‫‪Menjaga Niat Ikhlas dan Baik‬‬

‫‪SEHAT JASMANI DAN ROHANI‬‬ ‫‪DENGAN PUASA‬‬

‫إ ِن ال ْحمد َ لله ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫وَن َست َغْفره، وَن َعُوْذ ُ بلله من شروْر‬ ‫ْ ِ ُ ُ‬ ‫ِ ْ ُ ُ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا وَمن سي ّئات أ َعْمال ِنا، من ي َهْدِه‬ ‫ِ‬ ‫ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫الله فل مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل هاد ِي‬ ‫ْ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ ِ ّ ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ل َه، أ َشهَد ُ أ َن ل إله إل الله وَحد َه ُ ل‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫شرِي ْك ل َه، وَأشهَد ُ أن محمدا عَب ْد ُهُ‬ ‫َ ُ‬ ‫وَرسوْل ُه.‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫ياأ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموت ُن إ ِل ّ وَأنتم مسل ِمون‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ ْ ُ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ياأ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي‬ ‫ّ ُ ُ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫خل َقكم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ّ ْ ْ ٍ َ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ً‬ ‫زوْجها وَب َث من ْهُما رِجال ً ك َثيرا وَن ِسآء‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ً‬ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءلون ب ِهِ وَا ْل َرحام‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َُ َ‬ ‫ْ َ َ‬
‫‪1 H. Mas’oed Abidin‬‬

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa

‫إ ِن الله كان عَل َي ْك ُم رقيبا‬ ً ِ َ ْ َ َ ّ ُ ُ ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله وَقولوا‬ ُ ُ َ َ َ ِ َ َ ‫قَوْل ً سديدا . ي ُصل ِح ل َك ُم أ َع ْمال َك ُم‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ ْ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُنوب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله‬ ُ ْ َ َ ْ ْ ِ ِ ‫وَرسول َه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظيما‬ ً َ َ َ ُ ُ َ ً ِ :‫أ َما ب َعْد‬ ُ ّ ‫فَإ ِن أ َصد َقَ ال ْحد ِي ْث ك ِتاب الله وَخي ْر‬ ُ َ ِ َ ْ ّ َ َ ‫ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمدٍ صلى الله عليه و‬ ّ َ ُ ِ ّ ‫سلم وَشر ال ُموْرِ محد َثات ُها، وَك ُل‬ ُ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ّ ّ ‫محد َث َةٍ ب ِد ْعَة، وَك ُل ب ِد ْعَةٍ ضل ل َة، وَك ُل‬ ٌ ٌ َ ْ ُ َ ‫ضل ل َةٍ في النار. اللهم صل ع َلى‬ ِ َ َ ِ ّ َ .‫محمد، وَعَلى أله وَصحب ِهِ وَسلم‬ ٍ َ ُ ْ َ ْ َ
Kaum Muslimin Rahimakumullah. Kita semua sudah memaklumi bahwa tujuan Allah menciptakan kita semua, adalah demi beribadah kepadaNya, bukan karena Allah diuntungkan dengan ibadah tersebut. Dia Mahakaya, tidak memerlukan apa pun dari kita meskipun itu ibadah dan ketaatan. Akan tetapi 2 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik
kewajiban ibadah tersebut adalah demi kemaslahatan dan kebaikan diri kita sendiri. Kitalah sebenarnya yang memerlukannya. Ini harus diyakini oleh setiap Muslim. Dengan keyakinan yang demikian, dia akan terlecut untuk taat beribadah, sehingga menikmati buahnya hari ini atau esok. Ini juga berarti bahwa tidak ada ibadah apa pun yang diperintahkan atau dianjurkan oleh Allah kecuali menyimpan kebaikan dan kemaslahatan. Kaum Muslimin Rahimakumullah. Salah satu ibadah yang sarat dengan kebaikan dan kemaslahatan adalah shaum (puasa). Kemaslahatan puasa ini tidak terbatas pada tempat dan waktu, ia menembus segala masa. Hikmah Allah menuntut diberlakukannya puasa kepada semua umat ini dan umat-umat sebelumnya. Firman Allah Ta’ala :

‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب عَل َي ْك ُم‬ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ َ َ ‫الصيام ك َما ك ُت ِب ع َلى ال ّذين من‬ ِ َ ِ َ َ ُ َ ّ ‫قَب ْل ِك ُم ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ ْ

3 H. Mas’oed Abidin

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
(Al-Baqarah: 183). Ketakwaan yang merupakan target dari puasa adalah induk dari segala bentuk kebaikan. Kebaaikan-kebaikan apakah yang mungkin diraih dengan puasa dengan target takwa? Pertama : Keikhlasan. Puasa mendidik keikhlasan, kebersihan, dan ketulusan niat beribadah. Keikhlasan ini sangat penting, karena merupakan salah satu syarat diterima ibadah oleh Allah Ta'ala. Puasa adalah menahan, meninggalkan, dan tidak melakukan sesuatu. Salah satu cirinya adalah kerahasiaan. Kita tidak mengetahui, seseorang sedang berpuasa, kalau yang bersangkutan tidak berbicara. Ibadah rahasia lebih dekat kepada keikhlasan, oleh karena itu dalam hadits qudsi Allah berfirman :

ُ ُ َ ُ َ َ ‫ي َت ْرك ط َعامه وَشراب َه وَشهْوَت َه من‬ ُ َ َ ْ ِ ُ .‫أ َجل ِي. الصيام ل ِي وَأ َنا أ َجزي ب ِه‬ ِ ْ ُ َ ّ َ ْ ْ ِ ْ َ
4 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik
"Dia meninggalkan makannya, minumnya, dan nafsunya demi Aku. Puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya." (HR. al-Bukhari dari Abu
Hurairah, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 871). Kedua : Muraqabah Puasa mendidik sikap merasa diawasi dan dilihat oleh Allah. Mungkin saja seseorang menyendiri di tempat sepi lalu dia makan atau minum tanpa seorang pun mengetahui, akan tetapi hal itu tidak dilakukannya, karena puasa mendidiknya bahwa Allah mengawasi dan melihatnya. Hadits Nabi berkata :

‫الصوْم جن ّة‬ ٌ ُ ُ ّ َ
"Puasa itu adalah perisai." (HR. al-Bukhari dan Muslim,
dari Abu Hurairah, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 871 dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 571).

Perisai dari dosa-dosa, karena apabila terbetik suatu dosa di benak pelaku puasa, maka dia menyadari bahwa dia berpuasa dan ada yang mengawasi. Inilah derajat ihsan seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam ketika menjawab pertanyaan Jibril : 5 H. Mas’oed Abidin

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa

‫أ َن ت َعْب ُد َ الله ك َأ َن ّك ت َراه ُ فَإ ِن ل َم ت َك ُن‬ ْ ْ ْ ْ َ َ َ َ ُ .‫ت َراه ُ فَإ ِن ّه ي َراك‬ َ

"Kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya, kalaupun kamu tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (HR. al-Bukhari
dan Muslim dari Abu Hurairah. Mukhtashar Shahih al-

Bukhari, no. 47, Mukhtashar Shahih Muslim, no. 2).

Kenyataan membuktikan bahwa kuantitas dosa dan kemaksiatan menurun tajam di masa puasa, hal ini tidak lain karena dampak positif dari puasa. Ketiga : Kesabaran Puasa mendidik kesabaran dan menahan diri. Dengan meninggalkan perkara-perkara yang pada dasarnya dibolehkan (seperti makan dan minum), maka kita dididik kuat meninggalkan perkara-perkara yang tidak dibolehkan. Beruntunglah pelaku puasa yang memahami hal ini dan merealisasikannya dalam hidupnya. Karena itu Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam mengatakan :

6 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik

‫من ل َم ي َد َع ْ قَوْل الزوْرِ وال ْعَمل ب ِه‬ ِ َ َ ّ َ ْ ْ َ َ ‫فَل َي ْس لله حاجة في أ َن ي َد َع َ ط َعامه‬ ِ ٌ َ َ ْ ُ َ َ َ ‫وَشراب َه‬ ُ َ َ
"Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak memperlukan puasanya dari makan dan minum." (HR. al-Bukhari
dari Abu Hurairah, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 876).

Puasa memiliki pengaruh besar dalam mengontrol emosi seseorang. Kita menyadari bahwa emosi yang tidak terkontrol, sering menjadi biang persoalan yang menyulitkan. Maka, Nabi menganjurkan pelaku puasa agar tidak meladeni orang yang mencela dan mencacinya. Sabda Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam :

َ ‫وَإ ِذا كان ي َوْم صوْم ِ أ َحدِك ُم، فَل‬ َ َ َ َ ْ َ ُ ‫ي َرفُث وَل َ ي َصخب، فَإ ِن ساب ّه أ َحد، أ َو‬ ْ ْ ْ َ ْ ْ ٌ َ ُ َ ْ ‫قات َل َه فَل ْي َقل: إ ِني امرؤٌ صائ ِم‬ ّ ْ ُ ٌ َ ُ َ ُ ْ

"Apabila di hari salah seorang kalian berpuasa, maka janganlah dia berkata kotor dan gaduh, jika
7 H. Mas’oed Abidin

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa
ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaknya dia berkata, 'Aku sedang berpuasa." (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu
Hurairah, Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 877 dan

Mukhtashar Shahih Muslim, no. 571)

Puasa juga berpengaruh luar biasa mengontrol nafsu seseorang. Nabi Muhammad saw menyarankan para pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa, supaya tidak diperbudak oleh nafsu yang menjerumuskannya ke dalam perkara haram. Dari Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu ia berkata :

‫ك ُنا معَ الن ّب ِي صلى الله عليه و سلم‬ َ ّ ّ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال رسوْل الله صلى الله عليه و‬ ‫سلم : يا معْشر الشباب، من‬ َ َ َ َ ِ َ ِ َ ّ َ ْ ‫است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج، فَإ ِن ّه‬ َ َ ُ ِ ْ َ ُ ‫أ َغ َض ل ِل ْب َصر، وَأ َحصن ل ِل ْفرج، وَمن ل َم‬ ْ ْ َ ّ ُ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ٌ َ ُ ُ ‫ي َست َط ِع، فَعَل َي ْهِ بالصوْم، فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ْ ْ ِ ّ ِ
"Suatu ketika kami bersama Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam lalu beliau bersabda : “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah
8 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik
mampu, maka hendaknya dia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka hendaknya dia berpuasa, karena puasa merupakan perisai baginya “. (HR. al-Bukhari dan Muslim. Mukhtashar Shahih alBukhari, no. 878 dan Mukhtashar Shahih Muslim, no. 794).

Keempat : Kedermawanan Puasa mengajarkan kedermawanan. Rasa lapar dan haus mengingatkan pelaku puasa terhadap saudarasaudaranya yang selalu lapar, karena memang tidak mempunyai apa yang cukup untuk dimakan. Dalam kondisi tersebut, apabila dia mempunyai kelebihan rizki, niscaya dia akan menyalurkannya kepada yang memperlukan. Di sinilah muncul empati sosial terhadap penderitaan lapar yang dirasakan sebagian orang lalu diikuti dengan tindakan nyata. Inilah salah satu bentuk keteladanan yang ditunjukkan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam sebagai diriwayatkan dari Ibnu Abbas radiyallahu 'anhu, ia berkata :

9 H. Mas’oed Abidin

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa

ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله صلى الله عليه و‬ ‫سلم أ َجوَد َ الناس، وَكان أ َجوَد َ ما‬ ْ َ َ ْ َ ِ ّ ُ ،‫ي َك ُوْن في رمضان حي ْن ي َل ْقاه ُ جب ْرِي ْل‬ َ َ ِ َ َ َ َ ِ ُ ِ ّ ‫وَكان جب ْرِي ْل ي َل ْقاه ُ في ك ُل ل َي ْل َةٍ من‬ َ ُ ِ ِ َ َ ْ ِ ُ ُ َ ‫رمضان، فَي ُدارِسه ال ْقرآن، فَل َرسوْل‬ َ ْ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ‫الله صلى الله عليه و سلم حي ْن ي َل ْقاه‬ ‫جب ْرِي ْل أ َجوَد ُ بال ْخي ْرِ من الري ْح‬ َ ِ ْ ُ ِ ِ ّ َ ِ ِ‫ال ْمرسل َة‬ َ ْ ُ
"Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan di Bulan Ramadhan pada saat Jibril menemui beliau, Jibril menemui Nabi setiap malam pada Bulan Ramadhan lalu membacakan al-Qur`an kepada beliau. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam benar-benar lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus'." (HR. Al-Bukhari Mukhtashar Shahih alBukhari, no. 6).

Kaum Muslimin Rahimakumullah. Selain puasa mendidik empat perkara di atas kepada pelakunya, ia 10 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik
juga memberikan kebahagiaan kepadanya, tidak tanggung-tanggung kebahagiaan ini diraih pada saat di mana ia benar-benar diperlukan.

Pertama : Kebahagiaan terhadap puasa sebagai
kaffarat (pelebur) dosa-dosa. Hal ini seperti dalam

kaffarat zhihar, membunuh karena salah, melanggar
sumpah, begitu pula dalam haji; haji tamattu' atau

qiran yang tidak mampu menyembelih hadyu, dia
berpuasa, muhrim (orang yang sedang berihram) yang membunuh binatang buruan atau mencukur rambut sebelum waktunya, salah satu kaffaratnya adalah puasa. Dosa menyebabkan kecemasan dan ketakutan karena akibatnya yang buruk, manakala disediakan peleburnya, berarti kecemasan tersebut akan teratasi, pelakunya pun tenang dan berbahagia, sama halnya dengan peminum racun yang membahayakan, Ketika penawarnya ditemukan, dia akan senang sekali. Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِه‬ ِ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ ‫وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلةُ والصوْم‬ َ ُ ّ َ ُ ّ َ .‫والصد َقَة‬ ُ ّ َ

11 H. Mas’oed Abidin

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa
"Fitnah (pelanggaran) seseorang kepada keluarga, harta, anak, dan tetangganya dilebur dengan shalat, puasa dan sedekah." (HR. al-Bukhari dari
Hudzaifah bin al-Yaman. Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 310).

Kedua : Kebahagiaan terhadap puasa sebagai
pemberi syafa'at. Ini terjadi di Hari Kiamat di mana segala hubungan di antara manusia terputus, tidak ada bantuan dan pertolongan, padahal ia sangat diperlukan. Dalam kondisi tersebut, puasa hadir sebagai pemberi syafa'at. Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

‫الصيام وال ْقرآن ي َشفعان ل ِل ْعَب ْدِ ي َوْم‬ َ ِ َ َ ْ ُ ْ ُ َ ُ َ ّ َ ُ ُ ِ َ َ ِ ‫ال ْقيامة. ي َقوْل الصيام: أ َيْ رب، من َعْت ُه‬ ُ َ ّ ُ َ ّ َ ‫الط ّعام والشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي‬ ّ َ َ ِ ِ َ ّ َ َ َ ْ ‫فِي ْه. وَي َقوْل ال ْقرآن: من َعْت ُه الن ّوْم‬ ِ َ ُ َ ُ ْ ُ ُ ُ .‫بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه‬ ّ َ ِ ِ ْ ِ
"Puasa dan al-Qur`an akan memberi syafa'at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, 'Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkan 12 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik
aku memberi syafa'at kepadanya.' Al-Qur`an berkata, 'Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa'at kepadanya”. (HR. Ahmad no. 6626 dari Ibnu Umar. AlHaitsami dalam Majma' az-Zawa`id, 3/181 berkata, "Rawirawinya adalah rawi hadits shahih.")

Ketiga : Kebahagiaan di saat berbuka, lebih dari
itu adalah kebahagiaan terhadap puasa yang dengannya seorang Muslim bertemu Allah. Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

َ ‫للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفـرحهُما، إ ِذا أ َفْط َر‬ َ ُ ْ ِ َ َ ْ ّ ِ َ .‫فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ َ ُ َ َ ِ َ

"Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan yang dinikmatinya. Apabila dia berbuka puasa dia berbahagia dan apabila dia bertemu Rabb-nya, dia berbahagia dengan puasanya”. (HR. al-Bukhari dan
Muslim. Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 877 dan

Mukhtashar Shahih Muslim, no. 571)

Keempat : Kebahagiaan terhadap puasa sebagai
pengantar ke Surga dan pelindung dari Neraka. Lebih dari itu disediakan pintu khusus di Surga yang 13 H. Mas’oed Abidin

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa
bernama Rayyan, hanya orang-orang yang berpuasalah yang dipanggil darinya.

‫ع َن سهْل رضي الله عنه عَن الن ّب ِي‬ ّ ٍ َ ْ ِ َ َ ‫صلى الله عليه و سلم قال : إ ِن في‬ ِ ّ ‫ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان، ي َد ْخل من ْه‬ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ ُ ِ ُ ُ ‫الصائ ِموْن ي َوْم ال ْقيامة، ل َ ي َد ْخل من ْه‬ ِ َ َ ِ َ َ ُ ّ ُ ِ ُ ُ ُ َ ْ ُ ‫أ َحد ٌ غَي ْرهُم ي ُقال أ َي ْن الصائ ِموْن‬ َ ُ ّ َ َ ،‫فَي َقوْموْن، ل َ ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ غَي ْرهُم‬ َ ُ ِ ُ ُ َ ُ ُ ْ ُ َ .‫فَإ ِذا د َخل ُوا أ ُغ ْل ِق، فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد‬ ٌ َ ُ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ
"Dari Sahal radiyallahu 'anhu dari Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam , beliau bersabda :”Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang dikenal dengan ar-Rayyan, darinya orang-orang yang berpuasa masuk Surga pada Hari Kiamat, selain mereka tidak masuk darinya. Dikatakan, 'Di mana orang-orang yang berpuasa?' Lalu mereka berdiri, tidak seorang pun masuk bersama mereka, jika mereka masuk, maka ia ditutup, maka tidak seorang pun masuk darinya”. (HR. al-Bukhari,
Mukhtashar Shahih al-Bukhari, no. 872).

14 H. Mas’oed Abidin

‫‪Menjaga Niat Ikhlas dan Baik‬‬

‫ْ ُ ْ ِ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ‬ ‫بارك الله ل ِي وَلك ُم في القرآن الك َرِي ْم ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وَجعَل َنا الله من ال ّذ ِي ْن ي َست َمعُوْن ال ْقوْل‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫فَي َت ّب ِعُوْن أ َحسن َه. أ َقُوْل قَوْل ِي هذا‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫وَأ َست َغْفر الله ل ِي وَل َك ُم وَل ِجمي ْع‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ال ْمسل ِمي ْن‬ ‫ُ ْ ِ َ‬
‫: ‪KHUTBAH KEDUA‬‬

‫ا َل ْحمد ُ لله ال ّذ ِيْ أ َرسل رسوْل َه‬ ‫ْ َ َ َ ُ ُ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ‬ ‫بال ْهُدى وَد ِي ْن ال ْحـقّ ل ِي ُظ ْهِره ُ ع َلى‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ‬ ‫الد ّي ْن ك ُل ّهِ وَل َوْ ك َرِه َ ال ْمشرِك ُوْن‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫أ َشهد أ َن ل إله إل ّ الله وأ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ْ َ‬ ‫َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ ّ ً َ ُ ُ‬ ‫محمدا رسوْل الله‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله تعالى : ) ياأ َيها َ ال ّذين‬ ‫َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله حقّ ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموت ُن‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫إ ِل ّ وَأنتم مسل ِمون (‬ ‫ُ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َ‬ ‫اللهم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى أله‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫وَأ َصحاب ِهِ أ َجمعِي ْن. أ َما ب َعْد:‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ َ ّ‬
‫‪15 H. Mas’oed Abidin‬‬

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa
Kaum Muslimin Rahimakumullah. Di khutbah pertama telah kita ketahui bersama bahwa puasa mendidik ketakwaan dan memberi kebahagiaan kepada pelakunya. Adakah keterkaitan antara ketakwaan dengan kebahagiaan? Erat sekali. Ketakwaan adalah modal utama kebahagiaan, karena ketakwaan berarti berbuat baik dengan dilandasi iman, sementara kebahagiaan adalah hilangnya ketakutan dan kesedihan. Ini hanya diraih oleh orang yang bertakwa. Firman Allah Ta'ala :

‫فَمن ات ّقى وَأ َصل َح فَل َخوْف ع َل َي ْهِم‬ َ ِ َ َ ٌ َ ْ ْ ‫وَل َهُم ي َحزنون‬ َ ُ َ ْ ْ
"Maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka besedih hati." (AlA'raf: 35). Dari ayat ini seorang penyair berkata :

‫وَل َست أ َرى السعاد َةَ جمعَ مال ولكن‬ َ ّ ٍ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ‫الت ّقي هُوَ السعِي ْد‬ ّ ّ ِ
16 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik
“Menurutku kebahagiaan bukan dengan harta yang banyakAkan tetapi orang yang bertakwalah orang yang berbahagia”
Kaum Muslimin Rahimakumullah. Di samping kebaikan-kebaikan puasa di sisi rohani, puasa juga mempunyai kebaikan-kebaikan dari sisi jasmani. Makanan diperlukan oleh tubuh, karena ia bermanfaat baginya. Di sisi lain, makanan juga bisa menjadi sumber penyakit bagi tubuh, lebih-lebih apabila ia tidak terkontrol dengan baik. Berapa banyak penyakit berbahaya diakibatkan oleh makanan, seperti darah tinggi yang dipicu oleh lemak dan kolesterol yang terkandung di dalam makanan,

penyakit gula yang dipicu oleh kadar gula yang terlalu
tinggi masuk ke dalam tubuh. Masih banyak lagi penyakit-penyakit lainnya yang dipicu oleh makanan. Nabi telah memperingatkan hal tersebut, beliau bersabda :

َ َ َ .‫ما مل َ أدمي وِعاء شرا من ب َط ْن‬ ْ ِ ّ َ ً َ ٍ

17 H. Mas’oed Abidin

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Puasa
"Manusia tidak mengisi bejana yang lebih buruk daripada perutnya." (HR. at-Tirmidzi no. 2385. Dia
berkata, "Hadits hasan shahih")

Puasa berperan mengontrol dan penyeimbang makanan, sehingga ia bisa meminimalkan sisi buruknya dan mengoptimalkan sisi baiknya. Dengan puasa, aliran darah di dalam tubuh menurun, karena pemicunya yaitu makanan, untuk sementara dihentikan dan ini sangat membantu penderita penyakit darah tinggi. Tubuh manusia tidak ubahnya seperti mesin, khususnya perut, yaitu usus-usus dan jaringan pencernaan, kalau mesin memerlukan waktu rehat demi kebaikannya, maka tubuh juga demikian, dengan puasa, kita telah memberikan hak istirahat kepadanya, ia pun mem-bersihkan dirinya dari endapan sisa-sisa makanan, lemak, dan lain-lainnya yang mungkin tertinggal di dalam usus, dan pada saat ia diperlukan untuk bekerja, maka ia pun bekerja dalam kondisi fresh. Puasa juga bermanfaat membantu perokok menghentikan rokok. Rokok sangat membahayakan penghisapnya dan orang-orang di sekitarnya, dan 18 H. Mas’oed Abidin

Menjaga Niat Ikhlas dan Baik
memicu berbagai penyakit berat, di samping sama dengan membuang-buang harta. Selama puasa, kurang lebih empat belas jam perokok bisa tidak merokok. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya mereka mampu tidak merokok, hanya saja nafsulah yang telah mengalahkan mereka. Melihat kebaikan-kebaikan puasa di atas, khatib teringat Firman Allah Ta'ala :

َ ُُ َ ‫وَأن ت َصوموا خي ْر ل ّك ُم إن كنت ُم‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ ‫ت َعْل َمون‬ َ ُ ‫الصوْم جن ّة‬ ٌ ُ ُ ّ َ

"Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Al-Baqarah: 184). Juga sabda Nabi :

"Puasa adalah perisai." Perisai dari apa? Nabi tidak
menjelaskannya secara langsung. Ucapan seperti ini menunjukkan keumuman. Jadi ia adalah perisai dari dosa, maksiat, neraka, penyakit, dan hal-hal yang tidak diingin-kan lainnya.

19 H. Mas’oed Abidin

‫‪Sehat Jasmani dan Rohani dengan‬‬ ‫‪Puasa‬‬

‫ُ َ ّ َ َ‬ ‫إ ِن الله وَمل َئ ِك َت َه ي ُصلون عَلى الن ّب ِي‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ ّ‬ ‫يآأ َي ّها ال ّذين ءامنوا صلوا عَل َي ْهِ وَسل ّموا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ت َسليما.‬ ‫ْ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َ‬ ‫اللهم صل ع َلى محمد، وَعَلى آل‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫محمد، ك َما صل ّي ْت عَلى إ ِب ْراهِي ْم،‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫اللهم بارِك ع َلى محمد، وَعَلى آل‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫محمد، ك َما بارك ْت عَلى إ ِب ْراه ِي ْم،‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫اللهم اغـفـر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ‫ُ ْ ِ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمسل ِمات، رب ّنا ظ َل َمنا أ َن ْفسنا وَإ ِن‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ُ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ل َم ت َغـفـر ل َنا وَت َرحمنا ل َن َكون َن من‬ ‫ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ْ َ‬ ‫ُ ّ ِ َ‬ ‫ال ْخاسرِي ْن، رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا عَذاب النار.‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫َ َ ّ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫اللهم إ ِنا ن َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى‬ ‫َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وال ْعَفاف وال ْغِنى. اللهم إ ِنا ن َعُوْذ ُ ب ِك‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ‬
‫‪20 H. Mas’oed Abidin‬‬

‫‪Menjaga Niat Ikhlas dan Baik‬‬

‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫من زوال ن ِعْمت ِك وَت َحوّل عافِي َت ِك‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ِ‬ ‫وَفُجاءةِ ن ِقمت ِك وَجمي ْع سخط ِك. وآخر‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ َ َ ِ ِ َ َ‬ ‫َ َ ِ ُ‬ ‫د َعْوانا أ َن ال ْحمد ُ لله رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وَصلى الله عَلى ن َب ِي ّنا محمدٍ وَع َلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫وَصحب ِهِ وَسل ّم.‬ ‫َ ْ‬ ‫َ َ‬

‫‪21 H. Mas’oed Abidin‬‬

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful