BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perlunya Kerja Praktek
Di era globalisasi yang syarat akan persaingan pada segala aspek dan bidang, mutu atau kualitas dari produk baik jasa maupun barang fisik sangat diutamakan. Kualitas ini didapatkan dari serangkaian proses seleksi terhadap barang atau jasa tersebut. Yang terbaik adalah yang berkualitas dan akan dipertahankan dan diproduksi untuk kelangsungan usaha. Selain barang atau jasa, kualitas juga ditujukan pada keunggulan dari SDM yang menjalankan system atau proses. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kemajuan dari perusahaan tempat SDM itu melakukan aktivitas. Pengaruhnya terhadap perusahaan dapat berupa profit, kulitas dan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu usaha yang paling mungkin dilakukan adalah dengan cara melakukan upgrade atau peningkatan terhadap SDM terkait. Peningkatan kualitas SDM ini dapat dilakukan dengan adanya pelatihan dan tugas belajar dari perusahaan terkait. kegiatan pelatihan dari perusahaan dapat dilakukan pada saat SDM telah tercatat sebagai karyawan perusahaan. Begitu juga dengan tugas belajar terhadap karyawannya. Selain pada kryawan tetap, kegiatan peningkatan kualitas juga dapat dilakukan pada calon-calon karyawan atau calon pekerja, biasanya yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Kegiatan

1

yang dimaksud adalah pemberian beasiswa belajar atau pelatihan-pelatihan yang ditujukan pada pelajar dan mahasiswa. Selain rangsangan dari perusahaan, kegiatan peningkatan kualitas SDM juga dilakukan oleh institusi terkait. institusi yang dimaksud adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk pelajar dan Universitas untuk mahasiswa. Program yang dilakukan oleh pihak SMK adalah program magang, sedangkan program untuk mahasiswa dapat berupa magang industry, KKN (Kuliah Kerja Nyata), PKL (kuliah lapangan), dan Kerja Praktek (KP). Untuk program yang akan dilaksanakan pada kali ini adalah Kerja Praktek yang termasuk pada rangkaian kuliah dari Jurusan teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Dengan adanya kerja praktek ini diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan teori yang didapat dan mempelajari kondisi real system yang ada di perusahaan. Dengan demikian kualitas SDM mahasiswa dapat meningkat dan siap untuk terjun langsung keperusahaan ketika telah lulus strata 1 (S1).

1.2 Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek
Adapun tujuan dan manfaat dari kerja praktek yang dilakukan di PT.PETROKIMIA Gresik adalah sebagai berikut. 1.2.1 Tujuan Tujuan dari kerja praktek ini adalah sebagai berikut. 1. Mahasiswa dapat mengimplementasikan teori yang telah didapat dari kuliah kedalam real system yang ada.

2

2. 3.

Mahasiswa dapat mempelajari masalah-masalah yang ada pada perusahaan secara nyata. Mahasiswa dapat merasakan iklim kerja yang sesungguhnya sebelum terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus nanti.

4.

Mahasiswa dapat menganalisa masalah-masalah yang terjadi dan memberikan solusi yang konkrit jika mampu.

1.2.2

Manfaat Manfaat yang akan didapatkan dari rangkaian kerja praktek ini dapat dijabarkan sebagai berikut. 1. Bagi Perguruan Tinggi Sebagai tambahan referansi khususnya mengenai perkembangan industry di Indonesia maupun proses dan teknologi yang mutakhir yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang memerlukan di perguruan Tinggi 2. Bagi Perusahaan Hasil analisa dan temuan-temuan yang terjadi selama kerja praktek dapat menjadi bahan masukan bagi 3. perusahaan untuk menentukan kebijakan perusahaan di masa yang akan datang Bagi mahasiswa a. terkait Mahasiswa mendapatkan pelajaran baru pengalaman-pengalaman yang belum

didapatkan didunia perkuliahan.

3

2 Kerja praktek dilakukan mulai pukul 07. Dengan adanya factor pembatas maka diharapkan pembahasan lebih terfokus dan tidak melebar dan asumsi akan mempermudah dalam melakukan analisa.3 Batasan dan Asumsi Dalam penulisan laporan ini digunakan batasan dan asumsi yang dapat memperjelas dalam memahami isi laporan. 4 . 1.00 sampai dengan pukul 16. Asumsi Sedangkan untuk asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut. Kerja praktek dilakukan oleh 2 orang yang memiliki tugas sama setiap orangnya dan tugas dilakukan secara bersamaan.00.1 Batasan Batasan yang digunakan dalam pelaksanaan kerja praktek dan penulisan laporan ini adalah sebagai berikut. 1. ZAI/III. PGM (pengadaan) dan pemasaran.3. Adapun batas dan asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut. 1. 1. 3. 1.b. Mahasiswa akan lebih siap untuk menghadapi tuntutan dunia kerja. 2. Kerja praktek dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dan disepakati. dan Urea serta bagian utilitas. Kerja praktek dilakukan hanya pada area departemen produksi 1 yang meliputi pabrik Amonia.3.

Semua aktivitas yang dilakukan adalah bertempat pada pabrik 1.2.4 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang dilakukan dapat dijelaskan dengan menggunakan flowchart penulisan sebagai berikut: sr t t a Dt dr a a a i plahn a e t a dn i r f r ni e es e Pnli a b b dnI eus n a I a I br aa a r f r ni e s r ne es d k e dn aa ha ag n a m l l p na sa M kk n e ua la at ia hra k tsa n iv i dpb i ar ik Pnl a bbI eu n a II is Dt dr a a a i at ia hra k tsa n iv i dnua a t gs (ji a k aa ) d Aas dnn r r t s n l is a i t p ai i e e dt dr laagn a a pna a i at i a k r p k k k tse r t iv ja a e / Pnl a eu n is bbV a V a I dn Ks pla eim n u dn a n a sr a ed n Gambar 1. flowchart sistematika penulisan 5 . 1.

Nama Petrokimia itu sendiri berasal dari kata “Petroleum Chemical” dan kemudian disingkat menjadi “Petrochemical” yang merupakan bahan-bahan kimia yang terbuat dari minyak bumi dan gas.1 Sejarah PT. Pembangunan proyek ini berdasarkan 6 . Pada mulanya. pabrik pupuk yang hendak dibangun di Jawa Timur ini disebut Projek Petrokimia Soerabaja yang dibentuk berdasarkan ketetapan MPRS No. pemerintah telah merancang keberadaannya sejak tahun 1965 melalui Biro Perancangan Negara (BPN).Petrokimia Gresik”. II tahun 1960 yang dicantumkan sebagai proyek prioritas dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap I (1961-1969). bahan-bahan kimia dan produksi jasa lainnya.BAB II GAMBARAN UMUM PT. Bernaung dibawah Holding Company. Petrokimia Gresik bergerak dalam bidang produksi pupuk. PT.PETROKIMIA GRESIK 2.Petrokimia Gresik Seiring perkembangan jaman yang etrus berkembang dengan pesatnya. salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu proyek Petrokimia Surabaya telah berubah nama menjadi “PT. Sebagai pabrik pupuk kedua yang dibangun setelah PT.Pusri Palembang.

c. e. Gresik dipilih sebagai lokasi pabrik pupuk berdasarkan hasil studi kelayakan pada tahun 1962 oleh Badan Persiapan Proyek-proyek Industri (BP3I) yang dikoordinir Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan. Cukup tersedia lahan yang kurang produktif Cukup tersedianya sumber air dan aliran Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo. Berdekatan dengan daerah konsumen pupuk terbesar. Dekat dengan Surabaya yang memiliki kelengkapan yang memadai. d. pengadaan bahan baku. Pembangunan fisiknya daimulai pada awal tahun 1966 dengan berbagai hambatan yang dialami terutama masalah kesulitan 7 . 225 tahun 1963.instruksi presiden dengan Surat Keputusan Presiden No. Gresik dinilai ideal dengan pertimbangan sebagai berikut : a. maupun pendistribusian hasil produksi melalui angkutan laut. Pada saat itu. Dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan untuk mengangkut peralatan pabrik selama masa konstruksi. b. yaitu perkebunan dan petani tebu. Kontrak pembangunan proyek yang menggunakan fasilitas kredit dari pemerintah Italia ini berlaku mulai Desember 1964 dan sebagai pelaksanya Condsidit SpA yaitu kontraktor dari Italia. antara lain tersedianya tenaga-tenaga terampil.

Proyek Petrokimia Surabaya (1963-1971) b.Pusri Palembang (1997-sekarang) PT. Kecamatan Gresik.pembiayaan sehingga menyebabkan pembangunan proyek tertunda. Dalam perjalanannya sebagai perusahaan BUMN.Petrokimia Gresik dengan status holding company bersama PT. Area tanah yang ditempati berada di 3 kecamatan yang meliputi 10 desa. pabrik yang memproduksi pupuk ZA dengan kapastas 150. Karangturi.Petrokimia Gresik. Tlogopojok.Petrokimia Gresik (Persero) d.000 ton/tahun dan produksi pupuk Urea dengan kapasitas 61. Sukorame. Pojok Pesisir. Kecamatan Manyar. Tlogopatut. meliputi : Rumo Meduran.Petrokimia Gresik mengalami beberapa kali perubahan antara lain : a. status PT. Pembangunan proyek dimulai kembali pada Maret 1970. yaitu : a. PT. Randu Agung. PT. meliputi : Ngipik. 8 . meliputi : Kebomas. Tepen.Petrokimia Gresik saat ini menempati lahan komplek seluas 450 Ha. b. Kecamatan Kebomas. Perusahaan Umum (Perum) (1971-1975) (1975-1997) c. c.700 ton/tahun ini kemudian diresmikan penggunaannya pada tanggal 10 Juli 1972 oleh Presiden Republik Indonesia yang kemudian diabadikan sebagai hari jadi PT.

Petrokimia Gresik melakukan langkah-langkah penyempurnaan yang dilakukan secara berkesinambungan baik untuk internal maupun eksternal yang mengarah pada pengembangan usaha dan tuntutan pasar. Perluasan Perusahaan Perluasan Pertama (29-08-1979) Pabrik pupuk TSP I oleh Spie Batignoless dilengkapi dengan : 9 . b.1 Visi dan Misi Perusahaan Visi dari PT. kegiatan operasional usaha dan untuk pengembangan usaha. PT.1.Dalam rangka memenangkan persaingan usaha pada era globalisasi. Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran c.1. 2. 2. Mengembangkan potensi pemenuhan industry kimia nasional dan berperan aktif dalam community development. Mendukung penyediaan pupuk nasional untuk tercapainya program swasembada pangan. Sedangkan misi-misinya adalah sebagai berikut : a.Petrokimia Gresik yaitu ” bertekad untuk menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saig tinggi dan produknya paling diminati konsumen”. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah mendapatkan sertifikat ISO 9002 dan ISO 14001 dan berhasilnya pengembangan pupuk majemuk Phonska.2 a.

• • b. e. dari M. 10 . Perluasan Ketiga (10-01-1984) Pabrik Asam Fosfat dan produk sampingan yang meliputi : • • • • • • Pabrik asam sulfat Pabrik asam fosfat Pabrik cement retarder Pabrik aluminium fluoride Pabrik ammonium sulfat Pabrik unit utilitas d. Prasarana perusahaan Penjernihan air Gunung Sari serta Booster Pump Perluasan Kedua (30-07-1983) Pabrik pupuk TSP I oleh Spie Batignoless dilengkapi degan : • • Prasarana pelabuhan Pusat penjernihan air di Babat c. Perluasan Keempat (02-05-1986) Pabrik pupuk ZA III ditanganii oleh tenaga PT.Kellog (USA) untuk pabrik ammonia dan Tokyo Engineering Corp.. Jepang untuk pabrik Urea.W.Petrokimia Gresik dimulai dari studi kelayakan hingga pengoperasian pada tanggal 2 Mei 1986. Perluasan Kelima Pabrik Ammonia-Urea baru dibangun dengan teknologi yang hemat energy.

000 ton/tahun. Perluasan Ketujuh Target operasi pabrik pupuk NPK Blending pada bulan Oktober 2003. dan IV. Perluasan Keenam Pabrik pupuk majemuk NPK dengan nama Phonska dibangun dengan teknologi proses pabrik oleh INCRO Spanyol.Pekerjaan konstruksi ditangani oleh PT. h.Rekayasa Industri. dan Petroganik yang beroperasi bulan Desember 2005. RFO PF II dan konversi batubara untuk 11 . Selain itu.Inti Karya Persada Teknik Jakarta dimulai tahun 1991 dan baru dapat dioperasikan secara normal mulai 29 April 1994 dari target Agustus 1993. Perluasan Kedelapan Saat ini berlangsung proses pembangunan proyek pabrik NPK Granulasi II. III. NPK Granulasi. ROP Granul I dan II. Kontruksi ditangani oleh PT. RFO PF I menghasilkan produk PHONSKA pada tahun 2004 kemudian terjadi perluasan proses pembangunan proyek pupuk jenis terbaru yaitu ZK yang beroperasi pada Maret 2005. Pembangunan dimulai awal tahun 1999 dan dimulai beroperasi pada bulan Agustus tahun 2000 dengan kapasitas 300.000 ton/tahun g. f. Petroganik tersebut berada dibawah naungan Kebun Percobaan yang mampu menghasilkan produksi sebesar 3.

000 ton/tahun. Pabrik DAP akan ditambah lagi satu unit dengan kapasitas produksi 120. Pabrik ROP Granulai I dan II untuk memproduksi pupuk Superphos dengan total kapasitas 1. Selain itu akan dibangun pabrik 12 .000 ton/tahun.Petrokimia Gresik akan membangun tangki amoniak dengan kapasitas 10.000 ton/tahun.000 ton/tahun. Pabrik pupuk ZK II juga akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan pupuk disektor hortikultura dengan kapasitas produksi 20. ketiga pabrik tersebut memproduksi NPK Kebomas dengan formulasi 1515-15 dan dapat diatur sesuai dengan permintaan konsumen.000 ton/tahun. Perluasan Kesembilan Pada tahun 2010-2013.utilitas dalam tahun 2006-2010. PT. Proyek pengembangan yang sudah dilaksanakan adalah pembangunan pabrik NPK Granulasi II. PT. i.Petrokimia Gresik akan melakukan joint venture dengan Jordane Phospate Mining Co (JPMC) untuk membangun pabrik Phosporic Acid (PA JVC) dengan kapasitas sebesar 200.000 ton.000 ton/tahun.000. Sedangkan konversi batubara kemungkinan besar akan mulai dioperasikan pada bulan Agustus 2010. dan IV dengan total kapasiitas produksi sebesar 300. Proyak RFO PF II juga dibangun untuk memprooduksi pupuk NPK Phonska dengan kapasitas 480. III.

Petrokimia Gresik PT.1. sampai saat ini PT. c. Unit Produksi I (Pabrik Pupuk nitrogen) Terdiri dari 2 pabrik ZA dan 1 Pabrik Urea b.000 ton/tahun. Logo Perusahaan Gambar 2. Jadi. Pada akhir pengembangan akan dibangun satu unit pabrik pupuk ZA IV dengan kapasitas 250.Petrokimia Gresik telah memilki 3 unit produksi. 2.3 Unit Produksi II (Pabrik Pupuk Fosfat) Terdiri dari 3 pabrik pupuk fosfat Unit Produksi III (Pabrik Asam Fosfat) Terdiri dari 4 pabrik.000 ton/tahun.amoniak II dengan kapasitas produksi 660.000 ton/tahun dan Urea II dengan kapasitas produksi 570. Logo PT. yaitu : a.Petrokimia Gresik memiliki logo kerbau berwarna keemasan yang dibawahnya terdapat daun 13 .

d.Petrokimia Gresik dan warna putih melambangkan kesucian. membajak sawahnya dengan menggunakan kerbau atau membantu petani sebagai pekerja yang ulet. b. Huruf PG Melambangkan f. a. Daun berwarna hijau dan bersudut lima Melambangkan dari pancasila. selain itu juga kerbau telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia.bersudut lima dan bertuliskan Pabrik Pupuk Terlengkap. sedangkan bersudut lima melambangkan lima sila 14 . perusahaan ini juga memproduksi pupuk yang lainnya (seperti pupuk kesuburan dan kesejahteraan. Kerbau Melambangkan petani yang identic dengan bekerja keras. singkatan dari PT. Warna emas Melambangkan keagungan. Sedangkan arti dari logo tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut. Kerbau dengan warna kuning emas Melambangkan penghormatan pada daerah yang ditempati (Kebomas). Logo tulisan “Pabrik Pupuk Terlengkap” Sebagai salah satu bentuk promosi karena selain memproduksi Urea yang di Provinsi Jawa Timur diwajibkan karena untuk memenuhi kebutuhan para petani di Jawa Timur. e. c.

PT.PETRONIKA (1985) Saham : PT. Produk Anhydride. Phonska. 2. Jadi keseluruhan dari logo tersebut mempunyai arti “dengan hati yang bersih berdasarkan lima sila dari pancasila.WIDADA (1988) Saham : PT. 1.Petrokimia Gresik sebesar 60 %. 5.Petrokimia Gresik sebesar 99. MIPC. PT. Carbofuran.PETROKIMIA KAYAKU (1977) Saham : PT.47 %. Herbisida. PT. 2.PETROSIDA GRESIK (1985) Saham : PT.PETRO CENTRAL (1990) Saham : PT.9%. Cement Retarder. dll).Petrokimia Gresik berusaha mencapai masyarakat yang adil dan makmur untuk menuju keagungan bangsa”.Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut.4 Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan Beberapa anak perusahaan dan perusahaan patungan yang bekerjasama dengan PT. 3.TSP. PT. pupuk organic) dan non pupuk (seperti CO2 cair. Fungisida. Amonium Fluoride. SP-36. PT. Produk : Dioctyl Phthalate (DOP) 4. Produk : Insektisida. ZA. carbary. :Pththalic Anhydride.8 %.Petrokimia Gresik sebesar 9.Petrokimia Gresik sebesar 1. PT.1. Maleic 15 . Produk : Diazinon.Petrokimia Gresik sebesar 20 %.

Unit Sarana dan Prasarana PT. berbentuk seperti huruf T. 7. Produk : pengelolaan kawasan industry Gresik dan pengoperasian Export Processing Zone. Dermaga dan Fasilitasnya Dermaga bongkar-muat barang memiliki panjang 625 m dan lebar 36 m.5 : Pressure Vessels.000.1. proses produksi.000 ton/tahun.000 ton pada sisi laut dan 3 buah kapal berbobot dibawah 10.PUSPETINDO (1992) Saham : PT. Produk 2. KAWASAN INDUSTRI GRESIK Saham : PT. PT.Petrokimia Gresik sebesar 35 %.000 ton pada sisi darat.00060.Petrokimia Gresik memiliki sarana dan prasarana yang baik untuk mengembangkan dan mendukung kelancaran pengadaan bahan baku.Petrokimia Gresik sebesar 33. Total kapasirtas bongkar-muat tersebut bisa mencapai 5. Konstruksi berat. dan distribusi pemasaran. 16 .. Dermaga ini mampu disandari 3 buah kapal sekaligus dengan bobot 40. Heat Exchanger.18 %. Tower. 6.Produk : Sodium Tripoly Phosphate (STTP). Sarana dan prasarana yang dimaksud meliputi : 1.

Ketiga unit conveyor tersebut meliputi satu unit untuk pemuatan produk kanttong kemasan dengan kapasitas 120 ton/jam dan dua unit untuk pembongkaran bahan baku curah dengan kapasitas @ 1. e.000 kantong/jam. Continuous Ship Unloader (CSU). bahan curah dengan kapasitas 1. d. Fasilitas kapasitas sulfat.Dermaga ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas bongkar-muat. seperti : a.000 ton/jam. untuk membongkar b. Dua unit Cangaroo Crane.000 ton/jam. pompa dan pipa 60 untuk ton/jam penyyaluran bahan baku cair dengan masing-masing ammonia dan 90 ton/jam untuk asam 17 . 2. Conveyor yang terbagi dalam 3 unti dengan panjang keseluruhan mencapai 22 km. c. Unit Pembangkit Tenaga Listrik. Alat Muat Terpadu (Multiple Loading Crane) yang dapat memuat hasil produksi ke kapal dalam bentuk curah dengan kapasitas 120 ton/jam atau dengan bentuk kemasan kantong @ 50 kg berkapasitas muat 2. alat bongkar curah dengan kapasitas @ 350 ton/jam.

Gas turbine Generator (GTG) dengan hasil daya 33 MW. Dan unit yang kedua berasal dari Babat Lamongan 18 . b.Petrokimia air bersih yang yang dimiliki di Gresik berlokasi Gunungsari Surabaya (air Sungai Brantas) merupakan unit penjernihan air yang pertama. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energy listrik dalam menunjang kegiatan produksi maupun aktivitas lainnya di lingkungan kawasan industrynya. Unit Pengelolaan Air Bersih Sarana PT. terdapat di unit produksi pupuk nitrogen. Steam Turbine Generator (STG) dengan daya 20 MW yang terdapat pada unit produk asam fosfat. Pembangkit tenaga listrik itu adalah : a.Perusahaan ini memiliki 2 unit pembangkit tenaga listrik sendiri yang membutuhkan sumber bahan bakar dan kapasitas daya yang berbeda. Air itu dialirkan dengan pipa berdiameter 14 inchi sepanjang 22 km ke Gresik. Selain itu perusahaan ini juga mendapatkan tambahan pasokan listrik dari PLN sebesar 15 MW untuk digunakan pada pabrik pupuk SP-36 dan fasilitas lainnya. Kemampuan penjernihan airnya adalah 700 m3/jam. 3.

Unit Pengolahan Limbah Pengolahan limbah cair (Effluence Treathment) di PT. 2.(air Sungai Bengawan Solo). CO2 cair. ZAI/ZAIII. Sarana Jalan Kereta Api Sarana ini berupa jalan kereta api yang mehubungkan dengan jalan utama Perumka. Pabrik 1. O2. Air ini disalurkan dengan pipa berdiameter 28 inchi dan panjang 60 km.Petrokimia Gresik berada di unit produksi III. terdiri dari produk amoniak. yaitu bidang usaha barang dan jasa. Seecara umum bidang usaha ini dibedakan menjadi 2. Juga terdapat pengolahan limbah untuk debu dan gas.Petrokimia Gresik ke stasiun terdekat konsumen. dengan kapasitas total 240 m3/jam.500 m3/jam. 2. 5. Saat ini kapasitas penjernihannya adalah 2. Digunakan untuk pengangkutan pupuk dari gudang PT.2.1 Bidang Usaha Barang / Produk Fisik : a. 19 . 4.PETROKIMIA GRESIK. dan N2 cair. urea.2 Bidang Usaha dan Produk Terdapat beberapa bidang usaha dan produk dari PT. Secara jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.

Suhendro Bakri. Ato Suprapto. 2. Teddy Setiadi 2.2. Drs. TSP. kontruksi cangun). dan jajarannya yang ada di struktur organisasi dapat dilihat sebagai berikut : DEWAN KOMISARIS • • Komisaris Utama : DR. Pabrik 2. MA 3. terdiri dari produk H2SO4. jasa transportasi bangunan (bagian (bagian transport). d.PETROKIMIA Gresik terdiri dari dewan komisaris. Ir. dan karyawan. HCL.Ir. DAP. direksi.3 Struktur Organisasi Secara struktur PT. DR. ZA II.Sc. mixture. Sedangkan untuk Dewan Komisaris. c. Sahala Lumban Gaol.b.M. NPK kebomas (blending. Anggota Komisaris : 1. Ir. Petroganik dan petrobio 2. H2PO4.2 Bidang Jasa : Ada beberapa bidang jasa. yaitu jasa pelatihan (balai diklat). MA 20 . Petroganik. CR. ZK. Untuk lebih jelasnya maka akan disediakan diagram struktur organisasi seperti yang terdapat di lampiran. compound). AIF3. Phonska/NPK/RFO. jasa maintenance. Pabrik 3. dll. terdiri dari SP-36.

4. Berdasarkan Tingkat Pendidikan : • • • • • Pasca Sarjana Sarjana D. Bambang Tjahjono. Bambang Setiobroto.Sc DIREKSI • • • • • Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Produksi : Ir.III SMTA SMTP : : : : : 101 orang 460 orang 92 orang 2. M. Arifin Tasrif : Drs. Nugroho Purwanto. T. : Ir. MH POSISI TENAGA KERJA (per 31 Desember 2009) : A.396 orang 233 orang 21 . SE. Drs. SH. MMBAT • Direktur SDM & Umum : Ir.Kresnayana Yahya. Firdaus Syahril Direktur Pemasaran : Ir. Ak. Mustofa Direktur Teknik & Pengembangan : Ir.

Petrokmia Gresik. Usaha-usaha yang dimiliki yayasan adalah : 22 . pemeliharaan kesehatan bagi karyawan setelah pension. pemberian bsosial serta menyelenggarakan pelatihan bagi karyawan yang memasuki masa pension dan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi.• SD : 16 orang B. Berdasarkan Tingkat Jabatan : • • • • • • • • Direksi : 6 orang 27 orang 78 orang Kepala Kompartemen & setingkat : Kepala Departemen & setingkat Kepala Bagian & setingkat Kepala Seksi & setingkat Kepala Regu & setingkat Pelaksana & setingkat Calon Karyawan : : 193 orang : 472 orang : 990 orang :1.486 orang : 46 orang 2.4 Yayasan PT. Beberapa program yang dilakukan dengan membangun sarana perumahan bagi karyawan.Petrokimia Gresik Perusahaan ini memiliki yayasan yang mempunyai misi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pensiunan PT.

Unit Simpan Pinjam (USP). b. wartel. b. Unit took swalayan. c. d.872 orang. 2. warnet dan kantin.Gresik Cipta Sejahtera (GCS) PT. (halaman ini sengaja dikosongkan) 23 . c. SPBU. Unit pabrik air minum K3PG. d.5 K3PG PT. took bangunan dan alat listrik. took elektronik dan apotek. jasa bengkel motor.Petrokopindo Cipta Selaras (PCS) (Koperasi pada Karyawan 13 Keluarga 1983. Besar Hingga Petrokimia Gresik) Didirikan Agustus Nopember 2003 memiliki anggota 5. a.Aneka Jasa Ghradika (AJG) PT.Graha Sarana Gresik (GSG) PT.a. Bidang usahanya adalah sebagai berikut. jasa service AC.

• Penyampaian materi tentang Pengelolaan SDM 24 . dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Sebelum penyampaian materi. Hari/Tanggal : Kamis/1 juli 2010 Tempat : Gedung Diklat Pihak terkait :Bapak Nuril Huda (Biro Personalia). semua peserta Kerja Praktek berkumpul di gedung DIKLAT (Pendidikan dan Pelatihan). Bapak Ach. pemateri membuka acara dengan perkenalan diri. Bapak Eko (biro Diklat).BAB III LAPORAN AKTIVITAS HARIAN 1. Chumaidi (Biro Proslab). Di hari pertama ini. Bapak Zainal Taslim (Biro Lingkungan & K3).

Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik untuk mengendalikan kualitas dari produk – produknya.Petrokimia Gresik oleh Bapak Ach. Garis besarnya adalah bagaimana penerapan keselamatan dan kesehatan di PT. selain itu ada pengarahan dari pihak diklat untuk hari esok (hari Jum’at). Dalam hal ini dijelaskan tentang semua produk – produk pupuk yang dihasilkan oleh PT. dan laboratorium pabrik 3. dan mengisi logbook (form KP-D). Materi yang dijelaskan dalam pengendalian kualitas ini meliputi bagaimana cara dan upaya PT. kemudian pola pengelolaan SDM. Oleh Bapak Nuril Huda (biro ersonalia). area pabrik 2. Chumaidi (Biro Proslab).Petrokimia Gresik. dan kami juga menanyakan kepada pihak Diklat tentang • • • 25 . Penyampaian materi tentang pengendalian kualitas oleh Bapak Ach. berdiskusi tentang materi yang baru saja dijelaskan dengan peserta kerja praktek kelompok lain.Petrokimia Gresik. pupuk ZA. dimana terdapat juga rincian bahan baku untuk area pabrik 1. dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Yaitu meliputi pupuk urea. yaitu dengan mengetahui verifikasi di laboratorium pabrik 1. pupuk PHONSKA. Materi yang diterangkan meliputi: profil perusahaan PT. Istirahat. Penyampaian materi tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) oleh Bapak Zainal Taslim (Biro Lingkungan & K3).• • (Sumber Daya Manusia) PT.Petrokimia Gresik untuk menciptakan “zero accident”. pupuk petrorganik. Petrokimia Gresik. laboratorium pabrik 2. Chumaidi (Biro Proslab). dll. dan area pabrik 3. sehingga tidak ada kecelakaan kerja di PT. Bersiap-siap untuk pulang. Penyampaian materi tentang produk / pengetahuan tentang produk PT.

pembimbing lapangan. 2. Hari/Tanggal : Jum’at/2 juli 2010 Tempat : Gedung Diklat Pihak terkait :Bapak Andreas Sugiarto (Biro PGM), Bapak Slamet Riyadi (Biro Lingkungan), Bapak Eko (Biro Diklat), dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain

Penyampaian materi tentang Supplay Chain Management PT. Petrokimia Gresik oleh Bapak Andreas Sugiarto (Biro PGM). Garis besarnya adalah menjelaskan tentang bagaiamana rantai bisnis mulai dari raw material untuk bahan pupuk yang didapatkan dari supplier, kemudian diproses di PT.Petrokimia Gresik, dan setelah jadi produk pupuk akan didistribusikan ke konsumen. Istirahat, berdiskusi dengan peserta keeja praktek kelompok lain tentang materi yang baru saja dijelaskan, dan mengisi logbook (form KP-D).

Penyampaian materi tentang Pengelolaan B3 (Bahan Berbahaya Beracun) & Limbah Pabrik oleh Bapak Slamet Riyadi (Biro Lingkungan). Secara garis besar materi ini adalah tentang bahayanya bahan-bahan untuk produksi pupuk di PT.Petrokima Gresik, salah satunya adalah gas amoniak, sulfur, dan lainnya. Selain itu menjelaskan juga tentang hubungan PT.Petrokimia Gresik dengan masyarakat kota Gresik terkait B3 & Limbah Pabrik. Pembagian KIB untuk semua peserta Kerja Praktek. Kemudian ada pengarahan dari pihak diklat untuk hari Senin. Dan kami juga menanyakan kepada pihak Diklat tentang softcopy materi. : Senin/5 juli 2010 :Biro Candal Produksi 1, ruang rapat Candal

3.

Hari/Tanggal Tempat

26

Produksi 1, Area Pabrik 1, Ruang Pak Agus, dan Perpustakaan Pihak terkait :Bapak Agus Patmono (Kasi Candal Produksi 1) • Menemui pembimbing lapangan (Bapak Agus Patmono) di ruang Candal Produksi 1, selain itu kami memberikan amplop dari Jurusan Teknik Industri kepada beliau. Kemudian kami melakukan konsultasi terkait tugas yang diberikan oleh beliau.

Menunggu Bapak Agus Patmono (di ruang rapat CandaL Produksi 1) menyelesaikan beberapa urusan / tugas kantor sebelum beliau mendampingi kami untuk melakukan plant tour. Melakukan plant tour / keliling area pabrik 1 didampingi oleh Bapak Agus Patmono selaku pembimbing lapangan kami. Saat plant tour, beliau menjelaskan beberapa hal dan tempat yang akan kita amati. Melakukan diskusi terhadap beberapa hal yang belum kami ketahui dari plant tour tadi. Kemudian ISHOMA. Melakukan pembuatan laporan awal (Bab 1) di perpustakaan PT. Petrokimia Gresik. Pada saat perumusah masalah, kami sedikit menemukan kesulitan dalam pembuatannya, maka kami melakukan diskusi lagi dengan Bapak Agus Patmono di ruangan beliau dan setelah itu kami pulang.

• •

4.

Hari/Tanggal : Selasa/6 juli 2010 Tempat :Gedung Diklat dan perpustakaan PT. Petrokimia Gresik Pihak terkait : Bapak Eko (Biro Diklat), Bapak Tomo (Biro Diklat), dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain

Adanya pengarahan Dari Biro Diklat (Bapak Eko dan Bapak Tomo) terkait ditiadakannya sesi kelas

27

dikarenakan semua gedung dipakai untuk ujian karyawan yang melakukan tugas belajar diluar perusahaan (ITB). Sehingga kami diarahkan untuk melakukan semua kegiatan yang berkaitan dengan pabrik secara langsung. (kegiatan dibalai diklat untuk hari selasa dan rabu diliburkan). Pembagian Alat Pelindung Diri (safety cap dan masker hidung) kepada seluruh peserta kerja praktek yang membutuhkan untuk digunakan di lapangan dan saat masuk ke proses produksi. Saat itu kami mengantri untuk mendapatkannya. Melakukan pemikiran dan diskusi di halaman gedung Diklat dengan teman-teman TI ITS lainnya terkait aktivitas yang akan dilakukan selanjutnya. Kemudian ISHOMA. Setelah itu kembali lagi ke perpustakaan PT.Petrokimia Gresik untuk mencari literature yang digunakan untuk melengkapi bab II. Selain itu pencarian literature juga dilakukan di biro diklat.

5.

Hari/Tanggal : Rabu/7 juli 2010 Tempat :Gedung Diklat, perpustakaan PT. Petrokimia Gresik, ruang rapat Candal Produksi 1 Pihak terkait :Bapak Eko (Biro Diklat), para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain, dan Bapak Agus Patmono

• • •

Kami datang ke Balai Diklat untuk mengambil APD yang kurang (safety shoes) di ruang Diklat 1. Setelah itu kami menanyakan beberapa hal kepada Bapak Eko (Biro Diklat) terkait dengan materi presentasi untuk bahan kerja praktek. Mengambil materi yang kami perlukan di laptop yang telah disediakan di gedung diklat. Beberapa materinya adalah proses produksi, Diagram Pareto,

28

Membaca buku – buku pengetahuan dan surat kabar yang tersedia di perpustakaan PT. Ruang DCS (Direct Control System) dan lapangan Pihak terkait :Bapak Agus Patmono. dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing di ruang rapat Candal Produksi 1 yang sedang menghubungi semua bagian yang akan dikunjungi. dan dilakukan pengarahan awal sebelum plant tour di bagian utility. Bapak Sudarijanto. Tukar pendapat dan sharing dengan Pak Agus Patmono terkait pengalaman kerja dan kehidupan social di ruang rapat Candal Produksi 1.Diklat PKL. Petrokimia Gresik Pihak terkait :Bapak Loh Sri Handono dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing yang sedang rapat rutin setiap pagi . Petrokimia Gresikuntuk menambah informasi. dll. • 29 . • Melakukan diskusi dan sharing pengalaman dengan Bapak Loh Sri Handono terkait pabrik I secara keseluruhan. 6. Sehingga kami hanya melakukan diskusi ringan dengan teman-teman sebimbingan. Peralatan Produksi. Pemasaran Global. Setelah itu dilakukan pengarahan untuk hari jumat. Kemudian ISHOMA. Hari/Tanggal : Jum’at/9 juli 2010 Tempat : Ruang rapat Candal produksi I. Metalurgi. • • Pembuatan laporan yang terfokus pada bab II berdasarkan literature yang telah diperoleh pada hari selasa. LOKA Latihan Keterampilan. 7. Kemudian ISHOMA. Hari/Tanggal : Kamis/8 juli 2010 Tempat :Ruang rapat Candal produksi dan perpustakaan PT.

proses pembuatan sampai dengan outputnya. Bapak Andy Gunawan. Awalnya kelompok kami diarahkan oleh pembimbing ke bagian Pabrik Urea. • 8. dan Control room ZA I/III Pihak terkait : Bapak Agus Patmono. Kemudian dijelaskan tentang flow diagramnya. tetapi karena kuota peserta yang ke Pabrik Urea terlalu banyak. Kemudian ISHOMA. penjernihan air (sirkulator).Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan laporan tentang Utility. Dalam hal ini yang dijelaskan terkait dengan sistem pembuatan ZA di pabrik ZA I dan di pabrik ZA III. Hari/Tanggal : Senin/12 juli 2010 Tempat :Ruang rapat Candal produksi I. demin (WHB) didampingi oleh Bapak Sudarijanto. tanpa adanya kunjungan lapangan. Melakukan diskusi kelompok terkait hasil dari kunjungan ke bagian Utility. maka kami dialihkan oleh Bapak Sugeng (selaku Kabag Urea) ke Pabrik ZA I/III. Ruang kabag ZA I/III.• Melakukan kunjungan ke bagian utility di DCS service unit dan melakukan plant tour ke area Utility meliputi area boiler (GTG). serta dijelaskan beberapa mesin yang dipakai. Penjelasan tentang materi ZA I/III di control room ZA I/III oleh Bapak Andy Gunawan. mulai dari bahan baku. Melakukan diskusi tentang pabrik ZA dengan pembimbing lapangan (bapak Agus Patmono) dan • • • 30 . dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang menghubungi semua bagian yang akan dikunjungi dan dilakukan pengarahan awal sebelum plant tour dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain. Bapak Sugeng (Kasi Urea).

Kemudian ISHOMA. 9. Kami ternyata telah ditunggu oleh kelompok 2 yang datang lebih awal Di ruang rapat Candal Produksi 1. Kemudian ISHOMA. Bapak Ros’ul . Bapak Suyitno. Pembimbing Lapangan (Bapak Agus Patmono) memberikan materi tentang manajemen produksi kepada kami dan para peserta Kerja Praktek kelompok lain di ruang rapat Candal Produksi 1. sehingga pembimbing sulit mencari alternatif kunjungan. Hari/Tanggal : Selasa/13 juli 2010 Tempat : Ruang rapat Candal produksi I dan Ruang Kasi serta Lapangan Pabrik CO2 Pihak terkait : Bapak Agus Patmono. • Kami menuju ruangan Kasi CO2 untuk menerima materi tentang pabrik CO2 oleh Bapak Sukur (Kasi CO2). Bapak Sukur (Kasi CO2). dan juga menanyakan beberapa hal terkait dengan pabrik CO2. Adanya pemberitahuan bahwa sedang terjadi waktu non produktif karena pabrik amonia dan urea shutdown. kemudian kami dibimbing untuk kunjungan lapangan di pabrik CO2 oleh Bapak Suyitno. • 31 . dan melakukan diskusi 2 arah. dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang menghubungi semua bagian yang akan dikunjungi dan dilakukan pengarahan awal sebelum plant tour dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain.• menunggu kelompok 2 yang belum kembali ke ruang rapat candal produksi I (pada saat di pabrik ZA kami tidak melakukan kunjungan lapangan). Kemudian kami melakukan diskusi tentang pabrik CO2 dengan pembimbing.

Kemudian kami bertukar cerita dan mendengarkan masukan-masukan tentang ilmu. dll) dimana pembuatan profil perusahaan ini belum kami buat di pembuatan laporan Bab II yang berdasarkan literature lalu. • 10. DCS Amoniak. dan kehidupan social dari Bapak Agus Patmono dan Bapak Ros’ul. dan Pabrik Amoniak Pihak terkait : Bapak Agus Patmono. Hari/Tanggal : Rabu/14 juli 2010 Tempat : Ruang rapat Candal produksi I. Tanki amoniak. mitra perusahaan. Kemudian ISHOMA. jumlah karyawan. dll) yang telah dijelaskan di DCS tadi. dunia kerja. lalu kami mengunjungi DCS (Direct Control System) Amoniak untuk dijelaskan tentang proses keseluruhan di Pabrik Amoniak ini oleh Bapak Pendik Sutrisno. Hari/Tanggal 32 . Bapak Pendik Sutrisno. Diskusi ringan di kantor candal sambil menunggu jam pulang dengan Bapak Agus Patmono. dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang menghubungi semua bagian yang akan dikunjungi dan dilakukan pengarahan awal sebelum plant tour dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain. : Kamis/15 juli 2010 • • • 11.• Kami kembali ke ruang rapat candal produksi 1 untuk melakukan pembuatan laporan. pabrik yang berfungsi. yaitu tentang profil organisasi (struktur organisasi. Selanjutnya kami ke lapangan pabrik amoniak untuk ditunjukkan beberapa unit mesin (Compressor. Menuju pabrik amoniak untuk menemui Kabag Amoniak.

conveyor. Bapak Sudarwoto. dll) yang telah dijelaskan di DCS tadi. Hari/Tanggal : Jum’at/16 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1 dan Ruang tamu biro PGM Pihak terkait : Bapak Agus Patmono. Selanjutnya kami menuju lapangan pabrik urea untuk melakukan plant tour yang dibimbing oleh operator pabrik Urea serta ditunjukkan beberapa unit mesin (Compressor. dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang menghubungi semua bagian yang akan dikunjungi dan dilakukan pengarahan awal sebelum plant tour dengan para peserta Kerja Praktek kelompo lain. kemudian kami di DCS (Direct Control System) urea untuk dijelaskan tentang proses keseluruhan di Pabrik urea oleh Bapak Sudarwoto. DCS Urea. dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang menghubungi kepastian dari 33 .Tempat : Ruang rapat Candal produksi I. dan Pabrik Urea Pihak terkait : Bapak Agus Patmono. Melanjutkan membuat laporan dan melakukan diskusi dengan Bapak Agus Patmono terkait pabrik ammonia dan urea yang mana saling terkait. Kemudian ISHOMA. pendinginan urea. • • • 12. Menuju pabrik urea untuk menemui kabag urea. Bapak Andreas (Biro PGM).

• Berdiskusi ringan dengan pembimbing. dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang melakukan kesepakatan kunjungan laboratorium dengan biro proslab. setelah itu berbincang-bincang dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain sambil mengisi waktu kosong. Diskusi dengan teman-teman peserta KP (kerja praktek) kelompok lain dan pembimbing (Bapak Agus Patmono). 20 Juli 2010. Petrokimia Gresik. Kemudian ISHOMA. Membaca literature di perpustakaan PT. kemudian menerima materi dari Bapak Andreas (Biro PGM) tentang supply chain • • 34 . • • 13. Kemudian kembali ke ruang rapat Candal Produksi 1 untuk melakukan sharing dengan pembimbing mengenai dunia kerja dan kehidupan sosial. Petrokimia Gresik untuk pewacanaan dan mencari informasi serta bahan untuk laporan. Kami melakukan kunjungan ke biro PGM dan DAAN. Hari/Tanggal : Senin/19 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1. Kemudian ISHOMA.Biro Proslab tentang jadwal kunjungan. Bapak Andreas (Biro PGM). Perpustakaan PT. dan Ruang rapat biro PGM dan DAAN Pihak terkait : Bapak Agus Patmono. Menuju Biro PGM untuk menemui Bapak Andreas (Biro PGM) dan membicarakan / negoisasi mengenai hari untuk menerima materi manajemen pengadaan dari beliau. kemudian mengerjakan laporan. ternyata kunjungan ke Biro Proslab baru bisa dilaksanakan hari Selasa.

terkait dengan bagaimana bahan baku / raw material amoniak (Gas) didapatkan dari supplier.Petrokimia Gresik Pihak terkait : Para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal 35 . Pada saat di laboratorium. Kemudian ISHOMA. Hari/Tanggal : Rabu/21 juli 2010 Tempat :Ruang Rapat candal produksi 1 dan Perpustakaan PT. dan Bapak Andreas (Biro PGM) • Kami melakukan kunjungan ke laboratorium gas. termasuk proses analisa cairan kimia sebagai bahan untuk proses pembuatan pupuk di pabrik 1. 14. Mengerjakan laporan Bab III di ruang rapat Candal Produksi 1. dan Ruang Rapat candal produksi 1 Pihak terkait : Peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain. material.management secara umum dan proses pengadaan material. • Melakukan diskusi dengan Bapak Andreas (Biro PGM) tentang SCM (Supply Chain Management) untuk produksi amoniak. Ruang tamu biro PGM dan DAAN. kemudian diproses di PT. kami didampingi oleh beberapa karyawan Biro Proslab. dan produk. selanjutnya mengamati proses analisis kimia secara umum di laboratorium pabrik 1. Petrokimia Gresik. Hari/Tanggal : Selasa/20 juli 2010 Tempat : Laboratorium produksi I. • 15. beberapa karyawan di Biro Proslab.

mulai dari promosi produk. dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain. alur pemasaran produk dan bagaimana memasarkan produk PT. Lalu ISHOMA. Hari/Tanggal : Kamis/22 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1 dan Ruang Kerja Bapak Lukman (Biro Pemasaran) Pihak terkait : Bapak Agus Patmono. namun penjelasan materi ini diundur besok karena pembimbing sibuk. Bapak Lukman (Biro Pemasaran). Atas rujukan pembimbing kerja praktek (Bapak Agus Patmono). Sehingga kami hanya melakukan diskusi ringan dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain. Petrokimia Gresik.Petrokimia Gresik. • 36 . • Sebenarnya akan dilakukan penjelasan mengenai Manajemen Pemasaran oleh pembimbing (Bapak Agus Patmono). Kemudian Kami diskusi kelompok dan membuat laporan Bab III awal. Namun beliau masih rapat sehingga kami menunggu. • 16. kami menemui Bapak Lukman selaku kabag pemasaran PPNPJ (pemasaran Produk Non Pupuk dan Jasa) dan meminta penjelasan lebih detail tentang proses bisnis dan pemasaran amoniak. dalah hal ini amoniak termasuk PPNPJ PT. • Penjelasan mengenai manajemen pemasaran oleh Bapak Agus Patmono. • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang membuat laporan pagi dan rapat rutin setiap pagi dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain.Produksi 1) yang sedang rapat rutin setiap pagi. Petrokimia Gresik. Mencari literature dan beberapa bahan materi untuk pembuatan laporan di Perpustakaan PT.

Bapak Totok (Kabag PPNPJ). dan Ruang Rapat Biro PPNPJ Pihak terkait :Bapak Agus Patmono. Kemudian ISHOMA. tepatnta di Biro PPNPJ (Pemasaran Produk Non Pupuk dan Jasa).30. 17 Hari/Tanggal : Jum’at/23 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1 dan Pabrik Ammoina Pihak terkait :Bapak Agus Patmono dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Mengerjakan laporan di ruang rapat Candal Produksi 1 dan berdiskusi dengan pembimbing lapangan terkait dengan laporan tersebut sampai pukul 11. Hari/Tanggal : Senin/26 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1. dan menanyakan beberapa hal terkait dengan laporan tersebut serta adanya hambatan dalam pembuatan laporan. • Menemui Kabag PPNPJ (Bapak Totok) dan menjelaskan maksud kedatangan kami untuk mengetahui tentang pemasaran ammonia. dan Bapak Daeng (Biro PPNPJ) • Membuat list terkait beberapa pertanyaan yang akan kami gunakan sebagai bahan diskusi di biro pemasaran. Meminta penjelasan detail dan beberapa data tentang proses produksi ammonia kepada Bapak Pendik Sutrisno di ruang rapat Pabrik Amoniak. Ruang Kabag PPNPJ. Kemudian ISHOMA. Kemudian 37 . • 18.• • Namun ada salah satu staff pemasaran yang bersedia membantu kami untuk membuat kepastian jadwal dengan Pihak pemasaran kapan bisa bertemu dengan kami untuk berdiskusi tentang pemasaran PPNPJ (amoniak). Berdiskusi tentang laporan yang selama ini kami kerjakan dengan Bapak Agus Patmono.

• Merangkum materi pemasaran yang telah didapat dari hasil diskusi dengan Bapak Daeng. Karena sudah tidak ada pekerjaan yang bisa kami lakukan lagi maka kami diarahkan oleh pembimbing untuk melanjutkan pengerjaan laporan. Kemduian ISHOMA. • 38 Melanjutkan pengerjaan laporan dan diskusi tentang beberapa hal terkait laporan kerja praktek dengan . Bapak Agoes Patmono Bapak Daeng (Biro PPNPJ) • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang membuat laporan pagi dan rapat rutin setiap pagi dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain.kami diarahkan kepada Karu Biro PPNPJ. • • 20. Serta membuat laporan pemasaran ammonia secara rinci di ruang rapat Candal Produksi 1. Hari/Tanggal : Selasa/27 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1 Pihak terkait : Bapak Agus Patmono dan para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang membuat laporan pagi dan rapat rutin setiap pagi dengan para peserta Kerja Praktek kelompok lain. Melanjutkan pengerjaan laporan di ruang rapat Candal Produksi 1 sampai jam pulang kerja. 19. Bapak Daeng untuk dijelaskan tentang proses pemasaran ammonia. Hari/Tanggal : Rabu/28 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1 dan Ruang Rapat Biro PPNPJ Pihak terkait :Para peserta KP (Kerja Praktek) kelompok lain. Lalu ISHOMA.

kemudian diserahkan kepada Bapak Agus Patmono untuk direvisi apabila ada yang kurang tepat.Bapak Agus Patmono selaku pembimbing kami. Mencetak (print) laporan sementara yang hampir selesai. • • Kami menuju Biro PPNPJ untuk penyerahan hasil laporan kami terkait pemasaran amoniak. Kemudian ISHOMA. kemudian mengirim email laporan pemasaran ammonia yang telah direvisi kepada Bapak Daeng (Biro PPNPJ). Kemudian ISHOMA. 21. masker hidung. safety hat) ke Biro Diklat. Melanjutkan pengerjaan laporan dan diskusi tentang beberapa hal terkait laporan kerja praktek dengan Bapak Agus Patmono. Menyerahkan laporan yang telah dicetak keapada Bapak Agus Patmono. serta mengembalikan Buku Referensi yang telah kami pinjam. dengan tujuan pengecekan laporan sementara. Hari/Tanggal : Kamis/29 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1. dan Ruang Pak Agus Patmono Pihak terkait : Bapak Agoes Patmono dan Bapak Eko (Biro Diklat) • • • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang membuat laporan pagi dan rapat rutin setiap pagi. • • 39 . Mengembalikan Alat Pelindung Diri (safety shoes. Namun kami menunggu Bapak Daeng sejenak karena masih mengurusi keperluan kantor. Menyerahkan hasil laporan kami terkait dengan proses bisnis ammoniak dan pemasaran ammoniak yang telah dijelaskan oleh bapak Daeng pada hari Senin lalu (tanggal 26 Juli 2010). Ruang Bapak Eko (Biro Diklat).

Kasi Canprod I dan Karu Canprod I. Hari/Tanggal : Jum’at/30 juli 2010 Tempat : Ruang Rapat candal produksi 1. dan Ruang Kabag Candal Produksi 1 Pihak terkait : Bapak Eko (Biro Diklat). karena kegiatan kerja praktek yang telah dilaksanakan di PT. Mengambil revisi dan mendengarkan penjelasan dari Bapak Agus Patmono terkait revisi tersebut dan menyerahkan absensi kehadiran kerja praktek selama sebulan (dalam bentuk yang sudah difotokpi). Meminta izin kepada Bagian Candal Produksi I terutama kepad Kabag Canprod I. Bapak Loh Sri Handono (Karu Perencanaan).22. Petrokimia Gresik telah selesai. Mengembalikan KIB dan meminta izin kepada Biro Diklat. Mengerjakan revisi laporan akhir yang telah dikoreksi oleh Bapak Agus Patmono di ruang rapat Candal Produksi 1. Petrokimia Gresik telah selesai. karena kegiatan kerja praktek yang telah dilaksanakan di PT. • • • 40 . Ruang Bapak Eko (Biro Diklat). Bapak Tomo (Biro Diklat). Kemudian ISHOMA. Bapak Agus Patmono (Kasi Perencanaan). dan Bapak Ros’ul (Kabag Candal Produksi 1) • • Menunggu pembimbing (di ruang rapat Candal Produksi 1) yang sedang membuat laporan pagi dan rapat rutin setiap pagi.

41 .

pupuk Fosfat (SP–36). Asam Fosfat.BAB IV ANALISIS DAN INTERPRETASI 4. a) MOSDM ( Manajemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia) SDM PT. kelebihan.1 1. pupuk majemuk (NPK) dan pupuk Organik serta produk sampingan seperti Karbondioksida cair dan padat (dry ice). Amonia. Asam Sulfat. dll) Sejarah Singkat dan Perkembangan PT Petrokimia Gresik PT Petrokimia Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menghasilkan produk utama pupuk Nitrogen (ZA dan Urea). Pemahaman / wawasan yang didapat 42 .1 Pemahaman / Wawasan Yang Diperoleh Pada bagian ini akan dipaparkan mengenai pemahaman / wawasan yang diperoleh dari setiap kegiatan (kegiatan pemahaman / wawasan yang didapat. PT Petrokimia Gresik merupakan pabrik pupuk kedua yang didirikan (setelah PT Pupuk Sriwijaya di Palembang) dan saat ini menjadi pabrik pupuk terlengkap di Indonesia karena memproduksi berbagai jenis pupuk dan terus melengkapi lini produknya. kekurangan. Berikut ini adalah pemaparannya: 4. Petrokimia Gresik (profil perusahaan.1. manfaat. A. Oksigen dan Nitrogen cair. rekomendasi) yangh merupakan insight dari pelaksanaan Kerja Praktek.

dilakukan pembangunan yang didorong oleh Condisit spa dari Italia. I/1963. II/MPRS/1960  ♦ Kepres No. dari Perusahaan Umum menjadi Perseroan dengan nama PT Petrokimia Gresik (Persero). Beberapa bidang usaha PT Petrokimia Gresik adalah:  Industri pupuk  Industri pestisida  Industri kimia  Industri peralatan pabrik 43 .Berikut sejarah singkat berdirinya PT Petrokimia Gresik : ♦ Tahun 1960 Rencana Proyek PT Petrokimia Gresik merupakan proyek prioritas yang didasarkan pada :  TAP MPRS No. ♦ Tahun 1975 Terjadi perubahan bentuk badan usaha. proyek PT Petrokimia Gresik diresmikan oleh Presiden Soeharto dengan bentuk badan usaha Perusahaan Umum. 260/1960 Tahun 1964 Berdasarkan instruksi presiden No. ♦ Tahun 1997 Perusahaan ini berstatus “holding” dengan PT PUSRI. Tahun 1972 Tanggal 10 Juli 1972. ♦ ♦ Tahun 1986 Kegiatan pembangunan terhenti karena krisis ekonomi.

 Mengembangkan potensi usaha untuk pemenuhan industri kimia nasional dan berperan aktif dalam community development. meliputi desa-desa : Kebomas. Pojok Pesisir. Tlogopatut. yaitu :  Mendukung penyediaan pupuk nasional untuk tercapainya program swasembada pangan. Randu Agung Kecamatan Manyar. meliputi desa-desa : Romo Meduran. Jasa rancang bangun dan perekayasaan b) Lokasi Industri PT Petrokimia Gresik saat ini menempati lahan kompleks seluas 450 Ha. 44 . yaitu : ♦ ♦ ♦ c) ♦ Kecamatan Gresik.  Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional dan pengembangan usaha.yaitu : ”Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati konsumen.misi PT Petrokimia Gresik. Karangturi. Tlogopojok Kecamatan Kebomas.” ♦ Misi Misi. meliputi desa-desa : Ngipik. Sukorame. Tepen Visi dan Misi Perusahaan Visi Visi PT Petrokimia Gresik . Areal tanah yang ditempati berada di tiga Kecamatan yang meliputi enam Desa.

nilai perusahaan Nilai – nilai perusahaan PT Petrokimia Gresik adalah :  Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap kegiatan operasional  Memanfaatkan profesionalisme untuk peningkatan kepuasan konsumen.  Mengutamakan integritas diatas segala hal.396 orang 233 orang 16 orang Berdasarkan Tingkat Jabatan : Direksi : 6 orang 27 orang Kepala Kompartemen & setingkat : 45 .III SMTA SMTP SD : : : : : : 101 orang 460 orang 92 orang 2. • • • • • • 2.  Meningkatkan inovasi untuk memenangkan bisnis. • • Berdasarkan Tingkat Pendidikan : Pasca Sarjana Sarjana D.  Berupaya membangun semangat team work uang sinergis d) POSISI TENAGA KERJA (per 31 Desember 2009) : 1.♦ Nilai.

Petrokimia Gresik. lokasi perusahaannya. serta struktur organisasi perusahaan. Petrokimia Gresik: 46 .. 4.• • • • • • e) Kepala Departemen & setingkat Kepala Bagian & setingkat Kepala Seksi & setingkat Kepala Regu & setingkat Pelaksana & setingkat Calon Karyawan : 78 orang : 193 orang : 472 orang : 990 orang :1. Petrokimia Gresik (dapat dilihat di lampiran) Dari wawasan yang didapat tersebut. Petrokimia ini dibentuk. visi dan misi. ada manfaat yang dapat diambil.1.2 1. Beberapa maanfaat itu adalah dapat mengetahui sejarah perusahaan PT. tenaga kerja. Dengan demikian maka dapat lebih mengetahui bagaimana PT.486 orang : 46 orang Struktur Organisasi PT. Teknik Pengendalian Kualitas Pengetahuan Tentang Produk Berikut ini adalah produk – produk dari PT.

CO2 47 . H2SO4 Pabrik Urea : 1. 2. Gas alam 2. Produk PT. NH3 2. Udara Pabrik CO2 : Pemurnian CO2 produk samping dari pabrik NH3 Pabrik O2 & N2 cair Pabrik ZA : Udara : 1. NH3 2. dan 3: a) Bahan Baku Area Pabrik 1 • • • • • Pabrik NH3 : 1. Petrokima Gresik Berikut adalah bahan baku pada pabrik 1.Gambar 3.

Borak Pabrik TSP Rock ) 2. N .P . CuSO4. Udara kering 48 . KCl Pabrik HCl samping Pabrik ZK : Pemurnian produk Bahan Baku Area Pabrik 3 • Pabrik H2SO4 : 1. KCl • • • Pabrik NPK Kebomas NH3 : Urea. • • • c) Pabrik DAP : 1.K . H2SO4 4. H2SO4 2. H3PO4 2. H3PO4 2. NH3 Pabrik ZK : 1. ZA. Batuan fosfat (P. NH3 3. H3PO 3. H3PO4 : 1. Dolomite.b) Bahan Baku Area Pabrik 2 • Pabrik SP-36 / Superphos : 1. Zn.(Mg/Zn/Cu/B) : DAP. Filler • Pabrik Phonska/NPK (15 . Kieserite. KCl. Belerang 2. SO4 . H3PO4 .15 – 15 ) : 1. Batuan fosfat 2.

Batuan fosfat 2. Al(OH)3 2. Crude Gypsum 2. Biuret : H2O . H2SiF6 • • Pabrik ZA II : 1. P2O5. N. Mesh : Purity : Purity UREA 3 x / Hari ZA 3 x / Hari N2 & 02 1 x / Hari CO2 1 x / Hari UTILITAS 3 x / Hari LABORATORIUM PABRIK II   SP-36 & Mesh 6 x / Hari : H2O. K & 49 . Pengendalian Kualitas PT. CO2 2. NH3 3.Semen Retarder Pabrik AlF3 : 1. Purified Gypsum : 1. P2O5. H2SO4 : 1. Sulfur PHONSKA 6x / Hari Mesh : H2O. FA. H2O & Oil : H2O . Petrokimia Gresik LABORATORIUM PABRIK I       NH3 2 x / Bulan : NH3 .• • Pabrik H3PO4 Pab.

BD. Sludge & 3x / Hari : Purity. K & : FA & Cl : FA & Cl : HCl. P2O5. Fe.H2O ALF3 ZA II 6x / Hari 3x / Hari : Free H2O & : LOI . Petrokimia Gresik: 50 . FA & Mesh UTILITAS 3 x / Hari Berikut ini dijelaskan juga fungsi dari beberapa bagian untuk pengendalian kualitas. SiO2 & BD : H2O.   KEBOMAS 3x /Hari Mesh ZK SEMI PRODUK 12x / Hari ZK PRODUK 6x / Hari HCL RFO 1x / Hari (REHABILITATION : H2O. Fe & SO4 & FLEXIBILITY   OPERATIONS ) = PHONSKA  UTILITAS 3x / Hari LABORATORIUM PABRIK III       H3PO4 SS H2SO4 Temperatur 3x / Hari : P2O5. BD & CR. tujuannya adalah untuk menjaga kualitas bahan baku sampai produk jadi untuk PT. N. Sg. Crude & PURI 6x / Hari Comb.

Beberapa maanfaat itu adalah dapat mengetahui tentang bahan baku apa saja yang dibutuhkan untuk proses produksi di PT. Penyediaan Chemical dan peralatan laboratorium. Petrokimia Gresik. proses (setengah jadi) . Bagian Laboratorium Uji Kimia • • • Melakukan pengujian bahan masuk (incoming) Sertifikasi semua produk yang akan dipasarkan (out going) Melakukan analisa Emisi dan Limbah untuk kepentingan Lingkungan & K3 • Melakukan kalibrasi semua peralatan Laboratorium. Petrokimia Gresik & menerima jasa analisa dan kalibrasi dari luar perusahaan • Melakukan penelitian bahan baku & bahan penolong sebagai bahan proses produksi. bahan masuk proses. dan produk akhir pada areanya masing . alternatif pengganti dan menerima jasa penelitian dari pihak luar untuk menunjang kelancaran • Dari wawasan yang didapat tersebut.Bagian Laboratorium Pabrik I /II/III : • Melakukan pengujian terhadap Utilitas. Selain itu juga dapat mengetahui tentang bagaimana cara mengendalikan kualitas mulai dari bahan baku sampai 51 .masing. Staf Evaluasi Proses : • Melakukan evaluasi proses di PT Petrokimia Gresik. ada manfaat yang dapat diambil.

kerusakan. kebakaran. Di PT.Petrokimia Gresik sendiri penerapan K3 yang dilakukan adalah dengan beberapa dasar yang merupakan kebijakan manajemen.produknya dilihat dari prosedur dan proses – proses pengendalian kualitas tersebut. Konsep dasar pelaksanaan K3 adalah dengan adanya teori penyebab terjadinya kecelakaan dan kerugian akibat kecelakaan. Permen Naker no.3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perusahaan dalam upaya mencegah dan mengendalikan kerugian yang diakibatkan adanya kecelakaan. Sedangkan kerugian yang diakibatkannya meliputi kerugian pada aspek manusia dan aspek financial. 52 . dan untuk mencapai nihil kecelakaan yang disertai dengan adanya produktivitas yang tinggi sehingga pengoptimalan tujuan perusahaan juga dapat tercapai. Untuk mengatasi kemungkinankemungkinan tersebut maka pihak direksi menerapkan kebijakankebijakan K3 sebagai berikut. Direksi berusaha untuk selalu meningkatkan perlindungan K3 bagi setiap orang yang berada ditempat kerja serta mencegah adanya kejadian dan kecelakaan yang dapat merugikan perusahaan. unsafe condition (10%). Penyebab terjadinya kecelakaan kerja antara lain karena human error (88%). Sasaran pencapaian penerapan K3 di Petrokimia Gresik adalah untuk memenuhi UU no.1. 1/1970 tentang keselamatan kerja. dan bahaya lainnya yang terjadi baik pada tenaga kerja maupun perusahaan itu sendiri perlu adanya penerapan K3. dan factor-faktor lainnya (2%). 1. PER/05/MEN/1996 tentang system manajemen K3. 4.

5. Untuk organisasi structural dikepalai oleh karo lingkungan dan K3.2. Dalam hal terjadi keadaan darurat dan/atau bencana pabrik. 1/1970 tentang K3. 4. Kabag pengendalian lingkungan. Perusahaan menerapkan UU no. kemudian eselon dibawahnya ada Kabag teknologi lingkungan. 05/Men/1996 tentang SMK3 serta peraturan dan norma dibidang K3. dan safety representative.Petrokimia Gresik adalah terdiri dari 2 organisasi. sub P2K3. Kabag PMK. Setiap orang yang berada di unit kerja wajib menerapkan serta melaksanakan ketentuan dan pedoman K3. Permen Naker no. Setiap pejabat dan pimpinan unit bertanggungjawab atas dipatuhinya ketentuan K3 oleh setiap orang yang berada di unit kerjanya. Sedangkan untuk organisasi non structural terdiri dari Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (P2K3). setiap karyawan wajib ikut serta melakukan tindakan penanggulangan. yaitu yang bersifat structural dan non structural. Organisasi K3 yang ada di PT. 3. Kabag K3.4 System Manufactur / Proses Produksi 53 .1. dan Staf madya LK3. 4.

Pertama-tama dilakukan penghisapan air dari sungai ke stasiun pemompa air. penyediaan steam dan udara instrument.Gambar 4. Sinkronisasi proses produksi antar pabrik 1. a. Pada unit pengolahan air sendiri. Prosesnya terdiri dari beberapa langkah yang akan dijelaskan secara umum.Bengawan Solo) dan gunung sari (S. Selanjutnya flokulasi dan koagulasi untuk mengendapkan suspense partikel koloid. bahan bakunya berasal dari water intake babat (S. Kemudian air yang telah dipompa disaring dengan menggunakan carse dan fine screen untuk memisahkan kotoran yang berukuran besar. Unit Utility (service unit) Wawasan/pemahaman Pada unit ini terjadi proses pengolahan air.Brantas). setelah itu dilakukan proses pengendapan partikel-partikel yang tersuspensi dalam air dengan menggunakan settling pit. penyediaan listrik. alun dan kapur 54 . Pengendapan ini dibantu dengan polyelectrolit.

Selain itu untuk kebutuhan listrik. Unit ini bertugas memproduksi uap dengan kapasitas 400 ton/jam untuk tiap boilernya dengan tekanan 65 kg/cm2 dan temperature 465 C untuk keperluan pabrik I dan anak perusahaan. Uap yang dihasilkan oleh boiler diklasifikasikan menjadi 3 tekanan. Gas Turbine Generator (TG-2208 dengan kapasitas 33MW). PKG masih membutuhkan supply dari PLN untuk memenuhi kekurangan pasokan listrik. 55 . Bagian utility memiliki 4 pembangkit listrik. gedung-gedung administrasi/kantor pusat Petrokimia Gresik. Pendistribusian listrik dilakukan ke operasional pabrik I (utama).(CaCO3). Unit kedua pada bagian utility adalah penyediaan tenaga listrik. Klasifikasi tegangan listrik yang diperlukan adalah antara 6000-220 volt tergantung pemakai. yaitu Steam Turnin Generator TG-1101 ABC (sudah tidak digunakan). heater. dan perumahan dinas petriokimia. Unit ini merupakan 4 buah boiler tipe B dan W jenis pipa air dengan pemanas dua tingkat. yaitu High pressure steam (type pipa air/water tube) yang dikirim ke pabrik amoniak. operasional pabrik II dan III serta anak-anak perusahaan (sebagian). Proses selanjutnya adalah filtrasi dengan menggunakan saringan pasir silica dan dilanjutkan dengan penampungan. AC dan penerangan serta semua kebutuhan perusahaan. dan low pressure steam untuk steam atomizing dan unit-unit utilitas seluruh proses pabrik I. medium pressure untuk diturunkan menjadi low pressure. Diesel generator DE-2283 dengan kapasitas 1 MW dan DE-1102 ABCD (tidak digunakan). Tenaga listrik ini diperlukan untuk menggerakkan motor-motor listrik.

Penjagaan kemurnian air sangat penting karena jika air tidak murni maka akan terjadi korosi pada mesinmesin yang dilewatinya terutama pada boiler. yaitu dapat mengetahui bahwa sesungguhnya dalam melakukan pekerjaan sebagai pengawas dan pengendali tidaklah semudah seperti yang telah diketahui saat dikuliah. urea dan service unit sendiri. Selain itu air disini digunakan untuk menyediakan bahan baku dalam pembuatan produk dan untuk proses boiler. Untuk prosesnya sendiri terdiri dari proses pengakomodasian tenaga listrik yang berasal dari boiler dan WHB. Air dari compressor tersebut dialirkan kebagian utilitas I khususnya di bagian service unit untuk diserap molekul-molekul H2O nya. dan pengantongan. Selain itu wawasan yang kami dapatkan bahwa proses pada utility ini adalah jantung dari perusahaan ini. Batasan untuk udara instrument adalah kandungan H2O kurang dari 100 ppm. 56 .Unit yang terakhir adalah unit udara instrument yang berasal dari compressor udara dibagian amoniak plant. kami mendapatkan beberapa manfaat. Manfaat Berdasarkan hasil plant tour pada hari jumat tanggal 9 july 2010. Karena seorang operator tidak hanya mengontrol satu mesin. tetapi beberapa mesin secara langsung dan jika ada error dengan mesin itu maka yang disalahkan pertama kali adalah operator tersebut. b. Udara instrument yang dimaksud bertekanan 7 kg/cm2. Kemudian didistribusikan ke pabrik amoniak. pabrik CO2. pabrik ZA I/III. Adapun untuk udara instrument tank bertekanan 4 kg disupply dari compressor C2231 C dimana usernya adalah pabrik utilitas existing. karena semua proses yang akan berlangsung berasal dan bergantung dari availibilitas utility.

Rekomendasi Saran perbaikan yang dapat ditawarkan adalah sebaiknya perusahaan menambah unit-unit pembangkit listrik internal karena hal ini dapat mengefisienkan biaya dari pada harus membeli dari PLN. Kelebihan dan kekurangan Dari hasil kegiatan selam di bagian utility ini kami hanya menemui beberapa kelebihan dan kekurangan saja terkait bagian ini. Sedangkan kekurangan yang kami dapatkan hanya kurangnya pasokan listrik yang diproduksi sehingga mengharuskan perusahaan untuk meminta pasokan dari PLN. d. Selain itu semua karyawan yang yang bertugas disini sangatlah berpengalaman sehingga availabilitas dari unit ini dapat terjaga dan terjamin. Selain itu secepat mungkin konversi gas ke batu bara untuk bahan bakar boiler (pembangkit listrik) dapat terlaksana.c. Kelebihannya adalah bahwa PT. 57 .Petrokimia Gresik dapat menyediakan kebutuhan listrik dan air sendiri untuk memenuhi kebutuhan perusahaan tanpa menggantungkan kepada perusahaan lain.

Setelah itu pupuk ZA ini dikirimkan kebagian patong untuk dikemas dalam kantong plastic/bag. Larutan yang telah terpisah dari Kristal dikembalikan lagi kedalam saturator untuk proses pembentukan Kristal ulang sehingga tidak ada limbah yang terbuang dan bahan baku dapat dimaksimalkan 100 %. 58 . Kemudian Kristal yang terbentuk disalurkan kedalam centrifuge untuk memisahkan Kristal murni dari larutan yang masih ada. Kristal murni imasukkan kedalam dryer untuk dikeringkan dan terbentuklah pupuk ZA. Pemahaman/wawasan Gambar 5.2. Didalam saturator terdapat reaksi pembentukan Kristal ZA ((NH4)2SO4. Proses produksi ZA Proses produksi ZA diawalii dengan inputan bahan baku berupa ammonia dan asam sulfat. Ammonia yang berasal dari pabrik ammonia dan asam sulfat yang berasal dari Dept Prod III dimasukkan kedalam saturator. Pabrik ZA a.

59 . Kelebihan dan kekurangan Kelebihan dari pabrik ini adalah bahwa pabrik ZA merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dengan disusul oleh pabik NPK dan ZK. c. Manfaat Pada hari senin tanggal 12 July 2010 kelompok kami berkunjung ke pabrik ZA. Pada saat penjelasan materi. sehingga kami hanya cukup mengetahui proses produksinya dari hasil report pada control room. Sedangkan kekurangannya hanya terdapat pada mesin yang digunakan pada pabrik ZA I masih tergolong manual dan tua. Rekomendasi Segera mengganti mesin yang telah using dengan yang baru dan sebisa mungkin melakukan otomasi pada mesin dan alat yang digunakan. proses control dan cara-cara yang dilakukan untuk mengontrol proses produksi yang berjalan. Dari kunjungan ini kami kurang mendapatkan wawasan dan pengalaman yang memadai karena tidak dilakukan kunjungan lapangan ke area produksi ZA. selain itu kami juga dijelaskan tentang proses produksi dan reaksi-reaksi kimia yang terjadi. manfaat yang kami dapatkan adalah pemahaman tentang system control. Selain itu kami mendapatkan tambahan wawasan bahwa secara umum operator pada pabrik ZA ini menggunakan feeling dan intuisi mereka dalam mengoperasikan pabrik karena merekan telah sangat berpengalaman dalam bidang produksi ZA. d.b.

Selain CO2 cair. Prosesnya dilakukan dengan menambahkan air sebagai reactor untuk asap/limbah ammonia. b. Pabrik CO2 ini merupakan pabrik terkecil yang ada di Departemen Produksi I.3. Dengan produk samping ini secara otomatis dapat menambah pendapatan PT. semua peralatan yang dimiliki oleh Pabrik CO 2 ini didominasi oleh peralatan dari kontraktor UNION. daging dan aksi panggung. Pabrik CO2 a. Selain itu kami juga mendapatkan wawasan tentang bahan baku yang digunakan oleh pabrikan minuman bersoda dan pengawet ikan/daging segar sehingga dapat membuka pikiran kami tentang kerjasama antar perusahaan. CO2 diproses untuk mendapatkan CO2 cair dan dry ice untuk selanjutnya dijual ke perusahaan lain yang membutuhkan seperti coca cola. 60 . Selain itu dry ice juga dijual komersiil ke distributor dry ice yang mana penggunaanya untuk pengawet ikan.Petrokimia Gresik sehingga terciptanya zero waste dan tidak mencemari lingkungan. dll. Pemahaman/wawasan CO2 cair didapatkan dari pengolahan limbah (asap beracun) dari produksi ammonia agar tidak mencemari udara dan lingkungan. Hal ini sangat berfungsi untuk pencairan dan pembentukan CO2 sendiri. Manfaat Pada hari selasa 13 July 2010 kami melakukan kunjungan ke pabrik CO2 yang merupakan pabrik produk samping dari perusahaan pupuk ini. pabrik ini juga memproduksi N2 dan O2 untuk kepentingan lain seperti pengelasan.Petrokimia Gresik dalam hal profit. Dengan berkunjung pada pabrik ini kami dapat mengetahui proses pengelolaan limbah dan lingkungan yang dilakukan oleh PT.

4. Penjelasan/wawasan Gambar 6. Rekomendasi Tidak ada rekomendasi perbaikan karena perluasan pabrik CO2 akan bergantung pada perluasan pabrik ammonia. Kelebihan dan kekurangan Dari hasil kunjungan. Pabrik ammonia a. Proses produksi ammonia 61 . d.c. kami tidak menemui kelebihan dan kekurangan yang cukup berarti dari pabrik CO2 ini karena pabrik ini hanyalah pabrik yang digunakan untuk mengolah limbah buangan ammonia agar tidak mencemari lingkungan dan untuk menambah profit perusahaan.

Proses ini merupakan proses perubahan gas metan menjadi ammonia. PETROCHINA dan CODEKO. jika terdapat kekurangan pasokan ammonia maka perusahaan akan melakukan import dari perusahaan lain yang memproduksi ammonia.petrokimia Gresik yang mana ditujukan untuk memenuhi target produksi yang telah ditentukan oleh pemerintah. Untuk produk pupuk yang lain bahan dasarnya adalah urea dengan campuran sedikit ammonia juga. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan proses produksi yang terjadi di PT. Pada proses ammonia diawali dari inputan material berupa gas alam yang berasal dari PERTAGAS. Jika ada kelebihan maka kelebihan ini akan diperjual belikan ke perusahaan lain. Dengan kata lain jika pabrik ammonia mati. maka proses produksi yang terjadi pada PT.Petrokimia Gresik karena dalam pembuatan pupuk sangat membutuhkan bahan baku berupa ammonia. 62 . Selain itu kami juga mendapatkan tugas khusus dari pembimbing eksternal untuk mempelajari pabrik ammonia. Selain diproduksi sendiri. tetapi kondisi seperti itu jarang sekali terjadi. Setelah didapatkan ammonia maka proses selanjutnya adalah dengan mendistribusikannya ke pabrik urea dan ZA serta sebagian lagi akan disimpan pada tangki.Hari rabu 14 July 2010 merupakan hari terpenting bagi kami karena kami dapat mempelajari tentang proses ammonia yang merupakan pabrik yang paling menentukan untuk keberlangsungan proses produksi di PT. Proses detailnya secara kimia dapat dilihat pada Bab V yang membahas tentang pabrik ammonia ini.Petrokimia Gresik akan terhenti pula.

Petrokimia Gresik melakukan pembangunan pabrik ammonia lagi untuk tujuan memenuhi kekurangan pasokan ammonia yang dibutuhkan. Rekomendasi Sebaiknya PT. Manfaat Dengan kunjungan ini. untuk hal yang lebih kecil lagi kami juga mengetahui sinkronisasi mesin dalam area satu pabrik maupun lintas pabrik. Selain itu kami juga dapat mempelajari keterkaitan antara pabrik satu dengan pabrik yang lainnya pada depatement produksi I. Kelebihan dan kekurangan Kelebihan dari pabrik ammonia ini adalah output ammonia yang dihasilkan merupakan amona terbaik di Indonesia karena gas alam yang digunakan sebagai bahan baku juga memiliki kualitas yang superior. 63 . d.b. Selain itu juga harus tetap mempertimbangkan biaya pembuatak plant baru yang tidak merugikan perusahaan. Dengan pembelajaran ini membuka wawasan kami untuk berpikir secara logis jika ingin merencanakan suatu pabrik yang sifatnya kontinyu dan berhubungan antar proses seperti PT. c. kami mendapatkan tambahan ilmu dalam hal produksi barang kontinyu dan bersifat intangible (tak tampak). Sedangkan untuk kekurangannya sendiri bahwa supply gas dari supplier sangat terbatas dan kapasitas produksi dari pabrik ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ammonia PT.Petrokimia Gresik yang pada dasarnya penggunaan ammonia untuk pupuk adalah hal pokok.Petrokimi Gresik ini.

5. Karena bahan baku pupuk urea adalah hanya dari ammonia dan proses produksinya dapat berlangsung jika produksi ammonia juga berlangsung. Setelah itu larutan yang terbentuk dimasukkan kedalam stripper 64 . maka pabrik urea juga akan mengalami turn around juga. Proses produksi urea Produksi urea sangat mengandalkan availabilitas dari pabrik ammonia. Pemahaman dan wawasan Gambar 7. Karena dengan persediaan ammonia yang ada di tangki tidak akan cukup untuk produksi urea. Tetapi pabrik ZA masih bisa menggunakan ammonia yang ada di tangki. Proses produksi dari urea diawali dengan masuknya ammonia kedalam reactor untuk membentuk larutan carbamat dan melepaskan H2O dari larutan carbamat untuk membentuk larutan urea. Pabrik Urea a. Hal ini berarti jika pabrik ammonia mengalami turn around.

b. Selain pabrik urea. Manfaat Pada hari kamis 15 July 2010 kami melakukan kunjungan ke pabrik Urea yang mana control room nya menjadi satu ruangan dengan control room Utility dan Amonia. Semua proses yang terjadi telah terkontrol dari DCS urea sehingga di pabrik urea tak terdapat seorang pun yang menjalankan proses. Dengan melihat realisasi kami dapat membandingkan kesamaan proses yang ditunjukkan oleh display pada control room dengan realitanya dilapangan. Setelah itu diilakukan absorber untuk penyempurnaan dekomposisi karbamat dan penyerapan NH3 serta CO2. Butiran yang terbentuk dikirim ke gudang melalui conveyor.7%. CO2 dan urea murni. Awalnya kami diterangkan tentang proses pembuatan urea dengan bantuan display dari mesik control pada DCS urea untuk mengetahui gambaran proses secara umum. Langkah terakhir adalah dengan memasukkan larutan urea kedalam prilling tower untuk membentuk butiran urea. langkah selanjutnya adalah dengan melakukan plant tour untuk melihat realisasi dilapangan. Setelah mengetahui gambaran proses secara umum. hampir semua pabrik yang ada operator hanya menjalankan proses 65 . Untuk butiran yang sempurna akan langsung di bagging dan yang defect akan dikirim dalam bentuk curah ke pabrik NPK. NH3 dan CO2 yang terpisahkan akan diproses ulang di reactor.untuk memisahkan kelebihan NH3 dan menguraikan sisa carbamat menjadi NH3 dan CO2. Kemudian dimasukkan kedalam cocetrator untuk pemekatan larutan urea menjadi 99. Kelebihan NH3 akan dibawa kembali kedalam reactor untuk diproses ulang. Selanjutnya larutan urea dimasukkan kedalam decomposer untuk memisahkan NH3.

66 . Kami juga ditunjukkan cara membaca tekanan yang ada pada kompresor sehingga dapat memperkirakan pengaturannya secara manual. kami mendapatkan satu pengalaman penting yaitu melihat secara langsung proses pendinginan larutan urea menjadi padatan urea di ruangan tertutup yang suhunya dingin. Sedangkan kekurangnnya terdapat pada umur pabrik yang tertua bersamaan dengan pabrik ammonia. Selain itu kami juga dijelaskan bagaimana mengatasi masalah kebocoran pipa atau yang lainnya yang mana sedang terjadi di pabrik urea ini. Saat itu terjadi kenaikan unsur silikat pada air yang digunakan untuk produksi sehingga dapat membahayakan masin-mesin yang ada terutama kompresor.dari control room karena PT. Jika ditinjau dari unsur kimianya urea yang dihasilkan memiliki kandungan silikat yang sangat minimum yang mana sangat memenuhi dari kebutuhan dan batasan silikat untuk tanah. Selain itu kami juga diperlihatkan pakerja maintenance yang sedang memperbaiki pipa yang bocor dengan cara manual. Dari hasil plant tour yang kami lakukan. Rekomendasi pengembangan produk urea lagi untuk Melakukan kebutuhan kepuasan konsumen. d. c. Cara yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuang larutan atau air itu dan mengganti dengan air baru yang kandungan silikatnya memenuhi baku mutu.Petrokimia Gresik merupakan pabrik kimia yang sangat berbahaya untuk manusia. Kelebihan dan kekurangan Kelebihan dari pabrik urea terdapat pada kualitas produk yang dihasilkan.

Struktur Organisasi Kompartemen Pengadaan Bisnisnya adalah pengadaan barang dan jasa. Kompartemen Pengadaan Biro Pengadaan Biro PGM Gambar 8. Dalam melakukan pengadaan terdapat pakta integritas yaitu keputusan bersama untuk tidak melakukan tiga hal yaitu korupsi. Untuk menghindari adanya KKN terutama dalam tender maka ada ujian khusus tentang proses tender dan pengadaan dimana akan di uji oleh tim khusus. Di biro ini kami dijelaskan tentang proses bisnis yang terjadi di PT. Biro PGM dan Pengadaan (procurement management) Senin 19 July 2010 dilakukan kunjungan ke biro PGM dan Pengadaan untuk mengetahui proses pengadaan bahan baku dan spare part secara umum.Petrokimia Gresik mulai dari pemilihan supplier. dan nepotisme. kolusi.1.80 tahun 2003 sedangkan untuk barang subsidi peraturan yang digunakan adalah APBN.Petrokimia Gresik. Di PT Petrokimia Gresik . Sedangkan peraturan yang digunakan masih menganut pada keputusan presiden no. kompartemen pengadaan membawahi biro pengadaan dan biro PGM. proses order dan delivery sampai di PT.5 Suplly Chain Management dan Manajemen Logistik 1. Untuk 67 .4.

yang lulus kurang lebih 25% akan di beri sertifikat ahli pengadaan barang. Sehingga dalam tender harus ada ahli pengadaan agar tidak terjadi KKN. Alur pengadaan barang di PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut : MMR → PR → INQ → QOUT → EVAL → CLAR → NEGOSIASI → PO → DELIVERY →VERIFIKASI→WHS

MMR ( Maintenance Material Repotition) merupakan informasi mengenai spesifikasi, quantity, due date ( diperlukan kapan).

PR merupakan informasi mengenai spesifikasi, quantity, due date ( diperlukan kapan), harga, dan vendor ( vendor masih dibatasi).

Evaluation Evaluasi biasanya dibuat dalam bentuk lembar evaluasi dari PGM ke pengadaan kemudian ke end user. Yang di evaluasi adalah spesifikasi, harga, waktu, serta anggaran yang tersedia.

Clarification/ klarifikasi Sangat diperlukan agar tidak terjadi salah paham karena MMR yang dibuat harus sama dengan PR.

Negosiasi Berdasarkan Kep Pres 80, seharusnya perusahaan dengan vendor tidak boleh ada negosiasi. Jika owner estimated over

68

maka gagal memakai tender tersebut karena owner estimated sudah di hitung oleh tenaga ahli serta dengan adanya negosiasi para vendor bisa main-main dengan perusahaan. Para vendor bisa setuju dengan harga yang diyawarkan perusahaan akan tetapi kualitas yang akan diberikan oleh vendor yaitu jelek.


PO ( Purchase Order) = sessuai dengan penawaran Delivery PT Petrokimia Gresik lebih suka dengan point of delivery ( titik dimana barang sudah berpindah resiko dari penjual kepada pembeli). Maka untuk barang dari luar negeri harus adan COO, COA,BIL

Verifikasi Mencocokkan barang yang datang dengan PO, untuk mengecek barang yang sudah datang apakah termasuk barang halal tidal ilegal, dokumennya jelas serta barang tersebut sudah dikenai pajak. Di PT. Petrokimia Gresik pada saat barang datang yang

terlibat antara lain PGM, ISTEK, PROSLAB, USERS. Jika barang yang tidak cocok maka barang tersebut akan dikembalikan dan jika waktu PO (25 hari) masih ada maka vendor akan diberi kesempatan untuk mengirim lagi dan jika waktu habis maka vendor tersebut akan di reject oleh PT. Petrokimia Gresik. Pemilihan vendor di PT Petrokimia Gresik dilakukan dengan cara pra dan pasca kualifikasi dan yang dilihat dari vendor tersebut adalah infrastruktur, tenaga ahli, serta supply chain-nya.

69

Perencanaan bahan baku yang dilakukan oleh biro pengadaan secara umum menggunakan rumus: Q min = C/R x LT + SF ( C/R x LT ) untuk ROP Dalam melakukan pemesanan perusahaan PT Petrokimia Gresik tidak berdasarkan jarak akan tetapi yang lebih dipentingkan adalah ketersediaan dari barang tersebut. Untuk mengatasi shortage, bahan baku direncanakan oleh biro PGM yang harus sesuai dengan RKP. Di PT Petrokimia Gresik, pengadaan dikatakan sukses jika mahal tetapi sesuai prosedur dan murah tidak sesuai dengan prosedur. Pengadaan dikatakan tidak sukse jika mahal dan tidak sesuai dengan prosedur. Permasalahan yang biasanya muncul pada waktu melakukan pengadaan adalah spesifikasi salah, verifikasi menjadi terhambat karena dokumen salah. 2. Biro Pemasaran (Manajemen Pemasaran) Pada departemen pemasaran terdapat bagian-bagian tersendiri yang tugasnya berbeda tetapi dalam satu lingkup penjualan produk. Misalnya bagian perencanaan pemasaran, pengendalian pemasaran dan pengembangan pasar. Selain itu ada bagian administrasi pemasaran, bagian pemasaran produk non pupuk dan jasa, serta bagian pemasaran produk pupuk. Untuk produk-produk pupuk dan non pupuk maupun jasa dapat dilihat di tabel dibawah ini.

70

Tabel 1. Produk jasa 71 . Produk non pupuk Tabel 3. Produk pupuk Tabel 2.

PT. Sering ditemui harga pupuk yang naik turun secara drastic. Sarana dan prasarana ini sanngat diperlukan dalam hal pengadaan bahan baku. 72 . pergudangan.Petrokimia Gresik hanya dapat bermain harga pada produk-produk non pupuk dan jasa. dan pusat layanan pelanggan. Untuk system pemasaran sendiri PKG telah menerapkan system pemasaran yang terintegrasi. Untuk pemasaran sendiri PKG ditunjang dengan sarana dan prasarana pelabuhan. alat transpurtasi darat dan laut. Selain itu pupuk merupakan produk subsidi pemerintah yang harganya telah ditentukan atas persetujuan direksi dengan pemerintah.Pemasaran produk pupuk harus dilakukan sesuai dengan peraturan-peraturan dan keinginan dari Negara karena perusahaan ini adalah milik Negara dan pupuk disini ditujukan untuk peningkatan tanaman pangan. untuk menjamin akan ketersediaan pupuk dan meminimalisir penyelewengan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. kebanyakan dari kasus seperti itu merupakan permainan dari istributor atau retail yang mangkir dari peraturan yang disepakati bersama dengan pihak PKG. begitu juga jika sebaliknya. Jika harga bahan baku atau pupuuk turun. perusahaan telah menempatkan beberapa Sales Supervisor (SS) dibeberapa wilayah yang telah dibagi-bagi. harga pupuk PKG akan tetap seperti harga awal. Sehingga profit yang didapatkan sangatlah bergantung dari kebijakan direksi dan pemerintah. pusat riset. pemasaran produk sampai dengan promosi produk.

Gambar 9. dukungan tenaga sales supervise. publikasi lewat media. dukungan system teknologi informasi. Selain itu PKG juga melakukan promosi dan layanan pelanggan dengan cara melakukan demplot (perconttohan penggunaan pupuk baru). sosialisasi kepada konsumen. layanan bebas pulsa dan 73 . Alur distribusi Dalam penjualan pupuk sendiri PKG menerapkan system penjualan yang tujuannya adalah untuk memuaskan pelanggan. pengawasan penyaluran. Integritas pemasaran Alur distribusi produk : Gambar 10. pembinaan jaringan distribusi. dan penunjukan distributor secara selektif serta menerapkan metode after sales service. efisiensi waktu pengiriman. Untuk mencapai hal tersebut maka dilakukan dengan beberapa cara seperti simplikasi prosedur penjualan. efektivitas layanan penjualan.

pengorganisasian. Secara rantai pasok.1. Pengertian manajemen produksi itu sendiri merupakan salah satu kegiatan perencanaan. 74 .6 Manajemen Produksi Manajemen produksi merupakan salah satu bentuk manajemen yang tak terpisahkan dalam suatu proses manufaktur. Alur Supply Chain Management 4. menekan biaya serendah mungkin. Dengan manajemen produksi diharapkan semua sasaran yang telah ditentukan seperti mencapai target produksi. Relasi antar bagain atau biro : Keterkaitan antara biro pengadaan dan pemasaran dimediasi oleh pabrik-pabrik atau bagian yang membutuhkan kinerja dari kedua bagian tersebut. meningkatkan utilitas mesin. pengelolaan dan pengawasan dari produksi dan proses produksi untuk mencapai tujuan dan sasaran produksi. Secara diagramatik dapat ditunjukkan dengan alur seperti ini: Gambar 11. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk memuaskan konsumen. dan meningkatkan kualitas K3 untuk zero accident dapat tercapai dengan maksimal sesuai rencana awal. menekan down time.pameran. Beberapa cara tersebut juga berlaku untuk beberapa produk non pupuk dan jasa.

Bagian-bagian yang lainnya adalah bagian ammonia. pengorganisasian. Sedangkan bagian utility merupakan bagian yang 75 . salah satunya bagian candal. Adapun struktur organisasi dari departemen produksi I adalah sebagai berikut. pengelolaan dan pengawasan terhadap produksi dilakukan. Dibagian inilah proses perencanaan. Masing-masing bagian ini dikepalai oleh kepala bagian dan dibawah kepala departemen I.PETROKIMIA Gresik) yang mana dikepalai oleh kepala bagian candal. 2.Proses manajemen produksi ini sendiri dilakukan oleh bagian perencanaan dan pengendalian (bagian candal PT. serta bagian pantong dan produksi samping.: Kadep Produksi I Bagian Pengawas Shift Bagian ZA / III I Bagian NH 3 Bagian Utilitas Bagian Urea Bagian Pengantongan I& Produk Samping Bagian Candal Produksi I Gambar 12. Khususnya pada departemen produksi 1 terdapat 6 bagian. pabrik urea = 1400 ton/day. bagian ZAI/III. pabrik ZA I = 600 ton/day dan pabrik ZA III = 610/day. bagian urea. 3) terdapat bagian candal tersendiri yang bertugas seperti yang telah diuraikan diatas. Pada setiap pabrik (pabrik 1. Struktur organisasi departemen produksi 1 Kapasitas produksi untuk pabrik ammonia = 1350 ton/day.bagian utility I.

kegiatan perencanaannya menganut pola time series yang mengandalkan data-data masa lalu dan data-data ini diambil 5 tahun kebelakang. bagian terakhir dari departemen produksi I adalah bagian candal yang didalamnya terdapat dua proses perencanaan dan pengendalian produksi (PPC). dan menantang. Tetapi pada prakteknya. Secara definisi planning and production control merupakan usaha manajemen untuk merencanakan dasar-dasar dari proses transformasi input menjadi output sehingga menghasilkan output tepat waktu. steam (uap) dari WHB (demin) dan boiler B1102. proses forecasting yang dilakukan tidak dengan menggunakan software atau perhitungan detail. realistis. Dalam PT. akurat. tetapi hanya mengandalkan pengalaman. Dalam hal ini. berkelanjutan. Petrokimia Gresik. perkiraan dan perasaan sehingga prosesnya lebih mudah. berbiaya rendah dengan kualitas tinggi atau memenuhi spesifikasi yang diinginkan oleh konsumen. terpadu. 76 . Selain itu juga dengan menggunakan data kegagalan operasi dan penyebabnya untuk dapat menentukan waktu perawatan dan tindakan menanggulanginya. cepat dan sederhana. terukur. Dapat dikatakan bahwa bagian utility ini adalah jantung dari pabrik I dan jika bagian utility terganggu maka pabrik I kemungkinan akan mati. Sehingga diperlukan pendapat dari banyak orang yang mana bertanggungjawab dibagian candal.menyediakan tenaga listrik (GTG). kelemahannya adalah unsur subjektivitas masih terlalu tinggi. Seperti yang telah dijelaskan diatas. Oleh karena itu PPC ini memiliki sifat berjangka waktu. dan soft water (bersumber dari sungai brantas dan bengawan solo) untuk kelangsungan proses produksi.

material. Untuk mendapatkan proses manajemen yang baik. machine. 4. Petrokimia Gresik Pada bagian ini akan dijelaskan tentang perbandingan keseluruhan toeri di perkuliahan dengan aplikasi yang diterapkan di 77 . Jika salah satu dari syarat ini tidak dapat dipenuhi maka dapat dipastikan bahwa rencana yang telah dibuat akan gagal. Semua perencanaan yang dilakukan hanya digunakan untuk memuaskan konsumen. Semua ini merupakan bentuk loyalitas konsumen agar keberlangsungan perusahaan tetap terjaga. method. Kemampuan pabrik ditentukan dengan 5 M. konsumen akan percaya terhadap perusahaan dan membeli produk lain yang dihasilkan PT. Terdapat 2 hal yang sangat harus diperhatikan dalam merencanakan produksi adalah kemampuan pasar dan kemampuan pabrik. bulanan dan tahunan yang berguna untuk mengendalikan produksi dan memperbaiki proses produksi yang ada agar tetap baik dan berjalan secara kontinyu. Hal ini termasuk saat pabrik terjadi shutdown. Petrokimia Gresik. yaitu man. konsumen tidak akan peduli lagi dengan promosi produk dari pesaing karena konsumen telah fanatic kepada produk PT.2 Perbandingan Teori Perkuliahan Dengan Aplikasi yang Diterapkan di PT. dan money. biasanya dibuat laporan harian. Dengan tujuan agar konsumen mau membeli kembali. Petrokimia Gresik.Proses perencanaannya dimulai dengan perencanaan produk terlebih dahulu kemudian melihat kapasitas mesin dan baru melakukan perencanaan material yang dibutuhkan. dan konsumen menjadi marketer.

produksi pupuk Urea yang diramalkan adalah: 1596 + 1646 + 1632 + 1682 + 1657 + 1698 / 6 = 1652 ton pupuk Urea Begitupula dengan aplikasi – aplikasi ilmu yang lainnya. Biro Perencanaan Produksi sedikit memakai teori seperti MPS dan MRP. Secara Garis besar. Petrokimia Gresik.PT. teori yang dipelajari di perkuliahan (system manufaktur. manajemen pemasaran. sedikit yang menggunakan teori ilmu perkuliahan untuk diterapkan 78 . kemudian dicari mean. dll) itu dipakai dalam teori untuk system kerja di PT. supply chain management. sehingga akan ditemukan peramalan untuk produksi tahun depan. Mayoritas karyawan / pegawai dan operator yang bekerja lebih menggunakan pengalamannya untuk mengoperasikan system kerja di PT. sebagian besar teori – teori tersebut tidak digunakan. Contoh: Produksi pupuk Urea Tabel 4. Sebagai contoh untuk meramalkan produksi pupuk Urea di tahun depan. namun biasanya akan melihat angka produksi beberapa tahun sebelumnya (10 tahun). Petrokimia Gresik. Petrokimia Gresik. manajemen organisasi dan sumber daya manusia. Namun dalam aplikasi kerjanya. Contoh data produksi urea Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Produksi 1596 ton 1646 ton 1632 ton 1682 ton 1657 ton 1698 ton ? Maka untuk 2011.

Namun dilihat dari keberlangsungan perusahaan dan profit perusahaan. dan juga tidak membuat perusahaan menurun dalam pencapaian profit. dll. Petrokima Gresik. Petrokimia Gresik masih bisa berkembang dan mengalami kemajuan dalam segala aspek.di PT. manajemen kerja. BAB V TUGAS KHUSUS PABRIK AMONIAK 79 . Pada intinya. profit perusahaan. PT. baik system kerja. hal yang demikian itu tidak membuat PT. Petrokimia Gresik terhambat dalam operasi system kerja.

Ketiga perusahaan ini terdiri dari PT. Gas-gas yang diperoleh oleh PKG selanjutnya dilakukan proses produksi untuk menghasilkan ammonia. gresik.1.659 sedangkan udara yang dibutuhkan harus mengandung N2 (79 % mol) tekanan atmosfer.3 kg/cm2A total S (sebagai H2S) 25 ppm dan berat mol 19. Supply Chain Management 5. Sedangkan gas buni didapatkan dengan membeli dari beberapa supplier. Bahan baku ammonia terdiri dari gas alam dan udara. dan Kodeco. Kapasitas produksi ammonia sebanyak itu belum mencukupi kebutuhan 80 .6 C tekanan 19.Petrokimia Gresik untuk saat ini adalah sebanyak 3 perusahaan. Uraian dari gas bumi dan udara yang diperlukan dapat dirinci sebagai berikut : kadar CH4 85. Ammonia yang dihasilkan oleh internal PKG sendiri sekitar 1350 ton/hari.1. Supplier gas yang dipercaya PT. Udara didapatkan dari alam bebas tanpa melakukan pembelian karena tersedia bebas dialam. Gas alam yang disupply ke PKG memiliki kualitas yang lebih baik dari pada gas alam yang diproses oleh Pusri dan PKT. dan kodeco berlokasi di gresik juga. langkah awal yang dilakukan adalah dengan melakukan pengadaan bahan baku atau material. PT.Petrochina. Proses Pengadaan Gas Alam dan Amoniak Sebelum dilakukan proses produksi.1. Lokasi dari ketiga perusahaan ini secara berturut-turut adalah madura.76 % volume temperature 15.5.Pertagas.

Tetapi perusahaan yang sering dimintai supply ammonia adalah PKT Bontang. Pusri. waktu. due date ( diperlukan kapan). Pusri dan Mitsui. Kebutuhan supply dari ammonia sendiri sekitar 1000 ton/hari karena kebutuhan ammonia sehari yang diperlukan oleh PKG adalah sekitar 2350 ton. • Evaluation Evaluasi biasanya dibuat dalam bentuk lembar evaluasi dari PGM ke pengadaan kemudian ke end user. harga. PIM. • Clarification/ klarifikasi 81 . AAF dan lain-lain. Mitsui. quantity. Oleh karena itu diperlukan supply ammonia dari luar PKG. • PR merupakan informasi mengenai spesifikasi. serta anggaran yang tersedia. supplier ammonia yang dipilih berasal dari PKT bontang. Yang di evaluasi adalah spesifikasi. Alur pengadaan bahan baku dan spare part pabrik di PT Petrokimia Gresik secara umum adalah sebagai berikut : MMR → PR → INQ → QOUT → Evaluasi → Clarifikasi → Negosiasi → Purchase Order → Delivery Order → Verifikasi → Warehousing • MMR ( Maintenance Material Repotition) merupakan informasi mengenai spesifikasi dan quantity produk.ammonia untuk produksi urea dan ZA. Mitshubisi. dan vendor ( vendor masih dibatasi). harga. serta due date ( diperlukan kapan).

Maka untuk barang dari luar negeri harus adan COO. untuk mengecek barang yang sudah datang apakah termasuk barang halal tidal ilegal. ISTEK. USERS. Para vendor bisa setuju dengan harga yang diyawarkan perusahaan akan tetapi kualitas yang akan diberikan oleh vendor yaitu jelek. seharusnya perusahaan dengan vendor tidak boleh ada negosiasi. dokumennya jelas serta barang tersebut sudah dikenai pajak. Di PT Petrokimia Gresik pada saat barang datang yang terlibat antara lain PGM. PROSLAB. Jika owner estimated over maka gagal memakai tender tersebut karena owner estimated sudah di hitung oleh tenaga ahli serta dengan adanya negosiasi para vendor bisa main-main dengan perusahaan. COA. • • PO ( Purchase Order) = adalah order pembelian sessuai dengan penawaran Delivery PT Petrokimia Gresik lebih suka dengan point of delivery ( titik dimana barang sudah berpindah resiko dari penjual kepada pembeli). • Negosiasi Berdasarkan Kep Pres 80.BIL • Verifikasi Mencocokkan barang yang datang dengan PO.Sangat diperlukan agar tidak terjadi salah paham karena MMR yang dibuat harus sama dengan PR. Jika barang tidak cocok maka barang tersebut akan dikembalikan dan jika waktu PO (25 hari) masih ada maka vendor akan diberi kesempatan untuk 82 .

1. steam reforming. Penyediaan gas synthesa Pemurnian gas synthesa Sintesa ammonia Refrigerasi Purge gas recovery Sedangkan tahap penyediaan gas synthesa sendiri merupakan tahap kunci dalam keberlangsungan proses produksi. Pengadaan dikatakan tidak sukses jika mahal dan tidak sesuai dengan prosedur. Proses Produksi Amoniak Setelah semua material terutama gas alam yang dibutuhkan untuk proses produksi ammonia tersedia. maka proses selanjutnya adalah memproduksi material yang ada untuk dijadikan ammonia.1. Secara umum proses produksi ammonia dibagi menjadi 5 tahap proses. Sedangkan untuk ammonia impor akan dimasukkan kedalam tangki TK. 5. Tahap ini meliputi desulfurisasi bahan baku.801/SP. Di PT Petrokimia Gresik. 2. Hal tentang pengadaan barang ini juga terjadi pada pengadaan ammonia import. Jika pengadaan sukses maka material yang telah diterima akan ditempatkan ke tempat penyimpanan sementara untuk menunggu proses.mengirim barang lagi dengan spesifikasi dan ketentuan lain yang sama seperti kesepakatan diawal dan jika waktu habis maka vendor tersebut akan di reject oleh PT Petrokimia Gresik. Tahap-tahap proses tersebut adalah sebagai berikut. 4.2. 3. 5.501 untuk disimpan sebelum dijual atau digunakan. dan CO shift conversion 83 . pengadaan ammonia dan material lainnya dapat dikatakan sukses jika mahal tetapi sesuai prosedur dan murah tetapi tidak sesuai dengan prosedur.

pada HTS & LTS. Sulfur merupakan racun bagi katalis sehingga wajib untuk dihilangkan. Setelah tahap ini dilanjutkan dengan proses pemurnian gas yang meliputi CO2 removal dan methanasi. Kemudian dilanjutkan dengan tahap-tahap setalah itu. Primary and secondary reformer 84 . yaitu senyawa sulfur reaktif yang dapat ditangkap dengan mudah oleh katalis ZnO dan senyawa sulfur non reaktif yang tidak dapat ditangkap. Untuk senyawa sulfur non reaktif diperlukan katalis cobalt molybdate (Co-Mo) dengan menambahkan gas H2 dari syn loop.maka semua nyawa S organic baik reaktif maupun non reaktif akan di hidrogenasi pada katalis Co-Mo menjadi H2S. Proses pendetailan tiap tahapannya dapat dijelaskan sebagai berikut. Ada 2 macam unsur sulfur dalam gas alam. Proses desulfurisasi Proses ini merupakan proses penghilangan senyawa belerang (S) yang terkandung didalam gas bumi (natural gas).1 ppm b. reaksi yang terjadi adalah : Pada katalis Co-Mo : CH3HS + H2  CH4 + H2S + panas C4H4S +4H2  n – CH4H2O + H2S + panas Pada katalis ZnO : H2S +ZnO  ZnS + H2O + panas Cara ini bimengurangi kadar S sampai menjadi 0. a.

gas CO tidak dikehendaki pada proses pembuatan ammonia.3 % yang dilakukan pada bejana tekan yang dilapisi batu tahan api.83 % c. CO2 = 11. CO shift conversion Salah satu produksi gas dari reformer adalah CO.31 % . H2 = 54. 1.31 % .33 % . CO = 10. CH4 = 12. Secondary reformer : gas dari primary reformer direaksikan lebih lanjut untuk mencapai CH4 sekitar 0.93 % .76 % . H2 = 65. Primary reforming dari bahan baku untuk menghasilkan gas sintesa.26 % . CO2 = 7. 2H2 + O2  2H2O (eksothermis) CH4 + H2O  CO + 3H2 CO + H2O  CO2 + H2 Komposisi gas out : N2 = 23. CO = 13. CH4 = 0.23 % 2. Panas yang diperlukan diperolah dari pembakaran gas dengan udara luar yang sekaligus menghasilkan N2 untuk sintesa NH3.17 % . Ar = 0 % . Dilakukan 2 tingkat reaksi reformer : menghasilkan gas yang mengandung methane (CH4) sekitar 10-12 % yang dilakukan di tube katalis primary reformer CH4 + H2O  CO + 3H2 (endothermis) CO + H2O  CO2 + H2 (eksothermis) Komposisi gas out : N2 = 23. -Q +Q 85 . Ar = 0.3 % .31 % .Steam katalik.

K2CO3 dengan konsentrasi 25-30 % b. KNO2 (Potasium Nitrit) : mengontrol d. dilakukan dengan cara absorbsi gas CO2 oleh media K2CO3 pada : Tekanan tinggi sekitar 28-32 kg/cm2g Temperature sekitar 70 C Media penyerap : a. Sedangkan pada LTS untuk mereaksikan sisa CO sehingga menghasilkan kadar CO yang rendah yang bisa diterima pada proses methanasi dengan suhu 225 C dengan katalis tembaga. DEA (Di Ethanol Amine) sebagai activator. d. CO2 removal Penghilang gas CO2. V2O5 keadaan sebagai oksidasi corrosion dari vanadium. inhibitor reaksi absorbs : K2CO3 + H2O + CO2  2KHCO3 86 . c. CO + H2O  CO2 + H2 Reaksi yang terjadi pada HTS adalah untuk mereaksikan sebagian besar CO pada suhu tinggi (425 C).Shift conversion mengubah hampir semua CO menjadi CO2 dan H2. katalisnya besi (Fe2O3).

Pelepasan CO2 (stripper) Hal ini dilakukan dengan kondisi tekanan rendah 0.32 % . CO = 0 % . CH4 = 0.65 % . Untuk menghindari hal tersebut CO dan CO2 dikonversikan menjadi CH4 yang bersifat inert terhadap katalis di syn loop. CH4 = 0. Reaksinya adalah 2KHCO3  K2CO3 + H2O + CO2 Dengan komposisi gas out : N2 = 25. CO2 = 0.23 % . Untuk menghilangkan H2O sebelum 87 . Ar = 0. Ar = 0. CO + 3H2  CH4 + H2O CO2 + 4H2  CH4 + 2H2O Komposisi gas out : N2 = 25.8 % .3 % .36 % .5-1 kg/cm2g dan temperature 100-130 C (pada temperature saturated).59 % . H2 = 73. Methanasi Gas sintesa yang masih mengandung CO dan CO2 sisa dari hasil proses sebelumnya jika masuk kedalam katalis syn loop akan menjadi racun sehingga menjadi tidak aktif. CO2 = 0 % . H2 = 73. H2O juga bersifat racun terhadap katalis. CO = 0.06 % .e.3 % f. Sintesa ammonia Reaksi pembentukan NH3 dari N2 dan H2 mengikuti persamaan : N2 + 3H2  2NH3 Katalis yang digunakan : besi (Fe2O5) Disamping CO dan CO2. NH3 = % g.32 % .

kadar NH3 out converter 17. Ar) di syn loop. Reaksi berlangsung pada temperature 500550 C. i. He. System refrigerasi terdiri dari compressor. inert nya dipergunakan sebagai fuel gas di primary reformer.2 %. Condensate 88 . CO2 (3000 ppm). Refrigerasi Proses ini digunakan untuk mengembunkan ammonia yang terkandung dalam syn loop. sejumlah kecil gas dikeluarkan dari system. recovery ammonia dari purge dan flash. Steam condensate ini berasal dari sisa steam proses. serta mendinginkan make up gas sebelum masuk dryer. evaporator dan flash drum. Condensate proses dari raw gas separator 102F1 terdiri dari ammonia (1000 ppm). refrigerant condenser.masuk ke syn loop dipasang molecular sieve dryer yang berfungsi sekaligus untuk menyerap sisa CO2 yang masih ada. Purge Gas Recovery Unit (PGRU) merecover NH3 dan hydrogen recovery unit (HRU) merecover H2 untuk dikembalikan ke syn loop proses condensate stripper. Compressor refrigerasi mempergunakan 4 tingkat. methanol (1000 ppm). Purge gas recovery Untuk menjaga inert gas (CH4. Reaksi sintesa ammonia merupakan reaksi kesetimbangan. tekanan 179 kg/cm2g. Purge gas setelah direcovery kandungan NH3 dan H2 nya. sehingga gas tersebut mengandung senyawasenyawa organic yang harus dihilangkan dengan cara stripping. Dan sisa gas yang tidak bereaksi di recycle. alcohol lebih tinggi. h.

Produk ammonia yang belum digunakan untuk produksi urea dan ZA atau ammonia yang belum dijual akan dilakukan penampungan pada tangki ammonia (storage) 8000 dan 10000 ton yang terletak di Departemen produksi II. Untuk menutup kekurangan ini maka perusahaan melakukan impor ammonia yang berasal dari perusahaan ammonia lain. Kontaminan yang telah di stripping terutama NH3 dan CO2 dengan steam meninggalkan 150E (condensate stripper) dan bergabung dengan steam proses menuju ke primary reformer. CO2 0 ppm. Ammonia hasil produksi dari pabrik ammonia adalah sekitar 1350 ton/hari.Petrokimia Gresik adalah : 89 . Selain itu ammonia juga dijual kepada konsumen yang membutuhkan melalui distributor. Hal ini untuk tujuan safety dari tangki sendiri.3 Proses Pemasaran Amoniak Proses produksi ammonia yang dilakukan di Departemen produksi I akan diakhiri dengan pendistribusian ammonia yang terbentuk ke pabrik urea dan ZA. 5.setelah di stripping dikirim ke service unit yang mana mengandung senyawa : ammonia sekitar 50 ppm.Petrokimia Gresik adalah sekitar 2350 ton/hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata kekurangan ammonia per hari adalah sekitar 1000 ton.1. Biasanya volume ammonia yang dimasukkan kedalam tangki tidak sama dengan kapasitas tangki atau dapat dikatakan kurang dari kapasitas maksimum tangki. dan methanol serta alcohol sekitar 50 ppm. Sedangkan rata-rata kebutuhan total ammonia dari PT. Perusahaan pengimpor ammonia untuk PT.

Karena ammonia yang dijual ini berasal dari impor. Sedangkan rincian dari 1000 ton ammonia impor akan dibagi menjadi dua bagian.Petrokimia Gresik ada potensi untuk tidak perlu impor ammonia 90 . 3. Dengan demikian PT.Petrokimia Gresik. yaitu sebesar sekitar 150 ton/hari untuk dijual dan sisanya untuk produksi pupuk sendiri. 2. Perusahaan luar negeri lainnya Menurut sumber dari Jawa Pos.Petrokimia Gresik akan melakukan ekspansi pabrik ammonia untuk memenuhi kekurangan ammonia lagi. 5. Pengertian biaya handling ini sangat mendalam karena tidak sesempit pengertian yang telah diketahui dibangku kuliah. PT.1. 6. PKT Bontang Mitshubisi (PT Kaltim Parna Industri (KPI)) PT. maka harga jual ammonia sendiri didasarkan pada perhitungan sebagai berikut : Harga jual = Harga Amonia Internasional + Biaya Handling + Profit Biaya handling merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengelola ammonia yang ada di PT. 4. yang ada pada tahun 2012.Pupuk Sriwijaya Mitsui (PT Kaltim Pacific Ammonia (KPA)) PIM AAF 7.

Kemudian dilanjutkan dengan pengiriman fax dari konsumen ke PPNPJ dalam bentuk PO (Purchase Order) yang disertai dengan 91 . sehingga membutuhkan pupuk tanaman jarak dalam jumlah besar pula.Handling cost ini meliputi biaya tnega kerja. o Fluktuasi juga akan terjadi karena permintaan pasar akan penyediaan pupuk sangat tinggi seperti yang telah terjadi pada tahun 2009 karena adanya kebijakan biofuel.Petrokimia Gresik. yaitu : o karena musim dingin yang mana biasanya Negara yang terkena musin ini akan cenderung memanaskan ruangannya untuk mendapatkan suhu yang diinginkan. biaya operasional. dll. via phone (penguat transaksi penjualan ke konsumen dan ke gudang). Misalnya kebijakan biofuel yang diterapkan di Brasil yang berakibat penanaman tumbuhan jarak dalam skala besar. Sedangkan langkah-langkah bisnis penjualannya sendiri dapat diperlihatkan dengan diagram dibawah paragraph ini. fax. Prosesnya diawali dengan pembayaran melalui transfer oleh konsumen melalui pihak perbankan yang dipercaya oleh PT. biaya perawatan. Fluktuasi harga ini disebabkan oleh beberapa factor. dll. - Harga internasional yang dipatok adalah bersifat fluktuatif tergantung dari pasar dunia (sumber : buletin fertecon ammonia yang dikeluarkan oleh Inggris). Proses penjualan ammonia sendiri dilakukan dengan menggunakan kecanggihan IT seperti ERP.

lampiran bukti pembayaran dari bank terkait. dan anggaran melalui system ERP dan telepon (sebagai penguat). Distributor yang membeli produk ammonia dari PT. Setelah informasi cepat melalui ERP tersampaikan maka pihak gudang dan bagian-bangian yang lain dapat melaksanakan tugasnya masing-masing untuk melanjutkan proses penjualan ammonia. Kemudian DO akan dicetak. kemudian lembar pertama diberikan ke gudang. BPTP ini dipegang oleh masing-masing sopir truk. akuntansi. GCS (Gresik Cipta Sejahtera) MIM (Manggala Indah Makmur) K3PG untuk disalurkan ke luar pulau jawa (status tidak aktif pada tahun 2010). keuangan. Setelah DO terbit dan konsumen telah menerima fax tanggapan dari PPNPJ maka konsumen dapat membuat BPTP/surat jalan untuk tiap-tiap truk berdasarkan jumlah truk dan kapasitas muat truk. langkah selanjutnya adalah penerbitan DO oleh PPNPJ dan menginformasikan DO kebagian gudang. 2. 92 . Setelah realisasi DO maka PPNPJ akan membuat faktur penjualan untuk konsumen dan pihak akuntansi membuatkan faktur pajak untuk konsumen juga. Setelah PO diterima oleh PPNPJ.Petrokimia Gresik antara lain : 1. 3. Setelah faktur dibuat maka langkah selanjutnya faktur-faktur itu dikirimkan kepada konsumen. lembar kedua diberikan ke konsumen dan lembar ketiga dipegang oleh PPNPJ.

konsumen Transfer bayar Fax bukti bayar dan PO ke PPNPJ Fax balik dari PPNPJ hardcopy PPNPJ menerbitkan DO gudang konsumen PKG Sistem ERP gudang keuangan akuntansi SPP Rincian uang Faktur pajak Faktur pajak dan jual Berdasarkan DO. Diagram prosedur penjualan amoniak 93 . konsumen menerbitkan BPTP anggaran BPTP dirinci per truk Realisasi DO PPNPJ terbitkan Faktur Jual dan bagian Akuntansi terbitkan Faktur Pajak Gambar 13.

Supplier  tangki PKG  distributor  konsumen proses penjualan Gambar 14. Sedangkan ammonia yang didistribusikan ke retail digunakan untuk pembekuan es balok. Untuk GCS dan MIM melakukan penyaluran ammonia ke pabrik MSG (Mono Sodium Glutamate) dan retail.9 % menjadi 24-25 %. Proses Suplly chain secara umum dapat digambarkan dengan alur sebagai berikut. dan Sasa (Probolinggo).Karena metode penjualan yang diterapkan oleh PT. Secara harga PKG lebih mahal karena ammonia adalah dari hasil membeli/impor.Petrokimia Gresik adalah FOT (Free On Truck) maka resiko setelah produk ammonia berada diatas truck akan berpindah ketangan konsumen. Proses rantai pasok Produksi ammonia Didalam pasar ammonia. Pabrik MSG yang membeli produk ammonia Petrokimia Gresik adalah Ajinomoto (Mojokerto).Petrokimia Gresik menjadi market leader yang mana sebagai supplier terbesar di pulau jawa. Tetapi dari segi kuantitas dan lokasi PKG lebih unggul dan memuaskan konsumen sehingga mampu menjadi 94 . dan pembuatan lem triplek dengan menurunkan kadarnya dari 99. Pesaing PKG adalah kujang yang hanya memproduksi ammonia sekitar 100 ton/hari dan hanya menjual 50 % dari hasil produksinya itu. Tetapi untuk penanganan K3 nya sendiri tetap ditangani oleh pihak Petrokimia karena telah memiliki ijin yang berlisensi. Miwon (Driyorejo). PT. untuk proses pembekuan es cream.

ZA dan kebutuhan lain sudah terbentuk dan dapat dipergunakan. jumlah bahan baku yang dibutuhkan. Tabel 5. Rencana Produksi Pabrik Ammonia per Tahun 2010 • • Ratio bahan baku gas/NH3 = 33 mmbtu/ton (1 ton = 33 mmbtu) Efisiensi = 95 % Untuk produksi jangka pendek maupun panjang.pemimpin di pasar produk ammonia. dan hari mati pabrik dapat ditunjukkan pada tabel dibawah ini. 5. Perencanaan Produksi Dengan keseluruhan proses diatas maka ammonia yang dibutuhkan untuk pupuk urea. 95 . bagian candal produksi I biasanya melakukan perhitungan peramalan (forecasting) untuk mengetahui perkembangan maupun penurunan tingkat produksi tahunan yang akan dibebankan kepada pabrik ammonia. PKG menggunakan metode win win solution sehingga transparansi harga tercipta. Forecasting yang dilakukan didasarkan pada data 5-11 tahun kebelakang yang dimulai dari tahun produksi sekarang. Untuk kebijakan harga yang bertujuan memuaskan konsumen sendiri.2. hari operasi. Adapun jumlah produksi perbulan.

03 1007. biasanya hasil ramalan yang bersifat teoritis seperti ini tidak terlalu dijadikan acuan dalam rencana produksi karena hasilnya tidaklah bersifat konkrit.85 1101.00 1001. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain musim.46 988.05 1149. permintaan konsumen. 96 . Tabel 6. dan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Data Jumlah Produksi Amonia Tahunan Jumlah Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Produksi 364100 292300 328500 355900 314200 383900 325600 362300 378400 436200 430400 386580 Hari Produksi 331 292 326 324 318 334 325 329 329 338 333 331 Mati Pabrik 34 73 39 41 47 31 40 36 36 27 32 34 Rata-rata prod/hari 1100.40 1001.53 1292.15 1290. kapasitas produksi. pengolahan dan hasil dari perhitungan forecasting dapat dilihat seperti dibawah ini.92 Dari data yang didapatkan diatas dapat dilihat bahwa terjadi fluktuasi produksi yang cukup signifikan. lamanya mati pabrik. umur mesin. Sehingga bagian candal lebih sering menggunakan peramalan yang didasarkan pada pengalaman dan kejadian-kejadian yang sering terjadi di pabrik ammonia.49 1167. jumlah resource yang ada saat itu. target pemerintah atas kesepakatan dengan manajemen. insiden diluar dugaan seperti kebakaran.22 1150. Adapun data.Peramalan ini dilakukan dengan menggunakan metode time series dengan menggunakan bantuan software.67 1098.

Dan pada forecast / peramalan produksi ammonia untuk tahun 2011.Petrokimia Gresik tidak dapat memenuhi target tersebut karena kemungkinan besar akan melebihi kapasitas yang dimilki. Dengan demikian ada kebijakan manajemen untuk menambah jumlah pekerja operator dan meningkatkan rata-rata produksi per hari yang mana pada tahun 2009 dan 2010 hampir mendekati kapasitas maksimum yaitu 1350 ton/hari. Sementara mati pabrik diasumsikan mati 34 hari (dihitung dari rata-rata mati pabrik mulai tahun 2006 sampai tahun 2010). Hal ini dikarenakan target produksi yang ditentukan oleh pemerintah dan manajemen PT. Jika permintaan pasar atau target produksi cenderung meningkat maka PT. Dan mulai tahun 2007 jumlah produksi amoniak meningkat karena permintaan meningkat juga.Pada tahun 2000 ke 2001 terdapat penurunan jumlah produksi dan pada tahun 2004 ke 2005 terjadi peningkatan produksi yang cukup signifikan. merupakan rata-rata jumlahan produksi mulai tahun 2006 sampai tahun 2010. Kemudian hari produksi didapatkan dari selisih 365 hari dikurangi jumlah mati pabrik di tahun 2011 (34 hari). Pemicu dari kebijakan ini adalah dikarenakan musim dan permintaan konsumen yaitu petani terutama petani padi.Petrokimia Gresik juga mengalami penurunan dan peningkatan. Amoniak ini merupakan basic material untuk semua jenis pupuk sehingga ketersediaannya sangat diharapkan. Sehingga rata – rata produksi perhari untuk tahun 2011 didapatkan dari pembagian antara total produksi tahun 2011 dengan jumlah hari produksi tahun 2011. Oleh karena itu telah muncul wacana di Jawa Pos mengenai 97 .

(halaman ini sengaja dikosongkan) 98 .rencana pembuatan pabrik amoniak baru pada tahun 2012. Selain itu juga harus diimbangi dengan penambahan jumlah operator.

Kesimpulan 99 .BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1.

d. f. Proses transaksi pembelian material dan pemasaran produk cukup rumit untuk dilakukan karena prosedur yang panjang dan ditambah dengan resiko kecurangan stakeholder yang lain. melainkan semua biaya pengelolaan produk.a. b. Aplikasi di perusahaan sangat berbeda jauh dari teori yang didapat di kuliah karena bnyak hal-hal simple yang diartikan lebih dalam seperti arti dari handling cost pada biro pemasaran yang mana artinya bukan hanya biya perpindahan saja. c. Sehingga alat-alat dan mesin yang digunakan perlu di upgrade. Tetapi ammonia yang diproduksi tidak mencukupi untuk produksi urea dan ZA sehingga perusahaan harus impor ammonia. e. Kebutuhan ammonia dari PT.Petrokimia Gresik adalah sangat vital.Petrokimia Gresik. Mahasiswa mengetahui tentang system kerja di real system dan dapat menggunakan seluruh pengetahuan kuliah untuk system kerja di PT. Hampir dari seluruh pabrik yang ada di Departemen Produksi I adalah tergolong pabrik tua kecuali pabrik ZA III dan CO2 II. Penggunaan teori time series masih digunakan tapi pada implementasinya terdapat banyak modifikasi. 100 .

Variasi pupuk yang diproduksi harus lebih ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan petani. Pada unit utility timbul permasalahan pada harga dan ketersediaan gas alam sebagai bahan bakar boiler. Oleh karena itu dianjurkan untuk lebih meningkatkan maintenance alat dan mesin. h.2. Sebaiknya rencana perluasan pabrik ammonia dapat dilaksanakan karena akan sangat berpengaruh besar pada keberlanjutan PT. mesin-mesin yang digunakan tergolong kategori tua dan perlu dilakukan upgrade dan penggantian. Saran a. Pada pabrik ZA I. 101 . Mahasiswa mengetahui secara jelas budaya kerja yang ada di PT. Jumlah ammonia yang telah diproduksi tidak dapat memenuhi kebutuhan pabrik urea dan ZA sehingga terdapat wacana aka nada perluasan pabrik ammonia di tahun 2012 (sumber : jawa pos). b. 6.Petrokimia Gresik yang mana mencerminkan budaya kerja di perusahaan-perusahaan lain secara umum. i.g. j.Petrokimia Gresik. sehingga akan dilakukan konversi energy dari batu bara yang sedang dibangun.

2004. James H. Surabaya. Pabrik Moniak Departemen Produksi I. Production Planning and Inventory Control. Vincent. 2005. Laporan Kerja Praktek.. Greene. 1992 Ambarwati. 2009. Sebaiknya diajarkan penggunaan system ERP agar mahasiswa lebih paham. Jakarta. PT. Sulistiawan. Rosalia dan Sunarwin. DAFTAR PUSTAKA Gaspersz. Mela. Eko dan Thomy Eko Saputro. Production and Inventory Handbook. 102 .Petrokimia Gresik.. Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tugas Khusu Departemen Produksi I unit Pabrik Amoniak PT... Teknik Industri Universutas Muhammadiyah Malang. Laporan Kerja Praktek. 2006.c.. Penentuan Jumlah Produksi Pupuk ZA III dan Urea dengan Menggunakan Teknik Forecasting. Mc Grawhill. Gramedia Pustaka Utama. Malang. malang. Salina. Laporan Praktek Kerja Nyata Teknik Kimia Universitas Tribuwana Tunggadewi.

Departemen Produksi I PT.Dwihastuti.Petrokimia gresik.. Erwin dan Farisni. Laporan Kerja Praktek. (halaman ini sengaja dikosongkan) 103 . Yogyakarta. Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan. 2007.

LAMPIRAN 104 .

(halaman ini senngaja dikosongkan) 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful