus mencari pengantinya. pokok under pruning. jumlah buah dengan tangkai panjang. Berat Janjang Rata-rata (BJR) Buah Rotasi panen adalah berapa kali panen masuk ke blok yang sama atau berapa kali dapat menyelesaikan panen untuk semua blok dalam divisi. jumlah janjang yang layak panen tapi tidak dipanen. mandor panen dan tenaga pemanen dengan tujuan untuk mengetahui kualitas atau prestasi kerja dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemanen pada hari sebelumnya pada ancak panen hari sebelumnya juga. dan pokok over pruning. Sistem panen dibagi menjadi 2. Misalnya. Sistem Panen. pelepah sengkleh. yaitu : 1. 5. bunga matahari.Inspeksi panen merupakan kegiatan yang dilakukan oleh asisten divisi. Untuk rotasi panen dalam satu bulan tidak boleh kurang dari 4 kali. jumlah buah dengan tangkai panjang. dikerjakan rutin dan pemanen bertanggung jawab menyelesaikan sesuai dengan luas yang telah ditentukan setiap hari tanpa ada yang tertinggal.

Tahun tanam 1996 3. Basis panen pada beberapa tahun tanam. Pembagian areal panen selalu berubah disesuaikan dengan kerapatan panen kehadiran pemanen. Tahun tanam 1995 : 78 janjang. . melainkan setiap 1 Kg brondolan dihargai Rp 130. 3. Tahun tanam 1996 : 81 janjang.2. Basis panen ini ditentukan oleh keadaan areal perkebunan yang bersangkutan (topografi) dan tinggi tanaman kelapa sawit.-/janjang. Mandor panen : Mengatur dan mengarahkan pemanen serta memastikan bahwa panen berjakan sesuai dengan standar penen mulai dari dalam blok sampai ke TPH. 274. Ancak giring.- BJR Buah tiap tahun tanam : 1.-/janjang. Tugas pengawasannya : 1.-/janjang. Tahun tanam 1999 : 110 janjang. yaitu setiap pemanen melaksanakan panen pada ancak yang telah ditetapkan setiap harinya oleh mandor panen. Harga : Rp. Pengawasan Panen Penaggung jawab sebagai pengawas dalam kegiatan panen yaitu mandor panen dan krani panen. 284. Harga : Rp. Tahun tanam 1999 20 kg 19 kg 15 kg 6. Harga : Rp. Bagi pembrondol tidak ada ketentuan untuk mendapatkan basis brondolan. 201. yaitu : 1. 2. Tahun tanam 1995 2.

6. 2. Angkong. Krani panen : Mencatat dan mengangkut hasil panen baik janjang maupun brondolan dan menggrading buah. Angkong. Peralatan panen tanaman umur > 8 tahun : 7. untuk langsir TBS menuju TPH. yaitu : 1. Batu asah. 3. 1. Gancu. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut/mulut kodok. 2. Gancu. 2.Mengatur dan mengarahkan pembrondol serta memastikan bahwa semua brondolan dikutip bersih mulai dari dalam blok sampai TPH. lebar mata dodos untuk tanaman umur 4 – 5 tahun adalah 8 – 12. Peralatan Panen Peralatan yang harus dibawa oleh pemanen dibedakan atas umur tanaman. untuk membawa TBS dari dalam areal menuju TPH. untuk menaikkan atau mengangkat buah ke angkong. Kampak sakti. Egrek. 4. 7. . untuk mempertajam egrek. Galah bambu. sedangkan tanaman >5 – 8 tahun adalah ± 14 cm. 1. 1. Peralatan panen tanaman umur kurang dari atau sama dengan 8 tahun : 1. 3. Batu asah. Dodos. untuk mempertajam dodos. untuk tanaman dengan tinggi < 6 m dan galah alumunium untuk tinggi tanaman lebih dari atau sama dengan 6 m. 5.5 cm. Kampak sakti. 2. untuk menaikkan TBS ke angkong. untuk memotong tangkai buah yang masih panjang dengan bentuk V cut.

1. Kartu brondol. untuk mengutip brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah. Semua tandan yang matang harus dipanen dan tidak ada yang tertinggal. Cara Pelaksanaan Panen (potong TBS dan kutip brondolan) Cara panen : 1. 6. 5. 8. Pemototngan harus mengikuti prinsip songgo 2 dan tidak boleh over pruning. 5. . 3. Pelepah yang dipotong karena aktivitas panen harus mepet dengan batang kelapa sawit dan disusun L shape pada gawangan mati. 2. untuk membersihkan sampah-sampah di piringan kelapa sawit setelah selesai panen. untuk memberikan nomor dan hasil kutip brondolan yang telah ditakar di TPH. Semua TBS yang dipanen diangkut dan disusun di TPH dengan aturan 1 baris ada 5 janjang TBS. 2. 4. Buah matahari yang tersisa di pokok harus dipotong. Cokeran. Tandan dipotong dengan menggunakan dodos atau egrek. untuk alat lapis brondolan di TPH. Ember. Garukan. Alas brondolan (karung bekas pupuk). 3. untuk menakar brondolan yang telah dikutip. Tangkai tandan yang panjang dipotong mepet dengan menggunakan kampak sakti. 4. Peralatan yang harus dibawa dan digunakan oleh seorang pembrondol : 1.

blok. batu. 5. Dalam buku potong buah identifikasi yang harus diisi meliputi : nama pemanen. Semua brondol dikutip bersih dan tidak boleh ada yang tertinggal. Pada salah atu tangkai tanadan ditulis nomor pemanen dan jumlah tandan yang terpanen. dan tanah (brondolan diambil dengan cara dikutip bukan digaruk). apabila buah restan maka kadar minyak dalam buah akan terus meningkat. pasir. Memasang kartu brondol sesuai dengan jumlah tumpukan brondolan. Krani panen dalam hal ini bertanggung jawab untuk memastikan semua TBS yang telah diperiksa. 4. 6. 3. Untuk brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah diambil dengan menggunakan cokeran. Cara pengutipan brondolan : 1. Pengutipan brondolan tidak boleh tercampur dengan sampah. janjang di TPH. 2. dicatat. buah normal. Pemuatan dan Pengangkutan TBS TBS yang sudah dipanen harus diusahakan diangkut ke PKS pada hari yang sama dan jangan sampai ada buah restan yaitu buah yang tinggal dengan alasan apapun. 2. Semua brondolan yang dikutip diangkut ke TPH. 9. kemudian di takar dengan ember dan dialasi dengan karung. dan siap untuk dimuat dan telah memiliki identifikasi yang cukup sesuai dengan buku potong buah dan pengangkutan ke PKS harus dilengkapi dengan SPB (surat pengriman buah) dan alat trasport pengangkut harus disegel untuk menjaga ke amanan trasportasi buah sampai pada PKS kegitan ini dilakukan oleh krani panen.7. Mengambil brondolan yang masih masih menempel di sisa potongan tangkai tandan dan buah matahari dengan mengunakan parang. guna mendapatkan mutu minyak yang baik yaitu minyak dengan kadar lemak atau kolestrol yang kecil. kesalahan . tahun tanam.

khususnya di lapangan merupakan kegiatan yang saling mendukung dan saling melengkapi. sampah. maka akan mempengaruhi kegiatan yang lainnya sehingga secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi kebun. . dan basis Pemuatan TBS yang selama ini dilakukan adalah secara manual.875 Ha. TBS dan brondolan harus diangkut secara bersamaan dan tidak boleh tercampur dengan kotoran. L = buah tidak disusun di TPH. Alat yang digunakan untuk pemuatan TBS ke kendaraan adalah tojok. administrasi dan manajerial. PENUTUP 1. perawatan. Kegiatan yang ada di perkebuanan kelapa sawit terdiri dari pemanenan.Sumber Indah Perkasa . T = tangkai panjang. Apabila suatu jenis pekerjaan atau kegiatan dalam perkebunan terganggu. G = buah matahari. Pelaksanaan pengangkutan yang dilakukan oleh MSJA Estate selama ini dilakukan oleh kontraktor (pengangkutan oleh pemborong). Kesimpulan Mesuji Estate (MSJA) merupakan salah satu unit kebun PT. Semua kegiatan yang dilakukan di perkebunan.205. 1.panen (M = buah mentah. Kegiatan magang mahasiswa yang dilakukan di lingkungan MSJA merupakan kegiatan untuk membekali dan mengenalkan kepada setiap mahasiswa fakultas pertanian tentang pengetahuan dan semua kegiatan yang dilakukan di lapangan oleh seorang mandor I.yang berada di Perkebunan Sinar Mas II Region Lampung. dan P = pelepah sengkleh). Biaya angkut ini dihitung berdasarkan harga per kilogram TBS yang jumlahnya sesuai dengan hasil penimbangan PKS. III. pendapatan netto. dimana minimal dibutuhkan 2 orang per kendaran angkut. MSJA merupakan kebun plasma yang terdiri dari 6 divisi dengan luas areal 5.

sehingga banyak menarik minat mahasiswa. 3. 2. Perlu ditingkatkan kerjasama dalam bidang pendidikan tentang dunia perkebunan dengan institusi perguruan tinggi. .2. Perlu adanya perancangan dan penjadwalan kegiatan magang mahasiswa dengan baik. Perlu adanya penambahan waktu magang karena banyak kegiatan yang tidak dapat diikuti karena sempitnya waktu. Perlu adanya rolling peserta magang antar estate agar peserta magang dapat mengetahui berbagai kondisi di setiap estate (Kebun KKPA dan Kebun Inti). 4. Saran 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->