PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Disusun oleh : REGINA ADITYA REZA NIM. C2A606086

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

ABSTRAKSI

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dilaksanakan pada 112 karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan SPSS versi 17. Teknik sampling yang dipakai adalah metode sensus dan teknik pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas dengan analisis faktor, uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Uji asumsi klasik dan analisis regresi liner berganda, untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

Kata Kunci: Gaya kepemimpinan, Motivasi, Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan.

ABSTRACT

The research aims to examine and analyze the influence of leadership style, motivation and work discipline toward performance of employee in PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. Data collected through distribution of questionnaires and it is implemented to PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara’s 112 employee. Analysis of data in this research using the help of SPSS version 17. A sampling technique uses a census method and data test technique is used within the research includes validity test by factor analysis, reliability test with cronbach. Classic assumption test and double linear regression analysis, to verify and to prove the research hypothesis. Analysis result demonstrates that leadership style have a positive influence toward employee performance. Motivation have a positive influence toward employee performance and work discipline have a positive influence toward employee performance.

Keywords: leadership style, Motivation, work discipline and employee performance.

Maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan. (Surat Al Insyirah: 6-7) SKRIPSI INI KUPERSEMBAHKAN UNTUK Bapak dan Ibuku Tercinta ”Ya Allah ampunilah dosa-dosa kedua orangtuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu aku kecil” Adik-adikku Tersayang Mbah Priyo Saudara dan Sahabatku .MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO “Barang siapa bersungguh-sungguh pasti ada jalan” (Peribahasa Islam) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. kerjakanlah dengan sungguhsungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap.

Bapak I Made Bayu Dirgantara. Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara”. 2. Alhamdulillahi robbil ‘alamin. M. puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Wb. Akt.M. selaku Ketua Jurusan Manajemen Reguler 2. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. 4. dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. M. selaku dosen pembimbing dan ketua penguji skripsi yang telah meluangkan waktu dan dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan dan arahan yang sangat bermanfaat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. H. Selama proses penyusunan skripsi ini penulis mendapatkan bimbingan. 3. SE. dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu. bantuan. MM. Dr. selaku dosen wali. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk meyelesaikan program Sarjana (SI) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. . Bapak Suharnomo. Chabachib.Si.KATA PENGANTAR Assalamu’alikum Wr. Hj. Indi Djastuti. Dr. MS. SE.Si. arahan.

kalian bisa mengobati kebosananku. 6. perusahaan konstruksi Banjarnegara. Dan dengan sabar mendengar keluh kesah penulis. 11. 8. Bapak dan Mamahku Tercinta yang selalu memberikan doa. dukungan. dan semangatnya kepada penulis. Sahabat-sahabat di E-Cos. dorongan. PT Sinar Santosa Perkasa. bantuan dan kerjasamanya selama ini. Seluruh dosen dan segenap staf Manajemen Reguler 2 atas ilmu dan bantuan yang telah diberikan. 7. Kalian temanteman yang menyenangkan. dan bimbingannya kepada penulis. Shera dan Mba Juju atas semangat. Adik-adikku yang selalu memberikan dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.5. Mbah Priyo yang selalu mendoakan dan memberi semangat sehingga penulis dapat meneyelesaikan skripsi ini. Lia. 10. Upil. Ina. Serta Bu Asih atas bantuan dan doanya. Teman-teman Manajemen Reguler 2 Kelas B angkatan 2006 atas kebersamaan. Kalian tak akan pernah tergantikan oleh apapun. keceriaan. Mba Yeni atas keceriaannya selama ini. yang menjadi objek peelitian dan para karyawan PT Sinar Santosa Perkasa yang telah bersedia menjadi responden pada penelitian ini. . 9. Ida.

Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan. Rea terimakasih kebersamaannya dan persaudaraan yang terjalin selama ini. dan dukungannya. Sahabat-sahabat kekompakannya. di Banjarnegara. Teman-teman KKN-PPM II 2009. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT. 14. Denok. Firman. Silya dan Geng Motor Eki. Wassalamu’alaikum Wr. Sepetember 2010 Penulis . Zuhri.Wb atas Semarang. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Betrixs. oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan. Shera. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai tambahan informasi dan wacana bagi semua pihak yang membutuhkan. Ratna atas 13.12. Geng Nesu Mba Septi. Dita. Cherly.

......................1 Deskripsi Objek Penelitian .................5...........................2 Rumusan MasalahPenelitian .......................................................4 Manfaat Penelitian .................5 Metode Analisis Data .............................................2 Gaya Kepemimpinan ..........1 Uji Validitas ................................................... 6 1....................... 1 1.......................... 27 3..........3 Jenis dan Sumber Data ...........1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ...................................................1.......... vi KATA PENGANTAR ............. 36 3........................................................................................................ 27 3..........................................................................1.................4 Metode Pengumpulan Data ......5 Sistematika Penulisan ...................................................................................................................3 Maksud dan Tujuan penelitian ...................................... 12 2............. ii PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ......2 Penentuan Populasi dan Sampel ..................1.......................... 23 2............... 22 2.............................................................................3 Motivasi ................................................................ 1 1............................................................................................ 42 4.................................................... xii BAB I PENDAHULUAN .......................................................4 Disiplin Kerja .............. 35 3...................................................4 Analisis Regresi Linier Berganda ..............................................................................................................................1 Gambaran Umum Perusahaan ..................................3 Uji Asumsi Klasik ................ 35 3................................. 17 2.....................5....................5...........DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...............................................................................1 Variabel Penelitian .............. v MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... 5 1............................................................................................ 32 3...........3 Hubungan Antar Variabel ..................................................................1 Latar Belakang Masalah .......1 Landasan Teori ........................ 42 .......... 26 BAB III METODE PENELITIAN .............................................................5 Pengujian Hipotesis ...........................................................................................1............5................................................1.............. 9 2......................2 Uji Reliabilitas ........................................................... 20 2.................. iv ABSTRACT .... 39 3........................................................................................4 Kerangka Pemikiran ....................................................... 33 3....2 Penelitian terdahulu ........ xi DAFTAR LAMPIRAN .............5............................................1......................... x DAFTAR GAMBAR .............................................................. 42 4....................................... vii DAFTAR TABEL ............... 31 3............................1..................... 33 3........... 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..................... iii ABSTRAK ...... 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................ i HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ..............1 Kinerja Karyawan .....................................................2 Definisi Operasional . 7 1...................................................................... 9 2.. 27 3......... 9 2..................................................... 28 3....................................................................................

.............. DAFTAR PUSTAKA . 4................... 4.....3 Uji t (Uji Hipotesis Secara Parsial) ………………………… 4................................ BAB V PENUTUP ....... 5............. 4.. 5........1 Pengujian Validitas ..............1........................3...4...3 Diskripsi Variabel Disiplin Kerja ............................................4 Pengujian Hipotesis ........................ 4.....1 Uji Kualitas Data ......2 Analisis Data ........1.......2....2........2...................... 4.. 42 42 43 44 45 46 48 50 52 55 55 55 56 57 57 58 60 61 63 63 64 65 67 70 70 72 72 74 78 .....2........1.3 Pendidikan Responden …………………………......... 4.....2 Uji Heteroskedastisitas ............2 Keterbatasan Penelitian .......................2 Uji Asumsi Klasik .....1...2.......................... 4......................1.3...............1.................3...................1 Uji Multikolinieritas ................................................ 4......3 Saran ....................1..... 4..1.......... 4...3 Analisis Persamaan Regresi Linier Berganda .......................... 4...................2..............1...................... 4...........1. 4............1 Diskripsi Variabel Gaya Kepemimpinan ………..........................................5 Pembahasan ………………………………………………………......................2.................. ..........1 Umur Responden …………………………………............ 5.............. LAMPIRAN-LAMPIRAN...... 4..........................................2... 4................1 Uji F (Uji Hipotesis Secara Simultan) ....... 4..3 Uji Normalitas .........................2...4......................................................................................2 Pengujian Reliabilitas .1 Kesimpulan Penelitian .......2............................2 Jenis Kelamin Responden ………………………......2 Diskripsi Variabel Motivasi ..................... ...2.........3.......................................4..3 Deskripsi Data Penelitian ……………………………….......2..................2 Koefisien Determinasi (R²) ………………………………… 4......4 Diskripsi Variabel Kinerja Karyawan …………… 4......... 4.........1.........................2 Identitas Responden ……………………………………….............................4..............................2.................... 4... 4.....

Tabel 4...12 Hasil Uji Signifikasi Simultan (Uji F) ……………………………….13 Hasil Analisis Koefisien Determinasi ………………………………... Tabel 4...1 Tingkat Keluar Karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Tahun 2009 ….4 Tanggapan Responden Mengenai Gaya Kepemimpinan …………….. Tabel 4.. Tabel 4..7 Tanggapan Responden Mengenai Kinerja Karyawan ……………….3 Pendidikan Responden ………………………………………….2 Jenis Kelamin Responden …………………………………………….. Tabel 4...6 Tanggapan Responden Mengenai Disiplin Kerja ………………….. Tabel 4... Tabel 4.. Tabel 4.1 Umur Responden …………………………………………………….10 Hasil Uji Multikolinieritas …………………………………………. Tabel 4. Tabel 4...5 Tanggapan Responden Mengenai Motivasi ………………………...14 Hasil Uji Signifikasi Parsial (Uji t) …………………………………. Tabel 4..8 Hasil Uji Validitas …………………………………………………….9 Hasil Uji Reliabilitas …………………………………………………..... 3 Tabel 4. Tabel 4...11 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ……………………………..DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. 46 47 48 49 51 53 56 58 60 61 64 66 67 68 . Tabel 4.

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. 29 62 63 .2 Hasil Uji Normalitas ……………………………………………. Gambar 4... Gambar 4.1 Hasil Uji Heterokedastisitas …………………………………….1 Kerangka Pemikiran ……………………………………………..

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Kuesioner Lampiran B Surat Ijin Penelitian Lampiran C Surat Keterangan Penelitian dari Perusahaan Lampiran D Tabulasi Data Responden Lampiran E Output SPSS 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada berbagai bidang khususnya kehidupan berorganisasi, faktor manusia merupakan masalah utama disetiap kegiatan yang ada didalamnya. Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang reaktif dapat diidentifikasikan, bekerja secara terus menerus untuk mencapai tujuan (Robbins, 2006). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakarsai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan. Perusahaan membutuhkan adanya faktor sumber daya manusia yang potensial baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam organisasi maupun perusahaan. Agar aktivitas manajemen berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketrampilan tinggi serta usaha untuk mengelola perusahaan seoptimal mungkin sehingga kinerja karyawan meningkat. Menurut Budi Setiyawan dan Waridin (2006) kinerja karyawan merupakan hasil atau prestasi kerja karyawan yang dinilai dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang ditentukan oleh pihak organisasi. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai standar organisasi dan mendukung

tercapainya tujuan organisasi. Organisasi yang baik adalah organisasi yang berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, karena hal tersebut merupakan faktor kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan. Peningkatan kinerja karyawan akan membawa kemajuan bagi perusahaan untuk dapat bertahan dalam suatu persaingan lingkungan bisnis yang tidak stabil. Oleh karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan merupakan tantangan manajemen yang paling serius karena keberhasilan untuk mencapai tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada kualitas kinerja sumber daya manusia yang ada didalamnya. PT Sinar Santosa Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang berawal dari

comanditaire vennootschape (CV) yang berdiri tahun 1983 yang kemudian dijadikan Perseroan Terbatas (PT) pada tahun 2004. Penelitian ini memfokuskan pada karyawan PT Sinar Santosa Perkasa yang berlokasi di Banjarnegara karena disini pusat kegiatan manajerial dilakukan. Kinerja karyawan yang tinggi sangatlah diharapkan oleh perusahaan terserbut. Semakin banyak karyawan yang mempunyai kinerja tinggi, maka produktivitas perusahaan secara keseluruhan akan meningkat sehingga perusahaan akan dapat bertahan dalam persaingan global. Karyawan dituntut untuk mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif dan efisien. Keberhasilan karyawan dapat diukur melalui kepuasan konsumen, berkurangnya jumlah keluhan dan tercapainya target yang optimal.

Terdapat faktor negatif yang dapat menurunkan kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain (Suranta. karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya (Waridin dan Bambang Guritno. 2002). Gaya kepemimpinan cocok apabila tujuan perusahaan telah dikomunikasikan dan bawahan telah menerimanya. pengaruh yang berasal dari lingkungannya. Faktor-faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja diantaranya adalah gaya kepemimpinan.Kinerja karyawan PT Sinar Santosa Perkasa juga dapat diukur melalui penyelesaian tugasnya secara efektif dan efsien serta melakukan peran dan fungsinya dan itu semua berhubungan linear dan berhubungan positif bagi keberhasilan suatu perusahaan. Semua itu merupakan sebab menurunya kinerja karyawan dalam bekerja. diantaranya adalah menurunnya keinginan karyawan untuk mencapai prestasi kerja. kurangnya ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan sehingga kurang menaati peraturan. Seorang pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya. 2005). motivasi dan disiplin kerja. Pemimpin mendengar ide-ide dari para bawahan sebelum mengambil keputusan. Gaya kepemimpinan yang tepat akan menimbulkan motivasi seseorang untuk berprestasi. Perusahaan menggunakan penghargaan atau hadiah dan ketertiban sebagai alat untuk memotivasi karyawan. teman sekerja yang juga menurun semangatnya dan tidak adanya contoh yang harus dijadikan acuan dalam pencapaian prestasi kerja yang baik. Sukses tidaknya karyawan .

upaya dan keinginan yang ada di dalam diri manusia yang mengaktifkan. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja menunjukan hasil yang sama bahwa hubungan antara motivasi dengan kinerja karyawan menunjukan hubungan positif dan signifikan. arah. seperti apa . Motivasi adalah dorongan. adanya pembagian kerja yang tuntas sampai kepada pegawai atau petugas yang paling bawah. bagaimana melakukannya. Beberapa peneliti telah menguji hubungan antara motivasi dengan kinerja karyawan. kapan pekerjaan dimulai dan selesai. 2002). 2006). 2006). Hakim (2006). dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran. Suranta (2002) dan Tampubolon (2007) telah meneliti pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja.dalam prestasi kerja dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan atasannya (Hardini. antara lain Suharto dan Cahyono (2005). memberi daya serta mengarahkan perilaku untuk melaksanakan tugas-tugas dengan baik dalam lingkup pekerjaannya (Hakim. sehingga setiap orang tahu dengan sadar apa tugasnya. Salah satu syarat agar disiplin dapat ditumbuhkan dalam lingkungan kerja ialah. Motivasi sebagai proses yang bermula dari kekuatan dalam hal fisiologis dan psikologis atau kebutuhan yang mengakibatkan perilaku atau dorongan yang ditujukan pada sebuah tujuan atau insentif (Moekijat. 2001 dalam Suranta. menyatakan bahwa gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Menurut Budi Setiyawan dan Waridin (2006) disiplin sebagai keadaan ideal dalam mendukung pelaksanaan tugas sesuai aturan dalam rangka mendukung optimalisasi kerja. 2001 dalam Hakim. Robbins (2006) mendefinisikan motifasi sebagai proses yang ikut menentukan intensitas.

dan Aritonang (2005) disiplin kerja karyawan bagian dari faktor kinerja. jangan harap akan dapat diwujudkan adanya sosok pemimpin atau karyawan ideal sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat dan perusahaan. untuk suatu upaya yang dapat meningkatkan kinerja . dan kepada siapa mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan itu (Budi Setiyawan dan Waridin.hasil kerja yang disyaratkan. 1. Menurut Budi Setiyawan dan Waridin (2006). ketentuan-ketentuan perusahaan yang memberatkan karyawan. Tanpa adanya disiplin yang baik. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja kerja karyawan. Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara”. 2006).2 Rumusan Masalah Penelitian Manusia merupakan sumber daya yang paling menentukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Gaya Kepemimpinan. disamping gaya kepemimpinan dan motivasi yang cukup tinggi. Untuk itu disiplin harus ditumbuh kembangkan agar tumbuh pula ketertiban dan evisiensi. Kemudian timbul pemikiran bagaimana keseluruhan faktor tersebut saling berkesinambungan sehingga mempengaruhi kinerja karyawan. peneliti menemukan adanya kekurangmenaati tata tertib. Permasalahan dari perusahaan ini adalah tinggi rendahnya kinerja karyawan. Berdasarkan survei pendahuluan.

Mengetahui pengaruh variabel disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada. 3.karyawan. Apa disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan? 1. Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. motivasi dan disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan. Apa motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan? 3. maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1. dengan permasalahan tersebut diduga faktor gaya kepemimpinan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dirumuskan suatu pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. .3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang mendalam dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh gaya kepemimpinan. Apa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan? 2. Mengetahui pengaruh variabel motivasi terhadap kinerja karyawan. 2. motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.

3.1. serta sistematika penulisan. . 1.4 Manfaat penelitian Manfaat-manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. manfaat penelitian. Bagi perusahaan Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi perusahaan dalam pengelolaan SDM beserta segala kebijakan yang berkaitan langsung dengan aspek-aspek SDM secara lebih baik. Bagi penulis Dapat menambah pengetahuan sebagai bekal dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Sisitematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas tentang latar belakang masalah. 2. perumusan masalah. maksud dan tujuan penelitian. Bagi almamater Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan referensi bacaan bagi semua pihak yang membutuhkannya.5 Sistematika Penulisan Adanya sistematika penulisan adalah untuk mempermudah pembahasan dalam penulisan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHSAN Bab ini akan membahas mengenai gambaran umum obyek penelitian. jenis dan sumber data. penelitian terdahulu. BAB V PENUTUP Berisi kesimpulan-kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian dan saransaran. dan pembahsan dari analisis data. hubungan antar variabel. metode pengumpulan data.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini membahas tentang landasan teori yang digunakan. sebagai masukan bagi perusahaan dan penelitian selanjutnya. analisis data. dan metode analisis. BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas variabel penelitian beserta definisi operasionalnya. kerangka pemikiran dan hipotesis. penentuan sampel penelitian. .

2006). Sedangkan menurut Rivai dan Basri (2005) kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawab dengan hasil seperti yang diharapkan. Akan tetapi dalam kenyataannya banyak organisasi yang justru kurang atau bahkan tidak jarang ada yang mempunyai informasi tentang kinerja dalam organisasinya. Menurut Bambang Guritno dan Waridin (2005) kinerja merupakan perbandingan hasil kerja yang dicapai oleh karyawan dengan standar yang telah ditentukan.1 Landasan Teori 2. Informasi tentang kinerja organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting digunakan untuk mengevaluasi apakah proses kinerja yang dilakukan organisasi selama ini sudah sejalan dengan tujuan yang diharapkan atau belum. Kinerja sebagai hasil-hasil fungsi pekerjaan/kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu (Tika. yang dihubungkan dengan .1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kinerja karyawan Kinerja merupakan perilaku organisasi yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang atau penyampaian jasa. Sedangkan menurut Hakim (2006) mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja yang dicapai oleh individu yang disesuaikan dengan peran atau tugas individu tersebut dalam suatu perusahaan pada suatu periode waktu tertentu.

2004). Berdasarkan pengertian kinerja dari beberapa pendapat diatas. Tika (2006) mengemukakan bahwa ada 4 (empat) unsur-unsur yang terdapat dalam kinerja yaitu: 1. Kinerja juga berarti hasil yang dicapai oleh seseorang.suatu ukuran nilai atau standar tertentu dari perusahaan dimana individu tersebut bekerja. baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi sesuai dengan tanggung jawab yang dberikan kepadanya. Periode waktu tertentu Menurut Rivai dan Basri (2005) kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal. Kinerja merupakan perbandingan hasil kerja yang dicapai oleh pegawai dengan standar yang telah ditentukan (Masrukhin dan Waridin. Kemampuan Penerimaan tujuan perusahaan . Pencapaian tujuan organisasi 4. yaitu: 1. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi karyawan 3. 2. kinerja merupakan perbandingan hasil kerja yang dicapai oleh karyawan dengan standar yang telah ditentukan. Keinginan 3. Lingkungan Rivai dan Basri (2005) juga menyebutkan empat aspek kinerja: 1. Hasil-hasil fungsi pekerjaan 2. Kemampuan 2.

4. Kemahiran dari kemampuan tugas baru diperuntukan untuk perbaikan hasil kinerja dan kegiatannya.3. Kemahiran atau perbaikan pada sikap terhadap teman kerjanya dengan satu aktivitas kinerja. 2. 5. 3. Perbaikan dalam kualitas atau produksi. 4. Perbaikan dalam waktu atau pengiriman. 4. 5. 2. 6. Kemahiran dari pengetahuan baru dimana akan membantu karyawan dengan pemecahan masalah yang kompleks atas aktivitas membuat keputusan pada tugas. Target aktivitas perbaikan kinerja. Yuwalliatin (2006) mengatakan bahwa kinerja diukur dengan instrumen yang dikembangkan dalam studi yang tergabung dalam ukuran kinerja secara umum kemudian diterjemahkan kedalam penilaian perilaku secara mendasar. meliputi: 1. kuantitas kerja kualitas kerja pengetahuan tentang pekerjaan pendapat atau pernyataan yang disampaikan perencanaan kegiatan . 3. Tingkat tujuan yang dicapai Interaksi antara tujuan dan kemampuan para karyawan dalam perusahaan Kemudian Tujuan kinerja menurut Rivai dan Basri (2005): 1.

sikap. yaitu: 1. Gaya kepemimpinan adalah perilaku dan strategi. ketrampilan. al.2.2 Gaya Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan tulang punggung pengembangan organisasi karena tanpa kepemimpinan yang baik akan sulit mencapai tujuan organisasi. sifat. 1992). mempengaruhi. mendorong dan mengendalikan orang lain atau bawahan untuk bisa melakukan sesuatu pekerjaan atas kesadarannya dan sukarela dalam mencapai suatu tujuan tertentu. (1996) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah berbagai pola tingkah laku yang disukai oleh pemimpin dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi pekerja. Jika seorang pemimpin berusaha untuk mempengaruhi perilaku orang lain. maka orang tersebut perlu memikirkan gaya kepemimpinannya. sebagai hasil kombinasi dari falsafah. Berdasarkan definisi gaya kepemimpinan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mengarahkan. Terdapat lima gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan situasi menurut Siagian (2002). Gaya kepemimpinan adalah bagaimana seorang pemimpin melaksanakan fungsi kepemimpinannya dan bagaimana ia dilihat oleh mereka yang berusaha dipimpinnya atau mereka yang mungkin sedang mengamati dari luar (Robert. James et.1. yang sering diterapkan seorang pemimpin ketika ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya (Tampubolon. 2007). Tipe pemimpin yang otokratik Seorang pemimpin yang otokratik ialah seorang pemimpin yang: .

Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi . Tipe pemimpin yang militeristik Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud seorang pemimpin tipe militeristik berbeda dengan seorang pemimpin modern.Menganggap bahwa sebagai alat semata-mata .Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil inisiatif . Tipe pemimpin yang paternalistik .Menganggap organisasi sebagai milik pribadi .Bersikap terlalu melindungi .Dalam menggerakan bawahannya senang bergantung pada pangkat dan jabatan . Seorang pemimpin yang bertipe militeristik ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat: .Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahannya 3. saran dan pendapat .Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan .Terlalu tergantung pada kekuasaan formalnya .Menganggap bahwa sebagai manusia yang tidak dewasa .Dalam menggerakan bawahannya sistem perintah yang sering dipergunakan .Senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan .Tidak mau menerima kritik..Dalam tindaknya penggeraknya sering mempergunakan approach yang mengandung unsur paksaan dan puntif (bersifat menghukum) 2.

Sering bersikap mau tahu 4. Tipe pemimpin yang kharismatik Harus diakui bahwa untuk keadaan tentang seorang pemimpin yang demikian sangat diperlukan.Selalu berusaha pemimpin Kepemimpinan memegang peran yang signifikan terhadap kesuksesan dan kegagalan sebuah organisasi. Sedangkan Robinss (2006) mengidentifikasi empat jenis gaya kepemimpinan antara lain: mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai . Tipe pemimpin yang demokratik Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern karena: .. akn tetapi sifatnya yang negatif mengalahkan sifatnya yang positif. 5.Ia senang menerima saran. pendapat dan bahkan kritikan dari bawahan .Selalu berusaha mengutamakan kerjasama teamwork dalam usaha mencapai tujuan .Jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasi .Selalu berusaha menjadikan lebih sukses dari padanya .

Pemimpin kharismatik terlibat dalam perilaku yang dianggap baru dan berlawanan dengan norma. c. menanggung biaya besar. Peka terhadap lingkungan. Terdapat lima karakteristik pokok pemimpin kharismatik: a. Perilaku tidak konvensional. Gaya kepemimpinan kharismatik Para pengikut terpacu kemampuan kepemimpinan yang heroik atau yang luar biasa ketika mereka mengamati perilaku-perilaku tertentu pemimpin mereka. Visi dan artikulasi. 2. dan terlibat ke dalam pengorbanan diri untuk meraih visi. b. Gaya kepemimpinan transaksional Pemimpin transaksional merupakan pemimpin yang memandu atau memotivasi para pengikut mereka menuju sasaran yang ditetapkan dengan memperjelas persyaratan peran dan tugas. e.1. Kepekaan terhadap kebutuhan pengikut. Rasio personal. Gaya kepemimpinan transaksional . d. dan mampu mengklarifikasi pentingnya visi yang dapat dipahami orang lain. Mereka mampu menilai secara realistis kendala lingkungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat perubahan. Dia memiliki visi ditujukan dengan sasaran ideal yang berharap masa depan lebih baik daripada status quo. Pemimpin kharismatik bersedia menempuh risiko personal tinggi. Pemimpin kharismatik perseptif (sangat pengertian) terhadap kemampuan orang lain dan responsif terhadap kebutuhan dan perasaan mereka.

menanamkan kebanggaan. mengakui pencapaian. Terdapat empat karakteristik pemimpin transaksional: a. Imbalan kontingen: kontrak pertukaran imbalan atas upaya yang dilakukan. Kharisma: memberikan visi dan rasa atas misi. 3. Gaya kepemimpinan transformasional Pemimpin kebutuhan transformasional pengembangan mencurahkan dari perhatian pada hal-hal dan melepas tanggung jawab. . menjanjikan imbalan atas kinerja baik. d. b. dan mereka mampu menggairahkan. c. membangkitkan. Pemimpin transformasional mengubah kesadaran para pengikut akan persoalan-persoalan dengan membantu mereka memandang masalah lama dengan cara-cara baru. Terdapat empat karakteristik pemimpin transformasional: a. meraih penghormatan dan kepercayaan. Manajemen berdasar pengecualian (pasif): mengintervensi hanya jika standar tidak dipenuhi. menempuh tindakan perbaikan. Manajemen berdasar pengecualian (aktif): melihat dean mencari penyimpangan dari aturan dan standar. menghindari pembuatan masing-masing pengikut. Laissez-Faire: keputusan. dan mengilhami para pengikut untuk mengeluarkan upaya ekstra demi mencapai sasaran kelompok.lebih berfokus pada hubungan pemimpin-bawahan tanpa adanya usaha untuk menciptakan perubahan bagi bawahannya.

rasionalitas. Pertimbangan individual: memberikan perhatian pribadi. Visi ini jika diseleksi dan diimplementasikan secara tepat. melatih dan menasehati. dan sumber daya untuk mewujudkannya. Sedangkan Rivai (2004) berpendapat bahwa motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. 4. bakat.3 Motivasi Menurut Malthis (2001) motivasi merupakan hasrat didalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan. Gaya kepemimpinan visioner Kemamuan menciptakan dan mengartikulasikan visi yang realistis. c. 2.1. d. dan menarik mengenai masa depan organisasi atau unit organisasi yang tengah tumbuh dan membaik dibanding saat ini. menggambarkan maksud penting secara sederhana. menggunakan symbol untuk memfokuskan pada usaha.b. Stimulasi intelektual: mendorong intelegensia. melayani karyawan secara pribadi. mempunyai kekuatan besar sehingga bisa mengakibatkan terjadinya lompatan awal ke masa depan dengan membangkitkan keterampilan. dan pemecahan masalah secara hati-hati. kredibel. Motivasi adalah kesediaan melakukan usaha tingkat tinggi guna mencapai . Inspirasi: mengkomunikasikan harapan tinggi.

Sedangkan Hasibuan (2004) berpendapat bahwa motivasi adalah hal yang menyebabkan. rasa puas dan ikut bertanggung jawab terhadap aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan (Masrukhin dan Waridin. Karena 4 (empat) pertimbangan utama yaitu: 1. Siagian (2002) mengemukakan bahwa dalam kehidupan berorganisasi. 2005). supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. . menyalurkan dan mendukung perilaku manusia. Dinamika kebutuhan manusia sangat kompleks dan tidak hanya bersifat materi. Filsafat hidup manusia berkisar pada prinsip “quit pro quo”. Motivasi merupakan faktor psikologis yang menunjukan minat individu terhadap pekerjaan. Motivasi merupakan sesuatu yang membuat bertindak atau berperilaku dalam cara-cara tertentu (Armstrong. ada budi ada balas”. akan tetapi juga bersifat psikologis. 2004). Pemimpin perlu memahami orang-orang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhinya dalam bekerja sesuai dengan keinginan organisasi. Berdasarkan pengertian diatas disimpulkan bahwa motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan. aspek motivasi kerja mutlak mendapat perhatian serius dari para manajer. termasuk kehidupan berkarya dalam organisasi bisnis. memelihara dan mendorong perilaku manusia. 1994). menyalurkan.sasaran organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan usaha tersebut memuaskan kebutuhan sejumlah individu (Robins dan Mary. yang dalam bahasa awam dicerminkan oleh pepatah yang mengatakan “ada ubi ada talas. 2.

Program imbalan bervariasi. 5.3. 3. 2. Rencana pemberian imbalan berdasarkan keterampilan. 4. 2. 5. mengakibatkan tidak adanya satupun teknik motivasi yang sama efektifnya untuk semua orang dalam organisasi juga untuk seseorang pada waktu dan kondisi yang berbeda-beda. 3. Menurut Rivai (2004) terdapat beberapa perilaku yang dapat memotivasi karyawan: 1. 6. Cara berinteraksi. Manajemen berdasarkan sasaran atau management by objectives (MBO). Program penghargaan karyawan. Perbedaan karakteristik individu dalam organisasi atau perusahaan. 4. Pendekatan penyelesaian masalah dan tujuan yang berfokus pada perilaku bukan pada pribadi. yaitu: 1. Manfaat yang fleksibel. . Informasi yang menggunakan teknik penguatan. 4. Menjadi pendengar aktif. Program ketertiban karyawan. Tidak ada titik jenuh dalam pemuasan kebutuhan manusia. Menurut Siagian (2002) ada enam teknik aplikasi teori motivasi. Penyusunan tujuan yang menantang.

. tingkah laku. Kompensasi yang diperlukan meliputi : saran. Berdasarkan pengertian diatas disimpulkan bahwa disiplin kerja merupakan suatu sikap. b. c. dan bila melanggar akan ada sanksi atas pelanggarannya. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis. d.2.1. pemanfaatan waktu untuk pelaksanaan tugas dan kemampuan mengembangkan potensi diri berdasarkan motivasi yang positif. 2004). Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku (Rivai. Kuantitas pekerjaan meliputi volume keluaran dan kontribusi. Lokasi tempat kerja atau tempat tinggal. Kualitas kedisiplinan kerja. Hasibuan (2004) berpendapat bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. meliputi datang dan pulang yang tepat waktu. ada 5 faktor dalam penilaian disiplin kerja terhadap pemberian layanan pada masyarakat. Budi Setiyawan dan Waridin (2006) dalam Mohammad (2005). arahan atau perbaikan.4 Disiplin Kerja Menurut Simamora (1997) disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. yaitu: a.

Disiplin retributive (retributive discipline) yaitu berusaha menghukum orang yang berbuat salah. 3. Terdapat empat perspektif daftar yang menyangkut disiplin kerja menurut Rivai (2004): 1. yaitu: 1. Perspektif hak-hak individu (individual right perspective) yaitu berusaha melindungi hak-hak dasar individu selama tindakan-tindakan disipliner. Aturan tungku panas yaitu pendekatan untuk melaksanakan tindakan disipliner. 3. 4. Konservasi meliputi penghormatan terhadapaturan dengan keberanian untuk selalu melakukan pencegahan terjadinya tindakan yang bertentangan dengan aturan. Tindakan disiplin positif yaitu dalam banyak situasi. Disiplin korektif (corrective discipline) yaitu berusaha membantu karyawan mengkoreksi perilakunya yang tidak tepat. 2. Tindakan disiplin progresif yaitu untuk memastikan bahwa terdapat hukum minimal yang tepat terhadap setiap pelanggaran. 2. hukuman tindakan memotivasi karyawan mengubah suatu perilaku. Rivai (2004) juga menyebutkan ada tiga konsep dalam pelaksanaan tindakan disipliner. Perspektif utilitarian (utilitarian perspective) yaitu berfokus kepada penggunaan disiplin hanya pada saat konsekuensi-konsekuensi tindakan disiplin melebihi dampak-dampak negatifnya.e. .

Penelitian yang dilakukan oleh Suharto dan Budi Cahyono (2005) dengan judul penelitian “Pengaruh Budaya Organisasi. 2. disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara pengaruh persepsi guru mengenai criteria kepemimpinan kepala sekolah dan iklim kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMU swasta di Kota Tegal. sedangkan sisanya dijelaskan oleh predictor lain.2.2 Penelitian Terdahulu 1. dedikasi dan kemampuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMU 1 Bantarkawung Kabupaten Brebes. Penelitan Edy Purwanto (2001) dengan judul Analisis Pengaruh motivasi. Secara parsial motivasi.dedikasi dan kemampuan profesi terhadap kinerja guru SMU 1 Bantarkawung Kabupaten Brebes. dengan hasil penelitian . Penelitian yang dilakukan oleh Ali Murzaeni (2003) tentang “Pengaruh persepsi guru mengenai kriteria kepemimpinan kepala sekolah dan iklim kerja terhadap kinerja guru SMU swasta di Kota Tegal”. dedikasi dan kemampuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMU 1 Bantarkawung Kabupaten Brebes dan motivasi mempunyai pengaruh dominan. hasilnya adalah sebagai berikut: a. b. Secara bersama-sama motivasi. Variabel kinerja guru yang dijelaskan oleh perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan iklim kerja adalah 46. Kepemimpinan dan Motivasi kerja terhadap Kinerja sumber daya manusia di secretariat DPRD Propinsi Jawa Tengah” dengan teknik sampling proporsional sampling.6%.

Penelitian yang dilakukan oleh Purnomo Budi Setiyawan dan Waridin (2006) dengan judul penelitian “Pengaruh Disiplin Kerja Karyawan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja di Divisi Radiologi RSUP Dokter Kariadi Semarang” dengan teknik sampling sensus dengan hasil penelitian terdapat pengaruh secara signifikan disiplin kerja karyawan dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh secara positif terhadap kinerja karyawan. .1 Hubungan antara Gaya kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Gaya kepemimpinan pada dasarnya menekankan untuk menghargai tujuan individu sehingga nantinya para individu akan memiliki keyakinan bahwa kinerja aktual akan melampaui harapan kinerja mereka. 3. 2.3 Hubungan Antar Variabel 2. 2005).3. Suranta (2002) dan Tampubolon (2007) menyatakan bahwa faktor kepemimpinan juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan.terdapat pengaruh positif dan signifikan budaya organisasi. Seorang pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya. kepemimpinan dan motivasi kerja secara individu mampu bersama-sama terhadap kinerja karyawan. karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya (Waridin dan Bambang Guritno. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat dan pengaruh antara faktor kepemimpinan dan faktor kinerja karyawan.

Oleh karena itu jika pegawai yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi biasanya mempunyai kinerja yang tinggi pula. Rivai (2004) menunjukan bahwa semakin kuat motivasi kerja. Motivasi seseorang melakukan suatu pekerjaan karena adanya suatu kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan motivasi kerja pegawai akan memberikan peningkatan yang sangat berarti bagi peningkatan kinerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya.2 Hubungan antara Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Motivasi merupakan sebuah keahlian dalam mengarahkan karyawan pada tujuan organisasi agar mau bekerja dan berusaha sehingga keinginan para karyawan dan tujuan organisasi dapat tercapai. sedangkan kebutuhan nonekonomis dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk memperoleh penghargaan dan keinginan lebih maju. kinerja pegawai akan semakin tinggi. dimana motivasi merupakan kondisi yang menggerakan seseorang berusaha untuk mencapai tujuan atau mencapai hasil yang diinginkan.Jadi. . hubungan antar variabel gaya kepemimpinan dengan kinerja adalah H1: Gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. karena dapat mendorong seseorang bekerja dan selalu berkeinginan untuk melanjutkan usahanya. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan ekonomis yaitu untuk memperoleh uang. untuk mencapai hal ini diperlukan adanya motivasi dalam melakukan pekerjaan. Suharto dan Cahyono (2005) dan Hakim (2006) menyebutkan ada salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu faktor motivasi.3. 2. Dengan segala kebutuhan tersebut. seseorang dituntut untuk lebih giat dan aktif dalam bekerja.

Jadi. . Hal demikian membuktikan bila kedisiplinan karyawan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. hubungan antar variabel disiplin kerja dengan kinerja adalah H3: Disiplin kerja karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. pelaksanaan disiplin dengan dilandasi kesadaran dan keinsafan akan terciptanya suatu kondisi yang harmonis antara keinginan dan kenyataan.3 Hubungan antara Disiplin kerja terhadap Kinerja Karyawan Menurut Budi Setiyawan dan Waridin (2006) dan Aritonang (2005) menyatakan bahwa disiplin kerja karyawan bagian dari faktor kinerja.3. yang tercermin dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan. Jadi. Disiplin kerja harus dimiliki setiap karyawan dan harus dibudayakan di kalangan karyawan agar bisa mendukung tercapainya tujuan organisasi karena merupakan wujud dari kepatuhan terhadap aturan kerja dan juga sebagai tanggung jawab diri terhadap perusahaan. hubungan antar variabel motivasi dengan kinerja adalah H2: Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa disiplin merupakan sikap kesetiaan dan ketaatan seseorang atau sekelompok orang terhadap peraturanperaturan baik tertulis maupun tidak tertulis. Untuk menciptakan kondisi yang harmonis tersebut terlebih dahulu harus diwujudkan keselarasan antara kewajiban dan hak karyawan.

. secara skematis digambarkan seperti pada gambar dibawah ini: Gambar 2.2.4 Kerangka Pemikiran Dari uraian pemikiran tersebut diatas dapat diperjelas melalui variabel pengaruh gaya kepemimpinan. motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.1 Kerangka pemikiran gaya kepemimpinan (X1) H1 Motivasi (X2) H2 Kinerja Karyawan (Y) Disiplin kerja (X3) H3 Sumber: konsep yang dikembangkan dalam penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN 3. baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negatif (Ferdinand.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah hal-hal yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai (Sekaran. 2006). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah kinerja karyawan (Y). 2 Variabel bebas (Independent Variable) Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3. Motivasi (X2) 3. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen. Gaya kepemimpinan (X1) 2. 2006). 1 Variabel terikat (Dependent Variable) Variabel dependen merupakan variabel yang menjadi pusat perhatian peneliti. Disiplin kerja (X3) . Hakekat sebuah masalah. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah: 1. 2006). mudah terlihat dengan mengenali berbagai variabel dependen yang digunakan dalam sebuah model (Ferdinand.

Kuantitas: Jumlah yang dihasilkan dalam istilah jumlah unit. e. . jumlah siklus aktifitas yang diselesaikan. 1993 dalam Crimson Sitanggang. d. Kemandirian: Tingkat dimana seorang pegawai dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa minta bantuan bimbingan dari pengawas atau meminta turut campurnya pengawas untuk menghindari hasil yang merugikan. organisasi dimaksimalkan dengan maksud menaikan keuntungan atau mengurangi kerugian dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya. Efektifitas: Tingkat penggunaan sumber daya manusia. Kinerja karyawan Kinerja karyawan adalah perbandingan hasil kerja nyata karyawan dengan standar kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan.1. Beberapa indikator untuk mengukur sejauh mana pegawai mencapai suatu kinerja secara individual menurut (Bernadin.3. c. b.2 Definisi Operasional Variabel Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini kemudian diuraikan menjadi indikator empiris yang meliputi: 1. 2005) adalah sebagai berikut: a. dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktifitas lain. Kualitas: Tingkat dimana hasil aktifitas yang dilakukan mendekati sempurna dalam arti menyesuaikan beberapa cara ideal dari penampilan aktifitas ataupun memenuhi tujuan yang diharapkan dari suatu aktifitas. Ketepatan Waktu: Tingkat suatu aktifitas diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan.

Sistem 2. menyusun suatu model empat tingkat efektifitas manajemen. Penghargaan lebih digunakan untuk memotivasi bawahan daripada ancaman hukuman. orientasi karyawan dan orientasi tugas. manajer tetap menentukan perintah-perintah. a.f. Sistem 3. c. 2. (2003) mengemukakan dua kategori gaya dasar ini. Bawahan juga diberi berbagai fleksibilitas untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dalam batas-batas dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. manajer membuat semua keputusan yang berhubungan dengan kerja dan memerintah para bawahan untuk melaksanakannya. Bawahan dapat membuat keputusan-keputusan mereka sendiri tentang cara pelaksanaan tugas. b. (1961) dalam Handoko. Likret. . Sistem 1. Gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan merupakan cara pemimpin memanfaatkan kekuatan yang tersedia untuk memimpin para karyawannya. Komitmen Organisasi: Tingkat dimana pegawai mempunyai komitmen kerja dengan organisasi dan tanggung jawab pegawai terhadap organisasi. manajer menetapkan tujuan-tujuan dan memberikan perintahperintah setelah hal-hal itu didiskusikan terlebih dahulu dengan bawahan. Standar dan metode pelaksanaannya juga secara kaku ditetapkan oleh manajer. tetapi memberi bawahan kebebasan untuk memberikan komentar terhadap perintah-perintah tersebut.

perlindungan (pakaian dan perumahan). Bila manajer yang secara formal membuat keputusan. dan prestasi. Hipotesisnya mengatakan bahwa di dalam diri semua manusia bersemayam lima jenjang kebutuhan (Maslow. b. Penghargaan: mencakup faktor penghormatan diri seperti harga diri. dan perhatian. 3. otonomi.d. seks. dan kebutuhan jasmani lain. diterima baik. 2006). Untuk memotivasi bawahan. serta faktor penghormatan dari luar seperti misalnya status. manajer tidak hanya menggunakan penghargaan-penghargaan ekonomis tetapi juga mencoba memberikan kepada bawahan perasaan dibutuhkan dan penting. dalam Robbins. tujuan-tujuan ditetapkan dan keputusan-keputusan kerja dibuat oleh kelompok. dan . rasa memiliki. Motivasi Motivasi merupakan faktor yang mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja karyawan untuk berperan serta secara aktif dalam proses kerja. Sistem 4. Keamanan: antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional. Teori motivasi yang paling terkenal adalah hirarki kebutuhan yang diungkapan Abraham Maslow. Fisiologis: antara lain rasa lapar. c. yang menjadi indikator yaitu: a. mereka melakukan setelah mempertimbangkan saran-saran dan pendapat-pendapat dari para anggota kelompok. Sosial: mencakup kasih sayang. pengakuan. d. haus. persahabatan.

Kuantitas pekerjaan: meliputi volume keluaran dan kontribusi. Poulasi dalam . Aktualisasi diri: dorongan untuk menjadi seseorang/sesuatu sesuai ambisinya yang mencakup pertumbuhan.e. Adapun indikator dari disiplin kerja adalah (Waridin. e. 3. 4. Kompensasi yang diperlukan: meliputi saran. Konservasi: meliputi penghormatan terhadap aturan dengan keberanian untuk selalu melakukan pencegahan terjadinya tindakan yang bertentangan dengan aturan. karenanya dipandang sebagai semesta penelitian (Ferdianad. dan pemenuhan kebutuhan diri. 2006). pencapaian potensi. 2005): a. d. Disiplin kerja Disiplin merupakan keadaan ideal dalam mendukung pelaksanaan tugas sesuai aturan dalam rangka mendukung optimalisasi kerja.2 Penentuan Populasi dan Sampel Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa. atau orang yang memiliki karakteristik serupa yang menjadi pusat perhatian peneliti. arahan atau perbaikan. Kualitas kedisiplinan kerja: meliputi dating dan pulang yang tepat waktu. Lokasi tempat kerja atau tempat tinggal. c. hal. 2006 dalam Mohammad. pemanfaatan waktu untuk pelaksanaan tugas dan kemampuan mengembangkan potensi diri berdasarkan motivasi yang positif. b.

Data Sekunder Data sekunder adalah data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).3 Jenis dan Sumber Data Data adalah segala sesuatu yang diketahui atau dianggap mempunyai sifat bisa memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan (Supranto. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1.penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada di perusahaan PT Sinar Santosa Perkasa yang berjumlah 112 karyawan. Sehingga sampel dari penelitian ini adalah seluruh karyawan tiap bagian unit dalam PT Sinar Santosa Perkasa. . data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tanpa melalui perantara). Mengingat jumlah populasi hanya sebesar 112 karyawan. Data primer yang ada dalam penelitian ini merupakan data kuesioner. 2. Dalam penelitian ini tidak digunakan teknik sampling karena sampel yang diteliti adalah keseluruhan dari populasi yang ada atau disebut dengan sensus. maka layak untuk diambil keseluruhan untuk dijadikan sampel tanpa harus mengambil sampel dalam jumlah tertentu. Data Primer Menurut Algifari (1997). 2001). Sampel merupakan subset dari populasi. terdiri dari beberapa anggota populasi (Ferdinand. 2006). 3.

4 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup. literatur. 3. c. b. maka perlu dilakukan tahap-tahap teknik pengolahan data sebagai berikut: .5 Metode Analisis Data Sebelum melakukan analisis data. jurnal-jurnal. Observasi Observasi merupakan metode penelitian dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian. Kuesioner Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden dengan panduan kuesioner. referensi yang berkaitan dengan penelitian ini dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Studi Pustaka Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca buku-buku.3.

1. Skor 4 diberikan untuk jawaban setuju c. . Tabulating Tabulating yaitu menyajikan data-data yang diperoleh dalam tabel. Setelah proses tabulating selesai dilakukan. sehingga diharapkan pembaca dapat melihat hasil penelitian dengan jelas. Dalam penentuan skor ini digunakan skala likert dengan lima kategori penilaian. Skor 2 diberikan untuk jawaban tidak setuju e. kemudian diolah dengan program komputer SPSS 17. Skor 1 diberilkan untuk jawaban sangat tidak setuju 4. Coding Coding merupakan kegiatan pemberian tanda berupa angka pada jawaban dari kuesioner untuk kemudian dikelompokkan ke dalam kategori yang sama. 2. Skor 5 diberikan untuk jawaban sangat setuju b. Editing Editing merupakan proses pengecekan dan penyesuain yang diperoleh terhadap data penelitian untuk memudahakan proses pemberian kode dan pemrosesan data dengan teknik statistik. yaitu: a. Adapun tahap-tahap analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut. 3. Scoring Scoring yaitu mengubah data yang bersifat kualitatif kedalam bentuk kuantitatif. Tujuannya adalah menyederhanakan jawaban. Skor 3 diberikan untukjawaban netral d.

Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid. dalam hal ini n adalah jumlah sampel.2 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. 2005).3. Uji validitas dilakuan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk tingkat signifikansi 5 persen dari degree of freedom (df) = n-2.5. Dalam hal ini digunakan beberapa butir pertanyaan yang dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur tersebut. demikian sebaliknya bila r hitung < r tabel maka pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan tidak valid (Ghozali. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali.1 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. 3. 2005). Ha : Skor butir pertanyaan tidak berkorelasi positif dengan total skor konstruk. Hipotesis yang diajukan adalah: Ho : Skor butir pertanyaan berkorelasi positif dengan total skor konstruk.5. Untuk mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali. 2005). Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara one shot .

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. 2005). dan normalitas. maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas (Ghozali. heteroskedastisitas. maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas (Ghozali. maka akan dilakukan pengujian asumsi multikolinearitas. Apabila antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya diatas 0. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). 1.3 Uji Asumsi Klasik Untuk meyakinkan bahwa persamaan garis regresi yang diperoleh adalah linier dan dapat dipergunakan (valid) untuk mencari peramalan. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah sebagai berikut: Nilai R² yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel bebas. 2005). 2005). Apabila terjadi korelasi. 2005). 3.60 (Nunnally dalam Ghozali. tetapi secara individual variabel-variabel bebas banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat (Ghozali.90). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.5.atau pengukuran sekali saja dengan alat bantu SPSS uji statistik Cronbach Alpha (α). .

Jadi.Multikolinearitas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) Variance Inflation Factor (VIF). maka disebut homoskedastisitas dan jika varians berbeda disebut heteroskedstisitas. dan demikian pula sebaliknya. Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0. Apabila di dalam model regresi tidak ditemukan asumsi deteksi seperti di atas.10 atau sama dengan nilai VIF > 10 (Ghozali. Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. 2005). Cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali. maka model regresi yang digunakan dalam penelitian ini bebas dari multikolinearitas. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap. 2005). kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat . 2. nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Apabila tidak terdapat pola yang jelas.ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. . maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. melebar kemudian menyempit). Dasar pengambian keputusannya adalah (Ghozali. serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y. 2005): Jika data (titik) menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal. dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di studentized. Dasar analsisnya adalah: Apabila terdapat pola tertentu. maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi. 2005). 3. seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu (bergelombang. kedua variabel (bebas maupun terikat) mempunyai distribusi normal atau setidaknya mendekati normal (Ghozali. maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau garfik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal.4 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu: gaya kepemimpinan (X1). motivasi. X3 =Variabel independen (gaya kepemimpinan. dan disiplin kerja (X3) terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan (Y). motivasi (X2). Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut (Ghozali. b2. maka model regrsi tidak memenuhi asumsi normalitas.5. 3. b3 = Variabel dependen (kinerja karyawan) = Konstanta = Koefisien garis regresi disiplin X1.5.5 Pengujian Hipotesis 1. kerja) e = error / variabel pengganggu 3. X2. 2005): Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Dimana: Y a b1. uji F digunakan untuk mengetahui tingkat siginifikansi pengaruh variabel-variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap . Uji Signifikansi Simultan ( Uji Statistik F ) Dalam penelitian ini.

Apabila probabilitas signifikansi > 0. Apabila probabilitas signifikansi < 0. yaitu: a. Begitu pula sebaliknya. maka Ho diterima dan Ha ditolak. 2005).variabel dependen (Ghozali. 2005) adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi. Nilai Koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Dalam penelitian ini. maka Ho ditolak dan Ha diterima. b.05. 2005). Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel bebas (gaya kepemimpinan. motivasi dan disiplin kerja) dalam menjelaskan variasi variabel terikat (kinerja karyawan) amat terbatas. nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel trikat. 2. Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel bebas yang dimasukkan kedalam model. motivasi dan disiplin kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan. Ha : Variabel-variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan. hipotesis yang digunakan adalah: Ho : Variabel-variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan. motivasi dan disiplin kerja mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan. Dasar pengambilan keputusannya (Ghozali. Setiap tambahan satu . Analisis Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat (Ghozali.05.

banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R² pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. 2005) adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi. motivasi dan disiplin kerja) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (kinerja karyawan). apakah variabel X1. yaitu: a. dan Ha diterima. maka Ho ditolak ditolak. Ha : Variabel-variabel bebas (gaya kepemimpinan. Dasar pengambilan keputusan (Ghozali. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah: Ho : Variabel-variabel bebas (gaya kepemimpinan. . maka R² pasti meningkat tidak perduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat. 2005). maka Ho diterima dan Ha Apabila angka probabilitas signifikansi < 0. motivasi dan disiplin kerja) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (kinerja karyawan). 3. Uji Signifikasi Pengaruh Parsial (Uji t) Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y.05. Apabila angka probabilitas signifikansi > 0.05. b. Tidak seperti R². motivasi dan disiplin kerja) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (kinerja karyawan) secara terpisah atau parsial (Ghozali. Oleh karena itu.variabel bebas. dan X3 (gaya kepemimpinan. X2. nilai Adjusted R² dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan kedalam model.

2. Sebagai hasil penelitian pendahuluan. 4. Tabulasi umur responden dapat dilihat sebagai berikut: .1. berikut ini akan diberikan tinjauan mengenai karakteristik responden yang dinyatakan dalam bentuk tabulasi identitas responden.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian 4. Penyajian data mengenai identitas responden untuk memberikan gambaran tentang keadaan diri dari pada responden.2 Identitas Responden Dari kuesioner yang telah diisi oleh responden didapat data identitas responden.1 Gambaran Umum Perusahaan PT Sinar Santosa Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi di wilayah Banjarnegara. Penelitian ini mengambil sampel karyawan PT Sinar Santosa Perkasa sebanyak 112 orang. 4.1.1 Umur Responden Umur dalam keterkaitannya dengan perilaku individu di lokasi kerja biasanya adalah sebagai gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu.1.

2 Jenis Kelamin Responden Jenis kelamin secara umum dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang.14%.07 12.50 100.1 Umur Responden Umur (tahun) 20 – 30 31 – 40 41 – 50 51 – 60 Total 36 18 14 112 Jumlah Responden 44 Persentase 39.00 Sumber: Data primer yang diolah. 4. 2010 Berdasarkan tabel 4. Dalam suatu bidang kerja jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda aktivitas yang dilakukan oleh individu Penyajian data responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut ini: .1 dapat diketahui bahwa untuk umur responden yang terbanyak adalah umur kurang atau sama dengan 30 tahun yaitu sebanyak 44 orang atau 39. diikuti dengan usia responden 31 – 40 tahun sebanyak 36 orang atau 32.2. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan pada PT Sinar Santosa Perkasa sebagian besar masih berusia muda dan pada umur yang sangat produktif.Tabel 4.29 32.1. semangat kerja yang dimiliki masih relatif tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pada usia yang masih relatif muda.14 16.29%.

00 Persentase 96. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki sebagai proporsi yang lebih besar dibanding karyawan perempuan yang bekerja pada PT Sinar Santosa Perkasa.57%). Hal ini disebabkan karena untuk pekerjaan yang memerlukan tenaga fisik. 4. Penyajian data responden berdasarkan pendidikan adalah sebagaimana terlihat pada Tabel 4. laki-laki secara umum dipandang lebih baik dibanding prempuan. 2010 Berdasarkan tabel 4.43%) dibanding perempuan yang hanya 4 orang (3.3 Pendidikan Responden Pendidikan seringkali dipandang sebagai satu kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang.3 berikut ini: .2 Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total 4 112 Jumlah Responden 108 3.2 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah lakilaki yaitu sebanyak 108 orang (96.2.1.57 100.Tabel 4.43 Sumber: Data primer yang diolah.

4.3 Pendidikan responden Pendidikan SLTP SLTA D3 S1 Jumlah Jumlah Responden 77 25 3 7 112 Persentase 68. 2010 Berdasarkan Tabel 4.1.3 Deskripsi Data Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 112 responden melalui penyebaran kuesioner. .68 6. Untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden terhadap jawaban masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana pada lampiran.00 Sumber: Data primer yang diolah.75 22.3 menunjukkan data bahwa jumlah responden yang terbanyak adalah dari kelompok responden yang berpendidikan SLTP yaitu sebanyak 77 orang atau 68. Hal ini disebabkan karena untuk pekerja di bagian produksi tidak dibutuhkan pendidikan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan PT Sinar Santosa Perkasa sebagian besar memiliki pendidikan menengah.Tabel 4.25 100.75% dari jumlah responden.32 2.

0% 0 0.4 Tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan No Pernyataan SS 1 X1.0% 112 100. .0% 112 100.2% 62 55. Hasil tanggapan terhadap gaya kepemimpinan dapat dijelaskan pada tabel 4.7% 12 10.0% 0 0.3.9% 3 2.2% TS 1 0.0% 112 100.7% 73 65.8% 57 50.7% Jumlah Persen 42 9.4% S 59 52.0% 29 25.4 12 10.3 8 7.4% 2 X1.0% 448 100.3% 3 X1.4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju terhadap pertanyaanpertanyaan mengenai gaya kepemimpinan atasan sebagaimana yang dirasakan oleh diri responden diikuti oleh jawaban setuju.8% 18 4.4.5% Skor N 37 33.4 berikut: Tabel 4.4% 41 36. 2010 Tanggapan respoden sebagaimana pada tabel 4.1 15 13.9% 30 26.7% 2 1.1.1% 4 X1.0% Jml Sumber: Data primer yang diolah.0% 0 0.6% 235 52.1 Deskripsi Variabel Gaya Kepemimpinan Variabel gaya kepemimpinan pada penelitian ini diukur melalui 4 buah pertanyaan yang mempresentasikan indikator-indikator dari variabel tersebut.2 7 6.0% 0 0.0% 112 100.9% 153 34.0% STS 0 0.

Hasil ini ditunjukkan oleh 52. Pada item pertanyaan keempat menunjukkan bahwa menurut karyawan pimpinan cukup dapat menghargai dan memuji para karyawan yang kinerjanya bagus.Pada pertanyaan pertama ditunjukkan oleh responden bahwa pimpinan sering menekankan pentingnya tugas dan meminta anda melaksanakan tugas dengan sebaikbaiknya. Hasil ini ditunjukkan oleh 50.4% jawaban setuju dan 26. Hasil ini tak lepas dari kemampuan mengambil keputusan dan pemecahan masalah yang baik diperlukan agar karyawan tidak merasa bahwa kesalahan akan ditimpakan pada mereka.0% jawaban netral.2% jawaban setuju dan 25.9% jawaban netral.8% jawaban netral. Hasil ini ditunjukkan oleh 55. Jika ada kesalahan atau menyimpang pimpinan akan memberikan teguran. Kepercayaan diri menjadikan semangat kerja pimpinan dan karyawan akan membantu dalam menyelesaikan pekerjaan.7% jawaban setuju dan 33. Berkaitan dengan pertanyaan kedua menunjukkan bahwa menurut karyawan pimpinan perusahaan dapat mempengaruhi cara pandang anda untuk menyelesaikan masalah pekerjaan. Komunikasi yang baik dengan karyawan dinilai akan memberikan kepercayaan kepada karyawan dan dapat memotivasi karyawan dalam bekerja. Hasil ini ditunjukkan oleh 65. Pada pertanyaan ketiga menunjukkan bahwa menurut karyawan pimpinan dapat mengkomunikasikan tujuan dan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mencapai sesuatu dengan cara mereka sendiri. Pujian . Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin mereka dapat bertindak sebagai pengawas atas kegiatan yang dilakukan oleh bawahan.6% jawaban setuju.9% jawaban netral dan 36.

8% 0 0.3.2% 5 X2.1% 46 41.4% 51 45.9% 4 X2.4 17 15.6% 171 30. 2010 .5% TS 17 15. Hasil tanggapan terhadap variabel motivasi dapat dijelaskan pada Tabel 4.5% 10 8.0% 112 100.5% 2 X2.0% 2 1.2% 44 39.2 8 7.9% 56 10.0% 112 100.2 Deskripsi Variabel Motivasi Variabel dukungan sosial pada penelitian ini diukur melalui 5 buah indikator.5 15 13.0% 1 0.4% Jumlah 93 16.1.9% 3 0.5% 45 40.5% 112 100.0% 560 100.0% 0 0.5% 1 0.2% 237 42.1 5 4.dan penghargaan yang diberikan kepada karyawan akan membantu karyawan dalam memperoleh kepuasan atas apa yang diperolehnya dari pekerjaan mereka.5 berikut ini: Tabel 4.3 48 42.0% Jml Sumber: Data primer yang diolah.0% STS 0 0.0% 112 100.1% 3 X2.0% 28 25.0% 18 16.2% 23 20.5 Tanggapan responden mengenai motivasi No Pernyataan SS 1 X2.3% 54 48.1% 32 28.0% 112 100. 4.6% S 43 38.3% Skor N 47 42.9% 5 4.

sehingga dengan bekerja maka salah satu tujuan bekerja dapat diperoleh. Dengan demikian adanya perasaan bahwa dengan hubungan yang baik dengan karyawan maka keinginan untuk saling memotivasi dalam bekerja akan diperoleh karyawan. Hasil ini ditunjukkan oleh 42. Keadilan untuk mendapatkan .3% jawaban setuju.Tanggapan respoden sebagaimana pada tabel 4.2% jawaban setuju.5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju terhadap variabel motivasi. Berdasarkan pertanyaan pertama menunjukkan bahwa para karyawan merasa cukup mendapatkan kebutuhan yang layak dari bekerja. Hasil ini ditunjukkan oleh 45.1% jawaban netral dan 39. Pada pertanyaan ketiga menunjukkan bahwa karyawan merasakan bahwa mereka memiliki hubungan yang erat dengan semua karyawan. Berdasarkan pertanyaan kedua menurut responden menunjukkan bahwa dalam pekerjaannya karyawan merasa aman dalam melakukan pekerjaan. Hasil ini ditunjukkan oleh 41. Pekerjaan bagi para karyawan merupakan sumber pendapatan mereka.4% jawaban setuju.9% jawaban sangat setuju dan 40. Berdasarkan item pertanyaan keempat menurut karyawan bahwa mereka cukup mendapat penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan adanya penilaian terhadap motivasi yang tinggi yang dimiliki karyawan pada PT Sinar Santosa Perkasa.0% jawaban netral dan 38.5% jawaban setuju dan 25. Hasil ini ditunjukkan oleh 42.0% jawaban netral. Keinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang aman dan cukup jauh PHK dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih giat.

9% Skor N 25 22.0% 0 0.6% jawaban netral. Hasil ini ditunjukkan oleh 48. 4.0% 112 100.3.0% 112 100.9% 5 x.0% 17 15.6 Tanggapan responden mengenai disiplin kerja No Pernyataan SS 1 2 x.5% 46 41.7% 6 5.7% 180 30.0% 112 100.5% 3 x.penghargaan yang sama dengan karyawan lain dapat mendorong karyawan untuk bekerja memenuhi tangung jawabnya. Pekerjaan yang menantang tidak membuat karyawan merasa terbebani.6% 35 31.3.0% 0 0.0% Jumlah 85 14.3% 41 37.0% 0 0.3.2% STS 0 0.5% 42 37.1% 270 45.2 18 16.3.0% 589 100. 2010 .0% 112 100.4 19 16.4% S 69 61.7% 61 54.1 x.5% 4 x.1. Hasil tanggapan terhadap disiplin kerja dapat dijelaskan pada tabel 4.0% 0 0.5% 32 28.6 berikut ini: Tabel 4.6% 40 35.0% 0 0.3 5 4.5% TS 0 0.3% 0 0.0% Jml Sumber: Data primer yang diolah.0% 112 100.0% 31 27.5 9 8.2% 54 9.1% 4 3. Berdasarkan item pertanyaan kelima menurut karyawan bahwa mereka cukup suka melaksanakan tugas yang menantang.3 Deskripsi Variabel Disiplin Kerja Variabel disiplin kerja pada penelitian ini diukur melalui 5 buah indikator.2% jawaban setuju dan 28.3.3.3% 59 52.

Berdasarkan item kedua menunjukkan bahwa menurut sebagian besar karyawan menunjukkan bahwa mereka cukup memiliki andil dalam memberikan kontribusi dalam setiap kegiatan di perusahaan.6% jawaban setuju dan 28.6% jawaban setuju dan 22. Hasil ini ditunjukkan oleh 61. Berdasarkan item keempat menunjukkan bahwa menurut sebagian besar karyawan menyatalan bahwa jarak tempat tinggal dan tempat kerja tidak mempengaruhi ketepatan waktu karyawan.5% jawaban netral.3% jawaban setuju. Hasil ini ditunjukkan oleh 37. Saran dan arahan dari pimpinan dapat menjadi pemicu perilaku disiplin dari karyawan. Hal ini menunjukkan adanya penilaian terhadap disiplin kerja yang baik yang dimiliki oleh karyawan.3% jawaban netral.Tanggapan respoden sebagaimana pada tabel 4. Kedatangan yang tepat waktu akan mengoptimalkan waktu bekerja karyawan di perusahaan.7% jawaban setuju dan 37.6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju terhadap kondisi disiplin kerja yang dimiliki karyawan. Dengan diterapkannya kedisiplinan karyawan. Hasil ini ditunjukkan oleh 52. Berdasarkan item pertama menunjukkan bahwa menurut sebagian besar karyawan menunjukkan bahwa mereka dapat memenuhi kedatangan di tempat kerja secara tepat waktu.5% jawaban netral dan 31. .6% jawaban netral. Hasil ini ditunjukkan oleh 54. Berdasarkan item ketiga menunjukkan bahwa menurut sebagian besar karyawan menunjukkan karyawan secara rutin mendapatkan saran dan arahan dari pemimpin.

1. Berdasarkan item kelima menunjukkan bahwa menurut sebagian besar karyawan menunjukkan bahwa karyawan dapat menaati aturan yang ada dalam perusahaan.maka meskipun rumah mereka jauh dari perusahaan namun mereka akan tetap datang di perusahaan secara tetap waktu.7 berikut ini: . Hasil ini ditunjukkan oleh 41. 4. Hasil tanggapan terhadap kinerja karyawan dapat dijelaskan pada tabel 4.3.4 Deskripsi Variabel Kinerja Karyawan Variabel kinerja karyawan pada penelitian ini diukur melalui 6 buah indikator.1% jawaban setuju dan 35. Keberadaan peraturan ditetapkan oleh perusahaan agar karyawan dapat dengan tepat melaksanakan petunjuk dan dasar-dasar kerja yang ditetapkan perusahaan.7% jawaban netral.

2% 33 29.5% 8 7.0% 1 0.2 1 0.7% S 45 40.7% 3 2.0% 112 100.1% 112 100.9% 71 63.9% 3 Y.3% 258 38.4% 46 41.5% 29 25.1% STS 0 0.5% jawaban netral.7% 57 50.4% 6 Y.7% TS 5 4.7 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan setuju dan netral terhadap itemitem kinerja karyawan.0% 112 100.9% 31 27.0% 672 100.5 6 5.5% 19 17.0% 112 100.9% 5 Y. Hasil ini ditunjukkan oleh 40. Dalam hal ini hasil yang baik dan benar .7% 61 9.0% 0 0.6 13 11. 2001 Tanggapan respoden sebagaimana pada tabel 4.4 1 0.9% 0 0. Hal ini menunjukkan adanya penilaian terhadap kinerja yang tinggi yang dimiliki karyawan pada PT Sinar Santosa Perkasa.4% Skor N 61 54.0% 112 100.1 1 0.0% 23 20.0% Jml Sumber: Data primer yang diolah.9% 2 Y.0% 0 0.1% 33 29.0% 0 0.1% 3 2.2% jawaban setuju dan 54.0% 1 0.5% 327 48.3 3 2.Tabel 4.9% 63 56.7 Tanggapan responden mengenai kinerja karyawan No Pernyataan SS 1 Y.7% 4 Y.5% 59 52.0% 112 100.6% Jumlah 25 3. Berdasarkan item pertama menunjukkan bahwa secara kualitas hasil kerja karyawan juga dinilai cukup baik oleh karyawan.7% 57 50.

4% jawaban netral.9% jawaban setuju dan 41. Berdasarkan item ketiga menunjukkan bahwa sebagiana besar responden menyatakan sudah dapat bekerja secara efisien dibanding karyawan lain. Hasil ini ditunjukkan oleh 50. Hasil ini ditunjukkan oleh 29. Berdasarkan item kedua menunjukkan bahwa secara kuantitas hasil pekerjaan yang dihasilkan cukup baik. Hasil ini ditunjukkan oleh 25.9% jawaban setuju dan 50.9% jawaban netral. Berdasarkan item kelima menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menyatakan selalu berusaha lebih keras dalam bekerja.7% jawaban setuju dan 63. Hal ini didasarkan pada penggunaan waktu kerja mereka setiap harinya yang sudah dapat memberi hasil kerja yang sesuai dengan harapan.1% jawaban netral. Berdasarkan item keempat menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menyatakan telah menghasilkan hasil pekerjaan dengan kemampuan yang cukup tinggi dibanding karyawan lain. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kerja yang diperoleh sudah cukup terpenuhi oleh sebagian kinerja karyawan. Berdasarkan item keenam menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menyatakan telah memiliki komitmen dan tanggung jawab kereja untuk . Hal ini didasarkan pada keyakinan karyawan bahwa dengan bekerja lebih keras maka hasil kerja akan lebih baik dan penghargaan dapat diperoleh karyawan.7% jawaban netral.dapat dipenuhi oleh karyawan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang dikerjakannya. Hasil ini ditunjukkan oleh 27.5% jawaban setuju dan 52.

185 0.624 0.5% jawaban netral. Hal ini didasarkan bahwa komitmen terhadap pekerjaan ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan kerja yang dapat menentukan keberhasilan hasil.2.185 Valid Valid Valid Valid Valid 0.772 0.1 uji Kualitas Data 4.185 0. Item kuesioner dinyatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel (n-2).1.2 Analisis Data 4.1 Pengujian Validitas Uji validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat pengukur dapat mengungkapkan konsep gejala/kejadian yang diukur.662 0.185 Valid Valid Valid Valid r hitung r table Keterangan .3% jawaban setuju dan 29.737 0.709 0.8 Berikut ini: Tabel 4.773 0. Hasil ini ditunjukkan oleh 56.816 0. Pengujian validitas selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.774 0.185 0.2.787 0.185 0.185 0.melaksanakan pekerjaan inti dengan bagus.185 0.8 Hasil Pengujian Validitas NO Variabel/Indikator Gaya kepemimpinan 1 2 3 4 1 2 3 4 Motivasi 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 0.185 0. 4.

820 0.185 0. 4.185 0.2 Pengujian Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana keandalan suatu alat pengukur untuk dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama. 2010 Tabel 4.185 0.9 berikut ini: .700 0.634 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan dinyatakan valid.638 0.185 0.185 Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data primer yang diolah.8 terlihat bahwa korelasi antara masing-masing indikator terhadap total skor konstruk dari setiap variabel menunjukkan hasil yang signifikan.185 Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0. dan menunjukkan bahwa r hitung > r tabel.185 0.708 0.Disiplin Kerja 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Kinerja Karyawan 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 0.670 0.1.767 0.185 0. Hasil pengujian reliabilitas untuk masing-masing variabel yang diringkas pada tabel 4.612 0.185 0.843 0.2.185 0.185 0. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Alpha.750 0.688 0.

796 0. .706 0.9 Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Gaya Kepemimpinan Motivasi Disiplin Kerja Kinerja Karyawan Alpha 0.1 Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui hubungan yang sempurna antar variabel bebas dalam model regresi.Tabel 4. 4.1 atau 10 % maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terjadi multikolinieritas (Ghozali.2.834 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data primer yang diolah. 2010 Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai koefisien Alpha yang cukup besar yaitu diatas 0.2.60 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel sehingga untuk selanjutnya item-item pada masing-masing konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur. Bila nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai toleransinya di atas 0.2 Uji Asumsi Klasik 4.2. 2005). Gejala multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Varian Inflation Factor (VIF).712 0.

Tabel 4.10 Hasil Uji Multikolinieritas No 1. 2. 3. Variabel Bebas Gaya Kepemimpinan ( X1 ) Motivasi ( X2 ) Disiplin Kerja ( X3 ) Nilai Tolerance 0.555 0.434 0.556 Nilai VIF ( % ) 1.801 2.305 1.799

Sumber: lampiran output SPSS

Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai VIF semua variabel bebas dalam penelitian ini lebih kecil dari 10 sedangkan nilai toleransi semua variabel bebas lebih dari 10 % yang berarti tidak terjadi korelasi antar variabel bebas yang nilainya lebih dari 90 %, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi.

4.2.2.2 Uji Heterokedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual, dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika varians berbeda, disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat digunakan metode grafik Scatterplot yang dihasilkan dari output program SPSS versi 17, Apabila pada gambar menunjukkan

bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka hal ini dapat disimpulkan tidak terjadi adanya heterokedastisitas pada model regresi (Ghozali, 2005). Gambar 4.1 Hasil Pengujian Heterokedastisitas

Sumber: Lampiran output SPSS

Dari grafik tersebut terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, hal ini berarti tidak terjadi penyimpangan asumsi klasik heterokedastisitas pada model regresi yang dibuat, dengan kata lain menerima hipotesis homoskedastisitas.

4.2.2.3 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel bebas dan variabel terikat, keduanya terdistribusikan secara normal ataukah tidak. Normalitas data dalam penelitian dilihat dengan cara memperhatikan titik-titik pada Normal P-Plot of Regression Standardized Residual dari variabel terikat. Persyaratan dari uji normalitas adalah jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Gambar 4.2 Hasil Pengujian Normalitas

Sumber: Data primer yang diolah, 2010

Dari gambar tersebut didapatkan hasil bahwa semua data berdistribusi secara normal, sebaran data berada disekitar garis diagonal.

model harus bebas dari gejala multikolinieritas dan terbebas dari heterokedastisitas.122 a Standardized Coefficients Beta T 1.091 .799 B 2.787 .222 2.784 Sig.556 1.801 a. Dari analisis sebelumnya telah terbukti bahwa model persamaan yang diajukan dalam penelitian ini telah memenuhi persyaratan asumsi klasik sehingga model persamaan dalam penelitian ini sudah dianggap baik.434 2.11.555 1. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Lampiran output SPSS .000 .3 Analisis Persamaan Regresi Linear Berganda Model persamaan regresi yang baik adalah yang memenuhi persyaratan asumsi klasik. . Berdasarkan estimasi regresi berganda dengan program SPSS 17 diperoleh hasil seperti tabel 4.665 .000 Collinearity Statistics Tolerance VIF .305 .316 3. Tabel 4.329 .522 .343 3.4.11 Hasil Estimasi Regresi Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Gaya Kepemimpinan Motivasi Disiplin Kerja .460 Std.628 .070 . antara lain semua data berdistribusi normal. Analisis regresi digunakan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh secara parsial variabel bebas terhadap variabel terikat.259 . Error 1.831 .097 .009 .

343 X2 + 0.316 X1 + 0. Variabel gaya kepemimpinan.11 dapat diketahui persamaan regresi yang terbentuk adalah: Y = 0. Koefisien gaya kepemimpinan memberikan nilai sebesar 0. d. c.222 X3 Keterangan: Y = Kinerja karyawan X1 = Gaya Kepemimpinan X2 = Motivasi X3 = Disiplin kerja Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa: a. . Koefisien motivasi memberikan nilai sebesar 0.343 yang berarti bahwa jika motivasi kerja semakin tinggi dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja karyawan akan mengalami peningkatan.222 yang berarti bahwa jika disiplijn kerja semakin kuat dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja karyawan akan mengalami peningkatan.Berdasarkan tabel 4. b. Koefisien disiplin kerja memberikan nilai sebesar 0.316 yang berarti bahwa jika gaya kepemimpinan semakin baik dengan asumsi variabel lain tetap maka kinerja karyawan akan mengalami peningkatan. motivasi dan disiplin kerja mempunyai arah koefisien yang bertanda positif terhadap kinerja karyawan.

Motivasi b.113.611 403.452 965. .204 3.063 Df 3 108 111 b Mean Square 187. Gaya Kepemimpinan.4. Hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai F hitung = 50. Disiplin Kerja. Dengan menggunakan batas signifikansi 0. Predictors: (Constant).4. maka diperoleh nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05.12 Hasil analisis regresi secara simultan ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 561. 2010 Pengujian pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya dilakukan dengan menggunakan uji F. motivasi dan disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan.113 Sig. Hasil perhitungan regresi secara simultan diperoleh sebaga berikut: Tabel 4. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data primer yang diolah.736 F 50. .4 Pengujian Hipotesis 4.000 a a.1 Uji F ( Pengujian hipotesis secara simultan) Untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama diuji dengan menggunakan uji F. Hal ini berarti bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa secara simultan variabel gaya kepemimpinan.05.

Gaya Kepemimpinan. Predictors: (Constant).4. Motivasi Sumber: Data primer yang diolah. Hal ini berarti 57% variasi variabel kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel gaya kepemimpinan.57. 2010 Hasil perhitungan regresi dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (adjusted R ) yang diperoleh sebesar 0. koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabelvariabel bebas dalam menerangkan variabel terikatnya.933 a.570 1. Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai adjusted R square sebagaimana dapat dilihat pada tabel 4.582 Square . sedangkan sisanya sebesar 43% diterangkan oleh variabel lain yang tidak diajukan dalam penelitian ini. Error of the Estimate R Square . motivasi dan disiplin kerja.13 Koefisien determinasi Model Summary Adjusted R Model 1 R . Dengan kata lain. 2 . Disiplin Kerja.763 a Std.13: Tabel 4.4.2 Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi merupakan besaran yang menunjukkan besarnya variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variable independennya.

sebaliknya jika taraf signifikansi hasil hitung lebih besar dari 0.4.3 Uji t ( Uji Hipotesis Secara Parsial ) Hipotesis 1.784 3.05 maka hipotesis ditolak.628 2. Taraf .009 1.000 0.05 maka hipotesis diterima. Pengujian dilakukan dengan melihat taraf signifikansi (pvalue).784 dengan taraf signifikansi 0.14 Hasil Uji t Secara Parsial Variabel Bebas Gaya Kepemimpinan (X1) Motivasi (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber: Lampiran output SPSS t hitung 3.665 Sig. Dari tabel 4.000 0.000.12 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis gaya kepemimpinan menunjukkan nilai t hitung sebesar 3. t 0. Tabel 4.4. jika taraf signifikansi yang dihasilkan dari perhitungan di bawah 0. Ha : βi > 0 terdapat pengaruh positif antara gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan. Uji Hipotesis 1 ( H1 ) Perumusan hipotesis: Ho : βi = 0 tidak ada pengaruh positif antara gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan. 2 dan 3 dalam penelitian ini diuji kebenarannya dengan menggunakan uji parsial.

Ha : βi > 0 terdapat pengaruh positif antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan. yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho.05. 3. Uji Hipotesis 3 ( H3 ) Perumusan hipotesis: Ho : βi = 0 tidak ada pengaruh positif antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan. Taraf signifikansi hasil sebesar 0. .signifikansi tersebut lebih kecil dari 0. Dengan demikian dapat berarti bahwa hipotesis H1 “ Gaya Kepemimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja karyawan “ diterima. Dengan demikian dapat berarti bahwa hipotesis H2 “ Motivasi berpengaruh positif terhadap Kinerja karyawan “ diterima.628 dengan taraf signifikansi 0.05.000.12 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis motivasi menunjukkan nilai t hitung sebesar 3.000 tersebut lebih kecil dari 0. Uji Hipotesis 2 ( H2 ) Perumusan hipotesis: Ho : βi = 0 tidak ada pengaruh positif antara motivasi kerja dengan kinerja karyawan. 2. Dari tabel 4. yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha.

628 dengan taraf signifikansi hasil .12 terlihat bahwa hasil pengujian hipotesis disiplin kerja menunjukkan nilai t hitung sebesar 2.009. Dengan demikian berarti bahwa hipotesis H3 “ Disiplin kerja mempunyai pengaruh positif terhadap Kinerja karyawan “ diterima. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 3.665 dengan taraf signifikansi 0. motivasi dan disiplin kerja maka mengakibatkan semakin tinggi pula kinerja karyawan yang dihasilkan.009 tersebut lebih kecil dari 0. 4. Dari tabel 4. Hasil tersebut sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Taraf signifikansi hitung sebesar 0. Pengaruh yang diberikan ketiga variabel bebas tersebut bersifat positif artinya semakin tinggi gaya kepemimpinan.5 Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian secara statistik dapat terlihat dengan jelas bahwa secara parsial (individu) semua variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian hipotesis (H1) telah membuktikan terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.Ha : βi > 0 terdapat pengaruh positif antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan.05. Penjelasan dari masing-masing pengaruh variabel dijelaskan sebagai berikut: 1. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya.

2002) yang menguji pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dengan hasil analisis yaitu gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. . 2. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya oleh (Suharto dan Budi Cahyono. Artinya bahwa ada pengaruh antara variabel motivasi terhadap kinerja karyawan di PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 3. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian hipotesis (H2) telah membuktikan terdapat pengaruh antara motivasi terhadap kinerja karyawan. yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho.000 tersebut lebih kecil dari 0.05.628 dengan taraf signifikansi hasil sebesar 0.000 tersebut lebih kecil dari 0. 2005) yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi terhadap kinerja karyawan. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.sebesar 0. Artinya bahwa ada pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya oleh (Suranta.05.

Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya oleh (Budi Setiyawan dan Waridin.05. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan didapat nilai t hitung sebesar 2.009 tersebut lebih kecil dari 0. Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian hipotesis (H3) telah membuktikan terdapat pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. . Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. 2006) yaitu adanya pengaruh secara positif antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. Artinya bahwa ada pengaruh antara variabel disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara. yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha.665 dengan taraf signifikansi hitung sebesar 0.3.

Hal ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh penelitian Suharto dan . Dari pembahasan yang telah diuraikan. Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan terdapat pengaruh antara motivasi dengan kinerja karyawan.628 dengan taraf signifikansi hasil sebesar 0. Pengujian membuktikan bahwa motivasi memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.343 dan nilai t hitung sebesar 3. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho.BAB V PENUTUP 5. Dan dilakukan pengujian validitas untuk mengukur sah tidaknya suatu kuesioner. Dalam uji asumsi klasik yang meliputi uji multikolonieritas.05. Hasil dari uji reliabilitas dan validitas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan dalam setiap variabel reliabel dan valid.1. Dilihat dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien sebesar 0.000 tersebut lebih kecil dari 0. Kesimpulan Penelitian Dari data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner maka dilakukan pengujian reliabilitas untuk mengetahui bahwa jawaban responden terhadap pernyataan konsisten dari waktu ke waktu. uji heteroskedastisitas dan uji normalitas menunjukkan bahwa dalam model regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas dan tidak terjadi heteroskedastisitas serta memiliki distribusi normal.

Pengujian membuktikan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan.Budi Cahyono (2005) mengemukakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah motivasi pekerja.009 tersebut lebih kecil dari 0. Dilihat dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien sebesar 0.316 dan nilai t hitung sebesar 3. Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan terdapat pengaruh antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan. .000 tersebut lebih kecil dari 0. Pengujian membuktikan bahwa gaya Kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. 3. Hal ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh penelitian menurut Rosari (2005) bahwa gaya kepemimpinan pada dasarnya menekankan untuk menghargai tujuan individu sehingga nantinya para individu akan memiliki keyakinan bahwa kinerja aktual akan melampaui harapan kinerja mereka.05 dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Budi Setiyawan dan Waridin (2006) yang mengungkapkan bahwa disiplin kerja karyawan bagian dari faktor kinerja. 2.665 dengan taraf signifikansi hitung sebesar 0. Dilihat dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien sebesar 0. Hasil pengujian hipotesis telah membuktikan terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan.05. yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menolak Ho dan menerima Ha.784 dengan nilai signifikansi sebesar 0.222 dan nilai t hitung 2.

Dalam hal ini kinerja diperoleh dari hasil jawaban responden atau sangat bersifat subyektif. Motrivasi memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap kinerja karyawan PT Sinar Santosa Perkasa. sehingga hanya mampu menjelaskan 57. 5. 5. Untuk memperkecil subyektifitas ukuran kinerja. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini secara khusus diperoleh sebagai berikut ini: Keterbatasan yang berasal dari variabel kinerja karyawan.0% variasi kinerja karyawan. Bagi Perusahaan Hendaknya perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan lebih menitikberatkan pada motivasi karyawan. kualitas dan kuantitas yang dihasilkan dari masing-masing karyawan dan juga dalam penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel saja dalam meneliti kinerja karyawan.3 Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dilakukan maka saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu: 1.2. maka variabel kinerja dapat diukur dengan kinerja riil yang berasal dari catatan pada pihak perusahaan mengenai kinerja dari karyawan yang bersangkutan seperti ketepatan waktu.4. dilihat dari kuesioner yang telah diisi oleh karyawan PT Sinar Santosa Perkasa tersebut diperoleh data bahwa .

karyawan memiliki motivasi yang tinggi pada pekerjaan yang mereka laksanakan. Bagi Penelitian Selanjutnya Hasil Uji R 2 menunjukkan masih ada variabel-variabel lain yang harus diperhatikan dalam penelitian ini. karena dengan semakin baik kinerja dari karyawan maka akan berpengaruh baik juga bagi perusahaan. . sehingga dengan perusahaan lebih memotivasi karyawannya misalnya dengan pemberian penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi atau kenaikan jabatan akan dapat meningkatkan kinerja karyawan yang lebih baik lagi. Penelitian-penelitian lebih lanjut. hendaknya menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. 2.

Pelayan Sebagai Pemimpin. Vol 1. Ferdinand. Malang. Aritonang. Robert. Dale. Manajemen Sumber Daya Manusia: A Handbook Of Human Resource Management. Imam. 2005. UNDIP Semarang. Skripsi. Augusty. Armstrong. No 1. Analisis: Teori dan Kasus Solusi. Crimson. 2005. Yogyakarta. Semarang: BP Universitas Diponegoro. 1992. Th IV. 1994. Metode Penelitian Manajemen. Disiplin Kerja Guru Dan Kinerja Gutu SMP Kristen BPK PENABUR. Gandum Mas. Jurnal Pendidikan Penabur. Michael. Kompensasi Kerja. Analisis Pengaruh Prilaku Pemimpin Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Kotamadya Jak-Bar. BPFE. Guritno. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Ghozali. Sitanggang.DAFTAR PUSTAKA Algifari.T. JRBI. Semarang. Jakarta. 2000. No 4. D. Keke. Pengaruh Persepsi Karyawan Mengenai Perilaku Kepemimpinan. Jakarta. Hal: 63-74. . Bambang dan Waridin. BP Universitas Diponegoro. 2006. Semarang. PT Elex Media Komputindo. Edisi 2. Kepuasan Kerja Dan Motivasi Terhadap Kinerja. 2005.

2005. No 1. Handoko. T. Stephen.Hakim. Perilaku organisasi. 2004. PT INDEKS Kelompok Gramedia. Malayu. Masrukhin dan Waridin. 2004. Manajemen Edisi 2. 2006. Analisis Gaya Kepemimpinan Dosen-Dosen Di Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta. Vol 2. No 2. PT RAJAGRAFINDO PERSADA. dan Mary Coulter. Jakarta. Jakarta. 2003. Hani. Rosari. Robbins. Jakarta. R. Salemba Empat.L dan Jackson. Budaya Organisasi Dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai. No 2. JRBI. Malthis. Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen. Vol 7. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Stephen. 2005. BPFE. Hasibuan. Robbins. Edisi Bahasa Indonesia. Analisis Pengaruh Motivasi. P. Veithzal. Reni. Pengaruh Motivasi Kerja. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Hal: 197-209. Jurnal Telaah Bisnis. 2006. PT Bumi Aksara. PT Indeks Kelompok GRAMEDIA. Jakarta . Rivai. Vol 6. Yogyakarta. 2004. Kepuasan Kerja. 2001. EKOBIS. Komitmen Organisasi Dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perhubungan Dan Telekomunikasi Provinsi Jawa Tengah. Hal: 87-109. Hal: 165-180. P. Abdul.

2002. Suharto dan Cahyo. Veithzal dan Basri. 2005. Sekaran. Pengaruh Budaya Organisasi. Jakarta. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. PT Prenhallindo. No 1. Jakarta. Siagian. PT RAJAGRAFINDO PERSADA. Hal: 181-198. Edisi keenam. No 2. . Stoner. JRBI. Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia Di Sekretariat DPRD Propinsi Jawa Tengah. Salemba Empat. Hal: 13-30. J. Pengaruh Disiplin Kerja Karyawan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Di Divisi Radiologi RSUP Dokter Kariadi Semarang. Jakarta. Uma. Vol 1. 1997. 2006. Erlangga. Jakarta. PT Rineka Cipta. Sondong. Manajemen Sumber Daya Manusia. P. JRBI. Manajemen. James. Setiyawan. 2005. Edward Freeman dan Daniel R. Jakarta. Gilbert. 2001. AF Dan R. Performance Appraisal: Sistem Yang Tepat Untuk Menilai Kinerja Karyawan Dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. STIE YKPN. 2006. Supranto. Yogyakarta.Rivai. 1996. Budi dan Waridin. Simamora. Henry. Research Methode For Business: Metodologi Penelitian Untuk bisnis. Vol 2. Statistik: Teori dan Aplikasi.

Suranta, Sri. 2002. Dampak Motivasi Karyawan Pada Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Kinerja Karyawan Perusahaan Bisnis. Empirika.Vol 15. No 2. Hal: 116-138. Tampubolon, Biatna. D. 2007. Analisis Faktor Gaya Kepemimpinan Dan Faktor Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Yang Telah Menerapkan SNI 19-9001-2001. Jurnal Standardisasi. No 9. Hal: 106-115. Tika, P. 2006. Budaya Organisasi Dan Peningkatan Kinerja Perusahaan. PT Bumi Aksara. Jakarta. Yuwalliatin, Sitty. 2006. Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Dan Komitmen Terhadap Kinerja Serta Pengaruhnya Terhadap Keunggulan Kompetitif Dosen UNISULA Semarang. EKOBIS. Vol 7. No 2. Hal: 241-256.

LAMPIRAN

LAMPIRAN A KUESIONER PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SINAR SANTOSA PERKASA BANJARNEGARA

Yth. Bapak/ Ibu / Saudara / Saudari Mohon kesediaan Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari untuk mengisi kuesioner berikut dengan sejujur-jujurnya untuk keperluan penelitian ilmiah (skripsi). Data isian Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari akan dijaga kerahasiaannya. Atas kesediaan Bapak/ Ibu/ Saudara / Saudari, saya ucapkan terimakasih. Hormat Saya,

Regina Aditya Reza (Mahasiswa Jurusan Manajemen FE UNDIP)

Pendidikan Terakhir : tahun : laki-laki/perempuan : SLTP/SLTA/DIII/S1 B. dengan cara memberi tanda (√) pada kolom yang tersedia. PERTANYAAN PENELITIAN Beri jawaban atas pernyataan berikut ini sesuai dengan pendapat anda. IDENTITAS RESPONDEN a. Jenis kelamin d. Usia c.A. Nama : (boleh tidak diisi) b. Keterangan: STS : Sangat tidak setuju TS N S SS : Tidak Setuju : Netral : Setuju : Sangat Setuju .

3 Efisiensi waktu saya melebihi rata-rata karyawan lain. 2 Kuantitas kerja saya melebihi rata-rata karyawan lain.KINERJA KARYAWAN NO Pernyataan Sangat Tidak setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 Kualitas kerja saya jauh lebih baik dari karyawan lain. . 4 Kemampuan saya melebihi standar yang ditetapkan. 5 Saya berusaha dengan lebih keras daripada yang lain. 6 Saya mempunyai komitmen dan tanggung jawab dalam bekerja.

2 Pimpinan cara anda mempengaruhi anda untuk masalah pandang menyelesaikan pekerjaan. . 3 Pemimpin mengkomunikasikan memberikan anda tujuan dan bagi kesempatan karyawan untuk mencapai sesuatu dengan cara mereka sendiri. 4 Pemimpin anda menghargai dan memuji para karyawan yang kinerjanya bagus.GAYA KEPEMIMPINAN NO Pernyataan Sangat Tidak setuju sering tugas Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 Pemimpin menekankan anda pentingnya dan meminta anda melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

2 Saya merasa aman dalam melakukan pekerjaan. 5 Saya suka melaksanakan tugas yang menantang. . 3 Saya memiliki hubungan yang erat dengan semua karyawan.MOTIVASI NO Pernyataan Sangat Tidak setuju kebutuhan Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 Saya mendapatkan yang layak. 4 Saya sering dan ingin selalu atas mendapat penghargaan pekerjaan yang saya lakukan.

Terimakasih atas perhatian anda . 3 Saya secara rutin mendapatkan saran dan arahan dari pemimpin. 5 Saya selalu menaati aturan yang ada dalam perusahaan.DISIPLIN KERJA NO Pernyataan Sangat Tidak setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju 1 Saya datang tepat waktu dalam bekerja. 4 Jarak tempat tinggal dan tempat kerja tidak mempengaruhi ketepatan waktu saya. 2 Saya ikut andil memberikan kontribusi dalam setiap kegiatan.

g3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 5 g4 3 4 3 4 2 3 5 3 5 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 Total g 12 16 15 15 12 12 16 14 16 14 13 16 13 16 12 16 16 14 14 15 14 13 16 16 16 16 16 16 18 16 16 16 20 m1 3 3 4 4 2 3 5 5 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 4 4 4 4 4 2 5 4 4 5 motivasi m2 3 4 4 4 3 3 5 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 5 5 4 5 m3 3 4 5 5 4 3 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 3 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 2 5 5 5 5 m4 3 4 3 3 4 3 5 3 5 5 4 4 3 3 3 4 3 3 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 5 m5 3 4 3 3 4 3 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 To 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 .Lampiran excel No Usia 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 52 45 47 26 24 55 44 33 27 55 54 31 25 55 27 31 22 47 38 23 37 31 44 20 20 50 36 45 40 41 34 27 28 4 3 3 1 1 4 3 2 1 4 4 2 1 4 1 2 1 3 2 1 2 2 3 1 1 3 2 3 2 3 2 1 1 identitas responden JK laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki perempuan laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki PT SLTA SLTP SLTP SLTA SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP D3 SLTP SLTP SLTA SLTP SLTP SLTP S1 S1 S1 D3 k1 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 2 4 4 3 3 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 5 k2 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 2 2 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 5 kinerja karyawan k3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 4 2 3 3 3 2 2 5 3 3 3 3 4 3 4 4 3 5 k4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 3 4 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 k5 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 k6 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 5 Total k 20 22 23 21 19 20 24 20 18 24 20 23 16 20 21 23 19 21 19 21 14 16 25 19 19 19 19 23 20 23 22 20 28 g1 3 4 4 4 3 3 5 5 5 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 g2 3 4 4 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 gaya kep.

34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 38 28 30 55 33 27 31 20 35 30 30 47 31 35 47 27 29 49 47 55 60 52 26 28 41 39 40 60 57 25 27 37 45 40 35 25 40 32 2 1 1 4 2 1 2 1 2 1 1 3 2 2 3 1 1 3 3 4 4 4 1 1 3 2 2 4 4 1 1 2 3 2 2 1 2 2 laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki perempuan laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki perempuan perempuan laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki SLTA SLTA SLTA S1 SLTP D3 SLTP SLTA SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTA SLTP SLTA SLTA SLTA SLTA SLTP SLTP SLTA S1 S1 SLTA SLTP SLTP SLTP SLTP SLTA SLTA SLTA SLTP SLTP SLTP SLTA SLTA SLTP 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 2 3 2 2 3 4 4 2 3 3 3 4 2 5 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 2 2 2 2 3 4 4 2 4 2 3 4 3 2 3 3 4 1 4 3 3 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 5 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 5 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 5 4 3 3 2 3 4 4 4 3 4 2 3 3 3 5 4 4 4 4 5 2 4 4 4 3 5 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 5 4 3 4 2 3 4 4 5 3 4 3 4 3 3 24 23 21 21 18 26 17 21 23 20 16 20 17 19 19 17 22 19 21 20 20 19 18 26 24 17 18 14 16 22 24 26 16 22 16 20 21 17 5 5 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 5 4 3 5 5 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 2 4 4 4 3 4 3 4 4 3 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 3 4 5 3 3 3 4 3 3 5 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 20 19 16 16 15 16 14 16 16 14 12 14 14 14 15 14 16 14 14 15 14 15 16 16 16 14 11 11 10 14 16 17 12 14 12 17 14 12 4 4 4 4 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 2 2 2 4 4 4 2 3 3 4 4 2 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 2 3 4 4 2 3 2 2 3 2 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 3 4 5 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 5 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 5 5 3 4 3 4 4 2 5 4 3 4 1 5 3 4 3 4 3 3 2 3 2 2 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 5 5 3 4 2 4 4 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 .

72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 27 32 26 60 40 37 47 25 25 27 29 27 30 27 37 25 29 27 29 40 35 25 32 37 35 31 33 35 24 22 46 60 50 56 31 47 40 27 1 2 1 4 2 2 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 3 4 3 4 2 3 2 1 laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki laki-laki SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTA SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTA SLTA SLTP SLTP SLTP SLTP S1 SLTP SLTP SLTP SLTP SLTA SLTP SLTP SLTP SLTP SLTP SLTA SLTP SLTP SLTP SLTA 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 3 2 3 3 2 4 3 2 3 2 3 3 4 4 3 3 3 2 4 3 3 4 2 2 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 4 2 2 4 3 2 3 2 3 3 4 4 2 3 3 2 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 5 4 3 4 4 2 3 4 5 3 3 4 4 5 4 3 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 5 4 3 4 3 2 3 5 5 4 4 3 4 5 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 5 5 3 4 22 17 21 22 21 16 21 19 17 26 20 16 22 16 16 19 25 26 18 20 19 18 26 21 20 24 15 18 23 24 20 21 21 20 21 21 15 20 4 3 4 5 4 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 5 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 5 3 4 4 3 3 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 2 3 3 2 3 3 4 5 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 3 2 4 4 3 5 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 5 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 16 13 16 17 14 13 13 14 12 17 11 14 13 10 11 13 16 19 14 16 18 14 16 15 16 16 15 14 19 16 16 14 16 14 16 15 10 14 3 2 3 3 3 2 3 2 3 4 2 3 3 2 2 3 4 4 3 3 3 3 4 2 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 2 4 2 1 2 3 2 2 2 2 3 4 1 2 3 2 2 3 4 5 2 2 3 3 4 2 2 2 3 3 4 4 3 4 4 2 3 4 2 4 5 3 4 5 4 3 4 4 3 5 3 4 4 4 3 4 4 5 3 4 4 4 5 3 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 2 5 3 3 4 3 3 3 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 5 5 4 5 4 4 5 3 5 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 2 3 4 3 2 3 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 3 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 .

110 111 112 30 23 28 1 1 1 laki-laki laki-laki laki-laki SLTP SLTP SLTP 4 3 4 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 19 17 17 4 3 3 4 3 4 3 2 4 3 3 3 14 11 14 3 4 3 4 4 3 5 4 3 2 3 2 2 4 2 1 1 1 .

000 112 . (2-tailed) N y. (2-tailed) N y.000 112 .6 .400 ** .004 112 .506** .285 ** 112 1 .000 112 .506** .626 ** 112 1 .000 112 .000 112 .000 112 .000 112 .708 ** 112 1 112 .4 .000 112 .283 ** .3 Pearson Correlation Sig.000 112 .843** .596** .000 112 . (2-tailed) N y.000 112 .469** .4 Pearson Correlation Sig.000 112 .271 ** .000 112 .750** .1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N y.000 112 .708** .000 112 1 y.283** .596** .379 ** y.002 112 .750 ** 112 1 .6 Pearson Correlation Sig.843 ** . .000 112 .y .271** .004 112 .01 level (2-tailed).418** .2 .003 112 .000 112 .688** .414** .000 112 112 **.000 112 .820** .000 112 .285** .521** .418 ** .000 112 . (2-tailed) N y.000 112 . (2-tailed) N tot. (2-tailed) N 112 .5 .000 112 .000 112 .421** .421** .000 112 .000 112 .612** .626** .LAMPIRAN E: OUTPUT SPSS 17 HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS 1.000 112 .612 ** .000 112 .400 ** .3 .003 112 .000 112 .688 ** .000 112 .y Pearson Correlation Sig.431 ** y.820 ** .000 1 112 .379 ** .414 ** .763 ** 112 1 .000 112 . Variabel Kinerja Karyawan Uji Validitas Correlations y.5 Pearson Correlation Sig.1 y.000 y.763** .521 ** y.469 ** tot.000 112 .2 Pearson Correlation Sig.002 112 .000 112 .000 112 . Correlation is significant at the 0.431 ** .

617 .752 .77 Std.637 .11 3.832 N of Items 6 Item Statistics Mean y.38 3.587 .6 3.21 3.684 N 112 112 112 112 112 112 . Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha .4 y.2 y.0 .5 y. Deviation .1 y.3 y.0 a.14 3.834 Based on Standardized Items .696 . Listwise deletion based on all variables in the procedure.0 100.59 3.Uji Reliabilitas Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total a % 112 0 112 100.

271 .3 y.460 .949 N of Items 6 .283 .Inter-Item Correlation Matrix y.000 .2 .2 y.763 .5 y.777 .000 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted y.08 16.521 .283 .1 y.81 17.806 Scale Statistics Mean 20.19 Variance 8.486 Alpha if Item Deleted .04 17.379 1.558 .6 1.703 .000 .138 Total Correlation .847 6.3 .815 .271 .2 y.98 16.5 .400 1.658 5.431 .4 y.4 y.421 .626 1.414 .605 .414 . Deviation 2.3 y.431 .000 .694 Std.387 .624 6.421 y.521 .418 .469 y.596 1.571 .241 .400 .749 .285 y.000 .6 .719 5.506 .659 .596 .Squared Multiple Item Deleted 6.418 .60 16.441 6.836 .5 y.42 Scale Variance if Corrected Item.506 y.787 .285 .000 .817 .1 y.469 .4 .616 Correlation .626 y.6 16.379 .1 y.763 1.454 .

372 ** x1.774 ** 112 1 .4 . Variabel Gaya Kepemimpinan Uji Validitas Correlations x1.000 112 .000 112 .498 ** .000 112 .2.000 112 .237 .01 level (2-tailed).x1 . (2-tailed) N x1. Correlation is significant at the 0.000 112 .448 ** x1. .028 112 .372** .1 Pearson Correlation Sig.000 112 .000 112 .05 level (2-tailed).624 ** 112 1 .448 ** .624 ** 112 1 .2 Pearson Correlation Sig.774 ** 112 .x1 Pearson Correlation Sig.000 112 1 x1.2 .000 112 .772 ** 1 . (2-tailed) N x1.3 .498 ** tot.208 * . (2-tailed) N x1. Correlation is significant at the 0.113 .4 Pearson Correlation Sig.000 112 .773 ** .705 ** .000 112 .000 112 112 **.113 .3 Pearson Correlation Sig.705** .000 112 .000 112 .000 112 . *.237 112 .1 x1.773** .772 ** .208* . (2-tailed) N 112 .000 112 . (2-tailed) N tot.028 112 .

705 .4 3.56 Std.778 .208 .705 x1.2 x1.113 1.208 .498 x1.000 .448 .2 .0 Cronbach's Alpha .706 Alpha Based on Standardized Items .Uji Reliabilitas Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total a Reliability Statistics Cronbach's % 112 0 112 100.75 3.3 x1.1 x1.2 x1.372 1.3 x1.000 . Listwise deletion based on all variables in the procedure.4 .113 x1.708 N 112 112 112 112 Inter-Item Correlation Matrix x1.4 1.608 .448 1.59 3.498 .372 .0 100.1 x1.0 .1 x1.79 3. Deviation .000 .677 .3 .000 .719 N of Items 4 a. Item Statistics Mean x1.

109 Std.94 11.69 Variance 4.3 x1.4 10.598 Scale Statistics Mean 14.562 Correlation .027 N of Items 4 .Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted x1.405 .582 2.567 . Deviation 2.1 x1.450 2.244 .10 11.298 .381 Total Correlation .2 x1.738 2.90 10.592 .772 .593 .585 Alpha if Item Deleted .597 .Squared Multiple Item Deleted 2.13 Scale Variance if Corrected Item.516 .

058 112 . (2-tailed) N x2.000 112 .709 ** 112 1 .238 * x2.752** .662 ** 112 1 . (2-tailed) N tot.000 112 .662 ** .000 112 .2 Pearson Correlation Sig.179 . (2-tailed) N x2. *. Variabel Motivasi Uji Validitas Correlations x2. Correlation is significant at the 0. (2-tailed) N 112 .4 .000 112 .709 ** .05 level (2-tailed).000 112 .011 112 .000 112 .011 112 .000 112 . (2-tailed) N x2.000 112 .000 112 .000 112 .737 ** 112 1 .5 Pearson Correlation Sig.000 112 .336 ** .x2 .000 112 .265 ** .4 Pearson Correlation Sig.787 ** . (2-tailed) N x2.000 112 .000 112 . Correlation is significant at the 0.787 ** 1 .816** .327** .618 ** x2.336 ** tot.000 112 1 x2.000 112 .731 ** .005 112 .000 112 .618 ** .000 112 .737 ** 112 1 .000 112 112 **.2 .327 ** .058 112 .238 * .548 ** .179 .01 level (2-tailed).3.731 ** .000 112 .399** .x 2 Pearson Correlation Sig.816 ** . .000 112 .000 112 .000 112 .3 Pearson Correlation Sig.548** .265 ** .3 .000 112 .1 x2.005 112 .399 ** .1 Pearson Correlation Sig.752 ** x2.5 .

Item Statistics Mean x2.32 3.0 .5 1.0 a.327 .791 .2 .000 .0 100.753 .238 .Uji Reliabilitas Reliability Statistics Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total a Cronbach's % Alpha Based on Cronbach's Alpha .5 3.797 N of Items 5 112 0 112 100.948 .548 .265 x2.327 .1 x2.2 x2.752 .000 .238 1.000 .752 1.4 .4 x2.265 .000 . Listwise deletion based on all variables in the procedure.618 .000 .3 .3 x2.4 x2.1 x2.1 x2.36 4.65 3.336 x2.731 1.336 .731 x2.796 Standardized Items .399 x2. Deviation .2 x2.64 Std.25 3.548 .858 N 112 112 112 112 112 Inter-Item Correlation Matrix x2.179 .5 .179 .618 1.399 .785 .3 x2.

410 .697 .58 Scale Variance if Corrected Item.90 14.472 Std.762 Scale Statistics Mean 18.757 6.57 14.896 6.765 .564 .747 6.610 . Deviation 3.580 Alpha if Item Deleted .87 13.318 Total Correlation .3 x2.22 Variance 9.470 .5 14.744 .720 .143 5.Squared Multiple Item Deleted 6.788 .551 .561 Correlation .1 x2.2 x2.078 N of Items 5 .97 14.648 .Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted x2.4 x2.619 .

000 112 .854 ** x3.638 ** .064 .000 112 .227 112 .000 112 .573 ** .115 .287 ** .1 Pearson Correlation Sig.3 Pearson Correlation Sig.000 112 .503 112 .2 .120 .000 112 .115 .3 .700 ** 112 .000 112 .000 112 .670 ** 1 .064 .503 112 .5 Pearson Correlation Sig. Variabel Disiplin Kerja Uji Validitas Correlations x3.000 112 . .000 112 . (2-tailed) N x3.638 ** .000 112 .670 ** .289 112 .x5 .5 .700 ** .392 ** 112 1 . (2-tailed) N x3. Correlation is significant at the 0.767 ** 112 1 .000 112 .000 112 .000 112 .4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 112 .000 112 .287 ** .000 112 .227 112 1 x3.454 ** .4 .634 ** 112 1 .1 x3.000 112 .429 ** tot.000 112 .01 level (2-tailed).573 ** x3.634 ** .2 Pearson Correlation Sig.767 ** 112 1 .148 .002 112 . (2-tailed) N tot.101 .289 112 .120 112 .101 .854 ** x3.x5 Pearson Correlation Sig.000 112 112 **.148 . (2-tailed) N x3.4.392 ** . (2-tailed) N x3.429 ** .002 112 .454 ** .000 112 .000 112 .

619 .94 3. Listwise deletion based on all variables in the procedure.845 N 112 112 112 112 112 .4 x3.42 Std.853 .0 .712 Standardized Items .Uji Reliabilitas Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total a % 112 0 112 100.5 3.2 x3.668 .1 x3.3 x3.0 100.722 N of Items 5 Item Statistics Mean x3.56 3. Deviation . Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha .88 3.11 3.668 .0 a.

392 x3.115 .064 .573 .000 .285 4.1 x3.657 .854 .589 4.405 3.4 .429 .3 .369 .5 13.331 Alpha if Item Deleted .603 4.784 Total Correlation .000 .49 Scale Variance if Corrected Item.115 1.454 x3. Deviation 2.4 x3.746 .80 14.854 .35 14.413 .744 .2 x3.287 x3.101 .97 14.287 .000 .148 .3 x3.101 .Inter-Item Correlation Matrix x3.3 x3.03 14.347 .573 1.501 .454 1.714 .91 Variance 6.Squared Multiple Item Deleted 4.1 x3.316 Std.523 .000 .4 x3.553 Correlation .429 x3.628 Scale Statistics Mean 17.447 .000 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted x3.513 N of Items 5 .646 .392 .1 x3.674 .064 .2 x3.5 .148 1.5 1.2 .

Gaya Kepemimpinan.611 403.452 965.570 1.204 3. Gaya Kepemimpinan.000 a a. Enter a. Motivasi a Variables Removed Method .REGRESSION Variables Entered/Removed Variables Model 1 Entered Disiplin Kerja. Gaya Kepemimpinan. Predictors: (Constant). All requested variables entered.063 Df b Mean Square 3 108 111 187. Dependent Variable: Kinerja Karyawan . Model Summary Adjusted R Model 1 R . Motivasi b. . Disiplin Kerja.736 F 50.113 Sig. Disiplin Kerja.763 a Std. Predictors: (Constant). Error of the Estimate R Square .582 Square .933 a. Motivasi ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 561.

157 1.343 .000 -.157 -.784 Sig.000 .665 .002 .009 .259 . Dependent Variable: Kinerja Karyawan Disiplin Kerja 1.305 1.522 .787 .799 a.488 -. .122 a Standardized Coefficients Beta t 1.Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Gaya Kepemimpinan Motivasi Disiplin Kerja .555 1.091 .070 .000 Collinearity Statistics Tolerance VIF .316 3.097 B 2.000 -.015 -.489 -.005 .329 .222 3.488 .801 .460 Std.489 1. Error 1.005 Motivasi -.002 -. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Coefficient Correlations a Gaya Model 1 Correlations Disiplin Kerja Gaya Kepemimpinan Motivasi Covariances Disiplin Kerja Gaya Kepemimpinan Motivasi a.008 .000 -.831 .004 -.004 Kepemimpinan -.556 2.009 -.434 .628 2.

Dependent Variable: Kinerja Karyawan .570 1.40 Gaya Kepemimpinan .908 25.006 Condition Index 1. Enter a.933 a.52 .009 .35 .00 .00 .000 16. Error of the Estimate R Square . Predictors: (Constant). Gaya Kepemimpinan.01 .971 . Dependent Variable: Kinerja Karyawan Variables Entered/Removed Variables Model 1 Entered Disiplin Kerja.Collinearity Diagnostics a Variance Proportions Dimensi Model 1 on 1 2 3 4 Eigenvalue 3.00 .00 .63 . All requested variables entered.48 Motivasi .897 20.00 . Gaya Kepemimpinan. Model Summary b Adjusted R Model 1 R .64 Disiplin Kerja .00 .763 a Std. Disiplin Kerja. Motivasi b.00 .582 Square .347 (Constant) .60 .014 .36 a. Motivasi a Variables Removed Method .

.555 1. Gaya Kepemimpinan. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Gaya Kepemimpinan Motivasi Disiplin Kerja .070 .113 Sig.787 .097 B 2.784 Sig.452 965.736 F 50.000 Collinearity Statistics Tolerance VIF .009 . .799 a.122 a Standardized Coefficients Beta t 1.063 Df b Mean Square 3 108 111 187.628 2. Dependent Variable: Kinerja Karyawan .556 2.259 .305 1.316 3.329 . Error 1.ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 561.434 .343 .091 .665 .611 403. Predictors: (Constant).831 .000 .460 Std. Disiplin Kerja.204 3.000 a a. Motivasi b.222 3.522 .801 .

009 .009 -.36 a.002 .908 25.005 .00 .52 .347 Gaya (Constant) Kepemimpinan Motivasi .01 .006 Condition Index 1.00 .000 -.Coefficient Correlations a Gaya Model 1 Correlations Disiplin Kerja Gaya Kepemimpinan Motivasi Covariances Disiplin Kerja Gaya Kepemimpinan Motivasi a.00 .004 Kepemimpinan -.00 .35 .015 -.488 .00 .157 -.157 1.971 .60 .000 -. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Disiplin Kerja 1.005 Motivasi -.63 .00 .48 .489 1.40 .008 Collinearity Diagnostics a Variance Proportions Dimen Model sion 1 1 2 3 4 Eigenvalue 3. Dependent Variable: Kinerja Karyawan .000 -.64 Disiplin Kerja .002 -.488 -.014 .897 20.000 16.489 -.00 .004 -.

979 1.001 .183 .673 2.973 .032 -3.002 .049 -5.249 1.126 .508 2.002 25.256 1.000 .199 Maximum 25.000 2.380 .724 .166 2.130 .010 .113 N 112 112 112 20.Residuals Statistics Minimum Predicted Value Std.849 16.027 2. Dependent Variable: Kinerja Karyawan .83 -2. Residual Stud.924 -3.94 5.759 a Mean 20.760 5.70 2.19 . Residual Deleted Residual Stud.906 .000 .005 1.017 2.174 .452 .000 .000 . Deleted Residual Mahal.145 14.025 112 112 112 112 112 112 112 112 112 a.348 Std.19 .49 -5. Deviation 2.986 1. Distance Cook's Distance Centered Leverage Value 14. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual Std.000 .861 -3.018 .

Chat .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful