Bakteri koliform

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

E.coli, salah satu bakteri koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak.[1] Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker.[1] Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.[1] Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air.[2] Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.[2] Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.[2]

[sunting] Karakteristik
Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat ppaerob [[atau ppanaerob fakultatif[[, termasuk ke dalam ppbakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.[3] Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll.[3]

Mikroorganisme indikator
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih. Mikroorganisme indikator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. [1] Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. [1]

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

• • •

1 Syarat 2 Jenis o 2.1 Indikator Bakteri  2.1.1 Koliform  2.1.2 Koliform tinja  2.1.3 Streptococcus Tinja - Enterococcus  2.1.4 Clostridium  2.1.5 Pseudomonas  2.1.6 Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp. o 2.2 Indikator Virus o 2.3 Indikator Protozoa 3 Kelemahan 4 Indikator Makanan 5 Referensi

[sunting] Syarat

Untuk digunakan sebagai mikroorganisme indikator, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh mikroorganisme tersebut, kendati demikian, persyaratan ini tidak mutlak untuk dipenuhi seluruhnya, tergantung kondisi yang ada. Syaratnya antara lain[1]:
• • • • • • • • • •

Dapat digunakan untuk berbagai jenis air Mikroorganisme harus muncul bila patogen enterik dan sumber polusi muncul Tidak ada di air yang terpolusi Mudah diisolasi, murah, mudah diidentifikasi, dan mudah dihitung Lebih banyak jumlahnya dan lebih tahan dibanding patogen Bukan merupakan patogen Tidak berkembang biak di air Merespon perlakuan dan kondisi lingkungan Kepadatan indikator harus berkaitan langsung dengan derajat polusi Menjadi bagian dari mikroflora dalam saluran pencernaan hewan berdarah panas

[sunting] Jenis
Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa[1].

[sunting] Indikator Bakteri
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator[1]: [sunting] Koliform Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain.[2] Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air.[2]. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.[2] [sunting] Koliform tinja Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV[1].

Contohnya adalah leviviridae Fage Bacteroides fragilis. Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil[1]. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya Fage Salmonella.coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia[1]. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau[1]. sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. yaitu colifage yang menginfeksi E. Kolifage jantan. [sunting] Indikator Virus Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1]. [sunting] Kelemahan . Contohnya adalah myoviridae. faecalis dan S.[sunting] Streptococcus Tinja . namun konsentrasinya juga terlalu rendah[1]. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. bersifat spesifik feses manusia. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. dan siphoviridae.Enterococcus Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar[1]. terdapat pada feses manusia dan hewan. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi.coli dan bakteri koliform lainnya. [sunting] Bacteroides spp. faecium [sunting] Clostridium Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. • • • • Kolifage. dan Bifidobacteria spp. podoviridae. [sunting] Indikator Protozoa Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa[1]. [sunting] Pseudomonas Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus. Bersifat spesifik pada feses. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella. yaitu baktriofage yang menginfeksi E.

Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I. yang bersifat prakariotik.Diakses pada 13 Mei 2010 .Inc.al. 2. San Francisco: Pearson Education. Misalnya E. ^ a b c (Inggris)Johnson BT. Disini hanya dijelaskan tentang bakteri.Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan[1]. Microorganisms. dan kelas IV. Termasuk ke dalam kelompok monera adalah bakteri dan ganggang biru atau Chyanophyta. 1025-1033. 2010 Monera meliputi organisme yang mempunyai struktur tubuh amat sederhana yakni terdiri atas sel-sel primitif. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000[1]. mahkluk ini dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan. respon terhadapat tekanan lingkungan. Bakteri Pada klasifikasi. termasuk keberadaan patogen tertentu. kelas II. Setiap negara. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air. 1997. Sel prakariotik adalah sel yang bahan intinya belum terlidungi oleh selaput inti atau karioteka. Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran. kelas III.Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Dalam klasifikasi terbaru. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s (Inggris) Madigan et. A. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator[1]. setiap daerah memiliki kriteria yang berbedabeda[1]. Brock Biology of Microorganism 12th ed. bakteri termasuk ke dalam kerajaan monera. karena berkembang biak dengan membelah diri. BAKTERI KOLIFORM YANG BERSIFAT ANAEROB Posted on December 16. coli tipe I. [sunting] Referensi 1. dan perlakuan[1]. yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme berbahaya dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. sub divisi Schyzomycetes atau jamur belah. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu[1]. Ciri-ciri dan Sifat Bakteri Untuk dapat mempelajari bakteri dengan benar kita perlu mengenali ciri-ciri dan sifatnya.Page. 2009. Bacteria and Viruses. koliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higienis. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. [sunting] Indikator Makanan Mikroorganisme yang menjadi indikator makanan merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu. .

1. Hidup secara sendiri-sendiri (soliter) dan ada pula yang hidup berkelompok (koloni). • • • . Bakteri hidup di mana-mana. bakteri dibedakan menjadi tiga. dan ada pula yang saprofit. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup selalu berpasang-pasangan.1. Tubuh bakteri tersusun atas satu sel (unisel). sehingga dapat melakukan fotosintesis. lebih besar daripada virus. bakteri tidak dapat menyusun zat makanannya sendiri dengan bantuan energi cahaya matahari. 4. bakteri tersebut bersifat fotoautotrop. Ukuran tubuhnya dengan satuan mikron. disebut bakteri kemoautotrop. Ciri-ciri bakteri Bakteri merupakan makhluk renik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. parasit. sehingga tampak transparan atau tembus cahaya. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuknya. Untuk mengamati-nya diperlukan alat bantu berupa mikroskop. Bakteri berkembang biak secara tak kawin/ aseksual. tiap pasang terdiri atas dua bakteri. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas delapan bakteri yang membentuk susunan seperti kubus. Kokus Kokus adalah bakteri berbentuk bulat seperti bola. yakni bakteri berbentuk bola yang hidup mandiri atau soliter. Karena tidak memiliki kloroplas. mulai daerah tropis hingga daerah kutub. Ada yang hidup bebas. Oleh karena itu. kokus dapat dibedakan menjadi 6 macam: • · Monokokus. 3. yaitu dengan membelah diri. yakni bakteri berbentuk bulat yang hidup berkelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat bakteri. Ada pula bakteri yang tidak memiliki pigmen. Contoh = Diplococcus pneumonia · Tetrakokus. tetapi dapat menyintesis zat makanan sendiri dengan menggunakan energi kimia pada medianya. ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen/zat warna seperti kloroplas. · Sarkina. yaitu bakteri berbentuk bulat seperti bola (kokus). · Diplokokus. Berdasarkan koloninya. mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung. 2. batang atau silindris (basilus). Sel tubuh bakteri tidak mempunyai kloroplas. Namun demikian. dan seperti spiral (sprillium).

pada bagian inilah terdapat berbagai organel yang berfungsi sebagai pelaksana kegiatan hidup. 4. berkelok. Berdasarkan jumlah dan letak flagelumnya. merupakan selaput lipoprotein yang berfungsi sebagai pintu gerbang zat yang masuk atau keluar ke dan dari dalam sel bakteri. Spiril (spirillum) Spiril adalah bakteri yang mempunyai bentuk seperti spiral. Selaput plasma berada di sebelah dalam dinding sel. 1. Bakteri berbentuk ini dapat dibedakan menjadi tiga. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup berpasangan dua-dua. 3. Pada bagian tengah sitoplasma terdapat bahan inti yang tidak terlindungi oleh selaput inti. • 2. yakni bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma. Ex = Bacillus antracts • • 1. yaitu: . Pada bahan inti ini terdapat kromosom. · Stafilokokus. Alat Gerak bakteri Ada beberapa jenis bakteri yang dapat bergerak dengan alat berupa bulu cambuk atau flagelum. yakni bakteri berbentuk seperti bola dan bergerombol seperti anggur. Sitoplasma terdapat di sebelah dalam selaput plasma. dan lain-lain.• · Streptokokus. sekaligus pemberi bentuk tubuh. 1. Dinding sel merupakan bagian yang cukup kuat dan tersusun atas zat hemiselulosa. yakni bakteri berbentuk batang yang membentuk rantai. bakteri dapat dibedakan menjadi lima. · Streptobasilus. Fungsi dinding sel adalah sebagai pelindung bagian tubuh bakteri. sintesis sel. seperti respirasi sel. 3. atau melengkung. Bagian-bagian sel suatu bakteri terdiri atas dinding sel. 1. dan sitoplasma. yakni bakteri berbentuk batang yang hidup mandiri atau soliter. Basil (bacillus) / batang Basil adalah bakteri berbentuk seperti silinder atau batang kecil. 1. 1. Yang termasuk bentuk bakteri ini adalah vibrio. Sel tubuh bakteri menyerupai sel tumbuhan. 2. yaitu: • · Monobasilus. selaput plasma. Struktur tubuh bakteri Tubuh bakteri terdiri atas satu sel. yakni bakteri berbentuk bola yang bergandenggandengan seperti rantai. 3. Ex = Salmonella typhosa · Diplobasilus.

Ada bakteri yang makanannya diperoleh dari sisa organisme lain yang telah mati. bakteri Escherichia coli yang hidup pada usus tebal. • Bakteri autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanannya sendiri. • • • 1. Bakteri yang menumpang pada manusia tidak selalu membahayakan kesehatan manusia. Untuk menyusun zat makanan tersebut. yakni bakteri yang memiliki sekelompok flagelum pada salah satu ujung tubuhnya. Ada bakteri yang parasit pada hewan. Bakteri ini membantu membusukkan sisa makanan dan juga membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah. maupun manusia. bakteri memerlukan energi. · lopotrik. yakni bakteri yang tidak memiliki flagelum. Misalnya. Nitobacter). • Bakteri heterotrop Bakteri heterotrop adalah bakteri yang tidak dapat menyintesis zat makanannya sendiri. Bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada manusia disebut bakteri apatogen. Bakteri jenis ini disebut bakteri parasit. · peritrik. Berdasarkan sumber energi yang digunakannya. 1. Makanan bakteri Berdasarkan caranya memperoleh makanan.• • · atrik. tumbuhan. Jadi. yaitu fotoautotrof dan kemoautotrof. yakni bakteri yang memiliki dua kelompok falgelum yang masing-masing terdapat di ujung tubuhnya. bakteri dapat dibedakan menjadi dua. Ada juga bakteri yang makanannya diperoleh langsung dari organisme lain. Bakteri jenis ini disebut bakteri saprofit. Contoh bakteri kemoautotrof antara lain bakteri besi. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi cahaya matahari. yaitu bakteri heterotrop dan bakteri autrotrop. 2. yaitu bakteri yang mempunyai satu flagelum pada ujung tubuhnya. 5. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. dan bakteri zat lemas (Nitrosomonas. Nitrosococcus. Contoh kelompok bakteri ungu (bakteriopurpurin) dan bakteri hijau (bakterioklorofil). yakni bakteri yang memiliki flagelum di seluruh permukaan tubuhnya. Colli · monotrik. makanannya bergantung kepada organisme lain. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang dapat menyintesis zat makanannya sendiri dengan meng-gunakan energi kimia. Ex = E. bakteri belerang. · amfitrik. . Sebaliknya banyak bakteri yang menumpang hidup pada manusia dan menimbulkan penyakit disebut bakteri patogen.

yang secara sederhana. Dengan demikian. Contoh bakteri anaerob antara lain Micrococcus denitrificans biasa hidup pada lahan yang kaya zat nitrat tetapi miskin oksigen. Anaerob obligat = tidak boLeh ada oksigen sedikitpun 3. • 1. dapat dihitung berapa kali dalam sehari sebuah sel bakteri dapat membelah. 7. Nitrosococcus. 2.dan Nitrobacter. 1. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Bakteri yang dalam bentuk kista. Karena spora ini tersimpan di dalam dinding . bakteri berkembang biak secara aseksual. intinya menjadi spora. Tetapi. Reproduksi bakteri Umumnya. yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. Cara reproduksi generatif bakteri sering disebut paraseksual. · Bakteri anaerob adalah bakteri yang dalam hidupnya atau dalam memecah zat yang tidak memerlukan oksigen bebas. Bakteri jenis ini sering disebut bakteriobligat aerob. 3. konjugasi. Transduksi adalah pemindahan materi genetika dengan perantaraan virus. Paraseksual berlangsung dengan tiga cara. yaitu dengan membelah diri atau membelah biner (pembelahan satu sel menjadi dua sel anakan). Bakteri yang bersifat aerob senang hidup pada lingkungan lembab dan cukup udara. Contoh bakteri aerob antara lain bakteri penyebab penyakit TBC (Mycobacterium tuberculosis) Nitrosomonas. yaitu dengan jalan membuat dinding kuat yang disebut kista. Pembelahan sel bakteri termasuk pembelahan amitosis. • · Bakteri aerob adalah bakteri yang dalam hidupnya memerlukan oksigen bebas untuk memecah zat pada mediumnya. • Transformasi adalah perpindahan sedikit materi genetik yang berupa AND atau gen dari sel bakteri yang satu ke bakteri yang sejenis lainnya dengan proses fisiologis yang kompleks. Sementara itu. Bakteri ini sering disebut bakteri obligat anaerob. bakteri akan membelah setiap 20 menit. Aerob = 100% mesti ada oksigen. Dalam kondisi tersebut Micrococcus denitrificans menguraikan zat HNO3 menjadi NH3 dan O2. bakteri mengeluarkan zat jenis fermen tertentu. ada beberapa jenis bakteri yang mampu bertahan hidup. Clostridium tetani adalah bakteri penyebab penyakit tetanus.6. Untuk memecah zat makanan pada mediumnya. Konjugasi adalah bergandengnya dua bakteri (+ dan -) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Pernapasan bakteri Bakteri dapat dibedakan menjadi dua kelompok. beberapa jenis bakteri akan mati. dan transduksi. yaitu transformasi. • • Dalam kondisi yang ideal. Aerob fakultatif = masih bisa hidup waLaupun kadar oksigenya lemah 2.

Bakteri ini membantu membusukkan sisa pencernaan makanan. Namun demikian. B. bakteri pembusuk tersebut sangat membantu dalam mengembalikan kesuburan tanah. dan paku-pakuan. Di samping itu. Pertumbuhan bakteri Pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: • · Temperatur Suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri adalah antara 270 – 3000C. 1. bakteri tidak aktif dan dapat bertahan selama 50 tahun. lumut. 2. bahwa Tuhan telah menciptakan bakteri yang menjadi sahabat kita dalam mengatasi masalah sampah dan bangkai tersebut. Escherichia coli membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk proses pembekuan darah. Di dalam usus besar kita juga terdapat bakteri pembusuk. Bakteri yang menguntungkan 1. yaitu Escherichia coli. sinar ultraviolet juga mampu merusak struktur kromosom bakteri. spora bakteri berguna untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Berbeda dengan spora jamur. • · Zat kimia Beberapa jenis zat kimia. sampah-sampah dan bangkai tersebut diuraikan oleh bakteri menjadi unsur-unsur hara. Tidak hanya itu. sedangkan spora jamur. 8. khususnya sinar ultraviolet dapat mematikan bakteri. sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. ada yang dapat mematikan atau merusak dinding sel bakteri. Dengan demikian. Bakteri pembusuk Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada bakteri dan organisme pengurai lainnya. Kemungkinan besar permukaan bumi ini akan penuh sampah dan bangkai sisa organisme. ada pula bakteri yang tumbuh baik pada suhu lebih rendah atau lebih tinggi daripada suhu optimum rata-rata tersebut. Namun bersyukurlah. Bakteri penghasil antibiotika . misalnya antibiotik dan zat-zat kimia yang lain. Di samping itu. lumut. Dalam keadaan sebagai endospora. • · Kelembaban Bakteri dapat tumbuh baik pada lingkungan yang lembab atau kadar airnya cukup tinggi. PERANAN BAKTERI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA 1. • · Sinar matahari Sinar matahari. dan paku-pakuan adalah untuk perkembangbiakan.kista yang kuat maka spora ini sering disebut endospora. 1.

Salah satu di antaranya adalah dihasilkannya limbah industri yang makin meningkat. 7. Bakteri Lactobacillus bulgaricus dapat digunakan untuk membuat yoghurt. bakteri memberikan andil besar dalam bidang rekayasa genetika. Bakteri yang mengikat zat nitrogen Beberapa jenis bakteri ada yang mampu mengikat zat lemas/nitrogen (N2) dari udara bebas. Bakteri dalam pemrosesan susu Dalam industri pemrosesan susu banyak digunakan jasa bakteri. Zat nitrogen merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tumbuhan untuk sintetis protein. 5. beberapa jenis bakteri juga banyak digunakan untuk memproduksi makanan. Dengan cara ini dapat . mampu menghasilkan aureomisin · Streptomyces venezuele. 3. 1. bakteri dapat digunakan sebagai sarana untuk pencangkokan gen dari berbagai mahkluk hidup. Bakteri dan rekayasa genetika Pada dasawarsa terakhir ini. Peranan bakteri dalam pengolahan limbah Di zaman teknologi yang serba canggih ini ternyata banyak masalah yang timbul. Di dalam susu. penghasil asam butirat · Propioni bacterium. Bakteri ini menyekresikan zat yang memberikan aroma sedap pada susu. 4. 1. Bakteri penghasil asam Beberapa bakteri yang memproduksi asam antara lain: • • • · Clostridium butiricum. · Streptomyces aureofacien. Untuk mengatasi masalah limbah tersebut. 6. bakteri Loctobacillus memperbanyak diri dan tumbuh dengan cepat. 1. misalnya mentega dan keju. Perubahan krim asam pada bahan keju hingga menjadi padat serta aroma yang harum dari keju adalah berkat zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri. Bakteri aerob yang banyak di udara bebas dibiarkan mengoksidasi limbah-limbah di bak penampungan yang terbuka. salah satu di antaranya ialah dengan menggunakan jasa bakteri aerob. mampu menghasilkan streptomisin.Beberapa jenis bakteri yang mampu menghasilkan antara lain: • • • · Streptomyces griceus. Di samping untuk kepentingan produksi asam dan minuman. 1. penghasil asam cuka atau asam asetat 1. Dengan cara tersebut bakteri aerob akan bebas mengoksidasi zat limbah tersebut. penghasil asam propionat · Acetobacter. mampu menghasilkan kloromisin dan kloramphenicol. yaitu sejenis minuman dari bahan susu. Dalam bidang ini.

Penyakit yang ditimbulkannya dapat mengganggu berbagai alat tubuh seperti saluran pencernaan. sekarang telah dikembangkan produksi asam amino berkualitas tinggi menggunakan jasa bakteri. Macam-macam Bakteri dan Penyakit yang ditimbulkannya : • • · Bakteri Clostridium tetani menyebabkan penyakit Tetanus/kejang otot · Bakteri Diplococcus pneumonia menyebabkan penyakit Pneumonia/radang paru-paru · Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC · Bakteri Mycobacterium leprae menyebabkan penyakitLepra/kusta · Bakteri Neisseria gonorrhoeae menyebabkan penyakit Raja singa/ kencing nanah · Bakteri Pasteurella pestis menyebabkan penyakit Pes/sampar · Bakteri Salmonella typosa menyebabkan penyakit Tifus · Bakteri Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit Disentri · Bakteri Treponema pallidum menyebabkan penyakit Sifilis · Bakteri Vibrio cholerae menyebabkan penyakit Kolera • • • • • • • • 1.dihasilkan suatu varietas makhluk hidup yang memiliki sifat gabungan sesuai dengan yang diinginkan manusia. 1. dan darah. 1. sistem syaraf. Biogas ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar pengganti BBM ataupun bahan bakar lain yang keberadaannya semakin terbatas 2. Beberapa jenis bakteri patogen yang banyak menyerang masyarakat di daerah tropis termasuk Indonesia. 2. 8. Pembuatan biogas Kemampuan bakteri untuk menguraikan zat-zat organik dapat dipergunakan untuk menguraikan sampah-sampah dan kotoran ternak yang banyak kita miliki. Bakteri patogen Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. . saluran pernapasan. disebabkan oleh Bacillus antraxis. sampah dan kotoran ternak diolah untuk menghasilkan biogas. dan domba. Bakteri parasit pada hewan dan tumbuhan Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain sebagai berikut: • · Antraks. Bakteri yang merugikan 1. Hewan yang diserang adalah sapi. alat kelamin. Di samping itu. Dengan menggunakan bakteri tersebut. kerbau.

Beberapa vaksin yang telah ditemukan antara lain: 1. bahan pangan tersebut perlu diawetkan. kanker batang kopi disebabkan oleh Agrobacterium tumefaciens. Cholera. Vaksin kotipa untuk mencegah penyakit kolera. • 1. Racun asam bongkrek maupun botulinin dapat mematikan manusia yang mengkonsumsinya. menghasilkan racun botulinin. 3. 4. dan paratifus. Penyakit ini biasa menyerang sapi. Vaksin untuk Mencegah Penyakit Karena Bakteri Beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri telah ditemukan vaksinnya. Bengkak rahang. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Bakteri perusak bahan makanan Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri perusak bahan makanan: • · Pseudodomonas cocovenenans. • • C. disebabkan Brucella abortus. 1. Pertusis. batuk rejan. dan tetanus. . yaitu dengan vaksinasi serta penjagaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. 3. orang itu akan kebal terhadap penyakit tersebut. Vaksin BCG (Bacillus Calmete Guerin) berfungsi untuk mencegah penyakit TBC. dan penyakit busuk daun labu disebabkan oleh Erwina tracheiphilla. Dysentria) untuk mencegah penyakit tifus. tifus. Vaksin TDC (Typhus. · Leuconostoc mesentroides menghasilkan lendir pada makanan yang telah lama atau akan basi.• · Bruselosis. menghasilkan racun asam bongkrek. perlu dilakukan tindakan yang tepat. sehingga jika terinfeksi oleh kuman yang vaksinnya telah ada dalam tubuh. 2. Sedangkan. penyababnya adalah Actynomyces bovis. Misalnya. · Clostridium botulinum. kolera dan disentri. Vaksin-vaksin tersebut diberikan kepada orang yang sehat. Vaksin DPTP (Diphteri. · Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh bakteri antara lain: kanker batang jeruk disebabkan oleh Xanthomonas citri. Penyakit ini biasa menyerang sapi. Profilaksi) berfungsi untuk mencegah penyakit difteri. untuk mencegah kerusakan bahan pangan. untuk mencegah timbulnya wabah penyakit perlu tindakan pencegahan. Tetanus. Tindakan Preventif Terhadap Ancaman Bakteri Untuk mengatasi berbagai aktivitas bakteri yang sangat merugikan tersebut. Bakteri ini biasa hidup pada tempe bongkrek yang berasal dari ampas tahu dan ampas kelapa yang pembuatannya kurang higienis.

dan pemanisan. Dengan perlakuan semacam ini. Sterilisasi biasa dilakukan pada bahan makanan yang akan disimpan lama atau akan diawetkan secara pengalengan. Pengawetan secara pasteurisasi biasa dilakukan pada susu. Pengawetan makanan secara tradisional antara lain dengan pengeringan. Untuk membebaskan kuman alat-alat laboratorium dan alat-alat kedokteran. Pengawetan dengan pasteurisasi bertujuan untuk membunuh bakteri yang patogen saja. pendinginan. Bahan yang akan diawetkan dipanaskan sampai 1000 C atau lebih selama beberapa menit. pengasapan. bakteri yang apatogen dan tidak merugikan dibiarkan tetap hidup. serta dengan radiasi. Dengan alat ini. Untuk membebaskumankan alat-alat tersebut juga dapat dilakukan dengan meredamnya di dalam alkohol pekat. jika makanan yang diawetkan dengan pendinginan dikeluarkan dari tempat pengawetannya. Pengawetan makanan dengan pengeringan. Oleh karena itu. Sedangkan. akan segera menunjukkan adanya aktivitas bakteri. penggunaan bahan kimia. Sedangkan. pemanisan. dan pengasapan pada prinsipnya memberikan lingkungan yang tidak ideal untuk kehidupan bakteri. Bahan makanan yang biasa disterilkan misalnya susu dan ikan dalam kaleng. sehingga bakteri akan mati karena kekurangan air. baik yang patogen maupun yang apatogen. pengasinan. kemudian didinginkan. alat-alat disterilkan dengan dipanaskan sampai suhu 1000C atau lebih selama beberapa menit. biasa digunakan pemanas dengan oven. Susu yang diawetkan dengan cara ini dipanaskan sampai dengan suhu 600C. pengasaman. kegiatan ini dilakukan sampai 3 atau 4 kali. Dengan perlakuan itu. Pengawetan bahan makanan secara sterilisasi dimaksudkan untuk membebaskan bahan makanan dari semua bakteri. Nama Bakteri dan Peranannya : • Escherichia Membantu membusukkan sisa makanan pada usus besar manusia dan pembentukan Vitamin K Streptomyces qriseus Menghasilkan antibiotik streptomisin Bacillus polymyxa Menghasilkan antibiotik polimiksin Streptomyces rimosus Menghasilkan antibiotik tetrasiklin Clostridium acetobutylicum Menghasilkan cairan kimia aseton dan botanol • • • • . kondisi larutan lingkungan luar bakteri menjadi lebih pekat.2. Setelah dingin suhu dipanaskan lagi hingga mencapai suhu 600C. pengasaman. sedangkan bakteri apatogen tetap hidup. pembekuan. Pada suhu ini seluruh bakteri telah mati. pengawetan secara konvesional antara lain dengan sterilisasi. Hal ini menyebabkan air di dalam sitoplasma bakteri akan berosmosis ke luar. diperkirakan semua bakteri patogen telah mati. Lingkungan yang dingin akan menyebabkan bakteri tidak aktif. pasteurisasi. Pengawetan Makanan Untuk mengatasi aktivitas bakteri saprofit yang merusak bahan makanan serta menimbulkan racun maka makanan perlu diawetkan. Pengawetan dapat dilakukan secara tradisional maupun secara konvensional.

dan helminths (cacing parasit). Bakteri fecal coliform atau E. dan E. coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. Selain itu. Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform. bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh. coli. Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. fecal coliform. Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang . Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (giardiasis). Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. protozoa. yaitu coliform total. bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan. keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. cryptosporidium (cryptosporidiosis). bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. dan parasit. Berdasarkan penelitian. di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Selain itu. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja.Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan.• • • • • • • • • • • Metano bacterium Menghasilkan biogas berupa Metana Acetobacterium Pembuatan asam cuka Lactobacillus bulgaricus Pembuatan yoghurt Acetobater xylinum Pembuatan sari kelapa Clostridium botulinum Pembusukan makanan Mycobacterium tuberculosis Penyebab penyakit TBC Vibrio Cholerae Penyebab penyakit kolera atau muntaber Clostridium tetani Penyebab penyakit tetanus Mycobacterium leprae Penyebab penyakit lepra Baccilus antracis Penyebab penyakit antraks Koliform sebagai indikator kebersihan air. fecal coliform dan E. Sementara itu. Bakteri Koliform Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator. hepatitis A (penyakit terkait hati). Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan.

muntah. demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi. termasuk ke dalam bakteri gram negatif. . kadang-kadang ditemukan di luar usus manusia (tanah. tidak membentuk spora. lingkungan dan sebagainya) dan karena bakteri ini termasuk patogen asal pangan ( foodborne pathogens ) penyebab keracunan maka pengujiannya membahayakan. Tulisan ini akan membahas tentang mengapa bakteri-bakteri tersebut diuji sebagai indikator air minum dan apa arti keberadaan bakteri-bakteri tersebut di dalam air minum maupun makanan Bakteri Indikator Sanitasi. 7 tahun 1996 yang mencakup makanan dan minuman (termasuk air minum). Bakteri Indikator Sanitasi dan Keamanan Air Minum Ratih Dewanti-Hariyadi Beberapa waktu terakhir berita mengenai keamanan air minum isi ulang mewarnai media masa.mengonsumsinya. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan. Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual. Meskipun demikian. dikenal istilah bakteri indikator sanitasi. Escherichia coli dan Coliform Dalam bidang mikrobiologi pangan.. investigasi. khususnya tentang signifikansi dan konsekuensi keberadaan bakteri-bakteri tersebut dalam air. Mengapa demikian? Karena bakteri-bakteri indikator sanitasi tersebut pada umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia. Coliform dan bahkan Salmonella dalam air minum isi ulang yang diambil dari beberapa depo. bakteri ini jarang digunakan sebagai indikator sanitasi karena metode pengujiannya kurang spesifik. Apa sajakah bakteri indikator sanitasi? Sampai saat ini ada 3 jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi yaitu Escherichia coli . Klebsiella. nyeri perut . Enterobacter. kelompok Streptococcus ( Enterococcus ) fekal dan Clostridium perfringens . ditemukannya bakteri Escherichia coli . debu. Dalam hal ini pengertian pangan adalah pangan seperti yang tercantum pada Undang-Undang Pangan No. Terakhir diberitakan pada Kompas 23 Mei 2003. dll. dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35°C-37°C. Citrobacter. Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob. Nama-nama bakteri tersebut tentunya cukup membingungkan masyarakat awam. berak darah. Salmonella spp. Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli. Jadi adanya bakteri tersebut pada air atau makanan menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan tersebut pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh karenanya mungkin mengandung bakteri patogen lainnya yang berbahaya. diare. dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air. Clostridium perfringens adalah bakteri Gram positif pembentuk spora yang sering ditemukan dalam usus manusia. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang keberadaannya dalam pangan menunjukkan bahwa air atau makanan tersebut pernah tercemar oleh kotoran manusia.

Apa artinya jika terdapat coliform dalam air minum atau makanan? Artinya ada kemungkinan air atau makanan itu mengandung E. Meskipun demikian. Pada air bukan untuk minum umumnya terdapat . coli maka uji tersebut dapat dilanjutkan dengan uji 4 tahap di atas. methyl red. beberapa serotipe patogen tertentu seperti O157:H7 yang ganas tidak dapat diuji langsung dengan pengujian 4 tahap ini dan memerlukan pendekatan analisis khusus sejak awal. Meskipun demikian. maka beberapa standar. Oleh karenanya standar air minum mensyaratkan E. Bakteri yang paling banyak digunakan sebagai indikator sanitasi adalah E. S. Berbagai cara pengujian E. Jadi adanya E. coli yang diperoleh untuk memastikan apakah E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya patogen pada pangan. Jadi untuk dapat menyimpulkan E. coli yang kompleks. mensyaratkan tidak adanya coliform dalam 100 ml air minum. coli berada pada air atau makanan diperlukan seluruh tahapan pengujian di atas. karena bakteri ini adalah bakteri komensal pada usus manusia. coli telah dikembangkan. Jika ingin diketahui apakah coliform tersebut merupakan coliform fekal atau E. Uji penguat pada medium selektif. Apabila dikehendaki untuk mengetahui serotipe dari E. Akan tetapi Streptococci fekal relatif tidak banyak diujikan sebagai indikator sanitasi karena beberapa spesiesnya ditemukan di luar usus manusia (S. yaitu serotipe-serotipe yang masuk dalam golongan E. serta Uji Identifikasi dengan melakukan reaksi IMViC (indol. Keberadaan E. equinus pada usus kuda. Akan tetapi jika uji penduga tidak menunjukkan adanya coliform. coli . dan citrate). Empat tahap analisis tersebut adalah Uji Pendugaan dengan metode MPN ( most probable number ). beberapa jenis E. Pengujian koliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E. Apakah yang dimaksud dengan Coliform ? Coliform adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. coli sering disebut sebagai coliform fekal.coli Enterohemoragik . Karena uji E. coli . coli dapat bersifat patogen. Meskipun demikian bakteri ini baik digunakan sebagai indikator sanitasi apabila jarak pengambilan sampel dan laboratorium pengujian cukup jauh karena relatif lebih tahan berada di dalam air ketimbang Escherichia coli . E. maka tidak perlu dilakukan uji 4 tahap di atas. coli Enteropatogenik. bovis pada sapi) dank korelasinya dengan terdapatnya patogen tidak dianggap bagus.coli Enteroinvasif. coli harus absen dalam 100 ml. coli karena bakteri-bakteri bukan patogen dan bukan asal usus dari genus Enterobacter dan beberapa Klebsiella juga menghasilkan uji koliform positif. coli dalam air minum menunjukkan bahwa air minum tersebut pernah terkontaminasi kotoran manusia dan mungkin dapat mengandung patogen usus. coli dan karena E. coli Enterotoksigenik dan E. Uji lengkap dengan medium lactose broth. E. karena hanya memerlukan Uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E coli 4 tahap di atas. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia maka E. Vogues-Praskauer.Kelompok Streptococci fekal merupakan bakteri Gram positif bukan pembentuk spora yang ditemukan dalam usus manusia. umumnya bukan patogen penyebab penyakit sehingga pengujiannya tidak membahayakan dan relatif tahan hidup di air sehingga dapat dianalisis keberadaannya di dalam air yang notabene bukan merupakan medium yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. coli adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang yang tidak membentuk spora yang merupakan flora normal di usus. coli . misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). tetapi mungkin juga tidak mengandung E. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E. tetapi analisis konvensional yang masih banyak dipraktekkan adalah dengan 4 tahap analisis yang memerlukan waktu 5-7 hari. E.coli tersebut patogen atau bukan maka dapat dilakukan uji serologi.

Ratih Dewanti-Hariyadi. Artinya.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum No Parameter Satuan Golonga Golonga Golonga Golong nA nB nC an D FISIKA 1 2 Bau Jumlah zat padat Mg/L 1000 1000 1000 1000 . Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan. Fakultas Teknologi Pertanian. melainkan bakteri indikator keamanan pangan . coli tentunya lebih ketat yaitu < 1 x 10 3 dalam 100 ml. Bakteri ini bukan indikator sanitasi . Penutup Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat serta sitem informasi maka meningkat pula awareness masyarakat tentang mutu dan keamanan pangan termasuk air minum. PhD adalah staf pengajar dan kepala laboratorium Mikrobiologi Pangan. Institut Pertanian Bogor Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. tetapi syarat E. Salah satu indikator mutu dan keamanan yang lazim digunakan adalah bahaya mikrobiologi yang jenis dan jumlahnya dalam makanan atau minuman dapat menentukan mutu dan keamanannya. Jurusan Teknologi pangan dan Gizi. Oleh karena itu perlu diperhatikan pengujian jenis bakteri yang relevan dan metode pengujian yang terjamin mutunya sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. Pengujian Salmonella juga memerlukan tahapan yang cukup panjang dan hanya dengan pengujian lengkap maka seseorang bisa menyimpulkan keberadaan Salmonella .4 x 10 3 . Salmonella dalam air minum atau makanan Salmonella adalah bakteri Gram negatif berbentuk batang bukan pembentuk spora yang terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang kesemuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. tahap isolasi pada beberapa media selektif dan tahap identifikasi berdasarkan reaksi-reaksi biokimia pada media identifikasi dan konfirmasi serologi atau biokimiawi yang menetapkan apakah bakteri tersebut benar-benar Salmonella atau bukan.perbedaan persyaratan coliform dani E. Uji Salmonella umumnya didahului dengan tahap pre-enrichment pada medium kaya untuk meyembuhkan sel Salmonella yang luka ( injured ) . Air untuk kolam renang misalnya mensyaratkan kandungan coliform <2. coli . selective-enrichment (pengkayaan selektif) pada media selektif untuk menghalau bakteri-bakteri non Salmonella .

9 Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 5 .002 0.01 5 0.02 5–9 0.005 1 0.005 500 250 0.5 0.terlarut 3 4 5 6 7 Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala NTU 5 Skala TCU 15 o C Suhu udara 2250 Umhos/cm KIMIA anorganik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Florida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.05 6.5 0.05 2 10 1 0.8.005 0.2 0.001 0.05 0.05 1 2 60 0.0 0.1 200 10 1.06 600 0.01 0.01 5 0.003 0.5 0.001 0.1 6–9 0.5 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida .05 1 5 1.02 0.5 .01 1.005 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .3 0.05 0.01 1 1 0.1 0.

03 0.20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 400 0.056 0.018 0.01 0.03 0.042 0.0003 0.01 0.003 0.00001 0.05 1.1 Dichloroethane 11 Heptachlor heptachlor epoxide 12 Hexachlorobenzene 13 Lindane 14 Metoxychlor 15 Pentachlorophenol 16 Pestisida total .00001 0.035 0.1 0.003 0.03 >3 0.03 0.5 – 2.01 >=6 0.05 - 400 0.4 D DDT Detergent 1.5 0.5 0.10 0.0007 0.002 0.02 0.1 1 Kimia Organik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2.01 0.5 1.017 10 1.0 0.0003 0.004 0.2 Dichloroethane Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.1 1 0.002 0.

industri dan PLTA.004 0.17 2.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.2 1 0.1 1.05 Nihil 0.6 Trichlorophenol 18 Zat Organik (KMnO4) 19 Endrin 20 Fenol Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.5 0.1 1.005 0.001 0.01 10 0.001 21 Karbon kloroform ekstrak Mg/lt 22 Minyak dan lemak 23 Organofosfat dan carbanat 24 PCD 25 Senyawa aktif biru metilen 26 Toxaphene 27 BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mikrobiologik 1 2 Koliform tinja Total koliform Jml/100 0 ml Jml/100 3 ml 2000 10000 Radioaktivitas 1 2 Gross Alpha activity Gross Beta activity Bq/L Bq/L 0.21 0.1 1.4.0 0.0 0.002 0.1 Nihil 0.0 0.1 1.1 0. .

Sedangkan pada lingkungan akuarium. dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi. Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan. sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas.MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat forum diskusi direktori koleksi hobiis profil hobiis online store UTAMA Tentang O-Fish Kualitas Air Hama/Penyakit Filter Akuarium/Tank Direktori Ikan dan Tanaman Umum dan Spesies Pakan Ikan Aquascaping Berrbagai Masalah dan Pemecahannya O-Fish Home SPECIAL VIEW Akuarium Laut Arwana Cupang Hias DIscus Dunia Cichlid Lobster Air Tawar Louhan Maskoki Info Karantina Info Perundangan ARTIKEL TERBARU Jamur pada Telur (updated) Perbanyakan Tanaman Bak Overflow (updated) Lepidocepalus thermalis Aplocheilus Panchax Protein Skimmer Busuk Sirip Kutu Jarum KUALITAS AIR Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu Dengan demikian. Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut. Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan. Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak. kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai. Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah: PARAMETER AIR Kesadahan (GH/KH) Kemasaman (pH) Karbon Dioksida (CO2) Temperatur Salinitas Kualitas Air . Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. kandungan amonia dll). Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi). pH. Dalam lingkup akuarium. dan bahan buangan. seperti oksigen (O2). karbon dioksida (CO2). perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu. Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok. sebagai sebuah sistem tertutup. kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. garam-garaman. karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan. Oleh karena itu. sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian.

sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya. kesadahan. Kisaran Normal Kualitas Air Amonia untuk Akuarium Air Tawar Nitrit Karbon dioksida Oksigen pH< KH (CaCO3) GH (CaCO3) <0.2 ppm 0 . cat. dan temperatur yang sesuai Rendah kadar cemaran organik.• • • • • Rendah kadar amonia dan nitrit Bersih secara kimiawi Memiliki pH.5 .012 ppm <0. • • • Selain cemaran diatas. yaitu. Bahan yang . dan dapat berkembang biak dengan baik. berasal dari sumber air yang digunakan.10 ppm 3 ppm 6.9. lem dll.0 ppm >20 ppm >20 ppm Beberapa Bahan Cemaran Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber. dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri. dan Stabil Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik. dari lapukan dekorasi asesori akuarium. Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman. Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah: • • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah. Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat. terbebas dari berbagai penyakit. maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri.

All Rights Reserved http://www. dan produk susu. . Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian. sedangkan kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm): Cadmium (Cd) Chromium (Cr) Tembaga (Cu) Timah hitam (Pb) Air raksa (Hg) Seng (Zn) : 0.com/Air/kualitas_air. seperti besi (Fe). Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.com Copyright 2002-2011© O-FISH. gambar. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.o-fish. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat kontaminasi logam berat rendah. natrium (Na). memperbanyak jumlah. seperti perilaku berenang. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. dan logam-logam berat. seluruh tulisan. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. makan dan kawin.1 : 0. aluminium(Al).3% ekstrak beef. seng (Zn). dan timah hitam (Pb). Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish. 0. Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn. isolasi.php Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. makanan. tembaga (Cu).5% laktosa. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S.5% pepton. ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca). sedangkan Na tercermin pada salinitas.1 Kecuali disebutkan dengan jelas.01 : 0. Kadar logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan. magnesium (Mg). Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0.05 : 0.01 : 0. Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan. sebagai kaldu pemerkaya (preenrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. dan 0.terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. mangan (Mn) .02 : 0.

Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. pepton 10 g. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung.1 ml contoh air.Atur pH sampai 7. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. dan Shape (1960) untuk memperkaya. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. 5. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan.000 ml dan 15 g agar/L. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.0.aureus. 2. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. untuk membawa stok kultur.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama. air desitilat 1. dalam artian mikroorganisme heterotrof.000 ml. produk pangan. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. menumbuhkan. dan agar. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. pepton.Beri air distilasi sebanyak 1. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. sewage. NaCl 5 g. Intinya sama dengan nutrient agar. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). Rogosa. dan mengisolasi jenis Lactobacillus . Namun demikian.coli. 3. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. aerugenosa. dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.Sterilisasi dengan autoklaf. 4. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. 1. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. P.

0 g/L 9. yeast extract. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.Protein dari kasein 10 g/L 2.0 g/L 3.Natrium asetat 5 g/L 11. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.Agar-agar 14 g/L 7. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat.2 g/L 6.Mangan sulfat 0.0 g/L 4. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. agar) hingga membentuk suspensi 22. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.D (+) glukosa 20 g/L 5. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. untuk isolasi. asetat. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.Tween 80 1.Ekstrak ragi 4. Campurkan ekstrak . APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit.Ekstrak daging 8. magnesium.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Magnesium sulfat 0. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. MRS agar mengandung: 1. MRS agar mengandung polysorbat. Dari enidchemicals. Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.dari seluruh jenis bahan. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. dextrose.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5.5 g lalu dilarutkan dengan akuades.2. memperbanyak jumlah. makanan. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. neutral red.coli. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. dan produk susu. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. pepton. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Agar merupakan agen pemadat. Neutral red sebagai indikator pH. kristal violet.kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata.6+0. enumerasi. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. dan menumbuhkan sel khamir. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. pH akhir adalah 7. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba. sedangkan sel mikroba bersifat asam. menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. campur dan panaskan serta aduk. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. Dinginkan hingga 50-60°C. glukosa. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang.4. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. agar). Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. isolasi. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. empedu. Lactose Broth Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. NaCl. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. sebagai kaldu pemerkaya (pre- . Untuk membuatnya.

dan 0. air desitilat 1. dan agar. sewage. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai . EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). aureus. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. aerugenosa. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Nutrient Agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy.coli.3% ekstrak beef. Namun demikian. Intinya sama dengan nutrient agar. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri.5% laktosa. 0. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. P. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.1 ml contoh air. produk pangan. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. pepton 10 g. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air.enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. NaCl 5 g.5% pepton. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0.000 ml dan 15 g agar/L. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. untuk membawa stok kultur. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Nutrient Broth Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. pepton. EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. danSalmonella. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.

Magnesium sulfat 0. 1. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. magnesium. untuk isolasi. 5.0 g/L 3.dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Natrium asetat 5 g/L 11.Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang dibuat pada langkah pertama.Agar-agar 14 g/L 7. Media PCA ini . Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung: 1. agar) hingga membentuk suspensi 22.Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. asetat.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). Plate Count Agar (PCA) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.000 ml. dan Shape (1960) untuk memperkaya.Sterilisasi dengan autoklaf.D (+) glukosa 20 g/L 5. Rogosa.com Trypticase Soy Broth (TSB) TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.2 g/L 6.Mangan sulfat 0. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Dari enidchemicals. yeast extract.Beri air distilasi sebanyak 1. 2.Tween 80 1. menumbuhkan.0. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.Atur pH sampai 7.berikut. dextrose.Ekstrak daging 8.Protein dari kasein 10 g/L 2. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. MRS agar mengandung polysorbat. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.0 g/L 4.0 g/L 9.Ekstrak ragi 4. 3. MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. 4.

Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. sedangkan sel mikroba bersifat asam.baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. dan menumbuhkan sel khamir. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. pH akhir adalah 7. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan.coli. Untuk membuatnya. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. neutral red. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. empedu. Dinginkan hingga 50-60°C. pepton. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. Kemudian dimasukkan dalam . Agar merupakan agen pemadat. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. kristal violet. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. NaCl. agar). semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif.4. enumerasi. campur dan panaskan serta aduk. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak.2.6+0. Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. glukosa. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Neutral red sebagai indikator pH.

Hitungan Mikroskopik a. jika substrat tempat tumbuhnya banyak mengandung padatan. Metode Breed Hitungan mikroskopik dengan metode Breed sering digunakan untuk menganalisis susu yang mengandung bakteri dalam jumlah tinggi. sel jasad renik tidak dapat diukur menggunakan metode volumetrik. pengukuran volume dan berat sel dilakukan dengan terlebih dahulu menyaring sel-sel jasad renik. Oleh karena itu. Perhitungan massa sel secara tidak langsung sering digunakan dalam mengamati pertumbuhan sel selama proses fermentasi. jumlah sel jasad renik dapat dihitung jika medium pertumbuhannya tidak mengganggu pengukuran. misalnya susu yang diperoleh dari sapi yang terkena mastitis yaitu suatu penyakit infeksi yang . Dalam perhitungan massa sel secara langsung. misalnya bahan pangan. dalam metode volumetrik dan gravimetrik. maupun turbidimetri. gravimetrik. Sebelumnya: Yogurt Selanjutnya : Susu Kambing BAB VIII ANALISIS KUANTITATIF MIKROBIOLOGI PADA BAHAN PANGAN Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. tetapi sering digunakan untuk mengukur pertumbuhan sel selama proses fermentasi. Sebagai contoh. A.erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. dimana komposisi substrat atau bahan yang difermentasi dapat diamati dan diukur dengan teliti. Perhitungan massa sel secara langsung maupun tidak langsung jarang digunakan dalam uji mikrobiologi bahan pangan.

Luas areal pandang mikroskop = Di mana r = jari-jari (mm) areal pandang mikroskop.18 mm.01 ml . berwarna biru dengan ukuran lebih besar daripada bakteri. sel-sel darah putih akan terlihat sebagai sel yang bulat atau berbentuk tidak teratur.01 mm. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah kelompok bakteri biasanya lebih mendekati hasil perhitungan jumlah bakteri menggunakan agar cawan.16 mm. Untuk menghitung jumlah bakteri di dalam susu. yaitu menghitung bakteri secara langsung menggunakan mikroskop. luas areal pandang (field) mikroskop yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu. susunya biasanya mengandung sel-sel darah putih dalam jumlah tinggi. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat diakukan terhadap susu yang telah dipasteurisasi karena secara mikroskopik tidak dapat dibedakan antara sel-sel bakteri yang masih hidup atau yang telah mati karena perlakuan pasteurisasi. dihitung jumlah sel yang terdapat di dalam kelompok tersebut. tergantung dari jumlah bakteri per areal pandang. Karena contoh susu yang disebarkan pada gelas objek seluas 1 cm2 adalah 0. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dilihat melalui lensa minyak imersi. Pada sapi yang terserang mastitis. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas objek yang mempunyai skala terkecil 0. kemudian didiamkan sampai kering. Rata-rata jumlah bakteri per areal pandang mikroskop ditentukan setelah mengamati 10 sampai 60 kali areal pandang. tetapi jika tidak mungkin dapat dihitung sebagai satu kelompok. difiksasi.menyerang kelenjar susu sapi. Sel-sel yang mengumpul dalam kelompok. Dalam metode ini.01 ml susu dipipet dengan pipet Breed dan disebarkan di atas gelas objek sehingga mencapai luas 1 cm2. Beberapa mikroskop mungkin mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0.01 ml. dan diwarnai dengan biru metilen. Setelah pewarnaan dengan biru metilen. sebanyak 0.14-0. maka: Jumlah susu per arealpandang mikroskop = x 0. Cara ini merupakan suatu cara cepat. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0.

Dengan kata lain. Angka 10.5 – 1 1 . dan ditentukan sebagai berikut: Jumlah rata-rata bakteri per areal pandang < 0. di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0. sehingga kadang-kadang tidak terhitung. Hitungan mikroskopik merupakan metode yang cepat dan murah. Jumlah areal pandang yang harus diamati tergantung dari jumlah rata-rata bakteri per areal pandang. Metode Petroff-Hausser Dalam metode Petroff-Hausser. Sel-sel yang berukuran sangat kecil sukar dilihat di bawah mikroskop. 2. Oleh karena itu. Jumlah bakteri per ml = x jumlah bakteri per areal pandang Jumlah bakteri per areal pandang dihitung dari rata-rata pengamatan areal pandang.02 mm.000/πr2 kali areal pandang mikroskop.5 0. hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala. kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam satu kotak besar. dan digunakan untuk mengubah jumlah bakteri per areal pandang mikroskop menjadi jumlah bakteri per ml.000/πr2 juga faktor mikroskopik (FM).04 mm2. Jumlah sel dalam beberapa kotak besar dihitung. tetapi mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut: 1.10 10 – 30 >30 Jumlah areal pandang yang harus diamati 50 25 10 5 TBUD b. keduanya akan terhitung. . Tinggi contoh yang terletak di antara gelas objek dengan gelas penutup adalah 0. untuk mendapatkan 1 ml contoh susu dapat diperoleh dari 10. Sel-sel yang telah mati tidak dapat dibedakan dari sel-sel hidup. dan setiap kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil.

Memerlukan persiapan dan waktu inkubasi relatif lama sehingga pertumbuhan koloni dapat dihitung. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung. Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus. Jasad renik yang ditumbuhkan harus dapat tumbuh pada medium padat dan membentuk koloni yang kompak dan jelas. Hasil perhitungan tidak menunjukkan jumlah sel yang sebenarnya. karena beberapa sel yang berdekatan mungkin membentuk satu koloni. tidak menyebar. 4. b. c. jumlah sel di dalam suspensi harus cukup tinggi. Untuk mempertinggi ketelitian. d. metode hitungan cawan juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut: a. Hitungan Cawan Prinsip dari metode hitungan cawan adalah jika sel jasad renik yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar. bahan pangan yang diperkirakan mengandung lebih dari 300 sel jasad renik per ml atau per gram atau per cm jika . Selain keuntungan-keuntungan tersebut. maka sel jasad renik tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan dihitung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung. Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel jasad renik di dalam bahan pangan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan. b. Dalam metode hitungan cawan. c. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu: a. karena hal ini akan mengganggu dalam perhitungan sel. misalnya untuk bakteri minimal 106 sel/ml.3. Medium dan kondisi inkubasi yang berbeda mungkin menghasilkan nilai yang berbeda. 2. Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi jasad renik karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari suatu jasad renik yang mempunyai penampakan pertumbuhan spesifik.

1:1000 dan seterusnya. atau 1:100. memerlukan perlakuan pengenceran sebelum ditumbuhkan pada medium agar di dalam cawan petri. Jumlah koloni dalam contoh dapat dihitung sebagai berikut: Koloni per ml atau per gram = jumlah koloni per cawan x 1/FP Dimana FP = faktor pengenceran Faktor Pengenceran Untuk melaporkan hasil analisis mikrobiologi dengan cara hitungan cawan digunakan suatu standar yang disebut Standard Plate Counts (SPC) sebagai berikut: a. Setelah inkubasi akan terbentuk koloni pada cawan tersebut dalam jumlah yang dapat dihitung. dan diratakan dengan batang gelas melengkung yang steril.pengambilan contoh dilakukan pada permukaan. c. Dalam SPC ditentukan cara pelaporan dan perhitungan koloni sebagai berikut: Larutan yang digunakan untuk pengenceran dapat berupa larutan bufer fosfat. Cawan yang dipilih dan dihitung adalah yang mengandung jumlah koloni antara 30 dan 300. larutan Ringer. 1:1000 000 dan seterusnya. Pada pemupukan dengan metode permukaan. b. 1:100. Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan satu kumpulan koloni yang besar di mana jumlah koloninya diragukan dapat dihitung sebagai satu koloni. dimana jumlah yang terbaik adalah diantara 30 sampai 300 koloni. sejumlah contoh (1 ml atau 0. 1:10 000. Pengenceran biasanya dilakukan secara desimal yaitu 1:10.85% NaCl.1 ml) dari pengenceran yang dikehendaki dimasukkan ke dalam cawan petri.1 ml contoh yang telah diencerkan dipipet pada permukaan agar tersebut. atau . Cara pemupukan dalam metode hitungan cawan dapat dibedakan atas dua cara yaitu metode tuang dan metode permukaan (surface/spreadplate). Satu deretan rantai koloni yang terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni. kemudian ditambah agar cair steril yang telah didinginkan (47-50°C) sebanyak 15-20 ml dan digoyangkan supaya contoh menyebar rata. Dalam metode tuang. terlebih dahulu dibuat agar cawan kemudian sebanyak 0. 0.

tetapi jumlah yang Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 30 dikalikan dengan besamya pengenceran. tetapi jumlah 3. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 dikalikan dengan faktor pengenceran. Oleh karena itu. jumlah koloni pada pengenceran yang terendah yang dihitung. Hasil yang diaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama (satuan) dan angka kedua (desimal). Jika pada semua pengenceran dihasilkan kurang dari 30 koloni pada cawan petri.7 x 103 unit koloni/ml atau 2.0 x 106 unit koloni/gr. d. Oleh karena itu. atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada . 1. yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu. dimana perhitungan dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif. sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. dalam metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. Metode MPN (Most Probable Number) Berbeda dengan metode hitungan cawan dimana digunakan medium padat. Sebagai contoh. data yang diambil harus dari kedua cawan tersebut. harus dibulatkan satu angka lebih tinggi pada angka kedua. Jika pada semua pengenceran dihasilkan lebih dari 300 koloni pada cawan petri. yang sebenarnya harus dicantumkan di dalam tanda kurung. e. dilaporkan ratarata dari kedua nilai tersebut dengan memperhitungkan faktor pengencerannya. Jika perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah lebih besar dari 2. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan. dan perbandingan antara hasil tertinggi dan terendah dari kedua pengenceran tersebut lebih kecil atau sarna dengan dua. Jika angka yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5. c.a. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu rendah. Jika pada cawan dari dua tingkat pengenceran dihasilkan koloni dengan jumlah antara 30 dan 300. tidak boleh diambil salah satu. b. berarti pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi. Oleh karena itu. harus dipilih tingkat pengenceran yang menghasilkan kedua cawan duplo dengan koloni di antara 30 dan 300. yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil. Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran. jumlah koloni pada pengenceran yang tertinggi yang dihitung.

Setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.posisi terbalik. 0. Grup jasad renik yang dapat dihitung dengan metode MPN juga bervariasi tergantung dari medium yang digunakan untuk pertumbuhan. 2. Kombinasinya menjadi 3. dihitung jumlah tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi jasad renik yang dapat ditandai dengan timbulnya kekeruhan. pada pengenceran kedua dua tabung positif. yang dinyatakan sebagai tabung positif. dimana untuk setiap pengenceran digunakan tiga seri tabung atau lima seri tabung. pada pengenceran ketiga satu tabung positif. 1. 1. Angka kombinasi ini kemudian dicocokkan dengan Tabel MPN dan nilai MPN contoh dapat dihitung sebagai berikut : MPN contoh = Nilai MPN dari tabel x 1/pengenceran tabung tengah Pengenceran Tabung Tengah Tabel yang digunakan untuk menentukan niIai MPN dari tiga seri tabung berbeda dengan tabel untuk lima seri tabung. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan. dan pada pengenceran terakhir tidak ada tabung yang positif. Untuk setiap pengenceran pada umumnya digunakan tiga atau lima seri tabung. Metode MPN biasanya digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik di dalam contoh yang berbentuk cair. 2. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel jasad renik. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut. Misalnya pada pengenceran pertama ketiga tabung menghasilkan pertumbuhan positif. Dalam metode MPN. dan jika diambil tiga pengenceran yang pertama kombinasinya akan menjadi 3. Lebih banyak tabung yang digunakan menunjukkan ketelitian yang lebih tinggi. beberapa tabung mungkin mengandung lebih dari satu sel. tetapi alat gelas yang digunakan juga lebih banyak. Dalam metode MPN. sedangkan tabung lainnya negatif. dari setiap pengenceran dimasukkan 1 ml masing-masing ke dalam tabung yang berisi medium. sedangkan tabung lainnya tidak mengandung sel. Kombinasi yang dipilih dimulai dari . setelah inkubasi diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung. Dengan demikian.

Akibatnya. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. dan dapat memberikan perkiraan jumlah bakteri di dalam susu. jika digunakan Lactose Broth maka adanya bakteri yang dapat menfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. Metode biru metilen merupakan cara yang lebih cepat dibandingkan dengan metode hitungan cawan. B. Dalam uji ini ditambahkan sejumlah biru metilen ke dalam susu. dan lebih teliti karena bakteri yang terdapat dalam keadaan berkelompok di mana dalam metode hitungan cawan dihitung sebagai satu koloni. sedangkan pada pengenceran yang berikutnya ada tabung yang negatif.pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan semua tabung positif. Metode Hitungan Tidak Langsung Salah satu cara untuk menghitung jumlah sel di dalam suatu bahan secara tidak langsung adalah dengan uji biru metilen yang biasanya dilakukan terhadap susu. sehingga menyebabkan penurunan kekuatan oksidasi-reduksi dari campuran tersebut. kemudian diamati kemampuan bakteri di dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen yang terlarut. semakin cepat terjadinya perubahan warna dan biru menjadi putih. Kelemahan metode BM adalah karena cara ini tidak praktis dilakukan terhadap susu yang mengandung bakteri hidup dalam jumlah sedikit. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri koliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. dalam metode BM hal ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan jumlah bakteri. maka jumlah tabung yang positif tersebut harus ditambahkan pada angka kombinasi yang ketiga sampai mencapai jumlah maksimum. misalnya susu . Kombinasi yang diambil terdin dari tiga pengenceran. biru metilen yang ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. Semakin tinggi jumlah bakteri di dalam susu. dianggap selesai jika kira-kira empat per lima dari contoh susu yang terdapat di dalam tabung (sebanyak 10 ml) telah berwarna putih. Sebagai contoh. Waktu reduksi. yaitu perubahan warna biru menjadi putih. Jika pada pengenceran yang keempat atau seterusnya masih ditemukan tabung yang hasilnya positif.

Cara menghitung langsung (metode kaca objek) yang telah dicairkan dan Setelah dicampur rata didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. diadakan perhitungan langsung secara mikroskopis. Disamping itu dapat . yaitu paling sedikit selama enam jam. Dalam hal ini bahan pemeriksaan harus diencerkan untuk menghindarkan jumlah koloni terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung. 0. dan sebagainya. Dengan metode. Penghitungan koloni dilakukan setelah pengeraman pada suhu yang sesuai. campuran itu dituang ke dalam pinggan petri steril. Penentuan Jumlah Bakteri Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. ini juga tidak dapat dibedakan jenis bakteri yang terdapat di dalam susu. 1. dimana dibutuhkan waktu yang lama sekali untuk mereduksi biru metilen. misalnya bakteri gram positif atau negatif. selanjutnya dieramkan. Bahan pemeriksaan diencerkan seperlunya b. Kelemahan lainnya adalah karena dalam uji biru metilen diperlukan waktu pengamatan yang terus-menerus. Cara yang paling sering digunakan adalah cara perhitungan koloni pada lempeng pembiakan (place count).yang telah mengalami pasteurisasi. Setelah dikocok. Cara lain yang hampir sama adalah sebagai berikut: a. Hasil perhitungan yang dapat diandalkan adalah antara 30-300 koloni pada tiap lempeng pembiakan. Cara Perhitungan pada lempeng pembiakan a. khamir. b. C. kemudian dituang dengan medium pembiakan padat campuran dibiarkan membeku c. pembentuk spora. kemudian dibekukan. 2. Cara ini disebut juga “metode perhitungan bakteri hidup” atau “metode perhitungan koloni”. Oleh karena satu bakteri dapat tumbuh menjadi satu koloni yang terhitung mewakili jumlah bakteri hidup yang terdapat dalam tiap volum pengenceran yang digunakan.1 sampai 1 ml bahan pemeriksaan dicampur dengan medium pembiakan agar yang telah dicairkan dan didinginkan sampai suhu tidak lebih dari 45°C. Suatu volum tertentu dimasukkan ke dalam pinggan petri steril.

Suspensi bakteri yang ingin diperiksa . Untuk perhitungan dipilih 50-100 kotak secara acak. Metode bilik hitung Untuk keperluan ini dapat digunakan bilik hitung Helber. Larutan yang digunakan harus disaring sebelum dipakai. Volume ruang di atas tiap kotak adalah 0.1 persen metilen biru (zat warna ini tidak diperlukan bila diperiksa dengan fase kontras atau lapangan gelap). Tiap derajat tersebut dengan tingkat kekeruhan eqivalen dengan jumlah tertentu per mililiter. sehingga jumlah hitungan mencapai kira-kira 500.1 persen yang mengandung 0. Kemudian dikalikan dengan faktor pengenceran. jangan sampai ada cairan yang mengalir ke dalam parit. Dengan cara ini yang terhitung adalah baik bakteri hidup maupun yang mati. tetapi dapat digunakan untk penelitian lain. yaitu 0. Daerah ini dilingkari oleh parit. sehingga bila kaca penutup diletakkan di atas lantai bilik.1 persen dan 0. Pada lantai bilik terdapat suatu daerah berkotak seluas 1 mm2 yang dibagi dalam 400 kotak persegi. Metode Ukur Kekeruhan Metode ini mengguanakan tabung-tabung dengan supensi dari berbagai derajat kekeruhan (menurut Brown). terdapat ruangan antara lantai dan kaca penutup yang sama tingginya. masing-masing seluas 0. sehingga bila di masukkan ke dalam bilik hitung itu hanya akan terdapat lima atau sepuluh organisme dalam tiap kotak. yaitu suatu kaca objek setebal 2-3 mm dengan ditengahnya terdapat suatu daerah yang disebut lantai bilik yang berada 0. Volum suspensi seharusnya hanya untuk mengisi ruang antara lantai bilik dengan kaca penutup.02 x0.Cara ini pada mulanya dilakukan dengan pemeriksaan bakteri yang terdapat dalam air susu. b.00000005 ml. a. b) Pemeriksaan dilakukan dengan lensa 4 mm. Cara kerjanya adalah sebagai berikut: a) Satu ose suspensi diletakkan pada daerah berkotak dan diataranya diletakkan kaca penutup yang bersih. Suspensi yang akan dihitung ditambah dengan beberapa tetes formalin. Permukaan kaca objek diasah sedemikian rupa. diperoleh jumlah rata-rata oraganisme untuk tiap kotak. sehingga dengan cara ini tidak diketahui berapa jumlah bakteri hidup. Suspensi ini diencerkan sedemikian rupa. tetapi pengerjaannya lebih cepat.02 m di bawah permukaan kaca objek. Cairan pengencer yang terbaik adalah pepton 0.0025 mm2. Setelah dibagi oleh jumlah kotak.0025 mm3.

biarpun antara sampel yang satu sedikit lebih atau kurang daripada yang lain. Oleh karena itu bila Jika jumlah organisme besar. relatif lebih besar. yang berarti bila diambil berulang-ulang sampel dengan takaran yang sama dari suatu sumber dapat diharapkan mengandung jumlah rata-rata yang sama. dan pada nefelometri diukur adalah refleksi sinar cahaya. hasil hitungan masing-masing Bila jumlah organisme kecil perbedaan akan . tetapi tidak mungkin ada sampel yang tidak mengandung bakteri sama sekali. Beberapa diantara sampel-sampel itu dapat mengandung lebih atau kurang. Suspensi yang diperiksa bila perlu harus diencerkan. perbadaan jumlah antara sampel akan menjadi kecil. Bila sampelsampel ini ditanam dalam medium pembiakan.jumlahnya dibandingkan kekeruhannya dalam tabung yaitu dengan ukuran yang sama dengan kekeruhan tabung Brown yang telah dibakukan dan jumlah organismenya dapat dilihat pada tabel derajat kekeruhan baku. Bila suatu cairan mengandung 100 organisme per 100 ml. tiap sampel dapat diharapkan akan memperlihatkan pertumbuhan. Beberapa di antaranya mungkin mengandung dua atau tiga. Pada turbidimetri yang diukur adalah persentase absorpsi cahaya. Demikian pula sampel-sampel 1 ml akan mengandung rata-rata masingmasing satu organisme. maka sampelsampel 10 ml akan mengandung rata-rata masing-masing 10 organisme. Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) Jumlah perkiraan terdekat pada perhitungan bakteri didasarkan atas asumsi bahwa bakteri tersebar normal dalam medium cair. Metode Turbidimetri Pada metode ini penghitungan didasarkan pada kenyataan bahwa suatu populasi atau kelompok sel-sel dalam medium cair menyerap atau menyebarkan cahaya yang sebanding dengan derajat kekeruhan medium itu. sedang ada sampel yang tidak mengandung bakteri. Jumlah rata-rata ini adalah jumlah perkiraan terdekat (most probable number). d. c. sampel akan mendekati rata-rata.

pembentukan asam dan gas dan lain-lain. lima dari 10 ml dan lima dari 1 ml. Pengamatan ditunjukkan terhadap pertumbuhan. Perlakuan yang sama dilakukan dengan 1 ml dan 0. Untuk penafsiran JPT dari jumlah hasil positif dari deret tiga atau lima tabung dilahat pada Tabel 10. Untuk keperluan ini dapat digunakan tiga atau lima tabung. dan bila ditanam kebanyakan tidak memperlihatkan pertumbuhan.1 ml dapat diharapkan mengandung hanya satu organisme di antara sepuluh sampel. Untuk mengetahui jumlah bakteri hidup dalam sampel dapat dihitung jumlah perkiraan terdekat organisme per 100 ml untuk tiap kombinasi seri sampel semacam itu. 1 ml. dan 10. sebagian tidak memperlihatkan ada pertumbuhan.1 ml dengan menggunakan tiga atau lima tabung dari masing-masing sampel. Teknik ini terutama digunakan untuk menaksir jumlah bakteri coliform. Sampel-sampel 0. Untuk pemeriksaan air ditambah dengan percobaan 50 ml air dalam 50 ml bulyon dua kali kuat.48 jam. 0. Cara kerja penentuan jumlah perkiraan terdekat (JPT) adalah sebagai berikut: a. Pengeraman dilakukan selama 24 . dan 1 ml . b.1 sampel cairan. kemudian diambil 10 ml untuk masing-masing tabung yang telah diisi medium pembiakan dua kali lipat.sampel-sampel ini ditanam dalam medium pembiakan. Tabel 10.2.10 ml. c. Sampel dikocok yang kuat agar organisme dalam cairan itu tersebar merata. seperti kekeruhan. Untuk keperluan ini disediakan tabel-tabel untuk sampel-sampel 10 ml.1. Untuk pemeriksaan air digunakan satu tabung 50 ml.1 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem tiga tabung untuk masing-masing volum 50 ml. pembentukan asam. tetapi dapat digunakan juga untuk hampir setiap jenis organisme dalam sampel cairan bila pertumbuhan mudah dapat diamati.

Volume air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil positif (asam+gas) 50 ml 1 0 0 0 0 0 10 ml 5 0 0 0 1 1 1 ml 5 0 1 2 1 2 JPT 0 1 2 1 2 0 0 0 0 1 2 2 2 2 0 1 2 0 3 2 3 4 5 0 2 0 3 0 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 9 2 7 1 5 0 3 3 6 2 4 1 3 0 1 0 5 1 5 .

1 1 2 2 0 1 5 7 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 2 3 0 1 2 10 12 8 11 14 1 1 1 1 1 3 3 4 4 4 3 4 0 1 2 18 20 13 17 20 1 1 1 4 4 5 3 4 5 0 1 39 35 40 25 35 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 1 5 5 180+ 4 100 3 90 2 50 .

1 ml.1 ml 5 0 1 2 3 0 JPT 13 17 20 25 17 4 4 4 4 4 1 1 2 2 2 1 2 0 1 2 20 25 20 25 30 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 0 1 2 0 1 25 35 40 35 40 4 4 5 4 5 4 5 1 50 0 40 2 45 .2 Jumlah perkiraan terdekat dalam 100 ml menurut McCrady dengan sistem lima tabung untuk masing-masing volum 10 ml.1 ml Volum air Banyaknya sampel Jumlah sampel dengan hasil (asam+ gas) 10 ml 5 4 4 4 4 4 1 ml 5 0 0 0 0 1 0.Tabel 10. 0.

4 0 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 0 0 2 55 0 1 2 3 4 25 30 45 0 75 0 1 2 3 4 35 45 65 85 116 0 1 60 70 2 3 4 5 80 120 140 175 0 1 2 80 110 140 .

5 5 3 3 4 175 200 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 1900+ 4 1000 3 900 550 1 350 4 5 5 4 5 0 350 425 260 4 4 4 4 5 0 1 2 3 250 130 170 225 275 Soal-soal latihan : 1. Jelaskan perbedaan prinsip masing-masing metode . Sebutkan beberapa metode analisis kuantitatif mikroba 2.

Latar Belakang Berbagai mikroba patogen seringkali ditularkan melalui air yang tercemar sehingga menimbulkan penyakit bawaan manusia maupun hewan. Dalam praktikum ini suatu bahan makanan/ minuman dengan sampelnya yaitu sirup dilakukan pengenceran secara desimal (10-1). jelaskan mengapa demikian ? 4. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat. maka akan dapat dilihat tabung yang positif yaitu tabung yang ditumbuhi mikroba yang dapat ditandai dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. http://lecturer. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengukur jumlah jasad renik dalam suatu suspensi. 1 ml dan 0. Lalu diamati tabung yang terdapat gas/ gelembung dan berwarna keruh sehingga kombinasi tabung yang positif dari uji duga dan uji penegasan dapat dicocokkan . Suatu percobaan analisis kuantitatif mikroba diperoleh hasil sebagai berikut : Jumlah koloni Per pengenceran 10-2 10-3 104 Standard Plate Count Keterangan 238 28 1 700 125 10 TBUD TBUD 197 Hitunglah SPC berdasarkan metode MPN dan beri keterangan yang jelas. yaitu 30 – 300. Pada analisis kuantitatif mikroba dengan metode MPN digunakan kisaran jumlah mikroba yang layak dihitung. kemudian masing-masing tabung dengan seri 3-3-3 dimasukkan 10 ml. Untuk setiap pengenceran digunakan 3 seri tabung. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai adanya mikroba dalam suatu makanan dan minuman agar dapat dikonsumsi manusia dengan layak sehingga tidak menimbulkan penyakit akibat kontaminasi mikroba dalam makanan dan minuman dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh secara optimal.poliupg. b.html Metode MPN BAB I PENDAHULUAN a. Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. Landasan Teori Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang bebentuk cair.ac.id/~fajriyati/E-LEARNING%20MIKROBIOLOGI %20PANGAN/WORD%20html/BAB%20VIII. Setelah diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C.1 ml ke dalam tabung yang berisi Lactosa Broth dan tabung Durham.%20%20ANALISIS%20KUANTITATIF %20MIKROBIOLOGI%20PADA%20BAHAN%20PANGAN.3. salah satunya adalah pemeriksaan adanya bakteri Coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN (Most Probable Number).

Dasarnya yaitu hasil dari uji penduga yaitu banyaknya larutan dalam tabung reaksi yang terdapat gas/ gelembung yang berjumlah 4 buah. Masukkan pengencer/ Na fisiologis dan Lactosa Broth ke dalam ke-9 tabung reaksi sesuai banyaknya yaitu 10 ml. Mikroskop 7. Uji Penegasan i. korek api c. Pipet ukur 10 ml dan 1 ml steril dan filternya 4. Masukkan jarum ose ke dalam tabung reaksi sampai menyentuh larutan dan angkat. Media BGLB/BGBL (Briliant Green Bile Lactose Broth) 4. 10 ml 1 ml 0. iv. Alkohol 7. 1 ml dan 0. Media EMB (Eosin Methylene Blue Agar) dan EA (sudah steril) 5. kertas payung. Prosedur Kerja Prosedur kerja dari praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1. Timbangan Mortal dan pengerus b.1 ml lalu masukkan tabung Durham. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPNadalah sebagai berikut: 1. Sampel makanan dan minuman 2.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS 2. ii. Diaseptiskan tangan. Inkubator 6. Pembakar Bunsen 5. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram memasukkan ke dalam air pengencer (yang mengandung NaCl fisiologis) 90%. Jika terdapat gas atau keruh. Tabung Durham 9. Lalu jarum ose . Alat Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN adalah sebagai berikut : 1.1 ml Pengencer/ LBDS LBSS LBSS Na Fisiologis 90% Uji Penduga 10 ml 1 ml 0. iii. Diinkubasi selama 2 x 24 jam dengan suhu 37°C dan diamati tertangkap tidaknya gas dalam tabung Durham setiap 1 jam sekali. Botol contoh steril 2. Bungkus masingmasing tabung reaksi dengan pembungkus kayu. Ambil jarum ose lalu bakar jarum di atas pembakar bunsen sampai membara. Media laktosa cair (sudah steril) 3. Uji Penduga i. Kapas. Tabung reaksi 8. BAB II PELAKSANAAN a. alat dan tempat kerja.dengan tabel MPN-seri 9 tabung. Pewarna gas 6. karet. ii. Cawan Petri steril 3. v. maka diduga terdapat Coliform pada tabung.

Usahakan tabung dan jarum selalu dekat dengan api agar tetap steril. Kelompok Coliform APHA merekomendasikan Bacillus coli. yaitu untuk jasad renik pembentuk gas. Esterichia coli (Kay and Fricker.2 MPN/100 ml. Metode MPN biasanya biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. iii. beberapa tabung yang lainnya mengandung lebih dari satu sel atau tabung lainnya tidak mengandung sel. 1 ml dan 0. Fecal Coliform 3.D galaktosidase. tidak ada gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 1 ml dan terdapat 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 0. Dengan demikian setelah inkubasi. Pada pengenceran pertama kesembilan tabung menghasilkan pertumbuhan positif yaitu dengan seri tabung 3-3-3 pada ukuran 10 ml. pengenceran harus dilakukan lebih tinggi daripada pengenceran dalam hitungan cawan.1 ml BGLBDS BGLBSS BGLBSS d. Tujuan Praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan metode MPN bertujuan untuk melacak adanya bakteri coliform dalam contoh makanan dan atau minuman. 1993).masukkan ke tabung berisi 10 ml. Pengamatan tabung yang positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas di dalam tabung kecil (tabung Durham) yang diletakkan pada posisi terbalik.1 ml. 2. sedangkan tabung lainnya negatif. Esterichia coli sebagai indikator kontaminasi fecal yang menggunakan laktosa untuk memproduksi asam dan gas atau banyak enzim β. 10 ml 1 ml 0.2 x 103 BAB IV PEMBAHASAN Menurut WHO menyatakan bahwa untuk melakukan monitor terhadap air minum. BAB III HASIL PEMERIKSAAN Dari hasil praktikum pemeriksaan bakteri coliform pada makanan dan minuman dengan meode MPN.1 ml menghasilkan 2-1-2 tabung . 1997). Dalam metode MPN. sehingga beberapa tabung yang berisi medium cair yang diinokulasikan dengan larutan hasil pengenceran tersebut mengandung satu sel. Nilai MPN dari tabel MPN 9 tabung adalah 7. diharapkan terjadi pertumbuhan pada beberapa tabung yang dinyatakan sebagai tabung positif. dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif yaitu yang ditumbuhi oleh jasad renik setelah inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.2 sehingga diperoleh perhitungan MPN mikroba sebagai berikut : Hasil akhir dari uji penegasan yaitu terdapat. Masukkan tabung ke dalam inkubator/ diinkubasi selama 2 x 24 jam dan diamati setiap 1 jam. Ada 3 indikator air minum yang layak untuk diminum. diperoleh hasil bahwa terdapat tabung dalam setiap tabung sehingga terbentuk kombinasi 3-3-3. maka dapat digunakan kemungkinan masuknya mikroba patogen ke dalam feses manusia dan hewan berdarah panas. Maka dari tabel MPN dengan hasil akhir 1-0-1 yaitu 7. Lalu amati adanya gas/ gelembung yang terdapat dalam tabung Durham. yaitu: 1. MPN mikroba = = = 7. meskipun dapat pula digunakan untuk contoh berbentuk padat dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari contoh tersebut (Fardiaz. Metode MPN digunakan medium cair di dalam tabung reaksi. 1 buah tabung reaksi dengan gas/ gelembung di dalam tabung Durham berisi 10 ml. 1 ml dan 0.1 ml sirup dengan tabung Durham didalamnya dengan kombinasi 3-3-3.

Coliforms and E. . D and Fricker. W. Uji peneguhan menggunakan BGLB (Briliant Green Bile Lactose Broth) yang diinokulasikan dengan satu mata ose media yang memperlihatkan hasil positif pada uji duga (Lay. Jakarta ______________. maka adanya bakteri yang dapat memfermentasi laktosa ditunjukkan dengan terbentuknya gas di dalam tabung Durham. UK Bakteri Coliform Posted by: JavAurora on: 3 Juli 2011 • • In: Ilmiah Comment! Terbersit juga untuk memposting makna dari bakteri coliform.2 MPN/100 ml. Coli. Uji dinyatakan positif bila terlihat gas dalam tabung Durham. Problem or Solution? The Royal Society of Chemistry. semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan rujukan tambahan akan makna maupun hal-hal yang terkait dengan istilah ini. Cara ini biasa digunakan untuk menentukan MPN koliform terhadap air atau minuman karena bakteri Coliform termasuk bakteri yang dapat menfermentasi laktosa. Dalam metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas mikrobiologi air dalam praktikum digunakan kelompok koliform sebagai indikator. setiap tabung yang menghasilkan gas dalam masa inkubasi diduga mengandung bakteri koliform. 1993. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. uji awal ini disebut uji duga (presumtive test). dapat dikatakan sampel minuman (sirup) masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi karena kurang dari standar MPN (<20 MPN/100 ml). 1997. Dibandingkan dengan hasil praktikum yaitu sebesar 7. Jakarta Kay. MPN standar Coliform menurut Lampiran Surat Keputusan Dirjen POM no: 03726/B/SK/VII/1989 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam makanan adalah 20 MPN/100 ml. 1994). Bibiana. 1994. Uji ini diawali dengan memasukkan 10 ml cairan dari sampel ke dalam lauryl tryptose broth.yang positif ditumbuhi jasad renik dan pada pengenceran kedua. Jakarta Lay. Metode MPN merupakan uji deretan tabung yang menyuburkan pertumbuhan koliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah koliform dalam sampel yang diuji. Metode MPN dapat digunakan untuk menghitung jumlah jasad renik tertentu yang terdapat diantara campuran jasad renik lainnya. BAB V PENUTUP 1. Tabung yang memperlihatkan gas diuji lebih lanjut dengan uji peneguhan. PT Raja Grafindo Persada. 2. C. PT Raja Grafindo Persada. Mikrobiologi Pangan 1. Analisis Mikrobiologi Pangan. Srikandi. alasan mendasarnya sich karena beberapa kali muncul pertanyaan akan terminology dari dua kata yang menjadi judul di atas dan ternyata belum banyak yang memahami dengan benar akan hal ini. Dalam uji duga. kesembilan tabung menghasilkan 1-0-1 tabung yang positif ditumbuhi jasad renik. PT Gramedia Pustaka Utama. 1992). 1992. Analisis Mikroba di Laboratorium. (Fardiaz. Sebagai contoh. Untuk uji peneguhan dilakukan untuk meneguhkan bahwa gas yang terbentuk disebabkan oleh kuman koliform dan bukan disebabkan oleh kerja sama beberapa spesies sehingga menghasilkan gas. jika digunakan Lactosa Broth.

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntaber. Bakteri coliform timbul karena buangan kotoran manusia dan laundry dari rumah tangga yang merembes dari sungai-sungai dan juga disebabkan oleh pencemaran mata air atau air baku, lemahnya sistem filterisasi. Oleh karena itu, air minum harus bebas dari semua jenis coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. E. coli jika masuk ke dalam saluran pencernaan dalam jumlah banyak dapat membahayakan kesehatan. Menurut Pelczar & Chan (2008) walaupun E. coli merupakan bagian dari mikroba normal saluran pencernaan, tapi saat ini telah terbukti bahwa galur-galur tertentu mampu menyebabkan gastroeritris taraf sedang hingga parah pada manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut, dan muntah-muntah. Jenis bakteri coliform tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan. Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh. E. coli dapat menyebabkan diare dengan metode 1) produksi enterotoksin yang secara tidak langsung dapat menyebabkan kehilangan cairan dan 2) invasi yang sebenarnya lapisan epitelium dinding usus yang menyebabkan peradangan dan kehilangan cairan. JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya jumlah penderita penyakit menular yang ada di Jakarta ternyata 50 persen disebabkan oleh air bersih. Hasil penelitian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kementerian Kesehatan menunjukkan, 100 persen sampel air bersih di DKI Jakarta sudah terkontaminasi bakteri coliform. Selain itu, 5-57 persen sampel air minum di DKI Jakarta ditemukan mengandung senyawa kimia.

"Dengan tingginya angka kontaminasi ini, pola hidup bersih dan sehat harus benar-benar dipraktikkan dalam aktivitas sehai-hari," kata Budi Haryanto dari Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (26/10/2011).
Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silahkan di , Terima Kasih

Perubahan yang terjadi di dalam lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan sifat fisiologi mikroba. Beberapa golongan sangat tahan terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Adapula golongan mikroba yang sama sekali peka terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak dapat menyesuaikan diri. Advertisement Faktor lingkungan sangat penting artinya di dalam usaha mengendalikan kegiatan mikroba baik untuk kepentingan proses ataupun pengendalian. Mikroba memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba dapat berupa faktor abiotik (fisikawi maupun kimiawi) dan faktor biotik (meliputi kehidupan aksenik dan adanya asosiasi kehidupan). Faktor abiotik diantaranya temperatur, pH, kebutuhan air, tekanan osmosis dan oksigen molekuler (Suharni, 2009).

Pola Pertumbuhan Mikroba
Pertumbuhan mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi.

Hal ini dikarenakan, mikroba selain menyediakan nutrient yang sesuai untuk kultivasinya, juga diperlukan faktor lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan optimumnya. Mikroba tidak hanya bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda – beda. Untuk berhasilnya kultivasi berbagai tipe mikroba, diperlukan suatu kombinasi nutrient serta faktor lingkungan yang sesuai pernyataan (Pelczar dan Chan, 2006). Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan hal yang penting dalam ekosistem pangan. Suatu pengetahuan dan pengertian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan tersebut sangat penting untuk mengendalikan hubungan antara mikroorganisme ==>>makanan ==>>manusia. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme meliputi suplai zat gizi, waktu, suhu, air, pH, dan tersedianya oksigen (Buckle, 1985). Enzim, sistem transport elektron dan sisem transport nutrien pada membran sel bakteri sangat peka terhadap konsentrasi ion hidrogen (pH). Selama pertumbuhan, mikrobia dapat menyebabkan perubahan pH medium sehingga tidak sesuai lagi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu diberi bufer di dalam medium untuk mencegah perubahan pH. Berdasarkan pH minimum, optimum dan maksimum untuk pertumbuhan, mikrobia digolongkan ke dalam mikrobia asidofilik, neutrofilik dan mikrobia alkalinofilik. Tiap mikroba mempunyai kisaran pH tertentu untuk pertumbuhannya. Biasanya pH untuk bakteri 6,5-7,5, khamir 4,0-4,5, jamur benang dan aktinomisetes pada pH yang lebih luas 2,0-8,0 (Suharni, 2009).

Penentuan pH optimum Suatu Organisme
Sebagian organisme memiliki rentan pH optimum yang cukup sempit. Penentuan pH optimum untuk setiap species harus ditentukan secara empirik. Sebagian besar organisme (neutrofil) tumbuh baik pada pH 6,0 – 8,0, meskipun ada pula (asidopil) yang memiliki pH 10,5. Mikroorganisme mengatur pH internalnya terhadap rentang nilai pH eksternalnya yang cukup luas. Organisme asidofil mempertahankan pH internal kira-kira 6,5, dengan pH eksternalnya berkisar antara 1,0 – 5,0. Organisme neutrofil mempertahankan pH internal kirakira 7,5, dengan pH eksternal sekitar 5,5 – 8,5 dan organisme alkalofil mempertahankan pH internal kira-kira 9,5 dengan pH eksternal 9,0 – 11,0. pH internal diatur oleh rangkaian sistem pengangkutan proton berpangkat ATP primer dan penukaran Na+ / H+. Sistem pertukaran K+ / H+ diduga juga ikut mengatur pH internal pada organisme neutrofil (Brooks dkk, 1994). Di antara semua ion, ion H+ dan OH- adalah ion-ion yang paling penting, oleh sebab itu perubahan kadar yang kecil saja sudah menimbulkan pengaruh yang besar. Karena alasan ini adalah amat penting untuk menggunakan nilai pH awal yang optimum dan mempertahankannya sepanjang pertumbuhan. Kebanyakan organisme hidup paling baik, kalu kadar ion H+ dan ion OH- sama (pH=7). Banyak bakteri mengutamakan nilai pH yang lenih tinggi, jadi lingkungan yang basa lemah, seperti misalnya penitrifikasi, Rhizobium, Actinomyceten, bakteri pengurai ureum. Hanya sedikit yang tahan asam atau bahkan asidofil. Cendawan-cendawan mengutamakan nilai pH

rendah. 1985). dan keadaan bahan yang didesinfeksi. industri pengolahan.0 terutama bakteri (Schlegel. antibiose dan sintropisme. waktu yang diberikan kepada desinfektan untuk bekerja. Mekanisme kerja desinfektan mungkin beraneka dari satu desinfektan ke yang lain. maka pada pH 5. Akibatnya mungkin disebabkan oleh kerusakan pada membran sel atau oleh tindakan pada protein sel atau pada gen yang khas yang berakibat kematian atau mutasi (Volk dan Wheeler. halogen. 1993). Kehidupan bakteri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. jika media biak dengan berbagai pH ditanam dengan tanah. Faktor utama yang menentukan bagaimana desinfektan bekerja adalah kadar dan suhu desinfektan. faktor abiotik. Sebagai contoh antibiotika jenis penisilin dan tetrasiklin hanya dapat membunuh bakteri tetapi tidak membunuh khamir atau kapang. jumlah dan tipe mikroorganisme yang ada. mencakup adanya asosiasi atau kehidupan bersama antara mikroorganisme. Kimia Anorganik. deterjen dan antibiotika mempunyai efek antimikroba yang dipergunakan dalam industri pengolahan bahan pangan atau desinfeksi dan sanitasi alat-alat pengolahan dan ruangan-ruangan pabrik atau kadang-kadang sebagai bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan sebagai zat pengawet. Kimia Organik. Di mana. akan tetapi juga mempengaruhi keadaan lingkungan. Bahan-bahan kimia yang bersifat bakteriostatik atau fungistatik adalah bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau kapang. Tags: agen–agen kimia. Jadi terlihat sejumlah faktor harus diperhatikan untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin dalam perangkat suasana yang ada. sedangkan bakterisidal dan fungisidal adalah bahan-bahan kimia yang dapat membunuh bakteri atau kapang. pertumbuhan mikroorganisme . asam. bakteriostatik. kelembaban. 1994). Kimia Analitik. Sedangkan faktor-faktor abiotik terdiri atas faktor fisika (misal: suhu. karena tujuannya adalah perusakan agen–agen patogen. Beberapa bahan yang bersifat spektrum luas seperti hipoklorit dapat mematikan lebih banyak mikroorganisme. tekanan osmotik. Berbagai istilah digunakan sehubungan dengan agen–agen kimia sesuai dengan kerjanya atau organisme khas yang terkena. perubahan ini disebut perubahan secara kimia. sinergisme. golongan mikroba. faktor-faktor biotik terdiri atas makhluk-makhluk hidup. yaitu. atmosfer gas. dapat dalam bentuk simbiose. Desinfektan adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme.0 yang berkembang terutama cendawan. Adapun faktor-faktor lingkungan dapat di bagi atas faktor-faktor biotik dan faktor-faktor abiotik. Berbagai logam. sedangkan pada pH 8. pH. Evektivitas dari setiap bahan antimikroba ini tergantung pada jumlah yang digunakan. fisiologi mikroba. waktu penggunaan dan faktor-faktor lingkungan lainnya seperti pH (Buckle. Kerja dari bahan-bahan kimia antimikroba ini dapat bersifat khas yaitu hanya efektif pada jenis-jenis mikroorganisme tertentu. contoh antibiotika. fenol. Desinfeksi adalah proses penting dalam pengendalian penyakit. 1985). alkohol. sinar gelombang dan pengeringan) serta faktor kimia (misal: adanya senyawa toksik atau senyawa kimia lainnya (Hadioetomo. Bakteri dapat mengubah pH dari medium tempat ia hidup.

Tidak hanya bakteri yang menggunakan bahan makanan untuk hidup dan berkembang tetapi juga jamur dan kapang. juga merupakan sumber makanan bagi perkembangan mikroorganisme. daging. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi. Agar-agar merupakan kompleks merupakan kompleks polisakarida. Keunggulan agar yaitu mencair pada suhuy yang .info/faktor-faktor-yg-mempengaruhi-pertumbuhan-mikroba57451931082011 Media Agar dan Penanaman Mikroba PENDAHULUAN Dasar makanan yang baik bagi pemiaraan bakteri adalah medium yang mengandung zat-zat organic seperti buah.. jumlah koloni yang terbentuk dihitung (Buckle.Untuk mengetahui cara perhitungan mikroba. yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. Media merupakan bahan nutrisi yang disiapkan unutk pertumbuhan mikroba. Bahan pangan selain merupakan sumber gizi bagi manusia. Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk membuat makanan tetap awet dan bebas dari kontaminasi mikroba patogen. Medium yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan rutin laboratorium adalah kaldu cair dan kaldu agar.Untuk mengetahui cara penangkapan mikroba dengan menggunakan media agar. sayur-sayuran dan sisa-sisa makanan yang dibuat oleh manusia aaupun ramu-ramuan. 1987). Pemeriksaan bakteri hidup harus dikerjakan dengan hati-hati. Tujuan percobaan . dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. Pada kenyataanya sedikit sekali lingkungan yang bersih dari bakteri. Untuk mensterilkan medium dapat dilakukan dengan autoclave.Untuk membuktikan ada tidaknya mikroba pada bahan (Daging Sapi). . Medium yang akan disterilkan ditempatkan didalam autoclave selama 15 sampai 20 menit. Secara sederhana suatu contoh suspensi sel atau bahan pangan homogenat diinokulasi ke dalam atau ke atas media nutrient agar dan setelah diinkubasi. untuk mengenal nama bakteri. Untuk mengetahui sifat-sifat morfologi bakteri. Tanggal Percobaan Dimulai 07 November 2008 Tanggal Percobaan Selesai 10 November 2008 TINJAUAN PUSTAKA Mungkin yang yang paling sering dan banyak digunakan adalah prosedur perhitungan dengan penumbuhan dalam agar. et al.artikelkimia. .Untuk mengetahui cara pembuatan media agar pada penangkapan mikroba. maka bakteri dapat diperiksa dalam keadaan hidup atau mati. lebih-lebih jika yang akan diperiksa itu merupakan bakteri patogen.http://www. Disamping itu juga perlu pengenalan sifat-sifat fisiologisnya bahkan sifat-sifat fisiologis ini kebanyakan merupakan faktor terentu dalam mengenal nama spesies suatu bakteri. . Pemeriksaan morfologi bakteri ini perlu.

Corong . karbon.Botol whaeton . Kontaminasi permukaan daging atau karkas dapat terjadi sejak penyembelihan ternak hingga daging dapat dikonsumsi (Soeparno. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. 2002) Pengukuran yang paling akurat untuk menghitung jumlah mikroba yang hidup biasanya menggunakan plate count.1993).Buffer fosfat Alat . 1998). Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. dan bahan organik lainnya.NaCl . energi. BAHAN DAN METODA Bahan .BTB (Brom Timol Blue) . nitrogen.Blender . mineral dan faktor tumbuh (Anonimous.Aquadest . masing-masing sel sukses untuk dikembangkan papad media padat yang membantu pertumbuhannya. idealnya jumlah koloni pada plate adalah kuadrat dari jumlah sel yang diinokulasi pada media (Black.Termometer . 2006). Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Secara teori. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup. 1999) Mikroorganisme yang merusak daging dapat berasal dari infeksi dan ternak hidup dan kontaminasi daging postmortem.Pipet tetes . Media kimia diartikan salah satu media yang menggunakan bahan kimia yang telah diketahui (Tortora.Autoclave .Agar .Petridish . Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Jadi dengan inkubasi.sama dengan air.Daging Reagensia .Oven . sulfur. namun tetap dalam keadaan cair sampain suhu 40 0C ( Suryanto dan Munir.Inkubator . sebuah media harus menyediakan sumber energi seperti karbon. 2008). Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk and Wheeler. yang meliputi air.Pepton . fosfor.

Hal ini biasanya dilakukan untuk menhitung jumlah bakteri dalam suatu bahan pangan.Sendok] Prosedur Percobaan Pembuatan ekstrak daging . dengan cara diblender .Hot plate . 2. tumbuhan. Keuntungannya yaitu dibuat sangant peka dengan penggunaan volume inokulum contoih yang besar .Diinkubasi selam 24 sampai 38 jam dengan cawan terletak terbalik . atau kultur protein. Agar adalah komlekss polisakarida.Diambil PCA (agar) .Ditambahkan aquadest 10 ml . Media kimia yaitu media yang harus mempertimbangkan penyediaan energi yaitu sumber karbon. 4. penyebaran.Dihilangkan lemak pada daging.Koloni counter . . Media merupakan bahan nutrisi yang disiaokan untuk pertumbuhan mikroba. Cara lain adalah dengan tenik MPN (most proable number) yaiu metode perhitungan dengan pengenceran larutan yang mengandung mikroba sampai steril.Beaker glass .Disterilisasi dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit .Dipanaskan dalam autoclave pada suhu 121oC selama 15 menit Pembuatan media agar . Cara lain adalah dengan penyaringan dengan membran. diambil suspensi 2 hari yang lau . 3. Media kompleks yaitu media biasanya terdiri dari ekstrak yeast. 6. Metode ini larutan yang mengandung mikroba disaring dengan menggunakan membrane steril atau filter yang mempunyai ukuran pori-pori yang kecil. Media Anaerobik yaitu media yang mengandung bahan seperti natrium tioglikolat yang dapat berikatan dengan oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen pada medium.Diambil suspensi bakteri yang telah diencerkan 2 kali . Media diferensial yaitu media yang dibuat untuk memudahkan mengenali koloni organisme yang diinginkan. Jenis-jenis media yaitu : 1. daging sapi. nitrogen.Dimasukkan dalam botol wheatone . dapat menggunakan media selektif. Hal diatas adalah dengan menggunakan metode agar. Sehingga mikroba akan tertinggal pada membran.Dituang dalam cawan petridish yang telah dimasukkan suspensi sebanyak 5 ml Penanaman media . Media selektif yaitu media yang dibuat untuk menekan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang diinginkan.Dari 3 pengenceran. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan.Kain saring .Diamati dan dihitung dengan koloni counter Rumus FP = faktor Pengencer PEMBAHASAN Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metoda yaitu metoda penuangan. sulfur dan fosfor.Timbangan . 5.. dan penetesan.

5. 6.0.Fase tetap : dimana mikroba tidak lagi tumbuh. .Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : 1. . . Jenis mikroba yang berbeda membutuhkan air yang berbeda. Ketersediaan Oksigen Mikroba terbagi atas beberapa kelompok : . . 2. Suhu Suhu sangat penting bagi pertumbuhan mikroba. Faktor-faktor kimia 8. Kapang : bagian dari fungi yang tersusun atas banyak sel (multiseluler). Suplai zat gizi Mikroorganisme membutuhkan makanan sama seperti mahkluk lainnya. bahkan oksigen merupakan racun baginya. miseliumnya berwarna-warni sehingga mudah dikenali.Fase lambat : fase adaptasi mikroba dengan media. Waktu Tentu saja seriap makhluk hidup termasuk mikroba membutuhkan waktu untuk berkembang biak. Jadi dengan adanya zat gizi yang cukup maka pertumbuhan mikroba akan sangat cepat. Hidup bebas dan terdapat di mana-mana. Radiasi Fase pertumbuhan bakteri adalah : . Mikroorganisme yang terdapat pada makanan antara lain bakteri. 7.Anaerobik fakultatif : dimana oksigen digunakan akan dipergunakan apabila tersedia.Fase log : setelah beradaptasi. Pertumbuhan bakteri membentuk suatu kurva atau fase logritmik. Khamir : bagian dari fungi (Jamur) yang tersusun dari satu sel atau uni seluler. 3. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri secara eksponensial. Ia tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat dikatakan sebagi tumbuhan. khamir dan kapang.Aerobik : membutuhkan udar unutk kegiatan metabolismenya. Hal ini terjadi karena zat gizi yang ada telah habis atau penimbunan zat racun sebagai hasil akhir. . Aktifitas air adalah jumlah air yang terdapat dalam bahan pangan.Fase menurun : sel-sel yang berada pada fase tetap akhirnya mati bila tiodak dipindahkan ke media lainnya. jika tidak tersedia maka akan terus anaerobik. Jamur ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. prokariotik yang paling sederhana. Jamur : organisme eukariotik yang merupakan organisme pengurai. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat akan mudah terkontaminasi jamur sedangkan makanan yang banyak mengandung protein akan lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri. Bakteri patogen yang terdapat dalam makanann misalnya E. 4. apabila suhu naik maka metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat atau apabila suhu naik atau turun sel berhenti melakukan kegiatan metabolisme. 2. 3. 4. Bakteri : mikroorganisme bersel satu. .0-8. cli yang biasanya .Mikroerofilik : mikroba yang lebih dapat tumbuh dengan kadar oksigen lebih rendah daripada yang di atmosfer. Nilai pH Nilai pH untuk pertumbuhan bakteri adalah sekitar atau berkisar antara pH 6. Aktifitas air Semua organisme membutuhkan air pada proses metabolisme.Anaerobik : tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen. Mikroba terdiri dari : 1.

Microbiology : An Introduction. 5. 3. [22 September 2008]. Wheeler. D. 1989. 2002. fase lag. Clostridium botulinum sering terdapat pada makanan yang telah diolah misalnya dikalengkan atau difermentasi. Agar adalah kompleks polisakarida. A. Medan. Karakteristik akifer mempunyai peranan dalam proses dalam pembentukan air tanah sehingga perlu diperhatikan tipe akifer . Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah zat gizi. Bahan Ajar : Mikrobiologi. New York. Buckle. UI-Press.disebaqkan oleh konsumsi air yang terkontaminasi. Permasalahan utama yang dihadapi sumber daya air meliputi permasalahan kuantitas dan kualitas air. Dalam pemenuhan syarat kualitas air harus diperhatikan karakteristik fisik perairan. anaerobik. dan E. G. A. KESIMPULAN 1. kimia. Staphylococcus aureus ditemukan pada makanan yang mengandung perotein tinggi misalnya telur. dan M. USU-Press. K. Tortora. da sebagainya. media kompleks dan media diferensial 6. suhu. Edwards. 1987. coli yang ada pada sumur sampel.. 2011 by formula1girl_9588 Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. Jakarta. Media agar merupakan salah satu media untuk menanam dan mengitung jumlah bakteri. L. F. Mikrobiologi Dasar. W.. Funke. Suryanto. Munir. Permasalahan yang dihadapi kualitas air tanah dapat disebabkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk. Addison Wesley Longman. anaerob fakultatif dan mikroerofilik. G.New Jersey. mikrobiologi dan radioaktif. R. Penerbit Erlangga. aktifitas penduduk dan sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga.com.. media kimia. 20008. Prentice Hall. bahkan oleh semua mahluk hidup sehingga harus dikelola dan dilestarikan dengan baik. Pembiakan dengan Media Agar. 1999. R. aktifitas air. 1998. Ilmu Pangan. Berdasarkan ketersediaan oksigen mikroba terbagi atas bakeri aerobik. sosis. air harus memenuhi persyaratan baik fisika. Gajah Mada University Press. media selektif. Fleet. J. oksigen 4. J. Purnomo dan Adiono.. Black. waktu. sistem pembuangan limbah rumah tangga yang ada serta dapat mengetahui korelasi atau hubungannya dengan kadar jumlah bakteri E. Volk. and C. DAFTAR PUSTAKA Anonimous. A. Jenis-jenis media adalah media agar. kualitas air alamiah dan juga karakteristik akifer. Fase pertumbuhan bakteri adalah fase lambat. Jakarta Total Coliform dalam Air Tanah Posted on February 2. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui data tentang aktifitas penduduk. 2. Ilmu dan Teknologi Daging. http://yahoo. 2006. G. Jumlah mikroba pada larutan rendaman daging dengan penceran 10-1 adalah 410 CPU/ml sedangkan pada pengenceran 10-2 adalah 7700 CPU/ml.H. Soeparno. media anaerob. 7. dihasilkan oleh alga laut dan digunakan untuk pemadat pada makanan. fase tetap dan fase menurun. Dari segi kualitas. Microbiology : Principles and Exploration. Yogyakarta. Case. B. Penerjemah H. and Wooton. kepadatan penduduk.

Aktifitas penduduk dapat mempengaruhi kualitas air tanah karena semua aktifitas penduduk dapat menghasilkan limbah domestik yang berbeda-beda. Kepadatan penduduk menyebabkan lahan banyak digunakan untuk pemukiman dan pembangunan sehingga jarak antar rumah semakin dekat serta perkarangan rumah juga menjadi semakin sempit. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan penanganan yang khusus baik oleh masyarakat maupun pemerintah agar dapat terciptanya kualitas air tanah yang memenuhi standar kualitas sanitasi. baku mutu lingkungan serta mencegah terjadinya pencemaran kualitas air tanah tersebut. Perkarangan rumah yang sempit menyebabkan penduduk banyak yang membuat septictank di rumahnya dengan letak dekat sumur air bersih. coli yaitu jarak septictank jauh. sistem sanitasi serta persepsi atau pengetahuan masyarakat tentang sanitasi. Arah aliran tanah tersebut disebabkan gerakan air tanah karena potensi kelembaban total dan kemiringan dua titik atau lokasi dalam lapisan tanah. Sistem sanitasi/sistem pembuangan limbah rumah tangga penduduk merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas air tanah karena sistem pembungan limbah yang tidak baik akan menyebabkan kontaminasi terhadap kualitas air tanah. status rumah dan fasilitas umum. Sedangkan pada aktifitas penduduk yang tidak melibatkan banyak penduduk seperti aktifitas pertanian limbah yang dihasilkan tidak banyak sehingga kurang mempengaruhi kualitas air tanah disekitarnya. Analisa terhadap kadar jumlah bakteri E. Prinsip dasar dalam membuat arah aliran air tanah yaitu pergerakan air dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. aktifitas penduduk sekitar yang tidak banyak melibatkan penduduk seperti pertanian. serta nilai jumlah bakteri E. http://uripsantoso. jawaban kuisioner yang telah dibagikan kepada penduduk. tingkat sosila ekonomi dan pendidikan masyarakat. Arah aliran air tanah dapat ditentukan dengan metode ”three Point Problem” atau dengan cara membuat garis lurus terhadap garis kontur air tanah. coli yang ada pada sumur sampel di daerah penelitian. Dalam penganalisaan data primer dapat diketahui data kependudukan. coli dilaksanakan secara deskriptif dengan pertimbangan baku mutu air bersih sesuai Golongan I Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. Dari penelitian dapat dihasilkan data tentang titik lokasi sampel. penghitungan elevasi air tanah. dan konstruksi ring sumur. pembuangan limbah rumah tangga melalui saluran pembuangan yang sesuai dengan kriteria. coli di daerah penelitian. Semakin tinggi tingkat aktifitas penduduk yang banyak melibatkan penduduk berarti semakin banyak limbah domestik yang dihasilkan penduduk dan menyebabkan semakin besar dampak yang akan ditimbulkan terhadap kualitas air tanah/sumur yang ada di sekitarnya.com/2010/09/08/kajian-kualitas-air-tanah-ditinjau-dariparameter-bakteri-escherichia-coli-e-coli/ LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 82 TAHUN 2001 TANGGAL 14 DESEMBER 2001 .dan zona akifernya. Kondisi sistem pembuangan limbah yang buruk ini dapat menyebabkan tingginya kontaminasi dan pengaruh terhadap kualitas air sumur serta dapat menyebabkan tingginya jumlah bakteri E. Faktor-faktor yang mempengaruhi titik sampel dengan jumlah bakteriE.wordpress. Kepadatan penduduk juga menyebabkan semakin tingginya aktifitas penduduk yang berakibat pada meningkatnya jumlah limbah rumah tangga penduduk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut.

2 (-) 1 0.05 0.02 5-9 12 100 0 5 20 (-) 1 0.05 0.2 (-) 1 0.2 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.2 (-) 1 0.3 (-) (-) (-) . maka ditentukan berdasarkan kondisi alamiah o SATUAN I KELAS II III KETERANGAN IV Deviasi temperatur dari keadaan almiahnya Bagi pengolahan air minum secara konvesional.02 6-9 3 25 4 0.2 10 (-) 1 0.2 1 1 0.05 0. Fe ≤ 5 mg/L Apabila secara alamiah di luar rentang tersebut.05 0.01 0.2 10 0.05 0.01 0.01 0.5 0.01 0.01 0. kandungan amonia bebas untuk ikan yang peka ≤ 0.02 mg/L sebagai NH3 Besi mg/L 0.05 0. Cu ≤ 1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.01 0.TENTANG PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR Kriteria Mutu Air Berdasarkan Kelas PARAMETER FISIKA Tempelatur Residu Terlarut Residu Tersuspensi KIMIA ANORGANIK pH BOD COD DO Total Fosfat sbg P NO 3 sebagai N NH3-N Arsen Kobalt Barium Boron Selenium Kadmium Khrom (VI) Tembaga mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 6-9 2 10 6 0.02 6-9 6 50 3 1 20 (-) 1 0.05 0. residu tersuspensi ≤ 5000 mg/ L C deviasi 3 deviasi 3 deviasi 3 deviasi 5 1000 50 1000 50 1000 400 2000 400 mg/ L mg/L Angka batas minimum Bagi perikanan.

03 (-) 0.5 0.002 0.03 0.005 2 (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Bagi pengolahan air minum secara konvensional. NO2_N ≤ 1 mg/L Bagi ABAM tidak dipersyaratkan Bagi pengolahan air minum secara konvensional.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) 0.002 0.Gross-B KIMIA ORGANIK Minyak dan Lemak Detergen sebagai MBAS Senyawa Fenol sebagai Fenol BHC Aldrin / Dieldrin Chlordane DDT Heptachlor dan heptachlor epoxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/l mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.02 1.1 1 1000 200 1 210 17 3 2 18 0.02 0.06 (-) 0.03 (-) 0.03 0.03 0. fecal coliform ≤ 2000 jml / 100 ml 10000 dan total coliform ≤ 10000 jml/100 ml 0.002 1 (-) 0.05 (-) 0. S sebagai H2S <0.Gross-A .03 0.1 mg/L jml/100 ml jml/100 ml 100 1000 1000 5000 2000 10000 2000 Bagi pengolahan air minum secara konvensional.002 0.1 1 (-) (-) (-) (-) (-) (-) 2 (-) Bq /L Bq /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L ug /L 0. Zn ≤ 5 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.1 1 1000 200 1 210 (-) (-) 2 (-) .001 0.06 400 0.002 0.1 0.05 (-) 0.1 mg/L Bagi pengolahan air minum secara konvensional.Timbal Mangan Air Raksa Seng Khlorida Sianida Fluorida Nitrit sebagai N Sulfat Khlorin bebas Belereng sebagai H2S MIKROBIOLOGI Fecal coliform -Total coliform -RADIOAKTIVITAS .05 600 0. Pb ≤ 0.06 (-) 0.02 1.5 0.5 0.

Nilai DO merupakan batas minimum. Bagi pH merupakan nilai rentang yang tidak boleh kurang atau lebih dari nilai yang tercantum. Arti (-) di atas menyatakan bahwa untuk kelas termasuk.Lindane Methoxyclor Endrin Toxaphan ug /L ug /L ug /L ug /L 56 35 1 5 (-) (-) 4 (-) (-) (-) 4 (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan : mg ug ml L Bq MBAS ABAM = miligram = mikrogram = militer = liter = Bequerel = Methylene Blue Active Substance = Air Baku untuk Air Minum Logam berat merupakan logam terlarut Nilai di atas merupakan batas maksimum. kecuali untuk pH dan DO. parameter tersebut tidak dipersyaratkan Tanda ≤ adalah lebih kecil atau sama dengan Tanda < adalah lebih kecil PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI KUALITAS DAN KUANTITAS AIR BERSIH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA 18 01 2010 .

kulitas kimia yang terdiri atas pH. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar. Air adalah materi esensial didalam kehidupan. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga. 1996). dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . . ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. warna dan rasa. membersihkan peralatan.12 Votes RICA DENIS (E2A009016) ABSTRAK Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Air. dan lain sebagainya. Kata Kunci : Kualitas. sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria. di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau. karena air dipergunakan pula untuk mencuci. Ditinjau dari segi kualitas. alat transportasi. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah. Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air. dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. mandi. Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. kesadahan. air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu. Manusia Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat. irigasi. Tubuh orang dewasa. setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. sekitar 55-60%. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak. berat badan terdiri dari air. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya.1996: 3).

Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja. Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumbersumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil. Akan tetapi air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya. Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air (Razif, 2001:4).

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis. 1. Persyaratan Fisika Air Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut: 1. Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. 1. Tidak berwarna

Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. 1. Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. 1. Tidak berbau Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air. 1. Temperaturnya normal Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme. 1. Tidak mengandung zat padatan Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. 1. Persyaratan Kimia Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun. 1) pH (derajat keasaman) Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan. 2) Kesadahan Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.

3) Besi Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l 4) Aluminium Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi. 5) Zat organik Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan 6) Sulfat Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. 7) Nitrat dan nitrit Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh. Chlorida Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air. 9) Zink atau Zn Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l. penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak. 1. 3. Persyratan mikrobiologis

BOD (Biochemical Oxygen Demand) Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto.Persyaratan mikrobiologis yangn harus dipenuhi oleh air adalah sebagai berikut: 1.1995) 1. Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Standar Kualitas Air di Perairan Umum ( Peraturan Pemerintah No. Tidak mengandung bakteri non patogen seperti: Actinomycetes. Cladocera dan lain-lain. maka kualitas air tersebut buruk. Vibrio cholera dan lain-lain. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan. 2000 : 15). Tidak mengandung bakteri patogen. 2. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikro penyebabnya dapat masuk ke dalam air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Phytoplankton colifprm. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l Adanya penyebab penyakit didalam air dapat menyebabkan efek langsung dalam kesehatan.20 Tahun 1990 ) Kadar Maksimum Golongan Golongan Golongan Golongan A B C D 1000 1000 1000 No Parameter FISIKA 1 Bau 2 Jumlah zat padat terlarut 3 Kekeruhan 4 Rasa Satuan Mg/L 1000 Skala NTU 5 - . mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. Salmonella typhi. missalnya: bakteri golongan coli. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air. (Sujudi. Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. 2000 : 15). 1. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih. COD (Chemical Oxygen Demand) COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto.

002 1 0.02 0.06 6–9 0.003 0.01 0.01 5 0.03 0.1 400 0.05 6.001 0.5 0.01 1 2 60 0.01 >=6 0.5 Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.05 1 5 1.5 10 1 5–9 0.0 0.05 0.042 0.5 0.01 600 0.02 0.005 1 1.1 200 10 1.0 0.2 0.4 D 7 DDT Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0.05 1.005 500 250 0.003 0.00001 0.005 0.05 2 0.5 0.03 0.0007 0.5 0.005 1 0.05 0.3 0.001 0.01 5 0.1 1 0.10 0.01 0.pH 17 Selenium 18 Seng 19 Sianida 20 Sulfat 21 Sulfida sebagao H2S 22 Tembaga 23 Timbal 24 Oksigen terlarut (DO) 25 Nikel 26 SAR (Sodium Absortion Ratio) Kimia Organik 1 Aldrin dan dieldrin 2 Benzona 3 Benzo (a) Pyrene 4 Chlordane (total isomer) 5 Chlordane 6 2.1 1 0.1 400 0.02 0.03 >3 5–9 0.05 - 0.0003 0.05 0.5 1.5 – 8.5 – 2.002 0.5 6 7 Warna Suhu Daya Hantar Listrik Skala TCU 15 o C Suhu udara Umhos/cm 2250 KIMIA anorganik 1 Air raksa 2 Aluminium 3 Arsen 4 Barium 5 Besi 6 Florida 7 Kadmium 8 Kesadahan CaCO3 9 Klorida 10 Kromium valensi 6 11 Mangan 12 Natriun 13 Nitrat sebagai N 14 Nitrit sebagai N 15 Perak 16 .002 .017 0.

056 0.004 0. air .01 10 - 0. perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air.01 0.1 0.1 0.00001 0. Untuk mengetahui kualitas air tersebut.05 Nihil 0.0003 0.018 0.01 0.1 1.2 0.035 0. meliputi Most Probable Number (MPN) dan angka kuman.1 1.1 Nihil 0.1 1. Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum.005 0.004 0. Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air.0 0.0 0.03 0.002 0.4.0 Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan.003 0.21 Mikrobiologik 1 Koliform tinja 2 Total koliform Radioaktivitas 1 Gross Alpha activity 2 Gross Beta activity Jml/100ml 0 Jml/100ml 3 2000 10000 Bq/L Bq/L 0.1 Dichloroethane Heptachlor heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Detergent 1.5 0.001 1 0.001 0.1 1.2 Dichloroethane 1.6 Trichlorophenol Zat Organik (KMnO4) Endrin Fenol Karbon kloroform ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt Mg/lt 0. industri dan PLTA.5 0.0 0.

coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform 1. Vibrio cholera. air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM. Khusus untuk air minum. seperti Actinomycetes dan Cladocera (Soewarno. coli. kebutuhan dasar air bersih adalah jumlah air bersih minimal yang perlu disediakan agar manusia dapat hidup secara layak yaitu dapat memperoleh air yang diperlukan untuk melakukan aktivitas dasar sehari- . Sehingga pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum (Depkes. 2002) Ditinjau dari jumlah atau kuantitas air yang dibuthkan manusia. air badan. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen. coli atau Fecal coli 1. Air pada sistem distribusi E. Salmonella typhi. Mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawah oleh air kepada manusia memanfaatkannya. maka tujuan utama penyediaan air bersih/air minum bagi masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawah oleh air.bersih. Penyediaan air bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen. air pemandian umum. Air Minum E. coli atau Fecal col Total Bakteri Coliform Satuan 2 Kadar maksimum yang Keterangan diperbolehkan 3 4 Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Jumlah per 100 0 ml sampel Bagi manusia air minum adalah salah satu kebutuhan utama. Persyaratan Kualitas air minum secara Bakteriologis Parameter 1 1. Air yang masuk sistem distribusi E. 2002). misalnya bakteri golongan E. Air minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare.

Kebutuhan air untuk higien yaitu untuk mandi dan membersihkan dirinya 25 – 30 liter / orang perhari. Kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan peralatan 25 – 30 liter / orang perhari. karena masih mengandung banyak kotoran. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk. Juga air ini mempunyai sifat lunak. kebiasaan hidup dalam rumah tangga misalnya ingin rumah dalam keadaan bersih selalu dengan mengepel lantai dan menyiram halaman. Air sungai digunakan sebagai air minum. 2. selain pemakaian air tiap harinya tidak tetap banyak keperluan air bagi tiap orang atau setiap rumah tangga itu masih tergantung dari beberapa faktor diantaranya adalah pemakaian air di daerah panas akan lebih banyak dari pada di daerah dingin.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum. c.hari (Sunjaya dalam Karsidi. karena mengandung garam NaCl. Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut : 1. yang menyebabkan warna kuning coklat. 1999 : 18). misalnya oleh lumpur. seharusnya melalui pengolahan yang sempurna. sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. . Air Permukaan Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. batang-batang kayu. sehingga total pemakaian perorang adalah 60 – 70 liter / hari di kota. sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah. d. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir. Air Atmosfer Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun. b. kotoran industri dan lainnya. keadaan sosial rumah tangga semakin mampu atau semakin tinggi tingkat sosial kehidupannya semakin banyak menggunakan air serta pemakaian air dimusim panas akan lebih banyak dari pada dimusim hujan. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. daun-daun. Sumber air merupakan salah satu komponen utama yang ada pada suatu sistem penyediaan air bersih. 3. karena tanpa sumber air maka suatu system penyediaan air bersih tidak akan berfungsi (Sutrisno. Banyaknya pemakaian air tiap harinya untuk setiap rumah tangga berlainan. Kebutuhan air untuk minum dan mengolah makanan 5 liter / orang perhari. sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun. mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. Air laut Mempunyai sifat asin. kebutuhan air rumah tangga menurut Sunjaya adalah: 1. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. Ditinjau dari segi kuantitasnya. 2000 : 13). Kebutuhan air untuk menunjang pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas sanitasi atau pembuangan kotoran 4 – 6 liter / orang perhari.

bila kekeruhan < 50 NTU. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum. Air digunakan manusia untuk . 5. air permukaan. Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku. jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. sungai Pengolahan lengkap bila kekeruhannya tinggi > 50. dan pembubuhan desinfektan. Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. Selain dari segi kualitas. kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. unit produksi. yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. kimia. mandi. 1995) SIMPULAN Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa.1993 :1). kimia dan biologis. unit pengolahan. Kualitas fisik ditinjau bau. maka perlu diketahui persyaratan air bersih. (4). danau NTU (Nephelometric Turbidity Unit) Pengolahan tidak lengkap. dan bakteriologi. kandungan ion dan sebagainya. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan. unit distribusi dan unit konsumsi. rasa. Air tanah Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono. unit transmisi berfungsi sebagai pengantar air yang diproduksi menuju ke beberapa tandon atau reservoir melalui jaringan pipa. memasak. yaitu sumur Dangkal/Dalam Pengolahan tidak lengkap hanya pengolahan Fe. dan warna.4. (3). yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah. dengan pengolahan fisika. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. mencuci dan sebagainya. Mata air Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam. air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. (Linsay. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia. unit transmisi. Sebagia besar tubuh manusia terdiri atas air. Adapun beberapa sumber air yang dapat diolah untuk mendapatkan air bersih. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum. Mn. pH.

Ph. Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum/Air Bersih.Ikom. 3. Masingmasing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. EGC. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 Lindsay. Jakarta. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan.. sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat. M. Ir. Yogyakarta. Teknik Sumber Daya Air jilid 2.. 2002.mandi. Jakarta.D sebagai dosen mata kuliah Penyajian Ilmiah dan juga sebagai Ketua pusat penelitian lingkungan hidup Universitas Bengkulu yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang materi perkuliahan. Bapak Prof. mencuci. Jawet. 1995 . Orang tua dan saudara-saudara yang telah memberikan dorongan moril dan materil. DAFTAR PUSTAKA Asmustawa. Semarang : Skripsi. perikanan dan lain sebagainya. minum. Depkes. 2.Sc. pertanan. RK dan kawan-kawan.2007. Karsidi. Jakarta. Mikrobiologi Untuk Profesi Kesehatan Edisi 16. 1992. Urip Santoso. S. 1997. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan Pendapatan dengan Penggunaan Air Sungai oleh Penduduk di Sekitar Sungai Kali Jajar Demak. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang. UCAPAN TERIMA KASIH • Dalam penulisan telaah pustaka ini penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak.Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 2007 Chatip. Pengolahan Air Minum. Secara khusus ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. Erlangga. Evaluasi Pengelolaan Kualitas Air Bersih Oleh Petuga Sanitasi Puskesmas Di Kabupaten Bungo. Program Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. 1999. Rekan-rekan mahasiswa PSL yang telah ikut membantu dalam dorongan dalam pembuatan makalah ini.

Sutrisno. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Teknologi Penyediaan Air Bersih. 1996. 1989. Diari Akut Klinik dan Laboratorik. 2000. Yayasan peduli Lingkungan. Suyono. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. C Totok. Mikrobiologi Kedokteran. Yogyakarta : Andi Offset. 1996. Pengolahan Air Minum. Bayumedia. 1993. Air Dalam Kehidupan Lingkungan Yang Sehat. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Nurdijanto. Suripin. JB. 2000.. M.Linsley. 1984. Pengelolaan Sumber Daya Air. Bakteriologi Medik. Rineka Cipta. Bandung. Jakarta : Erlangga. U. Pati. Jakarta. Santika. 2001. K. Jakarta. Ray. Surabaya. Usaha Nasional. Kimia Lingkungan. Surabaya Indonesia Sujudi. 2003. Surawira. & Franzini. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum Razif. . Teknik Sumber Daya Air. Fakultas Geografi Universitas Tim Mikrobiologi. Metode Penelitian Air. Edisi Revisi Bina Rupa Aksara. . Jakarta :Rineka Cipta. Suharyono. Malang. 2002. 1995.

menyuburkan atau meremajakan bakteri.. Agustus 12. 2011 Rachma 1 comment Media kultur berguna untuk memperbanyak. Media Kultur untuk Pertumbuhan Bakteri Jumat.Matur Nuwun…. Dalam postingan ini akan dijelaskan mengenai media Trypticase Soy Agar (TSA). Louwenstein – Jensen 1. . hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Trypticase Soy Agar TSA merupakan media kultur universal. Nutrien Agar.

Tahap akhir botol/tabung dimiringkan tungggu sampai mengeras.7 gram Trypticase Soy Agar dilarutkan dalam 250 ml aquadest.5-10. Foto : TSA dalam botol . kemudian dimasukan ke botol/tabung dan disterilkan di autoclave suhu 120 0C selama 15 menit.Foto : TSA Cara Pembuatan : 10.

Louwenstein – Jensen . agar-agar. Jenis bakteri yang dapat tumbuh pada nutrient agar lebih sedikit dibandingkan dengan TSA.0±0.2. ekstrak dagingn. PH 7. Nutrien Agar Foto : Nutrien Agar Nutrien agar merupakan media kultur universal untuk pertumbuhan mikroorganisme/bakteri.2 Tutup : kapas putih 3. Nutrien Agar lebih sering digunakan dibandingkan TSA untuk menghindari terjadi Kandungan : Pepton dari dari daging. Cara pembuatan : Larutkan 20 g/L nutrien agar (bubuk) autoclave 15 menit pada suhu121 0C.

tambah 1 L telur yang dihomogenkan (dari telur ayam betina segar dalam kondisi steril.6 L akuades. malachite green Glycerol. magnesium sulfat heptahydrat.8 ± 0. Cara Pembuatan: Larutkan 37. kalau di inginkan tambah 12 ml glycerol .Foto: media Louwenstein – Jensen Kegunaan media Louwenstein – Jensen : Kultur dan test resistensi dari Mycobacterium tuberculosis.5 g pada 0. telur yang dihomogenkan.potato meal. Media harus di panaskan lebih dari satu kali setelah 24 jam untuk menjamin sterilitasnya.2.putar untuk dihomogenkan campuran untuk menghindari beantuk gelembung ). Kandungan :Potasssium hydrogen phospat. trimagnesium dicitrat 14-dehidrat. Ph 4. lasparigin. Alat Fungsi . bagikan ketabung reaksi steril diarkan membeku dengan kondisi miring dengan pemanasan selama 45 menit pada suhu 85 0C pada inspissator yang penuh dengan uap air atau uap air panas yang mengalir bebas. (autoclave) dinginkan sampai suhu sekitar 50 ± C.

Tempat membuat larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar. Gelas Beaker . Labu destilasi Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Erlenmeyer Untuk destilasi larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan.

buret . Corong gelas Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas. tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan. Corong bucher Digunakan untuk titrasi.Cprpng dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas.

Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi. Labu ukur leher panjang Untuk mengukur volume larutan. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume. Gelas ukur . Corong pisah Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan.

Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur. Lubang lubang bawah tempat air masuk. kondensor Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan.Untukl destilasi larutan. Filler (karet pengisap) Untuk mengukur volume larutan Pipet ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung. lubang ata tempat air keluar. .

Pipet volume atau pipet gondok atau volumetrik Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil. . Tabung reaksi Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan dengan logam dapat digunakan spatula logam. Pengaduk Untuk mereaksikan dua atau lebih zat. misalnya dalam bentuk kristal. Pipet tetes Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.

Pipa kapiler atau kaca kapiler Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium.Spatula plastik dan logam untuk uji nyala dari beberapa zat. desikator . Dikenal dua jenis desikator yaitu desikator biasa dan desikator vakum. Kawat nikrom Untuk mengalirkam gas ke tempat tertentu dan digunakan pula dalam penentuan titik lebur suatu zat.

Gelas arloji Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas. Untuk menimbang bahan-bahan kimia 3. Sebagai penutup saat melakukan pemanasan terhadap suatu bahan kimia 2. Caranya: setelah kertas indikator universal dicelupkan di cocokan warna yang ada pada kotak kertas universal.Untuk identifikasi keasamaan larutan/zat. Untuk mengeringkan suatu bahan dalam desikator. Indikator universal 1. Hot hands .

penjepit .Untuk menyaring larutan. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Numun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain. Rak tabung reaksi Untuk menjepit tabung reaksi. Kertas saring Kaki tiga sebagai penyangga pembakar spirtus. Kaki tiga Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau pemanas bunsen Kawat kasa Tempat tabung reaksi.

Krusibel . Untuk mengaduk larutan. mortal dan pastle Terbuat dari persolen dan bersifat inert. Batang-batang magnet diletakan di dalam larutan kemudian disambungkan arus listrik maka secara otomatis batang magnetik dari stirer akan berputar. Stirer dan batang stirer Menghaluskan zat yang masing bersifat padat/kristal.Pengaduk magnetik. digunakan untuk memanaskan logamlogam.

Digunakan sebagai wadah. kabut dan zat-zat kimia yang meletup ketika dilakukan pemanasan. misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu penyaringan. misalnya H2SO4. uap logam. serbuk debu. Evaporating dish Sebagai penjepit. Clay triangle Untuk melindungi mata dari bahan yang menyebabkan iritasi. Misalnya penguapan larutan dari suatu bahan yang tidak mudah menguap. Dan melindungi dari percikan api. Ring Untuk menahan wadah. misalnya: · Untuk menjepit soklet pada proses ekstraksi · Menjepit buret dalam proses titrasi · Untuk menjepit kondensor pada proses destilasi Klem dan statif Untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan dan untuk meletakan corong pada proses penyeringan. Kacamata pengaman .

Oven . Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.Untuk membakar zat atau memmanaskan larutan. Pemanas spiritus Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam proses suatu proses. Pemanas atau pembakar bunsen Untuk memanaskan larutan. Hot plate Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.

sekitar 1000 °C. inkubator Untuk menghancurkan (tidak ada di LAB) Granat Daftar Pustaka http://qualitycontrol-07.Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi.com sumber-sumber lain .blogspot. Tanur Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.

Terdapat juga link download (. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini . dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini). Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami. Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ? PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011) . Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis.pdf) di beberapa postingan. di sini ARTIKEL MIKROBIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial.Mikrobiologi dasar Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat.

2.3.1 mengamati morfologi koloni kapang (pada agar cawan) c.2.2. Yeast b.• • • Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1. Bakteri a.1 mengamati morfologi koloni bakteri a. sedang dalam proses revisi • • • • • • • • • • BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi BAB 5 MORFOLOGI MIKROBA Kompetensi : mahasiswa dapat mengenali bentuk dan morfologi sel dan koloni mikroorganisme a.1.4 dengan pewarnaan endospora a.2 pengamatan tidak langsung b.1 dengan pewarnaan sederhana a. Kapang c.4 pada media cair a.3. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1.1.2 dengan pewarnaan negatif a.2 mengamati morfologi sel bakteri a.2 mengamati morfologi sel yeast (dengan pewarnaan sederhana) c.2. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2) PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008).1. Mengamati Morfologi Koloni Bakteri .3 pada agar tegak a.2 pada agar miring a.3 dengan pewarnaan gram a.1 pada media cawan a.1 mengamati morfologi koloni yeast (pada agar cawan) b.3 mengamati motilitas bakteri a.1 pengamatan langsung a.1.2 mengamati morfologi sel kapang (dengan metode slide culture) Bakteri A.

2. Cara Kerja : · Tumbuhkan biakan pada media NA cawan dengan streak kuadran · Tumbuhkan biakan pada media NA miring dengan pola inokulasi yang tegak lurus · Tumbuhkan biakan pada media NA tegak dengan stab inoculation · Tumbuhkan biakan pada media NB A. Setelah mendapatkan kultur murni maka biakan yang diinginkan ditumbuhkan ke berbagai bentuk media untuk dikenali ciri koloninya. Pertumbuhan pada Cawan Petri Ciri-ciri yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : · Ukuran. pinpoint/punctiform (titik) Small (kecil) Moderate (sedang) Large (besar) · Pigmentasi : mikroorganisme kromogenik sering memproduksi pigmen intraseluler. beberapa jenis lain memproduksi pigmen ekstraseluler yang dapat terlarut dalam media · Karakteristik optik : diamati berdasarkan jumlah cahaya yang melewati koloni.Kegiatan ini merupakan tindakan pertama kali jika ingin mempelajari suatu jenis bakteri lebih lanjut. khususnya untuk tujuan identifikasi. Opaque (tidak dapat ditembus cahaya).1. Transparant (bening) · Bentuk : Circular Irregular Spindle Filamentous Rhizoid . Translucent (dapat ditembus cahaya sebagian). Pertumbuhan pada Agar Miring Ciri-ciri koloni diperoleh dengan menggoreskan jarum inokulum tegak dan lurus Ciri koloni berdasarkan bentuk: .Elevasi : Flat Raised Convex Umbonate · Permukaan : Halus mengkilap Kasar Berkerut Kering seperti bubuk · Margins : Entire Lobate Undulate Serrate Felamentous Curled A.

3 Pertumbuhan pada Agar Tegak Cara penanaman adalah dengan menusukkan jarum inokulum needle ke dalam media agar tegak.A. Ciri-ciri koloni berdasar bentuk : Ciri koloni berdasar kebutuhan O2 : A.4 Pertumbuhan pada Media Cair Pola pertumbuhan berdasarkan kebutuhan O2 .

Pada zat warna basa. tapi jika suspensi bakteri terlalu encer. Congo Red dll.pewarnaan negatif · Pewarnaan diferensial . maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak banyak ditemukan pada permukaan sel.A.pewarnaan acid fast dll. Malachite Green dll.pewarnaan positif . Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negatif. Pewarnaan Sederhana (Pewarnaan Positif) Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan.1. Pewarnaan · Pewarnaan sederhana . Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin. B. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Safranin. Base Fuchsin. Methylene Blue.pewarnaan endospora . sel bakteri sulit terlihat. Mengamati Morfologi Bakteri Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan.pewarnaan gram . Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat. Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Cara Kerja : · Bersihkan object glass dengan kapas · Jika perlu tulislah kode atau nama bakteri pada sudut object glass .pewarnaan flagella dll. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. · Pewarnaan khusus .

Zat warna tidak akan mewarnai sel melainkan mewarnai lingkungan sekitarnya. satu ulasan saja kemudian diberi akuades dan disebarkan supaya sel merata. Jika digunakan biakan padat. maka biakan dipindahkan dengan jarum inokulum. Tapi mudah dilihat dengan pewarnaan negatif. · Keringkan ulasan tersebut sambil memfiksasinya dengan api bunsen (lewatkan di atas api 23 kali) · Setelah benar-benar kering dan tersebar selanjutnya ditetesi dengan pewarna (dapat digunakan Methylen blue. Jangan lupa biakan dikocok terlebih dahulu. Crystal Violet) dan tunggu kurang lebih 30 detik. Berikut merupakan berbagai bentuk sel bakteri .· Bila menggunakan biakan cair maka pindahkan setetes biakan dengan pipet tetes atau dapat juga dipindahkan dengan jarum inokulum. Safranin. maka akan tampak bentuk sel bakteri. sehingga sel tampak transparan dengan latar belakang hitam. teteskan nigrosin atau tinta cina di ujung kanan salah satu object glass · Biakan diambil lalu diulaskan atau diteteskan dalam tetesan nigrosin tadi. 1 2 3 4 Setelah dilihat di mikroskop. B. Prosedur: · Ambil dua object glass. jangan difiksasi atau dipanaskan di atas api. lalu dicampurkan · Tempelkan sisi object glass yang lain kemudian gesekkan ke samping kiri · Biarkan preparat mengering di udara.2 Pewarnaan Negatif Beberapa bakteri sulit diwarnai dengan zat warna basa. · Cuci dengan akuades kemudian keringkan dengan kertas tissue · Periksa dengan mikroskop (perbesaran 100 x 10).

Pewarnaan Gram Adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.Berikut merupakan tabel prosedur pewarnaan Gram: . karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri.A.3.

.

dingin.4. Mungkin akan menampakkan gram variabel yaitu satu jenis sel. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan etanol (underdecolorization) yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti gram positif. Pemberian ethanol jangan sampai berlebih yang akan menyebabkan overdecolorization sehingga sel gram positif tampak seperti gram negatif. radiasi dan bahan kimia. Desulfomaculatum dan Bacillus adalah bakteri yang memproduksi endospora dalam siklus hidupnya.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram adalah sbb: · Fase yang paling kritis dari prosedur di atas adalah tahap dekolorisasi yang mengakibatkan CV-iodine lepas dari sel. · Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang tidak lebih lama dari 24 jam. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel menyerap warna utama (CV). Tujuan dilakukannya . Pewarnaan Endospora Anggota dari genus Clostridium. sehingga metabolismenya bersifat inaktif dan mampu bertahan dalam tekanan fisik dan kimia seperti panas. khususnya pada gram positif. kering. Endospora merupakan bentuk dorman dari sel vegetatif. sebagian berwarna ungu dan sebagian merah karena pengaruh umur. Walaupun ada beberapa species yang memang bersifat gram variabel seperti pada genus Acinetobacter dan Arthrobacter. B.

pewarnaan endospora adalah membedakan endospora dengan sel vegetatif. sel vegetatif berwarna). sehingga pembedaannya tampak jelas. . Berikut merupakan prosedur pewarnaan endospora dengan metode Schaeffer-Fulton. Endospora tetap dapat dilihat di bawah mikroskop meskipun tanpa pewarnaan dan tampak sebagai bulatan transparan dan sangat refraktil. endospora sulit dibedakan dengan badan inklusi (kedua-duanya transparan. sehingga diperlukan teknik pewarnaan endospora. Namun jika dengan pewarnaan sederhana.

.

Mengamati motilitas .Berikut merupakan beberapa tipe endospora dan contohnya C.

Pseudohifa adalah hifa yeast yang terbentuk dari rangkaian sel hasil pembelahan aseksual secara budding. · Warnai dengan cara Shager dan Fulgen yaitu: Tetesi preparat dengan Malachite Green dan biarkan 30-60 detik. Jika digunakan biakan padat maka ulas dengan jarum inokulum lalu ditambah akuades satu tetes. hasil negatif menunjukan bakteri hanya tumbuh pada daerah tusukan saja Bakteri motil akan bermigrasi ke seluruh permukaan agar dan bekas tusukan Yeast / Khamir A. bulat telur. B.1 Melihat bentuk sel Yeast Cara Kerja : · Tumbuhkan Sacharomyces cereviceae pada glukosa cair selama 24 jam. · Tutup dengan cover glass · Amati menggunakan mikroskop dengan perbesaran maksimak. B. Perhatikan spora yang berwarna Kapang / Jamur . Cuci preparat dengan air mengalir. B. bulat memanjang dengan ukuran 1-9x20 μm. Mengamati morfologi koloni yeast · Tanam biakan yeast (dapat berupa Sacharomyces cereviceae atau Candida albicans) pada PDA dengan cara streak quadrant. C.C. Beberapa spesies yeast memiliki sifat dimorfisme yaitu bentuk sel tunggal dan bentuk hifa atau pseudohifa. Bentuk selnya bervariasi dapat berbentuk bulat. tetapi tidak melepaskan diri dari induk. Morfologi internal sel mudah dilihat dan terdiri dari inti dan organel seperti mitkondria. pengamatan ciri-ciri morfologi koloni hampir sama dengan ciri morfologi bakteri. tidak membentuk hifa (beberapa spesies dapat membentuk pseudohifa). · Fiksasi dengan api bunsen. · Tutup preparat dengan cover glass. · Ulaskan suspensi biakan pada object glass lalu teteskan Methilene Blue hingga rata (jangan difiksasi). Hati-hati jangan salah membedakan antara sel yang bergerak sendiri karena flagel atau bergerak terkena aliran air. · Amati dengan perbesaran 40x10 atau 100x10. Bakteri akan tampak transparan dan pola pergerakannya tidak beraturan.2 Pengamatan tidak langsung Cara Kerja : · Tanam biakan pada media NA tegak atau Media Motilitas dengan cara tusuk (Stab inoculation) sedalam + 5 mm. grannula lemak dan glikogen. · Inkubasi selama 2x24 jam. Mengamati Morfologi Sel Yeast Yeast merupakan fungi mikroskopik uniseluler.coli ke object glass (sebaiknya dari biakan cair). Panasi preparat dengan api bunsen selama + 30 detik (sampai timbul uap).1 Pengamatan Langsung Cara Kerja : · Teteskan biakan bakteri motil seperti Bacillus atau E. Keringkan dengan tissue kemudian biarkan pada udara terbuka. · Setelah didapatkan koloni tunggal. ratakan. · Inkubasi pada suhu 370 C selama 1x 24 jam · Hasil positif (motil) jika bakteri tumbuh pada seluruh permukaan media. Amati di bawah mikroskop.2 Melihat bentuk spora sel Yeast Cara kerja : · Buat preparat ulas dari biakan yeast pada Goodkowa Agar yang berumur 10 hari.

· Setelah selesai sterilisasi berikan lilin (parafin-petrolatum) steril pada sebelah kiri dan kanan tempat yang akan ditutup cover glass (aseptis). · Amati pertumbuhan koloni (miselium) yang menyebar. · Ambil preparat dan amati di bawah mikroskop. B.Jamur merupakan mikroba dengan struktur talus berupa benangbenang (hifa) yang terjalin seperti jala (myselium). seperti dari kelompok Actinomycetes atau Bacillus mycoides. · Teteskan suspensi spora jamur dalam media cair pada media cover glass yang tidak diberi lilin. tissue basah yang dimasukkan dalam cawan dan sterilkan dengan autoclave. Dengan teknik ini. Mengamati morfologi koloni kapang Cara kerja : · Tanam/pindahkan biakan kapang dengan jarum inokulum needle yang diletakan di tenganhtengah cawan petri. Pengamatan struktur spora dan miselium dapat juga dilakukan dengan preparat ulas seperti yang telah diuraikan di depan. Penampakan morfologi koloni pada umumnya seperti benang (filamentous) yang pertumbuhannya membentuk lingkaran. spora dan miselium tumbuh langsung pada slide sehingga dapat mengatasi masalah tersebut. Morfologi koloninya dapat dengan mudah dibedakan dengan bakteri walaupun ada beberapa jenis bakteri yang koloninya mirip jamur. Mengamati sel morfologi kapang dengan metode Slide Culture (Microculture) Teknik ini bertujuan untuk mengamati sel kapang dengan menumbuhkan spora pada object glass yang ditetesi media pertumbuhan. 2 Metode Riddel. Berikan sampai setengah luasan cover glass. B. · Tutup dengan cover glass. Koloni kapang memiliki keragaman warna yang muncul dari sporanya. · Inkubasi selam beberapa hari. Tekan cover galss secara media merata. A. Namun seringkali miselium atau susunan spora menjadi pecah atau terputus sehingga penampakan di mikroskop dapat membingungkan. cover glass. · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. B. cara kerja : · Siapkan object glass. Hifa dapat berekat (septat) dengan inti tunggal/ lebih dan hifa tidak bersekat (aseptat). cara kerja : · Persiapan sama seperti di atas .1 Metode Heinrich’s.

potong media Saboraud Dextrose Agar steril berbentuk kubus dan letakkan di atas object glass. · Ambil preparat dan diamati di bawah mikroskop. · Teteskan media PDA pada object glass secara aseptis lalu tunggu memadat (teteskan jangan terlalu banyak). · Inkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam. cara kerja : · Sterilkan cawan petri yang berisi kapas yang di atasnya terdapat object glass dan cover glass. B. · Tutup dengan cover glass tepat di atas media dan tekan hingga merata. · Tutup potongan agar dengan cover glass.· Setelah semua steril. · Inokulasikan spora jamur pada bagian atau potongan agar. · Inkubasi selama 2x24 jam. · Amati pertumbuhan miselium dan spora pada object glass dengan perbesaran sedang Referensi : disini . · Belah media yang memadat dengan jarum inokulum yang berujung L. · Ulaskan spora jamur yang akan diamati pada belahan tersebut.3 Prosedur yang lebih sederhana. · Siapkan media PDA dan dijaga supaya tetap cair.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful