For My Sister, or Me?

Aku selalu mengorbankan segalanya untuk kakakku. . . Aku ingin kakakku mengalah. . . . Tapi aku terlalu takut jika kakakku meninggalkanku. . . [Kokia – Watashi Wa Utari No Kotori Desu] - Henrietta POV Suasana rumah sakit begitu tegang. Tak ada seorangpun yang ingin bicara. Senyap. Bahkan suara jarum jam saja bisa mengalahkannya. Ayah ibuku nampak khawatir. Begitu juga dengan saudarasaudaraku. ”Ange. . . . Kumohon Tuhan, kuatkan gadis kecilku.” ayahku terus berdoa. Dan ibuku hanya menangis. Kenapa hanya aku yang tidak khawatir? Aku tidak mengkhawatirkan kakak kembarku. Angelica. Ia terlahir dengan tubuh yang sangat lemah. Katanya, saat melahirkanku, tubuh kami hampir menyatu. Tapi entah kenapa kami

tidak jadi kembar siam. Dan aku bersukur atas itu. Namun, balasannya adalah kesehatan Ange. Ia dari kecil sudah harus bertarung melawan tubuhnya yang sangat lemah dan sakit-sakitan. Sedangkan aku kebalikannya. Mempunyai energi berlebih dan bisa dibilang aku pun jarang sakit. Dan sekarang kami berada disini, karena Ange mengalami gagal ginjal. Kami belum menemukan sukarelawan. Karena tubuh Ange mengalami kelainan. Hanya aku saja yang bisa mendonorkannya. Tapi ibuku menolak. Dokterpun keluar dari ruangan Ange. Ayahku langsung berbincangbincang. Tampak dari raut muka keduanya. Aku yakin itu bukan hal menyenangkan. Aku menghampiri ayah dan dokter. “Pasti kalian membutuhkan ginjal kan? Aku mau memberinya untuk Ange kok.“ Dengan kepolosanku aku menawarkan. Ibuku tak percaya aka perkataanku. “Henrietta, kau masih berumur 4 tahun. Ini tidak semudah kau memberi mainanmu pada Ange. Kau harus di operasi. Dan. . . .“ aku memeluk ibuku. “Apakah umur itu mempengaruhi? Asalkan aku bisa bermain dengan Ange apapun akan kulakukan.“ Semuanya tertegun mendengarnya. Ibuku tak sanggup menolak tawaranku.

[Kokia – Arigatou] - Angelica POV 10 tahun kemudian. . . . . “Ange! Diluar saljunya sudah menumpuk! Kau harus lihaat!“ Henrietta memanggilku dari luar. Kupandang keadaan diluar dari jendela. ”Pasti hari ini sangat dingin. Huuu.... Ha. . . Hachim!” aku bersin. ”Ange? Kau sakit lagi? Kalau begitu kita bisa main dong.” Henrietta mengeluh. ”kau sakit terus.” aku sedikit tersinggung. Tapi aku tidak bisa memarahinya. Henrietta, adik kembarku. Dia bagai sumber kehidupanku. Sejak lahir aku menjadi anak yang sangat lemah. Mudah terserang infeksi, penyakit, dan alregi. Tidak jarang aku berada di rumah sakit. Saat aku terserang penyakit parah dan membutuhkan transplantasi. Henrietta selalu ada untukku. Dan aku bagai kloning dari dirinya.

Aku beranjak dari ruang Tata Usaha setelah selesai mengambil buku pelajaran. ”Ayah kami berangkat!” ”Henrietta!” panggil ayah. Pertama kalinya aku melihat Henrietta seperti itu. . . . mata menangkap sebuah sosok. Aku sedikit sakit hati. Tapi rasa sakit hatiku ini tidak sebesar sakit hati Henrietta yang telah ia pendam demi diriku. ”Eh! Aku harus berangkat sekolah. Setelah keluar kelas. Karena. orang tua ku sering memaksanya. Saat ditaman. . Tapi aku tidak ingin menerimanya. Henrietta menghampirinya. . . manis. ”Jaga kakakmu ini ya. Wajah begitu dendam dan benci yang menjadi satu. .” ”Eh? Ada apa Henrie?” ”Kenapa kau yang selalu dibanggakan!” Henrietta melepaskan semua dalam hatinya. . Jangan bilang seperti ini pada Henrietta. Ayah terlalu menjadikan Henrietta sebagai tamengku. Jangan sampai terluka. Berambut panjang dan nampak halus. aku berencana keliling halaman sekolah yang luas. Setelah menaruh tas. . lalu akupun mencari kelas yang akan kutempati. ah. Perempuan. ”Maaf kalau begitu. Dan aku merasa sangat tidak berguna. ”Henrietta ayo pergi. Waktu itu aku benar-benar ingin ’memberikannya’. . rentan. Kamu siapa!” kutatap perempuan itu lekat-lekat. ”ayah diam!” teriakku. Di perjalanan kami sama sekali tidak bicara. Itu untuk melindungiku. . .Tadinya tidak seperti itu. “Lagi apa?” “. TAPI SETELAH ITU KENAPA AKU HARUS DIPAKSA!” Aku terdiam. namun. Bahkan Henrietta harus belajar menembak.” keluhku. . . Kami meninggalkan rumah. ”Semenjak 10 tahun lalu. tidak adil. Dia hanya ingin membantuku. Henrie!” Henrietta langsung mengambil tasnya. Tapi semenjak itu. Kuberanikan memandang wajah Henrietta.Kyuhyun POV ”Huh! Bisa jadi aku disebut orang korea nyasar di jepang.” Setelah itu kami menuju sekolah tanpa pembicaraan. Aku akan berusaha tidak sakit lagi. Aku menghampirinya. Kata ayahku. Wajah polos. . Diam.” ayah. Aku sungguh takut melihat wajahnya. ”Kenapa. .

Mungkin seperti itu. ”Tadinya tidak. sedikit serampangan.” tanpa sadar perempuan itu sudah berlari kecil ke arah sekolah.” Jawabnya dengan senyum menghiasi wajahnya. Orang Korea!” Aku hanya ingin selalu tersenyum melihatnya. Aku belum memberitahumu. ”Siapa namamu?” ”Tidak sopan langsung tanya nama seorang perempuan! Harusnya kau memperkenalkan dirimu dulu!” protesnya. Sampai bertemu lagi. . kita kedatangan murid baru. . . ”Hai. Dari suatu tempat yang jauh. Terasa lebih cepat ya. Anak baru itu pun masuk. . ”Kau tahu? Walaupun kau percaya wonderland karena diriku. Tapi setelah melihatmu. Sifatnya sedikit tertutup. Tapi. ”Angelica.” Bom-sensei mempersilakan anak baru itu masuk. . . . Tempat nyata atau seperti wonderland?” ”Kau percaya ’Wonderland’?” tanyanya sedikit antusias didengar dari nadanya. .” perempuan itu membuang muka.” jawabnya singkat. . Salam kenal. tapi lebih mengarah ke. Mungkin dia anak yang pintar. ”Oh iya.” Huh! Membosankan.” Salam anak baru itu dengan tak semangat.” TONG TONG TING TOOONNG! Bell tanda masuk berbunyi.Henrietta POV Di Kelas. . . Maksudku buka lesu. Menarik? Ah! Lupakan. ”Kamu ini banyak maunya! Namaku Kyuhyun. Dilihat dari tampang. ”Ne. . Anak laki-laki. namaku Cho KyuHyun. ”Anak aneh.” aku mengulurkan tanganku dan dibalas olehnya. ”Korea. Aku tidak percaya.”Habis nangis rupanya. Dari Korea Selatan. kamu pindahan dari mana?” Bom-sensei bertanya dengan senyum manis menghiasi wajahnya. lho!” ia berlari meninggalkanku.”tebakku. Kyuhyun. ”Anak-anak.” CHAP 2 . ”Hey!” ia berhenti lalu menoleh. Aku dari belanda. ”Kau diam saja! Tidak usah ikut campur. namun . . “Tempat yang jauh itu banyak loh. ”Sudah bell. Tidak tertarik atau Tidak antusias. .

“Uh. ”Aku tau kau pasti menganggapku orang yang menyebalkan. . . Sejarah. .” ia pun tertawa mendengarnya. . Olah Raga. ”Ugh!” aku merenggangkan otot-ototku. .” Bom-sensei mempersilahkan Kyuhyun. . ”Yup! Selesai!” ”Henrietta semangat banget sih kalau soal olahraga. Sekarang Kyuhyun kamu duduk disebelah Henrietta. “Ehem. Ketua kelas. . “Ah. . “Gara-gara kau kan!” aku berbisik. tunggu. Licik =__=. teman sekelasku. Bisakah kau diam dan bersikap baik terhadap Kyuhyun.”Oh! Hebat.” Pelajaran ketiga. Henrietta. . sebelah siapa tadi? Aku? APA! Tak kusangka anak itu sudah duduk di sebelahku.” dengan ringan dia menjawab alasanku. Dan jangan tersenyum seperti itu. Aku kedatangan seorang anak terkutuk. ternyata. Lupakan. ”Apa liat-liat!” anak itu bicara ketus.” “Tapi!” Bom-sensei berdeham. . . Ketua kelas. ”Kalau begitu kau saja yang pindah. .” Ia memberi penekanan pada ‘ketua kelas’.” dia tersenyum. ”Tapi kan kamu bisa nolak!” aku membantah. . .” aku memalingkan wajah.kan. Lalu. Kau harus bersikap baik padaku. ”Anak menyebalkan. ”Ah. . ”Cih!” ’Kupikir hari ini bakal lebih baik. “Juga sebagai contoh untuk teman-temanmu. Aku duduk dengan pasrah.” Aku menjawab pasrah.” Bom-sensei tidak terlihat marah namun tegas. .” cetus Kai. ”Olah raga itu sehat tau!” aku berlari ke lapangan meninggalkan Kai yang masih di dalam kelas. . Dari sorot matanya tidak ada tatapan ramah sedikitpun.’ Desahku dalam hati. ”Huh! Aku sudah lama disini!” ”Jadi. . ”Ih! Terserah aku mau liat apa ngga!” Huh! Dasar sombong! ”Lagipula kenapa kau harus dudk disebelahku kalau gak suka!” ”Karena aku disuruh tau!” dia pun tak mau kalah. Bom-sensei memulai pelajaran pertama. . Bom-sensei kembali menulis soal di papan tulis. Eh. ”Hidup ini akan menyeramkan. Kenapa?” ”AAGH!! KAU INI!” Bletaak! Bom-sensei melempar penghapus ke arahku. Okay. . .

Suara paling menyebalkan. . aku minta nomor kamu. ”Kan sebagai seorang ketua kelas yang baik serta patuh. . . . Ia pun mengambilnya. Semenjak ada Kyuhyun. . . gak pulang?” tanyaku dengan sedikit tulus. . . ”Eh.” aku mengagguk. . . Kalau dia begitu rapuh. . . . . Hah. . ”IIIHH!!! KAN YANG MULAI DULUAN KAMU ANAK CICAK!” ”ANAK ULAAR!!!” Yah.” si ’Bapak Yunho’ gak mau kalah.” ”Eh! Buat apa?” Kyuhyun bertanya. . Hah. ”Kamu sih!” Kyuhyun mulai melempar kesalahan. dari luar dia terlihat ceria. ”Wah.” Jawabnya singkat. Kau tahu? Tadi pagi aku lihat seorang perempuan mirip denganmu. ”Ayo anak-anak! Kita pemanasan!” teriaknya. . Suara ini. . ya!” ancam ku sambil terengah-engah. . Yang. . ”Kau. . ”Kau mengenalnya?” . Catat itu!” aku memberikan Hp-ku kepadanya. . . . . ”Heh! Lagian salah sendiri kalian lari-lari duluan. . . . Tapi aku bisa merasakan. . Mulai!” si anak cicak juga kelelahan rupanya. “Hmm. ”APA MAKSUDMU ANAK ULAR HAH!!!” aku menginjak keras kaki Kyuhyun. . ”Menurutku. . . Hahaha. PAK!!” aku protes. “Kau. Ada apa dengan kedua anak ini. „Kau pasti akan kutangkap! ANAK CICAK!“ Akhirnya. Intinya. sebelum pelajaran Olah raga dimulai. . setiap pelajaran aku selalu ribut berdua sama dia. ”Heh! Anak cicak. kami sudah ngosngosan. Nanti aja. ”HAAAH!!!!” aku dan Kyuhyun teriak serempak! ”TAPI KITA HABIS LARI. ”Hmm. ”KAAUU!!!!” aku mengejarnya.” aku diam tak memberi respon. ”Ih! AKU GAK MAIN INJAK YA!!!” dia membalasku lebih keras. Akan kubalas . ”IYA!!! EMANG BAPAK MAU BUNUH ANAK MURIDNYA!” Kyuhyun protes dengan keahlian asal cablak. aku selalu nyimpan nomor anak sekelas. Pulang sekolah. Lalu ia langsung berlari. . Wah.”Hey kau! Anak ular!” aku berhenti.” Yunho sang guru olahraga menghampiri mereka. .

”Ah. Aku pun ikut tertawa. . ”Ah!” Aku menariknya keluar kelas. awas kena karma loh!” Ange mencoba menggoda Henrietta. ”Ha-Ha-Ha. . Apa sih ngajak lari-lari dari lantai 3! Capek tau!” ”Itu!!! Dia kan perempuan yang tadi ketemu sama kamu!!!” ”Belum liat. menyebalkan sekali!” curhat Henrietta. . Secepat dan segampang Angelica membalas perkataannya. Henrietta bangun. ”INI PENCULIKAN!” ”DIAM BODOH!!! AKU AKAN MEMPERTEMUKANMU!” Belum sempat Kyuhyun berpikir aku telah membuka pintu kelas 104 tanpa perasaan.Aku berpikir sebentar. ”Kalian berdua sudah akrab ya rupanya! Hahahahha. . Ada yang mau ketemu sama kamu. ”Siapa?” Ange keluar kelas. . ini. . . .” . ”KADAL! DIAM!” Kyuhyun mencubit pahaku. ”Kau bilang apa! Dia anak yang menyebalkann!!!! Sungguh!” hening sejenak. . ”ANGE!” aku memanggil saudaraku. Hah. . Kecapean.” ”ANAK CICAK!” potongku. . . . Ng. ”Ange! Cowo itu. ”Eh? Kamu yang tadi! Siapa tadi namanya.” Kulirik Kyuhyun di samping pintu kelas. ”Ikut aku!” ”Heh! Mau ngajak aku kemana!” Kyuhyun mencoba menahanku. ”Tuh! Yang kau maksud dia kan!” ”Hah. ”KAU YANG DIAAM!!!” aku mencubit pipinya dengan keras. kenapa?” dengan muka bingung dia menghampiriku. Setahuku. kelas Ange.” Ange terlihat ingin tertawa lebih lepas. selama ini ange sangat jarang tertawa. Dia yang sok kenal!” aku menambahkan. “Dasar kembar!” CHAP 3 Henrietta merebahkan diri di kamarnya. . ”Sepertinya dia suka padamu. ”Hahaha. ”SAKIT OY!!!” ”GAK PEDULI!” ”HAHAHAHAHAHA!!!” Ange tertawa. ”Henrietta.” ”MAKANYA MASUUKK!!!!” Aku dan Kyuhyun ribut di pintu kelas 10-4.

. .” Angelica mulai serius. Kyuhyun cemberut. Dengar. kalian akan jadi teman baik.”APA!” Ange bangun dari duduknya. kamu sadar gak sih?“ “Apa?“ . .” Angelica mencubit pipi chubby adiknya.” ”Ha?” Beberapa minggu kemudian. Sedangkan orang yang di teriaki oleh henrietta diam saja dan kembali tidur di mejanya. “Hey. “Ng-GA!“ Henrietta tersenyum jail. Love at the first sight?” “Kan kau yang bilang kau tidak percaya hal itu. ”Kau pasti sudah tahu kan!” ”Sudahlah. . . Henrie!” angelica memeluk sang adik yang berbeda 3 menit dari kelahirannya. adikku yang manis. “ADUDUDUDH!!!! Gak perlu pake fisik bisa kan!“ Kyuhyun mengeluh. Kulihat dari cara bicaranya kepadamu dan caramu bicara kepadanya. . ”Hei! Kyuhyun! Anak cicak! Aku mau nantang kamu main Counter Strike!” teriak Henrietta dari pintu. ”Henrietta. ”Lagi pula aku juga tidak merasakan perasaan spesial darinya.” ”Lepas! Tapi tetap saja! Aku akan mengawasi anak itu! Kalau dia sampai menyentuhmu. ”Kau ini bagaimana. Pasti akan perasaan yang tidak kau inginkan. sih. ”Mungkin kau tidak akan menyadarinya. . ”Aku aja baru ketemu tadi pagi sama dia!” ”Mungkin.” Henrietta memasang wajah tak senang. ”Huh! Darimana kamu tahu! Kamu kan gak peka! Yang peka aku!” Ctak! ”Aaah! Apa-apaan sih nyentil-nyentil adik sendiri!” ”Yang lemah emang aku! Tapi yang peka itu BUKAN kamu!” Angelica memberi penekanan di perkataanya. Henrietta mengangguk saja. Henrietta menghampirinya ”HEEEEII!!! AKU BILANG AKU MAU NANTANG KAMUUU!!!!” lalu ia menarik kuping Kyuhyun sampai bangun. ya.” Henrietta mengepalkan tangan.

Wookie. 10-4. Aku mendengar suara.” Angelica mengangguk. . kok. === Angelica POV === “Angelica. Kyuhyun?” . “Angelica!” ngh. mereka pun tertawa berdua. Pelajaran Matematika. . . ”Bodoh!” ”APA!” Kyuhyun pura-pura marah. . . Henrietta bisa merasakannya. Angelica akan berpura-pura bahwa dirinya adalah ‘Anak-biasa-dengan-tubuh-yang-sehat’ itupun tidak baik. Aku pusing. Tapi. . . ”Kau butuh obat?” Ryeowook menyodorkan sebuah kotak PK3 kelas. Sehingga hampir setengah kelas terarah kepadanya. ”Memang wajahku terlihat pucat?” Ryeowook tertegun. “Oh. kau terlihat pucat. Angelica tertidur. . Ia pun ikut tersenyum. . Di kelas Angelica . begitu. . yang mengetahui apapun tentang lemahnya tubuh Angelica. . . Ia bingung ingin menjawab apa. . Aku tidak bisa melihat dengan jelas. kamu . . . . “Iya. Lalu. . aku tidak apa-apa. Namun jika sebaliknya. ’Ugh. “Ah. Jika ia menjawab ’Iya’ Angelica akan diam dan tidak ingin bicara. Tanpa Angelica. . . efek obat itupun bekerja. “ANGE!” memanggilku? Aku membuka mata perlahan dan meninggalkan kegelapan dalam tidurku. . Yah. . . “ Angelicapun kembali menatap Onew-sensei yang sedang menerangkan. . ”Merasa tidak?” ”Kita? Maksudmu aku. sang ketua kelas. Tak lama. ”Kau ini.’ keluh Angelica dalam hati. ”Kau tidak apa-apa. Angelica mengambil obat di dalam tasnya. Akhirnya Ryeowook menjawab. Karena tak tahan dengan pusingnya. Onew-sensei.” Angelica menolak tawaran Ryeowook. dan meminumnya.” nadanya seperti mengejek. berdua. tapi terulas senyum tipis diwajahnya walau tidak terlihat. Ange?” tidak lain orang itu adalah Ryeowook. . Dan mual. dengan mu? Apa aku gak salah dengar?” Kyuhyun mengejek. dan Ange?” ”Tentu saja! Kau pikir siapa lagi!” ”Huh. .“Kalau kita sudah seperti sahabat dari kecil!“ Henrietta bicara dengan lantang. Bangun oy!” Ada seseorang. ”Ah. . Pok! Seseorang menepuk pundaknya. .

ya?” aku melangkah mendekati kelas 10-4. . ”Kau tau. Aku tidak apa-apa. Aku nyaris terjatuh. aku ingin berdiri. Saat aku ingin memanggil namanya. . kelas Ange. Kyuhyun dengan cepat menggapai tanganku. ”Kau! Jangan sampai kau jatuh ya!” Kyuhyun menggengdongku lalu mendudukkanku di mejaku. lalu tangan kanannya melingkari pinggangku. Setelah rasa pusingku mereda.” tidak menanggapi. Ia menahan ku agar tidak terjatuh. . ”Henrietta. tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi!” Aku menghela nafas. ”Henrietta mana?” ”Dia ada urusan sebentar. . ” Kesadaranku mulai menurun. terus aku disuruh menjagamu disini. . Kyuhyun memegang pipiku.” Aku menanggapi dengan lesu. Nafasku tertahan.” aku tak dapat mendengarkannya. ”Ange. . . . ”Kau kenapa.” “Oh. Aku hanya menangkap bahwa ’Henrietta ada urusan’ setelah itu aku tidak mencerna apa yang ia bilang. . BRUUKK!!!! Aku kaget. . ’Ange!’ aku pun berlari mendekati kelas Ange. “Aku sempat takut loh! Kalau ada apa-apa denganmu aku bisa dibunuh Henrietta nanti. dan . Bahkan aku tidak merasakan bahwa kakiku masih menjadi satu dengan tubuhku.“Ah! Sukurlah! Aku pikir kau pingsan atau bagaimana!” Kyuhyun berhenti memanggilku.’ Refleks aku memegang kepalaku. Namun. Aku lunglai. Itulah yang kurasakan.katanya. Kyuhyunpun pasti merasakan sikap acuhku. kakiku gemetar dan lemas sekali. Tapi aku hanya diam. sih? Sakit? Gak enak badan?” ”Tidak. BRUUK!!!! Tubuhku terkena meja. Tapi. Ia membereskan semua bukuku.” ’Ugh! Sakit ini! Sakit yang tidak bisa kusembunyikan.” jelas Kyuhyun. ”Seperti aku tidak mau kehilangan dirimu. ”Kalau kepala mu kena ujung meja bagaimana!” Kyuhyun terdengar marah. -------=== Henrietta POV === ”Hmm. Benarkah. Aku dalam keadaan tidak sadar sekarang. Kira-kira Ange sudah bangun belum.

. Aku. Aku pun berlari. Namun. Mataku mulasi basah. Cemburu? Pada kakakku? Dasar bodoh!’ Aku tau dia bermaksud baik. . aku merasakan sesuatu. sulit. ‘Aku tau dia bermaksud baik. -------”dan .” Aku menyaksikan bagaimana Kyuhyun memeluk tubuh kakakku. . . tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi!“ aku tidak menyangka. . Berusaha tak terdengar oleh mereka.” aku tak sanggup! Air mataku keluar dengan deras. Takut mereka mendengar suara tangisku. Kukuatkan diriku. Ia bicara seperti itu. . Aku harus bersikap biasa. . . . . Aku tak tahan berhadapan dengannyanya. Aku ingin menjawab. Tapi. Henrietta. Mengapa aku bisa lupa janji kami? Kenapa?’ 7 tahun lalu . ” Kau tau. . ”Kenapa kau tidak ke kelas Angelica. ’aku tidak rela?’. Hyun. . Tapi. Ternyata. namun ”Kyu. . Kusaksikan semua itu dengan mata kepalaku ” Seperti aku tidak mau kehilangan dirimu. . Menggendongnya dan mendudukkannya ke atas meja. Aku dapat mendengar dengan jelas apa yang ia katakan. Aku ingin menyapanya. Aku sungguh tidak percaya semua ini. CHAP 4 === Henrietta’s Room === Henrietta menangis sejadi-jadinya.” aku berlari masuk. Aku kembali melihat Kyuhyun dan Angelica dari balik pintu.Yang keluar bukanlah nama ’Angelica’. . Meninggalkannya. .” Kyuhyun bertanya dengan nada dingin. . tapi. di depan rumah ku sudah ada Kyuhyun yang baru keluar dari rumah ku. Nafasku semakin tercekat.” -------Aku pulang dengan mata merah. Kyuhyun memegang pipi kakakku. ’Rupanya aku kalah. ” suaraku semakin parau. . . ”Aku sudah kesana. . . ”Sudahlah.

. . ”Kenapa matamu sembab?” tanya Henrietta yang tak sadar bahwa matanya juga sedikit sembab. . Aku tidak bisa marah dengannya.” -End of Flashback”Ange. ’Eh tunggu. ’Ng. . Mereka sedang duduk dipantai berpasir putih. ”Yah. . ”Pagi. Kemudian matanya berkedip. Mungkin terpikat dengan lelaki?” ”Kira-kira siapa ya diantara kita yang akan terpikat dengan laki-laki? ”KAMU!” Angelica dan Henrietta saling menunjuk. Selalu kekanak-kanakan sejak dulu. kitaa lihat nanti kalau kita sudah besar ya. Ia hampir terjatuh dari tempat tidur karena ada seseorang yang memeluknya. Esok harinya. . basah?’ ”Angelica?” panggil Henrietta. Walau mereka sudah mengetahui satu sama lain.” jawabku dengan senyum. . . . Kulitnya yang bagai selembut coklat putih yang dilelehkan. ” tak lama iya pun tertidur dengan mata sembab. ”Hahahaha. . Akulah yang kalah!” Henrietta bergumam ditengah tangisnya yang kian semakin kencang. Angelica. ”Henrie?” ”Ya?” ”Kenapa mama-papa bisa menikah?” Angelica bertanya dengan polosnya.-Flash backSore itu. Henrietta dan Angelica berada di tengah liburan. . Siapapun yang pertama itu akan kalah!” Henrietta menambahi. . Dan hari ini. Pipinya.” sapanya dengan lesu dan wajah pucat. Mungkin karena ’Cinta’?” ”Cinta itu apa?” ”Kok tanya aku?” Angelica menatap Henrietta dengan penuh rasa ingin tahu. ”Aku begitu bodoh!. . ”Kenapa aku begitu bodoh! Menyukain orang yang menyebalkan seperti Kyuhyun!” Henrietta tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri. Bantal yang basah. Kedua anak kembar itu bercerita banyak hal. Memandang matahari yang kian tenggelam. Dan hati yang terluka. . . ”Aku tidak tahu. Henrietta terbangun. Hari minggu. aku berharap tidak bertemu dengannya. . . ”Angelica?” Angelica merespon dengan menggerakkan tangannya. ”Pagi. Semakin membuatnya seperti boneka perselen yang rapuh.

Kecuali ayahku.” “Itu namanya bukan ‘sesuatu’ tapi ‘macam-macam’ namanya. bos!” Angelica mengikutiku dibelakang. . . . Dirimu.” Aku bicara pada Ange.” jawab Angelica sambil menyuapiku Cheesecake miliknya. Sedangkan aku sudah berjalan keluar. kau sudah kelas10! Masih suka bermimpi buruk sampai seperti ini? ”Aku kehilangan dirimu. Angelica. ----------[Kokia – Tatta Hitotsu no Omoi] Pukul 15. “Hai. . . ”Oh. . iya iya. Aku tidak mau kehilangan. Beliau sedang pergi. Lagi? Dengan refleks Henrietta memeluknya. ”Iya!! Aku sedang mengambil sepatuku!!!!“ jawab Angelica. . .00. “Aku ada disini. iya. . “Di mimpiku. . Tenang saja. Angelicapun keluar rumah dan menguncinya. . Emang urusan apa?” aku mencomot strawberry di cheesecake milik Angelica. . .” Bisa kulihat Angelica tertawa. kau sudah tidak apa-apakan?” tanyanya. ”Ange! Kau mau ikut belanja tidak!” teriakku dari luar rumah. Ayo.” ibuku sepertinya pasrah. “Kamu ini. Nanti ibu buatkan daftarnya. Dan bawa payungmu!” “Ah. . . bu. “Ah!“ Angelica melihat awan dan terlihat takut. “Tolong belanjakan seseuatu. “Kau kenapa?” “Kumohon jangan pulang sekarang.” “Tentu saja jika mendung itu aka hujan.” ”Apa!!!” ucapku nyaris teriak. . Mau hujan. . . Kulihat Angelica gemetar. “Hujan Ange.35 “Henrietta. ”makanya aku disini.” Angelica memperingatkan.”Aku bermimpi.” 10. Pukul 15. . “Mendung.” mimpi? Ange.” . kita harus cepat. mama bisa minta tolong?” Ibuku bertanya sambil menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga. ” Angelica diam dan matanya berair. Mendung. . ”Iya. . . .45.

temannya mendorongnya. Semua yang terjadi saat ini persis dengan mimpiku semalam!” ”IYA TAPI SAMPAI SAAT INI! BUKAN NANTI!” aku membentak angelica lalu berdesakan di kerumunan. Ku coba tidak memperdulikannya. . Mengapa aku masih bisa merasakan dunia ini? Aku merasa sendiri. Dimana angelica? Yang aku tau. Aku dan ange berdesakan di dekat lampu merah. ”Maaf. Akupun menunggu bersama orang-orang lainnya. ”Ngh. Tiba-tiba anak di sebelahku tak sengaja memukulku. Aku merasakan sakit yang luar biasa. . Namun. . banyak sekali orang yang berada di jalan. ”Kumohon. ”Asal kau tau. Cuusss.” ”CUKUP. Dan mobil-mobil melaju cepat. sampai di lampu merah. . . Kau masih percaya pada mimpi?” Kalau kita berhatihati kita tidak akan apa-apa. HENRIETTA!!! AKU TIDAK MAU KEHILANGAN DIRIMU! KUMOHON DENGARKAN KATA-KATAKU!” Angelica menangis.” . Entah mengapa sore ini hujan deras. TIIINNN!!!! TIIINNN!!!! TIIIIINNN!!!! Seakan waktu berjalan lambat. . Lalu. Henrietta!” Sudah berapa kali Angelica bilang seperti itu. . . Angelica mengikutiku berjalan sambil mengajakku kembali berteduh. ”Cepaat!!! Pasien lebih parah bawa ke UGD!” ”Suster! Yang satu lagi. Aku terdorong ke arah jalan raya. Anak itu kehilangan keseimbangan dan menabrakku. Aku hanya mendengar teriakannya. ”CUKUP ANGE! Aku muak!” kami terdiam. cepat obati luka-lukanya!” ”Henrietta!” ”Angelica?” aku memanggil nama kakakku. Ah! Aku telat menyebrang. Dan diguyur air hujan. Aku terdiam dan pikiranku kosong. . Ange. Teriakan porang-orang memenuhi kepalaku. Sejauh ini yang ku dengar suara teriakan dan ”HENRIEETTTAAAA!!!!!” BRRUUUAAAAAKK!!!!!! Tubuhku terhempas. Aku pun menutup mata. Ange masih di belakangku.“Ayolah. Yah. Di sebelahku ada anak kecil yang sedang bermain dengan temannya.

”ANGELICA SEKARAT KARENA MELINDUNGIMU TERTABRAK BUS ITU!” ”apa. . . Kyuhyun. . Kelopak mataku tidak kuasa menahan rasa berat yang ada. ”AKU INGIN BERTEMU ANGELICA!” ”HENRIETTA KAU BELUM PULIH BENAAR!” ucap ibuku sambil menangis. “HENRIETTA! Kau sudah bangun! Sukurlaahh tuhaann!!!!” Ibuku menangis. ”DIMANA!” aku melepas pelukan ibuku dan turun dari ranjangku. Ku membuka mataku. Tidurlah dulu. Aku tidak bisa melihatnnya. Ayah ku juga. ”JAWAB KYUHYUN!” ”aku takut ini hal yang akan menambah buruk kondisimu. “Ibu?” Ibuku terkejut. . . ” Kyuhyun tidak memberi jawaban yang jelas. ”AKU INGIN BERTEMU ANGELICA! SEKARANG!” ”Henrietta. . . . Perasaanku masih tidak tenang. Aku pun tak sadarkan diri. Tapi. Namun. harus dijahit. yang kutahu bukang kamarku. Henrie. . sama seperti yang dia lakukan pada Angelica. Tapi. . ya. . Ange. Karena kau belum pulih sepenuhnya.” Kata susternya. . . ”Angelica. . . ”aku bukan adik yang baik. . Kulihat sekeliling. dimana angelica? ”Angelica mana?” semua membisu. ”Henrietta. Pertama kalinya kulihat ayahku menangisi diriku. . ”Ibu takut sekali. Tak ada yang mau menjawab. kau harus dibius. . . ”KYUHYUN DIMANA ANGELICA! DIMANA!!!” aku mulai marah. .” Chap 5 [Chrono Cross – Radical Dreamers ~Without Stealing the Jewel~] === Kyuhyun POV === . . . . Aku medekatinyaa dan menarik kerah bajunya.” ”IBU DIAM! KYUHYUN JAWAB!!!” tak ada jawaban. . Semua menangis bahagia. .” aku memeluk ibuku. Kyuhyun memelukku. . Dan disini ada. .” Kyuhyun menjawab tanpa ekspresi. ” aku menangis dalam pelukan Kyuhyun. Ayahku menahan ibuku. ” aku tak percaya. Orang tuaku pun menangis.”Maaf.” ”JAWAB!!!” paksaku. Tubuhku lemas. ”Kau lebih baik tidur dulu. Kulihat dinding. . Lukamu tak terlalu parah. .

6666. . Akhirnya kami sampai di depan sebuah kamar. Dia ngambek. 6666.” aku tersenyum puas. Makan saja kau ogah-ogahan!” Henrietta tetap manyun. .” aku melepaskan peganganku.”Henrietta. Aku menghela nafas panjang.” Aku mengajaknya ke ruangan Angelica. Sama seperti Ange. ”Oke. ini minum obatnya. Gadis itu menggeleng. . tubuhku gemetar. .” aku tidak suka melihatmu menangis. Walau aku sedikit yakin Angelica tidak bisa bertahan. Bahkan aku yakin Ange tidak mempercayainya. . kau harus minum obatnya. Ia beranjak dari duduknya. Ah lupakan soal angka. ”Apapun keadaan yang kau lihat. Ayo. Henrietta berdiri kokoh didepanku.” aku menahan nafas. --------=== Henrietta POV === Kami sampai di depan sebuah ruangan. Kamipun berjalan. ”Aku mau ke tempat Ange. Ke lantai 6. . Aku makan. Gagang pintu ruangan itu sudah ditanganku. Ah. ”Lagi pula kalau kau tidak mau minum obat dan makan yang banyak.” anak itu. Angka kematiankah? Itu hanya lelucon.” aku terus membujuknya. .” ”Janji harus di tepati. Ah! Aku bodoh! Angelica pasti akan bisa bertemu Henrietta walau Cuma sebentar. ”Kau yakin?” aku mengangguk. . aku yakin Ange pun tidak mau bertemu denganmu!” akhirnya kuberbohong. . . ”Sekarang tepati janjimu. . Kuambil nafas panjang dan mengeluarkannya. Pikirku. cukup bualannya. ”Tapi. . ”Kau masih mau masuk kedalam?” suaraku parau oleh tangisku yang tertahan. Sejujurnya. Karena aku bukan pengecut. ”Aku mau ke tempat Ange!” Henrietta manyun. ”Tapi awas kalau kau tidak membawa ku ke tempan Ange!” ”APA! Akukan gak janji seperti itu!” huh! Anak merepotkan! ”Apa boleh buat!” Henriettapun memakan sisa makanannya dan meminum obatnya dengan cepat. . tempat para pasien yang hampir. ”Henrietta. . ”Kumohon kau jangan jadi lemah.

. Kami menuju kedalam. . Sangat kencang.Kyuhyun berada di depanku. Namun dokter itu hanya diam saja. ”Henrietta. Dan yang paling kutakutkan. . Dan aku tak percaya. Monitor yang berada disampingnya yang menunjukkan detak jantung Angelica. “Dan jantungnya. Ini puncak ketakutanku. Tapi aku ingin memastikan yang terjadi didalam sana. . Kaki Angelica patah.” aku tidak yakin.” . Aku tahu perasaannya. Aku ingin mengguncang-guncangkan tubuh Ange. . Dia. Koma. ”Apapun keadaan yang kau lihat. . Selang infus dimana-mana. “KAU BOHONG!! ANGELICA PASTI BANGUN! ANGELICA!!!” teriakku. Cklek! Oh tuhan. .” Dokter itu diam. ”Kumohon kau jangan menjadi lemah. . Seorang gadis diatas ranjang. Kyu. . ”Aku siap!” Tangan Kyuhyun gemetar membuka pintu ruangan itu.” Kami disambut pemandangan menyedihkan. otaknya hampir tidak berfungsi. Tangannya retak dan terpelintir. . Suaranya parau. . ” aku mendekatinya walau aku tahu diriku tak kuasa melihatnnya seperti ini. ”Kau kakak yang bodoh!” tak ada respon. disana terdapat ayah dan ibuku.” ia diam sejenak. . ”Angelica.” dokter itu bicara dingin. . . . angelica. . Karena aku takut. kakakku. Serta dokter dan suster yang menangani Angelica. Serta. Kami berjalan masuk. Dan kami. ”Kau masih mau masuk ke dalam?” tanyanya. Tubuh penuh perban. . Kami masuk. . memegang gagang pintu ruangan itu. ”A. Tulang punggungnya juga. ”Henrietta?” Jantungku berdegup kencang. . Ruangan penentu nasib kakakku. . . . orang yang paling kusayangi di keluargaku. Kehilangan Angelica. Alat untuk bernafas. . “Kau tau. . Tetap tak ada respon.

Ugh!” tiba-tiba hidung Angelica mengeluarkan darah. .” dengan berat hati Kyuhyun menyanggupi. . . suster. seseorang memegang tanganku. “Tapi aku yang bertugas menjagamu!” aku membalas. . Kumohon. Hanya karena kau ingin aku tetap ada. Tapi semoga kau senang. Biar kita bertiga saja disni. . . Aku tahu ini belum impas dengan kelakuanmu padaku. Tolong jaga adikku.” Jawabnya lemah. ”Tolong tinggalka kami bertiga. Tapi kau lebih cocok dengannya. . Namun darah itu tetap keluar. . . . “ANGELICA!” Kyuhyun hendak memanggil dokter tapi tangannya ditahan Ange. ”Karena akulah yang menyukainya sebelum kau. Aku mengangkat kepalaku. ”Angelica. Lalu. ”Agelica!” ia tersenyum padaku dan Kyuhyun. Angelia. . . . Dokter. . “Kuhomon jangan. ”Kumohon bangun.” Angelica tersenyum polos. Dokter itupun diam. Darah yang keluar dari hidungnya kian membanyak. “Kau bodoh! Kenapa kau melindungiku!!” “Itu tugasku sebagai kakak.” Angelica mulai menangis.” pesan kakakku. . . . Dan bicara.” ”Aku kalah taruhan kita. kumohon. . Pada akhirnya itu akan gagal.” ”Tidak perlu!” Ange memotong pembicaraan.” panggil Kyuhyun. Ku lihat Kyuhyun. . ”Biar kujelaskan Henrietta. . . dan orang tuaku keluar atas permintaan angelica tadi.” panggilku lebih halus. Matanya berair memandang Angelica. Kalau kau butuh a. ”Angelica. Mau.“ ”Henrietta.“DIAAM!! AKU TIDAK MAU DENGAR ITU!!!” tangisku semakin deras. . ”Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk. . Bangun! Aku tertunduk menangis disamping Angelica yang tak kian sadar. Kyuhyun membantuku membersihkannya. Dan kau akan menyesal. Aku kaget. .” ”Angelica kumohon. . ”Aku tidak mau merepotkanmu.” Suara Angelica. Monitor disampingku berbunyi semakin lambat. . ”Angelica. . “Aku tidak.

Kau adalah laki-laki pertama yang aku sukai.” Kulit Angelica memucat. . Tapi sekarang ia telah meninggalkanku. . . . . Darahnya pun berubah warna. Bahwa kau adalah laki-laki pertama yang aku sukai. Oleh karena itu. Menangis. masih tidak bisa mempercayainya.. Senyum terakhirnya masih bisa kurasakan. Aku berjalan lemas keluar ruangan dan duduk di ruang tunggu depan kamar. Ia memejamkan mata. . dan saat itu pula . perasaanku. . . . . ”Jadi kumohon. .” Ia menggenggam tanganku dengan tangan kecilnya. Angelica. . pikiranku. . Dan menepati janjiku. === Kyuhyun POV === Situasi semakin memburuk. Kau harus tahu. Tttuuuuuuuttt. Aku tak percaya. . aku harus bangkit. Dan dibawa ke kamarnya. Perasaanku kacau.” Angelica memejamkan mata. . . . Tangis Henrietta memecahkan keheningan. . Kalau aku bisa membalikkan waktu. ”. Aku akan menolong orang yang kucintai. Hatiku.. otakku. Aku semakin tak kuasa menahan kepedihanku. Sudah berbaring tak bernyawa dihadapanku dan adiknya. ”Kyuhyun. Dokter dan para suster memasuki ruangan dengan panik. Jadi kumohon. . .” mungkin itu akan menjadi kenangan terakhirnya untuk ku. Gadis manis yang terlihat ceria. Belum ada setengah tahun aku mengenalnya. ”Aku ingin kau terus bersama adikku.”BAGAIMANA AKU BISA SENANG JIKA KAU SEPERTI INI!!” aku membantah! Aku benci Angelica! Tapi aku juga sayang padanya. . . Henrietta. Tapi itu hanyaa sebuah imipian. Aku membalas genggamannya. teruslah bersama adikku. sang adik yang sangat tidak mau percaya kakaknya telah tiadapun pingsan. Tuuuuuuuuttt. ”Ange!!!” Aku terduduk di sofa kamar itu.

The End . .Hari pemakaman Angelica diadakan 2 hari setelah kematiannya. Semua orang berkabung. . ”Kalau sedih jugaaa. . . ”Kau tidak apa-apa. Pikir Henrietta.. ”Aku tidak tahu ini akan terjadi. . “Sejak kapan sih kau ini jadi bodoh! Masa hanya karena Angelica pergi kau langsung bodoh mendadak!” Henrietta menjewer kuping Kyuhyun. dan seakan tak ada kejadian apapun kemarin. kan?” Henrietta memasang wajah muram dan cemberut.” Kyuhyun menepuk pundakku.” . Angelica akan marah padaku.” “Jadi?” Kyuhyun menatap Henrietta bingung. “heh. Dengan senyum di wajahnya.. . .” Ia diam sejenak. ”Menurutmu?” tanyanya balik.. . ”Henrietta. . . Memuakkan. Berdatangan penuh duka.” Kyuhyun tersenyum. “Menyesal aku khawatir denganmu.Sumpheeeehhhh!!!! Wadehel banget di FF nyaa!!!! .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful