Makalah Tugas Akhir Kumpulan Tugas Instalasi LAN

Disusun oleh : Kurniawan Suganda 13 XI TKJA

SMK Negeri 1 Cimahi
Jl. Maharmartanegara No. 48, Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

1

Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr Wb Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karuni-Nyalah saya dapat menyelesaikan Makalah Tugas Akhir Instlalasi LAN. Tujuan dibuatnya makalah ini tidak lain hanyalah untuk memenuhi Tugas Akhir Pelajaran Produktif yaitu Instalasi LAN dan Mengingat kembali materi yang telah dipelajari selama 1 Semester. Saya berharap dengan selesainya tugas ini, saya bisa mendapatkan nilai yang baik pula sesuai apa yang telah saya kerjakan. Akhir kata saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam membuat laporan ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membacanya. Wassalamualaikum Wr Wb

Cimahi, Desember 2011

Penyusun

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

2

DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR ....................................................................................................... 2 DAFTARISI ...................................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN 1. LatarBelakang …...........................................................................................,. 5 2. Tujuan & Manfaat Penulisan Makalah ............................................................ 6 1. Tujuan Penulisan .......................................................................................... 6 2. Manfaat Penulisan ....................................................................................... 6 BAB II MATERI PEMBELAJARAN 2.1. Komunikasi Data ............................................................................................... 7 1. Pengertian Komunikasi Data ........................................................................ 7 2. Konsep Komunikasi Data ............................................................................ 8 3. Mode Komunikasi Data ............................................................................. 10 4. Klasifikasi Komunikasi Data ...................................................,………….. 14 2.2. Jaringan Komputer .......................................................................................... 15 1. Pengertian Jaringan Komputer .................................................................... 15 2. Fungsi Jaringan Komputer .......................................................................... 18 3. Klasifikasi Jaringan Komputer ................................................................... 19 4. Protokol dan Standard ............................................................................... 22 2.3. Model Referensi (OSI dan TCP/IP) ................................................................. 24 2.4. Topologi Jaringan ............................................................................................ 28 1. Topologi Fisik ............................................................................................. 29 2. Topologi Logika ........................................................................................ 33 2.5. Ethernet ............................................................................................................ 36 2.6. Perangkat Jaringan Komputer .......................................................................... 42 1. Hub ............................................................................................................. 42

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

3

2. Switch ......................................................................................................... 43 3. Router ......................................................................................................... 44 4. Bridge ......................................................................................................... 45 5. Repeater ..................................................................................................... 46 6. Gateway....................................................................................................... 47 2.7. Media Transmisi Jaringan .............................................................................. 48 1. Guided Media ……………………………………………………………. 48 2. Unguided Media ………………………………………………………… 57 2.8. Kelemahan Media Transmisi Jaringan .......................................................... 59 2.9. Wiring . …………………............................................................................... 61 BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan …………………………………………………………………… 66 3.2. Form Kritik dan Saran ……………………………….………………………... 66 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………. 67

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

4

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dunia Informasi dan Telekomunikasi telah berkembang pesat sehingga membuat setiap orang harus bisa mengimbangi perkembangan tersebut. Setiap orang dituntut untuk bisa mengikuti atau bahkan bisa membuat suatu perkembangan yang lain untuk bisa memanfaatkannya bahkan mengembangkan teknologi tersebut. Manusia dituntut untuk bisa mengaktualisasi diri dan selalu melakukan perubahan sehingga tidak akan tertinggal oleh perkembangan yang sedang terjadi. Di era globalisasi ini jaringan komputer bukanlah hal yang aneh lagi, karena hamper semua kalangan pernah melakukan atau sedikitnya mencoba Jaringan Komputer. Sebagai contoh, banyak orang-orang memanfaatkan jaringan komputer sebagai alat komunikasi bagi orang yang tinggal di luar negeri, atau sekedar chatting, dan Video Call. Saat ini dunia sedang mengalami perkembangan yang tidak pernah ada hentinya. Begitu pula dalam aspek informasi dan teknologi. Ada banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pertukaran informasi seperti halnya telepon genggam, internet, media cetak, maupun media elektronik. Sehingga perkembangan aspek informasi dengan aspek teknologi merupakan satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain dengan kehidupan manusia. Keduanya akan saling bersejajar dan terus berkembang secara bersamaan. Ilmu mengenai komputerisasi jaringan juga berhubungan erat dengan perkembangan yang terjadi. Seperti halnya perkembangan dalam aspek informasi, komunikasi, dan aspek-aspek lainnya, perkembangan di dunia komputer juga sedang

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

5

menjadi sorotan karena perkembangannya yang secara terus-menerus terjadi. Dan Penguasaan ilmu mengenai komputerisasi jaringan pun bukan hanya sekedar kebutuhan tersier, tetapi seolah-olah sudah menjadi kebutuhan utama yang harus dimiliki.

2. Tujuan & Manfaat Penulisan Makalah 1. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah Kumpulan Materi Pembelajaran Instalasi LAN ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir dari mata pelajaran Instalasi LAN pada kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 1 Cimahi (STM Pembangunan). Selain itu, penulisan makalah ini memiliki tujuan lain yaitu untuk melatih kemampuan siswa dalam menyalurkan materi yang telah dipelajari selama satu semester kedalam sebuah makalah.

2. Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini juga dapat dijadikan sebagai modul pembelajaran yang mungkin akan berguna bagi kegiatan belajar mengajar atau KBM di masa-masa mendatang. Makalah ini juga dapat dijadikan referensi yang mungkin berguna dalam mempelajari materi pembelajaran Instalasi LAN di tahun ajaran baru. Makalah ini pun diharapkan bisa menjadi pemacu motivasi siswa agar lebih rajin belajar, dan bisa lebih memahami pelajaran dengan baik.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

6

BAB 2 MATERI PEMBELAJARAN

2.1. Komunikasi Data
1. PENGERTIAN KOMUNIKASI Komunikasi adalah dasar yang perlu kita pahami sebelum kita menuju ke Jaringan Komputer, karena bagaimana jaringan komputer itu bisa terhubung, ataupun berbagi informasi semua itu berawal dari komunikasi. Maka, kita harus mengerti konsep dari Komunikasi itu sendiri. Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Beberapa definisi komunikasi adalah: 1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid). 2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

7

3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981). 4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W) 5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

2. KONSEP KOMUNIKASI DATA  Komunikasi dibagi menjadi 3 bagian sesuai sistem pengirimannya, yaitu : Sumber Informasi Transmitter Media Transmisi Sistem Transmisi Receiver Tujuan

Sistem Sumber

Sistem Tujuan

Penjelasannya : 1. Sistem Sumber Sistem sumber adalah system yang bertugas mengatur sumber informasi dan pengiriman signal dari sumber ke media transmisi. Sistem sumber dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :  Sumber Informasi Adalah bagian dimana terdapat beberapa informasi yang siap untuk dikirimkan oleh Transmitter ke Media Transmisi yang akan diteruskan menuju Tujuan. Bila dianalogikan dalam pengiriman surat, Sumber Informasinya adalah Isi dari Surat. Contoh :  Transmitter Adalah bagian yang berfungsi untuk menerima Informasi dari Sumber yang kemudian diteruskan ke Media Transmisi agar dikirimkan ke Tujuan.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

8

Jika dianalogikan dalam pengiriman surat, Transmitternya adalah Kita yang memberikan surat ke Kantor POS. Contoh :

2. Sistem Transmisi Sistem Transmisi adalah system yang bertanggung jawab mengatur pengiriman ke tujuan, dan memastikan bahwa informasi terkirim dengan baik dan benar ke tujuan (end-to-end). Sistem transmisi hanya terdiri dari Media Transmisi saja.  Media Transmisi Media Transmisi adalah bagian dimana berfungsi untuk menerima sinyal informasi dari Transmitter yang kemudian dikirimkan/diteruskan ke receiver sampai dapat diterima oleh tujuan. Bila dianalogikan dalam pengiriman surat, Media Transmisi adalah Tukang POS yang menerima surat dari pengirim (Transmitter) Kemudian mengirimkannya ke Kotak Pos Tujuan (Receiver) sampai diterima oleh Tujuan.

3. Sistem Tujuan Sistem Tujuan adalah sistem yang bertanggung jawab menerima informasi dari media transmisi oleh Receiver dan memberikan informasi tersebut ke tujuan secara utuh. Sistem Tujuan dibagi menjadi 2 bagian :  Receiver Receiver adalah bagian dari Sistem Tujuan yang berfungsi untuk menerima informasi dari Media Transmisi yang kemudian diteruskan ke Tujuan. Jika dianalogikan dalam pengiriman surat, maka Receiver adalah orang yang menerima surat.  Tujuan Tujuan adalah bagian paling akhir dari Sistem Komunikasi dimana menjadi bagian yang berfungsi menerima dan mencerna informasi yang telah dikirimkan dari awal Sumber Informasi sampai ke Receiver yang meneruskan informasi tersebut. Dan jika dianalogikan dalam pengiriman surat, maka Tujuan adalah orang yang menjadi tujuan surat tersebut.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

9

Jadi, sistem komunikasi terbagi menjadi 3 bagian sistem yang mmasing-masing memiliki perannya sendiri, dimana saling berkaitan dan terjadi hubungan timbal balik antara pengirim, media transmisi, dan penerima.

3. MODE KOMUNIKASI DATA Di dalam proses komunikasi, terdapat beberapa mode dari komunikasi data. Dimana mode komunikasi ini memiliki beberapa perbedaan yang harus dipahami dan diperhatikan, 3 Mode Komunikasi adalah : 1. Simplex Simplex adalah salah satu mode komunikasi yang bersifat 1 arah. Jadi pengirim hanya mengirimkan informasi saja, kemudian tujuan pun hanya bisa menerima informasi saja.

Pengirim

Tujuan

Jadi, interaksi hanya diberikan oleh pengirim saja dan Tujuan pun hanya menerima data tersebut. Tujuan tidak bisa mengirimkan informasi ke pengirim. Contoh : 1. Menonton Televisi 2. Mendengarkan Radio

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

10

Gambar 1. Proses Mode Komunikasi Simplex pada saat menonton Televisi Pada saat kita menonton televisi, maka kita hanya bisa memahami dan menerima informasi yang disajikan tanpa kita bisa mengirimkan informasi ke Televisi. Jadi Menonton televisi adalah contoh dari Mode Komunikasi Simplex. 2. Half Duplex Half Duplex adalah salah satu mode komunikasi yang bersifat 2 arah, namun harus bergantian (Take turns). Jadi pengirim dan Penerima bisa saling berkomunikasi atau saling bertukar informasi satu sama lain, namun harus bergantian (Take turns).

Pengirim

Tujuan

Jadi, Komunikasi Half Duplex ini lebih multi fungsi dibandingkan dengan Simplex karena keduanya dapat saling mengirim dan menerima informasi namun harus bergantian. Contoh : 1. SMS/MMS 2. Walky Talky 3. Chatting

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

11

4. Surfing on Internet, etc.

3. Full Duplex Full Duplex adalah salah satu mode komunikasi yang bersifat 2 arah, tanpa harus bergantian (Take turns) melainkan secara bersamaan. Jadi pengirim dan Penerima bisa saling berkomunikasi atau saling bertukar informasi satu sama lain secara bersamaan tanpa harus bergantian (Take turns).

Pengirim

Tujuan

Jadi, Komunikasi Half Duplex ini lebih fleksibel dibandingkan dengan Half Duplex karena tanpa harus bergantian keduanya dapat saling mengirim dan menerima informasi.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

12

Contoh : 1. Video Call 2. Telepon

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

13

4.

KLASIFIKASI KOMUNIKASI

Komunikasi ini dibagi menjadi 4 bagian, berdasarkan informasi yang ditumpangkannya kepada sinyal pembawa : 1. Komunikasi Audio Komunikasi Audio adalah jenis komunikasi dimana tipe informasi yang ditumpangkannya berupa Audio atau suara. Dimana memiliki konteks yang sangat berbeda dengan komunikasi data. Komunikasi Suara ini membutuhkan media transmisi yang dapat meminimalisir noise. 2. Komunikasi Video Komunikasi Video tidak jauh berbeda dengan komunikasi Audio, namun informasi yang ditumpangkannya berupa Video ( Gambar bergerak ) namun tidak memakai suara. Komunikasi ini biasa digunakan di Iklan-Iklan yang ditempatkan di sekitar Jalan, agar dapat dilihat banyak orang. 3. Komunikasi Audio Video Komunikasi Audio memiliki tumpangan informasi gabungan dari komunikasi Audio dan Video, sehingga menghasilkan sebuah Gambar bergerak dengan suara. Hal ini sudah banyak digunakan dalam Gadget-gadget, ataupun teknologi komunikasi jark jauh seperti Video Call, Video Chat, dll. 4. Komunikasi Data Komunikasi data adalah komunikasi dengan informasi yang ditumpangkannya berupa data digital. Komunikasi data adalah komunikasi yang paling sering digunakan di dunia komunikasi. Selain itu, Komunikasi data juga dapat mencakup Audio, Video, atau Audio Video. Karena dapat menguah format analog ke digital sehingga dapat dikomunikasikan. Misalkan : File Mp3 yang berisi Audio dapat didengar melalui speaker, semua itu dapat terjadi karena dari data digital berekstensi mp3 diubah menjadi Hz sehingga dapat dideteksi speaker dan sebaliknya. Jadi, Data ini dapat menampung berbagai jenis informasi dalam format yang berbeda-beda.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

14

Komunikasi data inilah yang akan kita bahas lebih lanjut, karena komunikasi data ini sangat berhubungan dengan jaringan komputer. Perbedaan Komunikasi Data dan Komunikasi Audio :

Komunikasi Data
1.Waktu persiapan koneksi dibawah 1 detik 2.Transmisi 1 atau 2 arah 3.Redudansi Informasi sedikit atau tidak ada 4.Tranmisi biasanya terputus putus sesuai kebutuhan 5.Data dapat disimpan kemudian dapat dikembalikan lagi 6.Bandwidth tersedia dalam range

Komunikasi Audio
1.Waktu persiapan koneksi 1 detik atau lebih 2.Transmisi 2 arah 3.Toleransi terhadap noise dan beberapa kesalahan tertentu 4.Banyak redudansi informasi yang terikat satu sama lain 5.Tidak ada toleransi delay pada transmisi 6.Bandwidth max 4.000 mhz

_________________________________________________________________________

2.2 Jaringan Komputer
1. PENGERTIAN JARINGAN KOMPUTER Jaringan komputer adalah 2 atau lebih komputer yang terhubung satu sama lain melalui media transmisi seperti : Kabel, Wireless, dll agar dapat saling bertukar informasi. Jadi kata yang harus kita tekankan adalah 2 atau lebih komputer, terhubung satu sama lain, media transmisi, dan bertukan informasi. Banyak orang memberikan pengertian mengenai jaringan komputer namun keempat kata tersebut adalah hal yang harus kita pahami. Menurut Bapak Rudi Haryadi S.Pd Jaringan Komputer adalah : “Jaringan komputer adalah kumpulan dari terminal-terminal yang terhubung melalui media fisik tertentu (Kabel, Wireless) dalam suatu kendali teknis untuk tujuan komunikasi tertentu”

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

15

Untuk membentuk suatu jaringan komputer, bahan yang dibutuhkan adalah : 1. Client Computers Client Computers adalah komputer yang digunakan oleh end user untuk mengakses resources dari jaringan komputer. Client Computer juga seringa disebut workstation. 2. Server Computers Server Computers adalah komputer yang digunakan untuk berbagi kepada workstation, seperti : Hard drive, Printer, Network Service, dll. Server Computer biasanya menggunakan operating system jaringan seperti : Windows Server 2003, Ubuntu Server, CentOS, dll. Level dari server komputer berbeda dengan Client karena merupakan komputer yang memberikan resources ke komputer Client. 3. Network Interface Card (NIC) NIC adalah sebuah kartu yang dipasang di komputer dan berfungsi untuk membuat komputer dapat melakukan komunikasi satu sama lain. Jadi NIC adalah device yang berguna untuk menjadi transreceiver agar dapat terkomunikasi dalam jaringan komputer. 4. Cable Cable adalah sebuah media fisik yang termasuk ke bounded media yang berfungsi sebagai penghubung (media transmisi) dalam jaringan komputer. Kabel yang digunakan dalam jaringan komputer ada 3, yaitu : 1. Coaxial 2. Twisted Pair 3. Fiber Optic Kabel yang biasa digunakan dalam jaringan komputer adalah kabel Twisted Pair, dikarenakan harga yang tidak terlalu mahal dan performa yang cukup baik. Jadi, Jaringan komputer banyak menggunakan kabel Twisted Pair. 5. Switch (Consentrator)

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

16

Untuk menghubungkan kabel-kabel dari beberapa PC kita membutuhkan sebuah konsentrator yang menjadi pusat dari terhubungnya seluruh kabel dari tiap PC. Salah satu contohnya adalah Switch. Switch ini dapat menghubungkan beberapa kabel dari setiap PC, switch pun tidak bekerja seperti hub, yang mengirimkan data secara broadcast. Tapi, switch bekerja lebih canggih dan berfungsi mencegah terjadinya collision pada jaringan komputer. 6. Wireless Network Wireless network adalah jaringan komputer yang tidak menggunakan kabel, atau termasuk kedalam media unbounded media. Seperti namanya ―Wireless‖, maka tidak menggunakan kabel, melainkan mentransmisikan data melalui gelombang radio. Wireless Network biasanya berada pada channel 2.4 GHz, dan yang paling sering digunakan adalah pada channel 2.484 GHz. Dengan menggunakan wireless kita bisa mengurangi budget yang digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dalam suatu jaringan dan juga bisa mepermudah instalasi. 7. Network Operating System Network Operating System (NOS) adalah salah satu komponen penting dalam jaringan komputer, karena Operating System ini adalah OS khusus jaringan yang berfungsi untuk Jaringan Komputer. Biasanya digunakan pada server komputer untuk berbagi resource pada client komputer. Memilih NOS untuk server pun menjadi hal yang sangat penting, karena untuk memperkirakan NOS yang baik dan kompatibel juga mudah untuk dimaintenance. Baik jaringan kecil ataupun jaringan besar ketujuh device itulah yang bisa dibilang menjadi minimalisasi dari terjadinya suatu jaringan komputer. Jadi, tak perlu sulit lagi untuk mendefinisikan ataupun memahami apa jaringan komputer itu. Walaupun sebenarnya jaringan komputer itu sangat rumit.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

17

2.

FUNGSI JARINGAN KOMPUTER

Jaringan komputer secara prinsip dasarnya adalah untuk berbagi (sharing), oleh karena itu ada yang mengatakan bahwa jaringan komputer itu ―All About Sharing‖. Untuk mengetahui keuntungan dnan fungsi jaringan komputer, ini dia 3 hal yang disharingkan pada jaringan komputer : 1. Sharing Information ( Berbagi Informasi ) 2. Sharing Resources ( Berbagi Sumber daya, seperti : Harddrive, dll ) 3. Sharing Application ( Berbagi Aplikasi ) Mari kita lihat penjelasan dari ketiga hal tersebut agar kita lebih memahaminya. 1. Sharing Information Jaringan komputer memberikan keleluasaan bagi user untuk berbagi informasi melalui berbagai cara. Sebagai contoh, 2 atau lebih komputer dapat bekerja dalam satu berkas, atau dalam presentasi dll. Sehingga pekerjaan yang dilakukan bisa lebih cepat dan mudah. Jaringan komputer dapat mempermudah pekerjaan kita baik dalam berbagi informasi maupun mencari informasi. Namun, dari setiap informasi yang kita berikan maupun kita dapatkan, kita harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Contoh :  Berbagi File  Mengerjakan 1 File oleh beberapa PC  Proses Upload dan Download Data  Video conference 2. Sharing Resources Selain bisa berbagi informasi, jaringan komputer juga bisa memberikan kemudahan bagi kita dalam berbagi sumber daya (Resources), seperti : Harddrive, Printer, Database, File, dll. Oleh karena itu banyak jaringan komputer yang menyediakan

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

18

sebuah server yang menjadi source untuk berbagi sumber daya ke client yang lainnya. Beberapa istilah dalam server, adalah : 1. File Server : Server yang berbagi File kepada Client lainnya 2. Printer Server : Server yang membuat seluruh PC terkoneksi dan dapat melakukan proses Printing pada satu printer 3. Dll. Dengan adanya berbagi resources tersebut kita bisa lebih menghemat uang untuk membangun suatu jaringan komputer. Contoh : Kita bisa melakukan Sharing harddrive untuk clien-client di jaringan komputer kita, keuntungannya selain kita bisa menghemat uang, kita bisa melakukan maintenance data dengan mudah karena seluruh data berada di server, Lalu untuk proses control data dari client pun dapat dilakukan dengan mudah. Jadi, dengan adanya jaringan komputer semuanya bisa lebih mudah. 3. Sharing Application Yang terakhir adalah sharing Application, Aplikasi bisa menjadi suatu kendala dalam jaringan komputer namun dengan adanya jaringan komputer kita bisa saling berbagi satu sama lain. Dengan melakukan Sharing satu aplikasi pada satu client, maka client yang lain bisa mengakses aplikasi tersebut bahkan menggunakannya atau melakukan proses installing. Contoh : Pada Departemen yang mengatur pemasaran maka digunakan satu software yang berjalan pada beberapa komputer. _________________________________________________________________________

3. KLASIFIKASI JARINGAN KOMPUTER Jaringan komputer diklasifikasikan dalam beberapa aspek antara lain jaringan komputer berdasarkan koneksi, skala, topologi, protocol, dan arsitektur. Berikut uraian singkat mengenai klasifikasi jaringan komputer.  Jaringan komputer dibedakan menjadi 5 bagian sesuai skalanya : 1. LAN ( Local Area Network ) 2. MAN ( Metropolitan Area Network ) 3. WAN ( Wide Area Network ) 4. PAN ( Personal Area Network )

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

19

5. SAN ( Storage Area Network ) 6. Internet ( International Networking )

Perbedaannya berdasarkan media : Jenis Jaringan Fisik LAN 1 Media MAN ≥ 1 Media WAN > 1 Media PAN SAN -

Logika 1 Network / Group 1 Network > 1 network -

1. LAN ( Local Area Network ) LAN adalah jaringan komputer yang terdiri dari 1 media transmisi, dan jaraknya kira-kira satu wilayah kecil, contoh : Jaringan di Sekolah, Warnet, dll 2. MAN ( Metropolitan Area Network ) MAN adalah jaringan komputer yang terdiri lebih dari 1 media transmisi dan jaraknya mencakup 1 kota. Contoh : Jaringan Kota Cimahi, atau Jaringan Kota Bandung, dll 3. WAN ( Wide Area Network ) WAN adalah jaringan komputer yang terdiri dari lebih dari 1 medai transmisi dan jaraknya mencakup satu Negara atau benua. Contoh : Jaringan CIA di Amerika dll 4. PAN ( Personal Area Network ) PAN adalah jaringan terkecil di kalangan jaringan komputer, karena PAN berada pada Sistem kerja Motherboard, jadi bagaimana terhubungnya setiap komponenkomponen agar dapat bekerja satu sama lain. 5. SAN ( Storage Area Network ) SAN adalah jaringan yang terhubung antara tiap-tiap Storage atau device dalam suatu jaringan komputer.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

20

6. Internet ( International Networking ) Internet adalah kumpulan dari jaringan yang terhubung secara International, atau menghubungkan jaringan dalam berbagai Negara atau benua.  Jaringan komputer berdasarkan Koneksi : 1. Broadcast Link ( Multipoint ), adalah jaringan komputer yang menggunakan koneksi multipoint, atau mendefinisikan bahwa seluruh komputer terhubung pada suatu konsentrator sehingga dapat terhubung satu sama lain. 2. Point to Point Link, adalah komputer yang menggunakan koneksi point to point, dimana mendefiniskan bahwa PC terhubung hanya dari satu PC ke PC yang lain.  Jaringan Komputer berdasarkan Arsitektur 1. Peer to Peer, adalah arsitektur jaringan komputer yang hanya terdiri dari 2 buah Host dimana keduanya terhubung untuk suatu tujuan informasi tertentu. Pada arsitektur Peer to Peer ini keduanya bisa menjadi server ataupun host karena dianggap memiliki derajat yang sama. Contoh : Peer to Peer menggunakan Kabel UTP, dan Adhoc. 2. Client to Server, adalah arsitektur jaringan komputer yang terdiri dari 2 jenis Host, yaitu : Client dan Server. Pada arsitektur ini setiap host telah ditentukan tugasnya, atau telah ditentukan Komputer Client dan Servernya. Sehingga, server bekerja sesuai tugas untuk memberikan/mensharingkan informasi kepada komputer Client. Contoh : Komputer ISP, dll 3. Hybrid, adalah arsitektur jaringan komputer ini adalah arsitektur yang bisa dibilang paling fleksibel dibandingkan kedua arsitektur lainnya. Karena arsitektur jaringan ini memiliki fungsi penggabungan dari keduanya, sehingga fitur di Peer to Peer dan Client to Server dapat dilakukan di arsitektur ini. Contoh : Warnet, dll.  Jaringan Komputer berdasarkan Topologi 1. Topologi Bus 2. Topologi Ring 3. Topologi Star

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

21

4. Topologi Mesh 5. Topologi Tree

 Jaringan Komputer berdasarkan Protokol 1. Ethernet 2. Token Passing 3. FDDI 4. Dll. _________________________________________________________________________ 4. PROTOKOL DAN STANDARD Dalam pemahaman jaringan komputer kita harus memahami 2 hal yang berhubungan dengan aturan agar setiap device dapat berkomunikasi dalam jaringan komputer, yaitu : Protocol dan Standard. Protokol dan Standard sangat berhubungan dengan aturan maupun cara agar membuat semua device baik yang berbeda vendor atau tidak dapat berkomunikasi. 1. Protocol, adalah Sekumpulan aturan yang digunakan sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi antar device pada Jaringan Komputer. Protokol juga diibaratkan sebagai bahasa atau prosedur, karena dengan bahasa kita dapat melakukan proses komunikasi dan saling berbagi informasi. 2. Standard, adalah Pendefinisian protocol yang telah dibakukan, sehingga setiap device harus memenuhi standard yang telah ditentukan agar dapat berkomunikasi. Dengan memahami kedua istilah tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa tidak sembarangan untuk menghubungkan beberapa device dalam Jaringan Komputer. Perlu sesuatu yang bisa mengatur dan membuat komunikasi itu berlangsung ( Protocol ), dan harus ada ketetapan yang telah dibakukan bagi setiap device ( Standard ). Di bawah ini adalah beberapa Standard dalam Jaringan Komputer : 1. ANSI : American National Standards Institute

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

22

2. 3. 4. 5.

IEEE ISO IETF W3C

: International of Electrical and Electronics Engineers : International Organization for Standardization : Internet Engineering Task Force : World Wide Web Consortium

Standarisasi IEEE 802.xx WORKING GROUP BENTUK KEGIATAN

Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan IEEE802.1 Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control) IEEE802.2 Standarisasi lapisan LLC Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, IEEE802.3 10BaseT, dll.) IEEE802.4 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus IEEE802.5 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area IEEE802.6 Network-Distributed Queue Dual Bus.) Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada IEEE802.7 LAN IEEE802.8 Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.) Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS IEEE802.9 (Integrated Services ) LAN IEEE802.10 Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.) Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.11 IEEE802.3 IEEE802.12 Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN IEEE802.14 Standarisasi masalah protocol CATV

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

23

2.3

Model Referensi OSI dan TCP / IP

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

24

koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya ―error‖ selama proses data berlangsung. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: ―upper layer‖ dan ―lower layer‖. ―Upper layer‖ fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada ―lower layer‖. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. OSI Layer ini memiliki 7 Lapisan yang masing-masing lapisannya memiliki tugas yang berbeda-beda. Pada OSI Layer tiap layer bekerja dengan layer yang sama, misalnya : Protokol FTP pada Layer Application bekerja dengan Protokol FTP pada Layer Application di PC yang lain. Yang perlu dipahami adalah OSI Layer itu hanya sebuah Model dari pengiriman data pada Jaringan Komputer dan bukan secara Real. Inilah Gambar aliran data pada OSI Layer :

Jadi, data diolah oleh layer Aplikasi sehingga formatnya diubah menjadi datagram. Kemudian diubah Ekstensinya oleh layer Presentation, setelah itu diatur kelayakannya oleh

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

25

Layer Session. Pada Layer Transport terjadi pengiriman data dan pemastian bahwa data dikirim secara end to end. Layer Network berfungsi untuk mengidentifikasi melalui Alamat Logika yaitu IP/IPX, kemudian di Layer Data Link ada dua bagian yaitu Logical Link Control dan Media Access Control. Kedua bagian itu bekerja LLC, menerima Packet dari layer network dan mengubahnya menjadi Frame kemudian ditranslasi oleh MAC untuk dapat di deteksi oleh Layer Physical. Pada Layer Physical dihasilkan Bitstream. Kemudian diteruskan ke PC lain.

PENJELASAN 7 LAYER OSI Model OSI Application Layer Keterangan Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Protokol : SMTP, HTTP, FTP, dll Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi. Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut ―session‖. Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika ―end-to-end‖ antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Protokol : TCP dan UDP. Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket. Protokol : IP, IPX, dll. Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan ―hardware‖ kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan

Presentation Layer

Session Layer

Transport Layer

Network Layer

Datalink Layer

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

26

Physical Layer

penanganan error. Data link layer terdiri dari : 1. Logical Link Control 2. Media Access Control Protokol : ARP Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan. Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol Model OSI, berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut. Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai ―upper level protocol‖ sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai ―lower level protocol‖. Perbedaan TCP/IP dengan OSI Layer

PDU pada Model Referensi TCP/IP :

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

27

1. 2. 3. 4. 5.

Application Layer Transport Layer Internet Layer Data Link Layer Physical Layer

: Datagram + Header : Segment + Header : Packet + Header : Frame + Header : Bitstream + Header

2.4

Topologi Jaringan Komputer

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Topologi jaringan komputer psti diterapkan dalam jaringan komputer real, namun dengan berbagai macam jenis dan alasannya masing-masing. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah Topologi Star, karena topologi star ini memiliki beberapa keuntungan dibanding topologi dasar lainnya, seperti Topologi Bus, atau Ring. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Topologi Jaringan dibagi 2, yaitu : Topologi Fisik, dan Topologi Logika Sebelum kita mengetahui jenis-jenis Topologi, kita harus memahami 2 hal yang terdapat dalam topologi tersebut, yaitu : Node dan Packet. Node dan Packet pasti selalu ada dalam Topologi jaringan karena itu adalah 2 hal yang harus kita ketahui. 1. Node, adalah sebuah perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan komputer. Jadi, seluruh device yang terhubung dalam suatu jaringan komputer disebut Node. Sebagai contoh : Switch, Hub, Router, dll

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

28

2. Packet, adalah pesan atau informasi yang dikirimkan dalam suatu jaringan komputer. Jadi, pada saat kita mengirimkan informasi atau pesan ke node lain maka kita sedang melakukan pengiriman Packet. Setelah kita memahami apa itu Node dan Packet, yang merupakan 2 unsur dalam jaringan komputer. Kita pun harus bisa membedakan antara Topologi Fisik dan Topologi Logika. Sekarang kita lihat jenis dan keuntungan juga kekurangan dari masing-masing Topologi Jaringan.

Topologi Fisik
1. Topologi BUS

Tipe paling awal dari tpoologi jaringan adalah topologi Bus, yang menggunakan kabel tunggal untuk menghubungkan semua komputer dalam jaringan komputer lain. Topologi jaringan tersebut diadopsi karena menjalankan kabel tunggal melewati semua komputer dalam jaringan lebih mudah dilakukan, dan kanel yang digunakan lebih sedikit dibanding dengan menggunakan topologi lain, Keuntungan Hemat Kabel Layout kabel sederhana Mudah dikembangkan Kerugian Deteksi dan Siolasi kesalahan sangat kecil Kepadatan Lalu lintas Bila sala satu client rusak maka jaringan tidak dapat berfungsi Diperlukan Repeater untuk jarak jauh

  

   

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

29

2. Topologi STAR Topologi yang paling populer saat ini, yang memisahkan kabel yang menghubungkan setiap komputer ke sebuah kabel yang paling dekat dengan sentral, yang biasanya disebut Hub atau concentrator, switch bisa juga digunakan untuk menggantikan hub.

Oleh karena setiap komputer menggunakan kabel terpisah, maka kegagalan koneksi jaringan hanya berakibat pada satu komputer. Komputer yang lain dapat terus berfungsi secara normal. Skema pengkabelan bus menggunaka lebih sedikit kabel ketimbang star. Tetapi jika muncul masalah, skema tersebut lebih sulit didiagnosa atau di bypass. Keuntungan Paling Fleksibel Pemasangan atau perubahan sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain Kontrol Terpusat Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan Kemudahan pengelolaan jaringan Kerugian Boros Kabel Perlu penangan khusus dalam pengkabelan Kontrol terpusat ( Hub atau Switch) menjadi elemen kritis

    

  

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

30

3. Topologi Ring Adalah salah satu jenis topologi jaringan yang jikas dilihat secara Fisik membentuk sebuah lingkaran. Namun, sebenarnya Topologi Ring ini menghubungkan beberapa komputer dengan Media Transmisi kabel secara Point to Point. Dan paket dikirimkan dari satu host ke host lainnya secara Ring (Berputar).

Seperti gambar yang terdapat di atas, Topologi Ring terhubung diibaratkan seperti Ring, dan pentransferan paket dari satu host ke host yang lainnya dikirimkan secara berputar dari satu host ke host yang lain, sampai ke host tujuan. Topologi ini biasa diaplikasikan di FDDI, salah satu teknologi pertama dari Jaringan Fiber Optik.

  

Keuntungan Biaya software murah Jika satu Alat rusak, tidak mengganggu yang lain. Dapat berbagi resource dengan komputer lain

 

Kerugian Sulit dalam Pengelolaan Jika kabel Rusak maka peralatan tidak berfungsi

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

31

4. Topologi Mesh Berlawanan dengan topologi-topologi sebelumnya, pada jaringan ini setiap komputer memiliki kedudukan yang sama dan dapat berkomunikasi dengan semua komputer lain di dalam jaringan yang dianggap memiliki hak akses. Intinya, setiap komputer pada jaringan peer to peer dapat berfungsi sebagai Client atau Server ; setiap komputer pada jaringan komputer dianggap sebagai server jika ia berbagi printer , folder, drive, atau resource dengan komputer-komputer lain. Dalam jaringan ini komputer lebih dari 10, performa jaringan menurun dan keamanan secara signifikan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan.

Jaringan peer to peer lebih umum digunakan di kantor-kantor kecil atau di salah satu departemen dari organisasi yang lebih besar.    Keuntungan Biaya software murah Kejadian Disconnect jarang, karena memiliki koneksi ke user lain lebih dari 1. Dapat berbagi resource dengan komputer lain   Kerugian Menggunakan banyak perangkat Biaya hardware tinggi

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

32

Topologi Logika
Adalah Bagaimana cara pengiriman data dari satu host ke host lainnya dalam suatu jaringan komputer, jadi itulah alasannya mengapa disebut Topologi Logika. Karena tidak bisa dilihat secara fisik, dan hanya bisa difikirkan dengan logika. 1. Topologi Ring 2. Topologi Bus Pada Topologi Bus, transmisi data dilewati masing-masing station pada jaringan . Masing-masing transmisi dipancarkan ke dalam jarigan, msing-masing Workstation mengunakan alamat untuk menentukan apakah workstation harus menanggapi transmisi tersebut atau tidak .

Pada topologi Logika bus setiap waktu masing-masing workstation pada jaringan dapat menerima transmisi, karena topologi bus logika tiap station menggunakan jalur yang sama untuk mengirim dan menerima data. Sedangkan Topologi Ring, transmisi data dilakkan dari satu workstation ke workstation berikutnya. Transmisi data akan lebih bagus apabila topologi fisik yang digunakan adalah topologi Ring.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

33

Jika, rangkaian data dan rangkaian pengirim terpisah maka workstation akan berfungsi sebagai repeater dan mungkin terhubung secara logika dengan topologi ring

Aturan 5-4-3-2-1 dan Aturan 5-4-3: Dalam Instalasi jaringan komputer tentu kita harus bisa memperhitungkan kebutuhan device, dan juga desain yang baik bagi jaringan yang akan kita instalasi. Untuk itu kita harus mengetahui komposisi yang baik dan yang harus dipenuhi oleh setiap proses Instalasi Jaringan Komputer. Di sini hadirlah sebuah ketetapan untuk komposisi Instalasi Jaringan komputer yang sering disebut Aturan 5-4-3-2-1 ( 5-4-3-2-1 rule ) dan Aturan 5-4-3 ( 5-4-3 Rule ). Aturanaturan tersebut adalah ketetapan yang harus dipenuhi dalam sebuah Instalasi Jaringan komputer, Mengapa terdapat 2 Aturan? Sebenarnya awal dari aturan komposisi Jaringan komputer adalah Aturan 5-4-3-2-1, sebagai berikut :

  

5 = Maksimal 5 segment jaringan 4 = Untuk menghubungkan 5 segment tersebut adalah maksimal 4 Reapeater 3 = Dari 5 segment, hanya 3 segment yang dapat memiliki host

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

34

 

2 = 2 Segment dibiarkan kosong 1 = Hanya terdiri dari satu Collision domain besar

Namun, dikarenakan dengan adanya aturan tersebut aturan mengenai 2 segment dibiarkan kosong bisa disederhanakan. Maka, Aturan tersebut disederhanakan menjadi Aturan 5-4-3 yang lazim digunakan sekarang. Dan ini dia penyederhanaan Aturan tersebut :

  

5 = Maksimal terdapat 5 segmen 4 = Terdapat 4 Repeater yang menghubungkan 5 segment tersebut 3 = Terdapat 3 Populated Segmen ( Segmen yang memiliki Host )

_________________________________________________________________________ Komponen Jaringan Komputer Pengertian DTE, DCE, CPE, CO  DTE ( Data Terminal Equipment) : perangakat yang mengubah sinyal digital. DTE berhubungan juga dengan DCE. DTE juga berfungsi untuk menyediakan komunikasi.  DCE ( Data Circuit Equipment) : peralatan komunikasi data yang berfungsi untuk membuat komunikasi antara PC dan Provider

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

35

 

CPE ( Costumer Premises Equipment): perangkat yang berada di sisi user dan terhubung ke jaringan telekomunikasi operator CO ( Central Office) : pusat tetekomunikasi dalam suatu jaringan

Contoh penerapannya pada layanan TV Kabel : DTE  televisi DCE  Parabola - CPE Receiver - CO  Provider TV Kabel

2.5. Ethernet
Adalah suatu set protokol yang telah distandartkan untuk menghubungkan komputer sehingga membentuk sebuah jaringan. Ethernet juga merupakan jenis skenario pengkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer.

Ethernet bekerja pada 2 layer, yaitu : 1. Data Link Layer : Network Interface Card 2. Physical Layer : Network Cable ( Coaxial, Twisted Pair , Fiber Optic, dll ) Ethernet memiliki standard kabel yang telah diatur oleh IEEE 802.3, yaitu :

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

36

Pada Ethernet terdapat 2 Metode Akses, yaitu : a. CSMA/CA atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance, adalah sebuah metode akses dimana saat terjadi pengiriman data tidak akan terjadi Collision (tabrakan). Semua itu dikarenakan cara pentransferan dari masing-masing host ibaratnya diberi satu jalur khusus, sehingga tidak akan terjadi tabrakan apabila ada 2 host yang saling mengirimkan informasi. Alat yang digunakan : Switch.

b. CSMA/CD atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection, untuk Metode akses ini bisa dibilang masih tidak lebih canggih dibanding CSMA/CA, karena pada CSMA/CD masih terjadi Collision. Ini dikarenakan CSMA/CD hanya memberikan satu jalur pengiriman data bagi seluruh Host, sehingga selain dapat menyebabkan Collision, Bandwidth akan dibagi-bagi pada seluruh host. Alat yang digunakan : Hub

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

37

Perangkat Pendukung Ethernet
Pada Ethernet terdapat 2 perangkat pendukung yang sangat penting, yaitu : 1. Network Interface Card 2. Network Cable Kali, ini saya akan menjelaskan mengenai Network Cable. Untuk NIC akan dibahas di Network Device. Dalam dunia jaringan komputer kabel yang digunakan adalah : Coaxial, Twisted Pair, dan Fiber Optic, namun disini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai spesifikasi kabel tersebut, penggunaan dan standard Ethernetnya. Pada Ethernet Standard IEEE 802.3 terdapat istilah yang harus dipahami, yaitu :

10 Base T4

Kecepatan Transfer Data

Tipe Signal

Tipe Media

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

38

1. Coaxial Cable

Kabel coaxial terdiri dari : - sebuah konduktor tembaga - lapisan pembungkus dengan sebuah ―kawat ground‖. - sebuah lapisan paling luar.

Penggunaan Kabel Coaxial Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial. Standard Ethernet untuk Kabel Coaxial : 1. 10Base5

Merupakan standar bagi kabel Coaxial pertama yang berukuran besar sekitar sebesar jempol dan sering disebut (Thick Coaxial). Kabel ini memiliki panjang maksimal 500 m.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

39

2.

10Base2

Merupakan standar bagi kabel Coaxial yang berukuran kecil atau sering disebut (Thin Coaxial). Kabel ini memiliki panjang maksimal 185 m.

2. Unshielded Twisted Pair (UTP) Cable

Kabel UTP digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin (konektor RJ45). Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.

Kategori dari kabel UTP antara lain sebagai berikut :

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

40

3. Shielded Twisted Pair (STP) Cable

STP adalah jenis kabel telepon dan jaringan LAN yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (twisted pair). Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

41

4. Fiber Optic Cable

Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru yang terbuat dari glass optic. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glass yang disebut core, dan di kelilingi lapisan cladding, buffer coating, material penguat, dan pelindung luar. Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.

2.6. Perangkat Jaringan Komputer
1. HUB

Secara sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC) bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

42

sederhana, salah satu port pada hub terhubung ke komputer server.Bisa juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi juga ke hub lain, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub memiliki 4 – 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain. Sebagian hub — terutama dari generasi yang lebih baru — bisa ditumpuk (stackable) untuk mendukung jumlah port yang lebih banyak. Jumlah tumpukan maksimal bergantung dari merek hub, rata-rata mencapai 5 – 8. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub. Dari sisi pengelolaan ada dua jenis hub, yaitu manageable hub dan unmanageable hub. Manageable hub adalah hub yang bisa dikelola melalui software — sedangkan unmanageable hub tak bisa. Satu hal yang perlu diingat, hub hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan hub disebut sebagai ―shared Ethernet.‖ Pada jaringan terbagi seperti itu, setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari bandwidth jaringan yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara kasar jika semua komputer secara bersama mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing anggota jaringan tersebut hanyalah 1Mbps. Pada jaringan bertopologi bus, ada juga perangkat sejenis hub — namanya repeater. Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar data bisa mencapai jarak yang lebih jauh. Karakteristik Hub : 1. 2. 3. 4. Tergolong peralatan Layer 1 dalam OSI model (Physical layer). Tidak dapat membaca paket-paket data. Tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data. Hanya berperan menerima dan meneruskan data yang masuk ke semua peralatan di jaringan termasuk yang mengirim data.

2. Switch

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

43

Karakterisktik Switch : Tergolong peralatan Layer 2 dalam OSI Model (Data Link Layer) Dapat menginspeksi data yang diterima Dapat menentukan sumber dan tujuan data Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga akan menghemat bandwith. Dapat menangani lebih dari dua port dan lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan. Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star.Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam jaringan LAN. Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukantujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semuaport, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switchdapat secara drastis mengurangi traffic network.Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke portportnyayang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkanpaketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address,switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router. 3. Router 1. 2. 3. 4. 5.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

44

Router mempunyai karakteristik alat sebagai berikut : 1. Mempunyai adaptor dan spesifikasi yang berbeda 2. Mempuyai internet in / WAN 3. Mempunyai internet out / LAN 4. Mempunyai reset switch 5. Mempunyai indikator porwer 6. Mempunyai antena (jika wirelles) Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Anda mungkin bingung dengan definisi di atas, tetapi untuk mudah diingat, Anda menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain. Jaringan ini bisa berupa jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet) 4. Bridge

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

45

Karakteristik Bridge 1. Dapat memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebih kecil. 2. Dapat mempelajari alamat, meneliti paket data dan menyampaikannya. 3. Dapat mengoleksi dan melepas paket-paket diantara dua segmen jaringan. 4. Dapat mengontrol broadcast ke jaringan. 5. Dapat merawat address table. Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket paket diteruskan ke segmen tujuan. Dengan demikian bridge juga mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.

5. Repeater

Repeater pada umumnya diletakkan disuatu tempat ketinggian ,antennanyapun ditinggikan lagi yang biasanya diletakkan diatas tower sehingga jangkauan pancaran akan

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

46

lebih jauh. Semakin tinggi letak repeater, maka akan lebih jauh pula daya jelajahnya. Seringnya repeater diletakkan disuatu lokasi yang tinggi misalnya di puncak Gunung, atau Bukit , Antennanya pun di instalasikan ditower yang cukup tinggi. Karakteristik Repeater : 1. Mempunyai kelemahan tidak dapat melakukan filter traffic jaringan. 2. Data yang masuk ke port repeater akan tersebar ke segmen-segmen jaringan LAN tanpa memperhitungkan apakah data dibutuhkan atau tidak. Memperkirakan jarak jangkau repeater, secara sangat sederhana adalah dengan melihat area dari lokasi tsb dengan mata kita, bila yang terlihat sangat luas, maka hampir dapat dipastikan, sejauh mata kita memandang, sampai sanalah area yang dapat dicover oleh repeater itu, ( Line Of Sight ) Mengingat keterbatasan daya pandang, dapat saja coveragenya lebih jauh dari pandangan kita. Peformance sebuah repeater dipengaruhi pula oleh ,daya pancar repeater, sensitivitas, serta selektivitas dari repeater itu sendiri. Untuk meningkatkan kekuatan pancaran, selain meletakkan repeater pada tempat yang tinggi, maka digunakan pula Antenna dengan penguatan ( gain ) yang besar.

6.Gateway

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

47

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Definisi tersebut adalah definisi gateway yang utama. Seiring dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak jarang pula pemula menyamakan ―gateway‖ dengan ―router‖ yang sebetulnya tidak benar. Kadangkala, kata ―gateway‖ digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang menghubungkan jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini muncul karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar.

2.7. Media Transmisi Jaringan
Media transmisi adalah penghubung fisik antara transmitter dan receiver dalam sistim transmisi data. Media Transimisi diklasifikasikan sebagai :  Guided Media, gelombang-gelombang yang dialirkan secara teratur melewati sebuah media fisik, contoh : Kabel Coaxial, Twisted Pair, Fiber Optic, dan Open Wire.  Unguided Media, menyediakan suatu device untuk mentransmisi gelombang elektromagnetik tetapi tanpa menuntunnya, contoh : penyebaran melalui udara, hampa udara, dan air laut. Ada 4 tipe untuk Guided Media :

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

48

1. 2. 3. 4.

Open Wire Twisted Pair Coaxial Cable Optical Fibre

Guided Media

 Open Wire
o Biasa digunakan untuk distribusi listrik o Tidak punya perlindungan terhadap gangguan noise, pada komunikasi data o Hanya dapat digunakan untuk komunikasi data bila jaraknya kurang dari 20 ft.(6,1 m)

 Twisted Pair
Kabel twisted pair adalah kabel terinsulasi ( tersekat) di dalam casing pelindung dengan jumlah kabel telah ditentukan untuk setiap 0.3M. Anyaman (Twist) dari kabel-kabel tersebut mengurangi efek interferensi elektromagnetik pada sinyal yang ditransmisikan. Standarisasi Kabel Twisted : Kategori 1  Merupakan kabel telepon model lama dipakai hanya sampai 1983  Tidak cocok untuk transmisi data kecepatan tinggi Kategori 2  Untuk kecepatan transmisi hingga 4 Mbps  Spesifiaksinya cocok dengan kabel jenis 3 IBM : empat pasang terlilit solid tak terbungkus untuk suara dan data  Untuk kategori 3 dan seterusnya memiliki karakteristik  Paling sedikit memiliki 3 lilitan per kaki (30,5cm) linier  Tidak ada dua pasang yang memiliki pola lilitan yang sama, hal ini untuk mengurangi crosstalk.  Crosstalk terjadi bila signal listrik melintasi beberapa kabel yang berdekatan.  Semakin panjang kabel maka dia akan berfungsi sebagai antena yang baik.  Signal yang melintasi kabel akan menciptakan noise frekuensi radio, bila noise ini terlalu keras maka kabel yang ada didekatnya dapat menangkap signal  Semakin banyak lilitan perkaki linier semakin besar perlindungan terhadap crosstalk

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

49

 Lilitan ini digunakan untuk membangkitkan efek cancellation Kategori 3  Kualitas terendah yang bisa digunakan untuk jaringan LAN  Dapat melakukan transmisi sampai 10 Mbps Kategori 4  Jenis kabel paling rendah untuk jaringan Token Ring 16 Mbps Kategori 5  Memiliki crosstalk terendah  Memiliki kecepatan samapai 100 Mbps bahkan bisa lebih  Memiliki 8 s/d 15 lilitan per kaki linier  Pamjang maksimum 100 meter  Kabel yang ditetapkan dalam spesifikasi Fiber Distributed Data Interface (FDDI), spesifikasi yang mendifinisikan bagaimana tembaga dan serat bekerja sama dalam lingkungan yang sama. Dalam kabel jenis Twisted Pair dibagi 2 macam yaitu : a. UTP ( Unshielded Twisted Pair) UTP, hanya lilitan antar kabel untuk menhindari crosstalk, tidak ada perlindungan interferensi atau induksi sinyal dari luar kabel.

b. STP ( Shielded Twisted Pair) STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaket pembungkus luar.

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

50

Dalam mengkonfigurasi kabel LAN terdapat 2 cara yaitu :  Konfigurasi Straight-Through Adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kablenya. Pada kabel straight, 1 pin di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya. Kedua ujungnya menggunakan standar EIA/TIA 568A.  Konfigurasi Cross Over Kabel jenis ini digunakan untuk menghubungkan 2 perangakt jaringan dengan heiraki setingkat seperti contoh PC to PC. Kabel ini menggunakan Standar EIA/TIA 568A pada ujung satunya dan EIA/TIA 568 B pada ujung yang lainnya.

Standarisasi pengurutan warna dalam kable Twisted Pair :

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

51

 Coaxial Cable / Kabel Coaxial
Versi pertama dari Ethernet berdasarkan kabel koaksial. Format orisinil Ethernet, 10BASE-S, menggunakan kabel koaksial ( disebut Thicknet) yang tidak langsung dipasang di NIC. Alat yang disebut Attachment Unit Interface (AUI) berjalan dari konekektor DB15 di bagian belakang NIC ke kabel. Kabel yang mempunyai lubang yang dibor ke dalamnya sehingga ―tap vampire‖ terkoneksi ke kabel. NIC yang didesain untuk digunakan dengan kabel thick Ethernet hampir tidak mungkin untuk ditemukan karena saat ini bermunculan hardware baru.
Kecepatan Kabel Coaxial : 10 Base 2 = 10 Mbps, Baseband, 200 m (ThinNet) 10 Base 5 = 10 Mbps, Baseband, 500 m (ThickNet)

Ada dua jenis cable coaxial : 1. Digunakan untuk transmisi analog • Impedansi 75 Ohm • Contoh : kabel antena TV external

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

52

2. Digunakan untuk transmisi digital • Impedansi 50 Ohm • Contoh : kabel jaringan komputer Standarisasi Coaxial Cable / Kabel Coaxial     Terdiri atas 4 jenis kabel : Ethernet, sering disebut 10Base5, standard yang ditetapkan oleh IEEE(Institute for Electrical & Electronics Engineers)  Diameter 0,4 inchi RG-58A/U, sering disebut sebagai 10Base2  Diameter 0,18 inchi RG-59/U digunakan pada TV kabel dan ARCnet (topologi jaringan model lama)  Diameter 0,25 inchi RG62/U digunakan pada ARCnet dan terminal IBM  Diameter 0,25 inchi

 Fiber Optic

Serat optik (fiber optic) adalah suatu pemandu gelombang cahaya (light wave guide) yang berupa suatu kabel tembus pandang (transparant), yang mana pemampang dari kabel tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu : bagian tengah yang disebut ―Core‖ dan bagian luar yang disebut ―Cladding‖. Cladding pada serat optik membungkus atau mengelilingi Core. Adapun bentuk pemampang dari core dapat bermacam-macang, antara lain : pipih,

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

53

segi tiga, segi empat, segi banyak atau berbentuk lingkaran. Menggunakan cahaya dalam mengirimkan data. Keuntungan menggunakan FIber Optic 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tahan terhadap gangguan rfI radio dan EMI radio Keamanan tidak bisa disadap melalui kabel biasa Bandwidth yang besar’ Tidak berkarat Jangkauan lebih dibanding kabel tembaga Kecepatan transfer lebih tinggi

Kerugian menggunakan FIber Optic 1. 2. 3. 4. 5. Goncangan fisik akan menjadi gangguan terhadap sinyal Penyambungan untuk instalasi atau apabila putus Pembelokan yang tajam dapat menyebabkan patah Harga masih mahal Sulit dalam instalasi dibanding kabel tembaga

Jenis dari Fiber Optic
Serat Single Mode dan Multi Mode

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

54

 Serat Single Mode

Sebuah sistem transmisi data berwujud cahaya yang didalamnya hanya terdapat satubuah indeks sinar tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentang. Satu buah sinar yang tidak terpantul di dalam media optik tersebut membuatteknologi fiber optik yang satu ini hanya sedikit mengalami gangguan dalam perjalanannya.

 Serat Multimode

Multi mode fiber opticDilihat dari faktor properti sistem transmisinya, multi mode fiber optic merupakan teknologi transmisi data melalui media serat optik dengan menggunakan beberapa buah indeks cahaya di dalamya. Cahaya yang dibawanya tersebut akan mengalami pemantulan berkali-kali hingga sampai di tujuan akhirnya.

Berdasarkan mode transmisi yang digunakan fiber optic terdiri : 1. Step Index  Menggunakan LED sebagai sumber cahaya

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

55

Diameter core 62,5 micron Cladding

Cladding

2. Grade Index  Menggunakan LED sebagai sumber cahaya  Diameter core 62,5 micron

Step Index

Core

3. Single Mode  Menggunakan Laser sebagai sumber cahaya  Diameter core 9 micron Cladding Core Cladding Spesifikasi pemakaian Fiber Optic  Indoor cable :  Menggunakan LED sebagai sumber cahaya  Attenuation 3,5 dB/km (kehilangan 3,5 dB per kilometer signal)

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

56

 Panjang gelombang cahaya yang digunakan 850 nM (nano meter)  Munggunakan Multimode, dapat melewatkan berbagai cahaya  Outdoor cable :  Menggunakan Laser sebagai sumber cahaya  Attenuation 1 dB/Km  Panjang gelombang 1170 nM (nano meter)  Monomode (single mode)

Perbandingan guided media transmisi

UN-GUIDED MEDIA Ada tipe untuk Unguided Media : 1. Wireless LAN

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

57

i. Radio wave : Multicast Communication ii. Micro wave : Unicast Communication iii. Infrared : short range communication Un-guided media yaitu media transmisi yang tidak terlihat oleh mata, namun dapat dirasakan manfaatnya. Beberapa contoh media ini yaitu sinyal dan elektromagnetik. Ada beberapa materi yang perlu dipahami mengenai media tanpa bentuk fisik ini. Diantaranya adalah radiowave, microwave, infrared, FHSS, DSSS, standarisasi wireless 802.11, standarisasi wireless 802.16, dan juga topologi wireless. Hal-hal tersebut akan sangat berkaitan dengan perencanaan jaringan tanpa kabel. Radio Wave, yaitu sinyal wireless yang bekerja pada frekuensi 10 KHz – 1 GHz (radio frekuensi). Sinyal ini bekerja dengan metoda multicast (broadcast termasuk didalamnya) atau dengan skema one to many maupun point to multipoint. Keuntungan dari menggunakan radiowave adalah tidak berkabel (tentunya), murah, dan fleksibel. Namun adapula kekurangannya yaitu adanya kemungkinan pencurian data, noise, kemudian range yang terbatas dibanding media wireless lainnya. Micro Wave, yaitu sinyal yang bekerja pada frekuensi 300 MHz – 300 GHz. Sinyal ini menggunakan metoda unicast atau point to point. Sinyal ini terbagi 2 jenis yaitu terrestrial dan satellite microwave. Keuntungan dari menggunakan media ini adalah memungkinkan untuk melakukan komunikasi point to point maupun broadcast. Namun adapula kekurangannya yaitu peralatannya mahal, harus dalam keadaan LoS (Line of Sight atau transmisi data dalam keadaan lurus, tidak terpantul, dan tanpa halangan), memiliki prinsip athmospheric attenuation (performa dipengaruhi oleh cuaca), kemudian adanya propagation delay. Infrared, yaitu sinyal yang dapat digunakan untuk jaringan memakai radiasi infrared. Infrared sendiri merupakan bagian dari spectrum electromagnetic. Transmisi ini menggunakan diode sebagai jalur data. Dapat melakukan komunikasi point to point maupun broadcast. Point to point infrared bekerja pada frekuensi 100 GHz – 1000 THz, sedangkan broadcast infrared dapat bekerja pada frekuensi 100 GHz – 1000 THz. FHSS (Frequency Hop Spread Spectrum) yaitu metode komunikasi yang memungkinkan adanya lompatan frekuensi (frequency hop) pada saat komunikasi berlangsung. Selanjutnya adalah DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum) yaitu metode

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

58

komunikasi wireless dimana semua sinyal komunikasi disebar di seluruh spectrum frekuensi. Kedua frekuensi ini bekerja pada frekuensi 1 Mbps, 2 Mbps, dan 10 Mbps serta bekerja pada WLAN. Kelebihan dari kedua metoda ini adalah anti jam dan noise, serta lebih cepat di deteksi. Sedangkan kekurangannya adalah waktu akuisi yang lama, membutuhkan genetrator kode, dan ada masalah near-far. Standarisasi wireless 802.11 adalah standarisasi mengenai jaringan wireless dalam ruangan (indoor). Standar ini berhubungan dengan wi-fi. Sedangkan standarisasi wireless 802.16 adalah standarisasi mengenai jaringan wireless luar ruangan (outdoor). Standar outdoor ini berhubungan dengan wimax. Topologi wireless adalah gambaran bagaimana node-node terhubung dengan menggunakan media gelombang electromagnetic. Tentunya sulit menggambarkan keterhubungan komputer dengan menggunakan wireless. Oleh karena itu topologi wireless bukanlah aturan bagaimana penataan komputer dengan komponen-komponennya, tetapi bagaimana komputer tersebut terkoneksi dengan yang lainnya. Jadi, topologi wireless terbagi 2 yaitu topologi ad hoc dan topologi infrastruktur. Topologi ad hoc yaitu topologi wireless tanpa perantara, sedangkan topologi infrastruktur yaitu topologi yang menggunakan perantara berupa access point. Teknologi dari wireless itu sendiri antara lain EVDO (Evolution Data Only), 4G, dan Wimax.

2.8. Kelemahan Media Transmisi Jaringan

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

59

Pada sistem komunikasi manapun, sinyal yang diterima akan selalu berbeda dari sinyal yang dikirim. Pada sinyal analog, hal ini berarti dihasilkan variasi modifikasi random yang menurunkan kualitas sinyal. Pada sinyal digital, yaitu terjadinya bit error artinya binary '1' akan menjadi binary '0' dan sebaliknya. Kelemahan yang paling signifikan yaitu :  Attenuation dan attenuation distorsi (pelemahan dan distorsi oleh pelemahan).  Delay distorsi (distorsi oleh delay).  Noise. ATTENUATION Kekuatan sinyal akan melemah karena jarak yang jauh melalui medium transmisi apapun. Tiga pertimbangan untuk perancangan transmisi : 1. Sinyal yang diterima harus mempunyai kekuatan yang cukup sehingga penerima dapat mendeteksi dan mengartikan sinyal tersebut. 2. Sinyal harus mencapai suatu level yang cukup tinggi daripada noise agar diterima tanpa error. 3. Attenuation adalah suatu fungsi dari frekuensi. Masalah pertama dan kedua dapat diatasi dengan menggunakan sinyal dengan kekuatan yang mencukupi dan amplifier-amplifier atau repeater-repeater. Masalah ketiga, digunakan teknik untuk meratakan attenuation melalui suatu band frekuensi dan amplifier yang memperkuat frekuensi tinggi daripada frekuesi rendah. Contoh attenuation dapat dilihat gambar 2.14a. DELAY DISTORTION Terjadi akibat kecepatan sinyal yang melalui medium berbeda-beda sehingga tiba pada penerima dengan waktu yang berbeda. Hal ini merupakan hal yang kritis bagi data digital yang dibentuk dari sinyal-sinyal dengan frekuensi-frekuensi yang berbeda-beda sehingga menyebabkan intersymbol interference. NOISE Noise adalah tambahan sinyal yang tidak diinginkan yang masuk dimanapun diantara transmisi dan penerima. Dibagi dalam empat kategori :  Thermal noise, c. disebabkan oleh agitasi termal elektron dalam suatu konduktor d. sering dinyatakan sebagai white noise e. tidak dapat dilenyapkan

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

60

f. besar thermal noise (dalam watt) dengan bandwidth W Hz dapat dinyatakan sebagai : N = k TW dimana : N = noise power density k = konstanta Boltzman = 1,3803 x 10 J/° K T = temperatur ( ° K)  Intermodulation noise a. disebabkan karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyal-sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian dari dua frekuensi asalnya. misalnya : sinyal dengan frekuensi f1 dan f2 maka akan mengganggu sinyal dengan frekuensi f1 + f2 b. hal ini timbul karena ketidak linearan dari transmitter, receiver atau sistim transmisi. Crosstalk a. adalah suatu penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan b. dapat terjadi oleh hubungan elektrikal antara kabel yang letaknya berdekatan dan dapat pula karena energi dari gelombang microwave. Impulse noise a. terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau spike-spike noise dengan durasi pendek dan dengan amplitudo yang relatif tinggi. b. dihasilkan oleh kilat, dan kesalahan dan cacat dalam sistim komunikasi c. noise ini merupakan sumber utama error dalam komunikasi data digital dan hanya merupakan gangguan kecil bagi data analog.

2.9. Wiring ( Pengkabelan )

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

61

  

Horizontal kabel : Kabel yang bekerja di wall jack dan cross connect panel Backbone kabel : Kabel yang bekerja di wiring closet sampai pusat cross connect panel. Atau Kabel yang menghubungkan jaringan yang berbeda derajatnya. Spesifikasi Horizontal kabel : o Hambatan 100 Ohm o Biasanya menggunakan kabel UTP dan kabel STP o Bsa menggunakan FO, dengan cara kerja multimode Ciri-ciri kabel Backbone : o Hambatan 100 Ohm untuk UTP dan 150 Ohm untuk STP o Bisa menggunakan kabel FO dengan cara kerja multimode(62,5/125 micron atau 50/125 micron) dan cara kerja single mode(8,3/125 micron) o Tidak ada kabel Coaxial Wall Plate

Penggunaan Wall plate merupaka salah satu pemasangan kabel yang berada di dinding. Bisa diungakan untuk mengatur kabel dan melindungi kabel tipe horizontal. Modular wall plate bisa dikonfigurasikan dengan kabel UTP, FO, Coaxial, juga audio/visual kanel ( dengan ketahanan kabel yang sangat bagus) Conduit

Conduit adalah Tabung pelindung kabel seperti pipa yang biasa terbuat dari bahan metal ataupun non metal. Maksimal kabel yang terisi pada Conduit adalah 60%.  Cable Tray

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

62

Cable Tray merupakan alternative dari conduit, dan juga fungsinya sama. Terbuat dari bahan metal dan non metal. Pemasangan kabel tipe horizontal sangat cocok untuk ditaruh di Cable Tray. Raceway Raceways merupakan spesial tipe dari conduit. Digunakan untuk memasang kabel horizontal di luar ( bukan di pasang di dalam dinding). Wiring Closet

Wiring Closet adalah Pusat atau bermuaranya para kabel dalam satu ruangan atau satu gedung. Gunanya untuk memudahkan monitoring dan maintenance kabel.

Wall jack

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

63

  

Wall jack adalah connector seperti connector RJ – 45 maupun yang lainnya yang sudah dipasang di permukaan dinding. Bend Radius : aturan dalam pembengkokan kabel ( tidak boleh membentuk siku – siku atau mengikuti sudut )di sudut sudut ruangan. Cabling pathways : adalah standar internasional, serta membuat jalur untuk kabel yang akan direncanakan. IDC ( Insulation Displacement Connector)

IDC adalah jack modern dalam proses komunikasi dengan mempunyai pins dalam connectornya yang menekan kabel-kabel secara individual ( kabel UTP).

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

64

Labeling : Pemberian tanda atau nama pada setiapa kabel agar mempermudah dalam maintenance kabel juga memonitoring kabel . Dalam pemasangan kabel sangat diperlukan labeling. Grounding : metode yang terkenal untuk menghilangkan beda potensial antara logam yang tediri listrik yang tertancap di tanah. Grounding adalah hal yang harus diperhatikan, namun kebanyakan di Indonesia Grounding itu kurang diperhatikan. Patch panel

Patch Panel adalah segment kabel UTP yang dipakai untuk menggabungkan NIC ke wall jack. Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multiport yang menyalurkan kabel-kabel ke device lain seperti switch Caddy Cart Trax

Caddy Adalah tempat kabel yang mudah karena menggunakan jaring – jaring seperti bahannya. Caddy biasanya dipasang diatas tanah.

Memasang Wall Plate :

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

65

o Tentukan lokasi yang tepat o Jarak antara wall plate dengan worksation harus 5 meter atau kurang, tidak boleh lebih. o Jaga wall plate dari sumber panas langsung yang dapat merusak konektor juga kabelnya dan mengurangi efisiensi. Saat kabel tipe horizontal dipasang, jarak lantai sekitar 18 inchi. Saat kabel tipe backbone dipasang, jaran antar konektor 6m. Dalam pemasangan kabel Horizontal dan Backbone dengan sumber arus listrik harus berjauhan jangan berdekatan

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

66

Bab 3 Penutup
3.1. Kesimpulan
Jadi, dalam Proses Instalasi LAN kita harus bisa memahami apa hal-hal yang menjadi keharusan untuk seorang teknisi. Semoga, dengan selesainya tugas Makalah Instalasi LAN ini bisa berguna bagi kelangsungan dunia Jaringan komputer dan memberikan pemahaman bagi kita selaku Pelajar. Selain itu, dengan pembuatan makalah ini kita bisa mengingat kembali Mata Pelajaran Instalasi LAN dan saya mengharapkan beberapa Kritik dan Saran pada makalah yang telah saya buat ini.

3.2

Form Kritik dan Saran
KRITIK : ……………………………………………………………………………………… ……………………………………..…………………................................................. ....................................................................................................................................... ....................................................................................................................................... SARAN : ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………..

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

67

DAFTAR PUSTAKA

-

Lowe, Doug, Networking All-in-One Desk Reference For Dummies, 2nd Edition, California; Wiley Publishing, Inc. 2005.

-

Barnett, David, David Groth, [and] Jim McBee, Cabling: The Complete Guide to Network Wiring, 3rd Edition, California; SYBEX, Inc. 2004. Putra, Sandi, Modul Sistem Jaringan Komputer (Modul 3), Malang; TSP, 2007

-

Cabling.pdf Buku-wireless.pdf Pustaka Artikel : www.xvongola.blogspot.com www.yadicucuklauk.blogspot.com

TUGAS AKHIR INSTALASI LAN – KURNIAWAN SUGANDA

68

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful