Case Report

Suspek Karsinoma Mammae Dekstra

Oleh : Inovan Hasan Indryan M. Adithya Prawiranata Shinta Nareswari

Preceptor : dr. Adhi Nugraha Sp. B (K) Onk

SMF BEDAH RSUD DR. H. ABDOEL MOELOEK BANDARLAMPUNG 2011

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Pekerjaan Alamat : Ny. S : 36 tahun : PNS : Sidomulyo, Lampung Selatan Jenis Kelamin : Perempuan Bangsa Agama :Jawa : Islam

I. ANAMNESIS Diambil dari : Autoanamnesa 1. Keluhan Utama Nyeri pada payudara kanan sejak 3 bulan yang lalu serta teraba benjolan pada payudara kanan sejak 2 tahun yang lalu. 2. Keluhan tambahan Pasien mengeluh nyeri pada kepala sebelah kanan 2-3 bulan yang lalu setelah pasien merasakan nyeri pada kedua payudaranya. 3. Riwayat Penyakit Pasien datang ke RSAM dengan keluhan nyeri pada payudara kanan sejak 2-3 bulan yang lalu disertai adanya benjolan pada payudara kanan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya benjolan dirasakan pasien sebesar kelereng di sebelah kanan atas dan tidak nyeri, kemudian semakin lama benjolan tersebut semakin membesar dan mulai terasa nyeri bila dipegang. Pasien mengakui benjolan tersebut sulit digerakkan dari dasarnya. Dari puting susu kadang-kadang keluar cairan berwarna putih kekuningan, terkadang berwarna kemerahan. Pasien mengaku selama beberapa bulan ini dirinya sering merasa sakit kepala. Keluhan nyeri pada perut kanan bawah, mata kuning, nyeri pada tulang, sakit pada sendi disangkal oleh pasien. Adanya benjolan yang muncul sejak lahir disangkal oleh pasien. Adanya demam, warna kulit kemerahan dan payudara membengkak disangkal oleh Tanggal : 7 Desember 2011 Jam : 14.00 WIB

pasien. Riwayat batuk lama atau batuk darah, dan penurunan berat badan secara drastis disangkal oleh pasien.Pasien juga menyangkal adanya berkeringat banyak saat malam hari. Riwayat trauma disangkal oleh pasien. Pasien menyangkal sedang menyusui saat awal muncul benjolan pada payudaranya. Riwayat terpapar radiasi atau bahan kimia disangkal oleh pasien. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan jangka panjang juga disangkal oleh pasien. Pasien menyangkal terdapat benjolan pada daerah ketiak, leher dan daerah lain selain payudara kanan tersebut. Riwayat Penyakit Keluarga Pasien mengaku kakak kandung pasien pernah menderita kista payudara. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien mengaku pernah terdapat benjolan pada payudara kanannya sejak 2 tahun yang lalu pada bagian kanan atas kurang lebih sebesar kelereng. Namun karena tidak terdapat keluhan, pasien tidak segera memeriksakan benjolan tersebut. Keterangan Tambahan - Umur menarche - Status perkawinan - Riwayat KB hormonal a. b. Berapa lama Kapan : Ya : 2 : 6 tahun : 30 tahun : kuretase 2 kali (2003 dan 2007) : Tidak pernah : Ada : Suntik dan Pil selama 6 tahun : 2001 s/d 2007 : 14 tahun : 1 kali - Sudah menopause / belum : Belum

- Menyusukan anak - Jumlah anak - Umur anak terkecil - Operasi ginekologi - Operasi tumor mammae Faktor keturunan

- Anak pertama pada usia ibu

Hidung .5 C : 24 x/menit : 165 cm : 50 kg . konjungtiva pucat.II.JVP THORAKS : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening : tidak terdapat pembesaran kelenjar gondok : tidak ada peningkatan : Bulat. sianosis (-) B. Lurus. faring tidak hiperemis : liang lapang.Telinga LEHER Kelenjar getah bening . refleks cahaya +/+ : Bentuk normal. : Bibir tidak sianosis. STATUS PASIEN A. : 110 / 70 mmHg : 68 x/menit. Tidak Mudah Dicabut : Palpebra tidak udem. PEMERIKSAAN FISIK TD Nadi Suhu Pernapasan Tinggi badan Berat badan KEPALA . serumen tidak ada. Simetris : Hitam. lidah tidak kotor. ikterus (-). : 36.Rambut . pupil isokor. gusi tidak ada perdarahan.sekret (-).Bentuk .Mulut .Kelenjar gondok .tidak ada deviasi septum. STATUS UMUM Keadaan umum Kesadaran Keadaan gizi Kulit : Tampak sakit sedang : Compos mentis : baik : turgor kulit baik.Mata .

murmur (-).Superior : Oedem (-/-). Sianosis (-/-) GENITALIA Perempuan.Mamae (lihat status lokalis) Paru .Palpasi .Perkusi : Bentuk dan pergerakan pernafasan kanan dan kiri simetris : Fremitus taktil kanan dan kiri simetris : sonor pada kedua lapang paru Rh (-/-) Jantung .Inspeksi .Inferior : Oedem (-/-). tidak ada kelainan PERIANAL tidak ada kelainan NEUROMUSKULAR .Perkusi : Pulsasi iktus kordis tidak terlihat : Iktus kordis tidak teraba : Batas jantung sulit dinilai (terdapat borok pada payudara kiri) 90x/mnt ABDOMEN .Inspeksi .Palpasi . . simetris : hepar dan lien tidak teraba.Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni.Perkusi : Perut datar.Auskultasi : Suara nafas vesikuler pada seluruh lapang paru.Auskultasi : Bising usus (+) normal EKSTREMITAS .Inspeksi . gallop (-).Palpasi . Sianosis (-/-) . Wheezing (-/-). asites (-) . HR : . tidak ada nyeri tekan : Timpani.

lordosis. : : : : : : Payudara kanan : : : : : Payudara kanan terdapat benjolan 10 cmx 9 cmx 4cm Padat Tidak rata Immobile. LABORATORIUM Laboratorium Darah . darah (-) Tidak ada +/+/+ IV. dan mamaria interna. Retraksi Areola mamae payudara kanan (+) Tidak ada nanah (-).Tidak ada kelainan TULANG BELAKANG Skoliosis. terfiksir Tidak ada pada payudara kanan. kifosis patologis (-) STATUS LOKALIS PAYUDARA Lokasi Ukuran Konsistensi Permukaan Perlekatan Retraksi puting susu Peau d’ orange Satelit nodul Ulkus Tanda-tanda radang Keluar cairan/pus/darah Kelenjar Getah Bening Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening pada axilla ipsilateral & kontralateral. Supraklavikula dextra sinistra.

PEMERIKSAAN KHUSUS LAIN Rontgen thoraks Cor dan pulmo dalam batas normal. RESUME Anamnesa .5 : 0.000 Masa Perdarahan : 3 menit Masa Pembekuan : 11 menit Kimia Darah Bilirubin Total Bilirubin Direk SGOT SGPT GGT Ureum Creatinin GDS : 0.3 Alkali Phospatase: 126 V.200 : Basofil/Eosinofil/Batang/Segmen/Limfosit/Monosit 0/0/0/83/13/4 : 300.2 : 16 : 13 : 32 : 25 : 1.Hb LED Leukosit Hitung Jenis Trombosit : 11.7 : 30 : 10.2 : 114 Bilirubin Indirek : 0. VI.

wanita. kemudian semakin lama benjolan tersebut semakin membesar dan mulai terasa nyeri bila dipegang dari pemeriksaan didapatkan benjolan berukuran 10cm x 9cm x 4cm. terfiksir Tidak ada pada payudara kanan. Pemeriksaan Fisik Status Lokalis PAYUDARA Lokasi Ukuran Konsistensi Permukaan Perlekatan Retraksi puting susu Peau d’ orange Satelit nodul Ulkus Tanda-tanda radang Keluar cairan/pus/darah : : : : : : Payudara kanan : : : : : Payudara kanan terdapat benjolan 10 cm x 9 cm x 4cm Padat Tidak rata Immobile. Pasien mengaku kakak kandung pasien pernah terdapat kista payudara. konsistensi padat. terkadang berwarna kemerahan. sakit pada sendi disangkal oleh pasien. terfiksir. darah (-) Tidak ada +/+/+ . terasa nyeri dan kaku pada lehernya. dan terdapat retraksi pada puting susu. Retraksi Areola mamae payudara kanan (+) Tidak ada nanah (-). 36 tahun datang ke RSAM pada tanggal 7 Desember 2011 dengan keluhan nyeri pada payudara kanan sejak 2-3 bulan yang lalu disertai adanya benjolan pada payudara kanan sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mempunyai riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal selama 6 tahun dan pasien juga pernah dilakukan kuretase sebanyak 2 kali. nyeri pada tulang. Pasien mengaku selama beberapa bulan ini sering merasa sakit kepala berat. Keluhan nyeri pada perut kanan bawah.Pasien Ny. Dari puting susu kadang-kadang keluar cairan berwarna putih kekuningan. Awalnya benjolan dirasakan sebesar kelereng di sebelah kanan atas dan tidak nyeri. mata kuning. S.

3 Alkali Phospatase : 126 .Kelenjar Getah Bening (N) Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening pada axilla ipsilateral & kontralateral.Kimia Darah Bilirubin Total Bilirubin Direk SGOT SGPT GGT Ureum Creatinin GDS : 0.2 : 114 Bilirubin Indirek : 0.000 Masa Perdarahan : 3 menit Masa Pembekuan : 11 menit . dan mamaria interna. DIAGNOSA KERJA .200 : Basofil/Eosinofil/Batang/Segmen/Limfosit/Monosit 0/0/0/83/13/4 : 300.7 : 30 : 10. Pemeriksaan Penunjang .2 : 16 : 13 : 32 : 25 : 1. Supraklavikula dextra sinistra.Laboratorium Darah Hb LED Leukosit Hitung Jenis Trombosit : 11.Rontgen thoraks Cor dan pulmo dalam batas normal VII.5 : 0.

Bone scaning .Amoksisillin 3x 500 mg Rencana terapi Operasi radikal mastektomi Kemoterapi paliatif Radioterapi XI. PENATALAKSANAAN Umum Diet tinggi kalori tinggi protein Medikamentosa Asam mefenamat 3 x 500 mg . DIAGNOSA BANDING Lipoma Limfoma maligna Rhabdomiosarkoma Mastitis tuberkulosa Fibroadenoma mammae Kista retensi susu IX. PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia at malam Quo ad fungsional : dubia at malam .Suspek Carcinoma Mammae dextra (T3N0M0) ⇒ Stadium II B VIII.CT Scan X. PEMERIKSAAN ANJURAN .Mammografi .USG Mammae dan USG Abdomen .FNAB .

disamping kanker mulut rahim.Quo ad sanationam: dubia ad malam KANKER PAYUDARA I. Masalah etiologi yang belum diketahui. PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan kanker yang sangat menakutkan kaum wanita. masalah usaha-usaha pencegahan yang sukar untuk dilaksanakan serta perjalanan penyakit yang sukar diduga dan apabila sudah dalam keadaan lanjut penderita akan masuk .

Kemajuan-kemajuan dalam penemuan dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi pada dekade-dekade akhir.semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara ini.dalam era penderitaan nyeri dan disability yang menakutkan menjelang akhir dari suatu kehidupannya. EPIDEMIOLOGI Karsinoma payudara pada wanita menduduki tempat nomor dua setelah karsinoma serviks uterus. Kurva insidens usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. EMBRIOLOGI Payudara sebagai kelenjar subkutis mulai tumbuh sejak minggu keenam masa embrio yaitu berupa penebalan ektodermal sepanjang garis susu atau mammary ridge yang terbentang dari aksila sampai regio inguinal. radiasi. baik teknik operasi.Insiden karsinoma mammae pada laki-laki hanya 1% dari kejadian pada perempuan. Apabila ditemukan dalam stadium dini dan mendaapat terapi yang tepat dan adekuat maka bukan tidak mungkin kanker payudara itu dapat disembuhkan.Di Amerika Serikat karsinoma payudara merupakan 28% kanker pada wanita kulit hitam.Angka tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun. Namun demikian usaha-usaha untuk penemuan dini [early detection] dapat dilakukan dengan baik dengan mengikutsertakan masyarakat malalui penyuluhanpenyuluhan [health education]. hormonal terapi dan kemoterapi serta imunoterapi ataupun penatalaksanaan kombinasi terapi dari modalitas terapi diatas. II. Duktulus mamae berkembang sebagai pertumbuhan kedalam ventral dari sisa embriologi ini terbagi dalam tubulus susu primer dan berakhir .yang didasarkan pada ketepatan penentuan staging dan pengenalan sifat-sifat biologis kanker yang baik. III. Pada minggu kesembilan garis susu jadi atrofi kecuali daerah pektoralis dan tunas puting susu jelas.

Saat lahir.dalam tunas tubulus. tunas puting susu mempunyai cekungan sentral yang sesuai dengan area yang dipenetrasi oleh lumen duktulus susu primer segera setelah lahir. Penetrasi tunas-tunas susu lengkap. Batas-batas payudara yang sesungguhnya: Superior : hampir sampai ke klavikula Medial Lateral : garis tengah : m. 2. ia bereversi dan lebih diinvasi oleh sel basaloid menjadi pigmentasi gelap membentuk areola. saraf dan saluran getah bening otot dan fascia . pembuluh darah. tunas ini berproliferasi ke asinus setelah dimulai rangsangan estrogen ovarium. Payudara terletak pada hemithoraks kanan dan kiri dengan batas-batas sebagai berikut : 1. Lateral Batas-batas payudara yang tampak dari luar: Superior : iga II atau III Inferior Medial : iga VI atau VII : pinggir sternum : garis aksilaris anterior. ANATOMI Untuk dapat mengenal perjalanan penyakit kanker payudara dengan baik dan memahami dasar-dasar tindakan operasi pada kanker payudara maka sangat penting mengetahui anatomi payudara itu sendiri. Pada bulan ke 7-8 duktus berkanulasi membentuk lumen yang berhubungan dengan duktulus laktifer tidak matang.latissimus dorsi Struktur Payudara Payudara terdiri dari berbagai struktur : parenkim epitelial lemak. IV.

a.II.torakalis lateralis [a. Pembuluh ini merupakan pembuluh utama m. arteri ini akan memperdarahi glandula mammae bagian dalam [deep surface] c.serratus magnus.dan bermuara pada putting susu. Setelah menembus m. A.mammaria eksterna] Pembuluh darah ini jalan turun menyusuri tepi lateral m. Pembuluh darah ini merupakan cabang dari a. Cabang-cabang Payudara mendapat perdarahan dari: I.pektoralis mayor untuk memperdarahi bagian lateral payudara.pektoralis mayor.latissimus dorsi dan m. A.pektoralis mayor dan memberi perdarahan tepi medial glandula mammae. b. mammaria interna menembus dinding dada dekat pinggir sternum pada interkostal yang sesuai. Arteri Cabang-cabang perforantes a.subkapsularis.pektoralis mayor. Payudara dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis dimana permukaan anterior dan posterior dihubungkan oleh ligamentum Cooper yang berfungsi sebagai penyangga.mammaria interna. d. Walaupun arteri . menembus m.III.pektoralis minor dan m. Rami pektoralis a.pektoralis mayor.torako-akromialis Arteri ini berjalan turun diantara m. Vaskularisasi Payudara 1.torako-dorsalis.Lobulus-lobulus ini merupakan struktur dasar dari glandula mammae.Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus.dan IV dari a.Tiap lobus dibentuk oleh lobulus-lobulus yang masing-masing terdiri dari 10-100 asini grup.yang masing-masing mempunyai saluran tersendiri untuk mengalirkan produknya.Arteri ini memperdarahi m.

torako-akromialis. c. Vena interkostalis bermuara pada vena vertebralis.interkostalis. Cabang-cabang v.innominata b.torako dorsalis. tetapi sangat penting artinya.mammaria interna yang kemudian bermuara pada v.mammaria interna.aksilaris yang terdiri dari v.azygos [melalui vena-vana ini metastase dapat langsung terjadi di paru].torakalis lateralis. perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol. Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena : Vena ini merupakan vena terbesar yang mengalirkan darah dari payudara. v. Vena Cabang perforantes v. sehingga daerah ini dinamakan "the bloody angle". dan v. 2. a.ini tidak memberikan perdarahan pada glandula mammae. Vena-vena kecil yang bermuara pada v. Vena ini bermuara pada v. Karena pada tindakan radikal mastektomi. kemudian bermuara pada v. .

a) Kelompok superior:Kelompok kelenjar getah bening ini terletak setinggi interkostal II-III. sebagian akan bermuara pada duktus torasikus [untuk sisi kiri] dan duktus limfatikus dekstra [untuk sisi kanan]. Pembuluh getah bening Pembuluh getah bening aksila: mammae. Pembuluh ini berjalan-jalan bersama vasa epigastrika superior. Dari kelenjar mammaria interna. Grup ini dibagi dalam dua kelompok.rektus abdominis. Kelenjar-kelenjar getah bening Kelenjar getah bening aksila Terdapat enam grup kelenjar getah bening aksila: 1] Kelenjar getah bening mammaria eksterna. Sebagian akan bermuara pada v.interkostalis dan bermuara ke dalam kelenjar getah bening mammaria interna. Lalu jalan ke medial bersama-sama dengan sistem perforantes menembus m. Pembuluh ini berjalan diatas fascia pektoralis lalu menembus fascia tersebut. b. 2. 1. Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kwadran medial bawah payudara. Untaian medial aksila. getah bening mengalir melalui trunkus limfatikus mammaria interna.ligamentum falsiforme dan bagian antero. 3. kelenjar ini terletak dibawah tepi lateral m. Saluran ini bermuara kedalam kelenjar getah bening preperikardial anterior yang terletek ditepi atas diafragma diatas ligamentum falsiforme. Pembuluh getah bening mammaria interna: Saluran limfe ini mengalirkan getah bening dari bagian dalam dan medial payudara.Sistem Limfatik Payudara a.Dari kelenjar ini.pektoralis mayor. menembus fascia rektus dan masuk kedalam m.superior hepar.cava. kwadran lateral bawah dan kwadran Pembuluh getah bening aksila ini mengalirkan getah bening dari daerahdaerah sekitar areola lateral atas payudara. sepanjang tepi .limfe mengalir melalui trunkus limfatikus mammaria interna. dan masuk kedalam m. Kelenjar getah bening ini juga menampung getah bening dari diafragma.pektoralis mayor.

aksilaris. Kadang-kadang beberapa diantaranya terletak sangat superfisisal. Kelenjar-kelenjar ini terletak sepanjang v. Kelenjar getah bening terletak sepanjang vasa subskapularis dan torako-dorsalis. dibawah kulit dan fascia pada pusat ketiak.aksilaris. aksilaris menghilang di bawah tendo m. kira-kira pada pertengahan lipat ketiak depan dan belakang.latissimus dorsi sampai ke sedikit medial dari percabangan v. .aksilaris menjadi vena subskapularis. Kelenjar-kelenjar ini terletak sepanjang v. 4] Kelenjar getah bening interpektoral [Rotter's Nodes] Kelenjar getah bening ini terletak diantara m.subklavius.torako-dorsalis kedalam m.latissimus dorsi. Kelenjar getah bening ini adalah kelenjar yang relatif mudah diraba.torako-akromialis.pektoralis 5] Kelenjar getah bening v.torako-akromialis sampai dimana v. mulai dari white tendon m.b) Kelompok inferior. sampai ke tempat masuknya v. 3] Kelenjar getah bening sentral [ Central Nodes } Kelenjar getah bening ini terletak dalam jaringan lemak di pusat ketiak.aksilaris bagian lateral.aksilaris--v. Dan merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terbanyak jumlahnya. 7] Kelenjar getah bening prepektoral Kadang-kadang terletak dibawah kulit atau didalam jaringan payudara kwadran lateral atas disebut prepektoral karena terletak diatas fascia pektoralis. Semua getah bening yang berasal dari kelenjar-kelenjar getah bening aksila masuk kedalam kelenjar ini. Seluruh kelenjar getah bening aksila ini terletak dibawah fascia kostokorakoid. 6] Kelenjar getah bening subklavikula. mulai dari percabangan v.aksilaris--v.Kelompok kelenjar getah bening ini terletak setinggi interkostal IV-V-VI. 2] Kelenjar getah bening skapula.mulai dari sedikit medial percabangan v. Kelenjar ini merupakan kelenjar aksila yang tertinggi dan termedial letaknya.

2. Kelenjar-kelenjar ini tersebar sepanjang trunkus limfatikus mammaria interna. pada sela iga. Perubahan pertama adalah mulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas. FISIOLOGI Fase perkembangan payudara timbul sebagai hasil efek mamotropik sekresi hormon ovarium dan hipofisis anterior. Sejak pubertas pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang di produksi ovarium dan juga hormon hipofisa telah menyebabkan duktus berkembang dan timbulnya asinus. V. Diperkirakan jumlah kelenjar ini ada 6-8 buah. Perubahan kedua adalah perubahan sesuai dengan daur menstruasi. Air susu di produksi oleh sel-sel alveolus. Pada kehamilan payudara menjadi besar karena epitel duktus lobul dan duktus alveolus berproliferasi dan tumbuh duktus baru. Sekresi hormon prolaktin dari hipofisis anterior memicu laktasi. sampai ke klimakterium dan menopouse. Begitu menstruasi mulai. Kadang – kadang timbul benjolan yang tidak rata. kira-kira 3 cm dari pinggir sternum. dimana payudara mengalami tiga macam perubahan yang dipengaruhi hormon: 1. kemudian dikeluarkan melaui duktus ke puting susu. Selama beberapa hari menjelang menstruasi payudara menjadi tegang dan nyeri sehingga pemeriksaan fisik terutama palpasi tidak mungkin dilakukan. Perubahan yang terjadi waktu hamil dan menyusui. semuanya berkurang. . Terletak didalam lemak diatas fascia endotorasika. Pada waktu itu pemeriksaan foto mamogram tidak berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. 3. mengisi asinus.8] Kelenjar getah bening mammaria interna. sekitar hari ke-8 menstruasi payudara jadi lebih besar dan pada beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya terjadi pembesaran maksimal. masa fertilisasi.

Ternyata pengobatan hormonal banyak yang memberikan hasil kanker payudara lanjut 3. Terbukti pada penelitian pada kera. Kanker VII.terdapat kanker yang sama. 5.pada laki-laki kemungkinan ini sangat rendah. 4. 2. Ini sudah lama diketahui. e. a. b. tetapi kadang . c. d. Karsinogen. Pada kembar monozygot. terdapat lebih dari 2000 karsinogen dalam lingkungan hidup kita.antara lain: 1. pria normal. payudara umumnya pada wanita. ETIOLOGI Dapat dicatat bahwa faktor etiologinya sampai saat ini belum diketahui pasti.karena radiasi dapat menyebabkan mutagen. c.pada manusia belum terbukti. Virogen. Adanya kecendrungan pada keluarga tertentu lebih banyak kanker Adanya distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa. Pada usia diatas 35 tahun insidennya lebih tinggi. dekat dari penderita kanker payudara.VI. Benjolan ganas yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak.ini berdasarkan bahwa. Makanan Terutama makanan yang banyak mengandung lemak. GEJALA KLINIS/STADIUM KLINIS Tanda dan Gejala Benjolan di payudara biasanya mendorong penderita untuk ke dokter. Ini berdasarkan: a.namun dapat dicatat pula bahwa penyebab itu sangat mungkin multifaktorial yang saling mempengaruhi satu sama lain. Konstitusi genetika. Radiasi daerah dada. Terdapat persamaan lateralitas kanker payudara pada keluarga Seorang dengan klinefelter akan mendapat kemungkinan 66 kali Pengaruh hormon. b. pada payudara daripada keluarga lain.

perlekatan lebih jelas.dapat diraba benjolan ganas yang melekat pada jaringan sekitarnya. : Teraba kelenjar mammaria interna homolateral : : : : : : Tumor primer tidak dapat ditentukan Karsinoma insitu dan penyakit Paget pada papila tanpa teraba tumor Tidak ada bukti adanya tumor primer Tumor <2 cm Tumor 2-5cm Tumor >5cm kulit dengan tanda udem.Pengeluaran cairan dari puting biasanya mengarah ke papilloma atau karsinoma intraduktal. sedangkan adanya nyeri fibrokistik. Bila tumor telah besar. Konsistensi kelainan ganas biasanya keras. peau d'orange lebih mengarah ke kelainan :Tumor dengan penyebaran langsung ke dinding thoraks atau ke :Teraba kelenjar aksila yang melekat satu sama lain atau melekat . STADIUM KLINIS Klasifikasi Penyebaran TNM T TX TIS TO T1 T2 T3 T4 N NX NO N1 N2 N3 M MX MO M1 : : : Tidak dapat ditentukan metastasis jauh Tidak ada metastasis jauh Terdapat metastasis jauh termasuk ke kelenjar supraklavikular : : : Kelenjar regional tidak dapat ditentukan Tidak teraba kelenjar aksila Teraba kelenjar aksila homolateral yang tidak melekat pada jaringan sekitar. tukak.

atau tumor dengan metastasis aksila yang melekat. Stadium IIIa : Tumor dengan diameter >5cm tapi masih bebas dari jaringan sekitarnya dengan/tanpa metastasis aksila yang masih bebas satu sama lain. Tumor yang telah mengadakan metastasis jauh. 2. DIAGNOSIS Untuk sampai kepada diagnosis kanker payudara diperlukan: Pemeriksaan fisik yang baik Hal ini meliputi: 1. tidak terfiksasi dengan kulit atau otot pektoralis. Pemeriksaan Fisik . Anamnesis yang lengkap: Mengenai keluhan-keluhan Perjalanan penyakit Keluhan tambahan Faktor-faktor resiko tinggi Tanda-tanda umum keganasan yang berhubungan dengan berat badan dan nafsu makan. Pemeriksaan fisik yang sistematis/legeartis dan etis a. Stadium IIIb : Stadium IV : Tumor dengan metastasis infra atau supraklavikula atau tumor yang telah menginfiltrasi kulit atau dinding thoraks. Stadium II : Tumor dengan diameter < 2cm dengan metastasis aksila atau tumor dengan diameter 2-5cm dengan/tanpa metastasis aksila. tanpa dugaan metastasis aksila.Stadium Kanker Payudara Stadium I : Tumor terbatas pada payudara dengan ukuran < 2cm. VIII.

keluhan kulit berupa dimpling. kawin atau tidak.5-5x] Pernah operasi tumor jinak payudara [3-5x] Mendapat terapi hormonal yang lama [2. rasa sakit. disusukan atau tidak. Biasanya tumor pada proses keganasan atau kanker payudara. apakah pernah operasi payudara dan obstetri-ginekologi. cairan dari puting susu. obatobatan yang pernah dipakai terutama yang bersifat hormonal. jumlah anak.5x] Adanya kanker payudara yang kontralateral [3-9x] Operasi ginekolog [3-4x] . Keluhan utama penderita dapat berupa:massa tumor di payudara. kemerahan. disertai sakit atau tidak. riwayat penyakit kanker dalam keluarga. ulserasi atau adanya peau d'orange.7-4x] Menopause terlambat>55 tahun [2. adanya eksem di sekitar areola.Anamnesis Didahului dengan pencatatan identitas penderita secara lengkap. mempunyai ciri dengan batas yang irregular umumnya tanpa ada rasa nyeri. Adanya tumor ditentukan sejak berapa lama. Hal berikut ini tergolong dalam faktor resiko tinggi kanker payudara yaitu keadaan-keadaan dimana kemungkinan seorang wanita mendapat kanker payudara lebih tinggi dari yang tidak mempunyai faktor tersebut yaitu: Umur lebih dari 30 tahun Anak pertama lahir pada usia ibu>35 tahun [2x] Tidak kawin [2-4 kali] Menarche<12 tahun [1. tumbuh progresif cepat membesar dan jika sudah lanjut akan ditemukan tanda-tanda yang tercantum dalam kriteria operabilitas Haagensen. retraksi puting susu. atau keluhan berupa pembesaran kelenjar getah bening aksila atau tanda metastasis jauh. cepat atau tidak membesar. Anamnesis yang lain Pengaruh siklus menstruasi terhadap keluhan tumor dan perubahan ukuran tumor dan perubahan ukuran tumor.

• Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan. • Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. • Sebelum menstruasi payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan. atau puting tertarik kedalam. dan periksa kembali. akan terasa keras dan sukar digerakkan [tidak dapat dipindahkan dari tempatnya]. Perhatikan apakah terdapat keriput. Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala dan sebuah bantal dibawah bahu kiri. . baik dengan rutin melakukan SADARI maupun secara periodik memeriksakan kelainan payudara atau tanpa kelainan kepada dokternya. Biasanya kedua payudara tidak sama. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut: Berdirilah didepan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara. lekukan. Periksalah apakah ada benjolan di payudara. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari puting susu. Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1cm atau lebih. segeralah pergi ke dokter. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan. semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna. Dan bagi dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik yang baik dan legeartis dan melakukan mammografi pada penderita dengan faktor high-risk tersebut. Bila ada tumor. segeralah pergi ke dokter.- Radiasi dada [2-3x] Riwayat keluarga [2-3x] Faktor resiko tinggi bukanlah faktor etiologi Apakah manfaat mengetahui faktor resiko tersebut ? Dengan mengetahui adanya faktor resiko pada seseorang diharapkan agar ia lebih dewasa terhadap kelainan-kelainan yang ada pada payudara. • • • Letakkan kedua lengan diatas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara. Sebaiknya pemeriksaan SADARI dilakukan sehabis mandi selesai masa menstruasi. Rabalah payudara kiri dengan telapak jarijari kanan. Semakin dini penanganan. Bungkukkan badan hingga payudara tergantung kebawah.

Terakhir diadakan pemeriksaan kalau ada cairan keluar dengan menekan daerah sekitar papil. letak dan bentuknya. Pada inspeksi dilihat: simetri payudara kiri-kanan. adakah retraksi putting susu. 2. Disamping itu ada pula beberapa faktor resiko ini yang terutama yang mempunyai kelainan mammary dysplasia. Dalam hal ini tidak dianjurkan untuk memekai obatobat pil KB pada wanita diatas 35tahun. tanda-tanda radang. Dapat juga sistemasi ini dari tepi ke sentral [sentrifugal] berakhir di daerah papil. jangan dilupakan pemeriksaan daerah sentral subareolar dan papil. ulserasi dan lain-lain. dimpling.Jadi maksudnya hanya untuk lebih WASPADA.III. Berdasarkan beberapa faktor resiko ini dan melihat pula faktor yang ikut berperan.IV dan dikerjakan secara sistematis mulai dari kranial setinggi iga ke-6. jika perlu bahu/punggung diganjal dengan bantal kecil pada penderita-penderita yang payudaranya besar. Teknik Pemeriksaan Penderita diperiksa dengan badan bagian atas terbuka: 1. Posisi berbaring Penderita berbaring dan diusahakan agar payudara jatuh tersebar rata di atas lapangan dada. tidak kawin dan sebagainya. Tanda-tanda umum tentang nafsu makan dan penurunan berat badan juga perlu ditanyakan. Rabaan halus akan dapat membedakan kepadatan massa payudara. kelainan kulit. pemeriksa berdiri didepan dalam posisi yang lebih kurang sama tinggi. Dengan pemeriksaan rabaan yang halus akan lebih teliti daripada dengan rabaan tekanan keras. Tumor adalah kepadatan massa dalam payudara yang berbentuk dan mempunyai ukuran tiga demensi. Palpasi ini dilakukan dengan mempergunakan falang distal dan falang medial jari II.kelainan papilla. peau d'orange. . Posisi tegak (duduk) Penderita duduk dengan tangan bebas kesamping.

apakah satu sama lain atau tidak.pektoralis diperiksa dengan menekankan tangan pada krista iliaka. tangan kanan penderita diletakkan/jatuhkan lemas di tangan kanan/bahu pemeriksa dan aksila diperiksa dengan tangan kiri pemeriksa. Pemeriksaan aksila kanan. pektoralis atau dinding dada. jika tumor itu terfiksasi pada pektoral yang berkontraksi ini dan akan kelihatan bergerak dengan gerakan pektoral. Subskapularis di posterior aksila. Pada perabaan ditentukan besar. Sentral di bagian pusat aksila. bagian bawah dipalpasi dengan cermat dan teliti. Memeriksa kelenjar getah bening regional a. c. batas-batas tumor tegas atau tidak tegas. Mobilitas tumor terhadap kulit dan m. lateral bawah.3. . berarti tumor ini melekat pada m. Ukuran tumor. pektoralis. Payudara dibagi atas empat kwadran yaitu kwadran lateral atas. Apabila lengket pada kulit akan kelihatan adanya cekungan pada posisi diam dalam posisi mengkontraksikan m. 4. berfiksasi Pektoralis aksila. jumlah.pektoralis atau pada fascia m. b. konsistensi. Menetapkan keadaan tumornya a. Supra dan infraklavikuler serta leher utama. Lokasi tumor menurut kwadran di payudara atau terletak di daerah sentral (subareola dan dibawah papil).karena dalam posisi ini fossa aksila jatuh kebawah sehingga mudah untuk diperiksa dan lebih banyak dapat dicapai. dibagian anterior dan dibawah tepi m. b. Yang diraba kelompok kelenjar getah bening: Mammaria eksterna. Apikal di ujung atas fossa aksilaris. Aksila Sebaiknya dalam posisi duduk. medial atas dan bawah serta ditambah satu daerah sentral. konsistensi.

Pada pemeriksaan kanker dini payudara. Kanker payudara jenis mastitis karsinomatosa. Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria inoperabilitas Haagensen sebagai berikut: 1. Adanya metastasis jauh. tentu semua pemeriksaan yang mengarah kepada tanda-tanda lanjut atau metastasis tidak akan ditemukan. 8. tulang belakang.5cm Kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain . Terdapat nodul supraklavikula. Terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced Diagnosis Pasti Hanya dengan pemeriksaan histopatologi Bahan pemeriksaan diambil dengan cara : 1. Tidak sukar untuk menegakkan diagnosis klinis kanker payudara dalam keadan lanjut [ ingat kriteria operabilitas Haagensen ]. 3. juga tulang-tulang utama. Adanya nodul satelit pada kulit payudara. Terdapat nodul parasternal. lien untuk mencari metastasis jauh.5. 5. 6. 7. Adanya edem lengan. permukaan tidak rata. Terdapat udem luas pada kulit payudara (lebih dari 1/3 luas kulit payudara) 2. konsistensi padat keras. Hal-hal yang disebutkan diatas yang termasuk high-risk faktor sangat membantu dalam menegakkan diagnosis klinis. 4. tetapi untuk kanker dini yang hanya ditemukan tumor kecil dengan batas tidak tegas. Ini untuk kasuskasus yang diperkirakan masih operabel/stadium dini. Ulserasi kulit Kulit terfiksir pada dinding thoraks Kelenjar getah bening aksila diameternya lebih dari 2. kemudian diperiksa potong beku atau PA. Eksisional biopsi. Organ lain yang ikut diperiksa adalah hepar.

Hasil radiasi sinar x adalah film yang dapat menunjukan daerah-daerah yang dicurigai sebagai tumor. Mammografi menggunakan sinar x yang diradiasikan pada payudara. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. Suatu pemeriksaan sitopatologi.2. PEMERIKSAAN PENUNJANG Ada beberapa pemeriksaan penunjang untuk diagnostik. penebalan kulit. tumor memiliki densitas atau rapat massa yang lebih besar dari jaringan otot normal. Insisional biopsi. cara ini memerlukan keahlian khusus dalam pembacaan dan ketepatan didalam mengambil aspiratnya. adanya perbedaan yang nyata ukuran klinik dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. Tanda primer berupa Fibrosis reaktif. yaitu : 1. bertambahnya vaskularisasi. Cara lain yaitu dengan FNAB [Fine Needle Aspiration Biopsi]. perubahan posisi papilla dan areola adanya bridge of tumor. tergantung dari teknisi dan ahli radiologinya. American Cancer Society menganjurkan wanita berusia 40 tahun keatas melakukan deteksi dini menggunakan metode ini tiap tahun. komet sign. sehingga intensitas sinar x setelah menembus tumor lebih kecil dari intensitas sinar x setelah menembus jaringan . keadan daerah tumor dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. Mammografi Suatu teknik pemeriksaan soft tissue teknik. misalnya pada wanita dengan faktor resiko tadi. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor-tumor yang secara palpasi tidak teraba. cara ini untuk kasus-kasus ganas yang sudah inoperabel/lanjut. Ketepatan hasil FNAB cukup tinggi di tangan yang ahli [ahli sitopatologi] dan tepat cara pengambilannya. Ketepatan 83-95%. Hanya saja untuk mass screening cara ini adalah cara yang mahal dan untuk itu dianjurkan digunakan secara selektif saja. Tanda-tanda sekunder berupa retraksi. jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screening. yang umumnya hanya dapat dilakukan di rumah sakit yang besar [ tipe c keatas ]. Umumnya. XI. infiltrasi dalam jaringan lunak di belakang mammae dan adanya metastasis ke kelenjar.

termografi. xerografi. Ini yang menjadikan Thermografi sangat menarik. seperti yang diungkapkan sebelumnya. Pemeriksaan lain dapat berupa. Meskipun tumor terletak didalam tubuh. Namun. Perbedaan utama thermografi dengan mammografi terletak pada proses mendapatkan data. Ini yang menjadi dilema. Semakin besar tumornya maka semakin tinggi suhunya. Perbedaan ini yang menghasilkan film yang dapat menunjukan adanya tumor. Prinsip kerja thermografi adalah dengan memanfaatkan suhu tumor dengan jaringan otot normal. Tentunya dokter yang bersangkutan juga memiliki data suhu dari pola suhu payudara yang sehat.07° C].otot normal. kamera inframerah yang diradiasikan oleh payudara untuk mengukur suhunya. Jadai sifat thermografi adalah nininvasive sehingga tidak ada bahaya radiasi sama sekali. Breast Thermografi Alat yang digunakan adalah kamera inframerah dengan sensitifitas suhu yang kecil [sekitar 0. Dengan membandingkan pola suhu yang terukur antara payudara kanan dan kiri maka identifikasi dapat dengan mudah dilakukan. 2. sehingga permukaan tubuh yang bagian dalamnya yang mengidap tumor akan terukur lebih panas. Pada thermografi. Ultrasonografi Dengan pemeriksaan ini hanya dapat dibedakan lesi solid dan kistik. Semakin sering melakukan metode ini menjadikan kondisi payudara dapat terpantau. Pemeriksaan lain seperti: thoraks foto . radiasi sinar x yang sering dapat menyebabkan mutasi atau kerusakan sel sehingga justru meningkatkan resiko terkena kanker.01° C] dengan jangkauan pengukuran suhu yang sempit [sekitar 0. kamera inframerah dapat melihat konduksi panasnya pada permukaan tubuh.

juga dapat melihat kemungkinan adanya metastasis misalnya alkali fosfatase. Kistosarkoma filoides menyerupai FAM yang besar. tidak nyeri. 2. merupakan massa tumor kistik yang timbul akibat tersumbatnya saluran/ duktus laktiferus. merupakan tumor jinak payudara yang biasa terdapat pada usia muda [15-30 tahun]. 5. Galaktokel. 4. berbentuk bulat lonjong. terdapat nyeri terutama menjelang haid. Terapi tumor ini dengan mastektomi simpel. XI. Tumor ini terdapat pada ibu yang baru/sedang menyusui. batas tegas. PENATALAKSANAAN Batasan stadium yang masih operabel/kurabel adalah stadium IIIa. berbatas tegas. ialah : 1. konsistensi padat kenyal atau kistik. 3. yaitu infeksi pada payudara dengan tanda radang lengkap. Biasanya terdapat pada ibu yang menyusui. . melainkan paliatif. dengan konsistensi padat kenyal. X. Fibroadenoma mammae [FAM]. DIAGNOSIS BANDING Berikut ini dikemukakan kelainan payudara yang sering ditemukan dengan uraian singkat sifat-sifat klinisnya. dan mobil. bahkan dapat berkembang menjadi abses. dengan ukuran dapat mencapai 20-30cm. ukuran membesar. Kelainan fibrokistik. bone scanning/ bone survey USG abdomen/liver Dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastasis Pemeriksaan ini umumnya hanya dilakukan apabila diperlukan [atas indikasi]. biasanya bilateral/multipel. Sedangkan terapi pada stadium IIIb dan IV tidak lagi mastektomi. Terapi tumor ini dengan medikamentosa simtomatis. Mastitis.jauh. Terapi pada tumor ini cukup dengan eksisi. mobil. Pemeriksaan laboratorium untuk melihat toleransi penderita. merupakan tumor yang tidak berbatas tegas.

kwadranektomi. Pembedahan Breast.Tindakan operatif tergantung stadium kanker. 3. Pada stadium I dan II lakukan mastektomi radikal atau modifikasi mastektomi radikal. atau lumpektomi biasa. Alternatif lain pada tumor yang kecil dapat dilakukan teknik Breast Conserving Therapy. berupa satu paket yang terdiri dari pengangkatan tumor saja [tumorektomi]. 2. bila ada metastasis dilanjutkan dengan radiasi regional dan kemoterapi ajuvan. Kuadrantektomi : pengangkatan seperempat bagian payudara. Setelah itu periksa KGB. yaitu: 1.converting: 1. Eksisi luas atau mastektomi parsial: pengangkatan tumor dan jaringan normal di sekitarnya yang lebih banyak. Dapat pula dilakukan mastektomi simpleks yang harus diikuti radiasi tumor bed dan daerah KGB regional. Pada T2N1 dilakukan mastektomi radikal dan radiasi lokal didaerah tumor bed dan KGB regional. diikuti dengan diseksi KGB aksila secara total. reseksi segmental. Untuk setiap tumor yang terletak pada kuadran sentral dan medial payudara harus dilakukan radiasi pada rantai KGB regional. Metode ini dilakukan dengan eksisi baji. ditambah diseksi aksila dan radiasi kuratif [ukuran tumor <3cm] dengan syarat tertentu. Syarat teknik ini adalah : • • • • • Tumor primer tidak lebih dari 2cm N1b kurang dari 2cm Belum ada metastasis jauh Tidak ada tumor primer lainnya Payudara kontralateral bebas kanker . Lumpektomi : pengangkatan tumor dan sejumlah kecil jaringan normal di sekitarnya. reseksi parsial.

Perawatan paliatif pun dilakukan berdasarkan stadium. Pada pasien premenopause dilakukan oofarektomi bilateral. Pada stadium IV a. atau mastektomi simpleks ditambah radioterapi pada tumor bed dan KGB regional. 3. Pada stadium IIIa lakukan mastektomi radikal ditambah kemoterapi ajuvan. berikanCMF/CAF. Bila relaps atau respon negatif. Tidak mempercepat atau menunda kematian. teruskan terapi. Bila positif lakukan seperti [a]. Bila respon positif. tunggu. lakukan seperti [c].• • • Payudara bersangkutan belum pernah mendapat pengobatan Tidak dilakukan pada payudara yang kecil karena hasil Tumor primer tidak terlokasi di belakang puting susu sebelumnya [kecuali lumpektomi] kosmetiknya tidak terlalu menonjol 2. dilanjutkan radiasi. Bila residu tidak ada. Pada stadium IIIb dilakukan biopsi insisi. tetapi bila respon negatif dilakukan kemoterapi dengan CMF [CAF] minimal 12 siklus selama 6 minggu. Pada pasien pasca menopause lakukan terapi hormonal inhibitif/aditif. . berikan aminoglutetimid atau tamofen. Pada stadium yang lebih lanjut. c. bila residu setelah radiasi tetap ada. Pada pasien sudah 1-5 tahun menopause periksa efek estrogen. 2. bila negatif. Pada pasien pre menopause dilakukan oofarektomi bilateral. tambahkan dengan pengobatan hormonal dan kemoterapi. Bila respon baik. b. langsung diberikan pengobatan hormonal sebagai berikut : a. Observasi selama 6-8 minggu. 2. Bila relaps. lakukan tindakan paliatif dengan tujuan: 1. Mempertahankan kualitas hidup pasien agar tetap baik/tinggi dan menganggap bahwa kematian adalah proses yang normal. yaitu: 1. Namun. Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain yang mengganggu.

M=methotrexate. lakukan seperti [a]. PROGNOSIS Prognosis kanker payudara ditentukan oleh: 1. Pada pasien pasca menopause berikan obat-obat hormonal seperti tamoksifen. Efek estrogen dapat diperiksa dengan estrogen/progesteron reseptor [ER/PR]. estrogen.b. Bila negatif lakukan seperti [c]. F= 5-fluorourasil XII. progesteron dan kortikosteroid.mempunyai prognosis yang baik dibandingkan dengan karsinoma yang sudah invasif. Staging [TNM} Semakin dini semakin baik prognosisnya Stadium I : 5-10 tahun 90-80% Stadium II : Stadium III : Stadium IV : Untuk stadium 0 : 2. 70-50% 20-11% 7% 96. Keterangan C=cyclophosphamide. Tepat tidaknya tindakan terapi yang diambil berdasarkan staging sangat mempengaruhi prognosis. Harapan hidup 2 tahun hanya ± 5%. ini mempunyai prognosis yang sangat buruk.2% Jenis histopatologi keganasan Karsinoma insitu-. . Pada pasien sudah 1-5 tahun menopause. Bila positif. Suatu kanker payudara yang disertai gambaran peradangan dinamakan mastitis karsinomatosa. c. periksa efek estrogen.

Wim de Jong : Buku Ajar Ilmu Bedah. Wan. Penerbit Binarupa Aksara. Tjakra. . EGC. Jakarta 2008. Jakarta 1995. Kapita Selekta Kedokteran. Sagung Seto. Media Aesculapius. Arif Mansjoer. FKUI. FKUI. R. Jakarta 2010. dkk. Bagian Bedah Staf Pengajar FKUI : Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Desen. Jilid II. Wibawa.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta 2000. Panduan Penatalaksanaan Kanker Solid Peraboi 2010. Buku Ajar Onkologi Klinis Edisi 2. 535-555 2. Sjamsuhidajat. 283 – 287 4. Edisi III. 5. Edisi Revisi. 342-363 3. Cetakan Pertama. Jakarta 1997.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful