Kelayakan Tambang - E.

Wiwik DH

OLEH:

PENDAHULUAN
KULIAH KE 1

LAPORAN F.S/S.K.T
BAB I : PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Maksud dan Tujuan 3. Ruang Lingkup dan Metode Studi 4. Pelaksana Studi 5. Jadwal Waktu Studi

Ruang Lingkup Studi  Memuat seluruh aspek yang dilakukan studi dan dilaporkan. peralatan serta mengetahui kelayakan usaha. pertimbangan pengalaman perusahaan atau pertimbangan lain. . Maksud dan tujuan  berisi uraian tentang maksud dan tujuan pembuatan laporan studi kelayakan. didasarkan atas pertimbangan prospek dari tambang saat ini atau akan datang.  4. tenaga kerja. 3.PENDAHULUAN 1. 2. Latar belakang :  Berisi uraian tentang latar belakang perusahaan yang ingin mengusahakan tambang suatu bahan galian di suatu daerah . yang antara lain untuk menyusun perencanaan yang tepat dan mengetahui kebutuhan investasi.

Pelaksana Studi  Menerangkan tentang pelaksana yang melakukan studi berbagai aspek. . nama perusahaan/ konsultan dan sebagainya. keahlian. 5.LANJUTA N 4. baik personil. Jadwal waktu studi  Menerangkan lamanya dan kapan studi tersebut dilakukan.

4.1. 2. Keadaan Daerah 6. ( PKP2B ) Eksploitasi Yang dimohon. Kesampaian Daerah dan Sarana Perhubungan Setempat 5. Lokasi dan Luas Wilayah Kuasa Pertambangan ( KP ). Morfologi Daerah . Kontrak Karya ( KK ) Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara 3.

tingkat pendidikan. berikut penjelasan kondisi prasarana dan sarana trasportasi. II. dilengkapai dengan gambar/ peta lokasi dan peta KP/KW beserta koordinat batas wilayahnya. 4. 1. 3. Morfologi Daerah :  Menuangkan bentuk-bentuk morfologi. pusat bisnis. propinsi. Keadaan Daerah  Keadaan lingkungan daerah. . II. ketinggian. serta waktu perjalanannya. penggunaan lahan dan sebagainya. iklim. flora. nomor KW/KP nya. sosial ekonomi.II. fauna. keamanan dsb. termasuk kecamatan. II. Dilengkapi dengan peta kesampaian wilayah. Kesampaian daerah dan sarana perhubungan  Menerangkan route kesampaian wilayah tambang mulai dari Jakarta sampai lokasi. Lokasi dan luas wilayah :  Menerangkan lokasi rencana tambang. kabupaten. penduduk matapencarian. agama. 2.

Miniable. Cadangan · Cara Perhitungan Cadangan · Klasifikasi dan Jumlah Cadangan ( insitu. Struktur c. Litologi b. Marketable. Geologi a. Sifat dan Kualitas Endapan c. Dilengkapi dengan perhitungan stripping ratio dan cut off grade ). . Keadaan Endapan a. Geoteknik 2. Bentuk dan Penyebaran Endapan b.1.

stripping ratio ) 4. Jadwal Rencana Produksi dan Umur Tambang 6. Rencana Pemanfaatan Bahan Galian Lain dan Mineral Ikutan 8. Tahapan Kegiatan Penambangan ( termasuk penanganan tanah penutup ) 3. Rencana Penanganan/Perlakuan Sisa Cadangan pada Pasca Tambang.1. Sistem/Metode dan Tata Cara Penambangan ( dilengkapi bagan alir ) 2. belum ekonomis masa sekarang ) 7. kualitas. . Rencana Penanganan/Perlakuan Bahan Galian yang belum Terpasarkan (kualitas rendah. Peralatan ( jenis. jumlahndan kapasitas ) 5. Rencana Produksi (kuantitas. cut off grade.

Bagan Alir c. Jenis. Jumlah. Tahapan Pengolahan b. jumlah dan kapasitas ) 4. Kualitas Hasil Pengolahan dan Tailing . Hasil Pengolahan dan Rencana Pemanfaatan Mineral Ikutan 5. Studi/Percobaan Pengolahan/Pemurnian 2. Tatacara Pengolahan dan Pemurnian a. Peralatan Pengolahan ( jenis. Recofery Pengolahan 3.1.

jumlah. Tata Cara 2.1. Peralatan ( jenis. kapasitas ) .

Pemantauan Lingkungan 2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja a. dan sarana penunjang ) b. Langkah langkah Pelaksanaan K3 Pertambangan d. Pengolahan Lingkungan · Pengolahan Limbah ( tambang. Dampak Kegiatan ( tambang. Organisasi b. pengolahan dan sarana penunjang ) · Rencana Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang · Penanganan Air Asam Tambang ( kalau ada ) c. Rencana Penggunaan dan Pengamanan Bahan Peledak dan Bahan Berbahaya Lainnya. Peralatan c. pengolahan.1. . Lingkungan ( mengacu kepada dokumen Amdal atau UKL dan UPL ) a.

1. Jumlah dan kriteria Tenaga Kerja Tetap dan Tidak Tetap dalam Bentuk Tabel 3. Tingkat gaji dan upah 4. ) . dll. Bagan Organisasi 2. borongan. Sistem Kerja ( kontrak.

Prospek Pemasaran a. Luar Negeri .1. Dalam Negeri b. Bagan Organisasi 2.

Perhitungan “Discounted Cash Flow Rate of Return”/”Internal Rate of Return” ( DCFROR/IRR ) e.) b. Perhitungan “Break Even Point” ( BEP ) f.1. Modal Tetap i. Analisis Kelayakan a. Modal Kerja c. Pengurusan Perizinan dan eksplorasi ii. Pembebasan Lahan iii. pengngkutan dll. pengolahan. Waktu Pengembalian Modal g. Pendapatan Penjualan c. Investasi a. Peralatan (penambangan. Biaya Produksi ( termasuk biaya pengolahan dan pemantauan lingkungan K3 ) b. Konstruksi atau Rekayasa iv. “Cash Flow” ( aliran uang tunai ) d. Annalist Kepekaan dan Resiko . Sumber Dana 2.

Memuat secara ringkas hal hal sebagai berikut :      Luas wilayah yang dimohon/ditingkatkan ke tahap Eksploitasi Cadangan ( “in situ” Miniable” marketable’) Rencana Penambangan ( tata cara dan sistem) Rencana Pengolahan dan pemurnian atau pencucian ( kalau ada ) Rencana Produksi pertahun dan umur tambang       Rencana pemasaran dan harga jual Investasiyang diperlukan termasuk modal kerja dan sumber dana Hasil analisa kelayakan Jumlah tenaga kerja ( tetap dan harian atau buruh ) Pemantauan dan pengelolaan lingkungan Potensi dan rencana perlakuan bahan galian yang belum dapat dipasarkan dan mineral ikutan serta bahan galianlain. .

000 2. Peta situasi tambang ( Mining Lay Out ) skala 1 : 10. Penyebaran bahan galian c. Kontur topografi b.1. Peta penyebaran cadangan dan kualitas. Peta situasi wilayah yang akan ditingkatkan ke tahap Eksploitasi dan sekitarnya skala 1 : 10. Bangunan bangunan penting d. a. skala minimum 1 : 2000 4.000 yang memuat. Peta topografi detail daerah tambang dan sekitarnya. skala minimum 1 : 2000 3. Batas wilayah eklsploitasi .

Jalan. Lokasi timbunan waste. Indeks peta rencana pertambangan h. tailling dan bahan galian yang belum dapat dipasarkan g. Tahapan dan blok blok yang akan ditambang b. Lokasi timbunan waste. Dan sebagainya 5. Peta rencana penambangan dan reklamasi. Jalan tambang d. perkampungan. tailing dan mineral ikutan serta bahan galian yang belum da[pat dipasarkan 6. “Stock pile “ lokasi pencucian dan pengolahan f. minimal skala 1 : 2000 menggambarkan: a. bagan alir dan sebagainya ) . gambar 3 dimensi. Desain tambang dan pengolahan ( dalam bentuk peta. Penampang. Tahapan dan blok wilayah yang akan direklamasi pertahun c.e. sketsa.

DIAGRAM ALIR USAHA PERTAMBANGAN DI INDONESIA • UUD 45 • UU • PP (Rozik BS. 1999) PEMERINTAH/ SWASTA SUMBERDAYA MANUSIA TEKNOLOGI MODAL (FINANCIAL) POTENSI SUMBERDAYA MININERAL CADANGAN BAHAN GALIAN PEMANFAATAN • TAMBANG •PENGOLAHAN •PEMASARAN •SURVEY GEOLOGI •PEMETAAN •EKSPLORASI UMUM (PENDAHULUAN) •EKSPLORASI (DATAIL) •STUDI KELAYAKAN •PERENCANAAN •PEREKAYASAAN •PEMBANGUNAN .

in house report) Existing mines DELINEATE GENERAL STRAITS  Seam consistency  No.Eddy Sutriyono MAJOR METHODS INVOLVED IN THE GEOLOGICAL EVALUATION OF A MINE PROPERTY CHARACTERIZE PROPERTY GEOLOGY ASSIMILATE IN – HOUSE DATA  Drill data  Field observations  Geophysical info LITERATURE REVIEW Previos GS (published. of seam  Potential outcrops  General overburden characteristics GRAPHICALLY ANALYZE PROPERTY  General x-section or Fence Diagrams  Derive overburden/coal volume •Calculate strip ratios • Layout crude strip ratio Isopach GEOLOGICAL EVALUATION .

.

alterasi.) .vein.1996) . Isi (Tipe ) : Cebakan emas dan logam dasar Klasifikasi Tipe Cebakan : .dike. dll) .2002.sayap lipatan.jog. CSMAT. seismik dangkal.Corbett & Leach (1995. Petrologi / Petrografi (litologi. mineralisasi.Corbett & Leach (1995.fissure. Geofisika : (IP. stockworks.dll.veinlet.1996) . Geokimia : Mineral & unsur logam B.shear zone.Greg Morison (1987) (Pipa breksi.Nannang Suryono (1999. 2003) (Wadah / bentuk khusus) 1.PENENTUAN TIPE (ISI) DAN BENTUK (WADAH) CEBAKAN EMAS PRIMER DAN LOGAM DASAR A. fault zone. Geologi Struktur : (analisis struktur makro s /d mikroskopis) 2. gaya berat. dll.) 2. Wadah (Bentuk ) : Cebakan emas dan logam dasar Klasifikasi Wadah/bentuk : .Greg Morison (1987) 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful