LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH I

Disusun oleh Kelompok 1

Ahmad Safii Panggabean M. Khanafi Elbadi Fardian Helidae Dara Nur Rahmah Sariah Rini Astuti

10.51.11947 10.51.11843 10.51.11823 10.51.11827 10.51.11938 10.51.12131 10.51.12263

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL 2011

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT sehingga Laporan Praktikum Mekanika Tanah 1 ini dapat terselesaikan. Praktikum ini merupakan salah satu syarat persiapan untuk sidang nol pada Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Dalam praktikum ini, dilakukan pengujian mengenai sifat-sifat fisis dan teknis tanah lempung Desa Bukit Rawi. Hal ini didasarkan tujuan perencanaan untuk bahan jalan lebih mengarah pada sifat fisik dan kekuatan tanah. Dalam menyusun laporan ini, banyak mendapat masukan-masukan mulai dari teman-teman kelompok 1, teman mahasiswa di prodi teknik sipil, teknisi laboratorium dan dosen-dosen prodi Teknik Sipil. Untuk itu kelompok 1, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada : 1. Bapak Ir. Anwar Muda, MT, selaku Dekan Fakultas Teknik atas perhatiannya mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga selesainya praktikum ini. 2. Bapak Ir. Suradji Gandhi, MM selaku pembimbing praktikum Mekanika Tanah 1 atas bimbingannya hingga laporan ini terselesaikan. 3. Bapak Akhmad Bestari, ST, selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil atas perhatiannya dan waktu hingga laporan ini dapat diselesaikan. 4. Bapak Oot Nasrullah, ST selaku teknisi laboratorium Mekanika Tanah atas koreksi laporan ini. 5. Semua pihak yang yang telah membantu selama masa praktikum sampai penyelesaian laporan ini. Atas nama kelompok 1 mengharapkan saran dan kritik dari pembaca sebagai koreksi penyempurnaan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kelompok 1 maupun pembaca sekalian.

Palangkaraya,

Desember 2011

Penyusun

Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Kelompok 1

DAFTAR ISI

LEMBAR ASISTENSI………………………………………………………….. LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………… KATA PENGANTAR..………………………………………………………….. DAFTAR ISI……………………………………………………………………… BAB BAB BAB BAB BAB BAB I : DISTRIBUSI UKURAN BUTIR……………………………….. II : BATAS – BATAS ATTERBERG…………………………….... III : BERAT JENIS……………………………………………………. IV : PEMADATAN……………………………………………………….. V : CALIFORNIA BEARING RATIO……….…………………............ VI : KUAT TEKAN BEBAS ……………………………………………

LAMPIRAN………………………………………………………………………….

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

BAB I DISTRIBUSI UKURAN BUTIR TANAH

A. Maksud Percobaan ini untuk mengetahui ukuran butir tanah dan susunan butir (gradasi) tanah yang bertahan dalam saringan No. 200. B. Peralatan 1. Mesin pengguncang saringan (Sieve Shaker) 2. Saringan (Sieve) 3. Talam 4. Timbangan dengan ketelitian 0,2 gram C. Benda Uji Contoh tanah berasal dari daerah Desa Bukit Rawi D. Pelaksanaan 1. Saringan dan pan yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian masing-masing saringan ditimbang, kemudian disusun sesuai standart. 2. Saringan yang telah disusun tersebut diletakkan diatas alat pengguncang 3. Benda uji dikeringkan dalam oven, setelah kering tanah diambil dan bagian yang menggumpal dibuyarkan kemudian ditimbang. 4. Benda uji dimasukkan ke dalam saringan kemudian ditutup 5. Penjepit susunan saringa dikencangkan 6. Motor penggerak mesin pengguncang dihidupkan selama ± 15 menit, kemudian mesin dimatikan dan biarkan 5 menit untuk pengendapkan debudebu didalamnya. 7. Masing-masing saringan beserta benda uji yang tertahan di dalamnya ditimbang, demikian pula pan beserta isinya.

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

E. Hasil Pemeriksaan Berat tertahan Total Sample

Persentase tertahan = Persentase lolos =

x 100% x 100% x 100%

Total - Berat tertahan Total Sample

Persentase yang lolos =

Total – Jumlah Berat tertahan Total Sample

DISTRIBUSI UKURAN BUTIR ANALISA SARINGAN Nomor Saringan 4 10 20 40 60 100 200 Diameter [mm] (mm) 4,750 2,000 0,840 0,425 0,250 0,150 0,074 tertahan (gram) 0,00 0,00 2,10 21,30 68,40 24,00 69,00 184,80 Tertahan (%) 0,00 0,00 0,42 4,26 13,68 4,80 13,80 36,96 W total : 500 gram Lolos (%) 100,00 100,00 99,58 95,32 81,64 76,84 63,04 100,00

Analisa Saringan Silt F M C F Sand M C

Clay
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 0,001

Gravel

% Lolos

0,01

Diameter (mm)

0,1

1

10

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Grafik 1,1 Distribusi Ukuran Butir tanah

F.

Kesimpulan Dari grafik 1,1 terlihat, bahwa butiran tanah lolos pada saringan No. 200

sebesar 63,04%. Menurut AASHTO (dalam Hardiyatmo, 2006), maka tanah ini termasuk dominan kelompok tanah berbutir halus karena tanah lolos pada saringan No. 200 sebesar 63,04% > 35%. Sedangkan menurut USCS (dalam Hardiyatmo, 2006) tanah ini termasuk kelompok tanah berbutir halus karena tanah lolos pada saringan No. 200 sebesar 63,04% > 50% Kemudian, distribusi ukuran butir adalah D60 = 0,074 mm, D30 = 0,074 mm dan D10 = 0,075 mm. Maka koefisien keseragaman, Cu (Coeficien of Uniformity) adalah Cu = D60/D10 = 0,074/0,074 = 1 dan koefisien gradasi, Cc ( Coeficien of Gradation) adalah Cc = (D30)2 / D60 x D10 = (0,074)2 / 0,074 x 0,074 = 1. Menurut Hardiyatmo (2006), maka tanah ini termasuk gradasi buruk karena Cc =1 berada diluar interval 1< Cc < 4 dan Cu = 1 < 4 G. Dokumentasi

Persiapan analisa saringan

Hasil penyaringan

Proses penimbangan

Proses penimbangan tanah

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

BAB II BATAS – BATAS ATTERBERG

Atterberg (1911), memberikan batas-batas konsistensi dari tanah dengan mempertimbangkan kandunga air tanah. Batas- batas tersebut adalah batas cair (liquid limit (LL)) dan batas plastis (plastic limit) (PL). Konsistensi tanah ini akan diperoleh Plastisitas Indeks (Index Plasticity) (PI) dengan nilai PI = LL – PL 1. Pemeriksaan Batas Cair (Liquid Limit)

A. Maksud Percobaan ini dimaksudkan untuk menentukan kadar air sample tanah pada batas keadaan plastis dan keadaan cair Casagrande. B. Peralatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Alat batas cair standar (Atterberg). Alat pembalut alur (grooving tool) ASTM Alat pembalut alur (grooving toll) Cassagrande. Spatula Plat kaca Gelas ukur 200 ml Tin box Blade Neraca / timbangan pada saat 25 ketukan dengan alat

10. Pan atau cawan timbangan 11. Oven dengan suhu konstan 100°C C. Benda Uji 1. Tanah Desa Bukit Rawi 2. Air suling dari air minum merk aqua

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

D. Pelaksanaan 1. Mangkok batas cair dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran atau lemak yang menempel. 2. Tinggi jatuh mangkok diatur (10 mm dari atas) Kendorkan dua baut penjepit lalu putar tuas pemutar sampai posisi mangkok mencapai tinggi maksimum. Putar baut belakang sehingga ujung tangkai alat pembuat alur ASTM tepat masuk di antara dasar mangkok dan alas. 3. Sampel tanah yang lolos saringan No. 40 diletakkan diatas plat kaca pengaduk. 4. Sampel tanah diaduk-aduk dengan menggunakan spatula sambil menambahkan air suling sedikit demi sedikit sampai dihasilkan campuran yang homogen. 5. Sampel tanah yang telah homogen diambil dengan spatula kemudian dimasukkan dalam mangkok batas cair. Permukaan diratakan hingga sejajar dengan alas (mangkok dalam posisi menyentuh alas). Lapisan tanah yang paling tebal adalah 1 cm. 6. Dibuat alur dengan cara membagi 2 benda uji dalam mangkok tersebut dengan menggunakan grooving tool melalui garis tengah mangkok dengan posisi tegak lurus permukaan mangkok. 7. Tuas pemutar diputar dengan kecepatan 2 putaran perdetik (dalam 1 detik mangkok jatuh 2 kali) sampai kedua sisi tanah bertemu sepanjang ½” (12,7mm), kemudian jumlah pukulan dihitung. 8. Sampel tanah yang bersinggungan diambil dari mangkok lalu dimasukkan ke dalam cawan kemudian ditimbang, selanjutnya dimasukkan ke dalam oven untuk kemudian diperiksa kadar airnya. 9. Prosedur 4 sampai 8 diulangi dengan kadar air dan jumlah pukulan yang berbeda antara 10 - 20 pukulan, 21 – 30 pukulan, 31 – 40 pukulan.

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

2.

Pemeriksaan Batas Cair (Liquid Limit)

A. Maksud Maksud percobaan ini adalah untuk menentukan kadar air sampel pada batas plastis dan keadaan semi padat . B. Peralatan 1. Plat kaca 2. Spatula 3. Batang pembanding 4. Botol air suling 5. Blade 6. Gelas ukur 200 ml 7. Cawan porselin 8. Tin box 9. Neraca atau timbangan C. Benda Uji 1. Tanah Desa Bukit Rawi 2. Air suling dari air minum merk aqua D. Pelaksanaan 1. Mengambil sampel tanah yang lolos saringan no. 100 dan pan, lalu meletakkan diatas plat kaca pengaduk. Tanah dan air suling diaduk dengan menggunakan spatula hingga campuran tersebut menjadi campuran homogen 2. Setelah mendapatkan campuran yang homogen dibuat bola – bola tanah seberat ± 8 gram, kemudian digiling – giling diatas plat kaca. 3. Penggilingan dilakukan terus menerus sampai tanah tersebut membentuk batang tanah dengan diameter 1/8. Setelah mencapai diameter 1/8 tanah sudah retak, dimasukkan kedalam cawan yang sudah di timbang. 4. Tanah dengan diameter 1/8 dan cawan di timbang kemudian dimasukkan ke dalam oven. 5. Setelah kering cawan dan tanah kering ditimbang lagi untuk mendapatkan batas plastis

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

E. Hasil Pemeriksaan
BATAS - BATAS ATTERBERG Uraian Banyak Pukulan Berat Cawan Berat Cawan + Tanah Basah Berat Cawan + Tanah Kering Berat Air Berat Tanah Kering Kadar Air Batas cair (LL) 20 27 9,90 9,10 17,10 16,20 14,90 14,32 2,2 1,88 5,00 5,22 44,00 36,02 LL 39,75
Batas cair
45

gr gr gr gr gr %

36 9,80 17,10 15,20 1,90 5,40 35,19

Batas plastis (PL) 1 2 9,20 9,20 10,20 10,40 10,09 10,30 0,11 0,10 0,89 1,10 12,36 9,09

PL 10,73

PI 29,02

Kadar air (%)

40
LL = 39,75%

y = -0,5295x + 53,051 Batas cair

35

Linear (Batas cair )

30

15

20

25

30

35

40

Jumlah pukulan, N

Gambar 2.1 Grafik batas cair F. Kesimpulan Pada Gambar 2.1 di atas terlihat bahwa batas cair (LL) pada saat x= 25 ketukan dengan persamaan y = -0,5295x + 53,051 adalah 39,75% dan batas plastis (PL) saat terjadi retak-retak mendekati diameter gulungan 3 mm adalah 10,73% sehingga diperoleh indeks plastisitas (PI) 29,02%. Menurut Hardiyatmo (2006), bahwa tanah yang ada Desa Bukit Rawi ini tergolong tanah jenis lempung dengan indeks plastisitas tinggi yang kohesif karena indeks plastisitas (PI) hasil uji 29,02% > 17%.

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

G. Dokumentasi

Alat Casagrande

Contoh tanah batas cair dan plastis

Proses batas cair

contoh kadar air batas cair

Proses batas plastis

contoh kadar air batas plastis

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

BAB III PEMERIKSAAN BERAT JENIS

A. Maksud Maksud percobaan ini adalah menentukan berat jenis tanah yang mempunyai lolos saringan No.4, No. 10, dan No. 40 dengan piknometer. Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir tanah dengan berat air suling dengan isinya sama pada suhu tertentu. B. Peralatan 1. Piknometer dengan kapasitas minimum 100 ml atau botol ukur dengan kapasitas 50 ml. 2. Oven yang suhunya dapat diatur secara konstan 3. Bak perendam 4. Botol berisi air suling 5. Timbangan dengan ketelitian 0,10 gram 6. Termometer ukuran 0 - 50°C dengan ketelitian 1°C 7. Saringan No. 4, No. 10, No. 40, beserta penadahnya 8. Pastel (penumbuk karet) C. Benda Uji 1. Contoh tanah berbutir halus berasal dari Desa Bukit Rawi tanah yang mempunyai lolos saringan No.4, No. 10, dan No. 40 2. Air suling dari air minum merk aqua D. Pelaksanaan 1. Persiapan benda uji a. Benda Uji dikeringkan pada oven dengan temperatur 100°C dan kemudian dinginkan dalam desikator. Benda uji dibuat sebanyak 2 sample b. Gumpalan-gumpalan tanah dipecahkan atau digerus dalam mortal dengan pastel (penumbuk karet) sehingga butir-butirnya tidak rusak, kemudian disaring dengan saringan No. 4 (benda uji tidak dikeringkan), setelah itu benda uji dimasukkan kembali ke dalam oven sampai beratnya konstan.

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

2. Pelaksanaan Pemeriksaan a. Piknometer dibersihkan, dikeringkan, kemudian beserta tutupnya ditimbang (W 1). b. Benda uji (tanah kering) dimasukkan ke dalam piknometer dan ditimbang (W 2 ). c. Benda uji ditambahkan air suling sebanyak dua pertiga d. Piknometer berisi benda uji di didihkan dengan hati-hati selama minimal 10 menit untuk menghilangkan udara yag terperangkap. Untuk membantu mempercepat pengeluaran udara perlu ditambahkan air secukupnya. e. Piknometer beserta isinya direndam di dalam bejana air hingga mencapai suhu konstan f. Ditambahkan air suling hingga batas leher, kemudian dibersihkan bagian luarnya dan keringkan, selanjutnya ditimbang (W3 ). g. Sekaligus ukur suhu piknometer dengan ketelitian 1°C h. Kosongkan piknometer dan bersihkan. Isi piknometer dengan air suling yang suhunya sama, dengan ketelitian 1°C dan pasang tutupnya. Keringkan bagian luarnya, timbang dan koreksi terhadap suhu (W 4) i. j. Ulangi langkah tersebut di atas untuk benda uji yang lain dan bahan (sample) yang sama. Berat piknometer ditentukan sebagai berikut: W4 = Wa x K W4 = berat piknometer dan air setelah dikalibarsi Wa = berat piknokmeter dan air pada suhu Ta°C K = faktor koreksi (suhu 25° = 1,0000) Berat jenis (Gs) = W2 - W1 (W4 – W1 )- (W3 – W1 ) W4 = W 2 x K x 100%

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Dimana : Gs W1 W2 W3 W4 K = berat jenis = berat piknometer (gr) = berat tanah basah + berat benda uji ( gr) = berat tanah kering + berat benda uji + berat air (gr) = berat piknometer + air pada suhu 25°C = faktor koreksi pada suhu 25°C (1,0000)

k. Untuk memenuhi faktor koreksi dan suhu, maka nilai/koefisien dilhat sebagaimana tabel berikut : Nilai faktor koreksi T K T 18 19 20 21 22 23 24 1,0016 1,0014 1,0012 1,0010 1,0007 1,0005 1,0003 25 26 27 28 29 30 31

K 1,00000 0,9997 0,9995 0,9992 0,9986 1,9987 1,9983

E. Hasil Pemeriksaan
BERAT JENIS Nomor Piknometer Berat piknometer kosong (W1) gr Berat piknometer + tanah kering (W2) gr Berat piknometer + tanah + air (W3) gr Berat piknometer + air pada T C (W4) gr Suhu
o o

1 67,05 117,05 224,67 196,07 31,00 2,336

2 67,00 117,00 224,70 196,10 31,00 2,336 2,336

C

Berat jenis (Gs) Berat jenis (Gs) rata-rata

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

F. Kesimpulan Berdasarkan hasil pemeriksaan atas diperoleh berat jenis (Gs) sebesar 2,336. Menurut Hardiyatmo (2006), tanah ini termasuk dalam kelompok jenis lempung organik, karena tanah jenis lempung organik jika berat jenis 2,58 – 2,65 namun pelaksanaan telah dilakukan sesuai tahapan yang ada panduan praktikum.

G. Dokumentasi

Penimbangan piknometer

Proses pengujian berat jenis

Pengujian berat air dan piknometer

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

BAB IV PEMERIKSAAN KEPADATAN TANAH

A. Maksud Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah. Pada pengujian ini dilakukan pemadatan metode standar Proctor istilah umumnya standar Proctor. B. Peralatan 1. Mould pemadatan diameter 4 inch 2. Palu pemadatan standar 3. Extruder mold 4. Pisau pemotong 5. Palu karet 6. Kantong plastik 7. Sendok 8. Cawan 9. Pan 10. Gelas ukur 1000 ml 11. Benda Uji 1. Tanah Desa Bukit Rawi 12. Pelaksanaan 1. Siapkan sampel tanah yang sudah dijemur lalu hancurkan gumpalan dengan palu karet 2. Tentukan kadar air mula tanah tersebut 3. Pisahkan 5 buah sampel tanah dengan masing-masing 2 kg dalam kantong plastic 4. Ambil salah satu sampel tadi kemudian buat kadar air optimum perkiraan dengan cara sebagai berikut : Semprot dengan air sambil diaduk-aduk tangan sampai merata. Penambahan air dilakukan sampai didapat campuran tanah yang bila dikepalkan dengan tangam lalu dibuka, tidak hancur dan tidak lengket di tangan. Setelah didapat campuran tanah seperti ini, catat jumlah air yang

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

ditambahkan tadi kemudian tentukan kadar airnya secara perhitungan sebagai berikut : B+100 D = C[ A ]+B

5. Isikan data tersebut pada formulir kolom tengah, kemudian isi kolom-kolom samping kiri dan kanan untuk kadar air 3 % dan 6 % di atas dan di bawah kadar air optimum perkiraan. 6. Hitung penambahan air yang diperlukan untuk membuat sample tanah dengan kadar air yang sudah ditentukan tersebut dengan rumus : Di - B Ci = 100+B +A

Dimana : A B = Berat tanah (gr) = Kadar air mula (%)

C = Penambahan air (cc) D = Kadar air (%) Lakukan penambahan air sesuai dengan perhitungan lalu simpan sample tanah tersebut selama 24 jam agar dapat didapatkan kadar air yang benarbenar merata. 13. Perhitungan 1. Untuk setiap benda uji, berat volume basah dari tanah yang dipadatkan tersebut dihitung sebagai berikut :
 
W V(m )

dimana : W = berat tanah yang dipadatkan V(m) = volume cetakan

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

2. Untuk setiap benda uji, berat volume kering dari tanah yang dipadatkan tersebut dihitung sebagai berikut :
d  
1 w(%) 100

Dimana :  = persentase kadar air γd= Berat isi kering dan γ= Berat isi basah 3. Untuk setiap benda uji, berat volume kering nol rongga udara (zero air void) (zav) dihitung sebagai berikut :

 ZAV 
dimana :  d Gs w 

GS . w 1  GS . w

= Berat isi kering = Berat jenis tanah (gr/cm3) = Berat isi air (gr/cm3) = Kadar air (%)

14. Hasil Pemeriksaan
PEMADATAN METODE STANDAR PROCTOR Berat Tanah Basah Kadar Air Mula (%) Penambahan Air (%) Penambahan Air (cc) 2.500,00 4,05 11,06 134,67 2.500,00 4,05 14,06 192,34 5.615,00 4.029,00 1.586,00 928,90 1,71 1,34 23,25 20,80 2,45 11,75 9,05 27,07 2.500,00 4,05 17,06 250,00 5.640,00 4.029,00 1.611,00 928,90 1,73 1,36 25,44 22,86 2,58 13,53 9,33 27,65 1,42 2.500,00 4,05 18,56 278,83 5.653,00 4.029,00 1.624,00 928,90 1,75 1,36 19,94 17,50 2,44 9,02 8,48 28,77 1,40 Gs 2.500,00 4,05 20,06 307,66 5.645,00 4.029,00 1.616,00 928,90 1,74 1,34 21,29 19,60 1,69 13,93 5,67 29,81 1,38 2,336

Berat Cetakan + Tanah Basah (gr) 5.542,00 Berat Cetakan (gr) 4.029,00 Berat Tanah Basah (gr) 1.513,00 Isi Cetakan (cc) 928,90 Berat Isi Basah (gr/cc) 1,63 Berat Isi Kering (gr/cc) 1,30 Berat Cawan + Tanah Basah (gr) Berat Cawan + Tanah Kering (gr) Berat Air (gr) Berat Cawan (gr) Berat Tanah Kering (gr) Kadar Air (%) Υzav 23,61 20,60 3,01 8,79 11,81 25,49

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Grafik pemadatan
1,45 Zero Air Void (ZAV)
Berat isi kering, γd (gr/cm3)

1,40 γd maks = 1,36 gr/cm3 1,35 y = -0,0078x 2 + 0,4438x - 4,9178 R² = 0,9907 Pemadatan ZAV 1,30 Wopt = 28,20% Poly. (Pemadatan)

1,25

25

26

27

28

29

30

Kadar air, w (%)

Gambar 3.1 Grafik Pemadatan 15. Kesimpulan Dari Gambar 3.1, diatas terlihat diperoleh berat isi kering maksimum (γd
maks)

1,36 gr/cm3 dan kadar air optimum (wopt) 28,20% yang dipadatkan sebanyak 3 lapisan dengan tiap lapisan ditumbuk 25 kali dengan penumbuk beratnya 2,54 kg dan tinggi jatuh 30,50 cm dalam silinder mould yang mempunyai volume 928,90 cm3. Hal ini menunjukkan bahwa parameter kepadatan ini sebagai bahan untuk sampel pengujian California Bearing Ratio (CBR) dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Namun, saat tanah mengalami jenuh air S = 100%, terlihat berat isi kering kondisi kadar udara nol (ZAV) mencapai 1,42 gr/cm3. Hal ini menunjukkan bahwa tanah kondisi 100% padat tanpa rongga udara (nol rongga udara) adalah pada saat berat isi kering 1,42 gr/cm3.

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

16. Dokumentasi

Mold Pemadatan Standar

Proses Pemadatan

Pengambilan dengan Extruder

Penimbangan Hasil Pemadatan

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

BAB V PEMERIKSAAN CALIFORNIA BEARING RATIO

A. Maksud Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah di laboratorium pada kadar air tertentu. B. Peralatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mesin Penetrasi CBR CBR mould Ø 6” Piringan pemisah Palu penumbuk modified Alat pengukur pengembangan (swelling) Keping beban lubang bulat Keping beban lubang alur Piston penetrasi (luas 3” persegi)Pengukur beban dan penetrasi Talam

10. Alat perata 11. Bak perendam 12. Alat pengeluar contoh (extruder mould) 13. Timbangan 29 kg 14. Pisau pemotong / sendok 15. Stopwatch 16. Tin Box C. Benda Uji 1. Contoh tanah dari desa Bukit Rawi Kalimantan Tengah

D. Pelaksanaan 1. 2. Ambil contoh tanah yang kering udara disiapkan (seperti yang dipakai pada percobaan pemadatan) sebanyak 3 contoh masing-masing 5 kg. Tanah tersebut kemudian disemprot dengan air sehingga mendekati kadar air optimum dengan toleransi 3%, hal ini dapat dilakukan sebagai berikut:

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

a. Pada waktu percobaan pemadatan, setiap sampel tanah di simpan dalam botol tertutup sehingga kadar airnya tidak berubah, masingmasing botol diberi tanda nomor percobaan dan juga kadar airnya. b. Sesudah kadar air optimum diketahui, ambil botol yang berisi contoh tanah dengan kadar air yang paling mendekati kadar air optimum c. Contoh tanah yang akan dipakai pada percobaan CBR disemprot air sehingga warnanya hampir mendekati warna tanah dalam botol tadi. Lakukan dengan seksama mengingat toleransi yang diijinkan hanya 3%. d. Banyaknya air yang dibutuhkan utnuk mencapai kadar air optimum dihitung sebagai berikut :    3. 4. 5. 6. 7. Kadar air asli A% Kadar air diinginkan B% (kadar air optimum) Sampel yang diperlukan sebanyak 5000 gram Maka penambahan air = 5000 x (1 – 100 + A/100 + B) gram Contoh tanah tersebut dibiarkan selama 24 jam (curring time) agar kadar airnya merata, lalu ditutup rapat supaya tidak terjadi penguapan CBR mould tersebut beserta alasnya ditimbang kemudian dimasukkan keping pemisah (spancer disc) lalu diletakkan kertas saringan diatasnya. Collar dipasang di atas mould. Tanah yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam mould tersebut sehingga setelah dipadatkan akan mengisi 1/5 tinggi mould. Masing-masing lapisan tanah tersebut dipadatkan sehingga seluruh tinggi mould. Hal ini dilakukan 3 kali dengan jumlah tumbukan yang berbeda, yaitu: Contoh 1 Contoh 2 Contoh 3 8. 9. pemotong. Mould tersebut dibalik dan piringan pemisah serta kertas saringan dikeluarkan lalu ditimbang. 10. Kertas saringan dipasang pada kedua permukaan tanah dalam mould kemudian dipasang kembali alasnya dengan posisi mould terbalik. 11. Diletakkan alat pengukur pengembangan lalu keping beban seberat 10 lbs diletakkan diatas (maksudnya sebagai beban pengganti yang akan : 3 lapis, tiap lapis ditumbuk 10 kali : 3 lapis, tiap lapis ditumbuk 25 kali : 3 lapis, tiap lapis ditumbuk 56 kali

Collar dilepas lalu tanah dibagian atas mould diratakan dengan pisau

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

dilimpahkan pada tanah nantinya).

12. Mould tersebut direndam dalam air selama 4 x 24 jam. 13. Pembacaan dial pengembangan dilakukan setiap 24 jam untuk keperluan perhitungan sweliing total terhadap tinggi sampel (dalam persen). 14. Mould diangkat dari dalam air, lalu genangan air diatasnya dibuang. 15. Dengan beban yang masih terpasang, mould diletakkan diatas piringan penekan pada alat penetrasi CBR. 16. Posisi dial beban dan dial penetrasi diatur pada posisi nol kemudian dilakukan penekanan dengan kecepatan 0,05”/menit. 17. Pembacaan dial beban dilakukan pada penetrasi 0,0125”; 0,0025”; 0, 050”; 0,075” dan seterusnya. E. Perhitungan 1. Hitung pembebanan dalam kg (lb) dan gambarkan grafik beban terhadap penetrasi. 2. Dengan menggunakan harga-harga beban, pada saat penetrasi 2,54mm (0,1”) dan 5,08 mm (0,2”) hitung harga CBR dengan membagi beban standar. Dimana rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : CBR0,1  CBR0,2  Dalam hal ini : X = Pembacaan pada kurva pada penetrasi 0,1” Y = Pembacaan pada kurva pada penetrasi 0,2” 3. Hitung pengembangan (swelling) tanah setiap 24 jam selama 4 hari yaitu perubahan tinggi selama perendaman terhadap tinggi benda uji semula dinyatakan dengan prosen dengan rumus :

X  100 % 3000 Y  100% 4500

Swelling 
Dimana

(h 2  h1)  100% h2

h1 = tinggi sample tanah semula (cm) h2 = tinggi sample tanah setelah perendaman (cm)

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

F.

Hasil Pemeriksaan
CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) RENDAMAN

Grafik Pemadatan 1,45 1,45

Grafik CBR

Berat isi kering (gr/cm3)

1,40

1,40

CBR = 4,68 %

1,35

1,35

1,30

1,30

CBR = 0,55%

.

1,25

25

26

27

28

29

30

1,25

0

1 CBR (%)

2

Kadar air (%)

Metode Standar Proctor 3 Berat isi kering maksimum (gr/cm ) Kadar air optimum (%) CBR 100% CBR 95 %

1,36 28,20 0,55 0,52

Gambar 5.1 Grafik California Bearing Ratio G. Kesimpulan Pada Gambar 5.1 diatas bahwa nilai CBR 100% diperoleh 0,55% pada kepadatan kering maksimum (γdmaks) 1,36 gr/cm3. Menurut Bowles (1992), bahwa tanah ini termasuk nilai CBR sangat jelek kualitasnya sebagai tanah dasar karena nilai CBR hasil uji berada diantara 0 – 3 %

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

H.

Dokumentasi

Pemadatan CBR

CBR peram selama 3 hari

CBR rendam selama 4 hari

Uji CBR

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

BAB VI PEMERIKSAAN KUAT TEKAN BEBAS

A. Maksud Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan besarnya kekuatan tekan bebas contoh tanah bersifat kohesif dalam keadaan asli (undistrub) maupun terganggu (remolded). Kuat tekan bebas ialah besarnya aksial persatuan luas pada saat benda uji mengalami keruntuhan atau pada saat rengangan aksialnya mencapai 20 %. B. Peralatan 1. Mesin tekan bebas (Unconfined Compressive Machine). 2. Alat untuk mengeluarkan contoh tanah (Extruder). 3. Cetakan benda uji berbentuk silinder dengan tinggi 2 kali diameter. 4. Pisau tipis dan talam. 5. Neraca dengan ketelitian 0,1 gram. 6. Pisau kawat. 7. Stopwacth. C. Benda Uji 1. Benda uji yang dipergunakan berbentuk silinder. 2. Benda uji mempunyai diameter minimal 3,3 cm dan tingginya diambil 2 kali diameter. Biasanya dipergunakan benda uji dengan diameter 6,8 cm dan tingginya 13,6 cm. 3. Ukuran butiran a. Untuk benda uji diameter 3,3 cm besar butir maksimum yang terkandung dalam benda uji harus 0,1 kali diameter benda uji. b. Untuk benda uji berdiameter 6,8 cm besar butir maksimum yang terkandung dalam benda uji harus 1/6 kali diameter benda uji. c. Jika setelah pemeriksaan ternyata dijumpai ukuran butir yang lebih dari d. pada ketentuan tersebut di atas, hal ini dicantumkan dalam laporan.

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

4. Persiapan benda uji a. Benda uji asli dari tabung contoh  Contoh dikeluarkan dari tabung dengan alat pengeluar contoh, kemudian dipotong dengan pisau kawat dan diratakan dengan pisau.  Pisau alat cetak benda uji di depan tabung contoh, keluarkan contoh dengan alat pengeluar contoh sepanjang alat cetak kemudian dipotong dengan pisau kawat.  Alat cetak yang berisi benda uji didirikan dengan ujung yang sudah dibentuk di atas alas yang rata. Kemudian ujung sebelah atas diratakan dengan pisau.  Keluarkan benda uji dari alat cetak. b. Benda uji buatan  Benda uji buatan bisa dipersiapkan dari benda uji bekas atau dari contoh lain yang tidak asli.  Dalam hal menggunakan benda uji bekas menyiapkan benda uji asli dari tabung contoh, benda uji tersebut dimasukkan dalam kantong plastik kemudian diremas dengan jari sampai merata. Pekerjaan tersebut harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah udara masuk, memperoleh kepadatan yang merata dan penguapan air. Padatkan benda uji tersebut pada cetakan (3.b).  Apabila menggunakan benda uji contoh tidak asli lain, benda uji dapat disiapkan dengan kadar air dan kepadatan yang ditentukan lebih dahulu. Jika dikehendaki benda uji tersebut dapat dijenuhkan terlebih dahulu sebelum diperiksa (harus dicatat dalam laporan).

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

D. Pelaksanaan 1. Pemeriksaan tekan bebas dengan cara mengontrol tegangan. 2. Timbang benda uji dengan ketelitatian 0,1 gram. Letakkan benda uji pada mesin tekan bebas secara centris. Atau mesin diatur sehingga plat atas menyentuh permukaan benda uji. 3. Atur jarum arloji regangan dan tegangan pada angka nol. 4. Pembacaan beban dilakukan pada regangan-regangan 0,5% , 1%, 2% dan seterusnya dengan kecepatan regangan sebesar ½ s/d 2 % permenit (biasanya diambil 1% permenit). 5. Percobaan ini dilakukan terus sambil benda uji mengalami keruntuhan. Keruntuhan ini dapat dilihat dari makin kecilnya beban walaupun renggangan semakin besar. 6. Jika renggangan telah mencapai 20% tetapi benda uji belum runtuh, maka pekerjaan dihentikan. E. Perhitungan 1. Regangan aksial (ε) : ε ε ∆ =

= Regangan aksial (%) = Perubahan panjang benda uji (cm)

100%

Lo = Panjang benda uji semula (cm) 2. Luas penampang benda uji rata-rata (A) : A =
ε

Ao = Luas penampang benda uji semula (cm2) 3. Tegangan normal (P) : = P n (kg/cm2)

= N x n (kg) = Pembacaan arloji tegangan.

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

N = Angka kalibrasi dari cincin penguji (proving ring)

4. Unconfined Compression Strength (UCS) qu = (kg/cm2)

F.

Hasil Pemeriksaan
KUAT TEKAN BEBAS

Pembacaan Penurunan Pembacaan vertikal Dial beban (P) (mm) (kg) 0 0 0 50 0,50 0,8 100 1,00 1,5 150 1,50 2,2 200 2,00 2,8 250 2,50 2,5

Kalibrasi Beban (kg) 0 5,381 5,381 5,381 5,381 5,381

Regangan Faktor L / Lo koreksi luas 2 ε (cm ) 0 0 0,00357 0,99643 0,00714 0,99286 0,01071 0,98929 0,01429 0,98571 0,01786 0,98214

Koreksi luas (A') 0 38,60287 38,74173 38,88159 39,02246 39,16436

Tegangan (P/A') 2 (kg/cm ) 0 0,10 0,21 0,30 0,39 0,34

Grafik UCS 0,5 UCS = 0,39 kg/2

0,4
Tegangan (kg/cm2)

0,3
UCS

0,2 ε= 1,425 % 0,1

0,0

0,0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1,0 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 1,7 1,8 1,9 2,0 Regangan (%)

Gambar 6.1 Grafik Kuat Tekan Bebas

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

G. Kesimpulan Pada Gambar 6.1, di atas bahwa sampel tanah memberikan nilai UCS terbesar 0,39 kg/cm2 pada saat regangan 1,425%. Menurut Hardiyatmo (2006), bahwa sampel tanah ini termasuk dalam kelompok konsistensi lempung lunak karena nilai UCS pada rentang 0,25 – 0,50 kg/cm2. H. Dokumentasi

Pencampuran bahan UCS

Pemadatan UCS

UCS peram 7 hari

uji UCS

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Lampiran 1.2 Peta Lokasi Contoh Tanah

Contoh Tanah dari Desa Bukit Rawi, Kalimantan Tengah

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Lampiran 1.3 Dokumentasi

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Praktikum mekanika tanah 1 Kelompok 1

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful