MUWASAFAT TARBIYAH

10 Muwasofat merupakan ciri-ciri utama pembinaan seorang kader dakwah. Dari detik pertama seseoarang itu menjejaki alam tarbiyyah, dia tidak dapat di pisahkan dengan pembinaan muwasofatmuwasofat ini sehingga dirinya terus di baluti oleh Islam yakni menjadi individu muslim yang unggul. Berikut merupakan sedikit pendetailan terhadap 10 Muwasofat. Berkata Iman Hassan Al-Banna ketika melalui marhalah ini ‘Wajib ke atas setiap muslim memulakan dengan memperbaiki dirinya, kesempurnaan itu dapat dilihat bila ia telah dapat memiliki beberapa perkara yang meletakkan ia di peringkat tertentu yang menjadikan ia mampu untuk memikul tanggungjawab amal Islami’ Firman Allah SWT (yang bermaksud): Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (Al-Isra’ 17: 80) Baiklah, jika kita andaikan Tarbiyah itu sebagai sebuah kilang pemprosesan, maka bahan mentahnya ialah manusia biasa (mutarabbi) dan produknya pula adalah manusia (mutarabbi) yang bercirikan 10 Muwasofat Fardi Muslim ini! muwasafat tarbiyah membincangkan tentang sifat2 yang perlu ada pada seorang muslim.Ia dipopularkan oleh Hassan Al-Banna sendiri, pengasas ikhwanul muslimin,satu pertubuhan yang menjadi rujukan utama jemaah2 lain di seluruh dunia.Methodologi atau kaedah tarbiyah yang digunakan oleh ikhwanul muslimin boleh dikatakan lengkap, mencakupi semua aspek kehidupan, agama,akidah,akhlak,fikrah,politik dan seabagainya.Bayangkan betapa hebatnya Hassan AlBanna, yang pada awalnya hanya bergerak berseorangan, dan kedai2 warung kopi menjadi tempat pertama beliau menyampaikan dakwah.Sedikit demi sedikit, hasil usahanya membuahkan hasil bilamana hari demi hari makin ramai orang mendengar ceramah beliau dan akhirnya terbentuklah ikwanul muslimin,semuanya bermula dari kesedaran individu yang disampaikan kepada masyarakat.Itulah kuasa MENYAMPAI.Namun, nak menyampaikan pun ada kaedah dia,perlu bersesuaian dengan pendengar atau mad'u dan disampaikan dengan tuturkata yang mudah difahami dan dengan intonasi dan penegasan yang bersesuaian.Cara penyampaian ini perlulah diasuh dalam diri setiap muslim sedikit demi sedikit sebab setiap muslim ada seorang da'i.Menjadi kewajipan setiap muslim utk menyampaikan Islam dan hanya dengan kaedah penyampaian yang betul sahaja kita mampu menggerakkan hati seseorang memilih Islam sebagai cara hidup.. Sabda nabi, "Sampaikanlah walau seayat," 1. Salimul Aqidah Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

* Redha Allah sebagai tuhan, Islam sebagai Agama dan Muhammad saw sebagai Nabi. * Sentiasa muraqabah Allah dan mengingati akhirat, memperbanyakkan nawafil dan zikir. * Menjaga kebersihan hati, bertaubat, istighfar, menjauhi dosa dan syubhat. 2. Shahihul Ibadah Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ‘shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan. Firman Allah SWT (yang bermaksud): Katakanlah: "Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (Al An’am 6:162) * Perlu melakukan ibadat yang meninggikan roh dan jiwanya. * Perlu belajar untuk membetulkan amalannya dan mengetahui halal dan haram. * Tidak melampau atau berkurang (pertengahan). Ibadahnya dipenuhi dengan rasa rendah diri disaluti perasaan hina dan kerdil kepada tuhan yang esa.tidak lahir perasaan ria takabbur ujub sumah ketika beribadat.ibadahnya ikhlas demi mengharapkan redha Allah.FEAR,HOPE and LOVE.takutkan seksa Allah,mengharapkan balasan dan ampunan dariNya dan perasaan cinta dan rindu kepadaNya 3. Matinul Khuluq Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhlukNya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benarbenar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4). Sabda Rasulullah SAW (yang bermaksud): “Sesungguhnya aku diutuskan hanya untuk menyempurnakan Akhlak.” (HR Al-Bukhari) * Akhlak kita ialah Al-Quran dan ditunjukkan oleh Nabi saw. Dijelaskan beberapa unsur oleh Imam Al-Banna dalam kewajipan dai iaitu sensitif, tawadhu, benar dalam perkataan dan perbuatan, tegas, menunai janji, berani, serius, menjauhi teman buruk dll. 4. Qowiyyul Jismi Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya. Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun

” (Al-’Ars 103 : 1-3) ‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Mujahadatun Linafsihi Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui. kerana sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan. maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah . * Pesan Imam Banna: Perlu boleh membaca dengan baik. 8. * Perlu bersumberkan kepada Al-Quran dan Hadis dan diterangkan oleh ulama yang thiqah.nafsu tidur dan sebagainya. karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk.tempatkanlah tembok dihadapan pintu ni. Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. 6. Di dalam Islam. menjadi saksi kepada manusia..’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Sangat menjaga masa (Haarithun ala Waqtihi)Waktu lebih mahal dari emas.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.mengamalkan riyadhah dan tidak memakan/minum suatu yang merosakkan badaneh silap 5.demikian. Bisa kita bayangkan.” (Al-Mujadalah :58 11) * Perlu berpengetahuan tentang Islam dan maklumat am supaya mampu menceritakan kepada orang lain.. Ingin ditegaskan. sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif. jaga betul2 semua nafsu ini kerana ianya merupakan pintu utk syaitan masuk ke dalam jiwa. baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.perlukan badan yang sihat dan kuat.’ Demikianlah Allah menerangkan ayatayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). waktu adalah kehidupan yang tidak akan kembali semula. muda sebelum tua. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. tadabbur. betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. yakni waktu hidup sebelum mati. Dari waktu yang 24 jam itu. wal asri. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. * Rasulullah saw menitikberatkan soal ini. Oleh karena itu dalam hukum Islam. wallaili dan sebagainya. sehat sebelum sakit. kesah salaf dan kaedah serta rahsia hukum yang penting. mempelajari seerah. misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: Firman Allah SWT (yang bermaksud): “Demi masa.” (Yusuf 12: 53) * Perlu azam yang kuat untuk melawan kehendak nafsunya dan mengikut kehendak Islam. mempunyai perpustakaan sendiri dan cuba menjadi pakar dalam bidang yang diceburi. Harishun ‘ala Waqtihi Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Mutsaqqoful Fikri Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. wad dhuha. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting. khamar dan judi. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir. Maksud Hadis : Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dikasihi Allah dari mukmin yang lemah.nafsu makan. tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. tak ada yang siasia. * Tidak menghiraukan apa orang kata dalam mempraktikkan Islam. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap.Sahabat sentiasa berdoa agar diberkati waktu yang ada pada mereka. maka Sabda Rasulullah SAW (yang bermaksud): “Mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah…” (HR Bukhari) * Dakwah berat tanggungjawab dan tugas . dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Yakni 24 jam sehari semalam. ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. * Mampu membaca Al-Quran dengan baik.. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya.nafsu yang dimaksudkan mencakupi nafsu seksual. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik. Hakim). Munazhzhamun fi Syu’unihi Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan. sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9). tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan. * Dai mungkin melalui suasana sukar yang tidak akan dapat dihadapi oleh orang yang tidak biasa dengan kesusahan. 7.Aku adalah makhluk baru. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri. Firman Allah SWT (yang bermaksud): “…nescaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat.kuatkan dengan pengawal2 yang mampu membedung desakan syaitan nauzubillah Firman Allah SWT (yang bermaksud): “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. tetapi pada keduanya ada kebaikanân * Pesanan al-Banna: Memeriksa kesihatan diri. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama.

Sabda Rasulullah SAW (yang bermaksud): “Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun. * Menjauhi riba dalam semua lapangan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim) * Walaupun kaya. orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Dalam kaitan inilah. Qudhy dari Jabir). dan bertakwalah kepada Allah. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian. Naafi’un Lighoirihi Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. * Dai merasa gembira bila dapat membantu orang lain. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. * Memastikan setiap sen yang dibelanja tidak jatuh ke tangan bukan Islam. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. terutama dari segi ekonomi. . dan mempersiapkan masa depan yang baik. Masa depan Islam. * Menyimpan untuk waktu kesempitan. Firman Allah SWT (yang bermaksud): “Hai orang-orang yang beriman. * Tidak terlalu mengejar jawatan dalam kerajaan/resmi. 9. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Sabda Rasulullah SAW (yang bermaksud): “Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. zakat. profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya.Gunakan segala masa dan tenaga tersusun untuk manfaat Islam dan dakwah. sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Bersungguh-sungguh. 10. perlu bekerja. sehingga apapun yang dikerjakannya. * Meletakkan jawatan dan tempat kerja mengikut keperluan dakwah lebih utama dari gaji dan pendapatan. shadaqah. Paling indah dalam hidupnya ialah bila dapat mengajak seorang manusia ke jalan Allah. perlu penyusunan dalam segala urusan. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. infaq. * Amal Islam ialah untuk menyelamatkan orang lain dari kesesatan.menjadi cinta kepadanya. Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin. suatu udusán dikerjakan secara profesional.” (HR Bukhari) * Da'i umpama lilin yang membakar diri untuk menyuluh orang lain. seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh. * Menjauhi segala bentuk kemewahan apatahlagi pembaziran. mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt. * Da'i adalah penggerak dakwah dan Islam. bersemangat dan berkorban. hidup mati Islam bergantung kepada dai.” (Al-Hasyr 59: 18) Tersusun urusannya (Munazzamun fi syu’unihi)Untuk manfaatkan waktu dengan baik. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir. karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dengan kata lain. * Melakukan setiap kerja dengan betul dan sebaiknya (ihsan). Qodirun ‘alal Kasbi Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful