2 Votes

A. Pendahuluan Keberhasilan suatu pembelajaran ditentukan oleh perencanaan, proses dan evaluasi. Ketiga hal ini harus dipersiapkan secara matang agar terjadi proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Artinya, semua KD dapat disampaikan secara tepat sesuai dengan tuntutan kurikulum. Evaluasi pembelajaran menjadi bagian yang tak terpisahkan pada proses belajar mengajar (PBM). Dalam konteks KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) evaluasi berfungsi; (1) untuk menilai keberhasilan siswa dalam pencapaian kompetensi, (2) sebagai umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran (Wina Sanjaya, 183:2005) Menurut Guba dan Lincoln dalam (Wina Sanjaya, 181:2005), menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan (evaluand). Sesuatu yang dipertimbangkan itu bisa berupa orang, benda, kegiatan, keadaan, atau sesuatu kesatuan tertentu. Karakteristik evaluasi sesuai konsep di atas mengandung pengertian bahwa evaluasi merupakan suatu proses dan berhubungan dengan pemberian nilai atau arti. Sebagai suatu proses, pelaksanaan evaluasi seharusnya berupa tindakan yang harus dilakukan. Dengan demikian, evaluasi bukan sekadar produk atau hasil, melainkan rangkaian kegiatan. Sebagai pemberian nilai atau arti, evaluasi harus menunjukkan kualitas yang dinilai. Evaluasi berbeda dengan pengukuran. Pengukuran (measurement) pada umumnya berkenaan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Oleh karena itu, dalam proses pengukuran diperlukan alat bantu tertentu. Untuk mengukur berat badan diperlukan timbangan, untuk mengukur IQ, digunakan tes IQ. B. Penilaian Berbasis Kelas Evalusi pembelajaran yang berpihak pada pengembangan keterampilan berbahasa dan bersastra adalah penilaian berbasis kelas. Penilaian berbasis kelas adalah proses penilaian yang dilakukan secara terus-menerus. Penilaian dilakukan pada saat siswa melaksanakan proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, seperti di laboratorium atau lapangan. Dengan demikian kegiatan evaluasi bukan merupakan kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran.

tetapi diarahkan untu memperoleh ketercapaian kompetensi seperti yang dirumuskan pada SK dan KD. Oleh karena itu penilaian yang dilakukan harus mempertimbangkan semua aspek penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil akhir atau produk yang dihasilkan siswa saja. 4:2006).) dengan memperhatikan santun berbahasa. Alat penilaian aspek berbicara. penilaian proyek. e) berkesinambungan. dll. berbeda dengan aspek menulis. dll. Penilaian bukan semata-mata untuk memenuhi syarat administratif belaka. Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator. standar kompetensi dasar dan kompetensi dasar yang diajarkan oleh guru. Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian. dan penilaian diri (Depdiknas. nelayan.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa‖ atau Kompetensi Dasar (KD) 1. penilaian tertulis (paper and pencil test). pedagang. karyawan. penilaian produk. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara. penyusunan alat penilaian. penilaian harus menjamin validitas.1 kelas V ―Berwawancara sederhana dengan narasumber (petani. produk atau karya. ada pula yang harus dilakukan dengan non-tes. Dengan kata lain. Pada Standar Kompetensi bahasa dan sastra Indonesia SD terdapat beberapa rumusan materi yang pembelajarannya harus dilakukan di luar kelas. pengolahan. hal ini karena memuat domain kognitif. Demikian pula aspek membaca dan mendengarkan. g) bermakna dan h) edukatif. a) motivasi.Penilaian berbasis kelas harus mengembangkan berbagai jenis evaluasi. nelayan. pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus terencana dan terarah sesuai dengan tujuan pencapaian kompetensi. Penilaian berbasis kelas menganut prinsip-prinsip. f) menyeluruh.1 kelas V SD tidak harus dilaksanakan di dalam kelas. maupun evaluasi terhadap perkembangan mental melalui penilaian tentang sikap. sebagai suatu proses.1 dan KD 1. guru dapat memotivasi siswa untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. pedagang. Penilaian tidak semata-mata memberikan angka sebagai hasil proses pengukuran tetapi memberikan arti akan nilai yang dicapai siswa. Ada materi-materi yang harus dinilai dengan bentuk tes. Dengan demikian. c) adil. Pembelajaran pada KD 2. psikomotor dan afektif. setiap kompetensi menuntut jenis atau alat penilaian yang berbeda. Pada kompetensi berbicara. Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan. alat penilaian bentuk tes pilihan ganda tentu saja tidak . tentunya juga diperlukan alat penilaian yang tidak sama. b) validitas. Penilaian berbasis kelas diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui upaya pemahaman akan kekuatan dan kelemahan guru maupun siswa. penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio). Wina Sanjaya (2005:185) mengatakan. karyawan. baik evaluasi yang berkaitan dengan pengujian dan pengukuran tingkat kognitif menggunakan tes.1 Menanggapi penjelasan narasumber (petani. penilaian sikap. Pada tahap refleksi. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian tidak boleh menyimpang dari kompetensi yang ingin dicapai. Pada Kompetensi Kompetensi Dasar (KD) 2. Keterlibatan dan keaktifan siswa harus dipertimbangkan selain sebuah produk sebagai hasil akhir. pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik. d) terbuka. seperti penilaian unjuk kerja (performance).

Siswa juga dilibatkan pada proses penilaian karena penilaian adalah bagian dari proses pembelajaran. guru harus mengulang hingga siswa menguasai kompetensi tersebut. Teknik penilaian unjuk kerja tepat untuk menilai kompetensi berbicara siswa. Oleh karena itu. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat dilakukan beragam teknik penilaian yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. penilaian portofolio. yakni penilaian unjuk kerja. penampilan (performance) dan lainnya. penilaian harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Penilaian berbasis kelas harus tersusun dan terarah. Penjelasan tentang kelima teknik penilaian tersebut sebagai berikut: . penilaian proyek. Oleh karena itu. Dengan demikian. Setiap siswa berhak untuk dievaluasi. tetapi hasil penilaian harus memberikan umpan balik untuk memperbaiki proses agar pembelajaran berjalan secara optimal. Penilaian bebasis kelas menempatkan siswa pada posisi kesejajaran. tanpa memandang latar belakang siswa. proses penilaian tidak semata-mata tanggung jawab guru. tetapi tidak tepat untuk menilai kompetensi menulis atau mendengarkan. afektif maupun psikomotor. Siswa perlu diberitahu prosedur penilaian yang akan dilakukan beserta kriteria penilaiannya. Oleh karena itu. setiap siswa berhak memperoleh perlakuan yang sama. penilaian proyek. Penilaian kelas sebagai bagian integral proses pembelajaran. siswa mengetahui kelemahan dirinya. Penilaian berbasis kelas tidak terbatas pada ruang dan waktu. Penilaian berbasis kelas memungkinkan siswa berkembang secara individual. Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi perkembangan dan kemajuan siswa dalam pencapaian kompetensi. misalnya tes. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran tetapi teknik yang sering digunakan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh karena itu. Artinya. Penilaian bebasis kompetensi diarahkan untuk perkembangan siswa secara menyeluruh. Program perbaikan dan pengayaan adalah salah satu cara penilaian berkesinambungan. jika siswa belum mencapai kompetensi tertentu. Keterbukaan juga memungkinkan siswa memahami posisi mereka dalam pencapaian kompetensi. Keterbukaan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk memperoleh hasil yang baik sehingga memotivasi cara belajar mereka. kemudian berusaha menutup kelemahan tersebut dengan belajar lebih giat lagi. baik perkembangan kognitif. guru harus mampu menyusun alat penilaian untuk semua siswa dengan segala karakteristiknya. guru harus menggunakan berbagai ragam penilaian. skala sikap. Dengan penilaian berbasis kelas. penilaian sikap. guru atau orang tua dapat memberikan bimbingan sesuai kebutuhan siswa dalam upaya mencapai kompetensi. Dengan prinsip keterbukaan. Setiap siswa mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam proses pembelajaran. penilaian produk. Alat penilaian yang baik adalah alat penilaian yang dapat dipahami secara baik oleh penilai maupun objek yang dinilai. penilaian tertulis.tepat. Hasil penilaian berbasis kelas tidak hanya diarahkan untuk memperoleh gambaran kemampuan siswa dalam pencapaian kompetensi melalui angka yang diperoleh. Artinya. sehingga hasilnya memberikan makna kepada semua pihak. siswa mengetahui kemampuan dan kekurangan dalam pencapaian kompetensi. khususnya siswa.

misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. diskusi. Cara penilaian ini dianggap lebih autentik daripada tes tertulis karena yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Untuk menilai kemampuan berbicara. Jika tidak dapat diamati. dapat diamati-tidak dapat diamati. bermain peran. misalnya benar-salah.a) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. (1) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi (2) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa seperti: presentasi. (4) Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. Contoh daftar cek (check list) pada penilaian berbicara tampak pada rubrik di bawah ini: Rubrik Penilaian Berbicara No 1 Unsur yang dinilai Ekspresi Fisik a) Berdiri tegak melihat khalayak SKOR 1 2 3 4 5 b) Mengubah ekspresi wajah sesuai perubahan pernyataan yang disampaikan c) Gerak tubuh dan gerak tangan (unsur kinestik) membantu memberikan penegasan Ekspresi Suara 2. gambaran kemampuan siswa akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja siswa dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. berpidato. (3) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Dengan demikian. Daftar Cek (Check-list) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). seperti: diskusi dalam kelompok kecil. siswa mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh guru. bercerita. (5) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Kelemahan cara ini adalah guru hanya mempunyai dua pilihan mutlak. bermain peran dan melakukan wawancara. . siswa tidak memperoleh nilai. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. baik-tidak baik. dan membaca puisi. berpidato. sehingga mudah diamati. Dengan menggunakan daftar cek.

Jika seorang siswa memperoleh skor 35-44 dapat ditetapkan kompeten 3). Jika seorang siswa memperoleh skor 45-59 dapat ditetapkan sangat kompeten 2).No Unsur yang dinilai a) Berbicara dengan kata-kata yang jelas b) Nada dan suara berubah-ubah sesuai pernyataan c) Berbicara cukup keras untuk didengar khalayak Ekspresi Verbal a) Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti b) Tidak mengulang-ulang pernyataan c) Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan satu pikiran d) Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting Jumlah Skor SKOR 1 2 3 4 5 3 Skor maksimal adalah 10 x 5 = 50 Skor Perolehan Nilai = ————————— x 100 Skor Maksimal Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut : 1). Jika seorang siswa memperoleh skor 30-34 dapat ditetapkan cukup kompeten 4). b) Penilaian Sikap Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau . Jika seorang siswa memperoleh skor kurang dari 30 dapat ditetapkan tidak kompeten.

Contoh isi Buku Catatan Harian : No. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. kognitif. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap. Secara umum. dan konatif. Sikap terhadap proses pembelajaran. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. Siswa perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Sikap dapat dibentuk. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. dan laporan pribadi. Siswa yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan.pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Hari/ Tanggal Nama Siswa Kejadian (positif atau negatif) Tindak Lanjut . Sikap terhadap guru/pengajar. Proses pembelajaran yang menarik. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif agar mempunyai kegemaran membaca. pertanyaan langsung. siswa yang memiliki sikap negatif terhadap guru akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: a. Oleh karena itu. Siswa perlu memiliki sikap positif terhadap guru. berkaitan dengan materi kebahasaan. Dengan sikap positif dalam diri siswa akan tumbuh dan berkembang minat belajar. Misalnya kasus atau masalah rendahnya minat baca. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut. guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Siswa juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Siswa juga perlu memiliki sikap yang tepat.     Sikap terhadap materi pelajaran. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Proses pembelajaran mencakup suasana pembelajaran. Sikap terdiri atas tiga komponen. Dengan demikian. Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Berikut contoh format buku catatan harian. strategi. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. akan lebih mudah diberi motivasi. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. yakni: afektif. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku. dan teknik pembelajaran yang digunakan. metodologi.

yang dibedakan menjadi:     pilihan ganda dua pilihan (benar-salah. menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah. Hal ini menimbulkan kecenderungan siswa tidak belajar untuk memahami pelajaran . b. ya-tidak) menjodohkan sebab-akibat b. dibedakan menjadi:    isian atau melengkapi jawaban singkat atau pendek uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis. yaitu: a. Mensuplai jawaban. tes memilih jawaban benar-salah. mewarnai. Dari ulasan yang dibuat oleh siswa dapat dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. bermanfaat pula untuk menilai sikap siswa dan dijadikan bahan penilaian perkembangan siswa secara keseluruhan. Dalam menjawab soal siswa tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda. Yang diharapkan dari pertanyaan langsung adalah sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Namun. Ada dua bentuk soal tes tertulis. Berdasarkan jawaban dan reaksi memberi jawaban dapat dipahami sikap siswa terhadap objek sikap. Pertanyaan langsung Pertanyaan langsung berupa pertanyaan atau wawancara. 2008: 218). selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku siswa. Catatan dalam lembaran buku tersebut. isian singkat. c) Penilaian Tertulis Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. atau hal yang menjadi objek sikap. Laporan pribadi Penggunaan teknik ini adalah siswa diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapan tentang suatu masalah. menggambar dan lainnya. yaitu siswa tidak mengembangkan sendiri jawabannya bahkan jika siswa tidak mengetahui jawaban yang benar.Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif. siswa diminta menulis pandangannya tentang ―Kasus KKN‖ yang terjadi di Indonesia. yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Misalnya. pilihan ganda mempunyai kelemahan. Tes memiliki reliabilitas bila menghasilkan hasil-hasil yang konsisten selama beberapa kali pengadministrasian atau disajikan dengan beberapa macam bentuk (Arends. bagaimana tanggapan siswa tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai ―Peningkatan Ketertiban‖. Memilih jawaban. Tes Tertulis adalah tes dengan soal dan jawaban yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. maka akan menerka saja. Misalnya. c. keadaan. Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas.

pengolahan dan penyajian data. . Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi. seperti penyusunan desain. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. d) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. konstruksi. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:     Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji. proses pengerjaan. sampai hasil akhir proyek. memahami. Untuk itu. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut siswa untuk mengingat. Keaslian : proyek yang dilakukan siswa harus merupakan hasil karyanya. guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. pengumpulan data. misalnya mengemukakan pendapat. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas. bahasa. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. Relevansi : kesesuaian dengan mata pelajaran. misalnya kesesuian soal dengan standar kompetensi. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek siswa. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:  Kemampuan pengelolaan : kemampuan siswa dalam memilih topik. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. dan menyimpulkan. analisis data. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. kemampuan mengaplikasikan. dan penyiapkan laporan tertulis. pengumpulan data.   Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan pada mata pelajaran tertentu secara jelas. berpikir logis. pengorganisasian. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. Siswa mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. materi.

Berdasarkan informasi perkembangan tersebut.. Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya sendiri. 5. ……………… 3. / KELAS …… Anggota: 1. Akhir suatu priode. TUGAS YG HARUS DISELESAIKAN KETERANGAN PARAF GURU DIKERJAKAN TANGGAL 1 Membagikan angket dan interview 2 Menganalisis hasil angket 3 Menyusun Bab I 4 Menyusun Bab II 5 Menyusun Bab III 6 Menyelesaikan Laporan Awal – Daftar Pustaka 7 Penyerahan hasil e) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. ……………… 2. hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. guru dan siswa dapat menilai perkembangan kemampuan siswa kemudian melakukan perbaikan.PENILAIAN PROYEK MENULIS KARYA TULIS SEDERHANA ( SMP ) KELOMPOK : ………. hasil diskusi. antara lain: karangan. ………………. hasil penelitian. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya. ……………….  Karya siswa adalah benar-benar karya sendiri. hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.. antara lain:  4. dsb. ……………… NO. catatan perkembangan pekerjaan. Dengan demikian. puisi. hasil wawancara. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik. hasil membaca buku/ literatur. surat. Saling percaya antara guru dan siswa ..

2. Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa.  Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran.  Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan siswa sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. dan minatnya. Tentukan bersama siswa sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.  Milik bersama (joint ownership) antara siswa dan guru Guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga berupaya terus meningkatkan kemampuannya. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. tetapi membutuhkan waktu bagi siswa untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap siswa dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di sekolah. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan.  Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio. 4.  Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih meningkatkan diri. Dengan melihat portofolionya siswa dapat mengetahui kemampuan. saling memerlukan dan saling membantu sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan baik. 3.  Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga berdampak negatif pada proses pembelajaran. Teknik penilaian portofolio memerlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. . tetapi digunakan juga oleh siswa sendiri.Dalam proses penilaian guru dan siswa harus memiliki rasa saling percaya. Portofolio antara siswa yang satu dan yang lain bisa berbeda. keterampilan.

Depdiknas. pilihan kata. Pengelolaan Kelas yang Dinamis. Kemudian Guru menjelaskan bobot dari setiap portofolio yang dibuat. maka siswa diberi kesempatan untuk memperbaiki. siswa mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut. kelengkapan gagasan. Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan. 2008. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. SK / KD Menanggapi siaran atau informasi dari televisi/radio Dst Total Skor Catatan: Setiap Standar Kompetensi atau Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. penilaian tertulis. Learning to Teach: Belajar untuk Mengajar. Contoh Rangkuman Penilaian Portofolio Mata Pelajaran Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kelas/Smt Skor (1 – 10) Prestasi T BT Keterangan Nama Siswa : _________________ No 1. Penilaian harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Namun. C. Harsanto. Jakarta: Depdiknas. 2006. antara siswa dan guru perlu membuat perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. dan penilaian portofolio. Teknik penilaian berbasis kelas yang tepat untuk pembelajaran bahasa dan sastra adalah penilaian unjuk kerja. penilaian sikap. dan sistematika penulisan. Daftar Rujukan :    Arends.5. Radno. Richard I. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para siswa. Dengan demikian. Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para siswa. . 2. Model Penilaian Kelas. Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan ejaan. misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki wajib diserahkan kembali. penilaian proyek. 2007. Contoh. Penutup Evaluasi pembelajaran yang berpihak pada pengembangan keterampilan berbahasa dan bersastra adalah evaluasi berbasis kelas karena pengambilan nilai berlangsung baik di dalam maupun di luar kelas.

Martinis dan Bansu I. 2007. Jakarta: Kencana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa. Ansari. Jakarta: Prestasi Pustaka. Martinis. Daniel dan David Reynolds. Efective Teaching. Sanjaya. 2008. S. 2005. Pembelajaran dalam Iplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. . Jakarta: PT Bumi Aksara. 2005. Jakarta: Gaung Persada Press. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. teori dan aplikasi. 2007. Yamin. Nasution. Kiat Membelajarkan Siswa. 2008. Yamin. Jakarta: Gaung Persada Press.      Muijs. Wina. Model-Model Pembelajaran Inovatif berorientasi konstruktivistik. Trianto.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.