BAB II ACUAN TEORETIK A.

Acuan Teori Area dan Fokus yang Diteliti
1. Hakikat Hasil Belajar IPA

a.

Hakikat Belajar Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan

pada diri seseorang. Perubahan tersebut dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak memiliki sikap yang tepat menjadi memiliki sikap yang tepat, dari tidak memiliki keterampilan menjadi terampil.1 Belajar juga merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi). Kegiatan atau tingkah laku belajar terdiri dari kegiatan psikis dan fisik yang saling bekerjasama secara terpadu dan komprehensif integral. Sejalan dengan itu, belajar dapat dipahami sebagai berusaha atau berlatih supaya mendapat suatu kepandaian.2 Dengan kata lain, individu yang belajar akan memperoleh perubahan baik tentang pengetahuan, sikap, keterampilan maupun kreativitasnya sebagai implikasi dari kegiatan belajar. Sudjana dalam Jihad berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, perubahan

1

Yuliani Nurani Sujiono, Hirmana Wargahadibrata, dan M. Japar, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Lembaga Akta Mengajar UNJ, 2004), h. 2. 2 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2003), hh. 11-12.

10

11

sebagai hasil proses belajar ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek yang ada pada individu yang belajar.3 Pendapat lain diutarakan oleh Hamalik dalam Jihad tentang belajar, yaitu suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.4 Oleh karena itu, individu yang belajar adalah individu yang mengalami perubahan sebagai akibat dari proses belajar tersebut. Syah dalam Jihad mengemukakan bahwa pada dasarnya belajar merupakan tahapan perubahan perilaku siswa yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.5 Pengertian belajar menurut beberapa ahli di atas dapat diartikan bahwa belajar terjadi karena interaksi seseorang dengan lingkungannya yang akan menghasilkan suatu perubahan tingkah laku melalui tahapan pada berbagai aspek, diantaranya pengetahuan, sikap, keterampilan maupun kreativitasnya. Menurut The American Heritage Dictionary dalam Nurani

mengemukakan bahwa: Belajar adalah kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan melalui pengalaman atau studi secara komprehensif atau penguasaan. Sedangkan menurut Kimble dalam Nurani mengatakan bahwa belajar adalah perubahan permanen yang relatif dalam kemampuan bersikap yang timbul akibat dari penguatan praktis.6
3 4

Asep Jihad dan Abdul Haris, Evaluasi Pembelajaran (Jakarta: Multi Press, 2008), h. 2. Asep Jihad dan Abdul Haris, loc. cit. 5 Ibid., h.1. 6 Yuliani Nurani Sujiono, Hirmana Wargahadibrata, dan M. Japar, op. cit., h. 3.

lingkungan belajar. 13. . berkembang terus menerus. 2007).7 Salma mengatakan bahwa: Proses belajar yang terjadi dalam diri seseorang untuk mencerna berbagai ragam pengetahuan sangat rumit. kematangan atau kesiapan mental pembelajar. serta tingkat kesulitan materi sangat berpengaruh terhadap laju belajar. serta medianya yang memperkuat pernyataan bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan yang meliputi berbagai aspek. Jenjang belajar menunjukkan tingkat kesulitan dan kedalaman penguasaan pengetahuan melalui berbagai pendekatan seperti penerapan berbagai metode belajar. Caine dan Caine yang dikutip dalam Ratna mengatakan bahwa proses belajar melibatkan emosi. Adapun pernyataan Henry E. h. disamping aspek kognitif.8 Belajar terjadi secara bertahap dan berjenjang. Prinsip Disain Pembelajaran (Jakarta: Kencana dan UNJ. h. Waktu. Belajar pada pelaksanaannya merupakan suatu proses. 94. Hal ini karena proses belajar tidak sekaligus terjadi.. Seseorang akan belajar lebih efektif dan mengingat lebih kuat kalau melibatkan emosi anak 7 8 Ibid. belajar adalah suatu perubahan berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan lingkungannya. melainkan secara bertahap. Dewi Salma Prawiradilaga.12 Jadi. Garret dalam Nurani berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi terhadap suatu perangsang tertentu.

h.11 Oleh karena itu. 2008). Pendidikan Kecakapan Hidup (Bandung: Alfabeta.13 ketika berhadapan dengan materi yang dipelajarinya. belajar merupakan perubahan. h. op.. 7. 10 Anwar. Pernyataan lainnya tentang belajar dikemukakan oleh Hidayanto dalam Anwar yakni. 13. 2004). yaitu kemampuan menangkap informasi mengenai ilmu pengetahuan yang diterimanya dalam belajar. Pendidikan Holistik (Depok: Indonesia Heritage Foundation. maka untuk mengetahui hasil dari proses belajar adalah dengan melihat adanya perubahan dari individu yang mengalami proses belajar tersebut.10 Oleh karena itu. . 11 Syaiful Sagala. individu dalam melakukan proses belajar lebih baik melakukan banyak latihan karena pengetahuan yang diperoleh dari belajar akan lebih lama tinggal dalam kesadaran dan ingatan. Adapun perhatian utama dalam belajar adalah perilaku verbal dari individu. 44. Hal ini akan tampak berupa tanda-tanda perilaku individu yang berubah. cit. 9 Ratna Megawangi. Dengan mengetahui hakikat belajar sebagai suatu perubahan. dan Wahyu Farrah Dina.9 Jadi dapat diartikan bahwa proses belajar yang berlangsung secara bertahap dan berjenjang akan lebih bermakna jika emosi seseorang ikut terlibat saat mempelajari materi yang sedang diajarkan. h. pendidikan sebagai tempat berlangsungnya proses belajar perlu bersikap sensitif terhadap perubahan peserta didik sebagai implikasi dari belajar tersebut. Adapun pendapat lainnya dinyatakan oleh Morgan dalam Sagala bahwa belajar merupakan perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Melly Latifah.

pemahaman. 12 Sardiman. psiko-fisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Grafindo. . Dengan demikian. dapatlah dikatakan bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan yang meliputi jiwa dan raga. sikap. h. harga diri. dan melakukan bagi peserta didik. tetapi juga berbentuk kecakapan. b. penyesuaian diri. keterampilan. Perubahan tidak berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan. sikap dan tingkah laku. dan adanya perubahan tingkah laku yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari proses belajar.12 Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. 2004). pengertian. minat. pengalaman. Perubahan tersebut terjadi sebagai hasil latihan. 21. watak. dan pengembangan. Hakikat Hasil Belajar Belajar adalah berubah. Belajar sebagai suatu proses diselenggarakan secara bertahap dengan tujuan membentuk perubahan pengetahuan. merasa. Perubahan tingkah laku ini secara relatif tetap dalam berpikir. keterampilan.14 Berdasarkan pengertian belajar yang dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa individu dikatakan belajar apabila terjadi adanya perubahan kematangan bagi peserta didik sebagai akibat dari proses pembelajaran. dalam hal ini dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

yaitu “hasil” dan “belajar”.15 Oleh karena itu. Sebagai proses. keterampilan maupun kreativitasnya. cit. sikap yang dimaksud adalah perhatian. Japar.13 Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh dari proses atau kegiatan belajar yang dapat berupa pengetahuan. h.14.14 Pengetahuan yang dimaksud adalah berupa fakta. penghargaan. . setelah mengalami belajar peserta didik berubah perilakunya dibandingkan sebelumnya. Begitu pula dengan kegiatan belajar mengajar.15 kecakapan. h. kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lainnya yang ada pada individu belajar.19. Pengantar Teori Evaluasi Pendidikan (Tanggerang: Bintang Harapan Sejahtera. 14 Yuliani Nurani Sujiono. 49. sikap. 2009). perasaan. h. op. 15 Asep Jihad dan Abdul Haris. untuk memperoleh hasil belajar dilakukan evaluasi atau cara untuk mengukur tingkat penguasaan siswa. Qurtobi berpendapat tentang hasil belajar bahwa: Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya. nilai. dan emosi.. dan M. cit.. Pengertian hasil (product) menunjukkan kepada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. op. Hal senada juga dikatakan oleh Abdurrahman dalam Jihad yang mengemukakan tentang pengertian hasil belajar sebagai kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Hirmana Wargahadibrata. istilah dan prinsip-prinsip. tentunya kegiatan belajar akan menunjukkan sebuah hasil sebagai akhir dari kegiatan tersebut. sedangkan keterampilan maupun kreativitas yang dimaksud adalah berupa keterampilan dan kreativitas dalam memecahkan masalah. Setelah melalui proses belajar 13 Ahmad Qurtobi.

yakni penerimaan.16 Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. dan internalisasi. tetapi dari ketiga ranah tersebut yang menjadi objek penilaian untuk hasil belajar. afektif dan psikomotorik dari proses belajar yang dilakukan dalam waktu tertentu. 22. Menurut Benjamin S. jawaban atau reaksi. dan evaluasi. keharmonisan atau ketepatan. yakni pengetahuan. dan gerakan ekspresif serta interpretatif. gerakan keterampilan kompleks. Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa pencapaian hasil belajar dapat dilihat dari pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif. h.16 maka siswa diharapkan dapat mencapai tujuan belajar yaitu kemampuan yang dimiliki siswa setelah menjalani proses belajar. ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai karena tujuan utama penilaian adalah mengukur kemampuan para siswa dalam menguasi bahan pelajaran. Bloom dalam Sudjana tiga ranah hasil belajar. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Rosdakarya. (2) afektif dan (3) psikomotorik. keterampilan gerakan dasar. Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak yang terdiri dari enam aspek. . analisis. yakni gerak refleks. pemahaman. ingatan. aplikasi. organisasi. 2009). Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. kemampuan perseptual. sintesis. 16 Nana Sudjana. penilaian. yaitu : (1) kognitif.

17 Ada suatu hukum yang sangat terkenal dari teori Gestalt dalam Ibrahim yaitu hukum Pragnanz yang artinya “teratur. atau harmonis”. keharmonisan dari sesuatu yang dipelajari. yaitu (1) aspek kognitif. Semakin baik proses pembelajaran dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Adapun baik buruknya hasil belajar dapat dilihat dari hasil pengukuran yang berupa evaluasi. (2) aspek afektif. . seimbang. selain mengukur hasil belajar penilaian juga dapat ditujukan kepada proses pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran tersebut. tidak terpisah-pisah. Perencanaan Pengajaran (Jakarta: Rineka Cipta.17 Adapun pelaksanaan teori Gestalt ini dalam pembelajaran yakni. Ibrahim dan Nana Syaodih S. guru memberikan pelajaran secara menyeluruh atau satu kesatuan. keteraturan. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 17 R. 2003). c.. maka hasil yang diperoleh siswapun akan lebih tinggi sesuai dengan tujuan yang dirumuskan sebelumnya. Dari berbagai pendapat para ahli tentang hasil belajar di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku siswa secara nyata setelah dilakukan proses belajar mengajar yang dilihat dari tiga aspek. dan (3) aspek psikomotorik. 21. h. Belajar untuk memperoleh hasil perlu melakukan upaya mencari dan menemukan Pragnanz.

Jadi Ilmu Pengetahuan Alam atau science itu secara harfiah dapat disebut sebagai ilmu tentang alam. Iskandar.18 Kata IPA merupakan singkatan dari “Ilmu Pengetahuan Alam”. .multiply. 1997). http:/sdnkebonsari1malang. ilmu yang mempelajari peristiwaperistiwa yang terjadi di alam.19 18 19 Srini M. memiliki keterampilan tentang alam sekitar untuk mengembangkan pengetahuan tentang proses alam sekitar.. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Jakarta: Depdikbud.com/journal/item/3. Menurut Webster’s dalam Iskandar menyatakan “natural science knowledge concerned with the physical world and its phenomena” . mampu menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan gejala alam dan mampu menggunakan teknologi sederhana untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. sedangkan Science artinya ilmu pengetahuan. berhubungan dengan alam. h. Natural artinya alamiah. 2.18 Hal ini yang mendasari bahwa dalam belajar IPA siswa dituntut untuk berpikir logis dan sistematis dalam memahami gejala alam serta sikap ilmiah dalam menemukan suatu kebenaran maupun fakta-fakta tentang berbagai gejala alam yang terjadi tersebut. kata “Ilmu Pengetahuan Alam” merupakan terjemahan dari kata-kata Bahasa Inggris “Natural Science” secara singkat disebut “Science”. 2. Tujuan IPA secara umum menurut Depdikbud dalam jurnal penelitian yang dilaksanakan oleh Prayektim adalah : Agar siswa memahami konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. yang artinya Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan tentang alam dan gejala-gejalanya. h.

19 Pendidikan IPA yang semula hanya menekankan pada pembelajaran konsep dan proses IPA untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Poedjiadi mengatakan bahwa : Pendidikan IPA perlu ditambahkan aspek afektif yakni “sikap” dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan. cermat. 111. tetapi IPA juga merupakan suatu proses penemuan. keterampilan. Hasil belajar akan diperoleh secara nyata dan dapat diamati apabila sering berlatih dan dialami sendiri oleh siswa. Hakikat Hasil Belajar IPA Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang berupa pengetahuan. perlu dikembangkan untuk meningkatkan keterampilam emosional. h. ilmuan dan pengembangan produk teknologi. maka dapat diartikan bahwa IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alam dan gejala-gejalanya. IPA adalah proses berbagai gejala alam dengan cara tertentu yang sifatnya analisis.20 Dari pengertian tentang IPA diatas. Pengertian tentang IPA tersebut tampak bahwa IPA bukan sekedar kumpulan ilmu pengetahuan semata. namun tidak melupakan kepedulian terhadap kemungkinan dampak negatif produk teknologi tersebut. Sains Teknologi Masyarakat (Bandung: Rosdakarya. . dan sikap yang diperoleh siswa setelah berinteraksi dengan lingkungan. apresiasi terhadap kebesaran Tuhan. apresiasi terhadap pemikir. lengkap dengan menghubungkan gejala alam yang 20 Anna Poedjiadi. aplikasi IPA terhadap kehidupan. 2005). d. spiritual dan kemampuan kreatif peserta didik.

memiliki bekal keterampilan tentang ilmu IPA dengan penguasaan sikap ilmiah peserta didik sehingga dapat mengembangkan rasa percaya diri. tidak mudah putus asa.20 satu dengan gejala alam yang lain tentang suatu sudut pandang yang baru tentang objek yang diamatinya. Oleh karena itu. 2. dapat melatih berpikir peserta didik menjadi kritis dan logis. Dengan menguasai pengenalan perkembangan peserta didik. Pengetahuan yang diperoleh akan bermanfaat bagi kehidupan atau pekerjaan peserta didik dikemudian hari. baik secara teoretis maupun praktis. . agar proses belajar mengajar yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik sesuai yang direncanakan maka pemahaman tentang perkembangan dan sifat-sifat peserta didik sangat penting untuk dikuasai bagi seorang pendidik. Karakteristik Siswa Kelas V Sekolah Dasar Semua pendidik profesional harus mempelajari dan mengenal jiwa dan perkembangan peserta didiknya. maka peserta didik akan mampu mengelola proses belajar mengajar dengan baik. bertanggung jawab dan jujur. Hasil belajar IPA adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari proses belajar yang berlangsung secara bertahap dan berjenjang untuk mendapatkan pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungan yang diperoleh dengan cara berpikir logis dan sistematis dalam memahami gejala alam serta sikap ilmiah dalam menemukan fakta tentang gejala alam tersebut.

menafsirkan dan mengembangkan suatu konsep. Berarti ia sudah mampu memusatkan perhatiannya kepada pelajaran yang disampaikan oleh pendidik. Pada tahap ini siswa sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. Jadi. Hal ini yang mendasari bahwa ia telah siap untuk menerima sejumlah ilmu pengetahuan yang diberikan melalui proses pembelajaran di kelas. 2006). . Adapun perkembangan jiwanya mulai tenang. daya ingatan kuat dan mampu menerima pelajaran selama jangka waktu tertentu. 14. melakukan klasifikasi dan pengelompokan serta pengaturan masalah. misalnya 40 menit secara terus menerus. Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta. pada intinya karakteristik siswa kelas V sudah mampu menarik kesimpulan. h. kecakapan berpikir logisnya terbatas pada benda-benda yang bersifat kongkret. Sikap sosial mereka berkembang dan mengalami perubahan ketika bergaul dengan teman sebaya 21 Dimyati dan Mudjiono.21 Menurut Piaget dalam Dimyati mengatakan bahwa perkembangan kognitif anak dapat dibedakan antara beberapa tahap seiring dengan perkembangan anak berdasarkan usianya. yaitu: 21 (a) 0 – 2 tahun (b) 2 – 6 tahun (c) 7 – 11 tahun (d) > 11 tahun : sensori motor : pra operasional : operasional kongkrit : operasional formal Karakteristik siswa kelas V berada pada tahap operasional kongkrit karena rentang usia siswa berada diantara 7 – 11 tahun.

atau interaksi. op. sebelum melaksanakan pengajaran.. dengan individu atau kelompok melalui penggunaan metode-metode tertentu secara efektif. Pendekatan 22 Asep Jihad dan Abdul Haris. Dalam pengajaran. cit. h. B.22 yang berasal dari berbagai kalangan bahkan dari berbagai daerah lain sikap sosial seperti ini yang membantu mereka untuk dapat menyesuai diri dengan berbagai keadaan di kelas. relasi dalam suasana tertentu. 23. Karena itulah. Istilah pendekatan (approach) sering dikaitkan dengan metode (method) dan teknik (technique). apabila diterjemahkan. approach ialah cara memulai sesuatu. Jadi. Hakikat Pendekatan Pada umumnya kata approach diartikan pendekatan. Hakikat Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) 1. . perlu dipikirkan terlebih dahulu atau dipilih pendekatan yang tepat. Sagala mengatakan bahwa : Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional.22 Suatu pendekatan sangat diperlukan dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Pendekatan mempunyai pengaruh besar terhadap hasil yang diharapkan. Pendekatan diartikan juga sebagai suatu usaha dalam aktivitas kajian. Semua istilah itu merupakan tiga aspek yang saling berkaitan. kata ini lebih tepat diartikan a way of beginning something.

23 Pada pokoknya pendekatan pembelajaran dilakukan oleh guru untuk menjelaskan materi pelajaran dari bagian-bagian yang satu dengan bagian lainnya berorientasi pada pengalaman-pengalaman yang dimiliki siswa untuk mempelajari konsep. kemampuan intelektual. Pendekatan dalam pembelajaran diartikan pula sebagai suatu usaha dalam interaksi yang dilakukan oleh guru kepada siswa sebagai proses penyajian isi pembelajaran untuk mencapai kempetensi tertentu.. tetapi sifatnya lugas dan terencana. artinya memilih pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar yang dituangkan dalam perencanaan pembelajaran. . dengan memelihara suasana pembelajaran yang menyenangkan. op. dan kemampuan lainnya yang mendukung kemampuan belajar. cit. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran tidak hanya menggunakan pendekatan tertentu.23 pembelajaran ini sebagai penjelas untuk mempermudah bagi para guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah bagi siswa untuk memahami materi ajar yang disampaikan guru. 23 Syaiful Sagala. 68. Pendekatan belajar dalam proses pembelajaran termasuk faktor-faktor yang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Pendekatan tersebut bertitik tolak pada aspek psikologis dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan anak. h. Pendekatan ini dilakukan sebagai strategi yang dipandang tepat untuk memudahkan siswa memahami pelajaran dan juga belajar yang menyenangkan. prinsip atau teori yang baru tentang suatu bidang ilmu.

mendesain alat. yang pada awalnya dikemukakan oleh John Ziman dalam bukunya Teaching and Learning about Science and Society. op. hukum. teori yang digunakan oleh para ilmuan. masalah menyelesaikan masalah. 1996) (1)Ranah konsep meliputi konsep-konsep. h.24 2. Pembelajaran society science technology berarti menggunakan teknologi sebagai penghubung antara sains dan masyarakat. cit. Hakikat Sains Teknologi Masyarakat (STM) Poedjiadi mengemukakan bahwa : Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) diterjemahkan dari bahasa inggris “science technology society”. 99. seperti melakukan observasi. (2)Ranah proses meliputi hal-hal yang berhubungan dengan cara memperoleh ilmu atau produk sains. 24 Anna Poedjiadi. .. (4)Ranah sikap meliputi sikap positif terhadap ilmu dan para ilmuan. (3)Ranah kreativitas meliputi kombinasi obyek dan ide atau gagasan dengan cara yang baru. fakta.24 Robert Yager dalam Poedjiadi mengemukakan enam ranah pada Sains Teknologi Masyarakat (STM) yang dapat dilihat pada Gambar 1 Gambar 1 Enam ranah dalam Sains Teknologi Masyaraka (Yager.

. (5) ranah aplikasi dan keterkaitan merupakan aplikasi dari C-3 Benjamin Bloom. yaitu bagaimana cara yang ditempuh dalam menyelesaikan masalah. (2) siswa dapat 25 Ibid.104-105. yaitu bagaimana proses memperoleh konsep.25 Adapun keenam ranah yang terlibat dalam pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dapat dirinci sebagai berikut: (1) ranah konsep. Berdasarkan pernyataan di atas. yaitu fakta-fakta yang diambil dari ilmu tertentu.. (4) ranah sikap. yaitu menghargai hasil penemuan para ilmuan dan menyadari adanya kemungkinan dampak negatif dari kemajuan teknologi.25 (5)Ranah aplikasi dan keterkaitan meliputi menunjukkan contoh-contoh konsep-konsep ilmiah dalam kehidupan. hh. (3) ranah kreativitas. yaitu kemampuan melakukan transfer hasil belajar dengan menggunakan konsep-konsep yang dipelajari di sekolah ke dalam situasi di masyarakat yang disebut “far transfer of learning”. maka dapat disederhanakan bahwa Sains Teknologi Masyarakat (STM) dikembangkan dengan tujuan sebagai berikut: (1) siswa dapat menghubungkan realitas sosial dengan topik pembelajaran di dalam kelas. Tujuan dari Sains Teknologi Masyarakat (STM) itu sendiri agar peserta didik mempunyai bekal pengetahuan yang cukup sehingga ia dapat mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat dan sekaligus dapat mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang diambilnya. (2) ranah proses.

kemudian proses pembelajaran hingga akhir pembelajaran yang dapat menentukan ketercapaian kompetensi yang telah disepakati antara guru dan siswa tersebut dalam pembelajaran. (6) difokuskan pada kerja sama untuk menghadapi masalah nyata yang ditujukan pada cara pemecahan masalah. (7) penekanan pada dimensi IPA yang lebih beraneka ragam. dan (3) siswa dapat menjadikan dirinya sebagai warga masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. (2) dilaksanakan menurut strategi pembuatan keputusan. Pendidikan Sains yang Humnistik (Yogyakarta: Kanisius. (8) evaluasi ditujukan kepada kemampuan untuk memperoleh dan 26 mempergunakan informasi. Adapun program Sains Teknologi Masyarakat (STM) mempunyai ciri-ciri khusus antara lain: (1) difokuskan pada masalah dan isu sosial di masyarakat karena IPA tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. 34-35. . Penerapan Sains Teknologi Masyarakat (STM) di dalam kelas sesungguhnya tidak membutuhkan konsep ataupun proses yang terlalu rumit. hanya saja yang perlukan adalah kerja sama yang baik antara guru dan siswa yang dimulai dari penentuan tujuan pembelajaran.26 menggunakan berbagai jalan untuk mensikapi berbagai isu atau situasi yang berkembang di masyarakat berdasarkan pandangan ilmiah. 2009). (4) sejalan dengan masyarakat dan lingkungan setempat. dkk. Agar tujuan Sains Teknologi Masyarakat (STM) ini dapat tercapai maka perlu adanya keseriusan dalam penerapan Sains Teknologi Masyarakat (STM). (5) penerapan IPA dalam teknologi dapat membawa kepada pertimbangan IPA sebagai pengetahuan murni. (3) tanggap terhadap kesadaran karier di masa depan. hh. 26 Sumaji.

Hal ini membantu anak didik untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang timbul di kehidupan mereka sehari-hari.27 Implikasi Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap pendidikan IPA khususnya pendidikan di SD hendaknya membuka kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu anak didik secara alamiah. Pendidikan IPA di SD dengan Sains Teknologi Masyarakat (STM) hendaknya ditujukan untuk memupuk pengertian. 3. sebab pendekatan ini berusaha menjembatani materi di dalam kelas dengan situasi dunia nyata di luar kelas yang menyangkut perkembangan teknologi dan situasi sosial kemasyarakatan. . Berdasarkan uraian diatas mengenai pengertian dan tujuan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Sains Teknologi Masyarakat (STM) terutama dalam prosesnya mempunyai konsekuensi bahwa selain menanamkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep atau prinsip-prinsip IPA. Hakikat Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam pendidikan IPA diyakini sebagai pendekatan yang tepat. minat. perlu juga menggunakan konsepkonsep yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. dan penghargaan anak didik terhadap dunia mereka hidup.

dan evaluasi pembelajaran. (b) penggunaan sumber daya setempat baik sumber daya manusia maupun sumber daya material. tetapi di luar sekolah atau di lapangan nyata. (i) adanya kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman dalam berperan sebagai warganegara untuk mencoba memecahkan masalah-masalah yang telah mereka identifikasi. Secara rinci Yager dalam Asy’ari merumuskan karakteristik pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). (f) belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas atau sekolah. terutama yang berkaitan dengan sains dan teknologi.28 Hal di atas menggambarkan bahwa pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dijalankan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi masa depannya. Adapun yang digunakan sebagai penata dalam pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) adalah isu-isu dalam masyarakat yang ada kaitannya dengan Sains dan Teknologi. 2006). (e) dilaksanakan menurut strategi pembuatan keputusan. Pendekatan ini menuntut agar peserta didik diikutsertakan dalam penentuan tujuan. (c) keikutsertaan siswa secara aktif dalam mencari informasi yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. (d) pengidentifikasian cara-cara yang memungkinkan sains dan teknologi untuk memecahkan masalah hari depan.27 27 Muslichach Asy’ari. perencanaan. pelaksanaan. . Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (Yogyakarta: Depdiknas. (h) membuka wawasan siswa tentang pentingnys kesadaran karis/profesi. (g) penekanan pada keterampilan proses yang dapat digunakan siswa dalam memecahkan masalah mereka sendiri. adalah : (a) berawal dari identifikasi masalah-masalah lokal yang ada kaitannya dengan sains dan teknologi oleh siswa (dengan bimbingan guru).64. cara mendapatkan informasi. h.

mampu menggunakan produk teknologi dan memeliharanya. Ibid. Pada akhirnya siswa akan menggemari untuk ikut serta berkiprah dalam lingkungannya. adalah yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah menggunakan konsepkonsep sains yang diperoleh dalam pendidikan sesuai jenjangnya. op. Di samping itu. h. Oleh karenanya apabila terjadi kesulitan atau masalah disekitarnya ia akan berperan serta secara aktif menyelesaikan masalah. .. pendekatan ini dapat juga digunakan sebagai sarana untuk pembentukan literasi sains dan teknologi. cit.. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) adalah sebagai berikut :29 28 29 Anna Poedjiadi. Poedjiadi mengatakan bahwa : Seseorang yang memiliki literasi sains dan teknologi. 123.29 Dengan mencermati karakteristik program Sains Teknologi Masyarakat (STM) di atas nampak bahwa pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) menyiapkan peserta didik yang mampu melaksanakan dan mengambil keputusan tentang masalah-masalah aktual. h. Sikap ini terbina oleh kegiatan yang telah ia laksanakan selama pembelajaran dengan Sains Teknologi Masyarakat (STM). kreatif membuat hasil teknologi yang disederhanakan dan mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai.28 Peserta didik yang telah melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) diharapkan lebih menyadari manfaat yang telah dipelajarinya bagi lingkungannya. mengenal produk teknologi yang ada di sekitarnya serta dampaknya. 126.

Yager.30 TAHAP 1 PENDAHULUAN : INVITASI/APERSEPSI ISU ATAU MASALAH PEMBENTUKAN ATAU TAHAP 2 PENGEMBANGAN KONSEP PEMANTAPAN KONSEP TAHAP 3 APLIKASI KONSEP DALAM KEHIDUPAN : PENYELESAIAN MASALAH ATAU ANALISIS ISU PEMANTAPAN KONSEP TAHAP 4 PEMANTAPAN KONSEP TAHAP 5 PENILAIAN Gambar 2 Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) Menurut Myers. dan Mackinnu dalam Iskandar mengemukakan bahwa : pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep diri murid. Dalam ranah . Varella.

Pada pengajaran dengan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM).30 Para siswa yang mengalami pengajaran IPA dengan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) akan tampak berbeda dari siswa yang mengalami pengajaran IPA secara tradisional..31 penerapan. h. terampil dalam mengajukan sebab dan akibat dari hasil pengamatan dan penuh dengan ide-ide murni. op. hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan murid-murid yang diberi pendekatan STM mempunyai sikap yang positif terhadap pelajaran IPA. Dalam ranah sikap. Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan tentang pengertian pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) adalah suatu bentuk pengajaran yang tidak hanya menekankan pada penguasaan konsepkonsep sains saja tetapi juga menekankan pada peran sains dan teknologi di dalam berbagai kehidupan masyarakat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap dampak sains dan teknologi yang terjadi di masyarakat. Iskandar.cit. . 2. menjadi lebih ingin tahu tentang segala sesuatu yang ada di dunia ini. memandang guru sebagai fasilitator/penuntun. murid-murid yang diberi pendekatan STM menunjukkan kemampuan menerapkan konsep-konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. siswa melihat proses sains sebagai keterampilan yang dapat mereka gunakan. dan lebih banyak bertanya dimana pertanyaan itu digunakan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan dan materi Sains Teknologi Masyarakat (STM). 30 Srini M.

32 Kesimpulan dalam penelitian tersebut bahwa penelitian pendidikan IPA selama ini masih berjalan secara teks book.5. Penelitian lain dilaksanakan oleh Sabar Nurochman. Hal ini didukung dengan proses pembelajaran yang menghubungkan materi pembelajaran dan teknologi terapannya yang tersedia di masyarakat setempat. S. Metode Science Technology And Society (STS) Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil belajar Siswa Terhadap Materi GGL Induksi Di Kelas IX-1 SMP Negeri 3 Leuwiliang.8 dan pada Siklus ke III adalah 7. 2008) . S. Bahasan Hasil-Hasil Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian yang relevan tentang Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) diantaranya penelitian yang dilaksanakan oleh Dadih Suhendi.32 C.4. kondisi ini menyebabkan 31 Dadih Suhendi. (Bogor: Skripsi UT Bogor. (Bogor: Skripsi UT Bogor. 2008) 32 Sabar Nurochman. sedangkan pada Siklus II adalah 6. dengan judul “Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat tentang Konsep Pesawat Sederhana dalam Pembelajaran IPA di Kelas V Sekolah Dasar”. Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam Pembelajaran IPA Sebagai Upaya Peningkatkan Life Skills Peserta Didik.31 Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus menyimpulkan bahwa pendekatan STS yang dipadu dengan metode Demonstrasi. Eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran GGL Induksi. berjudul “Metode Science Technology And Society (STS) Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil belajar Siswa Terhadap Materi GGL Induksi Di Kelas IX-1 SMP Negeri 3 Leuwiliang Tahun2007/2008”.Pd.Pd. Hasil belajar siswa pada Siklus I adalah 5.

Pengaruh Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Kreativitas Siswa Belajar IPA SD Kelas IV di Wilayah Setiadarma Tambun Selatan Bekasi. S. 2009) . hal ini karena pendekatan STM selalu berupaya dan terpercaya untuk menghubungkan antara materi IPA di dalam kelas dengan perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat. Keberhasilan siswa dalam merencanakan dan menyampaikan materi pelajaran serta memiliki metode dan pendekatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas belajar siswa khususnya di dalam belajar IPA. Pendekatan STM merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran IPA yang bertujuan agar lulusannya memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. (Bandung: Skripsi UPI. Ike Yuliantie. dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap kreativitas siswa belajar IPA melalui pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) di SDN Setiadarma 01 Tambun Selatan Bekasi.33 pendidikan IPA menjadi kurang bermakna dan tidak mampu memberi bekal life skills kepada peserta didik untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.Pd.33 Kesimpulan dalam hasil penelitian tersebut di atas membuktikan bahwa dengan penggunaan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dapat mempengaruhi secara signifikan kreativitas IPA pada materi pesawat sederhana. Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) memberikan perubahan 33 Ike Yuliantie.

34 yang signifikan dan bermanfaat terhadap peningkatan kreativitas pada pelajaran IPA khususnya pada bahasan pesawat sederhana. perlu juga menggunakan konsep-konsep yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. Sesuai dengan objek IPA yaitu segala fenomena alam. Ruang lingkup Sains Teknologi Masyarakat (STM) lebih luas dari sekedar komponen IPA namun ke segala hal lebih detail yang mempengaruhi kelangsungan hidup peserta didik secara keseluruhan. maka semestinya pendidikan IPA dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) diharapkan mampu membekali peserta didik dengan hasil belajar agar dapat bertahan hidup di alam dengan segala dinamikanya. Hal ini yang membantu peserta didik memperoleh pengalaman yang bermakna terhadap pembelajaran IPA yang berimplikasi positif terhadap hasil belajar. Adapun upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui pendekatan Sains Teknologi . Pembelajaran dengan Sains Teknologi Masyarakat (STM) terutama dalam prosesnya mempunyai konsekuensi bahwa selain menanamkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep atau prinsip-prinsip IPA. Pengembangan Konseptual Perencanaan Tindakan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) menghajatkan agar pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas senantiasa bersesuaian dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. D.

maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut : “Hasil belajar siswa kelas V di SDN Setiadarma 01 Tambun Selatan Bekasi akan meningkat dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM)”.35 Masyarakat (STM) dalam pelaksanaan pembelajaran IPA. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teoritik dan pengembangan kerangka konseptual di atas. E. dapat mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan siswa. guru hendaknya mempersiapkan alat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful