LAPORAN HASIL TUTORIAL BLOK 3.1.

Skenario III “ Lansia dengan HHD” Kelompok III

Nama Kelompok: Ketua Sekretaris I Sekretaris II : Khalia Febriyani : Mega Nur Amalia : Rahmatika Purnamaningrum Samuel Indriatama Dimas Nurmaafi Berlian Kusuma Dewi Yulanticha Diaz Ahwalia Aziza Chairunnisa Rahmatina Nur Laila Safitri Lailia Nuraini Putri Nurmasari Reni Kusumastuti (13218) (13216) (13219) (13162) (13189) (13195) (13198) (13211) (13212) (13220) (13221) (13227)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011

Bagaimana respon fisiologis kardiovaskuler pada Lansia? Apa peran perawat dalam edukasi 8. Parto. 70 tahun datang ke Poli Jantung untuk control rutin. Bagaimana manajemen farmakologi dan non farmakologi HHD? 6. nadi 112 X / mnt irreguller.SKENARIO 3 BLOK : 3. Pemeriksaan penunjang HHD? 7. Di poli direncanakan dilakukan EKG. Sejauh mana dampak edukasi pada pasien HHD? (Berd. Parto telah diberi edukasi mengenai respon meninggalkan kebiasaan merokok. STEP 2 1. Bagaimana gambaran abnormal 12.1 HARI/TANGGAL : Kamis. STEP I HHD : Istilah yang diberikan kepada segala macam penyakit jantung yang disebabkan oleh hipertensi. Saat dikaji didapatkan data TD = 200/140mmHg. Askep HHD dan pengkajian pasien dengan HHD! 9. 29 September 2011 MINGGU KE : 3 HADIR : 12/ TIDAK HADIR : / Lansia dengan HHD LBM/ TOPIK : 3 Lansia dengan HHD Bp. ini meliputi : . STEP 3 9. Jurnal). Bagaimana pencegahan HHD baik primer maupun sekunder? 13. Apa sajakah manifestasi klinis HHD? 4. Echocardiografi dan uji laboratorium serta Rontgen thorax untuk mengevaluasi adanya komplikasi. Komplikasi HHD? 5. Ia datang ke poli diantar oleh anaknya dengan menggunakan kursi roda. ia terdiagnosis HHD (Hypertensive Heart Disease). pasien tampak sesak jika beraktivitas misalnya sejauh 100 meter. Faktor resiko terjadinya HHD dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu : a. HHD ini disebabkan oleh hipertensi lama dan berkepanjangan yang tiak tertangani dengan baik. Adakah tingkatan hipertensi? Jika ya. jelaskan! 2. misalnya : Left Ventrikel Hipertrofi dll. Faktor resiko yang tidak bisa diubah. Apa faktor resiko terjadinya HHD 10. Bagaimana peran perawat dalam promosi kesehatan agar Tn Parto berhenti merokok? 11. Jelaskan patofisiologi HHD! 3. Pada control sebelumnya Tn.

jenis kelamin . misalnya dengan berhenti merokok. di sisi lain peningkatan tekanan darah itu sendiri dapat memodulasi faktor-faktor tersebut. faktor-faktor ini memegang peranan dalam perkembangan hipertensi dan komplikasinya. neuroendokrin. umur yang semakin menua mengakibatkan penurunan pada sistem kardiovaskuler.konsumsi garam. mengingat kebiasaan merokok dan minum alkohol pada pria lebih tinggi disbanding wanita . mengurangi minum-minuman beralkohol dll b) Menjaga tekanan darah c) Mecegah emosi d) Menjaga BMI (Body Mass Index) < 25 e) Exercise (minimal 1 hari 30 menit secara reguller) f) Menurunkan intake alcohol (max 10 gram alkohol) g) Jangan mengonsumsi analgesic yang mengandung narkotik h) Meningkatkan intake suplemen asam folat i) Makan makanan yang mengandung serat tinggi.. laki. seluler.Ras b. PATOFISIOLOGI HHD Patofisiologi dari penyakit jantung hipertensi adalah satu hal komplek yang melibatkan banyak faktor yang saling mempengaruhi.laki lebih beresiko terkena HHD.keturunan/ riwayat keluarga .usia . dan faktor molekuler. hal ini meningkatkan resiko terjadinya penyakit HHD . hal ini disebabkan karena sel miosit membesar karena jantung memompa dengan berat sehingga menyebabkan hipertrofi otot jantung secara tidak langsung melalui nuerohormonal terkait dan perubahan vascular. misalnya mengikuti sebuah organisasi RT/RW. hal ini terkait sistem RAA (Renin. kelompok pengajian/ kelompok gereja) 2. Peningkatan tekanan darah menyebabkan perubahan yang merugikan pada struktur dan fungsi jantung melalui 2 cara: secara langsung melalui peningkatan afterload. garam bersifat mengikat cairan sehingga membuat darah menjadi pekat dan bisa menyumbat jantung -Obesitas -Gaya hidup 12. Faktor resiko yang bisa diubah . Pencegahan HHD a) Perubahan life style. Di satu sisi. yaitu hemodinamik. tinggi kalium dan rendah Natrium (< 6 gr/ hari) j) Pengelolaan stress (dengan menjalin hubungan erat dengan orang lain. Angiotensin. . Aldosteron). struktural.

Pentalaksanaan Farmakologi dan Nonfarmakologi a) Farmakologi  Diuretic -> berfungsi untuk mengeluarkan Na dari tubuh sehingga menurunkan volume darah dan membuat jantung lebih mudah untuk memompa darah. Tingkatan Hipertensi Systole Prehipertensi Derajat I Derajat II (berat) Derajat III 120 . Selain itu.  Terdapat penurunan daya kerja dari nodus sino-atrial yang merupakan pengatur irama jantung. Sel-sel dari nodus SA juga akan berkurang sebanyak 50%-75% sejak manusia berusia 50 tahun.   β blocker -> membuat pembuluh darah menjadi vasodilatasi.5. semangka. tapi akan terjadi fibrosis. Jumlah sel dari nodus AV tidak berkurang.139 140 – 159 > 160 – 179 > 180 Diastole 80-89 90 – 99 > 100 – 109 >110 7. Diuretik biasanya pada mulanya diberikan dalam dosis rendah lalu meningkat secara bertahap.  Perubahan-perubahan yang terjadi pada Jantung : Pada miokardium terjadi brown atrophy disertai akumulasi lipofusin (aging pigment) pada serat-serat miokardium. bersifat vasodilatasi dan biasanya penggunaannya seumur hidup b) Non Farmakologi     Permen karet bernikotin Manajemen stress -> misalnya: dengan menggunakan tehnik relaksasi Minum Cincau Daun papaya. sehingga darah lebih leluasa untuk lewat ACE Inhibitor -> menghambat angiotensin I berubah menjadi angiotensin II. Selain itu pada katup juga terjadi kalsifikasi dan perubahan sirkumferens menjadi lebih besar sehingga katup menebal. Perubahan ini akan mengakibatkan penurunan denyut jantung. melon 1. Bising jantung (murmur) yang disebabkan dari kekakuan katup sering ditemukan pada lansia. karena apabila diberikan malam hari dapat mengganggu istirahat pasien. Sedangkan pada berkas His juga akan ditemukan kehilangan pada tingkat selular.  Terdapat fibrosis dan kalsifikasi dari jaringan fibrosa yang menjadi rangka dari jantung. Batasi juga minum pasien apabila mengkonsumsi obat ini. . obat ini juga sebaiknya diberikan pagi hari.

Dampak edukasi biasa pada individu yang memiliki prinsip seperti itu akan kurang efektif. dan Hidup Mati hanya Tuhan yang menentukan. Perubahan respons terhadap baroreseptor dapat menjelaskan terjadinya Hipotensi Ortostatik pada lansia. Perubahan-perubahan yang terjadi pada Pembuluh darah :  Hilangnya elastisitas dari aorta dan arteri-arteri besar lainnya. Terjadi penebalan dari dinding jantung. terutama pada ventrikel kiri. Hal ini disebabkan karena menurunnya perfusi jaringan akibat tekanan diastolik menurun. Selain itu reaksi terhadap perubahan-perubahan baroreseptor dan kemoreseptor juga menurun. Komplikasi HHD meliputi :       Left Ventrikel Hipertrofi (pembesaran pada ventrikel kiri) Valvular desease Heart failure Miokardial Iskemia Cardiac Arythmia Syncope/ Pingsang -> disebabkan penurunan tekanan darah . 4. Jumlah Sel Darah Merah (Hemoglobin dan Hematokrit) menurun. Dampak edukasi pada pasien HHD sifatnya subjektif. Juga terjadi penurunan jumlah Leukosit yang sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh. Perubahan-perubahan yang terjadi pada Darah :   Terdapat penurunan dari Total Body Water sehingga volume darah pun menurun. Keadaan ini akan berakhir dengan yang disebut ―Isolated aortic incompetence‖. Pengisian darah ke jantung juga melambat. karena hidup hanya sekali. Hal ini menyebabkan resistensi tubuh terhadap infeksi menurun. ada juga yang pasif. Ini menyebabkan meningkatnya resistensi ketika ventrikel kiri memompa sehingga tekanan sistolik dan afterload meningkat.  Dinding kapiler menebal sehingga pertukaran nutrisi dan pembuangan melambat. ada orang yang langsung sadar lalu berubah ke pola hidup sehat. Ini menyebabkan jumlah darah yang dapat ditampung menjadi lebih sedikit walaupun terdapat pembesaran jantung secara keseluruhan.  Menurunnya respons jantung terhadap stimulasi reseptor ß-adrenergik. Terkadang ada individu yang berprinsip untuk menikmati hidup. Edukasi :     Pentingnya exercise Dianjurkan makan makanan yang tinggi serat Edukasi dengan menggunakan perangkat multimedia Pamphlet panduan makan bagi Lansia Hipertensi 13.  erjadi iskemia subendokardial dan fibrosis jaringan interstisial. tergantung orangnya. Selain itu akan terjadi juga penurunan dalam tekanan diastolik. itulah tantangan kita sebagai calon perawat professional untuk menemukan metode-metode edukasi yang efektif berdasarkan Evidence Based Nursing.

jugularis. Pemeriksaan Penunjang HHD       EKG Rontgen dada CT Scan Kateterisasi jantung Echocardiografi Endoskopi 10. pernafasan menghela.   Retensi pembuluh darah meningkat bisa mennimbulkan nyeri dan pada akhirnya bisa terjadi stroke Terjadi Spasmus arteriola pada retina Terjadi oedema pada ginjal 3. episode palpitasi. letih. factor stress multiple(hubungan. Pengkajian : a. Nadi denyutan jelas dari karotis. - Tanda :Letupan suasana hat. Pada stage LVH (Left Ventrikel Hyperthrofi) sifatnya masih asymptomatik. Eliminasi Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayatpenyakit ginjal pada masa yang lalu).tangisan meledak. suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisiankapiler mungkin lambat/ bertunda. gaya hidup monoton. pendekatan role model (keluarga Tn Parto ikut menemani pasien. ansietas. 6. murmur stenosis valvular. sianosis. Pengkajian  - Aktivitas/ Istirahat Gejala : kelemahan. Namun ada beberapa manifestasi klinis yang bisa di kenali. keuangan. Manifestasi Klinis HHD Manifestasi klinis HHD tergantung pada tingkat keparahannya. perubahan irama jantung. aterosklerosis. penyakit jantung koroner/katup dan penyakit cebrocaskuler. Promosi kesehatan yang tepat untuk Tn Parto : Metode promosi kesehatan bagi Tn Parto bisa bermacam. nafas pendek. seperti Angina pectoris. distensi vena jugularis. Kelelahan.kulit pucat. gelisah. Sesak nafas. otot muka tegang. memberi dukungan pada Tn Parto dll) 8. Cardiac Arrythmia. Tanda :Frekuensi jantung meningkat. Gambaran EKG tidak teratur.  - Integritas Ego Gejala :Riwayat perubahan kepribadian. misalnya dengan diskusi. dll. - Tanda :Kenaikan TD. yang berkaitan dengan pekerjaan. Sirkulasi -  Gejala :Riwayat Hipertensi. audio visual (iklan.radialis. video). takipnea. peningkatan pola bicara. tikikardi.  . penyempitan continue perhatian.

Diagnosa yang mungkin muncul - penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload. Intervensi : . Intervensi Keperawatan - Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum. glikosuria. vasokonstriksi.melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur. muntah dan perubahan BB akhir akhir ini(meningkat/turun) Riowayat penggunaan diuretic - Tanda: Berat badan normal atau obesitas. perubahan keterjagaan. ginjal. iskemia miokard. - Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyinafas tambahan (krakties/mengi). ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2. sakit kepala.dispnea. sianosis. Nyeri/ ketidaknyaman  Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung). orientasi.   - Pernafasan Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea. penurunan keuatan genggaman tangan. adanya edema. proses piker. verbal report lemah. mual.. pola/isi bicara. HR abnormal. - Tanda: Status mental.sakitkepala. riwayat merokok. fatigue. lemak serta kolesterol. c. hipotensi postural.efek. Neurosensori  - Genjala: Keluhan pening pening/pusing. berdenyu. Kriteria Hasil :Klien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan / diperlukan. Batasan karakteristik : TD abnormal saat aktivitas. penglihatan kabur. Keamanan  Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan. jantung berhubungan dengan gangguan sirkulasi. - Makanan/cairan Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam. hipertropi ventricular. batuk dengan/tanpa pembentukan sputum. Tujuan : Aktivitas pasien terpenuhi. - Potensial perubahan perfusi jaringan: serebral.epistakis).subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontansetelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia. - Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum. ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2.  b.ortopnea.

Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatantiba-tiba pada kerja jantung). kelelahan berat dan kelemahan. nyaman. dipsnea. tidak terjadi iskemia miokard. e) f) Catat edema umum. Dorong pasien untuk partisifasi dalam memilih periode aktivitas. Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri. panduan imajinasi. (Stabilitas fisiologis pada istirahatpenting untuk memajukan tingkat aktivitas individual). catat peningkatanTD. suhu dan masa pengisian kapiler. hipertropi ventricular. gunakan manset dan tehnik yang tepat.pusig atau pingsan. e. ukur pada kedua tangan. aktivitas pengalihan k) Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah . fatigue. menyikat gigi / rambut dengan duduk dan sebagainya. iskemia miokard. memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentangnormal pasien. b) Catat keberadaan. Kriteria Hasil : Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / bebankerja jantung . (Parameter menunjukan respon fisiologis pasienterhadap stress. mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapatditerima. atau nyeridada. berkeringat. c) Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. b. g) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditemapt tidur/kursi h) Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan i) j) Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher Anjurkan tehnik relaksasi. Batasan karakteristik : takikardi. Berikan lingkungan tenang. perubahan ekg. kurangi aktivitas. vasokonstriksi. tidak terjadi vasokonstriksi. dyspnea. aktivitas dan indicator derajat pengaruh kelebihan kerja/ jantung). (teknik penghematan energi menurunkan penggunaan energi dan sehingga membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen). Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan menggunkan parameter :frekwensi nadi 20 per menit diatas frekwensi istirahat. (Konsumsioksigen miokardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah oksigen yang ada. d. Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kursi mandi. Tujuan : Afterload tidak meningkat.(Seperti jadwal meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas danmencegah kelemahan). frekwensi nadi. d) Amati warna kulit.penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload.a. . Intervensi : a) Pantau TD. kualitas denyutan sentral dan perifer. c. TD stabil. Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas contoh : penurunan kelemahan / kelelahan. kelembaban. peningkatan perhatian padaaktivitas dan perawatan diri.

l) Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi m) Kolaborasi untuk pemberian obat-obatan sesuai indikasi Step 4 SKEMA Definisi Patofisiologi HHD (Hypertensive Heart Disease) Konsep Manifestasi Klinis Faktor Resiko Komplikasi Peran Perawat Pemeriksaan Penunjang Asuhan Keperawatan Promosi Kesehatan Manajemen Edukasi (Keefektifan) Non Farmakologi Farmakologi Step 5 LO 1. & pemeriksaan penunjang. rontgen thorax. echocardiography. hasil abnormal pada EKG. dan lab terkait HHD 2 tingkatan (terkait tekanan nadi) dan klasifikasi hipertensi 3 Manajemen farmako dan non Farmakologi 4 Kaitan antara edukasi dengan tingkat kesadaran pasien 5 Peran perawat dalam program berhenti merokok sesuai NIC Step 6 Mencari literatur dari berbagi sumber di Internet dan buku serta jurnal .

2 cm. hemorrhagi dan eksudat. perubahan funduskopik progresif antara lain seperti peningkatan refleks cahaya arteriolar. Retina adalah satu-satunya jaringan di mana arteri dan arteriol dapat diamati secara langsung. b. encelopati e. dan.STEP 7 1. IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal. Photo dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup. Sehingga pemeriksaan diagnostic untuk LVH adalah: a. Seiring peningkatan tingkat keparahan hipertensi dan penyakit atherosklerotik. g. & pemeriksaan penunjang. - Peningkatan voltase pada hantaran prekordial : gelombang R sangat tinggi (>sama dengan 25 mm) dan gelombang S sangat dalam (>_ 25 mm) - Gelombang R yang tinggi di aVL (>_13mm) Depresi asimetris segmen ST Durasi QRS antara 0. f. EKG : Dapat menunjukan pola regangan. papiledema. Pada penderita HHD. d.12 detik karema dinding ventrikel yang tebal. - BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal. . Elektrokardiogam Tidak secara langsung menentukan adanya hipertrofi tetapi merupakan gambaran vector listrik karena perubahan anatomi. Pemeriksaan Laborat - Hb/Ht : untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan(viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti : hipokoagulabilitas. dimana luas. rontgen thorax.perbaikan ginjal.pembesaran jantung. Banyak lagi cara pengukuran yang lain. anemia. dan akhir sistol = < 3. Echocardiogram - Pengukuran dimensi ruang ventrikel kiri saat akhir diastole dan akhir systole. peninggian gelombang P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi. defek perbandingan arteriovenous. - Urinalisa : darah. dan lab terkait HHD Gambaran abnormal pemeriksaan diagnostic Komplikasi yang terjadi setelah HHD adalah pembesaran ventrikel kiri (LVH).2 cm. hasil abnormal pada EKG. c. pada pasien dengan hipertensi maligna. Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapatdiakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin. echocardiography. glukosa. CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral.08 detik – 0. Diameter ventrikel kiri normal akhir diastole = <5. protein. mengisaratkan disfungsi ginjal danada DM.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan stress echo adalah :   JANGAN makan atau merokok selama 3 jam sebelum tes. maka dokter biasanya akan memberikan obat seperti dobutamin melalui vena (infus intravena). Silakan periksa dengan dokter Anda jika Anda tidak yakin. Hal ini seperti diminta untuk berjalan cepat atau jogging mendaki bukit. . kecuali diinstruksikan lain oleh dokter atau perawat. mirip dengan ketika Anda berolahraga.  Jangan memakai pakaian longgar yang memungkinkan akses mudah ke dada. Biasanya akan perlu untuk berjalan atau bersepeda untuk sekitar 5 sampai 10 menit. Anda dapat minum air. Tes stres akan dilakukan di laboratorium uji stres dengan penyedia layanan medis yang terlatih khusus. mencukur terbatas dada mungkin diperlukan untuk menjamin kontak yang baik antara kulit dan elektroda. Elektroda akan ditempatkan pada dada dan kabel akan menempel ke elektroda sehingga elektrokardiogram (EKG) dapat dipantau terus menerus selama tes. dan sepatu berjalan yang nyaman. Dokter Anda akan meminta Anda untuk berhenti ketika: • Ketika hati Anda berdetak pada tingkat sasaran • Bila Anda terlalu lelah untuk melanjutkan • Jika mengalami nyeri dada atau perubahan tekanan darah Jika kita tidak dapat berolahraga. gelombang suara ultrasoundare digunakan untuk menghasilkan gambar dari jantung saat istirahat dan pada puncak latihan. Tes treadmill stress • • • • • Tes seluruh akan memakan waktu sekitar 1 jam. meskipun Anda akan berjalan di treadmill selama sekitar 10 menit dari waktu itu. Perlahan-lahan. Anda akan diminta untuk membuka pakaian dari pinggang ke atas dan akan disediakan dengan memakai gaun yang memungkinkan area kecil dari dada Anda akan terkena. Jangan mengambil obat-obatan biasa dengan air.Echocardiografi Merupakan alat untuk memeriksa jantung dengan menampilakan gerakan-gerakan jantung pada monitor Stres Echocardiografi Merupakan tambahan tes latihan rutin stres jantung. Penderita diabetes yang menggunakan insulin atau agen penurun glukosa mungkin perlu menyesuaikan dosis mereka. Selama stress echocardiography. Kebanyakan orang akan berjalan di treadmill (atau menaiki sepeda olahraga). Obat ini akan membuat jantung Anda berdetak lebih cepat dan lebih keras. Pada pria. Anda akan diminta untuk berjalan (atau pedal) lebih cepat dan di sebuah lereng.

Struktur jantung yang tidak bisa dilihat dengan jelas menggunakan TTE. Jika Anda perhatikan nyeri dada. tingkatan (terkait tekanan nadi) dan klasifikasi hipertensi  Menurut WHO Definisi dan klasifikasi tingkat tekanan darah (mmHg). Gambar-gambar yang diperoleh selama pemeriksaan USG akan dicatat dalam sebuah rekaman video. bisa dilihat dengan jelas menggunakan TEE 2. • Anda akan terus dipantau sampai denyut jantung dan tekanan darah kembali ke tingkat pra-latihan.• • Sebuah manset tekanan darah akan ditempatkan pada lengan Anda. yang merupakan jalan listrik yang dapat dibangkitkan. sehingga tekanan darah Anda dapat diukur sebelum. Kecepatan dan kemiringan akan meningkat secara bertahap. pusing. Berikutnya Anda akan diminta untuk berbaring di meja periksa dan sonogram (teknolog USG terlatih khusus) akan mendapatkan gambar USG jantung Anda menggunakan transduser kecil genggam dan larut dalam air gel. stres pasca-gambar yang diperoleh dalam waktu 1 menit untuk menghentikan latihan. • • Segera setelah berhenti berolahraga. Anda mungkin diminta untuk menahan napas untuk jangka pendek selama waktu sehingga gambar terbaik dapat diperoleh. Idealnya. Echocardiograf (TEE) Pasien puassa + 6 jam Menandatangani informed concent Tidak mengkonsumsi antikoagulan Keuntungan : bisa melihat struktur jantung yang menggunakan esophagus dang aster sebagai jendela. selama dan setelah berolahraga. penglihatan kabur. Anda akan didorong untuk latihan selama Anda bisa. kelemahan. Tekanan darah Anda akan diperiksa sebentar-sebentar dan dari waktu ke waktu Anda akan ditanya apakah Anda mengalami gejala apapun. katakan sehingga begitu gejala-gejala tersebut terjadi. atau kelelahan kaki. Kategori Optimal Sistolik <120 Diastolik <80 . • Lampu akan diredupkan untuk mengurangi silau sehingga sonogram dapat lebih melihat monitor gambar. • • • • Anda kemudian akan berjalan di treadmill. Anda akan dibantu dengan cepat kembali ke meja periksa dan sonogram lagi akan mengambil gambar USG jantung Anda. seperti yang Anda akan berjalan menanjak.

dipakai kategori yang lebih tinggi .Normal Normal-tinggi Hipertensi derajat 1 (ringan) Subkelompok : boderline Hipertensi derajat 2 (sedang) Hipertensi derajat 3 (berat) Hipertensi sistolik terisolasi Subkelompok : boderline < 130 130-139 140-159 140 – 149 160-179 180 140 140 – 149 < 85 85-89 90-99 90 – 94 100-109 110 < 90 < 90 Jika tekanan darah sistolik dan diastolik berbeda kategori.

Frohlic membagi kelainan jantung akibat hipertensi menjadi empat tingkat : Tingkat I : Besar jantung masih normal.Selain itu. belum ada kelainan jantung pada EKG atau radiologi Tingkat II : Kelainan atrium kiri pada EKG dan adanya suara jantung 4 (atrial gallop) sebagai tanda dari permulaan hipertrofi ventrikel kiri Tingkat III : Adanya hipertrofi ventrikel kiri pada EKG dan radiologis Tingkat IV : Kegagalan jantung kiri Hipertensi krisis = suatu keadaan klinis yang diatandai dengan TD yang sangat tinggi yang kemungkinan dapat menimbulkan atau sudah merusak organ target .

Golongan diuretik loop : Golongan ini jarang dipakai untuk maksud antihipertensi. mengurangi minum alcohol. Hal ini sangat menguntungkan untuk pemakaian jangka panjang. perdarahan intracranial. jantung. • khlortalidon : 50 mg sekali sehari. mempertahankan asupan kalium yang adekuat. ethacrynic acid. Beta bloker bagus untuk penderita jantung koroner. infark miokard akut. eklamsia 3. RA Tuty Kuswardhani. lama aksi kerjanya dapat sampai 48 — 72 jam sehingga dapat diberikan selang sehari. mengurangi asupan garam. berhenti merokok. Diberi dosis kecil dan ditambah perlahan. PENATALAKSANAAN HIPERTENSI PADA LANJUT US1A.Ada 2 macam : Hipertensi emergensi (darurat) : peningkatan TD > 180/ 120 mmHg secara mendadak dan disertai kerusakan sel target. Harus dimulai sebelum menggunakan obat-obatan. mempertahankan asupan kalsium dan magnesium yang adekuat. unstable angina pectoris. mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol. - Modifikasi pola hidup Sama pada pendrita lain seperti : menurunkan berat badan jika ada kegemukan. b. - Obat-obat simpatolitik . Manajemen farmako dan non Farmakologi a. Yang termasuk obat golongan ini ialah furosemid. FK. dan bumetanide. Unud: - Sasaran tekanan darah Pada hipertensi usila harus diperhatikan aliran darah ke otak. meningkatkan aktivitas aerobic. Rekomendasi penurunan TDS < 160 mmHg sebagai sasaran intermediet atau penurunan sebanyak 20 mmHg dari tekanan darah awal. Farmakologi : - Diuretika : Golongan thiazide (tiazid) • khlorotiazid : 500 mg sehari • hidrokhlorotiazid : 50 mg sekali sehari. gagal jantung kiri dengan edema paru. Pilihan utamnya adalah diuretic dan beta bloker. - Terapi farmakologis Harus mempertimbangkan dalam pemberian obat antihipertensi karena metabolism obat akan dipengaruhi oleh umur dan penyakit. Harus ditangani segera dalam 1 jam dengan obat antihipertensi oral Hipertensi sel target : ensepalopati hipertensi. Hipertensi dengan gangguan fungsi jantung dan gagal jantung kongesti bagus diberikan diuretic dan ACE inhibitor. dan ginjal. Kedua golongan ini mempunyai lama aksinya 12 — 18 jam.

5 mg/hari dan dinaikkan secara bertahap sampai 20 mg/hari. dapat meningkatkan fungsi arteri. - Jeruk Ilmuwan dari St. first decision 28 March 2010. dan akibatnya menurunkan tekanan darah aorta pada semua sembilan subjek mereka yang menderita . apel. Dosis permulaan untuk prazosine 0. prazosine.25 mg diberikan 2 — 3 kali/hari • Guanetidin : dosis 25 — 150 mg/hari peroral. Kedua bentuk kalium tersebut efektif menurunkan tekanan darah (Jurnal Hipertensi. - Semangka Dalam jurnal (―Effects of Watermelon Supplementation on Aortic Blood Pressure and Wave Reflection in Individuals With Prehypertension: A Pilot Study―) American Journal of Hypertension . - Vasodilator : Diasoxide. accepted 10 June 2010 disebutkan bahwa mengonsumsi enam gram L-citrulline/L-arginine asam amino dari ekstrak semangka setiap hari selama enam minggu.I — 0.Received 24 March 2010. Italia mengeksplorasi efek folat sebanyak 15 mg folat selama 3 minggu pada tekanan darah wanita menopause. Kadar nitrat anorganik diubah menjadi gas oksida nitrat saat dimakan membuat pembuluh darah terbuka & rileks - Bayam Folat. Partisipan dengan systole >140mmHg dan diastole 90-99 mmHg dengan mengonsumsi Mg 300 mg selama 12 minggu mengalami penurunan tekanan darah dibanding dengan kelompok placebo.. Ilmuwan dari policlinico di Modena. sodium nitropruside. Dampak suplemen pada orang dewasa kelebihan Berat Badan.. hydralazine. minum jus Bit dapat menurunkan tekanan darah karena buah Bit mengandung nitrat . April 2005) - Pisang Jurnal Nutrition. & Cardiovascular Disease. European Journal of Clinical Nutrition kelompok folat mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan dibandingkan kelompok placebo. yaitu vitamin B larut yang ditemukan pada bayam dan brokoli juga dapat menurunkan tekanan darah. jeruk dan pir. George’s Medical School di London meneliti tentang efek sitrat kalium dalam pisang dan jeruk. Farmakologi herbal - Buah Bit Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Barts London Medical School & Queen Mary University of London menunjukkan. serta kalium klorida pada suplemen. Metabolism. Mg banyak terdapat pada pisang. Desember 2009.Metildopa : dosis yang dianjurkan 3 x(125 — 500 mg)/hari • Klonidin : IV : 150 — 300 ug secara perlahan-lahan oral :(2 — 3) x 100 ug/hari •Reserpin : dosis yang dianjurkan 0.

termasuk perokok berat. faktor resiko utama untuk serangan jantung dan stroke c. kawin. Peneliti juga menyimpulkan bahwa semangka memiliki efek vasodilatory. . sudah berhenti merokok. Yakni metode yang mengandalkan perubahan perilaku dan metode yang mengandalkan terapi obat-obatan. Nonfarmakologi - Diit • gemuk : diberikan reducing diet • hiperlipidemia : diit rendah lemak hiperurekemia : diit dan alopurinol intake garam natrium : tidak perlu pembatasan garam natrium. kecuali pada penderita kegagalan ginjal atau kegagalan jantung mendadak/kongestif . organisasi keagamaan dan keluarga Metode-metode untuk Berhenti Merokok Ada dua metode yang selama ini dikembangkan para ahli dalam dunia rokok untuk menghentikan kecanduan terhadap rokok (dalam Jacken. dan merupakan salah satu yang dapat mencegah prehipertensi berkembang ke arah hipertensi penuh. berikut penjelasannya: . Penelitian dilakukan pada tahun 2004 di Yogyakarta.prehipertensi (empat pria dan lima wanita menopause. usia 51-57). Kaitan antara edukasi dengan tingkat kesadaran pasien (Reni) Terapi berhenti merokok (studi kasus pada 3 perokok berat) jurnal dari Fakultas Ilmu Budaya UGM tahun 2005. Mengenai pembatasan garam ini masih ada yang pro dan kontra. dengan metode kualitatif pada 3 perokok berat melalui wawancara Kriteria >40 tahun. Prehipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik antara 120-139 milimeter air raksa (mm Hg) melebihi tekanan diastolik sekitar 80-89 mm Hg. merokok > 20 batang perhari Kesimpulan : modal utama berhenti merokok adalah niat dan tekad yang kuat dari perokok itu sendiri Kebanayakan alasan responden berhenti merokok adalah : kesehatan. - Hindarkan dan atasi tekanan mental (mental stress). 2002).Hindarkan dan hentikan pemakaian obat-obatan seperti kortikosteroid atau oral kontrasepsi 4. menurut Dustan et al (8) pengurangan garam baru efektif bila diit garam lebih rendah atau sama dengan 9 mEq/hari - Hentikan kebiasaan merokok Latihan : pembatasan latihan pada penderita hipertensi dengan komplikasi kegagalan jantung.

Aversive Conditioning atau Pengkondisian Berbalik Teknik ini sangat unik. Dengan pengetahuan itu. Metode ini tidak menggunakan perencanaan yang panjang. jika pada saat trance dia diberi intervensi oleh penghipnotis bahwa merokok itu buruk dan dia harus berhenti. Perokok hanya akan merubah perilaku buruk merokok kalau dia tahu bahwa merokok itu buruk. b. c. Rokok bebas . Artinya. Metode Akupuntur d. Metode ’Cold Turkey’ Merode ini adalah metode yang paling sederhana dan paling mudah dimengerti tetapi juga paling banyak terjadi kegagalan.dari suka merokok menjadi berhenti merokok dengan mengetahui sifat atau keadaan yang menyebabkan dia merokok. maka pada saat dia sadar kembali. tetapi contoh ini bisa membantu: a) Merokok terus menerus tanpa berhenti sampai muntah.1. Metode Hipnotis Untuk menghentikan kebiasaan merokok. yaitu memasangkan (pairing) sebuah stimulus atau masukan yang negatif (bisa perilaku atau pikiran) dengan perilaku yang ingin dirubah. c) Membuat kontrak pengeluaran uang. 2. hipnotis digunakan karena mampu merubah perilaku orang secara setengah sadar tetapi sukarela. Sulit dipahami. Pemberian obat-obatan bukan nikotin c. Metode yang Mengandalkan Perubahan Perilaku Yang dimaksud metode perilaku dalam menghentikan kebiasaan merokok adalah bahwa perokok berubah tanpa bantuan obat-obatan. dan mukosa mulut (permen karet nikotin). Rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih baik digunakan untuk membantu berhenti merokok dibandingkan dengan rokok bernikotin rendah. a. Metode yang Mengandalkan Terapi dan Obat-Obatan a. besar kemungkinan dia akan berhenti. Cognitive Behavioral Therapy atau Terapi Perilaku Kognitif Inti dari pendekatan ini ialah pengetahuan atau kesadaran akan perilaku menjadi dasar untuk merubah perilaku ke arah yang diinginkan. b) Saat sedang merokok membayangkan hal buruk akibat merokok. Nicotine Replacement Therapy atau Terapi Penggantian Nikotin Dalam metode ini. Caranya adalah tinggal berhenti saja. mukosa hidung (nikotin sedot hidung). Perokok cukup menentukan kapan dia akan melakukannya. sekalipun dia tidak tahu siapa yang menyuruhnya berhenti. b. nikotin yang biasanya didapat dari rokok diganti sumbernya dengan nikotin yang didapat dari kulit (susuk nikotin atau transedental nicotine). dia berusaha merubah perilaku.

yakinkan pasien bahwa ia tidak gagal.05 miligram nikotin per batang rokok. Ilmuwan menduga. Para peneliti memberikan 53 orang rokok bebas nikotin. relaksasi. Bantu pasien dengan beberapa kesepakatan verbal (bantu pasien untuk menemukan alasan mereka kambuh.3 miligram nikotin per batang rokoknya. 52 orang rokok rendah nikotin dan sisanya permen pengganti rokok. Catat status merokok pasien saat ini + riwayat merokok b. percobaan ini dilakukan selama 6 minggu. memberikan ucapan atas kemajuan) h. Peran perawat dalam program berhenti merokok sesuai NIC Smoking Cessation Assistance a. Olah Raga. Menghabiskan waktu di tempat yang tidak dibolehkan untuk merokokna dapat merusak kemauan e. untuk memberikan semangat dan dorongan g.7-1 miligram nikotin per batangnya. Beritahu pasien tentang gejala fisik pasien saat berhenti merokok. sedangkan rokok bernikotin rendah mengandung 0. 5. Sebagai perbandingan. rokok rendah nikotin lebih memungkinkan seseorang untuk merokok lebih banyak untuk mendapatkan kompensasi jumlah nikotin yang hilang. Rancang untuk menjaga kontak telepon yang sering dengan pasien (missal : untuk memperkuat puasa merokok. Ikuti pasien selama 2 tahun jika mungkin.nikotin mengandung 0. seperti : menghabiskan waktu dengan teman yang bukan perokok. yakinkan bahwa banyak yang bisa dipelajari dari pemulihan ini) . Hasil yang didapatkan perokok yang mengonsumsi rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih sedikit mengalami withdrawal (sakau) dibandingkan dengan perokok yang mengonsumsi rokok rendah nikotin. rokok yang sebenarnya mengandung 0. Sedangkan rokok bebas nikotin tidak menimbulkan perasaan tersebut. Member nasihat yang jelas dan konsisten pada perokok untuk berhenti merokok c. Bantu pasien untuk mengidentifikasi alasan dan hambatan dalam berhenti merokok d. Bantu pasien untuk menghindari diet saat dalam program kar f. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Addiction. Mendorong pasien yang kambuh untuk mencoba kembali i.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful