HIGIENE SUSU

A.2.Pengertian Susu A.3. Sifat fisik dan kimia susu A.4. Komposisi susu A.5. Faktor2 yg mempengaruhi komposisi susu

A.2.Pengertian Susu
Susu adalah cairan hasil pemerahan yang sempurna dari ambing sapi yang sehat (Anonimus, 1914). Susu adalah sekresi yang dikeluarkan oleh kelenjar ambing hewan mamalia yang berfungsi untuk memberi makan anaknya. Susu harus mengandung semua bahan-bahan makanan, mineral dan vitamin dalam keadaan dan jumlah yang sesuai untuk pertumbuhan anaknya.

Definisi
Susu adl susu sapi meliputi susu murni, susu segar, susu pasteurisasi dan susu sterilisasi (No.17/Kpts/DJP/Deptan/’83) Susu murni adl cairan yang berasal dari ambing sapi sehat, yang diperoleh dg cara pemerahan yg benar tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen (No.17/Kpts/DJP/Deptan/’83). Susu segar adl susu murni yang tidak mendapat perlakuan pemanasan, irradiasi atau perlakuan fisik lainnya kecuali proses pendinginan (SNI, 1998)

D/Yatri/Kesmavet

susu rekonstitusi atau susu rekombinasi yg telah mengalami proses pemanasan pd suhu 63°-66°C selama minimum 30 menit atau pd suhu 72°C selama minimum 15 detik. Susu sterilisasi adl susu segar. 1998). .4°C (SNI. susu rekonstitusi atau susu rekombinasi yg telah mengalami proses pemanasan pd suhu minimum 100°C selama minimum 20 menit dan selanjutnya diperlakukan secara aseptis selama periode yang diperlukan (SNI. selanjutnya diperlakukan secara aseptis dan disimpan pd maksimum suhu 4.Susu pasteurisasi adl susu segar. kmd segera didinginkan sampai 10°C. 1998).

Peraturan Pemerintah. . No.6. No. 1982. Pelaksanaannya menjadi tanggungjawab pemerintah Dati-II.Landasan hukum 1.Undang-undang Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Mengatur campur tangan pemerintah 2.22. 1983.Surat Keputusan Menteri Pertanian.715. 1967. “ Mengatur kebijakan pemerintah dlm melakukan pembinaan dan pengembangan usaha peningkatan produksi susu dalam negeri” 3. “ Mengatur pelaksanaan Pengawasan Kesmavet diantaranya pengaturan thd komoditi susu dan perusahaan susu. No. Pembinaan teknis oleh Direktur Jenderal Peternakan. Pengawasan thd pelaksanaan Dati-II dilakukan oleh pemerintah Dati-I.

tata cara pengawasan dan pemeriksaan kualitas susu produksi dalam negeri”. peredaran dan/atau pemasaran makanan olahan secara terus menerus dari semua instansi terkait” 5. No.17 Th 1983. 1991.2. .Instruksi Presiden Republik Indonesia.Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan No. “ Syarat-syarat.4. “ Untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan dalam kegiatan produksi.

3. Sifat fisik dan kimia susu Sifat fisik  Sifat pembentukan krim  Warna  Bau dan rasa  Kekentalan (viskositas)  Berat jenis  Titik beku dan titik didih  Keasaman (pH) .A.

Butir2 lemak yg lebih besar lebih cepat mengapung ke permukaan.Sifat pembentukan krim (= kepala susu) Bila susu dibiarkan terus menerus waktu dipanaskan. Diameter butir-butir lemak 3. akan terlihat selapis krim / kepala susu di permukaan susu krn butir2 lemak mengapung ke atas. Lamanya pemanasan susu . Jumlah lemak 2. Waktu yg dibutuhkan krim untuk mengapung ke permukaan dan tebal lapisan krim tergantung dari 3 faktor: 1.

Homogenasi juga akan merusak sifat2 pembentukan krim. .Susu yg dipasteurisasikan selama 15 detik pd suhu 77oC mempunyai lapisan krim yg sedikit lebih rendah dan kurang jelas. Jika dipanaskan 75oC akan kehilangan sifat krim.

. pakan. jumlah lemak dan bahan padat yg terdapat dlm susu.Warna Warna susu antara putih kebiru-biruan s/d kuning keemasan tergantung pd bangsa sapi. Susu yg diambil/diturunkan kadar lemaknya akan tampak kebiruan. Dalam jumlah banyak susu keseluruhan tampak keruh dan dalam lapisan tipis saja tampak transparan tembus cahaya.

Warna putih susu. karena dispersi/refraksi /pemantulan cahaya oleh butir2 lemak. kalsium fosfat.Warna susu sapi Jersey lebih kuning dibandingkan susu sapi Holstein dan Ayrshire . kalsium kaseinat. Warna kuning susu karena substansi yg memberikan warna kekuning-kuningan yaitu karoten yg terdapat dlm tanaman hijauan.

. rasa asam atau agak asin atau pahit. sedikit berbau sapi. Jika berbau asam. tidak baik untuk konsumsi.Bau dan rasa Susu murni rasa sedikit manis.

. Yang menyebabkan adalah protein dan lemak. oleh karena itu susu penuh (full cream) lebih kental daripada susu skim yg tidak mengandung lemak .Kekentalan (Viskositas) Susu lebih kental daripada air. Susu dingin lebih padat/kental daripada susu sehabis diperah.

0350 .1.0270 .Berat jenis BJ berkisar antara 1. 20oC Variasi Bj krn perbedaan kadar lemak & berat kering (BKTL) dlm susu Lambat laun BJ meningkat dari saat pemerahan dan akan mencapai maksimum sampai 12 jam setelah pemerahan Kenaikan BJ terjadi pembebasan CO2 dan gas N2 yg terdapat dalam susu segar .

01oF (.0. Titik didih air 100oC. Alat pengukur titik beku : Cryoscope Horvet.7oC Bahan yg larut dalam susu akan menurunkan titik didih. Bahan yang tidak larut dalam air akan menaikkan titik didih air. titik didih susu 100. Susu dengan bahan2 yg larut dalam air akan akan mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air murni .Titik beku dan titik didih Air membeku pada 32oF (0oC).55oC). sedangkan susu pada 31. Titik beku susu dipengaruhi oleh konstituen2 yg terlarut di dalamnya terutama laktosa dan klorida.

8.pH Susu segar bersifat sedikit asam. Kolostrum agak lebih asam dari pada susu normal.35o SH. umumnya pH meningkat s/d 6.85 ±1. Pd akhir laktasi. mempunyai pH antara 6. .5 .6.7 atau 6. tetapi menjadi normal dalam 5 hari setelah beranak dan tetap konstan dari sebagian besar periode laktasi. Biasanya pd kondisi ini akan menjadikan abnormal dan memberikan petunjuk bahwa sapi menderita mastitis.

7 0.52 -0.Tabel 1.cm-3) 0. Wiesner (1985) .993 1.54oC 6. Beberapa parameter fisik susu sapi Tekanan osmotik Titik beku pH Aw Berat Jenis Redoks potensial Indeks refraksi Tegangan permukaan 700 atm 0.cm-1) Walstra & Jennes (1984).034 (g.6 – 6.3478 51 (dyn.25 volt 1.

.Sifat Kimia Sifat kimia:  Reaksi amfoter  Spesifikasi tiap2 komponen susu  Reaksi amfoter: kertas lakmus merah kertas lakmus biru biru merah Protein susu terdiri dari asam amino yg mempunyai struktur kimia gugus amino yg bersifat basa dan gugus karboksil yg bersifat asam shg bereaksi asam basa pada pH normal susu.

laktosa) dan. hanya diatur konsentrasinya (vit. sebagian bahan2 dr dlm darah disintesa di dlm epitel (lemak. Komposisi susu Susu dibentuk di dlm kel. yaitu pd sel2 epitel (sel alveoli) yg memiliki daya selektif utk memilih bahan2 dr dlm darah yg dibutuhkan utk susu.A. susu / ambing). protein. sebagian protein). sebagian langsung diperoleh dari darah tanpa diubah. mineral.4. .

 Secara umum komposisi susu antar hewan menyusui tidak berbeda. hanya beberapa zat yg terkandung di dlmnya dpt dibedakan dan mempunyai bentuk yg khas yg sesuai dgn kebutuhan anak yg baru dilahirkan. Selain itu ada bahan2 yg spesifik ada dlm susu spt laktosa dan kasein. .  Dalam susu sebagian bahan tersusun alami.

Tabel 1. Komposisi dasar susu hewan dan manusia Protein Lemak Karbohidrat Mineral Vitamin Air : Kasein Whey protein : Trigliserida yg terikat pd asam lemak rantai pendek : Laktosa (disakarida asal glukosa dan galaktosa) : terlarut dan atau terikat dengan protein : terlarut : dengan konsentrasi berbeda .

tulangnya membutuhkan mineral lebih banyak .  Anak hewan yg pertumbuhannya lambat. konsentrasi laktosa relatif tinggi dan konsentrasi protein & mineral relatif rendah  pd anak hewan yg pertumbuhannya cepat.Perubahan komposisi tergantung dari pertumbuhan anak hewan. maka kandungan protein dan mineral relatif tinggi.

4 4.5 5. Hubungan antara perkembangan anak hewan dengan komposisi susunan susu Waktu (hari) yang diperlukan sampai berat badan 2 x berat lahir Manusia 180 Kuda 60 Sapi 47 Kambing 19 Domba Babi Anjing Kucing 18 18 8 97 Prosentase bahan-2 dalam susu Protein Laktosa Mineral 0.2 2.3 0.8 5.1 9.6 3.2 4.2 0.1 4.7 3.Tabel 2.5 3.9 7.9 7.0 .8 1.5 4.8 0.8 0.1 0.7 0.8 3.3 1.5 6.

Penambahan air (pemalsuan) menyebabkan BJ . dan pengurangan lemak menyebabkan BJ . kandungan air dalam susu sedikit meningkat dan pada akhir laktasi akan turun kembali.Air Kandungan air dalam susu setiap jenis hewan berbeda Merupakan bagian terbanyak dalam susu dan sebagai bahan pelarut untuk zat2 yg terkandung dalam susu Pd mgg I post partum.

β kasein (20-30% total protein) . kalsium fosfat kompleks dan terdapat sbg suspensi koloidal dari partikel 2 kompleks yg disebut micell  terdiri dari campuran sedikitnya 3 komponen:  .Protein susu Kasein: protein susu yg utama (80% dr total protein)  dlm susu sbg: Kalsium-kasein.alpha kasein (40-60% total protein) .gamma kasein (3-7% total protein) .

Yg diendapkan adl: kalsium kaseinat yg berbentuk sama spt yg berada dlm susu. Alkohol. Suhu tinggi memerlukan sedikit asam untuk mengkoagulasikan kasein. a. Kasein dipresipitasikan oleh: a. sebaliknya bila asam lebih banyak diperlukan pemanasan/suhu lebih rendah. shg kasein terlepas dari kalsium. bekerja sbg agen yg membebaskan air (dehydrating agent) dari kasein dan menyebabkan pengendapan kasein. . Asam.

Zn. . aluminium dan Fe akan mengendapkan kasein. perak.a. spt merkuri. Pb. suatu cairan yg mengandung ensim renin yg diperoleh dr lambung pedet. Cu. Penambahan renin akan terbentuk parakasein atau kalsium parakaseinat. Rennet: ekstrak rennet. Logam-logam berat. b.

Pada titik isoelektris. muatan listrik akan menjadi 0.6 dibiarkan asam dgn pH 4.) = pH 4.7. yaitu bereaksi asam dan basa.7. dan susu mengalami pembekuan (curdling) kasein terbebas dari garam2 anorganik yg mengikat . Bila susu segar dgn pH 6.Kasein bersifat amfoter. krn protein memiliki gugus amino (NH2) yg bersifat basa dan gugus karboksil (COOH) yg bersifat asam. yaitu jumlah ion (+) dan ion (. maka kasein dapat diendapkan dengan mudah dari susu.

chymosin) terdiri dari  ±50% β-laktoglobulin  12% α-laktoalbumin  serum albumin  imunoglobulin (langsung dari darah tanpa diubah)  minor protein  ensim . Whey Protein (serum protein): 20% total   cairan yg tertinggal setelah kasein diendapkan dgn penambahan ensim (renin.

Mudah mengendap dengan pemanasan (suhu pasteurisasi.  Kandungan NPN dala susu erat hubungannya dengan pakan .Sifat : tidak stabil. UHT dan sterilisasi). NPN (Non Protein Nitrogen)  Dalam susu merupakan produk akhir dari pertukaran N dalam susu.

cerebrosid. kolesterol dsb. asam lemak bebas.1 % . fosfolipid. Jumlah kandungan lemak dalam susu: 3-6 – 6. ganglion . hanya sebagian yang : monosakarida.Lemak Struktur kimia sangat heterogen 98% lemak dalam susu adalah trigliserida.

Pengadukan/pengocokan seperti pada churning menyebabkan membran pecah dan butir-2 lemak saling berlekatan dan menggumpal menjadi mentega. Membran haptogen berfungsi untuk melindungi butiran lemak sehingga tidak terjadi perlekatan dan penggumpalan. tampak butir2 lemak banyak sekali dengan berbagai ukuran. .Bila satu tetes susu diperiksa dengan mikroskop dgn perbesaran lemah.

butirat as. kaprilat mengandung: as. Laurat as. kaproat as. kaprat as. palmitat as. miristat as.Trigliserida: 1 molekul gliserol yg bersenyawa dgn 3 molekul asam lemak Lemak susu as. oleat . stearat as.

Contoh lemak susu: C3H5(OH)3 + 3 C3H7COOH Gliserol As.oleat C3H5 (C3H7COO)3 +H2O Butirin Air C3H5 (C17H33COO)3 +H2O Olein Air .butirat C3H5(OH)3 + 3 C3H7COOH Gliserol As.

Dalam susu terdapat 64 asam lemak: 23 asam lemak jenuh (saturated acids)  41 asam lemak tidak jenuh (unsaturated acids)  2 kelompok asam lemak susu: Asam lemak volatil  Asam lemak tidak volatil  .

oleat &linoleat . Miristat (C=14) 7. Stearat (C=!8) 9. As.Asam lemak volatil: 1. As. As. Laurat (C=12) Asam lemak non volatil 6. Palmitat (C=16) 8. Kaprilat (C= 8) 4. 5-10: insoluble acids Semua asam lemak jenuh. As. kec. Butirat (C=4) 2. As. As. Oleat (C=18) 10. Kaprat (C=10) 5. As. Linoleat (C=17) 1-4 : soluble acids. As. As. Kaproat (C=6) 3. As.

Lemak non volatil (palmitat/stearat dgn sodium/potasium). .lemak terutama butirat pd mentega Sabun: persenyawaan as.Lemak2 yg berasal dari as. Lemak volatil (mudah menguap):  Persenyawaannya agak kurang stabil  Mudah mengalami peruraian (decomposed)  Menimbulkan bau tengik krn pembebasan as.

.Lemak hewan dan minyak tumbuhan dipanaskan dengan sodium hidroksida akan terbentuk sabun.

as. maka mentega yg dihasilkan lebih keras .lemak tak jenuh <. asam lemak tak jenuh > shg bila susu dibuat mentega konsistensinya lembek.Asam lemak terbagi atas asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. lunak Pd musim dingin. Lemak susu hewan pemamah biak mengandung sedikit asam lemak tidak jenuh Pd musim panas.

Asam lemak tak jenuh banyak ditemukan pd susu kuda Kelarutan lemak susu: mudah larut: etil eter. Konsentrasi oleat lebih tinggi dlm susu babi.Asam lemak yg menyusun lemak susu untuk setiap jenis hewan dan manusia berbeda. kloroform. karbon tetraklorida. anjing dan manusia (ASI). atau bensin Sedang: aseton Sedikit: alkohol Tidak larut: air .

ion Cu. sehingga timbul bau tengik.Cara penangan susu akan berpengaruh pada butir lemak:    Bila susu didinginkan. maka fosfolipid. xantinoksidase. . dan protein (dlm lemak) akan keluar dr butir lemak Pd transprortasi butir lemak sering pecah karena terjadi pengecilan butir2 lemak Pd proses homogenisasi membran lemak sering rusak dan mudah terjadi oksidasi pada ikatan/rantai asam lemak tak jenuh.

Karbohidrat Karbohidrat susu dikenal sebagai Laktosa (4 β galactosyl 1-glucose) Persentase dalam susu: 4.6 – 5%. pd primata 10% Mrpkn sumber energi utama utk anak hewan Merangsang pertumbuhan sel otak Proses enzimatis pada laktosa relatif berjalan perlahan .

glukosa. Laktosa bertanggung jawab terhadap rangsangan pengeluaran hormon LSH untuk merangsang pembentukan susu penting untuk industri pengolahan susu Rasa manis yg ditimbulkan kurang bila dibandingkan sakarosa. fruktosa .Laktosa bertanggung jawab terhadap tekanan osmotis susu bersama-sama bahan organis terlarut.

Merupakan suatu disakarida yg tersusun dari gula2 sederhana yaitu glukosa & galaktosa.Laktosa hanya terdapat dlm susu. Ada 2 bentuk : α laktosa & β laktosa Dlm susu terdapat sbg larutan sejati & mudah dicernakan sbg makanan dihidrolisa menjadi glukosa dan galaktosa oleh enzim intestinal (enzim laktase = β galaktase) • Mudah difermentasikan oleh bakteri dengan menghasilkan asam laktat yg menyebabkan susu menjadi asam .

Intoleransi terhadap karbohidrat susu sapi/Laktosa intolerans  Reaksi tidak tahan terhadap laktosa dan juga galaktosa disebabkan kekurangan enzim galaktosidase (laktase) termasuk galaktokinase 3 bentuk laktosa intoleran:    Laktosa intoleran kongenital. jarang Laktosa intoleran primer Laktosa intoleran sekunder . tdk terbentuk laktase (β galaktosidase) sejak lahir.

kec.dunia. tidak minum susu sampai dewasa atau sangat jarang minum susu . pd orang2 Eropa Tengah dan Utara. Kasus ini banyak ditemukan pd kondisi di mana anak2 yg setelah disapih.Laktosa primer:    Sejak lahir membentuk enzim galaktase sangat sedikit dan hanya dpt menkonsumsi makanan yg tidak mengandung laktosa Banyak ditemukan disel.

Laktosa sekunder  Sering terlihat sbg bermacam-macam gangguan usus stlh terjadi kerusakan epitel usus. diare. timpani Uji standar laktosa: memakan 2 gr laktosa/kg BB (anak2). Bila setelah melakukan uji standar laktosa memperlihatkan gejala sakit perut. 50 gr/kg BB (dws) Diagnosa laktosa intoleran:   .

ditemukan kenaikan maksimal gula darah kurang dari 20 mg/100 ml. Penderita laktosa intoleran tetap dapat mengkonsumsi susu dengan jalan memilih hasil olahan susu fermentasi atau susu yang telah mengalami ultrafiltrasi yang mengandung laktosa sangat rendah .Diagnosa kegagalan absorbsi laktosa ditentukan setelah mengikuti uji dosis standar laktosa.

Na. maka pd saat/batas tertentu maka mineral akan dimobilisasikan dari jaringan tubuh. citrat Bila pakan yg diberikan mengandung mineral yg rendah. Ion fosfat. Cl. shg kekurangan mineral dlm susu akan ditanggulangi untuk waktu tertentu kandungan mineral susu tergantung persediaan mineral dlm tubuh hewan . K. Mg.Mineral dan vitamin Mineral     Mineral dlm susu ditemukan dlm bentuk garam tak terlarut Mineral yg relatif banyak ditemukan dalam susu: Ca.

9% mineral penting yg dikaitkan dgn bahan makanan adah: Ca.      batasan normal mineral dalam susu: 0. Dalam proses reabsorbsi Ca dari susu di dalam tubuh hewan/manusia banyak dipengaruhi oleh laktosa dan asam sitrat Kandungan mineral yg sangat sedikit dlm susu sapi :Fe Sebaliknya pd ASI Fe cukup tinggi .8-0. fosfor Ca dalam susu tidak hanya dlm jumlah tinggi tapi lebih mudah diresorbsi oleh tubuh dibandingkan dalam bahan makanan lain.

Kandungan jodium dalam susu tergantung di mana sapi diternakkan dan makanan hijauan yg ditanam di daerah tsb. maka kandungan jod dalam susu juga akan rendah (contoh: daerah Pegunungan) . Jika tanah mengandung jod sedikit.

yg termasuk B kompleks disintesa dlm lambung. B1.Vitamin susu dan produk hasil olahannya banyak mengandung vitamin spt: vit.K) sgt tergantung dr pakan yg diberikan  Vit.D.larut dalam lemak (A. B12 dan asam pantotenat . C  kandungan vit. A. sheingga kehadirannya dalam susu tidak tergantung sepenuhnya dari pakan yang diberikan  .E. B2. akan tetapi susu sapi tidak diharapkan menjadi sumber vit.

 Vitamin A:    Terdiri dari β carotin dan retinol Susu sapi berwarna agak kekuningan banyak karoten Susu kambing lebih putih hanya mengandung retinol tanpa karoten  Vitamin C  sedikit ditemukan dalam susu sapi . tidak stabil. terutama dalam pengolahan susu .

A.5. Faktor2 yg mempengaruhi komposisi susu
1. Spesies hewan 2. Bangsa sapi 3. Individual 4. Umur 5. Masa laktasi 6. Variasi pemerahan 7. Interval pemerahan 8.Variasi musim 9. Pakan 10. Masa birahi dan bunting 11. Penyakit

Spesies hewan
Spesies Manusia Sapi Kambing Domba Air (%) 88,30 87,25 87,88 80,82 Lemak Protein Laktosa Abu (%) (%) (%) (%) 3,11 3,80 3,82 6,86 1,19 3,50 3,21 6,52 7,18 4,80 4,54 4,91 0,21 0,65 0,55 0,89

(Eckles et al.)

Bangsa sapi
Bangsa Air Total solid Lemak Protein Laktosa Abu (%) (%) (%) (%) (%) (%) 3,45 4,98 5,14 3,15 3,84 3,80 4,65 0,68 4,98 0,75 4,87 0,76 (Eckles et al.)

Holstein 88,07 11,93 Guernsey 85,45 14,55 Jersey 85,43 14,57

12.25 Pada susu dari sapi yg berbangsa dan lingungan sama.23 2.Individual Bangsa sama Total solid Lemak Protein Gula Lingkungan sama Holsteins: a.00 2.70 3. terutama kadar lemak (%) bervariasi walau kadar kandungan lain juga bervariasi .93 3.21 5. c. b.05 4.73 11.26 4.12 10.35 3.10 3.

5% pada umur 15 thn. Pd sapi Jersey(4 ekor) umur 12 thn. .2% akan menurun menjadi 4.Umur Umur sapi merupakan faktor penting dalam jumlah susu. rata2 kadar lemak=5. tetapi sedikit berpengaruh terhadap susunan susu Kecuali pada sapi yg menghasilkan kadar lemak tinggi mis.

0) Lemak (%) 4.6) 33.06 4.4 (86.Masa laktasi Masa laktasi= mulai sapi melahirkan pedet sampai dengan berhenti menghasilkan susu Bulan Laktasi 1 2 3 4 5 Rata2 jumlah susu dlm pon(%) 32.94 4.0) 28.0 (82.07 3.3 (92.10 .9 (99.0) 30.0) 27.0 (100.00 4.

Pon 35 30 25 20 15 10 5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Lemak(%) Jumlah susu % 4.50 4.75 12 .00 3.75 4.25 4.

Variasi pemerahan Perubahan komposisi susu dapat terjadi dari hari ke hari krn kondisi yg tidak diketahui. Pakan dan lingkungan dibuat sama agar komposisi susu tidak berubah .

walau beberapa sapi cenderung menghasilkan kdr lemak lebih tinggi di pagi hari.Interval pemerahan Semakin panjang interval antara 2 pemerahan. maka variasi jumlah susu dan kdr lemak kedua pemerahan sedikit. . maka semakin banyak susu yang disekresikan dan semakin rendah kadar lemak susu. Jika interval 12 jam.

Interval pemerahan Pada musim kemarau.75% atau 1. variasi kdr lemak sebesar 0. pemerahan dilakukan awal pagi dan malam dengan. interval 9 atau 10 jam pemerahan I dan 14 atau 15 jam pemerahan II.00%.Kadar lemak akan lebih tinggi dp pemerahan 2X/hr . pemerahan dilakukan 3-4X/hari. Pada sapi dg produk susu yg tinggi.

Variasi musim Pada musim winter kadar lemak cenderung meningkat(tinggi). sedang pada musim gugur menurun(rendah).5% . Perbedaan lemak antara yg tinggi dengan rendah < 0.

4-0.Pakan Peningkatan nutrisi 25-35% di atas standard pemberian pakan normal meningkatkan 0.2% BKTL Penurunan nutrisi 25% di bawah standard menurunkan 0.5% BKTL Perubahan BKTL tsb sebagian besar akibat perubahan kadar protein .

Pakan Pakan sangat kurang protein menyebabkan penurunan BKTL diikuti penurunan jumlah susu Pakan sedikit kurang protein menyebabkan sedikit penurunan BKTL dan jumlah susu Peningkatan protein dlm pakan tidak mempengaruhi jumlah produk susu .

Masa bunting Kombinasi estrogen dan progesteron pada kebuntingan menghambat sekresi susu pada hampir semua hewan 4-5 bln kebuntingan. SNF meningkat .

Penyakit Mastitis berefek pada jumlah dan konposisi susu Sapi dg mastitis klinik memiliki laktosa dan potasium yg lebih rendah. serta sodiumda n chloride yg lbh tinggi dibanding susu normal .