EVALUASI TERHADAP PROSEDUR PELAYANAN PRODUK TAMADES (TABUNGAN MASYARAKAT DESA) PADA PD.

BPR BKK KARANGMALANG KANTOR CABANG PLUPUH KABUPATEN SRAGEN

Tugas Akhir Disusun Guna Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya Program Studi Diploma III Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi

Oleh: BASARUDIN SUKANJAR F3608078

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN PERBANKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011
1

ABSTRAK

Evaluasi Terhadap Prosedur Pelayanan Produk Tamades (Tabungan Masyarakat Desa) Pada PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, Kabupaten Sragen. Basarudin Sukanjar F3608078 Produk simpanan pada PD. BPR BKK Karangmalang ini adalah Tamades Dan Deposito Berjangka. Tamades merupakan produk penghimpunan dana berbentuk simpanan tabungan tanpa biaya administrasi, dan bunga sesuai kehendak pasar, serta berkesempatan mendapatkan hadiah dalam undian tahunan. Tamades sangat berperang penting di masyarakat desa untuk menyadarkan mereka tentang pentingnya menabung dan sebagai pengelola kekayaan masyarakat di desa, sehingga pendapatan mereka dapat meningkat. Namun didalam operasionalnya sehari-hari masih terdapat kekurangan pada produk tamades yang seharusnya dapat dicegah, terutama praktek pelayanannya yang kurang mengikuti ketentuan dan prosedur yang telah ada. Teknik pembahasan deskriptif merupakan metode pembahasan tugas akhir dengan cara mengambarkan pokok bahasan atau tema yang diambil serta menjelaskannya secara sistematis dan akurat serta diperkuat oleh data-data pendukung seperti foto maupun gambar. Evaluasi terhadap prosedur pelayanan produk Tamades di PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh diantaranya; pembagian tugas yang jelas dalam prosedur tabungan antara seksi dana dengan seksi kas, modernisasi peralatan dalam pelayanan tabungan, prosedur pada pembukaan tabungan berpengaruh besar pada kedekatan nasabah dengan petugas bank, dan terdapat penyimpangan dalam ketentuan dan prosedur pelayanan tabungan. Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan bahwa, PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh sudah memiliki managemen kepengurusan yang baik dan bertanggung jawab dalam menjalankan prosedur pelayanan tabungan yaitu dengan pembagian tugas antara seksi dana dengan seksi kas yang jelas, namun didalam praktiknya masih terdapat penyimpangan dalam menjalankan prosedur dan ketentuan tersebut, seperti sering terjadi penyimpangan terhadap prosedur tabungan yaitu menerima setoran tabungan atau membayar penarikan tabungan saat tutup kas.

Keywords : Evaluasi, Prosedur Pelayanan Produk, Tabungan Tamades.

2

3

4

PERSEMBAHAN

Karya ini dipersembahkan kepada : Bapak dan ibu tercinta yang selalu mendoakan untuk kesuksesan saya. Kakak dan adikku tersayang yang selalu membantu dan mendukungku. Keluarga besar Simbah Kalijambe dan Simbah Plupuh, Sragen . Teman-teman Diploma III Keuangan Perbankan angkatan 2008. Almamaterku tercinta Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

5

MOTTO

Menjadi orang pintar itu mudah, tetapi menjadi seseorang yang cerdas itu sangatlah sulit. (NN) Janganlah hanya mencoba untuk menjadi manusia sukses, tetapi jadilah manusia yang memiliki otak yang bernilai. ( Albert Einstin ) Seorang Intelektual adalah orang yang pikirannya menjaga pikirannya sendiri. ( Albert Camus ) Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. (Bung Karno) Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti. (John Gardne) Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. (Nabi Muhammad, Saw) Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. (Dale Carnegie)

6

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-NYA sehingga Tugas Akhir dengan Judul Evaluasi Terhadap Prosedur Pelayanan Produk Tamades (Tabungan Masyarakat Desa) Pada PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, Kabupaten Sragen ini dapat terselesaikan dengan baik. Tugas Akhir Ini Disusun Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya Pada Program Diploma III Program Studi Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. Dalam kesempatan ini, penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu penyusunan laporan tugas akhir ini. 1. Dr. WisnuUntoro, MS. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. 2. Nurul Istiqomah, SE. MSi. Selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret. 3. Johadi, SE. Selaku Pembimbing yang senantiasa memberikan pengarahan dan pembimbingan selama pembuatan tugas akhir ini. 4. Bapak dan Ibu Dosen Diploma III Keuangan dan Perbankan Fakultas

Ekonomi yang telah memberikan ilmunya. 5. Pimpinan dan seluruh Karyawan dan Staf PD. BPR BKK Karangmalang yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan magang kerja dan penelitian.

7

6. Pimpinan dan seluruh Karyawan dan Staf PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan magang kerja dan penelitian 7. Teman-teman jurusan Diploma III Keuangan dan Perbankan angkatan 2008 yang selalu mendukung terselesainya tugas akhir ini. 8. Semua pihak yang telah membantu namun tidak dapat disebutkan satu per satu. Penulis menyadari sepenuhnya atas kekurangan dalam penulisan tugas akhir ini.Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Namun demikian, karya sederhana ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Terima Kasih. Surakarta, Mei 2011

Penulis

8

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………I ABSTRAK…………………………………………………………………...…...II HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………..….III HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………...IV PERSEMBAHAN ……………………………………………………….….……V MOTTO …………………………………………………………………………VI KATA PENGANTAR…………………………………………………………..VII DAFTAR ISI…………………………………………………………………….IX DAFTAR TABEL……………………………………………………….……….XI DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………XII DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………..….XIII BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang………………………………………………………1 B. Perumusan Masalah…………………………………………...…….4 C. Maksud dan Tujuan Penulisan………………………………...…….5 D. Manfaat Penulisan……………………………………………..…….5 E. Metode Penulisan…………………………………….……..……….6 F. Sistematika Penulisan Tugas Akhir…………………………...…….8 G. Rencana Pelaksanaan…………………………………………….….9

9

BAB II

LANDASAN TEORI A. Tinjauan Umum Tentang Perbankan……………………………...…10 B. Tinjauan Umum Tentang Bank……………………………………...11 C. Jenis - Jenis Bank……………………………………………………14 D. Kegiatan - Kegiatan Bank…………………………………....…..….17 E. Izin Pendirian, Bentuk Hukum, Penggabungan Bank ……………18

F. Bank Perkreditan Rakyat…………………………………………….20 G. Simpanan Tabungan…………………………………………………22 H. Evaluasi, Prosedur, Pelayanan, dan Produk………..………………..26 BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Umum PD. BPR BKK Karangmalang……………..........31 B. Struktur Organisasi PD. BPR BKK Karangmalang…………………40 C. Job Description PD. BPR BKK Karangmalang……………………..41 D. Pembahasan Masalah……………………………….……………….56 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan……………………………………………...…..71 B. Saran………………………………………………………....72 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

10

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2

Rencana jadwal penyelesaian penyusunan tugas akhir…………....9 Komposisi modal disetor PD. BPR BKK Karangmalang………..35 Daftar komplain yang kadang diucapkan nasabah…………….…69

11

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar 3.6. Gambar 3.7 Gambar 3.8 Gambar 3.9

Susunan Kepengurusan PD. BPR BKK Karangmalang…………34 Struktur Organisasi PD. BPR BKK Karangmalang……………...40 Alur prosedur pembukaaan rekening tabungan Tamades……......56 Alur prosedur penyetoran tabungan Tamades……………………56 Alur prosedur penarikan tabungan Tamades……………………..57 Alur prosedur penutupan rekening tabungan Tamades………......57 Slip Penyetoran Tabungan Tamades.……………………………....64 Slip Penarikan Tabungan Tamades………………………...….....64 Buku Tabungan Tamades.…………………………………..……65

Gambar 3.10 Aplikasi Pembukaan Rekening Tabungan Tamades………..……65

12

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3

Surat Pernyataan. Laporan Magang Kerja Mahasiswa. Daftar Nilai Program Pemagangan D III Keuangan dan Perbankan FE UNS.

Lampiran 4 Lampiran 5

Surat Keterangan Magang. Gambar Slip Penyetoran Tamades, Slip Penarikan Tamades, Buku Tabungan tamades, dan Formulir atau Aplikasi Pembukaan Rekening Tabungan.

13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang. Negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia terus berlomba meningkatkan ekonominya agar menjadi negara yang maju. Dalam meningkatkan ekonomi, suatu negara membutuhkan alat atau lembaga penggerak ekonomi yang mampu mengatur perkembangan perekonomian guna menyejahterakan

masyarakatnya. Alat atau lembaga yang dimaksud adalah Lembaga Keuangan. Lembaga keuangan merupakan setiap perusahaan yang bergerak dibidang keuangan, penghimpunan dana, penyaluran dana atau kedua-duanya (Khasmir; 2: 2004). Jadi Lembaga keuangan dikatakan sebagai alat atau lembaga penggerak ekonomi karena lembaga tersebut merupakan pengatur dana dan modal suatu negara dengan mengelola arus dana yang disimpan atau penghimpunan dana, yang kemudian dana tersebut digunakan untuk memfasilitasi penyediaan dan investasi atau penyaluran dana ke masyarakat maupun dunia usaha, baik usaha perorangan maupun perusahaan menengah dan besar. Dengan demikian, lembaga keuangan berperan penting dalam mengembangkan dan menghidupkan iklim usaha di Indonesia yang berdampak pula terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Di dalam praktiknya, lembaga keuangan digolongkan dalam dua golongan besar yaitu, pertama adalah lembaga keuangan bank atau perbankan dan kedua adalah lembaga keuangan non bank. Perbankan merupakan segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencangkup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara 14

atau proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya (UU RI No. 7 Tahun 1992 yang diubah dengan UU no .10 Tahun 1998). Bank sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia karena bank mempermudah konsumennya dalam bertransaksi, berjaga-jaga, serta berspekulasi dengan hartanya melalui jasa-jasa keuangan yang dapat berupa, transfer uang, pembayaran listrik, jual beli surat - surat berharga, dan lain-lain. Bank sangat penting dan berperan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian suatu bangsa karena bank sebagai tempat menabung yang efektif dan produktif bagi masyarakat, memperlancar lalu lintas pembayaran dengan aman, praktis, dan ekonomis, serta penjamin penyelesaian perdagangan dengan penerbitan L/C (Hasibuan; 3 : 2005). Dalam kegiatan perbankan di Indonesia, saat ini terdapat tiga bentuk bank yaitu Bank Sental, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Perkreditan Rakyat termasuk bank yang jumlahnya besar karena menurut data Bank Indonesia, jumlah BPR Konvensional

berdasarkan Badan Hukum Skala Nasional periode Januari 2011 mencapai 1700. BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (UU no .10 Tahun 1998). Jadi dalam operasionalnya, BPR tidak diperbolehkan dalam simpanan berupa giro, transaksi valuta asing, penyertaan modal, peransuransian, dan sebagainya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan Bank Umum. BPR dapat dikatakan sebagai lembaga keuangan yang badan hukumnya meliputi Koperasi, Perseroan Terbatas, maupun Perusahaan Daerah. BPR yang

15

badan hukumnya perusahaan daerah dikenal di tingkat kecamatan Propinsi Jawa Tengah dengan nama Bank Kredit Kecamatan (BKK). BPR BKK Karangmalang Sragen merupakan Lembaga Keuangan Mikro yang memiliki keunggulan dari Bank Umum yaitu dengan produk simpanan dan kredit dengan biaya administrasi yang rendah bahkan tidak sama sekali, dan tingkat bunga yang disesuaikan dengan kehendak pasar. Jadi jasa keuangan BPR ini diperuntukan untuk masyarakat desa terutama masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah dan tidak memiliki akses terhadap Bank Umum. Seperti halnya PD. BPR BKK Karangmalang, Kabupaten Sragen yang merupakan lembaga keuangan daerah hasil merger dari tiga belas BPR BKK sekabupaten Sragen yang berbadan hukum BPR di bawah BUMD Kabupaten Sragen. Lembaga ini memiliki produk simpanan dan kredit dengan biaya administrasi yang rendah bahkan tidak sama sekali, selain itu tingkat bunga yang disesuaikan dengan kehendak pasar yang diperuntukkan bagi masyarakat desa terutama masyarakat miskin, dan berpenghasilan rendah, juga tidak memiliki akses terhadap bank umum. Produk simpanan pada BPR ini adalah Tamades Dan Deposito Berjangka. Penyumbang terbesar dalam penghimpunan dana di BPR ini adalah produk Tamades. Tamades merupakan produk PD. BPR BKK Karangmalang dalam penghimpunan dana berbentuk simpanan tabungan tanpa biaya administrasi dan bunga sesuai kehendak pasar serta berkesempatan mendapatkan hadiah dalam undian tahunan. Tamades sangat berperan penting di masyarakat desa untuk menyadarkan mereka tentang pentingnya menabung dan sebagai pengelola kekayaan

16

masyarakat di desa, sehingga pendapatan mereka dapat meningkat. Namun didalam operasionalnya sehari-hari masih terdapat kekurangan pada produk tamades yang seharusnya dapat dicegah, terutama praktek pelayanannya yang kurang mengikuti ketentuan dan prosedur yang telah ada, seperti dalam syarat pembukaan rekening tamades yang aturannya dilanggar, yaitu batasan minimum tabungan yang standarnya Rp. 25.000,-, namun dalam prakteknya diperbolehkan sekitar Rp. 10.000,-. Contoh lain adalah kesalahan pegawai dalam menginput jumlah transaksi penarikan maupun penyetoran tabungan dalam komputer, dan seringnya terjadi gangguan pada alat cetak validasi tabungan sehingga kadang ditulis pakai pensil dahulu pada buku rekeningnya, serta saat penarikan tabungan yang diwakilkan, penerima kuasa hanya melampirkan KTP pemilik rekening dan tidak menyertakan surat kuasa dari pemilik rekening tabungan, walaupun salah satu pegawai sudah kenal dengan nasabah tersebut, kejadian Ini bermasalah karena menyangkut keamanan tabungan nasabah. Maka dari uraian diatas, penulis bertujuan melakukan evaluasi terhadap permasalahan di atas agar menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki prosedurnya dengan mengambil judul

“Evaluasi

Terhadap

Prosedur

Pelayanan Produk Tamades (Tabungan Masyarakat Desa) Pada PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh, Kabupaten Sragen”. B. Rumusan Masalah. 1. Bagaimana prosedur pelayanan produk tamades pada PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh ? 2. Bagaimana evaluasi terhadap prosedur pelayanan produk tamades pada PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh?

17

3. Apa saja kelebihan dan kelemahan dalam prosedur pelayanan produk tamades pada PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh? C. Maksud dan Tujuan Penelitian. 1. Mengetahui dan memahami pengetahuan tentang prosedur pelayanan produk tamades pada PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh. 2. Mengetahui dan memahami evaluasi terhadap prosedur pelayanan produk tamades pada PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh. 3. Mengetahui dan memahami kelebihan dan kelemahan prosedur pelayanan produk tamades pada PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh. D. Manfaat Penelitian. 1. Bagi PD. BPR BKK Karangmalang Cabang Plupuh. a. Penelitian ini dapat menjadi pertimbangan atau evaluasi terhadap prosedur pelayanan produk tamades (tabungan masyarakat desa) bagi lembaga ini apabila terdapat masalah dan kekurangan dalam praktiknya seperti yang dibahas dalam penelitian ini. b. Dapat meningkatkan kerjasama antara PD. BPR BKK Karangmalang dengan institusi pendidikan yang bermanfaat bagi keduanya. c. Dapat memudahkan lembaga BPR merekrut pegawai yang siap kerja karena dengan adanya magang, mahasiswa memiliki bekal dan pengalaman di dunia kerja. 2. Bagi Penulis a. Dapat Membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir untuk memenuhi syarat kelulusan pendidikan Diploma III Keuangan dan Perbankan.

18

b. Memiliki bekal dan pengalaman yang cukup dalam dunia kerja sesungguhnya sehingga dapat menjadi lulusan siap kerja. c. Dapat Mengimplementasikan teori dan praktik pelayanan pada produk tabungan di dalam kelas ke dunia kerja sesungguhnya. 3. Bagi UNS a. Penelitian ini dapat menjadi bahan atau sumber pengetahuan tentang prosedur pelayanan produk tamades (tabungan masyarakat desa) kepada masyarakat baik kelebihan maupun kekurangannya dan menginformasikan kepada mereka tentang kesadaran untuk menabung, sehingga mereka dapat memanfaatkan produknya untuk mengelola hartanya ataupun investasi dan dampaknya pendapatan mereka pun dapat meningkat. b. Selain itu dapat menjadi sumbar data atau referensi pada penelitian berikutnya untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas. E. Metodologi Penelitian. 1. Obyek Penelitian Objek yang diteliti dalam Tugas Akhir ini adalah prosedur pelayanan produk tamades (tabungan masyarakat desa) pada PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. Penelitian dilakukan di PD. BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, terletak di Jalan Sambirejo No. 1B, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. 2. Jenis dan Sumber Data a. Sumber Primer Sumber data untuk pembahasan Tugas Akhir secara langsung diperoleh dari tempat magang. Sumber primer dapat diperoleh dari

19

observasi aktivitas pegawai bank sehari-hari, dan tugas yang dikerjakan, atau mendapatkan sumber dari mewawancarai pegawainya secara langsung. b. Sumber Sekunder Sumber untuk pembahasan Tugas Akhir yang tidak diperoleh dari tempat magang, namun dari buku-buku kepustakaan, internet, dan lain-lain. Sumber sekunder dapat diperoleh dari buku-buku ekonomi, Peraturan Perbankan Nasional, ataupun webside tentang bank atau BPR. 3. Teknik Pengumpulan Data a. Metode Observasi Metode penelitian dengan mengamati dan menganalisanya langsung ke objek penelitian sehingga menghasilkan kejelasan data dan keakuratan data penelitian, seperti pengamatan aktifitas, dan tugas pegawai, serta prosedur yang digunakan dalam bekerja tersebut. b. Metode Wawancara Metode penelitian dengan mencari bahan penelitian melalui teknik wawancara atau tanya jawab kepada narasumbernya langsung, seperti proses Tanya jawab antara pegawai bank dengan mahasiswa secara langsung mengenai cara melaksanakan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari sambil membantu pekerjaan tersebut. c. Metode Dokumentasi Metode penelitian dengan mengumpulkan data penelitian dari penyimpanan baik berupa visual, bukti tulisan yang bentuknya gambar, foto, fotocopy tulisan yang tujuannya sebagai bukti pengumpulan data yang

20

akurat dan dapat dilihat, seperti gambar-gambar kegiatan pegawai, gambar bukti slip tabungan, gambar lokasi magang. 4. Teknik Pembahasan a. Pembahasan Deskriptif Gay (1976) mendefinisikan metode penelitian deskriptif sebagai kegiatan yang meliputi pengumpulan data dalam rangka menguji hipotess atau menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu yang sedang berjalan dari pokok suatu penelitian. Teknik pembahasan ini merupakan metode pembahasan tugas akhir dengan cara mengambarkan pokok bahasan atau tema yang diambil serta menjelaskannya secara sistematis dan akurat serta diperkuat oleh data-data pendukung seperti foto maupun gambar. Penulis menggunakan teknik ini karena sesuai dengan tema yang diambil yaitu, menjelaskan kepada pembaca mengenai prosedur pelayanan produk tabungan, permasalahan dalam prosedur, maupun cara penyelesaiannya. F. Sistematika Penulisan Bagian Isi Tugas Akhir. • Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Perumusan Masalah C. Maksud Dan Tujuan Penulisan D. Manfaat Penulisan E. Metode Penulisan 1. Obyek Penelitian 2. Jenis dan Sumber Data

21

3. Teknik Pengumpulan Data 4. Teknik Pembahasan F. Sistematika Penulisan Tugas Akhir G. Rencana Pelaksanaan • Bab II Landasan Teori • Bab III Pembahasan A. Gambaran Obyek Penelitian B. Pembahasan Masalah • Bab IV Penutup A. Kesimpulan B. Saran G. Rencana Penyusunan Tugas Akhir.

Tabel 1.1. Rencana jadwal penyelesaian penyusunan tugas akhir No Uraian I 1 2 3 4 5 Proposal/outline Bab I Bab II Bab III Bab IV Bulan Maret II III IV I Bulan April II III IV I Bulan Mei II III IV

Sumber. Penulis.

22

BAB II

LANDASAN TEORI

I.

Tinjauan Umum Tentang Perbankan 1. Pengertian Perbankan. Pengertian Perbankan menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencangkup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. 2. Asas, Fungsi, dan Tujuan Perbankan Indonesia. Asas, fungsi, dan tujuan perbankan Dalam pasal 2, 3, dan 4 UU No. 7 Tahun 1992 yang sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998, dinyatakan: a. Asas Perbankan Indonesia dalam melaksanakan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. b. Fungsi Fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat. c. Tujuan Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan, ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan rakyat banyak. 23

J.

Tinjauan Umum Tentang Bank. 1. Pengertian Bank. Pengertian Bank menurut Undang-Undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya ke dalam masyarakat dalam bentuk kredit, dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 2. Pentingnya Bank. Hasibuan (3:2005) menjelaskan bahwa bank sangat penting dan berperan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian suatu bangsa, karena bank adalah: a. Pengumpul dana dari SSU (Surplus Spending Unit) dan penyalur kredit kepada DSU(Defisit Spending Unit). b. Tempat menabung yang sangat efektif dan produktif bagi masyarakat c. Pelaksana dan mempelancar lalu lintas pembayaran dengan aman, praktis, dan ekonomis. d. Penjamin penyelesaian perdagangan dan menerbitkan L/C. e. Penjamin penyelesaian proyek dengan menerbitkan Bank Garansi. 3. Fungsi Bank di Indonesia. Totok Budi Santoso dkk (6:2000) menjelaskan bahwa fungsi utama bank adalah sebagai penghimpunan dan penyalur dana masyarakat. Secara lebih spesifik fungsi bank adalah sebagai berikut :

24

a. Agent of Trust. Sebagai lembaga kepercayaan, bank mempunyai fungsi intermediasi yaitu menjembatani kepentingan pihak yang kelebihan dana (penyimpan dana atau kreditur) dan pihak yang membutuhkan dana (peminjam dana atau debitur). b. Agent of Development. Sektor moneter dan sektor riil tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Kedua sektor tersebut berinteraksi saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Sektor riil tidak akan bekerja dengan baik apabila sektor moneter tidak bekerja dengan baik. Tugas bank sebagai penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan untuk pembangunan perekonomian masyarakat. c. Agent of Services. Bank menawarkan berbagai macam jasa sampingan dalam melakukan kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana. Jasa-jasa yang ditawarkan antara lain jasa pengiriman uang, jasa penitipan surat berharga, pemberian jaminan bank, dan lain sebagainya. 4. Sumber-Sumber Dana Bank. Sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai operasinya (Kasmir; 61:2004). Adapun sumber-sumber dana bank tersebut adalah sebagai berikut: a. Dana yang Bersumber dari Bank itu Sendiri.

25

Sumber dana ini merupakan sumber dana dari modal sendiri. Modal sendiri maksudnya adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Secara garis besar dapat disimpulkan pencairan dana sendiri sebagai berikut: 1) Setoran modal dari pemegang saham 2) Cadangan-cadangan bank, adalah cadangan-cadangan laba pada tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya. 3) Laba bank yang belum dibagi. b. Dana yang Bersumber dari Lembaga Lainnya. Sumber dana yang ketiga ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencairan sumber dana pertama dan kedua diatas. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari: 1) Kredit likuditas dari Bank Indonesia, merupakan kredit yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas 2) Pinjaman antar bank (call money) biasanya pinjaman ini diberikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring. 3) Pinjaman dari bank-bank luar negeri 4) Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). c. Dana yang Berasal dari Masyarakat Luas Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Adapun sumber dana dari masyarakat luas yang dapat dilakukan dalam bentuk Simpanan Giro, Simpanan Tabungan, Simpanan Deposito.

26

Secara umum kegiatan penghimpunan dana yang berasal dari masyarakat luas dibagi ke dalam tiga jenis yaitu: 1) Simpanan giro Pengertian giro menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. 2) Simpanan deposito Pengertian deposito menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. 3) Simpanan tabungan Pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. K. Jenis-Jenis Bank 1. Dilihat dari Segi Fungsinya Jenis perbankan menurut UU Pokok Perbankan nomor 7 tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan dikeluarkannya Undang-Undang RI nomor 10 tahun 1998 terdiri dari :

27

a. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. b. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Pembangunan dan Bank Tabungan berubah fungsinya menjadi Bank Umum, sedangkan Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa, dan Bank Pegawai menjadi Bank Perkreditan Rakyat. 2. Dilihat dari Segi Kepemilikan a. Bank Milik Pemerintah Akte pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki pemerintah pula. Contoh, Bank Negara Indonesia 46 (BNI), Bank rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Mandiri. Sedangkan bank milik pemerintah daerah (pemda) terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing propinsi, sebagai contoh: BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur. b. Bank Milik Swasta Nasional Bank jenis ini seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula dengan pembagian keuntungannya untuk keuntungan swasta pula. Contoh: Bank Central Asia, Bank Danamon, Bank Niaga.

28

c. Bank Milik Koperasi Kepemilikan saham-saham ini dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Contoh: Bank Umum Koperasi Indonesia. d. Bank Milik Asing Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik milik pemerintah asing maupun milik swasta asing. Jelas

kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contoh: ABN AMRO Bank, City Bank, Bank of Tokyo. e. Bank Milik Campuran Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Contoh: Sumitomo Niaga Bank, Bank Merincorp, Inter Pacific Bank. 3. Dilihat dari Segi Cara Menentukan Harga a. Bank yang Berdasarkan Prinsip Konvensional. Bank yang berdasarkan prinsip konvensional Dalam menentukan harga dan mencari keuntungan kepada para nasabahnya menggunakan dua metode, yaitu: 1) Menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk produk simpanan giro, tabungan, maupun deposito. Demikian pula dengan harga untuk produk pinjaman (kredit) juga berdasarkan tingkat suku bunga tertentu. 2) Pihak perbankan barat menggunakan dan menerapkan berbagai biayabiaya dalam nominal dan prosentase tertentu untuk jasa-jasa bank lainnya. Sistem pengenaan biaya ini dikenal dengan istilah Fee based.

29

b. Bank yang Berdasarkan Prinsip Syariah Bank yang berdasarkan prinsip syariah dalam menentukan harga atau mencari keuntungan adalah sebagai berikut: 1) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah). 2) Pembiayaan berdasarkan prinsip Penyertaan modal (musharakah). 3) Prinsip Jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah). 4) Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah). 5) Atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh bank lain (ijarah wa iqtina). L. Kegiatan - Kegiatan Bank Kasmir (40:2004) menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di Indonesia dewasa ini adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan-kegiatan Bank Umum a. Menghimpun Dana dari Masyarakat (Funding) Dalam Bentuk: 1) Simpanan giro (Demand Deposit) 2) Simpanan tabungan (Saving Deposit) 3) Simpanan deposito (Time Deposit) b. Menyalurkan Dana ke Masyarakat (Lending) Dalam Bentuk: 1) Kredit investasi 2) Kredit modal kerja 3) Kredit perdagangan c. Memberikan Jasa-Jasa Lainnya (Services) seperti: 1) Transfer (Kiriman Uang)

30

2) Inkaso (Collection) 3) Kliring (Clearing) 4) Safe Deposit Box 5) Bank Garansi 6) Bank Notes (Valas), dan lain-lain. 2. Kegiatan-Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat. a. Menghimpun Dana dari Masyarakat (Funding) Dalam Bentuk: 1) Simpanan tabungan (Saving Deposit) 2) Simpanan deposito (Time Deposit) b. Menyalurkan Dana ke Masyarakat (Lending) Dalam Bentuk: 1) Kredit investasi 2) Kredit modal kerja 3) Kredit perdagangan M. Izin Pendirian, Bentuk Hukum, dan Penggabungan Usaha Bank 1. Izin Pendirian Izin pendirian Bank Umum dan BPR biasanya diberikan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Untuk memperoleh izin usaha bank, persyaratan yang wajib dipenuhi menurut Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 sekurangkurangnya adalah: a. Susunan organisasi dan kepengurusan b. Permodalan c. Kepemilikan d. Keahlian dibidang perbankan e. Kelayakan rencana kerja

31

f. Semua persyaratan dan tata cara perizinan bank di atas ditetapkan oleh Bank Indonesia. 2. Bentuk Hukum Bank Ada beberapa bentuk hukum bank yang dapat dipilih jika ingin mendirikan bank sesuai dengan Undang-Undang nomor 10 tahun 1998. Bentuk badan hukum Bank Umum dapat berupa salah satu dari alternatif di bawah ini: a. Perseroan Terbatas (PT) b. Koperasi atau, c. Perusahaan Daerah Sedangkan bentuk badan hukum Bank Perkreditan Rakyat sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 dapat berupa: a. Perusahaan Daerah (PD) b. Koperasi c. Perseroan Terbatas (PT) d. Atau bentuk lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

32

3. Penggabungan Usaha Bank Khasmir (50: 2004) menjelaskan bahwa adapun penggabungan usaha bank yang dapat dipilih atau yang biasa dilakukan di Indonesia, yaitu sebagai berikut : a. Merger Adalah penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu dari bank dan membubarkan bankbank lainnya tanpa melikuidasi terlebih dahulu.

b. Konsolidasi Yaitu penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank baru dan membubarkan bank-bank tersebut tanpa melikudasi terlebih dahulu. c. Akuisisi Merupakan pengambilalihan kepemilikan suatu bank yang berakibat beralihnya pengendalian terhadap bank. N. Bank Perkreditan Rakyat 1. Pengertian BPR Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, yang dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dapat secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah (Hasibuan; 38:2005).

20

2. Tugas Pokok dan Usaha-Usaha yang Dilarang Bagi BPR Untuk mewujudkan tugas pokoknya tersebut, BPR dapat melakukan usaha berikut: a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. b. Memberikan kredit c. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. d. Menempatkan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain. Sedangkan usaha-usaha yang dilarang bagi BPR meliputi: a. Menerima simpanan berupa giro, dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran. b. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing, kecuali melakukan transaksi jual beli uang kertas asing( money changer) c. Melakukan pernyertaan modal. d. Melakukan usaha peransuransian e. Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha sebagaimana yang dimaksud diatas. 3. Pelaku Pendirian dan Batas Modal Disetor Bagi BPR Pendirian Bank Perkreditan Rakyat dapat dilakukan oleh: a. Warga Negara Indonesia b. Badan Hukum Indonesia yang seluruh kepemilikannya oleh WNI

21

c. Pemerintah Daerah; atau d. Dua pihak atau lebih sebagaimana yang dimaksud dalam angka (a), (b), dan (c). Sesuai dengan SK Direksi Bank Indonesia No. 32/35/KEP/DIR tanggal 12 mei 1999 tentang Bank Perkreditan Rakyat dikatakan bahwa modal disetor untuk mendirikan BPR ditetapkan sekurang-kurangnya sebesar: a. Dua miliar rupiah untuk BPR yang didirikan di DKI Jakarta, dan Kabupaten/ Kotamadya Tangerang, Bogor, Bekasi, dan Karawang. b. Satu miliar rupiah untuk BPR yang didirikan di wilayah ibukota propinsi di luar wilayah yang disebut dalam nomor (a). c. Lima ratus juta rupiah untuk BPR yang didirikan diluar wilayah yang disebut dalam nomor (a), (b). O. Simpanan Tabungan 1. Pengertian Tabungan Pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. 2. Alat - Alat Penarikan Tabungan Ada beberapa alat penarikan tabungan, hal ini tergantung bank masingmasing, mau menggunakan sarana yang mereka inginkan. Alat ini dapat digunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Alat-alat yang dimaksud adalah:

22

a. Buku Tabungan Buku dipegang oleh nasabah, dimana berisi catatan-catatan saldo tabungan, penarikan, penyetoran, dan pembebanan-pembebanan yang mungkin terjadi. b. Slip Penarikan Formulir penarikan dimana nasabah cukup menulis nama, nomor rekening, jumlah uang, serta tanda tangan nasabah untuk menarik sejumlah uang. c. Kwitansi Bukti penarikan yang dikeluarkan oleh bank yang fungsinya sama dengan slip penarikan, dimana tertulis nama penarik, nomor penarik, jumlah uang, dan tanda tangan penarik. Alat ini juga dapat digunakan secara bersamaan dengan buku tabungan. d. Kartu yang Terbuat dari Plastik Sejenis kartu kredit yang terbuat dari plastik yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya, baik di bank maupun di Automated Teller Machine (ATM). 3. Jenis-Jenis Tabungan Dalam praktek perbankan di Indonesia dewasa ini terdapat beberapa jenis tabungan. Perbedaan jenis tabungan ini hanya terletak daripada fasilitas yang diberikan kepada si penabung. Dengan demikian si penabung memiliki banyak pilihan. Jenis-jenis yang dimaksud adalah:

23

a. Tabanas Ada beberapa jenis bentuk tabanas yaitu: 1) Tabanas Umum 2) Tabanas Pemuda 3) Tabanas pelajar 4) Tabanas pramuka b. Taska yaitu tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa. c. Tabungan lainnya yaitu tabungan selain tabanas dan taska. Tabungan ini dikeluarkan oleh masing-masing bank dengan ketentuan yang telah diatur BI. Hal-hal lainnya yang dapat diatur bank penyelenggara dan sesuai dengan ketentuan BI. Pengaturan sendiri oleh masing-masing bank agar tabungan dibuat semenarik mungkin, sehingga nasabah bank tertarik untuk menabung di bank yang mereka inginkan. a. Bank Penyelenggara Setiap bank dapat menyelenggarakan tabungan, baik bank pemerintah, maupun bank swasta, dan semua bank umum, serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR). b. Peserta Penabung Untuk syarat-syarat penabung, seperti prosedur-prosedur yang harus dipenuhi seperti, jumlah setoran, umur penabung, maupun kelengkapan dokumen tergantung bank yang bersangkutan. c. Bunga dan Insentif

24

Besarnya bunga tabungan dan cara perhitungan bunga didasarkan apakah harian, saldo rata-rata atau saldo terendah diserahkan sepenuhnya kepada bank-bank penyelenggara. Begitu pula dengan insentif, baik berupa hadiah, cenderamata, dan lain sebagainya dengan tujuan untuk menarik nasabah agar menabung. 4. Prosedur Tabungan Secara Umum Hasibuan (83:2005) menjelaskan bahwa prosedur dan syarat dalam penggunaan produk tabungan secara umum di dalam perbankan sebagai berikut: a. Prosedur Pembukaan Tabungan 1) Calon nasabah menuliskan nama dan alamat pada aplikasi formulir permohonan untuk menjadi nasabah. 2) Calon nasabah menyerahkan fotokopi identitas diri (KTP atau SIM). 3) Menyerahkan setoran awal minimal sesuai yang ditentukan bank. 4) Membuat contoh tanda tangan pada tempat yang ditentukan bank. 5) Membuat buku tabungan dengan menuliskan nama, alamat, nomor buku tabungan, dan jumlah tabungannya. 6) Buku tabungan diserahkan pada pemiliknya. b. Penyetoran Tabungan 1) Penyetoran dapat dilakukan oleh siapa saja setiap hari kerja. 2) Penyetoran dapat dilakukan dengan slip setoran yang disetorkan, yaitu uang tunai, cek/bilyet giro kliring, inkaso masuk, bunga deposito. 3) Setiap penyetor, buku tabungan harus dibawa sehingga tabungan dapat dibukukan.

25

c. Penarikan Tabungan 1) Penarikan tabungan hanya dapat dilakukan pemiliknya. 2) Maksimal penarikan sebesar saldo tabungan dikurangi saldo wajib. 3) Penarikan tabungan dilakukan dengan slip penarikan atau ATM Card. 4) Jika penarikan dilakukan dengan slip penarikan, buku tabungan harus dibawa. 5) Slip penarikan harus ditandatangani pemilik serta memperlihatkan kartu identitas diri (KTP atau SIM). 6) Jumlah penarikan harus dibukukan pada buku tabungan. d. Alasan Penutupan Tabungan 1) Tabungan akan ditutup karena saldonya nol. 2) Tabungan akan ditutup atas permintaan pemiliknya. 3) Tabungan ditutup oleh bank karena saldo minimumnya kurang. 4) Tabungan ditutup karena pemiliknya meninggal dunia. P. Evaluasi, Prosedur, Pelayanan, dan Produk. 1. Pengertian Evaluasi Evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berarti ”…refer to the act or process to determining the value of something” (Wand dan Brown; 1:1957). Jadi, evaluasi mengacu pada tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu. Sedangkan Witherington (241:1950) mengemukakan bahwa “an evaluation is declaration that some thing has or does not have value”. Dalam hal ini evaluasi menentukan apakah sesuatu itu mempunyai atau tidak mempunyai nilai. Jika kedua rumusan diatas dianalisis lebih lanjut, maka ada dua hal pokok yang harus diperhatikan, yaitu:

26

Pertama, bahwa evaluasi merupakan suatu tindakan. Tindakan yang dimaksud adalah tindakan yang dilakukan oleh seorang evaluator terhadap suatu peristiwa atau kejadian. Tindakan ini mengandung maksud untuk memberikan arti atau makna dari kejadian itu sehingga dapat diproses lebih lanjut. Kedua, bahwa evaluasi dimaksudkan untuk menentukan nilai sesuatu. Dari hasil evaluasi kita dapat menentukan apakah sesuatu itu mempunyai nilai atau tidak. Dengan kata lain, evaluasi dapat menunjukkan kualitas sesuatu. 2. Prosedur a. Pengertian. Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi

perusahaan yang sering terjadi berulang-ulang (Mulyadi; 5:2001). Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa suatu prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal. Kegiatan klerikal adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, sehingga mendapat data yang diperlukan. Sedangkan Boediono (62:2003) menjelaskan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu dengan yang lain, sehingga menunjukkan adanya urutan tahapan secara jelas dan pasti serta cara-cara yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian sesuatu bidang tugas. b. Karakteristik Prosedur. Berikut ini adalah beberapa karakteristik prosedur, diantaranya adalah:

27

1) Prosedur menunjang tercapainya suatu organisasi 2) Prosedur mampu menciptakan adanya pengawasan yang baik dan menggunakan biaya yang seminimal mungkin. 3) Prosedur menunjukkan urutan-urutan yang logis dan sederhana. 4) Prosedur menunjukkan adanya penetapan keputusan dan tanggung jawab. 5) Menunjukkan tidak adanya keterlambatan atau hambatan. 6) Adanya suatu pedoman kerja yang harus diikuti oleh anggotaanggota organisasi. 7) Mencegah terjadinya penyimpangan. 8) Membantu efisiensi, efektivitas, dan produktivitas kerja dari suatu unit organisasi. 3. Pelayanan. a. Pengertian Pelayanan adalah kegiatan pemberian jasa dari satu pihak kepada pihak lainnya. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dilakukan secara ramah tamah, adil, cepat, tepat, dan dengan etika yang baik sehingga memenuhi kebutuhan dan kepuasan bagi para penerimaannya. (Hasibuan; 152:2005). Pelayanan sangat penting karena dengan pelayanan yang baik dan benar akan menciptakan simpati, baik dari masyarakat maupun dari bank-bank saingan. Jika masyarakat simpati, akan menimbulkan

kepercayaan sehingga pemasaran produk jasa bank akan lebih lancar. Pelayanan juga merupakan daya tarik bagi (calon) nasabah untuk menjadi nasabah, serta tidak menimbulkan persaingan tidak sehat antarsesama bank.

28

Sedangkan Boediono (60:2003) menjelaskan pengertian pelayanan adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal agar terciptanya kepuasan dan keberhasilan. b. Fandy Tjiptono (24:2004) menjelaskan jasa (layanan) memiliki empat

karakteristik utama yang membedakan dari barang, yaitu: 1) intangibility jasa berbeda dengan barang. Jika barang merupakan suatu obyek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, kinerja (performance), atau usaha. Jasa bersifat intangible, maksudnya tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau dirasa sebelum dibeli dan dikonsumsi. Konsep intangible pada jasa memiliki dua pengertian, yaitu: a) Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasa. b) Sesuatu yang tidak dapat dengan mudah didefinisikan,

diformulasikan, atau dipahami secara rohaniah. 2) Inseparability Barang biasanya diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa di lain pihak, umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan. 3) Variability Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non standardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut dihasilkan.

29

4) Perishability Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Contoh kursi kereta api yang kosong akan berlalu dan hilang begitu saja karena tidak dapat disimpan untuk dipergunakan di waktu yang lain. 4. Produk a. Pengertian Pengertian Produk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dari Departemen Pendidikan Nasional adalah barang atau jasa yang dibuat dan ditambah gunanya atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi itu. Produk merupakan apa saja yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. (Philip Kotler dan Susanto; 560:2001). b. Klasifikasi produk. 1) Bahan habis pakai adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Contoh: kecap, pasta gigi. 2) Bahan tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya tidak habis setelah banyak digunakan. Contoh: mesin, kendaraan bermotor. 3) Jasa adalah aktifitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual, contoh: potong rambut, perbankan.

30

BAB III

PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum PD. BPR BKK Karangmalang 1. Sejarah PD. BPR BKK Karangmalang Bank PD. BPR BKK Karangmalang merupakan salah satu lembaga perbankan perusahaan daerah hasil merger dari empat belas BPR BKK di Kabupaten Sragen. Pada mulanya bernama Badan Kredit Kecamatan (BKK) Karangmalang yang modal awal berupa pinjaman dari APBD Jawa Tengah yang dipisahkan pada tanggal 28 Oktober 1974 sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta rupiah) dengan bunga 12% per tahun dengan jangka waktu lima tahun yang merupakan proyek officer Jawa Tengah atas kuasa Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Pemerintahan di Daerah. Modal tersebut diatas telah lunas pada tanggal 20 Maret 1979. Kemudian dengan dikeluarkannya Perda 11 Tahun 1981 meningkat statusnya menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tanggal 8 Oktober 1991 Badan Kredit Kecamatan Karangmalang diubah statusnya menjadi Bank Pengkreditan Rakyat BKK Karangmalang, dengan status Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah, dan Ijin Menteri Keuangan No. Kep/486/KM.13/1991. Pada awal berdirinya hanya menempati sebuah ruangan kecil masih menjadi satu atap dengan Kantor Kecamatan Karangmalang sampai pada tahun 1985 dengan fokus pelayanan kepada pedagang tradisional dan petani.

31

Sejalan dengan berkembangnya tahun 1985 (11-06-1985) dapat menempati gedung paket dari propinsi. Pada tahun 2005 dapat menempati gedung yang representative. Sejalan dengan perkembangan usaha mulai 1 September 2006 diadakan penggabungan usaha (merger) empat belas PD. BPR BKK sekabupaten Sragen menjadi PD. BPR BKK Karangmalang sesuai dengan keputusan Deputi Gubernur BI No.8/9/KEP.DpG/2006 dan Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.503/63/2006, sehingga PD. BPR BKK

Karangmalang terdiri : a. Kantor Pusat Operasional Karangmalang. b. Kantor Cabang Sragen Kota. c. Kantor Cabang Kalijambe. d. Kantor Cabang Gemolong. e. Kantor Cabang Tangen. f. Kantor Cabang Gondang. g. Kantor Cabang Masaran. h. Kantor Cabang Jenar. i. Kantor Cabang Plupuh. j. Kantor Cabang Sidoharjo. k. Kantor Cabang Kedawung. l. Kantor Cabang Sambirejo. m. Kantor Cabang Sukodono. n. Kantor Cabang Miri.

32

2. Core Business PD. BPR BKK Karangmalang adalah sebuah Lembaga Keuangan yang bergerak dalam bidang perbankan dengan kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana, dari dan untuk masyarakat sesuai dengan Undang-Undang No.7 tahun 1992 dan telah disempurnakan menjadi Undang-Undang No. 10 tahun 1998, dengan status Badan Usaha Milik Daerah, Ijin Menteri Keuangan No. Kep/KM.13/1991 tanggal 8 oktober 1991. a. Tujuan PD.BPR BKK Karangmalang : 1) Membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan

pembangunan daerah . 2) Meningkatkan taraf hidup masyarakat. 3) Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). b. Fungsi Sebagai salah satu lembaga intermediasi dibidang keuangan dengan tugas menjalankan usaha sebagai Bank Pengkreditan Rakyat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. 1) Sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. 2) Membantu menyediakan modal usaha bagi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM). 3) Memberikan pelayanan modal dengan tetap berpedoman pada tagline mudah, murah, dan mengarah dalam mengembangkan kesempatan usaha 4) Menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Tugas

33

d. Visi Bank BKK Karangmalang “Menjadi BPR yang sehat dan terpercaya”. e. Misi Bank BPR BKK Karangmalang. 1) Memberikan jasa pelayanan perbankan yang terbaik dan memuaskan kepada nasabah. 2) Mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian daerah secara nyata. 3) Memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah 3. Susunan Kepemilikan dan Pengurus, serta Modal Disetor Perusahaan a. Susunan Pemegang Saham dan Pengurus Perusahaan.
Pemegang Pemerintah Propinsi Jawa Tengah Pemerintah Kabupaten Sragen Dewan Pengawas
Dra. Endang Susilowati, Msi. Ketua Drs. I Yusep Wahyudi Anggota

Direksi
Drs. Kushardjono Anggota H. Supardi, SE. MM. Direktur Utama H. Raji, SE. MM. Direktur Pemasaran

Gambar 3.1. Susunan kepengurusan PD. BKK Karangmalang.

34

b. Modal Disetor PD. BPR BKK Karangmalang. Tabel 3.1. Komposisi modal disetor pada PD. BPR BKK Karangmalang Tahun 31 2005 31 2006 31 2007 31 2008 31 2009 31 2010 Propinsi Kabupaten 3.579.622 3.830.000 3.830.000 3.830.000 3.850.000 4.150.000 Bank Jateng 240.305 0 0 0 0 0 Total 8.474.475 9.380.000 9.498.000 9.810.000 11.500.000 14.400.000

Desember 5.135.158 Desember 5.550.000 Desember 5.668.000 Desember 5.980.000 Desember 7.650.000 Desember 10.250.000

Pemilik Jawa Tengah

Tunai 7.076.713.658

Cadangan 1.673.286.342

Kabupaten 2.911.297.187 1.238.702.813 Sragen Modal 9.988.010.845 2.911.989.155 Disetor Sumber. Data sekunder dari BPR BKK Karangmalang 4. Sumber Daya Manusia

Jumlah 8.750.000.0 00 4.150.000.0 00 12.900.000. 000

Share 67,82 % 32,18 % 100%

Manusia sebagai sumber paling penting bagi kami, merupakan investasi perusahaan yang akan menentukan keberhasilan tujuan perusahaan, selain sumber dibidang finansial. Oleh karena itu pengembangannya sangat mutlak diperlukan guna mengimbangi pola perkembangan jasa dan pelayanan di bidang perbankan. Guna memberikan layanan yang terbaik bagi aktifitas anda dan yang bertumpu pada kepuasan. Hal ini menjadi inspirasi kami untuk secara terus -

35

menerus meningkatkan kualitasnya melalui pendidikan dan pelatihan yang kami lakukan secara rutin dan berkesinambungan. Guna peningkatan kualitas SDM diadakan pendidikan dan mengundang instruktur yang berpengalaman guna penyetaraan tingkat kualitas SDM dan diikutsertakan pendidikan Jenjang Karier yang diadakan oleh PERBAMIDA Jateng dan DIY serta dilanjutkan uji kompetensi oleh LSPJPK PRATAMA. Jumlah SDM BPR BKK Karangmalang hasil merger adalah : 2 orang Direksi dan 191 orang karyawan. 5. Fasilitas Pendukung Dalam melakukan aktifitas operasionalnya, sarana yang dimiliki antara lain: gedung berlantai 3 dikantor pusat, 13 Kantor Cabang, yang didukung 20 unit mobil dan, 110 sepeda motor dan didukung dengan Sistem Aplikasi Terpadu BPR baik yang ada dikantor pusat maupun di kantor cabang. Saat ini dalam proses migrasi On Line System. Kemudahan masyarakat dalam mendapatkan layanan merupakan salah satu prioritas peningkatan kualitas layanan dengan sistem jemput bola. Dengan sistem teknologi informasi, Kantor Pusat segera mengetahui up date data keuangan cabang setiap hari dengan memanfaatkan sistem jaringan on line yang dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Sragen. Namun saat ini telah membangun jaringan on line secara mandiri dengan data terpusat.

36

6. Produk PD. BPR BKK Karangmalang a. Produk Kredit 1) Kredit pegawai Kredit ini diperuntukan bagi pegawai guna lebih memberdayakan penggunaan gaji secara lebih baik serta bermanfaat, dengan jangka maksimal 120 bulan. 2) Kredit umum Kredit ini diperuntukan bagi pengusaha kecil dan menengah di bidang perdagangan, pertanian, industri, dan jasa guna pengembangan usahanya. 3) Kredit musiman Kredit ini diperuntukan bagi petani pengolah lahan pertanian dengan jangka waktu maksimal enam bulan. 4) Kredit kelompok Kredit ini diperuntukan bagi kelompok masarakat yang memiliki usaha tertentu dalam pengembangan usahanya, misal: kelompok pertanian, kelompok pedagang, dan, lain-lain. 5) Kredit perumahan (KPR) Kredit yang diperuntukkan untuk kepemilikan perumahan baik membangun sendiri ataupun untuk pembelian rumah. Disamping kredit KPR umum juga ada produk Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat (KPRSH) bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sampai dengan Rp. 2.500.000,- per bulan yang merupakan paket subsidi dari Kementerian Perumahan Rakyat.

37

6) Kredit Rekening Koran Kredit yang diperuntukkan bagi para pengusaha yang memiliki tingkat sirkulasi keuangan yang tinggi. 7) Dana Talangan Haji Diperuntukan bagi masyarakat untuk pendaftaran Calon Jemaah Haji. b. Produk Simpanan 1) Tabungan Tamades Simpanan ini diperuntukan masyarakat umum agar dana simpanan memberikan manfaat yang maksimal, berhadiah diundi setahun sekali. 2) Tabungan wajib Simpanan ini diperuntukan bagi masyarakat yang memanfaatkan jasa kredit 3) Deposito Simpanan dengan keterikatan masa dana berjangka waktu tertentu, agar investasinya aman dan memberikan hasil yang menguntungkan. c. Penerimaan Pembayaran Sekolah 1) SMK Binawiyata Sragen 2) SMP Negeri 1 Jenar 3) SMP Negeri Tangen 4) SMU Negeri Tangen 5) SMU Negeri Sukodono 6) SMK Negeri Plupuh 7) Sekolah lainnya melalui bendahara sekolah

38

d. Lainnya, seperti Rekening PBB, Rekening PDAM, Rekening Listrik. 7. Program Kerjasama a. Kerjasama linkage program dengan Bank Danamon, BII, Mandiri, dan CIMB Niaga. b. Kerjasama lainnya : 1) Menpera 2) Perbamida 3) Sekolah 4) Pabrik 5) PDAM 6) PLN : Perumahan bersubsidi : Pendidikan (kualitas SDM) : Penerimaan pembayaran SPP , penyaluran kredit). : Penyaluran kredit : Penerimaan rekening dan pembayaran gaji. : Pembayaran Rekening Listrik

7) Pemerintahan Kabupaten beserta institusinya : dana dan kredit 8) Perbarindo : Pendidikan, dll.

39

B. Struktur Organisasi PD. BPR BKK Karangmalang

Dewan Pengawas

Direksi

Staf Ahli

Satuan Kerja Audit Intern (SKAI)

Bidang Kredit

Bidang Dana

Bidang Umum

Sub Bidang Kredit

Sub Bidang Account office

Sub Bidang Kas

Sub Bid Penghimpu nan Dana

Sub Bidang Sumber Daya Manusia

Sub Bidang teknologi informasi

Sub Bidang Akuntansi

Bidang KPO

Pemimpin Cabang

Seksi Pelayanan

Seksi Pemasaran

Seksi Pelayanan

Seksi Pemasaran

Gambar 3.2. Struktur Organisasi PD. BPR BKK Karangmalang.

40

C. Job Description PD. BPR BKK Karangmalang Setiap organisasi mempunyai komponen pokok yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Untuk memperjelas kegiatan yang

dilakukan untuk menjabarkan, mengatur, dan tugas-tugas pokok dan fungsi yang termasuk di dalamnya wewenang dari suatu jabatan. Job Desription pada PD. BPR BKK Karangmalang Sragen, maka perusahaan mempunyai struktur organisasi sebagai berikut : 1. Dewan Pengawas Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud dalam pasal 10, mempunyai tugas menetapkan kebijakan umum yang digariskan oleh pemegang saham, melaksanakan pengawasan pemeriksaan, dan pembinaan terhadap PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 2. Direksi Tugas pokok Direksi adalah menyusun perencanaan, melaksanakan koordinasi, dan pengawasan seluruh kegiatan operasional PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. Wewenang Direksi adalah sebagai berikut : a. Mengurus kekayaan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen b. Mengangkat Karangmalang dan memberhentikan berdasarkan pegawai peraturan PD. BPR BKK yang

Sragen

kepegawaian

ditetapkan oleh Direksi dengan persetujuan kepala daerah atau RUPS atas pertimbangan Dewan Pengawas. c. Mewakili PD. BPR BKK Karangmalang Sragen milik pemerintah daerah di dalam dan di luar pengadilan.

41

d. Membuka kantor cabang kas atau pelayanan berdasarkan persetujuan Kepala Daerah atau RUPS atas pertimbangan Dewan Pengawas dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Membeli, menjual atau dengan cara lain mendapatkan atau melepaskan hak atas barang milik PD. BPR BKK Karangmalang Sragen

berdasarkan persetujuan kepala daerah atau RUPS atas pertimbangan Dewan Pengawas f. Menggadaikan Sragen barang-barang milik persetujuan PD. BPR daerah BKK Karangmalang atau RUPS atas

berdasarkan

kepala

perimbangan Dewan Pengawas. Tanggung jawab Direksi adalah sebagai berikut : a. Direksi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang bertanggung jawab kepada kepala daerah atau RUPS atas pertimbangan kepala daerah b. Pertanggungjawaban Direksi dilakukan secara tertulis yang ditanda tangani oleh Direktur atau Direktur utama dan Direktur apabila Direksi terdiri dari dua orang direktur. 3. Staff Ahli Staff Ahli mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut : a. Staff Ahli Direksi melaksanakan tugas-tugas yang diminta oleh Direksi sesuai dengan keahliannya. b. Staff Ahli Dewan Pengawas melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh Dewan Pengawas sesuai dengan keahliannya.

42

4. Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 mempunyai tugas : a. Melakukan penilaian yang independen atas setiap kegiatan yang bertujuan untuk mendorong dipenuhinya setiap ketentuan yang

ditetapkan oleh manajemen PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. b. Mendinamisasi memberikan untuk saran-saran lebih berfungsinya dan pengawasan protektif agar dengan sasaran

konstruktif

organisasi dapat tercapai dengan ekonomis, efisien dan efektif. 5. Pimpinan Cabang Tugas pokok yaitu menyusun perencanaan, melaksanakan koordinasi dan pengawasan seluruh kegiatan cabang PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. Fungsi : a. Melaksanakan manajemen Cabang PD. BPR BKK Karangmalang Sragen berdasarkan kebijakan umum yang telah ditetapkan oleh Direksi. b. Menetapkan kebijakan untuk melaksanakan pengurusan dan pengelolaan cabang PD. BPR BKK Karangmalang Sragen berdasarkan kebijakan umum yang telah ditetapkan oleh Direksi. Tanggung jawab Pimpinan Cabang dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang bertanggung jawab kepada Direksi. 6. Bagian Pemasaran Tugas Pokok yaitu menghimpun dana dan menyalurkan dalam bentuk kredit, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

43

Fungsi : a. Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah. b. Pendekatan pembinaan kepada masyarakat, baik calon nasabah maupun yang sudah menjadi nasabah. c. Penghimpunan dana kepada masyarakat baik itu berupa tabungan, deposito, dan bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu, serta dana kerjasama dan dana lainnya. d. Pelaksanaan administrasi keuangan, baik dalam menghimpun dana dari masyarakat maupun dalam pengelolaan kredit. e. Menyelenggarakan promosi, baik dalam menghimpun dana maupun penyalurannya. f. Pemberian saran dan pertimbangan langkah-langkah dan atau tindakan-tindakan yang perlu di ambil dibidang tugasnya. 7. Seksi Dana Tugas Pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan pelayanan dalam memberikan informasi serta administrasi urusan tabungan, deposito dana pemerintah serta hal-hal lain yang menyangkut dari pelayanan, pembukuan dan laporan sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh manajemen. Fungsi : a. Mengkoordinasi, mengarahkan, serta mengawasi kegiatan pelayanan kepada nasabah maupun pemerintah dalam urusan tabungan, deposito, maupun dana pemerintah dan dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada direktur.

44

b. Melaksanakan peraturan dan ketentuan prosedur yang telah digariskan oleh manajemen bank maupun ketentuan oleh Bank Indonesia. c. Menjalin lancarnya pelayanan kepada nasabah baik dalam informasi maupun dalam administrasi, guna produktivitas dari usaha perbankan, serta kepuasan konsumen atau nasabah. d. Mengkoordinasi atau melaksanakan pelayanan administrasi atas setoran dan pengambilan tabungan, deposito, maupun nasabah. e. Mengkoordinasi dan melaksanakan penyimpanan administrasi pembukuan / kartu-kartu dari tabungan, deposito maupun dana dari pemerintah. f. Bertanggung jawab penuh atas penerimaan dan pengeluaran tabungan, deposito maupun dana dari pemerintah. g. Mengkoordinasi dan melaksanakan penghitungan bunga dari tabungan, deposito, serta mengevaluasi kesalahan-kesalahan dengan mencatat dalam buku catatan. h. Meneliti dan menglegalisasi hasil-hasil dari Staf Tabungan dan Deposito maupun dari pemerintah sebagai bahan laporan untuk manajemen. i. Melakukan pemantauan dalam penempatan dana antar bank aktiva yang terkait dengan BMPK. j. Mengkoordinasi dalam penempatan dan penarikan dana antar bank sebagai bahan laporan untuk manajemen. k. Melakukan evaluasi terhadap rencana yang telah ditetapkan sekaligus strategi perencanaan diwaktu mendatang. l. Melayani pemeriksaan internal dan eksternal audit, pemeriksaan dari Badan dana pemerintah oleh

45

Pemeriksaan dan oleh Bank Indonesia. m. Mengkoordinasi dalam penyusunan rencana kerja dan rencana pendapatan biaya pada bidang dan tugasnya. n. Memberikan saran dan pertimbangan mengenai langkah-langkah dan atau tindakan yang perlu diambil dalam bidang dan tugasnya. o. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 8. Staf Tabungan dan Deposito Tugas Pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab dalam pelayanan memberikan informasi dan administrasi kepada nasabah untuk urusan tabungan dan deposito, maupun hal-hal yang menyangkut informasi dan administrasi. Fungsi : a. Melaksanakan dan memberikan pelayanan kepada nasabah dalam hal tabungan dan deposito. b. Melaksanakan semua peraturan dan ketentuan serta prosedur yang telah digariskan oleh manajemen maupun peraturan dari Bank Indonesia c. Memberikan informasi serta melayani nasabah dalam urusan

pembukuan, penghitungan bunga, pengambilan serta penutupan dari tabungan untuk keperluan administrasi. d. Melakukan pencatatan di dalam warkat-warkat / slip untuk penerimaan pengeluaran tabungan dan deposito ke dalam buku besar / data komputer untuk administrasi.

46

e. Melaksanakan pembuatan laporan untuk penerimaan dan pengambilan tabungan dan deposito serta jumlah penabung untuk keperluan manajemen. f. Bertanggung jawab penuh atas pencatatan untuk penerimaan dan

penghitungan bunga serta pengambilan tabungan dan deposito g. Bertanggung jawab penuh atas penyimpanan kartu-kartu besar, buku pembantu maupun dokumen-dokumen lain yang menyangkut kegiatan tabungan dan deposito. h. Membuat golongan daftar pemilik notariil maupun sesuai suku dengan bunga kode pada wilayah, kelompok, akhir bulan untuk

keperluan manajemen. i. Memberikan saran-saran dan pertimbangan mengenai langkah atau

tindakan-tindakan yang perlu diambil dalam bidang dan tugasnya. j. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 9. Staf Dana Pemerintah Tugas pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab dalam pelayanan memberikan informasi dan administrasi kepada

pemerintah untuk urusan dana pemerintah maupun hal-hal lain yang menyangkut pelayanan informasi dan administrasi. Fungsi : a. Melaksanakan dan memberikan pelayanan kepada petugas dalam hal dana pemerintah. b. Melaksanakan semua peraturan dan ketentuan sesuai prosedur yang telah

47

digariskan oleh manajemen maupun peraturan dari pemerintah. c. Memberikan informasi serta melayani nasabah dalam urusan

pembukuan, perkembangan maupun data lainnya untuk keperluan administrasi. d. Melakukan pencatatan warkat / slip-slip untuk penerimaan dan

pengambilan dana dalam data komputer untuk keperluan administrasi. e. Melaksanakan pembuatan laporan untuk penerimaan dan pembayaran dana pemerintah untuk keperluan manajemen. f. Bertanggung jawab penuh atas penyimpanan warkat, buku besar, buku pembantu, maupun dokumen-dokumen lain yang menyangkut kegiatan administrasi dan pemerintah. g. Memberikan saran dalam pengambilan langkah-langkah atau tindakan yang perlu diambil dalam bidang dan tugasnya. h. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 10. Seksi Kredit Tugas pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan administrasi kredit maupun hal-hal lain yang

menyangkut bagian dari pembukaan dan pembukuan fasilitas kredit, sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh manajemen. Fungsi : a. Mengkoordinasi, mengarahkan, membina, serta mengawasi semua kegiatan adminiitrasi kredit dan dalam pelaksanaannya bertanggung jawab langsung

48

kepada Direktur melalui Bagian Pemasaran. b. Melaksanakan semua peraturan, ketentuan, dan prosedur yang telah digariskan oleh manajemen maupun Bank Indonesia c. Memberikan penjelasan tentang syarat-syarat dan prosedur kredit kepada calon nasabah. d. Melaksanakan prosedur pengadministrasian pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. Meneliti dan melegalisasi hasil kerja rutin staf kredit sebelum diajukan kepada Direktur. f. Mengusulkan kepada Direksi melalui Bagian Pemasaran terhadap permohonan kredit di atas kewenangannya untuk mendapatkan persetujuan. g. Melaksanakan dan mengajukan permohonan kepada badan pengawas atau badan pembina terhadap permohonan kredit diatas kewenangan Direksi untuk mendapatkan persetujuan. h. Bertanggung jawab penuh atas pembuatan, pencatatan, pembukaan pada administrasi kredit. i. Bertanggung jawab penuh dalam pencatatan, penyimpanan,

pemeliharaan agunan pihak debitur maupun dokumen-dokumen lainnya yang berkenaan dengan tugasnya. j. Melakukan evaluasi terhadap rencana yang telah ditetapkan dengan

realisasi pada setiap akhir bulan yang meliputi : 1) Realisasi kredit yang diberikan 2) Perkembangan kredit non lancar k. Mengkoordianasi dalam penanganan tunggakan kredit, baik tunggakan

49

bunga maupun tunggakan pokok yang telah digariskan oleh manajemen. l. Mengkoordinasi dan bertanggung jawab dalam pembuatan dan

pengiriman laporan-laporan yang terkait dengan bidang tugasnya. m. Mengkoordinasi dalam pembuatan rencana kerja dan rencana anggaran belanja yang terkait dengan bidang dan tugasnya. n. Melayani pemeriksaan internal dan eksternal audit, pemeriksaan dari badan pemeriksa, maupun oleh Bank Indonesia. o. Memberikan saran dan pertimbangan mengenai langkah-langkah dan atau tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya. p. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 11. Staf Kredit Tugas pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang membantu dan melakukan analisa ekonomis atas pemohonan kredit yang diajukan dan memberikan penilaian kelayakan terhadap permohonan kredit yang ada, maupun hal-hal lain yang menyangkut bagian dari administrasi kredit sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh manajemen. Fungsi : a. Menerima dan melayani para debitur dalam rangka kredit dan jasa perbankan lainnya. b. Meneliti kelengkapan persyaratan calon debitur dalam permohonan kredit. c. Melakukan peninjauan lapangan atas usaha dan tempat tinggal calon

50

debitur. d. Membuat usulan kredit dengan mengisi format yang telah ditentukan. e. Membuat catatan untuk pengecekan sertifikat atau jaminan lainnya yang dianggap perlu di cek keabsahannya. f. Menyiapkan dan melaksanakan realisasi kredit sekaligus melakukan pengikatannya. g. Melakukan pengawasan, pembinaan dan penyeleksian terhadap para debitur secara periodik dan dituangkan dalam laporan tertulis . h. Melakukan pembuatan laporan-laporan tugasnya i. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 12. Bagian Pelayanan Tugas pokok yaitu melakukan pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pemasukan dan pengeluaran dana, serta melakukan pembukuan dan penerimaan dari bidang-bidang lain. Fungsi : a. Penelitian kebenaran laporan kas harian. b. Pengecekan pengeluaran dan pengambilan uang antar bank. c. Pemegang kunci brankas. d. Pembukuan dan laporan. e. Pelaksanaan evaluasi laporan. f. Pembuatan laporan keuangan. yang terkait dengan bidang

51

g. Pemberian saran dan pertimbangan mengenai langkah-langkah dan atau tindakan-tindakan yang perlu diambil dalam bidang dan tugasnya. 13. Seksi Pembukuan Tugas pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan pembukuan dan laporan maupun hal-hal lain yang menyangkut bagian dari pembukuan dan laporan, sesuai dengan ketentuan yang digariskan oleh managemen. Fungsi : a. Mengkoordinasi, mengarahkan, membina serta mengawasi semua

kegiatan pada bagian administrasi pembukuan dan pelaporan, dalam pelaksanaanya bertanggung jawab langsung kepada Direktur. b. Melaksanakan semua peraturan, ketentuan, dan prosedur digariskan oleh manajemen maupun Bank Indonesia. c. Mengkoordinasi dalam pembuatan neraca harian, neraca rugi laba bulanan, maupun perincian pendapatan dan biaya. d. Mengkoordinasi pembuatan laporan likuiditas harian sebagai laporan manajemen. e. Mengkoordinasi pembuatan / penyampaian laporan ekstern lainnya sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh Bank Indonesia. f. Bertanggung jawab penuh atas kebenaran dalam pembuatan neraca harian / bulanan maupun laporan lainnya yang terkait dengan ketentuan Bank Indonesia. g. Bertanggung jawab penuh atas penyimpanan kartu-kartu, buku besar, dan buku pembantu, maupun dokumen-dokumen lain yang menyangkut yang telah

52

kegiatan dari administrasi dan pembukuan. h. Mengkoordinasi pelayanan pemeriksaan intern / ekstern dari badan pemeriksa dan Bank Indonesia. i. Melakukan evaluasi terhadap rencana yang telah ditetapkan oleh tiaptiap bagian untuk kepentingan manajemen. j. Mengkoordinasi dalam pembuatan rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan biaya yang terkait dengan bidang dan tugasnya. k. Memberikan saran dan pertimbangan mengenai langkah-langkah dan atau tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya. l. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 14. Staf Pembukuan Tugas pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan bagian pembukuan dan pelaporan maupun hal-hal lain yang menyangkut bagian pembukuan dan pelaporan sesuai dengan

ketentuan yang telah digariskan oleh manajemen. Fungsi : a. Menerima dan melakukan posting slip-slip pembukuan dari bagian yang berwenang membuatnya berupa slip debet, kredit, maupun bukti pembukuan lainnya. b. Menerima dan melakukan penelitian akan keabsahan dari slip-slip pembukuan meliputi : 1) Nomor / sandi perkiraan pembukuan

53

2) Teraan angka yang jelas / terang 3) Bagian yang berwenang membuatnya 4) Paraf pembuatnya 5) Paraf pemeriksa dan tanda tangan kuasa bank c. Melaksanakan posting atas slip-slip pembukuan tersebut dalam jurnal harian. d. Melaksanakan penyimpanan hasil print out / jadi komputer pendistribusian kepada manajemen. e. Melaksanakan dan bertanggung jawab atas keselamatan dan penyimpanan administrasi pembukuan dan pelaporan. f. Melaksanankan pembuatan laporan-laporan yang terkait dengan pembukuan dan pelaporan. g. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR. BKK Karangmalang Sragen. 15. Seksi Kas Tugas pokok yaitu sebagai aparat manajemen yang bertanggung jawab penuh atas kegiatan-kegiatan penerimaan dan pembayaran uang dari / kepada para nasabah dan pengeluaran biaya-biaya operasional bank serta

administrasi kas yang ada dalam bank sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fungsi : a. Melaksanakan semua kegiatan penerimaan dan pembayaran uang, dalam pelaksanaannya bertanggung jawab langsung kepada Direktur.

54

b. Melaksanakan semua peraturan, ketentuan, prosedur yang telah digariskan oleh manajemen. c. Pemegang kunci kas. d. Menghitung dan mencocokkan uang yang ada di BPR baik uang yang diterima maupun uang yang keluar. e. Melakukan berita acara perhitungan kas. f. Bertanggung jawab penuh atas pencatatan pembukuan pada administrasi kas. g. Memberikan saran dan pertimbangan mengenai langkah-langkah dan atau tindakan yang perlu diambil dalam bidang tugasnya. h. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajemen bank sepanjang masih dalam ruang lingkup tugas dan urusan PD. BPR BKK Karangmalang Sragen. 16. Seksi IT Tugas pokok yaitu melakukan koordinasi, perencanaan, evaluasi pemasukan data elektronik, serta melakukan kebijakan yang berhubungan dengan Sistem Data Elektronik. Fungsi : a. Pengkoordinasian perencanaan pemasukan data ke dalam data elektronik. b. Pelaksanaan pemasukan dan pengolahan data ke dalam data elektronik. c. Pengevaluasian pelaksanaan dan pelaporan di bidang pengolahan data elektronik. d. Pemberian saran dan pertimbangan mengenai langkah dan atau tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya.

55

D. Pembahasan Masalah 1. Prosedur Pelayanan Produk Tamades Pada PD. BPR BKK

Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, Kabupaten Sragen.
Nasabah membawa tanda pengenal diri Nasabah mengisi Formulir Pembukaaan Tabungan di Bagian Dana Nasabah mengisi slip penyetoran

Menyetorkan uang tunai ke Seksi Kas

Seksi Dana memvalidasi slip dan cetak transaksi tabungan di buku tabungan

Penginputan data nasabah ke komputer dan pencetakan identitas nasabah di buku tabungan

Setelah dihitung jumlah uang dan diperiksa slip, Seksi Kas menyerahkan buku tabungan kepada nasabah

Gambar 3.3. Alur prosedur pelayanan pembukaaan rekening tabungan Tamades.

Nasabah mengambil dan mengisi slip penyetoran

Slip dan buku tabungan diserahkan pada Seksi Dana

Seksi Dana memeriksa, mencetak buku tabungan, dan memvalidasi slip

Buku tabungan diserahkan nasabah dan transaksi selesai.

Seksi Kas menghitung dan mencocokkan jumlah uang dengan nominal dislip.

Nasabah menyerahkan setoran uang ke Seksi Kas

Gambar 3.4. Alur prosedur pelayanan penyetoran tabungan Tamades.

56

Nasabah mengambil dan mengisi slip penarikan

Slip dan buku tabungan diserahkan pada Seksi Dana

Menunjukkan KTP bagi nasabah yang mengambil uang dalam jumlah tertentu dan disertai Surat Kuasa bagi penarikan yang diwakilkan.

Seksi Kas mencocokkan slip dengan buku tabungan

Seksi Dana memvalidasi slip dan mencetak buku tabungan

Seksi Dana memeriksa kelayakan slip

Seksi Kas menyerahkan jumlah uang yang ditarik dan buku tabungan

Gambar 3.5.

Alur prosedur pelayanan penarikan tabungan Tamades.

Nasabah memohon kepada Seksi Dana untuk menutup rekening

Nasabah mengisi slip penarikan sejumlah saldo akhir

Seksi Dana menutup rekening lewat sistem komputerisasi

Buku tabungan dan uang yang ditarik diserahkan ke nasabah

Seksi Kas memeriksa slip dan buku tabungan serta mengenakan nasabah biaya administrasi penutupan

Seksi Dana memvalidasi slip dan mencetak buku tabungan

Gambar 3.6. Alur prosedur pelayanan penutupan rekening tabungan Tamades.

57

Penjelasan gambar alur prosedur pelayanan Tamades diatas, yaitu: a. Prosedur Pelayanan Pembukaan Rekening Tabungan Tamades Baru. 1) Pembukaan rekening tabungan Tamades baru dapat dilakukan pada setiap buka kas di bagian seksi dana. Buka kas berlangsung hari Senin Jumat dari jam 07.30 – 14.00 WIB, dan hari Sabtu dari jam 07.30 – 10.00 WIB. 2) Setiap pemohon yang akan membuka rekening tabungan wajib mengisi Aplikasi Pembukaan Tabungan yang didalamnya terdapat isian mengenai data pribadi pemohon dengan lengkap dan jelas, kemudian tanda tangan pada aplikasi tersebut sebagai specimen (tanda tangan harus sesuai bukti identitas diri ). 3) Selain mengisi Aplikasi Pembukaan Tabungan, pemohon diharuskan memberikan fotocopy kartu identitas diri yang sah seperti KTP / SIM / Kartu Pelajar / Akte Kelahiran yang masih berlaku kepada bagian yang bersangkutan yaitu seksi dana. 4) Langkah berikutnya adalah pengisian slip setoran (berapa nominal setoran pertama pembukaan rekening) yang telah dilengkapi dengan tanggal transaksi, nomor rekening tabungan, nama dan alamat penabung, dan jumlah tabungannya disertai tanda tangan penabung. Setoran pertama sekurang-kurangnya sebesar Rp. 25.000,- untuk penabung umum dan Rp. 10.000,- untuk pelajar. 5) Penginputan data sesuai aplikasi pembukaan rekening petugas seksi dana, penginputan meliputi memasukan data diri nasabah di Sistem Informasi

58

Nasabah dan pembuatan nomor rekening baru nasabah di sistem komputer. 6) Cetak identitas nasabah di balik cover buku tabungan. 7) Cetak buku tabungan nasabah, dan validasi slip penyetoran, disertai dengan tanda tangan oleh petugas seksi dana . 8) Nasabah melakukan penyetoran awal ke seksi kas. 9) Seksi kas menerima dan menghitung jumlah uang, serta

membandingkan dengan jumlah nominal pada lembar slip setoran. 10) Cocokkan nomor rekening dan nama pada slip setoran dengan buku tabungan dan bubuhi tanda tangan seksi kas pada slip setoran tabungan apabila sudah cocok.. 11) Kemudian buku tabungan diterima oleh nasabah. b. Prosedur Pelayanan Penyetoran Rekening Tabungan Tamades. Seorang nasabah jika ingin menambah rekening tabungannya maka ia akan melakukan penyetoran tabungan. Penyetoran tabungan dapat dilaksanakan dengan cara: setoran tunai, atau pemindahbukuan. Setiap jenis penyetoran tersebut harus dilengkapi dengan slip setoran. 1) Penyetoran rekening tabungan Tamades dapat dilakukan pada setiap buka kas. 2) Nasabah mengambil slip setoran tabungan yang telah disediakan. 3) Langkah berikutnya adalah pengisian slip setoran tabungan yang telah dilengkapi dengan tanggal transaksi, nomor rekening tabungan, nama dan alamat pemilik rekening, nama penyetor, jumlah uang yang disetor, disertai tanda tangan penyetor.

59

4) Nasabah menyerahkan slip setoran yang sudah diisi, buku tabungan kepada seksi dana. 5) Seksi dana memeriksa kelayakan slip setoran lalu melakukan validasi slip tabungan, dan mencetak buku tabungan nasabah, serta ditanda tangani oleh petugas yang bersangkutan. 6) Tambahkan setoran transaksi tersebut ke buku tabungan dengan printer, meliputi: a) Tanggal transaksi. b) Sandi untuk penyetoran (01) c) Nominal setoran pada kolom mutasi masuk. d) Total saldo pada baris berikutnya di kolom saldo e) Bubuhkan paraf atau cap disamping nominal saldo pada kolom petugas 7) Nasabah menyerahkan uang yang disetor kepada seksi kas. 8) Seksi kas menerima dan menghitung jumlah uang, serta membandingkan dengan jumlah angka atau nominal pada lembar slip setoran. 9) Cocokkan nomor rekening dan nama pada slip setoran dengan buku tabungan. 10) Bubuhi tanda tangan seksi kas dan stempel “diterima Tgl:” pada slip setoran tabungan apabila sudah cocok. 11) setelah selesai, serahkan buku tabungan kepada penyetor.

c. Prosedur Pelayanan Penarikan Rekening Tabungan Tamades. 1) Penarikan Tamades dapat dilakukan pada setiap buka kas. 2) Nasabah mengambil slip penarikan tabungan yang telah disediakan.

60

3) Langkah berikutnya adalah pengisian slip penarikan tabungan yang telah dilengkapi dengan tanggal transaksi, nomor rekening tabungan, nama dan alamat pemilik rekening, jumlah uang yang ditarik, disertai tanda tangan penarik. Maksimal penarikan sebesar saldo tabungan dikurangi batas saldo minimum. Batasan saldo minimum sebesar Rp.10.000,-. 4) Nasabah menyerahkan slip penarikan yang sudah diisi dan buku tabungan kepada seksi dana. 5) Nasabah harus menunjukkan tanda pengenal diri apabila menarik tabungan dalam jumlah tertentu dan penarikan yang diwakilkan atau dikuasakan harus disertai dengan Surat Kuasa, fotokopi tanda pengenal diri penabung dan penerima kuasa dengan menunjukkan aslinya. 6) Periksa kelayakan slip penarikan : a) Cocokkan nama, tanda tangan yang tertera pada slip penarikan dengan di tanda pengenal diri.. b) Periksa penulisan dan jumlah angka pada slip penarikan. c) Periksa apakah saldo terakhir yang ada di buku tabungan cukup bila dikurangi sejumlah penarikan tersebut. 7) Setelah diperiksa dan cocok, Seksi dana memvalidasi slip penarikan tersebut serta dibubuhi tanda tangan seksi dana. 8) Ketik penarikan transaksi ke buku tabungan dengan mesin ketik atau printer, meliputi : a) Tanggal transaksi. b) Sandi untuk penarikan (02). c) Nominal penarikan pada kolom mutasi keluar.

61

d) saldo pada baris berikutnya. e) Bubuhkan paraf atau cap disamping nominal saldo pada kolom petugas. 9) Dilanjutkan pada seksi kas dan dibubuhi tanda tangan seksi kas dan membubuhi stempel “Dibayar Tgl:“ pada slip setoran tabungan apabila sudah cocok nomor rekening dan nama pada slip setoran dengan buku tabungan. 10) Setelah selesai, seksi kas menyerahkan buku tabungan dan uang tabungan yang ditarik ke nasabah. d. Prosedur Pelayanan Penutupan Rekening Tabungan Tamades. Penutupan dilakukan atas permintaan nasabah sendiri, saldo tabungan hingga berjumlah Rp.0,- karena Rekening Pasif, ataupun pemilik tabungan meninggal dunia, selain itu bank juga dapat menutup rekening tabungan setiap saat berdasarkan pertimbangan tertentu oleh bank. nomor rekening tabungan secara otomatis akan hilang atau tidak berfungsi lagi untuk menabung apabila rekening tersebut ditutup. Penutupan rekening dan Rekening Pasif dengan saldo rekening di bawah saldo minimum dikenakan biaya administrasi sesuai dengan ketentuan bank. 1) Penutupan tabungan Tamades dapat dilakukan pada setiap buka kas 2) Nasabah memohon kepada seksi dana untuk menutup rekening tabungan dan seksi dana menjelaskan kepada nasabah apabila rekening ditutup maka secara otomatis tidak berfungsi lagi dalam menabung. 3) Nasabah dipersilahkan mengambil slip penarikan tabungan yang telah disediakan.

62

4) Langkah berikutnya adalah pengisian slip penarikan tabungan yang telah dilengkapi dengan tanggal transaksi, nomor rekening tabungan, nama dan alamat penabung, jumlah uang yang ditarik untuk ditutup rekeningnya, dan disertai tanda tangan penabung. 5) Jumlah uang yang ditarik dalam penutupan rekening merupakan jumlah akhir saldo atau saldo yang tersisa. 6) Seksi dana menutup rekening tabungan melalui sistem komputerisasi dengan memeriksa saldo tabungan pada komputer kemudian dikurangi dengan biaya administrasi. Besarnya biaya administrasi untuk penutupan rekening adalah Rp. 2.500,- dan untuk Rekening Pasif sebesar Rp. 1.000,- per enam bulan sekali. 7) Cetak buku tabungan nasabah dan validasi slip penarikan oleh petugas seksi dana disertai dengan tanda tangan seksi dana. 8) Dilanjutkan pada seksi kas dengan meminta biaya administrasi dari nasabah serta membubuhi tanda tangan pada slip penarikan tabungan apabila sudah cocok nomor rekening dan nama pada slip penarikan dengan buku tabungan. 9) Seksi kas menyerahkan jumlah uang yang ditarik untuk penutupan tabungan dan buku tabungan kepada nasabah.

63

Contoh atau keterangan gambar yang menjelaskan peralatan yang digunakan dalam transaksi pada Tamades.

Gambar 3.7.

Slip Penyetoran Tabungan Tamades.

Gambar 3.8. Slip Penarikan Tabungan Tamades.

64

Gambar 3.9. Buku Tabungan Tamades.

Gambar 3.10. Aplikasi Atau Formulir Pembukaan Rekening Tabungan Tamades.

65

2. Evaluasi Terhadap Prosedur Pelayanan Produk Tamades pada PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, Kabupaten Sragen. a. Pembagian Tugas yang Jelas Dalam Prosedur Tabungan Antara Seksi Dana dengan Seksi Kas. Dalam prosedur ini terdapat pembagian tugas di dalam pelayanan tabungan antara seksi dana dengan seksi kas yang jelas, dimana seksi dana berperan dalam pengurusan administrasi tabungan dan pelayanan langsung kepada nasabah tabungan seperti, penarikan maupun penyetoran tabungan serta, melaksanakan validasi dan cetak buku tabungan, sedangkan seksi kas berperan dalam penerimaan maupun pembayaran uang tunai dari tabungan tersebut, sehingga pihak dana tidak berhak menerima maupun membayar uang tunai dalam pelayanan tabungan. Dengan adanya pembagian tugas ini akan mempermudah dalam pembukuan dan pelayanan produk Tamades serta penyelewengan dana nasabah dapat dihindari.. b. Modernisasi Peralatan Dalam Pelayanan Tabungan. Penggunaan peralatan pelayanan tabungan yang sudah modern, yaitu dengan penggunaan alat cetak IBM seperti milik bank umum lainnya, komputer dengan jaringan on line antar kantor cabang, serta aplikasi atau sistem tabungan pada komputer yang lebih baik dengan bermacam-macam menu aplikasi transaksi tabungan yang komplit. Pengoperasian sistem tabungan cukup cepat karena didukung jaringan on line antar cabang sehingga memudahkan nasabah dalam transaksi tabungan antar cabang. Di tempat antrian juga disediakan televisi LCD untuk mengurangi kebosanan nasabah dalam menunggu dan mengantri mendapatkan pelayanan tabungan.

66

c. Prosedur Pada Pembukaan Tabungan Berpengaruh Besar Pada Kedekatan Nasabah Dengan Petugas Bank. Dengan prosedur seperti diatas maka dapat berpengaruh besar terhadap kedekatan nasabah dengan petugas bank, ini dapat dilihat dari prosedur pembukaan rekening dengan penggunaan Formulir Aplikasi Pembukaan Tabungan serta input data nasabah dalam Sistem Informasi Nasabah sehingga prosedur ini merupakan bentuk dari salah satu penerapan prinsip know your customer. Selain itu petugas bank dapat menjalin hubungan lebih baik dengan nasabah karena kebanyakan nasabah di desa cenderung tidak individualis dan ramah tamah dari pada nasabah di kota sehingga rata-rata para petugas lebih mudah untuk mengenal lebih baik dengan nasabahnya. d. Penyimpangan Dalam Ketentuan dan Prosedur Pelayanan Tabungan. 1) Aturan setoran awal pada prosedur pembukaan rekening tabungan di BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh sekurang-kurangnya sebesar Rp. 25.000,- untuk penabung umum dan Rp. 10.000,- untuk pelajar, namun di dalam praktiknya pernah terjadi penyimpangan ketentuan dan prosedur seperti setoran awal dalam pembukaan rekening tabungan yaitu petugas pernah menyarankan kepada penabung umum untuk menyetor sebesar Rp. 10.000,- walaupun terkena biaya administrasi, padahal penyetoran dengan sejumlah nominal tersebut diperuntukan bagi pelajar. 2) Sering terjadi kekeliruan petugas dalam menginput, baik jumlah nominal uang setoran maupun penarikan tabungan nasabah dalam sistem

67

komputer sehingga ini dapat merugikan nasabah, namun kejadian ini dapat diatasi setelah melalui koreksi saldo saat tutup kas. Disamping itu, kadang petugas agak lamban dalam melayani, sehingga banyak nasabah yang harus antri lama menunggu agar segera dilayani. 3) Sering terjadi penyimpangan terhadap prosedur setoran dan penarikan tabungan yaitu menerima setoran tabungan atau membayar penarikan tabungan saat tutup kas. Jelas ini melanggar karena dalam ketentuannya hanya diperbolehkan menerima setoran dan membayar penarikan tabungan saat buka kas. 4) Apabila terdapat penerima kuasa melakukan penarikan tabungan atas kuasa pemilik rekening dalam jumlah tertentu, petugas biasanya hanya meminta tanda pengenal pemilik rekening dan sering lupa untuk meminta melampirkan Surat Kuasa tertulis yang ditandatangani dari pemilik rekening. Jelas ini tidak sesuai pada ketentuan dan prosedurnya, karena didalam prosedur penarikan atas kuasa harus dilampiri dengan Surat Kuasa pemilik rekening tabungan. 5) kadang terjadi gangguan pada printer dan sistem komputer seperti, cetakan buku agak miring atau tidak jelas dan sistem komputer error atau kadang mati, sehingga biasanya para petugas mencetak buku tabungan dengan ditulis pensil dahulu sebagai penanda atau pengganti printer sementara. Padahal didalam prosedurnya pencetakan buku tabungan harus menggunakan mesin ketik atau printer. Dengan kejadian tersebut sering juga nasabah harus antri lama karena menunggu petugas membetulkan gangguan tersebut.

68

Sumber pembahasan evaluasi terhadap prosedur pelayanan Tamades diatas : Tabel 3.2. Daftar komplain yang kadang diucapkan nasabah.

No 1 2 3 4

Bagian Peralatan Pelayanan Sistem SDM

Komplain nasabah Cetakan buku tabungan agak miring dan tidak jelas. Antri lama dalam pelayanan transaksi tabungan. Sistem komputer error dan kadang mati. Kesalahan petugas dalam penginputan transaksi tabungan di komputer.

Sumber. Data primer, yaitu wawancara langsung dengan petugas staf dana PD. BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh. 3. Kelebihan dan Kekurangan Prosedur Pelayanan Produk Tamades Pada PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, Sragen. a. Kelebihan Prosedur Pelayanan Produk Tamades 1) Dalam prosedur ini, buka kas bank lebih awal dari pada bank umum lainnya. Apabila di bank umum buka jam 08.00 WIB, maka untuk BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh ini dibuka jam 07.30 WIB. 2) Syarat pada Setoran awal dalam pembukaan rekening tabungan cukup sedikit yaitu sekurang-kurangnya sebesar Rp. 25.000,- untuk penabung umum dan Rp. 10.000,- untuk pelajar, sehingga dapat memudahkan dan meringankan nasabah terutama yang berpenghasilan rendah dalam menabung. 3) Dalam penarikan tabungan, nasabah hanya perlu menyisakan saldo minimum senilai Rp. 10.000,- agar tidak kena biaya administrasi, beda 69

dengan pada bank umum yang saldonya masih dipotong biaya administrasi walaupun sudah diatas saldo minimumnya. b. Kekurangan Prosedur Pelayanan Produk Tamades 1) Pelayanan petugas kepada nasabah dalam transaksi tabungan agak lamban, baik yang disebabkan karena terjadi gangguan dari peralatan maupun kinerja petugas yang kurang cekatan. Sehingga membuat

nasabah harus mengantri lama untuk menunggu, bahkan ada nasabah sampai tidak sabar karena lama. 2) Sering terjadi kekeliruan petugas dalam menginput baik jumlah nominal uang baik setoran maupun penarikan tabungan nasabah dalam sistem komputer sehingga ini dapat merugikan nasabah. 3) Sering terjadi penyimpangan terhadap prosedur setoran dan penarikan tabungan yaitu menerima setoran tabungan atau membayar penarikan tabungan saat tutup kas. Jelas ini melanggar karena dalam prosedur dan ketentuannya hanya diperbolehkan menerima setoran dan membayar penarikan tabungan saat buka kas.

70

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya, maka penelitian dengan judul ”Evaluasi Terhadap Prosedur Pelayanan Produk Tamades (Tabungan Masyarakat Desa) Pada PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, Kabupaten Sragen”dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Prosedur pelayanan produk Tamades pada PD BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh meliputi pembukaan, penyetoran, penarikan, dan penutupan rekening sudah berjalan cukup baik. Selain itu dalam menjalankan prosedur, PD. BPR BKK Karangmalang berusaha mementingkan pelayanan yang baik kepada nasabah dengan menjamin dana nasabah aman. Ini dapat diusahakan para petugas agar selalu tidak lupa menghimbau atau

mengharuskan nasabah melampirkan tanda pengenal diri bagi nasabah atau pemilik rekening saat penarikan tabungan pada jumlah tertentu. 2. Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan dengan mengevaluasi prosedur pelayanan produk Tamades yaitu, PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh sudah memiliki manajemen kepengurusan yang baik dan bertanggung jawab dalam menjalankan prosedur pelayanan tabungan, yaitu dengan pembagian tugas antara seksi dana dengan seksi kas yang jelas. Namun didalam praktiknya masih terdapat penyimpangan-penyimpangan dalam menjalankan prosedur dan ketentuannya tersebut, seperti sering terjadi penyimpangan terhadap prosedur setoran dan penarikan tabungan, yaitu menerima setoran tabungan atau membayar penarikan tabungan saat tutup kas.

71

3. Prosedur pelayanan tabungan Tamades pada PD BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh didalam praktik pelayanannya terdapat kelebihan dan kekurangannya. Pertama terdapat kelebihan pada syarat dan operasional, seperti syarat dalam pembukaan rekening tabungan yang mudah, buka kas lebih awal dari pada bank lain, dan syarat setoran awal pada pembukaan rekening yang cukup sedikit. Sedangkan kekurangannya terdapat pada kesalahan teknis, seperti sering terjadi kekeliruan petugas dalam penginputan transaksi tabungan dan pelayanan yang lamban membuat nasabah antri lama. B. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan dan analisis dari observasi selama penelitian, maka penulis memberikan saran sebagai berikut: 1. Penyimpangan–penyimpangan dalam melayani nasabah hendaknya

diminimalisasi ataupun dihindari dan hendaknya para petugas mematuhi ketentuan-ketentuan bank yang sudah dibuat agar prosedur pelayanan dapat berjalan dengan baik dan dapat memuaskan nasabah. 2. Perlunya pengembangan skill petugas bank dengan pelatihan yang bersifat umum atau bersertifikat, yang diadakan tiap beberapa bulan atau tahun sekali untuk peningkatan kualitas SDM. Sehingga kesalahan–kesalahan teknis maupun operasional pelayanan tabungan ataupun human error dapat dihindari dan diminimalisasi. 3. Dalam melayani nasabah hendaknya lebih mengutamakan kenyamanan nasabah seperti meminimalisasi antrian yang panjang, yaitu para petugas agar lebih cepat dan tepat dalam memberikan pelayanannya mengacu pada standar pelayanan yang prima, misalnya batas waktu pelayanan per nasabah maksimal

72

5 menit, sehingga dengan pelayanan yang cepat dan tepat maka nasabah pun akan senang dan nyaman. 4. Penerimaan ataupun pembayaran setoran dan penarikan tabungan saat tutup kas seharusnya dihentikan walaupun jarang, sebab hal itu tidak sesuai dengan prosedurnya dan menyalahi ketentuan bank. Solusinya yaitu adanya aturan terhadap transaksi tabungan yang dilakukan saat jam kerja harus dipertegas dan apabila melanggar maka manajemen berhak memberi peringatan atau sanksi yang tegas terhadap petugas. Selain itu apabila ada nasabah yang akan menabung tetapi sudah tutup kas, maka diberitahukan bahwa bank sudah tutup, dan tidak dapat menerima tabungan, serta menghimbau untuk menyetor atau menarik tabungan pada hari berikutnya. 5. Seharusnya petugas berusaha mematuhi prosedur dan ketentuan yang ada untuk memohon penerima kuasa (penarikan yang diwakilkan) yang akan menarik tabungan diharuskan melampirkan Surat Kuasa dari pemilik rekening tabungan atau kalau lupa meminta, paling tidak ada pemberitahuan yang ditempel dimeja atau tempat yang mudah dilihat nasabah. Ini dilakukan agar dapat dipastikan bahwa tabungan yang akan ditarik benar-benar milik asli dari seseorang yang memberikan kuasa atau pemilik rekening tersebut dan keamanan tabungan setiap nasabah terjamin. 6. Peningkatan sistem teknologi perbankan dan pemeliharaan peralatan sangat diperlukan. Peralatan perlu diperiksa atau diservis tiap bulan atau tahun sekali, dan apabila tidak dapat diperbaiki maka harus diperbaharui. Sehingga pelayanan bank dapat cepat, dan tepat, juga menyenangkan bagi nasabah, serta nasabah tidak harus menunggu lama dalam antrian.

73

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 1990. Evaluasi Instruksional Prinsip-Teknik-Prosedur. PT. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Baridwan, Zaki. 2002. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur Dan Metode. BPFE-Yogyakarta: Yogyakarta.

Boediono. 2003. Pelayanan Prima Perpajakan. PT Rineka Cipta: Jakarta.

Consuelo G, Sevilla, dkk. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Universitas Indonesia: Jakarta.

Khasmir. 2004. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Kotler, Philip/Susanto, Ab. 2001. Managemen Pemasaran di Indonesia. Salemba Empat: Jakarta.

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi Edisi Ketiga. Salemba Empat: Jakarta.

PD. BPR BKK Karangmalang. 2011. Profil Perusahaan PD BPR BKK Karangmalang. Sragen.

Sautma Hotma Bako, Ronny. 1995. Hubungan Bank dan Nasabah Terhadap Produk Tabungan dan Deposito. PT Citra Aditya Bakti: Bandung.

S.P. Hasibuan, Malayu. 2005. Dasar - Dasar Perbankan. PT Bumi Aksara: Jakarta.

Tjiptono, Fandy. 2004. Prinsip-Prinsip Total Quality Service. Andi: Yogyakarta.

Triandaru, Sigit & Budisantoso, Totok. 2006. Bank Dan Lembaga Keuangan Lain. Salemba Empat: Jakarta. 74

LAMPIRAN

75

76

LAPORAN MAGANG KERJA MAHASISWA

Nama NIM Instansi Magang Kerja

: Basarudin Sukanjar. : F3608078. : PD. BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang Plupuh, Sragen.

Alamat Instansi Magang Kerja

: Jalan Sambirejo, No. 1B, Kecamatan, Plupuh, Kabupaten Sragen.

Waktu Magang Kerja Dosen Pembimbing

: 01 Februari s/d 31 Maret 2011. : Johadi, SE.

Tabel Harian Aktifitas Magang Kerja :
Hari dan No Tanggal Selasa, 1 Februari 2011 1 pengarahan dan bantuan pengisian slip penarikan maupun penyetoran tabungan dan pengisian kartu penyetoran kredit. Rabu, 2 2 Februari 2011 1. Mengisi atau menginput biodata nasabah atau debitur yang akan melakukan permohonan kredit baik modal kerja maupun konsumsi di komputer. 1. Perkenalan dengan karyawan PD. BPR BKK Uraian Kegiatan

Karangmalang Kantor Cabang Plupuh. 2. Praktik pelayanan kepada nasabah seperti memberi

77

2. Mengisi register pergantian buku tabungan baru, baik karena buku tabungan tersebut sudah penuh, maupun untuk nasabah baru. Jum’at, 4 Februari 2011 3 1. Mengarsip data-data atau dokumen kredit debitur, baik Surat Perjanjian Kredit, Surat Hak Penangguhan, dan lembar analisa kredit. 2. Mengecek atau memeriksa tanda tangan di Slip Penarikan Tabungan untuk disusun pada jurnal slip. 3. Mengumpulkan dan menata Bukti Setoran Pinjaman ke arsip bank. Sabtu, 5 Februari 2011 4 anggota nasabah baru. 3. Mengamati proses pembukaan rekening tabungan baru dalam aplikasi komputer . Senin, 7 Februari 2011 5 maupun slip penyetoran tabungan sebagai bukti arus uang masuk maupun arus uang keluar Bagian Kas di tanggal ini. Selasa, 8 6 Februari 1. Menghitung, mencacah, dan menjumlahkan uang kas masuk di Bagian Kas. 1. Mengcopy KTP nasabah baru ke aplikasi atau formulir pembukaan rekening baru. 2. Mengumpulkan dan menggolongkan slip penarikan 1. Mengisi aplikasi atau formulir pembukuan rekening tabungan nasabah baru di Bagian Dana. 2. Memasukkan data nasabah tabungan baru ke buku

78

2011

2. Melayani tabungan baru dan menyiapkan syaratsyaratnya.

Rabu, 9 Februari 2011 7

1. Mengcopy lembaran dokumen bukti transaksi bank hari ini untuk dilaporkan ke bank pusat. 2. Melayani debitur yang akan mengangsur kredit dengan menitipkan sejumlah uang di kas untuk pembayaran angsuran berikutnya. 3. Melengkapi kumpulan slip kas tabungan masuk dan keluar tanggal ini guna kevalidan slip itu sendiri untuk dilaporkan ke bank pusat.

Kamis, 10 Februari 8 2011

Melakukan pelayanan nasabah ke lapangan atau ke pasar untuk menarik kredit dan melayani tabungan, baik penarikan maupun penyetoran kepada pedagang di pasar.

Jum’at, 11 Februari 9 2011

Melakukan pengamatan dan analisa terhadap transaksi di bank pada tanggal ini dengan menjumlahkan penarikan tabungan dan penyetoran tabungan dan mencocokkan terhadap kas keluar dengan kas yang masuk, apakah sesuai atau tidak.

Sabtu, 12 Februari 10 2011

1. Pengisian atau agenda terhadap dokumen Surat Hak Penangguhan kredit . 2. Mengisi register nasabah deposito baru 3. Mengamati pembukaan rekening deposito baru dalam aplikasi komputer di Bagian Dana.

79

Senin, 14 11 Februari 2011 Rabu, 16 Februari 2011 12

Melayani debitur yang akan melunasi kreditnya dan menuliskan Bukti Setoran Pinjaman dengan jumlah nominal yang harus dibayar untuk melunasinya. 1. Mencari data dan jaminan debitur di bagian arsip guna mengembalikan kepada debitur karena telah melunasi kreditnya. 2. Melayani nasabah yang akan buka rekening deposito 3. Mengisi aplikasi atau formulir permohonan pembukaan rekening deposito

Kamis, 17 Februari 13 2011

1. Mengamati bagian kas dalam menginput data kas masuk dan kas keluar dan memeriksa kesesuaiannya dengan bagian dana. 2. Mengamati bagian kas dalam menvalidasi slip tabungan, baik penarikan maupun penyetoran.

Jum’at, 18 Februari 14 2011

1. Mengarsip data-data mutasi harian tabungan. 2. Mengamati proses kredit dari permohonan kredit, analisa kredit, hingga realisasi kredit, dan agunganagungannya.

Sabtu, 19 15 Februari 2011 Senin, 21 16 Februari 2011

Mengamati proses pembuatan laporan keuangan harian di bagian dana setelah tutup kas harian.

Mengedit dan menginput data nasabah baru dan pengkinian data nasabah lama pada Sistem Informasi Nasabah (dalam aplikasi komputer).

80

Selasa, 22 17 Februari 2011 Rabu, 23 18 Februari 2011 Kamis, 24 Februari 19 2011

Mengamati proses rincian dan rekapitulasi mutasi kas di bagian kas setelah tutup kas.

Melakukan pelayanan nasabah seperti penarikan dan penyetoran tabungan tamades dan penarikan angsuran kredit ke daerah-daerah. Membantu di Bagian Kredit mengisi Surat Permohonan Kredit debitur, Pengantar Kelurahan, dan Surat Kuasa Jaminan yang akan melakukan pinjaman lagi setelah melunasi kreditnya yang terdahulu

Jum’at, 25 20 Februari 2011 Sabtu, 26 21 Februari 2011 Senin, 28 22 Februari 2011 Selasa, 1 23 Maret 2011 Rabu, 2 24 Maret 2011

Mengamati penginputan angsuran kredit debitur di seperti jumlah pokok dan bunga angsuran (dalam aplikasi komputer). Mengamati penginputan transaksi pengangsuran kredit dalam aplikasi komputer.

Mengamati proses tutup buku baik tabungan, deposito, yaitu dengan pemberian bunga pada akhir bulan dalam aplikasi komputer secara otomatis. Melakukan arsip Bukti Setoran Pinjaman sepanjang bulan Februari. Melakukan pelayanan nasabah ke daerah meliputi, penerimaan setoran kredit atau pinjaman dan penerimaan setoran atau penarikan tabungan, supaya

81

lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Kamis, 3 25 Maret 2011 Jum’at, 4 26 Maret 2011 Senin, 7 Maret 2011 27 penarikan tabungan, supaya lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Selasa, 8 28 Maret 2011 Menyusun jurnal slip tabungan dan dan bukti setoran pinjaman tanggal 7 dan tanggal 8 Maret dibagian pembukuan. Rabu, 9 29 Maret 2011 Kamis, 10 30 Maret 2011 Kantor Desa guna penyelenggaraan pilkada. Membantu bagian dana dalam menginput data nasabah atau pengkinian data nasabah ke Sistem Informasi Nasabah. Jum’at, 11 31 Maret 2011 Sabtu, 12 32 Maret 2011 debitur. Mengarsip perabot atau surat-surat kredit, seperti Surat Analisa Kredit, Surat Perjanjian Kredit dan Akta Notaris Jaminan Kredit, dan sejenisnya. Senin , 14 33 Maret 2011 sudah cocok dengan nomer Surat Perjanjian Kredit. Mengarsip SKMHT debitur dan memeriksannya apakah Membantu di bagian kredit dalam realisasi kredit bagi Membantu bagian kas dalam pencairan dana bagi kredit dan sisanya yang diambil dari ATM debitur. Melakukan pelayanan nasabah ke daerah meliputi penerimaan setoran kredit dan penerimaan setoran atau aplikasi komputer di bagian kas. Membantu di bagian kredit menghitung jumlah setoran Mengamati pelaporan penjumlahan verbal kas dalam

82

Selasa, 15 34 Maret 2011 Rabu, 16 35 Maret 2011 Kamis, 17 36 Maret 2011

Izin ke kampus konsultasi judul Tugas Akhir

Membantu bagian kas dalam penghitungan nominal uang dari penyetoran tabungan nasabah. Membantu bagian kas dalam penerimaan pembayaran listrik dan PDAM dengan melakukan operasional transaksi pembayaran listrik secara on line.

Jum’at, 18 37 Maret 2011 Sabtu, 19 38 Maret 2011 Senin, 21 39 Maret 2011

Membantu di bagian kredit dalam penjumlahan keseluruhan setoran pinjaman tanggal ini. Libur Pilkada Bupati Sragen tahun 2011 - 2015

Membantu melayani nasabah berupa pelayanan penarikan atau penyetoran tabungan dan penyetoran kredit debitur.

Selasa, 22 Maret 2011 40

Mengurus dokumen-dokumen kredit berupa SKMHT, Surat Analisa Kredit, Surat Perjanjian Kredit, dan Surat Perjanjian Kredit untuk diagendakan dalam Buku Catatan Data Debitur Kredit.

Rabu, 23 41 Maret 2011 Kamis, 24 Maret 2011 42

Izin ke kampus mengajukan proposal Tugas Akhir

1. Membuat surat Bukti Setoran Pendapatan Asli Daerah dari Kecamatan Plupuh, Sragen. 2. Membuat Laporan PAD Kecamatan Plupuh yang disetorkan ke BPR BKK Karangmalang Kantor Cabang

83

Plupuh. Jum’at, 25 43 Maret 2011 Sabtu, 26 44 Maret 2011 Senin, 28 45 Maret 2011 pada tanggal ini. Melayani debitur yang akan memperbarui pinjaman atau permohonan kredit setelah melunasi pinjaman sebelumnya. Selasa, 29 46 Maret 2011 Rabu, 30 Maret 2011 Bab 1. 1. Melakukan pelayanan nasabah ke daerah meliputi penerimaan setoran kredit atau pinjaman dan Izin ke kampus mengajukan Tugas Akhir pada bagian Membantu bagian kas dalam penghitungan kas masuk Membantu bagian kredit dalam pengangsuran kredit.

penerimaan setoran atau penarikan tabungan, supaya lebih dekat dengan tempat tinggalnya. 47 2. Membantu bagian pembukuan dalam menyusun dan menata baik slip tabungan, slip pinjaman, slip penerimaan dan pengeluaran umum dan dimasukkan dalam arsip jurnal slip pada hari atau tanggal ini. Kamis, 31 Maret 2011 48 1. Membantu bagian kas dalam pencairan dana UMK bagi kepala desa dan pegawai kelurahan. 2. Membantu tutup buku bulan Maret 2011, dan 3. Pamitan dengan para pegawai bank bahwa pelaksanaan magang kerja telah selesai.

84

85

86

87

Contoh Slip Penyetoran Tabungan Tamades

Contoh Slip Penarikan Tabungan Tamades.

88

Contoh Buku Tabungan Tamades

Contoh Aplikasi Atau Formulir Pembukaan Rekening Tabungan Tamades.

89

90

91

92

1

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful