Metode Penentuan Potensial BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penyelesaian persoalan listrik statik dapat dilakukan dengan mudah jika sebaran muatannya di mana-mana terinci, karena kemudian sebagaimana kita ketahui, potensial dan medan listrik ditentukan secara langsung sebagai integral dari sebaran muatan tersebut. Namun, banyak diantara persoalan yang dijumpai dalam praktek bukanlah jenis seperti ini. Jika sebaran muatan tidak dirinci sebelumnya, mungkin perlu terlebih dahulu menentukan medan listriknya, sebelum sebaran muatan dapat dihitung. Sebagai contoh, persoalan listrik statik dapat melibatkan beberapa penghantar yang potensial atau muatan total masing-masing penghantar diketahui, tetapi sebaran muatan permukaannya dalam banyak hal tidak akan diketahui dan tidak bisa diperoleh sampai penyelesaiannya tuntas dari persoalan tersebut didapat. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita dihadapkan dengan

permasalahan dan situasi ini dimana kita sama sekali tidak mengetahui secara pasti distribusi muatan pada suatu bidang sehingga kita tidak dapat secara langsung T menentukan besar medan listrik E atau potensial V. Misalnya kita mempunyai sebuah sistem konduktor yang besar potensial relatifnya kita ketahui, namun rapat muatan pada permukaannya tidak kita ketahui. Dalam permasalahan yang T sedemikian, akan memunculkan formula secara eksplisit untuk besar E dan besar V sehingga menuntut kita untuk mengetahui distribusi muatan pada permukaan konduktor, dimana permasalahan sebelumnya kita tidak bisa memperoleh ini tanpa mengetahui medan listrik pada permukaan konduktor. Terkait dengan permasalahan serta bagaimana solusi untuk pemecahannya di atas maka akan kita pelajari tahap demi tahap mulai dari persamaan Laplace dan Poisson, syarat-syarat batas, DAN metode bayangan dimana seluruhnya adalah metode khusus yang dapat digunakan untuk menentukan potensial listrik.

1

Metode Penentuan Potensial 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang maka dapat penulis merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut. 1.2.1 Bagaimanakah menganalisis potensial listrik dengan menggunakan

persamaan Laplace? 1.2.2 Bagaimanakah menganalisis potensial listrik dengan menggunakan

persamaan Poison? 1.2.3 Bagaimanakah menganalisis potensial listrik dengan menggunakan metode Syarat Batas? 1.2.4 Bagaimanakah menganalisis potensial listrik dengan menggunakan metode Bayangan?

1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. 1.3.1 Untuk menganalisis potensial listrik dengan menggunakan persamaan Laplace. 1.3.2 Untuk menganalisis potensial listrik dengan menggunakan persamaan Poison. 1.3.3 Untuk menganalisis potensial listrik dengan menggunakan metode syarat batas. 1.3.4 Untuk menganalisis potensial listrik dengan menggunakan metode bayangan.

1.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. 1.4.1 Memahami dan mampu menerapkan persamaan Laplace dalam menganalisis potensial listrik. 1.4.2 Memahami dan mampu menerapkan persamaan Poison dalam menganalisis potensial listrik. 1.4.3 Memahami dan mampu menerapkan metode syarat batas dalam menganalisis potensial listrik. 1.4.4 Memahami dan mampu menerapkan metode bayangan dalam menganalisis potensial listrik.

2

3 .Metode Penentuan Potensial 1.5 Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode kajian pustaka yaitu dengan mengkaji dan menelaah berbagai literatur maupun media-media informasi lainnya (internet) yang berkaitan dengan masalah yang dibahas sehingga dapat menambah ketajaman isi makalah ini.

............................................. maka persamaan (5) menjadi: “ 2V ! 0 .... sehingga persamaan (2) menjadi: T 1 (“ yE )dV ! ´ ´ VdV ............ Oleh karena itu persamaan Laplace ini yang akan digunakan dalam rangka menyelesaikan permasalahan tentang potensial..........(3) I0 V V Atau dapat diperoleh bahwa: T V ................ Persamaan (5) disebut persamaan Poisson.............................................. Jika rapat muatan adalah nol.................................... Persamaan (6) ini lebih sederhana dalam penyelesaiannya........................(2) Sementara itu Q ! ´ VdV ................................................................ integral permukaan dalam persamaan (1) dapat dinyatakan sebagai berikut: T V ´ (“ yE )dV ! I Q 0 ......... Persamaan (6) dapat dituliskan dalam koordinat kartesian sebagai berikut: 4 ...............................................(6) Persamaan (6) disebut persamaan Laplace.........(5) I0 adalah rapat muatan total..................(1) ´ Io S Dengan menggunakan teorema divergensi (teorema Gauss).....(4) “y E ! I0 Persamaan (4) sering disebut persamaan hukum Gauss dalam bentuk T differensial..1 Persamaan Laplace Telah diketahui bahwa hukum Gauss dinyatakan dalam bentuk: T T Q E y da ! ..........................................................Metode Penentuan Potensial BAB II PEMBAHASAN 2...... Dalam persamaan E ! “V jika dikombinasikan dengan persamaan (4) akan diperoleh: “ y “V !  “ 2V !  Dimana V I0 V ............................................................

............ m! V1  V2 4  0 4 ! ! ! 1 x1  x 2 1  5  4 5 ........................ kecuali hipotesis asal yang menyatakan bahwa potensialnya hanya berubah terhadap x...........................................................................(7) xx 2 xy 2 xz 2  Persamaan Laplace dalam Satu Dimensi Misalkan V hanya tergantung pada variabel x saja............... maka diselesaikan......(9) Persamaan (9) berisi dua konstanta yang tidak diketahui yaitu m dan b yang diharapkan sebagai jawaban dari persamaan diferensial orde dua...........Metode Penentuan Potensial x 2V x 2V x 2V   ! 0 ......... Misalkan V = V1 pada saat x = x1 dan V = V2 pada x = x2...... x1  x 2 V2 = mx2 + b b! V2 x1  V1 x 2 x1  x 2 Sehingga persamaan (9) menjadi: V! V1 ( x  x 2 )  V ( x  x1 ) ..................... pada x2 = d.......... untuk x1 = 0. V1 = mx1 + b.... Syarat batas dapat dipilih karena belum ada persoalan fisis yang ditentukan.............. m! V1  V2 ............. maka: m! Vo ... dan V2 = Vo......(8) xx 2 Penyelesaian umum persamaan (8) adalah: V = m x + b .. Kedua konstanta tersebut ditentukan dengan menggunakan syarat batas..............(10) x1  x 2 Jika diperoleh syarat batas V1 = 0......... dan V2 = 0 di x2 = 5................ d b=0 Sehingga persamaan (9) menjadi: V! V0 x d Sebagai ilustrasi misalkan pada saat V1 = 4 di x1 = 1.......... maka melalui persamaan (9) diperoleh sebagai berikut... maka persamaan Laplace menjadi: x 2V ! 0 .

.. y) adalah rata-rata dari sekeliling titik................ z... V ( x.... Jika digambarkan lingkaran dengan jari-jari R yang terkait dengan titik (x...Metode Penentuan Potensial V2 x1  V1 x 2 0  4... V 4 3 2 1 x 3 4 5 Gambar 1....... y).......... maka persamaan Laplace pada persamaan (7) menjadi: 6 ..... (11) xx 2 xy 2 Penyelesaian yang didapat akan mempunyai dua sifat... Distribusi potensial listrik pada setiap harga x 1 2  Persamaan Laplace dalam Dua Dimensi Jika V bergantung dari dua variabel...5  20 !5 ! ! 1 5 4 x1  x 2 b! b!5 Sehingga diperoleh: V = mx + b V = -x + 5 Dengan demikian keadaan potensialnya dapat digambarkan sebagai berikut........... V tidak ada lokasi maksimum atau minimal.............. misal x dan y..... harga ekstrim terjadi pada batas............... yaitu: a....... y ) ! 1 ´ Vdl ... maka persamaan Laplace (7) dituliskan: x 2V x 2V  ! 0 ......... y. (12) 2TR circle b..... Nilai V ditulis (x...... maka harga rata-rata V pada lingkaran adalah sama dengan harga pada pusat lingkaran....  Persamaan Laplace dalam Tiga Dimensi Jika V tergantung dari segitiga variabel x.....

. potensial mengikuti persamaan Laplace: 7 ..... Penyelesaian: Di dalam daerah r e R potensial mengikuti persamaan Poisson: 1 d ¨ 2 dV ¸ V ©r ¹! 2 dr ª dr º I0 r Dan untuk daerah-daerah r > R........ V (r ) ! 1 4TI o T T ´ r  r ' + solusi persamaan Laplace...................... V ( P) ! 1 2TR 2 ´ Vda .2 Persamaan Posison Di dalam kasus potensial yang ditunjukkan dengan persamaan Poisson: “ 2V !  V .... yaitu: a..... Jika V maksimum di titik P....... Nilai V pada titik P adalah merupakan nilai rata-rata pada permukaan bola berjari-jari R dengan titik pusat P........................ 2.... dimana integral dilakukan VdX ' untuk seluruh muatan distribusi yang diberikan........... sedangkan nilai ekstrim V terjadi pada batas.... potensial dapat dicari dengan pertama-tama pemecahan bagian homogen dari persamaan (15) yakni persamaan Laplace “ 2V ! 0 .(15) I0 Diketahui bahwa distribusi muatan umum di dalam penambahan beberapa syarat batas....... Contoh: Bola yang dimuati secara uniform..... Muatan q didistribusikan pada seluruh bola berjari-jari R dengan kerapatan muatan konstan V ..................Metode Penentuan Potensial x 2V x 2V x 2V   ! 0 ............. (14) luas bola b........ dan untuk r > R kerapatannya adalah nol.... maka dapat digambarkan suatu bola yang mengelilingi titik P yang semua harga dari V akan lebih kecil daripada harga V di titik P... Dalam hal ini............ Pemecahan ini ditambahkan dengan solusi pemecahan persamaan Poisson (hukum Coulomb)......... V dapat tidak ada lokasi maksimun atau minimum.... Sebagai konsekuensinya......... (13) xx 2 xy 2 xz 2 Penyelesaian V yang diperoleh akan memiliki dua sifat.......... kita menganalisis sebuah kasus dimana muatan terdistribusi secara simetri bola..............

..( 20) 3I 0 Medan listrik di luar bola dapat ditentukan dengan mengambil gradien dari potensial yakni: Ö » Ar «A E ! “V (r ) ! “ ¬ 2  B 2 ¼ ! 22 ....Metode Penentuan Potensial 1 d ¨ 2 dV ©r r 2 dr ª dr ¸ ¹ ! 0 .........................(16 ) º Solusi dari persamaan Poisson di atas adalah: V (r ) !  Vr 2 A1   B1 .............r ´ da A2 )4Tr 2 ! 4TA2 .........................Dua potensial akan kontinu pada r = R.................... Ö ´ E..................nd a ! 4TR 3 V .... (2) adalah berhingga kerena tidak ada muatan titik pada pusar bola...................... Syarat batas pertama mengharuskan A1 = 0........... memberikan: Ö ´ E.............( 18) r Potensial tersebut harus memenuhi syarat batas: (1) V (r p g) ! 0........(21) r2 8 .....................(19 ) 6I 0 R Akhirnya.............................. ½ r ­ r Jadi....................... yang mana kulit yang jari-jarinya r > R pada pusat distribusi muatan.....................nd a ! ( r !( Ö A2 r 2 Ö )................. Ambil permukaan Gauss.............. dan (3) Muatan total dari distribusi ini adalah (4T / 3) R 3 V . r e R ....... dengan syarat batas keempat dapat digunakan untuk menghitung A2..............................( 17) 6I 0 r Dan solusi dari persamaan Laplace adalah: V (r ) ! A2  B2 ............ r e R ........................................... Hubungan antara B1 dan A2 dapat dicari dari syarat batas ketiga yaitu:  A VR 2  B1 ! 2 .........

................ dan selanjutnya dibutuhkan dua syarat batas..... Dengan demikian potensial menjadi: 2I 0 V (r ) ! Atau. yang mengandung dua konstanta.......... Teorema keunikan tersebut adalah sebagai berikut...... Dalam persamaan Laplace dua atau tiga dimensi dijumpai adanya persamaan diferensial parsial dan hal itu tidak mudah untuk diperoleh syarat batas yang sesuai.... Untuk persamaan Laplace satu dimensi pencarian V adalah mudah........... r ¹ º A VR 2  B1 ! 2 .. Perlu juga ditekankan bahwa medan listrik adalah kontinu pada r = R.. yang memberikan 3I 0 r 2 ¨ VR 3 © © 3I r 2 ª 0 ¸ ¹r pada r = R..... Untuk itu V akan ditentukan harganya secara khusus pada batas..............(22) VR 3 1 ...... r " R ... tetapi harus ditambah seperangkat syarat batas sehingga penyelesaian V menjadi lengkap.. E ! r 3I 0 T VR 3 Ö Dan untuk r u R........Metode Penentuan Potensial R3 )V .... E ! r . Bukti bahwa seperangkat syarat batas dapat digunakan akan dinyatakan dalam bentuk teorema keunikan....... V (r ) ! VR 2 2I 0 ¨ r2 ©1  2 © 3R ª ¸ ¹.3 Konsep Syarat Batas Persamaan Laplace tidak langsung dengan sendirinya dapat digunakan untuk menentukan V. 3I 0 Dengan mensubstitusikan persamaan di atas. T Vr Ö Untuk r e R... maka diperoleh 6I 0 R R ..... sebab penyelesaian umum persamaan Laplace V = mx + b...... maka diperoleh A2 ! ( Substitusikan nilai A2 ini ke dalam persamaan  B1 ! VR 3 .... ¹Ö º 2.(23) 3I 0 r Persamaan (20) menyatakan bahwa potensial di dalam bola merupakan fungsi kuadratik dari r dengan potensial pada pusat lebih besar daripada di tepi bola.... 9 .....

..........Metode Penentuan Potensial 1. V yang ingin ditentukan dalam volume V khusus pada permukaan Gambar 2... Dalam gambar di bawah ini menunjukkan suatu daerah dan perbatasan.. Pembuktiannya adalah sebagai berikut...... V1 dan V2 yang keduanya merupakan fungsi dari koordinat yang digunakan....... sehingga dalam hal ini 10 .................... V3 ! V1  V2 dan memenuhi persamaan Laplace “ 2V3 ! “ 2V1  “ 2V2 ! 0 . sehingga memenuhi persamaan Laplace....... Teorema keunikan pertama Penyelesaian persamaan Laplace dalam suatu daerah ditentukan secara unik (khusus) jika harga V merupakan fungsi yang dinyatakan pada seluruh batas dalam daerah tersebut..... Nilai Laplace tidak menghendaki nilai maksimum dan minimum di suatu lokasi...... akibatnya: V1 = V2 .(25) Penerapan teorema keunikan pertama ini dengan ketentuan bahwa: a.. dan keduanya memiliki nilai seimbang/sama (V1 = V2)........... harga ekstrim terjadi pada perbatasan.................... Ternyata teorema keunikan pertama itu juga dapat digunakan untuk daerah yang ada muatannya........ Pembuktian teorema keunikan pertama ini adalah sebagai berikut......... Oleh karena itu nilai maksimum dan minimum dari V3 = 0 dan V3 = 0 di mana saja.... Suatu daerah dengan perbatasan yang akan ditentukan Misalkan ada dua penyelesaian persamaan Laplace...... Penyelesaiannya memiliki nilai pada semua perbatasan Teorema keunikan pertama ditetapkan untuk daerah yang tidak ada muatan....................... maka: “ 2V1 ! 0 dan “ 2V2 ! 0 Keduanya dianggap memberikan nilai V tertentu pada permukaan. Misalnya diambil perbedaan antara keduanya. Penyelesaiannya memenuhi persamaan Laplace b..(24) Dan nilai nol untuk semua perbatasan...

..... Q2 pada penghantar ke 2 dan seterusnya.. Akibatnya. 2... Daerah antar penghantar diketahui juga rapat muatannya V pada gambar di bawah ini......... misalkan kawat penghantar dihubungkan dengan baterai dengan potensial tertentu.... b... Dalam laboratorium......... “ 2V3 ! “ 2V1  “ 2V2 ! 0 ! V dan I0 V .........Metode Penentuan Potensial V ............... sehingga V3 ! 0 dan selanjutnya V1 ! V2 ....(26) I0 V V  ! 0 . Nilai V pada semua perbatasan diketahui..(27) I0 I0 Perbedaan V3 ! V1  V2 memenuhi persamaan Laplace dan memiliki nilai nol pada semua perbatasan......................... Rapat muatan meliputi seluruh daerah.................. potensial di dalam daerah dapat ditentukan khusus/unik jika: a.. melainkan rapat muatan pada berbagai permukaan penghantar diketahui harganya...... Daerah dengan muatan pada berbagai konduktor 11 .......... Misalnya muatan Q1 pada penghantar 1....... yaitu diambil: “ 2V1 !  “ 2 V2 !  Sehingga............. atau dihubungkan dengan tanah (V = 0) tetapi ada keadaan dimana potensial diperbatasan tidak diketahui... Adapun cara penyelesaiannya I0 menggunakan persamaan Poisson “ 2V !  sama.. Teorema Keunikan Kedua Cara sederhana untuk menentukan syarat batas pada masalah elektrostatik adalah dengan memberikan harga V pada semua permukaan yang mengelilingi daerah tertentu. Integral permukaan Q4 Q1 Q2 Q1 Gambar 3...

........E3 )  E3 .....(V3 E3 ) ! V3 (“...........da ! total . T V T V “....(“V3 ) .... maka dapat dinyatakan pula bahwa: T T T “. T T ´ E3 ..... Misalkan ada dua medan yang memenuhi syarat dari suatu problem.........E3 ! 0 dan E3 ! “V3 (gradien potensial) maka persamaannya menjadi: T TT “..... A)  A..E1 ! .............(“f ) ... (31) Atau dalam bentuk integral dituliskan: 12 ...da ! 0 ...E 2 ! I0 I0 Dan dalam bentuk integral permukaan yang meliputi masing-masing penghantar..... Untuk keduanya dikenai hukum Gauss dalam bentuk diferensial untuk daerah diantara penghantar-pengahantar tersebut...........E3 ! 0 .....( fA) ! f (“..... Bukti teorema tersebut adalah sebagai berikut.................. “........ sehingga V3 adalah konstan meliputi masingmasing permukaan konduktor.......................... “.. (30) T T Karena “. Dalam hal ini V3 tidak perlu sama dengan nol.......... I0 T T Q E 2 ........................ Dengan berdasarkan aturan dalam identitas vektor....E3 !  E32 ..... (29) Meliputi masing-masing permukaan perbatasan........... sebab V1 dan V2 harganya boleh tidak sama...(V3 E3 ) !  E3 .. maka medan listrik ditentukan khusus jika muatan total pada masing-masing penghantar diketahui.......Metode Penentuan Potensial Di dalam daerah yang terdapat beberapa penghantar yang diisi dengan muatan tertentu dengan rapat muatan V ................. yaitu hukum perkalian “... T T Q E1 .............. Meskipun tidak mengetahui bagaiman distribusi muatan tersebut maka dapat diketahui bahwa masing-masing konduktor merupakan equipetensial...da ! total I0 ´ permukaan penghantar ´ permukaan penghantar Perbedaan kedua medan datang dinyatakan dengan: T T T E3 ! E1  E01 T Dimana.(28) Dalam daerah antara penghantar-penghantar dan.....................

.. 2.. 2..4.... Untuk mencari solusi permasalahan ini..4 Metode Bayangan Dengan mempergunakan syarat batas...(34) T Tetapi integralnya tidak pernah negatif........... Dengan melihat bahwa permasalahan ini kurang baik diperlakukan dengan nilai syarat batas yang telah dikembangkan. namun integral dapat diabaikan jika E3 ! 0 T T di setiap tempat. Kesesuaian persamaan Laplace atau Poisson di mana di dalam ruang..Metode Penentuan Potensial ´ volume T “.... dan permasalahan elektrostatik di mana rapat muatan bukan nol di daerah yang ditempati konduktor......1 Muatan titik dan Bidang 4..1 Muatan titik dan Bidang Dengan mengilustrasikan muatan titik dan mengganggap sebuah muatan q pada jarak z di atas sebuah bidang pelat konduktor yang sangat luas (seperti pada 13 . Karena V3 konstan meliputi setiap permukaan...(V3 E3 )dv !  ´E volume 2 3 dv .... Jika muatan berkedudukan di luar permuakaan konduktor diperlukan persamaan Poisson yang ekivalen dengan pernyataan bahwa bagaian dari solusinya harus sedemikian sehingga sesuai dengan muatan di dalam ruang...... hanya muatan titik dan muatan garis yang akan dikaji secara detail... termasuk semua permukaan penghantar dan batas luar... maka: 1. 2....... Permasalaahn ini dapat dipecahkan dengan menggunakan metode bayangan.... akibatnya E1 ! E 2 .... maka persamaan (33) menjadi: T (V3 E3 )da !  ´ permukaan ´E volume 2 3 dv ! 0 ««««««««««««...... sehingga: T 2 ´ (V3 E3 )da !  ´ E3 dv .(32) Integral ruas kiri pada persamaan (32) melalui teorema divergensi dapat diubah menjadi integral permukaan...... Kesesuaian syarat batas equipotensial hanya pada permukaan konduktor. (jika batas luar adalah tak terhingga... Sehingga...... (33) permukaan volume Integral permukaan meliputi semua perbatasan dari daerah yang telah ditentukan.. V3 = 0)............... bahwa diasumsikan semua muatan ada pada permukaan konduktor.............

maka jelaslah bahwa sistem koordinat silinder yang akan digunakan karena simetris terhadap sumbu z.Metode Penentuan Potensial gambar 4). Dengan menempatkan sementara muatan q di bawah titik asal dari permukaan konduktor. Maka dari itu dapat dicari potensial dan medan listrik di dalam ruang yang berisi q. Sehingga solusinya adalah: V . potensial dan medan listrik untuk z • 0 adalah sederhana terhadap dua muatan titik q dan ±q yang terpisah pada jarak 2z¶. Pada gambar tersebut adalah daerah dari ruang z • 0. kemudian jumlah potensial yang disebabkan oleh q dan muatan bayangan ±q yang terletak z¶ di bawah bidang z = 0. Bila bidang tersebut dihubungkan dengan bumi. muatan q pada jarak z di atas sebuah bidang pelat konduktor Untuk mengkaji hal ini. Dengan menggambil z = 0 pada permukaan konduktor. Konduktor P T Ö r  zd z T Ö r  zd z -q z¶ 0P z¶ q z Gambar 4. maka potensialnya nol. Maka dari itu.

.. untuk z • 0 ......(35) Ö Ö z z½ ¬ r  z d r  z d¼ ­ 14 .......r ! 1 4TI 0 « q q »  T ¬T ¼ ....

r ! VV  zz .Metode Penentuan Potensial T T 2 Ö Ö Ö Dalam koordinat silinder. dan r s z d ! V 2  .

Medan z 2 listrik dapat diperoleh dari pernyataan E .z s z d .

r ! “V .

r atau secara langsung dari hukum Coulomb untuk dua muatan titik (dalam Sujanem. 2001). T E .

r ! 1 4TI 0 T T « q.

r  z d  q.

untuk z • 0  T 3 3 d ¼ Ö Ö ½ ¬ r  zd z rzz ­ Ö Bila z = 0. r ! VV .r  z d» Ö Ö z z ¬ T ¼ . maka diperoleh: T Ö Ö Ö Ö Ö q « .

VV  z d z z q « z  2z d »  .

VV  z d » E .

V !  ¼ ¬ ¼! ¬ 3/ 2 3/ 2 2 2 2 2 3/ 2 4TI 0 ¬ V 2  z d d ¼ 4TI 0 ¬ V 2  z d ¼ V z ½ ­ ½ ­ .

.

.

........... maka dapat ditentukan kerapatan muatan permukaan aktual pada z = 0 muka dari konduktor diberikan oleh: T Ö W ! I0 E y z . ......................................... (36) Berdasarkan hasil yang diperoleh..............................................................

z !0 ! q zd 2 2T .

........ 2  zd3 / 2 V . termasuk bahwa semua garis gaya berakhir pada konduktor...... Grafik muatan induksi Untuk menunjukkan muatan permukaan induksi total Q adalah sama dengan ±q. Ini berarti muatan induksi ditambah muatan q asal yang menghasilkan solusi yang aktual. menjadi besar dibandingkan z (seperti pada gambar 5 dibawah).... Muatan induksi tersebut mempunyai harga maksimum pada sehingga ¶ = 0. (37) Muatan induksi seperti yang diharapkan adalah berharga negatif. sama dengan pemikiran bahwa solusinya sesuai dengan q dan ´muatan bayangan´ ±q.. 1/ 3 Gambar 5.. Integrasikan rapat 15 .. dan jatuh mengikuti 1/ 3 .

Metode Penentuan Potensial muatan untuk seluruh luas bidang konduktor yang memberikan sebuah persamaan yaitu: g Q ! ´ 2T W V dV !  qz ´ 0 V dV .

... Lintasan partikel bermuatan dekat permukaan ditunjukkan pada gambar 6 di bawah... (38) Muatan q mengalami gaya yang menariknya kepermukaan konduktor... Gaya itu mempunyai besar yang ditentukan oleh medan listrik dari muatan permukaan induksi.... gaya dengan mudah diperoleh seperti gaya antara dua muatan titik yaitu: T Ö F ! z q2 4TI 0 .. Karena medan ini identik dengan medan muatan bayangan...V 2 2  z d 3/ 2 ! q .......

......2 z d 2 ...... 16 ............................... 2..... Gaya pada muatan bayangan Gaya bayangan ini memberikan kontribusi yang besar dalam mengukur pencegahan elektron keluar dari permukaan konduktor yang diasosiasikan dengan fungsi kerja bahan konduktor.....4...... (39) Konduktor - + Gambar 6. lihat gambar 7 berikut......2 Muatan Titik dengan Suatu Bola Konduktor Untuk menganalisis potensial yang ditimbulkan oleh muatan titik dan bola konduktor..

Metode Penentuan Potensial P(r. maka rumus potensial: V! 1 4TI 0 ¨ q1 q 2 ¸ ©  © R R ¹ ! 0. ). dan dengan posisi (0. ¨ q1 © ©q ª 2 ¨R ¸ ¹ !© 1 ©R ¹ ª 2 º 2 ¸ d « . dan berdasarkan gambar tersebut dapat diketahui adanya ketentuan: R1 2 ! a 2  d 2  2 a d cos U ! a 2  b 2  2 ab cosU R2 2 Karena V= 0. dengan q1 > -q2. Apabila potensial pada permukaan bola dianggap mempunyai harga V = 0. d) dan (0.b). ) r R2 r2 R1 r1 a O b +q -q2 d V= 0 Gambar 7. Muatan titik dengan suatu bola konduktor Ada 2 muatan titik q1 dan ±q2. ¹ ª 1 2 º q1 q 2 ! R1 R2 maka diperoleh hubungan Nyatakan titik asal koordinat kutub (r. maka dapat dibuktikan persamaan berikut ini.

......(40) ¹ a ­ ............. 2 / d  d  2 a cosU » a ¹ ! ¬ 2 ¼ .........

......................... karena d > b.......(41) ¨q ii) © 1 ©q ª 2 ¸ d ¹ ! ..... maka q1 > q2 ............................................... bila dinyatakan bahwa: i) a2 = db ...................(42) ¹ b º 2 17 ............ / d  b  2 a cosU ½ a º 2 Persamaan (40) berlaku untuk setiap ..

Metode Penentuan Potensial Selanjutnya terdapat kasus dimana bola konduktor dengan jejari a diberi potensial nol. dan pada jarak d dipasang muatan q1 dari pusat bola. q2 !  b q1 ! . Gunakan ketentuan persamaan (42). untuk menetapkan muatan q2 sebagai pengganti bola. Menurut metode bayangan. maka bola tersebut dapat digantikan dengan muatan titik.

) di luar bola: V ( P)!V .a / d q1 d Pada posisi b = (a2/d) dari pusat bola dan potensial dititik p dengan koordinat (r.

U ! 1 4TI 0 q1 4TI 0 ¨ q1 q 2 ¸ ©  ¹ ©r ¹ ª 1 r2 º ¨ 1 a/d ¸ ©  ¹ . (43) ©r r2 ¹ ª 1 º 1/ 2 V ( P)!V ............................................r .

U ! r1 ! .r .

2  d 2  2d cos U r r2 ! .

U )! q1 4TI 0 1/ 2 ¨ 1 ad © 1 © . 2  b 2  2rb cos U r Jadi. V (r .

2  d 2  2rd cos U / 2 r 2  a 2 / d 2  2r .

............................ medan listriknya arahnya radial sehingga: Er ! q1 4TI 0 ¨ d 2  a2 © © a a 2  d 2  2ad cosU ª ? A 3/ 2 ¸ ¹ ........................ (45) r xU xr Kasus pada permukaan bola........................... di mana r = a..................(46) Karena Er = W ................... medan listrik dapat ditentukan yaitu: Er !  1 xV xV dan Er !  . 2 / d U a cos ª r ? A 1/ 2 ¸ ¹ (44) ¹ º Selanjutnya............. dan ¹ º E = 0 ................ adalah: W ! » q1 « d 2  a2 ........... sehingga diperoleh muatan induksi per satuan luas pada bola I0 konduktor..........(47) ¬ 3/ 2 ¼ 4Ta ¬ a ...................

2  d 2  2 ad cos U ¼ a ­ ½ 18 .

Misalkan muatan per satuan panjang untuk masing-masing muatan garis adalah ± dan + .. Muatan Garis dengan Silinder Bermuatan Terdapat 2 muatan garis saling sejajar terpisah dengan jarak d..... 2........... seperti pada gambar 8 P(r... ) r r a x 0 V=0 d + Gambar 8.......4.Metode Penentuan Potensial Sedangkan gaya antara bola dengan muatan q1 adalah: F! 1 4TI 0 ¨ q1 q 2 © © ?d  b A2 ª ¸ 1 ¹! ¹ 4TI 0 º ¨ aq1 2 © © d ?d  bA2 ª ¸ ¹ ..3 Muatan Garis dengan Silinder Bermuatan Untuk menganalisis potensial yang ditimbulkan oleh muatan titik dan bola konduktor.. (48) ¹ º Persamaan diatas menyatakan gaya antara muatan q1 dengan bola konduktor yang dihubungkan dengan tanah..... Potensial titik P akibat adanya ± dan + adalah: V ....

© ©r ª Sehingga: r 2  d 2  2 rd cosU ! m 2 r 2 ..... yaitu: C! P ln(r ' / r ) 2 2TI 0 Dengan memisalkan.... apabila x = rcos ...... maka diperoleh: ¸ r 2  d 2  2rd cos U ¹ ! ! m 2 .... 2 ¹ r º 2 19 ............. Agar V = 0 untuk semua permukaan silinder.......... konstan pada rentangan 0 < m < ’.. y = rsin ... ¨ r..P ! P P ln r '  ln r  C ..(49) 2TI 0 2TI 0 Dengan memperhatikan ada konduktor silinder dengan jari-jari a seperti pada gambar 8....

....... (50) ©x  2 ¹ y ! 2 m 1º ª ........................................Metode Penentuan Potensial d ¸ m2d 2 ¨ 2 ..

m  1 2 Persamaan ini menyatakan rumus permukaan silinder yang jari-jarinya md 2 .

m .

.m 2  1 dan titik pusat silinder di posisi x! d dan y = 0. Sedangkan.

silinder dengan harga potensial V = 0 sumbunya terletak pada jarak md 2  1 di kiri titik 0 (yang dianggap sebagai titik asal koordinat kutub). . Jarak sumbu silinder hingga + adalah: p!d dan jarak x ! d m2d ! 2 ! ma .m  1 2 untuk m > 1.

m 2  1 .

.................................m  1 d ! a / m ! a 2 / p ............(51) m 1 2 .....

20 .

1. Poisson.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan per bab mengenai metode penentuan potensial. 21 . setidaknya untuk memecahkan permasalahan praktis yang terkait materi makalah ini.4 Permasalahan dalam penentuan potensial listrik dapat dipecahkan dengan metode bayangan.1. namun bisa memanfaatkan dan menerapkan berbagai konsep yang telah dibahas. I0 3.1. muatan titik dengan suatu bola konduktor. maupun metode bayangan. dan persamaan ini dapat kita gunakan untuk menyelesaikan permasalahan tentang potensial. 3.1 Dalam menganalisis potensial listrik kita dapat menggunakan teorema divergensi (teorema gauss). di mana setelah kita turunkan persamaannya. tetapi harus ditambah seperangkat syarat batas sehingga penyelesaian V menjadi lengkap. kita gunakan persamaan “ 2V !  V di mana persamaan ini diperoleh dari kombinasi I0 T T V antara E ! “V dengan “ y E ! . akan diperoleh sebuah persamaan Laplace yaitu “ 2V ! 0 . maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu sebagai berikut. 3. untuk tidak hanya memahami materi.2 Dalam menganalisis potensial listrik dengan persamaan poisson. 3. 3. terutama untuk masalah yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. yaitu pada muatan titik dengan bidang.3 Persamaan Laplace tidak langsung dengan sendirinya dapat digunakan untuk menentukan V. Maka dalam hal ini dapat penulis sarankan kepada pembaca.2 Saran-saran Berdasarkan materi diatas yang telah dibahas secara panjang lebar. metode syarat batas.Metode Penentuan Potensial BAB III PENUTUP 3. dan muatan garis dengan silinder bermuatan. serta pembahasan yang secara kuantitatif yang membantu kita memahami berbagai cara untuk menentukan dan menganalisis potensial listrik baik itu persamaan Laplace.1.