Varnis kavitas pada dasrnya adalah karet alam (misalnya copal), gala (rosin), atau resin sintetik yang

dilarutkan dalam pelarut organik (misalnya aseton, kloroform, dan eter). Pada umumnya tidak digunakan dalam ketebalan yang cukup untuk memberi ketahanan terhadap panas yang digunakan. Vernis juga dapat mencegah penetrasi produk-produk korosi dari amalgam ke dalam tubuli dentin dan dengan demikian mengurangi pewarnaan gigi yang tidak diinginkan yang sering berkaitan dengan restorasi amalgam. Untuk mendapatkan lapisan yang seragam dan merata, pada semua kavitas preparasi, dioleskan beberapa lapisan tipis. Ketika lapisan pertama mengering, biasanya terbentuk lubang-lubang seperti jarum. Lapisan kedua atau ketiga akan mengisi rongga-rongga ini dan menghasilkan lapisan yang lebih rata. Vernis halus dioleskan dalam konsistensi yang encer dengan menggunakan kuas atau bola kapas kecil. Vernis konvensional tidak boleh digunakan dibawah restorasi komposit, karena pelarut vernis dapat melunakkan resin dan lapisan akan mencegah pembasahan kavitas dengan bahan bonding yang diperlukan. Namun jika diberikan waktu yang cukup untuk penguatan bahan pelarut organik, degradasi komposit ini tidak akan terjadi. Vernis tidak dianjurkan jika digunakkan semen ionomer kaca. Lapisan vernis akan menghilangkan potensi adhesi dari ionomer kaca.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful