Indonesia akan menantang Malaysia pada babak final SEA Games 2011 setelah di semifinal mampu mengalahkan Vietnam

2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu malam. Gol Indonesia tercipta lewat kaki Patrich Wanggai menit 51 dan Titus Bonai menit 88. Indonesia yang ditargetkan merebut medali emas SEA Games 2011 langsung bermain agresif sejak awal babak pertama Bahkan, tim Garuda Muda itu langsung menggebrak pertahanan lawan dengan serangan mengarah ke gawang. Tekanan keras tuan rumah lewat duet Patrich Wanggai-Titus Bonai membuat pemain belakang Vietnam, Lam Anh Quang melakukan pelanggaran keras sehingga wasit Kim Jong Hyeok harus mengeluarkan kartu kuning pertamanya. Peluang pertama Indonesia terjadi pada menit 19. Hanya saja tendangan bebas Egi Melgiansyah dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap penjaga gawang Vietnam, Tran Buu Ngoc. Selanjutnya tendangan keras Titus Bonai pada menit 23, hanya saja kembali ditepis penjaga gawang lawan. Benturan keras yang terjadi didepan gawang Vietnam setelah menepis tendangan Titus Bonai membuat Tran Buu Ngoc terkapar sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Upaya menjebol gawang terus dilakukan oleh Egi Melgiansyah dan kawan-kawan. Tekanan demi tekanan terus dilakukan hanya saja belum membuahkan hasil. Begitu juga dengan serangan balik cepat Vietnam. Hingga babak pertama usai kedudukan tetap 0-0. Memasuki babak kedua hujan turun dengan lebat. Namun hujan itu malah menambah semangat timnas Garuda Muda. Terbukti Titus Bonai yang mampu melepaskan diri dari pengawalan pemain belakang Vietnam langsung menakan, hanya saja tendangannya masih melenceng disisi kanan gawang lawan. Upaya Indonesia untuk menciptakan gol baru bisa terjadi pada menit 51. Tendangan bola mati oleh Patrich Wanggai tidak bisa dibendung oleh penjaga gawang Vietnam sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0. Setelah unggul 1-0 tempo permainan yang diperagakan oleh anak asuh Rahmad Darmawan itu terlihat diturunkan. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh anak Falko Gerd Gotz. Hanya saja upaya menyamakan tidak berhasil. Memasuki akhir babak kedua permainan semakin keras. Terbukti banyak pemain berbenturan sehingga harus mendapatkan perawatan dari medis. Tekanan yang diberikan timnas membuah hasil. Titus Bonai mampu menggandakan kedudukan pada menit 88 sehingga mengubah kedudukan menjadi 2-0. Vietnam terus berusaha mengejar ketertinggalannya. Hanya saja hingga peluit panjang tanda pertandingan ditiup wasit asal Korea itu kedudukan tetap 2-0 untuk kemenangan Indonesia dan berhak lolos ke final melawan Malaysia, Senin (21/11).

Intense pressure by the host duet Patrich Wanggai-making defender Titus Bonai Vietnam. Entering the end of the second half the game gets harder. But the rain was even pep squad Garuda Youth. Titus Bonai able to double the notch on the 88 minute which changed the position to be 2-0. Titus Bonai hard kick at minute 23. Tran Ngoc Buu.Indonesia Malaysia in the Final Challenge Indonesia will challenge Malaysia in the final round after the 2011 SEA Games in the semifinals to beat Vietnam 2-0 in the Bung Karno Main Stadium Jakarta. Evidently a lot of players collide so that should get medical care from. Lam Quang Anh did a hard foul that the referee Kim Jong-hyeok have to spend his first yellow card. Goals Indonesia created through the legs Patrich Wanggai minutes 51 and Titus Bonai minute 88. Saturday night. . After winning 1-0 tempo of the game that was exhibited by foster children Rahmad Darmawan it looks lowered. The opportunity was directly utilized by children Gerd Falko Gotz. Titus Bonai which proved able to break away from the guard defender directly menakan Vietnam. Indonesia's first opportunity occurs at minute 19. Garuda Young's team immediately kicked the opponent's defense with attacks towards goal. It's just up to the long whistle blown by the referee the match marks the origin of Korea's tenure Indonesia 2-0 to win and qualify for the final against Malaysia. Egi's just a free kick from outside the penalty box Melgiansyah can still be caught goalkeeper Vietnam. Efforts continue to be made by the goalkeeper Melgiansyah Egi et al. Entering the second half with heavy rains. Indonesia targeted SEA Games gold medal in 2011 directly play aggressively from the start the first round of fact. So also with a quick counter attack Vietnam.SEA Games (Football) . Indonesia's efforts to create new goals can happen in 51 minutes. Monday (21/11). it's just pushed back the opponent's goal keeper. Vietnam continues to try to catch up. Until the first half ended tenure 0-0. Kick the ball dead by Patrich Wanggai not be dammed by Vietnam goalkeeper thus changing the position to be 1-0. Pressure exerted membuah national team results. It's just an attempt to equate to no avail. Pressure by the pressure continues to be done it's just not produced results.Furthermore. Big crash happened in front of goal after the kick dismissed Titus Vietnam Bonai makes Tran Ngoc Buu crashed and should get medical care. it's just that his shot was off the right side of the opponent's goal.

"Sebenarnya target hanya semifinal. Poin pembuka diraih Thailand melalui smash keras Radarong. memang sulit bagi Ayu/Dhita untuk mengalahkan Kulna/Radarong. Akhirnya pertandingan set pertama dapat diselesaikan Thailand dengan skor 22-20 setelah Indonesia tidak mampu bertahan karena tenaga yang terforsir. Sumatera Selatan." ujar peraih medali perak Asian Games ini. Namun." kata dia. Lawan bermain bagus. Skor pun sempat menjadi 16-18 setelah Ditha berhasil menyambar bola tanggung dari Kulna. Namun. 21-19. Sabtu." kata Ayu. apalagi Dhita meskipun atlet junior bisa tampil bagus. Ayu/Dhita berupaya mengejar. Namun akhirnya skor set kedua ditutup dengan poin 21-15 untuk kemenangan Thailand. Ayu/Dhita bermain keluar dari strategi yang disepakati. saat skor 4-8. Sebelum time out pertama. Mereka masih mau mencoba-coba pertahanan lawan. pasangan Thailand menunjukkan dominasinya dan Indonesia langsung tertinggal jauh 4-8. setelah mengalahkan pasangan Malaysia 1 (Teck Hua/ Shun Thing) dengan skor 2-1 (17-21. tapi mereka tidak rebut kesempatan itu. 15-10). Peluang Indonesia sempat terbuka saat Radarong mengalami cedera. saya pun telah memprediksi hasil ini. Ayu menyatakan senang karena berhasil memenuhi target. Sementara itu. hasil akhir menempatkan pasangan Thailand 2 (Sannok/Tenpaksee) sebagai peraih medali perunggu." ujar dia. Penonton yang memadati arena tidak hentihentinya memberikan dukungan. Pada set pertama tim putri Indonesia yang terdiri atas Ayu Cahyaning Siam danDhita Yuliana dan tim Thailand (Kamoltip Kulna/Varapatsorn Radarong) mampu mengembangkan permainan sehingga pertandingan berlangsung seru dan perebutan angka berlangsung ketat. tidak lama berselang Dhita berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Beberapa kali blok Dhita tidak sempurna. Tim andalam kedua Thailand itu dapat mengembangkan permainan dan berbagai variasi serangan. Dhita yang merupakan atlet junior sempat tampil all out dengan mencetak poin beruntun menjadi 9-10. Ayu/Dhita masih menempel ketat dengan skor tertinggal 10-11. 15-21) pada final SEA Games XXVI di Jakabaring. Tertinggal empat angka. Palembang. perbedaan kualitas yang cukup jauh membuat Tim Indonesia kesulitan. tapi bisa tembus final. Skor Indonesia pun tertinggal 11-15. Menurut mantan atlet nasional itu. Kedua tim sempat membukukan skor 9-9. sementara Ayu gagal menjangkau bola. "Kami sudah berusaha maksimal dan harus terhenti di final. meskipun sulit tapi usaha itu cukup membuahkan hasil. Thailand sempat unggul empat poin saat konsentrasi pemain Indonesia melemah memasuki pertengahan set pertama. Skor imbang kerap kali terjadi pada set pertama. Memasuki set kedua. Pelatih voli pantai putri Indonesia Agus Salim menyatakan puas karena satu tim berhasil menembus final. Saya tetap bersyukur atas hasil ini. padahal mau dismash sekencang apapun bola akan "hidup" lagi. "Tim lawan sudah tinggi jam terbangnya. "Target hanya medali dan ternyata bisa meraih perak. . Skor imbang 18-18 untuk kedua tim. Apalagi. Dhita yang belum banyak jam terbang menjadi sasaran empuk pemain Thailand pada set kedua ini. dan menerapkan permainan yang berbeda dari biasanya. Sebenarnya pasangan Indonesia 2 Eva/Fitri juga bisa masuk semifinal.Tim voli pantai putri Indonesia gagal mengalahkan pasangan Thailand sehingga harus menyerah 0-2 (20-22. Tim andalan Indonesia akhirnya bisa menyamakan kedudukan setelah memenangi reli panjang yang membuat Kulna terjatuh.

Before the first time out. Moreover. Several times a block Dhita not perfect. 15-10). "Target only medal and was able to grab the silver. let alone Dhita although junior athletes can play well. However. "Actually. the couple Indonesia 2 Eva / Fitr is also able to enter the semifinals. but they did not seize that opportunity. However. Finally the game can be completed the first set of Thailand with a score of 22-20 after Indonesia is able to survive because the energy terforsir." he said. Score 18-18 draw for both teams. Ayu / Dhita play out of the agreed strategy. In the first set princess Indonesia team consisting of Juliana Ayu Cahyaning danDhita Siam and Thailand team (Kamoltip Kulna / Varapatsorn Radarong) were able to develop the game so the game lasted cried and held tight the seizure figures. the couple showed their dominance Thailand and Indonesia immediately lagging far behind 4-8. differences in quality which is far enough to make Team Indonesia trouble. Ayu / Dhita trying to catch up. not long ago Dhita managed an equalizer for a 1-1. Both teams had posted a score of 9-9. Dhita that have not been many hours of flying becomes an easy target for Thai players on this second set. Thailand had four points clear at the concentration of players Indonesia fell into the middle of the first set. although it was quite difficult but the effort to fruition. "We've tried the maximum and must be stopped in the final.SEA Games (Beach Volleyball) . I had been predicting this outcome. Team mainstay Indonesia can finally leveled after winning a long rally which makes Kulna fall. I remain grateful for this result. but can pass the final. . Score Indonesia was lagging behind 11-15. only the semi-final target." said Ayu. Ayu / Dhita still stick strictly with the score remaining 10-11. Meanwhile. it is difficult for Ayu / Dhita to beat Kulna / Radarong. Spectators who packed the arena will not cease to give support. Actually." he said. Beach girls volleyball coach Indonesia Agus Salim expressed his satisfaction because one team broke through the final. Left behind by four points. "The team is already high versus flying hours. 21-19. Saturday. though not as tight as any dismash ball will" live "again. Dhita which is a junior athletes had appeared all out to score points streak to 9-10. According to former national athlete. 15-21) in the final at the SEA Games XXVI Jakabaring. Score draw often occur in the first set. the end result puts the couple Thailand 2 (Sannok / Tenpaksee) as the bronze medalist. Ayu states happy because it managed to meet the targets. and apply a different game than usual. Also had a 16-18 score after Ditha managed to grab the ball from Kulna responsibility. Thailand's second andalam team can develop a game and a variety of attacks. Entering the second set. Opponent playing well. But eventually score the second set closed with a 21-15 points victory for Thailand. They are still willing to experiment opponent's defense. while Ayu failed to reach the ball. Indonesia had an open chance when Radarong injured." said Asian Games silver medalist this. after defeating the Malaysian pair 1 (Teck Hua / Shun Thing) with a score of 2-1 (17-21. South Sumatra. Thailand won the opening points through smashes hard Radarong.Team Miss Indonesia Fails in Final Indonesia women beach volleyball team failed to beat Thailand 0-2 and should be surrendered (2022. Palembang. while scores 4-8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful