http://gerry-tk.blogspot.com/2011/10/cara-merawat-kulit-wajah-berjerawat.

html

Cara Merawat Kulit Wajah Berjerawat
Merawat kulit wajah berjerawat berbeda dengan tipe kulit yang lain. Penderita jerawat umumnya memiliki kulit yang sensitif dan berminyak. Sehingga perawatannyapun harus lebih exstra. Untuk merawat jerawat diwajah anda, simak tips berikut: Cuci Wajah Teratur Hal yang paling penting dalam merawat jerawat adalah mencuci wajah. Cuci muka anda anda minimal 2 kali sehari (pagi dan malam) dan setelah terkena debu. Pilih Sabun PH Balance Pencuci wajah dengan Ph seimbang (ph balance) merupakan pilihan terbaik untuk kulit berjerawat dan berminyak. Pilih pula sabun yang memiliki sedikit bahan kimia. Salahsatu yang saya rekomendasikan adalah facial wash dari Ward*h Kosmetik (sensor). Pakai Sunblock Matahari merupakan musuh penderita jerawat. Sebisa mungkin anda harus menghindari sengatan matahari langsung. Jika terpaska, gunakan tabir surya (sunblock) minimal SFP 15. Pilihan terbaik adalah merek PARASOL SFP 33 (bisa dibeli diapotek). Pakai Obat Jerawat Langkah ini paling penting untuk menghilangkan jerawat dari wajah anda. Pilihlah obat jerawat sesuai dengan tingkat keparahannya, seperti yang telah dijelasakan pada artikel "0bat Ampuh Untuk Jerawat". Stop Pemakaian Kosmetik Selama pengobatan jerawat, penggunaan kosmetik lebih baik dihentikan. Karena dapat menyumbat pori-pori kulit, sehingga menimbulkan komedo dan jerawat. Jangan Pencet Jerawat Menyentuh dan memencet jerawat sangat tidak disarankan, karena dapat menimbulkan infeksi dan membuat parut luka bekas jerawat. Selain tips diatas, olahraga dan istirahat yang cukup sangat penting untuk penderita jerawat. Semoga bermanfaat!! Dengan perawatan kulit yang benar, diharapkan jerawat diwajah anda bisa berkurang.

http://www.beautydaylily.com/a/tips-perawatan-kulit-secara-alami/

Tips Perawatan Kulit Secara Alami
Banyak dari kita tidak peduli dengan perawatan kulit. Akibatnya adalah merasa tidak percaya diri karena kulit kusam, kasar, dan mungkin tidak kenyal, atau bahkan warna kulit yang tidak sehat (pucat). Hal semacam ini tentu berkaitan erat dengan kesehatan kulit. Simak artikel berikut untuk lebih memahami bagaimana cara perawatan kulit yang lebih sehat dan dampak-dampaknya. Organ terluas pada tubuh kita, yaitu kulit tentu memerlukan perawatan. Bagaimana tidak, kulit melindungi seluruh tubuh dari udara luar yang terkadang terasa panas dan dingin. Dengan aktivitas kulit yang sedemikian rupa, banyak sel-sel kulit yang mati. Kulit pun akan mengalami penuaan. Ciri-cirinya seperti timbulnya kerutan, terasa kasar/tidak halus, dan masih banyak lagi yang menyebabkan kulit kita tidak lagi indah. Perawatan yang tepat akan membuahkan hasil yaitu kulit menjadi sehat dan tampak tetap muda. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan kulit pun bermacam-macam, misalnya saja: faktor makanan, aktivitas tubuh, dan juga pemenuhan kebutuhan nutrisi kulit, serta pemikiran positif dan rileks.
Beberapa vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk perawatan kulit antara lain: 1. Vitamin A. Vitamin A sangat baik untuk kesehatan kulit. Vitamin tersebut berperan dalam memperkuat jaringan kulit dan juga dibutuhkan dalam regenerasi. 2. Vitamin C. Vitamin C membantu penyembuhan luka dan juga dibutuhkan dalam proses regenerasi sel kulit mati. Tidak hanya itu, vitamin C juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. 3. Vitamin E. Vitamin E merupakan zat antioksidan. Fungsinya mencegah penuaan dini yang disebabkan oleh kerusakan radikal bebas pada kulit. 4. Vitamin D. Vitamin D juga merupakan antioksidan yang memainkan peran dalam pigmentasi kulit. 5. Vitamin B. Vitamin B membantu menjaga warna kulit Anda sehat.

9. kulit kita juga akan mengalami peremajaan. Protein. Mortalitas/Morbiditas. Acne vulgaris memengaruhi daerah kulit yang memiliki banyak folikel sebaceous (kelenjar minyak). sirkulasi darah menjadi lancar. Selain Vitamin. Minum 8 gelas air setiap hari ternyata juga berdampak pada kulit. dan mengkonsumsi cukup air.6. Penatalaksanaan dan Farmakoterapi 13. Ras. Dito Anurogo | 21-Aug-2008. karena selain tubuh kita akan cukup serat. dan kuku. Komponen aktif EPA dan DHA adalah agen anti-peradangan yang kuat untuk kulit yang rentan terhadap jerawat. Semenatara mengkonsumsi teh herbal juga dapat membantu melembabkan kulit dan secara bersamaan.kabarindonesia. Omega-3s juga menghasilkan minyak esensial untuk membuat kulit bersinar. dan yodium tiroid adalah nutrisi yang paling penting untuk membantu memastikan metabolisme yang tepat. Kelenjar tiroid merupakan salah satu regulator yang paling penting bagaimana kita melihat. dada bagian atas. kulit kita akan terasa lebih kenyal dan lebih halus. Pemeriksaan Laboratorium 11.com/berita. http://www. dan papula radang dalam bentuk yang lebih berat. 8. Beberapa fakta telah mebuktikan konsumsi zat aktif berlebihan akan menyebabkan ketergantungan pada kulit. dan Usia) 6. Jenis Kelamin.php?pil=3&dn=20080821143020 KESEHATAN Segala Sesuatu tentang Jerawat Oleh : Dr. berpikir. Bacaan Lebih Lanjut Pendahuluan Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang umum terjadi (a common skin disease) dan memengaruhi 85-100% orang pada suatu saat selama hidupnya. Hal ini baik. Protein menghasilkan asam amino penting untuk menjaga kesegaran kulit. dan . Perawatan kulit sebaiknya alami saja. Pendahuluan 2. kita juga mencukupi kebutuhan harian vitamin dan mineral. namun juka diteruskan penggunaanya. Predileksi (Lokasi) 9. ketombe. Sebaiknya anda mulai memikirkan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran disamping pemenuhan gizi yang lain. Komplikasi 14. Zinc (Zn). 17:41:30 WIB Artikel ini akan membahas segala sesuatu tentang jerawat yang meliputi delapan belas hal. Mineral Zinc juga berperan membantu proses penyembuhan alami kulit dan mencegah produksi sebum yang berlebihan. Dicirikan dengan adanya papula folikuler noninflamasi (noninflammatory follicular papules) atau komedo (comedones) dan nodul. dan merasa. Pemeriksaan Histopatologis 12. Gejala kekurangan asam lemak Omega-3 dapat menyebabkan eksim. Mineral ini sangat penting bagi kesehatan kulit. Penyebab (Etiologi) 8. Manifestasi Klinis (meliputi: Kronologis dan Pemeriksaan Fisik) 7. Diagnosis Banding 10. dan penyembuhan luka yang lambat. Vitamin dan mineral tersebut diatas saat ini sangat mudah didapat dan dikonsumsi dari makanan kecuali vitamin D yang dapat kita peroleh dengan sinar matahari pagi. olah raga teratur. Meminum air dalam jumlah yang cukup akan membantu proses penyembuhan alami. Sinonim 3. Vitamin B6. seperti wajah. Prognosis 15. tentu dapat menyebabkan kelainan / gangguan pada sistem kerja kulit alami. 7. Dengan berolahraga. pustula. Omega-3s. Anda suka berolah raga? Itu baik untuk metabolisme tubuh. kebutuhan nutrisi kulit juga dapat dicukupi dengan makan makanan sehat (diet sehat). Definisi 4. terutama garam ber-yodium. sehingga penyerapan nutrisi untuk kulit pun akan lebih baik. Vitamin B6 membantu menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat. Hindari penggunaan kosmetik yang mengandung bahan kimia atau bahkan zat aktif yang berlebihan. kulit akan semakin rusak. Epidemiologi (meliputi: Frekuensi. rambut. Tahukah Anda? 18. 10. Yodium hadir dalam beberapa makanan. kulit kering dan terkelupas. Yodium. Kesimpulan 17. Yang mana bila dihentikan pemakaiannya. Pencegahan 16. Patogenesis (Mengapa Timbul Jerawat?) 5. Hal ini berarti membantu mengurangi jerawat. yaitu: 1.

papul. reseptor hormon androgen ada di bagian atau komponen folikel dimana komedo terbentuk. Ketiga. Derajat akne komedo pada wanita sebelum masa pubertas (prepubertal) berhubungan dengan kadar adrenal androgen dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S) yang bersikulasi. Acne Conglobata 2. namun tetap memegang peranan yang sangat penting di dalam perkembangan acne vulgaris dan komedo (comedones). Ekskresi (pengeluaran) dan produksi sebum diatur oleh sejumlah hormon dan mediator yang berbeda. pustul. Keberadaan P. 3. Kedua. kadar ini menjadi normal setelah pemberian isotretinoin yang sukses. Hormon androgen. dalam keadaan tertentu. 2. lesi klinis sebagai hasil dari follicular plugging. Gambaran klinis akne vulgaris sering polimorfi. Suatu end-organ hyperresponsiveness terhadap hormon androgen telah dipercaya sebagai hipotesis (hypothesized). acne vulgaris. dan jaringan parut. Kelebihan sebum merupakan faktor penting lainnya di dalam perkembangan acne vulgaris. Acne Fulminans 3. dengan keringat / perspiration. Acne Keloidalis Nuchae 4. Kadar asam linoleat (linoleic acid) terbukti rendah pada orang yang berjerawat. Definisi 1. yang digunakan pada contoh jaringan (tissue model) untuk menginduksi (memicu) follicular epidermal hyperproliferation dan pembentukan komedo. termasuk hormon pertumbuhan dan insulinlike growth factor. sebum membasahi atau melembabkan dan melindungi kulit). A comedone is a whitehead (closed comedone) or a blackhead (open comedone) without any clinical signs of inflammation. Pertama. Komedo. dan. proses radang (inflammation) merupakan salah satu faktor yang dipercaya terlibat di dalam pembentukan komedo. Sebum yang berlebihan ini dapat mendilusi (mengencerkan) lemak epidermis yang normal sehingga dapat mengubah konsentrasi relatif dari berbagai lemak. P. mulai muncul sekitar adrenarche pada orang yang berjerawat. keberadaannya pada lesi-lesi kemudian hampir dapat dipastikan. juga mengatur (regulate) kelenjar sebaceous dan juga berkontribusi pada perkembangan jerawat. belum terbukti keberadaannya di lesi jerawat yang paling awal terjadi. Meskipun. Interleukin (IL)–1–alpha merupakan proinflammatory cytokine. pustul. Follicular epidermal hyperproliferation adalah peristiwa yang pertama kali dikenal di dalam perkembangan akne.acnes menstimulasi (merangsang) terjadinya radang dengan memproduksi mediator-mediator proinflammatory yang menyebar melalui dinding folikel. acne. Riset terbaru menunjukkan bahwa P. Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. Banyak agen-agen lainnya. Keberadaan dan aktivitas dari Propionibacterium acnes. papul. seseorang dengan reseptor androgen yang tidak berfungsi (malfunctioning) tidak akan muncul jerawatnya. nodus. istilah jerawat disebut sebagai akne. Hormon androgen bukanlah satu-satunya regulator dari kelenjar sebaceous manusia. Acne vulgaris is the most common form of acne. 2. Kelebihan sebum (sekresi minyak dari kelenjar sebaceous. acnes merupakan suatu organisme microaerophilic yang terdapat di banyak lesi jerawat. Orang yang berjerawat seringkali memiliki produksi sebum yang berlebihan dan kulit yang berminyak. Sampai sekarang. Hiperproliferasi epidermis folikuler dengan subsequent plugging of the follicle. Penurunan relatif asam linoleat ini dapat menginisiasi (memicu) pembentukan komedo. Acneiform Eruptions Sinonim Di dalam tulisan ini. microcomedo. Ada empat faktor utama yang bertanggung jawab pada perkembangan lesi akne: 1. P. hormon androgen terkait sebagai pemicu awal (initial trigger). Tambahan pula. Sebenarnya ada beberapa bentuk acne (jerawat). acnes menaikkan (promote) proses radang melalui berbagai mekanisme.punggung. ada tiga hipotesis yang dipertimbangkan untuk menjelaskan mengapa epitel folikuler menjadi hyperproliferative pada orang yang berjerawat. Akne adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo. perubahan komposisi lemak juga berperan dalam perkembangan jerawat. yang terjadi akibat kelainan aktif tersebut. Meskipun proses radang tidak nyata secara mikroskopis atau klinis pada lesi awal jerawat. 4. nodul. 3. Penyebab yang mendasari (underlying cause) terjadinya hiperproliferasi ini belum diketahui. 5. baik jaringan parut yang hipotrofik maupun yang hipertrofik. 4. Aktivasi toll-like . characterized by papules or pustules or comedones. misalnya: 1. usually affects people from puberty to young adulthood. Sebagian besar pria dan wanita dengan jerawat memiliki hormon androgen yang bersirkulasi dalam tubuh dengan kadar normal. terdiri atas berbagai kelainan kulit berupa komedo. Proses radang (inflammation).acnes mengaktifkan toll-like receptor 2 pada monosit dan neutrofil. menaikkan produksi dan pengeluaran/pelepasan sebum. Patogenesis (Mengapa Timbul Jerawat?) Patogenesis acne vulgaris multifaktorial. Acne is an inflammatory disease involving the sebaceous glands of the skin. menariknya. dan kista pada tempat predileksinya.

tanpa melihat tingkat keparahan penyakitnya. dan nodul pada distribusi sebaceous. tidak ada lesi peradangan.receptor 2 kemudian memacu produksi multiple proinflammatory cytokines. * Akne peradangan yang sedang (moderate inflammatory acne) memiliki komedo. Ras * Prevalensi jerawat pada penduduk Amerika Utara keturunan Afrika dan kulit putih adalah sama. Jenis Kelamin * Acne vulgaris lebih sering terjadi pada pria daripada wanita di masa remaja (adolescence). dan lengan atas juga sering terkena jerawat. Epidemiologi Frekuensi di Amerika Serikat Acne vulgaris memengaruhi 85-100% orang pada suatu saat dalam hidupnya. Pemeriksaan Fisik Acne vulgaris bercirikan adanya komedo. arthritis. Sebagian besar bukti hingga kini menyarankan suatu respon peradangan sekunder terhadap P. dan dapat berperan pada perkembangan jerawat. Usia * Acne vulgaris dapat muncul pada minggu-minggu dan bulan-bulan pertama kehidupan saat bayi baru lahir (newborn) masih dipengaruhi oleh hormon ibunya dan saat androgen-producing portion dari kelenjar adrenal tak sebanding kadarnya. * Varian inflammatory acne yang berat. * Akne yang berat (severe acne) disertai dengan tanda dan gejala sistemik disebut sebagai acne fulminans. lesi-lesi peradangan. namun lebih sering pada wanita daripada pria di masa dewasa (adulthood). sejumlah 5% baik pria maupun wanita masih memiliki problem jerawat. akne umumnya terjadi pada usia pubertas 10 hingga 17 tahun pada wanita. Jerawat di masa bayi ini (neonatal acne) dapat menghilang secara spontan. * Biasanya tidak ada gejala sistemik pada acne vulgaris. dapat berhubungan dengan demam. Dapat juga muncul pertama kali pada usia > 25 tahun. Dua belas persen wanita dan lima persen pria pada usia 25 tahun memiliki problem jerawat. pustula. punggung. Bagaimanapun juga.acnes sebagaimana telah disebutkan di atas. * Jerawat tidak terbatas hanya pada usia remaja. Komedo dapat berupa whitehead (komedo tertutup) atau blackhead (komedo terbuka) tanpa disertai tanda-tanda klinis dari peradangan apapun. dan pustula. Hipersensitivitas terhadap P acnes dapat juga menjelaskan mengapa beberapa orang mengalami jerawat disertai peradangan (inflammatory acne vulgaris) sementara yang lainnya tidak. Wajah dapat menjadi satu-satunya permukaan kulit yang terserang jerawat. dan nodul besar yang berdiameter lenih dari 5 mm. * Acne dapat muncul pada pasien apapun sebagai dampak psikologis. namun dada. dan gejala-gejala sistemik lainnya. 14 hingga 19 tahun pada pria. Mortalitas/Morbiditas * Acne dapat menyebabkan nyeri fisik dan penderitaan psikososial. acne fulminans. IL-8. Setelah usia 45 tahun. Peradangan dapat merupakan suatu fenomena primer atau sekunder. * Jerawat (acne) dapat menimbulkan bekas luka/parut pada kulit (scarring). * Jerawat di masa remaja biasanya muncul di masa pubertas. Akne ini memiliki lebih banyak lesi dibandingkan dengan akne peradangan yang lebih ringan. papula. * Acne nodulocystic bercirikan komedo. termasuk IL-12. dkk (2007). dan tumor necrosis factor. Manifestasi Klinis Kronologis (History) * Gejala lokal termasuk nyeri (pain) atau nyeri jika disentuh (tenderness).. Seringkali tampak jaringan parut (scarring). saat kelenjar adrenal mulai memproduksi dan melepaskan lebih banyak hormon androgen. * Menurut Wolff K. Papula dan pustula terangkat membenjol (bumps) disertai dengan peradangan yang nyata. Lesi komedo (comedonal lesions) merupakan lesi akne yang paling awal. * Pada akne komedo (comedonal acne). ekspresi IL-1alpha telah teridentifikasi pada microcomedone. sedangkan komedo tertutup (closed comedones) merupakan lesi precursor dari lesi peradangan (inflammatory lesions) * Akne peradangan yang ringan (mild inflammatory acne) bercirikan adanya komedo dan papula peradangan. . papula peradangan.

* Pada pasien wanita dengan nyeri haid (dysmenorrhea) atau hirsutisme. leher. Antibiotik kelompok tetracycline umumnya diresepkan untuk akne. dengan atau tanpa follicular rupture.Penyebab (Etiologi) Penyebab eksternal acne vulgaris jarang teridentifikasi. Topical retinoids yang paling banyak diresepkan termasuk adapalene. Seiring kemajuan (progression) penyakit. tabir surya. evaluasi hormonal sebaiknya dipertimbangkan. Penatalaksanaan Saat digunakan antibiotik sistemik atau topikal. misalnya dengan memakai topi. punggung. * Congenital adrenal hyperplasia. 1. Systemic treatments Antibiotik sistemik merupakan terapi mainstay untuk jerawat. dada. dan tretinoin. Rosacea (dulu: akne rosasea) 9. Syringoma 12. biasanya lebih efektif daripada tetracycline. DHEA-S. pembukaan folikular menjadi dilatasi dan menghasilkan suatu komedo terbuka (open comedo). Diagnosis Banding Beberapa penyakit yang menyerupai jerawat (acne vulgaris) antara lain: 1. Acne fulminans 3. Topical retinoids menipiskan stratum corneum. Banyak ahli juga mengukur kadar free testosterone. dan kelainan endokrin lainnya (dengan kadar androgen yang berlebihan) dapat memicu perkembangan acne vulgaris. Acne conglobata 2. Bacterial folliculitis 15. Follicular rupture disertai reaksi badan asing (a foreign body reaction). Papular sarcoidosis Pemeriksaan Laboratorium Penegakan diagnosis acne vulgaris berdasarkan diagnosis klinis. Milia 11. Akne venenata dan akne akibat rangsangan fisik 4. dan berkaitan erat dengan sun sensitivity. lengan atas. Demodex folliculitis 14. . Pemeriksaan Histopatologis Microcomedo dicirikan oleh adanya folikel berdilatasi dengan a plug of loosely arranged keratin. Predileksi (Lokasi) Jerawat biasa timbul di wajah/muka. tubuh (trunk). Tuberous Sclerosis 13. Perioral Dermatitis 8. polycystic ovary syndrome. Peradangan padat (dense inflammation) menuju dan melalui dermis dapat berhubungan dengan fibrosis dan jaringan parut (scarring). tazarotene. * Beberapa kosmetik dan minyak rambut (hair pomades) dapat memperburuk akne. Semakin antibiotik bersifat lebih lipofilik. luteinizing hormone (LH). sebaiknya digunakan bersama dengan benzoyl peroxide untuk mengurangi risiko terjadinya resistance. Dinding follicular tipis dan dapat robek (rupture). dan iodides. dll. Peradangan dan bakteri terlihat jelas. * Kultur lesi kulit untuk me-rule out gram-negative folliculitis amat diperlukan ketika tidak ada respon terhadap terapi atau saat perbaikan tidak tercapai. Acneiform Eruptions (erupsi yang mirip akne) 6. beberapa antiepilepsi. Sebaceous Hyperplasia 10. Nasihatilah pasien untuk berlindung dari sinar matahari (sun protection). seperti doxycycline dan minocycline. Antibiotik topikal yang yang umum diresepkan termasuk erythromycin dan clindamycin dosis tunggal atau dikombinasikan dengan benzoyl peroxide. * Acne vulgaris dapat juga dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik. lithium. Topical treatments Topical retinoids bersifat comedolytic dan anti-inflammatory. Acne Keloidalis Nuchae 5. 2. bahu. * Obat-obatan pemicu timbulnya akne antara lain: steroid. dan kadar follicle-stimulating hormone (FSH). Pasien dengan virilization haruslah diukur kadar testosteron totalnya. Folliculitis 7. pantat/bokong.

yang menyatakan bahwa mereka akan menggunakan kontrasepsi selama menjalani terapi dan untuk 30 hari paskaterapi. misalnya: 1.2.4.01% dan 0. 1. Adapalene (Differin) Mekanisme Kerja Turunan (derivative) asam naptoat (naphthoic acid) yang mampu mengikat reseptor asam retinoat (retinoic acid).3.1%.3. 1. solution. doxycycline. Juga menghambat diferensiasi kelenjar sebaseus dan keratinisasi abnormal. Farmakoterapi Jerawat Tujuan farmakoterapi adalah untuk mengurangi morbiditas dan untuk mencegah komplikasi. 1. Retinoid. Dosis .2.1. 1. Tretinoin (Retin-A. Avita) Mekanisme Kerja Menghambat pembentukan microcomedo. Turunkan dosis bila terjadi iritasi. dosis tunggal atau dikombinasi dengan sulfamethoxazole. minocycline. dan azithromycin. Menormalkan diferensiasi epidermis folikuler dan menunjukkan (meng-exhibit) anti-inflammatory properties.1. Menurunkan ukuran kelenjar sebaseus dan produksi sebum. trimethoprim/sulfamethoxazole. dan pledget. 2. adapalene.4. tretinoin. Tersedia preparat krem dan gel 0. kemudian dosis dapat dinaikkan hingga 1 mg/kg berat badan/hari. Dosis Total dosis kumulatif yang direkomendasikan sebesar 120-150 mg/kg berat badan. Berikan hs (sebelum tidur) atau qod. Pasien wanita haruslah memberikan informed consent secara tertulis (dan menandatanganinya). Tazarotene (Tazorac.1%. Dosis Dimulai dengan formulasi tretinoin dosis terendah dan dapat ditingkatkan sesuai toleransi tubuh. Dosis Berikan sedikit pada kulit yang berjerawat. dilaporkan bermanfaat. 1.05% dan 0.3. 2. 0. dan 0.025%. dosis awal (starting dose) sebaiknya <0. 2. Isotretinoin merupakan bentuk isomer 13-cis sintetis dari tretinoin yang terjadi secara alami (trans-retinoic acid).2. AVAGE) Mekanisme Kerja Prodrug retinoid yang memiliki active metabolite modulates differentiation dan proliferation of epithelial tissue. Retinoid 1. Retin-A Micro.05%. juga memiliki efek antiperadangan (anti-inflammatory) dan immunomodulatory properties. 2. Struktur kedua agen tersebut berhubungan dengan vitamin A. seperti: trimethoprim. tazarotene. Tersedia dalam sediaan (formulation) krem. isotretinoin. Menormalkan diferensiasi epidermis folikuler dan menunjukkan (meng-exhibit) anti-inflammatory properties.1. Isotretinoin (Accutane) Mekanisme Kerja Pengobatan (medication) secara oral yang paling efektif mengobati berbagai kondisi dermatologis yang serius.5 mg/kg berat badan/hari PO.025%. misalnya: 2.Antibiotik lainnya. Juga tersedia dalam bentuk gels 0. Secara umum ada dua golongan: 1. gel. 1. tetracycline.4. Antibiotik. Tersedia dalam krem 0. diberikan: qd. Berikut ini sedikit uraian tentang farmakoterapi jerawat beserta nama dagangnya di Amerika: 1.

Lima persen pria masih memiliki akne pada usia 25 tahun. Pencegahan . Dosis anak-anak <8 tahun: : tidak direkomendasikan. * Pada wanita. Dosis anak-anak <8 tahun: tidak direkomendasikan. Dosis dewasa 50-100 mg PO bid. Minocycline (Dynacin.2. Dosis dewasa 100 mg PO bid. 50mg. Trimethoprim/sulfamethoxazole (Bactrim. dan 100mg. Tersedia dalam preparat 50mg. Doxycycline (Bio-Tab. Mekanisme Kerja Antibiotik dengan aktivitas melawan banyak organisme gram-positive dan gram-negative. Dosis anak-anak 8 mg/kg berat badan/hari TMP/40 mg/kg berat badan/hari SMZ PO/IV dibagi q12h. Tersedia dalam preparat 20mg. 2. Vibramycin) Mekanisme Kerja Agen antibakteri yang efektif melawan organisme gram-positive dan gram-negative. Prognosis * Pada pria. Doryx. sebaiknya tidak melebihi 200 mg/hari. * Rata-rata prognosis orang dengan akne adalah baik. Menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat sintesis asam dihidrofolat (dihydrofolic acid). Bactrim DS. Septra DS).Berikan sedikit saja pada area yang berjerawat.3. akne biasanya menghilang pada usia dewasa muda. diberikan: qd. sedangkan 5% masih memiliki akne di usia 45 tahun. >8 tahun: 2-5 mg/kg berat badan/hari PO/IV dalam 1-2 dosis terbagi. Septra. Dosis dewasa 160 mg TMP/800 mg SMZ PO q12h. diikuti dengan 2 mg/kg berat badan q12h. Juga infeksi yang disebabkan oleh organisme klamidia (chlamydial). Tetracycline (Sumycin) Mekanisme Kerja Agen antibakteri yang efektif melawan organisme gram-positive dan gram-negative. 75mg. Tersedia dosis 80 mg trimethoprim dan 400 mg sulfamethoxazole atau 160 mg trimethoprim dan 800 mg sulfamethoxazole (kekuatan ganda). 2. >8 tahun: 25-50 mg/kg/hari (10-20 mg/lb) PO dibagi qid 2. 12% masih memiliki akne di usia 25 tahun.1. Dosis dewasa 250-500 mg PO q6h Untuk infeksi ringan sampai sedang: 500 mg PO bid atau 250 mg PO qid untuk 7-14 hari. Antibiotik 2. Komplikasi * Lesi akne dapat berlanjut menjadi permanent scarring. >8 tahun: mula-mula 4 mg/kg berat badan PO. Minocin) Mekanisme Kerja Mengobati infeksi yang disebabkan oleh organisme gram-negatif dan gram-positif. dan mikoplasma (mycoplasmal). 2.4. dan 100mg. riketsia (rickettsial). Dosis anak-anak <8 tahun: tidak direkomendasikan.

1.2. Pemeriksaan Penunjang: c. Dapat juga berupa eritem dab hiperpigmentasi paska-inflamasi.5-1 mg/Kg berat badan/hari. . . Diet rendah lemak dan karbohidrat. Erupsi akneiformis 5. Pioderma fasiale 8. pada daerah predileksi yaitu di wajah. Peeling kimiawi (asam glikolat. 3.Minosiklin 50-100 mg/hari. Klinis: . Dignosis Banding: 1. Hidup teratur dan seimbang. pustul. dada atas. Kriteria Diagnostik: b. yaitu berupa campuran komedo tertutup. misalnya teratur mencuci muka setelah pulang dari bepergian. semua yang bercitarasa pedas. Tindakan: 1. 3. 2. lengan atas.Terutama menyerang usia remaja. Definisi: akne vulgaris yaitu peradangan kronis pada folikel pilosebaseus yang secara klinis ditandai adanya komedo. cukup istirahat. Punch graft. Injeksi kortikosteroid intralesi.Kelainan kulit bersifat pleomorfik. pustul.Eritromisin 2-4x250-500 mg/hari. dada dan punggung bagian atas. bahu. Nonmedikamentosa .Siprosteron asetat 2mg. Penggunaan kosmetika secukupnya dan sewajarnya (baik jumlah/banyaknya dan lamanya). dll. . Folikulitis negatif-Gram 7.1. hindari stres. Dermabrasi.1. . .Hindari trauma. nodul.Eritromisin 2%. rokok. sikatriks atrofik (depressed scar/ice prick) atau hipertrofik. Colagen implant. resorchin. Ekstraksi komedo. Melakukan perawatan kulit (tidak hanya wajah) secara rutin dan teratur. pabrik. 6.2. asam azaleat. minuman keras. . bahu.5-10%. 4. dan kista. nodul. Akne venenata b. asam trikloroasetat). b.Perawatan kulit wajah untuk kulit berminyak. kendaraan bermotor. asap (rokok. b. Photorejuvenation.3. .Doksisiklin 50-100 mg/hari. Folikulitis pada daerah janggut 2.Kosmetik nonkomedogenik. Dermatitis perioral 4.Isotretinoin 0.Predileksi pada wajah. . c. . debu. 5. Lupus miliaris desiminatus fasiei 6. Kesimpulan Mutiara Diagnosis Akne Vulgaris menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI): a. 5. Mengetahui dan memahami informasi tentang jerawat dari berbagai literatur. 2. Menghindari: polusi.025-0.Kombinasi sulfur.1 %. 3. Rosasea. cukup olahraga. .Klindamisin 1-2 %. kista. papul. punggung. 7. Medikamentosa Topikal: . . 4.Benzoil peroksida 2. . dan lengan atas. Penatalaksanaan c. pemencetan jerawat yang dilakukan oleh bukan ahlinya. Sistemik: -Tetrasiklin 4x250 mg/hari. yang sering dijumpai pada usia remaja. .Tretinoin 0.). . 6. papul.

Jones CE. Effects of benzoyl peroxide and erythromycin alone and in combination against antibiotic-sensitive and -resistant skin bacteria from acne patients. Tetracycline-resistant propionibacteria from acne patients are cross-resistant to doxycycline. Kista: penonjolan di atas permukaan kulit berupa kantung yang berisi cairan serosa atau padat atau setengah padat.A Student in School of Medicine. 2. Komedo putih atau komedo tertutup (white comedo. Jun 1992. Kim J. Central Java. Lubang kecil atau kantung di tubuh (tiny hole or sac in the body). Cunliffe WJ. Legaspi AJ. Krutzik SR.Philadelphia. Bottomley WW. Gardner KJ. Dermatology.. Dermatology Secrets In Color. Fitzpatrick JE. Br J Dermatol. 2007. Cove JH. USA. Uematsu S. . 6. Cunliffe WJ. Oral trimethoprim as a third-line antibiotic in the management of acne vulgaris. 11. Mosby Elsevier. but sensitive to minocycline. Pustula: vesikel berisi nanah.A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA). . Third Edition. Miliar: berukuran sebesar jarum pentul. Activation of toll-like receptor 2 in acne triggers inflammatory cytokine responses. USA. Follicle (folikel): 1. Ada dua jenis komedo: a. Inflammatory acne represents hypersensitivity to Propionibacterium acnes.. berbatas tegas. McGrawHill. Nodula atau nodul: sama seperti papula namun diameternya lebih besar dari 1 cm. Zouboulis CC. 7. Cunliffe WJ. b. May 1993. Virilisasi (= virilization. Br J Dermatol. Banyak dari obat yang diresepkan untuk akne tidak aman selama kehamilan. 9. 2001. Komedo hitam atau komedo terbuka (black comedo. close comedo): letaknya lebih dalam. 1981. Suurmond D.128(5):556-60. Farmery MR. Holland KT. 5th Edition. Ross JI. Mengobati akne selama kehamilan merupakan tantangan tersendiri. 2007. The effect of benzoyl peroxide on acne. Aug 1 2002.141(2):297-300. McGeown CH. Cove JH. Pendekatan yang lebih aman adalah dengan menggabungkan erythromycin atau clindamycin topikal atau sistemik. Ochoa MT. Webster GF. open comedo): mengandung unsur melanin. Any small spherical group of cells containing a cavity. Br J Dermatol. Papula atau papul: penonjolan padat di atas permukaan kulit. 1998. Sep 1994. Is acne vulgaris a genuine inflammatory disease?.. Acta Derm Venereol. Tentang Penulis Dito Anurogo email: ditoanurogo@gmail. berukuran kurang dari 1 cm. J Immunol. Pro-inflammatory levels of interleukin-1 alpha-like bioactivity are present in the majority of open comedones in acne vulgaris. 4. Vesikel atau vesikula: gelembung yang berisi cairan serosa dengan diameter kurang dari 1 cm. Morelli JG. J Invest Dermatol. Cove JH. Goodwin CE.A member of International Federation of Medical Students' Associations (IFMSA).com . Eady EA. 2. Johnson RA. Ingham E.Tahukah Anda? Beberapa istilah di artikel ini: Adrenarche adalah peningkatan aktivitas kelenjar adrenal sebelum masa puber (puberty). 10. Komedo (comedones): gejala patognomonik (khas) bagi akne berupa papul miliar yang ditengahnya mengandung sumbatan sebum. . tidak mengandung unsur melanin. Semarang..131(3):331-6. Cunliffe WJ. 8. Goulden V. Eady EA. Takeuchi O.61(3):267-9. Sultan Agung Islamic University (UNISSULA).169(3):1535-41. Wolff K. 5. masculinization): perkembangan abnormal karakteristik seksual pria pada seorang wanita (biasanya sebagai hasil dari terapi hormon atau malfungsi adrenal). Dermatology. Eady EA. Cunliffe WJ.196(1):80-1. The familial risk of adult acne: a comparison between first-degree relatives of affected and unaffected individuals.203(4):277-9. Aug 1999. 3.98(6):895-901. Cunliffe WJ. Taylor JP. Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. Bacaan Lebih Lanjut 1.

Lucky AW. Gollnick H. Suicide. Jun 2000.58(3 Suppl):29S33S. 29. 37. Dr. Norris JF. Leyden JJ. Stables GI. Koulianos GT. Br J Dermatol. Int J Dermatol. quiz 68S.6(3):349-51. and isotretinoin: is there a causal link?.203(2):12430. Br J Dermatol. Weber ME. Kellett SC. Jul 1998. Stanczyk FZ. Mallon E. Jul 1988. 28. Eady EA. Clark SM. Deutsch NL. J Am Acad Dermatol. suicide. 1998. Low-dose adjunctive spironolactone in the treatment of acne in women: a retrospective analysis of 85 consecutively treated patients. Br J Dermatol. Brewer M. Thorneycroft IH. 14. Newton JN. Jan 1997. de Wit JB. Finlay A. A histological and immunocytochemical study of early acne lesions. Cutis.48(1):75-7. 26. Katsambas A. JAMA. 1993. Sorg NW. 33. Fernandez-Obregon AC. Walters CE. 13. Jul 2003.53(3):163-70. Topical drug treatment in acne. May 1988. Nov 2001. et al. depression. May 2000. Finlay AY. May 2000. Chu A. Jan 2000. Br J Dermatol. Fulton's Step-by-Step Program for Clearing Acne. Mango D.49(1 Suppl):S1-37. 27. 35. Cunliffe WJ. 18. Morrison JA. Jacobs DG. Sep 1998. Cunliffe WJ. Ingham E. 34. 20. Pochi PE. Stables GI. Nichols M.139(1):102-3. Arch Dermatol. Holland DB. Ballagh SA.187(3):193-6.142(5):855-6. Cutis. 22. Modulation of comedonal levels of interleukin-1 in acne patients treated with tetracyclines. Papageorgiou P. Stewart-Brown SL. Contraception. Sigurdsson V.60(5):255-62. Goulden V.190:815-9. Klassen A.101(1):86-91. Isotretinoin use and risk of depression. J Am Acad Dermatol. Manna P. Cunliffe WJ. Schramm M. Dermatology. Dermatology. Effect of low-dose oral contraceptives on androgenic markers and acne. Dreno B.140(4):672-6. J Invest Dermatol. Fulton JE. Shear NH. 12. Mulder MM. Faber JA. Serious adverse reactions induced by minocycline. evaluation of the relation between a change in clinical acne severity and psychosocial state. 24. Nov 30 1964. Kligman AM. Kremers HM. 1983. Bradshaw KD. The quality of life in acne: a comparison with general medical conditions using generic questionnaires. 31. Sep 2000.43(3):498-502. 16. et al. Cunliffe WJ. Treatment of acne with oral contraceptives: criteria for pill selection. and attempted suicide. Cunliffe W. Contraception. .142(5):973-8. Norris JF. Ryan TJ.66(4):281-6. Berson D. Oct 1999.142(6):1084-91. J Am Acad Dermatol. Holland DB. Shaw JC. The psychological and emotional impact of acne and the effect of treatment with isotretinoin. Klaassen EJ. Aug 1996. 17.118(5):651-9.136(10):1231-6. Phototherapy with blue (415 nm) and red (660 nm) light in the treatment of acne vulgaris. Jul 1993. Apr 1999. Goulden V. Dermatol Clin. 23. 36. Effectiveness of oral contraceptives in the treatment of acne. Cunliffe WJ.132(8):934-9.Dermatology. van Zuuren EJ. Miggiano GA. Cove JH. Prevalence of facial acne in adults. 15.196(1):119-25. 19. Management of acne: a report from a Global Alliance to Improve Outcomes in Acne. Oct 2000. clinical and therapeutic strategies.45(5):S168-75. Postadolescent acne in women. Shapiro L. Nov 1999. Black E. Oct 2000. Biro FM. NY: Harper & Row. Gollnick H. Feb 1999. Report of 13 patients and review of the literature. Serra GB. Strauss JS. Vasilakis-Scaramozza C. Effect of cyclic progestin-estrogen therapy on sebum and acne in women. Simbartl LA. Gawkrodger DJ. 2001. Clinical and hormonal effects of ethinylestradiol combined with gestodene and desogestrel in young women with acne vulgaris. Azithromycin for the treatment of acne. Jick SS. Pochi PE. Differential response of sebaceous glands to exogenous testosterone. 25. Br J Dermatol.140(2):273-82. Psychosocial impact of acne vulgaris. Jul 1991. Ricci S.130(1):30-9.41(4):577-80. New York. 32. Knowles SR. 30. Strauss JS. Mar 1996. J Pediatr. Comedogenesis: some new aetiological. Arch Dermatol. Phototherapy and acne vulgaris. Contraception. Cunliffe WJ. Br J Dermatol. J Am Acad Dermatol. Redmond GP. Predictors of severity of acne vulgaris in young adolescent girls: results of a five-year longitudinal study. 21. Br J Dermatol.39(1):45-50. Sebaceous gland activity in black skin. psychotic symptoms.

Sumber Gambar Wolff K. Thiboutot D. Cove JH. 44. Cunliffe WJ. Jakarta. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Light J.. Comedones associated with small ostia are referred to as closed comedones or "white heads". Aisah S. 2005.. Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology.). Ross JI. FK UNAIR-RSUD Dr. Keterangan Gambar: Acne vulgaris Comedones are keratin plugs that form within follicular ostia.. are referred to as open comedones or "black heads. Eady EA. Snelling AM. EGC. Suurmond D. Br J Dermatol. Harahap M (Ed. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta.144(2):339-46. Feb 2001.S. Phenotypic and genotypic characterization of antibiotic-resistant Propionibacterium acnes isolated from acne patients attending dermatology clinics in Europe. 2000. 40. Shaw JC. those associated with large ostia. Androgen metabolism in sebaceous glands from subjects with and without acne. et al. Jakarta. Johnson RA. 45. Jakarta. .. Persistent acne in adult women. Lookingbill D." Comedones are best treated with topical retinoids.). Sep 1999. Arch Dermatol.135(9):1041-5. Siregar RS. 43. Edisi 2. 2004. Standar Pelayanan Medik Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.137(9):1252-3. 39. McGraw-Hill. Arch Dermatol.Soetomo Surabaya.. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 42. 2005. Japan and Australia. Hamzah M. Leyden JJ. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. USA. Surabaya. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. the U.A. 41. Djuanda A. Edisi Keempat. (ed. Sep 2001. 2007. White LE. frequently associated with surrounding erythema and pustule formation.. Pedoman Diagnosis dan Terapi Lab/UPF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 1994. Gilliland K. Penerbit Hipokrates.38. 5th Edition.