Albumin Serum Level as an Outcome Predictor Of Acute Ischemic Stroke Patient

Taufik Mesiano, Al Rasyid Neurology Department of Medicine Faculty of Indonesia University 2007

Abstract Background: Experimental study showed albumin therapy improve neurological function by reducing edema of infarction brain tissue, others said that hypo-albumin state could worsen the outcome of acute ischemic stroke. Aim: to know the association between hypo-albumin state with outcome of acute ischemic stroke. Method: this analytical descriptive study using data from medical record patient who hospitalized in Stroke Unit of Cipto Mangunkusumo Hospital between January and December 2006. Inclusion criteria were acute ischemic stroke proven by brain imaging, and had serum albumin level at first or third day hospitalization. Exclusion criteria were infection disease before hospitalization and patient with history of neoplasm. We used National Institute Health Stroke Scale (NIHSS) to evaluate patient outcome. Result: Seventy seven subject included in our study consist of 45 males and 32 females, with mean of age 65,5±11, and hypo-albumin state was found in 26 patient (33,8 %) with hypertension as a major risk factor. There was association between hypo-albumin state with patient outcome, which six of patient had worsen NIHSS score compare with two normal serum albumin patient. Twenty patients had improvement or unchanged their NIHSS score compare with 49 normal albumin serum patients (p<0,01). Conclusion: hypo-albumin state worse the outcome of acute ischemic stroke. Keywords: albumin level, acute ischemic stroke, NIHSS Pada negara maju maupun berkembang penyakit serebrovaskular dalam hal ini stroke menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan. Dengan mengobati faktor risiko dan mencegah timbulnya faktor risiko tersebut merupakan target utama klinisi untuk mengurangi insidensi dan angka kematian penderita. Pada suatu studi epidemiologi dikatakan kadar albumin serum menjadi salah satu faktor risiko tersebut.1 Serum albumin merupakan protein dalam tubuh manusia yang sangat unik. Albumin memiliki berat molekul (BM) yang rendah dan konsentrasi yang tinggi dan bertanggung jawab 75-80 % dari tekanan osmotik pada plasma manusia. Pada studi eksperimental terapi albumin dapat memperbaiki fungsi neurologis, yang ditandai dengan penurunan volume infark, dan mengurangi edema otak dengan stroke akut.2-6

Cipto Mangunkusumo pada periode Januari 2006 hingga Desember 2006. Skor 4 – 15 dikategorikan sedang 3.10 Dari semua data yang didapat akan dianalisa dengan uji hipotesis dan batas kemaknaan menggunakan bantuan program komputer SPSS 11. pasien dengan stroke iskemik akut yang dibuktikan dengan pemeriksaan imajing otak. Skor < 4 dikategorikan ringan 2. Rerata onset kejadian stroke 2. Kriteria inklusi antara lain. Keluaran pasien dinilai dengan National Institute Health Stroke Scale (NIHSS) pada saat datang dan saat pulang dari rumah sakit. diperiksa kadar albumin serumnya pada hari pertama hingga ketiga perawatan.4 g/dl.9 Kriteria eksklusinya antara lain penyakit infeksi sebelumnya dan riwayat penyakit keganasan. dimana dikatakan terdapat perbaikan bila skor NIHSS berkurang empat (4) poin. terdapat jumlah laki-laki 45 orang dan perempuan 32 orang. Kadar rerata albumin serum subyek pada hari pertama dan ketiga . Subyek dan Cara Kerja Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik yang mengambil subyek dan data dari catatan medis semua pasien rawat inap di Unit Stroke RS. Skor > 15 dikategorikan berat Skor NIHSS saat datang ke RS kemudian dibandingkan dengan saat pulang dari RS.8 tahun.7 Hal yang sama juga dikatakan oleh Caplan RL.5 Hasil Penelitian Dari 77 pasien stroke iskemik akut yang memenuhi kriteria inklusi.al dalam penelitian status nutrisi pada pasien stroke menyatakan keadaan hipoalbumin pada pasien stroke dapat memperburuk keluaran penderita.1%) terjadi pada hari pertama.7 hari dan sekitar 44 orang (57.5 ± 11. dengan rerata umur 65. Skor ini dibagi menjadi tiga kategori yaitu 10 : 1. Keadaan hipoalbumin di definisikan sebagai suatu kadar albumin serum kurang dari 3.Gariballa et.8 Berdasarkan hal tersebut kami melakukan studi terhadap hubungan kadar albumin serum pasien stroke iskemik akut dengan keluaran paska perawatan.2 ± 1.

NIHSS Subyek Saat Masuk RS dan Keluar RS NIHSS Normal Ringan Sedang Berat Jumlah Saat Masuk RS (n) 21 45 11 77 Saat Keluar RS (n) 13 28 22 14 77 .5 ± 11.9 hari. skor sedang pada 45 subyek dengan nilai rata-rata NIHSS = 6.8 2 75 45 32 2. yang tergolong dalam nilai skor ringan pada 21 subyek dengan nilai rata-rata NIHSS = 2.2 ± 1.482 p = 0.2 5. Tabel 2.7 ± 7. serta terdapat 14 subyek yang memiliki nilai NIHSS berat dengan nilai rata-rata NIHSS = 21.009 p = 0.4 (n) • Kadar terendah g/dl • Kadar tertinggi (g/dl) NIHSS • Saat masuk RS (rata-rata± SD) • Saat Keluar RS (rata-rata± SD) Lama Perawatan. Setelah melalui masa perawatan.6 ± 7. dengan kadar terendah 2.7 dan saat keluar dari RS 6.2 .sedangkan subyek dengan nilai NIHSS sedang terdapat pada 22 subyek dengan nilai rata-rata NIHSS = 6.6.4 .6 ± 7. didapatkan hasil 13 subyek dengan NIHSS normal atau sama dengan 0. hari (rata-rata± SD) Kadar Albumin Serum (rata-rata± SD) g/dl • < 3.701 Setelah dihitung nilai NIHSS saat masuk ke rumah sakit (RS).7 3.1 ± 5.1 7.4. Rata-rata nilai NIHSS pasien saat tiba di RS yaitu 7.5 ± 0.2 g/dl dan tertinggi 5.8 .6 g/dl. Karakteristik subyek terhadap keluaran Umur.7 6.5 ± 0.9 38 39 p = 0. tahun (rata-rata± SD) • ≤ 44 tahun (n) • 45 tahun ke atas (n) Gender • Laki-laki (n) • Wanita (n) Onset. subyek dengan nilai NIHSS ringan terdapat pada 28 subyek dengan nilai rata-rata NIHSS = 2.7 ± 7. NIHSS pasien dihitung saat keluar dari RS. Tabel 1. hari (rata-rata± SD) • ≤ satu minggu (n) • > satu minggu (n) 65.4 (n) • ≥ 3. dan dengan nilai skor berat 11 orang dengan nilai rata-rata NIHSS = 18.perawatan 3.6 10.1 ± 5.506 p = 0. Dari 77 subyek tersebut rata-rata di rawat selama 10.009 p = 0.6 26 51 2.1 g/dl.

dan perburukan nilai NIHSS pada delapan subyek penelitian. delapan subyek menetap nilai NIHSS-nya. yang menetap nilai NIHSS-nya pada 22 subyek. dan satu subyek mengalami perburukan. dan dua orang mengalami perburukan nilai NIHSS. Dimana subyek yang masuk RS dengan NIHSS ringan mengalami perbaikan pada 12 orang.Dengan membandingkan nilai NIHSS saat masuk RS dengan nilai NIHSS paska perawatan. Keadaan ini secara signifikan mempengaruhi keluaran pasien selama perawatan. Sedangkan subyek yang masuk dengan nilai NIHSS berat yaitu 11 subyek dan tidak mengalami perbaikan sama sekali. Perubahan Nilai NIHSS awal dan saat keluar RS NIHSS saat masuk RS NIHSS saat keluar RS Normal Ringan Sedang Ringan 12 8 0 Sedang 1 20 22 Berat 0 0 0 Jumlah 13 28 22 Berat 1 2 11 14 Jumlah 21 45 11 77 Didapatkan suatu keadaan hipoalbumin pada 26 subyek (33. Subyek yang masuk RS dengan NIHSS sedang mengalami perbaikan pada 21 subyek. 20 pasien mengalami perbaikan atau tetap nilai NIHSS-nya dibandingkan 49 pasien dengan nilai albumin normal (p=0.009). didapatkan perbaikan nilai NIHSS pada 39 subyek. Hubungan antara nilai NIHSS awal dengan keluaran Keluaran tetap atau perbaikan perburukan 20 1 42 3 7 4 69 8 Jumlah 21 45 11 77 NIHSS Awal Ringan Sedang Berat Jumlah p = 0. Tabel 5. Hubungan kadar albumin terhadap keluaran pasien . dan stroke sebelumnya. NIHSS tetap sama dibanding sebelumnya pada 30 subyek. Tabel 3.8 %) dengan faktor risiko subyek penelitian yaitu hipertensi. diabetes. enam pasien mengalami penurunan nilai NIHSS dibandingkan dua pasien pada suatu keadaan albumin yang normal.009 Tabel 4.

Studi pada hewan membuktikan bahwa albumin memiliki efek neuroprotektif pada suatu keadaan iskemik fokal. Pada konsentrasi yang tinggi lysoPC ini menyebabkan proses apoptosis kematian sel. Dari hasil perhitungan statistik diatas didapatkan suatu keadaan hipoalbumin akan memperburuk nilai NIHSS (keluaran pasien).12 Berbagai komponen efek neuroprotektif kadar albumin serum di atas pada pasien stroke iskemik akut membuat suatu keadaan yang dapat membantu memperbaiki reperfusi mikrosirkulasi jaringan dengan cara mengurangi efek stagnasi aliran darah.11 Hal tersebut dibuktikan melalui suatu studi invitro dimana albumin dapat mengikat suatu lysolipid (lysophosphatidylcholine/LysoPC) dalam sirkulasi pembuluh darah dimana kadarnya meningkat pada suatu keadaan stroke iskemik akut. Selain itu albumin memiliki efek antioksidan dimana albumin dalam serum dapat memblokir suatu keadaan neurotoxic oxidant stress yang di induksi oleh hidrogen peroksida atau copper/asam askorbat yang apabila teroksidasi akan menghasilkan radikal bebas.13 Kadar albumin serum selain mempengaruhi di tingkat sirkulasi juga mempengaruhi pada tingkat seluler dimana sebagai suatu biomarker status nutrisi . menginduksi stress oksidatif sel otot polos dan kemotaksis serta mensekresi mediator inflamasi dalam monosit dan neutrofil. dan adhesi leukosit.009 NIHSS Tetap dan Perbaikan Perburukan 49 2 20 6 69 8 Jumlah 51 26 77 Pembahasan Pada analisa data di atas ada dua faktor risiko yang signifikan mempengaruhi keluaran subyek yaitu suatu keadaan hipoalbumin dan nilai NIHSS awal subyek. Diantaranya mengurangi kadar hematokrit serta mempengaruhi agregasi eritrosit dengan cara meningkatkan viskositas aliran rendah dan menurunkan laju endap darah dalam keadaan tanpa aliran darah. trombosis.11 Albumin mempunyai berbagai efek yang dapat mempengaruhi keadaan di dalam pembuluh darah.Albumin Normal Hipoalbumin Jumlah p= 0. Dalam keadaan bebas lysoPC merupakan suatu proinflamatori kuat yang mempengaruhi termasuk peningkatan adhesi leukosit dan penurunan efek vasodilatasi NO-dependent pada endotel pembuluh darah.

NIHSS dikembangkan oleh para peneliti untuk menilai status neurologis pasien stroke secara kuantitatif di Cincinati. Dalam studi ini NIHSS digunakan sebagai alat untuk menilai klinis kuantitatif suatu defisit neurologis yang menggambarkan luasnya lesi di otak sehingga dapat menjadi faktor untuk menentukan keluaran penderita. dan kurang dari 4 poin dipikirkan suatu keadaan stroke ringan. 1989 mengatakan terdapat korelasi antara luas lesi di otak berdasarkan imajing dengan nilai NIHSS. Namun dari studi ini diharapkan dilanjutkan menjadi suatu studi prospektif dengan jumlah sampel yang lebih besar..6 Dimana penghambat aktivitas enzim tersebut terjadi pada keadaan iskemik otak sehingga penumpukan piruvat menyebabkan pembatasan aliran substrat dan penurunan aliran elektron ke dalam mitokondria. Kegunaan utama NIHSS yaitu menentukan efektifitas suatu terapi dengan membandingkan nilai awal saat kejadian stroke hingga sampai tiga bulan follow up. Dimana nilai NIHSS yang besar saat awal subyek masuk RS akan memperburuk keluaran subyek.10 Berdasarkan hal tersebut makin besar nilai NIHSS berarti pasien tersebut dalam keadaan defisit neurologis yang berat. Suatu keadaan malnutrisi protein dan energi dapat memperburuk keluaran pasien stroke dan memperburuk prognosis karena menurunkan imunitas sel. Dalam artian makin besar nilai NIHSS subyek makin luas lesi pada otak yang terkena.10 Brot et al. NIHSS ini terdiri dari skala nilai maksimal 24 (11 poin defisit neurologis). albumin dalam plasma dapat masuk melewati sawar darah otak yang mengalami kerusakan sehingga membantu mempertahankan metabolisme sel saraf yang normal dengan cara meningkatkan pengeluaran piruvat oleh sel saraf melalui efek regulasi terhadap enzim piruvat dehidrogenase di dalam astrosit.seseorang. Dari studi deskriptif awal ini masih terdapat kekurangan diantaranya jumlah sampel yang kurang. Secara umum nilai NIHSS lebih besar 15 diasumsikan pasien mengalami stroke berat.6 Faktor kedua yang menunjukkan hasil signifikan yaitu nilai NIHSS. nilai 4 hingga 15 mengindikasikan stroke sedang.1994). Dimana dilakukan revisi pada tahun 1994 (Lyden et al. dengan nilai nol adalah nilai normal.11 Hal ini dibuktikan melalui suatu penelitian pada hewan dimana pada suatu keadaan patologis (stroke). Kesimpulan .

Marked neuroprotective efficacy at moderate doses and with a broad therapeutic window. Intensive care management of specific stroke treatment:Advances in Neurology volume 92 Ischemic Stroke. Hourihane JM. Caplan LR. 2003. Appleton & Lange. Levkoff SE. 1997. 29: 2587–2599 6. Effect of delayed albumin hemodilution on infarction volume and brain edema after transient middle cerebral artery occlusion in rats. Taub N. Lin B. Stroke 2004. KEPUSTAKAAN 1. Role of lipoprotein-associated phospholipase A2 in atherosclerosis: biology. J Neurosurg. epidemiology. Liu Y. Diffusionweighted magnetic resonance imaging confirms marked neuroprotective efficacy of albumin therapy in focal cerebral ischemia. Arch Intern Med 1992.35:e156 12. Ayata C. Clark WM.19: 514 9. Zhao W. 25: 923–931 . Zhao W. Stroke 2004. Dziedzic T. Stroke. 35:390 13. Plasma protein. Am J Epidemiol. Ginsberg MD. Harfenist EJ. Safran C. Ginsberg MD. Human serum albumin and its N-terminal tetrapeptode (DAHK) block oxidant-induced neuronal death. 2001. Macphee CH. Herman FR.Suatu keadaan hipoalbumin memperburuk keluaran pasien stroke iskemik akut dalam hal ini NIHSS subyek. Arterioscler Thromb Vas Biol. and readmission. Belayev L. Human albumin therapy of acute ischemic stroke. Makuc DM.1997.Butterworth-Heinemann 2000. length of stay. Gariballa SE. Serum albumin level as a predictor of ischemic stroke outcome.Influence of nutritional status on clinical outcome after acute stroke. 152:125-130 10. Complications in stroke patients in Caplan’s Stroke:A clinical approach 3rd ed. 140:876-888 2. et al:Serum albumin level on admission as a predictor of death. 32: 553–560 7. Castleden CM. 58: 741-742 3. Belayev L. 22nd ed. Murray RK. Zalewski A. et al. 1990. Ropper AH. Busto R. Szczudlik A. Ginsberg MD. Pattany PM.68:275–81 8. 87: 595–601 5. Clemens JA. Huh PW. Ingram DD. Stroke. Gum ET. Relation between serum albumin concentration and stroke incidence and death: the NHANES I Epidemiologic Follow-up Study. 2005. USA. Busto R. Swanson RA. Gillum RF. Parker SG. Slowik A. Zhao W. Am J Clin Nutr 1998. imunoglobulin & clotting factor in Harper’s Review of Biochemistry. Busto R. Clinical stroke scales in handbook of neurologic rating scale. 1994. 1998. and possible therapeutic target. 43: 368 4. 7: 161-165 11. Belayev L.Lippincott Williams & Wilkins. Weaver RG.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful