You are on page 1of 20

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Banyak contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai pertahanan musuh. Dengan adanya ketergantungan pangan, suatu bangsa akan sulit lepas dari cengkraman penjajah/musuh. Dengan demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi untung rugi ekonomi saja tetapi harus disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi. Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai +237 juta jiwa dengan angka pertumbuhan 1.7 % per tahun. Angka tersebut mengindikasikan besarnya bahan pangan yang harus tersedia. Kebutuhan yang besar jika tidak diimbangi peningkatan produksi pangan justru menghadapi masalah bahaya latent yaitu laju peningkatan produksi di dalam negeri yang terus menurun. Sudah pasti jika tidak ada upaya untuk meningkatkan produksi pangan akan menimbulkan masalah antara kebutuhan dan ketersediaan dengan kesenjangan semakin melebar. Keragaan laju peningkatan produksi tiga komoditi pangan nasional padi, jagung dan kedelai. Keragaan di atas menunjukkan bahwa laju pertumbuhan

2

produksi pangan nasional rata-rata negatif dan cenderung menurun, sedangkan laju pertumbuhan penduduk selalu positif yang berarti kebutuhan terus meningkat. Keragaan total produksi dan kebutuhan nasional dari tahun ke tahun pada ketiga komoditas pangan utama di atas menunjukkan kesenjangan yang terus melebar; khusus pada kedelai sangat memprihatinkan. Kesenjangan yang terus meningkat ini jika terus di biarkan konsekwensinya adalah peningkatan jumlah impor bahan pangan yang semakin besar, dan kita semakin tergantung pada negara asing. Pada komoditi jagung meskipun pada tahun ketahun terjadi penurunan produksi tapi usaha pemerintah tetap mengatasinya karena adanya himbauan pemerinta agar masyarakat memanfaatkan lahan tidur untuk komoditas jagung. Namun pada tahun-tahun berikutnya sampai saat ini produksi jagung cenderung turun dan impor semakin besar (lebih dari 2 juta ton/tahun). Berdasarkan data pada Kementrian Pertanian menunjukkan bahwa jumlah lahan untuk tanaman jagung di Indonesia sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional jika di kelola dengan baik, hanya karena masyarakat petani cenderung hanya menanam saja tanpa melakukan pengelolaan lahan baik. Salah satu bentuk pengelolaan lahan yang kurang dipahami masyarakat adalah akan pentingnya penjarangan tanaman jagung. Seperti kita ketahui jagung akan tumbuh optimal dan mampu berproduksi lebih baik apabila dikelola dengan baik salah satunya dengan melakukan penjarangan tanaman jagung.

maka adapun yang menjadi rumusan masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah : “Bagaimanakah manfaat dari penjarangan tanaman jagung ?” C. Untuk memahami bagaimana prosedur dan cara kerja penjarangan tanamana jagung. 3. Untuk mengetahui manfaat di penjarangan tanaman jagung. Untuk mengetahui tentang penjarangan pada tanmana jagung. Rumusan Masalah Dengan berdasar pada latar belakang diatas. Hal ini akan menjadi hambatan dalam pembangunan dan menjadi tantangan yang lebih besar dalam mewujudkan kemandirian pangan bagi bangsa Indonesia.3 Melihat kenyataan tersebut seakan kita tidak percaya sebagai negara agraris yang mengandalkan pertanian sebagai tumpuan kehidupan bagi sebagian besar penduduknya tetapi pengimpor pangan yang cukup besar. 2. Oleh karena itu diperlukan langkah kerja yang serius untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri salah satunya adalah kebutuhan akan jagung. . Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah : 1. B. oleh karena itu penulis tertarik untuk mengangkat sebuah karya tulis yang akan membahas tentang penjarangan jagung dan manfaatnya terhadap pertumbuhan dan produksi jagung.

4 D. . 2. Karya tulis ini merupakan bentuk laporan dari pelaksanaan praktik lapangan Biologi Terapan dan salah satu syarat dalam penyelesaian tugas akhir dalam mata kuliah tersebut. Memberikan pencerahan wawan tentang cara bertani jagung dengan salah satu cara pengelolaan lahan dengan menerapkan teknik penjarangan untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi jagung. Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah : 1.

Pengertian a. Dalam penyemaian. Penjarangan adalah suatu tindakan pengurangan banyaknya tanaman untuk memberi ruang tumbuh bagi tanaman yang tersisa. biasa dilakukan penanaman secara agak berlebihan jumlah tanaman untuk mengompensasi kegagalan perkecambahan. biasa dilakukan penanaman secara agak berlebihan jumlah tanaman untuk mengompensasi kegagalan perkecambahan. Pada umur tertentu. Berkaitan dengan pengertian diatas maka penulis menyimpulkna bahwa prinsip penjarangan yang ideal adalah dilakukan dengan kaidah selemah mungkin akan tetapi sesering mungkin. dilakukan penjarangan agar kepadatan populasi mencapai tingkat yang paling optimal untuk mencapai hasil yang maksimum. Pada umur tertentu. Penjarangan adalah suatu tindakan pengurangan banyaknya tanaman untuk memberi ruang tumbuh bagi tanaman yang tersisa. dilakukan penjarangan agar kepadatan populasi mencapai tingkat yang paling optimal untuk mencapai hasil yang maksimum. Dalam penyemaian. Sebab penjarangan yang terlalu keras akan menyebabkan ruang tumbuh yang terlalu terbuka yang . Penjarangan Tanaman 1.5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. b.

sedang kekerasan penjarangan ditentukan oleh proporsi baris atau jalur yang dibuang. Penjarangan selektif Pada penjarangan ini peranan penandaan pohon sangat besar dimana pohon yang akan dibuang atau ditinggalkan tergantung kepada kebijaksanaan pertimbangan. sedangkan penjarangan yang telalu lemah menyebabkan tanaman menjadi kurang optimal pertumbuhannya. dan satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. yaitu penjarangan sistematik dan penjarangan selektif. 2. a.6 mengakibatkan tanaman menjadi lunglai. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk pertumbuhan . Penjarangan sistematik (sytematic thinning) Penjarangan menggunakan suatu prosedur sistematik dimana kelas tajuk dan kualitas pohon tidak menjadi pertimbangan dalam memiih pohonpohon mana yang akan dibuang. Metode Penjarangan Evans ( 1982) menjelaskan bahwa penjarangan dibagi menjadi dua macam metode. Klasifikasi Tanaman Jagung Jagung merupakan tanaman semusim determinat. Tanaman Jagung 1. Bentuk yang paling umum adalah penjarangan baris atau jalur. b. B.

fotorespirasi dan transpirasi rendah. Setiap daun terdiri . berbentuk selindris terdiri dari sejumlah ruas dan buku ruas. Salah satu sifat tanaman jagung sebagai tanaman C4. Tanaman jagung berakar serabut terdiri dari akar seminal. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. tergantung pada varietas dan tempat Selama fase vegetatif bakal daun mulai terbentuk dari kuncup tunas. 1980).7 generatif. 2. efisien dalam penggunaan air (Goldsworthy dan Fisher. Tinggi batang bervariasi 60-300 cm. mempunyai batang induk. akar adventif dan akar udara (Goldsworthy dan Fisher. 1980). antara lain daun mempunyai laju fotosintesis lebih tinggi dibandingkan tanaman C3. Tanaman jagung merupakan tanaman tingkat tinggi dengan klasifikasi sebagai berikut: Kingdom Divisio : Plantae : Spermatophyta Sub division : Angiospermae Class Ordo Familia Genus Spesies : Monocotyledoneae : Poales : Poaceae : Zea : Zea mays L. Morfologi Tanaman Jagung Jagung tergolong tanaman C4 dan mampu beradaptasi dengan baik pada faktor pembatas pertumbuhan dan produksi.

. Bila daun saling menutupi maka sinar matahari dapat diteruskan kepada gulma yang tumbuh dibawahnya dan akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan gulma. ligula dan pelepah daun yang erat melekat pada batang (Sudjana. Nilai ILD yang optimum menunjukkan bahwa kecepatan fotosintesis telah mencapai maksimun. 1991) Faktor utama menyebabkan turunnya jumlah tongkol yang berbiji dan hasil biji setiap tanaman jagung adalah daun saling menutupi. Tercapainya hasil biji maksimun karena ILD berada dalam keadaan optimum. Zainal. Mohammad. lama penyinaran dan kualitasnya sangat berpengaruh terhadap proses fotosintesis tersebut. 1991). Bunga jantan terletak dipucuk yang ditandai dengan adanya rambut atau tassel dan bunga betina terletak di ketiak daun dan akan mengeluarkan stil dan stigma (Idris. Lassim. 1982).8 dari helaian daun. Bunga jagung tergolong bunga tidak lengkap karena struktur bunganya tidak mempunyai petal dan sepal dimana organ bunga jantan (staminate) dan organ bunga betina (pestilate) tidak terdapat dalam satu bunga disebut berumah satu (Sudjana. Cahaya matahari adalah faktor penting dalam proses fotosintesis dan penentu laju pertumbuhan (LPT) sehingga intensitas. Norman dan Hashim. Rifin dan Sudjadi. Kondisi ini dapat mempercepat laju pembentukan yang diaktualisasikan dalam peningkatan LPT dan ILD. Rifin dan Sudjadi. Indeks luas daun (ILD) tanaman berkaitan erat dengan hasil biji maupun berat kering suatu tanaman.

sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik. Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran pengairan yang dibuat diantara barisan jagung.9 C. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan .5 – 7. Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya. Iklim Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari dan curah hujan. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. a. Sebahagian terdapat juga di daerah pergunungan pada ketinggian 1000. dengan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar.1800 m di atas permukaan laut. Syarat Tumbuh Jagung ini kebanyakan ditanam di dataran rendah baik. b. Kemasaman tanah (pH) yang terbaik untuk jagung adalah sekittir 5. kerana tanaman jagung memerlukan aerasi dan pengairan yang baik.0. Syarat Tumbuh Tanaman Jagung 1. temperatur. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. kelembaban dan angin. Tanah Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur.

Hanya biji yang rata besarnya dan sehat saja diambil sebagai benih. d. bertenaga tumbuh lebih dari 90%. Bogor Comopsit-10. Genjah Kertas. c. barisan biji lurus dan penuh. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari. Dari tongkol. Waktu tanam. Metro. Benih harus cukup sehat dan kering. dan cukup tua. Bogor Composite-2 dan yang berumur . Kretek. Bila jumlah tongkol terpilih sangat terbatas. Bima.genjah adalah: Penjalinan. Pandu Kimia Putih” Rocol dan lain-lain.. Harapan. Pada dewasa ini terdapat benih-benih varitas unggul yang cocok untuk dataran rendah dengan umur dipanen (110 hari). Temperatur optimum untuk pertumbuhan jagung adalah antara 23 – 27 0C. Cara menanam Benih Benih diambil hanya dari tanaman dan tongkol yang baik dan sehat saja. dll dan untuk. seperti. Waktu tanam yang baik adalah sebagai berikut: . Genjah. murni dan bebas dari kotoran. hasilnya akan berkurang. dapat juga digunakan semua biji yang terdapat pada tongkol tersebut.dataran tinggi adalah: Bastar Kuning. pisahkanlah biji-biji kecil yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung dari tongkol. tertutup rapat – oleh kelobotnya.10 jangan terlindung oleh pohon-Pohonan atau bangunan.-tongkol terpilih. Pilihlah tongkol-tongkol yang besar.

dan tidak lengket. Pada tanah-tanah berpasir atau tanah ringan tidak banyak diperlukan pengerjaan tanah. pada musim marengan setelah padi musim penghujan dipanen dan juga pada musim kemarau. Cara bertanam dan pemeliharaan tanaman. a.11 1) jagung ditanam pada musim hujan/ permulaan musim hujan yaitu. sebelum padi musim penghujan ditanam. Pengolahan tanah Pada waktu pengolahan. Pada tanah-tanah berat . sehingga tanah dalam keadaan siap tanam. pada bulan Februari – April. 2. Kelambatan penanaman jagung labuhan sampai dengan bulan Desember mengakibatkan tanaman menderita serangan penyakit bulai (Downy mildew) yang berat dan dapat mengakibatkan kegagalan total. keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah tetapi harus cukup lembab sehingga mudah dikerjakan. sehingga tersedia cukup waktu untuk persiapan penanaman padi sawah. Pengerjaan tanah hendaknya dilakukan jauh sebelumnya. marengan/saat musim hujan hampir berakhir. sampai tanah menjadi cukup gembur. Penanaman jagung ditegalan dapat pula dilakukan. pada bulan September/Nopember. Pada waktu hujan sudah mulai turun. pada musim. Untuk peneneman musim labuhan sebaiknya digunakan varitas Genjah atau varitas unggul agak dalam yang dipungut muda. 2) Ditanah sawah biasanya jagung ditanam dalam tiga musirn yaitu pada musim labuhan.

b. populasi dapat ditingkatkan sampai 100. Jarak tanam Variati yang berbeda umurnya mempunyai optimum populasi yang berbeda. tanaman/ha. bahkan pada . maka pengerjaan tanah dapat dilakukan hanya pada barisan yang akan ditanami saja sedalam 15 – 20 cm sampai tanah menjadi cukup gembur. Bilamana tidak sempat untuk mengerjakan tanah secara keseluruhan karena waktu tanam mendesak. Bagi varitas yang berumur dalam (± 110 hari) seperti Harapan Bogor. Pembuatan saluran dan pembumbunan yang tepat dapat menghindarkan terjadinya genangan air yang sangat merugikan bagi pertumbuhan tanaman jagung. optimum populasi adalah t 70. Pengolahan tanah untuk jagung labuhan harus tepat dan cepat dapat dilakukan karena hujan kadangkala datang lebih awal. perlu dibuat saluran penuntas air. Bagi vartias yang berumur genjah (70 – 80 hari) seperti Genjah Madura. Varitas yang berumur tengahan (80 – 90 hari) seperti Panjalinan dan Genjah Kretek.000 tanaman/ha. dengan 2 tanaman per lubang atau 75 x 25 cm dengan 1(satu) tanaman per lubang. Composite populasi optimum adalah ± 50. ditanam dengan jarak 100 x 40 cm.12 dengan kelebihan air.000 tanaman/ha.000. Berdasarkan hasil penelitian pada tanah: latosol dan aridosol cara ini memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan pengerjaan tanah yang biasa. ditanam dengan jarak tanam 75 x 20 cm dengan 1 (satu) tanaman per lubang.

jelas terlihat terutama pada waktu tanaman masih muda di mana daun-daunnya berwarna ungu dan akan berubah hijau kembali seperti biasa bilamana kemudian tanamanmendapatkan cukup. Benih ditanam 2 -3 biji per lubang. buah terbentuk sebelum waktunya dan tidak sempurna. Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen. Gejala kekurangan unsur. Tanaman yang kekurangan kalium memberikan gambaran seolah-olah layu. dengan jarak tanam 50 x 20 cm atau 50 x 10 cm dengan 1 (satu) tanaman per lubang.. akan nampak kerdil. Pemupukan. warna daun hijau muda kekuning-kuningan. Pemberian pupuk Nitrogen merupakan. kunci utama dalam usaha meningkatkan produksi. Tanaman jagung tidak akan memberikan hasil maksimal manakala unsur hara yang diperlukan tidak cukup tersedia. Pemeliharaan a. kemudian diperjarang pada umur 2 – 3 minggu setelah tanam. phosphat.13 tanah yang subur dapat mencapai 200. Pemupukan dapat meningkatkan hasil panen secara kwantitatif maupun kwalitatif. phosphat. bagian tepi dari daun mula-mula . di mana ditinggalkan tanaman yang tegap dan sehat saja sehingga mencapai populasi yang diinginkan sesuai dengan jarak tanam yang digunakan.000 tanaman/ha. Dalamnya penanaman adalah 3 3. Pemberian pupuk phosphat dan kalium bersamasama dengan nitrogen memberikari hasil yang lebih baik.

Pupuk diberikan secara ditugal sedalam 10 cm.N. Untuk sementara secara umum dapat dianjurkan. pemupukan dengan unsur ini dapat ditiadakan. 30 – 45 kg.masing-masing sebanyak 11/2 liter yang dilarutkan dalam 400 – 500 liter air/ ha. yang disemprotkan pada waktu tanaman berumur 3 dan 5 minggu. Salah satu herbisida yang baik untuk memberantas tumbuhan pengganggu. Pada jarak tanam yang rapat pupuk dapat diberikan di dalam larikan yang dibuat di kiri kanan barisan tanaman: Pupuk N sebaiknya diberikan dua kali yaitu:1/3 bagian pada waktu tanam bersama-sama dengan seluruh pupuk P dan K. b. adalah Gramoxone. P2O5 dan 0-25 kg K2O per Ha. Pada tanah-tanah yang cukup mengandung akan kalium. kemudian berubah menjadi kecoklat-coklatan dan bagian daun yang sudah mati akan gugur.14 menjadi kuning (chlorosis). Dosis pupuk yang diperlukan berbeda-beda: tergantung dari pada tingkat kesuburan dan jenis tanah. Penyiangan dan Pembumbunan Untuk memperoleh hasil yang tinggi. di dalam lubang atau larikan sedalam 10 cm pada jarak 15 cm dari barisan tanaman. kemudian 2/3 bagian pupuk N diberikan pada waktu tanaman berumur 1 bulan. pada kedua sisi tanaman dengan jarak 7 cm. . pertanaman harus bersih dari segala macam tumbuhan/rumput pengganggu. pada jggung. pemakaian pupuk sebanyak 90-120 kg.

jangan sampai mengganggu/merusak akar tanaman. Penyiangan kedua dilakukan sekaligus dengan pembumbunan pada waktu pemupukan kedua: Pembumbunan ini berguna untuk memperkokoh batang dalam menghadapi angin besar. . dijaga agar. juga dimaksudkan untuk memperbaiki drainase dan mempermudah pengairan bilama diperlukan.15 Penyiangan dengan tangan (hand weeding) yang pertama dilakukan pada umur 15 hari dan harus.

2. dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm. Kedalaman lubang tanam yaitu antara 3. jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang).16 BAB III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari). Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman.5 cm. tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. semakin panjang umurnya. Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari). Tetapi air hendaknya . Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Teknik Penanaman Tanaman Jagung 1. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. setiap lubang ditanam dua tanaman. jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). benih jagung ini dapat ditanam. Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen≥ 100 hari sejak penanaman.

. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. Apabila tanah kering. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. perlu diairi dahulu. 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan 3. Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. maka tanaman tersebut harus dikurangi. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman. 1 orang memasukkan benih. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik. Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki.17 cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1.

laju pertumbuhan relatif. Pembahasan Manfaat Penjarangan Tanaman Jagung Berdasarkan hasil pengamatan pada tanaman jagung yang diberikan perlakukan penjarangan dalam penanamannya maka ada beberapa hal yang menjadi keunggulan dan kelebihan dari penjarangan tersebut diantaranya : 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan penjarangan tanam dan defoliasi daun pada parameter pengamatan luas daun dan indeks luas daun. Hasi penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman cukup baik. 4. dari kondisi tersebut ini akan menimbulkan pertumbuhan tanaman akan lambat dan dampaknya produksinya juga akan menurun. Hasil tertinggi dicapai pada perlakuan jarak tanam 35 cm x 30 cm yakni 5. Tanaman dengan perlakuan jarak tanam 50 cm x 30 cm memperlihatkan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam 60 cm x 25 cm dan jarak tanam 75 cm x 20 cm.18 B. . Pada tanaman jagung yang dilakukan penjarangan tanaman ini menunjukkan perkembangan tanaman tampak subur.17 t biji/ha dengan penjarangan tanaman pada umur 25 hari. 2. karena tidak ada persaingan antara tanaman dalam memperoleh unsur hara sehingga pertumbuhannya cepat dan hasil produksi jagungnya juga melimpah. terlihat pada parameter luas daun. indeks luas daun. Pada tanaman jagung yang tidak dilakukan penjarangan maka akan terjadi persaingan antara tanaman jagung untuk memperoleh unsur hara yang ada dalam tanah. 3.

Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan. 2. . karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penjarangan dilakukan pada tanaman jagung yang tumbuhnya paling tidak baik. B. Saran Penjarangan pada tanaman sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. 3.19 BAB III PENUTUP A. Penjarangan adalah suatu tindakan pengurangan banyaknya tanaman untuk memberi ruang tumbuh bagi tanaman yang tersisa. karena ketika ada tanaman yang ingin di hilangkan sebaiknya jangan dicabut karena merusak akat pada tanama yang lain dan sebaiknya tanaman ini di potong pada bagian pangkal batang saja. dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. karena tidak ada persaingan antara tanaman dalam memperoleh unsur hara sehingga pertumbuhannya cepat dan hasil produksi jagungnya juga melimpah. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat dipetik dari karya tulis ini adalah : 1. Pada tanaman jagung yang dilakukan penjarangan tanaman ini menunjukkan perkembangan tanaman tampak subur.

1977. Badan Litbang Petanian.01/94. Inc. An Introduction to Soil and Plant Growth. 2005. W. Puslittanak. New York. Budidaya Tanaman Jagung.. Nelson. 1994. 1992. 1993. Havlin. Tisdale.W. Soil Fertility and Fertilizers.C.L. 5th Ed. S. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat (Puslittamnak). Sutoro. Shikluna. Miller. Survai Dan Pemetaan Sumberdaya Lahan Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering Dan Konservasi Hutan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. and J. Prentice-Hall. Beaton.L. Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian. . Yogyakarta. Laporan Akhir.0202. and J. R. J. Y. Bagian Proyek Pengelolaan Sumberdaya Tanah.L. Macmillan Publishing Company. Paket Informasi Jagung. Soils. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah.D. 03/PSDT/02. S. New Yersey.20 DAFTAR PUSTAKA Donahue.L. Deptan. R. Winarso. Badan Litbang Pertanian. Soelaeman dan Iskandar..Laporan Akhir No. Penerbit Gava Media.